DESKRIPSI DAN SILABUS MATA KULIAH SEMANTIK BI Mata kuliah Semantik Bahasa Indonesia merupakan mata kuliah lanjutan

dari mata kuliah Semantik 1 Bahasa Indonesia. Selesai mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan mampu memiliki pengetahuan dan pemahaman yang memadai mengenai semantik bahasa Indonesia sebagai bekal untuk mengajarkan

keterampilan berbahasa Indonesia di sekolah menengah. Dalam perkuliahan ini dibahas penerapan semantik dalam pengajaran bahasa di sekolah menengah.

Pelaksanaan kuliah menggunakan pendekatan ekspositoris dalam bentuk ceramah dan Tanya jawab dilengkapi dengan penggunaan papan tulis dan LCD, serta pendekatan inkuiri yaitu penyelesaian tugas penyusunan dan penyajian makalah, diskusi, serta pemecahan masalah. Tahap penguasaan mahasiswa selain evaluasi melalui UTS dan UAS juga evaluasi terhadap tugas baik tugas mandiri maupun kelompok; latihan; dan diskusi. Buku sumber utama: Chaer, A. (2002). Pengantar Semantik Bahasa Indonesia; Leech, G. (1981) Semantics: The Study of Meaning; Parera, J.D. (1993). Leksikon Istilah Pembelajaran Bahasa; Pateda, M. (1986). Semantik Leksikal; Prawirasumantri, A. (1998). Semantik Bahasa Indonesia; Tarigan, H.G. (1985) Pengajaran Semantik.

SILABUS 1. Identitas Mata Kuliah Nama mata kuliah Nomor kode Jumlah SKS Semester Kelompok mata kuliah Program studi : Semantik Bahasa Indonesia 2 : : 2 sks :7 : MKBS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia/S-1
1

medan. dan perubahan makna. relasi. diskusi Tugas: makalah. juga diharapkan mahasiswa memperoleh pengalaman dan pengetahuan tentang semantik bahasa Indonesia sebagai dasar dan bekal untuk mengajarkan keterampilan berbahasa Indonesia di sekolah menengah. 3. dan diskusi Media: LCD 5. jenis.kehadiran dan laporan bab 15 % 2 . aspek-aspek semantik. S. Nia Kurniawati. Evaluasi . dalam perkuliahan ini dibahas penerapan semantik dalam pengajaran bahasa di sekolah menengah. Pendekatan pembelajaran: Ekspositori dan inkuiri Metode: ceramah. M.Status mata kuliah Prasyarat Dosen : Mata kuliah lanjut dari bidang Semantik 1 BI : Telah lulus mata kuliah Semantik 1 BI : Dr. Di samping itu. Sri Mulyanti.Pd.Pd. 2. kajian. hubungan semantik dengan ilmu lain. aspek-aspek makna. penyajian. tanya jawab. Selain itu. 4. Tujuan Selesai mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan semantik bahasa Indonesia. Deskripsi isi Dalam perkuliahan ini dibahas semantik bahasa Indonesia yang terdiri atas: sejarah dan perkembangan semantik.

tugas mandiri 20 % ..UAS 30 % 6. Rincian materi perkuliahan tiap pertemuan Pertemuan 1: Rencana perkuliahan. reviu konsep dan hakikat semantik Pertemuan 2: Hubungan semantik dengan ilmu lain Pertemuan 3: Arti Makna RPP : Sinonimi dan polisemi Pertemuan 4: Tujuh Tipe Makna RPP : Antonimi dan hiponimi Pertemuan 5: Konsep “ Struktur Dasar” RPP : Homonimi dan homofoni Pertemuan 6: Semantik dan Masyarakat RPP: Akronimi dan Singkatan Pertemuan 7: Apakah Semantik itu Suatu Ilmu? RPP : Reduksi dan haplologi Pertemuan 8: UTS Pertemuan 9: Semantik dan Sintaksis RPP : Kosakata asli dan serapan Pertemuan 10: Logika di dalam Bahasa Harian RPP: Kosakata umum dan khusus Pertemuan 11: Warna dan Kekerabatan: Dua studi Kasus di dalam “Semantik Universal” RPP : Kosakata baku dan non baku 3 .UTS 20 % .presentasi dan micro teaching 15 % .

Jakarta: Depdikbud. Semantik Leksikal. A. G. USA. Baker. (2002). J. 4 . M. (1995). Tarigan. (1981) Semantics: The Study of Meaning. Two-Can Publishing Ltd. Flores: Nusa Indah. Referensi Aminudin. Bandung: Angkasa. A.D. (1981).G. (1988). H. (1998). Parera. (1993). England: Penguin Book. Jakarta: Rineka Cipta. Leksikon Istilah Pembelajaran Bahasa.Pertemuan 12: Ekuivalensi Semantik dan Semantik Dalam RPP: Peribahasa Pertemuan 13: Presuposisi dan Faktualitas RPP: Kata majemuk Pertemuan 14: Teori-teori Alternatif RPP: Makna idiomatis Pertemuan 15: Majas RPP: Majas Pertentangan Pertemuan 16: UAS 7. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia. G. Semantik Bahasa Indonesia. Lyons. Bandung: Sinar Baru. (1985) Pengajaran Semantik. Prawirasumantri. Lyon. L. Volume 1 dan 2. Pateda. Semantics. Cambridge: Cambridge University Press. Leech. Semantik: Pengantar Studi tentang Makna. Daftar Buku Buku Utama Chaer. (1986).

Mahasiswa diwajibkan datang tepat waktu dan membuat laporan bab untuk setiap pertemuan. (1993).J. George. J. Membuat Research Based Paper yang berhubungan dengan salah satu teori semantik. Format laporan bab Laporan Bab Tanggal:______ Bab: Judul Bab: No. Bandung: Eresco. 1 5 Nama: NPM/Kls: Istilah Penting Penjelasan . Cambridge: Cambridge University Press. Semantik 1 dan 2: Pemahaman Ilmu Makna. Semantics: Second Edition. Jakarta: Jambatan. 2. (1981). setiap kelompok harus menyiapkan satu presentasi materi sesuai silabus dan membuat RPP untuk dipraktekkan di kelas setelah presentasi. (1964).Djajasudarma.H. Untuk presentasi dan micro teaching. Penjelasan : 1. Slametmulyana. Katz. F. Semantik (Ilmu Makna). 3. T. New York: Harper & Row. Laporan ditulis dalam kertas polio bergaris satu lembar.F. Semantics Theory. SAP dikumpulkan sebelum micro-teaching. (1972). dikumpulkan pada pertemuan akhir sebelum UAS.

Dengan demikian. Semantik Historis. Pendahuluan Perbedaan makna kata betina dengan wanita atau betina dengan perempuan itu sudah jelas bagi kita. Jupriono Abstrak hgfahfsjflKFK’k Kata Kunci: ….. Wanita.…. Daftar Pustaka Maksimal 5-7 halaman Contoh: Betina. diharapkan segera bisa dijawab saat harus memilih 6 .. Simpulan dan Rekomendasi 7. Landasan Teori 5. Akan tetapi. Pendahuluan 4. apa beda antara wanitadan perempuan ini yang belum jelas! Telaah ini memang mencoba mendudukkan posisi tiap kata.Format RPP FORMAT RBP 1. Pragmatik Sudarwati D.. kapan orang harus menggunakannya sesuai dengan kandungan semantisnya dan maksud yang diinginkan.…. Pembahasan 6. Abstrak 3. Judul 2. Perempuan: Telaah Semantik Leksikal.

ini juga menyiratkan muatan semantis bahwa apa yang datang dari istri (bukan suami) akan ditempatkan di bawah suami. 1970: 114). Relasi fonis batina dengan betina beranalogi dengan relasi fonis mahardika-mardikamerdeka 'bebas'. Landasan Teori Kata betina diduga kuat berhubungan dengan kata batina dalam bahasa Kawi (Jawa Kuno) ("Kamus Jawa Kuno Indonesia". Data dijaring dengan teknik dokumentasi acak dari kamus dan teknik studi pustaka terhadap tulisan yang relatif lama serta teknik rekaman tuturan keseharian. Telaah dilakukan berdasarkan arti kata leksikal dasarnya. 1988: 111) menambahi satu makna lagi untuk betina. data akan dianalisis dengan teknik eksplanatori-komparatif. artinya menjadi tidak netral lagi. Mungkin ini juga analog dengan saksama-seksama (?). dengan kata lain. Sebagai nama jenis kelamin binatang. 1986: 8-11). dan istri selalu perempuan! Oleh karena itu. Bisa dimengerti. Sebagai yang lebih muda. singa betina. Misalnya dalam bahasa Indonesia (Melayu) kita temui ayam betina. Mardiwarsito. betina tidak mengundang persoalan. Tidak jauh berbeda dengan KD. yunior. misalnya. sebagai peribahasa Melayu Kuno. itu karena istri. Hurford dan Heasley. yang akan menjelasan perbandingan arti kata antarwaktu. tak usah macam-macam. Kajian ini juga akan melihat bagaimana arti kata dalam pemakaian (pragmatik). Dalam pandangan tradisional. sikap individualistik 7 . menurut kamus (semantik leksikal) (cf. Menurut "Kamus Dewan" (KD) (Iskandar. betina cocok dilekatkan sebagai pemarkah jenis (gender) binatang atau benda yang tidak hidup. Dengan demikian "bersikap betina" justru dinilai positif dalam pandangan lama. konvensioanl. terutama tentang sejarah perubahan makna kata (semantik historis) (Palmer. Peribahasa Melayu "Baik jadi ayam betina sepaya selamat" (Iskandar. tentu dia tetap berada di bawah generasi lebih tua. istilah "sanak keponakan" menunjukkan posisi generasi lebih muda. dan sifat manusia. Bagaimana seandainya kata ini dipakai untuk manusia? Ini baru masalah! Jika dikaitkan dengan aktivitas. 'sebaiknya kita diam. 1984). dan embun betina. netral saja. Pertama. kata betina merupakan antonim jantan. berarti 'kita tak usah menonjolkan keberanian sebab hanya mendatangkan kesusahan belaka'. kandungan nilai peribahasa ini juga tradisional. Dalam pemakaiannya. 1986). dan feodal. keberadaan. Lalu. misalnya. 1970: 114). Dengan metode deskriptif. "Kamus Besar Bahasa Indonesia" (KBBI) (Tim. hindarilah tantangan'. Tidak ada muatan nuansa apa pun. "Pemberdayaan Perempuan" ataukah "Pemberdayaan Wanita". bunga betina. pernyataan "dari istri" berarti bahwa yang dipandang bawah. Kedua. Ada dua hal yang dapat dicatat dari tambahan acuan di sini. Bahasa Kawi sendiri kemungkinan besar menyerapnya dari bahasa Sanskrit (Sanskerta). yakni 'sanak keponakan dari istri'.manakah yang tepat: "Darma Wanita" ataukah "Darma Perempuan". penjelajahan arti akan dilengkapi dengan memanfaatkan beberapa hasil penelitian yang ada.

halus. dan menyenangkan pria. 'memberontak'. kata wanita merupakan bentuk eufemistis dari perempuan. mendukung. Urus saja diri sendiri. mengabdi. sesuatu yang jelas tidak halus. para putri keraton. Tetapi. mencatat bahwa kata wanita menduduki posisi dan konotasi terhormat. bisa dimengeri bahwa yang muncul dipilih sebagai nama organisasi wanita bergengsi nasional adalah "Darma Wanita". 'menuntut'. 1993). ya sekarang ini. Pada halaman yang sama. berbakti. Singkat kata. Menurut KD (1970: 1342). yang muncul adalah Darma Wanita (organisasi ibu-ibu pegawai) dan Bukan Perempuan Biasa dan tentulah tentu bukan "*Darma Betina" atau pun "*Bukan Betina Biasa". berarti "minor" juga: 'nympomania'. arti sekarang lebih tinggi daripada arti dahulu ("Kamus Linguistik". Maka. mengabdikan dirinya pada lembaga tempat suaminya bekerja. Dananjaya. Dengan kata wanita. usil. 1984). penonjolan individu tidak selalu jelek. Ini jelas bertolak belakang dengan pandangan modern. bukan lelaki. setiap wanita diharapkan masyarakatnya untuk meniru sikap laku. (2) 'cerewet. kalimat "Dasar betina" bermakna negatif: 'cerewet. demit. hingga tak pernah puas hanya dengan satu lelaki suaminya itu. kata betina memuat makna (1) 'jenis kelamin binatang'. Dalam pemakaiannya sekarang. patuh. yang menempatkan eksistensi individu pada tempat yang diakui. yang senantiasa lemah gemulai. 1993: 12). jika wanita berupakan bentuk halus. suatu perubahan makna yang semakin positif. Di sini Winda digambarkan sebagai perempuan yang bernafsu menggebu-gebu. Maka. bergantung pada konteks kepentingannya. Kridalaksana. Maka. usil. Contoh ini paradoksal. 'melawan'. gaya tutur. Sebagai putri (wanita di lingkungan keraton). dicontohkan frase wanita-wanita genit. yang diturunkan dari wanita. yang nafsunya terlampau besar. 'menentang'. mengapa ada kata genit-nya. Sejarah kontemporer bahasa Indonesia. ataukah benda lain. Dasar betina! (2) Winda benar-benar betina. Kata ini mengalami proses ameliorasi. binatang. benar-benar dihindari nuansa 'memprotes'. Sebab. serta (4) 'generasi yunior dari garis istri'. Kata kewanitaan. Harus diakui bahwa semua pandangan ini tidak pernah bebas dari stereotipe gender perempuan dari masyarakat kita (Kweldju. kata betina yang dikenakan pada manusia akan menemukan makna buruk. dalam kondisi apa pun tak pernah ada yang senang disebut betina. Dengan demikian. Pada konteks inilah betina menemukan makna buruknya. program kerjanya 8 . selingkuh dengan lelaki lain. 'menyaingi'. sabar. mau tahu urusan orang saja'. Dalam wacana (1).mesti dihindari (cf. mendampingi. Dalam kalimat (2). Ngapain tanya urusan orang segala. dan (3) 'haus seks'. berarti 'keputrian' atau 'sifat-sifat khas wanita'. pernyataan "benar-benar betina". Misalnya pada wacana berikut: (1) Kamu ini kok cerewet banget sih. sebab di sinilah kaum wanita berdarma. Oleh karena itu. 'memimpin'. tunduk. berdasarnya konteks kalimatnya. ini juga menyiratkan pandangan bahwa kata itu memang khas untuk manusia (perempuan).

oleh pria menjadi "Iwak-e Papi-papi". Mungkin karena itulah.pun harus selalu mendukung tugas-tugas dan jabatan suami. kata ini diserap oleh bahasa Jawa (Modern). sifat-sifat wanita. pelecehen keterlibatan dan kemampuan wanita dalam tubuh ABRI pun masih terjadi. misalnya berikut ini. 9 . maksudnya yawanita itu. radikal. kata banita mengalami proses perubahan bunyi konsonan (kontoid) dari [b]-->[w] sehingga menjadi wanita. wanita berarti 'perempuan dewasa'. 1962). KBBI pun mendefinisikankewanitaan (bentuk derivasinya) sebagai "yang berhubungan dengan wanita. Berdasarkan "Old Javanese English Dictionary" (Zoetmulder. Mula-mula kata betina menjadi batina. Maka. dari bahasa Kawi. Misalnya saja "Korps Polisi Wanita" (Polwan. Dr. Arti 'yang dinginkan' dari wanita ini sangat relevan dibentangkan di sini. Sudut pandangnya selalu sudut pandang "lawan mainnya". Wanita baru diperhitungkan karena (dan bila) bisa dimanfaatkan pria. organisasi "Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia" (Iwapi) sering dipelesetkan artinya tentu saja. Urutan prosesnya demikian. Meskipun begitu. Kata wanita. Sama seperti halnya KD. Jadi. 1961). kata ini diserap oleh bahasa Jawa Kuno (Kawi) menjadi wanita. "Korps Wanita Angkatan Darat" (Kowad. ada perubahan labialisasi dari labiodental ke labial: [v]-->[w]. Adakah yang lebih rendah dari "hanya menjadi objek"? Makna wanita sebagai 'sasaran keinginan pria' juga dipaparkan oleh Prof. ternyata berasal dari kata rendah betina. eksistensinya sebagai makhluk Tuhan menjadi nihil. kata ini mengalami tambahan nilai positif. 1948).1) jangan bermimpi bisa independen memang bukan itu misinya. Dalam karier militer pun. dalam bahasa aslinya (Sanskerta). kata wanita berarti 'yang diinginkan'. "Korps Wanita Angkatan Udara" (Wara. "Dagingnya bapak-bapak" atau "Lauknya Bapak-bapak" seakan wanita itu tak lebih dari "daging" atau "lauk-pauk" yang bisa dikonsumsi oleh pria. jelas bahwa wanita adalah 'sesuatu yang diinginkan pria'. memang aneh bin ajaib. lalu. yang cukup "menyakitkan". tak ada dalam arti kata ini. meski dengan redaksi lain. yakni bahwa kata wanita bukanlah produk kata asli (induk). dari bahasa Jawa. kata batina berubah melalui proses metatesis menjadi banita. 1982). bahwa kata yang demikian kita hormati. Terang-terangan memang tidak. dipakai wanita. Dengan demikian. ya pria itu. bahkan kita letakkan pada tempat tinggi di atas kata perempuan ini. Maksudnya. 1984). kata ini berarti hanya menjadi objek (bagi lelaki) belaka. Muatan makna aktif. tetapi ada dalam bentuk ungkapan humor di masyarakat (Dananjaya. tulisnya. Kata ini hanyalah merupakan hasil akhir dari proses panjang perubahan bunyi (yang dalam studi linguistik sering disebut gejala bahasa) metatesis2) dan proses perubahan kontoid3) dari kata betina. Dari bahasa Sanskertavanita. Dalam KBBI (1988: 1007). bukan pemarkah (marked) jenis kelamin. kata ini diserap ke dalam bahasa Indonesia. 1963). "Korps Wanita Angkatan Laut" (Kowal. keputrian". menuntut hak. Ada juga pandangan lain. Setelah diadopsi bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. Slametmuljana dalam "Asal Bangsa dan Bahasa Nusantara" (1964: 59--62).

" Ini merupakan pantulan realitas bahwa apa pun yang dilakukan wanita tetaplah tak sanggup menghapus kekuasaan pria. insinyur wanita. bila telah memiliki kekayaan berlimpah (harta). untuk sementara bisa segera ditarik kata simpul: wanita berarti 'manusia yang bersikap halus. Berdasarkan etimologi rakyat Jawa (folk etimology. peranan wanita dalam 10 . memprotes ramai-ramai. melengkapi diri dengan kesaktian dan senjata (senjata). Komandan? Ini tidak adil!" Jawab Komandan dengan kalem.. Dengan demikian.Seorang komandan serdadu pada suatu front peperangan memerintahkan penarikan mundur khusus serdadu wanita. kata perempuan mengalami degradasi semantis. Karenanya. nasib perempuan terpuruk di bawah kata wanita. aku akan ikut suami). mengabdi setia pada tugas-tugas suami'. sehingga yang muncul adalah Menteri Peranan Wanita. Di pasar pemakaian. Ternyata anggapan Jawa ini merasuk kuat dalam bahasa Indonesia. Begitulah inferioritas wanita akan selalu menderita gagap. 1993). bahasa Indonesia mengalami "jawanisasi" atau "kramanisasi": kulitnya saja bahasa Melayu yang egaliter. setiap diberi komando • 'tiaraaap . dan gugup di di bawah gegap gempitanya superioritas pria.. jarwodoso atau keratabasa. Serdadu-serdadu wanita. arti sekarang lebih rendah dari arti dahulu (Kridalaksana. terjemahan gampangnya 'tunduklah pada suami' atau 'jangan melawan pria'. entah sebagai istri sah entah sekadar selir atau gundik4). menurut persepsi Jawa ini. pengusaha wanita (wanita pengusaha). "Kesalahan??? Kesalahan apa itu. atau peyorasi. dan semuanya baru lengkap bila sudah memiliki banyak wanita.'. neraka katut" (suami masuk surga aku numpang. lelananging jagat. Wanita berada dalam alam tanpa otonomi atas dirinya. ee kamu malah terlentang. baru benar-benar mampu menjadi lelaki sejati. wanita. mereka melanggar disiplin medan. kata Ben Anderson (1966). Suka atau tidak. kata wanita menemukan perendahan martabat ketika ia "dipakai" salah satu barang klangenan (barang-barang untuk pemuasaan kesenangan individu). tetapi rohnya bahasa Jawa yang feodal itu. Dalam persepsi kultural Jawa pulalah. dan soal kemandirian wanita tidak ada dalam kamus. Sering ada ungkapan "pejang gesang kula ndherek" (hidup atau mati. Dalam hal ini wanita dianggap mulia bila tunduk dan patuh pada pria. Alasannya. Kesetiaan wanita dinilai tinggi. yang merasa tidak membuat kesalahan disiplin militer. gagu. terjemahan leksikalnya 'berani diatur'. Di sini tampak benar bahwa manusia wanita disederajatkan dengan benda-benda mati semacam degradasi harkat martabat salah satu gender5). tahta. inilah tugas dan lelakon yang harus dijalankan wanita. senjata. terutama di tubuh birokrasi dan kalangan atas. penurunan nilai makna. Apakah memang demikian? Dalam pandangan masyarakat Indonesia. dalam bahasa Indonesia kata wanita bernilai lebih tinggi sebab. priyayi (tahta). kata wanita dipersepsi secara kultural sebagai 'wani ditoto'. agar dapat memasuki kelas sosial yang lebih tinggi. "swargo nunut. suami masuk neraka aku terbawa). Jargon lengkap populernya adalah harta. Lelaki Jawa. sekaligus dehumanisasi. "Kamu sih. terjemahan kontekstualnya 'bersedia diatur'.

'memerintah'. kata perempuan bernilai cukup tinggi.    Secara etimologis. sedangkan hormat dan bakti setinggi-tingginya menurut adat ketimuran djustru datang dari kaum wanita. untuk katakeperempuanan. yang dilihatnya di masyarakat lain lagi. *insinyur perempuan.. Maka. atau 'yang paling besar'. Yang agak aneh dalam tjara berpikir ini ialah apa sebab perempuan tempat kehormatan itu sematamata diperuntukkan bagi wanita. Misalnya Solidaritas Perempuan (Jakarta). Kata perempuan juga berhubungan dengan kata ampu 'sokong'. kata perempuan berarti 'wanita'. keperempuanan juga berarti 'kehormatan sebagai perempuan'.. Menurut KBBI. 'lawan lelaki'. 'penyangga'. kita kenal kata empu jari 'ibu jari'. Jelasnya begini. atau pun 'kepala'. Di sini sudah mulai muncul kesadaran menjaga harkat dan martabat sebagai manusia bergender feminin. tetapi sejajar. maksudnya pastilah masalah yang berkenaan dengan keistrian dan rumah tangga." Itulah sebabnya. Menurut KD. bahkan lebih tinggi daripada kata lelaki. sehingga ada kata pengampu susu 'kutang' alias 'BH'. 'penjaga keselamatan'. ada lagi pengampu 'penahan. Dengan contoh ini kata ini tidak berarti rendah. masa?!! Ya. tidak sedikit aktivis gerakan perempuan baik yang di bawah payung lembaga pendidikan formal maupun yang lebih suka malang melintang di alam bebas Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lebih suka memilih kata perempuan daripada wanita untuk organisasi mereka. Sementara itu. Prof. Slametmuljana (1964: 61) pun mengakui bahwa kata yang sekarang sering direndahkan. 'orang yang mahir/berkuasa'. dan pastilah bukan *Menteri Peranan Perempuan. KBBI (1988: 670) memberikan batasan yang hampir sama dengan KD. Tetapi. hanya ada tambahan sedikit. bahkan 'wali'. kata keperempuanan berarti 'perihal perempuan'. meski tidak terlalu rendah.pembangunan. *pengusaha perempuan (*perempuan pengusaha). kata perempuan berasal dari kata empu yang berarti 'tuan'. ia pun tidak mampu menyembunyikan keheranannya berikut: ". ada kata raja perempuan yang berarti 'permaisuri'. tetapi justru penting. Ah. Dalam KD (1970: 853). maka. ditempatkan di bawah wanita. Dalam tinjauan etimologisnya. sebagai pasangan kata tuan 'sapaan hormat pada lelaki'. Yayasan 11 . Kata perempuan juga berakar erat dari kata empuan. *peranan perempuan dalam pembangunan. tetapi jelas bahwa kata ini menunjuk perempuan sebagai 'penunggu rumah'. empu gending 'orang yang mahir mencipta tembang'. terhadap suami. tidak di bawah. kata ini mengalami pemendekan menjadi puan yang artinya 'sapaan hormat pada perempuan'. dan 'istri' . penyangga. Dalam hal ini. penyelamat'. Tersirat juga di sini makna 'kami jangan diremehkan' atau 'kami punya harga diri'. 'hulu'. ini berhubungan dengan makna 'kehormatan' atau 'orang terhormat'. kata mengampukan berarti 'memerintah (negeri)'. kata mengampu artinya 'menahan agar tak jatuh' atau 'menyokong agar tidak runtuh'.

Menarik untuk dicontohkan di sini bahwa nama jurnal keperempuanan terbitan LIPI adalah "Warta Studi Perempuan" dan bukan *Warta Studi Wanita. misalnya Wanita Demokrat dan Gerakan Wanita Marhaen (PNI). (Silahkan pembaca menjawab sendiri. Sekretariat Bersama Perempuan Yogya (Yogyakarta). KNKWI. jika dahulu "Women Study" diterjemahkan menjadi "Kajian Wanita". 1996: 30-31). bukan perempuan. Kelompok Perempuan untuk Kebebasan Pers (KPKP). terutama berhubungan dengan kenakalan anak-anak. bunda. Zaman sekarang kaum ibu selalu dituding sebagai sumber kesalahan. perempuan. biyung. seperti disebut di atas. serta Dharma (1974) (Rahayu. Mungkin sejak inilah wanita secara resmi menggeser perempuan. 1996). Forum Diskusi Perempuan Yogya. dan dimitoskan sebagai "danyang kesuburan alam semesta". kata perempuanlah yang telah menyumbangkan kontribusi historisnya. umumnya terdiri atas para istri pegawai. Lembaga Studi Pengembangan Perempuan dan Anak (LSPPA. dan Gerakan Kesadaran Perempuan--sekadar menyebut beberapa contoh. seperti impian Kongres I). Ikwandep perhatikan. Perwari. Sejak kemerdekaan. BMOIWI. Kita bicarakan hal itu secara global saja. Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK. Jakarta). sebab yang kita kehendaki bukan perempuan mandiri. bukan bapak? Karena perempuan mengalami domestifikasi peran. apakah setelah lebih dari setengah abad kemerdekaan ini kaum perempuan telah mencapai persamaan derajat. Muncul pengganti-penerusnya: Kongres Wanita Indonesia (Kowani) sejak menjelang kemerdekaan. melainkan perempuan penurut. yang relatif lunak. Bukankah mendidikan anak itu tugas seorang ibu. Dahulu kaum ibu dikatakan sebagai "tiang masyarakat". mbaktu. Dari sudut sejarah pergerakan nasional pun. yang berlangsung pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta (Rahayu. ratu . Yogyakarta).Perempuan Merdika (Jakarta). kongres pertama organisasi "lawan tanding lelaki" ini dinamainya "Kongres Perempoean Indonesia Pertama. Pembahasan Dahulu sesuatu yang bersifat perempuan dihormati. diluhurkan sebagai "ratu kehidupan". PKI). Sejak saat itu setiap partai-partai politik di Indonesia juga mempunyai anak organisasi wanita. Suara Hati Perempuan. Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani. "Studi Perempuan". Bahwa dalam perjalanan sejarah lahir Kowani. Perwani. mama. Sementara itu. dan pasca-1965 ada Persatuan Wanita Republik Indonesia (Perwari). dan bukan "perempuan". sekarang muncul saingan baru. Langkah organisasi pertama yang dilakukan adalah membentuk "Perserikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia" (PPPI). putri. selalu ada huruf /W/ setidaknya itulah jejak-jejak historis lingual bahwa kita lebih memilih "wanita". atau pun ibu. betina. bila 12 . serta disembah-sembah • sebagai "penentu awal kehidupan manusia di bumi".6) Dalam Kongres I ini disepakati bahwa persamaan derajat hanya dapat dicapai bila susunan masyarakatnya tidak terjajah. dewi. derap Kongres Perempoewan Indonesia sudah (di)musnah(kan) dari peredaran. Kita ingat. dijunjung tinggi. Dalam hal ini kita tak lagi mempersoalkan perbedaan istilah wanita.

Karena yang mengandung itu biasanya ibu. nasib ibu tidak seburuk ini.. ibulah yang lebih diharga. ada hadis yang sangat terkenal berkenaan dengan ini. sesuatu yang bisa mengundang kesan porno dan pelecehan. Oleh karena itu. Ini bukti pengakuan bahwa mengandung itu lebih bernilai tinggi daripada menghamili (Kweldju. Di sini.terjadi kericuhan keluarga. soal nasib dan martabatnya." begitu kata ayah. tidak dituding sebagai biang kerok perkara. dan ibu. Tidak sulit ditebak siapa pelaku pemelesetan ini: pastilah dari barisan pria. semisal "peranan perempuan dalam perjuangan". Dia sangat dibela. Maka. kalau kamu mendidiknya benar. Mungkin karena kecemburuan religiusitas-gender. kemudian baru ayah. "gerakan pembelaan hak-hak perempuan pekerja". yakni "Surga itu di bawah telapak kaki ibu". Justru. 1991). sejajar. Dahulu. dibersihkan dari tuduhan. egaliter. Tetapi. yang tepat tetaplah "Darma Wanita" memang dimaksudkan untuk berbakti. jika hati harus lebih berpihak pada perempuan daripada pada wanita." atau juga "coba. kedudukan seorang istri cukup terhormat. gunakan kata perempuan. Begitulah . saripati dari semua surah dalam Kitab Suci Quran. Memang. dan komplementer dengan suami. agama pun meletakkan ibu pada posisi sangat terhormat. Akan tetapi. anak kita tidak binal seperti ini. dipersepsi sebagai "sigaraning nyowo" (belahan jiwa). Simpulan dan Rekomendasi Di sini jelas sekali bahwa jika yang kita maksudkan adalah sosok yang mengalah. Pelesetan-pelesetan di masyarakat terhadap kata-kata tertentu juga menggambarkan seberapa jauh nilai dominasi pria terhadap wanita ini hendak menandingi pemahaman masyarakat terhadap hakikat suatu kata. Posisinya sebagai peletak awal kehidupan manusia sangat menentukan. garwo adalah kata yang netral. tidak memihak salah satu jenis kelamin (bias gender). manusia di bumi ini berasal. Ia bisa mengacu baik kepada "garwo jaler" (suami) maupun "garwo estri" (istri). rela menderita demi pria pujaan. jika ada anak yang nakal. berdasarkan etimologi rakyat (jarwodosok. disebut "Ummul Qur'an" dan bukan "Abul Qur'an" (Nadjib. segaris. Setuju? Bisa dipastikan siapa pun akan ragu. tidak ada nuansa dominasi dan subordinasi antargender. sehingga ungkapan yang muncul adalah "Bukan salah bunda mengandung" dan bukan ungkapan "*Bukan salah ayahnda menghamili" atau "*Bukan salah ayahnda membuahi". misalnya.. Tidak hanya persepsi kultural masyarakat. ibu. Dalam agama lain pun kurang lebih sama. patuh berbakti. itulah bukti hebatnya hegemoni patriarki dalam 13 . misalnya. tempat berbakti adalah ibu.7) Surah paling Al-Fatihah. tidak ada jalan lain. sama. maka pilihlah kata wanita. "Ini gara-gara terlalu kau manja. soal pemberdayaan kedudukan. ibulah yang layak dikorbankan sebagai kambing hitam. selanjutnya inilah kurang ajarnya pemahaman terhadap kata garwo telah dipelesetkan sebagai "sigar tur dowo" (terbelah dan lagi panjang). Semula. jika kita berbicara soal peranan dan fungsinya. ibu akan dibela. Dalam Islam. karena dari guwagarba rahimnyalah. keratabasa) Jawa. menurut pandangan ini. soal pembelaan hak asasi. misalnya. di masyarakat kami pernah mendengar pelesetan sinis terhadap ini tentu saja dari kaum bapak. Maka. 1996). kata "garwo".

menyimpan samudra kesabaran luar biasa.. Hamengku Buwono II (Ngayogyakarta Hadiningrat) menyimpan 33 istri dan selir. Moedjanto. brid<-->bird (Jack Richards. (2) wanita sebagai ibu pendidik dan pembina generasi muda. Periksa: G. Keraf. 172-193). Wojowasito. Perempuan Indonesia. urusan bergerak di sektor publik (di luar rumah) menduduki nomor bungsu. dan sebagainya yang menyumbangkan tenaga kepada masyarakat. bunyi. adipati. sehingga jangankan yang menguasai. sewelas-->sebelas. khawatir. Raja. Misalnya rontal menjadi lontar. Sementara. aks<-->ask (Crystal. Mungkin kaum wanita tergolong makhluk ajaib. pada zaman dahulu umumnya memiliki banyak istri dan selir. memang karena tak berdaya. atau jangan-jangan mereka berjiwa masokistis. (3) wanita sebagai pengatur ekonomi rumah tangga. Akhirnya. Metatesis adalah gejala perubahan (pertukararn) letak huruf. Mayling Oey-Gardiner dkk. 14 . sapu<-->usap. yakni pria. Anda mau ke mana . 4. suka berkorban. 1985: 194). artinya tidak dipentingkan. di sini yang dinomorsatukan adalah kewajiban istri sebagai istri mendampingi sang suami tercinta. 3. merasa takut. Paku Buana IV (Surakarta) mengumpuli 25 istri dan selir. Periksa: Binny Buchori & Ifa Soenarto. Tujuan memiliki banyak wanita adalah menghindari kejahatan seksual dan mencapai konsolidasi kekuasaan politik untuk mengesankan bahwa pemimpin itu lelaki luar biasa sakti mandraguna (super human). "Selir". badan-badan sosial.? Catatan 1. Proses perubahan bunyi konsonan (kontoid) dalam bahasa-bahasa di Nusantara dirumuskan dalam hukum-hukum perubahan bunyi. yang dikuasai pun. Mengapa? Sulit menjawabnya. Ini terjadi sebab ada anggapan bahwa di luar rumah itu urusan lelaki. sultan. Misalnya. Ditindas kok tidak melawan. bangsawan. "Politik Gender Orde Baru: Tinjauan Organisasi Perempuan Sejak 1980-an. Misalnya awu-->abu. terutama organisasi wanita. dan (5) wanita sebagai anggota masyarakat. 1987: 176). 1964. 1987). hegemoni kekuasaan pria akan dinikmatinya sebagai "perlindungan" dan "kasih sayang". Januari 1973. juga: Ruth I. Prisma XXV/5. yang suka menyiksa diri. (ed. atau sukukata dalam suatu kata (Kridalaksana. 1965. sedang di dalam rumah (sektor domestik) inilah tempat tepat wanita. Perhatikan. 2.). 1993:136). wulan-->bulan. 1996) hal. Mei 1996: 29-42. Jiwa mereka berada dalam situasi terpenjara (captive mind). bahkan merasa menikmati "penguasaan" itu. yaitu wanita. suatu jenis kenikmatan dalam penindasan. Rahayu. "Mengenal Dharma Wanita". juga Konsep Kekuasaan Jawa: Penerapannya oleh Rajaraja Mataram (Yogyakarta: Kanisius. Salah satunya adalah perubahan [w] dalam bahasa Jawa atau Jawa Kuno menjadi [b] dalam bahasa Melayu (Indonesia) (Slametmulyana. Orde Baru merumuskan peran kaum wanita ke dalam lima kewajiban (Pancadarma): (1) wanita sebagai istri pendamping suami. dan Heidi Weber. watuk-->batuk. dalam bahasa Jawa misalnya kelek<-->lekek 'ketiak'. terserah saja. Basis. Bagi kelompok terakhir ini. Perempuan Indonesia: Dulu dan Kini (Jakarta: PT Gramedia.. Dalam bahasa Inggris ada flim<-->film. John Platt. 1987). (4) wanita sebagai pencari nafkah tambahan.masyarakat mana pun.

J. Ha ha ha . L. & I. Jupriono. Slametmuljana. Makalah Seminar Nasional Wanita 11--13 Juni 1991. T. V. 1966. Sejak itu berlakulah proses domestifikasi (pe-rumah-an) "perempuan" di segala bidang. katanya.A. 1986. Semantics. Pelesetan itu demikian. J. 1991. lain lagi. bersamaan dengan itu. Weber. itu sih nerakanya. yaitu "Surga itu ada di antara kedua kaki ibu". April: 29-38. menjadi "wanita". Hurford. itu jelas. 1970. ini mungkin saja juga karena tidak tahu (menyadari) bahwa yang mereka pelesetkan adalah sabda Rasul. Lih... Kweldju. 6.. Edisi II. FSU in the Limelight edisi nomor ini juga. Setannya ya kita-kita ini. dan H. Press. Dalam artikelnya. Hal. Kamus Jawa Kuno-Indonesia. Rahayu. 172-193. Ende: Nusa Indah. 1987. Aktivitas pergerakan perempuan terus berjalan hingga mencapai puncaknya pada 1965. Mengenal Dharma Wanita. Politik gender Orde Baru: tinjauan organisasi perempuan sejak 1980-an. Iskandar.. Nadjib. Cet. Tetapi.R. S. Penelitian seksisme bahasa dalam kerangka penelitian stereotipi seks.R. F. bukan Bapak Qur'an. Mei: 29-42.). 7-18. Tetapi. Bagi seorang ayah. bermunculan juga berbagai organisasi "keras" perempuan bergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka. Noerhadi. Daftar Pustaka Buchori. R. 1984. B. J. (ed. Ruth Indiah Rahayu. T. Palmer. dijelaskan bahwa perempuan dan gerakannya telah lahir jauh sebelum kemerdekaan RI. 1986. "Bahasa Indonesia Bahasa Lelaki". 7..5.I. "berlaku bagi seorang anak". baca: D. di Wisma Kinasih. "Surga ada di bawah kaki ibu". di sisi lain. Jakarta: PN Balai Pustaka.. Bahwa itu hanya kelakar. Tentang konsep degradasi harkat martabat gender feminin. Cet. Longman Dictionary of Applied Linguistics. Studi Wanita di Indonesia. 1996. Richards. Asal Bangsa dan Bahasa Nusantara. 2. Mardiwarsito. Ibu Qur'an. Cambridge: Cambridge University Press. Kamus Dewan. Harlow: Longman Group UK Limited. Cambridge: Cambridge Univ. 29-42. Platt. Opcit. Semantics: a Coursebook.". II. Perempuan Indonesia: Dulu dan Kini. III. Jakarta: PT Gramedia. Cet. 1983. Mayling OeyGardiner dkk. Warta Studi Perempuan 4(1). Padang Mbulan. Kementerian Pelajaran. Soenarto. 15 . Prisma 15(5). Bogor. 1964. 1996. E. hal. "Ooo .

Perempuan Indonesia: Dulu dan Kini. (ed.J. S. Perkembangan gerakan wanita di Indonesia. P. Jakarta: Balai Pustaka dan Depdikbud. 1988. 1982. Jupriono. Edisi I. Linguistik: Sedjarah Ilmu (Perbandingan) Bahasa. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. 's-Gravenhage: Martinus Nijhoff. 16 . ________________ Sudarwati. Kamus Besar Bahasa Indonesia. lecturer at the Faculty of Letters. Zoetmulder. lecturer at the Faculty of Letters. S. D. 290-310. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. 1996.Suryochondro. Oey-Gardiner dkk. Hal. Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. Djakarta: Gunung Agung. Wojowasito. Old Javanese--English Dictionary. 1965.).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful