DESKRIPSI DAN SILABUS MATA KULIAH SEMANTIK BI Mata kuliah Semantik Bahasa Indonesia merupakan mata kuliah lanjutan

dari mata kuliah Semantik 1 Bahasa Indonesia. Selesai mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan mampu memiliki pengetahuan dan pemahaman yang memadai mengenai semantik bahasa Indonesia sebagai bekal untuk mengajarkan

keterampilan berbahasa Indonesia di sekolah menengah. Dalam perkuliahan ini dibahas penerapan semantik dalam pengajaran bahasa di sekolah menengah.

Pelaksanaan kuliah menggunakan pendekatan ekspositoris dalam bentuk ceramah dan Tanya jawab dilengkapi dengan penggunaan papan tulis dan LCD, serta pendekatan inkuiri yaitu penyelesaian tugas penyusunan dan penyajian makalah, diskusi, serta pemecahan masalah. Tahap penguasaan mahasiswa selain evaluasi melalui UTS dan UAS juga evaluasi terhadap tugas baik tugas mandiri maupun kelompok; latihan; dan diskusi. Buku sumber utama: Chaer, A. (2002). Pengantar Semantik Bahasa Indonesia; Leech, G. (1981) Semantics: The Study of Meaning; Parera, J.D. (1993). Leksikon Istilah Pembelajaran Bahasa; Pateda, M. (1986). Semantik Leksikal; Prawirasumantri, A. (1998). Semantik Bahasa Indonesia; Tarigan, H.G. (1985) Pengajaran Semantik.

SILABUS 1. Identitas Mata Kuliah Nama mata kuliah Nomor kode Jumlah SKS Semester Kelompok mata kuliah Program studi : Semantik Bahasa Indonesia 2 : : 2 sks :7 : MKBS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia/S-1
1

Di samping itu. relasi. jenis. S. Evaluasi . kajian. juga diharapkan mahasiswa memperoleh pengalaman dan pengetahuan tentang semantik bahasa Indonesia sebagai dasar dan bekal untuk mengajarkan keterampilan berbahasa Indonesia di sekolah menengah. penyajian.Pd. Pendekatan pembelajaran: Ekspositori dan inkuiri Metode: ceramah. dan perubahan makna. Sri Mulyanti. dalam perkuliahan ini dibahas penerapan semantik dalam pengajaran bahasa di sekolah menengah. Selain itu. medan. aspek-aspek makna. dan diskusi Media: LCD 5. M. Nia Kurniawati. 3. diskusi Tugas: makalah. tanya jawab. Deskripsi isi Dalam perkuliahan ini dibahas semantik bahasa Indonesia yang terdiri atas: sejarah dan perkembangan semantik.Pd. 2. aspek-aspek semantik. hubungan semantik dengan ilmu lain. Tujuan Selesai mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan semantik bahasa Indonesia.Status mata kuliah Prasyarat Dosen : Mata kuliah lanjut dari bidang Semantik 1 BI : Telah lulus mata kuliah Semantik 1 BI : Dr.kehadiran dan laporan bab 15 % 2 . 4.

tugas mandiri 20 % .UAS 30 % 6.UTS 20 % .presentasi dan micro teaching 15 % . reviu konsep dan hakikat semantik Pertemuan 2: Hubungan semantik dengan ilmu lain Pertemuan 3: Arti Makna RPP : Sinonimi dan polisemi Pertemuan 4: Tujuh Tipe Makna RPP : Antonimi dan hiponimi Pertemuan 5: Konsep “ Struktur Dasar” RPP : Homonimi dan homofoni Pertemuan 6: Semantik dan Masyarakat RPP: Akronimi dan Singkatan Pertemuan 7: Apakah Semantik itu Suatu Ilmu? RPP : Reduksi dan haplologi Pertemuan 8: UTS Pertemuan 9: Semantik dan Sintaksis RPP : Kosakata asli dan serapan Pertemuan 10: Logika di dalam Bahasa Harian RPP: Kosakata umum dan khusus Pertemuan 11: Warna dan Kekerabatan: Dua studi Kasus di dalam “Semantik Universal” RPP : Kosakata baku dan non baku 3 . Rincian materi perkuliahan tiap pertemuan Pertemuan 1: Rencana perkuliahan..

Two-Can Publishing Ltd. Semantik Leksikal. A. (1985) Pengajaran Semantik. G. (1995). Bandung: Angkasa. Baker. (2002). Leech. H. (1986). Prawirasumantri. USA. Semantics. Semantik: Pengantar Studi tentang Makna. (1993). Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Referensi Aminudin. Semantik Bahasa Indonesia. (1988). (1981) Semantics: The Study of Meaning. (1998). (1981). Flores: Nusa Indah. Parera. J. L. Leksikon Istilah Pembelajaran Bahasa. Jakarta: Rineka Cipta. Pateda. 4 .G. G. Daftar Buku Buku Utama Chaer.Pertemuan 12: Ekuivalensi Semantik dan Semantik Dalam RPP: Peribahasa Pertemuan 13: Presuposisi dan Faktualitas RPP: Kata majemuk Pertemuan 14: Teori-teori Alternatif RPP: Makna idiomatis Pertemuan 15: Majas RPP: Majas Pertentangan Pertemuan 16: UAS 7. Cambridge: Cambridge University Press. M. England: Penguin Book. Lyon. Bandung: Sinar Baru.D. Lyons. Volume 1 dan 2. Jakarta: Depdikbud. A. Jakarta: PT Gramedia. Tarigan.

New York: Harper & Row. (1964). Mahasiswa diwajibkan datang tepat waktu dan membuat laporan bab untuk setiap pertemuan. Format laporan bab Laporan Bab Tanggal:______ Bab: Judul Bab: No. 2. (1981). (1972). Slametmulyana. T. setiap kelompok harus menyiapkan satu presentasi materi sesuai silabus dan membuat RPP untuk dipraktekkan di kelas setelah presentasi. F.Djajasudarma. SAP dikumpulkan sebelum micro-teaching.J. Semantics Theory. Bandung: Eresco. 1 5 Nama: NPM/Kls: Istilah Penting Penjelasan . Semantik (Ilmu Makna). Penjelasan : 1. George. 3. (1993). Membuat Research Based Paper yang berhubungan dengan salah satu teori semantik. Semantics: Second Edition.F. dikumpulkan pada pertemuan akhir sebelum UAS. Semantik 1 dan 2: Pemahaman Ilmu Makna. Katz. J. Laporan ditulis dalam kertas polio bergaris satu lembar. Untuk presentasi dan micro teaching.H. Cambridge: Cambridge University Press. Jakarta: Jambatan.

…. Abstrak 3. diharapkan segera bisa dijawab saat harus memilih 6 . Pembahasan 6. Jupriono Abstrak hgfahfsjflKFK’k Kata Kunci: …..Format RPP FORMAT RBP 1.. Semantik Historis. Akan tetapi. Pragmatik Sudarwati D.…. Perempuan: Telaah Semantik Leksikal. Landasan Teori 5. Judul 2. Wanita. apa beda antara wanitadan perempuan ini yang belum jelas! Telaah ini memang mencoba mendudukkan posisi tiap kata. kapan orang harus menggunakannya sesuai dengan kandungan semantisnya dan maksud yang diinginkan. Dengan demikian. Daftar Pustaka Maksimal 5-7 halaman Contoh: Betina. Simpulan dan Rekomendasi 7. Pendahuluan 4.. Pendahuluan Perbedaan makna kata betina dengan wanita atau betina dengan perempuan itu sudah jelas bagi kita.

sebagai peribahasa Melayu Kuno. tentu dia tetap berada di bawah generasi lebih tua. Data dijaring dengan teknik dokumentasi acak dari kamus dan teknik studi pustaka terhadap tulisan yang relatif lama serta teknik rekaman tuturan keseharian. Lalu. netral saja. 'sebaiknya kita diam. Bisa dimengerti. dan embun betina. misalnya. Kedua. betina cocok dilekatkan sebagai pemarkah jenis (gender) binatang atau benda yang tidak hidup. Bahasa Kawi sendiri kemungkinan besar menyerapnya dari bahasa Sanskrit (Sanskerta). Sebagai yang lebih muda. kata betina merupakan antonim jantan. itu karena istri. Dalam pandangan tradisional. "Pemberdayaan Perempuan" ataukah "Pemberdayaan Wanita". Menurut "Kamus Dewan" (KD) (Iskandar. sikap individualistik 7 . artinya menjadi tidak netral lagi. 1986). penjelajahan arti akan dilengkapi dengan memanfaatkan beberapa hasil penelitian yang ada. Telaah dilakukan berdasarkan arti kata leksikal dasarnya. dengan kata lain. Dengan metode deskriptif. dan sifat manusia. 1970: 114). 1984). terutama tentang sejarah perubahan makna kata (semantik historis) (Palmer. Ada dua hal yang dapat dicatat dari tambahan acuan di sini. istilah "sanak keponakan" menunjukkan posisi generasi lebih muda. dan istri selalu perempuan! Oleh karena itu. Dengan demikian "bersikap betina" justru dinilai positif dalam pandangan lama. yang akan menjelasan perbandingan arti kata antarwaktu. 1986: 8-11). bunga betina. singa betina. keberadaan. yakni 'sanak keponakan dari istri'. Relasi fonis batina dengan betina beranalogi dengan relasi fonis mahardika-mardikamerdeka 'bebas'. Pertama. Hurford dan Heasley. kandungan nilai peribahasa ini juga tradisional. betina tidak mengundang persoalan. dan feodal.manakah yang tepat: "Darma Wanita" ataukah "Darma Perempuan". Peribahasa Melayu "Baik jadi ayam betina sepaya selamat" (Iskandar. misalnya. Mungkin ini juga analog dengan saksama-seksama (?). menurut kamus (semantik leksikal) (cf. konvensioanl. yunior. Tidak jauh berbeda dengan KD. 1970: 114). berarti 'kita tak usah menonjolkan keberanian sebab hanya mendatangkan kesusahan belaka'. 1988: 111) menambahi satu makna lagi untuk betina. Kajian ini juga akan melihat bagaimana arti kata dalam pemakaian (pragmatik). Bagaimana seandainya kata ini dipakai untuk manusia? Ini baru masalah! Jika dikaitkan dengan aktivitas. Mardiwarsito. Tidak ada muatan nuansa apa pun. Sebagai nama jenis kelamin binatang. Misalnya dalam bahasa Indonesia (Melayu) kita temui ayam betina. "Kamus Besar Bahasa Indonesia" (KBBI) (Tim. Landasan Teori Kata betina diduga kuat berhubungan dengan kata batina dalam bahasa Kawi (Jawa Kuno) ("Kamus Jawa Kuno Indonesia". ini juga menyiratkan muatan semantis bahwa apa yang datang dari istri (bukan suami) akan ditempatkan di bawah suami. Dalam pemakaiannya. hindarilah tantangan'. pernyataan "dari istri" berarti bahwa yang dipandang bawah. tak usah macam-macam. data akan dianalisis dengan teknik eksplanatori-komparatif.

bisa dimengeri bahwa yang muncul dipilih sebagai nama organisasi wanita bergengsi nasional adalah "Darma Wanita". yang senantiasa lemah gemulai. 'menentang'. selingkuh dengan lelaki lain. Pada halaman yang sama. usil. 1984). pernyataan "benar-benar betina". Sebab. 1993: 12). Dalam wacana (1). bukan lelaki. kalimat "Dasar betina" bermakna negatif: 'cerewet. Di sini Winda digambarkan sebagai perempuan yang bernafsu menggebu-gebu. 1993). Tetapi. gaya tutur. yang muncul adalah Darma Wanita (organisasi ibu-ibu pegawai) dan Bukan Perempuan Biasa dan tentulah tentu bukan "*Darma Betina" atau pun "*Bukan Betina Biasa". Ini jelas bertolak belakang dengan pandangan modern. Maka. Dananjaya. mau tahu urusan orang saja'. yang nafsunya terlampau besar. berbakti. bergantung pada konteks kepentingannya. 'menyaingi'. Menurut KD (1970: 1342). halus. Dalam pemakaiannya sekarang. Urus saja diri sendiri. penonjolan individu tidak selalu jelek. Kata kewanitaan. usil.mesti dihindari (cf. dalam kondisi apa pun tak pernah ada yang senang disebut betina. tunduk. yang menempatkan eksistensi individu pada tempat yang diakui. kata betina yang dikenakan pada manusia akan menemukan makna buruk. Dengan kata wanita. arti sekarang lebih tinggi daripada arti dahulu ("Kamus Linguistik". dan menyenangkan pria. Sebagai putri (wanita di lingkungan keraton). mendukung. mengapa ada kata genit-nya. mencatat bahwa kata wanita menduduki posisi dan konotasi terhormat. Kridalaksana. sabar. dicontohkan frase wanita-wanita genit. 'memimpin'. Misalnya pada wacana berikut: (1) Kamu ini kok cerewet banget sih. jika wanita berupakan bentuk halus. kata betina memuat makna (1) 'jenis kelamin binatang'. Dasar betina! (2) Winda benar-benar betina. yang diturunkan dari wanita. Maka. Kata ini mengalami proses ameliorasi. Maka. Harus diakui bahwa semua pandangan ini tidak pernah bebas dari stereotipe gender perempuan dari masyarakat kita (Kweldju. (2) 'cerewet. ya sekarang ini. mendampingi. Singkat kata. para putri keraton. serta (4) 'generasi yunior dari garis istri'. Sejarah kontemporer bahasa Indonesia. berdasarnya konteks kalimatnya. Ngapain tanya urusan orang segala. berarti 'keputrian' atau 'sifat-sifat khas wanita'. kata wanita merupakan bentuk eufemistis dari perempuan. berarti "minor" juga: 'nympomania'. benar-benar dihindari nuansa 'memprotes'. Contoh ini paradoksal. program kerjanya 8 . dan (3) 'haus seks'. setiap wanita diharapkan masyarakatnya untuk meniru sikap laku. sebab di sinilah kaum wanita berdarma. 'menuntut'. mengabdikan dirinya pada lembaga tempat suaminya bekerja. demit. Oleh karena itu. Dengan demikian. 'memberontak'. 'melawan'. ini juga menyiratkan pandangan bahwa kata itu memang khas untuk manusia (perempuan). binatang. patuh. ataukah benda lain. sesuatu yang jelas tidak halus. Pada konteks inilah betina menemukan makna buruknya. Dalam kalimat (2). mengabdi. hingga tak pernah puas hanya dengan satu lelaki suaminya itu. suatu perubahan makna yang semakin positif.

kata ini diserap oleh bahasa Jawa Kuno (Kawi) menjadi wanita. Jadi. Dengan demikian. kata ini berarti hanya menjadi objek (bagi lelaki) belaka.1) jangan bermimpi bisa independen memang bukan itu misinya. Sudut pandangnya selalu sudut pandang "lawan mainnya". Berdasarkan "Old Javanese English Dictionary" (Zoetmulder. 1962). Maka. radikal. Dr. Dalam KBBI (1988: 1007). Dalam karier militer pun. Misalnya saja "Korps Polisi Wanita" (Polwan. dari bahasa Kawi. Wanita baru diperhitungkan karena (dan bila) bisa dimanfaatkan pria. ya pria itu. Kata wanita.pun harus selalu mendukung tugas-tugas dan jabatan suami. Mungkin karena itulah. eksistensinya sebagai makhluk Tuhan menjadi nihil. yakni bahwa kata wanita bukanlah produk kata asli (induk). dari bahasa Jawa. Muatan makna aktif. 1984). dipakai wanita. "Korps Wanita Angkatan Udara" (Wara. 9 . ternyata berasal dari kata rendah betina. tulisnya. yang cukup "menyakitkan". 1982). tetapi ada dalam bentuk ungkapan humor di masyarakat (Dananjaya. meski dengan redaksi lain. kata ini diserap ke dalam bahasa Indonesia. Terang-terangan memang tidak. 1948). menuntut hak. Maksudnya. bukan pemarkah (marked) jenis kelamin. lalu. Meskipun begitu. Arti 'yang dinginkan' dari wanita ini sangat relevan dibentangkan di sini. memang aneh bin ajaib. "Korps Wanita Angkatan Darat" (Kowad. dalam bahasa aslinya (Sanskerta). sifat-sifat wanita. kata banita mengalami proses perubahan bunyi konsonan (kontoid) dari [b]-->[w] sehingga menjadi wanita. Urutan prosesnya demikian. 1963). pelecehen keterlibatan dan kemampuan wanita dalam tubuh ABRI pun masih terjadi. kata batina berubah melalui proses metatesis menjadi banita. bahwa kata yang demikian kita hormati. Adakah yang lebih rendah dari "hanya menjadi objek"? Makna wanita sebagai 'sasaran keinginan pria' juga dipaparkan oleh Prof. 1961). Sama seperti halnya KD. organisasi "Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia" (Iwapi) sering dipelesetkan artinya tentu saja. Slametmuljana dalam "Asal Bangsa dan Bahasa Nusantara" (1964: 59--62). Kata ini hanyalah merupakan hasil akhir dari proses panjang perubahan bunyi (yang dalam studi linguistik sering disebut gejala bahasa) metatesis2) dan proses perubahan kontoid3) dari kata betina. oleh pria menjadi "Iwak-e Papi-papi". "Dagingnya bapak-bapak" atau "Lauknya Bapak-bapak" seakan wanita itu tak lebih dari "daging" atau "lauk-pauk" yang bisa dikonsumsi oleh pria. Mula-mula kata betina menjadi batina. keputrian". Dari bahasa Sanskertavanita. kata ini mengalami tambahan nilai positif. Ada juga pandangan lain. jelas bahwa wanita adalah 'sesuatu yang diinginkan pria'. bahkan kita letakkan pada tempat tinggi di atas kata perempuan ini. KBBI pun mendefinisikankewanitaan (bentuk derivasinya) sebagai "yang berhubungan dengan wanita. tak ada dalam arti kata ini. kata wanita berarti 'yang diinginkan'. maksudnya yawanita itu. misalnya berikut ini. ada perubahan labialisasi dari labiodental ke labial: [v]-->[w]. wanita berarti 'perempuan dewasa'. Setelah diadopsi bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. kata ini diserap oleh bahasa Jawa (Modern). "Korps Wanita Angkatan Laut" (Kowal.

"swargo nunut. gagu. priyayi (tahta). 1993). inilah tugas dan lelakon yang harus dijalankan wanita. menurut persepsi Jawa ini. agar dapat memasuki kelas sosial yang lebih tinggi. terjemahan gampangnya 'tunduklah pada suami' atau 'jangan melawan pria'.Seorang komandan serdadu pada suatu front peperangan memerintahkan penarikan mundur khusus serdadu wanita.. tetapi rohnya bahasa Jawa yang feodal itu. Begitulah inferioritas wanita akan selalu menderita gagap. Wanita berada dalam alam tanpa otonomi atas dirinya.. Apakah memang demikian? Dalam pandangan masyarakat Indonesia. Dalam hal ini wanita dianggap mulia bila tunduk dan patuh pada pria. sehingga yang muncul adalah Menteri Peranan Wanita. Komandan? Ini tidak adil!" Jawab Komandan dengan kalem. ee kamu malah terlentang. terjemahan leksikalnya 'berani diatur'. penurunan nilai makna. baru benar-benar mampu menjadi lelaki sejati. dalam bahasa Indonesia kata wanita bernilai lebih tinggi sebab. mereka melanggar disiplin medan. bahasa Indonesia mengalami "jawanisasi" atau "kramanisasi": kulitnya saja bahasa Melayu yang egaliter. melengkapi diri dengan kesaktian dan senjata (senjata). peranan wanita dalam 10 . jarwodoso atau keratabasa. arti sekarang lebih rendah dari arti dahulu (Kridalaksana." Ini merupakan pantulan realitas bahwa apa pun yang dilakukan wanita tetaplah tak sanggup menghapus kekuasaan pria. untuk sementara bisa segera ditarik kata simpul: wanita berarti 'manusia yang bersikap halus. wanita. yang merasa tidak membuat kesalahan disiplin militer. dan soal kemandirian wanita tidak ada dalam kamus. Karenanya. Dengan demikian. kata wanita menemukan perendahan martabat ketika ia "dipakai" salah satu barang klangenan (barang-barang untuk pemuasaan kesenangan individu). tahta. Jargon lengkap populernya adalah harta. dan semuanya baru lengkap bila sudah memiliki banyak wanita. pengusaha wanita (wanita pengusaha). bila telah memiliki kekayaan berlimpah (harta). nasib perempuan terpuruk di bawah kata wanita. sekaligus dehumanisasi. terutama di tubuh birokrasi dan kalangan atas. terjemahan kontekstualnya 'bersedia diatur'. Alasannya. Ternyata anggapan Jawa ini merasuk kuat dalam bahasa Indonesia. memprotes ramai-ramai. Suka atau tidak.'. Berdasarkan etimologi rakyat Jawa (folk etimology. Dalam persepsi kultural Jawa pulalah. Di sini tampak benar bahwa manusia wanita disederajatkan dengan benda-benda mati semacam degradasi harkat martabat salah satu gender5). insinyur wanita. kata perempuan mengalami degradasi semantis. lelananging jagat. aku akan ikut suami). dan gugup di di bawah gegap gempitanya superioritas pria. mengabdi setia pada tugas-tugas suami'. Lelaki Jawa. entah sebagai istri sah entah sekadar selir atau gundik4). Kesetiaan wanita dinilai tinggi. senjata. Serdadu-serdadu wanita. "Kesalahan??? Kesalahan apa itu. atau peyorasi. Sering ada ungkapan "pejang gesang kula ndherek" (hidup atau mati. "Kamu sih. suami masuk neraka aku terbawa). Di pasar pemakaian. neraka katut" (suami masuk surga aku numpang. setiap diberi komando • 'tiaraaap . kata wanita dipersepsi secara kultural sebagai 'wani ditoto'. kata Ben Anderson (1966).

*insinyur perempuan. keperempuanan juga berarti 'kehormatan sebagai perempuan'. tetapi jelas bahwa kata ini menunjuk perempuan sebagai 'penunggu rumah'. atau pun 'kepala'. kata perempuan bernilai cukup tinggi. Di sini sudah mulai muncul kesadaran menjaga harkat dan martabat sebagai manusia bergender feminin. Dengan contoh ini kata ini tidak berarti rendah. Kata perempuan juga berakar erat dari kata empuan. sedangkan hormat dan bakti setinggi-tingginya menurut adat ketimuran djustru datang dari kaum wanita. *pengusaha perempuan (*perempuan pengusaha). penyelamat'. *peranan perempuan dalam pembangunan. maksudnya pastilah masalah yang berkenaan dengan keistrian dan rumah tangga. 'lawan lelaki'. kata perempuan berarti 'wanita'. penyangga. Menurut KBBI. ini berhubungan dengan makna 'kehormatan' atau 'orang terhormat'. Yayasan 11 . sehingga ada kata pengampu susu 'kutang' alias 'BH'. yang dilihatnya di masyarakat lain lagi. Dalam hal ini. Misalnya Solidaritas Perempuan (Jakarta). 'hulu'.. tetapi sejajar. untuk katakeperempuanan. Sementara itu. Menurut KD. 'orang yang mahir/berkuasa'. Prof. kata mengampukan berarti 'memerintah (negeri)'. bahkan lebih tinggi daripada kata lelaki. Dalam KD (1970: 853)." Itulah sebabnya. terhadap suami. kata mengampu artinya 'menahan agar tak jatuh' atau 'menyokong agar tidak runtuh'. Dalam tinjauan etimologisnya. dan pastilah bukan *Menteri Peranan Perempuan. dan 'istri' . tetapi justru penting. hanya ada tambahan sedikit. Jelasnya begini. Yang agak aneh dalam tjara berpikir ini ialah apa sebab perempuan tempat kehormatan itu sematamata diperuntukkan bagi wanita.. bahkan 'wali'. Slametmuljana (1964: 61) pun mengakui bahwa kata yang sekarang sering direndahkan. ada lagi pengampu 'penahan. tidak di bawah. ada kata raja perempuan yang berarti 'permaisuri'.pembangunan. kita kenal kata empu jari 'ibu jari'. tidak sedikit aktivis gerakan perempuan baik yang di bawah payung lembaga pendidikan formal maupun yang lebih suka malang melintang di alam bebas Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lebih suka memilih kata perempuan daripada wanita untuk organisasi mereka. 'penjaga keselamatan'. 'penyangga'. kata keperempuanan berarti 'perihal perempuan'. Ah. ia pun tidak mampu menyembunyikan keheranannya berikut: ".    Secara etimologis. maka. 'memerintah'. meski tidak terlalu rendah. sebagai pasangan kata tuan 'sapaan hormat pada lelaki'. kata perempuan berasal dari kata empu yang berarti 'tuan'. masa?!! Ya. Maka. Kata perempuan juga berhubungan dengan kata ampu 'sokong'. empu gending 'orang yang mahir mencipta tembang'. ditempatkan di bawah wanita. kata ini mengalami pemendekan menjadi puan yang artinya 'sapaan hormat pada perempuan'. Tetapi. atau 'yang paling besar'. Tersirat juga di sini makna 'kami jangan diremehkan' atau 'kami punya harga diri'. KBBI (1988: 670) memberikan batasan yang hampir sama dengan KD.

bunda. kongres pertama organisasi "lawan tanding lelaki" ini dinamainya "Kongres Perempoean Indonesia Pertama. sebab yang kita kehendaki bukan perempuan mandiri. Yogyakarta). Perwari. dewi. Pembahasan Dahulu sesuatu yang bersifat perempuan dihormati. dan bukan "perempuan". Kelompok Perempuan untuk Kebebasan Pers (KPKP). Muncul pengganti-penerusnya: Kongres Wanita Indonesia (Kowani) sejak menjelang kemerdekaan. seperti impian Kongres I). Dahulu kaum ibu dikatakan sebagai "tiang masyarakat". BMOIWI. Sejak kemerdekaan. umumnya terdiri atas para istri pegawai. apakah setelah lebih dari setengah abad kemerdekaan ini kaum perempuan telah mencapai persamaan derajat. Jakarta). dan pasca-1965 ada Persatuan Wanita Republik Indonesia (Perwari). Menarik untuk dicontohkan di sini bahwa nama jurnal keperempuanan terbitan LIPI adalah "Warta Studi Perempuan" dan bukan *Warta Studi Wanita. sekarang muncul saingan baru. bila 12 . Zaman sekarang kaum ibu selalu dituding sebagai sumber kesalahan. dan dimitoskan sebagai "danyang kesuburan alam semesta". Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK. ratu . mbaktu. derap Kongres Perempoewan Indonesia sudah (di)musnah(kan) dari peredaran. yang berlangsung pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta (Rahayu. selalu ada huruf /W/ setidaknya itulah jejak-jejak historis lingual bahwa kita lebih memilih "wanita". melainkan perempuan penurut. jika dahulu "Women Study" diterjemahkan menjadi "Kajian Wanita". "Studi Perempuan". kata perempuanlah yang telah menyumbangkan kontribusi historisnya. terutama berhubungan dengan kenakalan anak-anak. atau pun ibu. KNKWI. bukan bapak? Karena perempuan mengalami domestifikasi peran. Perwani. Lembaga Studi Pengembangan Perempuan dan Anak (LSPPA. biyung. Suara Hati Perempuan. Dari sudut sejarah pergerakan nasional pun. Bukankah mendidikan anak itu tugas seorang ibu. serta disembah-sembah • sebagai "penentu awal kehidupan manusia di bumi". betina. dan Gerakan Kesadaran Perempuan--sekadar menyebut beberapa contoh. yang relatif lunak. seperti disebut di atas. Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani. serta Dharma (1974) (Rahayu. Sekretariat Bersama Perempuan Yogya (Yogyakarta). Ikwandep perhatikan. bukan perempuan. Bahwa dalam perjalanan sejarah lahir Kowani. Sejak saat itu setiap partai-partai politik di Indonesia juga mempunyai anak organisasi wanita.6) Dalam Kongres I ini disepakati bahwa persamaan derajat hanya dapat dicapai bila susunan masyarakatnya tidak terjajah. 1996: 30-31). Forum Diskusi Perempuan Yogya. Kita ingat. Mungkin sejak inilah wanita secara resmi menggeser perempuan. misalnya Wanita Demokrat dan Gerakan Wanita Marhaen (PNI). Sementara itu. (Silahkan pembaca menjawab sendiri. Dalam hal ini kita tak lagi mempersoalkan perbedaan istilah wanita. dijunjung tinggi. putri. Langkah organisasi pertama yang dilakukan adalah membentuk "Perserikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia" (PPPI).Perempuan Merdika (Jakarta). 1996). PKI). mama. perempuan. diluhurkan sebagai "ratu kehidupan". Kita bicarakan hal itu secara global saja.

1996). sehingga ungkapan yang muncul adalah "Bukan salah bunda mengandung" dan bukan ungkapan "*Bukan salah ayahnda menghamili" atau "*Bukan salah ayahnda membuahi". Tetapi. soal pembelaan hak asasi. Memang. tidak ada nuansa dominasi dan subordinasi antargender. Pelesetan-pelesetan di masyarakat terhadap kata-kata tertentu juga menggambarkan seberapa jauh nilai dominasi pria terhadap wanita ini hendak menandingi pemahaman masyarakat terhadap hakikat suatu kata. selanjutnya inilah kurang ajarnya pemahaman terhadap kata garwo telah dipelesetkan sebagai "sigar tur dowo" (terbelah dan lagi panjang). patuh berbakti. berdasarkan etimologi rakyat (jarwodosok. dipersepsi sebagai "sigaraning nyowo" (belahan jiwa). "gerakan pembelaan hak-hak perempuan pekerja". Dahulu. dan komplementer dengan suami. Begitulah . ada hadis yang sangat terkenal berkenaan dengan ini. soal nasib dan martabatnya. manusia di bumi ini berasal. anak kita tidak binal seperti ini. rela menderita demi pria pujaan. Dia sangat dibela. Simpulan dan Rekomendasi Di sini jelas sekali bahwa jika yang kita maksudkan adalah sosok yang mengalah. misalnya. Posisinya sebagai peletak awal kehidupan manusia sangat menentukan. ibu akan dibela. Mungkin karena kecemburuan religiusitas-gender. soal pemberdayaan kedudukan." begitu kata ayah. dan ibu. Ini bukti pengakuan bahwa mengandung itu lebih bernilai tinggi daripada menghamili (Kweldju. kata "garwo".7) Surah paling Al-Fatihah. di masyarakat kami pernah mendengar pelesetan sinis terhadap ini tentu saja dari kaum bapak. Tidak sulit ditebak siapa pelaku pemelesetan ini: pastilah dari barisan pria. dibersihkan dari tuduhan. tempat berbakti adalah ibu. sejajar. garwo adalah kata yang netral. menurut pandangan ini. tidak ada jalan lain. nasib ibu tidak seburuk ini. tidak memihak salah satu jenis kelamin (bias gender). karena dari guwagarba rahimnyalah.. segaris. saripati dari semua surah dalam Kitab Suci Quran. maka pilihlah kata wanita. Justru. misalnya. jika kita berbicara soal peranan dan fungsinya. Setuju? Bisa dipastikan siapa pun akan ragu. keratabasa) Jawa. ibulah yang layak dikorbankan sebagai kambing hitam. ibu. Semula. agama pun meletakkan ibu pada posisi sangat terhormat. kedudukan seorang istri cukup terhormat. Tidak hanya persepsi kultural masyarakat. Dalam Islam. 1991). Maka. gunakan kata perempuan. Akan tetapi. misalnya.. yakni "Surga itu di bawah telapak kaki ibu". sesuatu yang bisa mengundang kesan porno dan pelecehan. "Ini gara-gara terlalu kau manja. Maka. jika ada anak yang nakal.terjadi kericuhan keluarga." atau juga "coba. Oleh karena itu. Ia bisa mengacu baik kepada "garwo jaler" (suami) maupun "garwo estri" (istri). disebut "Ummul Qur'an" dan bukan "Abul Qur'an" (Nadjib. sama. tidak dituding sebagai biang kerok perkara. kalau kamu mendidiknya benar. yang tepat tetaplah "Darma Wanita" memang dimaksudkan untuk berbakti. Dalam agama lain pun kurang lebih sama. jika hati harus lebih berpihak pada perempuan daripada pada wanita. semisal "peranan perempuan dalam perjuangan". Di sini. kemudian baru ayah. Karena yang mengandung itu biasanya ibu. itulah bukti hebatnya hegemoni patriarki dalam 13 . ibulah yang lebih diharga. egaliter.

John Platt.masyarakat mana pun. menyimpan samudra kesabaran luar biasa. artinya tidak dipentingkan. brid<-->bird (Jack Richards. di sini yang dinomorsatukan adalah kewajiban istri sebagai istri mendampingi sang suami tercinta. aks<-->ask (Crystal. Periksa: G. yaitu wanita. suka berkorban. Januari 1973. sultan. Mengapa? Sulit menjawabnya. Perempuan Indonesia: Dulu dan Kini (Jakarta: PT Gramedia. sedang di dalam rumah (sektor domestik) inilah tempat tepat wanita. 1965. adipati. dalam bahasa Jawa misalnya kelek<-->lekek 'ketiak'. Bagi kelompok terakhir ini. (ed. badan-badan sosial. sehingga jangankan yang menguasai. wulan-->bulan. 1964. (4) wanita sebagai pencari nafkah tambahan. Misalnya awu-->abu. Dalam bahasa Inggris ada flim<-->film. "Mengenal Dharma Wanita". 4. 1987: 176). Moedjanto. juga: Ruth I. terserah saja. bahkan merasa menikmati "penguasaan" itu. sapu<-->usap. "Politik Gender Orde Baru: Tinjauan Organisasi Perempuan Sejak 1980-an. Ditindas kok tidak melawan. hegemoni kekuasaan pria akan dinikmatinya sebagai "perlindungan" dan "kasih sayang". Tujuan memiliki banyak wanita adalah menghindari kejahatan seksual dan mencapai konsolidasi kekuasaan politik untuk mengesankan bahwa pemimpin itu lelaki luar biasa sakti mandraguna (super human). (3) wanita sebagai pengatur ekonomi rumah tangga. juga Konsep Kekuasaan Jawa: Penerapannya oleh Rajaraja Mataram (Yogyakarta: Kanisius. Misalnya. atau jangan-jangan mereka berjiwa masokistis. 1993:136).? Catatan 1. Ini terjadi sebab ada anggapan bahwa di luar rumah itu urusan lelaki. atau sukukata dalam suatu kata (Kridalaksana. Mayling Oey-Gardiner dkk. Sementara... Metatesis adalah gejala perubahan (pertukararn) letak huruf.). pada zaman dahulu umumnya memiliki banyak istri dan selir. bunyi. Paku Buana IV (Surakarta) mengumpuli 25 istri dan selir. 1987). 14 . sewelas-->sebelas. khawatir. Jiwa mereka berada dalam situasi terpenjara (captive mind). 2. Proses perubahan bunyi konsonan (kontoid) dalam bahasa-bahasa di Nusantara dirumuskan dalam hukum-hukum perubahan bunyi. yang dikuasai pun. Basis. Raja. Mungkin kaum wanita tergolong makhluk ajaib. urusan bergerak di sektor publik (di luar rumah) menduduki nomor bungsu. Mei 1996: 29-42. suatu jenis kenikmatan dalam penindasan. dan (5) wanita sebagai anggota masyarakat. "Selir". dan sebagainya yang menyumbangkan tenaga kepada masyarakat. merasa takut. 172-193). 1985: 194). Anda mau ke mana . bangsawan. Akhirnya. terutama organisasi wanita. 1996) hal. yang suka menyiksa diri. Perhatikan. Misalnya rontal menjadi lontar. 3. memang karena tak berdaya. 1987). dan Heidi Weber. yakni pria. Periksa: Binny Buchori & Ifa Soenarto. Hamengku Buwono II (Ngayogyakarta Hadiningrat) menyimpan 33 istri dan selir. Perempuan Indonesia. Keraf. Orde Baru merumuskan peran kaum wanita ke dalam lima kewajiban (Pancadarma): (1) wanita sebagai istri pendamping suami. Rahayu. Prisma XXV/5. Wojowasito. watuk-->batuk. Salah satunya adalah perubahan [w] dalam bahasa Jawa atau Jawa Kuno menjadi [b] dalam bahasa Melayu (Indonesia) (Slametmulyana. (2) wanita sebagai ibu pendidik dan pembina generasi muda.

Pelesetan itu demikian. Prisma 15(5).. Cambridge: Cambridge Univ. di sisi lain. Cet.. Mardiwarsito. Richards. Politik gender Orde Baru: tinjauan organisasi perempuan sejak 1980-an. dan H. di Wisma Kinasih.. Ruth Indiah Rahayu. B. hal. Dalam artikelnya. Rahayu. 6. Edisi II. Jupriono. Bahwa itu hanya kelakar. Kamus Jawa Kuno-Indonesia. Semantics. Kementerian Pelajaran. 1996. "Bahasa Indonesia Bahasa Lelaki". Kweldju. 7. 1984. Perempuan Indonesia: Dulu dan Kini. Harlow: Longman Group UK Limited. T. 1983. III. 1996. Hurford. FSU in the Limelight edisi nomor ini juga. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka. menjadi "wanita". Mayling OeyGardiner dkk. Kamus Dewan. J. yaitu "Surga itu ada di antara kedua kaki ibu". "Surga ada di bawah kaki ibu". dijelaskan bahwa perempuan dan gerakannya telah lahir jauh sebelum kemerdekaan RI. Palmer. Penelitian seksisme bahasa dalam kerangka penelitian stereotipi seks. Slametmuljana. Cambridge: Cambridge University Press. 1991. Hal. "berlaku bagi seorang anak".5. 1986. S. Cet. Studi Wanita di Indonesia. Weber. 1986. bermunculan juga berbagai organisasi "keras" perempuan bergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).R. Asal Bangsa dan Bahasa Nusantara. ini mungkin saja juga karena tidak tahu (menyadari) bahwa yang mereka pelesetkan adalah sabda Rasul. lain lagi. Warta Studi Perempuan 4(1). "Ooo . 7-18.. (ed.A. L. Press. 1964.. Tetapi. Padang Mbulan.I. Ibu Qur'an. Platt. bersamaan dengan itu. itu sih nerakanya. V.". E. 29-42. Cet. Lih. Daftar Pustaka Buchori.. 1987. Longman Dictionary of Applied Linguistics. T. baca: D. Aktivitas pergerakan perempuan terus berjalan hingga mencapai puncaknya pada 1965. Jakarta: PN Balai Pustaka. 1966. Bogor. Makalah Seminar Nasional Wanita 11--13 Juni 1991. Setannya ya kita-kita ini. Mengenal Dharma Wanita. Sejak itu berlakulah proses domestifikasi (pe-rumah-an) "perempuan" di segala bidang. Bagi seorang ayah. Jakarta: PT Gramedia.R. Soenarto. April: 29-38. katanya. J. 1970. Nadjib. Semantics: a Coursebook. & I. Tetapi. Mei: 29-42.). itu jelas. Ha ha ha . Noerhadi. Ende: Nusa Indah. F. R. 15 . bukan Bapak Qur'an. 2. Iskandar. Opcit. II. Tentang konsep degradasi harkat martabat gender feminin. J. 172-193.

1988. Linguistik: Sedjarah Ilmu (Perbandingan) Bahasa. P. lecturer at the Faculty of Letters. S. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1965. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Zoetmulder. Jupriono.). ________________ Sudarwati. 's-Gravenhage: Martinus Nijhoff.Suryochondro. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. 290-310. Djakarta: Gunung Agung. Wojowasito. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. lecturer at the Faculty of Letters. (ed. 1996. Jakarta: Balai Pustaka dan Depdikbud. D. Edisi I. Perempuan Indonesia: Dulu dan Kini.J. S. 16 . 1982. Old Javanese--English Dictionary. Perkembangan gerakan wanita di Indonesia. Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. Hal. Oey-Gardiner dkk.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful