RUBELLA

1.1 Latar Belakang Rubella atau Campak Jerman merupakan penyakit anak menular yang lazim biasanya ditandai dengan gejala gejala utama ringan, ruam serupa dengan campak (rubeola) ringan atau demam skarlet, dan pembesaran serta riveri limfonodi pascaoksipital, retroaurikuler, dan servikalis posterior. Campak Jerman atau rubela ini biasanya hanya menyerang anak-anak sampai usia belasan tahun. Tapi, bila penyakit ini menyerang anak yang lebih tua dan dewasa, terutarna wanita dewasa, infeksi kadang kadang dapat berat, dengan manifestasi keterlibatan sendi dan purpura. Dan bila bila penyakit ini menyerang ibu yang sedang mengandung dalam tiga bulan pertama, bisa menyebabkan cacat bayi waktu dilahirkan. Rubella pada awal kehamilan dapat menyebabkan anomali kongenital berat. Sindrom rubella kongenital adalah penyakit menular aktif dengan keterlibatan multisistem, spektrum ekspresi klinis luas, dan periode infeksi aktif pascalahir dengan pelepasan virus yang lama. Rubella menjadi penting karena penyakit ini dapat menimbulkan kecacatan pada janin. Sindroma rubella congenital (Congenital Rubella Syndrome, CRS) terjadi pada 90% bayi yang dilahirkan oleh wanita yang terinfeksi rubella selama trimester pertama kehamilan; risiko kecacatan congenital ini menurun hingga kira-kira 10-20% pada minggu ke-16 dan lebih jarang terjadi bila ibu terkena infeksi pada usia kehamilan 20 minggu. Infeksi janin pada usia lebih muda mempunyai risiko kematian di dalam rahim, abortus spontan dan kecacatan congenital dari sistem organ tubuh utama. Cacat yang terjadi bisa satu atau kombinasi dari jenis kecacatan berikut seperti tuli, katarak, mikroftalmia, glaucoma congenital, mikrosefali, meningoensefalitis, keterbelakangan mental, patent ductus arteriosus, defek septum atrium atau ventrikel jantung, purpura, hepatosplenomegali, icterus dan penyakit tulang radiolusen. Penyakit CRS yang sedang dan berat biasanya sudah dapat diketahui ketika bayi baru lahir; sedangkan kasus ringan yang mengganggu organ jantung atau tuli sebagian, bisa saja tidak terdeteksi beberapa bulan bahkan hingga beberapa tahun setelah bayi baru lahir. Diabetes mellitus dengan ketergantungan insulin diketahui sebagai manifestasi lambat dari CRS.

Epidemik terjadi dengan interval 5-7 tahun (69 tahun). angka kejadian paling tinggi terdapat pada anak usia 5-14 tahun. Pada keLompok keluarga penyebaran virus kurang: 50-60% anggota keluarga yang rentan mendapat penyakit.000 kasus keguguran dan bayi yang lahir mati saat dilahirkan. Sekitar 85% bayi yang terinfeksi rubela kongenital mengalami defek. lebih 20. Survei di Inggris (1970-1974) menunjukkan insidens infeksi fetus sebesar 53% dengan rubela klinis dan hanya 19% yang subklinis. hampir 100% dari individu yang rentan dapat terinfeksi. Anak laki laki dan wanita sama sama terkena. Risiko kelainan pada fetus tertinggi (50-60%) terjadi pada bulan pertama dan menurun menjadi 4-5% pada bulan keempat kehamilan ibu. paling sering timbul pada musim semi dan terutama mengenai anak serta dewasa muda. Dewasa ini kebanyakan kasus terjadi pada remaja dan dewasa muda. Pada populasi yang rapat seperti institusi dan Asrama tentara. dengan rasio 2:1 antara penyakit yang tidak tampak dengan penyakit yang tarnpak. Penyakit ini terdistribusi secara luas di dunia. Rubella biasanya terjadi selama musim semi. Di populasi pulau. Wabah Rubela juga dikatakan menyebabkan sekurang-kurangnya 10. Banyak infeksi yang subklinis. Kelainan pada fetus mencapai 30% akibat infeksi rubela pada ibu hamil selama minggu pertama kehamilan. Pada tahun 1989 – 1990 sejumlah kasus rubella menyerang lebih banyak pada anak remaja di atas umur 15 tahun dan dewasa diperkirakan karena kegagalan vaksinasi pada setiap individu. .000 bayi telah dilahirkan cacat. Pemeriksaan serologis sebelum penggunaan vaksin rubella rnenunjukkan bahwa sekitar 80% populasi dewasa di Amerika Serikat dan benua lain mempunyai antibodi terhadap rubella. seperti populasi Trinidad dan Hawaii. hanya 20% dari orang dewasa yang diperiksa dapat dideteksi antibodi.Malformasi congenital dan bahkan kematian janin bisa terjadi pada ibu yang menderita rubella tanpa gejala. Pada manusia virus ditularkan secara oral droplet dan melalui plasenta pada infeksi kongenital. Ketika wabah rubella merebak di Amerika Serikat pada tahun 1967-1965. Diperkirakan 25 % bayi yang terinfeksi rubela pada tiga bulan pertama usia kandungan dilahirkan dengan satu jenis atau lebih kecacatan. Sebelum ada vaksinasi.

genus Rubivirus. kematian bayi dalam kandungan atau kelainan bawaan pada bayi. rubella tidak terlalu menular dan jarang menyerang anak-anak. Berbeda dengan campak. Campak 3 hari) adalah suatu infeksi virus menular. Virus rubela tidak mempunyai pejamu golongan intervetebrata dan manusia merupakan satu-satunya pejamu golongan vertebrata. 2. sehingga menjadi sumber infeksi. Meski virus penyebabnya berbeda. tetapi virus rubela secara serologik berbeda. Secara fisiko-kimiawi virus ini sama dengan anggota virus lain dari famili tersebut. 2. Pada waktu terdapat gejala klinis virus ditemukan pada sekret nasofaring. namun rubella dan campak (rubeola) . semua orang yang rentan dan terpajan bisa terinfeksi.2 Etiologi Rubella disebabkan oleh suatu RNA virus. Jika menyerang wanita hamil (terutama pada saat kehamilan berusia 8-10 minggu). Cara Penularannya melalui kontak dengan sekret nasofaring dari orang terinfeksi. darah. Virus dapat diisolasi dari biakan jaringan penderita. Bayi dengan CRS mengandung virus pada sekret nasofaring dan urin mereka dalam jumlah besar. feses dan urin. yang menimbulkan gejala yang ringan (misalnya nyeri sendi dan ruam kulit). Pada lingkungan tertutup seperti di asrama calon prajurit. bisa menyebabkan keguguran. Penyebab rubella atau campak Jerman adalah virus rubella. Infeksi terjadi melalui droplet atau kontak langsung dengan penderita.Resiko terserang rubella kembali menurun untuk semua umur dan dilaporkan kasus di Amerka Serikat pada tahun 1999 sebanyak 267.1 Definisi Campak Jerman (Rubella. famili Togaviridae.

campak lebih lama proses penyembuhannya sementara rubella hanya 3 hari.mempunyai beberapa persamaan. Virus ini cepat menular. Selain itu. Namun bila seseorang tertular. sampai lebih kurang sepekan setelah bintik tersebut menghilang. cairan serebrospinal. Selain dari darah dan sekret nasofaring. gejala penyakit tidak langsung tampak. penularan dapat terjadi sepekan (1 minggu) sebelum timbul bintik-bintik merah pada kulit si penderita. dari nasofaring atau rute pernafasan. urin. Gejala baru timbul kira-kira 14 – 21 hari kemudian. Di nasofaring virus tetap ada sampai 6 hari setelah timbulnya erupsi dan kadang-kadang lebih lama. Rubella dan campak merupakan infeksi yang menyebabkan kemerahan pada kulit pada penderitanya. Daya tular tertinggi terjadi pada akhir masa inkubasi. virus rubela telah diisolasi dari kelenjar getah bening. cairan sinovial dan paru. Selanjutnya virus rubela memasuki aliran darah. . rubella atau campak Jerman tidak terlalu menular dibandingkan campak yang cepat sekali penularannya. Perbedaannya.3 Patofisiologi Penularan terjadi melalui droplet. Penularan dapat terjadi biasanya dari 7 hari sebelum hingga 5 hari sesudah timbulnya erupsi. karena itu pula rubella sering disebut campak 3 hari. ASI. 2. bersin dan udara yang terkontaminasi. Penularan rubella dari penderitanya ke orang lain terjadi melalui percikan ludah ketika batuk. Namun terjadinya erupsi di kulit belum diketahui patogenesisnya. Viremia mencapai puncaknya tepat sebelum timbul erupsi di kulit.

Virus rubella mempunya 3 polipeptida mayor yang mencakup 1 kapsid protein dan 2 amplop glikoprotein E1 dan E2. bercak timbul pertama kali di muka dan leher. Dalam waktu 24 jam. Dengan berlalunya bintik-bintik ini. dan penyebarannya karena factor lain yang mungkin berperan dalam patogenesis eksantem. Bercak-bercak mungkin juga akan timbul tapi warnanya lebih muda dari campak biasa. Virus telah dapat ditemukan diseluruh kulit baik yang terlibat maupun yang tidak selama masa infeksi. Bintik-bintik ini biasanya menjadi tanda pertama yang dikenali oleh para orang tua. Tanda-tanda dan gejala Infeksi rubella dimulai dengan adanya demam ringan selama 1 atau 2 hari (99 . lengan. Bercak-bercak ini biasanya hilang dalam waktu 1 sampai 4 hari.8 derajat celcius) dan kelenjar getah bening yang membengkak dan perih. berupa titik-titik kecil berwarna merah muda. hidung yang sesak dan basah. conjunctivitis ringan (pembengkakan pada kelopak mata dan bola mata). Ruam rubella dapat terlihat seperti kebanyakan ruam yang diakibatkan oleh virus lain. biasanya di bagian belakang leher atau di belakang telinga. bercak tersebut menyebar ke badan. kulit yang terkena kadangkala megelupas halus. Bintik ini dapat terasa gatal dan terjadi hingga tiga hari. kurang nafsu makan. 2. tungkai. Biasanya. serta adanya rasa sakit dan bengkak pada persendian (terutama pada wanita muda). bintik-bintik (ruam) muncul di wajah dan menjalar ke arah bawah. dan warnanya menjadi lebih gelap.37. Antibodi anti-E1 mungkin memegang peranan utama dalam respon serologik. yang dapat berbaur menyatu menjadi sehingga terbentuk tambalan berwarna yang merata. Di saat bintik ini menjalar ke bawah. termasuk: sakit kepala. Gejala lain dari rubella.4 Manifestasi Klinis Keluhan yang dirasakan biasanya lebih ringan dari penyakit campak. Banyak orang yang terkena rubella tanpa menunjukkan adanya gejala apa-apa. Ruam nampak akibat titer serum antibody meningkat dan mempengaruhi antigen-antibodi dan berinteraksi di kulit. Terlihat sebagai titik merah atau merah muda. Pada hari kedua atau ketiga. dan berlangsung hingga menghilangnya erupsi. kelenjar getah bening yang membengkak di bagian lain tubuh.2 .100 Derajat Fajrenheit atau 37. . yang sering ditemui pada remaja dan orang dewasa. wajah kembali bersih dari bintik-bintik.kemudian menurun dengan cepat. Antibody HAI mencapai puncaknya pada hari 12 – 14 setelah timbulnya ruam dan akan kembali stabil setelah kira-kira 2 minggu kemudian.

Sindroma rubella kongenital yang meliputi 4 defek utama yaitu : a Gangguan pendengaran tipe neurosensorik. Menetapnya virus dan interaksi antara virus dan sel di dalam uterus dapat menyebabkan kelainan yang luas pada periode neonatal. Infeksi ibu pada trisemester kedua juga dapat menyebabkan kelainan yang luas pada organ. Gejala ini dapat merupakan satusatunya gejala yang timbul. Jarang sekali lebih lama dari 19-21 hari. nefritis interstitial. Angka sel darah putih normal atau sedikit menurun. biasanya 14 hari sampai timbul ruam. Ketika rubella terjadi pada wanita hamil. Pada satu epidemi orkidalgia dilaporkan pada sekitar 8% orang laki-laki usia perguruan tinggi yang terinfeksi. Timbul bila infeksi terjadi sebelum umur kehamilan 8 minggu. dan mempengaruhi pertumbuhan janin sehingga menimbulkan kecacatan atau kelainan yang lain. tapi bisa berkisar antara 7-18 hari dari saat terpajan sampai timbul gejala demam. poliartritis dapat terjadi dengan artralgia. infeksi rubella dapat menyebabkan abortus bila terjadi pada trisemester I. seperti anemia hemolitika dengan hematopoiesis ekstra meduler. jarang artritis ini menetap selama berbulan-bulan. dan menetap dalam kehidupan janin. dan problematika hati. ensefalitis. hepatitis. tuli. pankreatitis interstitial dan osteomielitis. nyeri dan efusi tetapi biasanya tanpa sisa apapun. Penularan Virus rubella menular dari satu orang ke orang lain melalui sejumlah kecil cairan hidung dan tenggorokan. keterlambatan mental. . kesalahan bentuk jantung dan mata. mula-mula replikasi virus terjadi dalam jaringan janin. pembengkakan. Setiap sendi dapat terlibat. IG untuk perlindungan pasif yang diberikan setelah hari ketiga masa inkubasi dapat memperpanjang masa inkubasi. yang potensial menimbulkan kerusakan pada janin yang sedang tumbuh. dapat terjadi sindrom rubella bawaan. tidak ada fotofobia. Anak yang terkena rubella sebelum dilahirkan beresiko tinggi mengalami keterlambatan pertumbuhan. Gejala rubella kongenital dapat dibagi dalam 3 kategori : 1. Lamanya biasanya beberapa hari. limpa dan sumsum tulang.Berbeda dengan rubeola. tetapi sendi-sendi kecil tangan paling sering terkena. Pada janin. Parestesia juga telah dilaporkan. trombositopeni jarang. Terutama pada wanita yang lebih tua dan wanita dewasa. dengan atau tanpa purpura. Masa inkubasi berlangsung sekitar 10 hari.

Gejala ini segera menghilang pada waktu erupsi timbul. pneumonitis. Namun pada remaja dan dewasa muda masa prodromal berlangsung 1-5 hari dan terdiri dari demam ringan. Masa prodromal Pada anak biasanya erupsi timbul tanpa keluhan sebelumnya. Kelainan ini jarang berdiri sendiri. Pada beberapa penderita dewasa gejala dan tanda tersebut dapat menetap lebih lama dan bersifat lebih berat. dan di belakang oksipital. kemerahan pada konjungtiva. 3. Masa inkubasi Masa inkubasi adalah 14-21 hari. servikal posterior. rinitis. jarang disertai gejala dan tanda masa prodromal. gangguan pada mata dan pendengaran yang baru muncul bertahun-tahun kemudian. Gejala dan tanda prodromal biasanya mendahului 1-5 hari erupsi di kulit. Ruam ini terdiri dari bintik?bintik merah tersendiri pada palatum molle yang dapat menyatu menjadi warna kemerahan jelas pada sekitar 24jam sebelum ruam. kejang.b c Gangguan jantung meliputi PDA. ikterus dan gangguan imunologi ( hipogamaglobulin ). meningoensefalitis. Gangguan mata : katarak dan glaukoma. Tanda yang paling khas adalah adenopati retroaurikuler.sindroma rubella kongenital. sakit kepala. Delayed . Enantem mungkin muncul tepat sebelum mulainya ruam kulit. dan Diabetes Mellitus tipe-1. nyeri tenggorok. Meliputi cerebral palsy. dan lain-lain 2. Meliputi panensefalitis. d Retardasimental dan beberapa kelainan lain antara lain: e f Purpura trombositopeni ( Blueberry muffin rash ) Hepatosplenomegali. Extended – sindroma rubella kongenital. VSD dan stenosis katup pulmonal. keterlambatan pertumbuhan dan berbicara. batuk dan limfadenopati. Dalam beberapa laporan lain waktu inkubasi minimum 12 hari dan maksimum 17 sampai 21 hari.. retardasi mental. Pada 20% .

khas mengenai kelenjar suboksipital. Pada penyakit rubela yang tidak mengalami penyulit sebagian besar penderita sudah dapat bekerja seperti biasa pada hari ke-3. diagnosis dapat dibuat dengan anamnesis yang cermat. Peningkatan sel plasma 5-20% merupakan tanda yang khas.sifat demam dapat membantu dalam menegakkan diagnosis. Mula-mula berupa makula yang berbatas tegas dan kadang-kadang dengan cepat meluas dan menyatu. Biasanya pembengkakan kelenjar getah bening itu berlangsung selama 5-8 hari. rasa gatal selama 7-10 hari. Pada hari kedua eksantem di muka menghilang. Pada 40% kasus infeksi rubela terjadi tanpa eksantema. dapat terjadi deskuamasi posteksantematik. diikuti hari ke-3 di tubuh dan hari ke-4 di anggota gerak. Rubela merupakan penyakit yang epidemik sehingga bila diselidiki dengan cermat. memberikan bentuk morbiliform. 2. dapat ditemukan kasus kontak atau kasus lain di dalam lingkungan penderita. yaitu makula atau petekiia pada palatum molle. Masa eksantema Seperti pada rubeola. Kadangkadang terdapat leukopenia pada awal penyakit yang dengan segera segera diikuti limfositosis relatif. Pembesaran kelenjar limfe bisa timbul 5-7 hari sebelum timbul eksantema.penderita selama masa prodromal atau hari pertama erupsi timbul suatu enantema. Meskipun sangat jarang. Pada infeksi tipikal.5 Diagnosis Diagnosis klinis sering kali sukar dibuat untuk seorang penderita oleh karena tidak ada tanda atau gejala yang patognomik untuk rubela. postaurikular dan servikal dan disertai nyeri tekan. makula merah muda yang menyatu menjadi eritema difus pada muka dan badan serta artralgia pada tangan penderita dewasa merupakan petunjuk diagnosis rubela.5ºC. Limfadenopati merupakan suatu gejala klinis yang penting pada rubela. sebagian kecil penderita masih terganggu dengan nyeri kepala. tanda Forschheimer. Sering terjadi penurunan ringan jumlah trombosit. Seperti dengan penyakit eksantema lainnya. Diagnosis pasti ditegakkan dengan pemeriksaan serologik yaitu adanya peningkatan titer anibodi 4 kali pada hemaglutination inhibition test (HAIR) atau ditemukannya antibodi Ig M . Perubahan hematologik hanya sedikit membantu penegakan diagnosis. sakit mata. oleh karena demam pada rubela jarang sekali di atas 38. eksantema mulai retro-aurikular atau pada muka dan dengan cepat meluas secara kraniokaudal ke bagian lain dari tubuh.

yang spesifik untuk rubela. Membedakan rubella dengan campak (q. Infeksi rubella dapat dipastikan dengan adanya peningkatan signifikan titer antibodi fase akut dan konvalesens dengan tes ELISA.v. demam scarlet (lihat infeksi Streptokokus) dan penyakit ruam lainnya (misalnya infeksi eritema dan eksantema subitum) perlu dilakukan karena gejalanya sangat mirip. Virus bisa diisolasi dari faring 1 minggu sebelum dan hingga 2 minggu sesudah timbul ruam. . Diagnosa dari CRS pada bayi baru lahir dipastikan dengan ditemukan adanya antibodi IgM spesifik pada spesimen tunggal. Konfirmasi infeksi fetus pada trimester I dilakukan dengan menemukan adanya antigen spesifik rubella dan RNA pada CVS. Virus juga bisa dideteksi dari katarak kongenital hingga bayi berumur 3 tahun. Titer antibodi mulai meningkat 24-48 jam setelah permulaan erupsi dan mencapai puncaknya pada hari ke 6-12. Dalam hal ini adanya antibodi Ig M spesifik rubela harus di interpretasi dengan hati-hati. juga pada infeksi dengan enterovirus tertentu dan sesudah mendapat obat tertentu. Diagnosa klinis rubella kadang tidak akurat. Namun isolasi virus adalah prosedur panjang yang membutuhkan waktu sekitar 10-14 hari. pasif HA atau tes LA. Ruam makuler dan makulopapuler juga terjadi pada sekitar 1-5% penderita dengan infeksi mononucleosis (terutama jika diberikan ampisilin). dengan titer antibodi spesifik terhadap rubella diluar waktu yang diperkirakan titer antibodi maternal IgG masih ada. Diagnosis prenatal dilakukan dengan memeriksa adanya IgM dari darah janin melalui CVS ( chorionoc villus sampling ) atau kordosentesis. atau dengan adanya IgM spesifik rubella yang mengindikasikan infeksi rubella sedang terjadi. setelah kena infeksi virus lain. urin dan tinja. Konfirmasi laboratorium hanya bisa dipercaya untuk infeksi akut. HAI. selain pada infeksi primer. Sera sebaiknya dikumpulkan secepat mungkin (dalam kurun waktu 7-10 hari) sesudah onset penyakit dan pengambilan berikutnya setidaknya 7-14 hari (lebih baik 2-3 minggu) kemudian. antibodi Ig M spesifik rubela dapat ditemukan pula pada reinfeksi. Virus bisa ditemukan dari contoh darah. atau melalui isolasi virus yang mungkin berkembang biak pada tenggorokan dan urin paling tidak selama 1 tahun. Metode ini adalah yang terbaik untuk isolasi virus pada hasil konsepsi.). Suatu penelitian telah menunjukkan bahwa telah tejadi reaktivitas spesifik terhadapp rubela dari sera yang dikoleksi.

Temuan serologi tanpa defek. retardasi mental. penyakit tulang radiolusen. splenomegali. kuning. a. penyakit jantung kongenital. tuli.6 Diagnosis Banding . Purpura. CRS confirmed. Terdapat defek tetapi konfirmasi laboratorium tidak lengkap. 2. meningo ensefalitis. 1. 3. CRI ( Congenital Rubella Infection ). Adanya IgM spesifik rubella Menetapnya IgG spesifik rubella. Didapatkan 2 defek dari item a . Kecepatan penurunan antibodi sesuai penurunan pasif dari antibodi didapat.Berdasarkan gejala klinik dan temuan serologi. 4. Katarak dan/ atau glaukoma kongenital. mikrosefali. 2. retinopati. Congenital Rubella Syndrome) dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1. sindroma rubella kongenital (CRS.CRS possible. Temuan hasil laboratorium tidak sesuai dengan CRS: Tidak adanya antibodi rubella pada anak umur < 24 bulan dan pada ibu. atau masing-masing satu dari item a dan b. Defek dan satu atau lebih tanda/ gejala berikut : • • • Virus rubella yang dapat diisolasi. 2. CRS compatible. Defek klinis yang tidak memenuhi kriteria untuk CRS compatible. Bukan CRS. Stillbirths. Stillbirth yang disebabkan rubella maternal 5..

Penyakit yang memberikan gejala klinis dan eksantema yang menyerupai rubela adalah : a. Pada kasus yang meragukan dapat dilakukan pemeriksaan hemogram dan serologik. Interferon dan isoprinosin telah digunakan dengan hasil yang terbatas.Penyakit virus : campak. kecuali bila ditemukan bercak koplik yang karakteristik untuk morbili. namun penyakit itu dimulai dengan difteroid atau Plaut-Vincent-like tonsilitis. pada rubela daerah perioral terkena. 2. Erupsi obat menyerupai rubela yang dapat disertai pembesaran kelenjar getah bening disebabkan terutama oleh senyawa hidantoin. kadang-kadang perlu pemeriksaan serologik untuk sifilis.8 Pencegahan . INH. Upaya untuk mengobati anak yang sedang menderita rubela kongenital dengan obat ini tidak berhasil. perlu dibedakan dari scarlet fever. pengobatan adalah simtomatis. Tidak seperti scarlet fever. 2. pembesaran kelenjar getah bening umum serta pembesaran hepar dan limpa. Bila terjadi kemerahan difus dan tampak bercak-bercak berwarna lebih gelap diatasnya. penggunaannya amat terbatas. c. Adamantanamin hidrokhlorida (amantadin) telah dilaporkan efektif in vitro dalam menghambat stadium awal infeksi rubella pada sel yang dibiakkan. Karena amantadin tidak dianjurkan pada wanita hamil. eritema mononukleosis infeksiosa dan Pityriasis rosea b. fenotiazin dan diuretik tiazid. asam salisilat.Penyakit bakteri : scarlet fever (Skarlatina). Erupsi pada infeksi mononukleosis dapat menyerupai rubela derajat berat. barbiturat. Bercak erupsi rubela yang berkonfluensi sulit dibedakan dari morbili. Pada sifilis stadium dua ditemukan juga eksantema yang menyerupai rubela. disertai pembesaran kelenjar getah bening umum.7 Pengobatan Jika tidak terjadi komplikasi bakteri. Erupsi rubela cepat menghilang sedangkan erupsi morbili menetap lebih lama.Erupsi obat : ampisilin. penisilin. roseola infantum. demam lebih tinggi.

25 – 0. Lama persistensi antibodi rubela pasca vaksinasi dengan RA 27/3 tidak tentu tetapi mungkin seumur hidup. Untuk wanita yang mengatakan bahwa mereka mungkin hamil . penularan nampaknya tidak merupakan masalah. memberikan proteksi yang lebih baik terhadap reinfeksi. Sejak tahun 1979 vaksin virus hidup RA 27/3 (fibroblas paru embrional manusia deretan WI-38) telah digunakan hanya pada imunisasi aktif terhadap rubella di Amerika Serikat. Tampaknya tergantung pada kadar antibodi produk yang digunakan dan pada faktor yang belum diketahui. Program vaksinasi rubela di Amerika Serikat mengharuskan untuk imunisasi semua lakilaki dan wanita umur 12 dan 15 bulan serta pubertas dan wanita pasca pubertas tidak hamil. kecuali pada wanita hamil nonimun. karenanya vaksin harus disimpan dalam lemari es pada suhu 4ºc dan digunakan sesegera vaksin ini dilarutkan kembali. Walaupun mungkin virus menetap. terutama pada nasofaring. dan pelepasan terjadi dari 18-25 hari sesudah vaksinasi.Pada orang yang rentan. Vaksin RA 27/3 mempunyai banyak manfaat melebihi vaksin rubela lain yang dahulu digunakan karena ia menghasilkan antibodi nasofaring dan berbagai variasi antibodi serum. Imunisasi rubela harus diberikan pada wanita pasca pubertas yang kemungkinan rentan pada setiap kunjungan perawatan kesehatan. Manfaat GIS telah dipertanyakan karena pada beberapa keadaan ruam dicegah dan manifestasi klinis tidak ada atau minimal walaupun virus hidup dapat diperagakan dalam darah. proteksi pasif dari atau pelemahan penyakit dapat diberikan secara bervariasi dengan injeksi intramuskuler globulin imun serum (GIS) yang diberikan dengan dosis besar (0. Imunisasi adalah efektif pada umur 12 bulan tetapi mungkin tertunda sampai 15 bulan dan diberikan sebagai vaksin campak-parotitis-rubela (measles-mumps-rubela /MMR). dan sangat lebih menyerupai proteksi yang diberikan oleh infeksi alamiah. Cara-cara pencegahan adalah paling penting untuk perlindungan janin. Vaksinasi ini terutama penting sehingga wanita mempunyai imunitas terhadap rubela sebelum mencapai usia subur. Status imun dapat dievaluasi dengan uji serologis yang tepat. Bentuk pencegahan ini tidak terindikasI.20 mL/lb) dalam 7-8 hari pasca pemajanan. Efektivitas globulin imun tidak dapat diramalkan. Antibodi berkembang pada sekitar 98% dari mereka yang divaksinasi. Vaksin diberikan sebagai satu injeksi subkutan.50 mL/kg atau 0.12-0. Vaksin sensitif terhadap panas dan cahaya. dengan penularan penyakit alamiah atau dengan imunisasi aktif.

2. dan cacat mental. dikhawatirkan adanya efek teratogenik penyakit ini. Neuritis dan artritis kadang?kadang terjadi.8 Imunisasi .8 Prognosis Kornplikasi relatif tidak lazim pada anak. Namun imunisasi ini tidak mengakibatkan penurunan persentase wanita usia subur yang rentan terhadap rubella. Kebijakan imunisasi sekarang telah berhasil memecahkan siklus epidemi rubela yang basa di Amerika Serikat dan menurunkan insiden sindrom rubella kongenital yang dilaporkanpada hanya 20 kasus pada tahun 1994. Prognosis rubella anak adalah baik. Bayi yang lahir dari ibu yang imun biasanya terlindungi selama 6-9 bulan. tuli. Penyakit ini kerap pula membuat terjadinya keguguran. Semua orang rentan terhadap infeksi virus rubella setelah kekebalan pasif yang didapat melalui plasenta dari ibu hilang.imunisasi harus ditunda. Di AS.tergantung dari kadar antibodi ibu yang didapat secara pasif melalui plasenta. namun hal ini tergantung juga pada tingkat endemisitas. Imunitas aktif didapat melalui infeksi alami atau setelah mendapat imunisasi. bisa seumur hidup. kekeruhan lensa mata. sekitar 10% dari penduduk tetap rentan. termasuk sindrom autistik.000 kasus. Namun. Ensefalitis serupa dengan ensefalitis yang ditemukan pada rubeola yang terjadi pada sekitar 1/6. kekebalan yang didapat biasanya permanent sesudah infeksi alami dan sesudah imunisasi diperkirakan kekebalan juga akan berlangsung lama. Resistensi terhadap infeksi bakteri sekunder tidak berubah. Hanya sekitar 30% bayi dengan ensefalitis tampak terbebas dari defisit neuromotor. gangguan pigmentasi retina. Kebanyakan penderitanya akan sembuh sama sekali dan mempunyai kekebalan seumur hidup terhadap penyakit ini. Uji kehamilan tidak secara rutin diperlukan. tetapi harus diberikan nasehat mengenai sebaiknya menghindari kehamilan selama 3 bulan sesudah imunisasi. sedang prognosis rubella kongenital bervariasi menurut keparahan infeksi. 2. Cacat bawaan yang dibawa anak misalnya penyakit jantung. yaitu kemampuannya menimbulkan cacat pada janin yang dikandung ibu yang menderita rubella.

Selama terjadi KLB di masyarakat. 4 minggu setelah dosis pertama dalam situasi dimana risiko untuk terpajan campak sangat tinggi. Kedua dosis diberikan sebagai vaksin kombinasi MMR (measles. di Amerika Serikat jadwal rutin pemberian vaksin campak 2 dosis. dengan dosis awal diberikan pada umur 2-15 bulan atau sesegera mungkin setelah usia itu. Imunisasi rutin dengan MMR pada umur 12 bulan penting dilakukan di wilayah dimana timbul kasus campak. dapat memberikan imunitas aktif pada 94-98% individu-individu yang rentan. namun sangat jarang dan tanpa menimbulkan gejala sisa. Dosis kedua vaksin campak dapat meningkatkan tingkat kekebalan sampai 99%. Untuk mengurangi jumlah kegagalan pemberian vaksin. kemungkinan kekebalan yang timbul dapat bertahan seumur hidup. pilek. Insidensi tertinggi terjadinya kejang demam adalah pada anak-anak dengan riwayat atau keluarga dekat (orang tua atau saudaranya) mempunyai riwayat kejang demam. Dosis kedua diberikan pada saat masuk sekolah (umur 4-6 tahun) namun dapat juga dosis kedua ini diberikan sedini mungkin. usia yang direkomendasikan untuk imunisasi menggunakan vaksin campak monovalent dapat diturunkan menjadi 6-11 bulan. Pemberian dosis tunggal vaksin campak hidup (live attenuated) biasanya dikombinasikan dengan vaksin hidup lainnya (mumps. gejala ini muncul antara 5-12 hari setelah diimunisasi. Ensefalitis dan ensefalopati pernah dilaporkan terjadi setelah diimunisasi campak (kejadiannya kurang dari 1 kasus per 1 juta dosis yang diberikan). Dosis kedua vaksin campak kemudian diberikan pada umur 12-15 bulan dan dosis ketiga pada waktu masuk sekolah. Dari hasil penelitian di Afrika dan Amerika Latin menunjukkan bahwa umur optimal untuk diimunisasi di negara berkembang sangat tergantung pada antibodi maternal yang masih bertahan pada bayi dan tingkat risiko terpajan campak pada umur yang lebih muda. namun tidak begitu mengganggu. Ruam.4°C (l03°F). batuk ringan dan bercak Koplik kadang-kadang juga dapat timbul.Vaksin campak yang mengandung virus yang dilemahkan adalah vaksin pilihan digunakan bagi semua orang yang tidak kebal terhadap campak. Secara . biasanya akan berakhir setelah 1-2 hari. Di Indonesia kejadian-kejadian seperti ini dipantau oleh Pokja KIPI (Kejadian Ikutan Paska Imunisasi). kalaupun terjadi infeksi maka bentuk infeksinya sangat ringan atau infeksi tidak nampak dan tidak menular. Kejang demam dapat pula timbul. kecuali ada kontraindikasi. Sekitar 5-15% dari orang setelah divaksinasi menunjukkan gejala kelesuan dan demam mencapai 39. dapat diberikan bersama-sama dengan vaksin yang diinaktivasi lainnya atau bersama-sama toksoid. rubella). mumps dan rubella).

Imunisasi ulang: Di Amerika Serikat sebagai tambahan terhadap imunisasi rutin imunisasi ulang diberikan pada anak-anak yang baru masuk sekolah. Kontra indikasi penggunaan vaksin virus hidup : a. 2. 1. Di Amerika Serikat imunisasi MMR dapat dipertimbangkan untuk diberikan kepada orang dengan infeksi HIV asimptomatis tanpa bukti adanya supresi imunologis yang berat. vaksin campak disimpan dalam keadaan kering dan beku. imunisasi ulang diperlukan lagi bagi anak-anak yang memasuki SMA. bagi mereka yang akan masuk perguruan tinggi atau kepada mereka yang akan masuk ke fasilitas perawatan penderita. PAHO (Pan American Health Organization) sekarang merekomendasikan pemberian imunisasi rutin pada umur 12 bulan dan pemberian imunisasi tambahan secara berkala pada kampanye Pekan Imunisasi Nasional untuk mencegah terjadinya KLB. radiasi. infeksi oleh HIV bukan merupakan kontra indikasi yang mutlak. 3. Sebelum dilarutkan. Vaksin yang telah dipakai harus dibuang dan jangan dipakai ulang. penyakit . keganasan lain atau terhadap mereka yang mendapatkan pengobatan dengan kortikosteroid. Penyimpanan dan pengiriman vaksin: Imunisasi bisa tidak memberikan perlindungan apabila vaksin tidak ditangani atau disimpan dengan benar. limfadenopati dan demam. Di Amerika Latin. Vaksin yang mengandung virus hidup tidak boleh diberikan kepada pasien dengan penyakit defisiensi imunitas primer yang mengenai fungsi sel T atau defisiensi imunitas yang didapal karena leukemia. obat-obat alkilating atau anti metabolit. 35. Baik vaksin beku-kering atau yang sedang dipakai dilapangan harus dilindungi dari sinar ultraviolet yang lama karena dapat menyebabkan virus menjadi tidak aktif. namun mereka akan terlindungi terhadap sindroma campak atipik.4°F) secara aman selama setahun atau lebih.6-46. kecuali bagi mereka yang memiliki riwayat pemah terkena campak atau ada bukti serologis telah memiliki imunitas terhadap campak atau telah menerima 2 dosis vaksin campak. limfoma. relatif stabil dan dapat disimpan di freezer atau pada suhu lemari es (2-8°C.umum WHO menganjurkan pemberian imunisasi campak pada umur 9 bulan. imunisasi ulang dapat menimbulkan reaksi lebih berat seperti bengkak lokal dan indurasi. WHO merekomendasikan pemberian . Bagi mereka yang hanya menerima vaksin campak yang telah diinaktivasi.

meskipun bila terjadi anafilaktik tidak dianggap sebagai kontra indikasi. c.imunisasi campak kepada semua bayi dan anak-anak dengan mengabaikan status HIV-nya. Secara teoritis vaksinasi tidak diberikan pada wanita hamil. pemberian imunisasi ditunda sampai mereka sembuh dari fase akut penyakit yang diderita. b. Penderita dengan penyakit akut yang berat dengan atau tanpa demam. sebab risiko untuk terkena campak yang berat pada anak-anak itu lebih besar. mereka yang sensitif terhadap gelatin atau neomisin. Kehamilan. mengganggu respons terhadap vaksin selama 3 bulan. mereka diberi penjelasan tentang risiko teoritis kemungkinan terjadi kematian janin apabila mereka menjadi hamil dalam waktu 1 bulan setelah mendapat vaksin campak monovalen atau 3 bulan setelah mendapat vaksin MMR. penyakit ringan seperti diare atau ISPA bukan merupakan kontra indikasi. d. Orang dengan riwayat hipersensivitas anafilaktik terhadap pemberian vaksin campak sebelumnya. . IG atau produk darah dapat mengganggu respons terhadap vaksin campak dengan lama waktu yang bervariasi tergantung daripada dosis IG. dosis IG yang sangat besar yang diberikan melalui intra vena dapat mengganggu respons terhadap vaksin sampai selama 11 bulan . Vaksinasi harus diberikan paling lambat 14 hari sebelum pemberian IG atau sebelum transfusi darah. e. Alergi terhadap telur. Dosis yang biasa diberikan untuk Hepatitis A dapat. tidak boleh menerima vaksin campak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful