P. 1
RAPBN 2013

RAPBN 2013

|Views: 29|Likes:
Published by fahdly
rapbn
rapbn

More info:

Published by: fahdly on May 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2013

pdf

text

original

RANCANGAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN 2013

MENDORONG PERTUMBUHAN EKONOMI YANG INKLUSIF DAN BERKELANJUTAN MELALUI UPAYA PENYEHATAN APBN Pemerintah mengajukan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2013 untuk dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia

PENDAPATAN NEGARA Rp1.507,7 TRILIUN
RAPBN Tahun 2013 sebagian besar akan ditopang oleh sumber-sumber penerimaan negara yang berasal dari kemampuan bangsa Indonesia sendiri: • Dalam tahun 2013, Pendapatan Negara direncanakan Rp1.507,7 T, naik 11 % dari target APBN-P 2012, atau meningkat dua kali lipat dibanding realisasi tahun 2007; • Peningkatan pendapatan negara yang signifikan tersebut telah memperbesar kemampuan membangun, memperluas ruang gerak pendanaan bagi berbagai program peningkatan kesejahteraan rakyat, dan meningkatkan kemandirian bangsa. • Dalam lima tahun terakhir, peranan Penerimaan Pajak dalam Pendapatan Negara meningkat dari 60% menjadi hampir 70%, kontribusi Penerimaan Kepabeanan & Cukai stabil sekitar 10%, sedangkan sumbangan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) menurun dari 30% menjadi lebih dari 20%. • Termasuk dalam pendapatan negara di atas adalah Penerimaan Hibah sebesar Rp4,5T
Triliun Rupiah 1.600,0 1.400,0 1.200,0 1.000,0 800,0 600,0 400,0 200,0 0,0 Rp425.4 T Rp215.1 T Rp 1.7 T Rp65.6 T Rp885.0 T Rp1,031.7 T Rp341.1 T Rp131.2 T Rp0.8 T Rp324.3 T Rp147.2 T

Perkembangan Pendapatan Negara
Rp4.5 T

2007 Pajak

2012 APBN-P Kepabeanan dan Cukai PNBP

2013 RAPBN Hibah

Penerimaan Pajak Rp1.031,7 Triliun:
Mengoptimalkan Pendapatan Negara dengan tetap menjaga iklim yang kondusif bagi dunia usaha.
1. Penerimaan Pajak dalam RAPBN 2013 ditargetkan Rp1.031,7 T, naik 5,2 % dari target APBN-P 2012, atau meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding realisasi tahun 2007. 2. Penerimaan PPh dan PPN menjadi andalan dalam pencapaian target penerimaan pajak tahun 2013. Penerimaan PPh berperan lebih dari 50 %, sedangkan penerimaan PPN & PPnBM menopang lebih dari 40% total Penerimaan Pajak. 3. Peningkatan target penerimaan pajak tahun 2013 akan dicapai dengan melanjutkan langkah-langkah reformasi perpajakan, antara lain melalui peningkatan partisipasi masyarakat, perbaikan regulasi dan sistem perpajakan, serta penegakan hukum: • Peningkatan kualitas pelayanan pajak kepada publik; • Pembenahan peraturan PPh & PPN; • Pemberian insentif perpajakan bagi masyarakat dan dunia usaha; • Penggalian potensi pajak, terutama pada sektor-sektor unggulan, seperti sektor pertambangan; • Penguatan keberpihakan perpajakan pada kepentingan nasional dan pencegahan penghindaran pajak; • Sinergi pertukaran data antar instansi untuk memperkuat basis data potensi pajak; • Peningkatan pelaksanaan Sensus Pajak Nasional; • Pengembangan jaminan kualitas (quality assurance) untuk perbaikan kualitas pemeriksaan dan penyidikan pajak; • Penegakkan hukum yang lebih tegas dan adil (tanpa pandang bulu). 4. Untuk memperkuat pelaksanaan desentralisasi fiskal dan otonomi daerah, dalam tahun 2013, pengalihan pemungutan PBB perkotaan dan pedesaan (PBB P-2) dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah Daerah yang telah dimulai sejak 2011, akan tetap dilanjutkan. 5. Dengan peningkatan penerimaan pajak yang signifikan pada RAPBN 2013 tersebut, maka perbandingan (rasio) penerimaan perpajakan (pusat) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau tax ratio (dalam arti sempit), meningkat dari 11,9 % pada APBNP 2012 menjadi 12,7 % di tahun 2013. Jika dimasukkan unsur penerimaan sumber daya alam serta pajak daerah, tax ratio (dalam arti luas), telah meningkat dari 14,1 % pada 2009 menjadi 15,6 % di tahun 2013.

Penerimaan Pajak Penerimaan Pajak
Triliun Rupiah 1.100,0 1.000,0 900,0 800,0 700,0 600,0 500,0 400,0 300,0 200,0 100,0 0,0 Rp238.4 T Rp32.4 T Rp154.5 T Rp513.7 T Rp574.3 T Rp336.1 T Rp35.3 T Rp423.7 T Rp33.7 T

2007
PPh

2012 APBN-P
PPN & PPnBM PBB & Pajak Lainnya

2013 RAPBN

Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Rp147,2 Triliun:
Menghimpun Pendapatan Negara dan Fasilitasi Perdagangan Internasional
1. Kepabeanan dan Cukai, selain mempunyai fungsi sebagai sumber pendapatan negara, juga berfungsi untuk memfasilitasi perdagangan internasional. 2. Dalam RAPBN 2013, Penerimaan Kepabeanan dan Cukai ditargetkan Rp147,2 T, naik 12,2% dari target APBNP tahun 2012, atau meningkat hampir dua kali lipat dari realisasi tahun 2007. 3. Upaya pengamanan pencapaian target penerimaan Kepabeanan dan Cukai didukung dengan langkahlangkah kebijakan optimalisasi penerimaan, antara lain melalui: • Penyesuaian tarif cukai dan pemberantasan cukai palsu; • Pemberantasan penyelundupan; • Penertiban kawasan berikat; 4. Sementara itu, peningkatan fungsi fasilitasi dan regulasi akan diupayakan melalui langkah-langkah kebijakan: • Peningkatan pelayanan 24 jam 7 hari; • Pelaksanaan kebijakan bea keluar untuk mendukung hilirisasi industri guna meningkatkan nilai tambah dan menciptakan lapangan pekerjaan; • Perlindungan masyarakat dari masuknya barang-barang berbahaya dengan mengatur lalu lintas barang; • Perlindungan industri tertentu di dalam negeri dari persaingan yang tidak sehat dengan industri sejenis dari luar negeri; • Pengendalian peredaran barang-barang yang berdampak negatif bagi masyarakat.

Penerimaan &Cukai Cukai Penerimaan Kepabeanan Kepabeanan dan
Triliun Rupiah 150,0
Rp31.7 T

120,0

Rp23.2 T Rp24.7 T Rp26.5 T

90,0
Rp4.2 T Rp16.7 T

60,0

Rp83.3 T

Rp89.0 T

30,0

Rp44.7 T

0,0

2007 Cukai

2012 APBN-P Bea Masuk

2013 RAPBN Bea Keluar

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp324,3 Triliun:
Menggali dan Mengembangkan Potensi Penerimaan untuk Memperbesar Kemampuan Membangun.
1. PNBP merupakan sumber pendapatan negara yang sangat penting bagi pendanaan APBN dil uar penerimaan perpajakan (pajak, bea dan cukai), mengingat potensinya yang masih sangat besar. 2. Sampai saat ini PNBP masih didominasi oleh penerimaan dari Sumber Daya Alam (SDA), khususnya SDA migas yang sangat dipengaruhi oleh volatilitas harga minyak, serta lifting minyak dan gas. 3. Dalam tahun 2013, PNBP ditargetkan Rp324,3 T, turun hampir 5% dari target APBN-P 2012, terutama akibat lebih rendahnya asumsi harga minyak (dari US$105/barel menjadi US$100/barel) dan turunnya asumsi lifting minyak (dari 930 ribu barel per hari menjadi 900 ribu barel per hari), namun naik 50% bila dibanding dengan realisasi tahun 2007. 4. Untuk mencapai target PNBP 2013 akan ditempuh upaya optimalisasi dan perbaikan kebijakan dan administrasi PNBP, antara lain melalui langkah-langkah: • Peningkatan lifting minyak dan gas; • Penyesuaian tarif PNBP untuk SDA dan non-SDA, terutama untuk tarif yang sudah tidak sesuai dengan kondisi riil saat ini; • Penggalian potensi PNBP; • Perbaikan regulasi dan administrasi PNBP; • Pembangunan online system dalam pengadministrasian PNBP; • Peningkatan kinerja Badan Usaha Milik Negara.

Triliun Rupiah 400,0 350,0 300,0 250,0

Penerimaan Negara Bukan Penerimaan Negara BukanPajak Pajak
Rp20.4 T Rp23.4 T Rp72.8 T Rp77.6 T Rp2.1 T Rp30.8 T Rp18.8 T Rp32.6 T Rp21.2 T

200,0 150,0 100,0 50,0 0,0

Rp56.9 T Rp23.2 T Rp8.1 T Rp198.3 T Rp124.8 T

Rp169.5 T

2007 SDA Migas SDA Non Migas

2012 APBN-P Bag. Laba BUMN PNBP Lainnya

2013 RAPBN Pendapatan BLU

PEMBIAYAAN Rp150,2 TRILIUN
• Pembiayaan melalui utang dan non-utang diperlukan untuk membiayai defisit yang dibutuhkan guna mendanai kebutuhan pembangunan, memenuhi kebutuhan investasi pemerintah, penjaminan infrastruktur dan penyertaan modal negara. • Seiring dengan kebutuhan dana pembangunan dan kesejahteraan rakyat yang semakin meningkat, kebutuhan pembiayaan anggaran tahun 2013 direncanakan Rp150,2 T; • Sumber pembiayaan APBN 2013 didominasi dari penerbitan Surat Utang Negara berdenominasi Rupiah. Hal ini menunjukkan bahwa pembiayaan ke depan akan lebih bersumber dari dalam negeri, sehingga bebas dari risiko nilai tukar. • Perbandingan jumlah utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mengalami penurunan dari 35 % tahun 2007 menjadi 23 % tahun 2013. Dibandingkan dengan negaranegara lain, rasio utang terhadap PDB Indonesia relatif kecil dan semakin menurun, hal ini menunjukkan kemampuan negara membayar utang yang semakin baik. • Setelah pada Desember 2011 lembaga pemeringkat (rating agency) Fitch menaikkan peringkat kredit Indonesia dari semula BB+ menjadi BBB- (Investment Grade), Moody’s pada tanggal 18 Januari 2012 menaikkan peringkat dari semula Ba1 menjadi Baa3 (Investment Grade) dengan outlook stable.

Menteri Keuangan Republik Indonesia

3 Triliun.8 T. dan Kota sebagai bentuk penghargaan atas pencapaian kinerja daerah di bidang pengelolaan keuangan.4 M. Subsidi dialokasikan masing-masing untuk: (a) subsidi BBM dan Gas Rp193. disediakan untuk guru PNS Daerah Sertifikasi.625 kilometer sirkuit (kms).4 juta jiwa. • Pengembangan pembangunan dan pengelolaan pelabuhan perikanan di 25 lokasi. dalam RAPBN 2013 direncanakan alokasi anggaran Rp106. serta (e) peningkatan dengan harga terjangkau.9 T. (2) tahap penanganan tanggap darurat pascabencana. (2) PT Pelni untuk layanan jasa angkutan penumpang kapal laut kelas ekonomi. Klaster III : Pengembangan Usaha Kecil dan Mikro.8 T. Subsidi untuk Meringankan Beban Masyarakat (Rp316.1 T.8 Triliun) Sumber Daya Manusia Indonesia yang handal dan terdidik diperlukan dalam rangka melaksanakan pembangunan bagi terwujudnya Indonesia yang sejahtera. untuk membantu petani memenuhi kebutuhan pupuk dan benih jenis pangan olahan.9 T. serta (3) tahap pemulihan pascabencana melalui proses rehabilitasi dan rekonstruksi. (b) subsidi listrik Rp80. selain dialokasikan dana Otsus. di sejumlah instansi pemerintah yang strategis. dalam RAPBN 2013 direncanakan: (a) penyediaan BOS pendidikan menengah bagi sekitar 9.6 juta siswa SMA/SMK/MA.000 ha dan perluasan areal (e) Subsidi pajak Rp4. Bali. dan konflik di masyarakat. •  Meningkatkan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat agar mampu melindungi seluruh masyarakat Indonesia.550 Ruang Kelas Baru (RKB) SMA/SMK/SMLB. batubara.0 Triliun) • Anggaran untuk mendukung terciptanya keamanan. dan mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai prioritas nasional.9 Triliun) Untuk memperluas layanan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. dengan tetap memprioritaskan penyediaan listrik Ketahanan Pangan untuk Stabilisasi Harga dan Memenuhi Kebutuhan Pangan Rakyat (Rp64.     Penanggulangan Kemiskinan (Rp106. Kebijakan ini mencakup seluruh program penanggulangan kemiskinan yang selama ini telah ada. dilaksanakan: (a) optimalisasi program konversi minyak tanah ke LPG tabung 3 kg. • Menyediakan bantuan bagi sekitar 14. 2.6 T. Infrastruktur Energi dan Lainnya (Rp56. dan masyarakat. • Pembangunan 164 embung/situ. dan pemagangan di berbagai instansi pemerintah di luar Papua.3 Triliun) yang terjangkau bagi masyarakat kurang mampu dan golongan yang membutuhkan. (b) PNPM Perkotaan: Rp2 T. Tanggap Darurat Bencana untuk Antisipasi. untuk menstimulasi daerah dalam memenuhi penyediaan anggaran pendidikan di daerah. Jaminan atas Keberlangsungan Program Pendidikan Bagi Generasi Berikutnya. akan dialokasikan kepada pemerintah daerah percontohan atas keberhasilan mereka dalam melaksanakan kegiatan infrastruktur yang didanai melalui DAK dengan hasil yang sesuai kriteria. pemerintah daerah.236 unit senilai Rp19 T. dengan sasaran 15. untuk membantu daerah-daerah yang memiliki kemampuan keuangan relatif rendah dalam membiayai pelayanan publik sesuai Standar Pelayanan Minimum (SPM). • Pembangunan 6 waduk di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo. yang meliputi: • P  rogram Keluarga Harapan (PKH): Rp2. mengurangi kesenjangan fiskal baik antara pusat dan daerah maupun antardaerah.id . • Peningkatan rasio elektrifikasi mencapai sekitar 77. • Memulai rehabilitasi sekitar 23. • Pembangunan lebih dari 380 km jalur kereta api baru.139. Peningkatan Kualitas Pendidikan diupayakan antara lain melalui: •  Penyediaan dana tunjangan profesi guru: Rp43. serta (b) penyesuaian Tarif Tenaga Listrik (TTL) secara otomatis setiap triwulanan.9 T. •  Secara akumulatif. berupa bantuan tunai bersyarat untuk keluarga miskin dengan syarat pendidikan dan kesehatan. ketertiban umum. serta (c) pengendalian volume konsumsi BBM bersubsidi secara bertahap melalui pengaturan.740 MVA. Klaster II : Pemberdayaan Masyarakat.5 T atau lebih dari 40% dibanding pagu APBNP Tahun 2012. pengawasan dan manajemen distribusi.2 T.1 T. Untuk itu pada RAPBN 2013 direncanakan alokasi anggaran pendidikan Rp331. • Peningkatan produksi pangan terutama menuju surplus beras 10 juta ton mulai 2014 melalui (d) Subsidi bunga kredit program Rp1. jaringan distribusi 9. • Pembangunan terminal transportasi jalan pada 24 lokasi. juga diberikan dana tambahan infrastruktur Rp1.2 T).1 T.1 Triliun) Pembangunan 110 twin block rusunawa dan rumah sejahtera yang terbangun melalui penyediaan prasarana. • Prioritas: Mendukung tercapainya Minimum Essential Force (MEF) melalui pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dengan pemberdayaan industri pertahanan dalam negeri. Dana Perimbangan dialokasikan ke daerah sebesar Rp435. distribusi alokasi DAK ke daerah tertinggal meningkat dari sebelumnya Rp10. sebagai instrumen pemerataan kemampuan keuangan antardaerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat di daerah. kesejahteraan petani. untuk 10. untuk penugasan berita radio.5 juta Rumah Tangga Prioritas: (a) peningkatan produksi pangan. sedangkan dalam RAPBN 2013 direncanakan Rp5 T. pembangunan transmisi sekitar 3. Belanja Pemerintah Pusat Rp1. Perluasan Jangkauan Pemerataan Pendidikan. •  Dana Insentif Daerah Rp1.431 km. •  Mencapai pelayanan Keluarga Berencana (KB) sesuai standar hingga sekitar 90%. •  Meningkatkan persentase rumah sakit yang melayani pasien penduduk miskin peserta program Jamkesmas hingga mencapai 90%. kereta rel listrik (KRL). • Pembangunan prasarana 61 dermaga penyeberangan. • Di bidang subsidi listrik. dan (4) LKBN Antara.1 T. meningkatkan kapasitas fiskal daerah.4 T. distribusi pangan.6 Triliun): Menunjang Ketahanan Energi • Peningkatan kapasitas 188 megawatt.5 %.657. (3) PT Posindo untuk layanan jasa Program-program pengamanan dan stabilisasi harga pangan tahun 2013. Komitmen peningkatan kualitas belanja dalam RAPBN 2013 diwujudkan melalui kebijakan penghematan guna dialihkan bagi peningkatan belanja modal untuk pembangunan infrastruktur dalam upaya meningkatkan daya saing dan daya tahan ekonomi nasional menghadapi perlambatan ekonomi global.7 T. meningkat dari tahun 2007 (Rp28. untuk 5.id email: infoapbn@kemenkeu. dan mendukung upaya peningkatan ketahanan pangan.302 ha. akan diberikan kepada Provinsi. (c) pembangunan dan peningkatan sejumlah ruas jalan darat yang menembus pesisir selatan hingga ke pegunungan tengah untuk membuka keterisolasian daerah. antara lain meliputi: pos di daerah terpencil. peningkatan ketahanan pangan. termasuk jalur ganda. dan belanja untuk daerah Rp518. •  Pelaksanaan sertifikasi guru bagi lebih dari 325 ribu guru di sekolah/madrasah. naik Rp109. meningkat lebih dari 2 kali lipat dibanding anggaran tahun 2007 (Rp53. dan Aceh Rp6.6 T. • Prioritas penggunaan dana: (1) tahap pra-bencana dalam rangka meningkatkan pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. dan railbus. tram. •  Meningkatkan persentase perawatan balita yang bergizi buruk hingga mencapai 100%. (d) perlindungan dan pemberdayaan petani.7 Triliun): untuk Menjaga Kedaulatan dan Keutuhan Wilayah NKRI serta Keselamatan Bangsa.922 kelurahan.3 T). 1. termasuk kereta ekonomi dan sarana kereta api yang dimodifikasi.go. untuk mendukung program stabilisasi harga kebutuhan pokok dan pengembangan industri holtikultura/perkebunan/peternakan sejumlah 16. serta Papua sepanjang 4. Mewujudkan Suasana Aman Tenteram dan Kepastian Hukum Bagi Kehidupan Rakyat dan Dunia Usaha Rp111. dan kepastian hukum pada RAPBN 2013 direncanakan Rp34.1 T). serta memprioritaskan pemanfaatan energi terbarukan.1 Triliun): Mendukung Keterhubungan Antar Wilayah • Peningkatan kapasitas jalan Lintas Sumatera. • Peningkatan sambungan-sambungan rumah yang teraliri gas bumi melalui pipa sejumlah 16.7 T).3 T. sarana. program diversifikasi energi. atau naik lebih dari 2 kali lipat dibanding realisasi tahun 2007 (Rp150. 3.9 M. NTT. pendidikan. dan (c) rehabilitasi ruang kelas rusak SMA/SMK/MA. Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Rp34.4 T. dalam RAPBN 2013 dialokasikan anggaran Rp50.9 Triliun: Mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.1%) dari pagu APBNP 2012. • Memberikan pelayanan persalinan (Jampersal) bagi sekitar 2. •  Upaya dan langkah khusus percepatan pembangunan Papua dan Papua Barat. meningkat lebih dari 2 kali lipat dari tahun 2007 (Rp30. Membangun Infrastruktur Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Infrastruktur Perhubungan (Rp62.4 T.7 juta ibu hamil. (b) peningkatan kualitas sumber daya manusia. • Subsidi non-energi mencakup antara lain: atau meningkat hampir tiga kali lipat dari tahun 2007 (Rp23.7 Triliun Bidang Pertahanan (Rp77.8 T. • Dalam rangka mempercepat pembangunan di daerah tertinggal.l. Belanja ke daerah dalam RAPBN 2013 direncanakan mencapai Rp518. untuk mendukung program pengembangan UMKM.4 T. Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan sasaran pembangunan 110 twin block rusunawa dan rumah sejahtera yang terbangun melalui penyediaan prasarana. a. •  Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp29. dan utilitas kawasan sebanyak 65. Infrastruktur Perumahan dan Permukiman (Rp18. •  Dana Proyek Pemerintah Daerah dan Desentralisasi (P2D2) Rp81. dan utilitas kawasan sebanyak 65. disediakan untuk guru Non-Sertifikasi.0 Triliun: Meningkatkan Peranan dan Daya Dukung Belanja untuk Memacu Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas.657.5-10.000 ruang kelas rusak berat SMA/SMK/MA dan sekitar 30.9 T. juga ditujukan untuk pembentukan dana cadangan pendidikan guna mengantisipasi keperluan rehabilitasi fasilitas pendidikan yang rusak akibat bencana alam. Kalimantan. dan memberikan beasiswa prestasi bagi 220. • P  rogram pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri: Rp13.06 triliun. - Untuk menunjang pelaksanaan program. dan peningkatan produktivitas tanaman pangan terutama padi dan palawija. Sasaran utama tahun 2013 menurunkan tingkat kemiskinan menjadi sekitar 9. • Anggaran bidang pertahanan pada RAPBN 2013 direncanakan Rp77. gardu induk 4.8 Triliun) Seluruh upaya dan kebijakan afirmatif untuk mempercepat dan memperluas upaya pengurangan kemiskinan di Indonesia sejak tahun 2012 diintegrasikan ke dalam MP3KI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia). (b) pembangunan 216 Unit Sekolah Baru (USB) dan 4. serta pengadaan 92 unit lokomotif.3 T). Jawa. sejak tahun 2010. meningkat lebih dari 2 kali lipat dibanding tahun 2007 (Rp24.9 T.go.100 kecamatan. panas bumi dan energi non-BBM lainnya untuk energi pembangkit listrik.000 Saluran Rumah (SR). dan (c) subsidi non-energi Rp41. serta Penanganan Pra.9 T. (b) peningkatan pemanfaatan energi alternatif seperti Bahan Bakar Nabati (BBN) dan BBG.139.8 T.1 Triliun) Anggaran subsidi dalam RAPBN 2013 direncanakan Rp316. Dalam rangka menurunkan beban subsidi energi diupayakan penyaluran subsidi yang lebih efisien. Menteri Keuangan Republik Indonesia Informasi lebih lanjut: Biro Komunikasi dan Layanan Informasi www. dilakukan antara lain melalui strategi: (a) pengurangan angka kemiskinan. dan •  Peningkatan produktivitas lahan pertanian dan luasan areal pertanian baru melalui cetak sawah 100. • Meningkatkan jumlah Puskesmas perawatan di daerah perbatasan dan pulau-pulau kecil terluar yang berpenduduk sebanyak 91 Puskesmas. meliputi: Klaster I : Bantuan dan Perlindungan Sosial.2 T). strategis. antara lain untuk: • Meningkatkan pelayanan kesehatan dasar dan rujukan di Puskesmas dan kelas III rumah sakit Pemerintah untuk masyarakat miskin melalui program Jamkesmas bagi 86. maupun dalam rangka memperluas dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. dan tepat sasaran: • Di bidang subsidi BBM.0 T.4 Triliun. Belanja Ke Daerah Rp518. yang menjangkau sasaran 2.6 T). naik lebih dari 2 kali lipat dibanding tahun 2007 (Rp142. dalam rangka penghematan dan penurunan beban subsidi listrik akan dilakukan langkah-langkah kebijakan: (a) optimalisasi penggunaan gas. dialokasikan untuk: •  Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Rp23.2 juta siswa dan mahasiswa kurang mampu. Anggaran untuk penguatan ketahanan pangan pada RAPBN 2013 direncanakan Rp64. sarana.2 T. gangguan ketertiban. anggaran belanja negara dalam RAPBN tahun 2013 direncanakan Rp1.kemenkeu. serta (d) peningkatan pelaksanaan kebijakan keberpihakan kepada masyarakat asli Papua di beberapa perguruan tinggi unggulan di luar Papua. Infrastruktur Irigasi (Rp18. meningkat 18% dari pagu belanja subsidi dalam APBNP 2012 sebesar Rp268. serta pengembangan dan rehabilitasi sekitar 120 bandar udara.319 kms.6%. Sulawesi. untuk mengurangi kesenjangan fiskal antara pusat dan daerah. ditempuh antara lain dengan: • Melanjutkan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk membebaskan biaya pendidikan dalam rangka menuntaskan wajib belajar 9 tahun bagi sekitar 45 juta siswa SD/ Madrasah Ibtidaiyah/Salafiyah Ula dan SMP/Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Wustha. Papua Barat Rp1. dan kesejahteraan.350 ruang kelas rusak sedang SD/ MI/SMP/MTs. terutama untuk mempercepat pembangunan infrastruktur. Kesehatan Murah untuk Masyarakat (Rp50. • Penambahan jaringan gas pada empat kota.9 T. ditempuh antara lain melalui: •  Pembentukan endowment fund berupa “Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN)”.RANCANGAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN 2013 MENDORONG PERTUMBUHAN EKONOMI YANG INKLUSIF DAN BERKELANJUTAN MELALUI UPAYA PENYEHATAN APBN Pemerintah mengajukan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2013 untuk dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia BELANJA NEGARA RP1. efektif. • Memulai pelaksanaan Pendidikan Menengah Universal (PMU): - Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan yang lebih luas bagi penduduk usia 16-18 tahun untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah atas yang ditanggung bersama oleh pemerintah. dan Klaster IV : Program Pro Rakyat Melalui Penyediaan Prasarana/Sarana Murah Untuk mendukung berbagai program dan kegiatan penanggulangan kemiskinan pada MP3KI.000 unit. Dana Otonomi Khusus (Otsus) Rp13. terdiri atas: •  Dana Bagi Hasil (DBH) Rp99. •  DPPN.4 T.7 T. kereta rel disel (KRD). atau meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding tahun 2007 (Rp757. (c) pemantapan penganekaragaman pangan dan peningkatan mutu dan (b) Subsidi pupuk Rp15. selain dimaksudkan untuk menjamin keberlangsungan program pendidikan bagi generasi berikutnya (sebagai bentuk pertanggungjawaban antar generasi). Perlindungan Masyarakat. (b) peningkatan keterjangkauan harga dan Sasaran (RTS) @ 15 Kilogram per RTS selama 12 bulan. •  Khusus untuk Provinsi Papua dan Papua Barat.2 T. Anggaran tersebut dialokasikan untuk belanja pemerintah pusat Rp1. multimedia dan televisi.4 T antara lain meliputi: (a) PNPM Perdesaan: Rp9. Kabupaten. • Prioritas: Penanggulangan sumber-sumber penyebab kejahatan. •  Dana Alokasi Umum (DAU) Rp306. (a) Penyediaan beras dengan harga murah untuk rakyat miskin (Subsidi Raskin): Rp17.6 T (7.000 unit. diberikan kepada: (1) PT KAI untuk penugasan jasa angkutan KA penumpang kelas ekonomi.4 T. Meningkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Rakyat Pendidikan Murah dan Terjangkau (Rp331. dan gardu distribusi 213 MVA. dan subsidi benih Rp137. (c) Subsidi kewajiban pelayanan publik Rp2 T.2 Triliun. Saat dan Paska Bencana (Rp4 Triliun) • Dana Cadangan Penanggulangan Bencana Alam dialokasikan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi masyarakat terhadap berbagai dampak yang ditimbulkan oleh bencana alam.8 T.5 T). • Pembangunan 15 bandar udara baru. Dana Penyesuaian Rp70. • Sasaran: Menurunkan gangguan kamtibmas dan melakukan pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan baik kualitas maupun kuantitas.7 Triliun): Mendukung Ketahanan Pangan • Peningkatan luas layanan jaringan irigasi lebih dari 107.4 juta Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM). jumlah DPPN sejak tahun 2010 hingga 2012 (APBNP) mencapai Rp10. •  Dana Tunjangan Profesi Guru PNS Daerah Rp43.3 T. •  Dana Tambahan Penghasilan Guru PNS Daerah Rp2. ekonomi. meningkat hampir 2 kali lipat dari tahun 2007. serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di daerah.1 T (termasuk cadangan risiko energi Rp23 T pada belanja lain-lain).9 TRILIUN Sejalan dengan makin bertambah besarnya kemampuan penerimaan negara untuk membiayai pembangunan. naik Rp12. dengan program-program dan kegiatan penanggulangan kemiskinan.000 siswa dan mahasiswa. dialokasikan masing-masing untuk Provinsi Papua Rp4.5 triliun dalam APBNP 2012 menjadi Rp13. NTB.0 T. Prioritas alokasi anggaran.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->