Riset Pemasaran 29102012

Riset Pemasaran atau Marketing Research adalah salah satu kegiatan penelitian di bidang pemasaran yang dilakukan secara sistematis mulai dari perumusan masalah, tujuan penelitian, pengumpulan data, pengolahan data, dan interpretasi hasil penelitian. Riset Pemasaran dapat bermanfaat sebagai masukan bagi pihak manajemen dalam rangka identifikasi masalah dan pengambilan keputusan untuk pemecahan masalah. Hasil riset pemasaran dapat dipakai untuk perumusan strategi pemasaran dalam merebut peluang pasar. Tujuan Riset Pemasaran adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat sehingga dapat menjelaskan secara objektif kenyataan yang ada. Bebas dari pengaruh keinginan pribadi (political biases). Riset pemasaran sebagai alat bantu Manager menghubungkan antara variabel pemasaran, konsumen, dan lingkungan. Klasifikasi Riset Pemasaran bisa digolongkan menjadi riset untuk identifikasi masalah dan riset untuk pemecahan masalah. Riset untuk identifikasi masalah : Riset yang diadakan untuk mengidentifikasi masalah. Masalah ini tidak harus ada saat ini, tetapi kemungkinan besar akan muncul di masa yang akan datang. Riset untuk pemecahan masalah : Riset yang diadakan untuk menolong memecahkan masalah yang lebih spesifik di dalam pemasaran. Tahapan Riset Pemasaran : 1. Penetapan Masalah Riset Kemampuan untuk melihat permasalahan dengan tepat diperlukan agar perumusan masalah jelas dan spesifik. 2. Penentuan Rancangan Desain Riset Untuk membuat desain penelitian maka diperlukan pemahaman mengenai skala penelitian (rasio, interval, ordinal). Sedangkan perluasan skala terdiri dari skala pembanding (paired comparison, rank order, constant sum), dan skala bukan pembanding (likert, semantic diferensial, stapeleksploratori, deskriptif, kausal). 3. Pengumpulan Data Metode pengumpulan data antara lain melalui survei, observasi, dan eksperimen (kuantitatif). Data primer (kualitatif) diperoleh melalui wawancara, focus grup, dan teknik proyeksi. Sedangkan data skunder bisa didapat dari bagian internal organisasi perusahaan yang bersangkutan dan dari eksternal. Teknik pengambilan sampel diperlukan untuk mengumpulkan data yang tidak bisa memenuhi semua anggota populasi. Terdapat 2 metode pengambilan sampel yakni Probability Sampling (simple random, systematic, stratified, cluster) dan Non-probability Sampling (judgment, convenient, quota, snowball). 4. Pengolahan Data dan Analisis Riset

modus. Pengembangan yang menguntungkan dari perusahaan hanya berasal dari komitmen terusmenerus untuk menyesuaikan kemampuan perusahaan dengan kebutuhan pelanggan. Wawancara telepon dapat dilakukan dengan cepat dan relatif tidak mahal. tingkat periklanan. dan sebagainya. angka indeks. catatan penjualan dapat memberikan wawasan yang berharga. harga versus volume. Titik awal dari setiap program riset pemasaran sebaiknya merupakan penelitian tentang bahan-bahan yang ada. yang dikelompokkan ke dalam empat jenis dasar. Oleh karena adanya pro dan kontra untuk masing-masing jenis. Agar proses penyesuaian ini berjalan efektif. Tujuan Riset Pemasaran: 1. frekuensi. Mendapatkan informasi yang akurat sehingga dapat menjelaskan secara obyektif . presentasi. tetapi jumlah informasi teknis yang dapat diperoleh terbatas. •Eksternal-menggunakan sumber daya di luar organisasi untuk melengkapi riset internal. pengumpulan data. diagram lingkaran/ batang / garis / ular). beberapa masalah pemasaran yang harus diselesaikan. tujuan penelitian. dan sebagainya. Misalnya. yakni Metode Deskriptif (mean. Ada beberapa bentuk riset pemasaran yang dapat dipertimbangkan. dan sebagainya. wawancara terstruktur. pengolahan data dan interprestasi hasil penelitian. Perubahan ketidakpastian menjadi resiko dan minimalisasi resiko mungkin merupakan tugas yang paling penting dari manajemen. yaitu: •Internal-analisis catatan penjualan. bauran dari berbagai jenis itu dapat memberi manfaat. Inilah peran riset pemasaran. tetapi tidak dapat meramalkan kinerja dengan baik karena terbatas pada kinerja historis. (riset pasar adalah riset tentang pasar). kekayaan informasi yang tersedia dari informasi yang diterbitkan bisa menjadi metode riset yang paling kuat yang terbuka untuk suatu perusahaan. dan Metode Non-parametrik / Inferensia. dan riset pemasaran dalam proses ini sangatlah penting. Riset pemasaran berkaitan dengan proses pemasaran secara keseluruhan. Kesemuanya ini ditujukan untuk masukan pihak manajemen dalam rangka identifikasi masalah dan pengambilan keputusan untuk pemecahan masalah. Jika dikombinasikan dengan informasi penjualan internal. Pengumpulan data hanya merupakan langkah pertama dalam riset pemasaran. Riset Pemasaran Riset Pemasaran atau Marketing Research adalah kegiatan penelitian dibidang pemasaran yang dilakukan secara sistematis mulai dari perumusan masalah. Informasi yang digabung dengan tujuan menjadi inteligensi: informasi yang dikonsumsi dan digunakan oleh manajemen dalam mengubah ketidakpastian menjadi resiko yang terukur. Hasil riset pemasaran ini dapat dipakai untuk perumusan strategi pemasaran dalam merebut peluang pasar. misalnya merekam pelanggan di toko. mendengarkan panel pelanggan. diperlukan arus informasi dua arah antara pelanggan dan perusahaan.Metode Analisis Statistik secara umum terbagi menjadi dua. dan informasi hanya akan relevan jika perusahaan sudah mempunyai tujuan. •Reaktif-jawaban kuisioner. •Non reaktif-interpretasi terhadap fenomena yang diamati. terutama dengan sarana riset meja. Data harus mendapat arahan sebelum menjadi informasi yang relevan. median.

riset terapan ini diarahkan kesituasi organisasi yang spesifik dan pelaksanaannya dibimbing oleh ketentuanketentuan yang berlaku dalam proses pengambilan keputusan. Riset terapan bertujuan membantu para manajer mengambil keputusan yang lebih baik.kenyataan yang ada. Untuk melaksanakan proyek riset secara efektif diperlukan antisipasi terhadap seluruh langkah proses riset dan memahami saling ketergantungannya. menyajikan hasil riset . menganalisis data 9. sembilan langkah-langkah dalam proses riset yaitu : 1. “ Find it and tell if like it is “. Selama ini hanya sedikit perhatian yang dicurahkan terhadap bagaimana pengetahuan tsb digunakan dalam proses manajemen pemasaran. menentukan sumber data 4. Proyek riset pemasaran formal dapat dipandang sebagai seperangkat langkah yang disebut proses riset. menentukan sasaran riset dan kebutuhan akan informasi 3. mengolah data 8. Bebas dari pengaruh keinginan pribadi ( political biases ). Menetapkan kebutuhan akan informasi 2. 2. mengumpulkan data 7. Studi tentang riset pemasaran dapat diklasifikasikan sebagai berikut: Riset dasar dikenal juga sebagai riset murni atau riset fundamental yang bertujuan memperluas batasbatas pengetahuan yang mempunyai kaitan dengan aspek-aspek system pemasaran. mengembangkan bentuk pengumpulan data 5. merancang sample 6.

gagal. pengeluaran. majalah bisnis. situasi analogis 3. sehingga golongan ini dikenal pula dengan nama atribut. senang.Ada empat sumber utama dari data pemasaran : 1. hasil jualan. dsb. laporan pemerintah. misalnya: keadaan pegawai. keadaan produksi pabriknya dan lain-lain aktivitasyang terjadi di dalam perusahaan itu. Data yang berbentuk bilangan disebut data kuantitatif. Misalnya: sembuh. atau bias berbentuk bilangan. berhasil. keadaan barang di gudang. Menurut sumbernya data dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu : 1. Keterangan atau ilustrasi mengenai sesuatu hal bias berbentuk kategori. Data menurut bentuknya dapat dikatergorikan sbb: 1. data yang dikategorikan menurut lukisan kualitas obyek yang dipelajari adalah data kualitatif. eksperimentasi 4. data ekstern adalah data yang bersumber dari luar perusahaan. Pengusaha mencatat segala aktivitas perusahaannya sendiri. dsb. baik. data kontinu yaitu data dengan variable kontinu c. gagal. Kesemuanya ini dinamakan data atau lengkapnya data statistik. data sekunder Setelah sasaran penelitian ditetapkan dan kebutuhan informasi didaftar dengan terinci langkah selanjutnya adalah menentukan dari mana sumber data diperoleh. laporan industri. 2. suber data ekstern mencakup laporan riset komersial. Dari nilainya. berhasil. data diskrit yaitu data dengan variable diskrit b. data intern adalah data data yang bersumber dari dalam perusahaan. dsb. responden 2. misalnya : rusak. rusak. dikenal dua golongan data kuantitatif ialah : a. puas. harganya berubah-ubah atau bersifat variable. .

Data ekstern dapat digolongkan atas dua bagian: 1. data ekstern sekunder atau data sekunder data sekunder merupakan data yang sudah dipublikasikan untuk konsumsi umum . data ekstern primer atau data primer data primer merupakan data yang dikeluarkan dan dikumpulkan oleh badan yang sama untuk kebutuhan riset yang sedang berjalan. 2.