Dr. Ir. Robert J. Kodoatie, M.

Eng

2012

BAB 3 PERHITUNGAN KEBUTUHAN AIR DAN KETERSEDIAAN AIR 3.1. Kebutuhan Air Untuk Irigasi Kebutuhan air irigasi adalah jumlah volume air yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan evapotranspirasi, kehilangan air, dan kebutuhan air untuk tanaman, dengan memperlihatkan jumlah air yang diberikan oleh alam melalui hujan dan kontribusi air tanah. Kebutuhan air untuk tanaman bergantung pada macam tanaman dan masa pertumbuhan sampai dipanen sehingga memberikan produksi yang optimal. Tanaman terpenting yang membutuhkan air irigasi di Indonesia adalah tanaman padi. Oleh karena itu pemberian air untuk tanaman padi menjadi suatu masalah yang terpenting disamping pemberian air pada tanaman palawija, perkiraan banyaknya kebutuhan air untuk irigasi didasarkan faktor : • Jenis tanaman • Jenis tanah • Cara pemberian air • Cara pengolahan kuantitas curah hujan • Iklim • Waktu tanam • Pemeliharaan dan eksploitasi pada bangunan. (Salamun:29,2004) 3.2. Data Hidrologi Data-data hidrologi yang dibutuhkan untuk mengetahui kebutuhan air antara lain: 1. 2. 3. 4. Curah hujan rata-rata bulanan (mm/hari) Temperatur atau suhu rata-rata bulanan ( 0C ) Kelembaban rata-rata bulanan (%) Kecepatan angin yang diukur pada ketinggian 2 meter di atas permukaan tanah. Jika kecepatan air diukur pada ketinggian 8 meter, maka harus dikonversikan sesuai dengan tabel 4, sedangkan satuannya adalah knot, maka dikonversikan ke m/d dengan mengkalikan dengan 0,515. Dengan demikian, jika dalam km/jam maka dikalikan 0,2778.

5. Penyinaran matahari dengan jangka waktu utuk pengukuran 2 jam, untuk 8 jam maka dikonversikan dengan rumus : Q12 = 0,786Qs + 3,45
1

Undayani Cita Sari Arcito Bayu Praditya Wisnu Kurnia Praja Atik Purnama Sari

21010110120023 21010110120061 21010110120070 21010110120108

Dr. Ir. Robert J. Kodoatie, M. Eng

2012

dimana Qs = penyinaran matahari dalam jangka waktu 8 jam Data-data hidrologi tersebut dapat diperoleh dari stasiun klimatologi terdekat dengan perencanaan jaringan irigasi. (Kriteria Perencanaan:79,1986) 3.3. Evaporasi Evaporasi adalah peristiwa berubahnya air menjadi uap. Jika yang menguap dari tanaman disebut transpirasi. Penguapan berlangsung terus menerus sampai kondisi udara menjadi jenuh dengan uap. Jadi penguapan ini dapat disimpulkan yaitu kejadian pada tiap keadaan suhu udara asal belum menjadi jenuh dengan uap. Kecepatan penguapan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain : - Suhu, kelembaban, tekanan udara. - Sinar matahari. - Kecepatan angin. (Salamun:30,2004) 3.3.1 Perhitungan Angka Evaporasi  Tabel 3.1 1. Baris 1 adalah data suhu udara. Contoh, untuk bulan Januari adalah 25,720C 2. Baris 2 adalah data kelembaban relatif. Contoh, untuk bulan Januari adalah 85,64% 3. Baris 3, adalah data kecepatan angin yang telah dikonversi dari ketinggian 5 meter ke 2 meter Contoh, untuk bulan Januari Kecepatan angin ketinggian 5 meter = 0,235 meter/detik Kecepatan angin ketinggian 2 meter = 0,235 x 0,877 = 0,206 meter/detik 4. Baris 4 adalah data penyinaran matahari yang telah dikonversi ke 12 jam Contoh, untuk bulan Januari Penyinaran matahari Konversi ke 12 jam = 46,067% = (0,786 x 46,067%) + 3,45 = 39,659% 5. Baris 5 adalah data letak lintang. Dalam hal ini letak lintang pada setiap bulan adalah sama yaitu 07°00'
2

Undayani Cita Sari Arcito Bayu Praditya Wisnu Kurnia Praja Atik Purnama Sari

21010110120023 21010110120061 21010110120070 21010110120108

23 mmHg 12.720C  Tabel 2  1.96 11. untuk bulan Januari L−1 x10 2 Suhu (baris 1)  Tabel 2  ∆ 25. didapat dari tabel 2 berdasarkan data suhu udara Contoh.didapat dari tabel 2 berdasarkan data suhu udara Contoh.720C  Tabel 2 2. untuk bulan Januari − 2 suhu (baris 1)  Tabel 2  f (Tai ) x10 25. M. Ir. Kodoatie.79 Maka didapat PzWa (baris 11) = (baris 2 x baris 9):100 = (85. untuk bulan Januari Kelembaban relatif (baris 2) = 85.05 8.64 x 24. Baris 12 adalah F(Tdp). Eng 2012 6. untuk bulan Januari Wa Suhu (baris 1)  Tabel 2  Pz ]Sa . didapat dari Tabel 3 berdasarkan data dari PzWa Contoh untuk bulan Januari PzWa (baris 11)  Tabel 3  F(Tdp) 3 Undayani Cita Sari Arcito Bayu Praditya Wisnu Kurnia Praja Atik Purnama Sari 21010110120023 21010110120061 21010110120070 21010110120108 .64 PzWa ]Sa (baris 9) = 24. Baris 11. Baris 10 adalah γ + ∆ .79):100 = 21.79 mmHg 10. Baris 6 adalah albedo 7. PzWa adalah (kelembaban relatif x PzWa ]Sa ) : 100 Contoh. Baris 9 adalah PzWa ]Sa . Baris 8 adalah ∆ L−1 x10 2 .720C  Tabel 2  9.52 9.Dr. 25. Robert J. Baris 7 adalah f (Tai ) x10 −2 didapat dari tabel 2 berdasarkan data suhu udara Contoh. untuk bulan Januari Suhu (baris 1)  Tabel 2  γ + ∆ 25. didapat dari tabel 2 berdasarkan data suhu udara Contoh.720C Tabel 2  24.

Eq = ( PzWa ]Sa .( Faz ) didapat dari tabel 4 berdasarkan data kecepatan angin Contoh. didapat dari tabel 5 berdasarkan data letak lintang Contoh.PzWa ) x γ.104 Contoh untuk bulan Januari ( PzWa ]Sa .79-21.23 = 3. Robert J. Baris 16 adalah Ca H sh ×10 −2 .( Faz ) .( Faz ) = 3.56 x 0.23 mmHg = PzWa ]Sa .PzWa ) x γ. untuk bulan Januari Letak lintang (baris 5)  Tabel 5  Ca H sh ×10 −2 07°00'  Tabel 5  9.56 mmHg PzWa (baris 11) Maka didapat Baris 13 14.104 = 0.( Faz ) = 3.12 4 Undayani Cita Sari Arcito Bayu Praditya Wisnu Kurnia Praja Atik Purnama Sari 21010110120023 21010110120061 21010110120070 21010110120108 .( Faz ) 0.Dr.23  Tabel 3  0. Baris 13 adalah PzWa ]Sa .PzWa = 24.104 15. Eng 2012 21.Eq didapat dari γ.56 = 0. baris 14 Maka didapat γ. Kodoatie.79 = 21.PzWa Contoh untuk bulan Januari PzWa ]Sa (baris 9) = 24.PzWa ).235  Tabel 4  0. M.135 13. Baris 14 adalah γ.Eq = ( PzWa ]Sa . untuk bulan Januari Kecepatan angin (baris 3)  Tabel 4  γ.370 16. Baris 15 adalah γ. baris 13 γ. Ir.

(penyinaran matahari :100)} Contoh untuk bulan Januari f (Tai ) x10 −2 (baris 7) = 9.(penyinaran matahari :100)} m = 9.881 20.359 = 3. baris 17 = 0.659% Penyinaran matahari (baris 4) Maka didapat − 2 m = f (Tai ) x10 x {1. didapat dari − 2 m = f (Tai ) x10 x {1. Eng 2012 17. Kodoatie.05 = 39.659% dan 07°00'  Tabel 6  0. Baris 19 adalah m.359 18. Robert J.05 x {1-(39. didapat dari tabel 6 berdasarkan data penyinaran matahari dan letak lintang Contoh untuk bulan Januari Penyinaran matahari (baris 4) dan letak lintang (baris 5) Tabel 5 AS sh × F (T ) 39.Dr.274 19. Baris 20 adalah F(m) didapat dari F(m) = 1 – (m:10) Contoh untuk bulan Januari 5 Undayani Cita Sari Arcito Bayu Praditya Wisnu Kurnia Praja Atik Purnama Sari 21010110120023 21010110120061 21010110120070 21010110120108 . M.12 AS sh × F (T ) .359 Maka didapat H 1ne = Ca H sh ×10 −2 x AS sh × F (T ) = 9.659%:100)} = 4.12 x 0. Baris 18 adalah H 1ne didapat dari Ca H sh ×10 −2 x AS sh × F (T ) H 1ne = Ca H sh ×10 −2 x AS sh × F (T ) Contoh untuk bulan Januari Ca H sh ×10 −2 .067% terletak diantara 40% dan 50% maka dilakukan interpolasi sehingga didapat 0. baris 16 = 9.359 Karena 46. Ir. Baris 17 adalah AS sh × F (T ) .

H 2 ) ∆H ne = ∆ Contoh untuk bulan Januari ∆ L−1 x10 2 (baris 8) ne H 1ne .05 = 0.52 = 2. didapat dari ne ne L−1 x10 2 x ( H 1 .881 ne 21.274 – 0. didapat dari − 2 ne H2 = f (Tai ) x10 x F(Tdp) x F(m) Contoh untuk bulan Januari f (Tai ) x10 −2 (baris 7) = 9.H 2 (baris 22) = 2.512 = 0. Baris 23 adalah ∆H ne . Kodoatie.H 2 = 3.625 ne 22.135 x 0.881:10) = 0.H 2 Contoh untuk bulan Januari H 1ne (baris 18) ne H2 (baris 21) = 3. Ir. Robert J.649 6 Maka didapat Undayani Cita Sari Arcito Bayu Praditya Wisnu Kurnia Praja Atik Purnama Sari 21010110120023 21010110120061 21010110120070 21010110120108 . Baris 22 adalah H 1ne .Dr.512 F(Tdp) F(m) (baris 12) (baris 20) Maka didapat − 2 ne H2 = f (Tai ) x10 x F(Tdp) x F(m) ne H2 = 9.625 = 2.649 23.274 = 0. Eng 2012 m (baris 19) Maka didapat F(m) = 1 – (m:10) F(m) = 1-(4. M.625 Maka didapat ne H 1ne . Baris 21 adalah H 2 .05 x 0.135 = 0.512 = 4.

52 x 2.Eq + ∆H ne ): γ. Ir.H 2 ) ∆H ne = ∆ ∆H ne = 2.649 = 6.675 24. Robert J. didapat dari Eo = ( γ.∆ = 7. Kebutuhan air untuk masa pertumbuhan 7 Undayani Cita Sari Arcito Bayu Praditya Wisnu Kurnia Praja Atik Purnama Sari 21010110120023 21010110120061 21010110120070 21010110120108 .Dr. Baris 25 adalah penguapan (Eo).∆ Contoh untuk bulan Januari γ. Eng 2012 ne ne L−1 x10 2 x ( H 1 . Perhitungan Kebutuhan Irigasi Kebutuhan irigasi pada petak sawah dapat dirumuskan sebagai berikut : Untuk masa pemeliharaan : Ir = Lp – Re Untuk masa pertumbuhan : Ir = ET – Re + P + W dengan : Ir = kebutuhan air untuk irigasi ET = evapotranspirasi P = perkolasi Re = curah hujan Lp = pengolahan tanah dan penjenuhan W = tinggi genangan air 1.96 = 3.Eq + ∆H ne ): γ.675 = 7.370 + 6.Eq + ∆H ne (baris 24) = 7.594 3.∆ (baris 10) = 1.Eq (baris 15) = 0. M. Kodoatie.045 25.4.96 Maka didapat Eo = ( γ.370 ∆H ne (baris 23) Maka didapat γ.045 γ.Eq + ∆H ne = 6. Baris 24 adalah γ.045 : 1.Eq + ∆H ne Contoh untuk bulan Januari γ.675 = 0.

g. 2004) 2. Eng 2012 • • Untuk 2 minggu ke-1 sampai minggu ke-4 dengan rumus : Ir = W+ ET + P – Re Untuk 2 minggu ke-5 sampai minggu ke-8 dengan rumus : Ir = ET + P – Re dimana: Ir W ET P Re = kebutuhan air untuk irigasi = tinggi genangan air = evapotranspirasi = perkolasi = curah hujan efektif (Salamun:29.25 • Kebutuhan air untuk saluran sekunder (Irs) = Irt x 1. M. Harga evapoorasi (Eo) dari perhitungan Penman. c. Harga curah hujan 20% kering didapat sesuai dengan perhitunagan curah hujan efektif diatas. dimana koefisien tanaman diperoleh dari tabel dengan pendekatan metode prosida f.166 sebagai konversi dari mm/hari menjadi lt/d/ha (lr). pengolahan tanah dari Zylstra (lampiran). • Lama pengolahan tanah ditetapkan 30 hari. dimana faktor diperoleh dari tabel 3 untuk kondisi golongan (lampiran). Kebutuhan air untuk penjenuhan. Harga perkolasi ditetapkan 1 mm/hari karena daerah cenderung datar.5 bulan. Kebutuhan air untuk irigasi a. d. • Harga Eo dan P harga yang ditetapkan atau didapat dari tabel Zylstra (lampiran) dimasukan dalam baris 4. e. • Kebutuhan air untuk saluran tersier (Irt) = Ir x 1. data yang diperlukan : • Jumlah penjenuhan sebesar 200 mm dengan anggapan bahwa tanah belum mengalami perubahan lebih dari 2.Dr. Besarnya kehilangan air selama penyaluran diperhitungkan untuk tiaptiap saluran : • Kebutuhan air dikalikan 0. Kodoatie. Curah hujan efektif (Re) = hujan 20% kering x faktor hujan (fn). b. Robert J.15 • Kebutuhan air untuk saluran primer (Irp) = Irs x 1.10 8 Undayani Cita Sari Arcito Bayu Praditya Wisnu Kurnia Praja Atik Purnama Sari 21010110120023 21010110120061 21010110120070 21010110120108 . Ir. Evapotranspirasi (ET) = evaporasi x koefisien tanaman (kc).

Robert J. Eng 2012 h. M. Tekstur berat (lempungan) 2.1. 3. Ir. Dalam hal ini dihitung hujan bulanan dengan 20% kering dihitung dari data hujan dengan pendistribusi normal: Xt = X + k x σ dimana: Xt = besarnya hujan pada periode tertentu k = rata-rata hujan X = faktor frekuensi σ = standar deviasi (Salamun:51.Dr. sekunder dan tersier diplot pada jadwal rencana pengolahan tanah dan pertumbuhan padi.4. Hasil perhitungan kebutuhan air pada saluran primer. Hujan Efektif (Re) Hujan efektif adalah curah hujan yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman untuk memnuhi kebutuhan air (evapotranspirasi). Perkolasi (P) Banyaknya air untuk perkolasi tergantung dari prositas tanah. Perkiraan perkolasi didasarkan pada hasil percobaan lapangan. Tekstur ringan (pasiran) (Salamun:49. Angka kebutuhan air untuk masing-masing saluran ditetapkan berdasarkan angka terbesar dari rata-rata kebutuhan air dari sistem saluran. 2004) 2.2. dalam hal ini tidak diadakan percobaan lapangan. Tekstur sedang (lempung pasiran) 3.4. Untuk menentukan 9 = 1 mm/hari = 5 mm/hari = 1-2 mm/hari = 2-3 mm/hari = 3-6 mm/hari Undayani Cita Sari Arcito Bayu Praditya Wisnu Kurnia Praja Atik Purnama Sari 21010110120023 21010110120061 21010110120070 21010110120108 . 2004) 3. Perkiraan untuk perkolasi adalahn sebagai berikut: Lahan datar (dataran rendah) digunakan Lahan dengan kemiringan > 5% Menurut tekstur tanah di lapangan: 1. Kodoatie. Curah Hujan Efektif (Rh) 1. i. Curah Hujan Rata-rata Bulanan Dalam memperoleh data hujan rata-rata bulanan didasarkan pada perencanaan di lapangan dan penakar hujan.

Untuk irigasi dengan golongan. • Hujan efektif untuk tanaman padi Menurut pedoman PSA010 besarnya hujan efektif direkomendasikan sebagai berikut: a. Robert J. b. (Salamun:53. c. Jenis tanaman dan tingkat ketahanan tanaman terhadap kekurangan air. Untuk menghitung evapotranspirasi dalam tugas ini digunakan metode Penman. mengingat masih kompleks masalh ini. besarnya 70% dari hujan bulanan dengan 20% kering selama pengolahan tanah selama 30 hari. pemberian air dapat diatur dengan baik. atau petak bagian atas dapat secara langsung member air pada petak di bawahnya. d. f.3. c. Besarnya tergantung dari : a. b. 70% hujan bulanan dengan 20% kering selama masa pengolahan tanah. Untuk pengambilan di bendung. Laju pengeringan air genangan di persawahan yang harus ditanggualangi. Ir. e. Untuk irigasi dengan waduk. Kodoatie. 40% dari hujan bulanan dengan 50% kering selama masa pertumbuhan padi. Pemberian air ke petak. 70% kering dari hujan bulanan dengan 20% kering untuk masa pertumbuhan tanaman. Cara pemberian air irigasi misal rotasi atau penggenangan terus menerus atau berulang. apakah setiap sadapnya hanya memenuhi setiap petak atau sejumlah petak. 10 Undayani Cita Sari Arcito Bayu Praditya Wisnu Kurnia Praja Atik Purnama Sari 21010110120023 21010110120061 21010110120070 21010110120108 . M. 2004) 3. Eng 2012 besarnya hujan efektif sebenarnya masih banyak pendapat yang berbedabeda. Sifat hujan.Dr. 60% hujan bulanan dengan 20% kering selaman masa pengolahan tanah. Untuk irigasi dengan tanah - d. Keadaan lapisan air yang harus dipertahankan.4. faktornya dapat dilihat dalam tabel 1 c. Evapotranspirasi (ET) Banyaknya air untuk evapotranspirasi dapat diperkirakan dengan cara Hargreaves atau Penman.

5. Kodoatie.892 mm/hari.6 mm/hari 6. Contoh untuk bulan Januari adalah 3. 2. Baris 6 kolom 3 adalah koefisien tanaman didapat dari tabel 1b.Dr.1 kolom 3) = 0.594 + 1 = 4.1 kolom 3) = 1. Robert J. didapat Re = 8.20 Undayani Cita Sari Arcito Bayu Praditya Wisnu Kurnia Praja Atik Purnama Sari 21010110120023 21010110120061 21010110120070 21010110120108 . Nilai Evapotranspirasi = Eo x Kc Contoh untuk bulan Januari : nilai Eo (Baris 1 kolom 5) = 3. Baris 1 sesuai dengan hasil baris 25 (Eo) dari metode Penman.18 = 1. Eng 2012 Perhitungan menurut Penman: ET = Eo x Kc dimana: ET = Evapotranspirasi Eo = Evaporasi Kc = Koefisien tanaman 3. Baris 2 merupakan nilai perkolasi. Baris 4 adalah nilai hujan rata-rata dari perhitungan data curah hujan (tabel 2.18 maka. Perhitungan Kebutuhan Air Tanaman  Tabel 3. nilai perkolasi = 1 mm/hari 3.594 mm/hari.1) Contoh untuk bulan Januari adalah 8.2 1. Untuk lahan datar atau dataran rendah. M.892 x 0. Baris 5 kolom 3 adalah perhitungan hujan efektif dengan faktor hujan menggunakan tabel 1c (2 golongan) Nilai hujan efektif (Re) = Rh x Fh Contoh untuk bulan Januari : nilai RH (baris 4 kolom 5) = 8.594 11 = 3.5.594mm/hari 4. Ir.892 nilai FH (baris 5. didapat Eo + P = 3. Baris 3 = Eo + P Contoh untuk bulan Januari : Eo (baris 1) P (baris 2) maka.594 mm/hari = 1 mm/hari nilai Kc ( baris 6.

2 menghitung kebutuhan air pada petak sawah (A) Undayani Cita Sari Arcito Bayu Praditya Wisnu Kurnia Praja Atik Purnama Sari 21010110120023 21010110120061 21010110120070 21010110120108 . Baris 7 adalah pengolahan tanah untuk tanaman padi • Baris 7.5 menghitung kebutuhan air pada saluran sekunder (D) D = C x 1.Dr. Ir.313 mm/hari 7.88 liter/detik/ha • Baris 7.23 • Baris 7.6 = 7.1 12 (tabel Zylstra) (tabel Zylstra) LP 9.3 mengkonversi satuan LP dari mm/hari menjadi liter/detik/ha (B) B = A x 0.11 liter/detik/ha • Baris 7. Kodoatie.15 dengan : 1.25 dengan : 1.11 x 1.1 adalah LP (Land Preparation) yang didapat dari tabel Zylstra.28 liter/detik/ha • Baris 7.25 = angka koefisiean saluran tersier Contoh : C = 0. M.15 = 1.116 = 7.116 = 0.63 mm/hari • Baris 7. didapat nilai Et = 3.6 (baris 6.88 x 1.20 = 4.23 – 1.594 x1.15 = angka koefisien saluran sekunder Contoh : D = 1.1) Ir = 9.594 Ir = A = LP – Re Contoh untuk bulan Januari dengan Re1 = 1. Robert J.4 menghitung kebutuhan air pada saluran tersier (C) C = B x1.63 x 0.25 = 1. Contoh untuk bulan Januari: Eo+P 4.6 menghitung kebutuhan air pada saluran primer (E) E = D x1. Eng 2012 maka.

713 liter/detik/ha 9.28 x 1.44 liter/detik/ha • Baris 9.333 .Dr.25 = angka koefisiean saluran tersier Contoh : C = 0. Re yang dipakai adalah Re pada baris 5. Ir.54 liter/detik/ha 13 Undayani Cita Sari Arcito Bayu Praditya Wisnu Kurnia Praja Atik Purnama Sari 21010110120023 21010110120061 21010110120070 21010110120108 .25 dengan : 1.3 kolom 5) Maka didapat Ir = 4.313 + 1. Eng 2012 dengan : 1.2 mengkonversi satuan LP dari mm/hari menjadi liter/detik/ha (B) B = A x 0.76 x 0.25 = 0.116 = 3.892 x 0.1 kolom 5) P = 1.713 = 3.313 (baris 6.116 = 0.44 x 1.1 = angka koefisiean saluran primer Contoh : E = 1. Kodoatie.3333 Re = 4. Namun.Re dengan : Et = Et1 Re =Re3 Contoh untuk bulan Januari Et = 4.1 adalah menghitung kebutuhan pada petak sawah (A) Ir = A = Et + P + W.3 menghitung kebutuhan air pada saluran tersier (C) C = B x1.53 = 4. Perhitungan pada baris 8 seperti baris 7. Baris 9 adalah menghitung kebutuhan air pada saat pertumbuhan tanaman. M.2 kolom 5 Contoh untuk bulan Januari 8.890 (baris 5. • Baris 9.00 + 3.00 (kolom 5) W = 3.76 mm/hari • Baris 9.1 = 1.41 liter/detik/ha 8. Robert J.4.

15 = 0. Dan perhitungan Ir menggunakan tinggi genangan air (W). M. yaitu tidak ditanami jadi kebutuhan air tidak ada.5 menghitung kebutuhan air pada saluran primer (E) E = D x1.63 x 1. Robert J.3 Contoh pada golongan 1 (dimulai pada akhir Oktober) Contoh Bero • Saluran Tersier Oktober awal adalah bero. Ir.Dr. Baris 13 sampai baris 16.1 = 0.15 dengan : 1.6 Perhitungan Pola Tanam  Tabel 3.Re yang yang yang yang tidak 3.69 liter/detik/ha 10. Namun. 11. • Saluran Sekunder Oktober awal adalah bero. yaitu tidak ditanami jadi kebutuhan air tidak ada • Saluran Primer Oktober awal adalah bero. sehingga rumusnya menjadi : Ir = Et + P . Namun. Sedangkan Re digunakan adalah Ren+1 dengan n dimulai dari 3.63 liter/detik/ha • Baris 9. Kodoatie.15 = angka koefisiean saluran sekunder Contoh : D = 0.4 menghitung kebutuhan air pada saluran sekunder (D) D = C x 1. Eng 2012 • Baris 9.54 x 1. Sedangkan Re digunakan adalah Ren+1 dengan n dimulai dari 3. Et digunakan adalah Etn+1 dengan n dimulai dari 1. yaitu tidak ditanami jadi kebutuhan air tidak ada Contoh Penyiapan Lahan • Saluran Tersier 14 Undayani Cita Sari Arcito Bayu Praditya Wisnu Kurnia Praja Atik Purnama Sari 21010110120023 21010110120061 21010110120070 21010110120108 . perhitungan seperti baris 9.1 dengan : 1. perhitungan seperti baris 9.1 = angka koefisiean saluran primer Contoh : E = 0. Et digunakan adalah Etn+1 dengan n dimulai dari 1. Baris 10 sampai baris 12.

2 baris 9.3 kolom 14) • Saluran Sekunder November akhir adalah pertumbuhan tanaman pertama. maka didapat kebutuhan air = 1.4 kolom 14) • Saluran Primer November akhir adalah pertumbuhan tanaman pertama.15 lt/dt/ha Saluran tersier golongan II = 1.2 baris 7.27 lt/dt/ha 15 Undayani Cita Sari Arcito Bayu Praditya Wisnu Kurnia Praja Atik Purnama Sari 21010110120023 21010110120061 21010110120070 21010110120108 . maka didapat kebutuhan air = 1.2 baris 9.54 liter/detik/ha (dari tabel 3.70 liter/detik/ha (dari tabel 3. maka didapat kebutuhan air = 1. maka didapat kebutuhan air = 1. Robert J.2 baris 7. Perhitungan angka kebutuhan air rata-rata • Saluran tersier Contoh untuk bulan Novermber akhir Saluran tersier golongan I = 1.34 liter/detik/ha (dari tabel 3. Namun. maka didapat kebutuhan air = 1. maka didapat kebutuhan air = 1.21 liter/detik/ha (dari tabel 3. penyiapan lahannya dimulai pada awal November.33 liter/detik/ha (dari tabel 3.4 kolom 14) • Saluran Primer Oktober akhir dimulai penanaman (penyiapan lahan pertama).2 baris 7.5 kolom 14) Contoh Pertumbuhan Tanaman • Saluran Tersier November akhir adalah pertumbuhan tanaman pertama. Kodoatie.5 kolom 14) Perhitungan pada golongan II seperti golongan I.3 kolom 14) • Saluran Sekunder Oktober akhir dimulai penanaman (penyiapan lahan pertama). Ir. Eng 2012 Oktober akhir dimulai penanaman (penyiapan lahan pertama).Dr.05 liter/detik/ha (dari tabel 3.2 baris 9. M.

Dr. diperlukan pengetahuan yang luas mengenai daerah aliran sungai dan pengalaman yang cukup dengan model neraca air dari Dr. metode Neraca yang dugunakan untuk mencari debit andalan.Mock. Stasiun curah hujan yang dipakai adalah stasiun yang dianggap mewakili kondisi hujan di daerah tersebut. untuk menilai tersedianya air berkenaan dengan kebutuhan pengambilan (diversion requirement). kebutuhan air rata-rata saluran tersier = lt/dt/ha 1. Perbedaan antara curah hujan dan evapotranspirasi mengakibatkan limpasan air hujan langsung (direct run off). 3. Memberikan harga-harga yang benar untuk parameter ini merupakan kesulitan utama.1.6 Debit Andalan Debit andalan pada umumnya dianalisis sebagai debit rata – rata untuk periode tengah-bulanan. Data Curah Hujan Data curah hujan yang digunakan adalah curah hujan 10 harian.2. 1986) 3. evapotranspirasi. Kodoatie. aliran dasar/air tanah dan limpasan air hujan lebat (storm run off). apabila data hidrologi tidak ada maka perlu ada suatu metode lain sebagai pembanding. dan karakteristik hidrologi daerah pengaliran sungai. Dengan menggunakan model neraca air (water balance) harga-harga debit bulanan dapat dihitung dari curah hujan bulanan. Kemudian cari kebutuhan rata-rata maksimum pada setiap saluran. Untuk mendapatkan hasil-hasil yang dapat diandalkan. Kemungkinan tak terpenuhi ditetapkan 20% (kering).6. Namun.15 +1.27 = 1. Evapotranspirasi Terbatas (Et) 16 Undayani Cita Sari Arcito Bayu Praditya Wisnu Kurnia Praja Atik Purnama Sari 21010110120023 21010110120061 21010110120070 21010110120108 . Debit-debit ini dituliskan lewat persamaanpersamaan dengan parameter daerah aliran sungai yang disederhanakan. evapotranspirasi. Model neraca air Dr. Curah hujan rata-rata bulanan di daerah aliran sungai dihitung dari data pengukuran curah hujan dan evapotranspirasi yang sebenarnya di daerah aliran sungai dari data meteorologi (rumus Penman) dan karakteristik vegetasi. Metode Mock memperhitungkan data curah hujan. Robert J. Dalam menghitung debit andalan harus mempertimbangkan air yang diperlukan di di hilir pengambilan.6. Ir.Mock memberikan metode penghitungan yang relatif sederhana untuk bermacam-macam komponen berdasarkan hasil riset daerah aliran sungai di seluruh Indonesia. 3. Hubungan antara komponen-komponen terdahulu akan bervariasi untuk tiap daerah aliran sungai. kelembapan tanah dan tampungan air tanah. Eng 2012 maka.21 2 Pada saluran sekunder dan primer tahapnya sama seperti saluran tersier.(Kriteria Perencanaan:89. M.

4. Exposed surface (m%) ditaksir berdasarkan peta tata guna lahan atau dengan asumsi: m = 0% untuk lahan dengan hutan lebat m = 0% pada akhir musim hujan dan bertambah 10% setiap bulan kering untuk lahan sekunder. Jumlah hari hujan (n) 3. m = 20% . Untuk menghitung evapotranspirasi terbatas diperlukan data: 1. Eng 2012 Evapotranspirasi terbatas adalah evapotranspirasi aktual dengan mempertimbangkan kondisi vegetasi dan permukaan tanah serta frekuensi curah hujan.6. m = 10% . Jumlah permukaan kering 10 harian (d) dihitung dengan asumsi bahwa tanah dalam suatu hari hanya mampu menahan air 12 mm dan selalu menguap sebesar 4 mm. Curah hujan 10 harian (P) 2. Dalam perhitungan ini nilai SM diambil antara 50 mm sampai dengan 200 mm. Besarnya SM untuk perhitungan ketersediaan air ini diperkirakan berdasarkan kondisi porositas lapisan tanah permukaan dari DPS.40% untuk lahan yang tererosi. 4. Semakin besar porositas tanah akan semakin besar pula SMC yang ada. Robert J. Ir. (Kriteria Perencanaan:107. 1986) 17 Undayani Cita Sari Arcito Bayu Praditya Wisnu Kurnia Praja Atik Purnama Sari 21010110120023 21010110120061 21010110120070 21010110120108 . Kodoatie.3.Dr.6.50% untuk lahan pertanian yang diolah. 3. Secara matematis evapotranspirasi terbatas dirumuskan sebagai berikut: Dengan: E Et Ep m n = Beda antara evapotranspirasi potensial dengan evapotranspirasi terbatas (mm) = Evapotranspirasi terbatas (mm) = Evapotranspirasi potensial (mm) = singkapan lahan (Exposed surface) = jumlah hari hujan 3. Luas Daerah Pengaliran Semakin besar daerah pengaliran dari suatu aliran kemungkinan akan semakin besar pula ketersediaan debitnya. Kapasitas Kelembaban Tanah (SM) Soil Moisture Capacity adalah kapasitas kandungan air pada lapisan tanah permukaan (surface soil) per m2. M.

3.6. besarnya nilai k didapat dengan cara coba-coba sehingga dapat dihasilkan aliran seperti yang diharapkan. Aliran Sungai Aliran Dasar Aliran permukaan Aliran sungai 18 Undayani Cita Sari Arcito Bayu Praditya Wisnu Kurnia Praja Atik Purnama Sari 21010110120023 21010110120061 21010110120070 21010110120108 . Penyimpangan air tanah (Ground Water Storage) Penyimpangan air tanah besarnya tergantung dari kondisi geologi setempat dan waktu. 3. Faktor Resesi Aliran Tanah (k) Faktor Resesi adalah perbandingan antara aliran air tanah pada bulan ke n dengan aliran air tanah pada awal bulan tersebut.6.6.5.Dr. Aliran dan Penyimpangan Air Tanah (run off dan Ground water storage) Nilai run off dan ground water tergantung dari keseimbangan air dan kondisi tanahnya. Lahan DPS yang porus memiliki koefisien infiltrasi yang besar. Ir.7. Persamaan yang digunakan dalam perhitungan penyimpanan air tanah adalah sebagai berikut: Vn = k x Vn-1 + 0. Robert J.Vn-1 Dimana: Vn qt qo Vn = Volume air tanah periode ke n = aliran air tanah pada waktu periode ke t = aliran air tanah pada awal periode (periode ke 0) = perubahan volume aliran air tanah = Infiltrasi – Perubahan aliran air dalam tanah = volume air lebih – infiltrasi = aliran permukaan + aliran dasar k = qt/qo = faktor resesi aliran tanah Vn-1= volume air tanah periode ke (n-1) 3. Sebagai permulaan dari simulasi harus ditentukan penyimpanan awal (initial storage) terlebih dahulu.8. M.5 (1 + k) I Vn = Vn . Dalam perhitungan ketersediaan air metode FJ Mock.6.6. Eng 2012 3.9. Kodoatie. Faktor resesi aliran tanah dipengaruhi oleh sifat geologi DPS.6. Koefisien Infiltrasi Koefisien nilai infiltrasi diperkirakan berdasarkan kondisi porositas tanah dan kemiringan DPS. Batasan koefisien infiltrasi adalah 0 – 1. 3.

3. aliran dalam tanah (interflow) dan aliran tanah (base flow). Baris 3 adalah evaporasi potensial harian rata-rata bulanan. dari tahun 2002 tahun 2011 Contoh untuk bulan Januari adalah 28 hari 3. Eng 2012 Air yang mengalir di sungai merupakan jumlah dari aliran langsung (direct run off). 1986) 3. 5. Robert J. Baris kelima adalah nilai E: Ep E : Ep = {(m:20) x (18-n)} 19 Angka evaporasi bulanan (Ep)= 3.594 mm/hari Jumlah hari = 31 hari =111. M.7 Perhitungan Debit Andalan dan Neraca Air (Tabel 3. Neraca Air Neraca air adalah keseimbangan antara air yang dibutuhkan dengan debit yang ada. Besarnya masing-masing aliran tersebut adalah: • Interflow = infiltrasi – volume air tanah • • • Direct run off = water surplus – infiltrasi Base flow = aliran yang selalu ada sepanjang tahun Run off = interflow + direct run off + base flow.4) 1.1) dikalikan jumlah hari setiap bulan Contoh untuk bulan januari : angka evaporasi = 3. Baris 4 adalah expose surface (m) Untuk lahan pertanian yang diolah m = 30%-50% (Sumber ). (Kriteria Perencanaan:110. Ir. Baris 1 adalah data curah hujan maksimum setiap bulan. diperoleh dari hasil perhitungan penman (tabel 3.10. Maka expose surface atau persen tata guna lahan untuk setiap bulan diambil nilai tengahnya yaitu 40%. Kodoatie.Dr.4mm/bulan 4.6. dan ditampilkan dalam bentuk grafik.594 x 31 Undayani Cita Sari Arcito Bayu Praditya Wisnu Kurnia Praja Atik Purnama Sari 21010110120023 21010110120061 21010110120070 21010110120108 . Baris 2 adalah jumlah hari hujan maksimum setiap bulan. dari tahun 2002 tahun 2011 Contoh untuk bulan Januari adalah 582 mm 2.

Robert J. Ir. M. Kodoatie.20 6.4 x (– 20)/100 = -22.28 7.4 mm/bulan = . Eng 2012 dimana : m = expose surface n = jumlah hari hujan setiap bulan Contoh untuk bulan Januari m = 40 n = 28 (m:20) x (18-n) = (40 :20) x 18-24) = .4 mm/bulan E (baris 6) = -22. Baris 6 adalah evaporasi (E) atau penguapan dari permukaan tanah E = Ep x {(m:20) x (18-n)}/100 Contoh untuk bulan Januari Ep (baris 3) (m:20) x (18-n) (baris 5) Maka didapat E = Ep x {(m:20) x (18-n)}/100 = 111. Et = Ep – E dimana : Et = evapotranspirasi terbatas Ep= evaporasi harian rata-rata tiap bulan E = evaporasi Contoh untuk bulan Januari Ep (baris 3) = 111.20 Maka didapat : Undayani Cita Sari Arcito Bayu Praditya Wisnu Kurnia Praja Atik Purnama Sari 21010110120023 21010110120061 21010110120070 21010110120108 . Baris 7 adalah evapotranspirasi terbatas (Et) adalah evapotranspirasi aktual dengan mempertimbangkan kondisi vegetasi dan permukaan tanah serta frekuensi curah hujan.28 20 Maka didapat : = 111.Dr.

71 Contoh untuk bulan Januari 21 Undayani Cita Sari Arcito Bayu Praditya Wisnu Kurnia Praja Atik Purnama Sari 21010110120023 21010110120061 21010110120070 21010110120108 .Oleh karena itu diambil soil storage sama dengan 0 10. Menurut KP-01.4 .71 = 448. 11. Diambil soil storage = 0 karena permukaan air tanah terletak jauh dibawah permukaan tanah sehingga pada saat kita menanam padi. Ir. Eng 2012 Et = Ep – E = 111. Baris 8 adalah curah hujan yang mencapai muka tanah (S) S = R – Et dimana : R Et R (baris 1) Et (baris 7) Maka didapat S = R – Et = 582 . Semakin besar SM maka porositas semakin besar. Kodoatie. Robert J. Baris 9 adalah Soil Storage Soil storage atau penyimpanan air tanah / perubahan kandungan air tanah.(-22. karena itu diambil nilai SM minimum yaitu 50 mm karena tanaman padi tidak boleh memiliki porositas yang besar.Dr.28) = 133. M.29 =0 = curah hujan = evapotranspirasi terbatas = 582 mm = 133.29 9. Baris 11 adalah water surplus atau keseimbangan air dalam tanah Water surplus = S – Soil Storage Contoh untuk bulan Januari S (baris 8) Soil Storage (baris 9) = 448. soil moisture adalah antara 50-200 mm.133. Baris 10 adalah Soil Moisture (SM) Soil Moisture Capacity adalah kelembaban tanah.71 8. air tanah tersebut tidak tercampur dengan air permukaan .

Nilai k didapat dengan cara coba-coba sehingga mendapat Q yang diharapkan.15) 22 Undayani Cita Sari Arcito Bayu Praditya Wisnu Kurnia Praja Atik Purnama Sari 21010110120023 21010110120061 21010110120070 21010110120108 .29 X 0.2 karena pada penanaman padi diperlukan porositas yang rendah. Baris 13 adalah Total volume penyimpanan air tanah 0.66 (1 + 0.5 x 89. Eng 2012 Maka didapat Water surplus = S – Soil Storage = 448.0 = 448. Kodoatie. Baris 12 adalah infiltrasi. Menurut FJ Mock. Ir.15 Contoh untuk bulan Januari I k = 89.2 = 89.Dr.66 13. k = 0.5 x I ( 1 + k) = 0.29 . Robert J.29 Koefisien infiltrasi Maka didapat Infiltrasi = Water Surplus x I = 448.5 x I ( 1 + k) Dimana : I k = Infiltrasi = faktor resesi aliran tanah = 0. M.29 12.15 0.66 = 0. yaitu proses masuknya air ke permukaan tanah akibat gaya berat Infiltrasi dimana : Menurut KP koefisien infiltrasi dibatasi antara 0 -1.2 = Water Surplus x koefisien infiltrasi Faktor resesi aliran tanah yaitu perbandingan antar aliran tanah pada bulan ke-n dengan aliran tanah pada bulan tersebut. digunakan 0. Contoh untuk bulan Januari Water surplus (baris 11) = 448.

5 x I ( 1 + k)}+ {k x V ( n .55 = 8.87 -56.V ( n .1 Contoh untuk bulan Februari Vn (februari) V ( n – 1) (januari) ∆Vn = 47.55 = 0.55 = 51.48 15.55 + 5 = 56.55 14.1) diambil dari bulan sebelumnya Contoh utnuk bulan Februari k V ( n .1) Contoh untuk bulan Januari 0.1) k x V ( n .5 x I ( 1 + k)}+ {k x V ( n . Baris 15 adalah Storage Volume. Kodoatie.∆Vn Contoh untuk bulan januari 23 Undayani Cita Sari Arcito Bayu Praditya Wisnu Kurnia Praja Atik Purnama Sari 21010110120023 21010110120061 21010110120070 21010110120108 .1) Dimana : V = Volume V ( n .5 x I ( 1 + k) (baris 13) k x V ( n .87 = 56. Baris 16 adalah Perubahan volume aliran dalam tanah ∆Vn ∆Vn = Vn .15 x 56.1) (baris 14) Maka didapat Vn = {0. yaitu volume penyimpanan air tanah Vn = {0.Dr.55 =5 17. Eng 2012 = 51.1) = 0. Ir.55 16. M. Baris 14 adalah Penyimpanan volume air tanah awal terkoreksi k x V ( n .15 = 56.1)} = 51.55 = 47. Baris 17 adalah baseflow (BF) BF = I . Robert J.

Baris 18 adalah Direct Run off (DRO) DRO = Water surplus – I Contoh untuk bulan januari Water surplus I (infiltrasi) DRO RO = BF+ DRO Contoh untuk bulan Januari BF RO = 79.66+ 358.29 = 32 = 438.66 -10 = 79.29 + 89. M.66 = 79.66 =358.63 19. Eng 2012 I BF = 89.025 ×10 36 x 24 x31 = 7.Dr. Baris 22 adalah konversi debit sungai yang mengalir dari satuan m3/bulan ke mm/detik Q ( m 3 / bulan ) ×10 Q (mm/detik) = 36 x 24 x jumlah hari Contoh untuk bulan Januari Q (m3/bulan) =14.06 mm/detik 24 Undayani Cita Sari Arcito Bayu Praditya Wisnu Kurnia Praja Atik Purnama Sari 21010110120023 21010110120061 21010110120070 21010110120108 . Baris 19 adalah Run off (RO) 22.66 ∆Vn = 10 18.66 = 89.025 = 448.29 x 32 = 14. Robert J.63 = 438.29 = 89. Ir.29 DRO = 358. dalam satuan m3/bulan Q = Run off x Luas DAS Contoh untuk bulan Januari Run off Luas DAS Q = 438.63 20.66 = 448.025 Jumlah hari = 31 Q (mm/detik) = 14. Kodoatie. Baris 20 luas daerah alirasn sungai (DAS) 21. Baris 21 adalah debit sungai yang mengalir .

Perhitungan Neraca Air • Debit tersedia Contoh pada bulan Oktober I didapat 6. Ir. M.70 = 3. Pada bulan Oktober II angka yang di dapat sama dengan bulan Oktober I.7 liter/detik yang diperoleh dari tabel pola tanam (tabel 3.Dr. Pada bulan Oktober II angka 1. yang di peroleh dari tabel debit andalan (tabel 3.3).7 ha 25 Undayani Cita Sari Arcito Bayu Praditya Wisnu Kurnia Praja Atik Purnama Sari 21010110120023 21010110120061 21010110120070 21010110120108 . Eng 2012 3.00 liter/detik/ha yang di peroleh dari tabel pola tanam (tabel 3.8.216 liter/detik.216 : 1. karena perhitungan debit andalan dihitung setiap bulan • Kebutuhan air Contoh pada bulan Oktober I didapat 0. Robert J. Kodoatie.3) • Areal Terairi Luas Areal teraliri Contoh pada bulan Oktober II = Debit Tersedia Kebutuhan Air = 6.4).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful