DESKRIPSI DAN SILABUS MATA KULIAH SEMANTIK BI Mata kuliah Semantik Bahasa Indonesia merupakan mata kuliah lanjutan

dari mata kuliah Semantik 1 Bahasa Indonesia. Selesai mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan mampu memiliki pengetahuan dan pemahaman yang memadai mengenai semantik bahasa Indonesia sebagai bekal untuk mengajarkan

keterampilan berbahasa Indonesia di sekolah menengah. Dalam perkuliahan ini dibahas penerapan semantik dalam pengajaran bahasa di sekolah menengah.

Pelaksanaan kuliah menggunakan pendekatan ekspositoris dalam bentuk ceramah dan Tanya jawab dilengkapi dengan penggunaan papan tulis dan LCD, serta pendekatan inkuiri yaitu penyelesaian tugas penyusunan dan penyajian makalah, diskusi, serta pemecahan masalah. Tahap penguasaan mahasiswa selain evaluasi melalui UTS dan UAS juga evaluasi terhadap tugas baik tugas mandiri maupun kelompok; latihan; dan diskusi. Buku sumber utama: Chaer, A. (2002). Pengantar Semantik Bahasa Indonesia; Leech, G. (1981) Semantics: The Study of Meaning; Parera, J.D. (1993). Leksikon Istilah Pembelajaran Bahasa; Pateda, M. (1986). Semantik Leksikal; Prawirasumantri, A. (1998). Semantik Bahasa Indonesia; Tarigan, H.G. (1985) Pengajaran Semantik.

SILABUS 1. Identitas Mata Kuliah Nama mata kuliah Nomor kode Jumlah SKS Semester Kelompok mata kuliah Program studi : Semantik Bahasa Indonesia 2 : : 2 sks :7 : MKBS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia/S-1
1

kehadiran dan laporan bab 15 % 2 . jenis. dan diskusi Media: LCD 5. aspek-aspek makna. Deskripsi isi Dalam perkuliahan ini dibahas semantik bahasa Indonesia yang terdiri atas: sejarah dan perkembangan semantik. diskusi Tugas: makalah. kajian.Pd. relasi. hubungan semantik dengan ilmu lain. Di samping itu. dan perubahan makna. aspek-aspek semantik. 3.Pd. S. juga diharapkan mahasiswa memperoleh pengalaman dan pengetahuan tentang semantik bahasa Indonesia sebagai dasar dan bekal untuk mengajarkan keterampilan berbahasa Indonesia di sekolah menengah.Status mata kuliah Prasyarat Dosen : Mata kuliah lanjut dari bidang Semantik 1 BI : Telah lulus mata kuliah Semantik 1 BI : Dr. Sri Mulyanti. dalam perkuliahan ini dibahas penerapan semantik dalam pengajaran bahasa di sekolah menengah. medan. M. 4. penyajian. Selain itu. Pendekatan pembelajaran: Ekspositori dan inkuiri Metode: ceramah. Evaluasi . tanya jawab. Tujuan Selesai mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan semantik bahasa Indonesia. 2. Nia Kurniawati.

presentasi dan micro teaching 15 % .tugas mandiri 20 % .UTS 20 % . reviu konsep dan hakikat semantik Pertemuan 2: Hubungan semantik dengan ilmu lain Pertemuan 3: Arti Makna RPP : Sinonimi dan polisemi Pertemuan 4: Tujuh Tipe Makna RPP : Antonimi dan hiponimi Pertemuan 5: Konsep “ Struktur Dasar” RPP : Homonimi dan homofoni Pertemuan 6: Semantik dan Masyarakat RPP: Akronimi dan Singkatan Pertemuan 7: Apakah Semantik itu Suatu Ilmu? RPP : Reduksi dan haplologi Pertemuan 8: UTS Pertemuan 9: Semantik dan Sintaksis RPP : Kosakata asli dan serapan Pertemuan 10: Logika di dalam Bahasa Harian RPP: Kosakata umum dan khusus Pertemuan 11: Warna dan Kekerabatan: Dua studi Kasus di dalam “Semantik Universal” RPP : Kosakata baku dan non baku 3 .UAS 30 % 6. Rincian materi perkuliahan tiap pertemuan Pertemuan 1: Rencana perkuliahan..

Lyons. Leech. (1986). 4 .G. (1988). Bandung: Angkasa. Tarigan. J. Semantics. (1995). Bandung: Sinar Baru. G.Pertemuan 12: Ekuivalensi Semantik dan Semantik Dalam RPP: Peribahasa Pertemuan 13: Presuposisi dan Faktualitas RPP: Kata majemuk Pertemuan 14: Teori-teori Alternatif RPP: Makna idiomatis Pertemuan 15: Majas RPP: Majas Pertentangan Pertemuan 16: UAS 7. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. A. USA. Daftar Buku Buku Utama Chaer. Cambridge: Cambridge University Press. Pateda. L. (1993). Semantik: Pengantar Studi tentang Makna. Volume 1 dan 2. (1981). Two-Can Publishing Ltd. A. G.D. Semantik Bahasa Indonesia. Flores: Nusa Indah. Jakarta: PT Gramedia. Parera. H. (1998). Jakarta: Depdikbud. Baker. Lyon. M. Referensi Aminudin. Jakarta: Rineka Cipta. (1985) Pengajaran Semantik. (1981) Semantics: The Study of Meaning. Leksikon Istilah Pembelajaran Bahasa. (2002). Semantik Leksikal. England: Penguin Book. Prawirasumantri.

1 5 Nama: NPM/Kls: Istilah Penting Penjelasan .H. 2. Semantics Theory. Semantik (Ilmu Makna). SAP dikumpulkan sebelum micro-teaching. F. George. T.F. J. Untuk presentasi dan micro teaching. (1981). New York: Harper & Row. dikumpulkan pada pertemuan akhir sebelum UAS. Laporan ditulis dalam kertas polio bergaris satu lembar. Mahasiswa diwajibkan datang tepat waktu dan membuat laporan bab untuk setiap pertemuan. (1964). (1993). Slametmulyana. 3. Jakarta: Jambatan. Semantics: Second Edition.J. Membuat Research Based Paper yang berhubungan dengan salah satu teori semantik. setiap kelompok harus menyiapkan satu presentasi materi sesuai silabus dan membuat RPP untuk dipraktekkan di kelas setelah presentasi.Djajasudarma. Semantik 1 dan 2: Pemahaman Ilmu Makna. Format laporan bab Laporan Bab Tanggal:______ Bab: Judul Bab: No. Cambridge: Cambridge University Press. Bandung: Eresco. Penjelasan : 1. Katz. (1972).

Pembahasan 6. kapan orang harus menggunakannya sesuai dengan kandungan semantisnya dan maksud yang diinginkan. Perempuan: Telaah Semantik Leksikal. Daftar Pustaka Maksimal 5-7 halaman Contoh: Betina. Pragmatik Sudarwati D. Akan tetapi. diharapkan segera bisa dijawab saat harus memilih 6 .…. Wanita. Judul 2. Semantik Historis. Simpulan dan Rekomendasi 7. Pendahuluan 4.Format RPP FORMAT RBP 1. Dengan demikian..…. apa beda antara wanitadan perempuan ini yang belum jelas! Telaah ini memang mencoba mendudukkan posisi tiap kata. Pendahuluan Perbedaan makna kata betina dengan wanita atau betina dengan perempuan itu sudah jelas bagi kita.. Abstrak 3. Landasan Teori 5.. Jupriono Abstrak hgfahfsjflKFK’k Kata Kunci: ….

Mardiwarsito. itu karena istri. Tidak ada muatan nuansa apa pun. Dengan metode deskriptif. 1988: 111) menambahi satu makna lagi untuk betina. Lalu. dengan kata lain. Pertama. yunior. Bagaimana seandainya kata ini dipakai untuk manusia? Ini baru masalah! Jika dikaitkan dengan aktivitas. tak usah macam-macam. Bisa dimengerti. sebagai peribahasa Melayu Kuno. Misalnya dalam bahasa Indonesia (Melayu) kita temui ayam betina. yakni 'sanak keponakan dari istri'. penjelajahan arti akan dilengkapi dengan memanfaatkan beberapa hasil penelitian yang ada. sikap individualistik 7 . 'sebaiknya kita diam. Menurut "Kamus Dewan" (KD) (Iskandar. Sebagai yang lebih muda. 1970: 114). hindarilah tantangan'. misalnya. 1986). 1986: 8-11). betina cocok dilekatkan sebagai pemarkah jenis (gender) binatang atau benda yang tidak hidup. dan sifat manusia. netral saja. Dalam pemakaiannya. menurut kamus (semantik leksikal) (cf. Peribahasa Melayu "Baik jadi ayam betina sepaya selamat" (Iskandar. pernyataan "dari istri" berarti bahwa yang dipandang bawah. Dalam pandangan tradisional. Kedua. berarti 'kita tak usah menonjolkan keberanian sebab hanya mendatangkan kesusahan belaka'. keberadaan. 1970: 114). Mungkin ini juga analog dengan saksama-seksama (?). terutama tentang sejarah perubahan makna kata (semantik historis) (Palmer. "Pemberdayaan Perempuan" ataukah "Pemberdayaan Wanita". konvensioanl. artinya menjadi tidak netral lagi. data akan dianalisis dengan teknik eksplanatori-komparatif. kata betina merupakan antonim jantan. istilah "sanak keponakan" menunjukkan posisi generasi lebih muda. misalnya. yang akan menjelasan perbandingan arti kata antarwaktu. Telaah dilakukan berdasarkan arti kata leksikal dasarnya. Relasi fonis batina dengan betina beranalogi dengan relasi fonis mahardika-mardikamerdeka 'bebas'. bunga betina. dan embun betina. Dengan demikian "bersikap betina" justru dinilai positif dalam pandangan lama. ini juga menyiratkan muatan semantis bahwa apa yang datang dari istri (bukan suami) akan ditempatkan di bawah suami.manakah yang tepat: "Darma Wanita" ataukah "Darma Perempuan". singa betina. kandungan nilai peribahasa ini juga tradisional. Tidak jauh berbeda dengan KD. Sebagai nama jenis kelamin binatang. betina tidak mengundang persoalan. Data dijaring dengan teknik dokumentasi acak dari kamus dan teknik studi pustaka terhadap tulisan yang relatif lama serta teknik rekaman tuturan keseharian. tentu dia tetap berada di bawah generasi lebih tua. Ada dua hal yang dapat dicatat dari tambahan acuan di sini. 1984). "Kamus Besar Bahasa Indonesia" (KBBI) (Tim. dan istri selalu perempuan! Oleh karena itu. dan feodal. Landasan Teori Kata betina diduga kuat berhubungan dengan kata batina dalam bahasa Kawi (Jawa Kuno) ("Kamus Jawa Kuno Indonesia". Bahasa Kawi sendiri kemungkinan besar menyerapnya dari bahasa Sanskrit (Sanskerta). Kajian ini juga akan melihat bagaimana arti kata dalam pemakaian (pragmatik). Hurford dan Heasley.

sesuatu yang jelas tidak halus. yang senantiasa lemah gemulai. 'menyaingi'. sabar. dan menyenangkan pria. dan (3) 'haus seks'. mengapa ada kata genit-nya. mendampingi. Maka. Ngapain tanya urusan orang segala. Tetapi. demit. selingkuh dengan lelaki lain. Singkat kata. Contoh ini paradoksal. Sejarah kontemporer bahasa Indonesia. penonjolan individu tidak selalu jelek. Di sini Winda digambarkan sebagai perempuan yang bernafsu menggebu-gebu. 'menuntut'. berarti 'keputrian' atau 'sifat-sifat khas wanita'. 1993). Harus diakui bahwa semua pandangan ini tidak pernah bebas dari stereotipe gender perempuan dari masyarakat kita (Kweldju. bukan lelaki. arti sekarang lebih tinggi daripada arti dahulu ("Kamus Linguistik". ini juga menyiratkan pandangan bahwa kata itu memang khas untuk manusia (perempuan). tunduk. para putri keraton. patuh. sebab di sinilah kaum wanita berdarma. bisa dimengeri bahwa yang muncul dipilih sebagai nama organisasi wanita bergengsi nasional adalah "Darma Wanita". 'memimpin'. Dengan kata wanita. kata betina yang dikenakan pada manusia akan menemukan makna buruk. 1984). Sebagai putri (wanita di lingkungan keraton). jika wanita berupakan bentuk halus. Dengan demikian. Dananjaya. berbakti. serta (4) 'generasi yunior dari garis istri'. Dalam kalimat (2). dicontohkan frase wanita-wanita genit. binatang. berdasarnya konteks kalimatnya. Dalam pemakaiannya sekarang. Dalam wacana (1). berarti "minor" juga: 'nympomania'. mau tahu urusan orang saja'. benar-benar dihindari nuansa 'memprotes'. program kerjanya 8 . ataukah benda lain. yang nafsunya terlampau besar. bergantung pada konteks kepentingannya. usil. gaya tutur. Pada konteks inilah betina menemukan makna buruknya. Maka. mengabdi. halus. kata betina memuat makna (1) 'jenis kelamin binatang'. usil. pernyataan "benar-benar betina". yang menempatkan eksistensi individu pada tempat yang diakui. Oleh karena itu. mencatat bahwa kata wanita menduduki posisi dan konotasi terhormat. Maka. 'menentang'. setiap wanita diharapkan masyarakatnya untuk meniru sikap laku. 'memberontak'. 1993: 12). Pada halaman yang sama. yang muncul adalah Darma Wanita (organisasi ibu-ibu pegawai) dan Bukan Perempuan Biasa dan tentulah tentu bukan "*Darma Betina" atau pun "*Bukan Betina Biasa". (2) 'cerewet. mendukung. Misalnya pada wacana berikut: (1) Kamu ini kok cerewet banget sih. hingga tak pernah puas hanya dengan satu lelaki suaminya itu. Kata ini mengalami proses ameliorasi. Dasar betina! (2) Winda benar-benar betina. Ini jelas bertolak belakang dengan pandangan modern. Kridalaksana. Sebab. yang diturunkan dari wanita. dalam kondisi apa pun tak pernah ada yang senang disebut betina. Kata kewanitaan.mesti dihindari (cf. kata wanita merupakan bentuk eufemistis dari perempuan. mengabdikan dirinya pada lembaga tempat suaminya bekerja. suatu perubahan makna yang semakin positif. ya sekarang ini. kalimat "Dasar betina" bermakna negatif: 'cerewet. Menurut KD (1970: 1342). 'melawan'. Urus saja diri sendiri.

wanita berarti 'perempuan dewasa'. organisasi "Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia" (Iwapi) sering dipelesetkan artinya tentu saja. Sama seperti halnya KD. Kata wanita. 1963). kata batina berubah melalui proses metatesis menjadi banita. tetapi ada dalam bentuk ungkapan humor di masyarakat (Dananjaya. Jadi. kata ini berarti hanya menjadi objek (bagi lelaki) belaka. kata ini diserap oleh bahasa Jawa (Modern). ternyata berasal dari kata rendah betina. lalu. 1961). "Korps Wanita Angkatan Udara" (Wara. maksudnya yawanita itu. Kata ini hanyalah merupakan hasil akhir dari proses panjang perubahan bunyi (yang dalam studi linguistik sering disebut gejala bahasa) metatesis2) dan proses perubahan kontoid3) dari kata betina. bahwa kata yang demikian kita hormati. tak ada dalam arti kata ini. bahkan kita letakkan pada tempat tinggi di atas kata perempuan ini. kata ini diserap ke dalam bahasa Indonesia. "Dagingnya bapak-bapak" atau "Lauknya Bapak-bapak" seakan wanita itu tak lebih dari "daging" atau "lauk-pauk" yang bisa dikonsumsi oleh pria.pun harus selalu mendukung tugas-tugas dan jabatan suami. Ada juga pandangan lain. Urutan prosesnya demikian. dipakai wanita. bukan pemarkah (marked) jenis kelamin. meski dengan redaksi lain. eksistensinya sebagai makhluk Tuhan menjadi nihil. 1948). Arti 'yang dinginkan' dari wanita ini sangat relevan dibentangkan di sini. misalnya berikut ini. memang aneh bin ajaib. keputrian". kata wanita berarti 'yang diinginkan'. dari bahasa Jawa.1) jangan bermimpi bisa independen memang bukan itu misinya. Mungkin karena itulah. Adakah yang lebih rendah dari "hanya menjadi objek"? Makna wanita sebagai 'sasaran keinginan pria' juga dipaparkan oleh Prof. ya pria itu. Terang-terangan memang tidak. ada perubahan labialisasi dari labiodental ke labial: [v]-->[w]. yakni bahwa kata wanita bukanlah produk kata asli (induk). radikal. Dengan demikian. oleh pria menjadi "Iwak-e Papi-papi". "Korps Wanita Angkatan Darat" (Kowad. KBBI pun mendefinisikankewanitaan (bentuk derivasinya) sebagai "yang berhubungan dengan wanita. 9 . Meskipun begitu. kata banita mengalami proses perubahan bunyi konsonan (kontoid) dari [b]-->[w] sehingga menjadi wanita. "Korps Wanita Angkatan Laut" (Kowal. kata ini diserap oleh bahasa Jawa Kuno (Kawi) menjadi wanita. dalam bahasa aslinya (Sanskerta). tulisnya. Slametmuljana dalam "Asal Bangsa dan Bahasa Nusantara" (1964: 59--62). 1982). yang cukup "menyakitkan". Muatan makna aktif. Berdasarkan "Old Javanese English Dictionary" (Zoetmulder. menuntut hak. Dalam karier militer pun. dari bahasa Kawi. 1962). pelecehen keterlibatan dan kemampuan wanita dalam tubuh ABRI pun masih terjadi. sifat-sifat wanita. Dr. Maksudnya. Dari bahasa Sanskertavanita. Maka. Mula-mula kata betina menjadi batina. Setelah diadopsi bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. 1984). kata ini mengalami tambahan nilai positif. Misalnya saja "Korps Polisi Wanita" (Polwan. jelas bahwa wanita adalah 'sesuatu yang diinginkan pria'. Wanita baru diperhitungkan karena (dan bila) bisa dimanfaatkan pria. Sudut pandangnya selalu sudut pandang "lawan mainnya". Dalam KBBI (1988: 1007).

Di pasar pemakaian. dan soal kemandirian wanita tidak ada dalam kamus. setiap diberi komando • 'tiaraaap . kata perempuan mengalami degradasi semantis. jarwodoso atau keratabasa. dan semuanya baru lengkap bila sudah memiliki banyak wanita. Wanita berada dalam alam tanpa otonomi atas dirinya." Ini merupakan pantulan realitas bahwa apa pun yang dilakukan wanita tetaplah tak sanggup menghapus kekuasaan pria. peranan wanita dalam 10 . agar dapat memasuki kelas sosial yang lebih tinggi. mereka melanggar disiplin medan. penurunan nilai makna. senjata. menurut persepsi Jawa ini. nasib perempuan terpuruk di bawah kata wanita. Di sini tampak benar bahwa manusia wanita disederajatkan dengan benda-benda mati semacam degradasi harkat martabat salah satu gender5). kata wanita dipersepsi secara kultural sebagai 'wani ditoto'. atau peyorasi. Apakah memang demikian? Dalam pandangan masyarakat Indonesia. Dalam hal ini wanita dianggap mulia bila tunduk dan patuh pada pria.Seorang komandan serdadu pada suatu front peperangan memerintahkan penarikan mundur khusus serdadu wanita. Lelaki Jawa. dan gugup di di bawah gegap gempitanya superioritas pria. terutama di tubuh birokrasi dan kalangan atas. sehingga yang muncul adalah Menteri Peranan Wanita. Dalam persepsi kultural Jawa pulalah. kata Ben Anderson (1966). lelananging jagat. insinyur wanita. tahta. "Kamu sih. bila telah memiliki kekayaan berlimpah (harta). pengusaha wanita (wanita pengusaha). Sering ada ungkapan "pejang gesang kula ndherek" (hidup atau mati. melengkapi diri dengan kesaktian dan senjata (senjata). Alasannya. Dengan demikian. entah sebagai istri sah entah sekadar selir atau gundik4). sekaligus dehumanisasi. baru benar-benar mampu menjadi lelaki sejati. memprotes ramai-ramai. terjemahan kontekstualnya 'bersedia diatur'. Ternyata anggapan Jawa ini merasuk kuat dalam bahasa Indonesia. Jargon lengkap populernya adalah harta. Begitulah inferioritas wanita akan selalu menderita gagap. wanita. ee kamu malah terlentang. Komandan? Ini tidak adil!" Jawab Komandan dengan kalem. inilah tugas dan lelakon yang harus dijalankan wanita. Berdasarkan etimologi rakyat Jawa (folk etimology. bahasa Indonesia mengalami "jawanisasi" atau "kramanisasi": kulitnya saja bahasa Melayu yang egaliter.'. terjemahan gampangnya 'tunduklah pada suami' atau 'jangan melawan pria'. "swargo nunut. Serdadu-serdadu wanita. Suka atau tidak. priyayi (tahta). gagu. aku akan ikut suami). arti sekarang lebih rendah dari arti dahulu (Kridalaksana. dalam bahasa Indonesia kata wanita bernilai lebih tinggi sebab.. yang merasa tidak membuat kesalahan disiplin militer. kata wanita menemukan perendahan martabat ketika ia "dipakai" salah satu barang klangenan (barang-barang untuk pemuasaan kesenangan individu). mengabdi setia pada tugas-tugas suami'. suami masuk neraka aku terbawa). Kesetiaan wanita dinilai tinggi.. terjemahan leksikalnya 'berani diatur'. Karenanya. 1993). untuk sementara bisa segera ditarik kata simpul: wanita berarti 'manusia yang bersikap halus. tetapi rohnya bahasa Jawa yang feodal itu. "Kesalahan??? Kesalahan apa itu. neraka katut" (suami masuk surga aku numpang.

*insinyur perempuan.. kata mengampukan berarti 'memerintah (negeri)'. dan pastilah bukan *Menteri Peranan Perempuan. ditempatkan di bawah wanita. penyangga. Dalam KD (1970: 853).pembangunan. masa?!! Ya. tetapi jelas bahwa kata ini menunjuk perempuan sebagai 'penunggu rumah'. atau pun 'kepala'. KBBI (1988: 670) memberikan batasan yang hampir sama dengan KD. bahkan 'wali'. Tetapi. penyelamat'. maka. Jelasnya begini. maksudnya pastilah masalah yang berkenaan dengan keistrian dan rumah tangga. sehingga ada kata pengampu susu 'kutang' alias 'BH'. Sementara itu. Tersirat juga di sini makna 'kami jangan diremehkan' atau 'kami punya harga diri'. terhadap suami. Menurut KBBI. kata perempuan berasal dari kata empu yang berarti 'tuan'. bahkan lebih tinggi daripada kata lelaki. kata perempuan berarti 'wanita'. kata ini mengalami pemendekan menjadi puan yang artinya 'sapaan hormat pada perempuan'. 'penyangga'. kata mengampu artinya 'menahan agar tak jatuh' atau 'menyokong agar tidak runtuh'. tidak di bawah. 'lawan lelaki'. Di sini sudah mulai muncul kesadaran menjaga harkat dan martabat sebagai manusia bergender feminin. ada lagi pengampu 'penahan. 'hulu'. untuk katakeperempuanan.    Secara etimologis. ada kata raja perempuan yang berarti 'permaisuri'. tetapi sejajar. Dalam hal ini. hanya ada tambahan sedikit. Kata perempuan juga berakar erat dari kata empuan. ia pun tidak mampu menyembunyikan keheranannya berikut: ". kata keperempuanan berarti 'perihal perempuan'. ini berhubungan dengan makna 'kehormatan' atau 'orang terhormat'. kita kenal kata empu jari 'ibu jari'. Misalnya Solidaritas Perempuan (Jakarta). keperempuanan juga berarti 'kehormatan sebagai perempuan'. Kata perempuan juga berhubungan dengan kata ampu 'sokong'. 'penjaga keselamatan'. Dengan contoh ini kata ini tidak berarti rendah. kata perempuan bernilai cukup tinggi. Yayasan 11 . Prof. Ah. 'memerintah'. meski tidak terlalu rendah. empu gending 'orang yang mahir mencipta tembang'. sedangkan hormat dan bakti setinggi-tingginya menurut adat ketimuran djustru datang dari kaum wanita. atau 'yang paling besar'. *pengusaha perempuan (*perempuan pengusaha)." Itulah sebabnya. *peranan perempuan dalam pembangunan. Menurut KD. tidak sedikit aktivis gerakan perempuan baik yang di bawah payung lembaga pendidikan formal maupun yang lebih suka malang melintang di alam bebas Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lebih suka memilih kata perempuan daripada wanita untuk organisasi mereka. Maka.. yang dilihatnya di masyarakat lain lagi. sebagai pasangan kata tuan 'sapaan hormat pada lelaki'. Dalam tinjauan etimologisnya. 'orang yang mahir/berkuasa'. dan 'istri' . Yang agak aneh dalam tjara berpikir ini ialah apa sebab perempuan tempat kehormatan itu sematamata diperuntukkan bagi wanita. tetapi justru penting. Slametmuljana (1964: 61) pun mengakui bahwa kata yang sekarang sering direndahkan.

(Silahkan pembaca menjawab sendiri. Langkah organisasi pertama yang dilakukan adalah membentuk "Perserikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia" (PPPI). KNKWI. Sementara itu. Perwani. Suara Hati Perempuan. Sejak saat itu setiap partai-partai politik di Indonesia juga mempunyai anak organisasi wanita. umumnya terdiri atas para istri pegawai.Perempuan Merdika (Jakarta). Jakarta). Sejak kemerdekaan. perempuan. Lembaga Studi Pengembangan Perempuan dan Anak (LSPPA. dan Gerakan Kesadaran Perempuan--sekadar menyebut beberapa contoh. serta disembah-sembah • sebagai "penentu awal kehidupan manusia di bumi". terutama berhubungan dengan kenakalan anak-anak. dan bukan "perempuan". Muncul pengganti-penerusnya: Kongres Wanita Indonesia (Kowani) sejak menjelang kemerdekaan. yang relatif lunak. Ikwandep perhatikan. melainkan perempuan penurut. ratu . Sekretariat Bersama Perempuan Yogya (Yogyakarta). dijunjung tinggi. jika dahulu "Women Study" diterjemahkan menjadi "Kajian Wanita". yang berlangsung pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta (Rahayu. putri. Kelompok Perempuan untuk Kebebasan Pers (KPKP). mama. bila 12 . Zaman sekarang kaum ibu selalu dituding sebagai sumber kesalahan. misalnya Wanita Demokrat dan Gerakan Wanita Marhaen (PNI). Menarik untuk dicontohkan di sini bahwa nama jurnal keperempuanan terbitan LIPI adalah "Warta Studi Perempuan" dan bukan *Warta Studi Wanita. dewi. selalu ada huruf /W/ setidaknya itulah jejak-jejak historis lingual bahwa kita lebih memilih "wanita". Kita ingat. "Studi Perempuan". bukan bapak? Karena perempuan mengalami domestifikasi peran. Bahwa dalam perjalanan sejarah lahir Kowani. bukan perempuan. Dari sudut sejarah pergerakan nasional pun. Pembahasan Dahulu sesuatu yang bersifat perempuan dihormati. atau pun ibu. serta Dharma (1974) (Rahayu. BMOIWI. Dalam hal ini kita tak lagi mempersoalkan perbedaan istilah wanita. diluhurkan sebagai "ratu kehidupan". kongres pertama organisasi "lawan tanding lelaki" ini dinamainya "Kongres Perempoean Indonesia Pertama. sekarang muncul saingan baru. Yogyakarta). Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani. dan pasca-1965 ada Persatuan Wanita Republik Indonesia (Perwari). dan dimitoskan sebagai "danyang kesuburan alam semesta". betina. biyung. Bukankah mendidikan anak itu tugas seorang ibu. Kita bicarakan hal itu secara global saja. bunda. sebab yang kita kehendaki bukan perempuan mandiri. mbaktu. Perwari. 1996: 30-31). derap Kongres Perempoewan Indonesia sudah (di)musnah(kan) dari peredaran. seperti impian Kongres I).6) Dalam Kongres I ini disepakati bahwa persamaan derajat hanya dapat dicapai bila susunan masyarakatnya tidak terjajah. Dahulu kaum ibu dikatakan sebagai "tiang masyarakat". 1996). Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK. seperti disebut di atas. Mungkin sejak inilah wanita secara resmi menggeser perempuan. kata perempuanlah yang telah menyumbangkan kontribusi historisnya. Forum Diskusi Perempuan Yogya. PKI). apakah setelah lebih dari setengah abad kemerdekaan ini kaum perempuan telah mencapai persamaan derajat.

Karena yang mengandung itu biasanya ibu. Ini bukti pengakuan bahwa mengandung itu lebih bernilai tinggi daripada menghamili (Kweldju. 1996). jika ada anak yang nakal. patuh berbakti. Ia bisa mengacu baik kepada "garwo jaler" (suami) maupun "garwo estri" (istri). yang tepat tetaplah "Darma Wanita" memang dimaksudkan untuk berbakti. berdasarkan etimologi rakyat (jarwodosok. Oleh karena itu. manusia di bumi ini berasal. "Ini gara-gara terlalu kau manja. disebut "Ummul Qur'an" dan bukan "Abul Qur'an" (Nadjib. misalnya. 1991).. tempat berbakti adalah ibu. tidak memihak salah satu jenis kelamin (bias gender).terjadi kericuhan keluarga. kata "garwo". ibu. sehingga ungkapan yang muncul adalah "Bukan salah bunda mengandung" dan bukan ungkapan "*Bukan salah ayahnda menghamili" atau "*Bukan salah ayahnda membuahi". ada hadis yang sangat terkenal berkenaan dengan ini. sama. Dia sangat dibela. soal nasib dan martabatnya. jika kita berbicara soal peranan dan fungsinya. itulah bukti hebatnya hegemoni patriarki dalam 13 . ibulah yang layak dikorbankan sebagai kambing hitam. Mungkin karena kecemburuan religiusitas-gender. nasib ibu tidak seburuk ini. ibu akan dibela. kedudukan seorang istri cukup terhormat. gunakan kata perempuan. kalau kamu mendidiknya benar. soal pembelaan hak asasi." begitu kata ayah. anak kita tidak binal seperti ini. yakni "Surga itu di bawah telapak kaki ibu". Dalam Islam. tidak ada nuansa dominasi dan subordinasi antargender. Tetapi. Semula. ibulah yang lebih diharga. di masyarakat kami pernah mendengar pelesetan sinis terhadap ini tentu saja dari kaum bapak. Posisinya sebagai peletak awal kehidupan manusia sangat menentukan. soal pemberdayaan kedudukan. dibersihkan dari tuduhan. "gerakan pembelaan hak-hak perempuan pekerja". Di sini. maka pilihlah kata wanita. Tidak hanya persepsi kultural masyarakat. karena dari guwagarba rahimnyalah. Tidak sulit ditebak siapa pelaku pemelesetan ini: pastilah dari barisan pria. Begitulah ." atau juga "coba. jika hati harus lebih berpihak pada perempuan daripada pada wanita. keratabasa) Jawa. rela menderita demi pria pujaan. selanjutnya inilah kurang ajarnya pemahaman terhadap kata garwo telah dipelesetkan sebagai "sigar tur dowo" (terbelah dan lagi panjang). sesuatu yang bisa mengundang kesan porno dan pelecehan. Justru. kemudian baru ayah. Memang. Maka. dan komplementer dengan suami. Dalam agama lain pun kurang lebih sama. dipersepsi sebagai "sigaraning nyowo" (belahan jiwa). garwo adalah kata yang netral. tidak dituding sebagai biang kerok perkara.. saripati dari semua surah dalam Kitab Suci Quran. semisal "peranan perempuan dalam perjuangan". misalnya. Dahulu. menurut pandangan ini.7) Surah paling Al-Fatihah. tidak ada jalan lain. segaris. sejajar. Akan tetapi. egaliter. Pelesetan-pelesetan di masyarakat terhadap kata-kata tertentu juga menggambarkan seberapa jauh nilai dominasi pria terhadap wanita ini hendak menandingi pemahaman masyarakat terhadap hakikat suatu kata. Setuju? Bisa dipastikan siapa pun akan ragu. Maka. misalnya. agama pun meletakkan ibu pada posisi sangat terhormat. Simpulan dan Rekomendasi Di sini jelas sekali bahwa jika yang kita maksudkan adalah sosok yang mengalah. dan ibu.

1987: 176). (3) wanita sebagai pengatur ekonomi rumah tangga. adipati. Rahayu. artinya tidak dipentingkan. Misalnya awu-->abu. dalam bahasa Jawa misalnya kelek<-->lekek 'ketiak'. Raja. bahkan merasa menikmati "penguasaan" itu. (2) wanita sebagai ibu pendidik dan pembina generasi muda. watuk-->batuk. 2. "Selir". Periksa: G. yang suka menyiksa diri. wulan-->bulan. John Platt. "Politik Gender Orde Baru: Tinjauan Organisasi Perempuan Sejak 1980-an.? Catatan 1. khawatir. 4. (ed. 1993:136). 3. Sementara. 172-193). bunyi. Jiwa mereka berada dalam situasi terpenjara (captive mind). Wojowasito. sewelas-->sebelas. pada zaman dahulu umumnya memiliki banyak istri dan selir. Akhirnya. dan sebagainya yang menyumbangkan tenaga kepada masyarakat. Tujuan memiliki banyak wanita adalah menghindari kejahatan seksual dan mencapai konsolidasi kekuasaan politik untuk mengesankan bahwa pemimpin itu lelaki luar biasa sakti mandraguna (super human). di sini yang dinomorsatukan adalah kewajiban istri sebagai istri mendampingi sang suami tercinta. memang karena tak berdaya. Orde Baru merumuskan peran kaum wanita ke dalam lima kewajiban (Pancadarma): (1) wanita sebagai istri pendamping suami. Januari 1973. Ditindas kok tidak melawan. 1964. menyimpan samudra kesabaran luar biasa. suka berkorban. 1996) hal. dan (5) wanita sebagai anggota masyarakat. Misalnya rontal menjadi lontar. 1985: 194). Hamengku Buwono II (Ngayogyakarta Hadiningrat) menyimpan 33 istri dan selir. Mengapa? Sulit menjawabnya. 1987). Salah satunya adalah perubahan [w] dalam bahasa Jawa atau Jawa Kuno menjadi [b] dalam bahasa Melayu (Indonesia) (Slametmulyana. merasa takut. Prisma XXV/5. Ini terjadi sebab ada anggapan bahwa di luar rumah itu urusan lelaki. aks<-->ask (Crystal. Dalam bahasa Inggris ada flim<-->film. hegemoni kekuasaan pria akan dinikmatinya sebagai "perlindungan" dan "kasih sayang". terserah saja. Periksa: Binny Buchori & Ifa Soenarto. (4) wanita sebagai pencari nafkah tambahan. Mayling Oey-Gardiner dkk. Misalnya. Perhatikan.).masyarakat mana pun.. Proses perubahan bunyi konsonan (kontoid) dalam bahasa-bahasa di Nusantara dirumuskan dalam hukum-hukum perubahan bunyi. Keraf. Moedjanto. brid<-->bird (Jack Richards. terutama organisasi wanita. atau jangan-jangan mereka berjiwa masokistis. 1987). badan-badan sosial. sultan. Perempuan Indonesia: Dulu dan Kini (Jakarta: PT Gramedia. sedang di dalam rumah (sektor domestik) inilah tempat tepat wanita. Anda mau ke mana .. Paku Buana IV (Surakarta) mengumpuli 25 istri dan selir. "Mengenal Dharma Wanita". suatu jenis kenikmatan dalam penindasan. urusan bergerak di sektor publik (di luar rumah) menduduki nomor bungsu. 14 . yakni pria. Perempuan Indonesia. juga Konsep Kekuasaan Jawa: Penerapannya oleh Rajaraja Mataram (Yogyakarta: Kanisius. sapu<-->usap. 1965. yang dikuasai pun. atau sukukata dalam suatu kata (Kridalaksana. juga: Ruth I. Metatesis adalah gejala perubahan (pertukararn) letak huruf. dan Heidi Weber. yaitu wanita. Mungkin kaum wanita tergolong makhluk ajaib. sehingga jangankan yang menguasai. Bagi kelompok terakhir ini. Mei 1996: 29-42. bangsawan. Basis.

Jakarta: PT Gramedia. 1964. Bogor. 1996. Semantics. Aktivitas pergerakan perempuan terus berjalan hingga mencapai puncaknya pada 1965. menjadi "wanita". 1983. lain lagi. dijelaskan bahwa perempuan dan gerakannya telah lahir jauh sebelum kemerdekaan RI. Noerhadi. hal. bukan Bapak Qur'an. Harlow: Longman Group UK Limited. 7-18.. Dalam artikelnya. Pelesetan itu demikian. Soenarto. Ibu Qur'an. Edisi II. 2. Cambridge: Cambridge Univ. Ende: Nusa Indah. Semantics: a Coursebook. S. 1966. J.5. III. Kweldju. Mayling OeyGardiner dkk. T. Bahwa itu hanya kelakar. "Surga ada di bawah kaki ibu". bersamaan dengan itu. 1996. Iskandar. Penelitian seksisme bahasa dalam kerangka penelitian stereotipi seks. 172-193. Lih. & I. Nadjib. Tetapi. T. Politik gender Orde Baru: tinjauan organisasi perempuan sejak 1980-an. Kementerian Pelajaran. FSU in the Limelight edisi nomor ini juga. Asal Bangsa dan Bahasa Nusantara. 1970.. katanya.R.I. 15 . Hurford. Makalah Seminar Nasional Wanita 11--13 Juni 1991. "Ooo . ini mungkin saja juga karena tidak tahu (menyadari) bahwa yang mereka pelesetkan adalah sabda Rasul.. Tentang konsep degradasi harkat martabat gender feminin. B. Tetapi. itu jelas. Mei: 29-42. J. yaitu "Surga itu ada di antara kedua kaki ibu". Cet.. bermunculan juga berbagai organisasi "keras" perempuan bergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). "berlaku bagi seorang anak". Platt. (ed. Cet. Sejak itu berlakulah proses domestifikasi (pe-rumah-an) "perempuan" di segala bidang. itu sih nerakanya. Cambridge: Cambridge University Press.A. Bagi seorang ayah. L. E. 6. April: 29-38. Mengenal Dharma Wanita. J. Palmer. Daftar Pustaka Buchori. baca: D. Press. Mardiwarsito. Jakarta: PN Balai Pustaka. Ha ha ha .. 1984. 29-42. Studi Wanita di Indonesia. 1986..R. 1986. R. Ruth Indiah Rahayu. Warta Studi Perempuan 4(1).". di sisi lain. Opcit. "Bahasa Indonesia Bahasa Lelaki". Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka. Rahayu. V. Hal. Cet. Prisma 15(5). 1991. F. Kamus Dewan. Longman Dictionary of Applied Linguistics. 7. 1987. di Wisma Kinasih. Jupriono. Perempuan Indonesia: Dulu dan Kini. dan H. Weber. Padang Mbulan.). Slametmuljana. II. Richards. Setannya ya kita-kita ini. Kamus Jawa Kuno-Indonesia.

1982. Kamus Besar Bahasa Indonesia. S. D. Edisi I. 1988. 290-310. P. S. Old Javanese--English Dictionary. Hal. Wojowasito. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Linguistik: Sedjarah Ilmu (Perbandingan) Bahasa. 1996. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.). Zoetmulder. lecturer at the Faculty of Letters. lecturer at the Faculty of Letters. Perkembangan gerakan wanita di Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka dan Depdikbud. 1965. (ed. ________________ Sudarwati. Perempuan Indonesia: Dulu dan Kini. Oey-Gardiner dkk.J.Suryochondro. 's-Gravenhage: Martinus Nijhoff. Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. Djakarta: Gunung Agung. 16 . Jupriono.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful