Akuntansi Sektor Publik

1

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
SAP 1. Karak teristik dan lingkungan sektor publik 2. Akuntansi manajemen sektor publik 3. Sistem pengendalian manajemen sektor publik 4. Penganggaran sektor publik 5. Teknik akuntansi keuangan 6. Laporan keuangan sektor publik 7. Sistem akuntansi pemerintah pusat 8. Otonomi daerah dan perimbangan keuangan pusat dan daerah 9. Akuntansi keuangan daerah sebagai bagian dari manajemen keuangan daerah 10. Akuntansi keuangan daerah 11. Akuntansi dalam rekening-rekening APBD dan laporan keuangan daerah 12. Akuntansi untuk BUMD 13. Akuntansi keuangan nirlaba (Yayasan) Literatur : Abdul Halim : Akuntansi sektor publik : Akuntansi keuangan daerah Mardiasmo : Akuntansi sektor publik Indra Bastian : Sistem Akuntansi sektor publik

Akuntansi Sektor Publik

2

I.

KARAKTERISTIK DAN LINGKUNGAN SEKTOR PUBLIK

A. Pengertian dan ruang lingkup akuntansi sektor publik Istilah sektor publik memiliki pengertian yang bermacam-macam, hal ini merupakan konsekuensi dari luasnya wilayah publik, sehingga setiap disiplin ilmu (politik, ekonomi hukum dan sosial) memiliki cara pandang dan definisi yang berbedabeda. Dari sudut pandang ekonomi sektor publik dapat dipahami sebagai suatu entitas (kesatuan) yang aktivitasnya berhubungan dengan usaha untuk menghasilkan barang dan pelayanan publik dalam rangka memenuhi kebutuhan dan hak publik. Sejalan dengan perkembangan maka di negara kita Akuntansi Sektor Publik didefinisikan sebagai mekanisme teknik dan analisis akuntansi yang diterapkan pengelolaan dana masyarakat di lembaga–lembaga tinggi negara dan departemen dibawahnya, pemerintah daerah, BUMN,BUMD, LSM dan yayasan sosial, maupun pada proyek-proyek kerjasama sektor publik dan suasta. Beberapa tugas dan fungsi sektor publik sebenarnya dapat juga dilakukan oleh sektor suasta misalnya untuk menghasilkan beberapa jenis pelayanan publik seperti layanan komunikasi, penarikan pajak, pendidikan, transportasi publik dll, akan tetapi untuk tugastertentu tugas sekotr publik tidak dapat digantikan oleh sektor suasta, misalnya fungsi birokrasi pemerintahan. Sebagai konsekuensinya akuntansi sektor publik dalam beberapa hal bebeda dengan akuntansi padasektor suasta. A. Tujuan Akuntansi Sektor Publik • Memberikan informasi yang diperlukan untuk mengelola secara tepat, efisien dan ekonomis atas alokasi suatu sumber daya yang dipercayakan kepada organisasi. Tujuan ini terkait dengan pengendalian manajemen • Memberikan informasi yang memungkinkan bagi manajer untuk melaporkan pelaksanaan tanggungjawab secara tepat dan efektif program dan penggunaan sumberdaya yang menjadi wewenangnya pemerintah untuk melaporkan dan memungkinkan bagi pegawai kepada publik atas hasil operasi pemerintah dan

penggunaan dana publik. Tujuan ini terkait dengan akuntabilitas.

Akuntansi Sektor Publik

3

B. Akuntabilitas Publik Fenomena yang dapat diamati dalam perkembangan sektor publik adalah semakin meningkatnya tuntutan pelaksanaan akuntabilitas publik oleh organisasi sektor publik seperti: pemerintah pusat dan daerah, unit-unit kerja pemerintah, departemen dan lembaga negara) Tuntutan akuntabilitas ini terkait dengan perlunya transparansi dan pemberian informasi kepada publik dalam rangka memenuhi hak-hak publik. Pengertian Akuntabilitas publik adalah kewajiaban pemegang amanah (agent) untuk memberikan pertanggungjawaban, menyajikan, melaporkan dan mengungkapkan segala aktivitas dan kegiatan yang menjadi tanggungjawab kepada pihak pemberi amanah (principal) yang memiliki hak dan kewajiban untuk meminta pertanggungjawaban tersebut. Akuntabilitas terdiri dari 2 macam yaitu : akuntabilitas vertikal dan akuntabilitas horizontal. Akuntabilitas vertikal adalah pertanggungjawaban atas pengelolaan dana kepada otoritas yang lebih tinggi, misalnya pertanggungjawaban unit-unit kerja dinas kepada pemerintah daerah, pertanggungjawaban pemerintah daerah kepada pemerintah pusat, pemerintah pusat kepada MPR. Sedangkan akuntabilitas horizontal adalah pertanggungjawaban kepada masyarakat luas. Akuntabilitas publik yang harus dilakukan oleh organisasi sektor publik terdiri atas beberapa dimensi : 1. Akuntabilitas kejujuran dan akuntabilitas hukum Akuntabilitas kejujuran terkait dengan penghindaran penyalahgunaan jabatan, sedangkan akuntabilitas hukum terkait dengan jaminan adanya kepatuhan terhadap hukum dan peraturan lain yang disyaratkan dalam penggunaan sumber dana publik. 2. Akuntabilitas proses Akuntabilitas proses terkait dengan apakah prosedur yang digunakan dalam melaksanakan tugas sudah cukup baik dalam hal kecukupan informasi informasi akuntansi, sistem informasi manajemen dan prosedur administrasi. Akuntabilitas proses termanifestasi melalui pemberian pelayanan publik yang cepat, responsif dan biaya murah. Pengawasan dan pemeriksaan terhadap akuntabilitas proses dapat dilakukan dengan ada tidaknya mark up dan pungutan yang lain diluar yang ditetapkan dan pemborosan yang menyebabkan pemborosan sehingga menjadikan

Akuntansi Sektor Publik

4

mahalnya biaya pelayanan publik dan kelambanan pelayanan. Serta pengawasan dan pemeriksaan terhadap proyek-proyek tender untuk melaksanakan proyek-proyek publik. 3. Akuntabilitas program Akuntabilitas program terkait dengan pertimbangan apakah tujuan yang ditetapkan dapat dicapai atau tidak dan apakah telah mempertimbangkan alternatif program yanng memberikan hasil yang optimal dengan biaya yang minimal. 4. Akuntabilitas kebijakan Akuntabilitas kebijakan terkait dengan pertanggungjawaban pemerintah, baik pusat maupun daerah atas kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah terhadap DPR/DPRD dan masyarakat luas. Akuntansi sektor publik tidak bisa melepaskan diri dari pengaruh kecenderungan menguatnya tuntutan akuntabilitas sektor publik tersebut. Akuntansi sektor publik dituntut dapat menjadi alat perencanaan dan pengendalian organisasi sektor publik secara efektif dan efisien serta memfasilitasi tercapainya akuntabilitas publik. C. Privatisasi Di Indonesia masih banyak BUMN dan BUMD yang dijalankan tidak secara efisien. Inefisiensi yang dialami tersebut disebabkan adanya intervensi politik, sentralisasi dan manajemen yang buruk. Di era globalisasi BUMN dan BUMD menghadapi beberapa tekanan dan tuntutan antara lain : ♦ Regulation & Political Pressure ♦ Social Pressure ♦ Rent Seeking Behaviaour ♦ Economic & Efficiency Privatisasi merupakan salah satu upaya mereformasi perusahaan publik untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas perusahaan-perusahaan publik. Privatisasi berarti pelibatan modal swasta dalam struktur modal perusahaan publik sehingga kinerja finansial dapat dipengaruhi secara langsung oleh investor melalui mekanisme pasar uang.

Akuntansi Sektor Publik 5 D. Otonomi daerah Perkembangan akuntansi sektor publik khususnya di Indonesia semakin pesat seiring dengan adanya era baru dalam pelaksanaan otonomi daerah dan desentaralisasi fiskal. Desentarlisasi tidak hanya berarti pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat ke daerah tetapi pelimpahan beberapa wewenang pemerintah ke pihak swasta dalam bentuk privatisasi .

sedangkan informal relatif jarang dilakukan. lingkungan yang mempengaruhi sangat heterogen. Faktor politik dan ekonomi sangat dominan dalam mempengaruhi tangkat kestabilan organisasi. sehingga perencanaan tidak dapat dilakukan secara personal atau hanya melibatkan beberapa orang saja. Dalam hal perencanaan oprganisasi akuntansi menejemen berperan dalam pemberian informasi historis dan prospektif untuk menfasilitasi perencanaan. Sementara itu organisasi sektor publik seringkali menghadapi masalah yang sifatnya temporer dan membutuhkan informasi yang sifatnya segera. misalnya laporan keuangan bulanan. Akuntansi Sebagai Alat Perencanaan Organisasi Perencanaan merupakan cara organisasi menertapkan tujuan dan sasaran organisasi. Apakah disampaiakn secara formal atau informal. Hal tsb disebabkan karena adanya batasan transparansi dan akunbtabilitas publik yang harus dilakukan oleh lembaga-lembaga publik. Perencanaan meliputi aktivitas yang sifatnya stategik.Akuntansi Sektor Publik 6 2. Informasi sebagai alat perencanaan pada dasarnya dapat dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu : • • • Informasi yang sifatnya rutin ataukah ad hoc Informasi kuantitatif ataukah kualitatif Informasi disampaiakan melalui saluran formal ataukah informal Informasi yang sifatnya rutin diperlukan untuk perencanaan yang reguler. rapat komisis dsb. Informasi akuntansi utntuk perencanmaan dapat juga dibedakan berdasarkan cara penyampaiannya. . AKUNTANSI MANAJEMEN SEKTOR PUBLIK A. Mekanisme formalnya misalanya melaului rapat-rapat dinas. Akuntansi Sebagai Alat Perencanaan Organisasi dan Pengendalian Organisasi 1. Informasi akuntansi diperlukan untuk membuat prediksi-prediksi dan estimasi mengenai kejadian ekonomi yang akan datang diakitkan dengan keadaan ekonomi dan politik saat ini. Pada organisasi sektor publik. triwulanan. saluran informasi lebih banyak bersifat formal. taktis dan melibatkan aspek operasional. Untuk melakukan perencanaan temporer diperlukan informasi yang sifatnya temporer. semesteran atau bulanan. Dalam organisasi sektor publik.

Pengendalian organisasi diperlukan untuk menjamin bahwa organisasi tidak menyimpang dari tujuan dan strategi organisasi yang telah ditetapkan. informasi yang dibutuhkan untuk pengendalian . Pola pengendalian tiap organisasi berbeda-beda tyergantung pada jenis dan karakteristik organisasi. akuntansi manajemen memiliki peran utama dalam pengendalian organisasi yaitu mengkuantifikasi keseluruhan kinerja terutama dalam ukuran moneter. Informasi yang dibutuhkan lebih komplek tidak sekedar informasi keuangan saja. meskipun hal tersebut bervariasai untuk setiap organisasi dan tingkat manajemen. sedangkan untuk manajmen level atas bersifat normatif. Informasi akuntansi merupakan pengendalian yang vital bagi organisasi karena akuntansi memberikan informasi yang bersifat kuantitatif. efisiensi dan efektivitas (value for money). Informasi akunatnsi umumnya disampaiakan dalam bentuk ukuran finansial. Dalam memahami organisasi sebagai alat pengendalian perlu dibedakan penggunaan informasi akuntansi sebagai alat pengendalian keuangan (financial control) dengan akuntansi sebagai alat pengendali organisasi (organization control). Lebih lanjut informasi akuntansi memungkinkan bagi organisasi untuk mengintegrasikan aktivitas organisasi. sehingga memungkinkan untuk dilakukan pengintgrasian informasi dari tiap-tiap unit organisasi yang pada akhirnya membentuk gambaran kinerja organisasi secara keseluruhan. khususnya memastikan bahwa organisasi memiliki likuiditas dan solvabilitas yang baik. amak alat pengendalinya lebih banyak berupa peraturan birokrasi. amak alat pengendalinya lebih banyak bertumpu pada mekanisme negoisasi (negotiated bargain).Akuntansi Sektor Publik 7 2. Terkait dengan pengukuran kinerja terutama pengukuran ekonomi. Untuk organisasi sektor publik karena sifatnya tidak mengejar laba serta adanya pengaruh politik yang besar. Sebagai contoh dalam sebuah usulan investasi publik. Fungsi utama informasi akuntansi pada dasarnya adalah pengendalian. maka diperlukan suatu sistem pengendalian yang efektif. Pengendalian untuk menajemen level bawah lebih bersifat tegas dan memaksa. efisien dan efektif. Pada organisasi bisnis yang sifatnya berorientasi pada laba. Pengendalian keuangan terkait dengan peraturan atau sistem aliran uang dalam organisasi. Pengendalian organisasi memerlukan informasi yang lebih luas diandingkan pengendalian keuangan. Akuntansi Sebagai Alat Pengendali Organisasi Untuk menjamin bahwa strategi untuk mencapai tujuan organisasi dijalankan secara ekonomis.

Sementara itu untuk tujuan pengendalian organisasi dibutuhkan informasi yang lebih luas meliputi asapek ekonomi. Perencanaan Operasional Revisi Perencanaan Operasional 5. Tanpa pengendalian perencanaan tidak akan berarti karena tidak adanya tindak lanjut (follow up) untuk menidentifikasi apakah rencana organisasi telah tercapoai.Akuntansi Sektor Publik 8 keuangan adalah berupa prediksi aliran kas dan profitabilitas dari investasi tersebut. Penganggaran 4. Pengendalian dan Pengukuran . sehingga keduanya harus dipertimbangkan secara bersama-sama. Perencanaan dan pengendalian merupalkan suatu proses yang membentuk suatu siklus. Proses Perencanaan dan pengendalian Manajerial Sektor Publik Perencanaan dan pengendalian pada dasarnya merupakan dua sisi mata uang yang sama. Pengendalian dan pengukuran 5. sosial dan politik dari investasi yang diajukan. analisis dan umpan balik Gambar Proses Perencanaan dan Pengendalian Manajerial Organisasi Sektor Publik Perencanaan Tujuan dan Susunan dan Dasar Revisi/modifikasi Tujuan dan Sasaran Dasar 2. Jones dan Pendlebury membagi p[roses perencanaan dan pengendalian manajerial pada organisasi sektor publik menjadi lima tahap yaitu : 1. Pengangguran Revisi Anggaran Aksi 4. Sebaliknya tanpa pengendalian perencanaan tidak akan berarti karena tidak adanya target atau rencana yang digunakan sebagai pembanfding. sehingga satu tahap aklan terkait dengan tahap yang lainnya dan terintegrasi dalam satu organisasi. B. Pelaporan. Pelaporan Analisis dan Umpan Balik 3. Perencanaan operasional 3. Perencanaan tujuan dan sasaran dasar 2.

Penilaian investasi 4. Sistem informasi akunatsni manajemen yang baik dapat mengurangi peluang terjadinya pembororsan. aktivitas atau proyek. Penganggaran 5.kebocoran dana dan mendeteksi program-pprogram yang tidak layak secara ekonomi. Akunatsni manajemen pada sektor publik dihadapkan pada tiga permasalahan yaitu : efisiensi biaya. efisien dan efektif maka diperlukan informasi akuntansi manajemen yang handal dan akurat. kualitas produk dan pelayanan ( cash. Penilaian kinerja Perencanaan Strategik Akuntansi majamen dibutuhkan sejak tahap perencanaan strategik.Akuntansi Sektor Publik 9 C. Pada tahap perencanaan strategik. manajemen organisasi membuat alternatif-alternatif program yang dapat mendukung strategi organisasi. Peran akuntansi manajmen adalah memberikan informasi untuk mementukan berapa biaya program dan berapa biaya suatu aktivitas. Peran Akuntansi Manajemen Sektor Publik Peran utama akuntansi manajemen dalam organisasi sektor publik adalah memberikan informasi akuntansi yang relevan dan handal kepada manajer untuk melaksanakan fungsi perencanaan dan pengendalian organisasi. quality and service). Perencanaan strategik 2. Untuk dapat menghasilkan kualitas pelayanan publik yang tinggi dengan biaya yang murah pemerintah harus mengadopsi sistem informasi akantansi manajemen yang . sehingga berdasarkan informasi akuntansi tsb manajer dapat menentukan anggaran yang dibutuhkan dikaitkan dengan sumber daya yang dimiliki. Untuk memberikan jaminan dialokasikannya sumber daya secara ekonomis. Inti akuntansi manajemen adalah perencanaan dan pengendalian. Peran akuntansi manajemen dalam organisasi sektor publik meliputi : 1. Penentuan biaya pelayanan (cost of service) dan penentuan tarif pelayanan (charging for service) 6. Program-program tsb diseleksi dan dipilih sesuai dengan skala prioritas sumber daya yang dimiliki. relevan untuk menghitung berapa besarnya biaya program. Pemberian informasi biaya 3.

maka peran manajer publik sangat penting dalam pengendalian biaya Pemberian Informasi Biaya Biaya (cost) dalam konteks organisasi sektor publik dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok : • • Biaya input. biaya dinas-dinas dsb. Pada organisasi sektor publik output dapat diukur dengan berbagai cara tergantung pada pelayanan yang dihasilkan. Pada tahap ini pemerintah mengakumulasi data mengenai biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk/ jasa layanan • Cost recording. Contoh pada perusahaan transportasi massa. Pada tahap ini yang dilakukan adalah kegiatan pencatatan data ke dalam sistem akuntansi organisasi . cost analizing. sementara biaya pada sektor publik sebagaian besar merupakan discretionary cost yang ditetapkan di awal periode anggaran dan sering tidak memiliki hubungan langsunmg dengan aktivitas yang dilakukan dengan output yang dihasilkan. dep personalia. yaitu dengan menerapkan teknis akunatnsi manajemen yang diterapkan di sektor suasta. adalah sumber daya yang dikorbankan untuk memberikan pelayanan. strategic cost reduction dan cost reporting. Terdapat perbedaan antara sektor suasta dan sektor publik dalam hal penentuan biaya produk atau pelayanan. Biaya input bisa berupabiaya tenaga kerja dan biaya bahan baku Biaya output. yaitu cost finding. Kebanyakan output yang dihasilkan sektor publik merupakan intangible output yang sulit diukur. biaya dapat diukur dengan mempertimbangkan fungsi organisasi. hal ini disebabkan bahwa sebagain besar biaya pelayanan pada sektor suasta cenderung merupakan engineered cost yang memiliki hubungan secara langsung dengan output yang dihasilkan. adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengantarkan produk hingga samapai ke tangan pelanggan.Akuntansi Sektor Publik 10 modern. • Cost finding. cost recording. biaya ini dapat dipisahkan berdasarkan fungsi organisasi. Proses penentuan biaya meliputi lima aktivitas. biaya mungkin diukur berdasarkan biaya per penumpang • Biaya proses. misalnya biaya departemen produksi.

Manajemen biaya strategik merupakan usaha jangka paanjang yang membentuk kultur organisasi agar penurunan biaya menjadi budaya yang mampu bertahan lama 2. resiko dan manfaat atau keuntungan dari suatu investasi. perubahan biaya dan volume kegiatan. Dalam penilaian suatu investasi. Akuntansi manajemen hendaknya dapat mendukung dan memperkuat pelaksanaan prinsip value for money dan public accountability organisasi sektor publik Penilaian Investasi Akuntansi manajemen dibutuhkan pada saat organisasi sektor publik handak melakukan investasi. Berjangka panjang. Pendekatan strategik dalam pengurangan biaya memiliki karakteristik sbb : 1. Tahap terakhir adalah memeberikan informasi baiay secara lengkap kepada pimpinan dalam bentuk internal report yang kemudian diintegrasikan ke dalam suatu laporan yang akan disampaikan kepada pihak eksternal. Keseriusan manajemen puncak (top manager) merupakan penentu efektifitas program pengurangan biaya karena pada dasarnya manajemen biaya strategik merupakan tone form the top • Cost reporting. Berdasarkan kultur perbaiakan berkelanjutan dan berfokus pada pelayanan kepada masyarakat 3. • Strategic cost reduction Tahap ini adalah menentukan strategi penghematan biaya agar tercapai value for money. yaitu untuk menilai kelayakan investasi secara ekonomi dan finansial. Pada tahap ini dilakukan analisis biaya yaitu mengindentifikasi jenis dan perikalku biaya. Akuntansi manajemen diperlukan dalam penilaian investasi karena untuk dapat menilai investasi diperlukan identifikasi baiya. Manajemen harus bersifat proaktif dalam melakukan penghematan biaya 4. Informasi manajemen hendaknya dapat mendeteksi adanya pemborosan yanbg masih berpotensi untuk diefisiensikan serta mencari metode atau teknik untuk penghematan biaya. faktor yang harus fdiperhatikan oleh . Manajamen organisasi harus dapat menentukan pemicu biaya (cost driver) agar dapat doilakukan strategi efisiensi biaya.Akuntansi Sektor Publik 11 • Cost analizing.

Menentukan biaya dan manfaat sosial dalam satuan moneter sanbgat silut dilakukan. yaitu menekankan seberapa besar dampak yang dicapai dari suatu proyek atau investasi dengan biaya tertentu Penganggaran Akuntansi menajemen berperan untuk memfasilitasi terciptanya anggaran publik yang efektif. jika tidak akuntansi manajemen tidak akan banyak bermanfaat karena hanya akan berfungsi sebagai alat perencanaan dan pengendalian. tingkat resiko dan ketidakpastian serta sumber pendanaan untuk investasi yang akan dilakukan. Kemudian untuk memudahkan digunakan analisis efektifitas biaya (cost effectiveness analysis). alat distribusi dan stabilisasi maka akuntansi manajemen merupakan alat yang vital untuk proses mengalokasikan an mendistribusikan sumber adana publik secara ekonomis. Pemerintah yang berorientasi pada pelayanan publik harus merespon keluhan. Sebagai contoh pemerintah harus dapat menentukan berapa biaya untuk membangaun terminal bus atau stasiun kereta api yang tertib aman dan nyaman serta . Penilaian invesatasi pada organisasi sektor publik dilakukan dengan menggunakan analisis biaya – manfaat (cost benefit analysis). Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan sumber daya manusia yang handal.Akuntansi Sektor Publik 12 akuntansi manajemen adalah tingkat diskonto. efisien dan efektif adil dan merata. berkualitas dan murah. tingkat inflasi. Penentuan Cost of Service dan Charging for Service Tuntutan agar pemerintah meningkatkan mutu pelayanan dan keluhan masyarakat akan besarnya biaya pelayanan merupakan suatu indikasi perlunya perbaikan sistem akuntansi manajemen di sektor publik. yaitu sebagai alat alokasi sumber daya publik. tuntutan dan keinginan masyarakat tersebut agar kualitas hidup masyarakat menjadi semakin meningkat dan kesejahteraan akan semakin meningkat pula. Masyarakat menghendaki pemerintah memberikan pelayanan secara cepat. Penentuan biaya pelayanan (Cost of Service) dan penentuan tarif (Charging for Service) merupakan satu rangakaian dimana keduanya membutuhkan informasi akuntansi. Terkait dengan 3 fungsi anggaran. Dalam praktek ini sulit dilakukan karena biaya yang diukur tidak hanya dari sisi finansial tetapi juga dari sisi biaya sosial dan manfaat sosial yang akan diperoleh dari investasi yang diajukan.

Akuntansi Sektor Publik 13 biaya operasioalnya. . Disini peran akuntansi manajemen adalah dalam pembuatan indikator kinerja kunci dan satuan ukur untuk masing-masing aktifitas. ini untuk mengetahui tingkat efisiensi dan efektifitas organisasi dalam mencapai tujuan yang ditetapkan. Penilaian Kinerja Penilaian kinerja merupakan bagian dari sistem pengendalian. Bedasarkan informasi ini pemerintah dapat menentukan berapa besarnya biaya tarif pelayanan yang akan dibebankan kepada para pemakai jasa pelayanan terminal atau stasiun tsb. demikian juga untuk PDAM dsb.

keamanan dsb. Pengendalian preventif (preventive control). 2. Pengendalian operasional (operasional control). ekonomi. Struktur organisasi harus sesuai dengan desain sistem pengendalian manajemen karena sistem pengendalian menajemen berfokus pada unit-unit organisasi sebagai pusat pertanggungjawaban. MSDM dan lingkungan yang mendukung. Sistem Pengendalian Manajemen Sektor Publik Organisasi memerlukan sistem pengendalian manajemen untuk memberikan jaminan dilaksanakannnya strategi organisasi secara efektif dan efisien sehingga tujuan organisasi dapat dicapai. Sistem pengendalian manajmenen tersebut harus didukung dengan adanya perangkat lain berupa struktur organisasi yang sesuai dengan tipe pengendalian manajemen yang digunakan. MSDM harus dilalakukan sejak proses seleksi dan rekruitmen. Pengendalian manajemen meliputi beberapa aktivitas yaitu : (1) perencanaan (2) koordinasi antar berbagai bagian dalam organisasi (3) Komunikasi informasi (4) pengambilan keputusan (5) motivasi orang-orang dalam organisasi agar berperilaku sesuai dengan tujuan organisasi (6) pengendalian dan (7) penilaian kinerja Kegagalan dalam organiasai mencapai tujuan yang telah ditetapkan dapat terjadi karena adanya kelemahan atau kegagalan pada salah satu atau beberapa tahap dalam proses pengendalian manajenen. Anggaran ini menghubungkan perencanaan dan pengendalian . training. pengembangan dan promosi hingga pemberhentian karyawan. Dimana semua unsur tsb harus dapat mendukung pelaksanaan strategi organisasi. Dalam tahap ini pengendalian manajemen terkait dengan perumusan strategi dan perencanaan stretegik yang dijabarkan dalam bentuk program-program. Dalam tahap ini pengendalian manajemen terkait dengan pelaksanaan pengawasan program yang telah ditetapkan melalui alat berupa anggaran. Faktor lingkungan meliputi kestabilan politik. Pusat-pusat petanggungjawaban tersebut merupakan basis perencanaan pengendalian. Sistem pengendalian sektor publik berfokus pada bagaimana melaksanakan strategi organisasi secara efektif dan efisien sehingga tujuan organisasi dapat dicapai. sosial. Tipe Pengendalian Manajemen Tipe pengendalian manajemen dapat dikategorikan dalam 3 kelompok : 1. B.Akuntansi Sektor Publik 14 3. penilaian kinerja. SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN SEKTOR PUBLIK A.

Suatu unit organisasi disebut sebagai pusat biaya apabila ukuran kinerja dinilai berdasarkan biaya yang telah digunakan (bulan nilai output yang dihasilkan). Sebagai alat untuk melaksanakan strategi organisasi secara efektif dan efisien 7. Suatu organisasi merupakan kumpulan dari suatu pusat pertanggungjawaban. Pengendalian kinerja. Input diukur dengan jumlah sumberdaya yang digunakan sedangkan output diukur dengan jumlah produk atau output yang dihasilkan. Memfasilitasi terbentuknya goal congruence 4. Pusaat pertanggungjawaban adalah unit organisasi yang dipimpin oleh manajer yang bertangungjawab terhadap aktivitas pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya. Pada tahap ini pengendalian manajemen berupa analisis evaluasi kinerja berasarkan tolak ukur kinerja yang telah ditetapkan. Sebagai basis perencanaan. pengendalian dan penilaian kinerja manajer dan unit organisai yang dipimpinnya 2. Mendelegasikan wewenang dan tugas ke unit-unit sehingga mengurangi beban tugas manajer pusat 5.Akuntansi Sektor Publik 15 3. Pusat-Pusat Pertanggungjawaban Pada dasarnya terdapat 4 pusat pertanggungjawaban yaitu : • Pusat biaya (expense center) Pusat biaya adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya dinilai berdasarkan biaya yang telah dikeluarkan. Struktur organisasi termanifestasi dalam bentuk pusat pertanggungjawaban (responsibility centers). Struktur Pengendalian Manajemen Sistem pengendalian manajemen harus didukung dengan struktur pengendalian yang baik . Mendorong kreativitas dan daya inovasi bawahan 6. C. Untuk meudahklan mencapai tujuan organisasi 3. Tujuan dibuatnya pusat pertanggungjawaban tersebut adalah: 1. Pusat biaya banyak dijumpai pada sektor publik karena output yang dihasilkan seringkali ada akan tetapi tidak dapat diukur atau yang memiliki kompetensi . Sebagai alat pengendali anggaran Tugas manajer pusat pertanggungjawaban adalah untuk menciptakan hubungan yang optimal antara suberdaya input yang digunakan dan output yang dihasilkan dikaitkan sdentgan target kinerja.

pemanasaran • Pusat laba ( profit center) Pusat laba adalah pusat pertanggungjawaban yang menandingkan input (expenses) dan output ( revenue) dalam satuan moneter. Contahnya Dinas Pendapatan Daerah dan dep. bandara dan pelabuhan. Anggaran mencerminkan nilai rupiah dari input yang dialokasikan ke pusatpusat pertanggungjawaban dan output yang diharapkan atau level aktivitas yang dihasilkan. obyek pariwisata milik PEMDA. Manajer pusat pertanggungjawaban sebagai budget holder memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan anggaran. sehiungga dapat . Dinas Sosial dan DPU • Pusat pendapatan (revenue center) Pusat pendapatan adalah pusat petanggungjawaban yang prestasi manjernya dinilai berdasarkan pendapatan yang dihasilkan. material dsbnya yang dengan input tsb diharapkan dapat menghasilkan output dalam bentuk barang atau pelayanan pada kualitas dan kuantitas tertentu. • Pusat incestasi (investment center) Pusat investasi adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya dinilai berdasarkan laba yang dihasilkan dikaitkan dengan investasi yang ditanamkan pada pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya. Kinerja manajernya dinilai berdasarkan laba yang dihasilkan. Pusat pertanggung jawaban memperoleh sumberdaya input berupa tenaga kerja. produksi. Adanya perbedaan antara hasil yang dicapai dan jumlah anggaran kemudaian dianalisis untuk diketahui penyebabnya dan dicari siapa yang bertanggungjawab atas terjadinya perbedaan tersebut. misalnya dinas-dinas atau subdinas-subdinas. Pengendalian anggran meliputi pengukuran terhadap output dan belanja riil yang dilakukan dibandingkan dengan anggaran. Pusat pertanggungjawan tersebut selanjutnya menjadi dasar untuk perencanaan dan pengendalain anggaran serta penilaian kinerja pada unit ybs.Akuntansi Sektor Publik 16 hanya dapat diukur secara fisik tidak dalam nilai rupiahnya. Contah : BUMD dan BUMN. Contah : Dep Riset dan Pengembangan dan Balitbang Suatu organisasi besar seperti pemerintah daerah dapat dianggap sebagai suatu pusat pertanggungjawaban. Pusat pertanggungjawaban yang besar tersebut dapat dipecapecah lagi menjadi pusat pertanggungjawaban yang lebih kecil hingga pada level pelayanan atau program. Contoh pusat biaya adalah dep.

Jika sistem pengendalian anggaran berjalan dengan baik maka informasi yang dikirimkan kepada manajer harus relevan dan tepat waktu. Pada organisasi publik. struktur pusat pertanggungjawaban sebagai alat pengendalian anggaran sejalan dengan program atau struktur aktivitas organisasi. Tindakan tsb biasa dilakukan pada perusahaanperusahaan swasta. Menetapkan prosedur dan formulir untuk persiapan anggran 2. nilai tukar. Membantu mengkomunikasdikan anggaran ke seluruh bagian dalam organisasi 4. sehingga pada akhirnya tujuan umum organisasi dapat tercapai. Laporan kinerja disiapkan dan dikirim ke setiap level manajemen untuk dievaluasi kinerjanya. Mengkoordinasi dan membuat asumsi sebagai dasar anggaran (misal: asumsi tingkat inflasi. mekanisme tsb perlu dilakukan sebagai salah satu cara pengendalian anggaran. Dengan kata lain tiap-tiap pusat pertanggungjawaban bertugas untuk melaksanakan program atau aktivitas tertentu dan penggabungan proram-program dari tiap-tiap pusat pertanggungjawaban tsb seharusnya mendukung program pusat pertanggungjawaban pada level yang leih tinggi. harga migas) 3. Informasi yang relevan harus up to date (terbaru) dan biaya yang dikendalikan secara langsung (controllable) dengan biaya-biaya yang tidak dikendalikan (uncontrollable) oleh manajer pusat pertanggungjawaban. Pusat pertanggungjawaban berfunmgsi sebagai pengemban budget holder. maka proses penyiapan dan pengendalian anggaran harus menjadi fokus perhatian manajer pusat pertanggungjawaban. Idealnya. Setiap jenis pusat pertanggungjawaban membutuhkan data mengenai berlanja (pengeluaran) yang telah dilakukan dan output yang dihasilkan selama masa anggaran. Keberadaan depatemen anggaran dan komite anggaran pada pusat pertanggungjawaban sangat perlu untuk membentu terciptanya anggaran yang efektif. Depatemen anggaran sebagai berikut : 1. Menganalisis anggaran yang diajukan dan membuat rekomendasi kepada budgeter dan manajer pusat pertanggungjawaban memiliki fungsi . yaitu dibandingkan antara hasil yang telah dicapai dengan anggaran.Akuntansi Sektor Publik 17 segera dilakukan tindakan korektif. Informasi yang terkait dengan sistem pengendalian anggaran biasanya banyak diketahui oleh bagian departemen anggaran.

kepala biro dsb. Sedangkan faktor informal . Faktor pengendalian formal misalnya : sistem pengendalian manajemen dan sistem aturan. diskusi dll.Dalam hal ini hendaknya pengendalian manajemen dapat digunakan sebagai jembatan untuk mewujudkan goal congruence yaitu keselaran antara tujuan individu dan tujuan organisasi. Komite anggran bertugas menuyusun anggran untuk tiap-tiap unitoperasi. Depaemen anggran dan komite anggran merupakan perangkat yanmg berad pada pusat pertanggungjawaban. kepala dinas. Proses Pengendalian Manajemen Sektor Publik Proses pengendalian manajemen pada organisasi sektor publik dapat dilakukan dengan cara komunikasi formal dan informal. Komite anggran biasanya teddiri dari para pimpinan puncak seperti kepala depatemen. yaitu tercapainya keselarasan antara tujuan individu dan tuuan oraganisasi. Saluran informasi informal dapat dilakukan dengan komunikasi langsung yaitu pertemuan informal. menginterprestasikan hasil dan menyiapkan ikhtisar laporan untuk manajer pusat pertanggungjawaban 6. Faktir yang mempengaruhi goal congrunce dapat dikategorikan dalam 2 kelompok yaitu faktor pengendalian formal dan informal. Prengendalian organisasi dapat berupa aturan dan prosedur birokrasi atau melalui sistem pengendalian dan manajemen informasi yang dirancang secara formal. Karenanya pusat pertanggungjawaban merupakan alat yang sangat vital untuk pelaksanaan dan pengendalian anggaran selain itu juga merupakan basis pengukuran kinerja yaitu membendingkan apa yang telah dicapai oleh pusat pertanggungjawaban dibandingkan dengan anggaran yang telah ditetapkan. Sistem pengendalian manajemen suatu organisasi dirancang untuk mempengaruhi orang-orang di dalam organisasi tersebut agar berperilaku sesuai dengan tujuan organisasi. D.Akuntansi Sektor Publik 18 5. Untuk menyingkapi ini perlu adanya jembatan yang mampu menghantarkan organisasi mencapai tujuannya.. Dalam suatu organisasi setiap individu pasti mempunyai tujuan person. Komite anggaran ujuga memiliki peran yang vital. Saluran komunikasi formal terdiri dari aktivitas formal dalam organisasi yang terdiri dari : (1) perumusan strategi (2) perencanaan strategi (3) penganggran (4) opersional (5) evaluasi kinerja . Menganalisis kinerja anggaran yang dilaporkan. Menyiapkan revisi anggaran jika diperlukan.

Perubahan visi. Pertimbangan untuk revisi strategi biasanya kalau muncul perubahan lingkunan yang berupa ancaman atau peluang baru. 10 bahkan 20 tahun. sosial dan budaya. Perumusan strategi merupakan tugas dan tanggungjawab manajemen puncak. Analsisi ini dikembangkan dengan menganalisis faktor internal yang menjadi kekuatan dan kelemahan dalam suatu organisasi dan faktor eksternal yang merupakan ancaman dan peluang. Yang berubah hanyalah strategi untuk mewujudkan visi. misi. Salah satu metode penentuan strategi adalah dengan menggunakan analisis SWOT.5. peraturan pemerintah baru atau perubahan lingkungan politik dan ekonomi lokal dan global. misi dan tujuan yang telah ditetapkan. misalnya adanya inovasi teknologi baru. Dalam organisasi pemerintahan perumusan strategi dilakukan oleh dewan legislatif yang hasilnya berupa GBHN yang akhirnya merupakan acuan bagi eksektutif dalam berindak. Ketidakstabilan ekonomi dan politik yang terjadi secara terus menerus dapat mendorong pemerintah untuk sewaktu-waktu mengeluarkan kebijakan dan strategi baru. misi dan tujuan oragnisasi sangat jarang dilakukuan oleh organisasi baik itu pemerintahan atau swasta. tujuan. Ancaman dan peluang baru dapat muncul setiap saat. gaya manajemen dan gaya komunikasi.Akuntansi Sektor Publik 19 terdiri dari ekstrenal dan internal.  Perumusan Strategi (strategy formulation) Perumusan strategi merupakan proses pehnentuan visis. Yang bersifat eksternal contohnya etos kerja dan loyalitas karyawan ( dalam pemerintahan kita kenal sebagi abdi negara dan abdi masyarakat). Karenanya perumusan strategi bersifat tidak sistematis dan tidak harus kaku. ekoomi. sasran. sedangkan yang bersifat internal : kulktur organisasi. target. Strategi organisasi ditetapkan untuk memberikan kemudahan dalam mencapai tujuan organisasi. Berdasarkan analisis SWOT oganisasi dapat menentukan startegi terbaik untuk mencapai tujuan organisasi.arah dan kebijakan serta strategi organisasi. . Perubahan lingkungan dalam organisasi sektor publik sanat mungkin karena karena organisasi sektor publik dipengaruhi oleh faktor politik. Strategi perusahaann dapat berubah atau mengalami revisi jika terdapat lingkungan yang berubah yang dipengaruhi adanya ancaman dan kesempatan. Hasil perumusan strategi bersifat permanen dan jangka panjang bisa berjangka 4.

Analisis atau scanning lingkungan.soial. Menurut Olsen dan Eadi (1982) proses perumusan strategi terdiri dari 5 komponen dasar yaitu : 1.Akuntansi Sektor Publik 20 Gambar: Proses Perumusan Strategi Analisis Eksternal: Ekonomi. Sama halnya dengan sektor swasta tahap awal dari manajemen strategi adalah perencnaan. Pernyataan misi dan tujuan umum organisasi yang dirumuskan oleh manajemen eksekutif organisasi dan memberikan rerangka pengembangan strategi serta target yang akan dicapai 2. Perencanaan dimulai dari perumusan strategi. Profil internal dan audit sumber daya. yang mengidentifikasi dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan organisasi dalam hal berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan strategik 4. peraturan (regulasi) trend global Teknologi baru Analisis Internal: Teknologi yang dimiliki Sumber daya Sumber daya alam Sumber daya manusia Infrastruktur dsbnya Strength & Weaknes : Identifikasi kekuatan & kelemahan Opportunity & Threat: Identifikasi peluang & ancaman Penyesuaian kompetensi dengan peluang dan ancaman Strategi Proses perumusan pada organisasi sektor publik banyak dipengaruhi perkembangan disektor swasta. terdiri dari pengidentifikasian dan pengukuran faktor-faktor eksternal yang sedang dan akan terjadi dan kondisi yang harus dipertimangkan pada saat merumuskan strategi organisasi 3. Implementasi dan pengendalian rencana strategik.pilitik. evaluasi dan pemilihan strategi 5. Perumusan. .

Akuntansi Sektor Publik 21 Model Perumusan Strategi pada Organisasi Sektor Publik Innitiate and agree process Stakeholder Internal Environmental Analysis Missin and mandate Ekternal Environmental Analysis Strategic issues Strategics Opportunity and threats Strength & weakneses PEST ANALYSIS Vision for the future Political Economic Sociological Technical Actions Outcomes Sumber : Bryson JM (1995) Menurut Bryson Jm model 8 langkah untuk memfasilitasi proses perumusan strategi yaitu: 1. Identifikasi isu strategi yang sedang dihadapi organisasi 7. Perumusan strategi untuk me. Menetapkan visi organisasi untuk masa ke depan. Klarifikasi misi dan nilai-nilai organisasi 4. . Menilai lingkungan internal 6.manage isu-isu 8. Menilai lingkungan eksternal 5. Memulai dan menyetujui proses perencanaan strategi 2. Identifikasi apa yang menjadi mandat organisasi 3.

misi dan tujuan oganisasi.pri oritas dan anggaran Anggaran yang dibutuhkan Program yang lolos seleksi . Perencanaan strategik merupakan proses menurunkan strategi dalam bentuk program-program.Akuntansi Sektor Publik 22  Perencanaan Strategi (strategic planning) Sistem pengendalian manajemen diawali dari perencanaan strategik. sedangkan perencanaan strategik adalah proses menentukan bagaimana mengimplementasikan strategi tersebut. manajemen memutuskan visi. Proses Perencanaan Strategik Strategi A Strategi B Strategi C Strategi D dst Perencanaan strategi Program A1.A2 &A3 Program A1.program. Dalam proses perumusan strategi .A2 &A3 Program A1.A2 &A3 dst Seleksi program dikaitkan dengan prioritas dan sumber daya yang tersedia Review strategi. Perencanaan strategik adalah proses pemantauan program-program.A2 &A3 Program A1. aktivitas atau proyek yang akan dilaksdankan suatu organisasidan penentuan jumlah alokasi sumber daya yang akan dibutuhkan Perbedaan dengan perumusan strategi adalah bahwa perumusan strategi merupakan proses untuk menentukan strategi. Hasil perencanaan strategik berupa rencana-rencana strategik.

. Orientasi dilakukannya manajemen strategik pada organisasi manajemen organisasi publik menuntut adanya strategic vision. Organisasi yang tidak memiliki atau tidak melakukan perencanaan strategik akan mengalaami masalah da. alokasi sumberdaya yang tidak tepat sasaran dab dilakukannya pilihan startyegi yang salah.lam penganggaran.misi. misalnya terjadinya beban kerja anggaran yang terlalu berat.filosofi unit kerja Sub Sisem pengumpula n data Tujuan unit kerja Saran & Target kinerja Ukuran efektifitas Target kinerja Strategi & Action plan Ukuran ekonomi Target kinerja Laporan Keu Pemda Target kinerja & analisis biaya Justifikasi Ukuran efisiensi Ukuran penjelas Perencanaan strategik merupakan proses yang sistematis yang memilikiu prosedru dan skedul yang jelas. strategic thinking.Akuntansi Sektor Publik 23 Gambar Sistem Manajemen Strategik pada Pemerintah Daerah Perencanaan Strategik Perencanaan kinerja Anggaran kinerja Pelaporan kinerja LPJ Kepala Daerah Visi. strategic leadership dan strategic organization.

misi. Untuk itu harus didukung oleh : • • • Struktur pendukung. sehingga memungkinkan terjadi persetujuan antara manajer puncak dengan manajer level dibawahnya mengenai strategi terbaik untuk mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan. Desain sistem pengendalian manajemen harus didukung oleh struktur organisasi yang sesuai. yang nantinya akan mendorong goal congruence. Mengubah perencanaan Strategik Menjadi Tindakan Nyata Perencanaan strategi dapat digunakan untuk membantu mengantisipasi dan memberikan arah perubahan. karenanya perlu adanya restrukturisasi dan reorganisasi agar selaras dengan startegi dan sistem pengendalian manajemen. Restrukturisasi dapat didasarkan pada prinsip 1. baik secra manajerial maupun secara politik Proses dan praktek implementasi di lapangan Kultur organisasi Struktur organisasi hendaknya dapat mendukung pelaksanaan strategi. Perencanaan strategik bukan merupakan hasil akhir. tujuan dan strategi yang telah ditetapkan secara biak dapat gagal bila struktur organisasi tiudak mendukung strategi. Visi.Akuntansi Sektor Publik 24 Manfaat Perencanaan Strategik • Sebagai sarana untuk memfasilitasi terciptanya anggaran yang efektif • Sebagai sarana untuk memfokuskan manajer pada pelaksanaan strategi yang telah ditetapkan • Sebagai sarana untuk memfasilitasi dilakukannya alokasi sumber daya yang optimal • Sebagai rerangka pelaksanaan tindakan jangka pendek • Sebagai sarana manajemen untuk memahami strategi organisasi secara lebih jelas • Sebagai alat untuk memperkecil rentang alternatif strategi Tujuan utama perencanaan strategik adalah untuk meningkatkan komunikasi antara manajer puncak dengan manajer dibawahnya. Perubahan strktur organisasi hendaknya dapat meningktakan kapasitas untuk mencapai strategi yang efektif . tetapi perubahan belum dapat berjalan dengan mulus meskipun sudah ada perencanaan strategik. tapi masih perlu ditranslasikan dalam bentuk tindakan-tindakan konkrit.

Selain itu harus didukung oleh regulasi keuangan.  Penganggaran Tahap penganggaran dalam proses pengendalian manajemen sektor publik merupakan tahap yang pang dominan. pendelegasian wewenang dan tugas. Kultur organisasi terkait dengan lingkungan kerja dan kesediaan anggota untuk melakukan perubahan. Perencanaan srtategik harus didukung adanya budaya organisasi yang kuat. Sistem pemberian penghargaan dan hukuman dapat digunakan sebagai pendorong untuk pencapaian suatu strategi.Akuntansi Sektor Publik 25 2. Program akan gagal bila personel di lapangan bertindak tidak sesuai dengan arah dan strategi organisasi. . Dewan bertanggung jawab secara kolektif untuk merencanakan strategi. misi dan tujuan organisasi harus selalu dikomunikasiokan kepada seluruh anggota organisasi 3.  Pengukuran Kinerja Penilaian kinerja merupakan bagian akhir dari proses pengendalian manajemen yang dapat digunakan sebagai alat penegndalian. Perbedaan tersebut terletak pada pengaruh politik dalam proses penganggaran. Peran peting adanya penghargaan dalam suatu organisasi akan mendorong tercapainya tujuan oragnisasi dan untuk menciptakan kepuasan setiap individu. Visi. Pengendalian manajemen melalui sistem penilaian kinerja dapat dilakukan dengana menciptakan mekanisme reward dan punishment. karena memiliki karakteristik yang agak berbeda dengan penganggraan pada sektor swasta. Arus ada kejelasan wewenang dan tanggung jawab. Proses dan praktik di lapangan terkait dengan prosedur dan sistem pengendalian. pengendalian personel dan manajemen kompensasi yang jelas dan fair. kebijakan dan otorisasi alokasi sumber daya dan menilai kinerja manajemen. Prencanaan strategik tidak akan efektif jika prosedur dan sistem pengendalian tidak sesuai dengan strategi. Sistem reward dan punishment harus didukung oleh manajemen kompensasi yang memadai. dan harus didukung oleh perubahan perilaku dan sikap anggota organisasi untuk melaksanakan program-program secara efektif dan efisien. Intensif positif pada manajer disebut sebagai reward dan intensif negatinya disebut sebagai punishment. Pimpinan eksekutif bertanggung jawab untuk melaksanakan strategi dan arahan kebijakan hingga level bawah. Manajemen kompensasi merupakan mekanisme penting untuk mendorong motivasi manajer untuk mencapai tujuan organisasi.

penempatan kerja di lokasi yang lebih baik dan pengakuan. bonus dan pemberian tunjangan. otonomi yang lebih besar. sedangkan non financial dapat berupa promosi jabatan.Akuntansi Sektor Publik 26 Pemberian reward dapat berupa financial atau non financial. penambahan tanggung jawab. . yang bersifat financial misalnya kenaikan gaji. tetapi orientasi penilaian harus selalu pada pemberian penghargaan. Mekanisme pemberian sanksi dan hukuman pada kondisi tetentu diperlukan.

Pengertian Anggaran Sektor Publik Anggaran publik berisi rencana kegiatan yang direpresentasikan dalam bentuk rencana perolehan pendapatan dan belanja dalam satuan moneter. Anggaran berisi estimasi mengenai apa yang akan dilakukan organisasi di masa yang akan datang. Anggaran pada sektor publik merupakan instrumen akuntabilitas dan pengelolaan dana publik dan pelaksanaan program-program yang dibiayai dengan uang publik. Konsep Anggaran Sektor Publik Anggaran merupakan pernyataan mengenai setimasi kinerja yang hendak dicapai selama periode tertentu yang dinyatakan dalam ukuran finansial.Akuntansi Sektor Publik 27 4. Aspek-aspek yang harus dicakup dalam anggaran sektor publik : • • • Aspek perencanaan Aspek pengendalian Aspek akuntabilitas B. sedangkan penganggaran adalah proses atau metode untuk menyiapkan anggaran. PENGANGGARAN SEKTOR PUBLIK A. Dalam bentuk yang sederhana anggaran sektor publik merupakan suatu dokumen yang menggambarkan kodisi keuangan dari suatu organisasi yang meliputi informasi mengenai pendapatan. . Proses penganggaran sektor publik dimulai ketika perumusan staretgi dan perencanaan strategik selesai dilakukan. didiskusikan dan diberi masukan. Anggaranmerupakan artikulasi dari perumusan dan perencanaan strategi yang dibuat. Penganggaran pada sektor publik terkait dengan proses penentanjumlah alokasi dana untuk tiap-tiap program dan aktivitas dalam satuan moneter. Penganggaran dalam organisasi sektor publik merupakan tahapan yang cukup rumit dan mengandung nuansa politik yang tinggi. namun pada sektor publik anggran merupakan hal yang harus diinformasikan kepada publik untuk dikritik. Dalam organisasi sektor publik penganggaran merupakan suatu proses politik. Pada sektor swasta anggaran merupakan bagian dari rahasia perusahaan yang tertutup bagi publik. Hal tersebut berbeda dengan sektor swasta yang relatif lebih kecil nuansa politiknya. belanja dan aktivitas.

pendidikan dsbnya agar terjamin secara layak. Tingkat kesejahteraan masyarakat dipengaruhi oleh keputusan yang dibuat pemerintah melalui anggran yang dibuat. Anggaran dan Kebijakan Fiskal Pemerintah Kebijakan fiskal adalah usaha yang dilakukan pemerintah untuk mempengaruhi keadaan ekoomi melalui sistem pengeluaran atau sistem perpajakan untuk mencapai tujuan tertentu. baik propinsi maupun daerah Aliran uang yang terkait dengan aktivitas pemerintahan akan mempengaruhi harga. Anggaran sektor publik harsu dapat memenuhi kriteria sbb : • • Merefleksikan perubahan prioritas kebutuhan dan keinginan masyarakat Menetukan penerimaan dan pengeluaran departemen-depatemen pemerintah. Alat utama kebijakan fiskal adalah anggaran. Anggaran merupakan blue print keberadaan sebuah negra dan merupakan arahan di masa yang akan datang. Dalam sebuah negara demokrasi. kualitas kesehatan. menjamin kesinambungan dan kualitas hidup masyarakat. lapangan kerja. Anggaran sektor publik penting karena : . air bersih. Keputusan anggaran yang dibuat pemerintah daerah dan propinsi seharusnya dapat merefleksikan prioritas pemerintah daerah dan propinsi dengan baik. pertumbuhan ekonomi dan beban pajak yang harus dibayar atas pelayanan yang diberikan pemerintah. distribusi pendapatan. Berapa banyak dan bagaimana cara memperoleh uang untuk mendanai rencanarencana tersebut C. uang yang dimiliki oleh pemerintah adalah uang rakyat dan anggaran menunjukkkan rencana pemerintah untuk membelanjakan uang rakyat. Pentingnya Anggaran Sektor Publik Anggaran sektor publik dibuat untuk membantu menentukan tingkat kebutuhan masyarakat seperti listrik.Akuntansi Sektor Publik 28 Secara singkat anggaran publik merupakan suatau rencana finansial yang menyatakan : 1. pemerintah mewakili kepentingan rakyat. Anggaran merupakan alat ekonomi terpenting yang dimiliki pemerintah untuk mengarahkan perkembangan sosial dan ekonomi. Berapa biaya-biaya atas rencana yang telah dibuat 2.

Fungsi Anggaran Sektor Publik Anggaran sektor publik mempunyai beberapa fungsi utama yaitu 1. Anggaran diperlukan untuk meyakinkan bahwa pemerintah bertanggung jawab terhadap rakyat.misi dan sasaran yang telah ditetapkan Merencanakan berbagai program dan kegiatan untuk mencapai tuuan organisasi serta merencanakan alternatif sumber pembiayaannya Mengalokasikan dana pada berbagai program dan kegiatan yang telah disusun Menetukan indikator kinerja dan tingkat pencapaian strategi Anggaran Sebagai Alat Pengendalian (Control tool) . Alat koordinasi dan komunikasi 6. Alat kebijakan fiskal 4. Alat menciptakan ruang publik. Alat politik 5. Alat penilaian kinerja 7. ekonomi. Anggaran sebagai alat perencanaan digunakan untuk : • • • • Merumuskan tujuan serta sasarn kebijakan agar sesuai dengan visi. 3. Anggaran dibuat karena adanya kebutuhan dan keinginan masyarakat yang terus berkembang. Anggaran sektor publik dibuat untuk merencanakan tindakan apa yang akan dilakukan pemerintah. D. sedangkan sumber daya jumlahnya terbatas. Dalam hal ini anggaran publik merupakan instrumen pelaksanaan akuntabilitas publik oleh lembaga-lembaga publik yang ada. menjamin kesinambungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Anggaran merupakan alat bagi pemerintah untuk mengarahkan pembangunan sosial. 2. Alat motivasi 8. Alat pengendalian 3. Anggaran Sebagai Alat Perencanaan (Planning tool) Anggaran meupakan alat pengendalian manajemen untuk mencapai tujuan organisasi. Sebagai alat perencanaan 2. berapa biaya yang dibutuhkan dan berapa hasil yang diperoleh dari belanja pemerinta tersebut.Akuntansi Sektor Publik 29 1.

Pada sektor publik anggaran merupakan dokumen politik sebagai bentuk komitmen eksekutif dan kesepakatan legislatif atas penggunaan dana publik untuk kepentingan tertentu. Merivisi standar biaya atau target anggaran untuk tahun berikutnya Anggaran Sebagai Alat Kebijakan Fiskal (Fiscal tool) Anggaran sebagai alat kebijakan fiskal digunakan untuk alat menstabilkan ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.Akuntansi Sektor Publik 30 Sebagai alat pengendalian anggaran memberikan rencana detail atas pendapatan dan pengeluaran pemerintah agar pembelanjaan yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa presiden. Anggaran Sebagai Alat Politik (Political tool) Anggaran dapat digunakan untuk memutuskan prioritas dan kebutuhan keuangan terhadap prioritas tersebut. Pengendalian anggaran publik dapat dilakukan melalui 4 cara : 1. bupati dan manajer publik lainnya dapat dikendalikan lewat anggaran. Membandingkan kinerja aktual dengan kinerja yang dianggarkan 2. menteri. coalition holding. Menemukan penyebab yang dapat dikendalikan dan tidak dapat dikendalikan 4. Tanpa anggaran pemerintah tidak dapat mengendalikan pemborosan pengeluaran. selain itu juga digunakan sebagai pemberi informasi dan meyakinkan legislatif bahwa pemerintah bekrja secara efisien tanpa ada korupsi dan pemborosan. karenanya pembuatan anggaran publik membutuhkan political skill. anggaran sektor publik digunakan untuk meyakinkan bahwa pemerintah masih mempunyai cukup uang untuk memenuhi kewajibannya. memfasilitasi dan mengkoordinasikan kegiatan ekonomi masyarakat sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi. gubernur. Anggaran dapat digunakan unrtuk mendorong. sehingga dapat dilakukan prediksi dan estimasi ekonomi. Anggaran sektor publik dapat digunakan untuk mengendalikan kekuasaan eksekutif. pemahaman tentang prinsip manajemen . Melalui anggaran publik dapat diketahui arah kebijakan fiskal pemerintah. Sebagai alat penengendali manajerial. Menghitung selisih anggaran 3. keahlian negoisasi. Anggaran bukan sekedar masalah teknis tetapi lebih merupakan alat politik.

Anggaran publik yang disusun dengan baik akan mampu mendeteksi terjadinya inkonsistensi suatu unit kerja di dalam pencapaian tujuan organisasi. Anggaran merupakan alat yang efektif untuk pengendalian dan penilaian kinerja. birokrat dan DPR/MPR.. Kinerja eksekutif akan dinilai berdasarkan pencapaian target anggaran adan pelaksanaan efisiensi anggaran. Anggaran Sebagai Alat Motivasi (Motivation tool) Anggaran dapat digunakan sebagai alat untuk memotivasi manajer dan stafnya agar bekerja secara ekonomis. Agar dapat memotivasi pegawai target anggaran hendaknya jangan terlalu tinggi sehingga tidak dapat dipenuhi. Anggaran harus dikomunikasikan ke seluruh bagian organisasi untuk dilaksanakan. Kelompok masyarakat yang teroganisir akan mencoba mempengaruhi anggaran publik utnk kepentingan mereka. Anggaran Sebagai Alat Pinilaian Kinerja (Performance measurement tool) Anggaran merupakan wujud komitmen dari publik holer (eksekutif) kepada pemberi wewenang (legislatif). efektif dan efisien dalam mencapai target dan tujuan organisasi yang telah ditetapkan.namun juga jangan terlalu rendah sehingga terlalu mudah untuk dicapai. Kelompok lain dari kemasyarakat yang kurang terorganisasi akan mnyampaikan aspirasinya melaui proses (Coordination and . Anggaran Sebagai Alat Koordinasi dan Komunikasi Communication tool) Setiap unit kerja pemerintah terlibat dalam penyusunan anggaran. atau paling tidak menurunkan kredibilitas pemerintah. perguruan tinggi dan berbagai organisasi kemasyarakatan harus terlibat dalam penganggaran publik. Disamping itu anggaran publik juga berfungsi sebagai alat komunikasi antar unit kerja dalam lingkungan eksekutif.Akuntansi Sektor Publik 31 keuangan publik oleh para manajer publik. Anggaran Sebagai Alat untuk Menciptakan Ruang Publik (Public Sphere) Anggaran publik tidak boleh diabaikan oleh kabinet. LSM. Manajer publik harus sadar sepenuhnya bahwa kegagalan dalam melaksanakan anggaran yang telah disetujui akan menjatuhkan kepemimpinannya. Anggaran publik merupakan alat koordinasi antar bagian dalam pemerintahan. Masyarakat.

melakukan boikot dsbnya E. Politisi mentranslasikan mandat melalui tersebut melalui kebijakan dan program yang memberi mamfaat lebih kepada pemilih yang direfleksikan dalam anggaran. sebab selutrhnya adalah milik publik. Disebut rutin karena pengeluaran tersebut berulang-ulang ada setiap tahun. Secara umum pengeluaran yang masuk kategori anggaran operasional antara lain belanja administrasi umum dan belanja operasional dan pemeliharaan. Jenis-Jenis Anggaran Sektor Publik Anggaran sektor publik dibagi menjadi menjadi 2 yaitu : 1.Akuntansi Sektor Publik 32 politik yang ada. perabot dsbnya. Anggaran operasional 2. Pengeluaran pemerintah yang dapat dikatagorikan dalam anggaran operasional adalah belanja rutin yaitu belanja yang manfaatnya hanya untuk satu tahun anggaran saja dan tidak dapat menambah aset atau kekayaan bagi pemerintah. kendaraann. mereka kan mengambil tindakan dengan jalan lain seperti dengan tindakan massa. Pengeluaran modal yang besar biasanya dilakukan dengan mengunakan pinjaman. Belanja modal adalah pengeluaran yang masa manfaatnmya lebih dari satu tahun anggran dan akan menambah aset atau kekayaan pemerintah dan selanjutnya akan menambah anggaran rutin untuk biaya operasional dan pemeliharaannya. tetapi pemerintah akan . Dalam sebuah msyarakat yang demokratis rakyat memberi mandat kepada pemerintah melalui pemilihan umum. Anggaran Modal Anggaran Operasional Anggaran digunakan untuk merencanakan kebutuhan sehari-hari dalam menjalankan pemerintahan. Jika tidak ada alat untuk menyampaikan suara mereka. Pemerintah tidak mungkin memebuhi semua permintaan stake holdernya secara simultan. peralatan. Pengangguran dan tuna wisma dan kelompok lain yang kurang terorganisasi akan mudah dan tidak berdaya mengikuti tindakan pemerintah. Anggaran Modal Anggran modal menunjukkan rencana jangka penjang dan pembelanjaan atas aktiva tetap seperti gedung. Pada dasarnya pemerintah tidak memiliki uang yang dimiliki sendiri.

Diketahui publik Anggaran harus diinformasikan kepada masyarakat luas. Prinsip-Prinsip Anggaran Sektor Publik Prinsip-prinsip anggaran sektor publik meliputi : 1. Otorisasi oleh legislatif Anggaran publik harus mendapat otorisasi dari legislatif terlebih dahulu sebelum dibelanjakan oleh eksekutif 2. Keutuhan anggaran Semua penerimaan dan pengeluaran pemerintah harus terhimpun dalam dana umum 4. Nondiscretionary Appropriation Jumlah yang disetujui oleh legislatif harus termanfaat secaara ekonomis. Karenanya adana anggaran non budgetair menyalahi prinsip anggran yang bersifat komprehensif 3. Akurat Estimasi anggaran hendaknya tidak memasukkan cadangan yang tersembunyi yang dijadikan sebagi kantong-kantong pemborosan 7. Komprehensif Anggaran harus menunjukkan semua penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Jelas Anggaran hendaknya sederhanan dan mudah dipahami oleh masyarakat dan tidak membingungkan 8. efisien dan efektif 5.Akuntansi Sektor Publik 33 memilih program yang menjadi prioritas. . F. Periodik Anggran bersifat periodik yang bersifat tahunan atau multi tahunan 6. Disinilah fingsi anggaran yang akan digunakan sebagai alat politis dalam memutuskan prioritas dan kebutuhan keuangan pada sektor tersebut.

Proses Penyusunan Anggaran Sektor Publik APBD/APBN yang dipresentasikan setiap akhir tahun dihadapan DPRD/DPR memberikan informasi kepada masyarakat luas tentang program yang direncanakan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat • • • • dan darimana program tersebut dibiayai. yang perlu diperhatikan adalah sebelum menyetujui taksiran pengeluaran . Proses penyusunan anggaran mempunyai 4 tujuan : Membantu pemerintah mencapai tujuan dan meningkatkan koordinasi antar bagian dalam lingkungan pemerintah Membantu menciptakan efisiensi dan keadilan dalam menyediakan barang dan jasa publik melalui proses pemrioritasan Memungkinkan pemerintah untuk memenuhi prioritas belanja Meningkatkan transparansi dan pertanggungjawaban pemerintah kepada DPRD/DPR dan masyarakat luas.Akuntansi Sektor Publik 34 G. bencana alam dsbnya. perubahan sosial politik. Prinsip-Prinsip Pokok dalam Siklus Anggaran Pokok-pokok prinsip siklus anggaran harus diketahui oleh penyelengara pemerintahan. Siklus anggaran tersebut ada 4 tahap : • • • • Tahap persiapan anggaran Tahap ratifikasi Tahap implementasi Tahap pelaporan dan evaluasi Tahap persiapan anggaran Pada tahap ini dilakukan taksiran pengeluaran atas dasar talsiran pendapatan yang tersedia. Faktor-faktor dominan yang terdapat dalam proses penganggaran adalah : • • • • Tujuan dan target yang hendak dicapai Ketersediaan sumber daya (faktor produksi yang dimiliki pemnerintah) Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan atau target Faktor lain yang mmpengaruhi anggaran seperti : munculnya peraturan pemerintah yang baru. H. fluktuasi pasar.

Berdasarkan POPERNAS dan RENSTRA serta analisis fiskal dan makro ekonomi kemudian mulai dibuat persiapan APBN dan RAPETA. Program Pembangunan Nasional (PROPERNAS). Rincian RENSTRADA setiap tahunnya akan digunakan sebagai masukan dalam penyusunan REPETADA dan APBD. Berdasarkan RENSTRADA yang telah dibuat dan analisis kebijakan fiskal dan ekonomi daerah. PROPERDA (RENSTRADA) yang dibuat oleh pemerintah daerah bersama-sama dengan DPRD dalam kerangka waktu 5 tahun yang kemudian dijabarkan dalam pelaksanaannya dalam kerangka tahunan. Rencana Strategis (RENSTRA) dan Rencana Pembangunan Tahunan . Sinkronisasi perencanaan pembangunan yang digariskan oleh pemerintah pusat dan perencanaan pembangunan daerah secara spesifik diatur dalam Peraturan Pemerintah No. Besarnya mata anggaran tergantung pada sistem anggaran yang digunakan. Di Indonesia arahan kebijakan pembangunan pemerintah pusat tertuang dalam dokummen (RAPETA). Karenanya manajer keuangan publik harus memahami betul dalam menentukan besarnya suatau mata anggaran. 105 dan 108 tahun 2000.Akuntansi Sektor Publik 35 terlebih dulu hendaknya dilakukan taksiran pendapatan secara lebih akurat. PROPERNAS tersebut kemudian dijabarkan dalam bentuk RENSTRA. REPETADA memuat program pembanguan perencanaan berupa GBHN. Sesuai dengan kebutuhan masingmasing daerah. 108 pemerintah daerah diisyaratkan untuk membuat dokumen perencanaan daerah yang terdiri atas PROPERDA (RENSTRADA). Dalam PROPERDA di mungkinkan adanya penekanan prioritas pembanguann yang berbeda antara daerah yang satu dengan yang lain. Dokumen tersebut diupayakan tidak meyimpang dari PROPERNAS dan RENSTRA yang dibuat oleh pemerintah pusat. Dalam persoalan estimasai yang perlu diperhatikan adalah terdapatnya faktor ketidakpastian yang cukup tinggi. Harus disadari adanya masalah yang cukup berbahaya jika anggaran pendapatan diestimasi pada saat bersamaan dengan pembuatan keputusan tentang anggaran pengeluaran. 105 tahun 2000 pemerintah daerah bersamasama DPRD menetapkan arah kebijakan umum APBD. menurut ketentuan PP No. Sementara itu ditingkat daerah (propinsi dan kab/kota) berdasarkan PP No. setelah itu pemerintah daerah menetapkan Strategi dan Prioritas APBD. Pada pemerintah pusat penyusunan perencanaan pembangunan dimulai dari penyusunan PROPERNAS yang merupakan operasinalisasi GBHN.

karena eksekutif harus mempunyai kemampuan untuk memberikan argumen yang rasional atas segala pertanyaan dan bantahan yang disampaikan oleh legislatif. Pendekatan ini diharapkan akan lebih memperjelas program kerja tahuan pemerintah daerah. salesmanship dan coalition holdimg yang memadai. juga memuat indikator kinerja yang terukur dalam jangka waktu satu tahun. hal terpenting yang harus dimiliki oleh manajer keuangan publik adalah dimilikinya sistem informasi akuntansi dan sistem pengendalian manajemen.sehingga bisa diketahui kekuatan. Dengan demikian REPETADA merupakan kerangka kebijakan dalam penyediaan dana bagi APBD. kelemahan. Integritas dan kesiapan mental yang tinggi dari eksekutif sangat penting dalam tahap ini. peluang dan tantangan yang sedang dan akan dihadapi Proses pertencanaan arah dan kebijakan pembangunan daerah tahunan (REPETADA) dan anggaran tahuan (APBD) pada hakekatnya merupakan perencanaan instrumnen kebijakan publik sebagai upaya peningktan pelayanan kepada masyarakat. Penjabaran rencana strategis jangka panjang dalam REPETADA tersebut dilengkapi dengan : • • • Perimbangan-perimbangan yang barasal dari evaluasi kinerja pemerintah daerah pada periode sebelumnya Masukan dan aspirasi masyrakat Pengkajian kondisi yang saat ini terjadi. Tahap ratifikasi Tahap ini melibatkan proses plotik yang cukup rumit dan cukup berat. termasuk sasaran yang ingin dicapai dan kebijakan yang ditempuh untuk mencapai sasaran tersebut.Akuntansi Sektor Publik 36 daerah secara menyeluruh dalam satu tahun. tahap selanjutnya adalah pelaksanaan anggaran. Tahap implementasi/pelaksanaan anggaran Setelah disetujui oleh legislatif. Manajer keuangan publik dalam hal ini bertanggung jawab menciptakan sistem akuntansi keuangan yang memadai . APBD menunjukkan implikasi dari anggaran REPETADA yang dibuat. Pimpinan eksekutif dituntut untuk memiliki manejerial skill dan political skill.

Akuntansi Sektor Publik 37 dan handal untuk perencanaan dan pengendalian anggaran yang telah disepakati. Jika tahap implementasi telah didukung dengan sistem akuntansi dan sistem pengendalian manajemen yang baik. maka pada tahap pelaporan diharapkan tidak memiliki masalah. . sedangkan tahap pelaporan dan evaluasi terkait dengan aspek akuntabilitas. Tahap pelaporan dan evaluasi Tahap persiapan. bahkan dapat diandalkan untuk penyusunan periode anggaran tahun berikutnya. ratifikasi dan implementasi terkait dengan aspek operasional anggaran.

Pengembangan akuntansi sektor publik dilakukan untuk memperbaiki praktik yang saat ini dilakukan. Konsistensi 3. maka diperlukan Standar Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah atau secara lebih luas Standar Akuntansi Keuangan Sektor Publik. Objektifitas 2. Sistem akuntansi yang lemah menyebabkan pengendalian intern lemah dan pada akhirnya laporan keuangan yang dihasilkan juga kurang handal dan kurang relevan untuk pembuatan keputusan. Hal ini terkait dengan upaya meningkatkan kualitas laporan keuangan sektor publik. Saat ini sistem akuntansi yang dimiliki pemerintah daerah rata-rata masih lemah. Ekonomis dalam penyajian laporan 6. Teori Akuntansi Sektor Publik Pada dasarnya ada tiga tujuan perlunya mempelajari teori akuntansi : 91) untuk memahami praktek akuntansi yang ada saat ini (2) mempelajari kelemahan dan kekurangan dari praktek akuntansi yang ada saat ini dilakukan (3) memperbaiki praktek akuntansi di masa yang akan datang. handal. Perlunya Sistem Akuntansi Keuangan Daerah Untuk dapat menghasilkan laporan keuangan yang relevan. Materialitas B. yaitu laporan yang menyajikan informasi yang relevan dan dapat diandalkan (reliabel) Untuk menghasilkan laporan keuangan sektor publik yang relevan dan dapat diandalkan. Tepat waktu 5. pemerintah daerah harus memiliki sistem akuntansi yang handal. Saat ini sedang disiapkan standar .Akuntansi Sektor Publik 38 5. Selain sistem akuntansi yang handal. dan dapat dipercaya. dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi. Daya banding 4. Hambatan tersebut adalah : 1. terdapat beberapa kendala yang dihadapi akuntansi sektor publik. TEKNIK AKUNTANSI KEUANGAN SEKTOR PUBLIK A.

maka diperlukan Standar Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah (Standar . Selain sistem akuntansi yang handal. SAPA adalah sistem akuntansi untuk pemerintah daerah. Untuk dapat menghasilkan laporan keuangan yang relevan. usaha pengembangan sistem akuntansi keuangan pemerintah telah dirintis sejak dua puluh tahun silam. Sistem akuntansi yang lemah menyebabkan pengendalian intern lemah dan pada akhirnya laporan keuangan yang dihasilkan juga kurang handal dan kurang relevan untuk pembuatan keputusan. SAPA merupakan penyempurnaan dari proposal “Sistem Perencanaan dan Manajemen Keuangan Daerah (SPMKD)” yang dibuat oleh PT Redecon. Untuk pelaksanaan proyek tersebut. Saat ini sistem akuntansi yang dimiliki pemerintah daerah rata-rata masih lemah. 1999). dan dapat dipercaya. Jika dilihat dari perspektif historis. dan untuk itu telah dihasilkan konsep Sistem Akuntansi dan Pengendalian Anggaran/SAPA (Triharta. dan mulai aktif bekerja tahun 1991. dibentuk secara khusus Sub Tim Penyempurnaan Akuntansi Pemerintah (PSAP) yang hasilnya antara lain menerapkan sistem pembukuan berpasangan dalam akuntansi pemerintah pusat (Triharta. 1999). pemerintah daerah harus memiliki sistem akuntansi yang handal. akan tetapi sampai saat ini sistem yang ada belum berjalan secara efektif dan efisien. 1999). yaitu konsultan yang ditunjuk oleh Tim Studi Penyempurnaan Sistem Akuntansi dan Manajemen Keuangan Daerah dengan bantuan World Bank. Pada tahun 1985 Sistem Administrasi Keuangan Pemerintah Daerah sendiri telah mengalami perubahan yang cukup mendasar.Departemen Keuangan (Yasin. Badan Analisa Keuangan Negara Perkreditan dan Neraca Pembayaran (BAKNPNP) . dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi. Hal ini terlihat dengan mulai diperkenalkannya sistem double entry (pembukuan berpasangan) dan akuntansi berbasis akrual yang diformulasikan oleh "Studi Penyempurnaan Sistem Akuntansi dan Manajemen Keuangan Daerah" yaitu tim yang dibentuk oleh Pusat Analisa Keuangan Daerah (PAKD). sedangkan sistem akuntansi untuk pemerintah pusat upaya pengembangannya telah dilakukan oleh Departemen Keuangan sejak tahun 1982 melalui Proyek Penyempurnaan Sistem Akuntansi dan Pengembangan Akuntansi. Sejak tahun 1980-an Departemen Dalam Negeri telah berupaya mengembangkan sistem akuntansi yang dipandang cocok dengan corak pemerintah daerah.Akuntansi Sektor Publik 39 akuntansi keuangan untuk pemerintah daerah dalam rangka mendukung pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal. handal.

BAKUN merupakan lembaga yang dibentuk oleh Departemen Keuangan tahun 1992. dan Surplus atau Defisit Neto untuk Periode Berjalan. yang ditugasi untuk menyelenggarakan akuntansi dan mempersiapkan laporan pertanggungjawaban konstitusional pemerintah pusat. Pada tahun 1995 BPK telah mengirim surat kepada Menteri Keuangan untuk mempersiapkan Standar Akuntansi Keuangan Pemerintah. Upaya untuk menghasilkan standar akuntansi keuangan yang baku terus dilakukan. Usaha untuk membuat standar akuntansi keuangan pemerintah sudah pernah dilakukan oleh Badan Akuntansi Keuangan Negara (BAKUN).Akuntansi Sektor Publik 40 Akuntansi Keuangan Sektor Publik). Exposure draft tersebut terdiri atas lima bagian. karena baru sekarang mempunyai rancangan standar akuntansi keuangan sektor publik. Tidak adanya standar akuntansi yang memadai akan menimbulkan implikasi negatif berupa rendahnya reliabilitas informasi keuangan serta menyulitkan dalam pengauditan. Salah satu tugas kompartemen baru ini adalah menyusun standar akuntansi keuangan sektor publik. draft tersebut masih perlu dilakukan pembahasan dan public hearing dengan user agar dapat dijadikan standar (Sugijanto. dan BAKUN sebagai Central Accounting Office ditugasi untuk mempersiapkan draftnya. Saat ini baru dihasilkan exposure draft mengenai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Sektor Publik yang diterbitkan November 2000. Laporan Keuangan Konsolidasi dan Akuntansi untuk Entitas Kendalian. Pada tahun 1999 yang lalu Ikatan Akuntan Indonesia telah membentuk kompartemen baru yaitu Kompartemen Akuntan Sektor Publik. Standar yang saat ini ada belum mencukupi untuk mendukung pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi. 1999). Namun sampai saat ini. Kesalahan Mendasar dan Perubahan Kebijakan Akuntansi. yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Sektor Publik tentang Penyajian Laporan Keuangan. Dengan telah dihasilkannya exposure draft tersebut diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi sudah dapat disahkan menjadi standar yang baku. Sementara itu di Indonesia belum ada Standar Akuntansi Keuangan Sektor Publik yang baku yang dapat digunakan sebagai pedoman bagi pemerintah daerah dalam penyusunan laporan keuangan dan bagi auditor dalam mengaudit laporan tersebut. Selain itu BAKUN juga diserahi tugas untuk membantu melakukan pengembangan akuntansi untuk instansi (agency accounting). Sebenarnya Indonesia dalam hal ini sudah cukup ketinggalan. Kos Pinjaman. Tidak adanya standar akuntansi sektor publik di Indonesia saat ini menyebabkan kesulitan dalam mengaudit laporan keuangan . Laporan Arus Kas.

akuntabilitas manajerial (managerial accountability). Dilihat dari sisi internal. Terdapat beberapa alasan mengapa pemerintah daerah perlu membuat laporan keuangan. Laporan Keuangan Pemerintah Daerah yang berisi informasi keuangan daerah akan digunakan sebagai dasar pertimbangan untuk pengambilan keputusan ekonomi. Bagi pihak eksternal. Sedangkan dari sisi pemakai eksternal. tantangan yang dihadapi akuntansi sektor publik adalah menyediakan informasi yang dapat digunakan untuk memonitor akuntabilitas pemerintah daerah yang meliputi akuntabilitas finansial ( financial accountability). Karena laporan tersebut akan digunakan untuk pembuatan keputusan. Sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal. pemerintah daerah diharapkan dapat menyajikan laporan keuangan yang terdiri atas Laporan Surplus/Defisit. Pada perkembangan selanjutnya perlu juga dipersiapkan alat ukur kinerja (performance measurement) untuk mengukur kinerja lembaga-lembaga pemerintahan di Indonesia. Akuntansi sektor publik memiliki peran utama untuk menyiapkan laporan keuangan sebagai salah satu bentuk pelaksanaan akuntabilitas publik. dan akuntabilitas kebijakan (policy accountability). maka laporan keuangan pemerintah daerah perlu dilengkapi dengan pengungkapan yang memadai (disclosure) mengenai informasi-informasi yang dapat mempengaruhi keputusan. Standar Auditing Pemerintah (SAP) sudah ada dan saat ini sedang kita tunggu Standar Akuntansi Keuangan Sektor Publik (SAKSP).Akuntansi Sektor Publik 41 pemerintah. laporan keuangan tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk penilaian kinerja. akuntabilitas politik (political accountability). Laporan Realisasi Anggaran (Perhitungan APBD). laporan keuangan merupakan alat pengendalian dan evaluasi kinerja pemerintah dan unit kerja pemerintah daerah. sosial. laporan keuangan pemerintah daerah merupakan salah satu bentuk mekanisme pertanggungjawaban dan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. akuntabilitas hukum (legal accountability). . dan Neraca. Perlunya Informasi Akuntansi Untuk Mewujudkan Akuntabilitas Publik Salah satu alat untuk memfasilitasi terciptanya transparansi dan akuntabilitas publik adalah melalui penyajian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah yang komprehensif. Laporan Aliran Kas. dan politik. Sedangkan bagi pihak intern pemerintah daerah. Dalam era otonomi daerah dan desentralisasi. Laporan keuangan tersebut merupakan komponen penting untuk menciptakan akuntabilitas sektor publik dan merupakan salah satu alat ukur kinerja finansial pemerintah daerah.

4. dan fungsi tertentu di unit pemerintah. Untuk memberikan informasi yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja manajerial dan organisasional. Memberikan informasi keuangan untuk memonitor kinerja. dan kebutuhan sumber daya finansial jangka pendek unit pemerintah. Memberikan informasi untuk perencanaan dan penganggaran. 2. Memberikan informasi untuk mengevaluasi kinerja manajerial dan organisasional: (a) untuk menentukan biaya program. dan dengan kinerja unit pemerintah lain.Akuntansi Sektor Publik 42 E. dan fungsi serta efektivitas terhadap pencapaian tujuan dan target. Memberikan informasi keuangan untuk menentukan dan memprediksi kondisi ekonomi suatu unit pemerintahan dan perubahan-perubahan yang terjadi di dalamnya. kesesuaiannya dengan peraturan perundang-undangan. (c) untuk mengevaluasi hasil suatu program. (b) untuk mengevaluasi tingkat ekonomi dan efisiensi operasi. aktivitas. aktivitas. fungsi. tujuan umum penyajian laporan keuangan oleh pemerintah daerah adalah: 1. 3. dan politik serta sebagai bukti pertanggungjawaban (accountability) dan pengelolaan (stewardship). dan aktivitas sehingga memudahkan analisis dan melakukan perbandingan dengan kriteria yang telah ditetapkan. Untuk memberikan informasi yang digunakan dalam pembuatan keputusan ekonomi. program. dan ketentuan lain yang disyaratkan. membandingkan dengan kinerja periode-periode sebelumnya. (d) untuk mengevaluasi tingkat pemerataan (equity). 5. . serta untuk memprediksi pengaruh pemilikan dan pembelanjaan sumber daya ekonomi terhadap pencapaian tujuan operasional. tujuan penyajian laporan keuangan oleh pemerintah daerah adalah: 1. Memberikan informasi keuangan untuk menentukan dan memprediksi aliran kas. sosial. kontrak yang telah disepakati. TUJUAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH Secara garis besar. 2. saldo neraca. Secara khusus.

Dirjen dan Unit Eselon I lainnya mempunyai wewenang/ tanggungjawab terhadap seluruh kantor dan proyek dibawah kendalinya. Juga mempunyai tanggungjawab untuk penyusunan laporan konsolidasi atas seluruh kantor dan proyek yang di bawah kendali masing-masing Eselon I dimaksud 3. KEP-16/AK/2004 tanggal 24 Juni 2004 tentang Pelaksanaan Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Negara /Lembaga Tahun Anggaran 2004 B. SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT A. Keluaran Sistem Akuntansi Menurut Pusat PertanggungJawaban 1.012/2003 Tanggal 18 Juli 2003 tentang Sistem Akuntansi dan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat 3. Dasar Hukum 1. • Menteri/pimpinan lembaga/gubernur/bupati/walikota/kepala satuan kerja yang menggunakan dana bagian anggaran yang dikuasai Menteri Keuangan wajib menyampaikan pertanggungjawaban penggunaan dana kepada Menteri Keuangan c. 42 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan APBN • Menteri/Pimpinan Lembaga wajib menyelenggarakan pertanggungjawaban penggunaan dana yang dikuasainya berupa laporan realisasi anggaran dan neraca departemen/lembaga bersangkutan kepada Presiden melalui Menteri Keuangan. 337/KMK. Keputusan Kepala Badan Akuntansi Keuangan Negara No. Kakanwil mempunyai wewenang/tanggungjawab terhadap akuntansi dan pelaporan keuangan yang meliputi seluruh kantor dan proyek di wilayahnya 2. 2. Tanggung Jawab Fungsi Akuntansi Departemen/Lembaga 1.q. Sekjen bertanggung jawab untuk menyiapkan laporan keuangan konsolidasi untuk tingkat departemen/lembaga C. Sekjen. Kepala BAKUN. Pusat Pertanggungjawaban * Seluruh Pemerintah Pusat * Departemen/Lembaga * Eselon I . Keputusan Menteri Keuangan No. Keputusan Presiden RI No.Akuntansi Sektor Publik 43 6.

Penanggung Jawab * Presiden * Menteri/Ketua Lembaga * Sekjen/Irjen/Dirjen/Kepala * Kepala Kantor Wilayah D. Departemen Keuangan * BAKUN Pusat * Kantor Akuntansi Regional * Kantor Akuntansi Khusus 2.Akuntansi Sektor Publik 44 * Propinsi * Satuan Kerja * Proyek 2. Unit Pelaksana SAPP 1. hutang dan ekuitas dana pada akhir periode pelaporan . Departemen/Lembaga * Unit Akuntansi Kantor Pusat Instansi (UAKPI) * Unit Akuntansi Eselon I (UAE I) * Unit Akuntansi Wilayah (UAW) E. Laporan Realisasi Anggaran * Laporan Realisasi Anggaran bertujuan untuk melaporkan Pelaksanaan anggaran selama periode tertentu * Laporan ini memperlihatkan perbandingan realisasi belanja dengan allotment yang dirinci menurut tujuan dan klasifikasi belanja atau perbandingan realisasi pendapatan denganestimasi pendapatan 2. Laporan Departemen/Lembaga 1. Neraca * Neraca bertujuan untuk melaporkan posisi keuangan pada suatu tanggal tertentu * Neraca menginformasikan saldo perkiraan aset.

Laporan Tahunan * Laporan Hutang Jangka Panjang * Laporan Investasi Permanen 3. Pelaksanaan Penyusunan Neraca Departemen/Lembaga G. Laporan * Laporan Realisasi Anggaran * Laporan Bulanan Inventaris.Akuntansi Sektor Publik 45 F. Waktu Penyampaian Laporan 1. Laporan Realisasi Anggaran dan Neraca . Pemrosesan Data SAPP 1. Buku Besar * Penerimaan/pengeluaran Anggaran * Aktiva tetap * Hutang Jangka Panjang * Investasi Permanen 2. Laporan Mutasi Barang Triwulanan. selambat-lambatnya disampaikan ke BAKUN pada akhir bulan bulan Maret tahun berikutnya. .

sangat mungkin implementasi tersebut juga dipercepat. karena idealnya tahun anggaran 2001 harus sudah ditopang oleh kewenangan-kewenangan serta struktur organisasi/kelembagaan baru yang harus disesuaikan dengan paradigma baru otonomi. Oleh karena itu melalui tulisan ini. Namun yang patut disayangkan.Akuntansi Sektor Publik 46 VII. Berbagai tulisan mengenai tinjauan terhadap otonomi daerah pernah dimuat pada edisi 17 dan 18 pada Buletin Pengawasan ini. juga mencoba mencari solusi dan visi kewenangan otonomi daerah sebagai upaya membangun paradigma baru otonomi yang luas. peradilan. OTONOMI DAERAH dan PERIMBANGAN KEUANGAN PUSAT DAN DERAH Pengantar Diperkirakan penerapan kewenangan otonomi daerah baru akan terlaksana pada tahun 2002 atau bahkan tahun berikutnya. Sudah menajdi persoalan publik. saya mencoba mengetengahkan UU yang baru (No. otonomi daerah akan diimplementasikan ke daerah. 25/99) tentang Otonomi Daerah dan Perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah sebagai tinjauan umum tentang otonomi daerah yang dikehendaki oleh masyarakat dan pemerintah daerah. Sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomr 22/1999. Belum bersinggungan terhadap proses perubahan urusan daerah masing-masing secara penuh dan bertanggung jawab serta adanya proses reformasi yang tengah berlangsung dalam rangka penyerahan urusan pemerintahan dan pembangunan ke daerah masing-masing. perihal akan berlakunya pelaksanaan otonomi yang luas. 22/99 dan No. tinjauan tentang otonomi daerah tersebut masih mengacu pada UU yang lama. 45 tahun 1992. Pada pasal 11 UU no. keculai kewenangan dalam bidang politik luar negeri. fiskal serta agama sebagai diatur pada Peraturan Pemerintah (PP) yang menjabarkan . yakni UU No. moneter. Perubahan ini sekaligus ditandai dengan pergantian pemerintahan pada pemilu mendatang. Bahkan dengan adanya perubahan tahun anggaran yang akan dimulai 1 Januari 2001 mendatang. Padahal UU tersebut kurang menyiratkan asas demokrasi dan jauh dari rumusan mengenai kewenangan penyelenggaraan urusan pemerintahan secara luas. 22/1999 yang mengatur tentang (1) Kewenangan daerah kabupaten/kotamadya mencakup semua kewenangan yang dikecualikan pasal 7 ayat (2). 5 tahun 1974 dan PP No. Pertahanan dan keamanan. Substansi kewenangan daerah khususnya kabupaten/ kotamadya yang selama ini diketahui.

Sedangkan Undang-Undang Nomor 25/1999 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah sampai saat ini belum jelas seperti apa penjabarannya ke dalam PP. harus memberi kesempatan pada daerah untuk secara aktif dan kreatif serta bertanggung jawab mengembangkan potensi daerahnya. pertambangan umum maupun perikanan yang berdasarkan formula baru akan menerima lebih banyak dari pusat. pendidikan dan kebudayaan. kesehatan. penanaman modal. maka untuk menjaga tingkat kesejahteraan yang sudah dicapai sampai saat ini. pada saat ini untuk sementara masih berlaku UU no. Yang jelas. industri dan perdagangan. Sebaliknya. saat ini pemerintah daerah sangat berharap agar pendelegasian kewenangan dalam bidang keuangan yang juga sedang dirumuskan di Pusat. 25/1999. Bagi kabupaten/kotamadya yang memiliki sumber minyak bumi. bagi daerah yang tidak memiliki sumber alam sebagaimana dimaksud UU No. Pada pasal 11 ayat (2) bidang pemerintahan yang wajib dilaksanakan oleh daerah kabupaten/kotamadya meliputi pekerjaan umum (sekarang kimbangwil). kewenangan mengatur yang berkaitan . Di lain pihak. sebaiknya menerima alokasi bantuan/subsidi yang minimal sama dengan sebelum diberlakukannya sistem alokasi baru nanti. Memang.Akuntansi Sektor Publik 47 pasal 7 ayat (2) dan pasal 9 yang saat ini sedang dimantapkan di pusat (disosialisasikan ke daerah). kehutanan. Pendelegasian Kewenangan Uraian mengenai pengertian dan visi dari pendelegasian kewenangan dalam otonomi daerah sebagai perwujudan dalam upaya membangun paradigma baru otonomi dapat dijelaskan sebagai berikut : Pertama Pendelegasian kewenangan pengelolaan keuangan. serta harus segera menyiapkan program belanja yang benar-benar berorientasi pada peningkatan kesejahteraan rakyat daerah sesuai tuntutan otonomi. perhubungan. koperasi dan tenaga kerja. gas. lingkungan hidup. pertanahan. Pendelegasian kewenangan ini menyangkut khususnya pada pembagian keuangan pusat-daerah berdasarkan UU no. Di sisi lain. 18 tahun 1997 tentang Pajak dan Restribusi Daerah yang justru sangat membatasi kewenangan daerah. pemerintah pusat/propinsi harus mampu menyediakan dana alokasi khusus untuk menghindari ketimpangan penerimaan antar kabupaten/kotamadya di satu propinsi antara lain karena tidak meratanya ketersediaan sumber-sumber alam atau potensi lainnya. pertanian. 25/1999 menurut pandangan daerah.

maka fungsi kontrol dapat dilaksanakan secara efektif.Akuntansi Sektor Publik 48 dengan kebijakan atas perencanaan dan pelaksanaan program/proyek/kegiatan yang bersumber dana dari bantuan pusat/propinsi harus didelegasikan sepenuhnya kepada kabupaten/kotamadya. juga secara pasti sedang mengarah pada terwujudnya sistem check and balance dalam sistem kekuasaan di daerah. Pemilu tahun 1999 yang menghasilkan DPRD yang representatif telah mewakili politik rakyat daerah. Kedua Pendelegasian kewenangan politik. Dengan kedudukan yang sejajar bahwa DPRD merupakan mitra bagi pemerintah daerah. Kondisi ini terjadi dimungkinkan karena : 1. Terputusnya hierarki kewenangan pusat dan propinsi atas sistem politik di kab/kota. telah mencapai suatu perkembangan yang sangat signifikan dibanding bidang-bidang lainnya. termasuk dalam proses 2. di samping telah memberdayakan peran DPRDnya. sehingga memiliki kewenangan politik yang sangat otonom. Dalam konteks otonomi daerah. agar dalam menjalankan fungsi kontrolnya yang ketat kepada eksekutif dan perlu diimbangi pula adanya kontrol masyarakat atas perilaku politiknya. nampaknya tidak memungkinkan lagi terbukanya peluang intervensi kepentingan pusat atau propinsi dalam proses maupun keputusan politik di daerah. 22/99). Artinya tidak perlu ada lagi mekanisme semacam rapat teknis yang hanya menambah tenaga hierarki dan pendanaan. dengan melalui pendelegasian kewenangan politik ini sebagai upaya membangun paradigma baru . Kewenangan dalam politik yang demikian independen di daerah. Bahkan dalam hal-hal tertentu. Dengan demikian. implementasi kewenangan politik sudah berkembang jauh melampaui batas-batas etika dan bahkan terkadang berbenturan dengan fungsi birokrasi. DPRD sebagai badan legislatif daerah berkedudukan sejajar dan menjadi mitra dari pemerintah daerah (pasal 16 ayat 2 UU no. pemilihan kepala daerah (Gubernur/ Walikota/Bupati). Mekanisme Pendelegasian kewenangan politik yang berlaku efektif pada saat dan setelah pelaksanaan Pemilu 1999 yang lalu. kekuasaan politik yang dimiliki DPRD tersebut didukung oleh kedudukan dan fungsi legislatif yang terpisah dari eksekutif. Pelimpahan kekuasaan politik kepada daerah. Dengan demikian perlu diimbangi dengan tumbuhnya peran kontrol masyarakat (internal control) kepada DPRDnya.

22/99 di dalamnya mengatur 26 bidang kewenangan pusat dan propinsi yang mencakup 426 urusan yang masih menjadi kewenangan pusat dari 203 urusan yang menjadi kewenangan propinsi. Sehingga. kadangkala sering muncul berbagai kasus yang terkesan keluar dari nilai-nilai demokrasi yang universal seperti isu politik uang atau sejenisnya di daerah. Walikota dan Bupati untuk menyampaikan pertanggungjawaban pada setiap akhir tahun anggaran akan memperkuat posisi politik DPRD dalam melaksanakan fungsi kontrolnya. 22/99 ini. melainkan lebih sebagai tuntutan dari bawah sesuai dengan kebutuhan masyarakat daerah. Ketiga Pendelegasian kewenangan urusan daerah. Pada saatnya akuntabilitas publik dari para aktor politik maupun para birokrat akan menjadi syarat utama yang dituntut masyarakat. 22/99 ini. Seperti yang telah kita ketahui. diharapkan urusan-urusan yang dalam PP dirancang masih menjadi kewenangan pusat atau propinsi tersebut diharapkan tidak menyimpang (meskipun) melalui berbagai cara apapun) dari maksud otonomi luas dari UU no. 3. Sedangkan di luar kewenangan pusat sebagaimana ditetapkan dalam pasal 7 ayat 1 maupun kewenangan propinsi sebagaimana ditetapkan dalam pasal 9 ayat 1 adalah merupakan kewenangan kab/kota sebagai daerah otonom untuk mengatur (legislasi) dan kewenangan untuk mengurusi (eksekusi). berdasarkan rancangan PP yang sedang disosialisasikan ke daerah. Sebagai upaya mengaktualisasikan mengatur (fungsi legislatif). Dalam konteks UU No. 4.Akuntansi Sektor Publik 49 otonomi. diharapkan masalah calon titipan atau pendamping dari pusat yang selama ini selalu menyertai dalam pemilihan Kepala daerah hanya tinggal cerita. apakah benar akan demikian kenyataannya pada saat nanti? Hal ini perlu dibuktikan dan sangat tergantung pada substansi peraturan pemerintah yang mengatur kewenangan pemerintah dan propinsi yang rencananya akan dikeluarkan pada bulan (Juli 2000). Oleh karena itu. menetapkan dan mensahkan peraturan daerah sejak . 22/99 pada prinsipnya bukan merupakan sesuatu yang didelegasikan dari atas seperti pada pemerintahan orde lalu. pihak eksekutif akan bekerja keras untuk tidak melakukan kesalahan sekecil apapun dalam melaksanakan tugasnya. yang pada dasarnya merupakan penjabaran lebih lanjut dari pasal 7 dan 9 UU No. khususnya dalam menyusun. Adanya kewajiban bagi Gubernur. Yang menjadi pertanyaan. Mudahmudahan itu hanya merupakan dampak dari keterkejutan sesaat atas terjadinya perubahan yang drastis dan global dalam sistem politik. Dalam rangka menuju bangsa yang demokratis seperti yang tersirat dalam UU no.

tetapi bukan segalanya dalam mengatur pemerintahan. kewenangan mulai ada pada daerah. Dengan demikian. 22/99 (pasal 11) maupun urusan yang harus dilakukan sesuai dengan tuntutan nyata daerah. Seperti Badan/Dinas/Bagian yang ada saat ini akan disesuaikan dengan urusan yang wajib dilaksanakan berdasarkan UU No. otonomi yang luas tidak diartikan bebas semaunya dan dengan begitu maka daerah akan selalu mempertimbangkan bukan hanya soal banyak atau sedikitnya urusan yang ditangani.Akuntansi Sektor Publik 50 diberlakukan UU no. Yang terpenting lagi. Pada akhirnya. Diharapkan dari sini akan lahir dan terbangun akuntabilitas publik dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kesiapan Daerah untuk Otonomi Kesiapan daerah untuk melaksanakan otonomi di samping karena memadainya kewenangan otonom yang dimiliki. segi materi (keuangan) memang sangat penting. maka daerah akan menata ulang kelembagaan maupun SDMnya segera setelah PP tersebut ditetapkan. perlu ada sikap konsistensi dari substansi peraturan pemerintah yang mengatur pelaksanaan lebih lanjut UU No. Karena yang lebih penting lagi adalah diberikannya kebebasan kewenangan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi pemerintahannya yang sebenarnya sudah menjadi hak atau milik daerah sejak lama. Sehingga diharapkan dengan paradigma baru bahwa urusan daerah merupakan sesuatu yang harus lahir dari bawah. 22/99 dan UU No. Sedangkan upaya untuk mengaktualisasikan kewenangan mengurus. tetapi lebih kepada manfaat (benefit) yang diperoleh bagi masyarakat daerah tersebut. Selanjutnya. akan lebih bijaksana apabila makna otonomi luas dapat diartikan sebagai kebebasan yang bertanggung jawab untuk memilih dan menentukan urusan sesuai kebutuhan daerah dan dalam batas-batas kemampuan anggaran yang tersedia untuk membiayainya. Karena tanpa dukungan . 22/99. masyarakat daerah harus mampu bersikap kritis dan berani menyatakan hal yang benar bila para politikus (DPRD) dan birokrat menyimpang dari rel yang benar. untuk melaksanakan otonomi.25/99. juga harus didasarkan pada suatu keyakinan bahwa pelayanan yang dilakukan oleh lembaga yang terdesentralisasi adalah lebih baik daripada yang tersentralisasi. Di pihak lain. jika dimilikinya kewenangan mengatur oleh daerah khususnya kabupaten/kotamadya. Banyak kebijakan bisa diputuskan dengan cepat dan memungkinkan pelayanan berjalan dengan lebih baik. tentu akan terkait langsung dengan urusan yang benar-benar dibutuhkan oleh daerah dan tidak termasuk ke dalam urusan propinsi atau pusat berdasarkan PP.

Akuntansi Sektor Publik 51 dari masyarakat daerah tersebut. membangun visi otonomi daerah yang diinginkan oleh bangsa ini sulit akan diwujudkan. .

Bukti pengeluaran kas dapat berupa: a. Bukti Memorial Bukti Memorial merupakan bukti pencatatan pada Jurnal Umum . Setiap transaksi harus disertai dengan dokumen atau bukti transaksi yang sah. Surat Permintaan Pembayaran (SPP) b. Tanda Bukti Pengeluaran e. Dst sesuai dengan kebijakan yang ada di daerah 2. PENDAHULUAN Dokumen Akumtansi merupakan sumber utama untuk pencatatan ke dalam jurnal dan buku pembantu. Adanya bukti transasksi inilah yang memicu pencatatan akuntansi. Dst sesuai dengan kebijakan yang ada di daerah 3. Karena akuntansi hanya mencatat objek yang timbul akibat transaksi yang sah maka tidak ada transaksi tanpa bukti transaksi. Bukti Penerimaan Kas Bukti Penerimaan Kas merupakan semua dokumen yang menjadi bukti adanya penerimaan kas oleh daerah dan menjadi sumber bagi pencatatan ke dalam jurnal penerimnaan kas. Surat Pertanggungjawaban (SPJ) d. Dokumen transaksi terdiri atas: 1.Akuntansi Sektor Publik 52 VIII. Bukti Pengeluaran Kas Bukti Pengeluaran Kas merupakan semua dokumen yang menjadi bukti adanya pengeluaran kas oleh daerah dan menjadi sumber bagi pencatatan ke dalam jurnal pengeluaran kas. Rekap Penerimaan Hariian d. Surat Tanda Setoran b. Tanda Bukti Penerimaan c. Bukti penerimaan kas dapat berupa: a. Setiap transaksi merupakan sumber utama untuk pencatatan ke dalam jurnal dan buku pembantu. PRAKTEK AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH DALAM PRESPEKTIF PARADIGMA BARU PENGELOLAAN KEUANGAN SEKTOR PUBLIK A. Surat Perintah Membayar (SPM) c.

utang. dan ekuitas organisasi 2. dan keberadaan kekayaan. Sistem double entry digunakan sebab memiliki keuntungan 1. 2. Pengukuran kinerja dapat dilakukan secara lebih komprehensif. Pencatatan ini dikenal dengan sistem debit-kredit. Sistem double entry merupakan sistem pembukuan berpasangan. sedangkan untuk menghasilkan . pencatatan anggaran menggunakan basis kas.Akuntansi Sektor Publik 53 B. laporan neraca di akhir periode akuntansi digunakan basis akrual. Sistem singe entry ditinggalkan karena 1. Catatan akuntansi tersebut digunakan untuk mencatat segala macam transaksi yang terjadi di lingkungan Pemerintah Daerah. CATATAN AKUNTANSI Catatan akuntansi merupakan bagian dari siklus akuntansi keuangan daerah. sedangkan transaksi yang tidak ada penerimaan atau pengeluaran kas dicatat diakhir periode dalam jurnal penyesuaian. catatan. 3. Single entry tidak dapat memberikan informasi yang komprehensif Tidak dapat mencerminkan kinerja yang sesungguhnya Single entry telah ditinggalkan oleh banyak negar-negara maju. Sistem double entry menggantikan sistem single entry. Sedangkan basis kas modifikasian berarti pencatatan hanya dilakukan hanya terhadap transaksi yang melibatkan kas. Dengan basis kas modifikasian. Sistem double entry dapat menghasilkan laporan keuangan yang lebih mudah diaudit dan penelusuran antara bukti transaksi. dimana dalam setiap pencatatan transaksi maka kita akan mencatat dua hal yang terpengaruh dengan adanya transaksi tersebut. Pencatatan dilakukan dengan sistem double entry berdasarkan basis Kas Modifikasian.

Pencatatan dalam Jurnal c. Catatan akuntansi terdiri dari beberapa macam jurnal. Dengan adanya pencatatan dengan sistem double entry tersebut.Akuntansi Sektor Publik 54 C. Jurnal Penerimaan Kas . Sedangkan untuk aturan debit-kredit dalam struktur APBD yang baru adalah sebagai berikut: Struktur APBD Pendapatan Belanja Pembiayaan Penerimaan Derah Pengeluaran Daerah Bertambah K D K K D Berkurang D K D D K Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus dilakukan utnuk melakukan pencatatan: a. Peringkasan (posting ke Buku Besar) d. ATURAN DEBIT-KREDIT Dalam sistem pembukuan berpasangan dikenal aturan debit-kredit. maka sangat tidak efisien untuk mencatat transaksi yang berulang kali. yaitu: a. Aturan tersebut adalah sebagai berikut: Jenis Rekening Bertambah Berkurang Aktiva D K Utang K D Modal K D Pendapatan K D Biaya D K Klasifikasi rekening diatas adalah untuk rekening umum yang terdapat dalam neraca. Perincian ke dalam buku pembantu e. Analisis transaksi b. Sehingga dibuat jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat transaksi yang terjadi berulang-ulang dengan tujuan mengurangi pekerjaan dalam membuat jurnal dan akan memudahkan pembukuan ke rekening-rekening. Laporan Keuangan Data yang terdapat dalam buku besar dan buku pembantu menjadi sumber untuk membuat laporan keuangan.

yaitu obyek yang menyebabkan terjadinya penerimaan kas Jurnal Standar Transaksi atau kejadian yang mengakibatkan penerimaan kas umumnya berupa: 1. dalam bentuk uang. Seperti halnya Jurnal Penerimaan Kas. Penerimaan Kas dari pendapatan asli daerah 2. Penerimaan Kas dari penerimaan dana perimbangan 3. bukan barang 3. jurnal standar penerimaan kas adalah: Debit : Kas Kredit : Pendapatan Asli Daerah (ditulis nama obyek) Pendapatan Dana Perimbangan (ditulis nama obyek) Lain-lain Pendapatan yang Sah (ditulis nama obyek) Pembiayaan – Penerimaan Pinjaman (ditulis nama obyek) Pembiayaan – Penerimaan Piutang (ditulis nama obyek) b. Penerimaan Kas dari lain-lain pendapatan yang sah 4. misalnya adalah pengeluaran kas untuk belanja. transaksi pengeluaran kas juga terjadi berulangkali. Penerimaan Kas dari pinjaman 5. Penerimaan Kas dari tagihan piutang Untuk mencatat dan menggolongkan transaksi kejadian tersebut. Jurnal Pengeluaran Kas Jurnal Pengeluaran Kas memberikan makna bahwa kas dikredit dan rekening yang terdapat dalam jurnal pengeluaran kas pada tanggal terjadinya transaksi. Data yang dicatat dan digolongkan dalam buku jurnal ini minimal adalah: . Data yang dicatat dan digolongkan dalam buku jurnal ini adalah: 1. dicatat secara urut tanggal (kronologis) 2. Obyek Penerimaan kas. Buku Jurnal Pengeluaran Kas merupakan buku yang digunakan untuk mencatat dan menggolongkan transaksi atau kejadian yang mengakibatkan terjadinya pengeluaran kas. Contohnya adalah penerimaan kas dari pinjaman. Jurnal Kas yang diterima.Akuntansi Sektor Publik 55 Buku Jurnal Penerimaan Kas merupakan buku yang digunakan untuk mencatat dan mengolongkan transaksi atau kejadian yang mengakibatkan terjadinya penerimaan kas. Tanggal transaksi atau kejadian keuangan.

Jurnal Umum Kedua jurnal diatas merupakan jurnal yang digunakan hanya untuk transaksi yang melibatkan Kas Daearah. Pengeluaran Kas untuk belanja tidak tersangka 7. Pengeluaran Kas untuk belanja transfer 6. dicatat dalam satu buku jurnal yang lain yaitu Buku Jurnal Umum. Pengeluaran Kas untuk belanja adminstrasi umum 2.Akuntansi Sektor Publik 56 1) Tanggal Transaksi atau Kejadian Keuangan 2) Jumlah Kas yang Diterima 3) Obyek Pengeluaran Kas Jurnal Standar Transaksi atau kejadian yang mengakibatkan pengeluaran kas antara lain: 1. Pengeluaran Kas untuk belanja operasi 3. Pengeluaran Kas untuk penyertaan modal Untuk mencatat dan menggolongkan transaksi atau kejadian tersebut. Pengeluaran Kas untuk belanja modal aparatur 4. Jurnal Standar Pengeluaran Kas adalah: Debit : Belanja Administrasi Umum ( ditulis nama obyek) Belanja Operasi dan Pemeliharaan ( ditulis nama obyek) Belanja Modal aparatur ( ditulis nama obyek) Belanja modal Publik ( ditulis nama obyek) Belanja Transfer ( ditulis nama obyek) Belanja Tdak Tersangka ( ditulis nama obyek) Pembiayaan – Pembayaran Hutang ( ditulis nama obyek) Pembiayaan – Penyertaan Modal ( ditulis nama obyek) Kredit : Kas c. Pengeluaran Kas untuk pembayaran hutang pokok 8. Untuk transaksi yang tidak melibatkan Kas Daerah. Buku Jurnal Umum merupakan buku yang digunakan untuk mencatat dan menggolongkan transaksi atau kejadian yang tidak mengakibatkan terjadinya . Pengeluaran Kas untuk belanja modal publik 5.

Selanjutnya dirinci lagi sesuai dengan komponen yang menyusun rekening pendapatan yaitu: a. Buku besar pada dasarnya terdiri dari sekumpulan rekening yang digunakan untuk menmpung nama rekening yang telah dicatat dan digolongkan dalam Buku Jurnal. Lain-lain Pendapatan yang Sah . yaitu: 1.Akuntansi Sektor Publik 57 penerimaan dan pengeluaran kas. dan pembelian barang secara kredit. Data yang dicatat dan digolongkan dalam buku jurnal ini minimal adalah: • • • • • Tanggal Transaksi atau Kejadian Keuangan Kode Rekening Uraian Jumlah Debit Jumlah Kredit Disamping itu. buku jurnal umum dapat dirancang utnuk menampung data lain sesuai dengan kebutuhan. Proses peringkasan atau pemindahan akun/ rekening ke buku besar disebut dengan posting. yaitu: A. Buku Besar Transaksi yang telah dicatat dalam buku jurnal kemudian akan diringkas dalam buku besar. Misalnya adalah donasi berupa aktiva tetap. Dana Perimbangan 1) buku besar bagi Hasil Pajak 2) buku besar Bagi Hasil Bukan Pajak c. Buku Besar Pendapatan Buku Besar Pendapatan memuat rekening-rekening pendapatan. Sedangkan untuk penggolangan dan perincian transaki digunakan 2 buku. Pendapatan Asli Daerah Termasuk dalam buku besar kelompok Pendapatan Asli daerah adalah: 1) buku besar Pajak Hotel 2) buku besar Pajak Restoran 3) buku besar Retribusi Pelayanan Kesahatan 4) buku besar Pelayanan Parkir b. Jenis dan macam buku besar menyesuaikan dengan kelompok rekening dalam struktur APBD yang baru.

Buku Besar Aktiva Lain-lain 5. Buku Besar Ekuitas Dana . BB Utang Pajak) dan Buku Besar Utang Jangka Panjang (BB Utang Dalam Negeri) 6. terdiri atas BB Invesatasi dalam Saham c. Buku Besar Belanja Operasi dan Pemeliharaan. buku besar Dana Darurat 2. yaitu: a. Buku Besar Utang Jenis dan Klasifikasi buku besar utang sesuai dengan jenis utang dan kondisi daerah masing-masing. contoh Gaji dan Tunjangan b.Akuntansi Sektor Publik 58 a. Buku Besar Belanja Modal/Pembangunan. baik pembiayaan dari penerimaan maupun pengeluaran daerah. Buku Besar Pembiayaan Buku besar pembiayaan memuat ringkasan rekening-rekening pembiayaan yang dilakukan oleh daerah. Jenisnya antara lain: Buku Besar Pembiayaan-Penerimaan Piutang dan Buku Besar Pembiayaan-Pembayaran Utang Pokok yang Jatuh Tempo 4. Buku Besar Aktiva Termasuk jenis buku besar aktiva adalah: a. Contohnya adalah Buku Besar Utang Lancar (BB Utang Belanja. terdiri atas: BB Tanah. Buku Besar Belanja Tidak Tersangka 3. contohnya Belanja Modal Gedung. Buku Besar Aktiva Lancar. Buku Besar Belanja Administrasi Umum. Buku Besar Aktiva Tetap. terdiri dari BB Kas. buku besar Bantuan Dana Kontinjensi b. BB Piutang Retribusi b. Belanja Modal Kendaraan d. Buku Besar Investasi Jangka Panjang. Buku Besar Dana Cadangan e. BB Jalan dan Jembatan d. BB Piutang Pajak. Buku Besar Belanja Bagi Hasil dan Bantuan e. Buku Besar Belanja Buku besar ini mencakup rekening-rekening belanja daerah. contoh Honorarium/ Upah c.

8. 7. Masukkan tanggal setiap transaksi pada kolom tanggal 2. Buku besar pembantu merupakan catatan akuntansi yang fungsinya memberikan informasi rinci dari suatu rekening yang diringkas dalam Buku Besar. debit atau kredit dan masukkan saldo baru pada kolom saldo. buku besar Dana Donasi Berikut adalah Langkah-langkah yang harus dilakukan sewaktu pemindahbukuan jurnal (posting) dari buku jurnal ke buku besar. Investasi Jangka Panjang.Akuntansi Sektor Publik 59 Jenis dan klasifiasi buku besar tersebut disesuaikan dengan daerah masingmasing. Buku Besar Pembantu Rekening –rekening yang terdapat dalam buku besar dapat dibedakan atas rekening yang tidak membutuhkan perincian dan rekening yang membutuhkan perincian. Aktiva Tetap. persediaan. misalnya: a. buku besar Ekuitas dana Umum b. Kolom Ref pada Jurnal Penerimaan dan Pengeluaran serta jurnal umum diberikan tanda (V) atau check sebagai tanda bahwa transaksi atau jurnal tersebut telah diposting ke buku besar. Contoh rekening-rekening dalam buku besar yang memerlukan Buku Besar Pembantu adalah: Piutang. Contoh Pencatatan Akuantansi Keuangan Daerah . Sumber pencatatan ke buku buku pembantu adalah dokumen atau bukti transaksi. secar kumulatif 3. Masukkan jumlah setiap transaksi pada kolom yang sesuai. 1. Untuk rekening yang memerlukan perincian lebih lanjut dan dicatat dalam buku pembantu. dan Hutang.

00 2.250.975.000.00 975.00 3.00 35.00 100.600.000.500.00 750.000.00 75.000.500.500.000.836.500.00 KREDIT 500.00 550.00 .586.00 490.00 1.000.500.Akuntansi Sektor Publik 60 Berikut ini adalah neraca awal (neraca Saldo) dan APBD suatu Kabupaten: PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X N E R A C A 1 Januari Tahun 20x4 URAIAN AKTIVA LANCAR Kas Piutang Pajak Piutang Retribusi Piutang Lain-Lain Persediaan Bahan Habis Pakai/Material Persediaan Obat-Obatan Belanja Dibayar Dimuka INVESTASI JANGKA PANJANG Investasi Jangka Panjang AKTIVA TETAP Tanah Jalan dan Jembatan Bangunan Air Gedung Mesin dan Peralatan Kendaraan Meubelair dan Perlengkapan Buku Perpustakaan HUTANG JANGKA PENDEK Bagian Lancar Utang Jangka Panjang Utang Perhitungan Pihak Ketiga UTANG JANGKA PANJANG Utang Dalam Negeri Utang Luar Negeri EKUITAS DANA Ekuitas Dana Umum Jumlah DEBET 1.00 13.00 200.000.00 125.00 2.00 17.586.000.000.250.800.000.750.000.00 110.000.000.000.00 800.500.00 17.000.00 4.

00 0.000.00 .00 125.00 500.00 400.000. BELANJA Aparatur Daerah Belanja Administras i Umum Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal/Pembangunan Belanja Modal Gedung Belanja Modal Kendaraan Pelayanan Publik Belanja Administras i Umum Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal/Pembangunan Belanja Modal Gedung Belanja Modal Kendaraan Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan Belanja Bantuan Keuangan Kepada Organis asi Profesi Belanja Tidak Tersangka Belanja Tidak Tersangka JUMLAH BELANJA SURPLUS/DEFISIT ANGGARAN ( I .00 125.00 4.000.00 0.700.00 125.00 II.000.00 200.000.000.500.000.00 0.000.00 400.000.00 75.00 0.000.00 125.00 350.500.Akuntansi Sektor Publik 61 Pemerintah Kabupaten/Kota X ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH Tahun Anggaran 20X4 (Dalam Ribuan) UR A IA N 1 I.00 0.00 900.II ) III.000.00 150.000.000.00 275.000. PEMBIAYAAN Penerimaan Daerah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Yang Lalu Penerimaan Pinjaman dan Obligasi Penerimaan Piutang Penerimaan Donasi.000.00 200.000.000.00 250.500.000.000.000. PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Bagian Laba Usaha Daerah Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber Daya Alam Dana Alokasi Umum Dana Perimbangan dari Propinsi Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah Bantuan Dana Kontinjens i/Penyeimbang dari Pemerintah ANGGARAN 2 KETERANGAN 3 1. Hibah.00 4.00 750.00 200.00 150. Sumbangan Transfer dari Dana Cadangan Hasil Penjualan Aset Daerah Yang Dipisahkan 450.00 800.000.00 500.00 325.00 350.000.300.00 175.500.000.000.

Bagi Hasil pajak Propinsi yang diterima adalah Rp. Retribusi Pasar yang diterima sebesar Rp 825.000 500.11.. Bagi Hasil Pajak yang direalisasikan sebesar Rp 440.000.000..000.000 100.000. tetapi baru diterima sebesar Rp 1.000 1..8.dengan perincian sebagai berikut: • Biaya pemeliharaan bangunan gedung tempat kerja Rp 75.000 Tunjangan Jabatan Rp 100.600. Membayar biaya perjalanan dinas bupati sebesar Rp 280.000.000 Pasar B 200. Diterbitkan SKPD atas Pajak Hotel sebesar Rp 1.00 dengan rincian sebagai berikut: Nama Pasar Penerimaan Retribusi Pasar A 400. Laba BUMD yang diterima sebesar Rp 300.475.000 100.000 9.-.-.000. 5.Akuntansi Sektor Publik 62 Berikut ini adalah transaksi-transaksi yang terjadi di PemKab X selama tahun 2004: 1.000.dan BPD sebesar Rp 100.000 2. Membayar Belanja Modal untuk kendaraan roda empat sebagai berikut: .475.dan Pelayanan Publik Rp 260..dengan rincian sebagai berikut: Gaji Pokok Rp 300.-.600.dari kontrak sebesar Rp 295.500. 4.000. Membayar Gaji dan Tunjangan Pegawai untuk Kampaye Anti Narkoba sejumlah Rp 260.00 yang terdiri atas PBB sebesar Rp 200.500 b.dan BPHTB sebesar Rp 90.000 Tunjangan Fungsional Rp 45..00...Rincian dari jumlah di atas yaitu sebagai berikut: a.000.500.000. Belanja Pegawai (BAU) Aparatur Daerah Rp 445.000 Realisasi 900.000.000 1.000 Tunjangan Komisi Rp 100.700.000.00 0.000 Pasar C 225.dengan rincian sebagai berikut: Uang representasi Rp 100.• Biaya pemeliharaan bangunan gedung tempat tinggal Rp 50.500 3..000. DAU yang diterima realisasinya sebesar Rp 850.00 dengan rincian sebagai berikut: Nama Hotel Hotel Bintang Lima Hotel Bintang Tiga Hotel Melati Jumlah SKPD 1..000 475.-.000 Tunjangan Panitia Rp 60. Dari dana tersebut telah dipertanggungjawabkan sebesar Rp 270.000. 6.000.500.-. Belanja Pemeliharaan gedung kantor Setda sebesar Rp 125. Membeli BHP kantor Setda sebesar Rp 200.500. 10.000. PPh psl 21 sebesar Rp 150.000..000.terdiri atas PDAM sebesar Rp 200. 7. Membayar Gaji dan Tunjangan Pegawai Setda sejumlah Rp 445.500.000.-.

Biaya Perjalanan dinas Rp 125.500.. Membayar biaya bahan habis pakai untuk pelayanan publik sebesar Rp 100.000. 3. Biaya perjalanan dinas luar kota untuk pelayanan publik sebesar Rp 155.21.Akuntansi Sektor Publik 63 A.b.000 150. Biaya Cetak/Penggandaan Rp 149.000 125.000 Industri&Perdag 180. Biaya bantuan korban banjir dan kebakaran Rp 200.000 Jumlah 500.000.500.000 Anggaran 200.000.500 500. Biaya Pemeliharaan alat-alat angkutan Rp 174.20. Dibayarkan biaya sosialisasi akuntansi keuangan daerah untuk pelaksanaan Kepmendagri No.500 Tata Ruang 145.000. Bayar Utang jangka panjang yang telah jatuh tempo sebesar Rp 200. Laporan Aliran Kas. Honorarium/upah Rp 200.000 247.000 120. Neraca Daerah. a.19.000 175. Bagian Pelayanan Publik Bidang/sektor Kontrak Anggaran SPJ/Dibayarkan Pariwisata 99. Pinjaman diperoleh dari BPD sebesar Rp 150. Belanja Operasional dan Pemeliharaan (BOP) untuk pelayanan publik adalah sebagai berikut: a. Bagian Aparatur Daerah Bidang/sektor Kontrak Pertanian 200.c.. b.dari nilai kontrak sebesar Rp 125.13.000. Buatlah Laporan Keuangan Daerah yang terdiri dari: 1.500. dan Jurnal Umum.000. Biaya makan dan minum Rp 150.b.d.000 Jumlah 494. Buatlah Neraca Saldo.000.000. Membayar Biaya Operasional dan Pemeliharaan (BOP) yang terjadi di Setda sebagai berikut.16.Diminta: Diasumsikan bahwa Anda bekerja di bagian Sub.000 467.000.000 Pekerjaan Umum 120.000 100.17.000.500 12. Biaya Perjalanan Dinas dalam Kota Rp 120.dari IHH yang tidak dianggarkan. .000 Kesehatan 250. Bag Pembukuan. 29/2002 (tidak dianggarkan) sebesar Rp 50. Gaji dan Tunjangan Rp 199.000 472. Menerima Dana dari Penjualan Obligasi PemKab X Rp 124. Bagaimanakah pencatatan transaksi-transaksi di atas dengan menggunakan sistem double entry dengan sistem pencatatan kas modifikasian dengan mengerjakan tahapan pekerjaan sebagai berikut: a. Diterima dari Pemerintah Pusat Rp 250.000.15.000 162. Laporan Perhitungan APBD 2.000. c.000 80.000 145.c.d. Biaya Pemeliharaan Instalasi Rp 74.000. Jurnal Pengeluaran Kas.000 250.000. Analisislah transaksi di atas dan bukukanlah ke dalam buku Jurnal Penerimaan Kas.000 B. d.000 SPJ/Dibayarkan 185. 18. Postinglah ke Buku Besar sesuai dengan akunnya masing-masing.14.000 500.

00 4. 2.000.XX.3 Pendapatan Pajak Hotel Pendapatan Retribusi Pelayanan Pasar Pendapatan Dana Alokasi Umum Pendapatan Bagi Hasil Pajak Bagian Laba Perusda Bagi Hasil Pajak Propinsi Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber Daya Alam Pembiayaan .00 5. Penutupan rekening Surplus/Defisit ke rekening Ekuitas Dana Umum 3.500.00 440. 00 1.. 00 Kode.000.01 1.00 250.XXXX.XX.00 4.500.08 1.01 1.Penerimaan Pinjaman V V V V V V V V V 1.01 1.475.000.XX.2.000.XXXX.01 1.500. Persediaan Obat-obatan yang terpakai sebesar Rp 50.3. Penutupan elemen Pembiayaan yang digunakan untuk mengalokasikan surplus atau menutup defisit dalam Perhitungan APBD ke rekening Ekuitas Dana Umum (Kecuali elemen Pembiayaan berupa Tranfer dari Dana Cadangan dan Transfer ke Dana Cadangan ditutup ke rekening Ekuitas Dana Dicadangkan).3 3.00 700.000.000.XXXX.Penerimaan Pinjaman Pembiayaan .1.1.500.2. 2.150.XXXX.500. Berdasarkan Soal tersebut.300. Persediaan Bahan Habis Pakai yang tersisa Rp 25.2.XXXX.01 1. Informasi Untuk Penutupan Buku Akhir Tahun Anggaran 1.00 4.500.590.000.00 2.000.890.XX.XX.500.500.00 124.XX.Akuntansi Sektor Publik 64 Data Tambahan Untuk Jurnal Penyesuaian 1.XX.115.00 300.02 3.1.00 3. Penutupan saldo seluruh rekening Pendapatan dan saldo seluruh rekening Belanja (Kecuali Belanja Modal) ke rekening Surplus/Defisit 2.1.00 3.475.840.500.590.XXXX.00 3. maka pencatatan transaksi adalah sbb: JURNAL PENERIMAAN KAS ( Dalam Jutaan Rupiah ) Tanggal Transaks i 1 2 3 4 5 7 17 19 20 1.XXXX.00 825. 2.1.000 (BAU AD).XXXX.4.Rek Uraian Ref Jumlah ( Rp) Akumulasi ( Rp) .XXXX.2.00 150.(BOP PP).990.000.1.XX.00 850.XX.500.1.1.

XX.0 0 445.XXXX.450.0 0 125.4.1.XX.3.000. 2.000.1.498.778.XXXX.XX.XXXX.00 1.XXXX.03 .XXXX.00 3.1.3.XX.01 2.XX.599.1.3.1.2.1.05 2.00 2.01 2.01 2.03 2.500.1.500.500.000.00 9 10 11 2.00 2.XXXX.500.2.03 2. 2.500.00 2.XXXX.500.2.1.00 1.0 0 200.01 12 2.00 3.000.0 0 74.994.000.1. 1 1 2 1 1 1 2 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 Biaya Perjalanan Dinas Gaji dan Tunjangan Pegawai Gaji dan Tunjangan Pegawai Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Biaya Pemeliharaan Bangunan Gedung Belanja Modal Kendaraan Roda 4 Belanja Modal Kendaraan Roda 4 Honorarium/Upah Biaya Cetak dan Penggandaan Biaya Perjalanan Dinas Biaya Pemeliharaan Alat-Alat Angkutan Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Biaya Perjalanan Dinas Gaji dan Tunjangan Pegawai Daerah Biaya Makanan dan Minuman Kantor Biaya Perjalanan Dinas Biaya Pemeliharaan Instalasi V V V V V V V V V V V V V V V V V 280.Rek Uraian Ref Jumlah ( Rp) 280.2.0 0 467.697.0 0 174.2.01 2.000.XX.2.000.4.XX.XXXX.348.3.1.03.000.0 0 260.000.XX.9.0 0 125.00 1.00 2.00 3.250.XXXX.1.XXXX.500.3.0 0 100.XX.00 3.500.149.500.0 0 149.00 3.623.894.XXXX.000.XXXX.000.XX.1.1.500.500.XXXX.0 0 120.00 986.XX.500.720.000.500.XXXX.000.4.2.XXXX.0 0 155.0 0 150.000.2.000.XX.186.9.01 2.311.03.00 2.XX.XX.0 0 200.XX.500.02 13 14 15 2.XX.XX.01 2.3.1.Akuntansi Sektor Publik 65 PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X JURNAL PENGELUARAN KAS ( Dalam jutaan ) Tanggal Transaks i 6 8 Kode.000.000.01.XXXX.XXXX.01 2.500.0 0 472.00 Akumulasi ( Rp) 2.000.500.0 0 199.1.00 2.01 2.00 726.

XX.XXXX.000.2.000.XX.04 1.01.2.4 2.6.XXXX.XXXX.2.XX.XXXX.000.00 75.1.XXXX.Akuntansi Sektor Publik 66 16 18 21 2.XX.XX.1 2 Belanja Tidak Tersangka Pembiayaan .1 3.00 2 Belanja Tidak Tersangka PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X JURNAL UMUM Kode Rekening (Ayat/Pasal) 1 2 Penyesuaian APBD Tanggal Uraian 3 Re f 4 Debet (Rp) 5 Kredit (Rp) 6 1 4.XXXX.XX.01 5.XX.00 55.2.000.500.00 50.01 1 .1.XX.1.00 4.897.000.000.2 2.500.000.10 2.1.0 0 50.XXXX.00 25.XXXX.500.00 3.01 5.00 50.1.01 2.Pembayaran Utang Pokok V V V 200.500.00 75.00 10.1.2.097.000.1.00 95.000.XX.000.XXXX.XX.XX.147. 5.1.5.2.XX.000.1.00 25.00 2 1 1 3 4 1 2 V V V V V V V V V 33.XXXX.XX.00 5 2 6 2 7 2.6.01 4.000.XXXX.00 125.XXXX.XXXX.1.000.000.XX.3.1.000.00 95.2 2.01 2.00 22.500.01 Piutang Pajak Pendapatan Pajak Hotel Belanja Dibayar Dimuka Biaya Perjalanan Dinas Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Utang Kepada Pihak Ketiga Belanja Modal Kendaraan Roda 4 Belanja Modal Kendaraan Roda 4 Utang Kepada Pihak Ketiga Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Utang Kepada Pihak Ketiga Biaya Bahan/Material Persediaan Obat-Obatan Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Persediaan Bahan Habis Pakai V V V V V 125.XXXX.XX.XXXX.XX.3.0 0 200.00 4.00 10.XXXX.3.000.5.2 2.

2.00 280.XXXX.08 1.XX.00 445.000.XX.XXXX.000.XXXX.000.XXXX. maka buku besar masing-masing adalah sbb: LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X .00 390.01 2.773.1 Pembiayaan Sisa Lebih Perhit Th Berjalan Ekuitas Dana Umum Kendaraan Belanja Modal Kendaraan Roda 4 Hutang Pembiyaan-Pembayaran Hutang Pokok Pembiyaan-Penerimaan Pinjaman Hutang Jk Panjang-Dalam Negeri V V V V 802.00 250.500.2.1.00 994.000. 2.00 370.000.XXXX.00 1.XX.1.3.XX.4 802.XXXX.XX.XX. 2.1.4. Alat-Alat Angkutan Gaji dan Tunjangan Pegawai Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Biaya Perjalanan Dinas Biaya Makanan dan Minuman Kantor Biaya Pemeliharaan Instalasi Belanja Tidak Tersangka Ikhtisar Surplus/Defisit Ikhtisar Surplus/Defisit Ekuitas Dana Umum Ekuitas Dana Umum Pembiayaan sisa Lebih Tahun Berjalan 6.XX.000.XXXX.00 200.XXXX.XX.00 274.3.1.000.03.2.00 174.000.2.000.01 1.3.00 74.XX.2.000.00 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 Pendapatan Pajak Hotel Pendapatan Retribusi Pelayanan Pasar Pendapatan Dana Alokasi Umum Pendapatan Bagi Hasil Pajak Bagian Laba Perusda Bagi Hasil Pajak Propinsi Bagi Hasil Bukan Pajak/SDA Gaji dan Tunjangan Pegawai Biaya Perjalanan Dinas Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Biaya Pem.000.XXXX.1.01 1.XX.XXXX.XX.2.000.XXXX.9 2.1.03 2.XX.000.1.03 2.2.9.1. 2.XXXX.5.1.000.XXXX.500.XX.03.3 3.00 802.XXXX.XXXX.XXXX.XX.500.XXXX.XX.3.XXXX.XX.2.00 149.01 2.XX.773.1.00 300.XX.XX.1.Akuntansi Sektor Publik 67 3.500.500.XXXX.XXXX.01 1.000.2.000.500.0 0 825.000.XXXX.XX.1.2.1 Penyesuaian Neraca 4.2.500.05 2.XX.2.00 459.00 700.000.XXXX.XX.XXXX.00 150.3.500.XX. 2.2.4.XX.01 2.500.XX.XXXX.1.00 850.00 802.1.XX.2.XXXX.01 1.XXXX.XX.01.600.1.773.01 2.4 6.XX.1.1.XX.00 1.00 125.01 1.4.XXXX.XXXX.XX.2.XX.3 5.XXXX.500.000.00 1.500.01 2.00 274.00 250.1.00 994. Bangunan Gedung Honorarium/Upah Biaya Cetak dan Penggandaan Biaya Pem.2.1.00 440.01 5.XXXX.000.00 200.02 2.1.1 3.1 Jurnal Penutup 1.00 1.00 Jurnal di atas.XXXX.4.1 6.00 125.000.500.02 2.00 200.1 3.

500.000.00 199.500.00 2.500.000.560.00 2.492.000.000.000.00 3.00 4.500.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR .00 3.946.000. Darat Bermotor1 Honorarium/Upah Biaya Cetak dan Penggadaan Biaya Perjalanan Dinas Biaya Pemeliharaan Alat Angkt.000.Pemby.500.1.00 1.500.00 100.000.000.00 4. Utang Pokok Pembiyaan .267.000.00 150.00 2.00 2. Belanja Modal Angkt.2 Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Biaya Pemeliharaan Bangunan Ged.00 4.00 200.00 472.400.500.Penerimaan Pinjaman Belanja Tidak Tersangka 1.217.000.1 Uraian SALDO AWAL Pendapatan Pajak Hotel Pendapatan Retribusi Pelayanan Psr Pendapatan DAU Pendapatan Bagi Hasil Pajak Bagian Laba Perusda Biaya Perjalanan Dinas Bagi Hasil Pajak Propinsi Gaji dan Tunjangan Pegawai .00 2.00 2.000.500.000.241.217.193.550.846.000.00 4.00 2.00 4.529.475.00 3.000.00 850.1 Gaji dan Tunjangan Pegawai .000.993.00 174.00 467.00 200.00 124.00 700.500.860.140.00 5.00 260.000.000.00 200.00 5.590.725.342.143.250.000.Penerimaan Pinjaman Pembiyaan .000.000.000.000.00 Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 1.00 3.943.000.000.XX.000.00 149.000.000.000.000.000.00 125.854.000.500.00 200.00 4.00 2.500.500.000.000.00 50.0 0 825.00 120.390.00 3.143.500. Darat Bermotor1 Belanja Modal Angkt.500.500.00 250.00 2.691.654.XXXX.114.00 4.00 300.500. Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Biaya Perjalanan Dinas Gaji dan Tunjangan Pegawai Daerah Biaya Makanan dan Minuman Kantor Biaya Perjalanan Dinas Biaya Pemeliharaan Instalasi Belanja Tidak Tersangka Bagi Hasil Bukan Pajak/SDA Pembiyaan .500.00 2.00 125.062.00 150. Rek.00 5.00 155.000.500.000.00 2.000.00 2.000.00 440.Akuntansi Sektor Publik 68 BUKU BESAR Nama : Kode.000.120.500.00 280.840.00 445. : Tanggal Transaksi 1 2 3 4 5 6 7 8 8 9 10 11 11 12 12 12 12 13 14 15 15 15 15 16 17 18 19 20 21 KAS 4.00 74.000.00 1.

4 Uraian SALDO AWAL penyesuaian Hal………… Ref Debet Rp 125. Rek. : Tanggal PIUTANG RETRIBUSI 4.000.XXXX. : Tanggal PIUTANG LAIN-LAIN 4.1.XX.9 Hal………… .1.Akuntansi Sektor Publik 69 Nama : Kode.XX.XX.000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 Kredit Rp Saldo Rp 125.000.000.5 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 75.00 250. Rek.XXXX.1.XXXX. Rek. : PERSEDIAAN BAHAN HABIS PAKAI KANTOR 4. : Tanggal 1 PIUTANG PAJAK 4.000. Rek.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.1.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.8 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 35.XX.XXXX.

00 Kredit Rp Saldo Rp 10.00 25.500.XXXX. : Tanggal BELANJA DIBAYAR DIMUKA 4. : INVESTASI JANGKA PANJANG 4.00 Saldo Rp 100.000.000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XX.9.XX. Rek.000.Akuntansi Sektor Publik 70 Tanggal 7 Uraian Saldo Awal Penyesuaian Ref Debet Rp Kredit Rp 75.XXXX.00 Saldo Rp 110.1.00 60.000.XX.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.10 Uraian Penyesuaian Neraca Hal………… Ref Debet Rp 10.XXXX.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.1.2 Hal………… .000.500. Rek. : Tanggal 7 PERSEDIAAN OBATOBATAN 4. Rek.1 Uraian Saldo Awal Penyesuaian Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp 50.000.

000.1 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 4. : Tanggal TANAH 4.3. Rek.250.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XX.975.Akuntansi Sektor Publik 71 Tanggal Uraian SALDO AWAL Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 500.2 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 1.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. Rek.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XXXX.000.XXXX.XX. : Tanggal BANGUNAN AIR 4.XXXX.3.3 Uraian Ref Debet Rp Kredit Rp Hal………… Saldo Rp .3.XX.000. : Tanggal JALAN DAN JEMBATAN 4. Rek.

XXXX.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. Rek.000.594.8 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 550.XX. : Tanggal GEDUNG 4.750. Rek.500.5 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 3.000.00 . Rek.3.3.000. : Tanggal MESIN & PERALATAN 4.XXXX.00 Kredit Rp Saldo Rp 2.9 Uraian SALDO AWAL Penyesuaian Neraca Hal………… Ref Debet Rp 994.500.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XX.600.XXXX.XX.00 3.500.3.Akuntansi Sektor Publik 72 SALDO AWAL 800. : Tanggal 11 KENDARAAN 4.

00 0.000.3.500.XXXX.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XX. : Tanggal MEUBELAIR DAN PERLENGKAPAN 4.12 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 975.3.000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.Akuntansi Sektor Publik 73 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. : Tanggal BAGIAN LANCAR UTANG JK.XXXX.XX.1.16 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 490. Rek.XX. : Tanggal BUKU PERPUSTAKAAN 4.000.1 Uraian SALDO AWAL Penyesuaian Neraca Hal………… Ref Debet Rp 200.00 Kredit Rp Saldo Rp 200. Rek. PANJANG 5.XXXX. Rek.00 .

2.000.00 900.XX. Rek.000. Rek.2 Uraian SALDO AWAL Penyesuaian APBD Penyesuaian APBD Penyesuaian APBD Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp 95.000.XX.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X .XX.XXXX.Akuntansi Sektor Publik 74 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 274.XXXX.500.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 55. : Tanggal UTANG DALAM NEGERI 5.00 25.XXXX.000.000.00 845.2.00 Saldo Rp 0. : Tanggal UTANG LUAR NEGERI 5.500.1 Uraian SALDO AWAL Penyesuaian Neraca Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp 274.000.1.00 925. : Tanggal UTANG PERHITUNGAN PIHAK KE-3 5. Rek.800.2 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 2.000.00 Saldo Rp 750.

0 0 125.00 .600.500.475.600. Rek. : Tanggal EKUITAS DANA UMUM 6.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.000.01 Uraian Kas Penyesuaian Penutupan 1.0 0 Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp 1.Akuntansi Sektor Publik 75 BUKU BESAR Nama : Kode.836.500.XXXX.XXXX. : Tanggal 2 Kas Penutupan RETRIBUSI PELAYANAN PASAR 1. Rek.XX.000.500.00 0.1. : Tanggal 1 PAJAK HOTEL 1.1.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XX.1.000.1 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 13.000.XXXX.00 Saldo Rp 1.00 1. Rek.2.00 Saldo Rp 825.08 Uraian Ref Debet Rp 825.500.XX.00 0.00 Hal………… Kredit Rp 825.000.475.

000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : BAGI HASIL PAJAK PROPINSI Hal………… .000.01 Uraian Ref Debet Rp 440.XX.1.XXXX.00 Hal………… Kredit Rp 300.XXXX. : Tanggal 5 Kas Penutupan BAGIAN LABA PERUSDA 1. : Tanggal 4 Kas Penutupan BAGI HASIL PAJAK 1.XX.000.2.000.3. Rek.01 Uraian Ref Debet Rp 850.2.000.00 Saldo Rp 300.000.00 Saldo Rp 440.000.XXXX.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. Rek.00 0.XX.01 Uraian Ref Debet Rp 300.000.1. : Tanggal 3 Kas Penutupan DANA ALOKASI UMUM 1.00 0. Rek.00 0.00 Hal………… Kredit Rp 850.00 Saldo Rp 850.000.00 Hal………… Kredit Rp 440.2.Akuntansi Sektor Publik 76 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.

000.1.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XXXX.Akuntansi Sektor Publik 77 Kode. : HONORARIUM 2.2.03 1 Uraian Ref Debet Rp 445.00 Saldo Rp 250.1.00 0.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XX.01 Hal………… 1 .00 445.XX.00 0.HASIL BUKAN PJK 1.01 Uraian Kas Penutupan Ref Debet Rp 700.XX. Rek.00 Hal………… Kredit Rp 250.XX. : Tanggal 8 Kas Penutupan GAJI DAN TUNJANGAN PEGAWAI 2. Rek.XXXX.XXXX. : Tanggal 7 1.00 Kredit Rp 700.2.1.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.500.1.4. Rek.000.2.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 445.000. : Tanggal 17 Kas Penutupan BG. Rek.500.02 Uraian Ref Debet Rp 250.000.XXXX.00 0.000.000.500.00 Saldo Rp 700.

: Tanggal 10 Kas BIAYA PEMELIHARAAN GEDUNG 2. Rek.000.1.00 0.000.00 .00 Saldo Rp 200.00 95. : Tanggal 12 Kas Penutupan BIAYA CETAK DAN PENGGANDAAN 2.000.01 1 Debet Uraian Ref Rp Kas Penyesuaian APBD Penyesuaian APBD Penutupan 200.000.00 Kredit Rp 200.000.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 125.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 75.Akuntansi Sektor Publik 78 Tanggal 12 Kas Penutupan Uraian Ref Debet Rp 200.03 1 Uraian Ref Debet Rp 149.00 370.000.2.1.00 0. : Tanggal 9 BIAYA BAHAN HABIS PAKAI KANTOR 2.00 295.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 149.00 370.000.000.XX.XXXX.XX.000.01 1 Uraian Ref Debet Rp 125.000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.2.000.XXXX.XX. Rek.00 0.000.000.XXXX.2.000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 149. Rek.000.4.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 200.

000.000. : Tanggal 12 Kas Pentupan BIAYA PEMELIHARAAN BANGUNAN GEDUNG 2. : Tanggal BELANJA MODAL KEND.500.00 120.00 0.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. : Tanggal 6 12 BIAYA PERJALANAN DINAS 2.2.XX.06 1 Uraian Penyesuaian APBD Hal………… Ref Debet Rp 33.00 390.000.XXXX.00 0.XX.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 174.3.1.500.00 174.02 1 Uraian Ref Debet Rp 174.500.000.3.XXXX.00 Kredit Rp Saldo Rp 33.500.4.XXXX.000.500.00 400.500.XX.01 1 Uraian Kas Kas Penyesuaian Neraca Penutupan Hal………… Ref Debet Rp 280.00 .00 Saldo Rp 280.00 Kredit Rp 10.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. Rek. RODA 2 2.500. Rek.00 0.000.00 390. Rek.Akuntansi Sektor Publik 79 Penutupan 125.

000.00 Kredit Rp Saldo Rp 467. Rek.00 459.XXXX.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XX.09 1 Uraian Penyesuaian APBD Hal………… Ref Debet Rp 467.XX.000.00 Saldo Rp 100.2. DARAT BERMOTOR 2.03 2 Uraian Ref Debet Rp 260.1.XX.000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.000.000.00 25.000.000.000. Rek.01 2 Uraian Kas Penyesuaian APBD Penutupan Hal………… Ref Debet Rp 100.00 199.1.XXXX.Akuntansi Sektor Publik 80 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. : Tanggal 13 BIAYA BAHAN HABIS PAKAI 2.000. Rek.1.00 459. : Tanggal BELANJA MODAL ANGK. : Tanggal 8 15 Kas Kas Penutupan GAJI DAN TUNJANGAN PEGAWAI 2.3.XXXX.00 .00 125.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 260.000.000.000.00 Kredit Rp 125.

03 2 Hal………… Uraian Ref Debet Rp 74.000.000.000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XXXX. Rek.XXXX.00 Kredit Rp 74. Rek. : Tanggal 15 Kas Penutupan Biaya Makanan dan Minuman Kantor 2.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.000.00 Saldo Rp 150.4.05 2 Hal………… Uraian Ref Debet Rp 150.XX.2.000.000.Akuntansi Sektor Publik 81 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 Kredit Rp 150.1.00 0.000.1. Rek.00 280.00 280. : Tanggal 15 Kas Penutupan Biaya Pemeliharaan Instalasi 2.XXXX.000. : Tanggal 14 15 Kas Kas Penutupan BIAYA PERJALANAN DINAS 2.000.01 2 Uraian Ref Debet Rp 155.00 Saldo Rp 74.3.1.XX.000.000.XX.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 155.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR .00 125.

Akuntansi Sektor Publik

82

Nama : Kode. Rek. : Tanggal
11

BELANJA MODAL KENDARAAN RODA 2 2.XX.XXXX.3.6.01 2 Uraian
Kas

Hal…………

Ref

Debet Rp
27.500,00

Kredit Rp

Saldo Rp
27.500,00

LOGO

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X

BUKU BESAR
Nama : Kode. Rek. : Tanggal
11 Kas

BELANJA MODAL ANGKT. DARAT BERMOTOR 2.XX.XXXX.3.9.01 2 Uraian Ref Debet Rp
472.500,00

Hal…………

Kredit Rp

Saldo Rp
472.500,00

LOGO

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X

BUKU BESAR
Nama : Kode. Rek. : Tanggal
16 21 Kas Kas Penutup

BELANJA TAK TERSANGKA 2.XX.XXXX.5.1 2 Uraian Ref Debet Rp
200.000,00 50.000,00 250.000,00

Hal…………

Kredit Rp

Saldo Rp
200.000,00 250.000,00 0,00

LOGO

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X

BUKU BESAR
Nama : Kode. Rek. : PEMBIAYAAN - PENERIMAAN PINJAMAN DAN OBLIGASI 3.XX.XXXX.1.3
Hal…………

Akuntansi Sektor Publik

83

Tanggal
19 20

Uraian
Kas Kas Penyesuaian

Ref

Debet Rp
274.500,00

Kredit Rp
150.000,00 124.500,00

Saldo Rp
150.000,00 274.500,00 0,00

LOGO

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X

BUKU BESAR
Hal…………

Nama : Kode. Rek. : Tanggal
18

PEMBIAYAAN - PEMBAYARAN UTANG POKOK YG JATUH TEMPO 3.XX.XXXX.2.3 Uraian
Kas Penyesuaian Neraca

Ref

Debet Rp
200.000,00

Kredit Rp
200.000,00

Saldo Rp
200.000,00 0,00

LOGO

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X

BUKU BESAR
Hal…………

Nama : Kode. Rek. : Tanggal

PEMBIAYAAN- SISA LEBIH ANGGARAN TAHUN BERJALAN 3.XX.XXXX.2.4 Uraian Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp

LOGO

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X

BUKU BESAR
Nama : IKHTISAR SURPLUS/DEFISIT NETTO
Hal…………

Tanggal

Uraian

Ref

Debet Rp

Kredit Rp

Saldo Rp

Akuntansi Sektor Publik

84

Akuntansi Sektor Publik

85

Pemerintah Kabupaten/Kota X LAPORAN PERHITUNGAN APBD Tahun Anggaran 20X2
ANGGARAN UR A IA N 1 I. PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Bagian Laba Usaha Daerah Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber Daya Alam Dana Alokasi Umum Dana Perimbangan dari Propinsi Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah Bantuan Dana Kontinjensi/Penyeimbang dari Pemerintah (Rp.000) 2 (Rp.000) 3 REALISASI BERTAMBAH (BERKURANG) (Rp.000) 4

1.500.000,00 800.500,00 350.000,00 400.000,00 900.000,00 750.000,00

1.600.000,00 825.500,00 300.000,00 690.000,00 850.000,00 700.000,00

100.000,00 25.000,00 -50.000,00 0,00 290.000,00 0,00 -50.000,00 -50.000,00

4.700.500,00 II. BELANJA Aparatur Daerah Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal/Pembangunan Belanja Modal Gedung Belanja Modal Kendaraan Pelayanan Publik Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal/Pembangunan Belanja Modal Gedung Belanja Modal Kendaraan Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan Belanja Bantuan Keuangan Kepada Organisasi Profesi Belanja Tidak Tersangka Belanja Tidak Tersangka JUMLAH BELANJA SURPLUS/DEFISIT ANGGARAN ( I - II ) III. PEMBIAYAAN Penerimaan Daerah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Yang Lalu Penerimaan Pinjaman dan Obligasi Penerimaan Piutang Penerimaan Donasi, Hibah, Sumbangan Transfer dari Dana Cadangan Hasil Penjualan Aset Daerah Yang Dipisahkan Pengeluaran Daerah Pembayaran Utang Pokok Yang Jatuh Tempo Transfer ke Dana Cadangan Penyertaan Modal Sisa Lebih Anggaran Tahun Sekarang

4.965.500,00

265.000,00

450.000,00 350.000,00 325.000,00 125.000,00 200.000,00 150.000,00 125.000,00 175.000,00 500.000,00

445.500,00 370.000,00 270.500,00 125.000,00 200.000,00 149.000,00 120.500,00 174.500,00 500.000,00

-4.500,00 20.000,00 -54.500,00 0,00 0,00 -1.000,00 -4.500,00 -500,00 0,00

275.000,00 125.000,00 150.000,00

260.000,00 125.000,00 155.000,00

-15.000,00 0,00 5.000,00

200.000,00 200.000,00 125.000,00 75.000,00 500.000,00

199.000,00 200.500,00 125.000,00 74.000,00 494.000,00

-1.000,00 500,00 0,00 -1.000,00 -6.000,00

0,00

250.000,00 4.300.000,00 400.500,00

250.000,00 4.237.500,00 728.000,00

0,00 -62.500,00 327.500,00

0,00 0,00

274.500,00

274.500,00

0,00 0,00 200.000,00 100.000,00 0,00 100.500,00 200.000,00 0,00 802.500,00

-100.000,00 702.000,00

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X LAPORAN ALIRAN KAS

00) (34.217.500.00) (994.722.996.Akuntansi Sektor Publik 86 31 Desember 20x4 Arus Kas dari Aktivitas Operasi Kenaikan Aktiva Lancar Non Kas dan Bank Penurunan Aktiva Lancar Non Kas dan Bank Kenaikan Hutang Lancar Penurunan Hutang Lancar Jumlah Arus Kas Dari Aktivitas Operasi Arus Kas Dari Aktivitas Penyertaan Kenaikan Penyertaan Modal Jangka Panjang Penurunan Penyertaan Modal Jangka Panjang Kenaikan Aktiva Tetap Penurunan Aktiva Tetap Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Penyertaan Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Kenaikan Hutang Jangka Panjang Penurunan Hutang Jangka Panjang Kenaikan Dana Cadangan Penurunan Dana Cadangan Kenaikan Ekuitas Penurunan Ekuitas Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Total Arus Kas Sisa Kas Awal Tahun Anggaran Sisa Kas Akhir Tahun Anggaran 1.00 274.500.000.00 967.00 1.500.00 2.00) (135.00 175.500.00 1.00) PEMERINTAH PROPINSI/KABUPATEN/KOTA X NERACA 31 Desember Tahun 20x4 .250.500.000.000.500.000.00 (200.00 (994.500.500.000.00) 125.

000 35.000 1.000 800.558.000 AKTIVA TETAP Tanah Jalan dan Jembatan Bangunan Air Gedung Mesin dan Peralatan Kendaraan Meubelair dan Perlengkapan Buku Perpustakaan JUMLAH AKTIVA 4.800.750.000 490.500 .500 975.Akuntansi Sektor Publik 87 AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas Piutang Pajak Piutang Retribusi Piutang Lain-Lain Persediaan Bahan Habis Pakai/Material Persediaan Obat-Obatan Belanja Dibayar Dimuka INVESTASI JANGKA PANJANG Investasi Jangka Panjang 500.500 250.557.000 3.000 75.000 25.975.000 UTANG JANGKA PANJANG Utang Dalam Negeri Utang Luar Negeri EKUITAS DANA Ekuitas Dana Umum 15.500 3.217.500 JUMLAH PASIVA 19.000 PASIVA HUTANG JANGKA PENDEK Bagian Lancar Utang Jangka Panjang Utang Perhitungan Pihak Ketiga 925.000 550.000 10.500 274.000 2.250.500 19.594.557.000 60.500 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful