Akuntansi Sektor Publik

1

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
SAP 1. Karak teristik dan lingkungan sektor publik 2. Akuntansi manajemen sektor publik 3. Sistem pengendalian manajemen sektor publik 4. Penganggaran sektor publik 5. Teknik akuntansi keuangan 6. Laporan keuangan sektor publik 7. Sistem akuntansi pemerintah pusat 8. Otonomi daerah dan perimbangan keuangan pusat dan daerah 9. Akuntansi keuangan daerah sebagai bagian dari manajemen keuangan daerah 10. Akuntansi keuangan daerah 11. Akuntansi dalam rekening-rekening APBD dan laporan keuangan daerah 12. Akuntansi untuk BUMD 13. Akuntansi keuangan nirlaba (Yayasan) Literatur : Abdul Halim : Akuntansi sektor publik : Akuntansi keuangan daerah Mardiasmo : Akuntansi sektor publik Indra Bastian : Sistem Akuntansi sektor publik

Akuntansi Sektor Publik

2

I.

KARAKTERISTIK DAN LINGKUNGAN SEKTOR PUBLIK

A. Pengertian dan ruang lingkup akuntansi sektor publik Istilah sektor publik memiliki pengertian yang bermacam-macam, hal ini merupakan konsekuensi dari luasnya wilayah publik, sehingga setiap disiplin ilmu (politik, ekonomi hukum dan sosial) memiliki cara pandang dan definisi yang berbedabeda. Dari sudut pandang ekonomi sektor publik dapat dipahami sebagai suatu entitas (kesatuan) yang aktivitasnya berhubungan dengan usaha untuk menghasilkan barang dan pelayanan publik dalam rangka memenuhi kebutuhan dan hak publik. Sejalan dengan perkembangan maka di negara kita Akuntansi Sektor Publik didefinisikan sebagai mekanisme teknik dan analisis akuntansi yang diterapkan pengelolaan dana masyarakat di lembaga–lembaga tinggi negara dan departemen dibawahnya, pemerintah daerah, BUMN,BUMD, LSM dan yayasan sosial, maupun pada proyek-proyek kerjasama sektor publik dan suasta. Beberapa tugas dan fungsi sektor publik sebenarnya dapat juga dilakukan oleh sektor suasta misalnya untuk menghasilkan beberapa jenis pelayanan publik seperti layanan komunikasi, penarikan pajak, pendidikan, transportasi publik dll, akan tetapi untuk tugastertentu tugas sekotr publik tidak dapat digantikan oleh sektor suasta, misalnya fungsi birokrasi pemerintahan. Sebagai konsekuensinya akuntansi sektor publik dalam beberapa hal bebeda dengan akuntansi padasektor suasta. A. Tujuan Akuntansi Sektor Publik • Memberikan informasi yang diperlukan untuk mengelola secara tepat, efisien dan ekonomis atas alokasi suatu sumber daya yang dipercayakan kepada organisasi. Tujuan ini terkait dengan pengendalian manajemen • Memberikan informasi yang memungkinkan bagi manajer untuk melaporkan pelaksanaan tanggungjawab secara tepat dan efektif program dan penggunaan sumberdaya yang menjadi wewenangnya pemerintah untuk melaporkan dan memungkinkan bagi pegawai kepada publik atas hasil operasi pemerintah dan

penggunaan dana publik. Tujuan ini terkait dengan akuntabilitas.

Akuntansi Sektor Publik

3

B. Akuntabilitas Publik Fenomena yang dapat diamati dalam perkembangan sektor publik adalah semakin meningkatnya tuntutan pelaksanaan akuntabilitas publik oleh organisasi sektor publik seperti: pemerintah pusat dan daerah, unit-unit kerja pemerintah, departemen dan lembaga negara) Tuntutan akuntabilitas ini terkait dengan perlunya transparansi dan pemberian informasi kepada publik dalam rangka memenuhi hak-hak publik. Pengertian Akuntabilitas publik adalah kewajiaban pemegang amanah (agent) untuk memberikan pertanggungjawaban, menyajikan, melaporkan dan mengungkapkan segala aktivitas dan kegiatan yang menjadi tanggungjawab kepada pihak pemberi amanah (principal) yang memiliki hak dan kewajiban untuk meminta pertanggungjawaban tersebut. Akuntabilitas terdiri dari 2 macam yaitu : akuntabilitas vertikal dan akuntabilitas horizontal. Akuntabilitas vertikal adalah pertanggungjawaban atas pengelolaan dana kepada otoritas yang lebih tinggi, misalnya pertanggungjawaban unit-unit kerja dinas kepada pemerintah daerah, pertanggungjawaban pemerintah daerah kepada pemerintah pusat, pemerintah pusat kepada MPR. Sedangkan akuntabilitas horizontal adalah pertanggungjawaban kepada masyarakat luas. Akuntabilitas publik yang harus dilakukan oleh organisasi sektor publik terdiri atas beberapa dimensi : 1. Akuntabilitas kejujuran dan akuntabilitas hukum Akuntabilitas kejujuran terkait dengan penghindaran penyalahgunaan jabatan, sedangkan akuntabilitas hukum terkait dengan jaminan adanya kepatuhan terhadap hukum dan peraturan lain yang disyaratkan dalam penggunaan sumber dana publik. 2. Akuntabilitas proses Akuntabilitas proses terkait dengan apakah prosedur yang digunakan dalam melaksanakan tugas sudah cukup baik dalam hal kecukupan informasi informasi akuntansi, sistem informasi manajemen dan prosedur administrasi. Akuntabilitas proses termanifestasi melalui pemberian pelayanan publik yang cepat, responsif dan biaya murah. Pengawasan dan pemeriksaan terhadap akuntabilitas proses dapat dilakukan dengan ada tidaknya mark up dan pungutan yang lain diluar yang ditetapkan dan pemborosan yang menyebabkan pemborosan sehingga menjadikan

Akuntansi Sektor Publik

4

mahalnya biaya pelayanan publik dan kelambanan pelayanan. Serta pengawasan dan pemeriksaan terhadap proyek-proyek tender untuk melaksanakan proyek-proyek publik. 3. Akuntabilitas program Akuntabilitas program terkait dengan pertimbangan apakah tujuan yang ditetapkan dapat dicapai atau tidak dan apakah telah mempertimbangkan alternatif program yanng memberikan hasil yang optimal dengan biaya yang minimal. 4. Akuntabilitas kebijakan Akuntabilitas kebijakan terkait dengan pertanggungjawaban pemerintah, baik pusat maupun daerah atas kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah terhadap DPR/DPRD dan masyarakat luas. Akuntansi sektor publik tidak bisa melepaskan diri dari pengaruh kecenderungan menguatnya tuntutan akuntabilitas sektor publik tersebut. Akuntansi sektor publik dituntut dapat menjadi alat perencanaan dan pengendalian organisasi sektor publik secara efektif dan efisien serta memfasilitasi tercapainya akuntabilitas publik. C. Privatisasi Di Indonesia masih banyak BUMN dan BUMD yang dijalankan tidak secara efisien. Inefisiensi yang dialami tersebut disebabkan adanya intervensi politik, sentralisasi dan manajemen yang buruk. Di era globalisasi BUMN dan BUMD menghadapi beberapa tekanan dan tuntutan antara lain : ♦ Regulation & Political Pressure ♦ Social Pressure ♦ Rent Seeking Behaviaour ♦ Economic & Efficiency Privatisasi merupakan salah satu upaya mereformasi perusahaan publik untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas perusahaan-perusahaan publik. Privatisasi berarti pelibatan modal swasta dalam struktur modal perusahaan publik sehingga kinerja finansial dapat dipengaruhi secara langsung oleh investor melalui mekanisme pasar uang.

Desentarlisasi tidak hanya berarti pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat ke daerah tetapi pelimpahan beberapa wewenang pemerintah ke pihak swasta dalam bentuk privatisasi . Otonomi daerah Perkembangan akuntansi sektor publik khususnya di Indonesia semakin pesat seiring dengan adanya era baru dalam pelaksanaan otonomi daerah dan desentaralisasi fiskal.Akuntansi Sektor Publik 5 D.

Pada organisasi sektor publik. Apakah disampaiakn secara formal atau informal. Informasi akuntansi diperlukan untuk membuat prediksi-prediksi dan estimasi mengenai kejadian ekonomi yang akan datang diakitkan dengan keadaan ekonomi dan politik saat ini. Akuntansi Sebagai Alat Perencanaan Organisasi dan Pengendalian Organisasi 1. sehingga perencanaan tidak dapat dilakukan secara personal atau hanya melibatkan beberapa orang saja. AKUNTANSI MANAJEMEN SEKTOR PUBLIK A. Informasi akuntansi utntuk perencanmaan dapat juga dibedakan berdasarkan cara penyampaiannya. Untuk melakukan perencanaan temporer diperlukan informasi yang sifatnya temporer.Akuntansi Sektor Publik 6 2. Faktor politik dan ekonomi sangat dominan dalam mempengaruhi tangkat kestabilan organisasi. . Informasi sebagai alat perencanaan pada dasarnya dapat dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu : • • • Informasi yang sifatnya rutin ataukah ad hoc Informasi kuantitatif ataukah kualitatif Informasi disampaiakan melalui saluran formal ataukah informal Informasi yang sifatnya rutin diperlukan untuk perencanaan yang reguler. saluran informasi lebih banyak bersifat formal. taktis dan melibatkan aspek operasional. misalnya laporan keuangan bulanan. Hal tsb disebabkan karena adanya batasan transparansi dan akunbtabilitas publik yang harus dilakukan oleh lembaga-lembaga publik. Dalam hal perencanaan oprganisasi akuntansi menejemen berperan dalam pemberian informasi historis dan prospektif untuk menfasilitasi perencanaan. Sementara itu organisasi sektor publik seringkali menghadapi masalah yang sifatnya temporer dan membutuhkan informasi yang sifatnya segera. Dalam organisasi sektor publik. Mekanisme formalnya misalanya melaului rapat-rapat dinas. semesteran atau bulanan. Perencanaan meliputi aktivitas yang sifatnya stategik. Akuntansi Sebagai Alat Perencanaan Organisasi Perencanaan merupakan cara organisasi menertapkan tujuan dan sasaran organisasi. rapat komisis dsb. sedangkan informal relatif jarang dilakukan. triwulanan. lingkungan yang mempengaruhi sangat heterogen.

Fungsi utama informasi akuntansi pada dasarnya adalah pengendalian. Sebagai contoh dalam sebuah usulan investasi publik. Pengendalian organisasi diperlukan untuk menjamin bahwa organisasi tidak menyimpang dari tujuan dan strategi organisasi yang telah ditetapkan. efisien dan efektif.Akuntansi Sektor Publik 7 2. meskipun hal tersebut bervariasai untuk setiap organisasi dan tingkat manajemen. maka diperlukan suatu sistem pengendalian yang efektif. Informasi yang dibutuhkan lebih komplek tidak sekedar informasi keuangan saja. Lebih lanjut informasi akuntansi memungkinkan bagi organisasi untuk mengintegrasikan aktivitas organisasi. Untuk organisasi sektor publik karena sifatnya tidak mengejar laba serta adanya pengaruh politik yang besar. sedangkan untuk manajmen level atas bersifat normatif. Informasi akuntansi merupakan pengendalian yang vital bagi organisasi karena akuntansi memberikan informasi yang bersifat kuantitatif. Pola pengendalian tiap organisasi berbeda-beda tyergantung pada jenis dan karakteristik organisasi. Pengendalian organisasi memerlukan informasi yang lebih luas diandingkan pengendalian keuangan. Akuntansi Sebagai Alat Pengendali Organisasi Untuk menjamin bahwa strategi untuk mencapai tujuan organisasi dijalankan secara ekonomis. informasi yang dibutuhkan untuk pengendalian . amak alat pengendalinya lebih banyak bertumpu pada mekanisme negoisasi (negotiated bargain). efisiensi dan efektivitas (value for money). amak alat pengendalinya lebih banyak berupa peraturan birokrasi. Pada organisasi bisnis yang sifatnya berorientasi pada laba. Informasi akunatnsi umumnya disampaiakan dalam bentuk ukuran finansial. Dalam memahami organisasi sebagai alat pengendalian perlu dibedakan penggunaan informasi akuntansi sebagai alat pengendalian keuangan (financial control) dengan akuntansi sebagai alat pengendali organisasi (organization control). khususnya memastikan bahwa organisasi memiliki likuiditas dan solvabilitas yang baik. sehingga memungkinkan untuk dilakukan pengintgrasian informasi dari tiap-tiap unit organisasi yang pada akhirnya membentuk gambaran kinerja organisasi secara keseluruhan. Pengendalian keuangan terkait dengan peraturan atau sistem aliran uang dalam organisasi. Terkait dengan pengukuran kinerja terutama pengukuran ekonomi. akuntansi manajemen memiliki peran utama dalam pengendalian organisasi yaitu mengkuantifikasi keseluruhan kinerja terutama dalam ukuran moneter. Pengendalian untuk menajemen level bawah lebih bersifat tegas dan memaksa.

Pengendalian dan pengukuran 5. Sebaliknya tanpa pengendalian perencanaan tidak akan berarti karena tidak adanya target atau rencana yang digunakan sebagai pembanfding. Perencanaan Operasional Revisi Perencanaan Operasional 5. sosial dan politik dari investasi yang diajukan. Perencanaan operasional 3. B. Perencanaan tujuan dan sasaran dasar 2. Perencanaan dan pengendalian merupalkan suatu proses yang membentuk suatu siklus. Pengangguran Revisi Anggaran Aksi 4. Proses Perencanaan dan pengendalian Manajerial Sektor Publik Perencanaan dan pengendalian pada dasarnya merupakan dua sisi mata uang yang sama. sehingga keduanya harus dipertimbangkan secara bersama-sama. Pelaporan Analisis dan Umpan Balik 3. Pelaporan.Akuntansi Sektor Publik 8 keuangan adalah berupa prediksi aliran kas dan profitabilitas dari investasi tersebut. Sementara itu untuk tujuan pengendalian organisasi dibutuhkan informasi yang lebih luas meliputi asapek ekonomi. Tanpa pengendalian perencanaan tidak akan berarti karena tidak adanya tindak lanjut (follow up) untuk menidentifikasi apakah rencana organisasi telah tercapoai. Pengendalian dan Pengukuran . Jones dan Pendlebury membagi p[roses perencanaan dan pengendalian manajerial pada organisasi sektor publik menjadi lima tahap yaitu : 1. Penganggaran 4. sehingga satu tahap aklan terkait dengan tahap yang lainnya dan terintegrasi dalam satu organisasi. analisis dan umpan balik Gambar Proses Perencanaan dan Pengendalian Manajerial Organisasi Sektor Publik Perencanaan Tujuan dan Susunan dan Dasar Revisi/modifikasi Tujuan dan Sasaran Dasar 2.

Penentuan biaya pelayanan (cost of service) dan penentuan tarif pelayanan (charging for service) 6. Penilaian investasi 4. quality and service). Pemberian informasi biaya 3. Sistem informasi akunatsni manajemen yang baik dapat mengurangi peluang terjadinya pembororsan. aktivitas atau proyek. Untuk dapat menghasilkan kualitas pelayanan publik yang tinggi dengan biaya yang murah pemerintah harus mengadopsi sistem informasi akantansi manajemen yang . sehingga berdasarkan informasi akuntansi tsb manajer dapat menentukan anggaran yang dibutuhkan dikaitkan dengan sumber daya yang dimiliki. Penganggaran 5. manajemen organisasi membuat alternatif-alternatif program yang dapat mendukung strategi organisasi. Penilaian kinerja Perencanaan Strategik Akuntansi majamen dibutuhkan sejak tahap perencanaan strategik. Akunatsni manajemen pada sektor publik dihadapkan pada tiga permasalahan yaitu : efisiensi biaya. Peran akuntansi manajmen adalah memberikan informasi untuk mementukan berapa biaya program dan berapa biaya suatu aktivitas. Perencanaan strategik 2. Program-program tsb diseleksi dan dipilih sesuai dengan skala prioritas sumber daya yang dimiliki.Akuntansi Sektor Publik 9 C. Peran Akuntansi Manajemen Sektor Publik Peran utama akuntansi manajemen dalam organisasi sektor publik adalah memberikan informasi akuntansi yang relevan dan handal kepada manajer untuk melaksanakan fungsi perencanaan dan pengendalian organisasi. kualitas produk dan pelayanan ( cash. efisien dan efektif maka diperlukan informasi akuntansi manajemen yang handal dan akurat. Untuk memberikan jaminan dialokasikannya sumber daya secara ekonomis. Peran akuntansi manajemen dalam organisasi sektor publik meliputi : 1. Inti akuntansi manajemen adalah perencanaan dan pengendalian.kebocoran dana dan mendeteksi program-pprogram yang tidak layak secara ekonomi. Pada tahap perencanaan strategik. relevan untuk menghitung berapa besarnya biaya program.

misalnya biaya departemen produksi. maka peran manajer publik sangat penting dalam pengendalian biaya Pemberian Informasi Biaya Biaya (cost) dalam konteks organisasi sektor publik dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok : • • Biaya input. adalah sumber daya yang dikorbankan untuk memberikan pelayanan. cost analizing. sementara biaya pada sektor publik sebagaian besar merupakan discretionary cost yang ditetapkan di awal periode anggaran dan sering tidak memiliki hubungan langsunmg dengan aktivitas yang dilakukan dengan output yang dihasilkan. Proses penentuan biaya meliputi lima aktivitas. biaya ini dapat dipisahkan berdasarkan fungsi organisasi. • Cost finding. Pada tahap ini pemerintah mengakumulasi data mengenai biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk/ jasa layanan • Cost recording. Kebanyakan output yang dihasilkan sektor publik merupakan intangible output yang sulit diukur. adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengantarkan produk hingga samapai ke tangan pelanggan. biaya mungkin diukur berdasarkan biaya per penumpang • Biaya proses. Terdapat perbedaan antara sektor suasta dan sektor publik dalam hal penentuan biaya produk atau pelayanan. yaitu cost finding. biaya dapat diukur dengan mempertimbangkan fungsi organisasi. yaitu dengan menerapkan teknis akunatnsi manajemen yang diterapkan di sektor suasta. Pada organisasi sektor publik output dapat diukur dengan berbagai cara tergantung pada pelayanan yang dihasilkan. hal ini disebabkan bahwa sebagain besar biaya pelayanan pada sektor suasta cenderung merupakan engineered cost yang memiliki hubungan secara langsung dengan output yang dihasilkan. Biaya input bisa berupabiaya tenaga kerja dan biaya bahan baku Biaya output. dep personalia. strategic cost reduction dan cost reporting. Contoh pada perusahaan transportasi massa. biaya dinas-dinas dsb. Pada tahap ini yang dilakukan adalah kegiatan pencatatan data ke dalam sistem akuntansi organisasi .Akuntansi Sektor Publik 10 modern. cost recording.

Manajemen biaya strategik merupakan usaha jangka paanjang yang membentuk kultur organisasi agar penurunan biaya menjadi budaya yang mampu bertahan lama 2. Informasi manajemen hendaknya dapat mendeteksi adanya pemborosan yanbg masih berpotensi untuk diefisiensikan serta mencari metode atau teknik untuk penghematan biaya. yaitu untuk menilai kelayakan investasi secara ekonomi dan finansial.Akuntansi Sektor Publik 11 • Cost analizing. Pendekatan strategik dalam pengurangan biaya memiliki karakteristik sbb : 1. faktor yang harus fdiperhatikan oleh . Akuntansi manajemen hendaknya dapat mendukung dan memperkuat pelaksanaan prinsip value for money dan public accountability organisasi sektor publik Penilaian Investasi Akuntansi manajemen dibutuhkan pada saat organisasi sektor publik handak melakukan investasi. Keseriusan manajemen puncak (top manager) merupakan penentu efektifitas program pengurangan biaya karena pada dasarnya manajemen biaya strategik merupakan tone form the top • Cost reporting. Akuntansi manajemen diperlukan dalam penilaian investasi karena untuk dapat menilai investasi diperlukan identifikasi baiya. Tahap terakhir adalah memeberikan informasi baiay secara lengkap kepada pimpinan dalam bentuk internal report yang kemudian diintegrasikan ke dalam suatu laporan yang akan disampaikan kepada pihak eksternal. Dalam penilaian suatu investasi. resiko dan manfaat atau keuntungan dari suatu investasi. • Strategic cost reduction Tahap ini adalah menentukan strategi penghematan biaya agar tercapai value for money. Manajamen organisasi harus dapat menentukan pemicu biaya (cost driver) agar dapat doilakukan strategi efisiensi biaya. Berdasarkan kultur perbaiakan berkelanjutan dan berfokus pada pelayanan kepada masyarakat 3. Pada tahap ini dilakukan analisis biaya yaitu mengindentifikasi jenis dan perikalku biaya. Berjangka panjang. Manajemen harus bersifat proaktif dalam melakukan penghematan biaya 4. perubahan biaya dan volume kegiatan.

berkualitas dan murah. tingkat resiko dan ketidakpastian serta sumber pendanaan untuk investasi yang akan dilakukan.Akuntansi Sektor Publik 12 akuntansi manajemen adalah tingkat diskonto. Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan sumber daya manusia yang handal. Sebagai contoh pemerintah harus dapat menentukan berapa biaya untuk membangaun terminal bus atau stasiun kereta api yang tertib aman dan nyaman serta . Kemudian untuk memudahkan digunakan analisis efektifitas biaya (cost effectiveness analysis). Penentuan Cost of Service dan Charging for Service Tuntutan agar pemerintah meningkatkan mutu pelayanan dan keluhan masyarakat akan besarnya biaya pelayanan merupakan suatu indikasi perlunya perbaikan sistem akuntansi manajemen di sektor publik. yaitu sebagai alat alokasi sumber daya publik. tingkat inflasi. Dalam praktek ini sulit dilakukan karena biaya yang diukur tidak hanya dari sisi finansial tetapi juga dari sisi biaya sosial dan manfaat sosial yang akan diperoleh dari investasi yang diajukan. jika tidak akuntansi manajemen tidak akan banyak bermanfaat karena hanya akan berfungsi sebagai alat perencanaan dan pengendalian. Terkait dengan 3 fungsi anggaran. Penentuan biaya pelayanan (Cost of Service) dan penentuan tarif (Charging for Service) merupakan satu rangakaian dimana keduanya membutuhkan informasi akuntansi. efisien dan efektif adil dan merata. tuntutan dan keinginan masyarakat tersebut agar kualitas hidup masyarakat menjadi semakin meningkat dan kesejahteraan akan semakin meningkat pula. Penilaian invesatasi pada organisasi sektor publik dilakukan dengan menggunakan analisis biaya – manfaat (cost benefit analysis). alat distribusi dan stabilisasi maka akuntansi manajemen merupakan alat yang vital untuk proses mengalokasikan an mendistribusikan sumber adana publik secara ekonomis. Masyarakat menghendaki pemerintah memberikan pelayanan secara cepat. yaitu menekankan seberapa besar dampak yang dicapai dari suatu proyek atau investasi dengan biaya tertentu Penganggaran Akuntansi menajemen berperan untuk memfasilitasi terciptanya anggaran publik yang efektif. Pemerintah yang berorientasi pada pelayanan publik harus merespon keluhan. Menentukan biaya dan manfaat sosial dalam satuan moneter sanbgat silut dilakukan.

Penilaian Kinerja Penilaian kinerja merupakan bagian dari sistem pengendalian. . ini untuk mengetahui tingkat efisiensi dan efektifitas organisasi dalam mencapai tujuan yang ditetapkan. demikian juga untuk PDAM dsb. Disini peran akuntansi manajemen adalah dalam pembuatan indikator kinerja kunci dan satuan ukur untuk masing-masing aktifitas.Akuntansi Sektor Publik 13 biaya operasioalnya. Bedasarkan informasi ini pemerintah dapat menentukan berapa besarnya biaya tarif pelayanan yang akan dibebankan kepada para pemakai jasa pelayanan terminal atau stasiun tsb.

Pengendalian manajemen meliputi beberapa aktivitas yaitu : (1) perencanaan (2) koordinasi antar berbagai bagian dalam organisasi (3) Komunikasi informasi (4) pengambilan keputusan (5) motivasi orang-orang dalam organisasi agar berperilaku sesuai dengan tujuan organisasi (6) pengendalian dan (7) penilaian kinerja Kegagalan dalam organiasai mencapai tujuan yang telah ditetapkan dapat terjadi karena adanya kelemahan atau kegagalan pada salah satu atau beberapa tahap dalam proses pengendalian manajenen. sosial. 2. Sistem pengendalian manajmenen tersebut harus didukung dengan adanya perangkat lain berupa struktur organisasi yang sesuai dengan tipe pengendalian manajemen yang digunakan. Pengendalian preventif (preventive control). Struktur organisasi harus sesuai dengan desain sistem pengendalian manajemen karena sistem pengendalian menajemen berfokus pada unit-unit organisasi sebagai pusat pertanggungjawaban. training. Pengendalian operasional (operasional control). Anggaran ini menghubungkan perencanaan dan pengendalian . MSDM harus dilalakukan sejak proses seleksi dan rekruitmen. Dalam tahap ini pengendalian manajemen terkait dengan perumusan strategi dan perencanaan stretegik yang dijabarkan dalam bentuk program-program. Tipe Pengendalian Manajemen Tipe pengendalian manajemen dapat dikategorikan dalam 3 kelompok : 1. penilaian kinerja. ekonomi. pengembangan dan promosi hingga pemberhentian karyawan. Faktor lingkungan meliputi kestabilan politik. B.Akuntansi Sektor Publik 14 3. Pusat-pusat petanggungjawaban tersebut merupakan basis perencanaan pengendalian. SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN SEKTOR PUBLIK A. Sistem Pengendalian Manajemen Sektor Publik Organisasi memerlukan sistem pengendalian manajemen untuk memberikan jaminan dilaksanakannnya strategi organisasi secara efektif dan efisien sehingga tujuan organisasi dapat dicapai. MSDM dan lingkungan yang mendukung. Dalam tahap ini pengendalian manajemen terkait dengan pelaksanaan pengawasan program yang telah ditetapkan melalui alat berupa anggaran. Sistem pengendalian sektor publik berfokus pada bagaimana melaksanakan strategi organisasi secara efektif dan efisien sehingga tujuan organisasi dapat dicapai. Dimana semua unsur tsb harus dapat mendukung pelaksanaan strategi organisasi. keamanan dsb.

Sebagai alat pengendali anggaran Tugas manajer pusat pertanggungjawaban adalah untuk menciptakan hubungan yang optimal antara suberdaya input yang digunakan dan output yang dihasilkan dikaitkan sdentgan target kinerja. Pusat-Pusat Pertanggungjawaban Pada dasarnya terdapat 4 pusat pertanggungjawaban yaitu : • Pusat biaya (expense center) Pusat biaya adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya dinilai berdasarkan biaya yang telah dikeluarkan. Pengendalian kinerja. Suatu organisasi merupakan kumpulan dari suatu pusat pertanggungjawaban. Suatu unit organisasi disebut sebagai pusat biaya apabila ukuran kinerja dinilai berdasarkan biaya yang telah digunakan (bulan nilai output yang dihasilkan). Struktur Pengendalian Manajemen Sistem pengendalian manajemen harus didukung dengan struktur pengendalian yang baik . Memfasilitasi terbentuknya goal congruence 4. Pusaat pertanggungjawaban adalah unit organisasi yang dipimpin oleh manajer yang bertangungjawab terhadap aktivitas pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya. Sebagai basis perencanaan. Mendorong kreativitas dan daya inovasi bawahan 6. Untuk meudahklan mencapai tujuan organisasi 3. Tujuan dibuatnya pusat pertanggungjawaban tersebut adalah: 1. Pusat biaya banyak dijumpai pada sektor publik karena output yang dihasilkan seringkali ada akan tetapi tidak dapat diukur atau yang memiliki kompetensi . Sebagai alat untuk melaksanakan strategi organisasi secara efektif dan efisien 7. Struktur organisasi termanifestasi dalam bentuk pusat pertanggungjawaban (responsibility centers). C. Pada tahap ini pengendalian manajemen berupa analisis evaluasi kinerja berasarkan tolak ukur kinerja yang telah ditetapkan. pengendalian dan penilaian kinerja manajer dan unit organisai yang dipimpinnya 2. Input diukur dengan jumlah sumberdaya yang digunakan sedangkan output diukur dengan jumlah produk atau output yang dihasilkan. Mendelegasikan wewenang dan tugas ke unit-unit sehingga mengurangi beban tugas manajer pusat 5.Akuntansi Sektor Publik 15 3.

material dsbnya yang dengan input tsb diharapkan dapat menghasilkan output dalam bentuk barang atau pelayanan pada kualitas dan kuantitas tertentu. Pusat pertanggungjawaban yang besar tersebut dapat dipecapecah lagi menjadi pusat pertanggungjawaban yang lebih kecil hingga pada level pelayanan atau program. Kinerja manajernya dinilai berdasarkan laba yang dihasilkan. Anggaran mencerminkan nilai rupiah dari input yang dialokasikan ke pusatpusat pertanggungjawaban dan output yang diharapkan atau level aktivitas yang dihasilkan. Contah : Dep Riset dan Pengembangan dan Balitbang Suatu organisasi besar seperti pemerintah daerah dapat dianggap sebagai suatu pusat pertanggungjawaban. Pusat pertanggungjawan tersebut selanjutnya menjadi dasar untuk perencanaan dan pengendalain anggaran serta penilaian kinerja pada unit ybs. Contahnya Dinas Pendapatan Daerah dan dep. bandara dan pelabuhan. Dinas Sosial dan DPU • Pusat pendapatan (revenue center) Pusat pendapatan adalah pusat petanggungjawaban yang prestasi manjernya dinilai berdasarkan pendapatan yang dihasilkan. Manajer pusat pertanggungjawaban sebagai budget holder memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan anggaran. Pusat pertanggung jawaban memperoleh sumberdaya input berupa tenaga kerja. sehiungga dapat . obyek pariwisata milik PEMDA. Adanya perbedaan antara hasil yang dicapai dan jumlah anggaran kemudaian dianalisis untuk diketahui penyebabnya dan dicari siapa yang bertanggungjawab atas terjadinya perbedaan tersebut. pemanasaran • Pusat laba ( profit center) Pusat laba adalah pusat pertanggungjawaban yang menandingkan input (expenses) dan output ( revenue) dalam satuan moneter. misalnya dinas-dinas atau subdinas-subdinas. produksi.Akuntansi Sektor Publik 16 hanya dapat diukur secara fisik tidak dalam nilai rupiahnya. Contah : BUMD dan BUMN. Contoh pusat biaya adalah dep. • Pusat incestasi (investment center) Pusat investasi adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya dinilai berdasarkan laba yang dihasilkan dikaitkan dengan investasi yang ditanamkan pada pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya. Pengendalian anggran meliputi pengukuran terhadap output dan belanja riil yang dilakukan dibandingkan dengan anggaran.

maka proses penyiapan dan pengendalian anggaran harus menjadi fokus perhatian manajer pusat pertanggungjawaban. Menganalisis anggaran yang diajukan dan membuat rekomendasi kepada budgeter dan manajer pusat pertanggungjawaban memiliki fungsi . Dengan kata lain tiap-tiap pusat pertanggungjawaban bertugas untuk melaksanakan program atau aktivitas tertentu dan penggabungan proram-program dari tiap-tiap pusat pertanggungjawaban tsb seharusnya mendukung program pusat pertanggungjawaban pada level yang leih tinggi. Pusat pertanggungjawaban berfunmgsi sebagai pengemban budget holder. Mengkoordinasi dan membuat asumsi sebagai dasar anggaran (misal: asumsi tingkat inflasi. mekanisme tsb perlu dilakukan sebagai salah satu cara pengendalian anggaran. nilai tukar. yaitu dibandingkan antara hasil yang telah dicapai dengan anggaran. Tindakan tsb biasa dilakukan pada perusahaanperusahaan swasta. Menetapkan prosedur dan formulir untuk persiapan anggran 2.Akuntansi Sektor Publik 17 segera dilakukan tindakan korektif. Idealnya. Pada organisasi publik. Keberadaan depatemen anggaran dan komite anggaran pada pusat pertanggungjawaban sangat perlu untuk membentu terciptanya anggaran yang efektif. Membantu mengkomunikasdikan anggaran ke seluruh bagian dalam organisasi 4. Informasi yang relevan harus up to date (terbaru) dan biaya yang dikendalikan secara langsung (controllable) dengan biaya-biaya yang tidak dikendalikan (uncontrollable) oleh manajer pusat pertanggungjawaban. Informasi yang terkait dengan sistem pengendalian anggaran biasanya banyak diketahui oleh bagian departemen anggaran. Jika sistem pengendalian anggaran berjalan dengan baik maka informasi yang dikirimkan kepada manajer harus relevan dan tepat waktu. Setiap jenis pusat pertanggungjawaban membutuhkan data mengenai berlanja (pengeluaran) yang telah dilakukan dan output yang dihasilkan selama masa anggaran. sehingga pada akhirnya tujuan umum organisasi dapat tercapai. Depatemen anggaran sebagai berikut : 1. struktur pusat pertanggungjawaban sebagai alat pengendalian anggaran sejalan dengan program atau struktur aktivitas organisasi. Laporan kinerja disiapkan dan dikirim ke setiap level manajemen untuk dievaluasi kinerjanya. harga migas) 3.

Prengendalian organisasi dapat berupa aturan dan prosedur birokrasi atau melalui sistem pengendalian dan manajemen informasi yang dirancang secara formal. Faktor pengendalian formal misalnya : sistem pengendalian manajemen dan sistem aturan.Akuntansi Sektor Publik 18 5. Faktir yang mempengaruhi goal congrunce dapat dikategorikan dalam 2 kelompok yaitu faktor pengendalian formal dan informal. Komite anggran biasanya teddiri dari para pimpinan puncak seperti kepala depatemen.. kepala dinas. Karenanya pusat pertanggungjawaban merupakan alat yang sangat vital untuk pelaksanaan dan pengendalian anggaran selain itu juga merupakan basis pengukuran kinerja yaitu membendingkan apa yang telah dicapai oleh pusat pertanggungjawaban dibandingkan dengan anggaran yang telah ditetapkan. Sedangkan faktor informal . Menganalisis kinerja anggaran yang dilaporkan. Untuk menyingkapi ini perlu adanya jembatan yang mampu menghantarkan organisasi mencapai tujuannya. Komite anggaran ujuga memiliki peran yang vital. Menyiapkan revisi anggaran jika diperlukan. Saluran informasi informal dapat dilakukan dengan komunikasi langsung yaitu pertemuan informal. Saluran komunikasi formal terdiri dari aktivitas formal dalam organisasi yang terdiri dari : (1) perumusan strategi (2) perencanaan strategi (3) penganggran (4) opersional (5) evaluasi kinerja .Dalam hal ini hendaknya pengendalian manajemen dapat digunakan sebagai jembatan untuk mewujudkan goal congruence yaitu keselaran antara tujuan individu dan tujuan organisasi. Proses Pengendalian Manajemen Sektor Publik Proses pengendalian manajemen pada organisasi sektor publik dapat dilakukan dengan cara komunikasi formal dan informal. yaitu tercapainya keselarasan antara tujuan individu dan tuuan oraganisasi. menginterprestasikan hasil dan menyiapkan ikhtisar laporan untuk manajer pusat pertanggungjawaban 6. Sistem pengendalian manajemen suatu organisasi dirancang untuk mempengaruhi orang-orang di dalam organisasi tersebut agar berperilaku sesuai dengan tujuan organisasi. Dalam suatu organisasi setiap individu pasti mempunyai tujuan person. kepala biro dsb. Komite anggran bertugas menuyusun anggran untuk tiap-tiap unitoperasi. D. Depaemen anggran dan komite anggran merupakan perangkat yanmg berad pada pusat pertanggungjawaban. diskusi dll.

Dalam organisasi pemerintahan perumusan strategi dilakukan oleh dewan legislatif yang hasilnya berupa GBHN yang akhirnya merupakan acuan bagi eksektutif dalam berindak. Strategi perusahaann dapat berubah atau mengalami revisi jika terdapat lingkungan yang berubah yang dipengaruhi adanya ancaman dan kesempatan. Perubahan visi. Perumusan strategi merupakan tugas dan tanggungjawab manajemen puncak. misi. sasran. Ancaman dan peluang baru dapat muncul setiap saat.5.  Perumusan Strategi (strategy formulation) Perumusan strategi merupakan proses pehnentuan visis. tujuan. Strategi organisasi ditetapkan untuk memberikan kemudahan dalam mencapai tujuan organisasi. peraturan pemerintah baru atau perubahan lingkungan politik dan ekonomi lokal dan global. Analsisi ini dikembangkan dengan menganalisis faktor internal yang menjadi kekuatan dan kelemahan dalam suatu organisasi dan faktor eksternal yang merupakan ancaman dan peluang. target. sosial dan budaya.Akuntansi Sektor Publik 19 terdiri dari ekstrenal dan internal. gaya manajemen dan gaya komunikasi. Yang berubah hanyalah strategi untuk mewujudkan visi. Berdasarkan analisis SWOT oganisasi dapat menentukan startegi terbaik untuk mencapai tujuan organisasi. Karenanya perumusan strategi bersifat tidak sistematis dan tidak harus kaku. Ketidakstabilan ekonomi dan politik yang terjadi secara terus menerus dapat mendorong pemerintah untuk sewaktu-waktu mengeluarkan kebijakan dan strategi baru. misalnya adanya inovasi teknologi baru. Yang bersifat eksternal contohnya etos kerja dan loyalitas karyawan ( dalam pemerintahan kita kenal sebagi abdi negara dan abdi masyarakat). Hasil perumusan strategi bersifat permanen dan jangka panjang bisa berjangka 4. 10 bahkan 20 tahun. Pertimbangan untuk revisi strategi biasanya kalau muncul perubahan lingkunan yang berupa ancaman atau peluang baru. Salah satu metode penentuan strategi adalah dengan menggunakan analisis SWOT. . sedangkan yang bersifat internal : kulktur organisasi. Perubahan lingkungan dalam organisasi sektor publik sanat mungkin karena karena organisasi sektor publik dipengaruhi oleh faktor politik. misi dan tujuan oragnisasi sangat jarang dilakukuan oleh organisasi baik itu pemerintahan atau swasta. misi dan tujuan yang telah ditetapkan. ekoomi.arah dan kebijakan serta strategi organisasi.

Menurut Olsen dan Eadi (1982) proses perumusan strategi terdiri dari 5 komponen dasar yaitu : 1. terdiri dari pengidentifikasian dan pengukuran faktor-faktor eksternal yang sedang dan akan terjadi dan kondisi yang harus dipertimangkan pada saat merumuskan strategi organisasi 3. . evaluasi dan pemilihan strategi 5. Pernyataan misi dan tujuan umum organisasi yang dirumuskan oleh manajemen eksekutif organisasi dan memberikan rerangka pengembangan strategi serta target yang akan dicapai 2. peraturan (regulasi) trend global Teknologi baru Analisis Internal: Teknologi yang dimiliki Sumber daya Sumber daya alam Sumber daya manusia Infrastruktur dsbnya Strength & Weaknes : Identifikasi kekuatan & kelemahan Opportunity & Threat: Identifikasi peluang & ancaman Penyesuaian kompetensi dengan peluang dan ancaman Strategi Proses perumusan pada organisasi sektor publik banyak dipengaruhi perkembangan disektor swasta. Perencanaan dimulai dari perumusan strategi.soial. Implementasi dan pengendalian rencana strategik. Analisis atau scanning lingkungan. Profil internal dan audit sumber daya.pilitik. yang mengidentifikasi dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan organisasi dalam hal berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan strategik 4. Sama halnya dengan sektor swasta tahap awal dari manajemen strategi adalah perencnaan. Perumusan.Akuntansi Sektor Publik 20 Gambar: Proses Perumusan Strategi Analisis Eksternal: Ekonomi.

Akuntansi Sektor Publik 21 Model Perumusan Strategi pada Organisasi Sektor Publik Innitiate and agree process Stakeholder Internal Environmental Analysis Missin and mandate Ekternal Environmental Analysis Strategic issues Strategics Opportunity and threats Strength & weakneses PEST ANALYSIS Vision for the future Political Economic Sociological Technical Actions Outcomes Sumber : Bryson JM (1995) Menurut Bryson Jm model 8 langkah untuk memfasilitasi proses perumusan strategi yaitu: 1. Memulai dan menyetujui proses perencanaan strategi 2. Identifikasi isu strategi yang sedang dihadapi organisasi 7. Menilai lingkungan eksternal 5.manage isu-isu 8. Perumusan strategi untuk me. Menetapkan visi organisasi untuk masa ke depan. Klarifikasi misi dan nilai-nilai organisasi 4. Menilai lingkungan internal 6. Identifikasi apa yang menjadi mandat organisasi 3. .

sedangkan perencanaan strategik adalah proses menentukan bagaimana mengimplementasikan strategi tersebut.A2 &A3 Program A1. aktivitas atau proyek yang akan dilaksdankan suatu organisasidan penentuan jumlah alokasi sumber daya yang akan dibutuhkan Perbedaan dengan perumusan strategi adalah bahwa perumusan strategi merupakan proses untuk menentukan strategi.misi dan tujuan oganisasi.A2 &A3 dst Seleksi program dikaitkan dengan prioritas dan sumber daya yang tersedia Review strategi. Proses Perencanaan Strategik Strategi A Strategi B Strategi C Strategi D dst Perencanaan strategi Program A1.pri oritas dan anggaran Anggaran yang dibutuhkan Program yang lolos seleksi .Akuntansi Sektor Publik 22  Perencanaan Strategi (strategic planning) Sistem pengendalian manajemen diawali dari perencanaan strategik. Dalam proses perumusan strategi . Perencanaan strategik merupakan proses menurunkan strategi dalam bentuk program-program. manajemen memutuskan visi.program.A2 &A3 Program A1.A2 &A3 Program A1. Hasil perencanaan strategik berupa rencana-rencana strategik. Perencanaan strategik adalah proses pemantauan program-program.

alokasi sumberdaya yang tidak tepat sasaran dab dilakukannya pilihan startyegi yang salah. misalnya terjadinya beban kerja anggaran yang terlalu berat. Orientasi dilakukannya manajemen strategik pada organisasi manajemen organisasi publik menuntut adanya strategic vision.filosofi unit kerja Sub Sisem pengumpula n data Tujuan unit kerja Saran & Target kinerja Ukuran efektifitas Target kinerja Strategi & Action plan Ukuran ekonomi Target kinerja Laporan Keu Pemda Target kinerja & analisis biaya Justifikasi Ukuran efisiensi Ukuran penjelas Perencanaan strategik merupakan proses yang sistematis yang memilikiu prosedru dan skedul yang jelas.Akuntansi Sektor Publik 23 Gambar Sistem Manajemen Strategik pada Pemerintah Daerah Perencanaan Strategik Perencanaan kinerja Anggaran kinerja Pelaporan kinerja LPJ Kepala Daerah Visi.lam penganggaran.misi. strategic leadership dan strategic organization. . strategic thinking. Organisasi yang tidak memiliki atau tidak melakukan perencanaan strategik akan mengalaami masalah da.

tujuan dan strategi yang telah ditetapkan secara biak dapat gagal bila struktur organisasi tiudak mendukung strategi. yang nantinya akan mendorong goal congruence. Mengubah perencanaan Strategik Menjadi Tindakan Nyata Perencanaan strategi dapat digunakan untuk membantu mengantisipasi dan memberikan arah perubahan. Restrukturisasi dapat didasarkan pada prinsip 1. Perencanaan strategik bukan merupakan hasil akhir. Visi. tetapi perubahan belum dapat berjalan dengan mulus meskipun sudah ada perencanaan strategik. misi. karenanya perlu adanya restrukturisasi dan reorganisasi agar selaras dengan startegi dan sistem pengendalian manajemen. sehingga memungkinkan terjadi persetujuan antara manajer puncak dengan manajer level dibawahnya mengenai strategi terbaik untuk mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan. Desain sistem pengendalian manajemen harus didukung oleh struktur organisasi yang sesuai. tapi masih perlu ditranslasikan dalam bentuk tindakan-tindakan konkrit. Untuk itu harus didukung oleh : • • • Struktur pendukung. baik secra manajerial maupun secara politik Proses dan praktek implementasi di lapangan Kultur organisasi Struktur organisasi hendaknya dapat mendukung pelaksanaan strategi. Perubahan strktur organisasi hendaknya dapat meningktakan kapasitas untuk mencapai strategi yang efektif .Akuntansi Sektor Publik 24 Manfaat Perencanaan Strategik • Sebagai sarana untuk memfasilitasi terciptanya anggaran yang efektif • Sebagai sarana untuk memfokuskan manajer pada pelaksanaan strategi yang telah ditetapkan • Sebagai sarana untuk memfasilitasi dilakukannya alokasi sumber daya yang optimal • Sebagai rerangka pelaksanaan tindakan jangka pendek • Sebagai sarana manajemen untuk memahami strategi organisasi secara lebih jelas • Sebagai alat untuk memperkecil rentang alternatif strategi Tujuan utama perencanaan strategik adalah untuk meningkatkan komunikasi antara manajer puncak dengan manajer dibawahnya.

kebijakan dan otorisasi alokasi sumber daya dan menilai kinerja manajemen. Pimpinan eksekutif bertanggung jawab untuk melaksanakan strategi dan arahan kebijakan hingga level bawah. pendelegasian wewenang dan tugas.  Pengukuran Kinerja Penilaian kinerja merupakan bagian akhir dari proses pengendalian manajemen yang dapat digunakan sebagai alat penegndalian.Akuntansi Sektor Publik 25 2. Prencanaan strategik tidak akan efektif jika prosedur dan sistem pengendalian tidak sesuai dengan strategi. Perbedaan tersebut terletak pada pengaruh politik dalam proses penganggaran. Pengendalian manajemen melalui sistem penilaian kinerja dapat dilakukan dengana menciptakan mekanisme reward dan punishment. Sistem pemberian penghargaan dan hukuman dapat digunakan sebagai pendorong untuk pencapaian suatu strategi. karena memiliki karakteristik yang agak berbeda dengan penganggraan pada sektor swasta. Dewan bertanggung jawab secara kolektif untuk merencanakan strategi.  Penganggaran Tahap penganggaran dalam proses pengendalian manajemen sektor publik merupakan tahap yang pang dominan. Sistem reward dan punishment harus didukung oleh manajemen kompensasi yang memadai. misi dan tujuan organisasi harus selalu dikomunikasiokan kepada seluruh anggota organisasi 3. Program akan gagal bila personel di lapangan bertindak tidak sesuai dengan arah dan strategi organisasi. dan harus didukung oleh perubahan perilaku dan sikap anggota organisasi untuk melaksanakan program-program secara efektif dan efisien. Perencanaan srtategik harus didukung adanya budaya organisasi yang kuat. Kultur organisasi terkait dengan lingkungan kerja dan kesediaan anggota untuk melakukan perubahan. Peran peting adanya penghargaan dalam suatu organisasi akan mendorong tercapainya tujuan oragnisasi dan untuk menciptakan kepuasan setiap individu. Arus ada kejelasan wewenang dan tanggung jawab. Intensif positif pada manajer disebut sebagai reward dan intensif negatinya disebut sebagai punishment. Visi. . Proses dan praktik di lapangan terkait dengan prosedur dan sistem pengendalian. Selain itu harus didukung oleh regulasi keuangan. Manajemen kompensasi merupakan mekanisme penting untuk mendorong motivasi manajer untuk mencapai tujuan organisasi. pengendalian personel dan manajemen kompensasi yang jelas dan fair.

yang bersifat financial misalnya kenaikan gaji. bonus dan pemberian tunjangan. penempatan kerja di lokasi yang lebih baik dan pengakuan. tetapi orientasi penilaian harus selalu pada pemberian penghargaan.Akuntansi Sektor Publik 26 Pemberian reward dapat berupa financial atau non financial. sedangkan non financial dapat berupa promosi jabatan. . otonomi yang lebih besar. penambahan tanggung jawab. Mekanisme pemberian sanksi dan hukuman pada kondisi tetentu diperlukan.

Konsep Anggaran Sektor Publik Anggaran merupakan pernyataan mengenai setimasi kinerja yang hendak dicapai selama periode tertentu yang dinyatakan dalam ukuran finansial. didiskusikan dan diberi masukan. sedangkan penganggaran adalah proses atau metode untuk menyiapkan anggaran. Proses penganggaran sektor publik dimulai ketika perumusan staretgi dan perencanaan strategik selesai dilakukan. Hal tersebut berbeda dengan sektor swasta yang relatif lebih kecil nuansa politiknya. Penganggaran dalam organisasi sektor publik merupakan tahapan yang cukup rumit dan mengandung nuansa politik yang tinggi. Dalam organisasi sektor publik penganggaran merupakan suatu proses politik. Anggaran pada sektor publik merupakan instrumen akuntabilitas dan pengelolaan dana publik dan pelaksanaan program-program yang dibiayai dengan uang publik. Pada sektor swasta anggaran merupakan bagian dari rahasia perusahaan yang tertutup bagi publik. . Dalam bentuk yang sederhana anggaran sektor publik merupakan suatu dokumen yang menggambarkan kodisi keuangan dari suatu organisasi yang meliputi informasi mengenai pendapatan. PENGANGGARAN SEKTOR PUBLIK A.Akuntansi Sektor Publik 27 4. belanja dan aktivitas. Anggaran berisi estimasi mengenai apa yang akan dilakukan organisasi di masa yang akan datang. Aspek-aspek yang harus dicakup dalam anggaran sektor publik : • • • Aspek perencanaan Aspek pengendalian Aspek akuntabilitas B. Anggaranmerupakan artikulasi dari perumusan dan perencanaan strategi yang dibuat. Penganggaran pada sektor publik terkait dengan proses penentanjumlah alokasi dana untuk tiap-tiap program dan aktivitas dalam satuan moneter. namun pada sektor publik anggran merupakan hal yang harus diinformasikan kepada publik untuk dikritik. Pengertian Anggaran Sektor Publik Anggaran publik berisi rencana kegiatan yang direpresentasikan dalam bentuk rencana perolehan pendapatan dan belanja dalam satuan moneter.

Anggaran sektor publik harsu dapat memenuhi kriteria sbb : • • Merefleksikan perubahan prioritas kebutuhan dan keinginan masyarakat Menetukan penerimaan dan pengeluaran departemen-depatemen pemerintah. Dalam sebuah negara demokrasi. Anggaran merupakan alat ekonomi terpenting yang dimiliki pemerintah untuk mengarahkan perkembangan sosial dan ekonomi. pertumbuhan ekonomi dan beban pajak yang harus dibayar atas pelayanan yang diberikan pemerintah. pendidikan dsbnya agar terjamin secara layak. lapangan kerja. Pentingnya Anggaran Sektor Publik Anggaran sektor publik dibuat untuk membantu menentukan tingkat kebutuhan masyarakat seperti listrik. Alat utama kebijakan fiskal adalah anggaran. uang yang dimiliki oleh pemerintah adalah uang rakyat dan anggaran menunjukkkan rencana pemerintah untuk membelanjakan uang rakyat. baik propinsi maupun daerah Aliran uang yang terkait dengan aktivitas pemerintahan akan mempengaruhi harga. Berapa banyak dan bagaimana cara memperoleh uang untuk mendanai rencanarencana tersebut C. Keputusan anggaran yang dibuat pemerintah daerah dan propinsi seharusnya dapat merefleksikan prioritas pemerintah daerah dan propinsi dengan baik. distribusi pendapatan.Akuntansi Sektor Publik 28 Secara singkat anggaran publik merupakan suatau rencana finansial yang menyatakan : 1. Tingkat kesejahteraan masyarakat dipengaruhi oleh keputusan yang dibuat pemerintah melalui anggran yang dibuat. kualitas kesehatan. air bersih. menjamin kesinambungan dan kualitas hidup masyarakat. Anggaran sektor publik penting karena : . Berapa biaya-biaya atas rencana yang telah dibuat 2. pemerintah mewakili kepentingan rakyat. Anggaran dan Kebijakan Fiskal Pemerintah Kebijakan fiskal adalah usaha yang dilakukan pemerintah untuk mempengaruhi keadaan ekoomi melalui sistem pengeluaran atau sistem perpajakan untuk mencapai tujuan tertentu. Anggaran merupakan blue print keberadaan sebuah negra dan merupakan arahan di masa yang akan datang.

Alat kebijakan fiskal 4. Alat politik 5. Alat koordinasi dan komunikasi 6. sedangkan sumber daya jumlahnya terbatas. Fungsi Anggaran Sektor Publik Anggaran sektor publik mempunyai beberapa fungsi utama yaitu 1.Akuntansi Sektor Publik 29 1. ekonomi. Sebagai alat perencanaan 2. Alat motivasi 8. menjamin kesinambungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Anggaran sebagai alat perencanaan digunakan untuk : • • • • Merumuskan tujuan serta sasarn kebijakan agar sesuai dengan visi. Dalam hal ini anggaran publik merupakan instrumen pelaksanaan akuntabilitas publik oleh lembaga-lembaga publik yang ada. D.misi dan sasaran yang telah ditetapkan Merencanakan berbagai program dan kegiatan untuk mencapai tuuan organisasi serta merencanakan alternatif sumber pembiayaannya Mengalokasikan dana pada berbagai program dan kegiatan yang telah disusun Menetukan indikator kinerja dan tingkat pencapaian strategi Anggaran Sebagai Alat Pengendalian (Control tool) . Anggaran diperlukan untuk meyakinkan bahwa pemerintah bertanggung jawab terhadap rakyat. berapa biaya yang dibutuhkan dan berapa hasil yang diperoleh dari belanja pemerinta tersebut. Alat menciptakan ruang publik. Anggaran merupakan alat bagi pemerintah untuk mengarahkan pembangunan sosial. Alat penilaian kinerja 7. 2. Anggaran Sebagai Alat Perencanaan (Planning tool) Anggaran meupakan alat pengendalian manajemen untuk mencapai tujuan organisasi. Anggaran dibuat karena adanya kebutuhan dan keinginan masyarakat yang terus berkembang. 3. Alat pengendalian 3. Anggaran sektor publik dibuat untuk merencanakan tindakan apa yang akan dilakukan pemerintah.

sehingga dapat dilakukan prediksi dan estimasi ekonomi. Anggaran dapat digunakan unrtuk mendorong. Tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa presiden. menteri. memfasilitasi dan mengkoordinasikan kegiatan ekonomi masyarakat sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi. bupati dan manajer publik lainnya dapat dikendalikan lewat anggaran. Anggaran Sebagai Alat Politik (Political tool) Anggaran dapat digunakan untuk memutuskan prioritas dan kebutuhan keuangan terhadap prioritas tersebut. Tanpa anggaran pemerintah tidak dapat mengendalikan pemborosan pengeluaran. anggaran sektor publik digunakan untuk meyakinkan bahwa pemerintah masih mempunyai cukup uang untuk memenuhi kewajibannya. coalition holding.Akuntansi Sektor Publik 30 Sebagai alat pengendalian anggaran memberikan rencana detail atas pendapatan dan pengeluaran pemerintah agar pembelanjaan yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. gubernur. keahlian negoisasi. Sebagai alat penengendali manajerial. Pengendalian anggaran publik dapat dilakukan melalui 4 cara : 1. Merivisi standar biaya atau target anggaran untuk tahun berikutnya Anggaran Sebagai Alat Kebijakan Fiskal (Fiscal tool) Anggaran sebagai alat kebijakan fiskal digunakan untuk alat menstabilkan ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Membandingkan kinerja aktual dengan kinerja yang dianggarkan 2. pemahaman tentang prinsip manajemen . Anggaran sektor publik dapat digunakan untuk mengendalikan kekuasaan eksekutif. selain itu juga digunakan sebagai pemberi informasi dan meyakinkan legislatif bahwa pemerintah bekrja secara efisien tanpa ada korupsi dan pemborosan. Menghitung selisih anggaran 3. Menemukan penyebab yang dapat dikendalikan dan tidak dapat dikendalikan 4. Melalui anggaran publik dapat diketahui arah kebijakan fiskal pemerintah. Pada sektor publik anggaran merupakan dokumen politik sebagai bentuk komitmen eksekutif dan kesepakatan legislatif atas penggunaan dana publik untuk kepentingan tertentu. karenanya pembuatan anggaran publik membutuhkan political skill. Anggaran bukan sekedar masalah teknis tetapi lebih merupakan alat politik.

Agar dapat memotivasi pegawai target anggaran hendaknya jangan terlalu tinggi sehingga tidak dapat dipenuhi. Anggaran publik yang disusun dengan baik akan mampu mendeteksi terjadinya inkonsistensi suatu unit kerja di dalam pencapaian tujuan organisasi. perguruan tinggi dan berbagai organisasi kemasyarakatan harus terlibat dalam penganggaran publik. Manajer publik harus sadar sepenuhnya bahwa kegagalan dalam melaksanakan anggaran yang telah disetujui akan menjatuhkan kepemimpinannya. Disamping itu anggaran publik juga berfungsi sebagai alat komunikasi antar unit kerja dalam lingkungan eksekutif. Anggaran merupakan alat yang efektif untuk pengendalian dan penilaian kinerja. Masyarakat.namun juga jangan terlalu rendah sehingga terlalu mudah untuk dicapai. Anggaran Sebagai Alat Pinilaian Kinerja (Performance measurement tool) Anggaran merupakan wujud komitmen dari publik holer (eksekutif) kepada pemberi wewenang (legislatif). Kelompok masyarakat yang teroganisir akan mencoba mempengaruhi anggaran publik utnk kepentingan mereka. Kinerja eksekutif akan dinilai berdasarkan pencapaian target anggaran adan pelaksanaan efisiensi anggaran. birokrat dan DPR/MPR.. Anggaran Sebagai Alat Koordinasi dan Komunikasi Communication tool) Setiap unit kerja pemerintah terlibat dalam penyusunan anggaran. Anggaran Sebagai Alat Motivasi (Motivation tool) Anggaran dapat digunakan sebagai alat untuk memotivasi manajer dan stafnya agar bekerja secara ekonomis.Akuntansi Sektor Publik 31 keuangan publik oleh para manajer publik. Anggaran Sebagai Alat untuk Menciptakan Ruang Publik (Public Sphere) Anggaran publik tidak boleh diabaikan oleh kabinet. efektif dan efisien dalam mencapai target dan tujuan organisasi yang telah ditetapkan. LSM. Anggaran harus dikomunikasikan ke seluruh bagian organisasi untuk dilaksanakan. Anggaran publik merupakan alat koordinasi antar bagian dalam pemerintahan. Kelompok lain dari kemasyarakat yang kurang terorganisasi akan mnyampaikan aspirasinya melaui proses (Coordination and . atau paling tidak menurunkan kredibilitas pemerintah.

melakukan boikot dsbnya E. kendaraann. Jika tidak ada alat untuk menyampaikan suara mereka. mereka kan mengambil tindakan dengan jalan lain seperti dengan tindakan massa.Akuntansi Sektor Publik 32 politik yang ada. Pengeluaran pemerintah yang dapat dikatagorikan dalam anggaran operasional adalah belanja rutin yaitu belanja yang manfaatnya hanya untuk satu tahun anggaran saja dan tidak dapat menambah aset atau kekayaan bagi pemerintah. Dalam sebuah msyarakat yang demokratis rakyat memberi mandat kepada pemerintah melalui pemilihan umum. sebab selutrhnya adalah milik publik. Disebut rutin karena pengeluaran tersebut berulang-ulang ada setiap tahun. Anggaran Modal Anggaran Operasional Anggaran digunakan untuk merencanakan kebutuhan sehari-hari dalam menjalankan pemerintahan. Politisi mentranslasikan mandat melalui tersebut melalui kebijakan dan program yang memberi mamfaat lebih kepada pemilih yang direfleksikan dalam anggaran. tetapi pemerintah akan . Pemerintah tidak mungkin memebuhi semua permintaan stake holdernya secara simultan. Pada dasarnya pemerintah tidak memiliki uang yang dimiliki sendiri. Belanja modal adalah pengeluaran yang masa manfaatnmya lebih dari satu tahun anggran dan akan menambah aset atau kekayaan pemerintah dan selanjutnya akan menambah anggaran rutin untuk biaya operasional dan pemeliharaannya. Anggaran operasional 2. Pengangguran dan tuna wisma dan kelompok lain yang kurang terorganisasi akan mudah dan tidak berdaya mengikuti tindakan pemerintah. Jenis-Jenis Anggaran Sektor Publik Anggaran sektor publik dibagi menjadi menjadi 2 yaitu : 1. Pengeluaran modal yang besar biasanya dilakukan dengan mengunakan pinjaman. Anggaran Modal Anggran modal menunjukkan rencana jangka penjang dan pembelanjaan atas aktiva tetap seperti gedung. perabot dsbnya. peralatan. Secara umum pengeluaran yang masuk kategori anggaran operasional antara lain belanja administrasi umum dan belanja operasional dan pemeliharaan.

Komprehensif Anggaran harus menunjukkan semua penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Jelas Anggaran hendaknya sederhanan dan mudah dipahami oleh masyarakat dan tidak membingungkan 8. . Prinsip-Prinsip Anggaran Sektor Publik Prinsip-prinsip anggaran sektor publik meliputi : 1. F. Otorisasi oleh legislatif Anggaran publik harus mendapat otorisasi dari legislatif terlebih dahulu sebelum dibelanjakan oleh eksekutif 2. Diketahui publik Anggaran harus diinformasikan kepada masyarakat luas. Keutuhan anggaran Semua penerimaan dan pengeluaran pemerintah harus terhimpun dalam dana umum 4. Nondiscretionary Appropriation Jumlah yang disetujui oleh legislatif harus termanfaat secaara ekonomis. Periodik Anggran bersifat periodik yang bersifat tahunan atau multi tahunan 6.Akuntansi Sektor Publik 33 memilih program yang menjadi prioritas. Karenanya adana anggaran non budgetair menyalahi prinsip anggran yang bersifat komprehensif 3. efisien dan efektif 5. Akurat Estimasi anggaran hendaknya tidak memasukkan cadangan yang tersembunyi yang dijadikan sebagi kantong-kantong pemborosan 7. Disinilah fingsi anggaran yang akan digunakan sebagai alat politis dalam memutuskan prioritas dan kebutuhan keuangan pada sektor tersebut.

Proses penyusunan anggaran mempunyai 4 tujuan : Membantu pemerintah mencapai tujuan dan meningkatkan koordinasi antar bagian dalam lingkungan pemerintah Membantu menciptakan efisiensi dan keadilan dalam menyediakan barang dan jasa publik melalui proses pemrioritasan Memungkinkan pemerintah untuk memenuhi prioritas belanja Meningkatkan transparansi dan pertanggungjawaban pemerintah kepada DPRD/DPR dan masyarakat luas. Prinsip-Prinsip Pokok dalam Siklus Anggaran Pokok-pokok prinsip siklus anggaran harus diketahui oleh penyelengara pemerintahan. fluktuasi pasar.Akuntansi Sektor Publik 34 G. perubahan sosial politik. yang perlu diperhatikan adalah sebelum menyetujui taksiran pengeluaran . Siklus anggaran tersebut ada 4 tahap : • • • • Tahap persiapan anggaran Tahap ratifikasi Tahap implementasi Tahap pelaporan dan evaluasi Tahap persiapan anggaran Pada tahap ini dilakukan taksiran pengeluaran atas dasar talsiran pendapatan yang tersedia. Faktor-faktor dominan yang terdapat dalam proses penganggaran adalah : • • • • Tujuan dan target yang hendak dicapai Ketersediaan sumber daya (faktor produksi yang dimiliki pemnerintah) Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan atau target Faktor lain yang mmpengaruhi anggaran seperti : munculnya peraturan pemerintah yang baru. H. Proses Penyusunan Anggaran Sektor Publik APBD/APBN yang dipresentasikan setiap akhir tahun dihadapan DPRD/DPR memberikan informasi kepada masyarakat luas tentang program yang direncanakan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat • • • • dan darimana program tersebut dibiayai. bencana alam dsbnya.

108 pemerintah daerah diisyaratkan untuk membuat dokumen perencanaan daerah yang terdiri atas PROPERDA (RENSTRADA). Dalam persoalan estimasai yang perlu diperhatikan adalah terdapatnya faktor ketidakpastian yang cukup tinggi. setelah itu pemerintah daerah menetapkan Strategi dan Prioritas APBD. Berdasarkan RENSTRADA yang telah dibuat dan analisis kebijakan fiskal dan ekonomi daerah. Dokumen tersebut diupayakan tidak meyimpang dari PROPERNAS dan RENSTRA yang dibuat oleh pemerintah pusat. REPETADA memuat program pembanguan perencanaan berupa GBHN. 105 tahun 2000 pemerintah daerah bersamasama DPRD menetapkan arah kebijakan umum APBD. menurut ketentuan PP No. Besarnya mata anggaran tergantung pada sistem anggaran yang digunakan. Pada pemerintah pusat penyusunan perencanaan pembangunan dimulai dari penyusunan PROPERNAS yang merupakan operasinalisasi GBHN. Dalam PROPERDA di mungkinkan adanya penekanan prioritas pembanguann yang berbeda antara daerah yang satu dengan yang lain. Sesuai dengan kebutuhan masingmasing daerah. Harus disadari adanya masalah yang cukup berbahaya jika anggaran pendapatan diestimasi pada saat bersamaan dengan pembuatan keputusan tentang anggaran pengeluaran.Akuntansi Sektor Publik 35 terlebih dulu hendaknya dilakukan taksiran pendapatan secara lebih akurat. 105 dan 108 tahun 2000. Sementara itu ditingkat daerah (propinsi dan kab/kota) berdasarkan PP No. Rencana Strategis (RENSTRA) dan Rencana Pembangunan Tahunan . Berdasarkan POPERNAS dan RENSTRA serta analisis fiskal dan makro ekonomi kemudian mulai dibuat persiapan APBN dan RAPETA. Karenanya manajer keuangan publik harus memahami betul dalam menentukan besarnya suatau mata anggaran. PROPERDA (RENSTRADA) yang dibuat oleh pemerintah daerah bersama-sama dengan DPRD dalam kerangka waktu 5 tahun yang kemudian dijabarkan dalam pelaksanaannya dalam kerangka tahunan. Di Indonesia arahan kebijakan pembangunan pemerintah pusat tertuang dalam dokummen (RAPETA). Program Pembangunan Nasional (PROPERNAS). PROPERNAS tersebut kemudian dijabarkan dalam bentuk RENSTRA. Sinkronisasi perencanaan pembangunan yang digariskan oleh pemerintah pusat dan perencanaan pembangunan daerah secara spesifik diatur dalam Peraturan Pemerintah No. Rincian RENSTRADA setiap tahunnya akan digunakan sebagai masukan dalam penyusunan REPETADA dan APBD.

juga memuat indikator kinerja yang terukur dalam jangka waktu satu tahun. hal terpenting yang harus dimiliki oleh manajer keuangan publik adalah dimilikinya sistem informasi akuntansi dan sistem pengendalian manajemen.sehingga bisa diketahui kekuatan. termasuk sasaran yang ingin dicapai dan kebijakan yang ditempuh untuk mencapai sasaran tersebut. salesmanship dan coalition holdimg yang memadai. peluang dan tantangan yang sedang dan akan dihadapi Proses pertencanaan arah dan kebijakan pembangunan daerah tahunan (REPETADA) dan anggaran tahuan (APBD) pada hakekatnya merupakan perencanaan instrumnen kebijakan publik sebagai upaya peningktan pelayanan kepada masyarakat.Akuntansi Sektor Publik 36 daerah secara menyeluruh dalam satu tahun. Manajer keuangan publik dalam hal ini bertanggung jawab menciptakan sistem akuntansi keuangan yang memadai . Pimpinan eksekutif dituntut untuk memiliki manejerial skill dan political skill. APBD menunjukkan implikasi dari anggaran REPETADA yang dibuat. Tahap ratifikasi Tahap ini melibatkan proses plotik yang cukup rumit dan cukup berat. tahap selanjutnya adalah pelaksanaan anggaran. Integritas dan kesiapan mental yang tinggi dari eksekutif sangat penting dalam tahap ini. karena eksekutif harus mempunyai kemampuan untuk memberikan argumen yang rasional atas segala pertanyaan dan bantahan yang disampaikan oleh legislatif. kelemahan. Penjabaran rencana strategis jangka panjang dalam REPETADA tersebut dilengkapi dengan : • • • Perimbangan-perimbangan yang barasal dari evaluasi kinerja pemerintah daerah pada periode sebelumnya Masukan dan aspirasi masyrakat Pengkajian kondisi yang saat ini terjadi. Tahap implementasi/pelaksanaan anggaran Setelah disetujui oleh legislatif. Pendekatan ini diharapkan akan lebih memperjelas program kerja tahuan pemerintah daerah. Dengan demikian REPETADA merupakan kerangka kebijakan dalam penyediaan dana bagi APBD.

Tahap pelaporan dan evaluasi Tahap persiapan. maka pada tahap pelaporan diharapkan tidak memiliki masalah.Akuntansi Sektor Publik 37 dan handal untuk perencanaan dan pengendalian anggaran yang telah disepakati. bahkan dapat diandalkan untuk penyusunan periode anggaran tahun berikutnya. sedangkan tahap pelaporan dan evaluasi terkait dengan aspek akuntabilitas. ratifikasi dan implementasi terkait dengan aspek operasional anggaran. . Jika tahap implementasi telah didukung dengan sistem akuntansi dan sistem pengendalian manajemen yang baik.

Selain sistem akuntansi yang handal. Sistem akuntansi yang lemah menyebabkan pengendalian intern lemah dan pada akhirnya laporan keuangan yang dihasilkan juga kurang handal dan kurang relevan untuk pembuatan keputusan. Perlunya Sistem Akuntansi Keuangan Daerah Untuk dapat menghasilkan laporan keuangan yang relevan. dan dapat dipercaya. Materialitas B. TEKNIK AKUNTANSI KEUANGAN SEKTOR PUBLIK A. Saat ini sedang disiapkan standar . Tepat waktu 5. handal. Ekonomis dalam penyajian laporan 6. Hambatan tersebut adalah : 1. yaitu laporan yang menyajikan informasi yang relevan dan dapat diandalkan (reliabel) Untuk menghasilkan laporan keuangan sektor publik yang relevan dan dapat diandalkan. terdapat beberapa kendala yang dihadapi akuntansi sektor publik. Teori Akuntansi Sektor Publik Pada dasarnya ada tiga tujuan perlunya mempelajari teori akuntansi : 91) untuk memahami praktek akuntansi yang ada saat ini (2) mempelajari kelemahan dan kekurangan dari praktek akuntansi yang ada saat ini dilakukan (3) memperbaiki praktek akuntansi di masa yang akan datang. maka diperlukan Standar Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah atau secara lebih luas Standar Akuntansi Keuangan Sektor Publik. Hal ini terkait dengan upaya meningkatkan kualitas laporan keuangan sektor publik. Pengembangan akuntansi sektor publik dilakukan untuk memperbaiki praktik yang saat ini dilakukan.Akuntansi Sektor Publik 38 5. pemerintah daerah harus memiliki sistem akuntansi yang handal. Saat ini sistem akuntansi yang dimiliki pemerintah daerah rata-rata masih lemah. Objektifitas 2. dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi. Daya banding 4. Konsistensi 3.

SAPA merupakan penyempurnaan dari proposal “Sistem Perencanaan dan Manajemen Keuangan Daerah (SPMKD)” yang dibuat oleh PT Redecon. akan tetapi sampai saat ini sistem yang ada belum berjalan secara efektif dan efisien.Departemen Keuangan (Yasin. Hal ini terlihat dengan mulai diperkenalkannya sistem double entry (pembukuan berpasangan) dan akuntansi berbasis akrual yang diformulasikan oleh "Studi Penyempurnaan Sistem Akuntansi dan Manajemen Keuangan Daerah" yaitu tim yang dibentuk oleh Pusat Analisa Keuangan Daerah (PAKD). Untuk dapat menghasilkan laporan keuangan yang relevan. 1999).Akuntansi Sektor Publik 39 akuntansi keuangan untuk pemerintah daerah dalam rangka mendukung pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal. dan untuk itu telah dihasilkan konsep Sistem Akuntansi dan Pengendalian Anggaran/SAPA (Triharta. Sistem akuntansi yang lemah menyebabkan pengendalian intern lemah dan pada akhirnya laporan keuangan yang dihasilkan juga kurang handal dan kurang relevan untuk pembuatan keputusan. SAPA adalah sistem akuntansi untuk pemerintah daerah. dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi. handal. Selain sistem akuntansi yang handal. 1999). Untuk pelaksanaan proyek tersebut. Badan Analisa Keuangan Negara Perkreditan dan Neraca Pembayaran (BAKNPNP) . pemerintah daerah harus memiliki sistem akuntansi yang handal. yaitu konsultan yang ditunjuk oleh Tim Studi Penyempurnaan Sistem Akuntansi dan Manajemen Keuangan Daerah dengan bantuan World Bank. usaha pengembangan sistem akuntansi keuangan pemerintah telah dirintis sejak dua puluh tahun silam. dan dapat dipercaya. Saat ini sistem akuntansi yang dimiliki pemerintah daerah rata-rata masih lemah. sedangkan sistem akuntansi untuk pemerintah pusat upaya pengembangannya telah dilakukan oleh Departemen Keuangan sejak tahun 1982 melalui Proyek Penyempurnaan Sistem Akuntansi dan Pengembangan Akuntansi. dan mulai aktif bekerja tahun 1991. Pada tahun 1985 Sistem Administrasi Keuangan Pemerintah Daerah sendiri telah mengalami perubahan yang cukup mendasar. dibentuk secara khusus Sub Tim Penyempurnaan Akuntansi Pemerintah (PSAP) yang hasilnya antara lain menerapkan sistem pembukuan berpasangan dalam akuntansi pemerintah pusat (Triharta. Jika dilihat dari perspektif historis. 1999). maka diperlukan Standar Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah (Standar . Sejak tahun 1980-an Departemen Dalam Negeri telah berupaya mengembangkan sistem akuntansi yang dipandang cocok dengan corak pemerintah daerah.

draft tersebut masih perlu dilakukan pembahasan dan public hearing dengan user agar dapat dijadikan standar (Sugijanto. Upaya untuk menghasilkan standar akuntansi keuangan yang baku terus dilakukan. Sementara itu di Indonesia belum ada Standar Akuntansi Keuangan Sektor Publik yang baku yang dapat digunakan sebagai pedoman bagi pemerintah daerah dalam penyusunan laporan keuangan dan bagi auditor dalam mengaudit laporan tersebut. Dengan telah dihasilkannya exposure draft tersebut diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi sudah dapat disahkan menjadi standar yang baku. Usaha untuk membuat standar akuntansi keuangan pemerintah sudah pernah dilakukan oleh Badan Akuntansi Keuangan Negara (BAKUN). dan Surplus atau Defisit Neto untuk Periode Berjalan. Namun sampai saat ini. Salah satu tugas kompartemen baru ini adalah menyusun standar akuntansi keuangan sektor publik. 1999). Standar yang saat ini ada belum mencukupi untuk mendukung pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi. BAKUN merupakan lembaga yang dibentuk oleh Departemen Keuangan tahun 1992. Tidak adanya standar akuntansi sektor publik di Indonesia saat ini menyebabkan kesulitan dalam mengaudit laporan keuangan . Kos Pinjaman. Laporan Arus Kas. Laporan Keuangan Konsolidasi dan Akuntansi untuk Entitas Kendalian. yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Sektor Publik tentang Penyajian Laporan Keuangan. Sebenarnya Indonesia dalam hal ini sudah cukup ketinggalan. yang ditugasi untuk menyelenggarakan akuntansi dan mempersiapkan laporan pertanggungjawaban konstitusional pemerintah pusat.Akuntansi Sektor Publik 40 Akuntansi Keuangan Sektor Publik). Exposure draft tersebut terdiri atas lima bagian. Selain itu BAKUN juga diserahi tugas untuk membantu melakukan pengembangan akuntansi untuk instansi (agency accounting). Pada tahun 1999 yang lalu Ikatan Akuntan Indonesia telah membentuk kompartemen baru yaitu Kompartemen Akuntan Sektor Publik. Tidak adanya standar akuntansi yang memadai akan menimbulkan implikasi negatif berupa rendahnya reliabilitas informasi keuangan serta menyulitkan dalam pengauditan. karena baru sekarang mempunyai rancangan standar akuntansi keuangan sektor publik. dan BAKUN sebagai Central Accounting Office ditugasi untuk mempersiapkan draftnya. Saat ini baru dihasilkan exposure draft mengenai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Sektor Publik yang diterbitkan November 2000. Kesalahan Mendasar dan Perubahan Kebijakan Akuntansi. Pada tahun 1995 BPK telah mengirim surat kepada Menteri Keuangan untuk mempersiapkan Standar Akuntansi Keuangan Pemerintah.

dan politik. dan akuntabilitas kebijakan (policy accountability). Perlunya Informasi Akuntansi Untuk Mewujudkan Akuntabilitas Publik Salah satu alat untuk memfasilitasi terciptanya transparansi dan akuntabilitas publik adalah melalui penyajian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah yang komprehensif. tantangan yang dihadapi akuntansi sektor publik adalah menyediakan informasi yang dapat digunakan untuk memonitor akuntabilitas pemerintah daerah yang meliputi akuntabilitas finansial ( financial accountability). Laporan Aliran Kas. Standar Auditing Pemerintah (SAP) sudah ada dan saat ini sedang kita tunggu Standar Akuntansi Keuangan Sektor Publik (SAKSP). dan Neraca. maka laporan keuangan pemerintah daerah perlu dilengkapi dengan pengungkapan yang memadai (disclosure) mengenai informasi-informasi yang dapat mempengaruhi keputusan. Sedangkan bagi pihak intern pemerintah daerah. Laporan keuangan tersebut merupakan komponen penting untuk menciptakan akuntabilitas sektor publik dan merupakan salah satu alat ukur kinerja finansial pemerintah daerah. Terdapat beberapa alasan mengapa pemerintah daerah perlu membuat laporan keuangan. akuntabilitas hukum (legal accountability). laporan keuangan pemerintah daerah merupakan salah satu bentuk mekanisme pertanggungjawaban dan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. laporan keuangan tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk penilaian kinerja. Laporan Realisasi Anggaran (Perhitungan APBD). Karena laporan tersebut akan digunakan untuk pembuatan keputusan. pemerintah daerah diharapkan dapat menyajikan laporan keuangan yang terdiri atas Laporan Surplus/Defisit. akuntabilitas politik (political accountability). sosial. Sedangkan dari sisi pemakai eksternal. Akuntansi sektor publik memiliki peran utama untuk menyiapkan laporan keuangan sebagai salah satu bentuk pelaksanaan akuntabilitas publik. Laporan Keuangan Pemerintah Daerah yang berisi informasi keuangan daerah akan digunakan sebagai dasar pertimbangan untuk pengambilan keputusan ekonomi. . Pada perkembangan selanjutnya perlu juga dipersiapkan alat ukur kinerja (performance measurement) untuk mengukur kinerja lembaga-lembaga pemerintahan di Indonesia. akuntabilitas manajerial (managerial accountability). Dilihat dari sisi internal. Bagi pihak eksternal. Sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal.Akuntansi Sektor Publik 41 pemerintah. laporan keuangan merupakan alat pengendalian dan evaluasi kinerja pemerintah dan unit kerja pemerintah daerah. Dalam era otonomi daerah dan desentralisasi.

Memberikan informasi keuangan untuk menentukan dan memprediksi kondisi ekonomi suatu unit pemerintahan dan perubahan-perubahan yang terjadi di dalamnya. TUJUAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH Secara garis besar. dan fungsi tertentu di unit pemerintah. dan ketentuan lain yang disyaratkan. dan dengan kinerja unit pemerintah lain. 5. saldo neraca. membandingkan dengan kinerja periode-periode sebelumnya. (c) untuk mengevaluasi hasil suatu program. . kontrak yang telah disepakati. kesesuaiannya dengan peraturan perundang-undangan. Untuk memberikan informasi yang digunakan dalam pembuatan keputusan ekonomi. Memberikan informasi keuangan untuk memonitor kinerja.Akuntansi Sektor Publik 42 E. dan aktivitas sehingga memudahkan analisis dan melakukan perbandingan dengan kriteria yang telah ditetapkan. Secara khusus. dan fungsi serta efektivitas terhadap pencapaian tujuan dan target. sosial. tujuan umum penyajian laporan keuangan oleh pemerintah daerah adalah: 1. 2. fungsi. 2. dan politik serta sebagai bukti pertanggungjawaban (accountability) dan pengelolaan (stewardship). 4. (b) untuk mengevaluasi tingkat ekonomi dan efisiensi operasi. Memberikan informasi untuk perencanaan dan penganggaran. Memberikan informasi untuk mengevaluasi kinerja manajerial dan organisasional: (a) untuk menentukan biaya program. aktivitas. aktivitas. program. (d) untuk mengevaluasi tingkat pemerataan (equity). tujuan penyajian laporan keuangan oleh pemerintah daerah adalah: 1. 3. serta untuk memprediksi pengaruh pemilikan dan pembelanjaan sumber daya ekonomi terhadap pencapaian tujuan operasional. dan kebutuhan sumber daya finansial jangka pendek unit pemerintah. Untuk memberikan informasi yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja manajerial dan organisasional. Memberikan informasi keuangan untuk menentukan dan memprediksi aliran kas.

2. Sekjen bertanggung jawab untuk menyiapkan laporan keuangan konsolidasi untuk tingkat departemen/lembaga C. Tanggung Jawab Fungsi Akuntansi Departemen/Lembaga 1. SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT A.q. 337/KMK. • Menteri/pimpinan lembaga/gubernur/bupati/walikota/kepala satuan kerja yang menggunakan dana bagian anggaran yang dikuasai Menteri Keuangan wajib menyampaikan pertanggungjawaban penggunaan dana kepada Menteri Keuangan c. Keluaran Sistem Akuntansi Menurut Pusat PertanggungJawaban 1.Akuntansi Sektor Publik 43 6. Pusat Pertanggungjawaban * Seluruh Pemerintah Pusat * Departemen/Lembaga * Eselon I . Dasar Hukum 1. KEP-16/AK/2004 tanggal 24 Juni 2004 tentang Pelaksanaan Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Negara /Lembaga Tahun Anggaran 2004 B. Keputusan Kepala Badan Akuntansi Keuangan Negara No. Sekjen. Juga mempunyai tanggungjawab untuk penyusunan laporan konsolidasi atas seluruh kantor dan proyek yang di bawah kendali masing-masing Eselon I dimaksud 3. Kepala BAKUN. Keputusan Presiden RI No. Keputusan Menteri Keuangan No.012/2003 Tanggal 18 Juli 2003 tentang Sistem Akuntansi dan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat 3. Kakanwil mempunyai wewenang/tanggungjawab terhadap akuntansi dan pelaporan keuangan yang meliputi seluruh kantor dan proyek di wilayahnya 2. Dirjen dan Unit Eselon I lainnya mempunyai wewenang/ tanggungjawab terhadap seluruh kantor dan proyek dibawah kendalinya. 42 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan APBN • Menteri/Pimpinan Lembaga wajib menyelenggarakan pertanggungjawaban penggunaan dana yang dikuasainya berupa laporan realisasi anggaran dan neraca departemen/lembaga bersangkutan kepada Presiden melalui Menteri Keuangan.

Unit Pelaksana SAPP 1. Laporan Departemen/Lembaga 1. Departemen Keuangan * BAKUN Pusat * Kantor Akuntansi Regional * Kantor Akuntansi Khusus 2. hutang dan ekuitas dana pada akhir periode pelaporan . Penanggung Jawab * Presiden * Menteri/Ketua Lembaga * Sekjen/Irjen/Dirjen/Kepala * Kepala Kantor Wilayah D. Departemen/Lembaga * Unit Akuntansi Kantor Pusat Instansi (UAKPI) * Unit Akuntansi Eselon I (UAE I) * Unit Akuntansi Wilayah (UAW) E. Laporan Realisasi Anggaran * Laporan Realisasi Anggaran bertujuan untuk melaporkan Pelaksanaan anggaran selama periode tertentu * Laporan ini memperlihatkan perbandingan realisasi belanja dengan allotment yang dirinci menurut tujuan dan klasifikasi belanja atau perbandingan realisasi pendapatan denganestimasi pendapatan 2. Neraca * Neraca bertujuan untuk melaporkan posisi keuangan pada suatu tanggal tertentu * Neraca menginformasikan saldo perkiraan aset.Akuntansi Sektor Publik 44 * Propinsi * Satuan Kerja * Proyek 2.

Waktu Penyampaian Laporan 1. Laporan Realisasi Anggaran dan Neraca .Akuntansi Sektor Publik 45 F. . Pelaksanaan Penyusunan Neraca Departemen/Lembaga G. Buku Besar * Penerimaan/pengeluaran Anggaran * Aktiva tetap * Hutang Jangka Panjang * Investasi Permanen 2. Pemrosesan Data SAPP 1. Laporan Tahunan * Laporan Hutang Jangka Panjang * Laporan Investasi Permanen 3. Laporan Mutasi Barang Triwulanan. selambat-lambatnya disampaikan ke BAKUN pada akhir bulan bulan Maret tahun berikutnya. Laporan * Laporan Realisasi Anggaran * Laporan Bulanan Inventaris.

Akuntansi Sektor Publik 46 VII. 45 tahun 1992. Bahkan dengan adanya perubahan tahun anggaran yang akan dimulai 1 Januari 2001 mendatang. Belum bersinggungan terhadap proses perubahan urusan daerah masing-masing secara penuh dan bertanggung jawab serta adanya proses reformasi yang tengah berlangsung dalam rangka penyerahan urusan pemerintahan dan pembangunan ke daerah masing-masing. tinjauan tentang otonomi daerah tersebut masih mengacu pada UU yang lama. peradilan. keculai kewenangan dalam bidang politik luar negeri. 5 tahun 1974 dan PP No. Namun yang patut disayangkan. yakni UU No. fiskal serta agama sebagai diatur pada Peraturan Pemerintah (PP) yang menjabarkan . otonomi daerah akan diimplementasikan ke daerah. Berbagai tulisan mengenai tinjauan terhadap otonomi daerah pernah dimuat pada edisi 17 dan 18 pada Buletin Pengawasan ini. Padahal UU tersebut kurang menyiratkan asas demokrasi dan jauh dari rumusan mengenai kewenangan penyelenggaraan urusan pemerintahan secara luas. moneter. Sudah menajdi persoalan publik. Substansi kewenangan daerah khususnya kabupaten/ kotamadya yang selama ini diketahui. Perubahan ini sekaligus ditandai dengan pergantian pemerintahan pada pemilu mendatang. Oleh karena itu melalui tulisan ini. karena idealnya tahun anggaran 2001 harus sudah ditopang oleh kewenangan-kewenangan serta struktur organisasi/kelembagaan baru yang harus disesuaikan dengan paradigma baru otonomi. Pertahanan dan keamanan. juga mencoba mencari solusi dan visi kewenangan otonomi daerah sebagai upaya membangun paradigma baru otonomi yang luas. Sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomr 22/1999. OTONOMI DAERAH dan PERIMBANGAN KEUANGAN PUSAT DAN DERAH Pengantar Diperkirakan penerapan kewenangan otonomi daerah baru akan terlaksana pada tahun 2002 atau bahkan tahun berikutnya. 22/99 dan No. 25/99) tentang Otonomi Daerah dan Perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah sebagai tinjauan umum tentang otonomi daerah yang dikehendaki oleh masyarakat dan pemerintah daerah. 22/1999 yang mengatur tentang (1) Kewenangan daerah kabupaten/kotamadya mencakup semua kewenangan yang dikecualikan pasal 7 ayat (2). saya mencoba mengetengahkan UU yang baru (No. Pada pasal 11 UU no. perihal akan berlakunya pelaksanaan otonomi yang luas. sangat mungkin implementasi tersebut juga dipercepat.

sebaiknya menerima alokasi bantuan/subsidi yang minimal sama dengan sebelum diberlakukannya sistem alokasi baru nanti. industri dan perdagangan. serta harus segera menyiapkan program belanja yang benar-benar berorientasi pada peningkatan kesejahteraan rakyat daerah sesuai tuntutan otonomi. bagi daerah yang tidak memiliki sumber alam sebagaimana dimaksud UU No. Bagi kabupaten/kotamadya yang memiliki sumber minyak bumi. gas. Di sisi lain. pada saat ini untuk sementara masih berlaku UU no. kehutanan. 25/1999 menurut pandangan daerah. Yang jelas. Pendelegasian kewenangan ini menyangkut khususnya pada pembagian keuangan pusat-daerah berdasarkan UU no. Sedangkan Undang-Undang Nomor 25/1999 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah sampai saat ini belum jelas seperti apa penjabarannya ke dalam PP. harus memberi kesempatan pada daerah untuk secara aktif dan kreatif serta bertanggung jawab mengembangkan potensi daerahnya. saat ini pemerintah daerah sangat berharap agar pendelegasian kewenangan dalam bidang keuangan yang juga sedang dirumuskan di Pusat. pemerintah pusat/propinsi harus mampu menyediakan dana alokasi khusus untuk menghindari ketimpangan penerimaan antar kabupaten/kotamadya di satu propinsi antara lain karena tidak meratanya ketersediaan sumber-sumber alam atau potensi lainnya. Pada pasal 11 ayat (2) bidang pemerintahan yang wajib dilaksanakan oleh daerah kabupaten/kotamadya meliputi pekerjaan umum (sekarang kimbangwil). lingkungan hidup. pertambangan umum maupun perikanan yang berdasarkan formula baru akan menerima lebih banyak dari pusat. Pendelegasian Kewenangan Uraian mengenai pengertian dan visi dari pendelegasian kewenangan dalam otonomi daerah sebagai perwujudan dalam upaya membangun paradigma baru otonomi dapat dijelaskan sebagai berikut : Pertama Pendelegasian kewenangan pengelolaan keuangan. pertanahan.Akuntansi Sektor Publik 47 pasal 7 ayat (2) dan pasal 9 yang saat ini sedang dimantapkan di pusat (disosialisasikan ke daerah). kewenangan mengatur yang berkaitan . maka untuk menjaga tingkat kesejahteraan yang sudah dicapai sampai saat ini. penanaman modal. Di lain pihak. koperasi dan tenaga kerja. 25/1999. perhubungan. kesehatan. pendidikan dan kebudayaan. 18 tahun 1997 tentang Pajak dan Restribusi Daerah yang justru sangat membatasi kewenangan daerah. Sebaliknya. Memang. pertanian.

Dengan demikian.Akuntansi Sektor Publik 48 dengan kebijakan atas perencanaan dan pelaksanaan program/proyek/kegiatan yang bersumber dana dari bantuan pusat/propinsi harus didelegasikan sepenuhnya kepada kabupaten/kotamadya. Pemilu tahun 1999 yang menghasilkan DPRD yang representatif telah mewakili politik rakyat daerah. nampaknya tidak memungkinkan lagi terbukanya peluang intervensi kepentingan pusat atau propinsi dalam proses maupun keputusan politik di daerah. juga secara pasti sedang mengarah pada terwujudnya sistem check and balance dalam sistem kekuasaan di daerah. termasuk dalam proses 2. kekuasaan politik yang dimiliki DPRD tersebut didukung oleh kedudukan dan fungsi legislatif yang terpisah dari eksekutif. sehingga memiliki kewenangan politik yang sangat otonom. Mekanisme Pendelegasian kewenangan politik yang berlaku efektif pada saat dan setelah pelaksanaan Pemilu 1999 yang lalu. Dengan kedudukan yang sejajar bahwa DPRD merupakan mitra bagi pemerintah daerah. Kondisi ini terjadi dimungkinkan karena : 1. Pelimpahan kekuasaan politik kepada daerah. maka fungsi kontrol dapat dilaksanakan secara efektif. di samping telah memberdayakan peran DPRDnya. Dengan demikian perlu diimbangi dengan tumbuhnya peran kontrol masyarakat (internal control) kepada DPRDnya. Artinya tidak perlu ada lagi mekanisme semacam rapat teknis yang hanya menambah tenaga hierarki dan pendanaan. agar dalam menjalankan fungsi kontrolnya yang ketat kepada eksekutif dan perlu diimbangi pula adanya kontrol masyarakat atas perilaku politiknya. telah mencapai suatu perkembangan yang sangat signifikan dibanding bidang-bidang lainnya. Kewenangan dalam politik yang demikian independen di daerah. implementasi kewenangan politik sudah berkembang jauh melampaui batas-batas etika dan bahkan terkadang berbenturan dengan fungsi birokrasi. dengan melalui pendelegasian kewenangan politik ini sebagai upaya membangun paradigma baru . Bahkan dalam hal-hal tertentu. Kedua Pendelegasian kewenangan politik. 22/99). pemilihan kepala daerah (Gubernur/ Walikota/Bupati). Dalam konteks otonomi daerah. Terputusnya hierarki kewenangan pusat dan propinsi atas sistem politik di kab/kota. DPRD sebagai badan legislatif daerah berkedudukan sejajar dan menjadi mitra dari pemerintah daerah (pasal 16 ayat 2 UU no.

Walikota dan Bupati untuk menyampaikan pertanggungjawaban pada setiap akhir tahun anggaran akan memperkuat posisi politik DPRD dalam melaksanakan fungsi kontrolnya. yang pada dasarnya merupakan penjabaran lebih lanjut dari pasal 7 dan 9 UU No. diharapkan urusan-urusan yang dalam PP dirancang masih menjadi kewenangan pusat atau propinsi tersebut diharapkan tidak menyimpang (meskipun) melalui berbagai cara apapun) dari maksud otonomi luas dari UU no.22/99 di dalamnya mengatur 26 bidang kewenangan pusat dan propinsi yang mencakup 426 urusan yang masih menjadi kewenangan pusat dari 203 urusan yang menjadi kewenangan propinsi. apakah benar akan demikian kenyataannya pada saat nanti? Hal ini perlu dibuktikan dan sangat tergantung pada substansi peraturan pemerintah yang mengatur kewenangan pemerintah dan propinsi yang rencananya akan dikeluarkan pada bulan (Juli 2000). pihak eksekutif akan bekerja keras untuk tidak melakukan kesalahan sekecil apapun dalam melaksanakan tugasnya. Dalam konteks UU No. Adanya kewajiban bagi Gubernur. kadangkala sering muncul berbagai kasus yang terkesan keluar dari nilai-nilai demokrasi yang universal seperti isu politik uang atau sejenisnya di daerah. 22/99 ini. 4. Seperti yang telah kita ketahui. 3. Yang menjadi pertanyaan. berdasarkan rancangan PP yang sedang disosialisasikan ke daerah. Pada saatnya akuntabilitas publik dari para aktor politik maupun para birokrat akan menjadi syarat utama yang dituntut masyarakat. diharapkan masalah calon titipan atau pendamping dari pusat yang selama ini selalu menyertai dalam pemilihan Kepala daerah hanya tinggal cerita. menetapkan dan mensahkan peraturan daerah sejak . Ketiga Pendelegasian kewenangan urusan daerah. khususnya dalam menyusun. 22/99 ini. Sehingga. Mudahmudahan itu hanya merupakan dampak dari keterkejutan sesaat atas terjadinya perubahan yang drastis dan global dalam sistem politik. Oleh karena itu. Sebagai upaya mengaktualisasikan mengatur (fungsi legislatif).Akuntansi Sektor Publik 49 otonomi. Sedangkan di luar kewenangan pusat sebagaimana ditetapkan dalam pasal 7 ayat 1 maupun kewenangan propinsi sebagaimana ditetapkan dalam pasal 9 ayat 1 adalah merupakan kewenangan kab/kota sebagai daerah otonom untuk mengatur (legislasi) dan kewenangan untuk mengurusi (eksekusi). 22/99 pada prinsipnya bukan merupakan sesuatu yang didelegasikan dari atas seperti pada pemerintahan orde lalu. melainkan lebih sebagai tuntutan dari bawah sesuai dengan kebutuhan masyarakat daerah. Dalam rangka menuju bangsa yang demokratis seperti yang tersirat dalam UU no.

maka daerah akan menata ulang kelembagaan maupun SDMnya segera setelah PP tersebut ditetapkan. 22/99.25/99. Seperti Badan/Dinas/Bagian yang ada saat ini akan disesuaikan dengan urusan yang wajib dilaksanakan berdasarkan UU No. tetapi lebih kepada manfaat (benefit) yang diperoleh bagi masyarakat daerah tersebut. masyarakat daerah harus mampu bersikap kritis dan berani menyatakan hal yang benar bila para politikus (DPRD) dan birokrat menyimpang dari rel yang benar. Di pihak lain. tetapi bukan segalanya dalam mengatur pemerintahan. Kesiapan Daerah untuk Otonomi Kesiapan daerah untuk melaksanakan otonomi di samping karena memadainya kewenangan otonom yang dimiliki. jika dimilikinya kewenangan mengatur oleh daerah khususnya kabupaten/kotamadya. Pada akhirnya.Akuntansi Sektor Publik 50 diberlakukan UU no. Sehingga diharapkan dengan paradigma baru bahwa urusan daerah merupakan sesuatu yang harus lahir dari bawah. tentu akan terkait langsung dengan urusan yang benar-benar dibutuhkan oleh daerah dan tidak termasuk ke dalam urusan propinsi atau pusat berdasarkan PP. juga harus didasarkan pada suatu keyakinan bahwa pelayanan yang dilakukan oleh lembaga yang terdesentralisasi adalah lebih baik daripada yang tersentralisasi. untuk melaksanakan otonomi. Yang terpenting lagi. Karena tanpa dukungan . kewenangan mulai ada pada daerah. 22/99 (pasal 11) maupun urusan yang harus dilakukan sesuai dengan tuntutan nyata daerah. 22/99 dan UU No. otonomi yang luas tidak diartikan bebas semaunya dan dengan begitu maka daerah akan selalu mempertimbangkan bukan hanya soal banyak atau sedikitnya urusan yang ditangani. akan lebih bijaksana apabila makna otonomi luas dapat diartikan sebagai kebebasan yang bertanggung jawab untuk memilih dan menentukan urusan sesuai kebutuhan daerah dan dalam batas-batas kemampuan anggaran yang tersedia untuk membiayainya. Banyak kebijakan bisa diputuskan dengan cepat dan memungkinkan pelayanan berjalan dengan lebih baik. Karena yang lebih penting lagi adalah diberikannya kebebasan kewenangan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi pemerintahannya yang sebenarnya sudah menjadi hak atau milik daerah sejak lama. segi materi (keuangan) memang sangat penting. perlu ada sikap konsistensi dari substansi peraturan pemerintah yang mengatur pelaksanaan lebih lanjut UU No. Diharapkan dari sini akan lahir dan terbangun akuntabilitas publik dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Selanjutnya. Dengan demikian. Sedangkan upaya untuk mengaktualisasikan kewenangan mengurus.

.Akuntansi Sektor Publik 51 dari masyarakat daerah tersebut. membangun visi otonomi daerah yang diinginkan oleh bangsa ini sulit akan diwujudkan.

Akuntansi Sektor Publik 52 VIII. Surat Pertanggungjawaban (SPJ) d. Setiap transaksi merupakan sumber utama untuk pencatatan ke dalam jurnal dan buku pembantu. Rekap Penerimaan Hariian d. Adanya bukti transasksi inilah yang memicu pencatatan akuntansi. PRAKTEK AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH DALAM PRESPEKTIF PARADIGMA BARU PENGELOLAAN KEUANGAN SEKTOR PUBLIK A. Bukti Pengeluaran Kas Bukti Pengeluaran Kas merupakan semua dokumen yang menjadi bukti adanya pengeluaran kas oleh daerah dan menjadi sumber bagi pencatatan ke dalam jurnal pengeluaran kas. Bukti pengeluaran kas dapat berupa: a. Surat Tanda Setoran b. Surat Perintah Membayar (SPM) c. Surat Permintaan Pembayaran (SPP) b. Bukti Memorial Bukti Memorial merupakan bukti pencatatan pada Jurnal Umum . Bukti penerimaan kas dapat berupa: a. Tanda Bukti Pengeluaran e. Karena akuntansi hanya mencatat objek yang timbul akibat transaksi yang sah maka tidak ada transaksi tanpa bukti transaksi. Dst sesuai dengan kebijakan yang ada di daerah 3. Dokumen transaksi terdiri atas: 1. Bukti Penerimaan Kas Bukti Penerimaan Kas merupakan semua dokumen yang menjadi bukti adanya penerimaan kas oleh daerah dan menjadi sumber bagi pencatatan ke dalam jurnal penerimnaan kas. Dst sesuai dengan kebijakan yang ada di daerah 2. Tanda Bukti Penerimaan c. Setiap transaksi harus disertai dengan dokumen atau bukti transaksi yang sah. PENDAHULUAN Dokumen Akumtansi merupakan sumber utama untuk pencatatan ke dalam jurnal dan buku pembantu.

Sedangkan basis kas modifikasian berarti pencatatan hanya dilakukan hanya terhadap transaksi yang melibatkan kas.Akuntansi Sektor Publik 53 B. dan keberadaan kekayaan. sedangkan untuk menghasilkan . Pencatatan dilakukan dengan sistem double entry berdasarkan basis Kas Modifikasian. Sistem double entry digunakan sebab memiliki keuntungan 1. dan ekuitas organisasi 2. Pengukuran kinerja dapat dilakukan secara lebih komprehensif. 2. Sistem double entry dapat menghasilkan laporan keuangan yang lebih mudah diaudit dan penelusuran antara bukti transaksi. pencatatan anggaran menggunakan basis kas. Pencatatan ini dikenal dengan sistem debit-kredit. laporan neraca di akhir periode akuntansi digunakan basis akrual. 3. CATATAN AKUNTANSI Catatan akuntansi merupakan bagian dari siklus akuntansi keuangan daerah. catatan. utang. Catatan akuntansi tersebut digunakan untuk mencatat segala macam transaksi yang terjadi di lingkungan Pemerintah Daerah. Sistem double entry merupakan sistem pembukuan berpasangan. Sistem singe entry ditinggalkan karena 1. Dengan basis kas modifikasian. Single entry tidak dapat memberikan informasi yang komprehensif Tidak dapat mencerminkan kinerja yang sesungguhnya Single entry telah ditinggalkan oleh banyak negar-negara maju. sedangkan transaksi yang tidak ada penerimaan atau pengeluaran kas dicatat diakhir periode dalam jurnal penyesuaian. dimana dalam setiap pencatatan transaksi maka kita akan mencatat dua hal yang terpengaruh dengan adanya transaksi tersebut. Sistem double entry menggantikan sistem single entry.

Catatan akuntansi terdiri dari beberapa macam jurnal. maka sangat tidak efisien untuk mencatat transaksi yang berulang kali. Pencatatan dalam Jurnal c. Aturan tersebut adalah sebagai berikut: Jenis Rekening Bertambah Berkurang Aktiva D K Utang K D Modal K D Pendapatan K D Biaya D K Klasifikasi rekening diatas adalah untuk rekening umum yang terdapat dalam neraca. Dengan adanya pencatatan dengan sistem double entry tersebut. Perincian ke dalam buku pembantu e. Analisis transaksi b. yaitu: a. Sedangkan untuk aturan debit-kredit dalam struktur APBD yang baru adalah sebagai berikut: Struktur APBD Pendapatan Belanja Pembiayaan Penerimaan Derah Pengeluaran Daerah Bertambah K D K K D Berkurang D K D D K Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus dilakukan utnuk melakukan pencatatan: a. Sehingga dibuat jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat transaksi yang terjadi berulang-ulang dengan tujuan mengurangi pekerjaan dalam membuat jurnal dan akan memudahkan pembukuan ke rekening-rekening. Jurnal Penerimaan Kas . Laporan Keuangan Data yang terdapat dalam buku besar dan buku pembantu menjadi sumber untuk membuat laporan keuangan. Peringkasan (posting ke Buku Besar) d.Akuntansi Sektor Publik 54 C. ATURAN DEBIT-KREDIT Dalam sistem pembukuan berpasangan dikenal aturan debit-kredit.

Penerimaan Kas dari lain-lain pendapatan yang sah 4. Obyek Penerimaan kas. Penerimaan Kas dari pinjaman 5. Contohnya adalah penerimaan kas dari pinjaman. Penerimaan Kas dari penerimaan dana perimbangan 3. bukan barang 3. Seperti halnya Jurnal Penerimaan Kas. Data yang dicatat dan digolongkan dalam buku jurnal ini minimal adalah: .Akuntansi Sektor Publik 55 Buku Jurnal Penerimaan Kas merupakan buku yang digunakan untuk mencatat dan mengolongkan transaksi atau kejadian yang mengakibatkan terjadinya penerimaan kas. Penerimaan Kas dari tagihan piutang Untuk mencatat dan menggolongkan transaksi kejadian tersebut. Buku Jurnal Pengeluaran Kas merupakan buku yang digunakan untuk mencatat dan menggolongkan transaksi atau kejadian yang mengakibatkan terjadinya pengeluaran kas. Jurnal Kas yang diterima. misalnya adalah pengeluaran kas untuk belanja. dalam bentuk uang. jurnal standar penerimaan kas adalah: Debit : Kas Kredit : Pendapatan Asli Daerah (ditulis nama obyek) Pendapatan Dana Perimbangan (ditulis nama obyek) Lain-lain Pendapatan yang Sah (ditulis nama obyek) Pembiayaan – Penerimaan Pinjaman (ditulis nama obyek) Pembiayaan – Penerimaan Piutang (ditulis nama obyek) b. Data yang dicatat dan digolongkan dalam buku jurnal ini adalah: 1. transaksi pengeluaran kas juga terjadi berulangkali. Jurnal Pengeluaran Kas Jurnal Pengeluaran Kas memberikan makna bahwa kas dikredit dan rekening yang terdapat dalam jurnal pengeluaran kas pada tanggal terjadinya transaksi. Penerimaan Kas dari pendapatan asli daerah 2. yaitu obyek yang menyebabkan terjadinya penerimaan kas Jurnal Standar Transaksi atau kejadian yang mengakibatkan penerimaan kas umumnya berupa: 1. dicatat secara urut tanggal (kronologis) 2. Tanggal transaksi atau kejadian keuangan.

Buku Jurnal Umum merupakan buku yang digunakan untuk mencatat dan menggolongkan transaksi atau kejadian yang tidak mengakibatkan terjadinya . Jurnal Umum Kedua jurnal diatas merupakan jurnal yang digunakan hanya untuk transaksi yang melibatkan Kas Daearah.Akuntansi Sektor Publik 56 1) Tanggal Transaksi atau Kejadian Keuangan 2) Jumlah Kas yang Diterima 3) Obyek Pengeluaran Kas Jurnal Standar Transaksi atau kejadian yang mengakibatkan pengeluaran kas antara lain: 1. dicatat dalam satu buku jurnal yang lain yaitu Buku Jurnal Umum. Untuk transaksi yang tidak melibatkan Kas Daerah. Pengeluaran Kas untuk belanja modal publik 5. Pengeluaran Kas untuk belanja modal aparatur 4. Pengeluaran Kas untuk pembayaran hutang pokok 8. Pengeluaran Kas untuk belanja adminstrasi umum 2. Pengeluaran Kas untuk belanja operasi 3. Pengeluaran Kas untuk penyertaan modal Untuk mencatat dan menggolongkan transaksi atau kejadian tersebut. Jurnal Standar Pengeluaran Kas adalah: Debit : Belanja Administrasi Umum ( ditulis nama obyek) Belanja Operasi dan Pemeliharaan ( ditulis nama obyek) Belanja Modal aparatur ( ditulis nama obyek) Belanja modal Publik ( ditulis nama obyek) Belanja Transfer ( ditulis nama obyek) Belanja Tdak Tersangka ( ditulis nama obyek) Pembiayaan – Pembayaran Hutang ( ditulis nama obyek) Pembiayaan – Penyertaan Modal ( ditulis nama obyek) Kredit : Kas c. Pengeluaran Kas untuk belanja tidak tersangka 7. Pengeluaran Kas untuk belanja transfer 6.

yaitu: 1. yaitu: A. Data yang dicatat dan digolongkan dalam buku jurnal ini minimal adalah: • • • • • Tanggal Transaksi atau Kejadian Keuangan Kode Rekening Uraian Jumlah Debit Jumlah Kredit Disamping itu. Selanjutnya dirinci lagi sesuai dengan komponen yang menyusun rekening pendapatan yaitu: a. Lain-lain Pendapatan yang Sah . Pendapatan Asli Daerah Termasuk dalam buku besar kelompok Pendapatan Asli daerah adalah: 1) buku besar Pajak Hotel 2) buku besar Pajak Restoran 3) buku besar Retribusi Pelayanan Kesahatan 4) buku besar Pelayanan Parkir b. Buku besar pada dasarnya terdiri dari sekumpulan rekening yang digunakan untuk menmpung nama rekening yang telah dicatat dan digolongkan dalam Buku Jurnal. dan pembelian barang secara kredit. Proses peringkasan atau pemindahan akun/ rekening ke buku besar disebut dengan posting. Buku Besar Pendapatan Buku Besar Pendapatan memuat rekening-rekening pendapatan. Jenis dan macam buku besar menyesuaikan dengan kelompok rekening dalam struktur APBD yang baru. Sedangkan untuk penggolangan dan perincian transaki digunakan 2 buku.Akuntansi Sektor Publik 57 penerimaan dan pengeluaran kas. Dana Perimbangan 1) buku besar bagi Hasil Pajak 2) buku besar Bagi Hasil Bukan Pajak c. Buku Besar Transaksi yang telah dicatat dalam buku jurnal kemudian akan diringkas dalam buku besar. buku jurnal umum dapat dirancang utnuk menampung data lain sesuai dengan kebutuhan. Misalnya adalah donasi berupa aktiva tetap.

Buku Besar Belanja Modal/Pembangunan. contoh Gaji dan Tunjangan b. Buku Besar Aktiva Lain-lain 5. terdiri atas: BB Tanah. Buku Besar Belanja Operasi dan Pemeliharaan. Buku Besar Aktiva Tetap. Buku Besar Belanja Tidak Tersangka 3.Akuntansi Sektor Publik 58 a. Buku Besar Ekuitas Dana . BB Piutang Retribusi b. terdiri atas BB Invesatasi dalam Saham c. contohnya Belanja Modal Gedung. Buku Besar Belanja Buku besar ini mencakup rekening-rekening belanja daerah. Jenisnya antara lain: Buku Besar Pembiayaan-Penerimaan Piutang dan Buku Besar Pembiayaan-Pembayaran Utang Pokok yang Jatuh Tempo 4. Buku Besar Belanja Administrasi Umum. baik pembiayaan dari penerimaan maupun pengeluaran daerah. buku besar Dana Darurat 2. Buku Besar Investasi Jangka Panjang. BB Piutang Pajak. Buku Besar Aktiva Termasuk jenis buku besar aktiva adalah: a. terdiri dari BB Kas. Buku Besar Belanja Bagi Hasil dan Bantuan e. Buku Besar Aktiva Lancar. Buku Besar Utang Jenis dan Klasifikasi buku besar utang sesuai dengan jenis utang dan kondisi daerah masing-masing. BB Utang Pajak) dan Buku Besar Utang Jangka Panjang (BB Utang Dalam Negeri) 6. buku besar Bantuan Dana Kontinjensi b. Buku Besar Pembiayaan Buku besar pembiayaan memuat ringkasan rekening-rekening pembiayaan yang dilakukan oleh daerah. Buku Besar Dana Cadangan e. Belanja Modal Kendaraan d. contoh Honorarium/ Upah c. yaitu: a. Contohnya adalah Buku Besar Utang Lancar (BB Utang Belanja. BB Jalan dan Jembatan d.

Buku Besar Pembantu Rekening –rekening yang terdapat dalam buku besar dapat dibedakan atas rekening yang tidak membutuhkan perincian dan rekening yang membutuhkan perincian. debit atau kredit dan masukkan saldo baru pada kolom saldo. 8. buku besar Ekuitas dana Umum b. Masukkan jumlah setiap transaksi pada kolom yang sesuai. dan Hutang. Contoh Pencatatan Akuantansi Keuangan Daerah . buku besar Dana Donasi Berikut adalah Langkah-langkah yang harus dilakukan sewaktu pemindahbukuan jurnal (posting) dari buku jurnal ke buku besar. 7. Contoh rekening-rekening dalam buku besar yang memerlukan Buku Besar Pembantu adalah: Piutang. Masukkan tanggal setiap transaksi pada kolom tanggal 2. Aktiva Tetap. misalnya: a.Akuntansi Sektor Publik 59 Jenis dan klasifiasi buku besar tersebut disesuaikan dengan daerah masingmasing. Untuk rekening yang memerlukan perincian lebih lanjut dan dicatat dalam buku pembantu. Sumber pencatatan ke buku buku pembantu adalah dokumen atau bukti transaksi. Kolom Ref pada Jurnal Penerimaan dan Pengeluaran serta jurnal umum diberikan tanda (V) atau check sebagai tanda bahwa transaksi atau jurnal tersebut telah diposting ke buku besar. Buku besar pembantu merupakan catatan akuntansi yang fungsinya memberikan informasi rinci dari suatu rekening yang diringkas dalam Buku Besar. 1. Investasi Jangka Panjang. persediaan. secar kumulatif 3.

000.000.00 13.800.000.250.500.00 75.00 110.975.00 17.500.000.000.00 125.000.000.500.000.000.00 550.250.00 2.500.00 35.750.00 100.00 17.500.Akuntansi Sektor Publik 60 Berikut ini adalah neraca awal (neraca Saldo) dan APBD suatu Kabupaten: PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X N E R A C A 1 Januari Tahun 20x4 URAIAN AKTIVA LANCAR Kas Piutang Pajak Piutang Retribusi Piutang Lain-Lain Persediaan Bahan Habis Pakai/Material Persediaan Obat-Obatan Belanja Dibayar Dimuka INVESTASI JANGKA PANJANG Investasi Jangka Panjang AKTIVA TETAP Tanah Jalan dan Jembatan Bangunan Air Gedung Mesin dan Peralatan Kendaraan Meubelair dan Perlengkapan Buku Perpustakaan HUTANG JANGKA PENDEK Bagian Lancar Utang Jangka Panjang Utang Perhitungan Pihak Ketiga UTANG JANGKA PANJANG Utang Dalam Negeri Utang Luar Negeri EKUITAS DANA Ekuitas Dana Umum Jumlah DEBET 1.00 750.000.00 4.00 .836.00 3.000.00 2.00 1.00 200.00 KREDIT 500.00 975.000.000.586.00 490.600.500.000.000.00 800.586.

500. PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Bagian Laba Usaha Daerah Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber Daya Alam Dana Alokasi Umum Dana Perimbangan dari Propinsi Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah Bantuan Dana Kontinjens i/Penyeimbang dari Pemerintah ANGGARAN 2 KETERANGAN 3 1.00 900.000. BELANJA Aparatur Daerah Belanja Administras i Umum Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal/Pembangunan Belanja Modal Gedung Belanja Modal Kendaraan Pelayanan Publik Belanja Administras i Umum Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal/Pembangunan Belanja Modal Gedung Belanja Modal Kendaraan Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan Belanja Bantuan Keuangan Kepada Organis asi Profesi Belanja Tidak Tersangka Belanja Tidak Tersangka JUMLAH BELANJA SURPLUS/DEFISIT ANGGARAN ( I .00 200.000.00 325.500.00 0.000.500.00 500.00 .000.00 125.000.00 250.00 150.000.00 200.00 0.00 400.000.00 350.000.000.00 4.00 0.000.500.000.00 125.000. PEMBIAYAAN Penerimaan Daerah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Yang Lalu Penerimaan Pinjaman dan Obligasi Penerimaan Piutang Penerimaan Donasi.00 0.00 500.000.00 125.00 4.00 125.000.000.000.00 350.Akuntansi Sektor Publik 61 Pemerintah Kabupaten/Kota X ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH Tahun Anggaran 20X4 (Dalam Ribuan) UR A IA N 1 I.000.000.00 750.II ) III.000.000.000.000.00 275.00 200.000.700.000.00 0.300.00 800.00 400.00 150.00 175.00 75. Sumbangan Transfer dari Dana Cadangan Hasil Penjualan Aset Daerah Yang Dipisahkan 450.00 II. Hibah.

.000 Realisasi 900.000 Tunjangan Komisi Rp 100.terdiri atas PDAM sebesar Rp 200.000.000 1. Diterbitkan SKPD atas Pajak Hotel sebesar Rp 1. Retribusi Pasar yang diterima sebesar Rp 825. Belanja Pegawai (BAU) Aparatur Daerah Rp 445.00 dengan rincian sebagai berikut: Nama Hotel Hotel Bintang Lima Hotel Bintang Tiga Hotel Melati Jumlah SKPD 1. 4.000. Bagi Hasil pajak Propinsi yang diterima adalah Rp.00 dengan rincian sebagai berikut: Nama Pasar Penerimaan Retribusi Pasar A 400.500 3.dengan perincian sebagai berikut: • Biaya pemeliharaan bangunan gedung tempat kerja Rp 75. 7.-.000.dan BPHTB sebesar Rp 90. tetapi baru diterima sebesar Rp 1.-.00 yang terdiri atas PBB sebesar Rp 200.000..000.00 0..700.500.000 Tunjangan Jabatan Rp 100.8.000.000.Rincian dari jumlah di atas yaitu sebagai berikut: a. 10.dari kontrak sebesar Rp 295.500.000 Tunjangan Panitia Rp 60.Akuntansi Sektor Publik 62 Berikut ini adalah transaksi-transaksi yang terjadi di PemKab X selama tahun 2004: 1.000.dan Pelayanan Publik Rp 260.-.dan BPD sebesar Rp 100. Membeli BHP kantor Setda sebesar Rp 200.dengan rincian sebagai berikut: Uang representasi Rp 100.000 2.500..000 1. DAU yang diterima realisasinya sebesar Rp 850.000 Pasar B 200.500.• Biaya pemeliharaan bangunan gedung tempat tinggal Rp 50.000. Membayar Gaji dan Tunjangan Pegawai untuk Kampaye Anti Narkoba sejumlah Rp 260. Belanja Pemeliharaan gedung kantor Setda sebesar Rp 125. PPh psl 21 sebesar Rp 150.000 500.000. Bagi Hasil Pajak yang direalisasikan sebesar Rp 440.000 475.475.-.500..11.000.. Membayar Gaji dan Tunjangan Pegawai Setda sejumlah Rp 445.000. Membayar Belanja Modal untuk kendaraan roda empat sebagai berikut: . 5. Dari dana tersebut telah dipertanggungjawabkan sebesar Rp 270.dengan rincian sebagai berikut: Gaji Pokok Rp 300.000 Tunjangan Fungsional Rp 45..000.475.-.000.600.000..000. Laba BUMD yang diterima sebesar Rp 300.500 b..000.000.000..00. 6.000 Pasar C 225.000 9.-.000 100.000 100. Membayar biaya perjalanan dinas bupati sebesar Rp 280.600.

Laporan Perhitungan APBD 2. Membayar Biaya Operasional dan Pemeliharaan (BOP) yang terjadi di Setda sebagai berikut. c. Biaya makan dan minum Rp 150. d. Biaya Pemeliharaan Instalasi Rp 74. Biaya Perjalanan Dinas dalam Kota Rp 120.17. dan Jurnal Umum.d.500 12.000 250. Biaya Perjalanan dinas Rp 125.20. Laporan Aliran Kas.15.000 100.c.dari IHH yang tidak dianggarkan.000.000 Industri&Perdag 180.. Biaya perjalanan dinas luar kota untuk pelayanan publik sebesar Rp 155.000. Postinglah ke Buku Besar sesuai dengan akunnya masing-masing.500.000 125.21.b. Bag Pembukuan.000 500.000.000 247. Dibayarkan biaya sosialisasi akuntansi keuangan daerah untuk pelaksanaan Kepmendagri No.000 120.. Neraca Daerah. Buatlah Neraca Saldo.000 80. Analisislah transaksi di atas dan bukukanlah ke dalam buku Jurnal Penerimaan Kas.000.14.000 Jumlah 500.000.000 150. Biaya Cetak/Penggandaan Rp 149.000 Jumlah 494.19.000.000. .Akuntansi Sektor Publik 63 A.000.000 472. Bagian Pelayanan Publik Bidang/sektor Kontrak Anggaran SPJ/Dibayarkan Pariwisata 99.000 Kesehatan 250. Bagian Aparatur Daerah Bidang/sektor Kontrak Pertanian 200.000.500 Tata Ruang 145.000 467. Diterima dari Pemerintah Pusat Rp 250. Buatlah Laporan Keuangan Daerah yang terdiri dari: 1. Jurnal Pengeluaran Kas.c. Pinjaman diperoleh dari BPD sebesar Rp 150. Belanja Operasional dan Pemeliharaan (BOP) untuk pelayanan publik adalah sebagai berikut: a. 18.000. b.500 500. Menerima Dana dari Penjualan Obligasi PemKab X Rp 124.b. Bayar Utang jangka panjang yang telah jatuh tempo sebesar Rp 200. 3.500.000.000 175. Gaji dan Tunjangan Rp 199.000 SPJ/Dibayarkan 185. Biaya bantuan korban banjir dan kebakaran Rp 200.000.000 Pekerjaan Umum 120.000 Anggaran 200. Biaya Pemeliharaan alat-alat angkutan Rp 174.000 B.16.000. Membayar biaya bahan habis pakai untuk pelayanan publik sebesar Rp 100.000 145. Honorarium/upah Rp 200.000 162. 29/2002 (tidak dianggarkan) sebesar Rp 50.d.dari nilai kontrak sebesar Rp 125.500. Bagaimanakah pencatatan transaksi-transaksi di atas dengan menggunakan sistem double entry dengan sistem pencatatan kas modifikasian dengan mengerjakan tahapan pekerjaan sebagai berikut: a.Diminta: Diasumsikan bahwa Anda bekerja di bagian Sub. a.13.000.

. Penutupan elemen Pembiayaan yang digunakan untuk mengalokasikan surplus atau menutup defisit dalam Perhitungan APBD ke rekening Ekuitas Dana Umum (Kecuali elemen Pembiayaan berupa Tranfer dari Dana Cadangan dan Transfer ke Dana Cadangan ditutup ke rekening Ekuitas Dana Dicadangkan).500.1.00 300.1. Persediaan Obat-obatan yang terpakai sebesar Rp 50.2.00 3.990.01 1. Persediaan Bahan Habis Pakai yang tersisa Rp 25.XX.00 124. 2.XX.500.2.01 1.500.XXXX.1.000.00 3.500.00 150.01 1.1. 2.00 825.500.XXXX.000.1.(BOP PP).XX.Penerimaan Pinjaman Pembiayaan .840.115.3. 00 Kode.000.1.1.Rek Uraian Ref Jumlah ( Rp) Akumulasi ( Rp) .02 3. Penutupan saldo seluruh rekening Pendapatan dan saldo seluruh rekening Belanja (Kecuali Belanja Modal) ke rekening Surplus/Defisit 2.00 4.XX.475.500.XXXX.00 5.00 2.4.00 4.500.XXXX.890.000 (BAU AD).000.00 440.00 700.150.01 1.00 3.3 3.XXXX. maka pencatatan transaksi adalah sbb: JURNAL PENERIMAAN KAS ( Dalam Jutaan Rupiah ) Tanggal Transaks i 1 2 3 4 5 7 17 19 20 1.475. Berdasarkan Soal tersebut.XX. Penutupan rekening Surplus/Defisit ke rekening Ekuitas Dana Umum 3.00 250.500.500.3 Pendapatan Pajak Hotel Pendapatan Retribusi Pelayanan Pasar Pendapatan Dana Alokasi Umum Pendapatan Bagi Hasil Pajak Bagian Laba Perusda Bagi Hasil Pajak Propinsi Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber Daya Alam Pembiayaan .Akuntansi Sektor Publik 64 Data Tambahan Untuk Jurnal Penyesuaian 1.01 1. Informasi Untuk Penutupan Buku Akhir Tahun Anggaran 1.1.000.300.000.2.00 4.08 1.2.XX.00 850.590.XXXX.000.XXXX.XX.XXXX. 00 1.XX.500.Penerimaan Pinjaman V V V V V V V V V 1.000.XXXX. 2.590.XX.000.

1.XXXX.000.XX.000.1.XX.894.1.1.XX.000.01 12 2.2.000.1.000.000.000.500.XX.0 0 100.000.XXXX.0 0 445.00 2.599.9.01 2.XX.XX.XXXX.2.XXXX.0 0 200.0 0 472.01 2.0 0 74.01 2.01 2.500.XXXX.4.0 0 260.XX.1.00 726.1.XX.XX.9.XX.00 1.03 .XXXX.2.0 0 125.500.01 2.250.500.00 1.00 Akumulasi ( Rp) 2.XX.1.500.500.00 2.XXXX.000.450.0 0 149.XX.00 3.000.500.00 1.00 2.186.Rek Uraian Ref Jumlah ( Rp) 280.2.000.348.XX.03 2.2.2.00 3.01 2.000.00 3.01 2.00 3.XX.500.778. 2.01.00 9 10 11 2.000.3. 1 1 2 1 1 1 2 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 Biaya Perjalanan Dinas Gaji dan Tunjangan Pegawai Gaji dan Tunjangan Pegawai Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Biaya Pemeliharaan Bangunan Gedung Belanja Modal Kendaraan Roda 4 Belanja Modal Kendaraan Roda 4 Honorarium/Upah Biaya Cetak dan Penggandaan Biaya Perjalanan Dinas Biaya Pemeliharaan Alat-Alat Angkutan Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Biaya Perjalanan Dinas Gaji dan Tunjangan Pegawai Daerah Biaya Makanan dan Minuman Kantor Biaya Perjalanan Dinas Biaya Pemeliharaan Instalasi V V V V V V V V V V V V V V V V V 280.03.000.1.05 2.XXXX.500.0 0 199.994.500.000.XXXX.0 0 125.XXXX.1.0 0 467.XX.02 13 14 15 2.XXXX.00 986.311.500.1.4.XXXX.00 3.2.00 2.500.XXXX.00 2.0 0 120.500.XX.1.00 2.149.500.3.XXXX.0 0 150.0 0 174.4.623.01 2.XX.500.697.03 2.0 0 155.500.000.3.0 0 200.XXXX.Akuntansi Sektor Publik 65 PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X JURNAL PENGELUARAN KAS ( Dalam jutaan ) Tanggal Transaks i 6 8 Kode.498.000. 2.3.XXXX.3.03.720.1.1.000.3.2.1.XXXX.

XX.XX.XX.1.1.1.2 2.00 10.5.XXXX.XXXX.000.097.01 4.500.00 95.897.00 25.XXXX.00 95.XXXX.4 2.XXXX.00 2 1 1 3 4 1 2 V V V V V V V V V 33.5.1.1.XXXX.00 50.01 5.00 5 2 6 2 7 2.XX.000.XX.XXXX.500.XXXX.1.XX.1.00 25.000.XX.1 3.00 4.XX.2.00 125.1.2 2.000.000.000.01 2.10 2.0 0 200.Pembayaran Utang Pokok V V V 200.0 0 50.XX.00 75.XXXX.1.1 2 Belanja Tidak Tersangka Pembiayaan .000.XX.00 55.Akuntansi Sektor Publik 66 16 18 21 2.XX.6.500.XXXX.500.3.XXXX.2 2.04 1.000.XXXX.000.147.00 4.XX.000.XX.2.XXXX.1.00 3.00 50.2.2.500.000.01 Piutang Pajak Pendapatan Pajak Hotel Belanja Dibayar Dimuka Biaya Perjalanan Dinas Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Utang Kepada Pihak Ketiga Belanja Modal Kendaraan Roda 4 Belanja Modal Kendaraan Roda 4 Utang Kepada Pihak Ketiga Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Utang Kepada Pihak Ketiga Biaya Bahan/Material Persediaan Obat-Obatan Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Persediaan Bahan Habis Pakai V V V V V 125.XXXX.XXXX.3.1.00 10.000.XX.01 1 .01.000.000.2.2.XXXX.3.XX.XX.000.01 5. 5.000.00 2 Belanja Tidak Tersangka PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X JURNAL UMUM Kode Rekening (Ayat/Pasal) 1 2 Penyesuaian APBD Tanggal Uraian 3 Re f 4 Debet (Rp) 5 Kredit (Rp) 6 1 4.00 75.6.00 22.01 2.

01 1.XXXX.2.1.XXXX.01 1.XX.9 2.773.00 250.05 2.000.4.500.00 250.08 1.XXXX.02 2.000.000.000.500.2.3.1.9.1.XX.XXXX.1.00 994.XX.2.000.000.Akuntansi Sektor Publik 67 3.000.2.00 700.000.0 0 825.XX.XXXX.000.XX.500.XXXX.XX.000.XX.XXXX.XXXX.000.00 150.1.000.00 445.500.02 2.XXXX. 2.1.4.00 200.3.2.000.XX.2.1.1.01.XXXX.500.XXXX.500.XXXX.XXXX.773.000.00 74. 2.XXXX.2.4.XXXX.00 802.1.XX.773.1.XXXX.XX.2.01 1.XXXX.1.00 802.XXXX.XX.01 1.00 850.00 994.XXXX.1 3.00 Jurnal di atas.XX.XX.00 125.XX.00 149.XXXX.00 390.1.000.00 200.XX.01 2.00 459.00 174.XXXX.1.00 1.2.1 Pembiayaan Sisa Lebih Perhit Th Berjalan Ekuitas Dana Umum Kendaraan Belanja Modal Kendaraan Roda 4 Hutang Pembiyaan-Pembayaran Hutang Pokok Pembiyaan-Penerimaan Pinjaman Hutang Jk Panjang-Dalam Negeri V V V V 802.XXXX.1.00 274.1.2.XX.1.XXXX.00 300.4.XX.1.XX.01 1.1 Penyesuaian Neraca 4.2.500.500.XXXX.XX.XX.00 125.00 200.XXXX.01 2.000. maka buku besar masing-masing adalah sbb: LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X .03.XX.00 1.1 Jurnal Penutup 1.00 440.600.03 2.XX.000.XX.3 5.000.500.00 274.1.XX.03.3 3.XX.XXXX.XX.2.4 802.XXXX. 2.1.000.XX. 2.4 6.XX.3.000.2.1.1 3.01 2.3.00 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 Pendapatan Pajak Hotel Pendapatan Retribusi Pelayanan Pasar Pendapatan Dana Alokasi Umum Pendapatan Bagi Hasil Pajak Bagian Laba Perusda Bagi Hasil Pajak Propinsi Bagi Hasil Bukan Pajak/SDA Gaji dan Tunjangan Pegawai Biaya Perjalanan Dinas Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Biaya Pem.00 370.500.XXXX. Alat-Alat Angkutan Gaji dan Tunjangan Pegawai Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Biaya Perjalanan Dinas Biaya Makanan dan Minuman Kantor Biaya Pemeliharaan Instalasi Belanja Tidak Tersangka Ikhtisar Surplus/Defisit Ikhtisar Surplus/Defisit Ekuitas Dana Umum Ekuitas Dana Umum Pembiayaan sisa Lebih Tahun Berjalan 6.XXXX.03 2.2.500. Bangunan Gedung Honorarium/Upah Biaya Cetak dan Penggandaan Biaya Pem.00 280.1 6.2.3.000.01 5.XXXX. 2.XX.01 2.XXXX.5.XX.500.01 2.XX.00 1.00 1.

500.000.000.00 100.000.000.00 125.000.000.000.000.492.00 250.00 5.00 200.560.XX.000.000.590.00 2.143.000.114.1 Gaji dan Tunjangan Pegawai .00 3.143.500.00 5.000.000.000.00 4.000.2 Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Biaya Pemeliharaan Bangunan Ged.1.00 4.00 1.000.00 150.00 850.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR .00 2.000.000.000.000.500.000.000.00 50.00 3.00 200.000.500.400.00 125.00 440.00 4.000.00 3.000.00 2.946.00 700.500.00 5. : Tanggal Transaksi 1 2 3 4 5 6 7 8 8 9 10 11 11 12 12 12 12 13 14 15 15 15 15 16 17 18 19 20 21 KAS 4.550.846.00 2. Rek.342.500.00 Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 1.00 124.00 260.00 2.XXXX.00 1.390.00 467. Utang Pokok Pembiyaan .500.500.00 3.250.860.Pemby.000.854.691.500.00 4.00 2.120.000. Darat Bermotor1 Belanja Modal Angkt.00 174.000.500.00 445.000.00 4.00 200.00 74.00 4.943.000.00 2.000.193.500.500.840.00 200.000. Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Biaya Perjalanan Dinas Gaji dan Tunjangan Pegawai Daerah Biaya Makanan dan Minuman Kantor Biaya Perjalanan Dinas Biaya Pemeliharaan Instalasi Belanja Tidak Tersangka Bagi Hasil Bukan Pajak/SDA Pembiyaan .500.Penerimaan Pinjaman Pembiyaan .Akuntansi Sektor Publik 68 BUKU BESAR Nama : Kode.140.725.00 4.500.00 2.500.00 472.00 2.000.993.000.00 199.00 155.529.000.000. Darat Bermotor1 Honorarium/Upah Biaya Cetak dan Penggadaan Biaya Perjalanan Dinas Biaya Pemeliharaan Alat Angkt.654.000.500.000.00 2.000.062.500.0 0 825.500.500.217.241.00 120.475.00 3.00 150.00 2.000.00 300.00 280.00 2. Belanja Modal Angkt.267.217.Penerimaan Pinjaman Belanja Tidak Tersangka 1.1 Uraian SALDO AWAL Pendapatan Pajak Hotel Pendapatan Retribusi Pelayanan Psr Pendapatan DAU Pendapatan Bagi Hasil Pajak Bagian Laba Perusda Biaya Perjalanan Dinas Bagi Hasil Pajak Propinsi Gaji dan Tunjangan Pegawai .00 149.

Rek.000.1.XX. Rek.1. : Tanggal 1 PIUTANG PAJAK 4.1.9 Hal………… .00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.000.Akuntansi Sektor Publik 69 Nama : Kode.000.XXXX.XX.000. : Tanggal PIUTANG RETRIBUSI 4. : PERSEDIAAN BAHAN HABIS PAKAI KANTOR 4.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. Rek.XXXX.1.XXXX.000. : Tanggal PIUTANG LAIN-LAIN 4.00 250.4 Uraian SALDO AWAL penyesuaian Hal………… Ref Debet Rp 125. Rek.00 Kredit Rp Saldo Rp 125.8 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 35.XX.5 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 75.XX.XXXX.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.

000.00 25.00 60.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. Rek.000.9.1.000.10 Uraian Penyesuaian Neraca Hal………… Ref Debet Rp 10.000.XX.XXXX.00 Saldo Rp 110. : Tanggal BELANJA DIBAYAR DIMUKA 4.Akuntansi Sektor Publik 70 Tanggal 7 Uraian Saldo Awal Penyesuaian Ref Debet Rp Kredit Rp 75.00 Saldo Rp 100.2 Hal………… .000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XXXX. : Tanggal 7 PERSEDIAAN OBATOBATAN 4.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.1 Uraian Saldo Awal Penyesuaian Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp 50.00 Kredit Rp Saldo Rp 10.XX.500. : INVESTASI JANGKA PANJANG 4.000. Rek.500.1.XXXX. Rek.XX.

: Tanggal BANGUNAN AIR 4. : Tanggal TANAH 4.3.Akuntansi Sektor Publik 71 Tanggal Uraian SALDO AWAL Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 500.000.2 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 1.000.000.XX. : Tanggal JALAN DAN JEMBATAN 4.3 Uraian Ref Debet Rp Kredit Rp Hal………… Saldo Rp .250.XXXX.XXXX. Rek.3.3.XXXX. Rek.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.975.XX.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XX.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.1 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 4. Rek.

000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.3. Rek.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. : Tanggal MESIN & PERALATAN 4.594.00 Kredit Rp Saldo Rp 2.XXXX.Akuntansi Sektor Publik 72 SALDO AWAL 800.XX.9 Uraian SALDO AWAL Penyesuaian Neraca Hal………… Ref Debet Rp 994.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. Rek.3. : Tanggal 11 KENDARAAN 4.500.000.00 .XXXX.600.750.3.XX. : Tanggal GEDUNG 4.5 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 3.500.8 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 550.XXXX.XX.00 3. Rek.500.000.

XXXX.Akuntansi Sektor Publik 73 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. PANJANG 5.000. : Tanggal MEUBELAIR DAN PERLENGKAPAN 4.XX. Rek. Rek.XX. : Tanggal BAGIAN LANCAR UTANG JK.00 0.00 Kredit Rp Saldo Rp 200.3.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.12 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 975.XX. Rek.00 .XXXX.1.1 Uraian SALDO AWAL Penyesuaian Neraca Hal………… Ref Debet Rp 200.16 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 490.500.3.XXXX.000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.000. : Tanggal BUKU PERPUSTAKAAN 4.

: Tanggal UTANG PERHITUNGAN PIHAK KE-3 5.000.1 Uraian SALDO AWAL Penyesuaian Neraca Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp 274.XX.00 900. : Tanggal UTANG LUAR NEGERI 5.00 Saldo Rp 0.2.XX. Rek.2 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 2.XXXX.000.2.000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.000.00 274.000.XXXX.2 Uraian SALDO AWAL Penyesuaian APBD Penyesuaian APBD Penyesuaian APBD Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp 95.000.00 Saldo Rp 750.00 925.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. Rek.00 25.00 845.Akuntansi Sektor Publik 74 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. Rek.1.000. : Tanggal UTANG DALAM NEGERI 5.500.000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X .800.XXXX.XX.500.00 55.

1. : Tanggal 2 Kas Penutupan RETRIBUSI PELAYANAN PASAR 1.1 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 13.000.600.XX.000.XXXX.2.XX.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XXXX. : Tanggal EKUITAS DANA UMUM 6.00 .00 Saldo Rp 1.475.500. Rek.1.01 Uraian Kas Penyesuaian Penutupan 1.1.500.0 0 Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp 1.0 0 125.00 0.475.500.XXXX.08 Uraian Ref Debet Rp 825.XX.000. Rek.600.000.500.00 Saldo Rp 825.00 1.836.000.00 Hal………… Kredit Rp 825.Akuntansi Sektor Publik 75 BUKU BESAR Nama : Kode. : Tanggal 1 PAJAK HOTEL 1.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 0. Rek.

000.00 Hal………… Kredit Rp 300. Rek.Akuntansi Sektor Publik 76 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XX.00 Hal………… Kredit Rp 850.000.XXXX.000.00 0.01 Uraian Ref Debet Rp 440.000.000.00 Saldo Rp 440.01 Uraian Ref Debet Rp 300.1.00 0. Rek.XXXX.2.00 Saldo Rp 850.2.00 Saldo Rp 300.01 Uraian Ref Debet Rp 850.XX.00 0.2. : Tanggal 4 Kas Penutupan BAGI HASIL PAJAK 1.000.XX. : Tanggal 5 Kas Penutupan BAGIAN LABA PERUSDA 1.3.000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : BAGI HASIL PAJAK PROPINSI Hal………… .000.XXXX.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. : Tanggal 3 Kas Penutupan DANA ALOKASI UMUM 1. Rek.1.00 Hal………… Kredit Rp 440.000.

00 0. : Tanggal 17 Kas Penutupan BG.02 Uraian Ref Debet Rp 250.Akuntansi Sektor Publik 77 Kode. Rek.000.000.000.01 Hal………… 1 .00 0.01 Uraian Kas Penutupan Ref Debet Rp 700.HASIL BUKAN PJK 1. : HONORARIUM 2.XX.XXXX. : Tanggal 8 Kas Penutupan GAJI DAN TUNJANGAN PEGAWAI 2.000.1.1. Rek.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.500.00 445.500. : Tanggal 7 1.XXXX.000.1.500.4.2.XX. Rek.00 Saldo Rp 250.2.XXXX.XX.XXXX.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.000.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 445.00 Saldo Rp 700.03 1 Uraian Ref Debet Rp 445.XX.00 Hal………… Kredit Rp 250.00 0.00 Kredit Rp 700.1.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.2. Rek.

2.01 1 Debet Uraian Ref Rp Kas Penyesuaian APBD Penyesuaian APBD Penutupan 200.000.000.000.000.2.000.XXXX. Rek.00 Saldo Rp 200.000.00 Kredit Rp 200.000.XXXX.000. : Tanggal 12 Kas Penutupan BIAYA CETAK DAN PENGGANDAAN 2.01 1 Uraian Ref Debet Rp 125.00 370.000.000.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 149. : Tanggal 9 BIAYA BAHAN HABIS PAKAI KANTOR 2. : Tanggal 10 Kas BIAYA PEMELIHARAAN GEDUNG 2.00 .00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 125.00 149.00 95.00 0.Akuntansi Sektor Publik 78 Tanggal 12 Kas Penutupan Uraian Ref Debet Rp 200.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. Rek.4.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.1.2.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 200.00 370.000.00 75.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.000.00 0.XX.XX.1.000.XXXX.000.XX.000.00 295.03 1 Uraian Ref Debet Rp 149.00 0. Rek.

00 390.500.000.00 0.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.500.000.500.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 0.XX.XXXX.00 Saldo Rp 280.1. Rek. : Tanggal 6 12 BIAYA PERJALANAN DINAS 2.3.500.000.000.4. : Tanggal 12 Kas Pentupan BIAYA PEMELIHARAAN BANGUNAN GEDUNG 2.00 120. : Tanggal BELANJA MODAL KEND.500.02 1 Uraian Ref Debet Rp 174.00 390. Rek.Akuntansi Sektor Publik 79 Penutupan 125.000. RODA 2 2.500.2.01 1 Uraian Kas Kas Penyesuaian Neraca Penutupan Hal………… Ref Debet Rp 280.00 Kredit Rp 10.00 .XXXX.00 0.3.000.00 174.XXXX.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 174.00 400.XX.06 1 Uraian Penyesuaian APBD Hal………… Ref Debet Rp 33.00 Kredit Rp Saldo Rp 33. Rek.500.XX.

2.00 Kredit Rp Saldo Rp 467.XXXX.000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.1.00 .00 459.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. Rek.000. Rek. Rek. : Tanggal 13 BIAYA BAHAN HABIS PAKAI 2.00 199.000.000.000.000. : Tanggal 8 15 Kas Kas Penutupan GAJI DAN TUNJANGAN PEGAWAI 2.XX.00 459.00 25.XX.XXXX.Akuntansi Sektor Publik 80 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XX.000.000.1.XXXX.03 2 Uraian Ref Debet Rp 260.3.01 2 Uraian Kas Penyesuaian APBD Penutupan Hal………… Ref Debet Rp 100.1.09 1 Uraian Penyesuaian APBD Hal………… Ref Debet Rp 467. DARAT BERMOTOR 2.000.00 125.00 Saldo Rp 100.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 260. : Tanggal BELANJA MODAL ANGK.00 Kredit Rp 125.000.000.000.

000.000.00 125.Akuntansi Sektor Publik 81 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.1.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.000.000.XXXX.000.00 Kredit Rp 74.4. Rek.00 0. : Tanggal 14 15 Kas Kas Penutupan BIAYA PERJALANAN DINAS 2.XX.05 2 Hal………… Uraian Ref Debet Rp 150.000.XX.000. Rek.00 280.1.01 2 Uraian Ref Debet Rp 155.00 Saldo Rp 150.000.000.000.03 2 Hal………… Uraian Ref Debet Rp 74.XXXX.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. : Tanggal 15 Kas Penutupan Biaya Makanan dan Minuman Kantor 2.XX.00 Saldo Rp 74. : Tanggal 15 Kas Penutupan Biaya Pemeliharaan Instalasi 2.1.2.XXXX.00 280.000.00 Kredit Rp 150. Rek.3.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 155.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR .

Akuntansi Sektor Publik

82

Nama : Kode. Rek. : Tanggal
11

BELANJA MODAL KENDARAAN RODA 2 2.XX.XXXX.3.6.01 2 Uraian
Kas

Hal…………

Ref

Debet Rp
27.500,00

Kredit Rp

Saldo Rp
27.500,00

LOGO

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X

BUKU BESAR
Nama : Kode. Rek. : Tanggal
11 Kas

BELANJA MODAL ANGKT. DARAT BERMOTOR 2.XX.XXXX.3.9.01 2 Uraian Ref Debet Rp
472.500,00

Hal…………

Kredit Rp

Saldo Rp
472.500,00

LOGO

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X

BUKU BESAR
Nama : Kode. Rek. : Tanggal
16 21 Kas Kas Penutup

BELANJA TAK TERSANGKA 2.XX.XXXX.5.1 2 Uraian Ref Debet Rp
200.000,00 50.000,00 250.000,00

Hal…………

Kredit Rp

Saldo Rp
200.000,00 250.000,00 0,00

LOGO

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X

BUKU BESAR
Nama : Kode. Rek. : PEMBIAYAAN - PENERIMAAN PINJAMAN DAN OBLIGASI 3.XX.XXXX.1.3
Hal…………

Akuntansi Sektor Publik

83

Tanggal
19 20

Uraian
Kas Kas Penyesuaian

Ref

Debet Rp
274.500,00

Kredit Rp
150.000,00 124.500,00

Saldo Rp
150.000,00 274.500,00 0,00

LOGO

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X

BUKU BESAR
Hal…………

Nama : Kode. Rek. : Tanggal
18

PEMBIAYAAN - PEMBAYARAN UTANG POKOK YG JATUH TEMPO 3.XX.XXXX.2.3 Uraian
Kas Penyesuaian Neraca

Ref

Debet Rp
200.000,00

Kredit Rp
200.000,00

Saldo Rp
200.000,00 0,00

LOGO

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X

BUKU BESAR
Hal…………

Nama : Kode. Rek. : Tanggal

PEMBIAYAAN- SISA LEBIH ANGGARAN TAHUN BERJALAN 3.XX.XXXX.2.4 Uraian Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp

LOGO

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X

BUKU BESAR
Nama : IKHTISAR SURPLUS/DEFISIT NETTO
Hal…………

Tanggal

Uraian

Ref

Debet Rp

Kredit Rp

Saldo Rp

Akuntansi Sektor Publik

84

Akuntansi Sektor Publik

85

Pemerintah Kabupaten/Kota X LAPORAN PERHITUNGAN APBD Tahun Anggaran 20X2
ANGGARAN UR A IA N 1 I. PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Bagian Laba Usaha Daerah Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber Daya Alam Dana Alokasi Umum Dana Perimbangan dari Propinsi Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah Bantuan Dana Kontinjensi/Penyeimbang dari Pemerintah (Rp.000) 2 (Rp.000) 3 REALISASI BERTAMBAH (BERKURANG) (Rp.000) 4

1.500.000,00 800.500,00 350.000,00 400.000,00 900.000,00 750.000,00

1.600.000,00 825.500,00 300.000,00 690.000,00 850.000,00 700.000,00

100.000,00 25.000,00 -50.000,00 0,00 290.000,00 0,00 -50.000,00 -50.000,00

4.700.500,00 II. BELANJA Aparatur Daerah Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal/Pembangunan Belanja Modal Gedung Belanja Modal Kendaraan Pelayanan Publik Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal/Pembangunan Belanja Modal Gedung Belanja Modal Kendaraan Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan Belanja Bantuan Keuangan Kepada Organisasi Profesi Belanja Tidak Tersangka Belanja Tidak Tersangka JUMLAH BELANJA SURPLUS/DEFISIT ANGGARAN ( I - II ) III. PEMBIAYAAN Penerimaan Daerah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Yang Lalu Penerimaan Pinjaman dan Obligasi Penerimaan Piutang Penerimaan Donasi, Hibah, Sumbangan Transfer dari Dana Cadangan Hasil Penjualan Aset Daerah Yang Dipisahkan Pengeluaran Daerah Pembayaran Utang Pokok Yang Jatuh Tempo Transfer ke Dana Cadangan Penyertaan Modal Sisa Lebih Anggaran Tahun Sekarang

4.965.500,00

265.000,00

450.000,00 350.000,00 325.000,00 125.000,00 200.000,00 150.000,00 125.000,00 175.000,00 500.000,00

445.500,00 370.000,00 270.500,00 125.000,00 200.000,00 149.000,00 120.500,00 174.500,00 500.000,00

-4.500,00 20.000,00 -54.500,00 0,00 0,00 -1.000,00 -4.500,00 -500,00 0,00

275.000,00 125.000,00 150.000,00

260.000,00 125.000,00 155.000,00

-15.000,00 0,00 5.000,00

200.000,00 200.000,00 125.000,00 75.000,00 500.000,00

199.000,00 200.500,00 125.000,00 74.000,00 494.000,00

-1.000,00 500,00 0,00 -1.000,00 -6.000,00

0,00

250.000,00 4.300.000,00 400.500,00

250.000,00 4.237.500,00 728.000,00

0,00 -62.500,00 327.500,00

0,00 0,00

274.500,00

274.500,00

0,00 0,00 200.000,00 100.000,00 0,00 100.500,00 200.000,00 0,00 802.500,00

-100.000,00 702.000,00

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X LAPORAN ALIRAN KAS

500.500.500.00) (135.00 (994.00) PEMERINTAH PROPINSI/KABUPATEN/KOTA X NERACA 31 Desember Tahun 20x4 .996.500.000.217.00 175.000.500.Akuntansi Sektor Publik 86 31 Desember 20x4 Arus Kas dari Aktivitas Operasi Kenaikan Aktiva Lancar Non Kas dan Bank Penurunan Aktiva Lancar Non Kas dan Bank Kenaikan Hutang Lancar Penurunan Hutang Lancar Jumlah Arus Kas Dari Aktivitas Operasi Arus Kas Dari Aktivitas Penyertaan Kenaikan Penyertaan Modal Jangka Panjang Penurunan Penyertaan Modal Jangka Panjang Kenaikan Aktiva Tetap Penurunan Aktiva Tetap Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Penyertaan Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Kenaikan Hutang Jangka Panjang Penurunan Hutang Jangka Panjang Kenaikan Dana Cadangan Penurunan Dana Cadangan Kenaikan Ekuitas Penurunan Ekuitas Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Total Arus Kas Sisa Kas Awal Tahun Anggaran Sisa Kas Akhir Tahun Anggaran 1.00 967.00 1.00) (994.00 1.000.250.00 2.00 274.500.500.00) (34.000.00 (200.00) 125.000.500.722.

557.000 35.000 800.217.800.594.500 3.000 550.000 1.000 PASIVA HUTANG JANGKA PENDEK Bagian Lancar Utang Jangka Panjang Utang Perhitungan Pihak Ketiga 925.500 975.000 10.000 60.500 19.500 250.000 490.750.975.000 75.Akuntansi Sektor Publik 87 AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas Piutang Pajak Piutang Retribusi Piutang Lain-Lain Persediaan Bahan Habis Pakai/Material Persediaan Obat-Obatan Belanja Dibayar Dimuka INVESTASI JANGKA PANJANG Investasi Jangka Panjang 500.500 .500 JUMLAH PASIVA 19.000 25.500 274.500 2.000 UTANG JANGKA PANJANG Utang Dalam Negeri Utang Luar Negeri EKUITAS DANA Ekuitas Dana Umum 15.250.558.557.000 2.000 3.000 AKTIVA TETAP Tanah Jalan dan Jembatan Bangunan Air Gedung Mesin dan Peralatan Kendaraan Meubelair dan Perlengkapan Buku Perpustakaan JUMLAH AKTIVA 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful