HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA MTS AL-FALAH JAKARTA TIMUR

Skripsi Ini Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan Untuk Memenuhi Syarat-Syarat Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pdi)

Oleh : YUSNIYAH NIM: 104011000041

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1429 H / 2008 M

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA MTS AL-FALAH JAKARTA TIMUR

SKRIPSI
Skripsi Ini Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan Untuk Memenuhi Syarat-Syarat Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pdi)

Oleh

YUSNIYAH NIM 104011000041

Di Bawah Bimbingan

Pembimbing I

Drs. H. Elman Sadri NIP. 150.203.320

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1429 H – 2008 M

PENGESAHAN PANITIA UJIAN Skripsi berjudul: “Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Prestasi Belajar Siswa MTs Al-Falah Jakarta Timur” diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan telah dinyatakan lulus dalam Ujian Munaqasah pada Tanggal 19 Agustus 2008 dihadapan dewan penguji. Karena itu, penulis berhak memperoleh gelar Sarjana S1 (S. Pdi) dalam bidang Pendidikan Agama Islam (PAI). Jakarta, Agustus 2008 Panitia Ujian Munaqasah Ketua Panitia (Ketua Jurusan/Program Studi) Tanggal Tanda Tangan

Dr. H. Abdul Fatah Wibisono, MA NIP.: 150 236 009 Sekretaris (Sekretaris Jurusan/ Prodi) Drs. Sapiudin Shiddiq, M. Ag NIP.: 150 299 477 Penguji I Drs. Alisuf Sabri NIP.: 150 011 333 Penguji II Tanenji, MA NIP.: 150 285 599 Mengetahui, Dekan

.......................

...........................

.......................

...........................

.......................

...........................

.......................

...........................

Prof. Dr. Dede Rosyada, MA NIP.:150 231 356

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasi. yakni melihat bentuk hubungan antara variabel-variabel yang di teliti. metode penelitian ini adalah poenelitian deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan menggambarkan keadaan yang sebenarnya. . Penelitian Lapangan (Field Reserch). sedangkan uji signifikansi kofesien korelasi menunjukkan bahwa rt pada taraf signifikansi 5 % sebesar 0. b. Pengolahan data diakukan dengan analisis korelasi product moment. NIM : 104011000041. Jadi terdapat hubungan yang positif dan signifikansi antara pola asuh dengan prestasi belajar siswa MTs Al-Falah Jakarta Timur. “Metode korelasi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara suatu variabel dengan variabel-variabel lain”.605 berada pada arah yang positif. Elman Sadri. yaitu penelitian untuk memperoleh datadata lapangan langsung. yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas I MTs Al-Falah yang terdaftar pada tahun pelajaran 2007-2008 dengan jumlah populasi sebanyak 114 siswa sedangkan sampel yang diambil berjumlah 25 orang. Penelitian Kepustakaan (Library Reserch).ABSTRAK Skripsi ini di tulis oleh Yusniyah. membaca dan menganalisa buku yang ada relevansinya dengan masalah yang dibahas dalam skripsi. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah pola asuh orang tua (X) dan prestasi belajar (Y). maka digunakan dua bentuk penelitian. Metode penilitian ini diharapkan dapat menemukan hubungan antara variabel-variabel yang diteliti yaitu pola asuh orang tua dengan prestasi belajar siswa. di bawah bimbingan Drs. Hipotesis yang diajukan adalah diduga bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pola asuh orang tua dengan prestasi belajar siswa MTs Al-Falah Jakarta Timur. Di samping itu. Instrumen penelitian yang digunakan untuk memperoleh data adalah dengan menggunakan angket (kuesioner) dalam bentuk piliha ganda. dengan demikian dapat diketahui r hitung lebih tingi daripada “r” tabel pada tarf signifikansi 5 % denga kata lain Ho ditolak sehingga demikian Ha diterima.396. Untuk memperoleh data yang obyektif. Dengan cara mendatangi langsung sekolah yang akan diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar siswa MTs AlFalah Jakarta Timur.yaitu : a. Skripsi ini tentang hubungan antara poa asuh orang tua dengan prestasi belajar siswa Mts Al-Falah Jakarta Timur. H. Hasil penelitian dengan mengunakan analisis korelasi product moment menunjukkan bahwa nilai r hitung = 0.

Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan skripsi ini telah saya cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 3. 05 Juni 08 Yusniyah .LEMBAR PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa : 1. Jika dikemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan karya asli saya atau merupakan jiplakan dari karya orang lain. Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya sendiri yang diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar strata satu (S1) di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2. maka saya bersedia menerima sanksi yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Jakarta.

Bapak Moh. dan para pengikutnya terima kasih atas doa. puji syukur atas nikmat yang banyak yang Engkau anugerahkan kepada penulis. Elman Sadri yang telah memberikan bimbingan dan dorongannya kepada penulis sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan skripsi ini dan yang telah meluangkan waktunya untuk penulis serta nasihat. Salah satu nikmat yang terbesar dari-Mu adalah hidup penulis. Kepada Penasehat Akademik. Salawat serta salam penulis haturkan kepada Nabi Muhammad saw. Semoga dengan terselesainya penulisan skripsi ini. Firdaus Idris yang telah banyak membantu penulis. Toyib Umar BA. beserta i . keluarga. masukan. takdir dan nikmat dari-Mu yang tak boleh penulis sia-siakan. sekaligus pembimbing skripsi Bapak Drs. penulis harus mengelolanya dengan baik dan amanah. arahan dan motivasi yang tak henti-hentinya sehingga skripsi ini dapat tersusun dan terselesaikan. Kepada Kepala Sekolah MTs Al-Falah Jakarta Timur. perjuangan dan kesabaran yang telah diajarkan kepada umatnya. Atas selesainya skripsi ini. Bapak Prof. beserta seluruh staf pengajar dan staf administrasi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan atas segala fasilitas yang diberikan kepada penulis. sahabat. Bapak. Skripsi ini berjudul Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Prestasi Belajar siswa MTs Al-Falah Jakarta Timur. penulis semakin sadar bahwa setiap tarikan nafas adalah anugerah. Dede Rosyada MA. tidak terlepas dari upaya berbagai pihak yang telah memberikan kontribusinya dalam rangka penyusunan dan penulisan skripsi ini. untuk itu penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu: Kepada Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. merupakan tugas akhir yang harus dipenuhi untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan Islam.KATA PENGANTAR ϢϴΣήϟ΍ϦϤΣήϟ΍Ϳ΍ϢδΑ Alhamdulillah. Untuk itu sebagai wujud rasa syukur penulis kepada-Mu. teladan. H.

kasih sayang. Fitri terima kasih atas kesetiaannya juga menemani hari-hari penulis. Syarifah Umi Hani serta adikku Amirullah dan Upi Fadliyah tersayang yang selalu mengisi hari-hari penulis dengan canda dan tawanya di saat penulis mengalami kejenuhan. Doa dan keridaan abeh mamah selalu penulis nantikan dan mengiringi perjalanan penulis untuk mencapai kesuksesan di masa yang akan datang. pengertian. Kepada “Azhari” orang yang selalu ada di hati penulis terima kasih atas kesetiaan menemani penulis di saat suka maupun duka dan perhatian. Serta kepada siswa kelas I MTs Al-Falah penulis ucapkan terima kasih atas partisipasinya yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Rohili. perhatian. Ade. semangat yang kalian berikan untuk penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. doa. abang H. Matnadjih dan mamah Hj. ii . perhatian yang tercurahkan untuk untuk penulis. masukan yang kalian berikan untuk penulis. abang Komaruddin. abang Haris. mendengarkan dan merasakan keluh kesah penulis. Rohaenah sebagai pelita hati penulis. sayang. Ola. terima kasih atas dukungan. pengorbanan serta semangat yang tercurahkan untuk penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. didikkan. Aisah. Zubaidillah. pengertian. abang H. terima kasih atas doa. cinta. semangat. semangat kepercayaan dan pengorbanan abeh mamah yang tulus yang tak henti-hentinya untuk penulis. abang Aab dan kakakku Hj. dorongan. abang H. abang H. Udin. Mahilah. Kepada Abeh H. mamah Hj. Nafis. Kepada sahabat-sahabatku Abi. May. yang selalu menemani penulis di saat penulis mengalami kebimbangan dan masalah yang sangat berat dalam hidup penulis.seluruh stafnya terima kasih atas bantuannya kepada penulis yang telah mengizinkan penulis melakukan penelitian dan banyak membantu penulis dalam mengumpulkan data-data dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini. dorongan. Lutfi. Syarif. Kepada abang H. cinta. Serta terima kasih atas candaan-candaan yang telah kalian berikan sehingga dapat menghibur penulis di saat mengalami kesusahan dan kejenuhan. Ayu. Hasan.

Kepada teman-teman jurusan PAI angkatan 2004 terima kasih atas masukan, dorongan dan sharingnya yang telah diberikan untuk penulis sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan skripsi ini. Tiada kata yang dapat melukiskan rasa syukur dan terima kasih atas semua yang membuat kelancaran proses penulisan kepada seluruh pihak yang telah membantu yang tidak dapat penulis sebutkan, semoga Allah swt membalas kebaikan kalian semua. Akhirnya tiada gading yang tak retak dan tiada mawar yang tak berduri, penulis menyatakan sebagai manusia tidak sempurna, maka dengan senang hati penulis akan menerima kritik dan saran yang bersifat membangun demi sempurnanya skripsi ini. Semoga karya sederhana ini bermanfaat.

Jakarta, Juni 2008

Penulis

iii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................... DAFTAR ISI .................................................................................................. DAFTAR TABEL ......................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. BAB I : PENDAHULUAN ....................................................................... A. Latar Belakang Masalah ......................................................... B. Identifikasi, Pembatasan dan Perumusan Masalah ................ C. Metodologi Penelitian ............................................................ D. Sistematika Penulisan ............................................................. BAB II : LANDASAN TEORITIS ........................................................... A. Pengertian Pola Asuh Orang Tua ........................................... B. Macam-macam Pola Asuh Orang Tua ................................... C. Pengertian Prestasi Belajar ..................................................... D. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar .............. E. Kerangka Berpikir .................................................................. F. Hipotesis ................................................................................. BAB III : METODOLOGI PENELITIAN ............................................... A. Tujuan dan Manfaat Penelitian .............................................. B. Penentuan Lokasi Penelitian .................................................. C. Populasi dan Sampel .............................................................. D. Teknik Pengumpulan Data ..................................................... E. Teknik Pengolahan dan Analisis Data ................................... 1. Teknik Pengolahan Data .................................................. 2. Teknik Analisis Data ........................................................ F. Konsep dan Pengukuran Variabel .......................................... G. Teknik Interpreatasi Data ....................................................... BAB IV : HASIL PENELITIAN ................................................................ A. Gambaran Umum MTS al-Falah Jakarta Timur .................... 1. Sejarah Berdiri ................................................................. iv

i iv vi viii 1 1 5 6 7 9 9 10 21 24 30 32 33 33 33 34 34 35 35 36 37 40 42 42 42

2. Struktur Organisasi .......................................................... 3. Visi dan Misi .................................................................... 4. Kurikulum ........................................................................ 5. Hubungan Sekolah dengan Orang Tua Siswa .................. B. Deskripsi Data ........................................................................ 1. Deskripsi Data .................................................................. 2. Analisis Data .................................................................... C. Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa ...................................................................................... D. Interpretasi Data ..................................................................... BAB V : PENUTUP ................................................................................... A. Kesimpulan ............................................................................ B. Saran ....................................................................................... Daftar Pustaka Lampiran

43 43 44 45 45 45 57

62 62 64 64 65

v

......... Mengajak anak-anak berunding dalam menetapkan kelanjutan sekolah....................... Kriteria nilai siswa.............................. Memberikan teguran kepada anak jika berperilaku tidak baik.............................................................................................................. Tabel 6 Bermusyawarah dalam memecahkan problem-problem yang dihadapi anak .............. vi ......... Memberikan kesempatan untuk bertanya/berpendapat ..................................................... Mengingatkan anak untuk belajar ..................... Bersikap adil terhadap setiap anak dalam pemberian tugas .................. Saling mengharagai antara yang satu dengan yang lainnya ....................................................................................................... Kriteria pola asuh demokratis............................................................................................................................ Tabel 7 Mendengarkan & mempertimbangkan pendapat dan keinginan anak ............ Memenuhi kebutuhan sekolah anak .... Terdapat tutur kata yang baik antar anggota keluarga .................................. Memberikan penjelasan tentang perbuatan baik dan 50 50 51 51 52 52 53 53 54 54 55 55 49 49 47 48 48 47 46 38 39 40 46 mendukungnya ...................................... Memenuhi keperluan/kebutuhan anak sehari-hari ................................. Memberikan pujian kepada anak jika berperilaku baik.............................................. Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Tabel 16 Tabel 17 Tabel 18 Tabel 19 Tabel 20 Tabel 21 Tabel 22 Tabel 23 Memberikan penjelasan tentang perbuatan yang tidak baik . Tabel 11 Tabel 12 Bertanya tentang kegiatan sehari-hari ..................................................................................................DAFTAR TABEL Tabel Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5 Halaman Dimensi dan indikator pola asuh orang tua yang demokratis ............................... Memberi izin bersyarat dalam hal bergaul dengan temantemannya ........................................ Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Memperhatikan penjelasan anak ketika melakukan kesalahan .. Mengikutsertakan anak dalam membuat peraturan keluarga . Tolong menolong dalam bekerja ............................................ Meminta izin jika hendak keluar .................................

................ Pola asuh yang diterapkan oleh orang tua siswa .............................................. Skor pola asuh dan nilai rata-rata raport siswa.. Membicarakan segala persoalan dalam keluarga ................................ 56 56 57 58 59 61 vii ........................ Item soal ................................................... Korelasi antara variabel X dan variabel Y ...................Tabel 24 Tabel 25 Tabel 26 Tabel 27 Tabel 28 Tabel 29 Menjelaskan alasan ditetapkan suatu peraturan ..............................................

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Surat Izin Penelitian Lampiran 2 Pedoman Wawancara Lampiran 3 Angket Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa Lampiran 4 Daftar “r” Tabel viii .

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Dra. tempat ia belajar dan menyatakan diri sebagai makhluk sosial. Orang tua merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak-anak mereka. Orang tua dikatakan pendidik pertama karena dari merekalah anak mendapatkan pendidikan untuk pertama kalinya dan dikatakan pendidik utama karena pendidikan dari orang tua menjadi dasar bagi perkembangan dan kehidupan anak dikemudian hari. Dengan demikian bentuk pertama dari pendidikan terdapat dalam kehidupan keluarga. Alam mempercayakan pertumbuhan serta perkembangan anak pada mereka. Peran Keluarga Memandu Anak. Keluarga memberikan dasar pembentukan tingkah laku. Kartini Kartono. Ke-2. 19 1 1 .BAB I PENDAHULUAN A. watak. Dalam kelompok ini. “keluarga merupakan lembaga pertama dalam kehidupan anak. wanita dan pria serta anak-anak yang mereka lahirkan. dan pendidikan anak. h.”1 Masalah anak-anak dan pendidikan adalah suatu persolan yang amat menarik bagi seorang pendidik dan ibu-ibu yang setiap saat menghadapi anakanak yang membutuhkan pendidikan. Fungsi keluarga yang utama ialah mendidik anak-anaknya. Latar Belakang Masalah Keluarga sebagai kelompok masyarakat terkecil terbentuk oleh ikatan dua orang dewasa yang berlainan jenis kelamin. arus kehidupan di kemudikan oleh orang tua. (Jakarta : Rajawali Press. moral. Mengasuh dan membesarkan anak berarti memelihara kehidupan dan kesehatannya serta mendidiknya dengan penuh Kartini Kartono. 1992). karena dari merekalah anak mula-mula menerima pendidikan. Cet. Dalam keluarga umumnya anak ada dalam hubungan interaksi yang intim.

perasaan. sebagai contoh agar ditiru dan apa yang ditiru akan meresap dalam dirinya. dibatasi kebebasannya.2 ketulusan dan cinta kasih. seperti makan. Keluarga adalah koloni terkecil di dalam masyarakat dan dari keluargalah akan tercipta pribadi-pribadi tertentu yang akan membaur dalam satu masyarakat. Adakalanya ini berlangsung melalui ucapan-ucapan. Orang tua menjadi faktor terpenting dalam menanamkan dasar Umar Hasyim. cara berpikir. bahkan ada yang merasa tidak disayang oleh orang tuanya. h. sampai batas bilamana si anak telah mampu melaksanakan keperluannya yang vital. Secara umum tanggung jawab mengasuh anak adalah tugas kedua orang tuanya. Setiap orang tua pasti menginginkan anakanaknya menjadi manusia yang pandai. minuman.2 Anak lahir dalam pemeliharaan orang tua dan dibesarkan dalam keluarga.S. cerdas dan berakhlakul karimah. mandi dan berpakaian. Orang tua bertugas sebagai pengasuh. Firman Allah swt yang menunjukkan perintah tersebut adalah : “Hai orang-orang yang beriman. Lingkungan keluarga acapkali disebut sebagai lingkungan pendidikan informal yang mempengaruhi berbagai aspek perkembangan anak. pembimbing. 1993). kebersihannya. 86 2 . Dan menjadi bagian dari kebiasaan bersikap dan bertingkah laku atau bagian dari kepribadiannya. minum. Akan tetapi banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa cara mereka mendidik membuat anak merasa tidak diperhatikan. pakaian. mengurus makanan. jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…. pemelihara. Jilid 2. Perasaan-perasaan itulah yang banyak mempengaruhi sikap.” (Q. Adakalanya orang tua bersikap atau bertindak sebagai patokan. perintah-perintah yang diberikan secara langsung untuk menunjukkan apa yang seharusnya diperlihatkan atau dilakukan anak. bahkan kecerdasan mereka. at Tahrim : 6) Pengertian mengasuh anak adalah mendidik. atau pada segala perkara yang seharusnya diperlukannya. membimbing dan ΍˱ έΎ˴ ϧ˸Ϣ˵ Ϝϴ˶ Ϡ˸ϫ˴ ΃˴ ϭ˸Ϣ˵ Ϝ˴ δ˵ ϔϧ˴ ΃΍Ϯ˵ ϗ΍Ϯ˵ Ϩ˴ ϣ΍˴ ˯˴ Ϧϳ˶ ά͉ ϟ΍Ύ˴ Ϭ͊ ϳ˴ ΃Ύ˴ ϳ memeliharanya. (Surabaya : PT Bina Ilmu. dan sebagai pendidik terhadap anak-anaknya. Anak Soleh ( Cara Mendidik Anak dalam Islam).

Potensi jasmaniah anak diupayakan pertumbuhannya secara wajar melalui pemenuhan kebutuhan- kebutuhan jasmani. h. Sebagaimana dalam buku Ilmu Pendidikan karangan Drs. “banyak proyek riset jangka lama menunjukkan bahwa intelegensi anak akan berkembang ke tingkat yang lebih tinggi. 117 Joan Beck. hangat dan demokratis daripada dingin dan otoritas. (Semarang : Dahara Prize. Ke-4. Maka yang menjadi ukuran dari ketinggian anak itu ialah terletak pada yang bertanggung jawab (pendidik) dan walinya.”4 Mendidik anak dengan baik dan benar berati menumbuh kembangkan totalitas potensi anak secara wajar. Jika anak itu dibiasakan dan diajari berbuat baik maka anak itu akan hidup berbahagia di dunia dan akhirat. ada yang menginginkan anaknya menjalankan disiplin keras. Tetapi jika dibiasakan berbuat jahat dan dibiarkan begitu saja.”3 Prinsip serta harapan-harapan seseorang dalam bidang pendidikan anak beraneka ragam coraknya. Abu Ahmadi dan Nuruhbiyati. Asuh. bila sikap di rumah terhadap anak. maka anak itu akan celaka dan binasa. seperti pemenuhan kebutuhan sandang. Abu Ahmadi. Suasana emosional di dalam rumah. Dari kedua orang tua serta semua guru-gurunya dan pendidik-pendidiknya akan mendapat kebahagian pula dari kebahagian itu.3 kepribadian tersebut yang turut menentukan corak dan gambaran kepribadian seseorang setelah dewasa. Ada orang tua yang terlalu melindungi anak. 1992). Mengasuh dan Mendidik Anak Agar Cerdas”. Asuh. pangan. Mengasuh dan Mendidik Anak agar Cerdas. suasana tersebut bisa memperlambat perkembangan otak. Joan Beck dalam bukunya “Asih. ada yang bersikap acuh terhadap anak. ada yang menginginkan anaknya lebih banyak kebebasan dalam berpikir maupun bertindak. Asih. Cet. Potensi jasmaniah dan rohaniah anak diupayakan tumbuh dan berkembang secara selaras. dapat sangat merangsang perkembangan otak anak yang sedang tumbuh dan mengembangkan kemampuan mentalnya. dan papan. 50 4 3 . h. yang dilukiskan dan condong kepada semua yang tertuju kepadanya. Imam Ghazali menyatakan “dan anak itu sifatnya menerima semua yang dilakukan. Asah. Ada yang mengadakan suatu jarak dengan anak dan ada pula yang menganggap anak sebagai teman. Sebaliknya. Ilmu Pendidikan. mengungkapkan. Asah.

5 Banyak orang tua yang beranggapan bahwa anak mereka setelah diserahkan kepada guru di sekolah maka lepaslah hak dan kewajibannya untuk memberikan pendidikan kepada mereka. Cet. (Yogyakarta : Mira Pustaka. di antaranya adalah pendapat A. Faktor eksternal ialah faktor yang datang dari luar diri si anak. seperti fasilitas rumah. d. Faktor lingkungan spritual atau keagamaan. Ke-3. perasaan. dan budi pekerti. akan menjadi nakal atau berbudi pekerti yang baik dan luhur. (Bandung : Rosda Karya. b. 2000). teknologi dan kesenian. yang meliputi faktor fisiologis dan faktor psikologis. Sehubungan dengan itu. Semua tanggung jawabnya telah beralih kepada guru di sekolah.4 Sedangkan potensi rohaniah anak diupayakan pengembangannya secara wajar melalui usaha pembinaan intelektual. dan lingkungan kelompok. Faktor sosial yang terdiri atas lingkungan keluarga. yaitu : 1. ilmu pengetahuan. 1994). 32-34 6 A Tabrani Rusyan. lingkungan masyarakat. Anak Soleh Dambaan Keluarga. maka itu adalah urusan guru di sekolah. fasilitas belajar dan iklim. Tabrani Rusyan. Padahal banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar. Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Faktor lingkungan fisik. c. seperti adat istiadat. 81 5 . di mana ia akan bersosialisasi dengan sesama teman. maka orang tua hendaklah pandai-pandai dalam mengarahkan anaknya tatkala hendak memasuki sebuah lembaga pendidikan. lingkungan sekolah. 2. Nipan Abdul Halim. yang meliputi : a. melainkan berpengaruh pula pada perkembangan kepribadian anak. h. merupakan agenda penting bagi para orang tua. dan lingkungan di dalam lembaga pendidikan yang bersangkutan. h.6 M. Lembaga pendidikan tidak hanya berpengaruh pada perkembangan kognitif atau intelektual semata. Perihal memilihkan lembaga pendidikan yang paling tepat bagi anak. guru. Faktor internal ialah faktor yang timbul dari dalam anak itu sendiri. Faktor budaya. apakah menjadi pandai atau bodoh anak tersebut.

Atas dasar pemikiran di atas. Identifikasi. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas. Bagaimana hubungan pola asuh orang tua dengan prestasi belajar ? c. Keluarga adalah masyarakat terkecil yang paling inti. Dengan batasan sebagai berikut : . tenaga serta sarana yang tersedia. arahan dan didikan dari orang tua sejak dini. maka penulis membatasi permasalahan kepada hubungan antara pola asuh orang tua dengan prestasi belajar siswa kelas satu Madrasah Tsanawiyah Al-Falah Jakarta Timur. Anak adalah tunas bangsa yang akan menerima tongkat estafet perjuangan dan cita-cita bangsa. 2. sebagai persiapan untuk menghadapi masa yang akan datang. penulis merasa tertarik untuk membahas masalah tersebut khususnya yang berkenaan dengan pola asuh dalam lingkungan keluarga untuk itu penulis mengajukan skripsi dengan judul “HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA MADRASAH TSANAWIYAH AL-FALAH JAKARTA TIMUR”. Bagaimana hubungan pola asuh orang tua dengan motivasi belajar ? d. B. dari keluargalah anak mulai memperoleh pendidikan sebelum memasuki pendidikan secara formal di sekolah. Pembatasan Masalah Karena terbatasnya waktu. Bagaimana hubungan pola asuh orang tua dengan aktivitas belajar ? b. untuk itu anak memerlukan bimbingan.5 Adapun alasan untuk memilih pokok masalah di atas adalah sebagai berikut : 1. maka permasalahan yang diteliti dapat diidentifikasikan sebagai berikut : a. oleh karena itu pola asuh orang tua dalam mendidik anak akan mempengaruhi keberhasilan anak adalam belajar. Bagaimana hubungan pola asuh orang tua dengan tingkah laku anak ? 2. Pembatasan dan Perumusan Masalah 1. Bagaimana hubungan pola asuh orang tua dengan mental beragama anak ? e.

metode penelitian ialah suatu pengkajian dalam mempelajari peraturanperaturan yang terdapat dalam penelitian. yakni melihat bentuk hubungan antara variabel-variabel yang di teliti. Bagaimanakah pola asuh yang diterapkan oleh masing-masing orang tua siswa ? c.8 Metode penilitian ini diharapkan dapat menemukan hubungan antara variabel-variabel yang diteliti yaitu pola asuh orang tua dengan prestasi belajar siswa. Apakah ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan prestasi belajar siswa ? C. (Jakarta : Bumi Aksara. Metode Penelitian Metode adalah suatu prosedur atau cara untuk mengetahui sesuatu. yang mempunyai langkah-langkah sistematis. b. 42 8 S. 2005). 3. Pola asuh yang diteliti adalah pola asuh demokratis. “Metode korelasi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara suatu variabel dengan variabel-variabel lain”. h. Metodologi Penelitian Pendidikan. Husaini Usman dan Purnomo Setiady Akbar. (Jakarta : PT R0ineka Cipta.6 a.7 Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasi. 9 7 . Perumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah di atas. Sedangkan metodologi ialah suatu pengkajian dalam mempelajari peraturan-peraturan suatu metode. Margono. Dengan demikian. Bagaimana prestasi belajar yang telah dicapai siswa ? b. Metodologi Penelitian Sosial. maka dapat dirumuskan masalah yang diteliti sebagai berikut : a. h. Prestasi belajar adalah hasil aktivitas belajar siswa yang diaktualisasikan dalam angka atau skor yang dapat dilihat dalam buku raport. 1998). yaitu pola asuh yang merupakan kombinasi dari pola asuh ekstrem yang bertentangan (otoriter dan laissez fair) ditandai dengan adanya sikap terbuka antara orang tua dengan anaknya.

Sistematika Penulisan Sistematika penulisan dalam skripsi ini dibagi dalam lima bab. yang diterbitkan oleh Jakarta.” berhubungan. metode penelitian ini adalah poenelitian deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan menggambarkan keadaan yang sebenarnya. faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar. yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan. teknik . meliputi : tujuan dan manfaat. 2007”. teknik pengumpulan data.7 Di samping itu. macammacam pola asuh orang tua. serta sistematika penulisan. metode penelitian. BAB II : Landasan teoritis. Penelitian Lapangan (Field Reserch). pengertian prestasi belajar. populasi dan sampel. membaca dan menganalisa buku yang ada relevansinya dengan masalah yang dibahas dalam skripsi. berisi latar belakang masalah. sedangkan untuk mencari hubungan antara pola asuh orang tua dengan prestasi belajar siswa penulis menggunakan analisis statistik dengan rumus “Korelasi Product Moment. setiap bab dirinci dalam beberapa sub bab sebagai berikut : BAB I : Pendahuluan. Adapun teknik penulisan skripsi ini. BAB III : Metodologi penelitian. Untuk memperoleh data yang obyektif. b. kerangka berpikir. identifikasi. penulis merujuk kepada buku “Pedoman Penulisan Skripsi Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta”. maka digunakan dua bentuk penelitian. dan hipotesis. meliputi : pengertian pola asuh orang tua. Untuk analisis data.yaitu : a. penentuan lokasi penelitian. Penelitian Kepustakaan (Library Reserch). Dengan cara mendatangi langsung sekolah yang akan diteliti. yaitu penelitian untuk memperoleh datadata lapangan langsung. penulis menggunakan analisis data distribusi frekuensi. FITK UIN Syarif Hidayatullah Karena data ini membahas dua variabel yang D. pembatasan dan perumusan masalah.

. serta teknik interpretasi data. BAB IV : Hasil penelitian. BAB V : Penutup. meliputi : gambaran umum MTS Al-Falah Jakarta Timur. serta interpretasi data. yang meliputi : kesimpulan dan saran. hubungan pola asuh orang tua dengan prestasi belajar. konsep dan pengukuran variabel.8 pengolahan dan analisis data. deskripsi data dan analisis data.

1 Dalam mendidik anak. (Jakarta : Balai Pustaka.BAB II LANDASAN TEORITIS A. terlebih dahulu akan dikemukakan pengertian dari pola asuh itu sendiri. 1996). (Jakarta : Balai Pustaka. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 54 3 TIM Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. dan harus menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya.3 Lebih jelasnya. model. Sebelum berlanjut kepada pembahasan berikutnya. dan memimpin (mengepalai dan menyelenggarakan) satu badan atau lembaga”. “pola berarti corak. Orang tua sebagai pembentuk pribadi yang pertama dalam kehidupan anak. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Zakiyah Daradjat. Pengertian Pola Asuh Orang Tua Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi orang yang berkepribadian baik. Ke-1. terdapat berbagai macam bentuk pola asuh yang bisa dipilih dan digunakan oleh orang tua. 1988).2 Sedangkan kata “asuh dapat berati menjaga (merawat dan mendidik) anak Pola asuh terdiri dari dua kata yaitu “pola” dan “asuh”. bahawa “Kepribadian orang tua. cara kerja. bentuk (struktur) yang tetap”. Ilmu Jiwa Agama. Kamus Besar Bahasa Indonesia. (Jakarta : Bulan Bintang. h. h. Cet. sistem. h. Zakiyah Darajat. 692 2 1 9 . melatih dan sebagainya). sikap mental yang sehat serta akhlak yang terpuji. 1988). membimbing (membantu. sikap dan cara hidup merupakan unsur-unsur pendidikan yang secara tidak langsung akan masuk ke dalam pribadi anak yang sedang tumbuh”. Menurut Kamus kecil. Cet ke-15. 56 Depdikbud. Besar Bahasa Indonesia.

Asuh Keutamaan Wanita. Di antaranya adalah sebagai berikut : Dr. Yatim-Irwanto “Pola asuh berarti pendidikan. Kasar dan tegas Orang tua yang mengurus keluarganya menurut skema neurotik menentukan peraturan yang keras dan teguh yang tidak akan di ubah dan mereka membina suatu hubungan majikan-pembantu antara mereka sendiri dan anak-anak mereka. tumbuh dan berkembang secara sehat dan optimal. Cet. Cet. 94 4 .” 5 Jadi pola asuh orang tua adalah suatu keseluruhan interaksi antara orang tua dengan anak. Baik hati dan tidak tegas Metode pengelolaan anak ini cenderung membuahkan anak-anak nakal yang manja. Asih. (Jakarta : Arcan. dan yang bersifat kekanak-kanakan secara emosional.4 Menurut Dr.10 kata asuh adalah mencakup segala aspek yang berkaitan dengan pemeliharaan. agar anak dapat mandiri. 1990). yaitu : 1. dan bantuan sehingga orang tetap berdiri dan menjalani hidupnya secara sehat.5 5 Danny I. h. 1991). Ke-1. Elaine Donelson. perawatan. yang antara satu sama lain hampir mempunyai persamaan. yang lemah dan yang tergantung. Ahmad Tafsir seperti yang dikutip oleh Danny I. Kepribadian Keluarga Narkotika. h. sedangkan pendidikan adalah bimbingan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani anak didik menuju terbentuknya kepribadian yang utama. Yatim-Irwanto. Paul Hauck menggolongkan pengelolaan anak ke dalam empat macam pola. 2. Ke-1. pengetahuan serta nilai-nilai yang dianggap paling tepat oleh orang tua. B. di mana orang tua bermaksud menstimulasi anaknya dengan mengubah tingkah laku. dukungan. Macam-macam Pola Asuh Orang Tua Dalam mengelompokkan pola asuh orang tua dalam mendidik anak. Asah. para ahli mengemukakan pendapat yang berbeda-beda. (Yogyakarta : Kanisius.

6 Drs. tidak pernah si anak atau pribadinya. 6 Paul Hauck. Abu Ahmadi mengemukakan bahwa. 2. Pola ini bergerak dari sikap orang tua yang overprotektif dan memiliki anak sampai kepada sikap mengabaikan anak sama sekali. corak hubungan orang tua-anak dapat dibedakan menjadi tiga pola. H. pola ini didasarkan atas taraf partisifasi anak dalam menentukan kegiatan-kegiatan dalam keluarga. pola ini didasarkan atas taraf kemesraan orang tua terhadap anak. 47 7 Abu Ahmadi. yaitu : 1. Kasar dan tidak tegas Inilah kombinasi yang menghancurkan kekasaran tersebut biasanya diperlihatkan dengan keyakinan bahwa anak dengan sengaja berprilaku buruk dan ia bisa memperbaikinya bila ia mempunyai kemauan untuk itu. (Jakarta : PT Rieneka Cipta. Pola memiliki-melepaskan. Baik hati dan tegas Orang tua tidak ragu untuk membicarakan dengan anak-anak mereka tindakan yang mereka tidak setujui. pola ini didasarkan atas sikap protektif orang tua terhadap anak. 4. h. 1991). mereka membuat suatu batas hanya memusatkan selalu pada tindakan itu sendiri.Ke-5. sampai batas-batas tertentu. Hurlock ada beberapa sikap orang tua yang khas dalam mengasuh anaknya. (Jakarta : Arcan. Sosiologi Pendidikan. antara lain : 1.7 Menurut Elizabet B. h. Pola otokrasi berarti orang tua bertindak sebagai diktator terhadap anak. 3. Pola menerima-menolak. anak dapat berpartisifasi dalam keputusankeputusan keluarga. Namun dalam melakukan ini. berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Fels Research Institute.11 3. (Mendidik Anak dengan Berhasil). 180 . 1993). Melindungi secara berlebihan Perlindungan orang tua yang berlebihan mencakup pengasuhan dan pengendalian anak yang berlebihan. Psikologi Populer. Cet. sedangkan dalam pola demokrasi. Pola demokrasi-otokrasi.

orang tua yang menerima. Hurlock. Ambisi ini sering dipengaruhi oleh ambisi orang tua yang tidak tercapai dan hasrat orang tua supaya anak mereka naik di tangga status sosial. Cet. mengalah dan sangat sensitif. Tunduk pada anak Orang tua yang tunduk pada anaknya membiarkan anak mendominasi mereka dan rumah mereka. (Jakarta : Erlangga.8 Elizabeth B. 1990). patuh dan mudah dipengaruhi orang lain. 3. Favoritisme Meskipun mereka berkata bahwa mereka mencintai semua anak dengan sama rata. Memanjakan Permisivitas yang berlebih-memanjakan membuat anak egois. menuntut dan sering tiranik. h. memperhatikan perkembangan kemampuan anak dan memperhitungkan minat anak. 7. Penolakan Penolakan dapat dinyatakan dengan mengabaikan kesejahteraan anak atau dengan menuntut terlalu banyak dari anak dan sikap bermusuhan yang terbuka. 5. Terj. Penerimaan Penerimaan orang tua ditandai oleh perhatian besar dan kasih sayang pada anak. Permisivitas Permisivitas terlihat pada orang tua yang membiarkan anak berbuat sesuka hati dengan sedikit pengendalian.12 2. Meitasari Tjandrasa. 9. 204 8 . 6. 4. Hal ini membuat mereka lebih menuruti dan mencintai anak favoritnya dari pada anak lain dalam keluarga. kebanyakan orang tua mempunyai favorit. 8. Ambisi orang tua Hampir semua orang tua mempunyai ambisi bagi anak mereka seringkali sangat tinggi sehingga tidak realistis. Dominasi Anak yang didominasi oleh salah satu atau kedua orang tua bersifat jujur. sopan dan berhati-hati tetapi cenderung malu. Ke-2. Perkembangan Anak/Child Development.

Pola asuhan dengan ancaman. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. yaitu : 1. Acceptance ( penerimaan ) e. 2. Overprotection ( terlalu melindungi ) b. 21 9 10 . Pola asuhan dengan hadiah. 94 Thomas Gordon. yang dimaksud disini adalah jika orang tua mempergunakan hadiah yang bersifat material atau suatu janji ketika menyuruh anak berprilaku seperti yang diinginkan.9 Thomas Gordon mengemukakan metode pengelolaan anak. Menjadi orang tua efektif. Submission ( penyerahan ) g. yaitu : a. Kebebasan anak sangat dibatasi.10 Menurut Syamsu Yusuf terdapat 7 macam bentuk pola asuh yaitu : a. 3. pola asuhan ini ditandai dengan adanya kebebasan tanpa batas pada anak untuk berprilaku sesuai dengan keinginannya. Kepribadian…………. h. (Jakarta : Gramedia. 1994). Pola asuh permisif. Ia akan melanggarnya untuk menunjukkan bahwa ia mempunyai harga diri. Pola asuh menang b. 127 11 Syamsu Yusuf. 1986). 4. (Jakarta : Erlangga. Pola asuh mengalah c. Rejection ( penolakan ) d. Pola asuh demokratik. Sumarji. Domination ( dominasi ) f. Terj. pola ini ditandai dengan adanya aturan-aturan yang kaku dari orang tua.. Permisivienes ( pembolehan ) c. Yatim-Irwanto. ancaman atau peringatan yang dengan keras diberikan pada anak akan dirasa sebagai tantangan terhadap otonomi dan pribadinya. 5.13 Danny I. Yatim-Irwanto mengemukakan beberapa pola asuh orang tua. h. pola ini ditandai dengan adanya sikap terbuka antara orang tua dengan anaknya. Pola asuh otoriter. Pola asuh tidak menang dan tidak kalah.. h. Over disipline ( terlalu disiplin )11 Danny I.

Dari berbagai macam pola asuh yang dikemukakan di atas. bebas. Oleh karena. Permisif Ditandai dengan adanya kebebasan tanpa batas pada anak untuk berprilaku sesuai dengan keinginannya sendiri. 1986). Edisi ke-2. Dominasi. d. Autokratis (otoriter) Ditandai dengan adanya aturan-aturan yang kaku dari orang tua dan kebebasan anak sangat di batasi. jika dilihat dari berbagai macam bentuk pola asuh di atas pada intinya hampir sama. Demokratis Ditandai dengan adanya sikap terbuka antara orang tua dan anak. penulis hanya akan mengemukakan tiga macam saja. Yaitu pola asuh otoriter. Malcom Hardy dan Steve Heyes. semuanya menekankan pada sikap kekuasaan. Soenardji. kesemuanya itu memperlihatkan suatu sikap yang kurang berwibawa. yang secara teoritis lebih dikenal bila dibandingkan dengan yang lainnya. over protection. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar pembahasan menjadi lebih terfokus dan jelas. demokratis dan laissez faire. memanjakan. favoritisme. kedisiplinan dan kepatuhan yang berlebihan. ambisi orang tua dan otoriter. maka penulis hanya akan membahas tiga macam pola asuh. (Jakarta : Erlangga. c. permisiveness.12 Ditandai dengan sikap acuh tak acuh orang tua terhadap anaknya. over discipline. Terj. Demikian pula halnya dengan pola asuh laissez faire. b. Pengantar Psikologi. acuh tak acuh. yaitu : a. 131 12 . Adapun acceptance (penerimaan) bisa termasuk bagian dari pola asuh demokratis. Laissez faire.14 Sedangkan Marcolm Hardy dan Steve Heyes mengemukakan empat macam pola asuh yang dilakukan orang tua dalam keluarga. rejection. yaitu pola asuh otoriter. Oleh karena itulah. demokratis dan laissez faire. Misalnya saja antara pola asuh autokratis. Secara implisit. h. submission.

h. Singgih D. Singgih D.15 1.15 Penerapan pola asuh otoriter oleh orang tua terhadap anak. Karena menurutnya tanpa sikap keras tersebut anak tidak akan melaksanakan tugas dan kewajibannya. Dr. 87 15 Parsono. 1995). Gunarsa. pola asuh otoriter adalah suatu bentuk pola asuh yang menuntut anak agar patuh dan tunduk terhadap semua perintah dan aturan yang dibuat oleh orang tua tanpa ada kebebasan untuk bertanya atau mengemukakan pendapatnya sendiri. Orang tualah yang memberikan tugas dan menentukan berbagai aturan tanpa memperhitungkan keadaan dan keinginan anak. (Jakarta : Universitas terbuka. Perintah yang diberikan berorientasi pada sikap keras orang tua. Gunarsa dan Ny. Jadi. otoriter “berarti berkuasa sendiri kepribadiannya. Ke-7. Gunung Mulia. dapat mempengaruhi proses pendidikan anak terutama dalam pembentukan Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Cet ke-2.Y. BPK. Pada pola asuhan ini akan terjadi komunikasi satu arah. Karena disiplin yang dinilai efektif oleh orang tua (sepihak). Gunarsa. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja.Y. Utami Munandar mengemukakan bahwa. 692 Singgih D. 6-8 13 14 . 1994).13 Menurut Singgih D. h. “sikap orang tua yang otoriter paling tidak menunjang Depdikbud. Prof. bukan karena suatu kesadaran bahwa apa yang dikerjakannya itu akan bermanfaat bagi kehidupannya kelak. Jika anak-anaknya menentang atau membantah. Cet. Gunarsa dan Ny. dalam hal ini kebebasan anak sangatlah dibatasi. belum tentu serasi dengan perkembangan anak. (Jakarta : PT. h. Jadi anak melakukan perintah orang tua karena takut. Apa saja yang dilakukan anak harus sesuai dengan keinginan orang tua. Materi Pokok Landasan Kependidikan. Kamus…………….14 Jadi pola asuh otoriter adalah cara mengasuh anak yang dilakukan orang tua dengan menentukan sendiri aturan-aturan dan batasan-batasan yang mutlak harus ditaati oleh anak tanpa kompromi dan memperhitungkan keadaan anak. Serta orang tualah yang berkuasa menentukan segala sesuatu untuk anak dan anak hanyalah sebagai objek pelaksana saja. Otoriter dan sewenang-wenang”. maka ia tak segan-segan memberikan hukuman.

h. mengalami kemunduran kematangannya. maka anak dianggap pembangkang. sehingga anak menjadi pasif dalam pergaulan. Karena kepercayaan terhadap diri sendiri tidak ada.18 Adapun ciri-ciri dari pola asuh otoriter adalah sebagai berikut : 1) Anak harus mematuhi peraturan-peraturan orang tua dan tidak boleh membantah. Utami Munandar.17 Anak yang dibesarkan di rumah yang bernuansa otoriter akan mengalami perkembangan yang tidak diharapkan orang tua. Lamalama ia akan mempunyai perasaan rendah diri dan kehilangan kepercayaan kepada diri sendiri. perlindungan dan pengamanan. ragu-ragu di dalam semua tindakan. dan ia tidak akan mengembangkan kemampuan untuk melakukan sesuatu karena tidak dapat kesempatan untuk mencoba. Suami dan Anak dalam Keluarga. Hubungan Isteri. Sifat pribadi anak yang otoriter biasanya suka menyendiri. ia merasa tidak dapat mengimbangi temantemannya dalam segala hal.16 perkembangan kemandirian dan tanggung jawab sosial. Anak juga akan takut untuk mengemukakan pendapatnya. h.”16 Disini perkembangan anak itu semata-mata ditentukan oleh orang tuanya. Anak akan menjadi kurang kreatif jika orang tua selalu melarang segala tindakan anak yang sedikit menyimpang dari yang seharusnya dilakukan. tetapi kurang bebas dan kurang percaya diri. 1992). 3) Orang tua cenderung memberikan perintah dan larangan kepada anak. 98 16 . Ini berarti anak tidak berani memikul tanggung jawab. Peran……………. serta lambat berinisiatif. sopan. Sosiologi……………. rajin mengerjakan pekerjaan sekolah. 112 18 Kartini Kartono. Larangan dan hukuman orang tua akan menekan daya kreativitas anak yang sedang berkembang. maka setelah dewasapun masih akan terus mencari bantuan. h. anak tidak akan berani mencoba. 4) Jika terdapat perbedaan pendapat antara orang tua dan anak. 2) Orang tua cenderung mencari kesalahan-kesalahan anak dan kemudian menghukumnya. (Jakarta : Pustaka Antara. Anak menjadi patuh. 127 17 Abu Ahmadi.

namun kebebasan itu tidak mutlak dan dengan bimbingan yang penuh pengertian antara orang tua dan anak. 6) Orang tua cenderung memaksakan segala sesuatu untuk anak dan anak hanya sebagai pelaksana. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.17 5) Orang tua cenderung memaksakan disiplin. Hal tersebut dilakukan orang tua dengan lemah lembut dan penuh kasih sayang. Demokratis Menurut Prof. “Pola asuh demokratis adalah cara mendidik anak. Bukhari) ϯέΎΨΒϟ΍ϩ΍ϭέ.19 2.R. di mana orang tua menentukan peraturan-peraturan tetapi dengan memperhatikan keadaan dan kebutuhan anak”. Orang tua juga selalu memberikan bimbingan dan arahan dengan penuh pengertian terhadap anak mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak. Dr. Utami Munandar.20 Pola asuh demokratis adalah suatu bentuk pola asuh yang memperhatikan dan menghargai kebebasan anak. melakukan apa yang diinginkannya dengan tidak melewati batas-batas atau aturan-aturan yang telah ditetapkan orang tua. 7) Tidak ada komunikasi antara orang tua dan anak. pola asuh demokratis ini memberikan kebebasan kepada anak untuk mengemukakan pendapat. (H.21 Dengan kata lain. yang berbunyi : “Sesungguhnya Allah mencintai kelemah-lembutan dalam segala urusan”.

h.ϪϠϛήϣϷ΍ϲϓϖϓήϟ΍ΐΤϳͿ΍ϥ· Pola asuh demokrasi ini ditandai dengan adanya sikap terbuka antara orang tua dan anak. Psikologi……………. Pola asuh demokratis dapat dikatakan sebagai kombinasi dari dua pola asuh ekstrim yang bertentangan. h. 84 19 . 88 20 Utami Munandar. Ke-2. Rajawali. Anak diberi kebebasan untuk mengemukakan pendapat. Jadi dalam pola asuh ini terdapat komunikasi yang baik antara orang tua dan anak. Pengantar Pendidikan (Jakarta : Gramedia Widiasarana. Pola Zahara Idris dan Lisma Jamal. 1982). 1992). Gunarsa. h. Cet. Singgih D. (Jakarta : CV. Mereka membuat aturan-aturan yang disetujui bersama. Pemanduan Anak Berbakat.Y. 98 21 Singgih D. yaitu pola asuh otoriter dan laissez faire. perasaan dan keinginanya. Gunarsa dan Ny.

yang dapat menilai situasi dan bertindak dengan tepat. Ini mungkin menimbulkan sikap tunduk secara membuta kepada kekuasaan.……………. bertanggung jawab dan yakin terhadap diri sendiri. Kepribadian…………. Asah. Sebaliknya anak yang dibesarkan dalam suasana otoriter. Orang tua bersikap sebagai pemberi pendapat dan pertimbangan terhadap aktivitas anak..23 Pendapat Fromm. Anak diberi kebebasan untuk mengemukakan pendapat. Oleh sebab itu. perkembangannya lebih luwes dan dapat menerima kekuasaan secara rasional. 97 Joan Beck. Sasaran orang tua ialah mengembangkan individu yang berpikir. Asuh. Hal ini mendorong anak untuk mampu berdiri sendiri. h. anak remaja yang merasa diterima oleh orang tua memungkinkan Danny I.. atau justru sikap menentang kekuasaan.18 asuhan demokratik ditandai dengan adanya sikap terbuka antara orang tua dengan anaknya. 51 24 Abu Ahmadi. 180 22 23 . perasaan dan keinginanya dan belajar untuk dapat menanggapi pendapat orang lain. yang dikutip oleh Mohammad Shochib adalah bahwa dalam pola asuh dan sikap orang tua yang demokratis menjadikan adanya kominukasi yang dialogis antara anak dan orang tua dan adanya kehangatan yang membuat anak remaja merasa diterima oleh orang tua sehingga ada pertautan perasaan. Dengan pola asuhan ini. Yatim-Irwanto. h. Mereka membuat aturan-aturan yang disetujui bersama.24 Indikasi dari hasil penelitian Lutfi (1991) dan Nur Hidayat (1993) dan Nur Hidayah dkk (1995). Asih. hal.22 Rumah tangga yang hangat dan demokratis. bukan seekor hewan terlatih yang patuh tanpa pertanyaan. seperti yang dikutip oleh Abu Ahmadi bahwa anak yang dibesarkan dalam keluarga yang bersuasana demokratik. Daya kreativitasnya berkembang baik karena orang tua selalu merangsang anaknya untuk mampu berinisiatif. Sosiologi…………. juga berarti bahwa orang tua merencanakan kegiatan keluarga untuk mempertimbangkan kebutuhan anak agar tumbuh dan berkembang sebagai individu dan bahwa orang tua memberinya kesempatan berbicara atas suatu keputusan semampu yang diatasi oleh anak. anak akan mampu mengembangkan kontrol terhadap prilakunya sendiri dengan hal-hal yang dapat diterima oleh masyarakat. memandang kekuasan sebagai sesuatu yang harus ditakuti dan bersifat magi (rahasia).

Tidak ada orang tua yang menerapkan salah satu macam pola asuh dengan murni. laissez faire adalah suatu sistim di mana si pendidik menganut kebijaksanaan non intereference (tidak turut campur). h. dan menginternalisasi “pesan” nilai moral yang diupayakan untuk diapresiasikan berdasarkan kata hati. 6 26 Zahara Idris dan Lisma Jamal. 1976). h. mampu menghargai orang lain. dipahami dan dimengerti oleh anak 2) Memberikan pengarahan tentang perbuatan baik yang perlu dipertahankan dan yang tidak baik agar di tinggalkan 3) Memberikan bimbingan dengan penuh pengertian 4) Dapat menciptakan keharmonisan dalam keluarga 5) Dapat menciptakan suasana komunikatif antara orang tua dan anak serta sesama keluarga26 Dari berbagai macam pola asuh yang banyak dikenal. pola asuh demokratis mempunyai dampak positif yang lebih besar dibandingkan dengan pola asuh otoriter maupun laissez faire. h. 1998). 3. 163 25 . Orang tua tidak pernah memberi Mohammad Shochib. Pengantar……………. 87-88 27 Soegarda Poebakawatja. Dalam istilah pendidikan. Dengan pola asuh demokratis anak akan menjadi orang yang mau menerima kritik dari orang lain.27 Pola asuhan ini ditandai dengan adanya kebebasan tanpa batas pada anak untuk berperilaku sesuai dengan keinginannya sendiri. Orang tua menerapkan berbagai macam pola asuh dengan memiliki kecenderungan kepada salah satu macam pola. (Jakarta : Gunung Agung.19 mereka untuk memahami. Cet. (Jakarta : PT Rieneka Cipta. Ke-1. mempunyai kepercayaan diri yang tinggi dan mampu bertanggung jawab terhadap kehidupan sosialnya. menerima. Ensiklopedi Pendidikan. Laissez Faire Kata laissez faire berasal dari Bahasa Perancis yang berarti membiarkan (leave alone). Pola Asuh Orang Tua Dalam Membantu Disiplin diri. dalam mendidik anak-anaknya.25 Adapun ciri-ciri pola asuh demokratis adalah sebagai berikut : 1) Menentukan peraturan dan disiplin dengan memperhatikan dan mempertimbangkan alasan-alasan yang dapat diterima.

Hanya pandangan mereka yang berguna. 50-52 30 Zahara Idris dan Lisma Jamal. 2) Mendidik anak acuh tak acuh..29 Adapun yang termasuk pola asuh laissez faire adalah sebagai berikut : 1) Membiarkan anak bertindak sendiri tanpa memonitor dan membimbingnya. Seorang anak yang belum pernah diajar untuk mentoleransi frustasi. Kepribadian Keluarga Narkotika. bersikap pasif dan masa bodoh. h. lemah. Pandangan orang lain jarang sekali dipertimbangkan. Orang tua membiarkan anaknya mencari dan menentukan sendiri apa yang diinginkannya. penuh kebencian. h. 89-90 . Kebebasan sepenuhnya diberikan kepada anak. Anak tidak tahu apakah prilakunya benar atau salah karena orang tua tidak pernah membenarkan ataupun menyalahkan anak. karena ia diperlakukan terlalu baik oleh orang tuanya. akan menemukan banyak masalah ketika dewasa. dan bahkan marah-marah. tidak peduli apakah hal itu sesuai dengan norma masyarakat atau tidak. Anak adalah subjek yang dapat bertindak dan berbuat menurut hati nuraninya. 5) Kurang sekali keakraban dan hubungan yang hangat dalam keluarga. Ketika mereka kecewa mereka menjadi gusar. 97 Paul Hauck. h. 4) Membiarkan saja apa yang dilakukan anak (terlalu memberikan kebebasan untuk mengatur diri sendiri tanpa ada peraturan-peraturan dan norma-norma yang digariskan orang tua). Dalam perkawinan dan pekerjaan. anak-anak yang manja tersebut mengharapkan orang lain untuk membuat penyesuaian terhadap tingkah laku mereka. Orang tua seperti ini cenderung kurang perhatian dan acuh tak acuh terhadap anaknya. Metode pengelolaan anak ini cenderung membuahkan anak-anak nakal yang manja.30 28 29 Danny I.20 aturan dan pengarahan kepada anak. Yatim-Irwanto. Kesukaran-kesukaran yang terpendam antara pandangan suami istri atau kawan sekerja terlihat nyata. Psikolog……………. Akibatnya anak akan berprilaku sesuai dengan keinginanya sendiri. Semua keputusan diserahkan kepada anak tanpa pertimbangan orang tua.28 Pada pola asuh ini anak dipandang sebagai makhluk hidup yang berpribadi bebas. Pengantar……………. tergantung dan bersifat kekanak-kanakan secara emosional. 3) Mengutanakan kebutuhan material saja.

kegelisahannya kepada orang tua karena ia tahu.21 Setiap tipe pengasuhan pasti memiliki resiko masing-masing. pola asuh yang dianggap lebih cocok untuk membantu anak mengembangkan kreativitasnya adalah otoratif atau biasa lebih dikenal dengan demokratis. Tapi juga akan lebih mungkin terlibat dalam kenakalan remaja dan memiliki prestasi yang rendah di sekolah. Melalui pola asuh ini anak juga dapat merasa bebas mengungkapkan kesulitannya. yaitu prestasi dan belajar. Pengertian Prestasi Belajar Prestasi belajar terdiri dari dua kata. Tipe otoriter memang memudahkan orang tua. kemampuan sosial baik. 700 31 32 . Anak yang dibesarkan dengan pola asuh seperti ini mungkin memang tidak memiliki masalah dengan pelajaran dan juga bebas dari masalah kenakalan remaja. Anak memang akan memiliki rasa percaya yang lebih besar. dan tingkat depresi lebih rendah. Karena itu. 42 Mohammad Shochib. h. 44 33 Depdikbud. Anak tidak mengetahuyi norma-norma sosial yang harus dipatuhinya. Pola Asuh Orang Tua……………. h.33 Dengan demikian prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dilakukan. aturan untuk hal-hal yang esensial saja. dengan tetap menunjukkan dukungan. ketergantungan kepada orang lain. kurang dapat bergaul dengan lingkungan sosialnya. diciptakan baik dilakukan secara pribadi maupun kelompok.31 Anak membutuhkan dukungan dan perhatian dari keluarga dalam menciptakan karyanya. membuat anak merasa boleh berbuat sekehendak hatinya. orang tua memberi kontrol terhadap anaknya dalam batas-batas tertentu. Sementara pola asuh laissez faire. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. “prestasi adalah hasil yang telah dicapai dari yang telah dilakukan atau dilakukan atau dikerjakan”. Pola Asuh Orang Tua……………. Dalam pola asuh ini. h. kurang kreatif.32 C. karena tidak perlu bersusah payah untuk bertanggung jawab dengan anak. serta memiliki defresi yang lebih tinggi. orang tua akan membantunya mencari jalan keluar tanpa berusaha mendiktenya. cinta dan kehangatan kepada anaknya. Kamus……………. Akan tetapi cenderung tumbuh menjadi pribadi yang kurang memiliki kepercayaan diri. Mohammad Shochib.

menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. 13 36 Ngalim Purwanto. belajar adalah suatu kegiatan anak didik dalam menerima. “belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. Arifin..36 Menurut. h.22 Menurut Gagne.”37 Sedangkan menurut HM. Psikologi Belajar. 1999). 1983). berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan pengalaman”. Belajar merupakan suatu keharusan kalau kita ingin maju. Muhibbin Syah M. h. (Jakarta : Bulan Bintang. 80 37 Muhibbin Syah. prestasi adalah penguasaan siswa terhadap materi pelajaran tertentu yang telah diperoleh dari hasil tes belajar yang dinyatakan dalam bentuk skor. h. Ke-4.Ed. 64 M.34 Keberhasilan siswa dalam proses belajarnya dapat dilihat dari prestasi yang dicapai dalam kurun waktu tertentu dalam hal ini dapat dilihat dari nilai yang dibukukan dalam bentuk buku laporan pendidikan atau raport. 9 Depdikbud. Perubahan ini berlangsung secara proses sebagai akibat dari hasil latihan dan pengalaman. (Jakarta : Logos Wacana Ilmu. Psikologi Pendidikan. Arifin. (Bandung : Remaja Rosda Karya.38 34 35 Abdul Gafur. maka dengan belajar akan terjadi perubahan tingkah laku seseorang. h. Cet. 1978).. Nilai-nilai yang tertera dalam buku tersebut merupakan penjumlahan nilai dari seluruh mata pelajaran yang diperoleh siswa dalam satu semester. bahwa “belajar dapat dipahami sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif. Cet. IKIP. (Jakarta : BPT. h.172 38 . Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kamus…………. Dengan demikian besar kecilnya nilai yang diperoleh menunjukkan besar kecilnya prestasi yang dicapai. Desain Instruksional. Hubungan Timbal Balik Pendidikan Agama di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat.35 Adapun Ngalim Purwanto mengemukakan bahwa belajar adalah perubahan yang bersifat relatif. Ke-1. 1990). berlatih. menganggapi serta menganalisa bahan-bahan pelajaran yang disajikan oleh guru yang berakhir pada kemampuan anak menguasai bahan pelajaran yang disajikan.

(Yogya : Tiara Wacana.23 Drs. Widodo Supriyono mengemukakan bahwa “belajar menurut pengertian psikologi merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan didalam tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. daya reaksi.121 40 Abdur Rachman Abror.”39 Kemudian Abdur Rachman Abror. (Bandung : Sinar Baru Algensindo. “belajar menimbulkan suatu perubahan (dalam arti tingkah laku. kemampuannya ataupun sikapnya sebagai hasil belajar. membedakan antara keadaan sebelum individu berada dalam situasi belajar dan sesudah melakukan belajar. 1995). Psikologi Belajar. artinya perubahan yang senantiasa bertambah baik. kemudian aspek-aspek tersebut dievaluasikan dan diaktualisasikan dalam angka atau skor yang dapat dilihat dalam buku raport. 28 39 . Abu Ahmadi dan Drs. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Psikologi Pendidikan. Perubahan tersebut meliputi aspek pengetahuan. baik itu keterampilannya. kapasitas) yang relatif tetap. berpendapat bahwa “belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan di mana perubahan tersebut dapat menunjukkan dalam berbagai bentuk seperti penambahan pengetahuan. Ke-4. keterampilan dan sikap. Dan perubahan itu dilakukan lewat kegiatan. H.”41 Dari definisi yang dikemukakan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa belajar adalah merupakan kegiatan yang dilakukan secara sadar dan kontinyu pada seseorang hingga akan mengalami perubahan tingkah laku secara keseluruhan. Cet. maka dapat diambil kesimpulan bahwa prestasi belajar adalah hasil suatu proses aktivitas belajar yang membawa perubahan tingkah laku pada diri siswa tersebut (seseorang). 1993). Ke-5.40 Selain itu Nana Sujana. h. Ke-1. Berdasarkan pengertian prestasi dan belajar yang telah dikemukakan di atas. kecakapan atau kemampuan. Cet. Abu Ahmadi dan Drs. h. Widodo Supriyono. menyimpulkan bahwa. Cet.” Perubahan ini pada pokoknya. 67 41 Nana Sujana. daya penerimaan dan lain-lain yang ada pada individu. pemahaman setiap tingkah laku. h. (Jakarta : PT Rieneka Cipta. 1991). atau usaha atau praktek yang disengaja atau diperkuat.

a. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya (Jakarta : Bina Aksara.M. Hal ini dikarenakan orang tua merupakan tokoh yang penting di dalam kehidupan seorang anak. Banyak faktor yang mempengaruhi prestasi anak. ada faktorfaktor lain yang mendukung prestasi belajar yang diperoleh siswa. yaitu faktor internal dan faktor eksternal siswa.24 Jadi seseorang dapat memperoleh prestasi apabila telah melakukan proses belajar beberapa waktu dalam penguasaan pengetahuan dan keterampilan. bakat. Ke-1. Slameto. sikap. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Tingkat intelegensi siswa memang merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar. kepribadian. Ke-2. 1988). sebaiknya jangan terlampau cepat mengambil kesimpulan bahwa ia adalah anak yang bodoh. h.42 Linda Wahyudi mengatakan bila anak menampilkan prestasi yang buruk di sekolah. Faktor internal siswa 1) Faktor fisiologis siswa. namun hal itu bukanlah faktor utama. serta kondisi panca inderanya terutama penglihatan dan pendengaran. Di antara faktor-faktor tersebut adalah faktor orang tua yang dalam banyak hal menempati peranan yang cukup penting. Pembinaan Anak dalam Keluarga. intelegensi. Faktor-faktor tersebut dapat berasal dari dalam diri anak dan dapat pula berasal dari luar diri anak. Alisuf Sabri mengatakan bahwa ada berbagai faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa yang secara garis besar dibagi menjadi dua. seperti minat.43 Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar seseorang (siswa) adalah sebagai berikut : H. ketekunan dan lain-lain.144 42 . D. tetapi ada faktor-faktor lain seperti motivasi. kesehatan fisik dan mental. Seperti dinyatakan oleh Slameto bahwa prestasi belajar siswa tidak semata-mata dinyatakan oleh tingkat kemampuan intelektualnya. (Jakarta : BPK Gunung Mulia. Cet. 1988). dan kemampuan-kemampuan kognitif seperti kemampuan persepsi.130 43 Alex Sobur. h. Cet. 2) Faktor psikologis siswa. seperti kondisi kesehatan dan kebugaran fisik. motivasi.

45 Penjelasan dari masing-masing faktor tersebut adalah sebagai berikut : 1. dan sebagainya. (Jakarta : Pedoman Ilmu Jaya. Faktor eksternal yang bersal dari luar diri siswa.44 Sedangkan M. Ke-2. Dalam proses belajar tingkat intelegensi siswa sangat berpengaruh terhadap prestasi 44 M. masyarakat dan lingkungan sekitar. Faktor ini terbagi dua. Cet. M. Faktor-faktor eksternal siswa 1) Faktor lingkungan siswa. yaitu : 1. yaitu keluarga. Psikologi……………. Cacat fisik juga mengganggu hal belajar. 57 Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono. berpikir dan kemampuan dasar pengetahuan (bahan apersepsi) yang dimiliki siswa. Kesehatan jasmani dan rohani Orang yang belajar membutuhkan kondisi badan yang sehat. h. Bagaimana orang dapat belajar dengan baik apabila ia sakit ingatan. Orang yang badannya sakit akibat penyakit-penyakit kelelahan tidak akan dapat belajar dengan efektif. letak sekolah. yaitu pertama faktor lingkungan alam atau non sosial seperti keadaan suhu. 1997). Demikian pula gangguan serta cacat-cacat mental pada seseorang sangat menggangu hal belajar yang bersangkutan. b. Psikologi Pendidikan. 59-60 45 46 . malam). intelegensi dan bakat. Intelegensi Intelegensi pada umumnya diartikan dengan kecerdasan. yaitu kesehatan jasmani dan rohani. 2) Faktor instrumental. Dalyono. serta cara belajar 2. kelembaban udara. (Jakarta : Rieneka Cipta. waktu (pagi. 138 h. siang. antara lain gedung atau sarana fisik kelas. Alisuf Sabri. sedikit frustasi atau putus asa?46 b. Dalyono berpendapat bahwa ada 2 faktor yang menentukan pencapaian hasil belajar. media pengajaran. minat dan motivasi. Faktor internal a. sekolah.25 ingatan. sarana atau alat pengajaran. h. Kedua faktor lingkungan sosial seperti manusia dan budayanya. Psikologi Pendidikan. 1996). Faktor internal yang berasal dari dalam diri siswa. guru dan kurikulum atau materi pelajaran serta strategi belajar mengajar.

mengarahkan tindakan. 129 49 Wayan Nurkancana dan PPN Sunartana. Hal ini berarti semakin tinggi tingkat kecerdasan siswa.... (Jakarta : CV Rajawali. Anak sebaiknya dibiasakan belajar sedikit demi sedikit setiap hari secara teratur. h. Cara belajar Anak yang tidak setiap hari belajar. Minat Minat adalah suatu gejala psikis yang berkaitan dengan objek atau aktivitas yang menstimulus perasaan senang pada individu. Bakat Bakat adalah potensi atau kemampuan.47 c. Orang tua kadang-kadang tidak memperhatikan faktor bakat ini. tetapi dibiarkan dulu menunggu saat hampir ulangan baru belajar. Psikologi………. tentu nilainya tidak baik. serta memilih tujuan belajar yang dirasa paling berguna bagi kehidupan individu. 139 47 . Sering anak diarahkan sesuai dengan kemampuan orang tuanya. 1985). Motivasi adalah penting bagi proses belajar. Evaluasi Pendidikan. tekanan. Seorang anak yang tidak berbakat teknik tetapi karena keinginan orang tuanya.26 siswa. meskipun hanya sebentar. Widodo Supriyono.Y. Motivasi Motivasi yang berhubungan dengan kebutuhan. Gunarsa. sehingga bahan-bahan pelajaran akan tertimbun sampai saat ulangan. semakin besar peluang siswa berhasil dalam proses pelajarannya. sangat mempengaruhi kegiatan dan hasil belajar. dan nilai-nilai yang didapat anak buruk serta tidak ada kemauan lagi untuk belajar. h. Psikologi…………. motif . 229 50 Abu Ahmadi dan Drs. 1993). Bimbingan Belajar di SMA dan Perguruan Tinggi. e. karena motivasi menggerakkan organisme. h.49 Seorang yang menaruh minat pada suatu bidang akan mudah mempelajari bidang itu. anak itu disekolahkan pada jurusan tehnik. dan tujuan.48 d. (Surabaya : Usaha Nasional. akibatnya bagi anak sekolah dirasakan sebagai suatu beban.50 f. Jika dalam belajar hafalan anak tidak dibarengi dengan Kartini Kartono. h. Gunarsa dan Ny.. 1 48 Singgih D. Singgih D.

27

pengertian-pengertian yang baik, anak tidak mengerti apa hubungan antara suatu hal dengan hal lainnya. Jadi cara menghafalnya tepat seperti yang ada dibuku. Perlu diperhatikan bahwa belajar dengan mengerti hubungan antara bahan yang satu dengan yang lain akan lebih mudah dan lebih lama diingat oleh anak.51 2. Faktor eksternal a. Keluarga Lingkungan keluarga merupakan media pertama dan utama yang secara langsung atau tidak langsung berpengaruh terhadap perilaku dalam perkembangan anak didik. Tujuan pendidikan secara universal dapat dikatakan agar anak manusia tersebut menjadi mandiri, dalam arti bukan saja dapat mencari nafkahnya sendiri, namun juga mengarahkan dirinya berdasarkan keputusannya sendiri untuk mengembangkan semua

kemampuan fisik, mental, sosial dan emosional yang dimilikinya. Sehingga dapat mengembangkan suatu kehidupan yang sehat dan produktif, dengan memiliki kepedulian terhadap orang lain.52 Pendidikan keluarga adalah fundamen atau dasar dari pendidikan anak selanjutnya. Hasil-hasil pendidikan yang diperoleh anak dalam keluarga menentukan pendidikan anak itu selanjutnya, baik di sekolah maupun di masyarakat. Ngalim Purwanto mengutip pendapatnya C. G. Salzmann (1744-1811), seorang penganut aliran philantropium, yang telah mengeritik dan mengecam pendidikan yang telah dilakukan oleh para orang tua waktu itu. Dalam karangannya, Kresbuchlein (buku Udang Karang). Salzmann mengatakan bahwa segala kesalahan anak-anak itu adalah akibat dari perbuatan pendidik-pendidiknya, terutama orang tua. Orang tua pada masa Salzmann dipandangnya sebagai penindas yang menyiksa anaknya dengan pukulan yang merugikan kesehatannya, dan menyakiti perasaan-perasaan kehormatannya. Disini Salzmann hendak

Singgih D. Gunarsa dan Ny.Y. Singgih D. Gunarsa, Psikoloi…………, h. 35 Conny R. Semiawan, Ed. Yufiarti dan Theodorus Immanuel Setiawan, Pendidikan Keluarga dalam Era Global, (Jakarta : Prenhallindo, 2002), Cet. Ke-10, h. 79
51 52

28

menunjukkan bahwa pendidikan keluarga atau orang tua itu penting sekali.53 Dari pendapat ke dua ahli tersebut dapat di simpulkan bahwa salah satu yang mempengaruhi prestasi belajar siswa adalah faktor keluarga. Adapun faktor keluarga ini dapat di golongkan menjadi lima golongan, yaitu : 1) Cara mendidik anak Setiap keluarga mempunyai spesifikasi dalam mendidik. Ada keluarga yang cara mendidik anak secara dictator militer, ada yang demokratis di mana pendapat anak diterima oleh orang tua. Tetapi ada juga keluarga yang acuh dengan pendapat setiap anggota keluarga. Jadi tiap-tiap anggota keluarga berjalan sendiri. Dari ketiga cara mendidik anak ini maka timbul pula macam-macam kepribadian dari anak tersebut. 2) Hubungan orang tua dan anak Ada keluarga yang hubungan anak dan orang tua dekat sekali sehingga anak tidak mau lepas dari orang tuanya. Bahkan ke sekolah pun susah. Ia takut terjadi sesuatu dengan orang tuanya. Pada anakanak yang berasal dari hubungan keluarga demikian kadang-kadang mengakibatkan anak menjadi tergantung. Bentuk lain misalnya hubungan orang tua dan anak yang ditandai oleh sikap acuh tak acuh pada orang tua. Sehingga dalam diri anak timbul reaksi frustasi. Sebaliknya orang tua yang terlalu keras terhadap anak, hubungan anak dan orang tua menjadi jauh sehingga menghambat proses belajar dan anak selalu diliputi oleh ketakutan terus menerus.

Ngalim Purwanto, MP., Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis, (Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 1995), Cet. Ke-8, Edisi 2, h. 79

53

29

3) Sikap orang tua Hal ini tidak dapat dihindari, karena secara tidak langsung anak adalah gambaran dari orang tuanya. Jadi sikap orang tua menjadi contoh bagi anak. 4) Ekonomi keluarga Faktor ekonomi sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan rumah tangga. Keharmonisan hubungan antara orang tua dan anak kadang-kadang tidak dapat terlepas dari faktor ekonomi. Begitu pula faktor keberhasilan seseorang. Pada keluarga yang ekonominya kurang mungkin dapat menyebabkan anak kekurangan gizi, kebutuhan-kebutuhan anak mungkin tidak dapat terpenuhi. Selain itu ekonomi yang kurang menyebabkan suasana rumah menjadi muram dan gairah untuk belajar tidak ada. Tetapi hal ini tidak mutlak demikian. Kadang-kadang kesulitan ekonomi bisa menjadi pendorong anak untuk lebih berhasil, sebaliknya bukan berarti pula ekonomi yang berlebihan tidak akan menyebabkan kesulitan belajar. Pada ekonomi yang berlebihan anak mungkin akan selalu dipenuhi semua kebutuhannya, sehingga perhatian anak terhadap pelajaran-pelajaran sekolah akan berkurang karena anak terlalu banyak bersenang-senang, misalnya dengan permainan yang beraneka ragam atau pergi ke tempat-tempat hiburan dan lain-lain. 5) Suasana dalam keluarga Suasana rumah juga berpengaruh dalam membantu belajar anak. Apabila suasana rumah itu selalu gaduh, tegang, sering ribut dan bertengkar, akibatnya anak tidak dapat belajar dengan baik, karena belajar membutuhkan ketenangan dan konsentrasi.54

54

Singgih D. Gunarsa dan Ny.Y. Singgih D. Gunarsa, Psikologi…………, h. 131-133

tetapi dipengaruhi juga oleh faktor eksternal yang antara lain adalah keluarga. . Sebaliknya. Keadaan tiap-tiap keluarga berlainan pula satu sama lain. ada keluarga yang kurang mampu. Sebagian orang tua mendidik anak-anaknya menurut pendirian-pendirian modern. Dengan sendirinya. dapat sangat merangsang anak belajar dan mengembangkan kemampuan mentalnya yang sedang tumbuh. keadaan dalam keluarga yang bermacam-macam coraknya itu akan membawa pengaruh yang berbeda-beda pula terhadap pendidikan anak-anak. ada pula yang selalu gaduh. cekcok dan sebagainya. Suasana emosionil di dalam rumah. Ada keluarga yang kaya. dan ada pula keluarga kecil. sedangkan sebagian lagi menganut pendirian-pendirian yang kuno atau kolot. Ada keluarga yang selalu diliputi oleh suasana tenang dan tentram. Jadi orang tua mempunyai peranan yang penting dalam keberhasilan belajar anak antara lain cara orang tua mendidik anak. merangsang dan membimbing terhadap aktivitas anaknya atau tidak. Pengaruh keluarga terhadap pendidikan anak itu berbeda-beda. cara mendidik anak. Faktor keluarga mencakup . sikap orang tua. ekonomi keluarga dan suasana dalam keluarga.30 E. Hasilhasil pendidikan yang diperoleh anak dalam keluarga menentukan pendidikan anak itu selanjutnya. baik di sekolah maupun dalam masyarakat. atau dengan perkataan lain pola asuh orang tua dapat mempengaruhi prestasi siswa. hubungan orang tua dan anak. Ada keluarga yang besar (banyak anggota keluarganya). sekolah merupakan lanjutan dari pendidikan anak-anak yang telah dilakukan dirumah. Penelitian ini didasarkan pada kerangka berpikir sebagai berikut : Prestasi belajar tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal yang meliputi. faktor fisiologis dan psikologis. Berhasil baik atau tidaknya pendidikan di sekolah bergantung pada dan dipengaruhi oleh pendidikan di dalam keluaraga. Dalam mendidik anak-anak. Apakah ia ikut mendorong. Kerangka Berpikir Dalam penelitian ini penulis ingin membuktikan bahwa ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan prestasi belajar yang dicapai siswa. Pendidikan keluarga adalah fundamen atau dasar dari pendidikan anak selanjutnya.

Selain itu. penuh kasih sayang. bersama-sama dengan sifat pembawaan lahir. berkomunikasi dengan lebih baik. mendukung anak untuk memiliki “kebebasan” sehingga anak mempunyai kepuasan. dia menyatakan bahwa anak yang berhasil di sekolah adalah anak yang berlatar belakang dari keluarga yang berhubungan akrab. yang dibawa sejak lahir. Dengan demikian dapat digambarkan skema berpikir dalam penelitian ini. dan sedikit menggunakan hukuman badan untuk mengembangkan disiplin. sehingga terlihat jelas adanya hubungan antara pola asuh orang tua dengan prestasi belajar siswa. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Reynolds (1975). akan banyak menentukan bagaimana dia maju dengan belajarnya untuk sisa hidupnya. yang menyatakan bahwa orang tua yang mempunyai harga diri tinggi banyak memberikan kesempatan kepada anak untuk membuat keputusan secara bebas. Hubungan orang tua dengan anak. Pendapat ini diperkuat oleh hasil penelitian Madison (1989).31 suasana tersebut bisa memperlambat otaknya yang sedang tumbuh dan menjemukan perasaan kreatif. yaitu : Skema Kerangka Berpikir Penelitian Hubungan Antara Pola Asuh Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa Faktor Internal Pola asuh orang tua Prestasi belajar Hubungan orang tua dan anak Faktor Eksternal Keluarga Sikap orang tua Ekonomi keluarga Suasana dalam keluarga . dan menerapkan disiplin berdasarkan kecintaan. perlu adanya hubungan yang akrab dan bentuk komunikasi yang memberikan kebebasan kepada anak untuk mengungkapkan perasaan dan pikirannya. Dari uraian di atas jelas terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan prestasi belajar.

. Hipotesa Nihil (Ho) : Tidak ada hubungan positif yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan prestasi belajar. Hipotesa Dalam skripsi ini yang hendak diuji kebenarannya adalah: Hipotesa Alternatif (Ha) : Ada hubungan positif yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan prestasi belajar.32 F.

Untuk mengetahui pola asuh orang tua terhadap pendidikan anak. Pahlawan Revolusi No. 2. agar dapat mengambil sikap dalam membimbing anak sebagai tindakan preventif maupun kuratif. B. Tujuan dan Manfaat penelitian Adapun tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah : 1. Untuk bahan masukan bagi sekolah yang diteliti khususnya bagi wali murid. maka penulis menentukan penelitian ini berlokasi di MTs Al. Untuk memberikan gambaran yang tepat tentang pola asuh orang tua kepada para pendidik.2 B 33 .BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. khususnya bagi penulis dan bagi pembaca pada umumnya. 2. 3. Penentuan Lokasi Penelitian Setelah mempertimbangkan beberapa hal.Falah Jakarta Timur yang terletak di Jl. Untuk menambah pengetahuan. Sedangkan manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan presatasi belajar siswa MTs al-Falah Jakrta Timur.

yaitu suatu usaha aktif bagi suatu badan atau lembaga dengan menyajikan hasil pengolahan bahan-bahan dokumen yang Suharsimi Arikunto. dengan tujuan untuk memperoleh informasi dan melengkapi data yang diperlukan dalam penelitian ini.1 Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas satu MTs al-Falah Jakarta Timur yang berjumlah 114 orang. karakteristik yang sama sehingga betul-betul mewakili populasi”. yaitu merupakan tanya jawab yang dikerjakan secra sistematis berlandaskan pada tujuan penelitian. Jilid 2. 3. 1992). b. penulis menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut : 1. mengadakan penelitian kepustakaan dengan cara mengkaji buku-buku. 1998). Wawancara.3 Observasi ini dilakukan untuk memperoleh data tentang kondisi umum MTs al-Falah Jakarta Timur.115 2 Nana Sujana. dan c. Sampel adalah “sebagian dari populasi yang memiliki sifat dan D. h. Teknik pengumpulan data Adapun penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah penelitian lapangan (field research). Wawancara ini dilakukan dengan Kepala Sekolah. (Bandung : Sinar Baru Algensindo. yaitu suatu penelitian yang dilakukan dengan terjun langsung ke obyek penelitian. h. 2. 136 1 . Populasi dan Sampel Populasi adalah “keseluruhan obyek dari suatu penelitian”. artikel-artikel atau sumber bacaan lain yang berkaitan dengan penelitian.2 Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari siswa kelas satu a. (Jakarta : Rieneka Cipta. Observasi. (Yogyakarta : Andi Offset. 4. Ke-3. Untuk memperoleh data-data lapangan ini. Metode Reseach. Penelitian dan Penelitian Pendidikan. Dokumentasi. Library research. sebagai metode ilmiah. observasi biasa diartikan dengan pengamatan dan pencatatan dengan sistematik fenomena-fenomena yang diselidiki. yang diambil secara acak sebanyak 25 orang. 84 3 Sutrisno Hadi. h.34 C. 1996). Cet. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.

yaitu merupakan suatu daftar atau rangkaian pertanyaan yang disusun secara tertulis mengenai sesuatu yang berkaitan dengan penelitian. b.5 Angket yang digunakan adalah tipe pilihan (tertutup). 1991). dan c. Cet. Teknik pengolahan dan analisa data 1. h. Editing yaitu meneliti semua angket atau kuesioner satu persatu tentang kelengkapan pengisian dan kejelasannya.261 4 . Cet. E. visi dan misi didirikan MTs al-Falah Jakarta Timur. h. 5. Ke-2. b. Dalam hal ini pertanyaan yang diajukan kepada para siswa dalam angket ini adalah mengenai pola asuh. Ke-9. jawaban sering diberi skor 2. Mariadinata dan Wiana Mulyana. c. Pengantar Statistik Pendidikan (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. Teknik pengolahan data Untuk memperoleh data dalam penelitian ini penulis melakukan langkahlangkah sebagai berikut : a. serta data prestasi belajar siswa. yaitu : a. Angket diberikan kepada siswa yang dijadikan sampel dalam penelitian untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua terhadap prestasi siswa.21 5 Anas Sudjono. Tabulating yaitu mentabulasi data jawaban yang telah diberikan ke dalam bentuk tabel selanjutnya dinyatakan dalam bentuk frekuensi dan prosentase. Angket atau kuesioner. 1999). kurikulum.35 bermanfaat bagi badan atau lembaga yang mengadakan.4 Dokumentasi ini dilakukan untuk memperoleh data tentang struktur organisasi. (Bandung : CV Armico. jawaban selalu diberi skor 3. jawaban kadang-kadang diberi skor 1. f P= N x 100 % Juhana S. Dokumentasi dan Perpustakaan. Skoring yaitu memberi nilai pada setiap data jawaban yang ada dalam angket.

rxy = [ NX  (X ) 2 ][ NY 2  (Y ) 2 ] 2 Prosentase 60 % . sedangkan mencari hubungan antara pola asuh orang tua dengan prestasi belajar siswa penulis menggunakan analisa statistik dengan rumus “Korelasi Product Momet. Secara operasional analisis data teknik korelasi dilakukan melalui tahapan berikut : a.49 % 1 % .39 % Penafsiran Sebagian besar Lebih dari setengahnya Setengahnya Hampir setengahnya Sebagian kecil NXY  (X )(Y ) Keterangan : rxy N XY X Y : Angka indeks “r” produk moment (antara variabel X dan Y) : Jumlah responden : Jumlah hasil perkalian antara skor X dan Y : Jumlah seluruh skor X : Jumlah seluruh skor Y b.99 % 51 % .59 % 50 % 40 % .” Karena data ini membahas dua variabel yang berhubungan. interpretasi sederhana dengan cara mencocokkan hasil perhitungan dengan angka indeks korelasi “r” product moment. Memberi interpretasi terhadap rxy. . 4.36 P F : Prosentase yang dicari : Frekuensi N : Number of cases Dengan ketentuan skala prosentase sebagai berikut : No 1. 3. 5. 2. Teknik analisa data Untuk analisa data. penulis menggunakan analisa data distribusi frekuensi. Mencari angka korelasi dengan rumus. 2.

Dari beberapa pengertian yang telah disebutkan dalam bab II (landasan teoritis). Cara 2) Menguji kebenaran dari hipotesa yang telah dirumuskan dengan jalan membandingkan besarnya “r” Product Moment dengan besarnya “r” yang tercantum dalam tabel nilai (rt) terlebih dahulu mencari derajat bebasnya (db) atau degress of freedom (df) yang rumusnya adalah : Df = N-nr Keterangan : Df : Degressa of freedom N : Number of cases Nr : Banyaknya variabel yang dikorelasikan. h. Dalam penelitian ini penulis hanya membahas pola asuh orang tua yang bersifat demokratis dengan dimensi dan indikator-indikator sebagai berikut Sudarwan Danim. Yang dimaksud dengan pola asuh orang tua demokratis adalah cara mendidik orang tua terhadap anak ditandai dengan adanya perhatian. Memberikan interpretasi terhadap angka indeks korelasi “r” product ini ditempuh melalui prosedur sebagai berikut : 1) Merumuskan Hipotesa Alternatif (Ha) dan Hipotesa nihil (Ho). F.6 Dalam penelitian ini penulis menggunakan dua variabel. dengan jalan berkonsultasi pada tabel “r” product moment. 101 6 . moment. (Jakarta : Bumi Aksara. yaitu pola asuh orang tua dan prestasi belajar. Jilid I. Konsep dan pengukuran variabel Variabel merupakan suatu konsep yang mempunyai variasi nilai. penulis akan memberikan definisi operasional dari kedua variabel yang digunakan. musyawarah.37 c. adanya komunikasi dua arah. memberikan kebebasan yang bertanggung jawab. Pola asuh orang tua disebut variabel bebas [selanjutnya dilambangkan dengan X] dan prestasi belajar disebut variabel terikat [selanjutnya dilambangkan dengan Y]. 2000). Metode Penelitian Untuk Ilmu-ilmu Prilaku. dan saling menghormati antar anggota keluarga. dan variasi nilai itu tampak jika variabel itu didefinisikan secara operasional atau ditentukan tingkatannya.

Anak meminta izin jika hendak keluar rumah d. Memperhatikan penjelasan anak ketika melakukan kesalahan c. Memberikan izin bersyarat dalam hal bergaul dengan teman-temannya a. Memenuhi kebutuhan sekolah anak sesuai dengan kemampuan d. Bertanya kepada anak tentang kegiatan sehari-hari b. Mendengar dan mempertimbangkan pendapat dan keinginan anak b. Mengikutsertakan anak dalam membuat peraturan keluarga b.38 Tabel 1 Dimensi dan indikator pola asuh orang tua yang demokratis No 1. Memberikan teguran kepada anak. Memberikan penjelasan tentang perbuatan yang baik dan mendukungnya c. Adanya saling menghormati antar anggota keluarga . Memberikan penjelasan tentang perbuatan yang tidak baik dan menganjurkannya untuk di tinggalkan a. Dimensi Adanya musyawarah dalam keluarga Indikator a. Mengingat anak untuk belajar b. Mengajak anak-anak berunding dalam menetapkan kelanjutan sekolah c. Terdapat tutur kata yang baik antara anggota keluarga c. Adanya pengarahan dari orang tua 4. jika benar atau berprilaku baik b. Tolong menolong dalam bekerja 2. jika salah atau berprilaku buruk c. Memberikan pujian kepada anak. Mengurus keperluan/kebutuhan anak sehari-hari e. Adanya kebebasan yang terkendali 3. Adanya bimbingan dan perhatian 5. Bermusyawarah dalam memecahkan problem-problem yang dihadapi anak a.

dan jawaban c berati tidak demokratis. 3. yaitu a. penulis menggunakan nilai rata-rata semester 1 dari raport dengan ketentuan sebagai berikut : . Saling menghargai antara yang satu dengan yang lainnya e. yaitu jawaban a berarti demokratis. jawaban b berarti cukup demokratis. dan c. Nilai 62 42-61 23-40 22 Kriteria Sangat demokratis Cukup demokratis Kurang demokratis Tidak demokratis Sedangkan prestasi belajar adalah hasil belajar yang telah dicapai oleh siswa yang meliputi aspek pengetahuan. keterampilan dan sikap. Bersikap adil terhadap setiap anak dalam pemberian tugas a. Menjelaskan alasan ditetapkannya suatu peraturan c. dengan ketentuan. Instrumen kuesioner terdiri dari tiga alternatif jawaban. Untuk mengetahui pola asuh yang diterapkan oleh masing-masing orang tua siswa menggunakan ketentuan sebagai berikut : Tabel 2 Kriteria Pola Asuh Demokratis No 1. Untuk mengukur variabel Y. b.39 6. penulis menggunakan instrumen kuesioner yang disebarkan kepada siswa yang dijadikan sampel penelitian. 2. 4. Memberikan kesempatan kepada anak untuk bertanya / berpendapat tentang suatu hal b. Adanya komunikasi dua arah d. Membicarakan segala persoalan yang timbul dalam keluarga Untuk mengukur variabel X ini.

Laporan Penilaian Hasil Belajar G. 180 .70 0. Dalam hubungan ini ada dua macam cara dapat ditempuh.. Teknik Interpretasi data Terhadap angka indeks korelasi yang telah diperoleh dari perhitungan (proses komputasi) dapat diberikan interpreatsi atau penafsiran tertentu. akan tetapi korelasi itu sangat lemah atau rendah sehingga korelasi itu diabaikan (dianggap tidak ada korelasi antara variabel X dan variabel Y). Interpretasi secara sederhana Dalam memberikan interpretasi secara sederhana terhadap Angka Indeks Korelasi “r” Product Moment (rxy). 5. Antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi yang kuat atau tinggi.20 Interpretasi Antara variabel X dan variabel Y memang terdapat korelasi.7 0.90 0. pada umumnya dipergunakan pedoman sebagai berikut : Besarnya “r” Product Moment 0.90 – 1. yaitu : 1. Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam.00 7 Anas Sudjono. 2. 4. h.00 – 0.40 Tabel 3 Kriteria Nilai Siswa No 1.40 – 0.70 – 0.20 – 0. 3.. Antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi yang lemah atau yang rendah. Pengantar………….40 0. Sumber : Nilai 10 9 8 7 6 Kriteria Istimewa Amat baik Baik Lebih dari cukup Cukup Departemen Agama RI. Antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi yang sangat kuat atau sangat tinggi. Antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi yang sedang atau cukup.

Merumuskan (membuat) Hipotesa Alternatif (Ha) dan Hipotesa Nihil (Ho). baik pada taraf signifikan 5 % Hipotesa alternatif (Ha) disetujui atau diterima atau terbukti kebenarannya. Sebaliknya. Jika ro sama dengan atau lebih besar dari para rt maka Hidayatullah Jakarta”. Menguji kebenatan atau kepalsuan dri hipotesa yang telah diajukan di atas tadi (maksudnya : manakah yang benar : ha atau ho?). penulis menggunakan buku “Pedoman Penulisan Skripsi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Dengan memperoleh db atau df maka dapat dicari besarnya “r” yang maupun taraf 1 %. maka prosedur yang dilalui secara berturut-turut adalah sebagi berikut : a. b. tercantum dalam Tabel Nilai “r” Produt Moment.41 2. jika Hipotesa Nihil (Ho) tidak dapat disetujui atau tidak dapat diterima atau tidak dapat terbukti kebenarannya. Dalam teknik penulisan. . 2007”. yang diterbitkan oleh FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. dengan jalan memperbandingkan besarnya “r” yang telah diuperoleh dalam proses perhitungan atau “r” observasi (ro) dengan besarnya “r” yang tercantum pada Tabel Nilai “r” Product Moment (rt) dengan terlebih dahulu mencari drajat bebasnya (db) atau degrees of freedomnya (df) yang rumusnya adalah sebagi berikut : Df = N-nr Keterangan : Df N Nr : Degressa of freedom : Number of cases : Banyaknya variabel yang dikorelasikan. Interpretasi dengan menggunakan Tabel Nilai “r” Product Moment Apabila cara kedua ini yang ditempuh.

tepat hari pengakuan Kedaulatan untuk melanjutkan pendidikan Pondok Pesantren Madrasah al-Falah kembali dilanjutkan.H. pada awalnya adalah sebuah majelis ta’lim kemudian pada tahun 1935 diterapkanlah sistim pendidikan klasikal (Madrasah Ibtidaiyah) pada siang hari dan pondok pesantren yang mempelajari kitab-kitab kuning pada malam harinya. Pada saat itu jumlah para pelajar seluruhnya 65 orang. Maisin. Demikianlah dari tahun ke tahun mengalami peningkatan baik jumlah siswanya 42 . maka tanggal 1 Januari 1950. Pada tahun 1945 di saat perjuangan bangsa Indonesia mencapai klimaknya para santri-santri yang dewasa di ajak bersama-sama berjuang memanggul senjata dengan nama “Barisan Rakyat Klender” bergabung dengan Bapak H. kegiatan pendidikan agak terhenti sementara. Kemudian pada tahun 1960 diadakan perombakan total disegala bidang untuk mensejajarkan sistim pendidikan dan kurikulum yang dipakai pemerintah. Mulai saat itu dari tahun ke tahun terlihat peningkatan. Selama masa perjuangan tersebut. Darip. Gambaran Umum MTS al-Falah Jakarta Timur 1. Pada saat itu jumlah siswa yang tercatat sebanyak 350 anak. Sejarah Berdiri Madrasah al-Falah didirikan oleh K. Tahun 1968 meningkat jumlahnya menjadi 130 orang.BAB IV HASIL PENELITIAN A. Pada tahun 1967 didirikanlah Madrasah Tsanawiyah sebagai lanjutan dari tingkat Ibtidaiyah. terbukti jumlah murid mencapai 700 anak Ibtidaiyah dan 80 orang santri yang tinggal di pesantren. Tahun 1969 berjumlah 260 orang.

Mujib Ka. MTs Al Falah YAYASAN AL FALAH Gusti Mahmud Ka.Ur Sarana/Humas Dewan Guru Siswa Siswi 3. Toyib Umar BA. Struktur Organisasi MAPENDA KANDEPAG JAKARTA TIMUR H. Pada tingkat Aliyahpun mengalami jumlah yang berarti. Ritakumala Ka. Abd. Bid. Moh. Ka.43 maupun tenaga pengajarnya.Ur. Firdaus Idris BP Drs. Visi dan Misi Adapun visi dari MTs al-Falah Jakarta Timur adalah menjadikan Madrasah Tsanawiyah Swasta al-Falah sebagai tempat hamba Allah SWT berjuang jihad fisabilillah mencari ridho Allah SWT agar selamat sejahtera dunia dan akhirat. 2. Pada tahun 1980 didirikanlah Madrasah Aliyah alFalah sebagai lanjutan dari tingkat Tsanawiyah. Kurikulum/Kesiswaan Drs. Sedangkan misi dari MTs al-Falah Jakarta Timur adalah sebagai berikut : . Tata Usaha Dra.

Pendidikan Agama Islam : a. Membina kader bangsa yang mampu tampil sebagai rohmatan lilalamin d. Mempersiapkan kader bangsa yang berilmu dan beramal yang Islami b. Bahasa Inggris 5. al-Qur’an Hadits b. Geografi b. Fiqih d. Aqidah Akhlak c.44 a. Matematika 6. Bahasa Indonesia 4. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) a. Kurikulum Kurikulum yang dipergunakan oleh MTs al-Falah Jakarta Timur adalah KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran) yang telah disempurnakan dengan ketentuan sebagai berikut : No Mata Pelajaran 1. Mengantarkan siswa untuk mampu menguasai IPTEK dan IMTAK 4. Ekonomi 8. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) a. Bahasa Arab 2. Muatan Lokal a. Pendidikan & Kewarganegaraan 3. Seni Budaya 9. Keterampilan (Kerajinan Tangan dan Kesenian) 11. Biologi 7. Sejarah c. PLKJ Jumlah Jam Pelajaran Kelas 1 1 2 2 2 1 2 4 4 6 3 3 3 3 3 1 2 2 Kelas 2 1 2 2 2 1 2 4 4 6 3 3 3 3 3 1 2 2 Kelas 3 1 2 2 2 1 2 4 4 6 3 3 3 3 3 1 2 2 1 45 1 45 1 45 Sumber : Dokumentasi MTs al-Falah Jakarta Timur . Pendidikan Jasmani & Kesehatan (Penjaskes) 10. Fisika b. Memasyarakatkan Ukhuwah Islamiyah c. SKI e.

Respon orang tuapun positif. B. Kemudian data yang diperoleh diolah dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dengan menggunakan rumus : f P= N P F : Prosentase yang dicari : Frekuensi x 100 % N : Number of cases . maka orang tua diundang datang ke sekolah. Deskripsi data Salah satu teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan angket yang disebarkan pada responden berdasarkan sampel. Deskripsi Data 1. Kegiatan lain adalah apabila ada sesuatu hal yang perlu disampaikan kepada orang tua.45 Keterangan : Jumlah jam pelajaran satu Minggu = 45 jam @ 40 menit Senin = 7 jam pelajaran Selasa = 8 jam pelajaran Rabu = 8 jam pelajaran Kamis = 8 jam pelajaran Jum'at = 6 jam pelajran Sabtu = 8 jam pelajaran Jumlah = 45 jam pelajaran 5. Sekolah selalu mengadakan silaturahmi. terutama pada saat pembagian raport. karena adanya saling keterbukaan dan kekeluargaan. Hubungan Sekolah dengan Orang Tua Siswa Adapun hubungan sekolah dengan para orang tua siswa cukup baik & harmonis.

2 F 19 6 25 % 76 24 100 Sumber : Instrumen Kuesioner Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa. dapat diketahui bahwa 48 % siswa menyatakan bahwa orang tua mereka selalu mengikutsertakan anak dalam membuat peraturan keluarga.46 Hasil angket dimasukkan dalam tabulasi yang merupakan proses mengubah data dan instrumen pengumpulan data (angket) menjadi tabel-tabel angka (prosentase). .1 F 12 13 25 % 48 52 100 Sumber : Instrumen Kuesioner Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa. Berdasarkan tabel di atas. dapat dilihat pada tabel-tabel berikut : 1) Musyawarah Tabel 4 Mengikutsertakan anak dalam membuat peraturan keluarga Alternatif Selalu Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah No. sedangkan tidak ada siswa yang menyatakan orang tua mereka tidak pernah mengikutsertakan anak dalam membuat peraturan keluarga. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa hampir setengah orang tua siswa selalu mengikutsertakan anak dalam membuat peraturan keluarga. 52 % kadang-kadang. Tabel 5 Mengajak anak-anak berunding dalam menetapkan kelanjutan sekolah Alternatif Selalu Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah No.

3 F 16 9 25 % 64 36 100 Sumber : Instrumen Kuesioner Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa.47 Tabel di atas menunjukkan bahwa 76 % siswa menyatakan bahwa orang tua mereka selalu mengajak anak-anak berunding dalam menetapkan kelanjutan sekolah. . Dengan demikian dapat diketahui bahwa sebagian besar orang tua siswa membantu memecahkan problem-problem yang dihadapi anak. sedangkan yang menyatakan orang tua mereka tidak pernah bermusyawarah dalam memecahkan problemproblem yang dihadapi anak tidak ada. Tabel di atas menunjukkan bahwa 64 % siswa menyatakan bahwa orang tua mereka selalu bermusyawarah dalam memecahkan problem-problem yang dihadapi anak. 36 % menyatakan kadang-kadang. Dengan demikian berarti sebagian besar orang tua mengajak anakanaknya berunding dalam menetapkan kelanjutan sekolah.4 F 17 8 25 % 68 32 100 Sumber : Instrumen Kuesioner Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa. 2) Kebebasan yang terkendali Tabel 7 Mendengarkan & mempertimbangkan pendapat dan keinginan anak Alternatif Selalu Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah No. dan yang menyatakan tidak pernah diajak berunding dalam menetapkan kelanjutan sekolah oleh orang tua mereka tidak ada. Tabel 6 Bermusyawarah dalam memecahkan problem-problem yang dihadapi anak Alternatif Selalu Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah No. 24 % menyatakan kadang-kadang.

dan yang menyatakan orang tua mereka tidak pernah mendengarkan & mempertimbangkan pendapat dan keinginan anak tidak ada.6 F 18 7 25 % 72 28 100 Sumber : Instrumen Kuesioner Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa. Tabel di atas menunjukkan bahwa 80 % siswa menyatakan bahwa orang tua mereka selalu memperhatikan penjelasan anak ketika melakukan kesalahan. Tabel 8 Memperhatikan penjelasan anak ketika melakukan kesalahan Alternatif Selalu Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah No. Tabel 9 Meminta izin jika hendak keluar rumah Alternatif Selalu Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah No. Dengan demikian dapat diketahui bahwa sebagian besar orang tua siswa memperhatikan penjelasan anak ketika melakukan kesalahan. Dengan demikian dapat diketahui bahwa sebagian besar orang tua siswa mendengarkan & mempertimbangkan pendapat dan keinginan anak.48 Tabel di atas menunjukkan bahwa 68 % siswa menyatakan bahwa orang tua mereka selalu mendengarkan & mempertimbangkan pendapat dan keinginan anak. 20 % menyatakan kadang-kadang.5 F 20 5 25 % 80 20 100 Sumber : Instrumen Kuesioner Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa. 32 % menyatakan kadang-kadang. . sedangkan yang menyatakan orang tua mereka tidak pernah memperhatikan penjelasan anak ketika melakukan kesalahan tidak ada.

Dengan demikian dapat diketahui bahwa sebagian besar orang tua siswa mengharuskan anaknya meminta izin jika hendak keluar rumah. Dengan demikian dapat diketahui bahwa sebagian besar orang tua siswa memberi izin dengan syarat kepada mereka untuk bergaul dengan teman-temannya. sedangkan yang menyatakan orang tua siswa tidak harus meminta izin jika hendak keluar rumah tidak ada. Dari tabel di atas terlihat bahwa 80 % siswa menyatakan diberi izin dengan syarat untuk bergaul dengan teman-temannya. 20 % menyatakan kadangkadang.7 F 20 5 25 % 80 20 100 Sumber : Instrumen Kuesioner Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa. sedangkan yang menyatakan orang tua siswa tidak pernah memberi izin bersyarat untuk bergaul dengan teman-temannya tidak ada.49 Tabel di atas menunjukkan bahwa 72 % siswa menyatakan bahwa orang tua mereka selalu harus meminta izin jika hendak keluar rumah.8 F 15 10 25 % 60 40 100 Sumber : Instrumen Kuesioner Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa. 3) Pengarahan dari orang tua Tabel 11 Bertanya tentang kegiatan sehari-hari Alternatif Selalu Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah No. . 28 % menyatakan kadang-kadang. Tabel 10 Memberi izin bersyarat dalam hal bergaul dengan teman-temannya Alternatif Selalu Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah No.

Tabel di atas menunjukkan bahwa 80 % siswa menyatakan bahwa orang tua mereka selalu memberikan penjelasan tentang perbuatan baik dan mendukungnya. sedangkan yang menyatakan orang tua siswa tidak pernah bertanya tentang kegiatan sehari-hari tidak ada. Tabel 13 Memberikan penjelasan tentang perbuatan yang tidak baik Alternatif Selalu Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah No. 40 % menyatakan kadang-kadang. Dengan demikian maka sebagian besar orang tua siswa bertanya kepada anak tentang kegiatan sehari-hari. Dengan demikian dapat diketahui sebagian besar orang tua siswa memberikan penjelasan tentang perbuatan baik dan mendukungnya.50 Dari tabel di atas terlihat bahwa 60 % siswa menyatakan bahwa orang tua mereka selalu bertanya tentang kegiatan sehari-hari. 20 % menyatakan kadang-kadang. sedangkan yang menyatakan orang tua siswa tidak pernah memberikan penjelasan tentang perbuatan baik tidak ada.10 F 13 11 1 25 % 52 44 4 100 Sumber : Instrumen Kuesioner Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa.9 F 20 5 25 % 80 20 100 Sumber : Instrumen Kuesioner Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa. . Tabel 12 Memberikan penjelasan tentang perbuatan baik dan mendukungnya Alternatif Selalu Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah No.

16 % menyatakan kadang-kadang. Dengan demikian dapat diketahui sebagian besar orang tua siswa memberikan pujian kepada anaknya jika berperilaku baik. Tabel di atas menunjukkan bahwa 84 % siswa menyatakan bahwa orang tua mereka selalu memberikan pujian jika berperilaku baik. Dengan demikian maka dapat diketahui lebih dari setengah orang tua siswa memberikan penjelasan tentang perbuatan yang tidak baik. 44 % menyatakan kadang-kadang. Tabel 15 Memberikan teguran kepada anak jika berperilaku tidak baik Alternatif Selalu Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah No. dan 4 % menyatakan orang tua siswa tidak pernah memberikan penjelasan tentang perbuatan yang tidak baik.12 F 20 5 25 % 80 20 100 Sumber : Instrumen Kuesioner Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa.11 F 21 4 25 % 84 16 100 Sumber : Instrumen Kuesioner Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa.51 Tabel di atas menunjukkan bahwa 52 % siswa menyatakan bahwa orang tua mereka selalu memberikan penjelasan tentang perbuatan yang tidak baik. sedangkan yang menyatakan orang tua siswa tidak pernah memberikan pujian jika berperilaku baik tidak ada. . 4) Bimbingan dan Perhatian Tabel 14 Memberikan pujian kepada anak jika berperilaku baik Alternatif Selalu Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah No.

sedangkan yang menyatakan orang tua siswa tidak pernah memenuhi kebutuhan sekolah anak tidak ada.14 F 20 5 25 % 80 20 100 Sumber : Instrumen Kuesioner Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa. 20 % menyatakan kadang-kadang. sedangkan yang menyatakan orang tua siswa tidak pernah memberikan teguran jika berperilaku tidak baik tidak ada. . Dengan demikian dapat diketahui sebagian besar orang tua siswa memberikan teguran kepada anaknya jika berperilaku tidak baik. Dengan demikian maka sebagian besar orang tua siswa memenuhi kebutuhan sekolah anak sesuai dengan kemampuannya.52 Tabel di atas menunjukkan bahwa 80 % siswa menyatakan bahwa orang tua mereka selalu memberikan teguran jika berperilaku tidak baik. Tabel 16 Memenuhi kebutuhan sekolah anak Alternatif Selalu Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah No. Tabel 17 Memenuhi keperluan/kebutuhan anak sehari-hari Alternatif Selalu Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah No. 16 % menyatakan kadang-kadang. Dari tabel di atas terlihat bahwa 84 % siswa menyatakan bahwa orang tua mereka selalu memenuhi kebutuhan sekolah anak sesuai dengan kemampuan.13 F 21 4 25 % 84 16 100 Sumber : Instrumen Kuesioner Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa.

16 F 19 6 25 % 64 36 100 Sumber : Instrumen Kuesioner Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa. Tabel 18 Mengingatkan anak untuk belajar Alternatif Selalu Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah No. Melihat tabel di atas. . Dengan demikian dapat diketahui bahwa sebagian besar orang tua siswa selalu mengingatkan anakanak mereka untuk belajar. Dengan demikian maka sebagian besar orang tua siswa memenuhi keperluan/kebutuhan anak sehari-hari. sedangkan yang menyatakan orang tua siswa tidak pernah memenuhi keperluan/kebutuhan anak sehari-hari tidak ada. ternyata 64 % siswa selalu diingatkan untuk belajar.15 F 19 6 25 % 64 36 100 Sumber : Instrumen Kuesioner Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa. sedangkan tidak ada siswa yang tidak pernah diingatkan untuk belajar.53 Dari tabel di atas terlihat bahwa 80 % siswa menyatakan bahwa orang tua mereka selalu memenuhi keperluan/kebutuhan anak sehari-hari. 36 % menyatakan kadang-kadang diingatkan untuk belajar. 20 % menyatakan kadang-kadang. 5) Saling menghormati antar keluarga Tabel 19 Terdapat tutur kata yang baik antar anggota keluarga Alternatif Selalu Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah No.

Dengan demikian dapat diketahui bahwa sebagian besar terdapat tutur kata yang baik antar anggota keluarga. sedangkan yang menyatakan tidak pernah terdapat tutur kata yang baik antar anggota keluarga tidak ada. 8 % menyatakan kadang-kadang.18 F 23 2 25 % 92 8 100 Sumber : Instrumen Kuesioner Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa. Dari tabel di atas terlihat bahwa 84 % siswa menyatakan bahwa mereka selalu tolong menolong dalam bekerja.17 F 21 4 25 % 84 16 100 Sumber : Instrumen Kuesioner Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa. 16 % menyatakan kadang-kadang. Tabel 21 Saling menghargai antara yang satu dengan yang lainnya Alternatif Selalu Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah No.54 Tabel di atas menunjukkan bahwa 764 % siswa menyatakan bahwa selalu terdapat tutur kata yang baik antar anggota keluarga. 36 % menyatakan kadang-kadang. Tabel di atas menunjukkan bahwa 92 % siswa menyatakan bahwa mereka selalu menghargai antara yang satu dengan yang lainnya. Tabel 20 Tolong menolong dalam bekerja Alternatif Selalu Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah No. Dengan demikian maka sebagian besar orang tua siswa memenuhi keperluan/kebutuhan anak sehari-hari. sedangkan yang menyatakan tidak pernah menghargai antara . sedangkan yang menyatakan orang tua siswa tidak pernah memenuhi keperluan/kebutuhan anak sehari-hari tidak ada.

20 F 20 5 25 % 80 20 100 Sumber : Instrumen Kuesioner Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa. Tabel di atas menunjukkan bahwa 80 % siswa menyatakan bahwa orang tua mereka selalu memberikan kesempatan bertanya/berpendapat tentang suatu hal.19 F 14 11 25 % 56 44 100 Sumber : Instrumen Kuesioner Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa. 44 % menyatakan kadang-kadang. ternyata 56 % siswa menyatakan bahwa orang tua selalu bersikap adil terhadap setiap anak dalam pemberian tugas. Melihat tabel di atas. Tabel 22 Bersikap adil terhadap setiap anak dalam pemberian tugas Alternatif Selalu Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah No. Dengan demikian dapat diketahui bahwa lebih dari setengah orang tua siswa selalu bersikap adil terhadap anaknya dalam pemberian tugas. dan yang menyatakan bahwa orang . dan yang menyatakan bahwa orang tua siswa tidak pernah adil terhadap anak dalam pemberian tugas tidak ada. Dengan demikian dapat diketahui sebagian besar selalu menghargai antara yang satu dengan yang lainnya.55 yang satu dengan yang lainnya tidak ada. 6) Komunikasi dua arah Tabel 23 Memberikan kesempatan untuk bertanya/berpendapat Alternatif Selalu Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah No. 20 % menyatakan kadang-kadang.

Tabel 24 Menjelaskan alasan ditetapkan suatu peraturan Alternatif Selalu Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah No. sedangkan yang menyatakan orang tua siswa tidak pernah menjelaskan alasan ditetapkan suatu peraturan tidak ada. Tabel di atas menunjukkan bahwa 64 % siswa menyatakan bahwa orang tua mereka selalu membicarakan segala persolan yang timbul di dalam keluarga.22 F 16 9 25 % 64 36 100 Sumber : Instrumen Kuesioner Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa. dan yang menyatakan bahwa orang tua siswa tidak pernah membicarakan segala persolan yang timbul di dalam .21 F 16 9 25 % 64 36 100 Sumber : Instrumen Kuesioner Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa.56 tua siswa tidak pernah memberikan kesempatan bertanya/berpendapat tentang suatu hal tidak ada. Dengan demikian dapat diketahui sebagian besar orang tua siswa memberikan kesempatan bertanya/berpendapat tentang suatu hal. Dari tabel di atas terlihat bahwa 64 % siswa menyatakan bahwa orang tua mereka selalu menjelaskan alasan ditetapkan suatu peraturan. 36 % menyatakan kadang-kadang. Tabel 25 Membicarakan segala persolan dalam keluarga Alternatif Selalu Kadang-kadang Tidak pernah Jumlah No. 36 % menyatakan kadang-kadang. Dengan demikian maka sebagian besar orang tua siswa selalu menjelaskan alasan ditetapkan suatu peraturan.

Analisis data Tabel 26 Item soal No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 JML 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 3 3 2 3 3 2 3 2 3 2 3 2 3 3 3 2 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 2 2 3 3 3 2 3 3 2 2 3 3 2 2 3 3 2 2 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 2 2 3 2 3 Sumber : Siswa 3 2 2 3 2 3 3 1 3 2 3 3 2 2 2 3 3 2 3 2 3 3 3 2 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 2 3 3 2 3 3 2 2 3 2 2 2 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 3 3 2 2 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 3 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 2 60 60 60 65 50 60 60 65 60 65 50 60 60 58 55 55 65 65 60 65 60 65 60 65 50 2 2 2 3 3 2 2 2 2 2 Hasil Instrument Kuesioner Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Prestasi Belajar .57 keluarga tidak ada. Dengan demikian dapat diketahui sebagian besar orang tua siswa selalu membicarakan segala persolan yang timbul di dalam keluarga 2.

58 Tabel 27 Pola Asuh yang Diterapkan oleh Orang Tua Siswa No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Nama Responden Irene Gardenia Megawati Iqbal Putra P Eli Nur Syaidah Nurdiah Apriyani Sri Apriliani Dheyang Mayangsari Ahmad Fajri Ida Triyanti Dwi Nurlinda Nurdini Winda Kartika R Ague Wobowo M Reza Malevi Ananda Citra D Nani Widia A Fathiyah Diah Cordova Raysa Humaira Muhammad Alvi Zahra Tia Sania Yukoco Raharjanto Intan Tri R Rahmat Sukra Ahmad Hardianto Sumber : Hasil Instrument Kuesioner Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa Skor Pola Asuh 60 60 60 65 50 60 60 65 60 65 50 60 60 58 55 55 65 65 65 65 60 65 60 65 50 Pola Asuh Orang Tua Cukup Demokratis Cukup Demokratis Cukup Demokratis Sangat Demokratis Cukup Demokratis Cukup Demokratis Cukup Demokratis Sangat Demokratis Cukup Demokratis Sangat Demokratis Cukup Demokratis Cukup Demokratis Cukup Demokratis Cukup Demokratis Cukup Demokratis Cukup Demokratis Sangat Demokratis Sangat Demokratis Sangat Demokratis Sangat Demokratis Cukup Demokratis Sangat Demokratis Cukup Demokratis Sangat Demokratis Cukup Demokratis .

59 Tabel di bawah ini adalah tabel yang menunjukkan skor pola asuh orang tua (X) dan nilai prestasi belajar (Y) : Tabel 28 Skor Pola Asuh dan Nilai Rata-rata Raport Siswa NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Nama Responden Irene Gardenia Megawati Iqbal Putra P Eli Nur Syaidah Nurdiah Apriyani Sri Apriliani Dheyang Mayangsari Ahmad Fajri Ida Triyanti Dwi Nurlinda Nurdini Winda Kartika R Ague Wobowo M Reza Malevi Ananda Citra D Nani Widia A Fathiyah Diah Cordova Raysa Humaira Muhammad Alvi Zahra Tia Sania Yukoco Raharjanto Intan Tri R Rahmat Sukra Ahmad Hardianto Jumlah Skor Pola Asuh (X) 60 60 60 65 50 60 60 65 60 65 50 60 60 58 55 55 65 65 65 65 60 65 60 65 50 1503 Nilai Rata-rata Raport (Y) 65 66 71 64 61 67 71 71 70 69 70 69 69 62 65 62 74 67 70 75 67 68 69 75 60 1697 Sumber : Hasil Instrumen Kuesioner dan Raport .

60 Dari data tabel di atas jumlah total dari skor pola asuh adalah 1503 sehingga rata-rata nilainya adalah : Mx = X 1503 = = 60.12 dan rata-rata nilai prestasi belajar adalah 67. sehingga rata-rata nilai prestasi belajar dapat dihitung sebagai berikut : My = Y 1697 = = 67. maka penulis menggunakan rumus “Product Moment” dengan memasukkan data-data yang diperoleh ke dalam tabel yaitu : .88 N 25 My = Rata-rata nilai prestasi belajar Y N = Jumlah total dari nilai prestasi belajar = Jumlah siswa Jadi rata-rata skor pola asuh adalah 60. Untuk mengetahui apakah ada hubungan yang positif anatara pola asuh orang tua (variabel X) dengan prestasi belajar siswa (variabel Y).88.12 N 25 Mx = Rata-rata nilai angket X N = Jumlah total dari nilai angket = Jumlah siswa Sedangkan jumlah total dari nilai prestasi belajar adalah 1697.

61 Tabel 29 Korelasi antara Variabel X dan Variabel Y NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 N= 25 X 60 60 60 65 50 60 60 65 60 65 50 60 60 58 55 55 65 65 65 65 60 65 60 65 50 1503 Y 65 66 71 64 61 67 71 71 70 69 70 69 69 62 65 62 74 67 70 75 67 68 69 75 60 1697 X2 3600 3600 3600 4225 2500 3600 3600 4225 3600 4225 2500 3600 3600 3364 3025 3025 4225 4225 4225 4225 3600 4225 3600 4225 2500 90936 Y2 4225 4356 5041 4096 3721 4489 5041 5041 4900 4761 4900 4761 4761 3844 4225 3844 5476 4489 4900 5625 4489 4624 4761 5625 3600 115595 XY 3900 3960 4260 4160 3050 4020 4260 4615 4200 4485 3500 4140 4140 3596 3575 3410 4810 4355 4550 4875 4020 4420 4140 4875 3600 102316 .

Dengan demikian dapat diketahui r hitung lebih tinggi daripada “r” tabel pada taraf signifikansi 5 % maupun pada taraf signifikansi 1 %.605 C. yaitu : 1. Sedangkan pada taraf signifikansi 1 % sebesar 0.115595 2  (1697 2 )] 25. D.62 rxy = [ NX  (X ) 2 ][ NY 2  (Y ) 2 ] 2 NXY  (X )(Y ) = [ 25. dengan istilah lain : . df sebesar 23 diperoleh “r” tabel (rt) pada taraf signifikansi 5 % sebesar 0. terlebih dahulu dicari df atau db-nya dengan rumus df = N – nr yaitu : 25 – 2 = 23. 505. maka Angka Indeks Korelasi yang telah diperoleh tidak bertanda negatif. Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa Dari perhitungan di atas ternyata angka nilai koefisien korelasi antara hasil penelitian angket pola asuh orang tua dengan prestasi belajar siswa sebesar 0.605. telah diperoleh rxy sebesar 0. Selanjutnya untuk mengetahui apakah ada hubungan yang positif atau tidak. maka r hasil perhitungan dibandingkan dengan “r” tabel. Interpretasi secara sederhana Dari perhitungan di atas. Interpretasi Data Seperti telah dikemukakan pada bab terdahulu dalam memberikan interpreasi terhadap rxy atau ro dapat ditempuh dengan dua macam cara. Sebelum membandingkannya.094 25557900  2550591 = = = 0.90939 2  (1503 2 )][25. jika diperhatikan.605.396.102316  (1503)(1697) = (2273475)  (259009) x(2889875)(2879809) 7309 (14466) x(10066) 7309 12067. Ini berarti korelasi antara variabel X (pola asuh orang tua) dengan variabel Y (prestasi belajar) terdapat hubungan yang searah.

jadi nr = 2.40 – 0.605 ternyata terletak antara 0. variabel yang penulis cari korelasinya adalah variabel X dan variabel Y. dapat dinyatakan bahwa korelasi antara variabel X dan variabel Y ialah korelasi yang tergolong sedang atau cukup. yaitu bahwa terdapat korelasi positif yang signifikan antara variabel X dan variabel Y. yaitu : 0. Apabila dilihat besarnya rxy yang diperoleh ini. Langkah pertama yang ditempuh adalah terlebih dahulu mencari df (degree of freedom atau derajat kebebasan) dengan rumus df = N – nr. . Responden yang diteliti yakni sebanyak 25 orang.70. Dengan demikian secara sederhana dapat penulis berikan interpretasi terhadap rxy tersebut. dengan demikian N = 25. Interpretasi dengan menggunakan Tabel Nilai “r” Product Moment. 2. Dengan mudah dapat diperoleh df-nya yaitu df = 25 – 2 = 23.63 terdapat korelasi yang positif diantara kedua variabel tersebut.

Pola asuh yang diterapkan oleh masing-masing orang tua siswa Pola asuh yang diterapkan oleh masing-masing orang tua siswa secara umum dapat dikatakan cukup demokratis. Prestasi belajar siswa Prestasi belajar siswa yang diambil dari nilai rata-rata raport semester I menunjukkan sembilan orang siswa mempunyai nilai baik dengan nilai rata-rata masing-masing adalah 70. 75. kemudian angka ini di interpretasikan pada interpretasi secara sederhana angka indeks korelasi yang diperoleh ternyata terletak antara 64 . maka penulis dapat mengambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1.BAB V PENUTUP A. 3. 68. Enam belas orang siswa mempunyai nilai cukup dengan nilai rata-rata masing-masing adalah 60. 66.88. 67. diperoleh angka indeks korelasi sebesar 0. 64. 69. 65. Kesimpulan Berdasarkan analisa dan interpretasi yang telah dilakukan.605. namun tak satupun dari orang tua siswa yang menerapkan pola asuh demokratis yang murni. jumlah nilai rata-rata keseluruhan adalah 67. Hubungan pola asuh orang tua dengan prestasi belajar siswa Berdasarkan hasil penelitian. 74. Dalam kondisi tertentu orang tua bersikap demokratis atau cukup demokratis. ini menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa rata-rata berada pada taraf cukup. tapi pada kondisi yang lain bersikap tidak demokratis. 62. 61. 71. 2.

ternyata “r” hitung lebih besar dari pada “r” table.40 – 0. 3. baik dengan orang tua maupun guru. Hal ini menunjukkan bahwa tinggi rendahnya prestasi belajar siswa sangat bergantung pada pola asuh yang diterapkan oleh orang tua di rumah. maka akan semakin tinggi prestasi belajar yang dapat dicapai. ungkapknlah masalah dan perasaan anda. Yang lebih terpenting berusahalah terus untuk dapat berprestasi. B. Sedangkan dalam interpretasi dengan menggunakan Table Nilai “r” Product Moment.70 dengan ini berarti terdapat korelasi yang positif yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan prestasi belajar siswa. Untuk para guru. Keluarga memberikan dasar pembentukan tungkah laku. Dengan demikian Hipotesa Alternatif (Ha) diterima atau disetujui. karena sekolah merupakan lembaga pendidikan setelah keluarga hendaklah memperhatikan perkembangan siswa terutama yang mempunyai pestasi rendah atau mempunyai kesulitan dalam belajar. . sedangkan Hipotesa Nol (Ho) ditolak. namun bukan berarti peran orang tua dalam mendidik anak hilang. Untuk para siswa janganlah merasa takut untuk berkomunikasi. Untuk para orang tua hendaklah menyadari bahwa keluarga merupakan lembaga pertama dalam kehidupan anak. 2. watak. moral dan pendidikan pada anak. karena semakin demokratis pola asuh yang diterapkan. baik pada taraf signifikansi 5 % maupun 1 %. tempat ia belajar dan menyatakan diri sebagai makhluk sosial. Pengalaman interaksi di dalam keluarga akan menentukan pula pola tingkah laku anak terhadap orang lain dalam masyarakat. maka akan semakin tinggi prestasi belajar siswa. Bahkan cara orang tua dalam mendidik anak-anaknya itu sangat berhubungan dengan prestasi belajar yang akan dicapai siswa. Oleh karena itu hendaklah orang tua menerapkan pola asuh demokratis dalam mendidik anak. Saran 1.65 0. Semakin demokratis pola asuh yang diterapkan oleh orang tua. Karena para pendidiklah yang akan membimbing anak didik mereka menuju kedewasaan. Walaupun anak telah di masukkan ke sekolah.

Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Abu Sosiologi Pendidikan. Asuh. Asah. D. Asih. Psikologi Pendidikan. _______________. 2000 Daradjat. Y. Yogyakarta : Tiara Wacana. Setiady. Elaine. 1994. 2000. Gunarsa. Suharsimi. 1992. 1983. Singgih. Jakarta : Bumi Aksara. Singgih. Beck. M. 1978. Abdur. Arikunto.1990. Mengasuh dan Mendidik Anak agar Cerdas. IV. Donelson. Arifin. Yogyakarta : Andi Offset. Kamus Besar Bahasa Indonesia.. Halim. Anak soleh Dambaan Keluarga. Hadi. Jakarta : PT. Desain Instruksional. Cet. IV. Sutrisno. D. Jakarta : Bumi Aksara. 1993 Ahmadi. VII. Semarang : Dahara Prize. Zakiyah. 1997. Depdikbud. Gunarsa. Cet. 1992. Gordon. Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam. 1988. Cet. Jakarta : Balai Pustaka. 1998. Jakarta : BPT. Asah. M. Joan. 1995a. Jakarta : PT Rieneka Cipta. Yogyakarta : Mira Pustaka. Asuh Keutamaan Wanita. Husaini Metodologi Penelitian Sosial. Sudarwan. Abdul. IKIP. Asih. Danim. dkk. Jakarta : Bulan Bintang. Dalyono. Thomas. Jakarta : Rieneka Cipta. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.DAFTAR PUSTAKA Abror. Jakarta : Bumi aksara. Menjadi Orang Tua efektif. Cet. Cet III. I. Purnomo dan Usman. 66 . Jakarta : Rieneka Cipta.Abdul. Nipan. 1996. Hubungan Timbal Balik Pendidsikan Agama di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat. Jakarta : Bulan Bintang. Yogyakarta : Kanisius. Jakarta : Gramedia.1995. Ilmu Jiwa Agama. Rachman. Psikologi Pendidikan. 1996b. Cet. Metode Penelitian Untuk Ilmu-ilmu Prilaku. 1991 Akbar. I. Gafur. Gunung Mulia. Ny. M. Metode Reseach. BPK.

Jamal. Soenardji. Jakarta : CV Rajawali. S. 1991. Ilmu Pendidikan. Surabaya : PT Bina Ilmu. 1992. Metodologi Penelitian Pendidikan. 1996. Pengantar Pendidikan Jakarta : Gramedia Widiasarana. Bandung : Sinar Baru Algensindo. zahara. Lisma. Margono. Pengantar Psikologi. S. Terj. Jakarta : Gunung Agung. Cet. B. Poebakawatja. Jakarta : PT Rineka Cipta. 1993. Bimbingan Belajar di SMA dan Perguruan Tinggi. Rajawali. Armico. Jakarta : Pustaka Antara. dan Mariadinata. Abu Ahmadi. II. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Psikologi Populer (Mendidik Anak dengan Berhasil). Jakarta : Rajawali Press. 1992a. II. _____________. 1976. Hurlock. Cet. Jakarta : Universitas Terbuka. Jakarta : CV. Soegarda. Mulyana. Juhana. Anak Soleh ( cara mendidik anak dalam Islam). ____________. Suami dan Anak dalam Keluarga.V. Terj. Kartini. Jakarta : Arcan. Cet. Parsono. Ensiklopedi Pendidikan. Wiana. Kartono. 1985a. Bandung : CV. Jakarta : Erlangga. Utami. Idris. Nuruhbiyati. Heyes. malcom. 1995a.67 Hauck. 1999. ______________. Dokumentasi dan Perpustakaan. Peran Keluarga Memandu Anak. 1990. Jakarta : Erlangga. II. Hasyim. Bandung : Sinar Baru Algesindo. 1993. 1998b. Materi Pokok Landasan Kependidikan. 1991. Hubungan Isteri. Penelitian dan Penelitian Pendidikan. Jakarta : PT Rineka Cipta. Elizabeth. Steve dan hardy. Meitasari Tjandrasa. 2005. Paul. Nana Sujana. Cet. . 1992b. Munandar. 1982b. Cet II. Perkembangan Anak/Child Development. Umar. Pemanduan Anak Berbakat. I. Cet.

Mohammad. Evaluasi Pendidikan. Cet. Rusyan. Jakarta : PT Rieneka Cipta. 1996. Danny. Sudjono. 1999. 1988.1998. Cet. Jakarta : Logos Wacana Ilmu. Widodo Supriyono. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. M. Ngalim. _______________. Ed. Cet. Cet. Pendidikan Keluarga dalam Era Global. Jakarta : Elangga. I. Jakarta : Pedoman Ilmu Jaya. Alisuf. Pembinaan Anak Dalam Keluarga. Abu Ahmadi. Syah. 1990b. Sabri. Yufiarti. II. I. Pengantar Statistik Pendidikan.68 Purwanto. Jakarta : Balai Pustaka. Sobur. A. 1994. Pola Asuh Orang Tua dalam membantu Disiplin diri. Soenardji. Surabaya : Usaha Nasional. Hardy. I. I. PPN. Pengantar Psikologi. Tabrani. Terj. 1993. VIII. I. Bandung : Rosda Karya. . Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya Jakarta : Bina Aksara. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Cet. 1991. Jakarta : Prenhallindo. Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Psikologi Pendidikan. 1988. 1986. Malcom. Psikologi Pendidikan. Anas. 2002. II. Jakarta : PT Rieneka Cipta. Steve. Conny. Cet. R. Bandung : Remaja Rosda Karya. 1988. Jakarta : BPK Gunung Mulia. Cet. Kepribadian Keluarga Narkotika. Sunartana. TIM Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1991. Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Muhibbin. Hayes. 1999 Theodorus Immanuel. Wayan. dan Nurkancana. Psikologi Belajar. Slameto. Setiawan. Semiawan. Psikologi Belajar. Shochib. Jakarta : Arcan. Yatim-Irwanto. 1995a. Alex.

. Terj.69 Yusuf. Syamsu. Sumarji. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta : Erlangga. 1986.

Apakah faktor yang mendukung didirikannya MTs Al-Falah Jakarta Timur ? 3. Nama 2. Jabatan : : : : B. Materi Wawancara 1.Lampiran 2 PEDOMAN WAWANCARA A. Bagaimana sejarah berdirinya MTs Al-Falah Jakarta timur ? 2. Identitas Responden 1. Jenis Kelamin 4. Tempat Tanggal Lahir 3. Bagaimana Hubungan sekolah dengan orang tua siswa ? .

Lampiran 3 ANGKET TENTANG HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA A. tidak pernah 2. selalu b. 4. 2. 5. Ketika anda akan melanjutkan sekolah. Petunjuk Pengisian Angket 1. kadang-kadang c. selalu b. Apakah anda diikutsertakan dalam membuat peraturan keluarga : a. Pertanyan-pertanyaan 1. tidak pernah 3. Mulailah kerja dengan membaca basmallah dan akhiri dengan hamdallah. Ayah Ibu : : : C. Apakah orang tua anda membantu memecahkan masalah anda ketika anda mengungkapkannya : a. Beri tanda silang ( X ) pada pilihan yang anda anggap sesuai. 3. selalu b. Tanyakan jika ada hal yang kurang jelas. Isilah jawaban sesuai dengan pendapat dan keadaan yang sebenarnya. jawaban anda dijamin kerahasiannya dan tidak akan mempengaruhi nilai anda. Teliti terlebih dahulu sebelum diserahkan kembali. kadang-kadang c. Identitas Diri Jenis kelamin Kelas Anak ke : : : Pendidikan orang tua. apakah diputuskan melalui musyawarah : a. kadang-kadang c. tidak pernah . B. Ayah : Ibu Pekerjaan orang tua.

apakah orang tua andamendengarkan dan mempertimbangkannya : a. selalu b. tentang kegiatan anda seharihari : a. kadang-kadang c. kadang-kadang c. selalu b. kadang-kadang c. Ketika anda menyatakan pendapat atau keinginan anda. selalu b. tidak pernah 9. selalu b. Ketika anda berbuat salah. tidak pernah 11. kadang-kadang c. selalu b. Jika anda akan bergaul dengan teman-teman anda : a. tidak pernah . kadang-kadang c. Apakah orang tua anda memenuhi kebutuhan sekolah anda sesuai dengan kemampuan mereka : a. Apakah anda harus meminta izin. kadang-kadang c. tidak pernah 13. tidak pernah 7. jika hendak keluar rumah : a. selalu b. tidak pernah memberi izin 8. kadang-kadang c. Apakah orang tua anda memberikan penjelasan tentang perbuatan yang baik kepada anda dan mendukungnya : a. memberi izin dengan syarat b. kadang-kadang c. selalu b. Apakah orang tua anda memberikan penjelasan tentang perbuatan yang tidak baik kepada anda dan menganjurkan untuk ditinggalkan : a. selalu b. tidak pernah 5. apakah orang tua anda menegur anda : a. Ketika anda mendapat prestasi yang baik. tidak pernah 6. tidak pernah 10. memberi izin c. selalu b. kadang-kadang c. Bagaimana sikap orang tua anda. Ketika anda mendapat prestasi buruk.4. Apakah orang tua anda bertanya kepada anda. apakah orang tua anda memberikan pujian kepada anda : a. apakah orang tua anda memperhatikan penjelasan dari anda : a. tidak pernah 12.

tidak pernah 16. tidak pernah 15. selalu b. tidak pernah 18. kadang-kadang c. kadang-kadang c. selalu b. Apakah orang tua anada membicarakan segala persoalan yang timbul dalam keluarga : a. tidak pernah 22. selalu b. kadang-kadang c. selalu b. tidak pernah 19. kadang-kadang c. selalu b. cukup adil c. kadang-kadang c. tidak adil 20. Apakah dalam keluarga anda saling menghargai antara yang satu dengan lainnya : a. Apakah orang tua anda menjelaskan alasan ditetapkannya suatu keputusan atau peraturan : a. Apakah di dalam keluarga anda terdapat tutur kata yang baik antara anggota keluarga : a. sangat akrab b. tidak pernah 21. Bagaimana sikap orang tua anda terhadap pembagian tugas anda dengan kakak atau adik anda : a. Apakah orang tua anda mengingatkan anda untuk belajar : a. kadang-kadang c. selalu b. Apakah orang tua anda mengurus keperluan atau kebutuhan anda sehari-hari : a. tidak pernah TERIMA KASIH ATAS PARTISIPASI ANDA . sedang-sedang c. selalu b. Apakah dalam keluarga anda saling tolong menolong dalam bekerja : a.14. kadang-kadang c. sangat adil b. Apakah orang tua anda memberikan kesempatan kepada anda untuk bertanya atau berpendapat tentang suatu hal : a. masa bodoh 17.

404 0.549 0.684 0.602 0.433 0.878 0.576 0.456 0.707 0.811 0.526 0.641 0.497 0.666 0.505 0.997 0.515 0.708 0.990 0.735 0.561 0.468 0.950 0.765 0.000 0.590 0.537 0.553 0.606 0.874 0.754 0.423 0.Lampiran 4 Df (degrees of freedom) atau Db (derajat bebas) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Banyak variabel yang dikorelasikan 2 Harga “ r “ pada taraf signifikansi 5% 0.532 0.514 0.444 0.413 0.623 0.917 0.834 0.388 1% 1.575 0.482 0.496 .396 0.632 0.798 0.661 0.959 0.

374 0.478 0.325 0.381 0.208 0.113 0.138 0.273 0.354 0.288 0.174 0.361 0.128 0.228 0.487 0.148 0.463 0.098 0.456 0.349 0.195 0.470 0.159 0.355 0.232 0.372 0.304 0.418 0.250 0.088 0.Df (degrees of freedom) atau Db (derajat bebas) 25 26 27 28 29 30 35 40 45 50 60 70 80 90 100 125 150 200 300 400 500 1000 Banyak variabel yang dikorelasikan 2 Harga “ r “ pada taraf signifikansi 5% 0.392 0.367 0.325 0.254 0.062 1% 0.302 0.205 0.217 0.267 0.283 0.115 0.081 .449 0.181 0.

Bagaimana Hubungan sekolah dengan orang tua siswa ? . Jenis Kelamin 4. Nama 2. Bagaimana sejarah berdirinya MTs Al-Falah Jakarta timur ? 2. Apakah faktor yang mendukung didirikannya MTs Al-Falah Jakarta Timur ? 3. Materi Wawancara 1. Identitas Responden 1. Jabatan : : : : B.PEDOMAN WAWANCARA A. Tempat Tanggal Lahir 3.

selalu musyawarah : a. Ketika anda akan melanjutkan sekolah. apakah diputuskan melalui . selalu mengungkapkannya : a. tidak pernah b. 4. Isilah jawaban sesuai dengan pendapat dan keadaan yang sebenarnya. Tanyakan jika ada hal yang kurang jelas. selalu b. tidak pernah 2. kadang-kadang c. Pertanyan-pertanyaan 1. C. Mulailah kerja dengan membaca basmallah dan akhiri dengan hamdallah. jawaban anda dijamin kerahasiannya dan tidak akan mempengaruhi nilai anda. tidak pernah 3. Pekerjaan orang tua . Petunjuk Pengisian Angket 1. 3. 5. Apakah anda diikutsertakan dalam membuat peraturan keluarga : a. kadang-kadang c. Apakah orang tua anda membantu memecahkan masalah anda ketika anda b. kadang-kadang c. Teliti terlebih dahulu sebelum diserahkan kembali. Identitas Diri Jenis kelamin Kelas Anak ke Ayah Ibu Ayah Ibu : : : : : : : Pendidikan orang tua . Beri tanda silang ( X ) pada pilihan yang anda anggap sesuai. 2.ANGKET TENTANG HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA A. B.

memberi izin dengan syarat b. Ketika anda mendapat prestasi yang baik. apakah orang tua anda memperhatikan penjelasan dari anda : a. tidak pernah 6. selalu b. tidak pernah 5. Apakah anda harus meminta izin. selalu b. selalu b. tidak pernah . kadang-kadang c. apakah orang tua anda menegur anda : a. tidak pernah 11. Apakah orang tua anda memberikan penjelasan tentang perbuatan yang tidak baik kepada anda dan menganjurkan untuk ditinggalkan : a. apakah orang tua andamendengarkan dan mempertimbangkannya : a. kadang-kadang c. memberi izin c. tidak pernah 7. tidak pernah 10. selalu b. Apakah orang tua anda memberikan penjelasan tentang perbuatan yang baik kepada anda dan mendukungnya : a. kadang-kadang c. Ketika anda menyatakan pendapat atau keinginan anda. kadang-kadang c. tidak pernah 12. kadang-kadang c. kadang-kadang c. kadang-kadang c. selalu b. apakah orang tua anda memberikan pujian kepada anda : a. tidak pernah 13. kadang-kadang c. jika hendak keluar rumah : a. tentang kegiatan anda seharihari : a. selalu b. selalu b. Apakah orang tua anda memenuhi kebutuhan sekolah anda sesuai dengan kemampuan mereka : a. Jika anda akan bergaul dengan teman-teman anda : a. selalu b. tidak pernah 9. Apakah orang tua anda bertanya kepada anda. Bagaimana sikap orang tua anda. kadang-kadang c.4. tidak pernah memberi izin 8. selalu b. Ketika anda berbuat salah. Ketika anda mendapat prestasi buruk.

Apakah orang tua anda mengingatkan anda untuk belajar : a. Apakah orang tua anda memberikan kesempatan kepada anda untuk bertanya atau berpendapat tentang suatu hal : a. tidak pernah 22. selalu b. tidak pernah 21. Bagaimana sikap orang tua anda terhadap pembagian tugas anda dengan kakak atau adik anda : a. tidak adil 20. Apakah dalam keluarga anda saling menghargai antara yang satu dengan lainnya : a.14. Apakah orang tua anda mengurus keperluan atau kebutuhan anda sehari-hari : a. selalu b. selalu b. kadang-kadang c. Apakah di dalam keluarga anda terdapat tutur kata yang baik antara anggota keluarga : a. sangat adil b. selalu b. kadang-kadang c. Apakah orang tua anda menjelaskan alasan ditetapkannya suatu keputusan atau peraturan : a. tidak pernah 16. Apakah dalam keluarga anda saling tolong menolong dalam bekerja : a. tidak pernah 18. selalu b. kadang-kadang c. kadang-kadang c. tidak pernah 19. kadang-kadang c. tidak pernah TERIMA KASIH ATAS PARTISIPASI ANDA . masa bodoh 17. kadang-kadang c. selalu b. Apakah orang tua anada membicarakan segala persoalan yang timbul dalam keluarga : a. tidak pernah 15. sedang-sedang c. kadang-kadang c. cukup adil c. selalu b. sangat akrab b.

LEMBAR PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa : 1. Jika dikemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan karya asli saya atau merupakan jiplakan dari karya orang lain. maka saya bersedia menerima sanksi yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan skripsi ini telah saya cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 3. 05 Juni 08 Yusniyah . Jakarta. Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya sendiri yang diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar strata satu (S1) di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful