P. 1
Penginderaan jauh

Penginderaan jauh

|Views: 515|Likes:

More info:

Published by: Muhammad Soffa Firdaus on May 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/05/2014

pdf

text

original

Penginderaan jauh

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa

Gambar dari Death Valley yang dihasilkan oleh polarimetri

Penginderaan jauh (atau disingkat inderaja) adalah pengukuran atau akuisisi data dari sebuah objek atau fenomena oleh sebuah alat yang tidak secara fisik melakukan kontak dengan objek tersebut atau pengukuran atau akuisisi data dari sebuah objek atau fenomena oleh sebuah alat dari jarak jauh, (misalnya dari pesawat, pesawat luar angkasa, satelit, kapal atau alat lain. Contoh dari penginderaan jauh antara lain satelit pengamatan bumi, satelit cuaca, memonitor janin dengan ultrasonik dan wahana luar angkasa yang memantau planet dari orbit. Inderaja berasal dari bahasa Inggris remote sensing, bahasa Perancis télédétection, bahasa Jerman fernerkundung,bahasa Portugis sensoriamento remota, bahasa Spanyol percepcion remote dan bahasa Rusia distangtionaya. Di masa modern, istilah penginderaan jauh mengacu kepada teknik yang melibatkan instrumen di pesawat atau pesawat luar angkasa dan dibedakan dengan penginderaan lainnya seperti penginderaan medis atau fotogrametri. Walaupun semua hal yang

berhubungan dengan astronomisebenarnya adalah penerapan dari penginderaan jauh (faktanya merupakan penginderaan jauh yang intensif), istilah "penginderaan jauh" umumnya lebih kepada yang berhubungan dengan teresterial dan pengamatan cuaca.
Daftar isi
[sembunyikan]

1 Penginderaan Jauh Menurut Para Ahli 2 Komponen-Komponen Penginderaan Jauh

o o o o o o

2.1 Sumber Tenaga 2.2 Atmosfer 2.3 Interaksi antara tenaga dan objek 2.4 Sensor dan Wahana 2.5 Perolehan Data 2.6 Pengguna Data 3 Teknik pengumpulan data 4 Keunggulan, Keterbatasan dan Kelemahan Penginderaan

Jauh

o o o

4.1 Keunggulan Inderaja 4.2 Keterbatasan Inderaja 4.3 Kelemahan Inderaja 5 Manfaat Penginderaan Jauh

o o o o

5.1 Bidang Kelautan (Seasat, MOS) 5.2 Bidang hidrologi (Landsat, SPOT) 5.3 Bidang geologi 5.4 Bidang meteorologi dan klimatologi (NOAA)

o o

5.5 Bidang oseanografi 5.6 Daftar Pustaka

[sunting]Penginderaan •

Jauh Menurut Para Ahli

Menurut Lillesand dan Kiefer (1979)(2007)

Penginderaan Jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang obyek, wilayah, atau gejala dengan cara menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan alat tanpa kontak langsung terhadap obyek, wilayah, atau gejala yang dikaji.

Menurut Colwell (1984)

Penginderaaan Jauh yaitu suatu pengukuran atau perolehan data pada objek di permukaan bumi dari satelit atau instrumen lain di atas atau jauh dari objek yang diindera.

Menurut Curran (1985)

Penginderaan Jauh yaitu penggunaan sensor radiasi elektromagnetik untuk merekam gambar lingkungan bumi yang dapat diinterpretasikan sehingga menghasilkan informasi yang berguna.

Menurut American Society of Photogrammetry (1983)

Penginderaan jauh merupakan pengukuran atau perolehan informasi dari beberapa sifat objek atau fenomena, dengan menggunakan alat perekam yang secara fisik tidak terjadi kontak langsung dengan objek atau fenomena yang dikaji.

Menurut Avery (1985)

Penginderaan jauh merupakan upaya untuk memperoleh, menunjukkan (mengidentifikasi) dan menganalisis objek dengan sensor pada posisi pengamatan daerah kajian.

Menurut Lindgren (1985)

Penginderaan jauh yaitu berbagai teknik yang dikembangkan untuk perolehan dan analisis informasi tentang bumi.

[sunting]Komponen-Komponen

Penginderaan Jauh

Komponen Penginderaan Jauh

[sunting]Sumber

Tenaga

Sumber tenaga dalam proses inderaja terdiri atas :

• •

Sistem pasif adalah sistem yang menggunakan sinar matahari Sistem aktif adalah sistem yang menggunakan tenaga buatan seperti gelombang mikro

Jumlah tenaga yang diterima oleh obyek di setiap tempat berbeda-beda, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain : 1. Waktu penyinaran Jumlah energi yang diterima oleh objek pada saat matahari tegak lurus (siang hari) lebih besar daripada saat posisi miring (sore hari). Makin banyak energi yang diterima objek, makin cerah warna obyek tersebut. 1. Bentuk permukaan bumi Permukaan bumi yang bertopografi halus dan memiliki warna cerah pada permukaannya lebih banyak memantulkan sinar matahari dibandingkan permukaan yang bertopografi kasar dan berwarna gelap. Sehingga daerah bertopografi halus dan cerah terlihat lebih terang dan jelas. 1. Keadaan cuaca Kondisi cuaca pada saat pemotretan mempengaruhi kemampuan sumber tenaga dalam memancarkan dan memantulkan. Misalnya kondisi udara yang berkabut menyebabkan hasil inderaja menjadi tidak begitu jelas atau bahkan tidak terlihat.

[sunting]Atmosfer

Lapisan udara yang terdiri atas berbagai jenis gas, seperti O2, CO2, nitrogen, hidrogen dan helium. Molekulmolekul gas yang terdapat di dalam atmosfer tersebut dapat menyerap, memantulkan dan melewatkan radiasi elektromagnetik. Di dalam inderaja terdapat istilah Jendela Atmosfer, yaitu bagian spektrum elektromagnetik yang dapat mencapai bumi. Keadaan di atmosfer dapat menjadi penghalang pancaran sumber tenaga yang mencapai ke permukaan bumi. Kondisi cuaca yang berawan menyebabkan sumber tenaga tidak dapat mencapai permukaan bumi.

Interaksi antara tenaga elektromagnetik dan atmosfer

[sunting]Interaksi

antara tenaga dan objek

Interaksi antara tenaga dan obyek dapat dilihat dari rona yang dihasilkan oleh foto udara. Tiap-tiap obyek memiliki karakterisitik yang berbeda dalam memantulkan atau memancarkan tenaga ke sensor.

Objek yang mempunyai daya pantul tinggi akan terilhat cerah pada citra, sedangkan obyek yang daya pantulnya rendah akan terlihat gelap pada citra. Contoh: Permukaan puncak gunung yang tertutup oleh salju mempunyai daya pantul tinggi yang terlihat lebih cerah, daripada permukaan puncak gunung yang tertutup oleh lahar dingin.

[sunting]Sensor •
Sensor

dan Wahana

Merupakan alat pemantau yang dipasang pada wahana, baik pesawat maupun satelit. Sensor dapat dibedakan menjadi dua : 1. Sensor fotografik, merekam obyek melalui proses kimiawi. Sensor ini menghasilkan foto. Sensor yang dipasang pada pesawat menghasilkan citra foto (foto udara), sensor yang dipasang pada satelit menghasilkan citra satelit (foto satelit) 2. Sensor elektronik, bekerja secara elektrik dalam bentuk sinyal. Sinyal elektrik ini direkam dalam pada pita magnetik yang kemudian dapat diproses menjadi data visual atau data digital dengan menggunakan komputer. Kemudian lebih dikenal dengan sebutan citra.

Wahana

Adalah kendaraan/media yang digunakan untuk membawa sensor guna mendapatkan inderaja. Berdasarkan ketinggian persedaran dan tempat pemantauannya di angkasa, wahana dapat dibedakan menjadi tiga kelompok: 1. Pesawat terbang rendah sampai menengah yang ketinggian peredarannya antara 1.000 – 9.000 meter di atas permukaan bumi 2. Pesawat terbang tinggi, yaitu pesawat yang ketinggian peredarannya lebih dari 18.000 meter di atas permukaan bumi 3. Satelit, wahana yang peredarannya antara 400 km – 900 km diluar atmosfer bumi.

[sunting]Perolehan

Data

Data yang diperoleh dari inderaja ada 2 jenis :

Data manual, didapatkan melalui kegiatan interpretasi citra. Guna melakukan interpretasi citra secara manual diperlukan alat bantu bernama stereoskop. Stereoskop dapat digunakan untuk melihat objek dalam bentuk tiga dimensi.

Data numerik (digital), diperoleh melalui penggunaan software khusus penginderaan jauh yang diterapkan pada komputer.

[sunting]Pengguna

Data

Pengguna data merupakan komponen akhir yang penting dalam sistem inderaja, yaitu orang atau lembaga yang memanfaatkan hasil inderaja. Jika tidak ada pengguna, maka data inderaja tidak ada manfaatnya. Salah satu lembaga yang menggunakan data inderaja misalnya adalah:

• • • •

Bidang militer Bidang kependudukan Bidang pemetaan Bidang meteorologi dan klimatologi

[sunting]Teknik

pengumpulan data

Data dapat dikumpulkan dengan berbagai macam peralatan tergantung kepada objek atau fenomena yang sedang diamati. Umumnya teknik-teknik penginderaan jauh memanfaatkan radiasi elektromagnetik yang dipancarkan atau dipantulkan oleh objek yang diamati dalam frekuensi tertentu seperti inframerah, cahaya tampak, gelombang mikro, dsb. Hal ini memungkinkan karena faktanya objek yang diamati (tumbuhan, rumah, permukaan air, udara dll) memancarkan atau memantulkan radiasi dalam panjang gelombangdan intensitas yang berbeda-beda. Metode penginderaan jauh lainnya antara lain yaitu melalui gelombang suara, gravitasi atau medan magnet.

[sunting]Keunggulan, [sunting]Keunggulan

Keterbatasan dan Kelemahan Penginderaan Jauh

Inderaja

Menurut Sutanto (1994:18-23), penggunaan penginderaan jauh baik diukur dari jumlah bidang penggunaannya maupun dari frekuensi penggunaannya pada tiap bidang mengalami pengingkatan dengan pesat. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain :

Citra menggambarkan obyek, daerah, dan gejala di permukaan bumi dengan; wujud dan letak obyek yang mirip ujud dan letak di permukaan bumi, relatif lengkap, meliputi daerah yang luas, serta bersifat permanen.

Dari jenis citra tertentu dapat ditimbulkan gambaran tiga dimensional apabila pengamatannya dilakukan dengan alat yang disebut stereoskop.

Karaktersitik obyek yang tidak tampak dapat diwujudkan dalam bentukcitra sehingga dimungkinkan pengenalan obyeknya.

• •

Citra dapat dibuat secara cepat meskipun untuk daerah yang sulit dijelajahi secara terestrial. Merupakan satu-satunya cara untuk pemetaan daerah bencana.

Citra sering dibuat dengan periode ulang yang pendek.

[sunting]Keterbatasan

Inderaja

Berupa ketersediaan citra SLAR yang belum sebanyak ketersediaan citra lainnya. Dari citra yang ada juga belum banyak diketahui serta dimanfaatkan (Lillesand dan Kiefer, 1979). Di samping itu jugaharganya yang relative mahal dari pengadaan citra lainnya (Curran, 1985).

[sunting]Kelemahan

Inderaja

Walaupun mempunyai banyak kelebihan, penginderaan jauh juga memiliki kelemahan antara lain sebagai berikut

• • •

Orang yang menggunakan harus memiliki keahlian khusus; Peralatan yang digunakan mahal; Sulit untuk memperoleh citra foto ataupun citra nonfoto.

[sunting]Manfaat [sunting]Bidang • • •

Penginderaan Jauh

Kelautan (Seasat, MOS)

Pengamatan sifat fisis air laut. Pengamatan pasang surut air laut dan gelombang laut. Pemetaan perubahan pantai, abrasi, sedimentasi, dan lain-lain.

[sunting]Bidang • • •

hidrologi (Landsat, SPOT)

Pemanfaatan daerah aliran sungai (DAS) dan konservasi sungai. Pemetaan sungai dan studi sedimentasi sungai. Pemanfaatan luas daerah dan intensitas banjir.

[sunting]Bidang • • • •

geologi

Menentukan struktur geologi dan macamnya. Pemantauan daerah bencana (gempa, kebakaran) dan pemantauan debu vulkanik. Pemantauan distribusi sumber daya alam. Pemantauan pencemaran laut dan lapisan minyak di laut.

• •

Pemanfaatan di bidang pertahanan dan militer. Pemantauan permukaan, di samping pemotretan dengan pesawat terbang dan aplikasisistem informasi geografi (SIG).

[sunting]Bidang • • • •

meteorologi dan klimatologi (NOAA)

Membantu analisis cuaca dengan menentukan daerah tekanan rendah dan daerah bertekanan tinggi, daerah hujan, dan badai siklon. Mengetahui sistem atau pola angin permukaan. Permodelan meteorologi dan data klimatologi. Untuk pengamatan iklim suatu daerah melalui pengamatan tingkat kewarnaan dan kandungan air di udara.

[sunting]Bidang • • • •

oseanografi

Pengamatan sifat fisis air seperti suhu, warna, kadar garam dan arus laut. Pengamatan pasang srut dengan gelombang laut (tinggi, frekuensi, arah). Mencari distribusi suhu permukaan. Studi perubahan pasir pantai akibat erosi dan sedimentasi

[sunting]Daftar • •

Pustaka

Lillesland, Thomas. M dan Ralph W. Kiefer. 2007. Penginderaan Jauh dan Interpretasi Citra. Yogyakarta. Gadjah Mada University Press. Sutanto. 1979. Pengetahuan Dasar Interpretasi Citra. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Ekosistem Pesisir dan Laut

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar dengan panjang garis pantai sekitar 81.000 km dan memiliki sekitar 17.508 pulau yang memilki nilai biodiversity yang yang sangat tinggi. Kekayaan dan keanekaragaman hayati ini menyediakan sumber daya alam yang yang sangat produktif yang berfungsi sebagai sumber energi, bahan pangan, bahan tambang, dan sebagai media rekreasi. Didalam suatu ekosistem terdapat komponen hayati dan komponen nir-hayati. Kedua komponen ini melakukan suatu proses interaksi yang membentuk suatu sistem yang dikenal dengan Sistem Ekologi. Didalam suatu ekosistem pesisir dan laut terjadi pertukaran materi dan transformasi energi yang berlangsung diantara kedua komponen dalam sistem tersebut, maupun dengan komponen komponen dari sistem tersebut Ekosistem pesisir dan laut terdiri dari ekosistem mangrove, ekosistem padang lamun dan ekosistem terumbu karang. (Bengen, 2004) Menurut Bengen, 2004. Komponen biotik yang menyusun suatu ekosistem pesisir dan laut terbagi atas empat kelompok utama yaitu: 1. Produser 2. Konsumer primer 3. Konsumer sekunder 4. Dekomposer. Sebagai produser adalah vegetasi autotrof (algae dan fitoplankton yang melakukan proses fotosintesa yang menghasilakn zat organik kompleks dari zat anorganik sederhana. Sebagai konsumer primer adalah hewan hewan yang memakan produser, disebut herbivora, hewan ini pun menghasilkan materi organik tetapi mereka sepenuhnya tergantung sepenuhnya dari materi organik yang disintesa oleh fitoplankton dan tumbuhan yang dimakannya. Sebagai konsumer sekunder adalah karnivora, yaitu semua organisme yang memakan hewan. Selain itu terdapat konsumer tersier yaitu organisme yang memakan konsumer sebelumnya (konsumer sekunder) Sebagai dekomposer organisme avertebrata, bakteri, dan jamur yang memakan materi organik yang mati: bangkai, daun-daunan yang mati, hewan yang mati serta ekskreta. Pada prinsipnya terdapat tiga proses dasar yang menyusun struktur fungsional komponen biotik ini: 1. Proses produksi (sintesa materi organik), 2. Proses Konsomasi, 3. Proses Dekomposisi atau mineralisasi. Komponen abiotik dari suatu ekosistem pesisir dan laut terbagi atas tiga komponen utama : (1) unsur dan senyawa anorganik (karbon, nitrogen dan air), (2) bahan organik (karbohidrat, protein, dan lemak), (3) Iklim (suhu dan faktor fisik lain) yang membatasi kondisi kehidupan. Komponen Ekosistem Pesisir dan laut terbagi atas tiga yaitu: • Ekosistem Mangrove Menurut Tuwo, 2010 ekosistem mangrove adalah komunitas di daerah pantai atau muara sungai di daerah tropis, yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut, yang didominasi oleh jenis

pepohonan yang mempunyai kemampuan untuk tumbuh dan berkembang pada perairan asin. Vegetasi hutan mangrove di Indonesia memilki keanekaragaman jenis yang tinggi dengan jumlah jenis tercatat sebanyak 202 jenis yang terdiri dari 89 jenis pohon, 5 jenis palem, 19 jenis liana, 44 jenis epifit, dan 1 jenis sikas (Bengen, 2004) Peranan Hutan Mangrove Secara Ekologis Pada ekosistem ini hidup berbagai jenis vegetasi¬ mangrove yang menghasilkan serasah organik merupakan sumber energi atau bahan makanan bagi berbagai organisme heterotrof. Donor energi dan nutrien dalam bentuk bahan organik bagi ekosistem di sekitarnya Terutama ekosistem padang lamun dan terumbu karang Secara Ekonomi¬ Mencegah erosi Hasil hutan & perikanan Secara kimia¬ Pompa unsur hara Penyumbang hara ke terumbu karang Secara biologis¬ Nursery ground Spawning ground Feeding ground • Ekosistem padang Lamun Merupakan satu-satunya tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang memilki rizhoma, daun dan akar sejati yang hidup terendam didalam laut. Lamun mengkolonisasi suatu daerah melalui penyebaran buah (propagule) yang dihasilkan secara seksual (dioecious). Diseluruh dunia diperkirakan terdapat sebanyak 55 jenis lamun, DiIndonesia ditemuakn sekitar 12 jenis yang dominan yang ternasuk kedalam 2 famili : (1) Hydrocharitacea, dan Potamogetonaceae. sss Peranan Padang Lamun Secara ekologis padang lamun mempunyai beberapa fungsi penting yaitu: • Produsen detritus dan zat hara • Mengikat sedimen dan menstabilkan substrat yang lunak, dengan sistem perakaran yang padat dan saling menyilang • Sebagai tempat berlindung, mencari maka, tumbuh dewasa, dan memijah bagi beberapa jenis biota laut, terutama yang melewati masa dewasnya dilingkungan ini. • Sebagai tudung pelindung yang melindungi penghuni padang lamun dari sengatan matahari • Ekosistem Terumbu Karang. Menurut Rani, 2010. Terumbu karang adalah bangunan kapur raksasa yang dibentuk dan dihasilkan oleh binatang karang dan organisme berkapur lainnya membentuk suatu ekosistem yang kompak sebagai habitat bagi biota-biota laut.

Unsur abiotik terdiri dari lingkungan perairan, dasar perairan dan pelbagai macam rangka organisme mati (karang, keong, alga berkapur, dll). Unsur biotik dalam ekosistem terumbu karang sangat beragam dan hampir semua filum di laut terwakili dalam terumbu karang, seperti karang batu, karang lunak, spons, teripang, makroalga, mikroalga, beragam ikan, plankton, bakteri, dll. Luas terumbu karang di Indonesia 42.000 km2, 75.000 km2 (Cesar, 1996), 85.700 km2 (Tomascik dkk. 1997). Sekitar 14 – 16,5% dari luasan terumbu karang dunia . Namun Indonesia memiliki kekayaan jenis karang tertinggi di dunia dgn 450 jenis karang batu (Rosen, 1971; Veron, 1986). Khusus untu karang Acropora ditemukan 91 jenis (Wallace et al., 2001). Struktur Komunitas di Terumbu karang terdiri dari Autotrofik dan heterotrofik, Autotrofik: - makroalga (Halimeda, Padina, Caulerpa, dll.) - Mikroalga (fitoplankton, zooxanthella) Heterotrofik : - benthos: spons, anemon, karang, dll. - pelagis: ikan, cumi-cumi, mamalia, reptil, dll Menurut Rani, 2010. Peranan Terumbu Karang Fisik: 1. Pertahanan/perlindungan tepi pantai/daratan/pulau besar dari abrasi 2. Pondasi/penyokong pulau-pulau kecil 3. Pemecah ombak dan peredam arus peredam energi ® untuk ekosistem lamun dan bakau Kimia: 1. pengantar unsur-unsur kimia laut 2. pendaur ulang ® pengendapan kapur 3. menyerap gas CO2 di atmosfir via air laut ® mengurangi pemanasan global Biologi 1. penyedia makanan ® produktivitas primer tinggi 2-5 grC/m2/hr (Sorokin, 1993) atau 15005000 grC/m2/th (Nybakken, 1988) ® gabungan dari recycle nutrien, aktivitas fotosintesis, fiksasi nitrogen oleh alga biru-hijau, walau berhadapan dengan laut lepas yang miskin nutrien (Wiebe et al., 1975 dalam Moyle, 1988) dengan 18-50 grC/m2/th 2. produksi fotosintetik 5-20 g/m2 karbon organik atau 50-200 gr biomass (Sorokin, 1993) 3. produksi autotrofik sangat tinggi, berdasarkan struktur 3 dimensi dari biotop dasar, menyokong keberadaan komunitas zoobenthos dan ikan yang melimpah (Sorokin, 1993) 4. gudangnya biota laut ® diversity, nursery, breeding, dll. Ekologi estetika, konservasi ekonomi perikanan dan pariwisata Geologi pencatat sejarah masa lalu Diposkan oleh Marine Science and Technology

:: you're reading SAINS

Wilayah Pesisir dan Laut
Posted by mamung ⋅ Friday, 5 September 2008 ⋅ 4 Comments Filed Under konservasi, laut, Marine, pesisir, SAINS Batasan Wilayah Pesisir dan Laut Wilayah pesisir adalah wilayah pertemuan antara daratan dan laut, ke arah darat meliputi bagian daratan yang masih dipengaruhi oleh sifat-sifat laut seperti pasang surut, angin laut dan intrusi garam, sedangkan ke arah laut mencakup bagian laut yang masih dipengaruhi oleh proses alami yang ada di darat seperti sedimentasi dan aliran air tawar serta daerah yang dipengaruhi oleh kegiatan-kegiatan manusia di daratan. Hal di atas menunjukkan bahwa tidak ada garis batas yang nyata, sehingga batas wilayah pesisir hanyalah garis khayal yang letaknya ditentukan oleh situasi dan kondisi setempat. Misalnya di delta Sungai Mahakam (Kalimantan Timur) dan Sungai Musi (Sumatera Selatan), garis batas pesisir dapat berada jauh dari garis pantai. Sebaliknya di tempat yang berpantai curam dan langsung berbatasan dengan laut dalam, wilayah pesisirnya akan sempit. Komponen fisik ekosistem pesisir dan laut. Ekosistem pesisir baik mangrove, lamun maupun terumbu karang sangat dipengaruhi oleh komponen-komponen fisik yang ada di sekitarnya. Komponen tersebut meliputi kimia air (termasuk susunan zat-zat kimia dan kecenderungannya di laut), aliran dan pergerakan arus, interaksi antara atmosfer dan samudra, serta proses-proses alam yang terjadi di laut. Komponen ini berperan sebagai media transport materi dan energi segaligus mendukung komponen biotik yang ada. Komponen fisik lainnya antara lain: 1. Strukktur air 2. Komposisi kimia air laut 3. Gas-gas terlarut 4. Berat jenis (densitas) 5. Suhu dan salinitas air laut 6. Cahaya 7. Gelombang 8. Arus Laut

Komponen biotik ekosistem pesisir dan laut Biota yang hidup di wilayah pesisir dan laut pada umumnya dapat dikelompokan menjadi tiga kategori yaitu plankton, nekton, dan bentos. 1. Plankton Plankton adalah tumbuhan (fitoplankton) atau hewan (zooplankton) yang mengapung atau berenang secara berlahan di laut dan pergerakannya sangat tergantung pada arus. Pada umumnya tergolong mikroskopik, seperti hewan-hewan bersel satu yang melayang bebas di laut, tetapi banyak juga organisme seperti ubur-ubur (jellyfish) yang termasuk dalam kategori ini. 2. Nekton Biota yang termasuk kategori ini adalah ikan yang dapat bergerak bebas tidak tergantung pada arus. Distribusi dari plakton dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti suhu, salinitas, suplai oksigen dan sumber makanan. 3. Bentos Organisme yang hidup di dasar perairan atau pada substrat, baik tumbuhan maupun hewan. Komposisi sedimen dasar perairan akan mempengaruhi jenis dan tipe organisme yang ada. Ekosistem spesifik di wilayah pesisir dan laut Wilayah pesisir dan laut secara ekologi merupakan tempat hidup beberapa ekosistem yang unik dan saling berhubungan, dinamis dan produktif. Ekosistem utama yang umumnya terdapat di wilayah pesisir meliputi: 1. Ekosistem mangrove 2. Ekosistem lamun 3. Ekosistem terumbu karang Ekosistem ini saling berinteraksi membentuk suatu konektivitas dengan menjalankan fungsinya masing-masing. Penjelasan mengenai ketiga ekosistem ini akan menjadi pembahasan lebih lanjut, dimana ekosistem mangrove telah dijelaskan sebagian dalam tulisan sebelumnya (Mengenal Ekosistem Mangrove). Ekosistem lamun dan terumbu karang akan menjadi pembahasan di waktu yang akan datang.

Penginderaan Jauh

Penginderaan jarak jauh didefinisikan sebagai suatu kaedah untuk mengenal dan menentukan objek di permukaan bumi tanpa melalui hubungan langsung dengan objek tersebut. Banyak pakar memberi batasan, penginderaan jauh hanya merangkumi pemanfaatan gelombang elektromaknetik saja, sedangkan persepsi yang memanfaatkan sifat fizikal bumi seperti kemaknitan, gaya berat dan seismik tidak termasuk dalam klasifikasi ini. Namun sebahagian pakar memasukkan pengukuran sifat fizikal bumi ke dalam lingkup penderiaan jauh.Satelit adalah benda yang mengorbit benda lain dengan tempoh revolusi dan putaran tertentu. Ada dua jenis satelit yakni satelit alam dan satelit buatan. Definisi Penginderaan jarak jauh juga merupakan ukuran atau pengambilalihan data dari sebuah objek atau fenomena oleh sebuah alat yang tidak secara fizikal melakukan hubungan dengan objek tersebut atau pengukuran atau pengambilalihan data dari sebuah objek atau fenomena oleh sebuah alat dari jarak jauh, (misalnya dari pesawat , pesawat luar angkasa, satelit, kapal atau alat lain. Contoh dari penginderaan jauh antara lain satelit pemerhatian bumi, satelit cuaca, memantau janin dengan ultrasonik dan wahana luar angkasa yang memantau planet dari orbit. Inderaja berasal dari bahasa Inggeris remote sensing, bahasa Perancis télédétection , bahasa Jerman fernerkundung, bahasa Portugis sensoriamento remota, bahasa Sepanyol percepcion remote dan bahasa Rusia distangtionaya. dalam masa moden, istilah penginderaan jauh merujuk kepada teknik yang melibatkan instrumen di pesawat atau pesawat luar angkasa dan dibezakan dengan penginderaan lain seperti penginderaan perubatan atau fotogrametri. Walaupun semua hal yang berkaitan dengan astronomi sebenarnya adalah penerapan dari penderiaan jauh (faktanya merupakan penginderaan jauh yang intensif), istilah "penginderaan jarak jauh" umumnya lebih kepada yang berkaitan dengan teresterial dan pengamatan cuaca. Sumber: http://ms.shvoong.com/exact-sciences/astronomy/2326169-pengertian-penginderaanjarak-jauh/#ixzz2Ha8I1KOa B. KOMPONEN 1. Tenaga Sumber tenaga yang dipakai dapat berupa: Tenaga Pasif, dihasilkan oleh alam. Contoh: Sinar Matahari Tenaga Aktif, dihasilkan oleh manusia. Contoh: Radar, Pulsar, Sonar 2. Interaksi Tenaga dan Obyek Tiap obyek memiliki karakteristik spektral dalam memantulkan sinar sehingga mempengaruhi banyak sedikitnya obyek menyerap dan memantulkan tenaga. 3. Sensor Alat yang digunakan dalam penginderaan jauh.

Terdiri atas sensor fotografik dan elektronik 4. Wahana Sarana yang digunakan untuk membawa alat sensor. Terdiri atas balon udara, pesawat, dan satelit. 5. Citra Hasil proses penginderaan jauh naik berupa citra foto maupun nonfoto PENGINDERAAN JAUH PENGERTIAN DAN JENIS CITRA A. PENGERTIAN Hasil proses penginderaan jauh baik berupa citra foto maupun nonfoto. B. JENIS CITRA 1. Berdasarkan Sensor Citra Foto Citra Nonfoto 2. Berdasarkan Sumbu Kamera Citra Vertikal Citra Miring (Oblique) 3. Berdasarkan Spektrum Elektromagnetik Ultraviolet --> Spektrum Ultraviolet (0,1 - 0,4) Pankromatik --> Spektrum Merah sampai Ungu (0,4 - 0,7) Ortokromatik --> Spektrum Biru sampai Merah (0,4 - 0,56) Inframerah --> Spektrum Inframerah (0,7 - 30) 4. Berdasarkan Wahana Citra Udara

Citra Satelit C. INTERPRETASI CITRA 1. Pengertian Menafsirkan citra untuk mendapatkan informasi dari obyek yang terdapat dalam citra. 2. Langkah Deteksi (Mengenali obyek, ada atau tidak). Identifikasi Obyek (Pengenalan lebih lanjut pada obyek, memperhatikan karakteristik yang terdapat apda obyek tersebut). Analisis (Pengelompokan obyek berdasarkan ciri yang sama). Deduksi (Proses berdasarkan bukti ke arah yang lebih khusus). Idealisasi (Penyajian informasi yang siap digunakan). D. KARAKTERISTIK OBYEK PADA CITRA 1. Karakteristik Spektral Rona, tingkat kegelapan atau kecerahan obyek. Contoh: hasil pencitraan pada daerah rawa menunjukkan rona gelap, sedangkan pada daerah pantai menunjukkan rona cerah. Warna, wujud yang tampak oleh mata dengan menggunakan spektrum sempit. Contoh: Laut berwarna biru sedangkan daerah hutan berwarna hijau. 2. Karakteristik Spasial Ukuran, Atribut obyek yang berupa panjang, jarak, luas, tinggi, volume, dan lain sebagainya. Tekstur, Frekuansi perubahan rona pada citra. Contoh: tekstur pada perkebukan kelapa sawit terlihat renggang dan kasar sedangkan tekstru pada sawah yang padinya telah menguning tampak halus dan rapat. Pola, Kecenderungan bentuk suatu obyek yang tergambar pada suatu citra. Contoh: pola pemukiman penduduk berbentuk memanjang di sepanjang rel kereta api. Situs, Letak obyek pada bentang darat. Contoh: Tugu Monas terletak di DKI Jakarta. Asosiasi, Keterkaitan antara satu obyek dengan lainnya. Contoh: Dimana ada gawang biasanya disitulah letak lapangan sepak bola.

3. Karakteristik Temporal Usia, usia obyek saat direkam. Waktu, dari waktu pengambilan data. Penginderaan Jauh Keunggulan dan Manfaat A. KEUNGGULAN Data mirip dengan sebenarnya, lengkap, dan mencakup daerah yang luas dari obyeknya. Dapat menambahkan ganbar 3 dimensi dengan bantuan stereoskop. Dapat mewujudkan obyek yang tidak tampak di permukaan bumi dengna menggunakan sinar inframerah termal. Dapat memperoleh data dengan akurat dan mudah di medan yang sulit. Hasilnya dapat diulang dalam waktu singkat. B. MANFAAT 1 Pedologi a) Menentukan morfologi tanah 2 Hidrologi Manfaat penginderaan jauh dalam bidang hidrologi berkaitan dengan tata air di daratan di muka bumi ini. Badan yang biasanya menggunakan sistem pengindraan jauh ini adalah Landsat dan SPOT. Berikut ini paparan pemanfaatannya : a) Pemantauan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan konservasi sungai. b) Pemetaan sungai dan studi sedimentasi sungai. c) Pemantauan daerah dan intensitas banjir. d) Pemetaan pola aliran sungai 3 Oseanografi Badan yang biasanya menggunakan sistem pengindraan jauh ini adalah SEASAT dan MOSS. a) Mengamati sifat fisis laut, seperti; suhu di permukaan dan arus permukaan.

b) Mengamati pasang surut dan gelombang laut (tinggi, arah dan frekwensi) c) Mencari upwelling (air dari dasar laut yang naik ke permukaan), Sinking (air yang tengelam) dan distribusi suhu permukaan d) Melakukan studi perubahan pantai, abrasi dan sedimentasi (LANDSAT dan SPOT). e) Mengidentifikasi daerah yang terkena tumpahan minyak (apabila terjadi kebocoran minyak lepas pantai) f) Mengidentifikasi ombak yang membawa endapan dari sungai. 4 Geologi a) Melakukan pemetaan permukaan bumi. b) Menentukan struktur geologi dan macam batuan. c) Melakukan pemantauan daerah bencana (kebakaran hutan) aktivitas gunung berapi dan penyebaran debu vulkanik. d) Melakukan pemantauan distribusi sumber daya alam, seperti hutan (lokasi, luas, persebaran dan kerusakan akibat perambahan hutan). e) Melakukan pemantauan pencemaran / polusi baik akibat kebakaran hutan maupun tumpahan minyak di pantai 5 Meteorologi a) Membantu analisis cuaca dan peramalan (prediksi) dengan cara menentukan daerah yang bertekanan udara tinggi dan rendah serta daerah hujan badai / siklon. b) Mengamati sistem pola angin di permukaan bumi. c) Melakukan permodelan data meteorologi. 6 Klimatologi Badan yang biasanya menggunakan sistem pengindraan jauh ini adalah NOAA, Meteor, dan GMS. a) Mengamati kondisi iklim suatu daerah melalui pengamatan keadaan awan dan kandungan uap air dalam udara b) Melakukan permodelan data klimatologi.

c) Pemetaan perubahan iklim 7 Arkeologi a) Mengidentifikasi situs-situs purbakala yang tersembunyi melalui pola-pola yang terlihat dari hasil penginderaan jauh. 8 Sumber Daya Alam a) Konservasi Hutan b) Konservasi Lahan Kritis. c) Deposit Tambang. d) Reboisasi Hutan. Sumber: http://www.sibarasok.web.id/2012/07/pemanfaatan-citra-dan-penginderaan-jauh.html Gambar proses pengindraan jauh Penginderaan Jauh (PJ) , · Penginderaan dari jarak jauh, pengkajian atasbenda/objek dilakukan pada hasil rekaman,bukan pada benda aslinya.Sistem Penginderaan Jauh : 1. Subsistem perolehan data 2.Subsistem analisis dan sintesis Subsistem perolehan data: 1. Tenaga 2. Objek/benda sebagai masukan 3. Proses 4. Keluaran Tenaga adalah kapasitas untuk melakukan kerja.Tenaga dalam PJ adalah tenaga elektromagnetik. Tenaga elektromagnetik dapat dibedakan berdasarkan panjang gelombang maupun berdasarkan frekuensinya. Panjang Gelombang adalah jarak lurus dari puncak gelombang yang satu ke puncak gelombang lain yang berdekatan. Frekuensi adalah jumlah siklus gelombang yang melalui satu titik dalam satu detik, dinyatakan dalam Herts (Hz).

Tenaga elektromagnetik terdiri dari berkas atau spektrum yang luas, yakni meliputi spektra kosmik, gamma, x, ultraviolet, tampak, inframerah, gelombang mikro, dan radio. Jumlah total seluruh spektrum ini disebut Spektrum Elektromagnetik. Objek PJ dapat berupa benda (air, tanah,bangunan, dan vegetasi) atau fenomena diatmosfer maupun di permukaan bumi (suhuudara, kecepatan angin, erosi) Interaksi antara tenaga dan atmosfer: - Interaksi antara tenaga dan objek - Interaksi antara tenaga dan atmosfer: matahari sebagai sumber utama tenaga elektromagnetik (sinar dan panas). Tenaga ini dipancarkan secara radiasi ke segala arah, sebagian mengarah ke bumi. Radiasi tenaga elektromagnetik ini akan mengalami proses di atmosfer : • Serapan • Pantulan • Hamburan Bagian-bagian spektrum elektromagnetik yang dapat melaluiatmosfer dan mencapai permukaan bumi disebut jendela atmosfer. Jendela atmosfer hingga panjang 14 um Karakteristik yang penting adalah pantulan,karena ini yang direkam sensor. Semakin besar pantulan akan menimbulkan rona yang cerah. Hal penting dalam interaksi antara tenaga dan benda: 1.Besarnya tenaga pantulan tergantung pada jenis benda dan kondisinya 2.Besarnya pantulan bagi satu jenis benda berbeda-beda menurut panjang gelombangnya. Kurva pantulan umum vegetasi, tanah, dan air (Ford, 1979) Perekaman objek dalam PJ dilakukan dengan 2cara, cara digital (dengan pita magnetik) dan cara analog (dengan film). Perekaman dengan penyiaman sejajar jalur orbit (SPOT) dan penyiaman menyilang normalFrom Sabins, Jr., F.F., Remote Sensing: Principles and Interpretation, 2nd Ed., W.H. Freeman Keluaran subsistem perolehan data di dalam sistem PJ ialah data PJ, data digital dan dataanalog. Berdasarkan wahana: (1) foto udara, dan (2) foto satelit • Berdasarkan arah sumbu kamera: (1) foto tegak, (2) foto agak condong, (3) foto sangat condong

• Berdasarkan jendela atmosfer: (1) foto ultraviolet, (2) foto pankromatik, (3) foto inframerah • Berdasarkan ukuran: (1) foto format baku, (2) foto format kecil ¨ Berdasarkan jendela atmosfer: (1) citra spektrum tampak, (2) citra inframerah termal, (3) citra gelombang mikro ¨ Berdasarkan tujuan penginderaan: (1) citra satelit cuaca, (2) citra satelit sumberdaya, (3) citra satelit kelautan Alat pengamat: 1. Non stereoskopik, misalnya lensa pembesar, meja sinar, alat pengamat optik (proyektor slide) 2. Stereoskopik, misalnya stereoskop lensa, stereoskop cermin. stereoskop mikroskop Rona : tingkat kegelapan atau tingkat kecerahan obyek pada citra. Warna : ujud yang tampak oleh mata dengan menggunakan spektrum sempit dari spektrum tampak. Bentuk : merupakan variabel kualitatif yang memerikan konfigurasi atau kerangka suatu obyek. Ukuran : atribut obyek yang antara lain berupa jarak, luas, tinggi, lereng, dan volume. Tekstur : frekuensi perubahan rona pada citra Pola :susunan keruangan suatu objek bayangan Situs : letak suatu obyek terhadap obyek yang lainnya atau letak obyek pada bentang lahannya Asosiasi : keterkaitan antara obyek yang satu dengan yang lainnya, misal kereta api berasosiasi dengan jalan kereta api. Konvergensi bukti : kesimpulan dari obyek A. PRA-PEMROSESAN Perbaikan citra menggunakan pengetahuan dan pemahaman untuk menilai penuruan kualitas citra . Pada tahap awal ini dilakukan koreksi data terhadap data mentah satelit yang bertujuan untuk menghilangkan kesalahan- kesalahan radiometrik dan geometrik. Bertujuan untuk mengubah level abu-abu (rona) diasosiasikan dengan setiap pixel citra asli menurut skema khusus sebelumnya, sehingga kontras lebih baik atau pendefinisian kenampakan dapat dicapai.

Koreksi radiometrik dilakukan dengan bebrapa cara, antar lain : 1. Penyesuaian histogram 2. Penyesuaian regresi 3. Metode kalibrasi bayangan 4. Kalibrasi kenampakan gelap. Bertujuan untuk menghilangkan distorsi disebabkan oleh kemiringan pesawat terbang dan rotasi bumi pada waktu perekamannya, hasilnya dalam citra skala yang diinginkan atau peta proyeksi. Penajaman citra (image enhancement) Prinsip dalam penajaman citra yaitu bagaimana mengubah nilai piksel secara sistematis, sehingga menghasilkan efek kenampakan citra yang lebih ekspresif, sesuai dengan kebutuhan pengguna. Pemfilteran (Filtering)Pemfilteran adalah suatu cara untuk ekstraksi bagian data tertentu dari suatu himpunan data, dengan menghilangkan bagian-bagian data yang tidak diinginkan. Transformasi . Selain penajaman citra, masih ada transformasi lain yang sering digunakan untuk menghasilkan informasi baru. Transformasi ini dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu : 1. Trasnformasi yang dapat mempertajam informasi tertentu, namun sekaligus menghilangkan atau menekan informasi yang lain. 2. Transformasi yang meringkas informasi dengan cara mengurangi dimensionalitas data. Seperti halnya klasifikasi manual yang menggunakan foto udara, kalsifikasi multispektral merupakan suatu algoritma yang dirancang untuk menurunkan informasi tematik dengan cara mengelompokkan fenomena berdasarkan kriteria tertentu. Pada klasifikasi manual, berbagai kriteria digunakan, antar lain kesamaan pola relief, rona atau warna, tekstur, bentuk, dan sebagainya yang digunakan secara serentak. Pada klasifikasi multispektral hanya ada satu kriteria yang digunakan, yaitu nilai spektral (nilai kecerahan) pada beberapa saluran sekaligus. Tetapi dilain pihak, klasifikasi manual dan multispektral mempunyai kesamaan mendasar, yaitu membutuhkan informasi bantu (termasuk data lapangan ) supaya dapat menghasilkan peta tematik yang siap pakai. Klasifikasi terselia atau klasifikasi beracuan (supervised classification) Dipilih daerah contoh dari data citra guna pengujian yang lebih rinci. Kelompok data contoh kemudian dikompilasi.Beberapa algoritma klasifikasi terselia : – Jarak Minimum terhadap rerata – Parallelepiped – Algoritma Kemiripan maksimum – Algoritma tetangga terdekat.

Klasifikasi tak terselia atau klasifikasi tak beracuan (unsupervised classification)Tidak memakai sampel latihan. Pembagian ruang kenampakan dilaksanakan dengan metode kluster yang dapat mengidentifikasi kelompok-kelompok pola alami. Sifat setiap kelompok kemudian ditentukan dengan uji lapangan.Ada tiga algoritma klasifikasi tak terselia yaitu : – Jarak minimum ke pusat gugus – Penggugusan statistik – Algoritma campuran

,

_

_

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->