PROPOSAL PTK

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LARI CEPAT (SPRINT) MELALUI MODIFIKASI BAN BEKAS PADA SISWA KELAS IV
(SEBUAH STUDI DI SDN NO. 25/ II SUNGAI MANCUR KECAMATAN TANAH SEPENGGAL)

OLEH : SYAMSUDESSI

PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI

2013

1

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pendidikan jasmani merupakan suatu aktivitas jasmani yang didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmanian yang disalurkan melalui suatu proses pembelajaran, dengan mengembangkan ketrampilan motorik, pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan aktif, sikap sportif dan kecerdasan emosi. Pelajaran pendidikan jasmani berorientasi pada pelaksanaan misi pendidikin melalui aktifitas jasmani dan aktualisasi diri dalam aplikasi kehidupan sehari- hari. Menurut Supandi (1990:29) menyatakan bahwa “pendidikan jasmani adalah suatu aktifitas yang menggunkan fisik atau tubuh sebagai alat untuk mencapai tujuan melalui aktifitas jasmani”. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam pendidikan jasmani menurut Lutan (1997:7) adalah sebagai berikut: (a) pembentukan gerak, (b) pembentukan prestasi, (c) pembentukan social, (d) pembentukan pertumbuhan. Tujuan yang ingin dicapai ialah

bemacam-macam mencakup pengembangkan individu secara menyeluruh, yaitu aspek jasmani, aspek mental, emosional, sosial, dan spiritual. Dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan yang dilaksanakan di sekolah memiliki peranan sangat penting yaitu, memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat langsung dalam aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan yang dilakukan secara sistematis. Hal tersebut bertujuan untuk membina pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik, sekaligus membentuk pola hidup sehat. Pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani di dalamnya diajarkan beberapa macam cabang olahraga yang terangkum dalam kurikulum pendidikan jasmani. Salah satu cabang olahraga yang diajarkan dalam pendidikan jasmani yaitu atletik. Menurut Yoyo Bahagia (20 : 02)
2

lempar ada di sebagian besar dimiliki oleh semua cabang olahraga. karakteristik anak.Atletik merupakan ibu dari sebagian besar cabang olahraga dimana gerakan. Lari itu sendiri terbagi kedalam beberapa kelompok yaitu lari cepat (sprint). kekuatan fisik yang prima mutlak dimiliki oleh setiap pelari jarak pendek. lari menengah dan lari jarak jauh. Sebagai olahraga pendidikan. harus memperhatikan perkembangan anak. kemampuan anak dan kesukaan anak serta tujuan yang harus dicapai. Dari penjelasan tersebut salah satu nomor atletik adalah lari. Maka seorang guru pendidikan jasmani dan kesehatan untuk mencapai tujuan pembelajaran lari sprint. Lari jarak pendek dikenal juga dengan sebutan lari cepat atau sprint. Dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah pada kelas IV di tempuh melalui aktivitas pembelajaran lari jarak pendek (sprint) yang merupakan salah satu materi pokok. Ya. Banyak faktot yang menentukan keberhasilan dalam belajar di antaranya adalah penggunaan media pembelajaran. lompat dan juga lempar. Oleh karena itu. Dalam olahraga lari jarak pendek. lompat. dalam lari jenis ini. Media pembelajaran yang baik bisa memotivasi siswa untuk mengikuti 3 . kecepatan lari yang maksimal dari awal lari atau start sampai akhir lari atau finish merupakan hal yang utama. lari. gerak dasar lari sprint diajarkan melalui proses pembelajaran pendidikan jasmani. Secara garis besar atletik dapat dikelompokan menjadi beberapa nomor yaitu lari. Perpaduan tersebut bertujuan agar siswa lebih tertarik dan antusias dengan pembelajaran atletik khususnya lari sprint di sekolah dasar. pelari melakukan gerakan lari dengan kecepatan tinggi sepanjang jarak yang harus ditempuh. Salah satu indikator keberhasilan siswa dalam pembelajaran khusus nya lari sprint dapat dilihat dari hasil belajar.gerakan yang ada dalam atletik seperti: jalan. Lari jarak pendek (sprint) dalam kids atletik dipadukan dengan lari gawang dan lari slalom atau lari zig-zag.

Hal ini sesuai dengan manfaat media pembelajaran yang dikemukakan oleh Rudi dan Cepi (2009:09) sebagai berikut: 1. Misalnya pembelajaran lempar lembing dengan menggunakan alat bantu bola berekor.suatu kegiatan dalam proses pembelajaran dengan baik. 5. Menimbulkan gairah belajar. Rudi dan Cepi (2009: 06) menyatakan bahwa media pembelajaran merupakan sarana fisik untuk menyampaikan isi/ materi pembelajaran seperti buku. dapat merangsang fikiran. Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis 2. lompat menggunakan kardus dan sebagainya. maka siswa akan termotivasi dan memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan. Memberi rangsanganyang sama. Penggunaan media pembelajaran sebagai alat bantu memegang peranan penting dalam proses pembelajaran. waktu tenaga dan daya indera. Penggunaan media pembelajaran dapat membantu tercapainya tujuan pembelajaran. Mengatasi keterbatasan ruang. Yoyo (04 ) berpendapat bahwa “media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan. Seorang guru yang kreatif akan mampu menciptakan sesuatu yang 4 . Dalam pemilihan alat bantu. Sementara itu. Memungkinkan anak belajar mandiri susuai dengan bakat dan kemampuan visual. interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar. video. auditori dan kinestetiknya. guru dituntut untuk kreatif agar alat bantu tersebut dapat digunakan secara efisien. Media pembelajaran yang baik akan mempengaruhi tujuan pembelajaran yang diinginkan. slide dan sebagai nya. Kedudukan media pembelajaran menjadi suatu hal yang urgen dalam proses belajar. perasaan dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik”. film. 4. Melalui penggunan alat bantu dalam pembelajaran pendidikan jasmani. mempersamakan penglamam dan menimbulkan persepsi yang sama. 3.

serta nilai semangat. guru dapat mengurangi tingkat kompleksitas tugas ajar dengan cara memodifikasi peralatan yang digunakan untuk melakukan skill itu. besar kecilnya. panjang pendeknya peralatan yang digunakan.Serta siswa terlihat kurang tertarik dan malas. Hal ini diketahui dari hasil penilaian yang dilakukan oleh guru ternyata masih banyak siswa yang belum mampu mencapai nilai KKM yang telah ditentukan.” Dari pernyataan tersebut modifikasi memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran terutama dalam menciptkan suasana pembelajaran pendidikan jasmani yang aktif dan menyenangkan serta berguna bagi sekolah yang mempunyai keterbatasan sarana dan prasarana dan dapat menekan biaya operasional. membosankan dan sangat melelahkan dan dalam pemberian materi guru tidak menggunakan alat bantu dan masih menggunakan cara konvensional. Seperti yang telah dijelaskan salah satu materi yang ada di kelas IV SD adalah cabang olahraga atletik khususnya lari cepat (sprint). misalnya: berat ringanya. Dalam KTSP SD kelas IV di tuliskan Standar Kompetensi : Mempraktikan gerak dasar permainan sederhana dan olahraga dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dan Kompetensi dasar : Mempraktik-kan gerak dasar atletik sederhana. tidak menarik. sehingga anak diik akan merasa senang mengikuti pelajaran yang diberikan .baru atau memdoifikasi yang sudah ada dengan cara yang semenarik mungkin.malasan dengan pembelajaran lari cepat (sprint). Namun kenyataan nya hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 25/ II Sungai Mancur Kecamatan Tanah sepenggal menunjukan masih banyak siswa yang belum mampu mencapai tujuan pembelajaran tersebut. Itu disebabkan pembelajaran yang monoton. Dalam hal ini siswa diharapkan mapu untuk mempraktekan gerak dasar lari cepat. Seperti yang diungkapkan oleh Lutan dan Suherman (2000:69) sebagai berikut: “Modifikasi peralatan. percaya diri dan disiplin . 5 . tinggi rendahnya.

2. D. Rendah nya hasil belajar siswa yang ditujunjukan banyak siswa yang belum mancapai taret nilai yang telah ditentukan. RUMUSAN MASALAH Dari latar belakang masalah diatas maka muncul pertanyaan peneliti: seberapa besar peningkatan hasil belajar pada lari jarak pendek menggunakan modifikasi ban bekas. maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tindakan kelas mengenai “ UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LARI CEPAT (SPRINT) MELALUI MODIFIKASI BAN BEKAS PADA SISWA KELAS IV”. B. Kurang antusias nya siswa dalam mengikuti materi lari cepat.Berdasarkan permasalah yang diuraikan di atas. IDENTIFIKASI MASALAH Dari latar belakang masalah yang telah dikemukakakan di atas. TUJUAN PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah melalui modifikasi ban bekas dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam lari cepat E. maka masalah yang timbul dapat diidentifikasi sebagai berikut: 1. Kurang kreatifitas guru dalam penggunaan alat bantu dalam materi lari cepat (sprint). C. MANFAAT PENELITIAN Adapun manfaat penelitian ini adalah : 6 . 3.

bertujuan untuk meningkatkan individu secara organik. Pendidikan jasmani merupakan proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani yang direncanakansecara sistematik. PENGERTIAN PENDIDIKAN JASMANI Pendidikan Jasmani adalah pendidikan yang mengaktualisasikan potensi-potensi aktivitas manusia berupa sikap. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik. Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan. neuromuscular. PENDIDIKAN JASMANI 1. kognitif. kebugaran jasmani.BAB II LANDASAN TEORI A. penalaran dan tindakan moral melalui aktivitas jasmani dan olahraga. ada beberapa 7 . olahraga dan kesehatan yang dilakukan secara sistematis. tindak . mempunyai peranan yang sangat penting yaitu memberi kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam aneka pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan. sekaligus membentuk pola hidup sehat dan bugar sepanjang hayat. bertujuan untuk mengembangkan aspek kesehatan. dan arah menuju kebulatan pribadi sesuai dengan cita-cita kemanusiaan. isi. (Depdiknas: 2003). keterampilan berpikir kritis. stabilitas emosional. perceptual. Pendidikan sebagai proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup. Sebagai aktivitas jasmani yang direncanakan secara sistematik. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan yang diajarkan di sekolah memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani. keterampilan sosial. sosial dan emosional. dan karya yang diberi bentuk.

b. Diantara cabang tersebut adalah cabang olahraga athletik. Secara umum ruang lingkup pembelajaran atletik di sekolah-sekolah meliputi nomor-nomor : jalan. 400 m 800 m dan 1500 m 5000 m . 2. Atletik merupakan cabang olahraga yang diperlom. Lari estafet meliputi e. 8 . guling sisi dan flop.cabang olahraga yang diimplementasikan dalam kurikulum diharapkan dapat mencapai tujuan pendidikan jasmani itu sendiri. Pembagian kelompok tersebut adalah sebagai berikut: 1. Atletik adalah gabungan dari beberapa jenis olahraga. Lari jarak menengah meliputi c.cabang olahraga yang diwajibkan dalam materi pembelajaran yang terangkum dalam kurikulum KTSP pendidikan jasmani. CABANG OLAHRAGA Seperti yang tercantum dalam kurikulum bahwa beberapa cabang olahraga di ajarkan dalam materi pembelajaran pendidikan jasmani khusus nya bagi siswa sekolah dasar. lompat dan lempar. 10 km. Lompat jauh gaya jongkok. Athletik itu sendiri berasal dari bahasa Yunani Atletik berasal dari bahasa Yunani “athlon” yang berarti “kontes”.bakan pada olimpiade pertama pada 776 SM. Nomor lompat meliputi: a. lari. 4 x 400 m lari gawang 100 m. Cabang. Lari lari jarak pendek meliputi : b. melayang dan gaya berjalan di udara. Nomor jalan meliputi: jalan 5 km. Lompat tinggi gaya guling perut. Lari rintangan meliputi : : : : 100 m. 20 km dan 50 km 2. Nomor lari dibagi lagi kedalam : a. 400 m dan 3000 m halang Rintang 3. Diantaranya adalah permainan bola atletik dan lainlain. 110 m. 10.000 m. marathon 4 x 100 m. Lari jarak jauh meliputi d. 200m.

b. Artinya harus melakukan lari-lari yang secepatcepatnya dengan mengerahkan seluruh kekuatannya mulai awal (mulai dari start) sampai melewati garis akhir (finish)”. Lompat jangkit d.c. B. Lompat tinggi galah 4. Kemudian juga definisi lari cepat atau lari jarak pendek menurut Aip (1992: 41) disebutkan bahwa: “Lari jarak pendek atau lari cepat (sprint) adalah suatu cara lari dimana si atlet harus menempuh seluruh jarak dengan kecepatan semaksimal mungkin. keterampilan motorik. LARI CEPAT (SPRINT) 1. “Lari jarak pendek (sprint) adalah suatu cara lari dimana si 9 . Lempar lembing dan d. Lontar martil. dan penghayatan nilai-nilai serta pembiasaan pola hidup sehat untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang. Hal itu seperti yang dikemukakan oleh Aip (1992: 63) bahwa. pengetahuan dan penalaran. perkembangan psikis. Tolak peluru gaya menyamping. “Lari ialah gerak maju yang diusahakan agar dapat mencapai tujuan (finish) secepat mungkin atau dalam waktu singkat”. Nomor lempar terdiri dari: a. Lempar cakram c. PENGERTIAN Pengertian atau definisi lari menurut Soegito (1992: 8) bahwa. belakang dan memutar. Pengaplikasian beberapa cabang olahraga di tingkat sekolah dasar diharapkan pada pelajaran pendidikan jasmani menjadi media untuk mendorong pertumbuhan fisik.

MODIFIKASI ALAT 10 . Sedangkan aspek lain yang perlu diperhatikan pada saat berlari adalah: kecondongan badan (disesuaikan dengan jenis /type lari). 2. Gerakan Lari Gerak dominan yang utama dari gerak lari adalah gerakan langkah kaki dan ayunan lengan. Sedangkan yang paling menentukan kecepatan lari seseorang adalah panjang langkah x kekerapan langkah. Gambar 1 Rangkaian Gerakan Lari Sprint C. dapat diketahui bahwa lari cepat adalah suatu cara lari untuk menempuh jarak tertentu yang dilakukan dengan kecepatan yang maksimal dengan waktu yang sesingkat-singkatnya dari garis start sampai finish.atlet harus menempuh seluruh jarak dengan kecepatan yang maksimal mungkin”. maka harus menguasai teknik lari cepat dengan baik dan benar. Dari pengertian yang telah dikemukakan diatas. Langkah kaki terdiri dari tahap menumpu dan tahap melayang. pengaturan napas. Sedangkan gerakan kaki mulai tahap menumpu kemudian mendorong (kaki tolak) sedangkan kaki ayun melakukan gerak pemulihan dan gerak ayunan Pada gambar di bawah ini diperlihatkan rangkaian gerak lari dan gerak langkah pada saat menumpu dan mendorong. Untuk dapat melakukan lari cepat dengan baik dan benar. dan harmonisasi gerakan lengan dan tungkai.

d. Sebagai suatu alternatif modifikasi digunakan sebagai pendekatan dalam pembelajaran pendidikan jasmani yang dilakukan dengan berbagai pertimbangan. Rusli Lutan (1988) menyatakan bahwa: “Modifikasi dalam mata pelajaran pendidikan jasmani diperlukan. Menurut Furqon (2008: 13) pembelajaran yang berkualitas. Misalnya kegiatan voli atau basket atau atletik atau bola tangan tidak dapat dilaksanakan dengan alasan tidak mempunyai fasilitas lapangan tersebut. afektif dan psikomotor sehingga tujuan daripembelajaran dapat tercapai. Rusli Lutan (2005: 45) menyatakan bahwa. c. “Keluhan umum guru pendidikan jasmani yakni keterbatasan alat.yaitu: a. Hal tersebut banyak mempengaruhi terhadap aktivitas pembelajaran penjas. 11 . setidak-tidaknya memiliki beberapa indikator. meningkatkan kemungkinan keberhasilan dalam berpartisipasi dan dapat melakukan pola gerak secara benar”. baik dari segi kognitif. Menantang Menyenangkan Mendorong eksplorasi Memberi pengalaman sukses Mengembangkan kecakapan berfikir Untuk meciptakan pembelajaran yang menyenangkan guru bisa memakai media sebagai alat bantu penyampai pesan atau memodifikasi alat bantu.Tidak sedikit kegiatan pendidikan jasmani yang tidak dapat terlaksana dengan baik karena hambatan fasilitas yang tidak memadai. Pendekatan ini dimaksudkan agar materi dapat disajikan sesuai dengan tahapan perkembangan siswa. dengan tujuan agar siswa memperoleh kepuasan dalam mengikuti pelajaran. e. b. Tidak tersedianya alat dapat menjadi faktor penghambat karena berpengaruh langsung terhadap struktur pelajaran pengaturan siswa”.

Sedangkan Aussie dalam Yoyo (2010) mengembangkan modifikasi di Australia dengan pertimbangan 1). “Terbuka kesempatan guru pendidikan jasmani untuk membuat sendiri alat-alat sesuai dengan kebutuhan guna menyampaikan bahan pelajaran”. Kendala yang dihadapi guru pendidikan jasmani dalam pembelajaran materi penjas. Lapangan permainan. bisa diatasi dengan memodifikasi alat. 4). Penggunaan alat bantu dalam pembelajaran penjas sangat penting. Berolahraga dengan peralatan dan peraturan yang dimodifikasi akan mengurangi cedera pada anak. kematangan fisik dan mental anak belum selengkap orang dewasa. hampir semuanya di desain untuk orang dewasa. Beberapa komponen yang dapat dimodifikasi sebagai pendekatan dalam pembelajaran pendidikan jasmani diantaranya adalah . Anak bukanlah orang dewasa dalam bentuk kecil. hanya bersifat lateral dan monoton. Lebih lanjut Rusli Lutan (2000: 46) menyatakan. Anak-anak belum memiliki kematangan fisik dan emosional seperti orang dewasa. 3). Jumlah pemain (Aussie : 1996). Pendekatan pembelajaran pendidikan jasmani selama ini kurang efektif. 3). 3). Yoyo (2010) menjelaskan bahwa cabang olahraga lari cepat (sprint) bisa memakai modifikasi ban 12 . 1).Seperti yang dikemukakan oleh Ngasmain Soepartono dalam Yoyo (2010) bahwa alasan utama perlunya modifikasi adalah : 1). Olahraga yang dimodifikasi akan mampu mengembangkan keterampilan anak lebih cepat dibandingkan dengan peralatan yang standart untuk orang dewasa. Peraturan permainan dan 5). berat atau bentuk peralatan yang digunakan. Ukuran. 4). Waktu bermain atau lamanya permainan. Olahraga yang dimodifikasi menumbuhkan kegembiraan dan kesenangan pada anak-anak dalam situasi kempetetif. Sarana dan prasarana pembelajaran pendidikan jasmani yang ada sekarang. 2). 2). 2).

Pendidikan Jasmani sebagai pendidikan melalui gerak menuntut adanya penggunaan alat bantu atau alat modifikasi untuk membantu dan mempermudah guru menerangkan pelajaran dan siswa dalam mencapai ketuntasan belajar. belajar siswa kelas IVdalam lari cepat. Dengan modifikasi alat lari cepat tersebut diharapkan akan meningkatkan hasil D.bekas.Hasil belajar terlihat dari perubahan yang menyangkut ranah kognitif. Lari cepat (sprint) . Modifikasi alat tersebut dimaksudkan untuk menuntun. 13 .Untuk memotivasi melakukan lari cepat (sprint) peneliti menggunakan modifikasi alat penggunaan ban bekas. Gambar 2 Pola Lari Cepat dengan Modifikasi Ban Modifikasi alat yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan ban bekas. afektif dan psikomotor. mengarahkan dan membelajarkan siswa dari yang tadinya tidak bisa menjadi bisa. Kerangka Pikir Hasil belajar yang dicapai oleh siswa tidak terlepas dari peranan guru dalam memilih dan menerapkan teknik dan penggunaan alat bantu yang tepat dalam proses pembelajaran. Dengan prinsip DAP dalam modifikasi maka aktifitas belajar yang direncanakan akan sesuai dengan tingkat perkembangan anak.

14 . Rumusan hipotesis memuat tindakan yang diusulkan untuk menghasilkan perbaikan yang diinginkan. E.serta dapat membantu dan mendorong perubahan kemampuan belajar anak kearah perubahan yang lebih baik. Adapun rumusan hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah:“Dengan penggunaan modifikasi alat Ban Bekas dapat meningkatkan hasil belajar siswa lari cepat (sprint). Hipotesis Tindakan Menurut Kunandar (2009: 89) bahwa hipotesis dalam penelitian tindakan bukan hipotesis perbedaan atau hubungan melainkan hipotesis tindakan.

Observasi dipergunakan sebagai teknik mengumpulkan data tentang aktivitas siswa dan guru selama kegiatan belajar mengajar saat pelaksanaan dengan penggunaan alat bantu untuk meningkatkan hasil belajar lari cepat pada siswa. C. Dengan penelitian timdakan kelas peneliti dapat mencermati suatu objek dalam hal ini siswa.masing paha diangkat sampai sejajar dengan tanah. yang sedang Mengikuti pelajaran penjaskes. B.BAB III METODE PENELITIAN A. Dengan demikian perkembangam dalam setiap kegiatan dapat terpantau. Masing. Berjalan dengan lutut diangkat tinggi a. METODE Metode penelitian yang digunaka dalam penelitian ini adalah penelitian tindaakan kelas. Gerakan kedua lengan ke depan dan ke belakang jangan menyilang badan. Adapun bentuk indikator penilaian yang digunakan adalah: 1. SUBJEK PENELITIAN Penelitian ini akan dilaksanakan pada siswa kelas IV di SD Negeri 04/ II Sungai Mancur kecamatan tanah sepenggal Bejen Karanganyar. Melalui tindakan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu dalam bentuk rangkaian siklus kegiatan. 15 . b. menggunakan pendekatan atau model pembelajaran tertentu untuk meningkatkan tingkat kesegaran jasmani siswa. TEKNIK PENGUMPULAN DATA Teknik pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas ( PTK ) ini menggunakan observasi.

Tariklah siku dan otot. biarkan rahang tergantung. Peneliti membuat alat bantu mengajar yang sudah di modifikasi sebelumnya b.c. Mulai lari di tempat dan tendangkan tumit ke belakang b. Doronglah dengan kuat sampai berakhir diatas ujung kaki pada setiap langkahnya.otot muka rileks. Bergeraklah dan angkat tumit ke belakang setinggi mungkin 3. Mulailah bergerak pelan kedepan. tendangkan tumit ke belakang lebih tinggi lagi. c. Menendang pantat (hit kick) a. c. Melihatlah ke depan dan condongkan sedikit ke depan. c. Gerakan lengan lari sprint a. b. Perencanaan Disini peneliti mmebuat scenario pembelajaran dengan mengggunakan pola latiha. Pelaksanaan tindakan Kegiatan yang akan dilaksanakan dalam tahap ini adalah melaksanaan scenario pembelajaraan yang telah di rencanakan sebelumnya. Observasi Pada tahap ini dilaksanakan proses observasi terhadap pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi yang telah dibuat. 2. biarlah tungkai bergerak dengan sendirinya dan berkosentrasi pada kedua lengan. D. PROSEDUR PENELITIAN a. 16 .

Dari hasil ini peneliti dapat merefleksi diri dengan melihat dataobservasi apakah yang telah dilakukan telah meningkatkan kemampuan siswa E. Ketuntasan belajar telah mencapai nilai ≥ 65 atau persentase ketercapaian 65 % secara perorangan. Ketuntasan belajar klasikal dicapai bila kelas tersebut telah terdapat 85 % siswa yang telah mendapat nilai ≥ 65. Refleksi Dari hasil yang didapat dalam tahap observasi dikumpulkan serta dianalisis dalam tahap ini. 2. Teknik Analisis Data Untuk melihat kualitas hasil tindakan disetiap siklus digunakan rumus : Keterangan : P : Prosentase keberhasilan f : Jumlah siswa yang telah mencapai ketuntasan belajar N : Jumlah siswa yang mengikuti tes Selanjutnya berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) maka siswa yang dikatakan tuntas apabila : 1. 17 .d.

2002. Kurikulum Pendidikan Jasmani. Pengembangan Media Pembelajaran Penjas. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Rudi Susilana dan Cepi R. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kunandar. Suharsimi dkk. Rusli Lutan. Belajar dan Pembelajarn. Penerbit Rajawali Pers. Bagian Proyek Penataran Guru SLTP setara D II. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Perencanaan Pembelajaran Penjaskes. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. 2007. FPOK Yoyo Bahagia. 2004. Jakarta. Pembelajaran atletik. Dirjendikti. 2009. Proyek Pendidikan Akademi. Rusli Lutan dan Adang Suherman. Media Pembelajaran. Bandung: CV Maulana. Bandung Rusli Lutan. 2008. PT Bumi Aksara. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. . Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (2000). Jakarta. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Departemen Pendidikan Nasional. Furqon Hidayatullah.DAFTAR PUSTAKA Arikunto. UPI. CV Wacana. Pembinaan Olahraga Usia Dini. UPI. Jakarta. 2009. Yoyo Bahagia. Direktorat Jendral Pendidikan Dasar Menengah. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru. 1988.2005. FPOK 18 .

19 .

20 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times