BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN MAKALAH LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN

Disusun oleh: Nurul Sukma Putri (25211411) Ona Sendri Imelda Kaseh (25211469) Putri Sari Sigiro (25211670) Restu Nurul Andria (26211004) Rezza Harri Pradana (26211078) Resty Puji Riati (26211010) Rina Mega Ardita (28211730)

2EB14 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS GUNADARMA DEPOK 2012

dan wewenang LPS. bank peserta LPS serta Klaim Penjaminan. Akhir kata. . tugas. kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. 31 Oktober 2012 Penulis. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna.Kata Pengantar Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “Lembaga Penjamin Simpanan”. Jakarta. Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Bank dan Lembaga Keuangan. bentuk dan status. Bahan penulisan diambil dari beberapa sumber literatur yang mendukung pembahasan ini. Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua. Makalah ini berisikan tentang informasi mengenai Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) atau yang lebih khususnya membahas pengertian. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. fungsi. oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Amin.

Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan malakah ini adalah : 1) Untuk mengetahui bentuk dan status LPS 2) Untuk memahami fungsi. program penjaminan yang sangat luas lingkupnya tersebut perlu digantikan dengan sistem penjaminan yang terbatas. Untuk mengatasi krisis yang terjadi. Rumusan Masalah Makalah ini ditujukan untuk mengetahui besarnya peran Lembaga Penjamin Simpanan sebagai lembaga yang melindungi kepentingan nasabah bank. B. namun ruang lingkup penjaminan yang terlalu luas menyebabkan timbulnya moral hazard baik dari sisi pengelola bank maupun masyarakat. Dalam pelaksanaannya. Hal ini ditetapkan dalam Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 1998 tentang "Jaminan Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum" dan Keputusan Presiden Nomor 193 Tahun 1998 tentang "Jaminan Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Perkreditan Rakyat".BAB I PENDAHULUAN A. C. termasuk simpanan masyarakat (blanket guarantee). blanket guarantee memang dapat menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan. Untuk mengatasi hal tersebut dan agar tetap menciptakan rasa aman bagi nasabah penyimpan serta menjaga stabilitas sistem perbankan. Latar Belakang Masalah Krisis moneter dan perbankan yang menghantam Indonesia pada tahun 1998 ditandai dengan dilikuidasinya 16 bank yang mengakibatkan menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat pada sistem perbankan. tugas dan wewenang LPS 3) Untuk mengetahui bank peserta LPS 4) Dapat memahami tentang Klaim Penjaminan . pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan diantaranya memberikan jaminan atas seluruh kewajiban pembayaran bank.

Untuk mengatasi krisis yang terjadi. krisis moneter dan perbankan yang menghantam Indonesia. Penjaminan simpanan nasabah bank yang diharapkan dapat memelihara kepercayaan masyarakat terhadap industri . dan juga lembaga yang independen. pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan diantaranya memberikan jaminan atas saeluruh kewajiban pembayaran bank. progaram penjaminan yang sangat luas ruang lingkupnya tersebut perlu digantikan dengan sistem penjaminan yang terbatas. Dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan mengamanatkan pembentukan suatu Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai pelaksana penjamin dana masyarakat. Setelah mengetahui sejarah pendiriannya maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa Lembaga Penjamin Simpanan adalah suatu lembaga independen yang berfungsi menjamin simpanan nasabah perbankan di Indonesia. Kemudian Undang-Undang ini berlaku efektif sejak tanggal 22 September 2005. Sejarah Pendirian dan Pengertian Lembaga Penjamin Simpanan Perbankan mempunyai peran yang penting dalam perekonomian nasional demi menjaga keseimbangan. mengakibatkan menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat pada sistem perbankan. Hal ini ditetapkan dalam Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 1998 tentang Jaminan Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum dan Keputusan Presiden Nomor 193 Tahun 1998 tentang Jaminan Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Perkreditan Rakyat.BAB II PEMBAHASAN I. Presiden Republik Indonesia mengesahkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 tentang Lembaga Penjamin Simpanan. Untuk mengatasi hal tersebut dan agar tetap menciptakan rasa aman bagi nasabah penyimpan serta menjaga stabilitas sistem perbankan. yang ditandai dengan dilikuidasinya 16 bank. namun ruang lingkup penjaminan yang terlalu luas menyebabkan timbulnya moral hazard baik dari sisi pengeola bank maupun masyarakat. blanket guarantee memang dapat menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan. dan akuntabel dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya. dan sejak tanggal tersebut LPS resmi beroperasi. Pada tahun 1988. kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional stabilitas industri perbankan sangat mempengaruhi stabilitas perekonomian secara keseluruhan. Pada tanggal 22 September 2004. termasuk simpanan masyrakat (blanket guarantee). transparan. Dalam pelaksanaannya.

5. dan akuntabel dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya. III. II. dan Wewenang Lembaga Penjamin Simpanan Pendirian Lembaga Penjamin Simpanan tidak terlepas dari fungsinya yang sangat penting. LPS merupakan lembaga yang independen. . Lembaga Pengawas Perbankan adalah Bank Indonesia atau pengawas sektor jasa keuangan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang tentang Bank Indonesia. LPS berkedudukan di Jakarta dan dapat mempunyai kantor perwakilan di wilayah negara Republik Indonesia. Dalam memelihara stabilitas sistem perbankan sesuai dengan kewenangannya. tindakan penyelesaian dan penanganan lain harus segera dilakukan.perbankan dan dapat meminimumkan resiko yang membebani anggaran Negara atau resiko yang menimbulkan moral hazard. LPS bertanggung jawab kepada Presiden. Bank gagal (failing bank) adalah bank yang mengalami kesulitan keuangan dan membahayakan kelangsungan usahanya serta dinyatakan tidak dapat lagi disehatkan oleh Lembaga Pengawas Perbankan (LPP) sesuai dengan kewenangan yang dimilikinya. 1. Dalam menghadapi menurunnya tingkat solvabilitas bank. 2. dan b) Turut aktif dalam memelihara stabilitas sistem perbankan sesuai dengan kewenangannya. Apabila kondisi bank yang mengalami kesulitan keuangan tersebut semakin memburuk. Bentuk dan Status Lembaga Penjamin Simpanan LPS dibentuk oleh Pemerintah Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan. 4. penyelesaian dan penanganan bank yang gagal diserahkan kepada Lembaga Penjamin Simpanan yang akan bekerja setelah terlebih dahulu dipertimbangkan perkiraan dampak pencabutan izin usaha bank terhadap perekonomian nasional. antara lain ditandai dengan menurunnya tingkat solvabilitas bank. Lembaga Penjamin Simpanan akan melakukan penyelesaian atau penanganan bank gagal. Tugas. 3. tindakan penanganan yang dilakukan Lembaga Penjamin Simpanan yang didasarkan pada keputusan Komite Koordinasi. Fungsi. transparan. Adapun fungsi Lembaga Penjamin Simpanan adalah: a) Menjamin simpanan nasabah penyimpan. LPS adalah badan hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan. Dalam hal pencabutan izin usaha bank diperkirakan memiliki dampak terhadap perekonomian nasional.

b) Menetapkan dan memungut konstribusi pada saat bank pertama kali menjadi peserta. menetapkan. verifikasi. dan ketentuan pembayaran klaim. Oleh karena itu. c) Melakukan pengelolaan kekayaan dan kewajiban Lembaga Penjamin Simpanan. b) Melaksanakan penjaminan simpanan. dan e) Melaksanakan penanganan bank gagal yang berdampak sistemik. Dalam menjalankan fungsinya. laporan keuangan bank.Mengingat fungsinya yang penting tersebut maka Lembaga Penjamin Simpanan harus independen. . d) Merumuskan. governance. g) Menunjuk. status hukum. guna melaksanakan sebagian tugas tertentu. Dalam hal ini adalah Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan. transparan dan akuntabel dalam menjalankan tugas dan wewenangnya. dan melaksanakan kebijakan penyelesaian bank gagal (bank resolution) yang tidak berdampak sistemik. f) Menetapkan syarat. pengelolaan kekayaan dan kewajiban. e) Melakukan rekonsiliasi. tata cara. pelaporan dan akuntabilitas Lembaga Penjamin Simpanan serta hubungannnya dengan organisasi lain perlu diatur secara tegas dalam Peraturan Perundang. Lembaga Penjamin Simpanan mempunyai tugas-tugas yang meliputi: a) Merumuskan dan menetapkan kebijakan pelaksanaan penjaminan simpanan. dan/atau menugaskan pihak lain untuk bertindak bagi kepentingan dan/atau atas nama Lembaga Penjamin Simpanan. Dalam rangka melaksanakan tugasnya. d) Mendapatkan data simpanan nasabah. Lembaga Penjamin Simpanan mempunyai wewenang sebagai berikut: a) Menetapkan dan memungut premi penjaminan. Lembaga Penjamin Simpanan tidak bisa dicampurtangani oleh pihak manapun termasuk oleh Pemerintah terkecuali atas hal-hal yang dinyatakan secara jelas didalam Undang.Undang ini. data kesehatan bank.Undangan. Pengertian tentang independensi bagi Lembaga Penjamin Simpanan mengandung arti bahwa dalam pelaksanaan tugas dan wewenangnya. menguasakan. c) Merumuskan dan menetapkan kebijakan dalam rangka turut aktif memelihara stabilitas sistem perbankan. dan/atau konfirmasi atas data sebagaimana dimaksud pada huruf d. dan laporan hasil pemeriksaan bank sepanjang tidak melanggar kerahasiaan bank.

termasuk hak dan wewenang RUPS. b) Menguasai dan mengelola asset dan kewajiban bank gagal yang diselamatkan. informasi dan/atau dokumen kepada pihak lain. i) Menjatuhkan sanksi administratif. . dan/atau dokumen wajib memberikan kepada Lembaga Penjamin Simpanan. dan/atau mengubah setiap kontrak yang mengikat bank gagal yang diselamatkan dengan pihak ketiga yang merugikan bank. dan d) Menjual dan/atau mengalihkan asset bank tanpa persetujuan debitur dan/atau kewajiban bank tanpa persetujuan kreditur. yang dalam hal ini hanya bank yang lemah yang mau menjadi anggota. Meskipun sistem keanggotaan wajib menimbulkan subsidi silang dari bank yang kuat kepada bank yang lemah. informasi. IV.h) Melakukan penyuluhan kepada bank dan masyarakat tentang penjaminan simpanan. c) Meninjau ulang. Lembaga Penjamin Simpanan dapat melakukan penyelesaian dan penanganan bank gagal dengan kewenangan sebagai berikut: a) Mengambil alih dan menjalankan segala hak dan wewenang pemegang saham. Untuk menjamin simpanan masyarakat pada bank tersebut dibentuk LPS. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi adverse selection. Untuk bank yang kuat harus diwajibkan membayar stabilitas yang dinikmatinya tersebut. bank campuran. Lembaga Penjamin Simpanan dapat meminta data. namun seluruh bank menikmati keuntungan dengan adanya stabilitas industri perbankan. Setiap pihak yang dimintai data. membatalkan. Dalam menjalankan tugas dan wewenangnya. mengakhiri. Jenis bank tersebut meliputi bank umum dan BPR. Pada dasarnya keanggotaan bank pada lembaga penjamin simpanan dapat bersifat sukarela atau bersifat wajib. serta bank konvensional dan bank syariah. Dalam Pasal 12 UU LPS ketentuan tersebut dipertegas dengan menyebutkan bahwa setiap bank yang melakukan kegiatan usaha di wilayah Republik Indonesia wajib menjadi peserta penjaminan LPS. setiap bank wajib menjamin dana masyarakat yang disimpan pada bank yang bersangkutan. Bank peserta Lembaga Penjamin Simpanan Sesuai Pasal 37B Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1999 tentang Perbankan. dan bank asing. Kecenderungan yang terjadi adalah sebagian besar negara (81%) dari 68 negara yang memiliki lembaga penjamin simpanan mewajibkan bank untuk menjadi anggota. termasuk bank nasional.

Bagaimana pun simpanan yang dijamin pada kantor cabang bank asing tersebut adalah simpanan milik warga negara dan atau penduduk Indonesia. Kriteria yang disusun tersebut harus rinci dan transparan dan memuat batasan waktu kapan ijin harus diberikan atau ditolak. Keanggotaan secara otomatis dalam jangka pendek. yaitu meminimalkan risiko yang bakal ditanggung oleh lembaga penjamin simpanan tersebut dan menarik anggota secara ekstensif. yaitu untuk melindungi penduduk domestik bukan asing. pemberian keanggotaan pada saat lembaga penjamin simpanan tersebut didirikan. Dalam kaitannya dengan persyaratan menjadi anggota LPS. pemerintah dihadapkan pada dua tantangan. lembaga penjamin simpanan kemudian hari dapat menghadapi kesulitan dalam menerima bank yang segera dapat menciptakan risiko keuangan atau konsekuensi buruk lainnya bagi lembaga penjamin simpanan. Pilihan ini juga dapat meningkatkan kepatuhan terhadap persyaratan dan standar kehati-hatian. Hal ini mengingat karakteristik khusus yang dimiliki oleh BPR. Pada saat lembaga penjamin simpanan didirikan. Bagi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebaiknya dibentuk lembaga penjamin simpanan tersendiri. yaitu keanggotaan otomatis atau mewajibkan bank mengajukan permohonan untuk menjadi anggota. terdapat dua kondisi yang membutuhkan pendekatan berbeda. Pertama. Akan tetapi keanggotaan LPS meliputi bank umum dan BPR. Hal ini didasarkan pada tujuan dari dibentuknya lembaga penjamin simpanan.Cabang bank asing juga diwajibkan menjadi anggota. . Kedua. pemberian kenggotaan pada saat bank baru didirikan. Kantor cabang bank asing tersebut diwajibkan membayar premi asuransi sebagai "biaya" melakukan bisnis di Indonesia. Pilihannya adalah bank diwajibkan mengajukan permohonan untuk menjadi anggota. merupakan pilihan yang sederhana. Secara umum ada dua pilihan yang dapat dilakukan. Pilihan ini memberikan fleksibilitas bagi lembaga penjamin simpanan dalam mengontrol risiko yang dihadapinya dengan membuat kriteria sebagai syarat untuk menjadi anggota. Cabang bank nasional yang beroperasi di luar negeri seharusnya tidak dicakup oleh lembaga penjamin simpanan. Namun demikian.

6. LPS juga menjamin simpanan nasabah bank syariah yang berbentuk giro wadiah. Pengumuman tanggal pengajuan klaim dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil rekonsiliasi dan verifikasi yang telah diselesaikan dengan ketentuan: a. maka hak nasabah penyimpan untuk memperoleh pembayaran klaim dari LPS menjadi hilang. Pengumuman tahap terakhir dilakukan paling lambat 90 (sembilan puluh) hari kerja terhitung sejak izin usaha dicabut. b. deposito.V. 3. Klaim atas simpanan yang dijamin diajukan oleh Nasabah Penyimpan kepada LPS sesuai pengumuman. tabungan wadiah. maka untuk menghitung simpanan yang dijamin. Cara pengajuan klaim: LPS mengumumkan tanggal pengajuan klaim atas simpanan yang layak dibayar pada sekurang-kurangnya 2 (dua) surat kabar harian yang berperedaran luas. 1. 2. Nilai simpanan yang dijamin tersebut meliputi pokok ditambah bunga untuk bank konvensional. dan bentuk lain yang dipersamakan dengan itu. 5. Pengajuan klaim penjaminan wajib dilakukan nasabah penyimpan paling lambat 5 (lima) tahun sejak izin usaha dicabut. giro. saldo seluruh rekening tersebut dijumlahkan. 7. dan deposito mudharabah. sertifikat deposito. Klaim Penjaminan LPS menjamin simpanan nasabah bank yang berbentuk tabungan. Nilai simpanan yang dijamin oleh LPS paling tinggi sebesar Rp 2 milyar per nasabah per bank sejak tanggal 13 Oktober 2008. tabungan mudharabah. Dalam hal nasabah penyimpan juga mempunyai kewajiban kepada bank. 4. Pengumuman tersebut juga memuat syarat dan tata cara pengajuan klaim atas simpanan yang layak dibayar. Pengumuman tahap pertama dilakukan paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah rekonsiliasi dan verifikasi dimulai. Dalam hal nasabah penyimpan tidak mengajukan klaim penjaminan atas simpanannya. . atau pokok ditambah bagi hasil yang telah menjadi hak nasabah untuk bank syariah. Apabila seorang nasabah mempunyai beberapa rekening simpanan pada satu bank. Nasabah penyimpan yang hilang haknya untuk memperoleh pembayaran klaim penjaminan dari LPS diperlakukan sama dengan nasabah penyimpan yang simpanannya tidak dijamin dan diselesaikan berdasarkan mekanisme likuidasi. pembayaran klaim penjaminan terhadap nasabah tersebut akan terlebih dahulu diperhitungkan dengan kewajibannya (set off).

3. Dalam hal terdapat nasabah penyimpan yang sebagian dari saldo rekeningnya tidak dibayarkan oleh LPS karena saldo simpanan nasabah yang bersangkutan melebihi jumlah maksimum simpanan yang dijamin. Pembayaran klaim atas simpanan yang lauak dibayar mulai dilakukan paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah tanggal rekonsiliasi dan verifikasi dimulai. Pembayaran klaim penjaminan atas simpanan yang layak bayar dilakukan secara tunai denga mata uang rupiah dan atau setara tunai. Pembayaran klaim penjaminan yang layak dibayar kepada Nasabah Penyimpan dilakukan oleh LPS melalui bank pembayar yang ditunjuk oleh LPS. Dalam hal Nasabah Penyimpan pada saat yang bersamaan mempunyai kewajiban pembayaran kepada bank yang telah jatuh tempo tetapi belum dibayar maka pembayaran klaim atas simpanan yang layak dibayar dapat dilakukan setelah simpanan yang layak dibayar tersebut terlebih dahulu diperhitungkan dengan kewajiban pembayaran Nasabah Penyimpan kepada bank yang telah jatuh tempo tetapi belum dibayar tersebut. Dalam hal klaim penjaminan berupa valuta asing. Namun. 6. maka pembayaran dilakukan dengan menggunakan kurs tengah yang berlaku pada tanggal pencabutan izin usaha bank tersebut. 5. 8. 4. Pembayaran klaim penjaminan kepada Nasabah Penyimpan dilakukan berdasarkan simpanan yang layak dibayar sesuai hasil rekonsiliasi dan verifikasi. yang diumumkan Bank Indonesia. antara lain dengan mengalihkan rekening nasabah penyimpan tersebut kepada bank pembayar. LPS menerbitkan surat keterangan mengenai saldo rekening yang tidak dibayarkan tersebut. Kurs tengah adalah rata-rata kurs beli dan kurs jual per akhir hari.Cara pembayaran klaim kepada nasabah penyimpan adalah sebagai berikut: 1. ketentuan ini tidak berlaku dalam hal kewajiban pembayaran Nasabah Penyimpan kepada bank telah dikategorikan macet berdasarkan peraturan perundang-undangan. LPS dapat menunda pembayaran kepada nasabah penyimpan yang mempunyai kewajiban pembayaran kepada bank yang belum jatuh tempo sampai dengan nasabah tersebut melunasi kewajibannya . 2. 7.

Terdapat bukti aliran dana yang menunjukkan keberadaan simpanan tersebut Nasabah penyimpan dinyatakan sebagai pihak yang diuntungkan secara tidak wajar. c. 3. Data simpanan nasabahtidak tercatat pada bank. dan/atau b. apabila pihak yang bersangkutan memiliki kewajiban kepada bank yang dapat dikelompokkan dalam kredit macet berdasarkan peraturan perundang-undangan dan saldo kewajiban pihak tersebut lebih besar dari saldo penyimpanannya. dan b. Mengajukan keberatan kepada LPS yang didukung dengan bukti nyata dan jelas b. Nasabah penyimpan merupakan pihak yang diuntungkan secara tidak wajar. Simpanan dinyatakan tercatat pada bank apabila: a. saldo rekening. 2. b. 5. Dalam hal nasabah penyimpan yang simpanannya tidak layak dibayar merasa dirrugikan. maka nasabah dimaksud dapat: a. 7. Klaim Penjaminan yang tidak layak bayar. 4. antara lain nomor rekening/bilyet.1. dan informasi lainnya yang lazim berlaku untuk rekening sejenis. Melakukan upaya hukum melalui pengadilan. LPS mengumumkan maksimum tingkat bunga penjaminan setiap bulan dengan ketentuan: a. Nasabah penyimpan merupakan pihak yang menyebabkan keadaan bank menjadi tidak sehat. Klaim penjaminan dinyatakan tidak layak dibayar apabila berdasarkan hasil rekonsiliasi dan/atau verifikasi: a. Pengumuman dilakukan paling lambat dua hari kerja sebelum diberlakukan Suatu pihak dinyatakan termasuk sebagai pihak yang menyebabkan keadaan bank menjadi tidak sehat sebagaimana dimaksudkan dalam pasal 36 huruf c. . LPS mengubah status simpanan nasabah tersebut (reklasifikasi) dari simpanan yang tidak layak dibayar menjadi simpanan yang layak dibayar. Apabila LPS menerima keberatan Nasabah Penyimpan atau pengadilan mengabulkan upaya hukum nasabah penyimpan. 6. nama nasabah penyimpan. Tingkat bunga tersebut berlaku selama satu bulan. apabila nasabah tersebut memperoleh tingkat bunga melebihi nilai maksimum tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Dalam pembukuan bank terdapat data mengenai simpanan tersebut.

dilakukan dengan mekanisme likuidasi akan diselesaikan melalui proses likuidasi Bank ABC. maka perhitungan nilai simpanan yang dijamin untuk masing-masing nasabah tersebut adalah sebagai berikut: LPS akan membayar klaim penjaminan atas simpanan yang dijamin sebesar: a. Rp2 milyar kepada Badu. Rp1. 9. yaitu: a. Bunga yang wajar tersebut dihitung menggunakan maksimum tingkat bunga penjaminan Contoh perhitungan simpanan yang dijamin : Asep. Rp80 juta kepada Asep untuk kepentingan Dona. Rp2 milyar kepada Asep. c. Badu & Cita masing-masing mempunyai tabungan atas nama pribadi di Bank ABC dengan saldo masing-masing sebesar Rp1. saldo yang tidak dibayar sebesar Rp200 juta b. Selain itu. Cita. Rp2 milyar kepada Cita.40 milyar & Rp1.8. Asep. Untuk nasabah penyimpan yang sebagian saldo rekeningnya tidak dibayarkan oleh LPS karena saldo simpanannya telah melebihi jumlah maksimum simpanan yang dijamin. Asep juga memiliki 1 rekening tabungan untuk kepentingan anaknya yang masih kecil bernama Dona (beneficiary) dengan saldo sebesar Rp80 juta.20 milyar. Asep. Apabila Bank ABC dicabut ijin usahanya dan jumlah yang dijamin adalah Rp2 milyar. b. LPS hanya membayar simpanan nasabah sesuai penjaminan berikut bunga yang wajar sejak simpanan nasabah tersebut ditetapkan tidak layak dibayar sampai dengan simpanan nasabah dimaksudkan dibayar oleh LPS. dan d. saldo yang tidak dibayar sebesar Rp400 juta c. . Badu. saldo yang tidak dibayar sebesar Rp800 juta Penyelesaian atas saldo rekening yang tidak dibayar tersebut. Badu & Cita juga mempunyai rekening gabungan (joint account) dalam bentuk giro di Bank ABC dengan saldo sebesar Rp3 milyar.80 milyar. LPS akan menerbitkan Surat Keterangan mengenai saldo rekening yang tidak dibayarkan tersebut.

peran LPS dalam mendukung stabilitas sistem perbankan juga dapat berkontribusi mendorong pertumbuhan perekonomian nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Fungsi LPS dalam menjamin simpanan nasabah bank maupun melakukan penyelamatan bank gagal merupakan bagian penting dalam Pilar keenam API yang menekankan pada perlindungan kepada nasabah perbankan. tetapi juga terhadap perekonomian secara luas yang menyebabkan timbulnya kerugian ekonomi dan kemudian diikuti dengan munculnya gejolak sosial dan politik yang harus dibayar mahal. Menipisnya kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan telah menimbulkan masalah signifikan.BAB III PENUTUP Kepercayaan masyarakat merupakan jiwa industri perbankan. Sebagai lembaga penghimpun dan penyalur dana. Keberadaan LPS jelas sangat sejalan dengan API (Arsitektur Perbankan Indonesia) yang bertujuan menciptakan sistem perbankan nasional yang kuat. . telah menjadikan bank tergantung kepada kesediaan masyarakat menempatkan dana di bank sehingga dapat digunakan oleh bank untuk membiayai kegiatan produktif. Kehadiran LPS tentunya harus disambut dengan baik dan diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan yang gilirannya akan menciptakan industri perbankan yang kokoh. Selain itu. tidak saja terhadap industri perbankan itu sendiri. bertumbuh dan sehat.

com/2010/05/peran-lps-dalammendukung-stabilitas.blogspot.DAFTAR PUSTAKA     Website resmi LPS (www.ac.go.html repository. Undangundang ini mulai berlaku efektif 12 bulan sejak diundangkan sehingga pendirian dan operasional LPS dimulai pada 22 September 2005.usu.org nadiraaditya. Badan ini dibentuk berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 24 tentang Lembaga Penjamin Simpanan yang ditetapkan pada 22 September 2004. Daftar isi     1 Latar belakang 2 Fungsi LPS 3 Referensi 4 Lihat pula Latar belakang . cari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) adalah suatu lembaga independen yang berfungsi menjamin simpanan nasabah perbankan di Indonesia. Setiap bank yang melakukan kegiatan usaha di wilayah Republik Indonesia wajib menjadi peserta penjaminan LPS. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi.id) www.wikipedia.lps.id Lembaga Penjamin Simpanan Dari Wikipedia bahasa Indonesia.

000 (dua milyar rupiah). Bila nasabah bank memiliki simpanan lebih dari Rp 100 juta maka sisa simpanannya akan dibayarkan dari hasil likuidasi bank tersebut. Hal ini ditetapkan dalam Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 1998 tentang "Jaminan Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum" dan Keputusan Presiden Nomor 193 Tahun 1998 tentang "Jaminan Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Perkreditan Rakyat". yang mencakup pokok dan bunga/bagi hasil yang telah menjadi hak nasabah. nilai simpanan yang dijamin LPS maksimum sebesar Rp 100 juta per nasabah per bank. Dalam pelaksanaannya. Untuk mengatasi hal tersebut dan agar tetap menciptakan rasa aman bagi nasabah penyimpan serta menjaga stabilitas sistem perbankan. Sejak terjadi krisis global pada tahun 2008. Fungsi LPS LPS berfungsi menjamin simpanan nasabah bank dan turut aktif dalam menjaga stabilitas sistem perbankan sesuai kewenangannya.000. namun ruang lingkup penjaminan yang terlalu luas menyebabkan timbulnya moral hazard baik dari sisi pengelola bank maupun masyarakat. termasuk simpanan masyarakat (blanket guarantee). Tujuan kebijakan publik penjaminan LPS tersebut adalah untuk melindungi simpanan nasabah kecil karena berdasarkan data distribusi simpanan per 31 Desember 2006. Untuk mengatasi krisis yang terjadi. rekening bersaldo sama atau kurang dari Rp 100 juta mencakup lebih dari 98% rekening simpanan. Perpu ini dapat disesuaikan kembali. Pemerintah kemudian mengeluarkan Perpu No.000.Krisis moneter dan perbankan yang menghantam Indonesia pada tahun 1998 ditandai dengan dilikuidasinya 16 bank yang mengakibatkan menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat pada sistem perbankan. . blanket guarantee memang dapat menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan. Sejak tanggal 22 Maret 2007 dan seterusnya. program penjaminan yang sangat luas lingkupnya tersebut perlu digantikan dengan sistem penjaminan yang terbatas. Oleh karena itu maka UU LPS ditetapkan pada 22 September 2004. apabila krisis global meluas atau mereda. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan mengamanatkan pembentukan suatu Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai pelaksana penjaminan dana masyarakat. 3 Tahun 2008 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 Tentang Lembaga Penjamin Simpanan yang mengubah nilai simpanan yang dijamin oleh LPS menjadi Rp2. pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan diantaranya memberikan jaminan atas seluruh kewajiban pembayaran bank.