SALINAN

KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR : 115 TAHUN 2003 TENTANG PEDOMAN PENENTUAN STATUS MUTU AIR MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,

Menimbang

:

bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 14 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air maka dipandang perlu menetapkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air; 1. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3699); Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3839); Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3838); Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi Sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3952);

Mengingat

:

2.

3.

4.

4. Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 153, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4161);

1

sungai. Susunan Organisasi. Tugas.5. MEMUTUSKAN: Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP TENTANG PEDOMAN PENENTUAN STATUS MUTU AIR. Pasal 3 (1) Apabila timbul kebutuhan untuk menggunakan metoda lain yang juga berdasarkan kaidah ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menyesuaikan dengan situasi dan kondisi serta kapasitas daerah. danau. Pasal 2 (1) Penentuan status mutu air dapat menggunakan Metoda STORET atau Metoda Indeks Pencemaran. Dan Tata Kerja Menteri Negara. maka c. mata air. dan muara. b. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2002 tentang Perubahan Atas Keputusan Presiden Nomor 101 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Sumber air adalah wadah air yang terdapat di atas dan di bawah permukaan tanah. Pasal 1 Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan : a. Fungsi. situ. Status mutu air adalah tingkat kondisi mutu air yang menunjukkan kondisi cemar atau kondisi baik pada suatu sumber air dalam waktu tertentu dengan membandingkan dengan baku mutu air yang ditetapkan. Mutu air adalah kondisi kualitas air yang diukur dan atau diuji berdasarkan parameter-parameter tertentu dan metode tertentu berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2 . termasuk dalam pengertian ini akuifer. (2) Pedoman untuk menentukan status mutu air dengan Metoda STORET dilakukan sesuai dengan pedoman pada Lampiran I Keputusan ini. Kewenangan. rawa. waduk. (3) Pedoman untuk menentukan status mutu air dengan Metoda Indeks Pencemaran dilakukan sesuai dengan pedoman pada Lampiran II Keputusan ini.

(2) Metoda sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) digunakan setelah mendapat rekomendasi dari instansi yang bertanggung jawab di bidang pengelolaan lingkungan hidup dan pengendalian dampak lingkungan. Salinan sesuai dengan aslinya Deputi MENLH Bidang Kebijakan dan Kelembagaan Lingkungan Hidup. MPA 3 . Ditetapkan di : Jakarta pada tanggal : 10 Juli 2003 Menteri Negara Lingkungan Hidup.dapat digunakan metoda di luar metoda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2. Pasal 6 Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Pasal 5 Pada saat berlakunya Keputusan ini semua peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan status mutu air yang telah ada tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Keputusan ini. Pasal 4 Dalam jangka waktu selambat-lambatnya 1 (satu) tahun sejak ditetapkan Keputusan ini. MPA. MSM. ttd Nabiel Makarim. status mutu air yang telah ditetapkan sebelumnya wajib disesuaikan dengan ketentuan dalam Keputusan ini. Hoetomo.

Lampiran I Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup. skor = 0 (2) Kelas B : baik. 4 . skor ≥ -31 Æ memenuhi baku mutu Æ cemar ringan (3) Kelas C : sedang. skor = -1 s/d -10 (4) Kelas D : buruk. Nomor : 115 Tahun 2003 Tanggal: 10 Juli 2003 PENENTUAN STATUS MUTU AIR DENGAN METODA STORET I. Dengan metoda STORET ini dapat diketahui parameter-parameter yang telah memenuhi atau melampaui baku mutu air. Prosedur Penggunaan Penentuan status mutu air dengan menggunakan metoda STORET dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Secara prinsip metoda STORET adalah membandingkan antara data kualitas air dengan baku mutu air yang disesuaikan dengan peruntukannya guna menentukan status mutu air. yaitu : (1) Kelas A : baik sekali. Lakukan pengumpulan data kualitas air dan debit air secara periodik sehingga membentuk data dari waktu ke waktu (time series data). 2. Uraian Metoda STORET Metoda STORET merupakan salah satu metoda untuk menentukan status mutu air yang umum digunakan. Bandingkan data hasil pengukuran dari masing-masing parameter air dengan nilai baku mutu yang sesuai dengan kelas air. skor = -11 s/d -30 Æ cemar sedang Æ cemar berat II. Cara untuk menentukan status mutu air adalah dengan menggunakan sistem nilai dari “US-EPA (Environmental Protection Agency)” dengan mengklasifikasikan mutu air dalam empat kelas.

2. Pada tabel ini tidak diberikan data lengkap hasil analisa di sungai Ciliwung. maka diberi skor : Tabel 1. Data diambil dari sungai Ciliwung pada stasiun 1. dapat dilihat pada contoh berikut ini. merupakan contoh penerapan penentuan kualitas air menurut metoda STORET yang dilakukan oleh Unpad. maka gunakan skor untuk parameter kimia. Penentuan sistem nilai untuk menentukan status mutu air Nilai Parameter Jumlah contoh1) Fisika Kimia Biologi -3 -2 -1 < 10 Maksimum -3 -2 -1 Minimum -9 -6 -3 Rata-rata -6 -4 -2 ≥ 10 Maksimum -6 -4 -2 Minimum -18 -12 -6 Rata-rata Sumber : Canter (1977) Catatan : 1) jumlah parameter yang digunakan untuk penentuan status mutu air. Cara pemberian skor untuk tiap parameter adalah sebagai berikut (contoh. 4. minimum. dan rata-rata dari data-data hasil. Jumlah negatif dari seluruh parameter dihitung dan ditentukan status mutunya dari jumlah skor yang didapat dengan menggunakan sistem nilai. III. Bandung. 5. Contoh Perhitungan Untuk lebih jelasnya. Jika hasil pengukuran tidak memenuhi nilai baku mutu air (hasil pengukuran > baku mutu). untuk Hg): a. tetapi hanya diberikan nilai maksimum. Jika hasil pengukuran memenuhi nilai baku mutu air (hasil pengukuran < baku mutu) maka diberi skor 0. 5 . Hg merupakan parameter kimia. Tabel 1.3.1.

239 15. e. ini menunjukan status mutu air.46 0. Tabel 1.b. Untuk Hg pada contoh ini skor Hg adalah –8.0014 Tt 0. Jumlahkan skor untuk nilai maksimum. Kadar Hg rata-rata hasil pengukuran adalah 0.0296 mg/l. f. Kadar Hg minimum hasil pengukuran adalah 0.6 72 76. maka tidak perlu dilakukan perhitungan. minimum. Lakukan hal yang sama untuk tiap parameter.35 0. ini berarti sungai Ciliwung pada stasiun 1 mempunyai mutu yang buruk untuk peruntukan golongan C.0082 mg/l. apabila tidak ada baku mutunya untuk parameter tertentu.5 22. Parameter Satuan Baku Hasil Pengukuran Skor Mutu Maksimu Minimum Rata-rata m FISIKA 1 TDS mg/l 289 179. g.3665 4 F mg/l 0.3 m 4 Kecerahan M 0.2. dan rata-rata. Maka skor untuk nilai maksimum adalah -2.41 KIMIA a.4138 0 6 .51 0. Kadar Hg yang diharapkan untuk air golongan C adalah 0.0082 -8 2 As mg/l 0.28 0. ini berarti melebihi baku mutunya. ini berarti kadar Hg sesuai dengan baku mutunya. Status Mutu Kualitas Air Menurut Sistem Nilai STORET di Stasiun 1 sungai Ciliwung bagi peruntukan Golongan C (PP 20/1990) No.0004 0 3 Ba mg/l 1. Pada contoh ini skor total adalah –58.15 20. d.0006 mg/l. Anorganik 1 Hg mg/l 0.5 0. Jumlahkan semua skor. ini berarti kadar Hg melebihi baku mutunya.4 224.01 0.002 mg/l. Maka skornya adalah –6.002 0.06 0 3 3 DHL mhos/c 82.401 11. Kadar Hg maksimum hasil pengukuran adalah 0. h.0296 0. Maka skornya adalah 0.0006 0.5 17. c.2 2 Suhu air C normal + 24.

28 1 1.92 0 8 Tt Tt Tt Tt Tt Tt Tt Tt Tt Tt 0.4575 0.083 11.24 0.576 7.41 Tt 0.0014 Tt Tt 2.3315 2.0457 Tt 40 1.2 0.02 6-8.0246 3.08 Tt 0.7167 Tt 0.421 12.175 0.02 0.433 Tt Tt Tt Tt Tt Tt Tt Tt Tt 0 -8 -8 -8 0 0 -2 0 -8 0 -8 0 0.1451 2.0009 0.05 0.1672 0.0036 0.0003 0. Organik Aldrin mg/l Dieldrin mg/l Chlordane mg/l DDT mg/l Detergent mg/l Lindane mg/l PCB mg/l Endrine mg/l BHC MIKROBIOLO GI Coliform tinja Jml/100 ml nihil 0.3996 0.1 Tt Tt Tt Tt Tt Tt Tt Tt Tt Tt Tt Tt 5.42 42.5 Tt 0.21 0 0 15x10^6 2.03 0.0653 Tt 9.04 0.5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 Cd mg/l Cr (VI) mg/l Mn mg/l Na mg/l NO3-N mg/l NO2-N mg/l NH3-N mg/l pH Se mg/l Zn mg/l CN mg/l SO4 mg/l H2S mg/l Cu mg/l Pb mg/l RSC mg/l BOD5 mg/l COD mg/l Minyak dan mg/l lemak PO4 mg/l Phenol mg/l Cl2 mg/l B mg/l COD mg/l Ni mg/l HCO3 mg/l CO2-bebas mg/l Salinitas 0/00 DO mg/l b.02 0.32 Tt 0.83 Tt 0.02 9.0114 Tt 14.985 32.3383 1.3354 0.002 0.2456 3.004 0.103 0.1242 Tt 11.02 Tt 0.2 0 0 0.125x10^6 7 .92 48.0043 0.28 Tt 1.5 0.88 0.0145 Tt 7.0075 Tt 6.81 0.42 22.2 Tt 2.97 34.27 0.4675 0.002 0.001 0.01 0.5x10^6 7.008 0.53 7.51 62.003 0 -8 >3 0 0.06 0.033 15.72 Tt Tt Tt 2.015 8.

ttd Nabiel Makarim. Hoetomo. 8 .2 Total coliform Jumlah Skor Jml/100 ml 15x10^6 2. MSM Salinan sesuai dengan aslinya Deputi MENLH Bidang Kebijakan dan Kelmbagaan Lingkungan Hidup.375x10^6 -58 Ditetapkan di : Jakarta pada tanggal : 10 Juli 2003 Menteri Negara Lingkungan Hidup.5x10^6 8. MPA. MPA.

mengusulkan suatu indeks yang berkaitan dengan senyawa pencemar yang bermakna untuk suatu peruntukan. kemudian dapat dikembangkan untuk beberapa peruntukan bagi seluruh bagian badan air atau sebagian dari suatu sungai. II. 1974). Pengelolaan kualitas air atas dasar Indeks Pencemaran (IP) ini dapat memberi masukan pada pengambil keputusan agar dapat menilai kualitas badan air untuk suatu peruntukan serta melakukan tindakan untuk memperbaiki kualitas jika terjadi penurunan kualitas akibat kehadiran senyawa pencemar. Nomor : 115 Tahun 2003 Tanggal: 10 Juli 2003 PENENTUAN STATUS MUTU AIR DENGAN METODA INDEKS PENCEMARAN I.S. dan Ci menyatakan konsentrasi parameter kualitas air (i) yang diperoleh dari hasil analisis cuplikan air pada suatu lokasi pengambilan cuplikan dari suatu alur sungai. A.. Indeks ini dinyatakan sebagai Indeks Pencemaran (Pollution Index) yang digunakan untuk menentukan tingkat pencemaran relatif terhadap parameter kualitas air yang diizinkan (Nemerow. Definisi Jika Lij menyatakan konsentrasi parameter kualitas air yang dicantumkan dalam Baku Peruntukan Air (j). Universitas Texas.Lampiran II Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup. IP mencakup berbagai kelompok parameter kualitas yang independent dan bermakna. 9 . Uraian Metode Indeks Pencemaran Sumitomo dan Nemerow (1970). maka PIj adalah Indeks Pencemaran bagi peruntukan (j) yang merupakan fungsi dari Ci/Lij. Indeks ini memiliki konsep yang berlainan dengan Indeks Kualitas Air (Water Quality Index). Indeks Pencemaran (IP) ditentukan untuk suatu peruntukan.

…….Ci/Lij)…………………………………….……. Pada model IP digunakan berbagai parameter kualitas air.(Ci/Lij)M} …………………………………. Jika parameter ini adalah parameter yang bermakna bagi peruntukan.…...PIj = (C1/L1j.(2-1) Tiap nilai Ci/Lij menunjukkan pencemaran relatif yang diakibatkan oleh parameter kualitas air. C2/L2j.(2-2) Dengan (Ci/Lij)R : nilai .Ci/Lij rata-rata (Ci/Lij)M : nilai . tetapi nilai ini tidak akan bermakna jika salah satu nilai Ci/Lij bernilai lebih besar dari 1. karena nilai ini diharapkan untuk dipenuhi bagi suatu Baku Mutu Peruntukan Air.Ci/Lij maksimum Jika (Ci/Lij)R merupakan ordinat dan (Ci/Lij)M merupakan absis maka PIj merupakan titik potong dari (Ci/Lij)R dan (Ci/Lij)M dalam bidang yang dibatasi oleh kedua sumbu tersebut..1. maka pada penggunaannya dibutuhkan nilai rata-rata dari keseluruhan nilai Ci/Lij sebagai tolok-ukur pencemaran. maka pengolahan mutlak harus dilakukan bagi air itu. kalau badan air digunakan untuk peruntukan (j).…. Nilai Ci/Lij = 1. (Ci/Lij)R PIj (Ci/Lij)M Gambar 2.0 untuk suatu parameter..0 adalah nilai yang kritik. Jika Ci/Lij >1. Nisbah ini tidak mempunyai satuan. Jadi indeks ini harus mencakup nilai Ci/Lij yang maksimum PIj = {(Ci/Lij)R. maka konsentrasi parameter ini harus dikurangi atau disisihkan. Pernyataan Indeks untuk suatu Peruntukan (j) 10 .

maka tingkat pencemaran suatu badan air akan makin besar pula. maka persamaan 3-3 menjadi PIj = 2 (C i /L ij ) 2 M + (C i /L ij ) R 2 ……………………………………………. maka PIj adalah 11 .0 dan nilai rata-rata Ci/Lij = 1.0 < PIj ≤ 10 PIj > 10 III.(2-3) Dimana m = faktor penyeimbang Keadaan kritik digunakan untuk menghitung nilai m PIj = 1.0 Æ memenuhi baku mutu (kondisi baik) Æ cemar ringan Æ cemar sedang Æ cemar berat 1. Jika nilai maksimum Ci/Lij dan atau nilai rata-rata Ci/Lij makin besar. 2 PIj = m (C i /L ij ) 2 M + (C i /L ij ) R …………………………………………..(2-4) Metoda ini dapat langsung menghubungkan tingkat ketercemaran dengan dapat atau tidaknya sungai dipakai untuk penggunaan tertentu dan dengan nilai parameter-parameter tertentu.0 = m (1) 2 + (1) 2 m = 1/ 2 . Prosedur Penggunaan Jika Lij menyatakan konsentrasi parameter kualitas air yang dicantumkan dalam Baku Mutu suatu Peruntukan Air (j). dan Ci menyatakan konsentrasi parameter kualitas air (i) yang diperoleh dari hasil analisis cuplikan air pada suatu lokasi pengambilan cuplikan dari suatu alur sungai.0 5.0. Evaluasi terhadap nilai PI adalah : 0 ≤ PIj ≤ 1.0 < PIj ≤ 5.0 maka 1.Perairan akan semakin tercemar untuk suatu peruntukan (j) jika nilai (Ci/Lij)R dan atau (Ci/Lij)M adalah lebih besar dari 1.. Jadi panjang garis dari titik asal hingga titik Pij diusulkan sebagai faktor yang memiliki makna untuk menyatakan tingkat pencemaran..0 jika nilai maksimum Ci/Lij = 1.

Keraguan timbul jika dua nilai (Ci/Lij) berdekatan dengan nilai acuan 1. Hitung harga Ci/Lij untuk tiap parameter pada setiap lokasi pengambilan cuplikan. pengukuran kalau nilai ini lebih kecil 12 . Cara untuk mengatasi kesulitan ini adalah : (1) Penggunaan nilai (Ci/Lij)hasil dari 1. 3. Dalam contoh ini tingkat kerusakan badan air sulit ditentukan.Indeks Pencemaran bagi peruntukan (j) yang merupakan fungsi dari Ci/Lij.9 dan C2/L2j = 1.c. 2. misal C3/L3j = 5. misal C1/L1j = 0.(L ij ) rata -rata } 4.C i (hasil pengukuran) C im .0.(L ij ) rata -rata } .0 dan C4/L4j = 10.0. maka Cim merupakan nilai DO jenuh). Tentukan nilai teoritik atau nilai maksimum Cim (misal untuk DO.(L ij ) rata -rata ] { (L ij ) minimum .untuk Ci > Lij rata-rata (Ci/Lij)baru = [ C i . 4. Pilih parameter-parameter yang jika harga parameter rendah maka kualitas air akan membaik.L ij 4. misal DO. Pilih konsentrasi parameter baku mutu yang tidak memiliki rentang. Harga Pij ini dapat ditentukan dengan cara : 1. Jika nilai baku Lij memiliki rentang .b.a.(L ij ) rata -rata ] { (L ij ) maksimum . yaitu : (Ci/Lij)baru = C im .1 atau perbedaan yang sangat besar.0.untuk Ci < Lij rata-rata (Ci/Lij)baru = [ C i . Jika nilai konsentrasi parameter yang menurun menyatakan tingkat pencemaran meningkat. Dalam kasus ini nilai Ci/Lij hasil pengukuran digantikan oleh nilai Ci/Lij hasil perhitungan.

0 7.28 0.07 50 6 6-9 1000 2 0.5 2. Contoh penentuan IP untuk baku mutu x Parameter Ci LiX Ci/LiX TSS DO pH Fecal coliform BOD Se 100 2 8 2000 8 0. Pada contoh perhitungan hanya digunakan 6 parameter saja. Hasil pengukuran sampel diberikan pada kolom 2 (Ci) dan baku mutu perairan tersebut diberikan pada kolom 3 (LiX). Tabel 2.28 0.0 5. Contoh Perhitungan Pada contoh berikut ini diberikan data untuk suatu sampel sungai yang akan ditentukan indeks pencemarannya (IP). (Ci/Lij)baru = 1.01 2 0.5 0.(2) Penggunaan nilai (Ci/Lij)baru jika nilai (Ci/Lij)hasil besar dari 1.5 2 4.5 4. Tentukan harga PIj PIj = 2 (C i /L ij ) 2 M + (C i /L ij ) R 2 IV. 5.0 + P.log(Ci/Lij)hasil pengukuran pengukuran lebih P adalah konstanta dan nilainya ditentukan dengan bebas dan disesuaikan dengan hasil pengamatan lingkungan dan atau persyaratan yang dikehendaki untuk suatu peruntukan (biasanya digunakan nilai 5).2 13 . 4. Contoh yang diberikan berikut ini hanya bertujuan agar pemakai metoda Indeks Pencemaran dapat memahami cara menghitung harga PIj. Tentukan nilai rata-rata dan nilai maksimum dari keseluruhan Ci/Lij ((Ci/Lij)R dan (Ci/Lij)M).0.2.0 Ci/LiX baru 2.

tetapi bila Ci/Lij > 1 perlu dicari Ci/Lij baru.0 + 5 log 2 = 2.28 • Contoh perhitungan pH : Karena harga baku mutu pH memiliki rentang.3).5 Catatan : Ci/Lij baru dihitung karena nilai Ci/Lij yang berjauhan untuk Ci/Lij < 1 digunakan Ci/Lij hasil pengukuran.2 (nilai maksimum dari kolom 5) Dengan menggunakan persamaan pada langkah no 5 (lihat prosedur 3. Maka sebelum menghitung C2/L2X harus dicari terlebih dahulu harga C2 baru. Tabel 3.5 ) = 0. misalnya Y (kolom II.10.• Contoh perhitungan TSS : C1/L1X = 100 / 50 = 2 C1/L1X > 1 Maka gunakan persamaan (Ci/Lij)baru (C1/L1X)baru = 1.2). maka penetuan C3/L3X dilakukan dengan cara : L3X rata-rata = 6 + 9 = 7.5 (9–8) C3 > L3X rata-rata • • • Tentukan nilai (Ci/LiX)R = 2.5 2 C3/L3X = ( 8 – 7. maka perhitungannya menjadi sebagai berikut: 14 . maka dapat ditentukan nilai PIX = 4. • Contoh perhitungan DO : DO merupakan parameter yang jika harga parameter rendah maka kualitas akan menrun.58 (nilai rata-rata dari kolom 5) Tentukan nilai (Ci/LiX)M = 5. Apabila kemudian data air sungai yang sama ingin dibandingkan terhadap baku mutu yang berbeda. DOmaks = 7 pada temperatur 250C C2 baru = 7 – 2 = 5 7–6 3 C2/L2X = (5/3) / 6 = 0.

maka dapat ditentukan nilai-nilai berikut: • • • (Ci/LiY)R = 0.76 Jika dibandingkan antara contoh pada Tabel 2. Contoh penentuan IP untuk baku mutu Y Parameter Ci LiY Ci/LiY TSS DO pH BOD Se 100 2 8 8 0. MSM Salinan sesuai dengan aslinya Deputi MENLH Bidang Kebijakan dan Kelembagaan Lingkungan Hidup.0.3.Tabel 2.25 0. maka dapat diambil kesimpulan bahwa air sungai yang diukur memenuhi baku mutu Y dan tidak memenuhi baku mutu X. 15 .07 400 1 6-9 10 0. Ditetapkan di : Jakarta pada tanggal : 10 Juli 2003 Menteri Negara Lingkungan Hidup.08 0. ttd Nabiel Makarim. Hoetomo. sampel dinyatakan tidak memenuhi baku mutu.5 0. MPA. maka sampel air tersebut memenuhi baku mutu termaksud.83 0.2 dengan contoh pada Tabel 2. MPA. Jadi bila nilai PI lebih kecil dari 1.0.8 0.3.8 0.88 Ci/LiY baru 0..5 0.3.25 2 0. sedangkan bila lebih besar dari 1.625 (Ci/LiY)M = 0.88 PIY = 0.88 Dari Tabel 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful