P. 1
Sistem Reproduksi Laki Laki

Sistem Reproduksi Laki Laki

|Views: 204|Likes:
Published by Gigin Sandria

More info:

Published by: Gigin Sandria on May 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/20/2014

pdf

text

original

Sections

HUMAN REPRODUCTION

Pubertas 1. Merupakan fase perubahan dari anak laki/perempuan pada sata sistem reproduksi mutur dan dapat berfungsi. 2. Merupakan masa transisi dari anak-anak (child) menuju dewasa (adult)

Secondary Caracteristic

♂ - Slowy – later ♀ - Testosteron ↑  ↑ breast development, vaginal secretion, menarche

A. SISTEM REPRODUKSI PRIA Male reproduction system/Sistem reproduksi pria meliputi organorgan reproduksi, spermatogenesis dan hormon pada pria. Organ

Reproduksi. Organ- organ reproduksi membentuk apa yang dikenal sebagai trakrus genitalis, yang berhubungan dengan traktus urinarius . pada laki- laki kedua traktus itu erat berhubungan . pada wanita meskipun traktus genitalisnya erat berhubungan dengan trektus urinarius, tidak bersambung. Traktus genetalia wanita bersambung dengan rongga peritonium. Ini tidak ada pada laki-laki ; tidak ada saluran dari traktus genetalis ini yang terbuka dirongga peritonium. Organ pengembangbiakan pada wanita terletak dalam panggul kecil, organ laki-laki sebagian besar terletak diluar pelvis.

1

1. STRUKTUR REPROUKSI LAKI-LAKI Organ reproduksi pria terdiri atas organ reproeduksi dalam dan organ reproduksi luar. External : Terdiri dari otot halus, jaringan konektif dan sinus (pembuluh darah) Mampu ereksi u/ penetrasi ke vagina  penyimpanan sperma Terdapat uretra u/ jalan urine dan semen tetapi tidak bersamaan)

Internal : Tempat spermatozoa, hormon testosterobn dan kelenjar endokrin * Hypv. Ant.  /  ↑Fsh, LH  Testis  sel leyding –testosteron” Testosteron ↑ cepat pada usia 11-14 tahun dan menurun pada usia 40 th, usia 80 th 1/5 dari nilai puncak. Ductus: Epididymis  saluran penghantar, pengatur sperma dan produksi semen (alkalis) yang melindungi sperma dari asam. Deferens  lanjutan dari epididymus ke kandung kemih Ejakulatoris  dari deferens ke uretrhra Vesica seminalis  sekresi semen Kelenjar prostat  kelenjar otot yang melingkari urethra Kelenjar bulborectalis  sekresi mukus alkali ke uretra  menetralisir urine.

Kelanjar accesoris : -

1.1 Organ Reproduksi Luar (eksterna) Organ reproduksi luar pria terdiri dari:   Penis Skrotum

a. Penis Penis terdiri dari tiga rongga yang berisi jaringan spons. Dua rongga yang terletak di bagian atas berupa jaringan spons korpus kavernosa. Satu rongga lagi berada di bagian bawah yang berupa

2

jaringan spons korpus spongiosum yang membungkus uretra. Uretra pada penis dikelilingi oleh jaringan erektil yang ronggarongganya banyak mengandung pembuluh darah dan ujung-ujung saraf perasa. Bila ada suatu rangsangan, rongga tersebut akan terisi penuh oleh darah sehingga penis menjadi tegang dan mengembang (ereksi). Penis terdiri dari tiga bagian : akar, badan, dan glans penis yang membesar yang banyak mengandung ujung-ujung saraf sensorik. Organ ini berfungsi untuk tempat keluar urine dan semen serta sebagai organ kopulasi. 1. Kulit penis dan tidak berambut kecuali didekat akar organ, prepusium (kulup) adalah lipatan sirkular kulit longgar yang merentang menutupi gland penis kecuali bila diangkat melalui sirkumsisi. Korona adalah ujung proksimal glans penis. 2. Badan penis dibentuk dari tiga massa jaringan erektil silindris; dua korpus kevernosum dan satu korpus spongiosum ventral di sekitar uretra. o Jaringan erektil adalah jaring-jaring ruang darah iregular (venosa senusoid) yang diperdarahi oleh aferen dan

kapilar, didrainase oleh venula dan dikelilingi jaringan ikat rapat yang disebut tunika albuginea. o Korpus kavernosum dikelilingi oleh jaringan ikat rapat yang disebut tunika albuginea. 3. Mekanisme ereksi penis. Ereksi asalah salah satu fungsi vaskular korpus kavernosum dibawah pengendalian SSO. a. Jika penis lunak stimulus simpatis arteriol penis

menyebabkan konstriksi sebagian organ ini, sehingga aliran darah yang melalui penis tetap dan hanya sedikit darah yang masuk ke sinusoid kavernosum. b. Saat stimulasi mental atau seksual, stimulus parasimpatis menyebabkan vasodilatasi arteriol yang memasuki penis .

3

lebih banyak darah yang memasuki vena dibandingkan yang dapat didrainase vena. c. Sinusoid korpus kavernosum berdistensi karena berisi darah dan menekan vena yang dikelilingi tunika albuginea nondistensi. d. Saat ejakulasi, impuls simpatis menyebabkan terjadinya vasokontrilsi arteri dan darah akan mengalir ke vena untuk dibawa menjauhi korpus. Penis mengalami detumesensi atau kembali ke kondisi lunak. 4. Ejakulasi disertai orgasme merupakan titik kulminasi aksi seksual pada laki-laki. Semen diejeksikan melalui serangkaian semprotan, yaitu: a. Impuls simpatis dari pusat refleks medulla spinalis menjalar di sepanjang saraf spinal lumbal menuju organ genital dan menyebabkan kontraksi peristaltik dalam duktus testis, epididimis, dan duktus deferen. Kontraksi ini menggerakkan sperma di sepanjang saluran. b. Impuls parasimpatis menjalar pada saraf pudendal dan menyebabkan otot bulbokavernosum pada dasar penis berkontraksi secara berirama. c. Kontrksi yang simultan pada vesikel seminalis, prostat, dan kelenjar bulbouretral menyebabkan terjadinya sekresi

cairan seminal yang bercampur dengan sperma untuk membentuk semen.

b. Skrotum Skrotum (kantung pelir) merupakan kantung yang di dalamnya berisi testis. Skrotum berjumlah sepasang, yaitu skrotum kanan dan skrotum kiri. Skrotum adalah kantong longgar yang tersusun ari kulit, fasia, dan otot polos yang membungkus dan menopang testis diluar tubuh pada suhu optimum untuk produksi spermatozoa. Di

4

dalam skrotum juga tedapat serat-serat otot yang berasal dari penerusan otot lurik dinding perut yang disebut otot kremaster. Otot ini bertindak sebagai pengatur suhu lingkungan testis agar kondisinya stabil. Proses pembentukan sperma (spermatogenesis) membutuhkan suhu yang stabil, yaitu beberapa derajat lebih rendah daripada suhu tubuh. Pada skrotum terdapat dua kantong skrotal, setiap skrotal berisi satu testis tunggal, dipisahkan oleh septum internal. Di antara skrotum kanan dan skrotum kiri dibatasi oleh sekat yang berupa jaringan ikat dan otot polos (otot dartos). Otot dartos berfungsi untuk menggerakan skrotum sehingga dapat mengerut dan mengendur. Oto dartos adalah lapisan serabut dalam fasia dasar yang berkontraksi untuk membentuk kerutan pada kulit skrotal sebai respons terhadap udara dingin atau eksitasi seksual.

1.2 Organ Reproduksi Dalam (internal) Organ reproduksi dalam pria terdiri atas:    Testis saluran pengeluaran atau tubulus ( yang terdiri dari epididimis, vas deferens, saluran ejakulasi dan uretra) Kelenjar asesori ( yang terdiri dari vesikula seminalis, kelenjar prostat dan kelenjar Cowper).

a. Testis gonad atau organ kelamin primer pada laki-laki adalah testis. testis adalah organ kelamin laki-laki untuk pengembang biakan, tempat spermatozoa dibentuk dan hormon kelamin laki-laki, testosteron dihasilkan. Testis berkembang didalam rongga

abdomen sewaktu janin dan turun melalui saluran inguinal kanan dan kiri masuk ke dalam scrotum menjelang akhir kehamilan . testis ini terletak oblik menggantung pada urat –urat spermatik didalam

5

scrotum. Testis (gonad jantan) berbentuk oval dan terletak didalam kantungpelir (skrotum). Testis berjumlah sepasang (testes = jamak). Testis terdapat di bagian tubuh sebelah kiri dan kanan. Testis kiri dan kanan dibatasi oleh suatu sekat yang terdiri dari serat jaringan ikat dan otot polos. Fungsi testis secara umum merupakan alat untuk

memproduksi sperma dan hormon kelamin jantan yang disebut testoteron. Testis adalah organ lunak , berbentuk oval, dengan panjang 4 cm sampai 5 cm (1,5 inci sampai 2 inci) dan berdiameter 2,5 cm (1 inci). 1. Tunika albuginea adalah kapsul jaringan ikat yang

membungkus testis dan merentang ke arah dalam untuk membaginya menjadi sekitar 250 lobulus. 2. Tubulus seminiferus , tempat berlangsungnya

spermatogenesis, terlilit dalam lobulus. Epitulium germinal khusus yang melapisi tubulus seminiferus mengandung sel-sel batang (spermatogonia) yang kemudian menjadi sperma; selsel sertoli yang menopang dan memberi nutrisi sperma yang sedang berkembang dan sel-sel interstisial (leydig), yang memiliki fungsi endokrin.

6

b. Epididimis Epididimis merupakan saluran berkelok-kelok di dalam skrotum yang keluar dari testis. Epididimis berjumlah sepasang di sebelah kanan dan kiri. Epididimis adalah organ kecil yang terletak dibelakang testis serta terkait padanya. Terdiri atas sebuah tabung sempit yang sangat panjang dan berliku-liku dibelakang testis. Epididimis berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara sperma sampai sperma menjadi matang dan bergerak menuju vas deferens. Epididimis adalah tuba terlilit yang panjangnya mencapai 20 kaki (4 m sampai 6 m) yang terleletak disepanjang sisi posterior testis. Bagian menerima sperma dari duktus eferen. 1) Epididimis menyimpan sperma dan mampu

mempertahankannya sampai enam minggu. Selama enam minggu tersebut , sperma akan menjadi motil, matur sempurna, dan mampu melakukam fertilisasi. 2) Selama eksitasi seksual, lapisan otot polos dalam episisimal berkontraksi deferen. untuk mendorong sperma kedalam duktus

7

c. Vas Deferens Vas deferens atau saluran sperma (duktus deferens)

merupakan saluran lurus yang mengarah ke atas dan merupakan lanjutan dari epididimis, dan mencapai rongga abdomen melalui saluran inguinal, dan akhirnya berjalan masuk kedalam pelvis . Vas deferens tidak menempel pada testis dan ujung salurannya terdapat di dalam kelenjar prostat. Vas deferens berfungsi sebagai saluran tempat jalannya sperma dari epididimis menuju kantung semen atau kantung mani (vesikula seminalis). Duktus deferen ini adalah tuba lurus yang terletak dalam korda spermatik yang juga mengandung pembuluh darah dan pembuluh imfatik saraf SSO, otot kremaster, dan jaringan ikat. Masing –masing duktus deferen meninggalkan skrotum , menanjak menuju dinding abdominal kamal inguinal. Duktus ini mengalir dibalik kandung kemih bagian bawah untuk bergabung dengan duktus ejakulator.

8

d. Duktus ejakulator Saluran ejakulasi merupakan saluran pendek yang

menghubungkan kantung semen dengan uretra. Saluran ini berfungsi untuk mengeluarkan sperma agar masuk ke dalam uretra. Duktus ejakulator pada kedua sisi terbentuk dari pertemuan pembesaran (ampula) dibagian ujung duktus deferen dan duktus dari vesikal seminalis. Setiap duktus ejakulator panjangnya mencapai sekitar 2 cm dan menembus kelenjar prostat untuk bergabung dengan uretra yang berasal dari kandung kemih.

e. Uretra Uretra merupakan saluran akhir reproduksi yang terdapat di dalam penis. Uretra berfungsi sebagai saluran kelamin yang berasal dari kantung semen dan saluran untuk membuang urin dari kantung kemih. Uretra merentang dari kandung kemih sampai ujung penis dan terdiri dari tiga bagian: 1. Uretra prostatik merentang mulai dari bagian dasar kandung kemih, menembus prostat dan menerima sekresi kelenjar tersebut. 2. Uretra Membranosa panjangnya mencapai 1 cm sampai 2 cm. Bagian ini dikelilingi sfingter uretra eksternal. 3. Uretra Penis (kavernous. Berspons) dikelilingi oleh jaringan erektil bersepon (korpus spongiosum). Bagian ini membesar ke dalam fosanavicularis sebelum berakhir pada mulut uretra eksternal dalam glans penis.

9

f.

Vesikula Seminalis Vesikula seminalis atau kantung semen (kantung mani) merupakan kelenjar berlekuk-lekuk yang terletak di belakang kantung kemih. Dinding vesikula seminalis menghasilkan zat makanan yang merupakan sumber makanan bagi sperma. Vesikula seminalis atau kandung mani adalah dua buah kelenjar tubuler yang terletak kanan dan kiri dibelakang leher kandung kencing. Salurannya bergabung dengan vasa deferentia. Sepasang vesikel seminalis adalah kantong terkonvolusi (berkelokkelok yang bermuara kedalam duktus ejakulator. Sekretnya adalah cairan kental dan basa yang kaya akan fruktosa, berfungsi untuk memberi nutrisi dan melindungi sperma. Setelah lebih sekresi vesikel seminalis adalah semen (cairan sperma yang meninggalkan tubuh).

10

g. Kelenjar Prostat Kelenjar prostat melingkari bagian atas uretra dan terletak di bagian bawah kantung kemih. Kelenjar prostat menghasilkan getah yang mengandung kolesterol, garam dan fosfolipi yang berperan untuk kelangsungan hidup sperma. Kelenjar prostat kira-kira sebesar buah walnut atau buah kenari besar. Letaknya dibawah kandung kemih, mengelilingi uretra, dan terdiri atas kelenjar majemuk, saluran-saluran, dan otot polos. Kelenjar prostat menyelubungi uretra saat keluar dari kandung kemih, sekresi prostat bermuara ke dalam uretra prostatik setelah melalui 15 sampai 30 duktus prostatik. Prostat mengeluarkan cairan basa menyerupai susu yang menetralisir asidias vagina selama senggama dan meningkatkan motilitas sperma yang akan optimum pada PH 6,0 sampai 6,5. Kelenjar prostat membesar saat remaja dan mencapai ukuran optimalnya pada laki-laki yang berusia 20-an. Pada banyak laki-laki, ukurannya terus bertambah sering pertambahan usia. Saat berusi 70 tahun.dua per tiga dari semua laki-laki mengalami pembesaran prostat yang mengganggu perkemihan.

h. Kelenjar cowper (bulbouretral) Kelenjar Cowper (kelenjar bulbouretra) merupakan kelenjar yang salurannya langsung menuju uretra. Kelenjar Cowper menghasilkan getah yang bersifat alkali (basa). Sepasang kelenjar cowper adalah kelenjar kecil yang ukuran dan bentuknya menerupai kacang polong.kelenjar ini mensekresi cairan basa yang mengandung mukus kedalam uretra penis untuk melumasi dan melindungi serta ditambahkan pada semen.

11

2. FUNGSI REPRODUKSI LAKI-LAKI Fungsi reproduksi pria dapat dibagi dalam tiga subgolongan utama: 1. Spermatogenesis, yang hanya berarti pembentukan sperma; 2. Pelaksanaan kerja seksual pria; 3. Pengaturan fungsi seksual pria oleh berbagai hormone.

a. Spermatogenesis Spermatogenesis adalah proses gametogenesis pada pria dengan cara pembelahan meiosis dan mitosis. Spermatogenesis pada sperma biasa terjadi di epididimis. Sedangkan tempat menyimpan sperma sementara, terletak di vas deferens.

Spermatogenesis terjadi di dalam di dalam testis, tepatnya pada tubulus seminiferus. Spermatogenesis mencakup pematangan sel epitel germinal dengan melalui proses pembelahan dan diferensiasi sel, yang mana bertujuan untuk membentu sperma fungsional. Pematangan sel terjadi di tubulus seminiferus yang kemudian disimpan di epididimis.

12

Dinding tubulus seminiferus tersusun dari jaringan ikat dan jaringan epitelium germinal (jaringan epitelium benih) yang berfungsi pada saat spermatogenesis. Pintalan-pintalan tubulus seminiferus terdapat di dalam ruang-ruang testis (lobulus testis). Satu testis umumnya mengandung sekitar 250 lobulus testis. Tubulus seminiferus terdiri dari sejumlah besar sel epitel germinal (sel epitel benih) yang disebut spermatogonia (spermatogonium = tunggal). Spermatogenesis adalah proses perkembangan

spermatogonia menjadi spermatozoa dan berlangsung sekitar 64 hari (lebih atau kurang 4 hari). Spermatogenesis berasal dari kata sperma dan genesis (pembelahan). Pada spermatogenesis terjadi pembelahan secara mitosis dan meiosis. Spermatogenesis merupakan tahap atau fase-fase pendewasaan sperma di

epididimis. Setiap satu spermatogonium akan menghasilkan empat sperma matang. Mitosis adalah istilah untuk pembelahan nuklear dan

sitoplasma pada sel somatik. Pembelahan metosis merupakan sarana untuk mempertahankan informasi kromoson yang secara genetik identik, tidak berubah dari generasi ke generasi sel. Meiosis adalah sejenis pembelahan khusus yang terjadi dalam pembentukan sperma dan ovum. jenis pembelahan ini menurunkan jumlah diploid kromoson menjadi jumlah haploid. Sel yang mempunyai anggota pasangan lengkap diploid (2n). Suatu sel seperti ovum atau spermatozoa, yang hanya memiliki salah satu anggota dari pasangan kromoson disebut haploid (n).

Tahap-tahap Spermatogenesis: 1. Spermatogenium Spermatogonium merupakan tahap pertama pada

spermatogenesis yang dihasilkan oleh testis. Spermatogonia

13

terletak

berdekatan

dengan

membran

basalis

tubulus

semineferus. Spermatogonia berproliferasi melalui mitosis dan berdiferensiasi menjadi spermatosit primer. Spermatogoium terbentuk dari 46 kromosom dan 2N kromatid.

14

2. Spermatosit primer Spermatosit spermatogonium primer Spermatosit merupakan primer mitosis dari dari 46

terbentuk

kromosom dan 4N kromatid. Setiap spermatosit primer mengalami pembelahan meosis untuk membentuk dua

spermatosit sekunder. 3. Spermatosit sekunder Spermatosit sekunder merupakan meiosis dari

spermatosit primer. Spermatosit sekunder terbentuk dari 23 kromosom dan 2N kromatid. Pada tahap ini terjadi pembelahan secara meiosis. Pembelahan meiosis pada spermatosit sekuder menghasilkan 4 spermatid. Proses pembentukan spermatosit sekunder, dimulai saat spermatosit primer menjauhi dari lamina basalis, sitoplasma makin banyak, dan terjadilah meiosis pertama membentuk dua spermatosit sekunder yang masingmasing memiliki kromososm haploid (1n). Proses meiosis pertama ini langsung diikuti dengan pembelahan meiosis kedua yang membentuk empat spermatid masing-masing dengan kromosom haploid. Akhirnya spermatid akan bertranformasi membentuk spermatozoa. Proses spermatogenesis ini terjadi pada suhu normal tetapi lebih rendah dari pada suhu tubuh, dan proses ini juga dipengaruhi oleh sel sertoli. 4. Spermatid Spermatid merupakan meiosis dari spermatosit sekunder. Pada tahap ini terjadi pembelahan secara meiosis yang kedua. Spermatid terbentuk dari 23 kromosom dan 1N kromatid.

15

5. Sperma Sperma merupakan diferensiasi atau pematangan dari spermatid. Tahap terakhir spermatogenesis adalah maturasi spermatid menjadi spermatozoa (sperma). Pada tahap ini terjadi diferensiasi. Sperma terbentuk dari 23 kromosom dan 1N kromatid dan merupakan tahap sperma yang telah matang dan siap dikeluarkan. Pada waktu ejakulasi, seorang laki-laki dapat mengeluarkan 300 – 400 juta sel spermatozoa.

Tipe Sel Spermatogonium Spermatosit primer Spermatosit sekunder Spermatid

Kromosom 46 46 23

Kromatid 2N 4N 2N

Proses pembelahan Mitosis Meiosis Meiosis

23

1N

Diferensiasi menjadi sperma

Sperma

23

1N

-

16

Jadi jika dilihat dari tahapannya, proses spermatogenesis dibagi menjadi tiga tahapan : 1. Tahapan Spermatocytogenesis Yaitu tahapan dimana spermatogonia bermitosis menjadi spermatid primer, proses ini dipengarui oleh sel sertoli, dimana sel sertoli yang memberi nutrisi-nutrisi kepada spermatogonia, spermatosit. sehingga dapat berkembang menjadi

2. Tahapan Meiosis Merupakan tahapan spermatosit primer bermiosis I

membentuk spermatosis sekunder dan langsung terjadi meiosis II yaitu pembentukan spermatid, dari spermatosit sekunder. Proses ini terjadi saat spermatosit primer menjauhi lamina basalis, dan sitoplasma semakin banyak.

3. Tahapan Spermiogenesis Merupakan tahapan terakhir pembentukan spermatozoa, dimana terjadi transformasi dari spermatid menjadi

spermatozoa. Tahapan ini terdiri dari empat fase : yaitu fase golgi, fase tutup. fase akrosom, dan fase pematangan

Spermatozoa panjangnya mencapai 60 um. Sperma matur memiliki satu kepala, satu badan , dan satu flagelum (ekor) : a. Kepala berisi nukleus dan dilapisi akrosom (tutup kepala) yang mengandung diperlukan untuk menembus ovum. pada kepala sperma terdapat akrosoma yang terbentuk dari badan golgi dan mengandung enzim hialuronidase yang

17

berfungsi untuk melisiskan bentuk telur. Pada bagian ini juga terdapat inti sperma yang menyimpan sejumlah kode/informasi genetik yang akan diwariskan kepada keturunannya. b. Badan mengandung mitokondria yanag memproduksi ATP diperlukan untuk pergerakan. c. Goyangan flagelum mengakibatkan motilitas (kemampuan untuk bergerak secara spontan) sperma (untuk berenang).

Kuantitas dan komposisi semen: 1. Volume ejakulasi berkisar antara 1 ml sampai 10 ml. Ratarata 3 ml. semen terdiri dari 90% air dan mengandung 50 sampai 120 juta sperma per ml volume sperma mencapai 5% volume semen. 2. Semen diejakulasi dalam bentuk cairan kental berwarna abu-abu kekuningan dengan ph 6,8 sampai 8,8. cairan ini segera berkoagulasi setelah ejakulasi dan mencair dengan spontan dalam 15 sampai 20 menit. 3. Bagian cairan pertama ejakulasi mengandung spermatozoa, sekresi kelenjar prostat dan

epididimal, dan

bulbouretral. Bagian terakhir ejakulasi berisi sekresi dari vesikel seminalis. 4. Semen mengandung berbagai zat yang ada dalam plasma darah juga zat tanbahan juga zat tambahan seperti

18

prostaglandin, enzim proteolitik, inhibitor enzim, vitamin, dan sejumlah hormon steroid serta gonadotropin dalam konsentrasi yang berbeda dengan yang ada diplasma darah. 5. Setelah ejakulasi, spermatozoa bertahan hidup hanya sekitar 24 sampai 72 jam dalam saluran reproduksi perempuan. Sperma dapat disimpan selama beberapa hari pada suhu rendah atau dibekukan jika akan disimpan selama satu tahun.

b. Pengaturan Hormonal sistem reproduksi laki-laki 1. Hormon tesikular.Androgen utama yang diproduksi testis adalah testosteron. Testis juga mensekresi sedikit

androstenedion, yaitu prekursor untuk estrogen pada laki-laki, dan dihidro-testosteron (DHT) yang penting untuk

pertumbuhan prenatal dan diferensiasi (berkembang menjadi bentuk, sifat, atau fungsi khusus yang berbeda dengan sitoplasma, sel atau jaringan sekitarnya atau dari jenis aslinya) genetalia laki-laki.  Pada janin laki-laki, sekresi testosteron menyebabkan terjadinya diferensiasi duktus internal dan genetalia

eksternal, dan menstimulasi penurunan testis kedalam scrotum selama dua bulan terakhir gestasi. Dari lahir sampai pubertas, hanya sedikit atau bahkan tidak ada testosteron yang diproduksi.  Saat pubertas dan setelahnya, testosteron bertanggung jawab atas perkembangan dan pemeliharaan karakteristik seks sekunder laki-laki :

19

1. Testosteron

meningkatkan

pertumbuhan

dan

perkembangan genetalia laki-laki. 2. Testosteron bertanggung jawab atas pendistribusian rambut yang menjadi ciri khas laki-laki. 3. Testosteron menyebabkan pembesaran laring dan perpanjangan serta penebalan pita suara sehingga menghasilkan suara bernada rendah. 4. Testosteron meningkatkan ketebalan dan tekstur kulit serta mengakibatkan permukaan kulit menjadi lebih gelap dan lebih kasar. Hormon ini juga meningkatkan aktivitas kelenjar keringat dan kelenjar sebasea serta terlibat dalam pembentukan jerawat (pada laki-laki dan perempuan). 5. Testosteron meningkatkan massa otot dan tulang, meningkatkan laju metabolik dasar, meningkatkan jumlah sel darah merah, dan meningkatkan kapasitas pengikatan oksigen pada laki-laki. 2. Hormon hipofisis dan hipotalamus mengendalikan produksi androgen dan fungi testikular. a. Gonadotropin hipofisis. Folicle stimulating hormon (FSH) memiliki reseptor pada sel tubulus seminiferus dan diperlukan dalam spermatogenesis. Hormon ini juga disekresikan oleh kelenjar hipofisis bagian anterior, dan berfungsi untuk mempengaruhi dan merangsang

perkembangan tubulus seminiferus dan sel sertoli untuk menghasikan pengikat ABP (Androgen yang Binding Protein/protein mengikat

androgen)

berfungsi

untuk

estrogen dan testosterone dan membawa kedua hormone tersebut ke dalam cairan tubulus seminiferus, jadi ABP juga berfungsi memacu pembentukan sperma. FSH pada
20

khusunya berfungsi pada pembentukan spermatid menjadi spermatozoa. Luteinizing hormon (LH) memiliki reseptor pada sel interstisial testosteron. stimulating dan LH menstimulasi juga disebut atau produksi ICSH serta sekresi cell sel

(interstitial perangsang

hormone)

hormon

interstisial pada laki-laki. b. Hipothalamic gonadotropin releasing hormone (GnRH) berinteraksi dengan testosteron, FSH, LH, dan inhibin dalam mekanisme umpan balik negatif yang mengatur sintesis dan sekresi testosteron. 1. Penurunan konsentrasi testosteron yang bersirkulasi menstimulasi produksi GnRH hipotalamik yang

kemudian menstimulasi sekresi FSH dan LH. FSH menstimulasi spermatogenesis dalam tubulus

seminiferus dan LH menstimulasi sel interstisial untuk memproduksi testosteron. hormon lutein (Luteinizing Hormone/LH). menghasilkan LH merangsang sel Leydig hormon testosteron. Pada untuk masa

pubertas, androgen/testosteron memacu tumbuhnya sifat kelamin sekunder. 2. Peningkatan kadar testosteron dalam darah

memberikan kendali umpan balik negatif pada sekresi GnRH dan pada sekresi FSH dan LH hipofisis. 3. Inhibin disintesis dan disekresi oleh sel sertoli untuk merespons terhadap sekresi FSH. Hormon ini bekerja melalui umpan balik negatif langsung pada kelenjar hipofisis untuk menghambat sekresi FSH. Inhibin tidak mempengaruhi pelepasan LH (ICSH).

21

4. Protein pengikat androgen adalah suatu polipeptida yang juga diproduksi oleh sel Sertoli untuk merespon sekresi FSH. Protein mengikat testosteron untuk mempertahankan konsentrasinya dalam tubulus

seminiferus 10 sampai 15 kali lebih besar dibandingkan dengan konsentrasinya dalam darah. Hal ini kemudian meningkatkan testosteron penerimaan dan berfungsi sel terhadap efek

untuk

menunjang

spermatogenesis. c. Pubertas dipicu oleh peningkatan sekresi GnRH. 1. GnRH dihambat melalui umpan balik negatif dari sejumlah kecil testosteron yang bersikulasi sebelum pubertas. 2. Saat pubertas, maturasi otak dan penurunan penghabat

sensitivitas

hipotalamus

terhadap

testosteron menyebabkan peningkatan sekresi GnRH yang kemudian meningkatkan sekresi FSH dan LH hipofisis. Ini mengakibatkan produksi terjadinya dan

spermatogenesis,

testosteron,

pembentukan karakteristik seks sekunder pada laki-laki. 3. Peningkatan kadar GnRH menyebabkan peningkatan sekresi FSH dan RH oleh kelenjar hipofisis anterior.

22

B. SISTEM REPRODUKSI PEREMPUAN Fungsi reproduksi perempuan dapat dibagi menjadi dua tahapan utama: 1. Persiapan tubuh wanita untuk menerima konsepsi dan kehamilan, 2. Masa kehamilan itu sendiri.

1. STRUKTUR REPROUKSI PEREMPUAN Organ reproduksi perempuan terdiri atas organ reproduksi luar (genetalia ekterna) dan organ reproduksi dalam (genetalia internal). Eksternal: Mons veneris Labia major  jaringan lemak  bagian luar terdapat rambut, bag. Dalam >> kelenjar sebace Labia minora Clitoris Vesti bulum  lipatan medial labia major  syaraf sensoris  terdapat muara dari vagina  // mucus saat coitus

Kelenjar bartolini Hymen

 lapisan tipis yang menutupi sebagian besar introitus vagina.

Internal :  Vagina Saluran penghubung uterus dan vulvua Terdapat rugae (lipatan circular) PH 4-5, sebagai proteksi Sebagai jalan intercourse, aliran cairan/ menstruasi, jalan lahir

23

Uterus Terdapat berkembang embrio Non pregnant ; berat + 60 gr, panjang 7 cm, lbr 5 cm. Berbentuk seperti bola lampu/ pear Terdapat 2 ostium : QUI dan QUE Tiga bagian : fundux (upper), corpus (middle), cervix Terdapat pembuluh darah ; arteri UT dan arteri ovarica

Tuba fallopi Panjang 8 – 13.5 cm Membawa ovum ke uterus Tempat fertilasi sebelkum ke cav. Ut. Terdapat otot yang memungkinkan gerakan.

Panggul Bentuk Ukuran CE : Gynekoid, Android, Antropoid dan plateloid : DC : 26 – 30 cm, DS : 23 – 26 cm : 18 – 20 (bodilouge) * panggul

1.1 Organ Reproduksi Luar ( genetalia eksternal) Organ-organ reproduksi eksternal dalam arti sempit adalah alat kandungan yang dapat dilihat dari luar bila wanita dalam posisi litotomi. Genetalia eksterna secara kesatuan disebut vulva atau pudendum. Vulva adalah bagian alat kandungan luar yang berbentuk lonjong, berukuran panjang mulai dari klitoris, kanan kiri dibatasi bibir kecil,

24

sampi belakang dibatasi perineum. Genetalia eksternal feminina terdiri dari :          Mons veneris Labia Mayora Labia Minora Klitoris Vestibulum orifisium uretra aksterna Introitus vagina Hymen perineum

a. Mons Veneris (mons pubis) Mons Veneris adalah daerah yang menggunung diatas simfisis, yang akan ditumbuhi rambut kemaluan (pubes) apabila wanita berangkat dewasa. Pada wanita, rambut ini tumbuh membentuk sudut lengkung sedangkan pada pria membentuk sudut runcing ke atas. Merupakan suatu bangunan yang terdiri atas kulit yang di bawahnya terdapat jaringan lemak menutupi tulang kemaluan /simphisis. Mons veneris ditutupi rambut kemaluan

Fungsi Mons veneris adalah sebagai pelindung terhadap benturanbenturan dari luar dan dapat menghindari infeksi dari luar.

b. Labia Mayora (bibir besar kemaluan) Labia mayor adalah dua lipatan kulit longitudinal yang merentang ke bawah dari mons pubis dan menyatu disisi posterior perineum, yaitu kulit antara pertemuan dua lipatan dan anus.

25

Labia mayora Terdiri atas bagian kanan dan kiri lonjong mengecil ke bawah dan bersatu di bagian bawah. Bagian luar labia mayora terdiri dari kulit berambut (lanjutan dari mons veveris), kelenjar lamak, dan kelenjar keringat. Bagian dalamnya tidak berambut dan mengandung kelenjar lemak. Labia minor homolog (serupa dengan struktur dan asalnya) dengan skrotum pada lakilaki.

c. Labia Minora Labia minor adalah dua lipatan kulit diantara labia mayora. Lipaatan ini tidak berambut, tetapi mengandung kelenjar sebasea dan beberapa kelenjar keringat. Di sini dijumpai frenulum klitoris, preputium, dan frenulum pudenti. a. Prepusium klitoris adalah pertemuan lipatan-lipatan labia minora dibawah klitoris. b. Frenulum adalah area lipatan dibawah klitoris.

d. Klitoris Klitoris homolog dengan penis laki-laki, tetapi lebih kecil dan tidak memiliki mulut uretra. Klitoris identik dengan penis pada pria, kira-kira sebesar kacang hijau dan ditutupi oleh frenulum kitoris. Glans klitoris berisi jaringan yang dapat berereksi, sifatnya amat sensitif karena banyak memiliki serabut saraf. 1) Klitoris terdiri dari:    Dua kruka (akar), Satu batang (badan) Satu glans klitoris bundar yang banyak mengandung ujung saraf dan sangat sensitif.

26

2) Batang klitoris mengandung dua korpora kavernosum yang tersusum dari jaringan erektil. Saat mengembung dengan darah selama eksitasi seksual, bagian ini bertanggung jawab untuk ereksi klitoris.

e. Vestibulum Vestibulum adalah area yang dikelilingi labia minora. Vestibula menutupi mulut uretra, mulut vagina, dan duktus kelenjar bartolini (vestibular besar). bagian kelamin ini dibatasi oleh kedua labia kanan-kiri dan bagian atas oleh klitoris serta bagian belakang pertemuan labia minora. Pada bagian vestibulum terdapat muara vagina (liang senggama), saluran kencing, kelenjar Bartholini dan kelenjar Skene (kelenjar ini akan mengeluarkan cairan pada saat permainan pendahuluan dalam hubungan seks sehingga

memudahkan penetrasi penis). a. Kelenjar bartholini homolog dengan kelenjar bulbouretral pada laki-laki. Kelenjar ini memproduksi beberapa tetes sekresi mukus untuk membantu melumasi orifisium vaginal saat eksitasi seksual. b. Bulba vestibular adalah massa jaringan erektil dalam di substansi jaringan labial. Bagian ini sebanding dengan korpora spongiosum penis.

f.

Orifisium Uretra Orifisium uretra adalah jalur keluar urine dari kandung kemih. Tepi lateralnya mengandung duktus untuk dua kelenjar parauretral (sekene) yang dianggap homolog dengan kelenjar prostat pada laki-laki.

g. Introitus Vagina (mulut vagina)

27

Introirus vagina adalah pintu masuk ke vagina. Introitus vagina terletak di bawah orifisium uretra.

h. Hymen Hymen (selaput dara) merupakan selaput yang menutupi intriotus vagina. Merupakan selaput tipis yang menutupi sebagian lubang vagina luar. Biasanya berlubang membentuk semilunaris, Anularis, tapisan, septata, atau fimbria. Bila tidak berlubang disebut atresia himenalis atau himen imperforata. Himen akan robek saat koitus. Apabila telah bersalin sisa humen disebut kurunkula himen. Pada koitus pertama himen robek dibeberapa tempat dan sisanya dinamakan karukulae mirtiformes. Bentuk lain yang ditemukan pada hymen ialah hymen kribiformis (menunjukkan beberapa lubang), himen septus, dan sebagainya. Kadang-kadang hymen tertutup sama sekali (himen imperforata).

i. Perineum Perineum (pada laki-laki dan perempuan) adalah area berbentuk seperti intan yang terbentang dari simfisis pubis di sisi anterior sampai ke koksiks di sisi posterior dan ke tuberositas iskial di sisi lateral. Perineum terletak diantara vulva dan anus . 1.2. Organ Reproduksi dalam (genetalia internal) Genetalia internal feminina terdiri dari :     Vagina Uterus (rahim) Tuba Fallopii (tuba uterin) Ovarium

28

a. Vagina Vagina adalah fibromuskular yang dapat berdistensi. Organ ini merupakan jalan lahir bayi dan aliran menstrual, fungsinya adalah sebagai organ kopulasi perempuan. Vagina menghubungkan genetalia eksterna dengan genetalia interna. Introitus vagina tertutup pada hymen (selaput dara), suatu lipatan selaput setempat. Pada seorang virgo selaput daranya masih utuh, dan lubang selaput dara (hiatus himenalis) umumnya hanya dapat dilalui oleh jari kelingking. Merupakan saluran muskulo-membranasea (otot-selaput)

yang menghubungkan rahim dengan dunia luar.Bagian ototnya berasal dari otot levator ani dan otot sfingter ani (otot dubur) sehingga dapat dikendalikan dan dilatih. Dinding vagina mempunyai lipatan sirkuler (berkerut) yang disebut “rugae”. Dinding depan vagina berukuran 9cm dan dinding belakangnya 11cm. Selaput vagina tidak mempunyai kelenjar sehingga cairan yang selalu membasahi berasal dari kelenjar rahim atau lapisan dalam rahim. Sebagian dari rahim yang menonjol pada vagina disebut “porsio” (leher rahim). Vagina (saluran senggama) mempunyai fungsi penting : 1. sebagai jalan lahir bagian lunak, 2. sebagai sarana hubungan seksual, 3. saluran untuk mengalirkan lendir dan darah menstruasi.

Lendir vagina banyak mengandung glikogen yang dapat dipecah oleh bakteri Doderlein, sehingga keasaman cairan vagina sekitar 4,5 (bersifat asam).

1) Ukuran dan lokasi. Vagina terletak diantara saluran kemih dan rektum. Organ ini menghadap uterus pada sudut sekitar 45 0 dari vestibula

29

genetalia eksternal dan terletak antara kandung kemih dan uretra di sisi anterior dan rektum disisi posterior. Dibagian ujung atasnya terletak mulut rahim. Ukuran panjang vagina dinding depan 8 cm dan dinding belakang 10 cm. Dinding vagina bagian belakang lebih panjang dan memebentuk forniks posterior yang jauh lebih luas dari pada forniks anterior.

2) Struktur dinding vagina Vagina tersusun dari atventisia terluar, suatu lapisan otot polos, dan epitelium skuamosa bertingkat nonkeratinisasi yang dikenal sebagai lapisan vaginal. Sel-sel pada lapisan vaginal memiliki reseptor yang terikat pada membran untuk estrogen. Mukosa vagina berlipat-lipat horisontal, lipatan itu

dinamakan rugae, sedangkan di tengahnya ada bagian yang lebih keras disebut kolumna rugarum. Dinding vagina terdiri dari lapisan mukosa, lapisan otot, dan lapisan jaringan ikat. Berbatasan dengan serviks

membentuk ruangan lengkung antara lain forniks lateral kiri dan kanan, forniks anterior dan forniks posterior. Suplai darah vagina diperoleh dari arteri uterina, arteri vesikalis inferior, arteria hemoroidalis mediana, dan arteri pudendus interna. a. Sebelum pubertas dan setelah menopause, jika konsentrasi estrogen darah rendah, lapisan vagina menjadi tipis dan hampir seluruhnya terdiri dari sel-sel basal b. Selama tahun-tahun reproduktif dan karena pengaruh estrogen, lapisan vaginal menjadi tebal dan terdiri dari 40 lapisan sel basa, sel intermediate, dan sel superfisial. 3) Cairan dan haluaran vaginal Vagina dilembabkan dan lumasi oleh cairan yang berasal dari kapilar pada dinding vaginal dan sekresi dari kelenjar-

30

kelenjar serviks. pH cairan vaginal bergantung pada kadar estrogen. a. saat masa reproduktif, haluan vaginal bersifat asam (pH3,5 sampai 4,0).karena stimulasi estroge,sel-el mukosa

menyimpan glikogen yang akan dimetabolis menjadi asam laktat oleh bakteri normal vaginal. b. Sebelum pubertas dan setelah monopause sedikit stimulasi estrogen mngakibatkan sedikit akumulasi glikogen dalam sel-sel mukosa dan pH-nya menjadi basa. c. Haluaran yang asam dan epitelium yang tebal melindungi vagina dari infeksi bakteri berbahaya. Ephitelium adalah lapisan sel yang menutupi semua permukaan luar dan semua permukaan dalam, termasuk rongga kavitas, kelenjar dan pembuluh. Jika kadar estrogen rendah, seperti anak perempuan prapubertas dan perempuan menopause, vagina lebih rentan terhadap infeksi. Infeksi juga sering terjadi pada perempuan dimasa produktif jika bakteri normal vaginal diganggu atau dihancurkan oleh alat kontrasepsi kimia atau antibiotik.

b.

Uterus (rahim) Uterus adalah suatu struktur otot yang cukup kuat, bagian luarnya ditutupi oleh peritonium sedangkan rongga dalamnya dilapisi oleh mukosa rahim. Dalam keadaan tidak hamil, rahim terletak dalam rongga panggul kecil di antara kandung kemih dan dubur. Uterus adalah organ tunggal muskular dan berongga. Oosit yang elah dibuahi akan tertanam dalam lapisan endometrium uterus dan dipenuhi kebutuhan nutrisinya untuk tumbuh dan berkembang sampai lahir.

31

Fungsi rahim: 1. Sebagai alat tempat terjadinya menstruasi 2. Sebagai alat tumbuh dan berkembangnya hasil konsepsi 3. Tempat pembuatan hormon misal HCG 1) Struktur dan lokasi uterus Besarnya rahim berbeda-beda, bergantung pada usia dan pernah melahirkan anak atau belum. Ukurannya kira-kira sebesar telur ayam kampung. Pada nullipara ukurannya 5,5-8 cm x 3,5-4 cm x 2-2,5 cm; multipara 9-9,5 cm x 5,5-6 cm x 3-3,5 cm. Beraatnya 40-50 gram pada nulipara dan 60-70 gram pada multipara. Rahim berbetuk seperti bola lampu pijar atau buah pear, Bagian rahim antara kedua pangkal tuba, yang disebut fundus uteri merupakan bagian proksimal rahim. Bagian-bagian dari rahim (uterus): 1. Servik uteri 2. 3. Korpus uteri Fundus uteri Ruangan rahim berbentuk segitiga, dengan bagian besarnya di atas. Dari bagian atas rahim (fundus) terdapat ligamen menuju lipatan paha (kanalis inguinalis), sehingga kedudukan rahim menjadi ke arah depan. Lapisan otot rahim terdiri dari tiga lapis, yang mempunyai kemampuan untuk tumbuh-kembang sehingga dapat memelihara dan

mempertahankan kehamilan selama sembilan bulan. Rahim juga merupakan jalan lahir yang penting dan mempunyai kemampuan untuk mendorong jalan lahir. Segera setelah persalinan otot rahim dapat menutup pembuluh darah untuk menghindari perdarahan. Setelah persalinan, rahim dalam waktu 42 hari dapat mengecil seperti semula.

32

Umumnya uterus terfleksi ke depan (terantefleksi) dan terantvensi sehingga letaknya hampir horisontal di atas kandung kemih. Pada beberapa perempuan, uterus secara normal dapat teretrofleksi dan teretroversi sehingga menindih rektum. Letak rahim dalam keadaan lainnya fisiologis adalah adalah antefleksi

anteversiofleksi.

Letak-letak

(tengadah ke depan), retrofleksi (tengadah ke belakang).

2) Penopang Uterus pada dasarnya ditopang oleh lipatan peritoneal, ligamen besar yang melekatkan uterus pada dinding pelvis. Ligamen bundar merentang dari sudut lateral uterus, melewati kanal inguinal menuju labia mayora. Uterus juga diikat oleh ligamen kardial dan uterosakral. Uterus di dalam perut terapung-apung tetapi terfiksasi oleh jaringan-jaringan ikat & ligamentum. Sikap dan letak rahim dalam rongga panggul terfiksasi dengab baik karena ditopang dan dipertahankan oleh : 1. Tonus rahim sendiri 2. Tekanan intra abdominal 3. Otot-otot dasar panggul 4. Ligamentum-ligamentum: a. b. c. d. e. Ligamentum cardinal sinistra dan dextram (mackenrodt) Ligamentum Sakro Uterinum sinistra & dextra Ligamentum Rotundum sinistra & dextra Ligamentum Latum sinistra & dextra Ligamentum infundibulum pelvikum sinistra & dextra

a) Ligamentum cardinale sinistra & dextra (Mackenrodt)

33

Ligamen ini fungsinya : a. b. Mencegah supaya uterus tidak turun Di dalamnya terdapat pembuluh darah yang arteria & vena uterin Ligamen ini berjalan dari servix uteri dan puncak vagina ke arah lateral dinding panggul

Penyebab uterus turun: a. Sering melahirkan b. Perempuan yang sering melahirkan sering dipijat c. Orang yang sudah tua b) Ligamentum Sakro Uterinum sinistra & dextra Fungsi : menahan uterus supaya tidak dapat bergerak Berjalan dari servik bagian belakang kiri kanan ke Os sacrum c) Ligamentum Rotundum sinistra & dextra Ligamen ini berjalan dari daerah Fundus uteri ke dinding panggul Pada perempuan hamil sering mengalami nyeri pada daerah kaki bawah dikarenakan ligamen rotundum tegang d) Ligamentum Latum sinistra & dextra Merupakan suatu jaringan lapis tipis yang menutupi tuba uterina dan uterus di sebelah belakang ligamentum latum terdapat ovarium/indung telur e) Ligamentum infundibulum pelvikum sinistra & dextra Di dalam ligamen ini terdapat urat-urat syaraf kelenjar limfa serta arteria dan vena ovarika untuk darah yang

memberikan ke ovarium dan uterus f) Ligamentum ovarii proprium Yang berjalan dari ovarium menuju ke bagian belakang Fundus uteri Ligamentum ini secara embriologi berasal dari Gubernaculum seperti juga ligamentum rotundum

34

3) Struktur Uterus a. Dinding uterus Dinding uterus terdiri dari tiga bagian : 1. Bagian luar serosa (perimetrium) Perimetrium, merupakan lapisan luar yang terdiri dari jaringan ikat Uterus di dalam perut terapung-apung tetapi terfiksasi oleh jaringan-jaringan ikat & ligamentum 2. Bagian tengah (meometrium) lapisan otot polos 3. Bagian terdalam (endometrium) Endometrium menjalani perubahan siklus selama

menstruasi dan membentuk lokasi implantasi untuk ovum yang dibuahi. Endometrium tersusun dari dua lapisan: 1. Lapisan superfisial (startum fungsional) endometrium berukuran lebih tebal. Lapisan ini mengandung kelenjar yang merespons hormon steroid dan biasanya hampir secara keseluruhan runtuh saat menstruasi 2. Lapisan basal (startum basalis) tidak berubah saat siklus menstruasi berlangsung.

b. Fundus uterus Fundus uteri adalah bagian bundar yang letaknya superior terhadap mulut tuba uterin.

c. Badan uterus (korpus uterus) Korpus uterus adalah bagian luas berdinding tebal yang membungkus kavum uterus (rongga uterus)

35

d. Serviks Serviks adalah bagian leher bawah uterus yang terkonstriksi. Serviks uteri terbagi menjadi dua bagian, yaitu pars supra vaginal dan pars vaginal. Pars vaginal disebut juga portio, terdiri dari bibir depan dan bibir belakang portio. Saluran yang menghubungkan orifisium uteri interna (oui) dan orifisiun uteri eksterna (oue) disebut kanalis servikalis, dilapisi oleh kelenjar-kelenjar serviks.

e. Portio vaginalis Portio vaginalis adalah bagian serviks yang menonjol kedalam ujung bagian atas vagina. Resesus sirkular yang terbentuk pada area pertemuan adalah forniks anterior, forniks posterior, dan forniks lateral (forniks singular).

4) Suplai darah pada uterus Darah arteri memperdarahi uterus melalui arteri-arteri uterus berasal dari arteri iliaka interna dan bercabang menjadi arteri ovarian dan vagina. a. Dalam dinding uterus, arteri menjadi arteri arkuata, kemudian bercabang menembus miometrium sebagai arteri radial. Perpanjangan dari arteri radial ke dalam

endometrium disebut arteriol spiral (terpilin). Suplai darah ke endometrium signifitan dengan proses menstruasi. b. Darah kembali dari uterus melalui vena uterus yang paralel dengan jalur arteri.

c. Tuba fallopii (tuba uterin) Tuba fallopii menerima dan mentranspor oosit ke uterus setelah ovulasi. Tuba fallopii adalah saluran yang keluar dari kornu rahim kanan dan kiri, panjangnya 12-13 cm, dan diameter 3-8 mm.

36

Salah satu ujungnya melekat pada uterus dan ujung lainnya membuka ke dalam rongga pelvis. Bagian luarnya diliputi oleh peritonium viseral yang merupakan bagian dari ligamentum latum. Bagian dalam saluran dilapisi silia, yaitu rambut getar yang berfungsi untuk menyalurkan telur dan hasil konsepsi menuju uterus. Tuba fallopii terdiri atas empat bagian : 1. Pars interstisial (intramuralis), yaitu bagian yang terdapat didinding uterus 2. Pars ismiaka, yang merupakan segmen terdekat dari uterus, bagian ini saluran telur yang sempit 3. Pars ampularis, yaitu bagian tengah segmen tuba, bagian berbentuk sebagai saluran agak lebar, dimana biasanya merupakan tempat pembuahan (konsepsi) terjadi. 4. Infundibulum, yang merupakan ujung tuba yang terbuka ke rongga perut (abdomen) dan bagin imi mempunyai prosesus motil menyerupai jaring (fimbria) yang merentang di atas permukaan ovarium untuk membantu menyapu dan

menangkap oosit terovulasi yang kemudian akan disalurkan ke dalam tuba. Bentuk infundibulum seperti anemon (sejenis binatang laut). Fungsi tuba:    Tempat terjadinya fertilisasi Saluran yang mengeluarkan hasil konsepsi Fimbria mengangkat ovum yang keluar dari ovarium Dinding tuba fallopi terdiri dari serabut, otot polos, jaringan ikat, dan sebuah lapisan epitel bersilia yang sirular. Tersusun secara longitudinal. Oosit bergerak di sepanjang tuba fallopii menuju uterus karena getaran silia dan kontraksi peristaltik otot

37

polos. Oosit memerlukan waktu 4 sampai 5 hari untuk sampai ke uterus. d. Ovarium Pada umumnya perempuan memiliki 2 indung telur (ovarium), masing-masing di kanan dan di kiri. mesovarium menggantung, ovarium di bagian belakang ligamentum latum kanan dan kiri. Ukuran ovariun berukuran kurang lebih sebesar ibu jari tangan dengan ukuran Panjang kira-kira 3 sampai 5 cm, lebar 2 sampai 3 cm, dan tebal 1 cm. Berbentuk seperti kacang kenari. Bagian pinggir atasnya atau hilusnya berhubungan dengan mesovarium tempat ditemukannya pembuluh-pembuluh darah dan serabuserabut saraf untuk ovarium. Pinggir bawahnya bebas. Permukaan belakangnya menuju ke atas dan belakang, sedangkan permukaan depannya ke bawah dan depan. Ujung yang dekat dengan tuba terletak lebih tinggi dari pada ujung yang dekat dengan uterus dan tidak jarang diselubungi oleh beberapa fimbria dari infundibulum. Ujung ovarium yang lebih rendah berhubungan dengan uterus melalui ligamentum ovarii proprium tempat ditemukannya jaringan otot di ligamentum rotundum. Embriologik kedua ligamentum berasal dari gubernakulum.

1) Lokasi dan perlekatan ovarium Masing-masing ovarium terletak pada dinding samping rongga pelvis posterior dalam sebuah ceruk dangkal, yaitu fosa ovarian, dan ditahan dalam posisi tersebut oleh mesenterium pelvis (lipatan peritoneum antara peritonium viseral dan peritoneum parietal), ovarium adalah satu-satunya organ dalam rongga pelvis yang retroperitoneal (terletak di belakang peritoneum).

38

2) Struktur ovarium ovarium dilapisi epitelium germinal (permukaan). Jaringan ikat ovarium disebut stoma dan tersusun dari korteks pada bagain luar dan medula pada bagian dalam. a) Medula ovarium adalah area terdalam. Medula atau zona vaskulosa, terdiri dari: Pembuluh darah dan limfatik, Serabut saraf, Sel-sel otot polos, Dan sel-sel jaringan ikat.

b) Korteks ovarium adalah lapisan stroma luar rapat. Korteks mengandung folikel ovarian, yaitu uni fungsional pada ovarium. Kulit korterks atau zona parenkimatosa, terdiri dari: Tunika albuginea, yaitu epitel berbentuk kubik, Jaringan ikat di sela-sela jaringan lain Stroma, folikel primodial, dan folikel de Graaf, Sel-sel warthard.

Diperkirakan

pada

perempuan

terdapat

kira-kira

100.000 folikel primer. Tiap bulan satu folikel akan keluar, kadang-kadang dua folikel, yang dalam perkembangannya akan menjadi folikel de Graaf. Folikel-folikel ini merupakan bagian terpenting dari ovarium yang dapat dilihat di korteks ovarii dalam letak yang beraneka ragam dan pula dalam tingkat-tingkat perkembangan yang berbeda, yaitu dari sel telur yang dikelilingi oleh satu lapisan sel-sel saja sampai menjadi folikel de Graaf yang matang terisi dengan likuor follikuli, mengandung estrogen dan siap untuk berovulasi.

39

Folikel de Graaf yang matang terdiri atas : 1. Ovum, yakni suatu sel besar dengan diameter 0,1 mm yang mempunyai nukleus dengan anyaman kromatin yang jelas sekali dan satu nukleus pula 2. Stratum granulosum, yang terdiri atas sel-sel granulosa, yakni sel-sel bulat kecil dengan inti yang jelas pada pewarnaan dan mengelilingi ovum. Pada

perkembangan lebih lanjut di tengahnya terdapat suatu rongga terisi likuor follikuli 3. Teka interna, yaitu suatu lapisan yang melingkari stratum granulosum dengan sel-sel lebih kecil daripada sel granulosa 4. Teka eksterna, di luar teka interna yang terbentuk oleh stroma ovarium yang terdesak 5. Diskus proligerus 6. Likuor follikuli Pada ovulasi folikel yang matang yang mendekati permukaan ovarium pecah dan melepaskan ovum ke rongga perut. Sel-sel granulosa yang melekat pada ovum dan yang membentuk korona radiata bersama-sama ovum ikut diepas. Sebelum dilepas, ovum mulai mengalami pematangan dalam 2 tahap sebagai persiapan untuk dibuahi. Setelah ovulasi, sel-sel stratum granulosum di

ovarium mulai berproliferasi dan masuk ke ruangan bekas tempat ovum dan likuor follikuli. Demikian pula jaringan ikat dan pembuluh-pembuluh darah kecil yang ada di situ. Biasanya timbul perdarahan sedikit, yang menyebabkan bekas folikel berwarma merah dan diberi nama korpus rubrum. Umur korpus rubrum ini hanya sebentar. Di dalam
40

sel-selnya timbul pigmen kuning dan korpus rubrum menjadi korpus luteum. Sel-selnya membesar dan

mengandung lutein dengan banyak kapilar dan jaringan ikat di antaranya. Di tengah-tengah masih terdapat bekas perdarahan. Jika tidak ada pembuahan ovum, sel-sel yang besar serta mengandung lutein mengecil dan menjadi atrofik, sedangkan jaringan ikatnya bertambah. Luteum lambat laun menjadi korpus albikans. Jika pembuahan terjadi, korpus luteum tetap ada, malah akan menjadi lebih besar, sehingga mempunyai diameter 2,5 cm pada kehamilan 4 bulan. Fungi ovariun yang utama adalah untuk menghasilkan sel telur (ovum), dan menghasilkan hormon-hormon

(estrogen dan progesteron), ikut serta mengatur haid. e. Kelenjar mamae (payudara) kelenjar mamae dimiliki oleh kedua jenis kelamin, laki-laki dan perempuan kelenjar ini menjadi fungsional saat pubertas untuk merespon estrogen pada perempuan dan laki-laki biasanya tidak berkembang. Saat kehamilan, kelenjar mammae mencapai

perkembangan puncaknya dan berfungsi untuk produksi susu (laktasi) setelah kelahiran bayi. 1) Struktur mammae Setiap payudara merupakan elevasi dari jaringan

glandular dan adiposa yang yang tertutup kulit pada dinding anterior dada. Payudara terletak di atas otot pektoralis mayor dan melekat pada otot tersebut melalui selapis jaringan ikat dan bukan pada jumlah jaringan glandular aktual. a) Jaringan glandular terdiri dari 15 sampai 20 lobus mayor, setiap lobus dialiri duktus laktiferusnya sendiri yang

membesar menjadi sinus laktiferus (ampula) sebelum
41

muncul untuk memperforasi puting dengan dengan 15 sampai 20 mulut (opening). b) Lobus-lobus dikelilingi jaringan adiposa dan dipisahkan oleh ligamentum suspensorium Cooper (berkas jaringan ikat fibrosa). Ligamen suspensorium ini merentang dari fasia dalam pada otot pektoralis sampai fasia superfisial tepat dibawah kulit. c) Lobus mayor bersubdivisi menjadi 20 sampai 40 lobulus, setiap lobulus kemudian bercabang menjadi duktus-duktus kecil yang berakhir di alveoli sekretori. Sel-sel alveolar, di bawah pengaruh hormonal saat kehamilan dan setelah kelahiran merupakan unit glandular yang menyintesis dan mensekresi susu. d) Puting memiliki kulit berpigmen dan berkerut yang membentang keluar sekitar 1 cm sampai 2 cm untuk membentuk areola. Areola mengandung kelenjar sebasea dan kelenjar keringat yang beberapa diantaranya

berhubungan dengan folikel rambut dan serabut otot polos yang menyebabkan ereksi puting saat berkontraksi. Tidak ada otot di payudara. 2) Suplai darah dan aliran cairan limfatik payudara a. Suplai darah ke payudara berasal dari arteri mamaria internal, yang merupakan cabang arteri subklavia.

Kontribusi tambahan berasal dari cabang arteri aksilari torals. Darah dialirkan dari payudara melalui vena dalam dan vena supervisial yang menuju vena kava superior. b. Aliran limfatik dari bagian sentral kelenjar mammae, kulit, puting, dan areola adalah melalui sisi lateral menuju aksila. Dengan demikian, limfe dari payudara mengalir melalui nodus limfe aksilar. Hal ini secara klinis memiliki hubungan signifikan dengan metastasis kanker payudara.

42

f.

Pengaturan hormonal sistem reproduksi perempuan. Ketepatan pola siklus fungsi sistem reproduksi perempuan diatur melalui keseimbangan hormon hipotalamus (GnRH), hipofisis (FSH dan LH), dan hormon ovarium (estrogen dan progesteron). Mekanisme umpan balik positif dan negatif juga turut terlibat. 1) Menarche (periode menstruasi pertama) menandakan awal maturasi atau kematangan reproduksi perempuan dan sudah berfungsinya alat-alat reproduksi perempuan. Pada masa kanak-kanak atau sebelum pubertas ovarium mensekresikan sedikit estrogen yang menghambat pelepasan GnRH hipotalamus. Pada masa kanak-kanak hormon yang banyak dalam tubuh adalah hormon pertumbuhan. Saat pubertas, hipotalamus menjadi kurang sensitif terhadap estrogen dan melepas GnRH melalui semprotan pulsatil. GnRH menstimulasi hipofisis anterior untuk melepas FSH dan LH yang pada gilirannya akan menstimulasi ovarium untuk memproduksi estrogen dan progesteron. Sehingga pada masa itu terjadi siklus menstruasi. Macam-macam estrogen : Estradiol adalah estrogen uang secara biologis paling aktif dan paling penting yang disekresi ovarium Estron adalah estrogen lenah dibentuk melalui konversi androstenedion Estriol adalah estrogen terlemah.

2) Efek fisiologis estrogen a. Hormon ini merangsang semua pertumbuhan organ reproduksi. Terutama lapisan mukosa dan lapisan otot

43

tuba uterin, uterus, dan vagina. Estrogen juga menstimulasi pertumbuhan duktus dan alveolui kelenjar mammae. b. Estrogen mempengaruhi konfigurasi tubuh total melalui peningkatan penbentukan tulang dan peningkatan

penumpukan lemak dalam semua jaringan subkutan terutama di area bokong, paha, dan payudara. c. Estrogen juga memiliki efek metabolik, termasuk

menurunkan kadar kolesterol dan lipoprotein densitas rendah dalam darah melalui perbandingan pada

perempuan pascamenopause dan laki-laki, dan juga menfasilitasi metabolisme kalsium. d. Estrogen mempengaruhi fungsi pengaturan suhu dan pusat vasomotorik hipotalamus yang mengendalikan saraf penyebab dilatasi dan konstriksi pembuluh darah. e. Estrogen menyebabkan produksi sekresi serviks berair jernih yang cenderung memfasillitasi masuknya sperma ke dalam uterus. 3) Efek fisioligi progesteron a. Progestron merangsang pertumbuhan endomerium uterus lebih lanjut untuk mempersiapkannya terhadap implantasi ovum yang sudah dibuahi. Progesteron menghambat kontraksi uterus sehingga ovum yang sudah tertanam dapat bertahan. b. Progesteron juga merangsang pertumbuhan dan

diferensiasi sel-sel alveolar kelenjar mammae menjadi selsel pensekresi susu.

44

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->