Akuntansi Sektor Publik

1

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
SAP 1. Karak teristik dan lingkungan sektor publik 2. Akuntansi manajemen sektor publik 3. Sistem pengendalian manajemen sektor publik 4. Penganggaran sektor publik 5. Teknik akuntansi keuangan 6. Laporan keuangan sektor publik 7. Sistem akuntansi pemerintah pusat 8. Otonomi daerah dan perimbangan keuangan pusat dan daerah 9. Akuntansi keuangan daerah sebagai bagian dari manajemen keuangan daerah 10. Akuntansi keuangan daerah 11. Akuntansi dalam rekening-rekening APBD dan laporan keuangan daerah 12. Akuntansi untuk BUMD 13. Akuntansi keuangan nirlaba (Yayasan) Literatur : Abdul Halim : Akuntansi sektor publik : Akuntansi keuangan daerah Mardiasmo : Akuntansi sektor publik Indra Bastian : Sistem Akuntansi sektor publik

Akuntansi Sektor Publik

2

I.

KARAKTERISTIK DAN LINGKUNGAN SEKTOR PUBLIK

A. Pengertian dan ruang lingkup akuntansi sektor publik Istilah sektor publik memiliki pengertian yang bermacam-macam, hal ini merupakan konsekuensi dari luasnya wilayah publik, sehingga setiap disiplin ilmu (politik, ekonomi hukum dan sosial) memiliki cara pandang dan definisi yang berbedabeda. Dari sudut pandang ekonomi sektor publik dapat dipahami sebagai suatu entitas (kesatuan) yang aktivitasnya berhubungan dengan usaha untuk menghasilkan barang dan pelayanan publik dalam rangka memenuhi kebutuhan dan hak publik. Sejalan dengan perkembangan maka di negara kita Akuntansi Sektor Publik didefinisikan sebagai mekanisme teknik dan analisis akuntansi yang diterapkan pengelolaan dana masyarakat di lembaga–lembaga tinggi negara dan departemen dibawahnya, pemerintah daerah, BUMN,BUMD, LSM dan yayasan sosial, maupun pada proyek-proyek kerjasama sektor publik dan suasta. Beberapa tugas dan fungsi sektor publik sebenarnya dapat juga dilakukan oleh sektor suasta misalnya untuk menghasilkan beberapa jenis pelayanan publik seperti layanan komunikasi, penarikan pajak, pendidikan, transportasi publik dll, akan tetapi untuk tugastertentu tugas sekotr publik tidak dapat digantikan oleh sektor suasta, misalnya fungsi birokrasi pemerintahan. Sebagai konsekuensinya akuntansi sektor publik dalam beberapa hal bebeda dengan akuntansi padasektor suasta. A. Tujuan Akuntansi Sektor Publik • Memberikan informasi yang diperlukan untuk mengelola secara tepat, efisien dan ekonomis atas alokasi suatu sumber daya yang dipercayakan kepada organisasi. Tujuan ini terkait dengan pengendalian manajemen • Memberikan informasi yang memungkinkan bagi manajer untuk melaporkan pelaksanaan tanggungjawab secara tepat dan efektif program dan penggunaan sumberdaya yang menjadi wewenangnya pemerintah untuk melaporkan dan memungkinkan bagi pegawai kepada publik atas hasil operasi pemerintah dan

penggunaan dana publik. Tujuan ini terkait dengan akuntabilitas.

Akuntansi Sektor Publik

3

B. Akuntabilitas Publik Fenomena yang dapat diamati dalam perkembangan sektor publik adalah semakin meningkatnya tuntutan pelaksanaan akuntabilitas publik oleh organisasi sektor publik seperti: pemerintah pusat dan daerah, unit-unit kerja pemerintah, departemen dan lembaga negara) Tuntutan akuntabilitas ini terkait dengan perlunya transparansi dan pemberian informasi kepada publik dalam rangka memenuhi hak-hak publik. Pengertian Akuntabilitas publik adalah kewajiaban pemegang amanah (agent) untuk memberikan pertanggungjawaban, menyajikan, melaporkan dan mengungkapkan segala aktivitas dan kegiatan yang menjadi tanggungjawab kepada pihak pemberi amanah (principal) yang memiliki hak dan kewajiban untuk meminta pertanggungjawaban tersebut. Akuntabilitas terdiri dari 2 macam yaitu : akuntabilitas vertikal dan akuntabilitas horizontal. Akuntabilitas vertikal adalah pertanggungjawaban atas pengelolaan dana kepada otoritas yang lebih tinggi, misalnya pertanggungjawaban unit-unit kerja dinas kepada pemerintah daerah, pertanggungjawaban pemerintah daerah kepada pemerintah pusat, pemerintah pusat kepada MPR. Sedangkan akuntabilitas horizontal adalah pertanggungjawaban kepada masyarakat luas. Akuntabilitas publik yang harus dilakukan oleh organisasi sektor publik terdiri atas beberapa dimensi : 1. Akuntabilitas kejujuran dan akuntabilitas hukum Akuntabilitas kejujuran terkait dengan penghindaran penyalahgunaan jabatan, sedangkan akuntabilitas hukum terkait dengan jaminan adanya kepatuhan terhadap hukum dan peraturan lain yang disyaratkan dalam penggunaan sumber dana publik. 2. Akuntabilitas proses Akuntabilitas proses terkait dengan apakah prosedur yang digunakan dalam melaksanakan tugas sudah cukup baik dalam hal kecukupan informasi informasi akuntansi, sistem informasi manajemen dan prosedur administrasi. Akuntabilitas proses termanifestasi melalui pemberian pelayanan publik yang cepat, responsif dan biaya murah. Pengawasan dan pemeriksaan terhadap akuntabilitas proses dapat dilakukan dengan ada tidaknya mark up dan pungutan yang lain diluar yang ditetapkan dan pemborosan yang menyebabkan pemborosan sehingga menjadikan

Akuntansi Sektor Publik

4

mahalnya biaya pelayanan publik dan kelambanan pelayanan. Serta pengawasan dan pemeriksaan terhadap proyek-proyek tender untuk melaksanakan proyek-proyek publik. 3. Akuntabilitas program Akuntabilitas program terkait dengan pertimbangan apakah tujuan yang ditetapkan dapat dicapai atau tidak dan apakah telah mempertimbangkan alternatif program yanng memberikan hasil yang optimal dengan biaya yang minimal. 4. Akuntabilitas kebijakan Akuntabilitas kebijakan terkait dengan pertanggungjawaban pemerintah, baik pusat maupun daerah atas kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah terhadap DPR/DPRD dan masyarakat luas. Akuntansi sektor publik tidak bisa melepaskan diri dari pengaruh kecenderungan menguatnya tuntutan akuntabilitas sektor publik tersebut. Akuntansi sektor publik dituntut dapat menjadi alat perencanaan dan pengendalian organisasi sektor publik secara efektif dan efisien serta memfasilitasi tercapainya akuntabilitas publik. C. Privatisasi Di Indonesia masih banyak BUMN dan BUMD yang dijalankan tidak secara efisien. Inefisiensi yang dialami tersebut disebabkan adanya intervensi politik, sentralisasi dan manajemen yang buruk. Di era globalisasi BUMN dan BUMD menghadapi beberapa tekanan dan tuntutan antara lain : ♦ Regulation & Political Pressure ♦ Social Pressure ♦ Rent Seeking Behaviaour ♦ Economic & Efficiency Privatisasi merupakan salah satu upaya mereformasi perusahaan publik untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas perusahaan-perusahaan publik. Privatisasi berarti pelibatan modal swasta dalam struktur modal perusahaan publik sehingga kinerja finansial dapat dipengaruhi secara langsung oleh investor melalui mekanisme pasar uang.

Akuntansi Sektor Publik 5 D. Desentarlisasi tidak hanya berarti pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat ke daerah tetapi pelimpahan beberapa wewenang pemerintah ke pihak swasta dalam bentuk privatisasi . Otonomi daerah Perkembangan akuntansi sektor publik khususnya di Indonesia semakin pesat seiring dengan adanya era baru dalam pelaksanaan otonomi daerah dan desentaralisasi fiskal.

Informasi akuntansi diperlukan untuk membuat prediksi-prediksi dan estimasi mengenai kejadian ekonomi yang akan datang diakitkan dengan keadaan ekonomi dan politik saat ini. semesteran atau bulanan. Apakah disampaiakn secara formal atau informal. sedangkan informal relatif jarang dilakukan. Informasi akuntansi utntuk perencanmaan dapat juga dibedakan berdasarkan cara penyampaiannya. taktis dan melibatkan aspek operasional. lingkungan yang mempengaruhi sangat heterogen. Pada organisasi sektor publik. Hal tsb disebabkan karena adanya batasan transparansi dan akunbtabilitas publik yang harus dilakukan oleh lembaga-lembaga publik. Informasi sebagai alat perencanaan pada dasarnya dapat dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu : • • • Informasi yang sifatnya rutin ataukah ad hoc Informasi kuantitatif ataukah kualitatif Informasi disampaiakan melalui saluran formal ataukah informal Informasi yang sifatnya rutin diperlukan untuk perencanaan yang reguler. Dalam hal perencanaan oprganisasi akuntansi menejemen berperan dalam pemberian informasi historis dan prospektif untuk menfasilitasi perencanaan. AKUNTANSI MANAJEMEN SEKTOR PUBLIK A. Mekanisme formalnya misalanya melaului rapat-rapat dinas. Sementara itu organisasi sektor publik seringkali menghadapi masalah yang sifatnya temporer dan membutuhkan informasi yang sifatnya segera. Faktor politik dan ekonomi sangat dominan dalam mempengaruhi tangkat kestabilan organisasi. Perencanaan meliputi aktivitas yang sifatnya stategik.Akuntansi Sektor Publik 6 2. misalnya laporan keuangan bulanan. saluran informasi lebih banyak bersifat formal. Akuntansi Sebagai Alat Perencanaan Organisasi Perencanaan merupakan cara organisasi menertapkan tujuan dan sasaran organisasi. triwulanan. . rapat komisis dsb. Akuntansi Sebagai Alat Perencanaan Organisasi dan Pengendalian Organisasi 1. Dalam organisasi sektor publik. sehingga perencanaan tidak dapat dilakukan secara personal atau hanya melibatkan beberapa orang saja. Untuk melakukan perencanaan temporer diperlukan informasi yang sifatnya temporer.

Pengendalian untuk menajemen level bawah lebih bersifat tegas dan memaksa. maka diperlukan suatu sistem pengendalian yang efektif.Akuntansi Sektor Publik 7 2. Lebih lanjut informasi akuntansi memungkinkan bagi organisasi untuk mengintegrasikan aktivitas organisasi. amak alat pengendalinya lebih banyak berupa peraturan birokrasi. sedangkan untuk manajmen level atas bersifat normatif. Pada organisasi bisnis yang sifatnya berorientasi pada laba. akuntansi manajemen memiliki peran utama dalam pengendalian organisasi yaitu mengkuantifikasi keseluruhan kinerja terutama dalam ukuran moneter. efisien dan efektif. Pengendalian organisasi diperlukan untuk menjamin bahwa organisasi tidak menyimpang dari tujuan dan strategi organisasi yang telah ditetapkan. Pola pengendalian tiap organisasi berbeda-beda tyergantung pada jenis dan karakteristik organisasi. Untuk organisasi sektor publik karena sifatnya tidak mengejar laba serta adanya pengaruh politik yang besar. Fungsi utama informasi akuntansi pada dasarnya adalah pengendalian. Informasi akuntansi merupakan pengendalian yang vital bagi organisasi karena akuntansi memberikan informasi yang bersifat kuantitatif. Pengendalian keuangan terkait dengan peraturan atau sistem aliran uang dalam organisasi. Sebagai contoh dalam sebuah usulan investasi publik. Dalam memahami organisasi sebagai alat pengendalian perlu dibedakan penggunaan informasi akuntansi sebagai alat pengendalian keuangan (financial control) dengan akuntansi sebagai alat pengendali organisasi (organization control). Informasi akunatnsi umumnya disampaiakan dalam bentuk ukuran finansial. meskipun hal tersebut bervariasai untuk setiap organisasi dan tingkat manajemen. sehingga memungkinkan untuk dilakukan pengintgrasian informasi dari tiap-tiap unit organisasi yang pada akhirnya membentuk gambaran kinerja organisasi secara keseluruhan. efisiensi dan efektivitas (value for money). khususnya memastikan bahwa organisasi memiliki likuiditas dan solvabilitas yang baik. Akuntansi Sebagai Alat Pengendali Organisasi Untuk menjamin bahwa strategi untuk mencapai tujuan organisasi dijalankan secara ekonomis. Informasi yang dibutuhkan lebih komplek tidak sekedar informasi keuangan saja. Terkait dengan pengukuran kinerja terutama pengukuran ekonomi. informasi yang dibutuhkan untuk pengendalian . Pengendalian organisasi memerlukan informasi yang lebih luas diandingkan pengendalian keuangan. amak alat pengendalinya lebih banyak bertumpu pada mekanisme negoisasi (negotiated bargain).

Pelaporan. Perencanaan tujuan dan sasaran dasar 2. Jones dan Pendlebury membagi p[roses perencanaan dan pengendalian manajerial pada organisasi sektor publik menjadi lima tahap yaitu : 1. Penganggaran 4. Sebaliknya tanpa pengendalian perencanaan tidak akan berarti karena tidak adanya target atau rencana yang digunakan sebagai pembanfding. Perencanaan operasional 3. Perencanaan Operasional Revisi Perencanaan Operasional 5. B. sehingga satu tahap aklan terkait dengan tahap yang lainnya dan terintegrasi dalam satu organisasi. sehingga keduanya harus dipertimbangkan secara bersama-sama. Sementara itu untuk tujuan pengendalian organisasi dibutuhkan informasi yang lebih luas meliputi asapek ekonomi. Perencanaan dan pengendalian merupalkan suatu proses yang membentuk suatu siklus. Pengangguran Revisi Anggaran Aksi 4. Pengendalian dan pengukuran 5. Pelaporan Analisis dan Umpan Balik 3. Tanpa pengendalian perencanaan tidak akan berarti karena tidak adanya tindak lanjut (follow up) untuk menidentifikasi apakah rencana organisasi telah tercapoai.Akuntansi Sektor Publik 8 keuangan adalah berupa prediksi aliran kas dan profitabilitas dari investasi tersebut. Proses Perencanaan dan pengendalian Manajerial Sektor Publik Perencanaan dan pengendalian pada dasarnya merupakan dua sisi mata uang yang sama. sosial dan politik dari investasi yang diajukan. analisis dan umpan balik Gambar Proses Perencanaan dan Pengendalian Manajerial Organisasi Sektor Publik Perencanaan Tujuan dan Susunan dan Dasar Revisi/modifikasi Tujuan dan Sasaran Dasar 2. Pengendalian dan Pengukuran .

kualitas produk dan pelayanan ( cash. sehingga berdasarkan informasi akuntansi tsb manajer dapat menentukan anggaran yang dibutuhkan dikaitkan dengan sumber daya yang dimiliki. Inti akuntansi manajemen adalah perencanaan dan pengendalian. relevan untuk menghitung berapa besarnya biaya program. aktivitas atau proyek.kebocoran dana dan mendeteksi program-pprogram yang tidak layak secara ekonomi. Program-program tsb diseleksi dan dipilih sesuai dengan skala prioritas sumber daya yang dimiliki. Perencanaan strategik 2. efisien dan efektif maka diperlukan informasi akuntansi manajemen yang handal dan akurat. Peran akuntansi manajmen adalah memberikan informasi untuk mementukan berapa biaya program dan berapa biaya suatu aktivitas. Penentuan biaya pelayanan (cost of service) dan penentuan tarif pelayanan (charging for service) 6. Untuk memberikan jaminan dialokasikannya sumber daya secara ekonomis. Akunatsni manajemen pada sektor publik dihadapkan pada tiga permasalahan yaitu : efisiensi biaya. Penilaian kinerja Perencanaan Strategik Akuntansi majamen dibutuhkan sejak tahap perencanaan strategik. Penilaian investasi 4. Penganggaran 5. quality and service). Pemberian informasi biaya 3. Peran Akuntansi Manajemen Sektor Publik Peran utama akuntansi manajemen dalam organisasi sektor publik adalah memberikan informasi akuntansi yang relevan dan handal kepada manajer untuk melaksanakan fungsi perencanaan dan pengendalian organisasi. Pada tahap perencanaan strategik. manajemen organisasi membuat alternatif-alternatif program yang dapat mendukung strategi organisasi. Sistem informasi akunatsni manajemen yang baik dapat mengurangi peluang terjadinya pembororsan.Akuntansi Sektor Publik 9 C. Untuk dapat menghasilkan kualitas pelayanan publik yang tinggi dengan biaya yang murah pemerintah harus mengadopsi sistem informasi akantansi manajemen yang . Peran akuntansi manajemen dalam organisasi sektor publik meliputi : 1.

adalah sumber daya yang dikorbankan untuk memberikan pelayanan. Contoh pada perusahaan transportasi massa. Pada tahap ini yang dilakukan adalah kegiatan pencatatan data ke dalam sistem akuntansi organisasi . Kebanyakan output yang dihasilkan sektor publik merupakan intangible output yang sulit diukur. Proses penentuan biaya meliputi lima aktivitas. sementara biaya pada sektor publik sebagaian besar merupakan discretionary cost yang ditetapkan di awal periode anggaran dan sering tidak memiliki hubungan langsunmg dengan aktivitas yang dilakukan dengan output yang dihasilkan. cost analizing. yaitu cost finding. cost recording. biaya ini dapat dipisahkan berdasarkan fungsi organisasi. yaitu dengan menerapkan teknis akunatnsi manajemen yang diterapkan di sektor suasta. biaya dapat diukur dengan mempertimbangkan fungsi organisasi. Pada organisasi sektor publik output dapat diukur dengan berbagai cara tergantung pada pelayanan yang dihasilkan. misalnya biaya departemen produksi. hal ini disebabkan bahwa sebagain besar biaya pelayanan pada sektor suasta cenderung merupakan engineered cost yang memiliki hubungan secara langsung dengan output yang dihasilkan. Terdapat perbedaan antara sektor suasta dan sektor publik dalam hal penentuan biaya produk atau pelayanan. dep personalia. Biaya input bisa berupabiaya tenaga kerja dan biaya bahan baku Biaya output. • Cost finding. Pada tahap ini pemerintah mengakumulasi data mengenai biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk/ jasa layanan • Cost recording. adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengantarkan produk hingga samapai ke tangan pelanggan. biaya dinas-dinas dsb.Akuntansi Sektor Publik 10 modern. maka peran manajer publik sangat penting dalam pengendalian biaya Pemberian Informasi Biaya Biaya (cost) dalam konteks organisasi sektor publik dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok : • • Biaya input. strategic cost reduction dan cost reporting. biaya mungkin diukur berdasarkan biaya per penumpang • Biaya proses.

Pada tahap ini dilakukan analisis biaya yaitu mengindentifikasi jenis dan perikalku biaya. • Strategic cost reduction Tahap ini adalah menentukan strategi penghematan biaya agar tercapai value for money. Pendekatan strategik dalam pengurangan biaya memiliki karakteristik sbb : 1. Berdasarkan kultur perbaiakan berkelanjutan dan berfokus pada pelayanan kepada masyarakat 3.Akuntansi Sektor Publik 11 • Cost analizing. Akuntansi manajemen diperlukan dalam penilaian investasi karena untuk dapat menilai investasi diperlukan identifikasi baiya. resiko dan manfaat atau keuntungan dari suatu investasi. Dalam penilaian suatu investasi. Manajamen organisasi harus dapat menentukan pemicu biaya (cost driver) agar dapat doilakukan strategi efisiensi biaya. Informasi manajemen hendaknya dapat mendeteksi adanya pemborosan yanbg masih berpotensi untuk diefisiensikan serta mencari metode atau teknik untuk penghematan biaya. Akuntansi manajemen hendaknya dapat mendukung dan memperkuat pelaksanaan prinsip value for money dan public accountability organisasi sektor publik Penilaian Investasi Akuntansi manajemen dibutuhkan pada saat organisasi sektor publik handak melakukan investasi. yaitu untuk menilai kelayakan investasi secara ekonomi dan finansial. Tahap terakhir adalah memeberikan informasi baiay secara lengkap kepada pimpinan dalam bentuk internal report yang kemudian diintegrasikan ke dalam suatu laporan yang akan disampaikan kepada pihak eksternal. Manajemen harus bersifat proaktif dalam melakukan penghematan biaya 4. Manajemen biaya strategik merupakan usaha jangka paanjang yang membentuk kultur organisasi agar penurunan biaya menjadi budaya yang mampu bertahan lama 2. faktor yang harus fdiperhatikan oleh . Berjangka panjang. Keseriusan manajemen puncak (top manager) merupakan penentu efektifitas program pengurangan biaya karena pada dasarnya manajemen biaya strategik merupakan tone form the top • Cost reporting. perubahan biaya dan volume kegiatan.

Masyarakat menghendaki pemerintah memberikan pelayanan secara cepat. jika tidak akuntansi manajemen tidak akan banyak bermanfaat karena hanya akan berfungsi sebagai alat perencanaan dan pengendalian. efisien dan efektif adil dan merata. tingkat resiko dan ketidakpastian serta sumber pendanaan untuk investasi yang akan dilakukan. yaitu sebagai alat alokasi sumber daya publik. Kemudian untuk memudahkan digunakan analisis efektifitas biaya (cost effectiveness analysis). Penentuan Cost of Service dan Charging for Service Tuntutan agar pemerintah meningkatkan mutu pelayanan dan keluhan masyarakat akan besarnya biaya pelayanan merupakan suatu indikasi perlunya perbaikan sistem akuntansi manajemen di sektor publik. yaitu menekankan seberapa besar dampak yang dicapai dari suatu proyek atau investasi dengan biaya tertentu Penganggaran Akuntansi menajemen berperan untuk memfasilitasi terciptanya anggaran publik yang efektif. Penilaian invesatasi pada organisasi sektor publik dilakukan dengan menggunakan analisis biaya – manfaat (cost benefit analysis).Akuntansi Sektor Publik 12 akuntansi manajemen adalah tingkat diskonto. tingkat inflasi. Terkait dengan 3 fungsi anggaran. Penentuan biaya pelayanan (Cost of Service) dan penentuan tarif (Charging for Service) merupakan satu rangakaian dimana keduanya membutuhkan informasi akuntansi. Menentukan biaya dan manfaat sosial dalam satuan moneter sanbgat silut dilakukan. berkualitas dan murah. Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan sumber daya manusia yang handal. Dalam praktek ini sulit dilakukan karena biaya yang diukur tidak hanya dari sisi finansial tetapi juga dari sisi biaya sosial dan manfaat sosial yang akan diperoleh dari investasi yang diajukan. Pemerintah yang berorientasi pada pelayanan publik harus merespon keluhan. tuntutan dan keinginan masyarakat tersebut agar kualitas hidup masyarakat menjadi semakin meningkat dan kesejahteraan akan semakin meningkat pula. Sebagai contoh pemerintah harus dapat menentukan berapa biaya untuk membangaun terminal bus atau stasiun kereta api yang tertib aman dan nyaman serta . alat distribusi dan stabilisasi maka akuntansi manajemen merupakan alat yang vital untuk proses mengalokasikan an mendistribusikan sumber adana publik secara ekonomis.

ini untuk mengetahui tingkat efisiensi dan efektifitas organisasi dalam mencapai tujuan yang ditetapkan. demikian juga untuk PDAM dsb. Penilaian Kinerja Penilaian kinerja merupakan bagian dari sistem pengendalian. Bedasarkan informasi ini pemerintah dapat menentukan berapa besarnya biaya tarif pelayanan yang akan dibebankan kepada para pemakai jasa pelayanan terminal atau stasiun tsb.Akuntansi Sektor Publik 13 biaya operasioalnya. Disini peran akuntansi manajemen adalah dalam pembuatan indikator kinerja kunci dan satuan ukur untuk masing-masing aktifitas. .

Struktur organisasi harus sesuai dengan desain sistem pengendalian manajemen karena sistem pengendalian menajemen berfokus pada unit-unit organisasi sebagai pusat pertanggungjawaban. 2. Tipe Pengendalian Manajemen Tipe pengendalian manajemen dapat dikategorikan dalam 3 kelompok : 1. B. Faktor lingkungan meliputi kestabilan politik. Sistem pengendalian manajmenen tersebut harus didukung dengan adanya perangkat lain berupa struktur organisasi yang sesuai dengan tipe pengendalian manajemen yang digunakan. MSDM harus dilalakukan sejak proses seleksi dan rekruitmen. sosial.Akuntansi Sektor Publik 14 3. Pengendalian operasional (operasional control). Dalam tahap ini pengendalian manajemen terkait dengan pelaksanaan pengawasan program yang telah ditetapkan melalui alat berupa anggaran. MSDM dan lingkungan yang mendukung. SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN SEKTOR PUBLIK A. Dimana semua unsur tsb harus dapat mendukung pelaksanaan strategi organisasi. keamanan dsb. Pengendalian manajemen meliputi beberapa aktivitas yaitu : (1) perencanaan (2) koordinasi antar berbagai bagian dalam organisasi (3) Komunikasi informasi (4) pengambilan keputusan (5) motivasi orang-orang dalam organisasi agar berperilaku sesuai dengan tujuan organisasi (6) pengendalian dan (7) penilaian kinerja Kegagalan dalam organiasai mencapai tujuan yang telah ditetapkan dapat terjadi karena adanya kelemahan atau kegagalan pada salah satu atau beberapa tahap dalam proses pengendalian manajenen. Pengendalian preventif (preventive control). Dalam tahap ini pengendalian manajemen terkait dengan perumusan strategi dan perencanaan stretegik yang dijabarkan dalam bentuk program-program. penilaian kinerja. Sistem pengendalian sektor publik berfokus pada bagaimana melaksanakan strategi organisasi secara efektif dan efisien sehingga tujuan organisasi dapat dicapai. pengembangan dan promosi hingga pemberhentian karyawan. Pusat-pusat petanggungjawaban tersebut merupakan basis perencanaan pengendalian. ekonomi. Sistem Pengendalian Manajemen Sektor Publik Organisasi memerlukan sistem pengendalian manajemen untuk memberikan jaminan dilaksanakannnya strategi organisasi secara efektif dan efisien sehingga tujuan organisasi dapat dicapai. Anggaran ini menghubungkan perencanaan dan pengendalian . training.

Suatu unit organisasi disebut sebagai pusat biaya apabila ukuran kinerja dinilai berdasarkan biaya yang telah digunakan (bulan nilai output yang dihasilkan). C. Suatu organisasi merupakan kumpulan dari suatu pusat pertanggungjawaban. Input diukur dengan jumlah sumberdaya yang digunakan sedangkan output diukur dengan jumlah produk atau output yang dihasilkan. Memfasilitasi terbentuknya goal congruence 4. Pada tahap ini pengendalian manajemen berupa analisis evaluasi kinerja berasarkan tolak ukur kinerja yang telah ditetapkan. Struktur organisasi termanifestasi dalam bentuk pusat pertanggungjawaban (responsibility centers). Pusat-Pusat Pertanggungjawaban Pada dasarnya terdapat 4 pusat pertanggungjawaban yaitu : • Pusat biaya (expense center) Pusat biaya adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya dinilai berdasarkan biaya yang telah dikeluarkan. Sebagai alat pengendali anggaran Tugas manajer pusat pertanggungjawaban adalah untuk menciptakan hubungan yang optimal antara suberdaya input yang digunakan dan output yang dihasilkan dikaitkan sdentgan target kinerja. Untuk meudahklan mencapai tujuan organisasi 3.Akuntansi Sektor Publik 15 3. Struktur Pengendalian Manajemen Sistem pengendalian manajemen harus didukung dengan struktur pengendalian yang baik . Tujuan dibuatnya pusat pertanggungjawaban tersebut adalah: 1. Mendorong kreativitas dan daya inovasi bawahan 6. pengendalian dan penilaian kinerja manajer dan unit organisai yang dipimpinnya 2. Pusat biaya banyak dijumpai pada sektor publik karena output yang dihasilkan seringkali ada akan tetapi tidak dapat diukur atau yang memiliki kompetensi . Mendelegasikan wewenang dan tugas ke unit-unit sehingga mengurangi beban tugas manajer pusat 5. Sebagai basis perencanaan. Pengendalian kinerja. Sebagai alat untuk melaksanakan strategi organisasi secara efektif dan efisien 7. Pusaat pertanggungjawaban adalah unit organisasi yang dipimpin oleh manajer yang bertangungjawab terhadap aktivitas pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya.

material dsbnya yang dengan input tsb diharapkan dapat menghasilkan output dalam bentuk barang atau pelayanan pada kualitas dan kuantitas tertentu. Pusat pertanggungjawaban yang besar tersebut dapat dipecapecah lagi menjadi pusat pertanggungjawaban yang lebih kecil hingga pada level pelayanan atau program. produksi. • Pusat incestasi (investment center) Pusat investasi adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya dinilai berdasarkan laba yang dihasilkan dikaitkan dengan investasi yang ditanamkan pada pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya. Pusat pertanggung jawaban memperoleh sumberdaya input berupa tenaga kerja. Contoh pusat biaya adalah dep. Contah : Dep Riset dan Pengembangan dan Balitbang Suatu organisasi besar seperti pemerintah daerah dapat dianggap sebagai suatu pusat pertanggungjawaban. bandara dan pelabuhan. Anggaran mencerminkan nilai rupiah dari input yang dialokasikan ke pusatpusat pertanggungjawaban dan output yang diharapkan atau level aktivitas yang dihasilkan. Dinas Sosial dan DPU • Pusat pendapatan (revenue center) Pusat pendapatan adalah pusat petanggungjawaban yang prestasi manjernya dinilai berdasarkan pendapatan yang dihasilkan. misalnya dinas-dinas atau subdinas-subdinas. pemanasaran • Pusat laba ( profit center) Pusat laba adalah pusat pertanggungjawaban yang menandingkan input (expenses) dan output ( revenue) dalam satuan moneter. sehiungga dapat . obyek pariwisata milik PEMDA. Adanya perbedaan antara hasil yang dicapai dan jumlah anggaran kemudaian dianalisis untuk diketahui penyebabnya dan dicari siapa yang bertanggungjawab atas terjadinya perbedaan tersebut. Kinerja manajernya dinilai berdasarkan laba yang dihasilkan. Contah : BUMD dan BUMN.Akuntansi Sektor Publik 16 hanya dapat diukur secara fisik tidak dalam nilai rupiahnya. Contahnya Dinas Pendapatan Daerah dan dep. Manajer pusat pertanggungjawaban sebagai budget holder memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan anggaran. Pusat pertanggungjawan tersebut selanjutnya menjadi dasar untuk perencanaan dan pengendalain anggaran serta penilaian kinerja pada unit ybs. Pengendalian anggran meliputi pengukuran terhadap output dan belanja riil yang dilakukan dibandingkan dengan anggaran.

sehingga pada akhirnya tujuan umum organisasi dapat tercapai. Pada organisasi publik. Informasi yang relevan harus up to date (terbaru) dan biaya yang dikendalikan secara langsung (controllable) dengan biaya-biaya yang tidak dikendalikan (uncontrollable) oleh manajer pusat pertanggungjawaban. Tindakan tsb biasa dilakukan pada perusahaanperusahaan swasta. Mengkoordinasi dan membuat asumsi sebagai dasar anggaran (misal: asumsi tingkat inflasi. Informasi yang terkait dengan sistem pengendalian anggaran biasanya banyak diketahui oleh bagian departemen anggaran. Jika sistem pengendalian anggaran berjalan dengan baik maka informasi yang dikirimkan kepada manajer harus relevan dan tepat waktu. Menganalisis anggaran yang diajukan dan membuat rekomendasi kepada budgeter dan manajer pusat pertanggungjawaban memiliki fungsi . Pusat pertanggungjawaban berfunmgsi sebagai pengemban budget holder. Depatemen anggaran sebagai berikut : 1. maka proses penyiapan dan pengendalian anggaran harus menjadi fokus perhatian manajer pusat pertanggungjawaban. Membantu mengkomunikasdikan anggaran ke seluruh bagian dalam organisasi 4.Akuntansi Sektor Publik 17 segera dilakukan tindakan korektif. nilai tukar. Laporan kinerja disiapkan dan dikirim ke setiap level manajemen untuk dievaluasi kinerjanya. Menetapkan prosedur dan formulir untuk persiapan anggran 2. mekanisme tsb perlu dilakukan sebagai salah satu cara pengendalian anggaran. Dengan kata lain tiap-tiap pusat pertanggungjawaban bertugas untuk melaksanakan program atau aktivitas tertentu dan penggabungan proram-program dari tiap-tiap pusat pertanggungjawaban tsb seharusnya mendukung program pusat pertanggungjawaban pada level yang leih tinggi. Idealnya. Setiap jenis pusat pertanggungjawaban membutuhkan data mengenai berlanja (pengeluaran) yang telah dilakukan dan output yang dihasilkan selama masa anggaran. Keberadaan depatemen anggaran dan komite anggaran pada pusat pertanggungjawaban sangat perlu untuk membentu terciptanya anggaran yang efektif. struktur pusat pertanggungjawaban sebagai alat pengendalian anggaran sejalan dengan program atau struktur aktivitas organisasi. yaitu dibandingkan antara hasil yang telah dicapai dengan anggaran. harga migas) 3.

Untuk menyingkapi ini perlu adanya jembatan yang mampu menghantarkan organisasi mencapai tujuannya. Komite anggran biasanya teddiri dari para pimpinan puncak seperti kepala depatemen.Dalam hal ini hendaknya pengendalian manajemen dapat digunakan sebagai jembatan untuk mewujudkan goal congruence yaitu keselaran antara tujuan individu dan tujuan organisasi. Menganalisis kinerja anggaran yang dilaporkan. D. Saluran komunikasi formal terdiri dari aktivitas formal dalam organisasi yang terdiri dari : (1) perumusan strategi (2) perencanaan strategi (3) penganggran (4) opersional (5) evaluasi kinerja . Menyiapkan revisi anggaran jika diperlukan. Prengendalian organisasi dapat berupa aturan dan prosedur birokrasi atau melalui sistem pengendalian dan manajemen informasi yang dirancang secara formal. Sedangkan faktor informal . Karenanya pusat pertanggungjawaban merupakan alat yang sangat vital untuk pelaksanaan dan pengendalian anggaran selain itu juga merupakan basis pengukuran kinerja yaitu membendingkan apa yang telah dicapai oleh pusat pertanggungjawaban dibandingkan dengan anggaran yang telah ditetapkan. Proses Pengendalian Manajemen Sektor Publik Proses pengendalian manajemen pada organisasi sektor publik dapat dilakukan dengan cara komunikasi formal dan informal. diskusi dll. kepala biro dsb. Dalam suatu organisasi setiap individu pasti mempunyai tujuan person. kepala dinas. Saluran informasi informal dapat dilakukan dengan komunikasi langsung yaitu pertemuan informal. Depaemen anggran dan komite anggran merupakan perangkat yanmg berad pada pusat pertanggungjawaban. Komite anggran bertugas menuyusun anggran untuk tiap-tiap unitoperasi.Akuntansi Sektor Publik 18 5. Faktir yang mempengaruhi goal congrunce dapat dikategorikan dalam 2 kelompok yaitu faktor pengendalian formal dan informal.. Komite anggaran ujuga memiliki peran yang vital. Faktor pengendalian formal misalnya : sistem pengendalian manajemen dan sistem aturan. menginterprestasikan hasil dan menyiapkan ikhtisar laporan untuk manajer pusat pertanggungjawaban 6. Sistem pengendalian manajemen suatu organisasi dirancang untuk mempengaruhi orang-orang di dalam organisasi tersebut agar berperilaku sesuai dengan tujuan organisasi. yaitu tercapainya keselarasan antara tujuan individu dan tuuan oraganisasi.

ekoomi. Hasil perumusan strategi bersifat permanen dan jangka panjang bisa berjangka 4. sedangkan yang bersifat internal : kulktur organisasi. Ketidakstabilan ekonomi dan politik yang terjadi secara terus menerus dapat mendorong pemerintah untuk sewaktu-waktu mengeluarkan kebijakan dan strategi baru. Yang berubah hanyalah strategi untuk mewujudkan visi.5. misi. misi dan tujuan oragnisasi sangat jarang dilakukuan oleh organisasi baik itu pemerintahan atau swasta. Salah satu metode penentuan strategi adalah dengan menggunakan analisis SWOT. peraturan pemerintah baru atau perubahan lingkungan politik dan ekonomi lokal dan global.  Perumusan Strategi (strategy formulation) Perumusan strategi merupakan proses pehnentuan visis. Strategi organisasi ditetapkan untuk memberikan kemudahan dalam mencapai tujuan organisasi. Yang bersifat eksternal contohnya etos kerja dan loyalitas karyawan ( dalam pemerintahan kita kenal sebagi abdi negara dan abdi masyarakat). . sosial dan budaya. misi dan tujuan yang telah ditetapkan. Ancaman dan peluang baru dapat muncul setiap saat. Perumusan strategi merupakan tugas dan tanggungjawab manajemen puncak. 10 bahkan 20 tahun. Karenanya perumusan strategi bersifat tidak sistematis dan tidak harus kaku. tujuan. Strategi perusahaann dapat berubah atau mengalami revisi jika terdapat lingkungan yang berubah yang dipengaruhi adanya ancaman dan kesempatan. Analsisi ini dikembangkan dengan menganalisis faktor internal yang menjadi kekuatan dan kelemahan dalam suatu organisasi dan faktor eksternal yang merupakan ancaman dan peluang. Pertimbangan untuk revisi strategi biasanya kalau muncul perubahan lingkunan yang berupa ancaman atau peluang baru.Akuntansi Sektor Publik 19 terdiri dari ekstrenal dan internal. sasran. Perubahan lingkungan dalam organisasi sektor publik sanat mungkin karena karena organisasi sektor publik dipengaruhi oleh faktor politik.arah dan kebijakan serta strategi organisasi. target. Berdasarkan analisis SWOT oganisasi dapat menentukan startegi terbaik untuk mencapai tujuan organisasi. misalnya adanya inovasi teknologi baru. gaya manajemen dan gaya komunikasi. Perubahan visi. Dalam organisasi pemerintahan perumusan strategi dilakukan oleh dewan legislatif yang hasilnya berupa GBHN yang akhirnya merupakan acuan bagi eksektutif dalam berindak.

pilitik. Implementasi dan pengendalian rencana strategik. Pernyataan misi dan tujuan umum organisasi yang dirumuskan oleh manajemen eksekutif organisasi dan memberikan rerangka pengembangan strategi serta target yang akan dicapai 2. evaluasi dan pemilihan strategi 5. Sama halnya dengan sektor swasta tahap awal dari manajemen strategi adalah perencnaan. terdiri dari pengidentifikasian dan pengukuran faktor-faktor eksternal yang sedang dan akan terjadi dan kondisi yang harus dipertimangkan pada saat merumuskan strategi organisasi 3. Profil internal dan audit sumber daya. Perumusan. Menurut Olsen dan Eadi (1982) proses perumusan strategi terdiri dari 5 komponen dasar yaitu : 1.soial.Akuntansi Sektor Publik 20 Gambar: Proses Perumusan Strategi Analisis Eksternal: Ekonomi. Analisis atau scanning lingkungan. . Perencanaan dimulai dari perumusan strategi. yang mengidentifikasi dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan organisasi dalam hal berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan strategik 4. peraturan (regulasi) trend global Teknologi baru Analisis Internal: Teknologi yang dimiliki Sumber daya Sumber daya alam Sumber daya manusia Infrastruktur dsbnya Strength & Weaknes : Identifikasi kekuatan & kelemahan Opportunity & Threat: Identifikasi peluang & ancaman Penyesuaian kompetensi dengan peluang dan ancaman Strategi Proses perumusan pada organisasi sektor publik banyak dipengaruhi perkembangan disektor swasta.

Akuntansi Sektor Publik 21 Model Perumusan Strategi pada Organisasi Sektor Publik Innitiate and agree process Stakeholder Internal Environmental Analysis Missin and mandate Ekternal Environmental Analysis Strategic issues Strategics Opportunity and threats Strength & weakneses PEST ANALYSIS Vision for the future Political Economic Sociological Technical Actions Outcomes Sumber : Bryson JM (1995) Menurut Bryson Jm model 8 langkah untuk memfasilitasi proses perumusan strategi yaitu: 1. Perumusan strategi untuk me.manage isu-isu 8. Menilai lingkungan eksternal 5. Identifikasi apa yang menjadi mandat organisasi 3. Klarifikasi misi dan nilai-nilai organisasi 4. Memulai dan menyetujui proses perencanaan strategi 2. Menetapkan visi organisasi untuk masa ke depan. . Identifikasi isu strategi yang sedang dihadapi organisasi 7. Menilai lingkungan internal 6.

A2 &A3 Program A1. Perencanaan strategik merupakan proses menurunkan strategi dalam bentuk program-program. manajemen memutuskan visi.program.A2 &A3 dst Seleksi program dikaitkan dengan prioritas dan sumber daya yang tersedia Review strategi. Proses Perencanaan Strategik Strategi A Strategi B Strategi C Strategi D dst Perencanaan strategi Program A1. Hasil perencanaan strategik berupa rencana-rencana strategik.A2 &A3 Program A1.misi dan tujuan oganisasi. Dalam proses perumusan strategi .pri oritas dan anggaran Anggaran yang dibutuhkan Program yang lolos seleksi . aktivitas atau proyek yang akan dilaksdankan suatu organisasidan penentuan jumlah alokasi sumber daya yang akan dibutuhkan Perbedaan dengan perumusan strategi adalah bahwa perumusan strategi merupakan proses untuk menentukan strategi. sedangkan perencanaan strategik adalah proses menentukan bagaimana mengimplementasikan strategi tersebut.A2 &A3 Program A1.Akuntansi Sektor Publik 22  Perencanaan Strategi (strategic planning) Sistem pengendalian manajemen diawali dari perencanaan strategik. Perencanaan strategik adalah proses pemantauan program-program.

strategic leadership dan strategic organization.filosofi unit kerja Sub Sisem pengumpula n data Tujuan unit kerja Saran & Target kinerja Ukuran efektifitas Target kinerja Strategi & Action plan Ukuran ekonomi Target kinerja Laporan Keu Pemda Target kinerja & analisis biaya Justifikasi Ukuran efisiensi Ukuran penjelas Perencanaan strategik merupakan proses yang sistematis yang memilikiu prosedru dan skedul yang jelas. . alokasi sumberdaya yang tidak tepat sasaran dab dilakukannya pilihan startyegi yang salah.lam penganggaran.Akuntansi Sektor Publik 23 Gambar Sistem Manajemen Strategik pada Pemerintah Daerah Perencanaan Strategik Perencanaan kinerja Anggaran kinerja Pelaporan kinerja LPJ Kepala Daerah Visi. Organisasi yang tidak memiliki atau tidak melakukan perencanaan strategik akan mengalaami masalah da.misi. strategic thinking. Orientasi dilakukannya manajemen strategik pada organisasi manajemen organisasi publik menuntut adanya strategic vision. misalnya terjadinya beban kerja anggaran yang terlalu berat.

misi.Akuntansi Sektor Publik 24 Manfaat Perencanaan Strategik • Sebagai sarana untuk memfasilitasi terciptanya anggaran yang efektif • Sebagai sarana untuk memfokuskan manajer pada pelaksanaan strategi yang telah ditetapkan • Sebagai sarana untuk memfasilitasi dilakukannya alokasi sumber daya yang optimal • Sebagai rerangka pelaksanaan tindakan jangka pendek • Sebagai sarana manajemen untuk memahami strategi organisasi secara lebih jelas • Sebagai alat untuk memperkecil rentang alternatif strategi Tujuan utama perencanaan strategik adalah untuk meningkatkan komunikasi antara manajer puncak dengan manajer dibawahnya. sehingga memungkinkan terjadi persetujuan antara manajer puncak dengan manajer level dibawahnya mengenai strategi terbaik untuk mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan. karenanya perlu adanya restrukturisasi dan reorganisasi agar selaras dengan startegi dan sistem pengendalian manajemen. Restrukturisasi dapat didasarkan pada prinsip 1. baik secra manajerial maupun secara politik Proses dan praktek implementasi di lapangan Kultur organisasi Struktur organisasi hendaknya dapat mendukung pelaksanaan strategi. Perubahan strktur organisasi hendaknya dapat meningktakan kapasitas untuk mencapai strategi yang efektif . Perencanaan strategik bukan merupakan hasil akhir. tapi masih perlu ditranslasikan dalam bentuk tindakan-tindakan konkrit. yang nantinya akan mendorong goal congruence. Mengubah perencanaan Strategik Menjadi Tindakan Nyata Perencanaan strategi dapat digunakan untuk membantu mengantisipasi dan memberikan arah perubahan. Visi. tujuan dan strategi yang telah ditetapkan secara biak dapat gagal bila struktur organisasi tiudak mendukung strategi. tetapi perubahan belum dapat berjalan dengan mulus meskipun sudah ada perencanaan strategik. Desain sistem pengendalian manajemen harus didukung oleh struktur organisasi yang sesuai. Untuk itu harus didukung oleh : • • • Struktur pendukung.

Sistem reward dan punishment harus didukung oleh manajemen kompensasi yang memadai. pendelegasian wewenang dan tugas. Proses dan praktik di lapangan terkait dengan prosedur dan sistem pengendalian. karena memiliki karakteristik yang agak berbeda dengan penganggraan pada sektor swasta. Sistem pemberian penghargaan dan hukuman dapat digunakan sebagai pendorong untuk pencapaian suatu strategi. Perencanaan srtategik harus didukung adanya budaya organisasi yang kuat. Pengendalian manajemen melalui sistem penilaian kinerja dapat dilakukan dengana menciptakan mekanisme reward dan punishment.  Penganggaran Tahap penganggaran dalam proses pengendalian manajemen sektor publik merupakan tahap yang pang dominan. misi dan tujuan organisasi harus selalu dikomunikasiokan kepada seluruh anggota organisasi 3. Prencanaan strategik tidak akan efektif jika prosedur dan sistem pengendalian tidak sesuai dengan strategi. kebijakan dan otorisasi alokasi sumber daya dan menilai kinerja manajemen. Manajemen kompensasi merupakan mekanisme penting untuk mendorong motivasi manajer untuk mencapai tujuan organisasi. Kultur organisasi terkait dengan lingkungan kerja dan kesediaan anggota untuk melakukan perubahan. Pimpinan eksekutif bertanggung jawab untuk melaksanakan strategi dan arahan kebijakan hingga level bawah. dan harus didukung oleh perubahan perilaku dan sikap anggota organisasi untuk melaksanakan program-program secara efektif dan efisien. Perbedaan tersebut terletak pada pengaruh politik dalam proses penganggaran. pengendalian personel dan manajemen kompensasi yang jelas dan fair.  Pengukuran Kinerja Penilaian kinerja merupakan bagian akhir dari proses pengendalian manajemen yang dapat digunakan sebagai alat penegndalian. Dewan bertanggung jawab secara kolektif untuk merencanakan strategi. Selain itu harus didukung oleh regulasi keuangan. . Visi. Intensif positif pada manajer disebut sebagai reward dan intensif negatinya disebut sebagai punishment. Peran peting adanya penghargaan dalam suatu organisasi akan mendorong tercapainya tujuan oragnisasi dan untuk menciptakan kepuasan setiap individu.Akuntansi Sektor Publik 25 2. Arus ada kejelasan wewenang dan tanggung jawab. Program akan gagal bila personel di lapangan bertindak tidak sesuai dengan arah dan strategi organisasi.

tetapi orientasi penilaian harus selalu pada pemberian penghargaan. otonomi yang lebih besar. Mekanisme pemberian sanksi dan hukuman pada kondisi tetentu diperlukan.Akuntansi Sektor Publik 26 Pemberian reward dapat berupa financial atau non financial. . penambahan tanggung jawab. yang bersifat financial misalnya kenaikan gaji. sedangkan non financial dapat berupa promosi jabatan. bonus dan pemberian tunjangan. penempatan kerja di lokasi yang lebih baik dan pengakuan.

didiskusikan dan diberi masukan. Anggaran berisi estimasi mengenai apa yang akan dilakukan organisasi di masa yang akan datang. Dalam bentuk yang sederhana anggaran sektor publik merupakan suatu dokumen yang menggambarkan kodisi keuangan dari suatu organisasi yang meliputi informasi mengenai pendapatan. PENGANGGARAN SEKTOR PUBLIK A. Dalam organisasi sektor publik penganggaran merupakan suatu proses politik. sedangkan penganggaran adalah proses atau metode untuk menyiapkan anggaran. Pada sektor swasta anggaran merupakan bagian dari rahasia perusahaan yang tertutup bagi publik. belanja dan aktivitas. Anggaranmerupakan artikulasi dari perumusan dan perencanaan strategi yang dibuat. Pengertian Anggaran Sektor Publik Anggaran publik berisi rencana kegiatan yang direpresentasikan dalam bentuk rencana perolehan pendapatan dan belanja dalam satuan moneter. namun pada sektor publik anggran merupakan hal yang harus diinformasikan kepada publik untuk dikritik. Penganggaran pada sektor publik terkait dengan proses penentanjumlah alokasi dana untuk tiap-tiap program dan aktivitas dalam satuan moneter. Proses penganggaran sektor publik dimulai ketika perumusan staretgi dan perencanaan strategik selesai dilakukan. . Anggaran pada sektor publik merupakan instrumen akuntabilitas dan pengelolaan dana publik dan pelaksanaan program-program yang dibiayai dengan uang publik. Hal tersebut berbeda dengan sektor swasta yang relatif lebih kecil nuansa politiknya. Penganggaran dalam organisasi sektor publik merupakan tahapan yang cukup rumit dan mengandung nuansa politik yang tinggi. Aspek-aspek yang harus dicakup dalam anggaran sektor publik : • • • Aspek perencanaan Aspek pengendalian Aspek akuntabilitas B.Akuntansi Sektor Publik 27 4. Konsep Anggaran Sektor Publik Anggaran merupakan pernyataan mengenai setimasi kinerja yang hendak dicapai selama periode tertentu yang dinyatakan dalam ukuran finansial.

baik propinsi maupun daerah Aliran uang yang terkait dengan aktivitas pemerintahan akan mempengaruhi harga. pertumbuhan ekonomi dan beban pajak yang harus dibayar atas pelayanan yang diberikan pemerintah. Anggaran dan Kebijakan Fiskal Pemerintah Kebijakan fiskal adalah usaha yang dilakukan pemerintah untuk mempengaruhi keadaan ekoomi melalui sistem pengeluaran atau sistem perpajakan untuk mencapai tujuan tertentu. uang yang dimiliki oleh pemerintah adalah uang rakyat dan anggaran menunjukkkan rencana pemerintah untuk membelanjakan uang rakyat. Anggaran merupakan alat ekonomi terpenting yang dimiliki pemerintah untuk mengarahkan perkembangan sosial dan ekonomi. menjamin kesinambungan dan kualitas hidup masyarakat. Dalam sebuah negara demokrasi. Alat utama kebijakan fiskal adalah anggaran. Anggaran sektor publik penting karena : . Anggaran merupakan blue print keberadaan sebuah negra dan merupakan arahan di masa yang akan datang. air bersih. lapangan kerja.Akuntansi Sektor Publik 28 Secara singkat anggaran publik merupakan suatau rencana finansial yang menyatakan : 1. Tingkat kesejahteraan masyarakat dipengaruhi oleh keputusan yang dibuat pemerintah melalui anggran yang dibuat. kualitas kesehatan. Berapa biaya-biaya atas rencana yang telah dibuat 2. pendidikan dsbnya agar terjamin secara layak. Pentingnya Anggaran Sektor Publik Anggaran sektor publik dibuat untuk membantu menentukan tingkat kebutuhan masyarakat seperti listrik. Keputusan anggaran yang dibuat pemerintah daerah dan propinsi seharusnya dapat merefleksikan prioritas pemerintah daerah dan propinsi dengan baik. distribusi pendapatan. Anggaran sektor publik harsu dapat memenuhi kriteria sbb : • • Merefleksikan perubahan prioritas kebutuhan dan keinginan masyarakat Menetukan penerimaan dan pengeluaran departemen-depatemen pemerintah. pemerintah mewakili kepentingan rakyat. Berapa banyak dan bagaimana cara memperoleh uang untuk mendanai rencanarencana tersebut C.

Anggaran dibuat karena adanya kebutuhan dan keinginan masyarakat yang terus berkembang.misi dan sasaran yang telah ditetapkan Merencanakan berbagai program dan kegiatan untuk mencapai tuuan organisasi serta merencanakan alternatif sumber pembiayaannya Mengalokasikan dana pada berbagai program dan kegiatan yang telah disusun Menetukan indikator kinerja dan tingkat pencapaian strategi Anggaran Sebagai Alat Pengendalian (Control tool) . Anggaran sektor publik dibuat untuk merencanakan tindakan apa yang akan dilakukan pemerintah. sedangkan sumber daya jumlahnya terbatas. 2. Alat pengendalian 3. berapa biaya yang dibutuhkan dan berapa hasil yang diperoleh dari belanja pemerinta tersebut. D. Alat motivasi 8. Anggaran Sebagai Alat Perencanaan (Planning tool) Anggaran meupakan alat pengendalian manajemen untuk mencapai tujuan organisasi. Alat menciptakan ruang publik. Anggaran sebagai alat perencanaan digunakan untuk : • • • • Merumuskan tujuan serta sasarn kebijakan agar sesuai dengan visi. Alat politik 5. Alat kebijakan fiskal 4. menjamin kesinambungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Alat koordinasi dan komunikasi 6. Sebagai alat perencanaan 2.Akuntansi Sektor Publik 29 1. Anggaran merupakan alat bagi pemerintah untuk mengarahkan pembangunan sosial. Anggaran diperlukan untuk meyakinkan bahwa pemerintah bertanggung jawab terhadap rakyat. Dalam hal ini anggaran publik merupakan instrumen pelaksanaan akuntabilitas publik oleh lembaga-lembaga publik yang ada. 3. Fungsi Anggaran Sektor Publik Anggaran sektor publik mempunyai beberapa fungsi utama yaitu 1. ekonomi. Alat penilaian kinerja 7.

pemahaman tentang prinsip manajemen . Pengendalian anggaran publik dapat dilakukan melalui 4 cara : 1. keahlian negoisasi. Anggaran dapat digunakan unrtuk mendorong. Sebagai alat penengendali manajerial. Anggaran sektor publik dapat digunakan untuk mengendalikan kekuasaan eksekutif. Membandingkan kinerja aktual dengan kinerja yang dianggarkan 2. gubernur. menteri. bupati dan manajer publik lainnya dapat dikendalikan lewat anggaran. coalition holding. Menghitung selisih anggaran 3. sehingga dapat dilakukan prediksi dan estimasi ekonomi. Tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa presiden. anggaran sektor publik digunakan untuk meyakinkan bahwa pemerintah masih mempunyai cukup uang untuk memenuhi kewajibannya. Pada sektor publik anggaran merupakan dokumen politik sebagai bentuk komitmen eksekutif dan kesepakatan legislatif atas penggunaan dana publik untuk kepentingan tertentu. Anggaran bukan sekedar masalah teknis tetapi lebih merupakan alat politik.Akuntansi Sektor Publik 30 Sebagai alat pengendalian anggaran memberikan rencana detail atas pendapatan dan pengeluaran pemerintah agar pembelanjaan yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Merivisi standar biaya atau target anggaran untuk tahun berikutnya Anggaran Sebagai Alat Kebijakan Fiskal (Fiscal tool) Anggaran sebagai alat kebijakan fiskal digunakan untuk alat menstabilkan ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Melalui anggaran publik dapat diketahui arah kebijakan fiskal pemerintah. selain itu juga digunakan sebagai pemberi informasi dan meyakinkan legislatif bahwa pemerintah bekrja secara efisien tanpa ada korupsi dan pemborosan. karenanya pembuatan anggaran publik membutuhkan political skill. Tanpa anggaran pemerintah tidak dapat mengendalikan pemborosan pengeluaran. Menemukan penyebab yang dapat dikendalikan dan tidak dapat dikendalikan 4. memfasilitasi dan mengkoordinasikan kegiatan ekonomi masyarakat sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi. Anggaran Sebagai Alat Politik (Political tool) Anggaran dapat digunakan untuk memutuskan prioritas dan kebutuhan keuangan terhadap prioritas tersebut.

Akuntansi Sektor Publik 31 keuangan publik oleh para manajer publik. birokrat dan DPR/MPR. Kelompok lain dari kemasyarakat yang kurang terorganisasi akan mnyampaikan aspirasinya melaui proses (Coordination and . Anggaran Sebagai Alat untuk Menciptakan Ruang Publik (Public Sphere) Anggaran publik tidak boleh diabaikan oleh kabinet.namun juga jangan terlalu rendah sehingga terlalu mudah untuk dicapai. efektif dan efisien dalam mencapai target dan tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Anggaran Sebagai Alat Koordinasi dan Komunikasi Communication tool) Setiap unit kerja pemerintah terlibat dalam penyusunan anggaran. Anggaran Sebagai Alat Motivasi (Motivation tool) Anggaran dapat digunakan sebagai alat untuk memotivasi manajer dan stafnya agar bekerja secara ekonomis. atau paling tidak menurunkan kredibilitas pemerintah. perguruan tinggi dan berbagai organisasi kemasyarakatan harus terlibat dalam penganggaran publik. Kinerja eksekutif akan dinilai berdasarkan pencapaian target anggaran adan pelaksanaan efisiensi anggaran. Kelompok masyarakat yang teroganisir akan mencoba mempengaruhi anggaran publik utnk kepentingan mereka.. Masyarakat. Anggaran publik merupakan alat koordinasi antar bagian dalam pemerintahan. Anggaran publik yang disusun dengan baik akan mampu mendeteksi terjadinya inkonsistensi suatu unit kerja di dalam pencapaian tujuan organisasi. Anggaran Sebagai Alat Pinilaian Kinerja (Performance measurement tool) Anggaran merupakan wujud komitmen dari publik holer (eksekutif) kepada pemberi wewenang (legislatif). Disamping itu anggaran publik juga berfungsi sebagai alat komunikasi antar unit kerja dalam lingkungan eksekutif. Agar dapat memotivasi pegawai target anggaran hendaknya jangan terlalu tinggi sehingga tidak dapat dipenuhi. Anggaran merupakan alat yang efektif untuk pengendalian dan penilaian kinerja. Anggaran harus dikomunikasikan ke seluruh bagian organisasi untuk dilaksanakan. Manajer publik harus sadar sepenuhnya bahwa kegagalan dalam melaksanakan anggaran yang telah disetujui akan menjatuhkan kepemimpinannya. LSM.

Jenis-Jenis Anggaran Sektor Publik Anggaran sektor publik dibagi menjadi menjadi 2 yaitu : 1. melakukan boikot dsbnya E.Akuntansi Sektor Publik 32 politik yang ada. peralatan. Anggaran Modal Anggaran Operasional Anggaran digunakan untuk merencanakan kebutuhan sehari-hari dalam menjalankan pemerintahan. Jika tidak ada alat untuk menyampaikan suara mereka. sebab selutrhnya adalah milik publik. Pengeluaran pemerintah yang dapat dikatagorikan dalam anggaran operasional adalah belanja rutin yaitu belanja yang manfaatnya hanya untuk satu tahun anggaran saja dan tidak dapat menambah aset atau kekayaan bagi pemerintah. kendaraann. Disebut rutin karena pengeluaran tersebut berulang-ulang ada setiap tahun. Pengeluaran modal yang besar biasanya dilakukan dengan mengunakan pinjaman. Anggaran Modal Anggran modal menunjukkan rencana jangka penjang dan pembelanjaan atas aktiva tetap seperti gedung. tetapi pemerintah akan . Belanja modal adalah pengeluaran yang masa manfaatnmya lebih dari satu tahun anggran dan akan menambah aset atau kekayaan pemerintah dan selanjutnya akan menambah anggaran rutin untuk biaya operasional dan pemeliharaannya. Pengangguran dan tuna wisma dan kelompok lain yang kurang terorganisasi akan mudah dan tidak berdaya mengikuti tindakan pemerintah. Pemerintah tidak mungkin memebuhi semua permintaan stake holdernya secara simultan. Secara umum pengeluaran yang masuk kategori anggaran operasional antara lain belanja administrasi umum dan belanja operasional dan pemeliharaan. Anggaran operasional 2. Politisi mentranslasikan mandat melalui tersebut melalui kebijakan dan program yang memberi mamfaat lebih kepada pemilih yang direfleksikan dalam anggaran. mereka kan mengambil tindakan dengan jalan lain seperti dengan tindakan massa. Pada dasarnya pemerintah tidak memiliki uang yang dimiliki sendiri. perabot dsbnya. Dalam sebuah msyarakat yang demokratis rakyat memberi mandat kepada pemerintah melalui pemilihan umum.

Karenanya adana anggaran non budgetair menyalahi prinsip anggran yang bersifat komprehensif 3. Otorisasi oleh legislatif Anggaran publik harus mendapat otorisasi dari legislatif terlebih dahulu sebelum dibelanjakan oleh eksekutif 2. Prinsip-Prinsip Anggaran Sektor Publik Prinsip-prinsip anggaran sektor publik meliputi : 1.Akuntansi Sektor Publik 33 memilih program yang menjadi prioritas. F. Nondiscretionary Appropriation Jumlah yang disetujui oleh legislatif harus termanfaat secaara ekonomis. efisien dan efektif 5. Keutuhan anggaran Semua penerimaan dan pengeluaran pemerintah harus terhimpun dalam dana umum 4. Akurat Estimasi anggaran hendaknya tidak memasukkan cadangan yang tersembunyi yang dijadikan sebagi kantong-kantong pemborosan 7. . Periodik Anggran bersifat periodik yang bersifat tahunan atau multi tahunan 6. Jelas Anggaran hendaknya sederhanan dan mudah dipahami oleh masyarakat dan tidak membingungkan 8. Disinilah fingsi anggaran yang akan digunakan sebagai alat politis dalam memutuskan prioritas dan kebutuhan keuangan pada sektor tersebut. Diketahui publik Anggaran harus diinformasikan kepada masyarakat luas. Komprehensif Anggaran harus menunjukkan semua penerimaan dan pengeluaran pemerintah.

bencana alam dsbnya. yang perlu diperhatikan adalah sebelum menyetujui taksiran pengeluaran . Proses Penyusunan Anggaran Sektor Publik APBD/APBN yang dipresentasikan setiap akhir tahun dihadapan DPRD/DPR memberikan informasi kepada masyarakat luas tentang program yang direncanakan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat • • • • dan darimana program tersebut dibiayai.Akuntansi Sektor Publik 34 G. fluktuasi pasar. perubahan sosial politik. Siklus anggaran tersebut ada 4 tahap : • • • • Tahap persiapan anggaran Tahap ratifikasi Tahap implementasi Tahap pelaporan dan evaluasi Tahap persiapan anggaran Pada tahap ini dilakukan taksiran pengeluaran atas dasar talsiran pendapatan yang tersedia. Faktor-faktor dominan yang terdapat dalam proses penganggaran adalah : • • • • Tujuan dan target yang hendak dicapai Ketersediaan sumber daya (faktor produksi yang dimiliki pemnerintah) Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan atau target Faktor lain yang mmpengaruhi anggaran seperti : munculnya peraturan pemerintah yang baru. Proses penyusunan anggaran mempunyai 4 tujuan : Membantu pemerintah mencapai tujuan dan meningkatkan koordinasi antar bagian dalam lingkungan pemerintah Membantu menciptakan efisiensi dan keadilan dalam menyediakan barang dan jasa publik melalui proses pemrioritasan Memungkinkan pemerintah untuk memenuhi prioritas belanja Meningkatkan transparansi dan pertanggungjawaban pemerintah kepada DPRD/DPR dan masyarakat luas. Prinsip-Prinsip Pokok dalam Siklus Anggaran Pokok-pokok prinsip siklus anggaran harus diketahui oleh penyelengara pemerintahan. H.

Berdasarkan RENSTRADA yang telah dibuat dan analisis kebijakan fiskal dan ekonomi daerah. Rincian RENSTRADA setiap tahunnya akan digunakan sebagai masukan dalam penyusunan REPETADA dan APBD. Dokumen tersebut diupayakan tidak meyimpang dari PROPERNAS dan RENSTRA yang dibuat oleh pemerintah pusat. 105 tahun 2000 pemerintah daerah bersamasama DPRD menetapkan arah kebijakan umum APBD. REPETADA memuat program pembanguan perencanaan berupa GBHN. 105 dan 108 tahun 2000. Dalam persoalan estimasai yang perlu diperhatikan adalah terdapatnya faktor ketidakpastian yang cukup tinggi. Rencana Strategis (RENSTRA) dan Rencana Pembangunan Tahunan . Sementara itu ditingkat daerah (propinsi dan kab/kota) berdasarkan PP No.Akuntansi Sektor Publik 35 terlebih dulu hendaknya dilakukan taksiran pendapatan secara lebih akurat. Sesuai dengan kebutuhan masingmasing daerah. Berdasarkan POPERNAS dan RENSTRA serta analisis fiskal dan makro ekonomi kemudian mulai dibuat persiapan APBN dan RAPETA. Harus disadari adanya masalah yang cukup berbahaya jika anggaran pendapatan diestimasi pada saat bersamaan dengan pembuatan keputusan tentang anggaran pengeluaran. 108 pemerintah daerah diisyaratkan untuk membuat dokumen perencanaan daerah yang terdiri atas PROPERDA (RENSTRADA). Sinkronisasi perencanaan pembangunan yang digariskan oleh pemerintah pusat dan perencanaan pembangunan daerah secara spesifik diatur dalam Peraturan Pemerintah No. setelah itu pemerintah daerah menetapkan Strategi dan Prioritas APBD. Besarnya mata anggaran tergantung pada sistem anggaran yang digunakan. Dalam PROPERDA di mungkinkan adanya penekanan prioritas pembanguann yang berbeda antara daerah yang satu dengan yang lain. PROPERNAS tersebut kemudian dijabarkan dalam bentuk RENSTRA. Program Pembangunan Nasional (PROPERNAS). PROPERDA (RENSTRADA) yang dibuat oleh pemerintah daerah bersama-sama dengan DPRD dalam kerangka waktu 5 tahun yang kemudian dijabarkan dalam pelaksanaannya dalam kerangka tahunan. Karenanya manajer keuangan publik harus memahami betul dalam menentukan besarnya suatau mata anggaran. Di Indonesia arahan kebijakan pembangunan pemerintah pusat tertuang dalam dokummen (RAPETA). menurut ketentuan PP No. Pada pemerintah pusat penyusunan perencanaan pembangunan dimulai dari penyusunan PROPERNAS yang merupakan operasinalisasi GBHN.

Pendekatan ini diharapkan akan lebih memperjelas program kerja tahuan pemerintah daerah. karena eksekutif harus mempunyai kemampuan untuk memberikan argumen yang rasional atas segala pertanyaan dan bantahan yang disampaikan oleh legislatif.sehingga bisa diketahui kekuatan. juga memuat indikator kinerja yang terukur dalam jangka waktu satu tahun. Pimpinan eksekutif dituntut untuk memiliki manejerial skill dan political skill. Dengan demikian REPETADA merupakan kerangka kebijakan dalam penyediaan dana bagi APBD. APBD menunjukkan implikasi dari anggaran REPETADA yang dibuat. Manajer keuangan publik dalam hal ini bertanggung jawab menciptakan sistem akuntansi keuangan yang memadai . hal terpenting yang harus dimiliki oleh manajer keuangan publik adalah dimilikinya sistem informasi akuntansi dan sistem pengendalian manajemen. salesmanship dan coalition holdimg yang memadai. Tahap ratifikasi Tahap ini melibatkan proses plotik yang cukup rumit dan cukup berat. Tahap implementasi/pelaksanaan anggaran Setelah disetujui oleh legislatif. Penjabaran rencana strategis jangka panjang dalam REPETADA tersebut dilengkapi dengan : • • • Perimbangan-perimbangan yang barasal dari evaluasi kinerja pemerintah daerah pada periode sebelumnya Masukan dan aspirasi masyrakat Pengkajian kondisi yang saat ini terjadi. termasuk sasaran yang ingin dicapai dan kebijakan yang ditempuh untuk mencapai sasaran tersebut. peluang dan tantangan yang sedang dan akan dihadapi Proses pertencanaan arah dan kebijakan pembangunan daerah tahunan (REPETADA) dan anggaran tahuan (APBD) pada hakekatnya merupakan perencanaan instrumnen kebijakan publik sebagai upaya peningktan pelayanan kepada masyarakat.Akuntansi Sektor Publik 36 daerah secara menyeluruh dalam satu tahun. kelemahan. Integritas dan kesiapan mental yang tinggi dari eksekutif sangat penting dalam tahap ini. tahap selanjutnya adalah pelaksanaan anggaran.

Jika tahap implementasi telah didukung dengan sistem akuntansi dan sistem pengendalian manajemen yang baik. . bahkan dapat diandalkan untuk penyusunan periode anggaran tahun berikutnya. sedangkan tahap pelaporan dan evaluasi terkait dengan aspek akuntabilitas. maka pada tahap pelaporan diharapkan tidak memiliki masalah. Tahap pelaporan dan evaluasi Tahap persiapan. ratifikasi dan implementasi terkait dengan aspek operasional anggaran.Akuntansi Sektor Publik 37 dan handal untuk perencanaan dan pengendalian anggaran yang telah disepakati.

Objektifitas 2. Materialitas B. Daya banding 4. Konsistensi 3. TEKNIK AKUNTANSI KEUANGAN SEKTOR PUBLIK A. Selain sistem akuntansi yang handal. Pengembangan akuntansi sektor publik dilakukan untuk memperbaiki praktik yang saat ini dilakukan. Ekonomis dalam penyajian laporan 6. Perlunya Sistem Akuntansi Keuangan Daerah Untuk dapat menghasilkan laporan keuangan yang relevan. Saat ini sistem akuntansi yang dimiliki pemerintah daerah rata-rata masih lemah. Hal ini terkait dengan upaya meningkatkan kualitas laporan keuangan sektor publik.Akuntansi Sektor Publik 38 5. maka diperlukan Standar Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah atau secara lebih luas Standar Akuntansi Keuangan Sektor Publik. dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi. Saat ini sedang disiapkan standar . Hambatan tersebut adalah : 1. handal. Teori Akuntansi Sektor Publik Pada dasarnya ada tiga tujuan perlunya mempelajari teori akuntansi : 91) untuk memahami praktek akuntansi yang ada saat ini (2) mempelajari kelemahan dan kekurangan dari praktek akuntansi yang ada saat ini dilakukan (3) memperbaiki praktek akuntansi di masa yang akan datang. pemerintah daerah harus memiliki sistem akuntansi yang handal. Sistem akuntansi yang lemah menyebabkan pengendalian intern lemah dan pada akhirnya laporan keuangan yang dihasilkan juga kurang handal dan kurang relevan untuk pembuatan keputusan. yaitu laporan yang menyajikan informasi yang relevan dan dapat diandalkan (reliabel) Untuk menghasilkan laporan keuangan sektor publik yang relevan dan dapat diandalkan. Tepat waktu 5. terdapat beberapa kendala yang dihadapi akuntansi sektor publik. dan dapat dipercaya.

pemerintah daerah harus memiliki sistem akuntansi yang handal. Pada tahun 1985 Sistem Administrasi Keuangan Pemerintah Daerah sendiri telah mengalami perubahan yang cukup mendasar. Sistem akuntansi yang lemah menyebabkan pengendalian intern lemah dan pada akhirnya laporan keuangan yang dihasilkan juga kurang handal dan kurang relevan untuk pembuatan keputusan. Saat ini sistem akuntansi yang dimiliki pemerintah daerah rata-rata masih lemah. maka diperlukan Standar Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah (Standar . Badan Analisa Keuangan Negara Perkreditan dan Neraca Pembayaran (BAKNPNP) . Untuk pelaksanaan proyek tersebut.Akuntansi Sektor Publik 39 akuntansi keuangan untuk pemerintah daerah dalam rangka mendukung pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal. 1999). Untuk dapat menghasilkan laporan keuangan yang relevan. dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi. 1999). sedangkan sistem akuntansi untuk pemerintah pusat upaya pengembangannya telah dilakukan oleh Departemen Keuangan sejak tahun 1982 melalui Proyek Penyempurnaan Sistem Akuntansi dan Pengembangan Akuntansi. Jika dilihat dari perspektif historis. Hal ini terlihat dengan mulai diperkenalkannya sistem double entry (pembukuan berpasangan) dan akuntansi berbasis akrual yang diformulasikan oleh "Studi Penyempurnaan Sistem Akuntansi dan Manajemen Keuangan Daerah" yaitu tim yang dibentuk oleh Pusat Analisa Keuangan Daerah (PAKD). akan tetapi sampai saat ini sistem yang ada belum berjalan secara efektif dan efisien. yaitu konsultan yang ditunjuk oleh Tim Studi Penyempurnaan Sistem Akuntansi dan Manajemen Keuangan Daerah dengan bantuan World Bank.Departemen Keuangan (Yasin. dan untuk itu telah dihasilkan konsep Sistem Akuntansi dan Pengendalian Anggaran/SAPA (Triharta. handal. dan mulai aktif bekerja tahun 1991. Selain sistem akuntansi yang handal. SAPA merupakan penyempurnaan dari proposal “Sistem Perencanaan dan Manajemen Keuangan Daerah (SPMKD)” yang dibuat oleh PT Redecon. 1999). usaha pengembangan sistem akuntansi keuangan pemerintah telah dirintis sejak dua puluh tahun silam. SAPA adalah sistem akuntansi untuk pemerintah daerah. Sejak tahun 1980-an Departemen Dalam Negeri telah berupaya mengembangkan sistem akuntansi yang dipandang cocok dengan corak pemerintah daerah. dan dapat dipercaya. dibentuk secara khusus Sub Tim Penyempurnaan Akuntansi Pemerintah (PSAP) yang hasilnya antara lain menerapkan sistem pembukuan berpasangan dalam akuntansi pemerintah pusat (Triharta.

Tidak adanya standar akuntansi sektor publik di Indonesia saat ini menyebabkan kesulitan dalam mengaudit laporan keuangan . Exposure draft tersebut terdiri atas lima bagian. Usaha untuk membuat standar akuntansi keuangan pemerintah sudah pernah dilakukan oleh Badan Akuntansi Keuangan Negara (BAKUN). Namun sampai saat ini. Standar yang saat ini ada belum mencukupi untuk mendukung pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi. yang ditugasi untuk menyelenggarakan akuntansi dan mempersiapkan laporan pertanggungjawaban konstitusional pemerintah pusat. Kos Pinjaman. Dengan telah dihasilkannya exposure draft tersebut diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi sudah dapat disahkan menjadi standar yang baku. Selain itu BAKUN juga diserahi tugas untuk membantu melakukan pengembangan akuntansi untuk instansi (agency accounting). Laporan Arus Kas. draft tersebut masih perlu dilakukan pembahasan dan public hearing dengan user agar dapat dijadikan standar (Sugijanto. Salah satu tugas kompartemen baru ini adalah menyusun standar akuntansi keuangan sektor publik. dan BAKUN sebagai Central Accounting Office ditugasi untuk mempersiapkan draftnya. Saat ini baru dihasilkan exposure draft mengenai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Sektor Publik yang diterbitkan November 2000. Upaya untuk menghasilkan standar akuntansi keuangan yang baku terus dilakukan. Kesalahan Mendasar dan Perubahan Kebijakan Akuntansi. Sebenarnya Indonesia dalam hal ini sudah cukup ketinggalan. Sementara itu di Indonesia belum ada Standar Akuntansi Keuangan Sektor Publik yang baku yang dapat digunakan sebagai pedoman bagi pemerintah daerah dalam penyusunan laporan keuangan dan bagi auditor dalam mengaudit laporan tersebut.Akuntansi Sektor Publik 40 Akuntansi Keuangan Sektor Publik). Laporan Keuangan Konsolidasi dan Akuntansi untuk Entitas Kendalian. Tidak adanya standar akuntansi yang memadai akan menimbulkan implikasi negatif berupa rendahnya reliabilitas informasi keuangan serta menyulitkan dalam pengauditan. dan Surplus atau Defisit Neto untuk Periode Berjalan. karena baru sekarang mempunyai rancangan standar akuntansi keuangan sektor publik. 1999). Pada tahun 1995 BPK telah mengirim surat kepada Menteri Keuangan untuk mempersiapkan Standar Akuntansi Keuangan Pemerintah. yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Sektor Publik tentang Penyajian Laporan Keuangan. BAKUN merupakan lembaga yang dibentuk oleh Departemen Keuangan tahun 1992. Pada tahun 1999 yang lalu Ikatan Akuntan Indonesia telah membentuk kompartemen baru yaitu Kompartemen Akuntan Sektor Publik.

sosial. . akuntabilitas hukum (legal accountability). Sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal. laporan keuangan tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk penilaian kinerja. pemerintah daerah diharapkan dapat menyajikan laporan keuangan yang terdiri atas Laporan Surplus/Defisit. Perlunya Informasi Akuntansi Untuk Mewujudkan Akuntabilitas Publik Salah satu alat untuk memfasilitasi terciptanya transparansi dan akuntabilitas publik adalah melalui penyajian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah yang komprehensif. akuntabilitas politik (political accountability). dan Neraca. tantangan yang dihadapi akuntansi sektor publik adalah menyediakan informasi yang dapat digunakan untuk memonitor akuntabilitas pemerintah daerah yang meliputi akuntabilitas finansial ( financial accountability). maka laporan keuangan pemerintah daerah perlu dilengkapi dengan pengungkapan yang memadai (disclosure) mengenai informasi-informasi yang dapat mempengaruhi keputusan. Dalam era otonomi daerah dan desentralisasi. Standar Auditing Pemerintah (SAP) sudah ada dan saat ini sedang kita tunggu Standar Akuntansi Keuangan Sektor Publik (SAKSP). laporan keuangan pemerintah daerah merupakan salah satu bentuk mekanisme pertanggungjawaban dan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Sedangkan bagi pihak intern pemerintah daerah. Laporan keuangan tersebut merupakan komponen penting untuk menciptakan akuntabilitas sektor publik dan merupakan salah satu alat ukur kinerja finansial pemerintah daerah. Pada perkembangan selanjutnya perlu juga dipersiapkan alat ukur kinerja (performance measurement) untuk mengukur kinerja lembaga-lembaga pemerintahan di Indonesia. Laporan Keuangan Pemerintah Daerah yang berisi informasi keuangan daerah akan digunakan sebagai dasar pertimbangan untuk pengambilan keputusan ekonomi. Laporan Aliran Kas. Karena laporan tersebut akan digunakan untuk pembuatan keputusan. Sedangkan dari sisi pemakai eksternal. Terdapat beberapa alasan mengapa pemerintah daerah perlu membuat laporan keuangan. Bagi pihak eksternal. akuntabilitas manajerial (managerial accountability). Dilihat dari sisi internal.Akuntansi Sektor Publik 41 pemerintah. Laporan Realisasi Anggaran (Perhitungan APBD). Akuntansi sektor publik memiliki peran utama untuk menyiapkan laporan keuangan sebagai salah satu bentuk pelaksanaan akuntabilitas publik. laporan keuangan merupakan alat pengendalian dan evaluasi kinerja pemerintah dan unit kerja pemerintah daerah. dan politik. dan akuntabilitas kebijakan (policy accountability).

kesesuaiannya dengan peraturan perundang-undangan. aktivitas. Memberikan informasi untuk mengevaluasi kinerja manajerial dan organisasional: (a) untuk menentukan biaya program. sosial. 2. 2. . (c) untuk mengevaluasi hasil suatu program. (b) untuk mengevaluasi tingkat ekonomi dan efisiensi operasi. dan kebutuhan sumber daya finansial jangka pendek unit pemerintah. Memberikan informasi keuangan untuk menentukan dan memprediksi kondisi ekonomi suatu unit pemerintahan dan perubahan-perubahan yang terjadi di dalamnya. membandingkan dengan kinerja periode-periode sebelumnya. dan politik serta sebagai bukti pertanggungjawaban (accountability) dan pengelolaan (stewardship). dan fungsi serta efektivitas terhadap pencapaian tujuan dan target. dan dengan kinerja unit pemerintah lain. Memberikan informasi untuk perencanaan dan penganggaran. tujuan penyajian laporan keuangan oleh pemerintah daerah adalah: 1. Memberikan informasi keuangan untuk memonitor kinerja. tujuan umum penyajian laporan keuangan oleh pemerintah daerah adalah: 1. Secara khusus.Akuntansi Sektor Publik 42 E. 4. (d) untuk mengevaluasi tingkat pemerataan (equity). dan aktivitas sehingga memudahkan analisis dan melakukan perbandingan dengan kriteria yang telah ditetapkan. TUJUAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH Secara garis besar. Memberikan informasi keuangan untuk menentukan dan memprediksi aliran kas. aktivitas. program. Untuk memberikan informasi yang digunakan dalam pembuatan keputusan ekonomi. fungsi. 5. kontrak yang telah disepakati. Untuk memberikan informasi yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja manajerial dan organisasional. saldo neraca. dan fungsi tertentu di unit pemerintah. 3. dan ketentuan lain yang disyaratkan. serta untuk memprediksi pengaruh pemilikan dan pembelanjaan sumber daya ekonomi terhadap pencapaian tujuan operasional.

012/2003 Tanggal 18 Juli 2003 tentang Sistem Akuntansi dan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat 3. SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT A. 2. KEP-16/AK/2004 tanggal 24 Juni 2004 tentang Pelaksanaan Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Negara /Lembaga Tahun Anggaran 2004 B. Dirjen dan Unit Eselon I lainnya mempunyai wewenang/ tanggungjawab terhadap seluruh kantor dan proyek dibawah kendalinya. Keluaran Sistem Akuntansi Menurut Pusat PertanggungJawaban 1. Kakanwil mempunyai wewenang/tanggungjawab terhadap akuntansi dan pelaporan keuangan yang meliputi seluruh kantor dan proyek di wilayahnya 2. Sekjen bertanggung jawab untuk menyiapkan laporan keuangan konsolidasi untuk tingkat departemen/lembaga C. Kepala BAKUN. Tanggung Jawab Fungsi Akuntansi Departemen/Lembaga 1. Keputusan Menteri Keuangan No.Akuntansi Sektor Publik 43 6. • Menteri/pimpinan lembaga/gubernur/bupati/walikota/kepala satuan kerja yang menggunakan dana bagian anggaran yang dikuasai Menteri Keuangan wajib menyampaikan pertanggungjawaban penggunaan dana kepada Menteri Keuangan c. 42 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan APBN • Menteri/Pimpinan Lembaga wajib menyelenggarakan pertanggungjawaban penggunaan dana yang dikuasainya berupa laporan realisasi anggaran dan neraca departemen/lembaga bersangkutan kepada Presiden melalui Menteri Keuangan. Juga mempunyai tanggungjawab untuk penyusunan laporan konsolidasi atas seluruh kantor dan proyek yang di bawah kendali masing-masing Eselon I dimaksud 3. Dasar Hukum 1. Keputusan Presiden RI No. Sekjen. Pusat Pertanggungjawaban * Seluruh Pemerintah Pusat * Departemen/Lembaga * Eselon I . Keputusan Kepala Badan Akuntansi Keuangan Negara No. 337/KMK.q.

Neraca * Neraca bertujuan untuk melaporkan posisi keuangan pada suatu tanggal tertentu * Neraca menginformasikan saldo perkiraan aset. Departemen/Lembaga * Unit Akuntansi Kantor Pusat Instansi (UAKPI) * Unit Akuntansi Eselon I (UAE I) * Unit Akuntansi Wilayah (UAW) E. Laporan Realisasi Anggaran * Laporan Realisasi Anggaran bertujuan untuk melaporkan Pelaksanaan anggaran selama periode tertentu * Laporan ini memperlihatkan perbandingan realisasi belanja dengan allotment yang dirinci menurut tujuan dan klasifikasi belanja atau perbandingan realisasi pendapatan denganestimasi pendapatan 2. Unit Pelaksana SAPP 1. Laporan Departemen/Lembaga 1.Akuntansi Sektor Publik 44 * Propinsi * Satuan Kerja * Proyek 2. hutang dan ekuitas dana pada akhir periode pelaporan . Departemen Keuangan * BAKUN Pusat * Kantor Akuntansi Regional * Kantor Akuntansi Khusus 2. Penanggung Jawab * Presiden * Menteri/Ketua Lembaga * Sekjen/Irjen/Dirjen/Kepala * Kepala Kantor Wilayah D.

Buku Besar * Penerimaan/pengeluaran Anggaran * Aktiva tetap * Hutang Jangka Panjang * Investasi Permanen 2. selambat-lambatnya disampaikan ke BAKUN pada akhir bulan bulan Maret tahun berikutnya. Laporan * Laporan Realisasi Anggaran * Laporan Bulanan Inventaris. Laporan Realisasi Anggaran dan Neraca . . Pelaksanaan Penyusunan Neraca Departemen/Lembaga G.Akuntansi Sektor Publik 45 F. Laporan Tahunan * Laporan Hutang Jangka Panjang * Laporan Investasi Permanen 3. Laporan Mutasi Barang Triwulanan. Pemrosesan Data SAPP 1. Waktu Penyampaian Laporan 1.

karena idealnya tahun anggaran 2001 harus sudah ditopang oleh kewenangan-kewenangan serta struktur organisasi/kelembagaan baru yang harus disesuaikan dengan paradigma baru otonomi. 22/1999 yang mengatur tentang (1) Kewenangan daerah kabupaten/kotamadya mencakup semua kewenangan yang dikecualikan pasal 7 ayat (2). juga mencoba mencari solusi dan visi kewenangan otonomi daerah sebagai upaya membangun paradigma baru otonomi yang luas. Pertahanan dan keamanan. perihal akan berlakunya pelaksanaan otonomi yang luas. Perubahan ini sekaligus ditandai dengan pergantian pemerintahan pada pemilu mendatang. Namun yang patut disayangkan. Sudah menajdi persoalan publik. Pada pasal 11 UU no. 5 tahun 1974 dan PP No. OTONOMI DAERAH dan PERIMBANGAN KEUANGAN PUSAT DAN DERAH Pengantar Diperkirakan penerapan kewenangan otonomi daerah baru akan terlaksana pada tahun 2002 atau bahkan tahun berikutnya.Akuntansi Sektor Publik 46 VII. sangat mungkin implementasi tersebut juga dipercepat. 25/99) tentang Otonomi Daerah dan Perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah sebagai tinjauan umum tentang otonomi daerah yang dikehendaki oleh masyarakat dan pemerintah daerah. Belum bersinggungan terhadap proses perubahan urusan daerah masing-masing secara penuh dan bertanggung jawab serta adanya proses reformasi yang tengah berlangsung dalam rangka penyerahan urusan pemerintahan dan pembangunan ke daerah masing-masing. saya mencoba mengetengahkan UU yang baru (No. moneter. fiskal serta agama sebagai diatur pada Peraturan Pemerintah (PP) yang menjabarkan . Substansi kewenangan daerah khususnya kabupaten/ kotamadya yang selama ini diketahui. Oleh karena itu melalui tulisan ini. 22/99 dan No. 45 tahun 1992. keculai kewenangan dalam bidang politik luar negeri. otonomi daerah akan diimplementasikan ke daerah. Bahkan dengan adanya perubahan tahun anggaran yang akan dimulai 1 Januari 2001 mendatang. Sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomr 22/1999. tinjauan tentang otonomi daerah tersebut masih mengacu pada UU yang lama. yakni UU No. Padahal UU tersebut kurang menyiratkan asas demokrasi dan jauh dari rumusan mengenai kewenangan penyelenggaraan urusan pemerintahan secara luas. peradilan. Berbagai tulisan mengenai tinjauan terhadap otonomi daerah pernah dimuat pada edisi 17 dan 18 pada Buletin Pengawasan ini.

Pendelegasian Kewenangan Uraian mengenai pengertian dan visi dari pendelegasian kewenangan dalam otonomi daerah sebagai perwujudan dalam upaya membangun paradigma baru otonomi dapat dijelaskan sebagai berikut : Pertama Pendelegasian kewenangan pengelolaan keuangan. pendidikan dan kebudayaan. Bagi kabupaten/kotamadya yang memiliki sumber minyak bumi. koperasi dan tenaga kerja.Akuntansi Sektor Publik 47 pasal 7 ayat (2) dan pasal 9 yang saat ini sedang dimantapkan di pusat (disosialisasikan ke daerah). Sebaliknya. Pada pasal 11 ayat (2) bidang pemerintahan yang wajib dilaksanakan oleh daerah kabupaten/kotamadya meliputi pekerjaan umum (sekarang kimbangwil). serta harus segera menyiapkan program belanja yang benar-benar berorientasi pada peningkatan kesejahteraan rakyat daerah sesuai tuntutan otonomi. lingkungan hidup. pemerintah pusat/propinsi harus mampu menyediakan dana alokasi khusus untuk menghindari ketimpangan penerimaan antar kabupaten/kotamadya di satu propinsi antara lain karena tidak meratanya ketersediaan sumber-sumber alam atau potensi lainnya. 18 tahun 1997 tentang Pajak dan Restribusi Daerah yang justru sangat membatasi kewenangan daerah. sebaiknya menerima alokasi bantuan/subsidi yang minimal sama dengan sebelum diberlakukannya sistem alokasi baru nanti. 25/1999. Memang. pertanahan. pertanian. kesehatan. Di sisi lain. saat ini pemerintah daerah sangat berharap agar pendelegasian kewenangan dalam bidang keuangan yang juga sedang dirumuskan di Pusat. perhubungan. kewenangan mengatur yang berkaitan . kehutanan. pada saat ini untuk sementara masih berlaku UU no. Sedangkan Undang-Undang Nomor 25/1999 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah sampai saat ini belum jelas seperti apa penjabarannya ke dalam PP. Pendelegasian kewenangan ini menyangkut khususnya pada pembagian keuangan pusat-daerah berdasarkan UU no. harus memberi kesempatan pada daerah untuk secara aktif dan kreatif serta bertanggung jawab mengembangkan potensi daerahnya. pertambangan umum maupun perikanan yang berdasarkan formula baru akan menerima lebih banyak dari pusat. penanaman modal. industri dan perdagangan. Di lain pihak. Yang jelas. gas. maka untuk menjaga tingkat kesejahteraan yang sudah dicapai sampai saat ini. 25/1999 menurut pandangan daerah. bagi daerah yang tidak memiliki sumber alam sebagaimana dimaksud UU No.

implementasi kewenangan politik sudah berkembang jauh melampaui batas-batas etika dan bahkan terkadang berbenturan dengan fungsi birokrasi. agar dalam menjalankan fungsi kontrolnya yang ketat kepada eksekutif dan perlu diimbangi pula adanya kontrol masyarakat atas perilaku politiknya. di samping telah memberdayakan peran DPRDnya. nampaknya tidak memungkinkan lagi terbukanya peluang intervensi kepentingan pusat atau propinsi dalam proses maupun keputusan politik di daerah. kekuasaan politik yang dimiliki DPRD tersebut didukung oleh kedudukan dan fungsi legislatif yang terpisah dari eksekutif. Kedua Pendelegasian kewenangan politik. Dengan kedudukan yang sejajar bahwa DPRD merupakan mitra bagi pemerintah daerah. Dalam konteks otonomi daerah. sehingga memiliki kewenangan politik yang sangat otonom. Dengan demikian. termasuk dalam proses 2. pemilihan kepala daerah (Gubernur/ Walikota/Bupati). Mekanisme Pendelegasian kewenangan politik yang berlaku efektif pada saat dan setelah pelaksanaan Pemilu 1999 yang lalu. Pelimpahan kekuasaan politik kepada daerah.Akuntansi Sektor Publik 48 dengan kebijakan atas perencanaan dan pelaksanaan program/proyek/kegiatan yang bersumber dana dari bantuan pusat/propinsi harus didelegasikan sepenuhnya kepada kabupaten/kotamadya. Kewenangan dalam politik yang demikian independen di daerah. Pemilu tahun 1999 yang menghasilkan DPRD yang representatif telah mewakili politik rakyat daerah. juga secara pasti sedang mengarah pada terwujudnya sistem check and balance dalam sistem kekuasaan di daerah. Artinya tidak perlu ada lagi mekanisme semacam rapat teknis yang hanya menambah tenaga hierarki dan pendanaan. DPRD sebagai badan legislatif daerah berkedudukan sejajar dan menjadi mitra dari pemerintah daerah (pasal 16 ayat 2 UU no. Dengan demikian perlu diimbangi dengan tumbuhnya peran kontrol masyarakat (internal control) kepada DPRDnya. dengan melalui pendelegasian kewenangan politik ini sebagai upaya membangun paradigma baru . Terputusnya hierarki kewenangan pusat dan propinsi atas sistem politik di kab/kota. telah mencapai suatu perkembangan yang sangat signifikan dibanding bidang-bidang lainnya. Kondisi ini terjadi dimungkinkan karena : 1. maka fungsi kontrol dapat dilaksanakan secara efektif. Bahkan dalam hal-hal tertentu. 22/99).

Walikota dan Bupati untuk menyampaikan pertanggungjawaban pada setiap akhir tahun anggaran akan memperkuat posisi politik DPRD dalam melaksanakan fungsi kontrolnya. 4.22/99 di dalamnya mengatur 26 bidang kewenangan pusat dan propinsi yang mencakup 426 urusan yang masih menjadi kewenangan pusat dari 203 urusan yang menjadi kewenangan propinsi. Seperti yang telah kita ketahui. 3. Sedangkan di luar kewenangan pusat sebagaimana ditetapkan dalam pasal 7 ayat 1 maupun kewenangan propinsi sebagaimana ditetapkan dalam pasal 9 ayat 1 adalah merupakan kewenangan kab/kota sebagai daerah otonom untuk mengatur (legislasi) dan kewenangan untuk mengurusi (eksekusi). Pada saatnya akuntabilitas publik dari para aktor politik maupun para birokrat akan menjadi syarat utama yang dituntut masyarakat. menetapkan dan mensahkan peraturan daerah sejak . 22/99 ini. kadangkala sering muncul berbagai kasus yang terkesan keluar dari nilai-nilai demokrasi yang universal seperti isu politik uang atau sejenisnya di daerah. pihak eksekutif akan bekerja keras untuk tidak melakukan kesalahan sekecil apapun dalam melaksanakan tugasnya. Mudahmudahan itu hanya merupakan dampak dari keterkejutan sesaat atas terjadinya perubahan yang drastis dan global dalam sistem politik. Sebagai upaya mengaktualisasikan mengatur (fungsi legislatif). 22/99 pada prinsipnya bukan merupakan sesuatu yang didelegasikan dari atas seperti pada pemerintahan orde lalu. berdasarkan rancangan PP yang sedang disosialisasikan ke daerah. diharapkan masalah calon titipan atau pendamping dari pusat yang selama ini selalu menyertai dalam pemilihan Kepala daerah hanya tinggal cerita. Dalam konteks UU No. Sehingga. Yang menjadi pertanyaan. 22/99 ini. Oleh karena itu.Akuntansi Sektor Publik 49 otonomi. yang pada dasarnya merupakan penjabaran lebih lanjut dari pasal 7 dan 9 UU No. Dalam rangka menuju bangsa yang demokratis seperti yang tersirat dalam UU no. Ketiga Pendelegasian kewenangan urusan daerah. khususnya dalam menyusun. melainkan lebih sebagai tuntutan dari bawah sesuai dengan kebutuhan masyarakat daerah. apakah benar akan demikian kenyataannya pada saat nanti? Hal ini perlu dibuktikan dan sangat tergantung pada substansi peraturan pemerintah yang mengatur kewenangan pemerintah dan propinsi yang rencananya akan dikeluarkan pada bulan (Juli 2000). Adanya kewajiban bagi Gubernur. diharapkan urusan-urusan yang dalam PP dirancang masih menjadi kewenangan pusat atau propinsi tersebut diharapkan tidak menyimpang (meskipun) melalui berbagai cara apapun) dari maksud otonomi luas dari UU no.

Yang terpenting lagi. Karena tanpa dukungan . Banyak kebijakan bisa diputuskan dengan cepat dan memungkinkan pelayanan berjalan dengan lebih baik. segi materi (keuangan) memang sangat penting. Seperti Badan/Dinas/Bagian yang ada saat ini akan disesuaikan dengan urusan yang wajib dilaksanakan berdasarkan UU No. Sedangkan upaya untuk mengaktualisasikan kewenangan mengurus. 22/99 dan UU No. Dengan demikian.25/99. Selanjutnya. Diharapkan dari sini akan lahir dan terbangun akuntabilitas publik dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kesiapan Daerah untuk Otonomi Kesiapan daerah untuk melaksanakan otonomi di samping karena memadainya kewenangan otonom yang dimiliki. masyarakat daerah harus mampu bersikap kritis dan berani menyatakan hal yang benar bila para politikus (DPRD) dan birokrat menyimpang dari rel yang benar. Sehingga diharapkan dengan paradigma baru bahwa urusan daerah merupakan sesuatu yang harus lahir dari bawah. kewenangan mulai ada pada daerah. akan lebih bijaksana apabila makna otonomi luas dapat diartikan sebagai kebebasan yang bertanggung jawab untuk memilih dan menentukan urusan sesuai kebutuhan daerah dan dalam batas-batas kemampuan anggaran yang tersedia untuk membiayainya. 22/99. Karena yang lebih penting lagi adalah diberikannya kebebasan kewenangan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi pemerintahannya yang sebenarnya sudah menjadi hak atau milik daerah sejak lama. otonomi yang luas tidak diartikan bebas semaunya dan dengan begitu maka daerah akan selalu mempertimbangkan bukan hanya soal banyak atau sedikitnya urusan yang ditangani. juga harus didasarkan pada suatu keyakinan bahwa pelayanan yang dilakukan oleh lembaga yang terdesentralisasi adalah lebih baik daripada yang tersentralisasi. untuk melaksanakan otonomi. jika dimilikinya kewenangan mengatur oleh daerah khususnya kabupaten/kotamadya. maka daerah akan menata ulang kelembagaan maupun SDMnya segera setelah PP tersebut ditetapkan.Akuntansi Sektor Publik 50 diberlakukan UU no. Di pihak lain. 22/99 (pasal 11) maupun urusan yang harus dilakukan sesuai dengan tuntutan nyata daerah. tentu akan terkait langsung dengan urusan yang benar-benar dibutuhkan oleh daerah dan tidak termasuk ke dalam urusan propinsi atau pusat berdasarkan PP. Pada akhirnya. tetapi bukan segalanya dalam mengatur pemerintahan. tetapi lebih kepada manfaat (benefit) yang diperoleh bagi masyarakat daerah tersebut. perlu ada sikap konsistensi dari substansi peraturan pemerintah yang mengatur pelaksanaan lebih lanjut UU No.

Akuntansi Sektor Publik 51 dari masyarakat daerah tersebut. . membangun visi otonomi daerah yang diinginkan oleh bangsa ini sulit akan diwujudkan.

Akuntansi Sektor Publik 52 VIII. Adanya bukti transasksi inilah yang memicu pencatatan akuntansi. Setiap transaksi harus disertai dengan dokumen atau bukti transaksi yang sah. Bukti Penerimaan Kas Bukti Penerimaan Kas merupakan semua dokumen yang menjadi bukti adanya penerimaan kas oleh daerah dan menjadi sumber bagi pencatatan ke dalam jurnal penerimnaan kas. Tanda Bukti Pengeluaran e. Surat Permintaan Pembayaran (SPP) b. Karena akuntansi hanya mencatat objek yang timbul akibat transaksi yang sah maka tidak ada transaksi tanpa bukti transaksi. Surat Pertanggungjawaban (SPJ) d. Bukti Memorial Bukti Memorial merupakan bukti pencatatan pada Jurnal Umum . Dst sesuai dengan kebijakan yang ada di daerah 2. Setiap transaksi merupakan sumber utama untuk pencatatan ke dalam jurnal dan buku pembantu. Bukti pengeluaran kas dapat berupa: a. Rekap Penerimaan Hariian d. Dokumen transaksi terdiri atas: 1. PRAKTEK AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH DALAM PRESPEKTIF PARADIGMA BARU PENGELOLAAN KEUANGAN SEKTOR PUBLIK A. Surat Perintah Membayar (SPM) c. PENDAHULUAN Dokumen Akumtansi merupakan sumber utama untuk pencatatan ke dalam jurnal dan buku pembantu. Bukti Pengeluaran Kas Bukti Pengeluaran Kas merupakan semua dokumen yang menjadi bukti adanya pengeluaran kas oleh daerah dan menjadi sumber bagi pencatatan ke dalam jurnal pengeluaran kas. Tanda Bukti Penerimaan c. Dst sesuai dengan kebijakan yang ada di daerah 3. Bukti penerimaan kas dapat berupa: a. Surat Tanda Setoran b.

Sedangkan basis kas modifikasian berarti pencatatan hanya dilakukan hanya terhadap transaksi yang melibatkan kas. Pencatatan dilakukan dengan sistem double entry berdasarkan basis Kas Modifikasian. Sistem double entry digunakan sebab memiliki keuntungan 1. 2. CATATAN AKUNTANSI Catatan akuntansi merupakan bagian dari siklus akuntansi keuangan daerah. catatan. dimana dalam setiap pencatatan transaksi maka kita akan mencatat dua hal yang terpengaruh dengan adanya transaksi tersebut. sedangkan untuk menghasilkan . Pencatatan ini dikenal dengan sistem debit-kredit. Sistem double entry dapat menghasilkan laporan keuangan yang lebih mudah diaudit dan penelusuran antara bukti transaksi. utang. Sistem singe entry ditinggalkan karena 1. 3. Sistem double entry merupakan sistem pembukuan berpasangan. dan keberadaan kekayaan. Sistem double entry menggantikan sistem single entry. Single entry tidak dapat memberikan informasi yang komprehensif Tidak dapat mencerminkan kinerja yang sesungguhnya Single entry telah ditinggalkan oleh banyak negar-negara maju. Dengan basis kas modifikasian. dan ekuitas organisasi 2.Akuntansi Sektor Publik 53 B. laporan neraca di akhir periode akuntansi digunakan basis akrual. sedangkan transaksi yang tidak ada penerimaan atau pengeluaran kas dicatat diakhir periode dalam jurnal penyesuaian. Pengukuran kinerja dapat dilakukan secara lebih komprehensif. Catatan akuntansi tersebut digunakan untuk mencatat segala macam transaksi yang terjadi di lingkungan Pemerintah Daerah. pencatatan anggaran menggunakan basis kas.

Aturan tersebut adalah sebagai berikut: Jenis Rekening Bertambah Berkurang Aktiva D K Utang K D Modal K D Pendapatan K D Biaya D K Klasifikasi rekening diatas adalah untuk rekening umum yang terdapat dalam neraca. maka sangat tidak efisien untuk mencatat transaksi yang berulang kali. yaitu: a. Sehingga dibuat jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat transaksi yang terjadi berulang-ulang dengan tujuan mengurangi pekerjaan dalam membuat jurnal dan akan memudahkan pembukuan ke rekening-rekening. Laporan Keuangan Data yang terdapat dalam buku besar dan buku pembantu menjadi sumber untuk membuat laporan keuangan. Pencatatan dalam Jurnal c. Jurnal Penerimaan Kas . Catatan akuntansi terdiri dari beberapa macam jurnal. Dengan adanya pencatatan dengan sistem double entry tersebut. Analisis transaksi b. Peringkasan (posting ke Buku Besar) d. ATURAN DEBIT-KREDIT Dalam sistem pembukuan berpasangan dikenal aturan debit-kredit. Sedangkan untuk aturan debit-kredit dalam struktur APBD yang baru adalah sebagai berikut: Struktur APBD Pendapatan Belanja Pembiayaan Penerimaan Derah Pengeluaran Daerah Bertambah K D K K D Berkurang D K D D K Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus dilakukan utnuk melakukan pencatatan: a.Akuntansi Sektor Publik 54 C. Perincian ke dalam buku pembantu e.

Penerimaan Kas dari penerimaan dana perimbangan 3. Tanggal transaksi atau kejadian keuangan. transaksi pengeluaran kas juga terjadi berulangkali. Buku Jurnal Pengeluaran Kas merupakan buku yang digunakan untuk mencatat dan menggolongkan transaksi atau kejadian yang mengakibatkan terjadinya pengeluaran kas. Obyek Penerimaan kas. Seperti halnya Jurnal Penerimaan Kas. Penerimaan Kas dari tagihan piutang Untuk mencatat dan menggolongkan transaksi kejadian tersebut.Akuntansi Sektor Publik 55 Buku Jurnal Penerimaan Kas merupakan buku yang digunakan untuk mencatat dan mengolongkan transaksi atau kejadian yang mengakibatkan terjadinya penerimaan kas. Penerimaan Kas dari lain-lain pendapatan yang sah 4. Data yang dicatat dan digolongkan dalam buku jurnal ini adalah: 1. Data yang dicatat dan digolongkan dalam buku jurnal ini minimal adalah: . misalnya adalah pengeluaran kas untuk belanja. Penerimaan Kas dari pendapatan asli daerah 2. bukan barang 3. dicatat secara urut tanggal (kronologis) 2. yaitu obyek yang menyebabkan terjadinya penerimaan kas Jurnal Standar Transaksi atau kejadian yang mengakibatkan penerimaan kas umumnya berupa: 1. Contohnya adalah penerimaan kas dari pinjaman. Jurnal Kas yang diterima. jurnal standar penerimaan kas adalah: Debit : Kas Kredit : Pendapatan Asli Daerah (ditulis nama obyek) Pendapatan Dana Perimbangan (ditulis nama obyek) Lain-lain Pendapatan yang Sah (ditulis nama obyek) Pembiayaan – Penerimaan Pinjaman (ditulis nama obyek) Pembiayaan – Penerimaan Piutang (ditulis nama obyek) b. Jurnal Pengeluaran Kas Jurnal Pengeluaran Kas memberikan makna bahwa kas dikredit dan rekening yang terdapat dalam jurnal pengeluaran kas pada tanggal terjadinya transaksi. dalam bentuk uang. Penerimaan Kas dari pinjaman 5.

Jurnal Umum Kedua jurnal diatas merupakan jurnal yang digunakan hanya untuk transaksi yang melibatkan Kas Daearah. Jurnal Standar Pengeluaran Kas adalah: Debit : Belanja Administrasi Umum ( ditulis nama obyek) Belanja Operasi dan Pemeliharaan ( ditulis nama obyek) Belanja Modal aparatur ( ditulis nama obyek) Belanja modal Publik ( ditulis nama obyek) Belanja Transfer ( ditulis nama obyek) Belanja Tdak Tersangka ( ditulis nama obyek) Pembiayaan – Pembayaran Hutang ( ditulis nama obyek) Pembiayaan – Penyertaan Modal ( ditulis nama obyek) Kredit : Kas c. Pengeluaran Kas untuk pembayaran hutang pokok 8. Pengeluaran Kas untuk belanja modal aparatur 4. Pengeluaran Kas untuk belanja transfer 6.Akuntansi Sektor Publik 56 1) Tanggal Transaksi atau Kejadian Keuangan 2) Jumlah Kas yang Diterima 3) Obyek Pengeluaran Kas Jurnal Standar Transaksi atau kejadian yang mengakibatkan pengeluaran kas antara lain: 1. Untuk transaksi yang tidak melibatkan Kas Daerah. Pengeluaran Kas untuk belanja tidak tersangka 7. Pengeluaran Kas untuk belanja modal publik 5. dicatat dalam satu buku jurnal yang lain yaitu Buku Jurnal Umum. Pengeluaran Kas untuk belanja operasi 3. Buku Jurnal Umum merupakan buku yang digunakan untuk mencatat dan menggolongkan transaksi atau kejadian yang tidak mengakibatkan terjadinya . Pengeluaran Kas untuk belanja adminstrasi umum 2. Pengeluaran Kas untuk penyertaan modal Untuk mencatat dan menggolongkan transaksi atau kejadian tersebut.

Buku Besar Pendapatan Buku Besar Pendapatan memuat rekening-rekening pendapatan. dan pembelian barang secara kredit. Proses peringkasan atau pemindahan akun/ rekening ke buku besar disebut dengan posting. yaitu: 1. Dana Perimbangan 1) buku besar bagi Hasil Pajak 2) buku besar Bagi Hasil Bukan Pajak c. Pendapatan Asli Daerah Termasuk dalam buku besar kelompok Pendapatan Asli daerah adalah: 1) buku besar Pajak Hotel 2) buku besar Pajak Restoran 3) buku besar Retribusi Pelayanan Kesahatan 4) buku besar Pelayanan Parkir b. Data yang dicatat dan digolongkan dalam buku jurnal ini minimal adalah: • • • • • Tanggal Transaksi atau Kejadian Keuangan Kode Rekening Uraian Jumlah Debit Jumlah Kredit Disamping itu. Selanjutnya dirinci lagi sesuai dengan komponen yang menyusun rekening pendapatan yaitu: a. Lain-lain Pendapatan yang Sah . Sedangkan untuk penggolangan dan perincian transaki digunakan 2 buku. buku jurnal umum dapat dirancang utnuk menampung data lain sesuai dengan kebutuhan.Akuntansi Sektor Publik 57 penerimaan dan pengeluaran kas. Buku besar pada dasarnya terdiri dari sekumpulan rekening yang digunakan untuk menmpung nama rekening yang telah dicatat dan digolongkan dalam Buku Jurnal. Misalnya adalah donasi berupa aktiva tetap. Jenis dan macam buku besar menyesuaikan dengan kelompok rekening dalam struktur APBD yang baru. Buku Besar Transaksi yang telah dicatat dalam buku jurnal kemudian akan diringkas dalam buku besar. yaitu: A.

Buku Besar Belanja Modal/Pembangunan. contoh Honorarium/ Upah c. buku besar Bantuan Dana Kontinjensi b.Akuntansi Sektor Publik 58 a. Buku Besar Investasi Jangka Panjang. Buku Besar Aktiva Lain-lain 5. Contohnya adalah Buku Besar Utang Lancar (BB Utang Belanja. baik pembiayaan dari penerimaan maupun pengeluaran daerah. contohnya Belanja Modal Gedung. Buku Besar Belanja Bagi Hasil dan Bantuan e. Buku Besar Belanja Operasi dan Pemeliharaan. Belanja Modal Kendaraan d. Buku Besar Belanja Administrasi Umum. Buku Besar Aktiva Termasuk jenis buku besar aktiva adalah: a. Buku Besar Pembiayaan Buku besar pembiayaan memuat ringkasan rekening-rekening pembiayaan yang dilakukan oleh daerah. Jenisnya antara lain: Buku Besar Pembiayaan-Penerimaan Piutang dan Buku Besar Pembiayaan-Pembayaran Utang Pokok yang Jatuh Tempo 4. Buku Besar Aktiva Lancar. BB Utang Pajak) dan Buku Besar Utang Jangka Panjang (BB Utang Dalam Negeri) 6. terdiri atas: BB Tanah. terdiri atas BB Invesatasi dalam Saham c. Buku Besar Ekuitas Dana . contoh Gaji dan Tunjangan b. BB Piutang Pajak. Buku Besar Utang Jenis dan Klasifikasi buku besar utang sesuai dengan jenis utang dan kondisi daerah masing-masing. Buku Besar Dana Cadangan e. Buku Besar Aktiva Tetap. Buku Besar Belanja Tidak Tersangka 3. BB Piutang Retribusi b. Buku Besar Belanja Buku besar ini mencakup rekening-rekening belanja daerah. yaitu: a. terdiri dari BB Kas. BB Jalan dan Jembatan d. buku besar Dana Darurat 2.

Untuk rekening yang memerlukan perincian lebih lanjut dan dicatat dalam buku pembantu. 1. persediaan. Contoh rekening-rekening dalam buku besar yang memerlukan Buku Besar Pembantu adalah: Piutang. Aktiva Tetap. Masukkan tanggal setiap transaksi pada kolom tanggal 2. Masukkan jumlah setiap transaksi pada kolom yang sesuai. buku besar Ekuitas dana Umum b. 8. misalnya: a. 7. dan Hutang. debit atau kredit dan masukkan saldo baru pada kolom saldo.Akuntansi Sektor Publik 59 Jenis dan klasifiasi buku besar tersebut disesuaikan dengan daerah masingmasing. Buku besar pembantu merupakan catatan akuntansi yang fungsinya memberikan informasi rinci dari suatu rekening yang diringkas dalam Buku Besar. buku besar Dana Donasi Berikut adalah Langkah-langkah yang harus dilakukan sewaktu pemindahbukuan jurnal (posting) dari buku jurnal ke buku besar. secar kumulatif 3. Sumber pencatatan ke buku buku pembantu adalah dokumen atau bukti transaksi. Buku Besar Pembantu Rekening –rekening yang terdapat dalam buku besar dapat dibedakan atas rekening yang tidak membutuhkan perincian dan rekening yang membutuhkan perincian. Contoh Pencatatan Akuantansi Keuangan Daerah . Investasi Jangka Panjang. Kolom Ref pada Jurnal Penerimaan dan Pengeluaran serta jurnal umum diberikan tanda (V) atau check sebagai tanda bahwa transaksi atau jurnal tersebut telah diposting ke buku besar.

00 KREDIT 500.00 490.500.00 750.00 550.00 110.000.000.00 1.00 13.250.00 200.00 17.000.00 2.000.000.00 2.500.586.000.00 .500.500.00 35.586.000.975.836.00 75.500.600.000.00 800.750.000.000.000.000.00 100.000.00 17.00 975.250.00 3.500.000.00 125.Akuntansi Sektor Publik 60 Berikut ini adalah neraca awal (neraca Saldo) dan APBD suatu Kabupaten: PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X N E R A C A 1 Januari Tahun 20x4 URAIAN AKTIVA LANCAR Kas Piutang Pajak Piutang Retribusi Piutang Lain-Lain Persediaan Bahan Habis Pakai/Material Persediaan Obat-Obatan Belanja Dibayar Dimuka INVESTASI JANGKA PANJANG Investasi Jangka Panjang AKTIVA TETAP Tanah Jalan dan Jembatan Bangunan Air Gedung Mesin dan Peralatan Kendaraan Meubelair dan Perlengkapan Buku Perpustakaan HUTANG JANGKA PENDEK Bagian Lancar Utang Jangka Panjang Utang Perhitungan Pihak Ketiga UTANG JANGKA PANJANG Utang Dalam Negeri Utang Luar Negeri EKUITAS DANA Ekuitas Dana Umum Jumlah DEBET 1.000.00 4.800.

00 200.00 500.000.00 500.00 175.700.00 800.000.000.000.000.000.00 0.00 275.000.00 0.00 125.00 400.00 .00 0.00 350. Sumbangan Transfer dari Dana Cadangan Hasil Penjualan Aset Daerah Yang Dipisahkan 450.00 0.500.00 200.00 125.000.000.500.000.00 325.000.00 125.500.00 150. PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Bagian Laba Usaha Daerah Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber Daya Alam Dana Alokasi Umum Dana Perimbangan dari Propinsi Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah Bantuan Dana Kontinjens i/Penyeimbang dari Pemerintah ANGGARAN 2 KETERANGAN 3 1.00 350.00 150.00 125.00 250.00 4.00 400.500.00 4. Hibah.00 750.00 75.000.000.00 900.000.Akuntansi Sektor Publik 61 Pemerintah Kabupaten/Kota X ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH Tahun Anggaran 20X4 (Dalam Ribuan) UR A IA N 1 I.000.00 200.000.00 0. PEMBIAYAAN Penerimaan Daerah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Yang Lalu Penerimaan Pinjaman dan Obligasi Penerimaan Piutang Penerimaan Donasi.000.300.II ) III.000.000.000.000.000.00 II.000. BELANJA Aparatur Daerah Belanja Administras i Umum Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal/Pembangunan Belanja Modal Gedung Belanja Modal Kendaraan Pelayanan Publik Belanja Administras i Umum Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal/Pembangunan Belanja Modal Gedung Belanja Modal Kendaraan Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan Belanja Bantuan Keuangan Kepada Organis asi Profesi Belanja Tidak Tersangka Belanja Tidak Tersangka JUMLAH BELANJA SURPLUS/DEFISIT ANGGARAN ( I .000.

000 9. Membayar biaya perjalanan dinas bupati sebesar Rp 280.000 Realisasi 900.000.000 100.dan BPHTB sebesar Rp 90.475.000 1.11.-. 7. 4..00.00 dengan rincian sebagai berikut: Nama Pasar Penerimaan Retribusi Pasar A 400. Membeli BHP kantor Setda sebesar Rp 200. Membayar Gaji dan Tunjangan Pegawai Setda sejumlah Rp 445.dan Pelayanan Publik Rp 260.000.000 Pasar C 225.Rincian dari jumlah di atas yaitu sebagai berikut: a. PPh psl 21 sebesar Rp 150. 6.-.• Biaya pemeliharaan bangunan gedung tempat tinggal Rp 50.500.00 dengan rincian sebagai berikut: Nama Hotel Hotel Bintang Lima Hotel Bintang Tiga Hotel Melati Jumlah SKPD 1. Membayar Gaji dan Tunjangan Pegawai untuk Kampaye Anti Narkoba sejumlah Rp 260.000 1..000.000....000. Laba BUMD yang diterima sebesar Rp 300.000.-.475..600.000. Retribusi Pasar yang diterima sebesar Rp 825.dengan perincian sebagai berikut: • Biaya pemeliharaan bangunan gedung tempat kerja Rp 75.700.000. tetapi baru diterima sebesar Rp 1.dengan rincian sebagai berikut: Uang representasi Rp 100. Belanja Pemeliharaan gedung kantor Setda sebesar Rp 125.500.000 Tunjangan Jabatan Rp 100.-.000.000 100.000 500.Akuntansi Sektor Publik 62 Berikut ini adalah transaksi-transaksi yang terjadi di PemKab X selama tahun 2004: 1.000..000 2.600.000.500 b.000 475.000.500.8.00 0.000.500.000 Tunjangan Panitia Rp 60.dengan rincian sebagai berikut: Gaji Pokok Rp 300..dan BPD sebesar Rp 100. Diterbitkan SKPD atas Pajak Hotel sebesar Rp 1.000 Tunjangan Fungsional Rp 45.000. Bagi Hasil pajak Propinsi yang diterima adalah Rp.000.000. DAU yang diterima realisasinya sebesar Rp 850.terdiri atas PDAM sebesar Rp 200.000.. Belanja Pegawai (BAU) Aparatur Daerah Rp 445.000 Tunjangan Komisi Rp 100.-.500. 10. Bagi Hasil Pajak yang direalisasikan sebesar Rp 440.-. Membayar Belanja Modal untuk kendaraan roda empat sebagai berikut: .dari kontrak sebesar Rp 295.000 Pasar B 200.000.000.500 3. Dari dana tersebut telah dipertanggungjawabkan sebesar Rp 270.00 yang terdiri atas PBB sebesar Rp 200.. 5.

17. Honorarium/upah Rp 200. .000.000 125.000.000 Industri&Perdag 180.19. Biaya Pemeliharaan alat-alat angkutan Rp 174. Neraca Daerah.000 247..000 150.000 120.500. Belanja Operasional dan Pemeliharaan (BOP) untuk pelayanan publik adalah sebagai berikut: a. Bayar Utang jangka panjang yang telah jatuh tempo sebesar Rp 200. Biaya bantuan korban banjir dan kebakaran Rp 200.13.000 Jumlah 494.000 472. Laporan Aliran Kas.000 Pekerjaan Umum 120.500.dari IHH yang tidak dianggarkan.000 175. Bagaimanakah pencatatan transaksi-transaksi di atas dengan menggunakan sistem double entry dengan sistem pencatatan kas modifikasian dengan mengerjakan tahapan pekerjaan sebagai berikut: a.000.b. Biaya Perjalanan Dinas dalam Kota Rp 120. 18.c. Buatlah Neraca Saldo. Laporan Perhitungan APBD 2.20. Membayar biaya bahan habis pakai untuk pelayanan publik sebesar Rp 100.000. Jurnal Pengeluaran Kas. Membayar Biaya Operasional dan Pemeliharaan (BOP) yang terjadi di Setda sebagai berikut.Diminta: Diasumsikan bahwa Anda bekerja di bagian Sub. Postinglah ke Buku Besar sesuai dengan akunnya masing-masing. Biaya Perjalanan dinas Rp 125.000.dari nilai kontrak sebesar Rp 125.15.000 SPJ/Dibayarkan 185.500.000.500 12. Biaya Cetak/Penggandaan Rp 149. Bagian Aparatur Daerah Bidang/sektor Kontrak Pertanian 200.000 145.000..500 Tata Ruang 145.000 Anggaran 200.000 467. Pinjaman diperoleh dari BPD sebesar Rp 150. c.000. Gaji dan Tunjangan Rp 199.000. Biaya perjalanan dinas luar kota untuk pelayanan publik sebesar Rp 155.000.000 500.Akuntansi Sektor Publik 63 A.000 100. Buatlah Laporan Keuangan Daerah yang terdiri dari: 1.000.c.000 Kesehatan 250. Dibayarkan biaya sosialisasi akuntansi keuangan daerah untuk pelaksanaan Kepmendagri No.21. Biaya makan dan minum Rp 150. d.000.000.000 B.000 Jumlah 500. 3. Bag Pembukuan.d. Biaya Pemeliharaan Instalasi Rp 74. Bagian Pelayanan Publik Bidang/sektor Kontrak Anggaran SPJ/Dibayarkan Pariwisata 99.14.000 162.d. dan Jurnal Umum.000 250.000.500 500. a. b. Analisislah transaksi di atas dan bukukanlah ke dalam buku Jurnal Penerimaan Kas.16. Diterima dari Pemerintah Pusat Rp 250. 29/2002 (tidak dianggarkan) sebesar Rp 50. Menerima Dana dari Penjualan Obligasi PemKab X Rp 124.000 80.b.

2.XXXX.00 4.500.000.00 825.XXXX. 2.XXXX.00 250.590.000.115.XX.01 1.000. maka pencatatan transaksi adalah sbb: JURNAL PENERIMAAN KAS ( Dalam Jutaan Rupiah ) Tanggal Transaks i 1 2 3 4 5 7 17 19 20 1. Persediaan Obat-obatan yang terpakai sebesar Rp 50.01 1.1.Akuntansi Sektor Publik 64 Data Tambahan Untuk Jurnal Penyesuaian 1. 00 Kode.Penerimaan Pinjaman Pembiayaan .840. Persediaan Bahan Habis Pakai yang tersisa Rp 25.. 00 1.2.XXXX. Penutupan saldo seluruh rekening Pendapatan dan saldo seluruh rekening Belanja (Kecuali Belanja Modal) ke rekening Surplus/Defisit 2.00 4.XXXX.XX.000.000.500.XXXX. Penutupan rekening Surplus/Defisit ke rekening Ekuitas Dana Umum 3.500.00 5.890.XX.3 Pendapatan Pajak Hotel Pendapatan Retribusi Pelayanan Pasar Pendapatan Dana Alokasi Umum Pendapatan Bagi Hasil Pajak Bagian Laba Perusda Bagi Hasil Pajak Propinsi Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber Daya Alam Pembiayaan .500.1.Penerimaan Pinjaman V V V V V V V V V 1.XXXX.00 850.Rek Uraian Ref Jumlah ( Rp) Akumulasi ( Rp) .00 124.500. Informasi Untuk Penutupan Buku Akhir Tahun Anggaran 1.000.08 1.1.3 3.000.00 2.02 3.1.2.00 150.590.150.990.000.00 3.00 4.00 300. Berdasarkan Soal tersebut.1.1.475.00 440.2.01 1.00 3.01 1. 2.XX.XXXX.500. Penutupan elemen Pembiayaan yang digunakan untuk mengalokasikan surplus atau menutup defisit dalam Perhitungan APBD ke rekening Ekuitas Dana Umum (Kecuali elemen Pembiayaan berupa Tranfer dari Dana Cadangan dan Transfer ke Dana Cadangan ditutup ke rekening Ekuitas Dana Dicadangkan).475.00 700.300.(BOP PP).01 1.XX.XX.XX.XXXX.500.00 3.XX.500.1.3.500.2.1.4.000 (BAU AD).XX.000.500.

XX.4.00 726.000.1.500.XXXX.000.03 2. 2.XX.XX.000.000.00 3.0 0 74.000.00 1.01 2.00 2.2.0 0 174.XX.01 2.00 1.XX.500.00 2.0 0 120.XX.1.XX.623.XXXX.XXXX.2.00 2.XX.XXXX.348.1.450.3.3.0 0 199.00 3.0 0 149.XX.000.720.500.01.0 0 445.0 0 125.0 0 125.XX.500.500.05 2.01 2.XXXX.00 2.149.03 2.XXXX.1.0 0 472.XX.000.00 1.3.599.XXXX.03 .1.000.0 0 150.3.000.500.1.XXXX.250.03.000.2.XX.9.500.500.00 986.XX.XXXX.000.500.000.1.3.697.0 0 200.000.500.03.1.XXXX.Rek Uraian Ref Jumlah ( Rp) 280.1.1.XXXX.00 2.2.01 2.000.00 Akumulasi ( Rp) 2.500.XX. 2.00 3.500.894.01 12 2.XX.0 0 260.XXXX.00 2.XXXX.02 13 14 15 2.500.01 2.3.4. 1 1 2 1 1 1 2 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 Biaya Perjalanan Dinas Gaji dan Tunjangan Pegawai Gaji dan Tunjangan Pegawai Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Biaya Pemeliharaan Bangunan Gedung Belanja Modal Kendaraan Roda 4 Belanja Modal Kendaraan Roda 4 Honorarium/Upah Biaya Cetak dan Penggandaan Biaya Perjalanan Dinas Biaya Pemeliharaan Alat-Alat Angkutan Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Biaya Perjalanan Dinas Gaji dan Tunjangan Pegawai Daerah Biaya Makanan dan Minuman Kantor Biaya Perjalanan Dinas Biaya Pemeliharaan Instalasi V V V V V V V V V V V V V V V V V 280.00 3.311.500.1.00 9 10 11 2.XXXX.778.500.01 2.2.0 0 155.994.9.2.0 0 200.000.XXXX.0 0 100.Akuntansi Sektor Publik 65 PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X JURNAL PENGELUARAN KAS ( Dalam jutaan ) Tanggal Transaks i 6 8 Kode.1.498.XXXX.XX.XX.01 2.0 0 467.2.XXXX.2.1.000.1.01 2.4.000.000.500.1.00 3.186.

1 2 Belanja Tidak Tersangka Pembiayaan .XX.01 1 .000.000.XXXX.000.XXXX.10 2.00 3.XX.XX.XXXX.000.XX.000.01 2.6.000.2.1.00 75.000.XXXX.00 4.1.5.500.01.2.500.00 5 2 6 2 7 2.XX.XXXX.01 5.XXXX.4 2.500.XX.XX.2.XXXX.1 3.1.1.00 25.097.000.1.1.XXXX.2 2.2.XXXX.01 5.2. 5.XXXX.XXXX.00 95.Pembayaran Utang Pokok V V V 200.000.1.3.00 55.XX.XXXX.2 2.00 50.00 125.2 2.00 2 Belanja Tidak Tersangka PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X JURNAL UMUM Kode Rekening (Ayat/Pasal) 1 2 Penyesuaian APBD Tanggal Uraian 3 Re f 4 Debet (Rp) 5 Kredit (Rp) 6 1 4.01 4.0 0 50.00 10.147.XX.2.00 95.00 22.00 4.000.XXXX.00 10.00 2 1 1 3 4 1 2 V V V V V V V V V 33.5.000.XX.XXXX.3.XXXX.6.897.XX.Akuntansi Sektor Publik 66 16 18 21 2.500.1.500.01 2.04 1.1.000.XX.0 0 200.3.1.XX.01 Piutang Pajak Pendapatan Pajak Hotel Belanja Dibayar Dimuka Biaya Perjalanan Dinas Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Utang Kepada Pihak Ketiga Belanja Modal Kendaraan Roda 4 Belanja Modal Kendaraan Roda 4 Utang Kepada Pihak Ketiga Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Utang Kepada Pihak Ketiga Biaya Bahan/Material Persediaan Obat-Obatan Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Persediaan Bahan Habis Pakai V V V V V 125.00 75.000.XX.000.XXXX.XX.1.XX.00 50.000.00 25.000.

03.XX.0 0 825.00 200.XX.00 250.XX.2.000.00 1.02 2.500.00 1.XX.500.4 802.XXXX.01.00 459.00 994.2.01 1.000.000.1.00 174.01 1.4.1.3.XX.4.500.XX.XX.XXXX.XXXX.2.00 445.XXXX.XX.XXXX.XX.XX.1.000.XXXX.01 2.000.000.00 280.1 3.XXXX.XX.500.01 5.00 994.XXXX. 2.1.2.773.3 3.000.500.XXXX.00 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 Pendapatan Pajak Hotel Pendapatan Retribusi Pelayanan Pasar Pendapatan Dana Alokasi Umum Pendapatan Bagi Hasil Pajak Bagian Laba Perusda Bagi Hasil Pajak Propinsi Bagi Hasil Bukan Pajak/SDA Gaji dan Tunjangan Pegawai Biaya Perjalanan Dinas Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Biaya Pem.01 1.XXXX.00 149.1.000.00 300.XXXX.1.XXXX.1.2.000. Alat-Alat Angkutan Gaji dan Tunjangan Pegawai Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Biaya Perjalanan Dinas Biaya Makanan dan Minuman Kantor Biaya Pemeliharaan Instalasi Belanja Tidak Tersangka Ikhtisar Surplus/Defisit Ikhtisar Surplus/Defisit Ekuitas Dana Umum Ekuitas Dana Umum Pembiayaan sisa Lebih Tahun Berjalan 6.500.XXXX.2.00 850.00 370. 2. maka buku besar masing-masing adalah sbb: LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X .XXXX.500.3.00 150.600.00 1.XXXX. 2.2.XXXX.XX.XX.00 250.01 1.XX.XX.XX.01 2.000.1.500.01 1.1 3.2.00 74.XXXX.00 200.000.2.3.1.2.000.Akuntansi Sektor Publik 67 3.XX.000.XX.XX.1.XXXX.2.XXXX.00 125.XX. Bangunan Gedung Honorarium/Upah Biaya Cetak dan Penggandaan Biaya Pem.1.773.1.XXXX.XX.1 Pembiayaan Sisa Lebih Perhit Th Berjalan Ekuitas Dana Umum Kendaraan Belanja Modal Kendaraan Roda 4 Hutang Pembiyaan-Pembayaran Hutang Pokok Pembiyaan-Penerimaan Pinjaman Hutang Jk Panjang-Dalam Negeri V V V V 802.00 700.000.00 274.1.XXXX.1.00 200.00 390.9.XXXX. 2.01 2.3 5.01 2.2.XXXX.3.000.773.XXXX.XX.XX.XXXX.5.XXXX.XX.00 1. 2.500.03 2.XXXX.XXXX.00 802.XX.3.000.01 2.000.05 2.1 Penyesuaian Neraca 4.XXXX.XX.00 Jurnal di atas.2.500.000.1.500.1.XX.00 274.4 6.02 2.00 802.1.XX.03.000.03 2.XX.1 Jurnal Penutup 1.1.4.500.4.1.000.00 440.1.08 1.2.00 125.1 6.XXXX.000.9 2.2.XX.XXXX.XX.

00 125.000.500. Darat Bermotor1 Belanja Modal Angkt.00 120.000.00 4.1.00 4.000.993.00 150.946.00 125.000.500.500.00 1.00 2.00 155.00 445.00 124.500.XX.00 3.500.250.00 467.475.00 2. Utang Pokok Pembiyaan . : Tanggal Transaksi 1 2 3 4 5 6 7 8 8 9 10 11 11 12 12 12 12 13 14 15 15 15 15 16 17 18 19 20 21 KAS 4.000.000.854.500.500.000.00 5.00 260.00 149.846.00 2.000.217.00 300.000.654.00 3.00 472.140.Akuntansi Sektor Publik 68 BUKU BESAR Nama : Kode.00 1.00 4.00 100.00 3.000.000.500.00 150.000.000.000.00 2.00 2.000.00 5.00 700.000.500.Penerimaan Pinjaman Pembiyaan .00 200.590.00 200.500. Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Biaya Perjalanan Dinas Gaji dan Tunjangan Pegawai Daerah Biaya Makanan dan Minuman Kantor Biaya Perjalanan Dinas Biaya Pemeliharaan Instalasi Belanja Tidak Tersangka Bagi Hasil Bukan Pajak/SDA Pembiyaan .00 4.000.114.000.000.500.400.500.00 5.00 50.000. Belanja Modal Angkt.000.217.000.500.529.00 2.500.Penerimaan Pinjaman Belanja Tidak Tersangka 1.00 4.00 2.1 Gaji dan Tunjangan Pegawai .00 440.00 280.342.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR .Pemby.500.500.00 199.00 2.500.000.860.840.00 2.000.00 200.000.00 250.00 74.390.00 4.00 3.00 2.000.492.2 Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Biaya Pemeliharaan Bangunan Ged.XXXX.000.000.500.000.241.00 2.550.00 2.00 3.000.000.560.00 4. Rek.143.725.267.000.0 0 825.000.062.00 Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 1.1 Uraian SALDO AWAL Pendapatan Pajak Hotel Pendapatan Retribusi Pelayanan Psr Pendapatan DAU Pendapatan Bagi Hasil Pajak Bagian Laba Perusda Biaya Perjalanan Dinas Bagi Hasil Pajak Propinsi Gaji dan Tunjangan Pegawai .000. Darat Bermotor1 Honorarium/Upah Biaya Cetak dan Penggadaan Biaya Perjalanan Dinas Biaya Pemeliharaan Alat Angkt.00 200.943.000.000.500.691.143.000.193.000.000.120.00 850.000.00 174.

1.00 250.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XXXX.8 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 35. Rek.1.XXXX. Rek.1.4 Uraian SALDO AWAL penyesuaian Hal………… Ref Debet Rp 125.1.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XX. Rek.000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. Rek. : PERSEDIAAN BAHAN HABIS PAKAI KANTOR 4.XXXX. : Tanggal PIUTANG RETRIBUSI 4.XX.XX.9 Hal………… .000.00 Kredit Rp Saldo Rp 125.XXXX. : Tanggal PIUTANG LAIN-LAIN 4.000.Akuntansi Sektor Publik 69 Nama : Kode.000.XX.5 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 75.000. : Tanggal 1 PIUTANG PAJAK 4.

1.XXXX. Rek.9. Rek.00 Saldo Rp 100.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 Kredit Rp Saldo Rp 10.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. : Tanggal 7 PERSEDIAAN OBATOBATAN 4.XX.10 Uraian Penyesuaian Neraca Hal………… Ref Debet Rp 10.000.00 60.2 Hal………… .000.500.000.500.00 Saldo Rp 110.XX.000.000.1 Uraian Saldo Awal Penyesuaian Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp 50.1.Akuntansi Sektor Publik 70 Tanggal 7 Uraian Saldo Awal Penyesuaian Ref Debet Rp Kredit Rp 75.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 25. Rek. : Tanggal BELANJA DIBAYAR DIMUKA 4. : INVESTASI JANGKA PANJANG 4.XXXX.XXXX.000.XX.

00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.000. Rek.XXXX.250.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.3.XX. Rek. : Tanggal TANAH 4.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XXXX.2 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 1.3.000.3.3 Uraian Ref Debet Rp Kredit Rp Hal………… Saldo Rp .Akuntansi Sektor Publik 71 Tanggal Uraian SALDO AWAL Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 500.XX.XX. Rek. : Tanggal BANGUNAN AIR 4.000. : Tanggal JALAN DAN JEMBATAN 4.975.XXXX.1 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 4.

3.00 .000.500.XX.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XX.00 Kredit Rp Saldo Rp 2. : Tanggal GEDUNG 4.9 Uraian SALDO AWAL Penyesuaian Neraca Hal………… Ref Debet Rp 994.594.XXXX.3.00 3.XXXX. Rek. Rek. : Tanggal MESIN & PERALATAN 4.000.3.XXXX.5 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 3.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. Rek.500.Akuntansi Sektor Publik 72 SALDO AWAL 800.750.500.600.000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XX.8 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 550. : Tanggal 11 KENDARAAN 4.

00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XX.XX.1. Rek.000. PANJANG 5.16 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 490.XXXX.XXXX.XX.00 . : Tanggal BUKU PERPUSTAKAAN 4.000.XXXX. : Tanggal BAGIAN LANCAR UTANG JK.1 Uraian SALDO AWAL Penyesuaian Neraca Hal………… Ref Debet Rp 200.00 0.000.3.500.12 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 975.Akuntansi Sektor Publik 73 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. Rek.00 Kredit Rp Saldo Rp 200. Rek.3. : Tanggal MEUBELAIR DAN PERLENGKAPAN 4.

000.800.000.2.XXXX.00 845.XX.000. Rek.2 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 2. : Tanggal UTANG DALAM NEGERI 5.00 55.00 274.2.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.2 Uraian SALDO AWAL Penyesuaian APBD Penyesuaian APBD Penyesuaian APBD Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp 95.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X .XXXX.000.00 25. Rek. : Tanggal UTANG LUAR NEGERI 5.XX.000.1. Rek.000.500.000.00 Saldo Rp 0.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 Saldo Rp 750.500.1 Uraian SALDO AWAL Penyesuaian Neraca Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp 274.Akuntansi Sektor Publik 74 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.000.XX.XXXX.00 900.00 925. : Tanggal UTANG PERHITUNGAN PIHAK KE-3 5.

600.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XXXX. Rek.000.00 0.0 0 125.000.2.500.000.00 0.475.1.XXXX.1.00 1.00 Saldo Rp 825. : Tanggal 2 Kas Penutupan RETRIBUSI PELAYANAN PASAR 1.08 Uraian Ref Debet Rp 825.600.836. : Tanggal 1 PAJAK HOTEL 1.500.XX.XX.475.500. Rek.XXXX. : Tanggal EKUITAS DANA UMUM 6.01 Uraian Kas Penyesuaian Penutupan 1.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.500.00 Saldo Rp 1.Akuntansi Sektor Publik 75 BUKU BESAR Nama : Kode.000. Rek.1.00 .XX.0 0 Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp 1.1 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 13.000.00 Hal………… Kredit Rp 825.

1.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : BAGI HASIL PAJAK PROPINSI Hal………… .00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.01 Uraian Ref Debet Rp 300.XXXX.000.XXXX.000.000.3.Akuntansi Sektor Publik 76 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 Saldo Rp 300.000.00 Hal………… Kredit Rp 850.XX.01 Uraian Ref Debet Rp 440.00 Saldo Rp 440.XXXX.00 Hal………… Kredit Rp 440.2.00 Hal………… Kredit Rp 300.1.2.000.000.2. : Tanggal 3 Kas Penutupan DANA ALOKASI UMUM 1.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.000. Rek.00 Saldo Rp 850. : Tanggal 4 Kas Penutupan BAGI HASIL PAJAK 1. Rek.000.00 0. : Tanggal 5 Kas Penutupan BAGIAN LABA PERUSDA 1.XX. Rek.00 0.XX.00 0.01 Uraian Ref Debet Rp 850.000.

00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. : Tanggal 7 1.00 Saldo Rp 250.00 Saldo Rp 700.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 445.01 Hal………… 1 .1.XXXX. Rek.1.500.000.2.4.00 0.00 Hal………… Kredit Rp 250.500. Rek.1.Akuntansi Sektor Publik 77 Kode.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XX. : Tanggal 17 Kas Penutupan BG.00 Kredit Rp 700.00 0. Rek.000.03 1 Uraian Ref Debet Rp 445. Rek.HASIL BUKAN PJK 1.500.01 Uraian Kas Penutupan Ref Debet Rp 700.000.000. : Tanggal 8 Kas Penutupan GAJI DAN TUNJANGAN PEGAWAI 2.XXXX.00 445.000.XX.00 0.1.XX.000.XXXX.02 Uraian Ref Debet Rp 250. : HONORARIUM 2.2.XXXX.XX.2.

03 1 Uraian Ref Debet Rp 149.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 125.XX.01 1 Debet Uraian Ref Rp Kas Penyesuaian APBD Penyesuaian APBD Penutupan 200.00 149.1.00 .000. : Tanggal 10 Kas BIAYA PEMELIHARAAN GEDUNG 2.00 Saldo Rp 200.000.000.000. Rek.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XX.000. Rek.XX.000.00 370.000. : Tanggal 9 BIAYA BAHAN HABIS PAKAI KANTOR 2.00 0.000.000.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 200.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.000.00 295.000.00 95.2.2.XXXX.2.00 75.Akuntansi Sektor Publik 78 Tanggal 12 Kas Penutupan Uraian Ref Debet Rp 200. Rek.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 149.1.000.00 Kredit Rp 200.XXXX.01 1 Uraian Ref Debet Rp 125. : Tanggal 12 Kas Penutupan BIAYA CETAK DAN PENGGANDAAN 2.4.00 0.XXXX.000.000.000.00 0.00 370.

1. Rek.3.XXXX.00 400. : Tanggal 12 Kas Pentupan BIAYA PEMELIHARAAN BANGUNAN GEDUNG 2.01 1 Uraian Kas Kas Penyesuaian Neraca Penutupan Hal………… Ref Debet Rp 280.XX. Rek.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 174.500.000.2.000.000.00 120.02 1 Uraian Ref Debet Rp 174.00 .XXXX.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.3.XX.000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.4.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XXXX. Rek. RODA 2 2.500.500.000.00 0.00 174. : Tanggal 6 12 BIAYA PERJALANAN DINAS 2.00 Saldo Rp 280.00 Kredit Rp Saldo Rp 33. : Tanggal BELANJA MODAL KEND.00 390.500.XX.00 Kredit Rp 10.06 1 Uraian Penyesuaian APBD Hal………… Ref Debet Rp 33.00 0.500.500.500.Akuntansi Sektor Publik 79 Penutupan 125.00 0.00 390.000.

1.000.XX. Rek. Rek.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XXXX. : Tanggal 8 15 Kas Kas Penutupan GAJI DAN TUNJANGAN PEGAWAI 2.00 25.XX.00 Saldo Rp 100.000.XXXX.000.000.000.Akuntansi Sektor Publik 80 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 .2.1. : Tanggal 13 BIAYA BAHAN HABIS PAKAI 2.1.XX.000.09 1 Uraian Penyesuaian APBD Hal………… Ref Debet Rp 467.3. : Tanggal BELANJA MODAL ANGK.000.00 Kredit Rp 125.00 199.00 125.XXXX.000.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 260.000. DARAT BERMOTOR 2.00 459.000.00 459.03 2 Uraian Ref Debet Rp 260.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.000.000.01 2 Uraian Kas Penyesuaian APBD Penutupan Hal………… Ref Debet Rp 100.00 Kredit Rp Saldo Rp 467. Rek.

XX.000.000.000.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 155.1.2.1.03 2 Hal………… Uraian Ref Debet Rp 74. Rek.00 Saldo Rp 150.XXXX.01 2 Uraian Ref Debet Rp 155.XXXX.Akuntansi Sektor Publik 81 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 Saldo Rp 74.00 280.000.05 2 Hal………… Uraian Ref Debet Rp 150.000.000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 Kredit Rp 150.XX.00 280.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 0.000. : Tanggal 15 Kas Penutupan Biaya Pemeliharaan Instalasi 2.000.000. Rek.XXXX. : Tanggal 15 Kas Penutupan Biaya Makanan dan Minuman Kantor 2.00 Kredit Rp 74.000.4.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR . Rek. : Tanggal 14 15 Kas Kas Penutupan BIAYA PERJALANAN DINAS 2.000.3.00 125.1.XX.

Akuntansi Sektor Publik

82

Nama : Kode. Rek. : Tanggal
11

BELANJA MODAL KENDARAAN RODA 2 2.XX.XXXX.3.6.01 2 Uraian
Kas

Hal…………

Ref

Debet Rp
27.500,00

Kredit Rp

Saldo Rp
27.500,00

LOGO

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X

BUKU BESAR
Nama : Kode. Rek. : Tanggal
11 Kas

BELANJA MODAL ANGKT. DARAT BERMOTOR 2.XX.XXXX.3.9.01 2 Uraian Ref Debet Rp
472.500,00

Hal…………

Kredit Rp

Saldo Rp
472.500,00

LOGO

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X

BUKU BESAR
Nama : Kode. Rek. : Tanggal
16 21 Kas Kas Penutup

BELANJA TAK TERSANGKA 2.XX.XXXX.5.1 2 Uraian Ref Debet Rp
200.000,00 50.000,00 250.000,00

Hal…………

Kredit Rp

Saldo Rp
200.000,00 250.000,00 0,00

LOGO

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X

BUKU BESAR
Nama : Kode. Rek. : PEMBIAYAAN - PENERIMAAN PINJAMAN DAN OBLIGASI 3.XX.XXXX.1.3
Hal…………

Akuntansi Sektor Publik

83

Tanggal
19 20

Uraian
Kas Kas Penyesuaian

Ref

Debet Rp
274.500,00

Kredit Rp
150.000,00 124.500,00

Saldo Rp
150.000,00 274.500,00 0,00

LOGO

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X

BUKU BESAR
Hal…………

Nama : Kode. Rek. : Tanggal
18

PEMBIAYAAN - PEMBAYARAN UTANG POKOK YG JATUH TEMPO 3.XX.XXXX.2.3 Uraian
Kas Penyesuaian Neraca

Ref

Debet Rp
200.000,00

Kredit Rp
200.000,00

Saldo Rp
200.000,00 0,00

LOGO

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X

BUKU BESAR
Hal…………

Nama : Kode. Rek. : Tanggal

PEMBIAYAAN- SISA LEBIH ANGGARAN TAHUN BERJALAN 3.XX.XXXX.2.4 Uraian Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp

LOGO

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X

BUKU BESAR
Nama : IKHTISAR SURPLUS/DEFISIT NETTO
Hal…………

Tanggal

Uraian

Ref

Debet Rp

Kredit Rp

Saldo Rp

Akuntansi Sektor Publik

84

Akuntansi Sektor Publik

85

Pemerintah Kabupaten/Kota X LAPORAN PERHITUNGAN APBD Tahun Anggaran 20X2
ANGGARAN UR A IA N 1 I. PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Bagian Laba Usaha Daerah Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber Daya Alam Dana Alokasi Umum Dana Perimbangan dari Propinsi Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah Bantuan Dana Kontinjensi/Penyeimbang dari Pemerintah (Rp.000) 2 (Rp.000) 3 REALISASI BERTAMBAH (BERKURANG) (Rp.000) 4

1.500.000,00 800.500,00 350.000,00 400.000,00 900.000,00 750.000,00

1.600.000,00 825.500,00 300.000,00 690.000,00 850.000,00 700.000,00

100.000,00 25.000,00 -50.000,00 0,00 290.000,00 0,00 -50.000,00 -50.000,00

4.700.500,00 II. BELANJA Aparatur Daerah Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal/Pembangunan Belanja Modal Gedung Belanja Modal Kendaraan Pelayanan Publik Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal/Pembangunan Belanja Modal Gedung Belanja Modal Kendaraan Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan Belanja Bantuan Keuangan Kepada Organisasi Profesi Belanja Tidak Tersangka Belanja Tidak Tersangka JUMLAH BELANJA SURPLUS/DEFISIT ANGGARAN ( I - II ) III. PEMBIAYAAN Penerimaan Daerah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Yang Lalu Penerimaan Pinjaman dan Obligasi Penerimaan Piutang Penerimaan Donasi, Hibah, Sumbangan Transfer dari Dana Cadangan Hasil Penjualan Aset Daerah Yang Dipisahkan Pengeluaran Daerah Pembayaran Utang Pokok Yang Jatuh Tempo Transfer ke Dana Cadangan Penyertaan Modal Sisa Lebih Anggaran Tahun Sekarang

4.965.500,00

265.000,00

450.000,00 350.000,00 325.000,00 125.000,00 200.000,00 150.000,00 125.000,00 175.000,00 500.000,00

445.500,00 370.000,00 270.500,00 125.000,00 200.000,00 149.000,00 120.500,00 174.500,00 500.000,00

-4.500,00 20.000,00 -54.500,00 0,00 0,00 -1.000,00 -4.500,00 -500,00 0,00

275.000,00 125.000,00 150.000,00

260.000,00 125.000,00 155.000,00

-15.000,00 0,00 5.000,00

200.000,00 200.000,00 125.000,00 75.000,00 500.000,00

199.000,00 200.500,00 125.000,00 74.000,00 494.000,00

-1.000,00 500,00 0,00 -1.000,00 -6.000,00

0,00

250.000,00 4.300.000,00 400.500,00

250.000,00 4.237.500,00 728.000,00

0,00 -62.500,00 327.500,00

0,00 0,00

274.500,00

274.500,00

0,00 0,00 200.000,00 100.000,00 0,00 100.500,00 200.000,00 0,00 802.500,00

-100.000,00 702.000,00

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X LAPORAN ALIRAN KAS

00 2.00 274.217.00) (994.500.722.000.00 967.500.500.00) 125.000.00 1.250.00 (994.000.000.00) (34.000.500.Akuntansi Sektor Publik 86 31 Desember 20x4 Arus Kas dari Aktivitas Operasi Kenaikan Aktiva Lancar Non Kas dan Bank Penurunan Aktiva Lancar Non Kas dan Bank Kenaikan Hutang Lancar Penurunan Hutang Lancar Jumlah Arus Kas Dari Aktivitas Operasi Arus Kas Dari Aktivitas Penyertaan Kenaikan Penyertaan Modal Jangka Panjang Penurunan Penyertaan Modal Jangka Panjang Kenaikan Aktiva Tetap Penurunan Aktiva Tetap Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Penyertaan Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Kenaikan Hutang Jangka Panjang Penurunan Hutang Jangka Panjang Kenaikan Dana Cadangan Penurunan Dana Cadangan Kenaikan Ekuitas Penurunan Ekuitas Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Total Arus Kas Sisa Kas Awal Tahun Anggaran Sisa Kas Akhir Tahun Anggaran 1.00 175.500.996.00) PEMERINTAH PROPINSI/KABUPATEN/KOTA X NERACA 31 Desember Tahun 20x4 .00) (135.00 (200.00 1.500.500.500.

500 2.250.500 975.000 490.558.000 800.000 10.000 75.217.000 35.000 AKTIVA TETAP Tanah Jalan dan Jembatan Bangunan Air Gedung Mesin dan Peralatan Kendaraan Meubelair dan Perlengkapan Buku Perpustakaan JUMLAH AKTIVA 4.557.594.000 UTANG JANGKA PANJANG Utang Dalam Negeri Utang Luar Negeri EKUITAS DANA Ekuitas Dana Umum 15.500 .750.000 PASIVA HUTANG JANGKA PENDEK Bagian Lancar Utang Jangka Panjang Utang Perhitungan Pihak Ketiga 925.500 19.500 JUMLAH PASIVA 19.500 3.000 2.557.000 25.000 3.000 60.000 1.800.Akuntansi Sektor Publik 87 AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas Piutang Pajak Piutang Retribusi Piutang Lain-Lain Persediaan Bahan Habis Pakai/Material Persediaan Obat-Obatan Belanja Dibayar Dimuka INVESTASI JANGKA PANJANG Investasi Jangka Panjang 500.500 274.500 250.000 550.975.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful