BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Berdasarkan undang-undang No.

20 tahun 2003 bab II pasal 3 tentang sistem pendidikan nasional bahwa pendidikan adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Repubik Indonesia Tahun 1945 yang berdasarkan pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntunan perubahan zaman. Sistem pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berakhlaq mulia, berilmu, cakap, kretif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Depdiknas, 2006). Proses belajar mengajar guru, tidak harus terpaku dengan menggunakan satu metode atau strategi pembelajaran saja, seorang guru mampu menggunakan metode atau strategi pembelajaran yang bervariasi agar dalam kegiatan belajar mengajar tidak membosankan bagi siswa dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai yaitu tercapainya peningkatan motivasi dan prestasi belajar (Slameto, 2003). Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka seorang guru khususnya guru mata pelajaran biologi SMP Negeri III Bayan dituntut untuk memilih dan

7

menggunakan berbagai metode atau strategi

pembelajaran yang tepat,

membantu meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa. Seperti menggunakan sistem pembelajaran bermain peran atau Role Playing. Metode atau strategi bermain peran ini lebih menekankan berdasarkan pengalaman, dalam hal ini siswa memainkan watak, perasaan dan gagasan-gagasan lain. Pembelajaran bermain peran (Role Playing) ini juga bermamfaat terjadinya interaksi antara siswa di kelas sehingga siswa akan lebih mudah untuk mendiskusikan dan mengidentifikasi suatu masalah yang dialami. Hamalik (2006) menyatakan bahwa bermain peran memiliki keuntungan, diantaranya siswa dapat bertindak dan mengekspresikan perasaan dan pendapat tanpa sanksi, bermain peran memungkinkan memperkenalkan siswa untuk

mengidentifikasi situasi-situasi dunia nyata dan gagasan-gagasan yang lainnya. Demikian penerapan pembelajaran bermain peran ini dapat membantu siswa dalam mengemukakan pendapat, ide ataupun gagasan sebagai salah satu wujud dari siswa yang memiliki kreativitas, sehingga hal ini baik secara langsung maupun tidak langsung akan berdampak positif terhadap peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa, pada umumnya dan khususnya pada mata pelajaran biologi. Berdasarkan observasi bahwa pembelajaran biologi yang selama ini digunakan dengan metode ceramah, tanya jawab dan penugasan. Sehingga motivasi dan pretsai belajar siswa masih rendah, karena siswa dikelas hanya mendengarkan, mencatat, dan siswa hanya melakukan kegiatn sesuai perintah

7

guru siswa juga kurang siap dalam mengikuti pelajaran pada setiap pertemuan karena sebagian besar siswa tidak mempelajri materi yang akan dibahas sebelum proses belajar mengajar. Sehingga siswa kurang aktif dalam menemukan sendiri, kesulitan juga dialami oleh guru dalam memilih strategi pembelajaran yang tepat agar siswa dapat belajar secara aktif. Hal ini disebabkan karena guru lebih banyak menerapkan metode ceramah, sehingga penyampaian materi dan soal lebih didominasi oleh guru, disamping itu buku pedoman yanng dimiliki olehsiswa cenderung menggunakan satu pedoman yang diproleh dari sekolah saja. Hal ini menyebabkan kurangnya motivasi dan prestasi belajar siswa dengan memperhatikan nilai rata-rata hasil ujian semester 1 pada mata pelajarn biologi di SMPN III Bayan masih rendah yaitu 50,00 dengan persentase ketuntasan belajar 27,5%. Untuk itu penelitian ini akan menerapkan strategi pembelajaran bermain peran untuk membantu siswa dalam meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa yang lebih optimal terutama kelas VII karena kelas VII dianggap sebagai kelas yang baru.

Sehingga perlu adanya penanganan yang lebih baik yang pada akhirnya nanti akan timbul motivasi untuk meningkatkan prestasi belajar. Untuk itu peneliti merasa tertarik untuk mengangkat judul tentang penerapan strategi pembelajaran bermain peran dalam meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas VII SMP Negeri III Bayan Tahun Pelajaran 2007/2008.

4. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “apakah penerapan pembelajaran bermain peran dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar biologi siswa kelas VII SMP Negeri III Bayan Tahun Pelajaran 2007/2008.7 1. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1.Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang kurangnya motivasi dan prestasi belajar siswa sehingga mengakibatkan rendah nilai yang diperoleh siswa karena strategi yang digunakan dalam proses pembelajaran masih kurang.4. 1. Manfaat teoritis 1. Tujuan Penelitian Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui “Peningkatan motivasi dan prestasi belajar biologi melalui penerapan pembelajaran bermain peran pada siswa kelas VII SMP Negeri III Bayan Tahun Pelajaran 2007/2008.1.3.1 Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan ilmu pengetahuan yang erat kaitannya dengan penggunaan strategi pembelajaran bermain peran dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar biologi pada siswa kelas VII SMP Negeri III Bayan Tahun Pelajaran 2007/2008.2.1. . 1.4.

Motivasi Motivasi adalah salah satu pendorong yang merubah energi dalam diri seseorang kebentuk suatu aktivitas nyata untuk mencapai tujuan tertentu. 1. Bermain Peran Bermain peran adalah penerapan pmebelajaran pengajaran berdasarkan pengalaman (Hamalik. 2006). Menurut Mc.2.2 Memberikan pengetahuan baru bagi peneliti dan lembaga pendidikan yang terkait guna dijadikan salah satu acuan atau referensi yang akan datang. Donald dalam Sardiman (1990) bahwa motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan feeling dan didahului dengan adanya tujuan. 1.2. Definisi Operasional 1.1.1. Perubahan energi dalam .5.5. Jadi pembelajaran bermain peran adalah suatu strategi atau metode pembelajaran siswa dapat memainkan peran dalam hal ini terkait dengan pembelajaran biologi 1.4.7 1. Lisnawati (1997).5. Manfaat praktis Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan atau pedoman kepada guru biologi untuk menerapkan strategi pembelajaran bermain peran dalam meningkatkan motivasi dan prestasi belajar. menyatakan bahwa bermain peran adalah metode mengajar dengan mendemonstasikan cara bertingkah laku hubungan sosial sehari-hari.4.

Jadi prestasi belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil yang diperoleh berupa kesan- .5. Seseorang mempunyai motivasi yang kuat untuk mencapainya dengan segala upaya yang dapat dilakukan untuk mencapainya. 1994). 1. kebiasaan dan keterampilan.7 diri seseorang itu terbentuk suatu aktivitas nyata berupa kegiatan fisik. lebih lanjut Nurkencana menyatakan bahwa hasil tersebut dapat merubah sikap. Prestasi Belajar Prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas belajar (Djamarah. Nurkencana (1990) menyatakan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang ingin dicapai individu setelah mengalami proses pendidikan atau setelah diajarkan suatu pengetahuan tertentu. 1994). Jadi motivasi adalah salah satu pendorong yang merubah energi dalam diri seseorang kedalam bentuk suatu aktivitas nyata untuk mencapai tujuan tertentu (Djamarah.3.

1.6.7 kesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktivitas dalam belajar pada siswa kelas VII SMP Negeri III Bayan Tahun Pelajaran 2007/2008. . Objek Penelitian Penggunaan pembelajaran bermain peran dalam meningkatkan motivasi dan prestasi belajar biologi pada siswa kelas VII SMP Negeri III Bayan Tahun Pelajaran 2007/2008.2.3.6. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah SMP Negeri III Bayan Kabupaten Lombok Barat. Subjek Penelitian Siswa kelas VII SMP Negeri III Bayan Tahun Pelajaran 2007/2008.6. 1. Lingkup Penelitian 1. 1.6. 1.

2. 2.1. 2006). .1. Landasan Teori 2. Salah satu model pembelajaran yang mengutamakan interaksi antara siswa dalam demokrasi yaitu model pengajaran bermain peran (Syah. Dengan demikian yang dimaksud dengan pembelajaran bermain peran adalah model pembelajaran pemecahan masalah dengan mengutamakan interaksi antar siswa melalui peragaan tindakan (bermain peran). Adapun manfaat menggunakan pembelajaran bermain peran ini yaitu (Hamalik.1. bahwa pembelajaran bermain peran adalah penerapan pengajaran berdasarkan pengalaman.1. Pembelajaran bermain peran ini pula siswa dibina untuk menghadapi masalah dengan jalan menempatkannya dalam situasi “bantuan” yang mengandung permasalahan tersebut. Manfaat bermain peran Model pembelajaran bermain peran ini dikembangkan dalam upaya membantu individu dalam menghayati nilai-nilai yang berlaku serta mengatasi masalah yang dihadapi dalam kehidupan sosial. 2001). Hamalik (2006). harus berperan dan setelah itu mendiskusikan.BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Pengertian Bermain Peran Pada prinsipnya model pembelajaran bermain peran atau Role Playing merupakan upaya pemecahan masalah melalui peragaan tindakan.

Hasil identifikasi ini bermakna terhadap perubahan tingkah laku dan sikap sebagaimana mereka menghayati watak orang lain. makan dilakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut : a. Teknik Pelaksanaan Pembelajaran bermain peran Bermain peran dapat dilaksanakn dalam tiga tahap kegiatan yaitu : 2.1.1.3.1.2.28 2.1 Dalam bermain peran. individu yang terlibat pada posisinya.2. .2. 2. siswa-siswa dapat bertindak dan mengekspresikan perasaaan dan pendapatnya tanpa sanksi.3 Persiapan dan intruksi Pada tahap ini. Mereka dapat mengulangi dan mendiskusikan masalah (isu) personal manusiawi tanpa merasa cemas.1. Keberadaan pemebelajaran bermain peran. Situasi bermain peran dipilih oleh guru dan keseluruhan situasi harus dijelaskan oleh guru meliputi situasi suasana.2 Bermain peran memungkinkan dan memperkenankan para siswa untuk mengidentifikasi situasi-situasi dunia nyata dan gagasan lain. 2. siswa berada dalam suasana yang relatif aman dan terkendali untuk mengeksplorasi dan menunjukkan masalah-masalah diantara siswa sehingga siswa akan lebih bebas dan kreatif dalam mengemukakan/ menyampaikan argumennya tersebut.

b. b.5 Penilaian Pada tahap ini. Pada awal bermain peran hendaknya siswa dilatih sebagai peserta maupun pengamat aktif.1. 2. Para siswa harus membuat tulisan atau melaksanakan diskusi lisan mengenai keberhasilan atau hasil-hasil bermain peran. . 2006). Tiap kelompok diberikan kesempatan sama untuk menyampaikan reaksinya.1. c. Para pelaku (siswa) harus maju melalui situasi bermain peran. c. Guru memberikan instruksi khusus kepada peserta bermain peran setelah menyajikan penjelasan terlebih dahulu.4 Aksi drama dan diskusi Pada tahap ini dilakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut : a. Guru menilai keefektifan dan keberhasilan bermain peran sesuai dengan pengamatannya dalam bentuk catatan yang selanjutnya dan untuk perbaikan (Hamalik.2. 2.2. Bermain peran harsus berhenti jika tingkah laku tertentu (yang terpenting) telah diamati. Keseluruhan kelas harus berpartisipasi dalam suatu diskusi yang berpusat pada situasi bermain peran. maka dilakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut : a.28 b.

28 2. Namun seseorang yang tidak memiliki keinginan untuk belajar merupakan motivasi ekstrinsik. bahwa motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang ditandai dengan munculnya feeling dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi dari setiap kegiatan yang akan dilakukan. Menentukan arah perbuatan. seseorang mempunyai motivasi yang kuat untuk mencapai dengan segala upaya yang dapat dilakukan untuk mencapainya (Djamarah. 1994). Oleh karena itu. Ada beberapa fungsi memotivasi dalam belajar yaitu : mendorong siswa untuk berbuat. Hal ini merupakan suatu pertanda bahwa sesuatu yang akan dikerjakan tidak akan menyentuh kebutuhannya. Proses belajar mengajar motivasi sangat diperlukan. sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar tidak mungkin akan melakukan aktivitas belajar dengan baik. Seseorang akan melakukan aktivitas secara terus menerus tanpa motivasi dalam dirinya merupakan motivasi instrinsik. Menentukan . Menurut Mc. Donald dalam buku Sardiman (1990).2. 1994). Pengertian Motivasi Motivasi adalah salah satu pendorong energi dalam diri sendiri seseorang kedalam bentuk suatu aktivitas nyata untuk mencapai tujuan tertentu. kearah tujuan yang hendak dicapai dan sesuai dengan rumusan tujuan tersebut. Perubahan energi dalam diri seseorang itu terbentuk suatu aktivitas nyata berupa kegiatan fisik. motivasi ekstrinsik diperlukan bila motivasi instrinsik tidak ada dalam diri seseorang sebagai subjek belajar (Djamarah.

1 Macam-macam motivasi Macam-macam motivasi terdiri atas motivasi yang berasal dari dalam diri seseorang (motivasi ekstrinsik). 2. Motivasi instrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. bahwa .28 perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan dengan serasi guna mencapai tujuan tersebut (Sardiman. Dengan kata lain. adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menemukan hasil yang baik. maka secara sadar akan melakukan suatu kegiatan yang tidak memerlukan motivasi dari luar dirinya dalam aktivitas belajar. karena dalam setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Bila seseorang telah memiliki motivasi instrinsik dalam dirinya. maka seseorang yang belajar akan dapt melahirkan prestasi yang baik. a. terus menerus.2. motivasi instrinsik sangat diperlukan terutama belajar sendiri. intensitas motivasi seorang belajarnya. adanya usaha yang tekun dan terutama didasari adanya motivasi.1. Seseorang yang tidak memiliki motivasi instrinsik sulit sekali melakukan aktivitas belajar. Disamping itu ada fungsi-fungsi lain dalam motivasi yaitu sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi seseorang yang melakukan usaha itu karean adanya motivasi. 1990). Sebaliknya yang memiliki motivasi instrinsik selalu ingin maju dalam belajar. siswa akan sangat menentukan tingkat pencapaian prestasi keinginan itu dilatar belakangi oleh pemikiran yang positif.

1994). yang merupakan motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar. Jadi motivasi instrinsik muncul berdasarkan kesadaran tujuan esensial bukan sekedar atribut dan seremonial. b. Motivasi ekstrinsik bukn berarti motivasi yang tidak diperlukan dan tidak baik dalam berpendidikan. Motivasi ini sangat diperlukan agar siswa mau belajar lebih kuat bebagai cara dilakukan agar siswa termotivasi untuk belajar. Motivai berhubungan dengan kebutuhan seseorang yang memunculkan kesadaran untuk melakukan aktivitas belajar. 1994). Seseorang yang mempunyai motivasi yang tinggi untuk mempelajarinya suatu mata pelajaran. Motivasi ekstrinsik adalah kebalikan dari motivasi instrinsik. berpengetahuan yang mempunyai keahlian dalam bidang tertentu (Djamarah. Motivasi muncul karena membutuhkan sesuatu dari apa yang dipelajarinya. maka akan mempelajarinya dalam jangka waktu tertentu.28 semua mata pelajaran yang dipelajari sekarang akan dibutuhkan dan sangat berguna kini dan mendatang (Djamarah. . Siswa yang memiliki motivasi instrinsik cenderung akan menjadi orang yang terdidik. Belajar adalah suat cara utnuk mendapatkan ilmu pengetahuan. untuk mendapatkan semua itu tidak ada cara lain yang lebih tepat kecuali belajar. Dorongan untuk belajar bersumber pada kebutuhan yang berisikan keharusan untuk menjadi orang yang terdidik dan berpengetahuan.

2) Memberikan penghargaan terhadap prestasi yang ingin dicapai siswa. Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa seperti yang dikemukakan Damayanti (2002). 1994) Dalam hal usaha membangkitkan motivasi ekstrinsik siswa terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan atau dilakukan yaitu: 1. Motivasi ekstrinsik kepada suatu alat yang cukup baik digunakan oleh guru untuk membangkitkan semangat belajar siswa. 2.28 Motivasi ekstrinsik memeberi semangat kepada siswa dalam aktivitas belajarnya (Djamarah. yaitu : . sehingga dapat merangsang untuk mendapat prestasi yang lebih baik dikemudian hari. dapat dipahami bahwa untuk membangkitkan semangat belajar setiap siswa adalah dengan memberikan motivasi ekstrinsik kepada siswa dalam proses interaksi belajar siswa. 4) Membantu kesulitan belajar siswa secara individual maupun kelompok. 3) Membuat kebiasaan belajar yang baik. Dari uraian diatas. Membangkitkan dorongan kepada siswa untuk belajar. 1) Menjelaskan cara secara konkrit kepada siswa apa yang dilakukan pada akhir pelajaran.

Seseorang yang sedang sakit. moral. lapar. Bila jasmani dan tohasi siswa sehat dengan senang hati untuk belajar agar memperoleh nilai rapot yang lebih baik. 3. Sebaliknya bila sehat. kemauan. bahasa dan nilai-nilai kehidupan serta kepribadian. Kemampuan siswa Keinginan seoarang anak perlu dibarengi dengan kemampuan atau kecakapan mengenal dan mengucapkan bunyibunyi huruf keberhasilan membaca suatu bacaan akan menambah kekayaan pengalaman hidup. Keberhasilan mencapai keinginan menumbuhkan kemauan bergiat. keberhasilan tersebut memuaskan dan menyenangkan hatinya kemampuan akan memperkuat perkembangan. Kondisi siswa Kondisi siswa meliputi kondisi jasmani dan rohani mempengaruhi motivasi siswa. penguatan dengan hadiah atau hukuman akan dapat mengubhah keinginan menjadi kemauan yang kemudian menjadi cita-cita. 2. kenyang dan gembira akan lebih mudah memusatkan perhatian. bahkan kemudian hari menimbulkan cita-cita dalam kehidupan. atau marah-marah akan mengganggu perhatian belajar. timbulnya cita-cita dibarengi oleh perkembangan akal. Dari segi pembelajaran. motivasi anak melaksanakan tugas-tugas .28 1.

dan pikiran yang mengalami perubahan berkat pengalaman hidup. Kondisi lingkungan siswa Lingkungan siswa dapat berupa keadaan alam. Sebagai anggota masyarakat seorang siswa dapat terpengaruh oleh lingkungan sekitar. tertib. minat. tenteram. perhatian. Unsur-unsur dinamis dalam membelajarkan siswa. kemauan. .28 4. 6. Tidak bijaksana untuk merangsang aktivitasaktivitas matang secara fisik. Karena apabila tidak memperhatikan kematangan ini akan berakibat frustasi emosi dan mengurangi kapasitas belajar. Kematangan Untuk mempengaruhi motivasi anak. Lingkungan tersebut mendinamiskan motivasi belajar dan belajar siswa. Dengan suasana lingkungan yang aman. harus diperhatikan kematangan anak. Pengalaman dengan teman sebayanya terpengarui pada motivsi dan perilaku belajar. tempat tinggal dan pergaulan serta lingkungan budaya siswa juga mengalami perubahan. psikis dan sosial. pergaulan sebaya dengan kehidupan masyarakat. Siswa memiliki perasaan. Lingkungan siswa yang berupa alam. 5. indah dan nyaman memperkuat kemampuan dan menambah semangat kapasitas belajar. lingkungan tempat tinggal.

Siswa yang berminat terhadap suatu mata pelajaran akan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh. yakni keluarga. pramuka dan pusat pendidikan pemuda yang lain. Minat pada dasarnya adalah kemampuan sesuatu hubungan antar diri sendiri dengan sesuatu hubungan sesuatu hubungan antar diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. semakin besar minat. Begitu juga upaya pembelajaran di luara sekolah.28 7. Upaya membelajarkan siswa terjadi di sekolah atau di luara sekolah. 8. Minat Minat adalah kecenderungan yang mantap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa aktivitas. Minat besar pengaruhnya terhadap aktivitas belajar. karena adanya daya tarik baginya. upaya pembelajaran di sekolah meliputi menyelenggarakan tata tertib belajar. lembaga agama. Semua itu mempengaruhi motivasi belajar siswa. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut. Proses belajar akan berjalan lancar bila disertai minat. . membina ketertiban pergaulan dan membina ketertiban lingkungan. Seseorang yang berminat terhadap suatu aktivitas akan memeperhatikan aktivitas itu secara konsisten dengan rasa senang. Upaya guru dalam membelajarkan siswa Intensitas pergaulan antara guru dengan siswa mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan siswa. membina disiplin belajar.

Pengertian prestasi belajar Menurut Djamarah (1994): “prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan diciptakan baik secara individual maupun kelompok.28 2. Untuk memperoleh hasil belajar yang maksimal selain memperhatikan isi materi yang diberikan. sumber belajar dan media pengajaran juga akan mempengaruhi hasil belajar.3. Prestasi belajar dapat diartikan sebagai hasil yang diperoleh atau yang dicapai seseorang setelah mengalami proses belajar atau mempelajari ilmu pengetahuan tertentu di suatu sekolah yang berupa nilail-nilai mata pelajaran seperti pendapat (Nurkencana. Dengan demikian. Prestasi yang dimaksud dalam penelitian adalah hasil belajar. prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan dari individual sebagai aktivitas dalam belajar. Berdasar pengertian di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai oleh seseorang yang telah melakukan kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk angka maupun pernyataan melalui proses penilaian terhadap tingkah laku dalam proses belajar mengajar. sedangkan belajar adalah suatu aktivitas yang dilakukan secara sadaruntuk mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari. 1990) yang mengatakan bahwa: “prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh individu setelah individu yang bersangkutan mengalami suatu belajar atau diajarkan pengetahuan tertententu”. .

suasana keluarga. 2. rasa aman. teman bergaul. seperti kesehatan. misalnya cara orang tua mendidik. dan sebagainya. kegiatan yang lain. d. cara hidup lingkunan. media pendidikan. kemampuan. adalah faktor yang timbul dalan diri anak itu sendiri. kurikulum keadaan gedung.2. Adapun faktor-faktor tersebut dapat digolongkan sebagai berikut (Djamarah. Faktor internal. faktor ini terwujud sebagai kebutuhan dari anak itu.28 2. b. pelaksanaan disiplin metode mengajara dan tugas belajar. Faktor eksternal yang berasal dari keluarga. c.4. Faktor eksternal yang berasal dari sekolah seperti interaksi guru dan murid. 1994). standar pelajaran diatasa kurikulum.Faktor-faktor yang mempengaruhi pestasi belajar Prestasi belajar merupakan hasil dari proses belajar yang dipengaruhi oleh beberap faktor. Faktor eksternal yang berasal dari masyarakat. misalnya media massa. keadaan sosial ekonomi keluarga. cara penyajian hubungan antara murid. sekalipun sistem pembelajaran bermain peran bukanlah satu- . a. standar pelajaran. Kerangka berfikir Dalam mencapai suatu motivasi dan prestasi belajar tidaklah semudah yang dibayangkan. latar belakang kebudayaan. waktu sekolah. pegertian orang tua. sebab untuk mencapai motivasi dan prestasi belajar yang tinggi ada beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi dan prestasi belajar siswa tersebut adalah penerapan sistem pembelajaran bermain peran.

namun system atau strategi pembelajaran khususnya pembelajaran bermain peran merupakan salah satu sarana atau alat bantu pengajaran yang akan dipakai untuk membantu kegiatan belajar mengajar sehingga apa yang diajarkan akan lebih mudah dimengerti ataupun dipahami oleh anak didik (siswa). Hipotesis dalam penelitian ini adalah “Motivasi dan prestasi belajar biologi siswa kelas VII SMP Negeri III Bayan dapat ditingkatkan dengan penerapan strategi pembelajaran bermain peran” . yang kebenarannya masih harus diuji secara empiris (suryabrata. sehingga para siswa akan lebih menyukai ataupun akan lebih cenderung memberikan perhatian yang lebih besar terhadap belajar yang pada gilirannya juga akan mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara keseluruhan. Keberadaan pembelajaran bermain peran dalam membantu meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa disekolah mutlak diperlukan.28 satunya faktor yang menentukan tinggi rendahnya motivasi dan prestasi belajar siswa.3. 2003). 2. Hipotesis Penelitian Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah penelitian. Menggambarkan dengan jelas bahwa dengan adanya pembelajaran bermain peran sangat berperan dalam meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa.

28 BAB III METODE PENELITIAN 3. Tempat dan waktu penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan pada siswa kelas VII SMP Negeri III Bayan pada semester genap yaitu pada tanggal 24 April sampai dengan 15 Mei Tahun Pelajaran 2007/2008. Pendekatan Penelitian Pendekatan dalam penelitian tergantung pada gejala yang akan diteliti.1. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Bila gejala itu timbul dengan cara sengaja maka pendekatan yang akan dilakukan adalah pendekatan eksperimen. Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru peneliti dalam proses belajar mengajar dikelas.2. 2006).3. 2007) 3. Apakah gejala itu dibuat secara sengaja atau gejala itu telah ada secara wajar. dengan tujuan untuk memperbaiki kinerja guru sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat (Arikunto. 3. . sedangkan apabila gejala yang diteliti telah ada secara wajar maka pendekatan yang digunakan adalah pendekatan empiris (Arikunto. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan eksperimen karena gejala yang timbul dengan cara sengaja yaitu pembelajaran dengan bermain peran terhadap motivasi dan prestasi belajar biologi pada siswa kelas VIII SMPN III Bayan Tahun Pelajaran 2007/2008.

Refleksi Tindakan/ Observasi Rencana yang Direvisi Refleksi Siklus I Tindakan/Observasi Rencana yang Direvisi Refleksi Siklus II Tindakan/Observasi Gambar I : Penelitian tindakan model Kemmis dan Mc Taggart . Secara spiral menurut Kemmis dan Mc Taggert dalam Depdiknas (2006) penelitian tindakan kelas terdiri dari beberapa tahapan sebagai berikut. yang diikuti siklus berikutnya. pelaksanaan tindakan. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian yang dimaksud adalah tindakan berupa tindakan pembelajaran bermain peran terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa kelas VII SMP Negeri III Bayan Tahun Pelajaran 2007/2008.4. Dalam peningkatan pemahaman pembelajaran tersebut digunakan tindakan berulang atau siklus yang terdiri dari perencanaan. Apabila proses pembelajaran tidak tuntas pada siklus I dan II peneliti akan melanjuntkan ketahap siklus III.3. observasi dan refleks. Pada penelitian ini rencana tindakan dalam maksimal 2 siklus yang setiap siklus terdiri dari 1 kali pertemuan.

c. . wawancara dan hasil belajar siswa dikumpulkan serta dianalisis. analisis sebab kekurangan dan menentukan perbaikan pada siklus berikutnya. hal-hal yang dilakukan oleh peneliti adalah : Menyusun rencana pembelajaran Membuat lembar observasi Mendesain alat evaluasi dan merencanakan analisis hasil tes b.28 1. d. Refleksi Hasil yang diperoleh dari observasi. yaitu : identifikasi kekurangan. Pelaksanaan tindakan Dalam tahap pelaksanaan tindakan dilakukan pembelajaran sesuai rencanan pembelajaran yang telah disusun. sehingga dari hasil tersebut guru dapat merefleksi diri dengan melihat data observasi. Observasi dan evaluasi Kegiatan observasi dilakukan secara kontinu setiap kali pembelajaran berlangsung dalam pelaksanaan tindakan dengan mengamati kegiatan guru dan kreatifitas siswa. Perencanaan Dalam tahap ini. Tahap siklus pertama a.

Populasi dan Sampel Penelitian 3.4. Teknik Pengumpulan data Penelitian ini menggunakan teknik tes dan observasi dalam pengumpulan data penelitian : 3.1 Populasi penlitian Populasi adalah seluruh subyek penelitian (Arikunto.2.1. Teknis Tes Teknik tes digunakan untuk mengukur penguasaa dan pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari.5.6. 3. 3. 3.6.observasi dilakukan dalam penelitian ini adalah untuk melihat motivsi proses pembelajaran .4. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPN III Bayan Yang terdiri dari 3 kelas tiap berjumlah rata-rata 40 orang.2. Sampel penelitian Sampel penelitian ini dipilih dari suatu populasi yang benarbenar mewakili ciri-ciri populasi tersebut sehingga dapat digunakan untuk melakukan suatu generalisasi (Moleong. Teknik Observasi Teknik observasi digunakan untuk memperoleh informasi mengenai aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. 2006). 2004) .6.Menurut Arikunto (2006) Jika Populasi < 100 maka sampel yang dipakai dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-I SMPN III Bayan Tahun Pelajaran 2007/2008.28 3.

setiap soal terdiri dari 4 alternatif jawaban (a.7. 3. Berdasarkan pendapat para ahli diatas.b. maka dalam penelitian ini digunakan dua jenis instrumen penelitian yaitu tes dan lembar observasi. 2004).28 dengan menggunakan pembelajaran bermain peran pada pembelajaran biologi. Senada dengan pendapat diatas. dan d). Furchan (2004) menyatakan instrument sebagai suatu alat yang dapPat dipertanggung jawabkan untuk mengukur tingkah laku dan sifat dari sesuatu yang diteliti.7.2002) 3. Instrumen penelitian Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk merekam keadaan dan aktivitas atribut-atribut psikologis. Lebih lanjut Slameto (2003) menyatakan tes hasil belajar sebagai sekelompok pertanyaan atau tugas-tugas yang harus dijawab atau diselesaikan siswa dengan tujuan untuk mengukur kemajuan belajar siswa. Jenis tes yang digunkan dalam penelitian ini adalah tes objektif pilihan ganda (multiple choice tes) yang menuntut siswa untuk memilih salah satu jawaban yang dianggap paling benar dari beberapa alternative jawaban yang telah tersedia. 2003).(Arikunto. baik kognitif maupun non kognitif (Suryabrata. .1 Lembar Tes Tes adalah seperangkat ransangan (stimuli) yang diberikan kepada seseorang dengan maksud untuk mendapatkan jawaban-jawaban yang dapat dijadikan dasar bagi penetapan skor angka (Furchan.c.

Pendapat lain. . dimana penataan data dilakukan dengan mempergunakan sebuah daftar yang memuat nama observer disertai jenis gejala yang diamati. Adapun isi dari observasi adalah kegiatan guru dan motivsi siswa atau kegiatan siswa selama proses belajar mengajar berlansung. 2005). maka data tersebut diolah berdasarkan reverensi yang ada serta disesuaiakan dengan keadaan pembelajaran selanjutnya dilapangan.1.7.28 3. menurut Slameto (2003). sehingga nantinya dapat dipertanggung jawabkan. baik secara individu atau kelompok. 3. 3. Tugas observer memberi tanda cek pada gejala yang muncul (Hadi dan haryono. Analisis Data Hasil Observasi Karena data observasi berupa data deskriftif kualitatif.8. dan nilai-nilai yang terkandung dalam diri siswa. Analisis Data Pengolahan data merupakan salah satu langkah yang sangat penting.8. terutama bila diinginkan generalisasinya atau kesimpulan tentang masalah yang diteliti. observasi merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengukur aspek-aspek kemampuan yang tidak dapat diukur secara kuantitatif. serta proses kegiatan yang dilakukan oleh siswa. seperti minat. 2005). sikap. Jenis alat observasi yang diguna kan daftar cek.2 Lembar Observasi Observasi adalah pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejala-gejala yang tampak pada objek penelitian (Hadi dan Haryono.

8.2. yaitu data tentang motivasi dan prestasi belajar siswa kedua data diolah dengan menggunakan analisis statistik deskriptif. Simpangan Baku Sd  F (X .28 3. 3.X) 2 N Keterangan : Sd  Simpangan Baku F  Banyak Data N  Jumlah Siswa X  Nilai Data (Sudjana.2.3. Ketuntasan Individu Setiap siswa dalam proses belajar mengajar dikatakan tuntas terhadap materi pembelajaran yang diberikan apabila mencapai nilai lebih besar atau sama dengan 6.2.8.5 .  X  Keterangan : M = Mean (nilai rata-rata) ∑ = Jumlah nilai yang diperoleh siswa N = Banyaknya siswa ikut tes 3. Analisis Data Hasil Tes Data yang diperoleh dalam penelitian ini ada dua.Rata-rata kelas Hasil belajar siswa dapat dikatakan meningkat apabila terdapat peningkatan rata-rata sebelumnya. Untuk mengetahui keberhasilan belajar siswa. 2005) 3.1.8.2.8.2.

2.5⌡ Cukup Aktif 1.0⌡ Sangat Aktif 3.2.5.5⌡ Kurang Aktif 1.5 <x ≤ 4.5⌡ Aktif 2.8.8.2.4.2.8.1. Ketuntasan Klasikal R X 100 % T Keterangan : P  ProsentaseKetuntasan R  Jumlah siswa yang mendapat nilai lebih dari 65 P T  Jumlah siswa 3. Menentukan MI dan SDI Rumus MI = ½ (Skor Tertinggi + Skor Terendah) .28 3.2.5.5⌡ Kurang Aktif Dengan X Skor rata-rata dikatakan berhasil apabila termasuk pada kriteria data akktivitas cukup aktif.8.0 <x ≤ 1.5 <x ≤ 3. Data Aktivitas Siswa Data aktivitas siswa di analisis dengan cara sebagai berikut : 2. Menentukan skor yang diperoleh siswa : Skor 5 diberikan jika dekriptor nampak Skor 4 diberikan jika 3 dekriptor nampak Skor 3 diberikan jika 2 dekriptor nampak Skor 2 diberikan jika 1 dekriptor nampak Skor 1 diberikan jika tidak ada dekriptor nampak Kemudian hasilnya di bandingkan dengan kriteria sebagai berikut 4.5 <x ≤ 2.5 <x ≤ 5.5.2.aktif dan sangat aktif.

Data aktivitas guru Setiap indikator perilaku guru pada penelitian ini mengikuti aturan sebagai berikut : Skor 5 diberikan jika dekriptor nampak Skor 4 diberikan jika 3 dekriptor nampak Skor 3 diberikan jika 2 dekriptor nampak Skor 2 diberikan jika 1 dekriptor nampak Skor 1 diberikan jika tidak ada dekriptor nampak Sedangkan aktivitas guru kriterianya sebagai berikut 3.5 <x ≤ 2.6.5⌡ Kurang Aktif (Nurkencana.1990) .5 <x ≤ 4.2.5⌡ Aktif 1.5 <x ≤ 3.0 <x ≤ 1.5⌡ Cukup Aktif 1.8.28 SDI = 1 6 (Skor Tertinggi + Skor Terendah) Kriteria untuk menentukan aktivitas belajar siswa sebagai berikut : MI + 2 SDI ≤ x ≤ MI + 3 SDI ( Sangat Aktif ) MI + 3 SDI ≤ x ≤ MI + 2 SDI ( Aktif ) MI – 2 SDI ≤ x ≤ MI – 3 SDI ( Cukup Aktif ) MI –3 SDI ≤ x ≤ MI – 2 SDI ( Kurang Aktif 2.0⌡ Sangat Aktif 2.

Menentukan ekosistem dan hubungan saling ketergantungan antara komponen ekosistem C. Kompetensi dasar . Model dan metode pembelajaran Model : CTL Metode : Bermain peran (Role playing) H. Langakah-langkah pembelajaran . D. Materi pembelajaran Ekosistem G. Indikator Mengidentifikasi satuan-satuan dalam ekosistem dan menyatakan matahari merupakan sumber energi.63 Lampiran 1 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus I Satuan pendidikan : SMPN III BAYAN…… Mata pelajaran : IPA-Biologi Kelas/semester : VII/II Tahun pelajaran : 2007/2008 Pokok Bahasan : Ekosistem A. Tujuan pembelajaran Siswa dapat: Mendefinisikan tentang pengertian ekosistem Menyebutkan komponen-komponen dalam ekosistem Mengargumentasikan masing-masing satuan dalam ekosistem F. Standar kompetensi .Memahami saling ketergantungan dalam ekosistem B. Alokasi waktu 2 x pertemuan E.

Membagi siswa dalam beberapa kelompok .Persiapan dan intruksi .64 1. Bentuk penilaian tertulis b. Penilaian a. Sumber belajar Buku paket biologi SMP Kelas VII J.Evaluasi hasil belajar .Aksi diskusi .Menginformasikan materi pada pertemuan berikutnya .Mengabsensi siswa .Menyampaikan tujuan pembelajaran b. Pendahuluan/persiapan .Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyatakan hal-hal yang kurang dipahami . a.Memeriksa kesiapan belajar .menyuruh siswa untuk menyimpulkan kegiatan pembelajaran . Bentuk soal pilihan ganda . Kegiatan akhir .Motivasi .Menutup pembelajaran I.Menyuruh siswa/kelompok mempersentasikan. Kegiatan inti .Tiap kelompok diberikan kesempatan yang sama untuk menyampaikan reaksinya . menyajikan dari hasil diskusi .Menyempurnakan jawaban c.

(Ida Bayani. 132094514 . - (Supriani) NIM.Fahrurrazi NIP.Pd) NIP. Peneliti. 04 211 304 Mengetahui Kepala Sekolah SMPN III Bayan Drs.64 Guru Bidang Studi Biologi. S.

Standar kompetensi .Memahami saling ketergantungan dalam ekosistem B. D. Kompetensi dasar . Tujuan pembelajaran Siswa dapat: Mendefinisikan tentang pengertian ekosistem Menyebutkan komponen-komponen dalam ekosistem Mengargumentasikan masing-masing satuan dalam ekosistem : SMPN III BAYAN…… : IPA-Biologi : VII/II : 2007/2008 : Ekosistem F. Indikator Menggambar dalam bentuk diagram rantai makanan dan jarring-jaring kehidupan berdasarkan hasil pengamatan suatu ekosistem. Langakah-langkah pembelajaran .Menentukan ekosistem dan hubungan saling ketergantungan antara komponen ekosistem C. Model dan metode pembelajaran Model : CTL Metode : Bermain peran (Role playing) H.64 Lamipran 3 : Rencana Pelakasaan Pembelajaran Siklus II Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus II Satuan pendidikan Mata pelajaran Kelas/semester Tahun pelajaran Pokok Bahasan A. Alokasi waktu 2 x pertemuan E. Materi pembelajaran Ekosistem G.

Motivasi . Bentuk penilaian tertulis b.Memeriksa kesiapan belajar .Menyempurnakan jawaban c. Pendahuluan/persiapan . menyajikan dari hasil diskusi .Menginformasikan materi pada pertemuan berikutnya . Penilaian a.Mengabsensi siswa . Kegiatan inti .Tiap kelompok diberikan kesempatan yang sama untuk menyampaikan reaksinya . Kegiatan akhir .Evaluasi hasil belajar .Menyampaikan tujuan pembelajaran b.64 I.Persiapan dan intruksi .Menyuruh siswa/kelompok mempersentasikan.Aksi diskusi . Bentuk soal pilihan ganda .Membagi siswa dalam beberapa kelompok . a.Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyatakan hal-hal yang kurang dipahami .Menutup pembelajaran I. Sumber belajar Buku paket biologi SMP Kelas VII J.Menyuruh siswa untuk menyimpulkan kegiatan pembelajaran .

132094514 . Peneliti.64 Guru Bidang Studi Biologi. S. - (Supriani) NIM.Pd) NIP.Fahrurrazi NIP. 04 211 304 Mengetahui Kepala Sekolah SMPN III Bayan Drs. (Ida Bayani.

1.1.1. Pada tahap tindakan ini proses belajar mengajar berdasarkan pada tahap perencanaan yang telah disusun. Hasil Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan untuk megengetahui apakah penerapan pembelajaran bermain peran dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar biologi pada siswa kelas VII SMPN III Bayan Tahun Pelajaran 2007/2008 yang dilaksanakan pada tanggal 24 April sampai 15 Mei. Hasil perencanaan untuk setiap siklus dapat dilihat pada tabel berikut: .64 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. Perencanaan dan tindakan Sebelum proses belajar mengajar berlangsung terlebih dahulu menyusun perencanaan pembelajaran kemudian dilakukan proses belajar mengajar yang termasuk dalam tahap tindakan. Dari data-data yang sudah diperoleh selanjutnya dianalisis dengan metode yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu data kuantitatif yang diperoleh dari hasil evaluasi akan memberikan jawaban mengenai berhasil tidaknya proses pembelajaran yang diukur dengan ketuntasan belajar. Adapun langkah-langkah yang telah dilakukan adalah sebagai berikut: 4.

proses pembelajaran. Mempersiapkan perangkat a. Mempersiapkan pembelajaran Menyusun perangkat pembelajaran rencana pembelajaran.1. Dilaksanakan pada hari Kamis 24 April 2008 kamis 15 mei 2008 yang yang berlangsung satu kali berlangsung satu kali pertemuan selama 2 x 35 pertemuan selama 2 x 35 menit pada pokok bahasan menit pada pokok Ekosistem bahasan Ekosistem 4. c.1: Perencanaan pembelajaran bermain peran pada siswa kelas VII SMPN III Bayan Tahun Pelajaran 2007/2008 Perencana an Tindakan Siklus I Siklus II a. Koordinasi dengan guru b. Hal ini untuk mengetahui kekurangankekurangan selama proses belajar berlangsung dengan tujuan untuk refleksi pada siklus berikutnya.2. Menyusun rencana Membuat lembar pembelajaran. Tahap refleksi merupakan kegiatan untuk memperbaiki hasil observasi pada siklus I .64 Tabel 4. Koordinasi dengan guru kelas yang bertindak kelas yang bertindak sebagai observer dalam sebagai observer dalam proses pembelajaran. Membuat observasi lembar observasi b. Melakukan observasi terlebih dahulu di kelas objek (kelas VII) SMPN III Bayan MataramTtahun Pelajaran 2007/2008 a. Hasil observasi dan refleksi Observasi dilakukan pada saat proses belajar mengajar berlangsung oleh observer dengan mengamati aktivitas guru dan motivasi siswa selama proses belajar mengajar berlangsung. Dilaksanakan pada hari a.

Peneliti masih kurang dalam kepada beberapa siswa yang penguasaan kelas sehingga kurang aktif dan ribut supaya masih ada siswa yang ribut siswa antusias dalam proses dalam pelaksanaan diskusi pembelajaran kelompok karena siswa kurang antusias dalam proses pembelajaran c. Peneliti kurang memberikan a. Interaksi antara peneliti dan c. Peneliti kurang memberikan a. Penelilti memberikan pertanyaan siswa masih kurang terutama kepada siswa yang kurang aktif agar interaksi antara guru dengan siswa tercipta. Dan . Peneliti harus mengatur waktu semaksimal mungkin dengan cara c.64 Tabel 4.2: Hasil observasi dan refleksi selama proses pembelajaran Siklus I Observasi Refleksi a. Memberikan umpan balik kepada umpan balik kepada siswa baik siswa dengan cara memberikan secara lisan maupun tulisan pertanyaan secara lisan pada beberapa orang denga tujuan untuk memperkuat ingatan siswa terhadap materi yang dibahas II b. Siswa kurang kompak dalam siswa bahwa kerjasama dalam bekerja kelompok suatu kelompok merupakan sesuatu yang dinilai dalam proses pembelajaran a. Peneliti kurang mengatur mengalokasikan terlebih dahulu waktu yang telah ditentukan sehingga proses pembelajaran sesuai dengan yang direncanakan d. Peneliti menjelaskan kepada d. Peneliti harus menjelaskan mengarahkan langkah-langkah langkah-langkah proses proses pembelajaran pembelajaran sebelum belajar berlangsung berlangsung c. Peneliti belum bisa b. Peneliti memberikan motivasi motivasi siswa kepada siswa secara riil serta mengarahkannya b. Peneliti memberikan pertanyaan b.

94 Aktif .00 Aktif Rata-rata 3. Data hasil analisis motivasi siswa Tabel 4.64 peneliti selalu mengkoordinir dengan baik setiap kelompok yang mengalami kesulitan sehingga tercipta suasana belajar sesuai dengan yang diharapkan.3: Hasil analisis aktivitas motivasi siswa Siklus Banyak Siswa Total Skor Rata-rata Kategori Keaktifan Aktif I 39 423 3.3.00 Aktif Tabel 4.4.83 Kategori Keaktifan Aktif II 6 24 4.76 II 39 553 4. 4.1. Hasil Analisis Aktivitas Guru Siklus I Banyak item 6 Total Skor 23 Rata-rata 3.

07 71. Ini menunjukkan bahwa pengajaran dengan metode bermain peran dapat meningkatkan prestasi belajar siswa terutama siswa kelas VII SMPN III Bayan.4.79% dapat dikatakan belum tercapai atau tuntas. siklus II = 87.64 4.64 1.30 1. baik nilai tertinggi. terendah. rata-rata serta simpangan baku. Data hasil belajar Data hasil pembelajaran selama proses belajar belangsung denagn menggunakan model pembelajaran bermain peran yang dilaksanakan pada kelas VII SMPN III Bayan Tahun Pelajaran 2007/2008 adalah sebagai berikut dapat dilihat pada tabel 4.17 sudah tuntas karena sudah mencapai target yang telah ditetapkan yaitu minimal 85% dari jumlah siswa yang mendapat nilai atau sama dengan 65.5 diperoleh ketuntasan belajar pada siklus I yaitu 71.5 ada peningkatan antara siklus 1 sampai siklus II. Dari hal tersebut juga dapat dikatakan bahwa ada peningkatan ketuntasan .17% Berdasarkan tabel 4.5: Data hasil belajar siswa kelas VII SMPN III Bayan Tahun Pelajaran 2007/2008 Nilai Tertinggi Terendah Rata-rata Simpangan Baku Ketuntasan Belajar I 80 55 67. Berdasarkan hasil tabel 4.79 % Siklus II 85 60 70.1.5 dibawah ini Tabel 4.12 87.

17 %. Ketuntasan yang diharapkan sudah mencapai batas ketuntasan yang ditetapkan yaitu minimal 85% dari jumlah siswa yang mencapai nilai 65.5 bahwa hasil observasi ada siklus I tentang prestasi belajar siswa menunjukkan nilai rata-rata siswa adalah 67. oleh karena itu perlu adanya perbaikan tindakan pada siklus II.2. ketuntasan yang diharapkan belum tercapai.00.3 diperoleh bahwa kategori motivasi siswa dalam pembelajaran siklus I tergolong cukup kreatif. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 4. Sedangkan hasil observasi aktivitas guru selama proses berlangsung tergolong baik dengan rata-rata skor sebersar 3.79 %.3 diperoleh bahwa kategori motivasi siswa dalam pembelajaran siklus II tergolong sangat baik dengan rata-rata skor sebesar 4. Dengan demikian bahwa pembelajaran dengan metode bermain peran dapat menuntaskan hasil belajar terutama pada siswa kelas VII SMPN II Bayan Tahun Pelajaran 2007/2008 4. Disamping itu hasil observasi tentang Motivasi siswa selama proses belajar berlangsung sepserti yang termuat pada tabel 4.64 belajar secara klasikal antara siklus I sampai siklus II. Disamping itu hasil observasi tentang motivasi siswa selama proses belajar berlangsung seperti yang termuat pada tabel 4.64 sedangkan ketuntasan belajar siswa adalah 87.83.5 bahwa hasil observasi pada siklus II tentang prestasi belajar siswa menunjukkan niali rata-rata siswa adalah 70. . Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 4.30 sedangkan ketuntasan belajar siswa adalah 71.

Kekurangan kemampuan siswa dalam menunjukan pengalaman belajar. Peneliti kurang dalam memberikan penguatan atau penghargaan pada siswa serta evaluasi hasil pembelajran hal ini disebabkan karena waktu yang disediakan terlalu sedikit. Keberanian siswa dalam mengajukan pertanyaan.Adapun kekurangan-kekurangan aktivitas kegiatan siswa dengan guru pada siklus I antara lain: 1. Pada siklus II diadakan penyempurnaan dan perbaikan terhadap kendalal-kendala yang muncul pada siklus I. Hal ini karena peneliti dianggap sebagai guru baru. 4.3 bahwa hasil yang diperoleh pada siklus I masih belum mencapai hasil yang diharapkan. dan mengaitkan materi sebelumnya dengan materi baru.64 Berdasarkan tabel 4.merespon dan menjawab pertanyaan dari peneliti masih kurang. hal ini disebabkan karena pada siklus ini merasa bahwa yang mengajar adalah bukan gurunya. penyempurnaan dan perbaikan tersebut antara lain: . 5. 3. sehingga belum tau betul kondisi yang ada dikelas itu. Pemberian apersepsi pada siswa masih kurang hal ini disebabkan karena kemampuan peneliti kurang mengaitkan materi dengan keadaan lingkungan sehari-hari. Peneliti cukup aktif dalam mengelola kelas hal ini disebabkan karena peneliti merasa sebagai orang tua baru. 2. Berdasarkan hasil refleksi terhadap tindakan yang telah dilakukan pada siklius I maka dilakukan pemberian tindakan pada siklus II.

3. meskipun demikian ada kekurangan-kekurangan. Misalnya keterkaitan antara perhitungan luas persegi dalam perhitungan lingkaran. Pada tabel 4.Hasil ini terjadi karena pada siklus I siswa belum terbiasa dengan metode yang . sedangkan ketuntasan belajar siswa adalah 71.64 1. seperti masih adanya siswa yang masih enggan bertanya serta merespon pertanyaan dari guru. Guru mengajukan sejumlah pertanyaan pada siswa. Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 4. Bagi siswa yang bisa menjawab dan berani merespon pertanyaan tersebut akan diberikan poin tambahan. Guru menentukan tutor sebaya dalam tiap-tiap kelompok agar mau membantu atau mengajari temannya yang belum bisa.1 bahwa hasil observasi pada siklus I tentang prestasi belajar siswa menunjukan nilai rata-rata siswa adalah 67.30. guru harus mengelola kelas dengan baik.5 bahwa prestasi belajar siswa meningkat dari 71. Berdasarkan hasil observasi. Guru meminta siswa untuk mengingat kembali serta menunjukan keterkaitan antara pengalaman belajar sebelumnya terhadap keterkaitan pada materi. Guru memberikan penguatan atau penghargaan terhadap jawaban atau pertanyaan siswa dengan cara memberikan poin serta menanyakan kembali materi yang telah dibahas untuk menguji pamahaman siswa. proses kegiatan belajar mengajar berjalan segan baik.17% . sebagai bentuk penghargaan dari respon siswa terhadap stimlasi yang diberikan guru. dengan mengendalikan kondisi beljara yang menyenangkan dan mengawasi kegiatan pembelajaran.79%. 2.79% meningkat menjadi 87. 4.

5 bahwa rata-rata prestasi belajara siswa mulai dari siklus I sampai siklus II meningkat. ini menunjukkan bahwa ketuntasan klasikal yang diharapkan telah tercapai. Berdasarkan tabel 4. Hal ini dapat dikatakan bahwa pengguanaan pembelajaran bermain peran dapat meningkatkan motivasi dan pretasi belajar belajar siswa terutama siswa kelas VII SMPN III Bayan Tahun Pelajaran 2007/2008. Sedangkan hasil observasi aktivitas guru selama proses belajar berlansung tergolong baik dari siklus I dengan rata-rata 3. Sedangkan simpangan baku yang diperoleh baik dari siklus I dan siklus II yang di peroleh dapat di lihat pada lampiran 13 dan 14.sedangkan pada siklus II sudah sudah dapat memahami prinsip metode pembelajaran yang digunakan hal ini dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa selama proses pembelajaran siklus II sangat baik.30 sedangkan pada siklus II rata-rata 70.64 menunjukan bahwa pembelajaran bermain peran dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa. menunjukkan bahwa kemampuan siswa SMPN III Bayan Tahun Pelajaran 2007/2008 bersifat homogen (dianggap sama). .83 sedangkan siklus II 4.00. Memperhatikan rata-rata yang diperoleh pada siklus I yaitu 67.64 diterapakan . dengan Pencapaian ketuntasan belajar pada siklus II menunjukkan bahwa pembelajaran bermain peran menyebabkan suasana kelas menjadi lebih hidup dengan partisipasi aktif siswa dan dengan kegiatan-kegiatan pembelajaran yang dilakukannya sehingga pembelajaran menjadi lebih baik dan menyenangkan.

Dari siklus ke siklus terlihat adanya perubahan ini terlihat dari keberaian siswa bertanya terhadap yang belum mereka pahami. maka guru melakukan perbaikkan dan meningkatkan hal-hal yang dianggap kurang diberikan pada siklus berikutnya. Keaktifan mereka dalam mengkontruksi pengetahuan awal mereka dan mengekpresikan pengetahuan yang mereka temukan berdasarkan kerja keras mereka kedalam konteks yang nyata (kehidupan alam antar siswa) untuk memperoleh pengetahuan yang lebih banyak tentang materi yang diterima hari itu. peran guru juga sangat menentukan/membantu dalam mencapai keberhasilan siswa. Termasuk didalamnya bagaimana memotivasi siswa dalam belajar kelompok. .64 Disamping dari permasalahan diatas. Unutk mencapai hasil yang optimal lagi.

1. Saran Berpedoman pada hasil yang tercapai pada penelitian ini maka saransaran yang dapat disampaikan adalah: 5.2.2.79 % siklus I dan 87. dapat disimpulkan babwa penerapan strategi pembelajaran bermain peran pada mata pelajaran biologi tentang ekosistem dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar biologi siswa kelas VIII SMPN III Bayan Tahun Pelajaran 2007/2008. . serta memberikan kebebasan kepada siswa untuk membangun pemahaman sendiri berdasarkan pengalaman belajar sebagai suatu penyempurnaan dari pembelajaran bermain peran.2. 5.30 siklus I dan 70. Simpulan Berdasarkan hasil analisis data.2.1. sedangkan ketuntasan klasikalnya 71. Dengan rata-rata 67.64 siklus II. 5. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai alat evaluasi dan introspeksi bagi guru dalam memperbaiki kekurangan kegiatan pembelajaran dan memberikan gagasan untuk peningkatan mutu pendidikan kearah yang lebih baik.64 BAB V PENUTUP 5.17% siklus II. Diharapkan kepada guru biologi SMPN III Bayan agar mempertimbangkan perkembangan dan taraf berpikir anak sebagai acuan dalam memilih metode dan strategi belajar.

.2.3. Bagi penelitian lain yang ingin meneliti lebih lanjut diharapkan mencoba menerapkannya pada pokok bahasan lain dengan cakupan yang lebih luas.64 5.

Mengaitkan materi yang akan dibahas dengan materi sebelumnya c. Menciptakan suasana belajar yang kondusif b. Melaksanakan belajar mengajar sesuai dengan skenario pembelajaran 3. Pendampingan kepada siswa selama proses belajar mengajar berlangsung c. Eksplorasi Pembelajaran a. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan pendapat 4. Memfasilitasi siswa dalam belajar c. Menyampaikan tujuan pembelajaran 4. Mengkontruksikan pemahaman siswa berdasarkan pengalaman belajar b. Pembentukan sikap dan prilaku siswa a. Mengajukan pertanyaan untuk menguju pemahaman sebelumnya b. Membangkitkan minat dan motivasi siswa dalam belajar 3. Memberikan penguatan/penghargaan kepada siswa b. Konsolidasi Pembelajaran a. Pendahuluan 1. Menggali permasalahan dalam pembelajaran berdasarkan kehidupan sehari-hari untuk diselesaikan 2. Evaluasi a. Evaluasi pemahaman siswa terhadap pembelajaran c. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya d. Memeriksa kesiapan belajar siswa 2. Kegiatan Inti 1. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan hasi temuan d. Menyampaikan manfaat dari penting pembelajaran B. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyelesaikan sola didepan kelas .64 Lampiran 5: Pedoman pengisian lembar observasi PEDOMAN OBSERVASI KEGIATAN GURU Teknik Penilaian: Skor 5 diberikan jika semua deskriptor nampak Skor 4 diberikan jika 3 deskriptor nampak Skor 3 diberikan jika 2 deskriptor nampak Skor 2 diberikan jika 1 deskriptor nampak Skor 1 diberikan jika semua deskriptor tidak nampak Berikut ini adalah deskriptor untuk setiap indikator yang diobservasi A. Pendampingan siswa dalam kegiatan kelompok d. Menyampaikan kembali beberapa konsep belum dikuasai siswa d.

Meminta siswa untuk membuat kesimpulan dengan bahasa sendiri 3. Penutup 1. meminta siswa untuk memperbaiki/ menambah kesimpulan apabila kesimpulan yang dibuat salah atau kurang sempurna 4.64 C. Melakukan tanya jawab dengan siswa untuk menarik kesimpulan dari materi yang telah dipelajari 2. Menyempurnakan jawaban siswa. .

Siswa tidak ragu-ragu dalam merespon 4. Siswa berusaha memperbaiki jawawban pertanyaan yang dijawab salah sebelumnya 4. Siswa menggunakan keterkaitan materi sebelumnya dalam pembelajaran B. Respon dalam pembelajaran 1.64 Lampiran 6: Pedoman Observasi Motivasi Siswa Pedoman Observasi Motivasi Belajar Siswa Teknik Penilaian : Skor 5 diberikan jika semua deskriptor nampak Skor 4 diberikan jika 3 deskriptor nampak Skor 3 diberikan jika 2 deskriptor nampak Skor 2 diberikan jika 1 deskriptor nampak Skor 1 diberikan jika semua deskriptor tidak nampak A. Siswa tidak terpengaruh dengan situasi selama pembelajaran C. Bisa memperahatikan pelajaran dengan seksama selama proses belajar mengajar berlangsung 2. Siswa membantu memperbaiki kesalahan jawaban temannya 4. Siswa mencoba mengemukakan pendapat dalam kelompok 2. Siswa mencoba menanggapi pendapat dari temannya 3. Siswa menunjukkan contoh dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan materi pembelajaran 3. Penggunaan bermain peran 1. Siswa mengemukakan pendapat pada guru D. Siswa tidak mengerjakan pelajaran ini 3. Siswa menunjukkan pengalaman belajar pada materi sebelumnya yang berkaitan dengan materi pelajaran 2. Siswa berusaha menjawab dengan benar pertanyaan guru 3. Siswa mencoba menyimpulkan materi yang dibahas . Aktifitas siswa dalam diskusi kelompok 1. Antusias siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran 1. Siswa mengajukan pertanyaan yang dianggap belum jelas 2.

Melaksanakan belajar mengajar sesuai dengan skenario pembelajaran 3. Pendahuluan 1. Pendampingan kepada siswa selama proses belajar mengajar berlangsung c. Menciptakan suasana belajar yang kondusif b. Memfasilitasi siswa dalam belajar c. Menyampaikan tujuan pembelajaran 4. Mengaitkan materi yang akan dibahas dengan materi sebelumnya c. Kegiatan Inti 1. Menyampaikan manfaat dan arti penting pembelajaran B.64 Lampiran 7: Data Hasil Observasi Kegiatan Guru Siklus I DATA HASIL OBSERVASI KEGIATAN GURU SIKLUS I Indikator A. Ekspolarasi pembelajaran a. Konsolidasi Pembelajaran a. Mengajukan pertanyaan untuk menguji pemahaman sebelumnya b. Menyampaikan kembali beberapa konsep penting sebelum dikuasai siswa d. Menggali permasalahan dalam pembelajaran berdasarkan kehidupan sehari-hari untuk diselesaikan 2. Pembentukan sikap dan prilaku siswa a. Mengkonstruksikan pemahaman siswa berdasarkan pengalaman belajar b. Pendampingan siswa dalam kegiatan kelompok d. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya d. Memeriksa kesiapan belajar siswa 2. Memberikan kesempatan kepada Deskriptor Nampak Skor SB Penilaian B C K SK 3 4 3 4 2 3 3 4 . Membangkitkan minat dan motivasi siswa dalam belajar 3.

Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyelesaikan soal didepan kelas C. Meminta siswa untuk membuat kesimpulan dengan bahasa sendiri 3. Menyempurnakan jawaban siswa Jumlah Rata-rata Kategori 3 4 3 4 23 3. Memberikan penguatan/ penghargaan kepada siswa b.83 Baik . Penutup 1. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan hasil temuan d. Evaluasi a.64 siswa untuk mengemukakan pendapat 4. Meminta siswa untuk memperbaiki/ menambah kesimpulan apabila kesimpulan yang dibuat salah atau kurang sempurna 4. Melakukan tanya jawab dengan siswa untuk menarik kesimpulan dari materi yang telah dipelajari 2. Evaluasi pemahaman siswa terhadap pembelajaran c.

Zaenudin Lastinep Lilik Puspitasari Maria Ulfa Muliani Naswandi Nursiti hadijah Nika selfia Nuri sopiati Nusanim Opi giana Parman hadi R.Widyantini Dian sari Eka mardyawati Eka Fatmawati Erma rosiani Hariani Helmiatin Herni Idayani Junita Kasini L.00 .63 Lampiran 10: Data Motivasi Belajar Siswa Siklus II No Nama A Prilaku yang diamati B C Tota l d a x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x b c x x x x x x x x d 6 7 13 10 8 5 11 5 7 4 7 6 8 7 4 8 9 9 9 6 7 9 5 8 8 7 9 12 4 8 7 7 5 4 4 6 7 7 8 skor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Amini Ahyar rosisdi Apriwati D.edi Pranata Ridho Al-anba Rohyatun Rosisan heri Rodianto Rudati Sahlan Sarifudin Sumawan Sumiati Suriana Yusriadi Yuliartini Jumlah Rata-rata a x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x b x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x c x x x d x a X X X X X b x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x X x X X x X x X X X X X x X x X X x X X x X X x X X X x X x X X x X X x X X X X X x X x c x x x x x x x x x x x x d A b x X X x x X X x X X x X X X X x X X x X X X X X X X X x X x X X X x X X x X X x X X x X X X x X X x X x c 10 x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x 11 17 14 12 9 15 9 11 8 11 10 12 11 8 12 13 13 13 12 11 13 9 12 12 11 13 16 8 12 11 11 9 8 8 12 11 11 12 553 4.

Mengajukan pertanyaan untuk menguji pemahaman sebelumnya f. Pendampingan siswa dalam kegiatan kelompok h. Kegiatan Inti 1.63 Lampiran 9 : Data Hasil Observasi Kegiatan Guru Siklus II DATA HASIL OBSERVASI KEGIATAN GURU SIKLUS II Indikator D. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya h. Pendahuluan 1. Melaksanakan belajar mengajar sesuai dengan skenario pembelajaran 3. Ekspolarasi pembelajaran e. Memfasilitasi siswa dalam belajar g. Pendampingan kepada siswa selama proses belajar mengajar berlangsung g. Memeriksa kesiapan belajar siswa 2. Menggali permasalahan dalam pembelajaran berdasarkan kehidupan sehari-hari untuk diselesaikan 2. Menyampaikan manfaat dan arti penting pembelajaran E. Menyampaikan tujuan pembelajaran 4. Memberikan kesempatan kepada Deskriptor Nampak Skor BS Penilaian B C K SK 3 4 3 4 2 4 3 4 . Mengaitkan materi yang akan dibahas dengan materi sebelumnya g. Menciptakan suasana belajar yang kondusif f. Menyampaikan kembali beberapa konsep penting sebelum dikuasai siswa h. Mengkonstruksikan pemahaman siswa berdasarkan pengalaman belajar f. Pembentukan sikap dan prilaku siswa e. Membangkitkan minat dan motivasi siswa dalam belajar 3. Konsolidasi Pembelajaran e.

64 siswa untuk mengemukakan pendapat 4. Melakukan tanya jawab dengan siswa untuk menarik kesimpulan dari materi yang telah dipelajari 2. Memberikan penguatan/ penghargaan kepada siswa f. Penutup 1. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyelesaikan soal didepan kelas F. Meminta siswa untuk memperbaiki/ menambah kesimpulan apabila kesimpulan yang dibuat salah atau kurang sempurna 4. Evaluasi e. Meminta siswa untuk membuat kesimpulan dengan bahasa sendiri 3. Evaluasi pemahaman siswa terhadap pembelajaran g. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan hasil temuan h.00 Baik . Menyempurnakan jawaban siswa Jumlah Rata-rata Kategori 3 4 3 4 23 4.

63 Lampiran 8 : Data Motivasi Siswa Siklus I No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 29 20 21 22 23 24 25 26 27 28 39 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Nama a Amini Ahyar rosidi Apriwati D.Zaenudin Lastinep Lilik Puspitasari Maria ulfa Muliani b A c d A Prilaku yang diamati B C b c d A b c Total D d a b c d skor x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x X X X X X X x x x Naswandi Nursiti hadijah Nika selfia Nuri sopiati Nusanim Opi giana Parman hadi R.Widyantini Dian srai Eka mardyawati Eka Fatmawati Erma rosiani Hariani Helmiatin Hreni Idayani Junita Kasini L.76 .Edi Pranata Ridho Al-anba Rohyatun Rosisan heri Rodianto Rudati Sahlan Sarufudin Sumawan Sumiati Suriana Yusriadi Yuliartini Jumlah Rata-rata x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x X x X X X x X x X X x X x X x X x X x X x X x X x X x X x X x X X x X x X x X x X x X x X x X x X x X x X x X x X x X x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x X X x X x X x X x X x X x X x X x X x X x X X x X x X x X x X x X x X x X x X x X x X x X x X x X x X x X X x X X x X x X X X x X x X x X x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x x 9 10 14 11 8 14 12 12 9 9 12 14 10 8 10 9 10 10 9 11 9 9 9 10 9 10 14 14 7 9 10 13 11 7 9 8 8 9 11 13 14 18 15 12 18 16 16 13 13 16 18 14 12 14 13 14 14 13 15 13 13 13 14 13 14 18 18 11 13 14 17 15 11 13 12 12 13 15 423 3.

63 .

63 Lampiran 11 Data Hasil Evaluasi Prestasi Belajar Siswa Tiap siklus No Nama Nilai evaluasi belajar siswa tiap siklus Siklus I Siklus II 55 60 60 65 80 80 80 85 60 65 80 80 70 75 75 75 75 80 75 70 65 70 80 80 65 70 60 65 65 70 65 70 70 75 70 70 65 75 65 70 65 65 70 70 75 75 65 60 65 75 70 80 70 80 75 85 60 60 70 75 60 65 60 70 65 70 60 60 60 60 70 75 60 65 70 70 65 70 2.Zaenudin 16 Lastinep 17 Lilik Puspitasari 18 Maria Ulfa 19 Muliani 20 Naswandi 21 Nursiti hadijah 22 Nika selfia 23 Nuri sopiati 24 Nusanim 25 Opi giana 26 Parman hadi 27 R.edi Pranata 28 Ridho Al-anba 29 Rohyatun 30 Rosisan heri 31 Rodianto 32 Rudati 33 Sahlan 34 Sarifudin 35 Sumawan 36 Sumiati 37 Suriana 38 Yusriadi 39 Yuliartini Jumlah Rata-rata Jumlah siswa yang tuntas Prosentase ketuntasan .64 28 34 71.Widyantini 5 Dian sari 6 Eka mardyawati 7 Eka Fatmawati 8 Erma rosiani 9 Hariani 10 Helmiatin 11 Herni 12 Idayani 13 Junita 14 Kasini 15 L.17 % 1 Amini 2 Ahyar rosisdi 3 Apriwati 4 D.775 67.625 2.30 70.79 % 87.

30 2.1 Mencari nilai rata-rata dengan rumus :  ( x ) N No 1 2 3 4 5 6 (X-X) -12.23 -2.29 59.3 -7.29 7.29 F(X-X)2 151.31  39 41.19 58.16 174.625 Rata-rata 67.29 5.76 7.63 Lampiran 13 : Perhitungan Simpangan Baku Prestasi Belajar Siswa Siklus I (X-X)2 151.76 2.74  39 = 1.9 58.625 39 = 67.37 X F FX 55 1 55 60 10 600 65 11 715 70 8 560 75 5 375 80 4 320 Jumlah 2.29 53.45 645.29 532.07 .43 2.76 12.32 296.29 161.30  2.1 Mencari simpangan baku Untuk mencari simpangan baku digunakan rumus sebagai berikut : sd  f ( x  x) 2 N 1742 .

Siklus I Jumlah siswa yang tuntas =28 Jumlah siswa =39 Persentase ketuntasan klasikal = 28 x100 % 39 = 71.64 Lampiran 12 : Menghitung Persentase ketuntasan a.79 % b.17 % . Siklus I Jumlah siswa yang tuntas = 34 Jumlah siswa = 39 Persentase ketuntasan klasikal = 36 x100 39 = 87.

64 Lampiran 14 : perhitungan Simpangan Baku Prestasi Belajar Siswa Siklus II (X-X)2 113.1 Mencari simpangan baku Untuk mencari simpangan baku digunakan rumus sebagai berikut : sd  f ( x  x) 2 N 1908 .36  = 70.51 15.81 0.1 Mencari nilai rata-rata dengan rumus :   f ( x) N 27.2 438.05 412.25 222.69 39 = 1.55 39 No 1 2 3 4 5 6 (X-X) -10.12 .41 19.64 -0.36 14.64 -5.21 31.64 2.61 206.21 F(X-X)2 679.36 9.64 4.755 Rata-rata 70.0 87.42 1908.67 4.91 X F FX 60 6 360 65 7 455 70 11 770 75 8 600 80 5 400 85 2 170 Jumlah 2.64 2.91 39   43.

64 PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN BERMAIN PERAN DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA BIDANG STUDI BIOLOGI KELAS VII SMPN III BAYAN TAHUN PELAJARAN 2007/2008 Diajukan Kepada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut keguruan dan Ilmu Pendidikan Mataram untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Oleh SUPRIANI 04 211 304 JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN MATARAM 2008 .

Menyetujui Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Mataram Ketua jurusan.2008 Pembimbing I Pembimnbing II Ir.Pd.64 HALAMAN PERSETUJUAN Skripsi disusun oleh NIM Judul Penelitian : : : SUPRIANI 04 211 304 PENERAPAN BERMAIN STRATEGI DALAM PEMBELAJARAN MENINGKATKAN SISWA 3 PERAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR BIDANG STUDI BIOLOGI KELAS VII SMPN BAYAN TAHUN PELAJARAN 2007/2008 Telah memenuhi syarat dan disetujui oleh penguji. Yusuf. MS. S. H.. M. Tarudi. Hunaepi.Pd. Tanggal………………………………. M. S. .Pd.

Sumarjan. 2. M. Tanggal ………………………………………2008 DOSEN PENGUJI Nama 1.Si. MS. (Ketua) Tanda tangan ………………. (Anggota) ………………. M.. Sumarjan. 3. (Anggota) ……………….Pd.. Hunaepi. S. Ir. . H.Si. Drs. Drs. Tarudi.64 LEMBAR PENGESAHAN Skripsi atas nama SUPRIANI telah dipertahankan didepan dosen penguji Fakultas Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam IKIP Mataram.. M. Mengesahkan Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Mataram Dekan.

64

SKRIPSI INI ASLI KARYA PENULIS KECUALI RUJUKAN

64

KATA PENGANTAR Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat petunjuk dan karunia-Nyalah sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Penerapan strategi pembelajaran bermain peran dalam meningkatkan dan motivasi prestasi belajar siswa bidang studi biologi kelas VII SMPN III Bayan Tahun Pelajaran 2007/2008” ini tepat pada waktunya. Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat guna mendapatkan gelar sarjana pendidikan Strata (SI) pada Fakultas Pendidikan Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Jurusan Pendidikan Biologi. Melalui kesempatan ini penulis tidak lupa menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat: 1. Bapak Drs. Sumarjan M.Si, Selaku Dekan FPMIPA IKIP Mataram 2. Bapak Ir. H. M. Tarudi MS, selaku dosen pembimbing I 3. Bapak Hunaepi S.Pd, selaku dosen pembimbing II Skripsi ini tidak luput dari kekurangan karena itu saran dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca sangat kami harapakan. Penulis berharap semoga skripsi ini bermamfaat bagi kita semua.

Mataram,

Juni 2008

Penulis

64

DAFTAR ISI Halaman HALAMAN SAMPUL ........................................................................................ LEMBAR LOGO FAKULTAS ............................................................................ HALAMAN JUDUL............................................................................................. HALAMAN PERSETUJUAN .............................................................................. HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................... DEKLARASI KEASLIAN ................................................................................... KATA PENGANTAR .......................................................................................... ABSTRAK ............................................................................................................ DAFTAR ISI ......................................................................................................... DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ DAFTAR TABEL ................................................................................................. DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................... BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang .................................................................................. 1.2. Rumusan Masalah ............................................................................. 1.3. Tujuan Penelitian .............................................................................. 1.4. Mamfaat penelitian............................................................................ 1.5. Definisi Operasional.......................................................................... 1.6. Lingkup Penelitian ............................................................................ 1 4 4 4 5 7 i ii iii iv v vi vii viii ix xi xii xiii

.........1................................................................................................4.........................................1.. Jenis Penelitian ..2.......8................................................................................ 3..................2 Kerangka Berpikir ................... 3.... 3.............6..................................................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………… 41 41 43 30 36 21 21 21 22 24 24 25 26 8 19 20 LAMPIRAN ……………………………………………………………………............ Saran ..2.......1.....................................................7....................... Pembahasan ......... 3.............................. 5........... Tempat dan Waktu Penelitian ...................... Instrumen Penelitian. 3.............3..... 3..3 Hopitesis........................... Teknik Pengumpulan Data ............................ Pendekatan Penelitian .... 2...... BAB V PENUTUP 5................1 Landasan Teori ......5........................................................................................... 2. BAB III METODE PENELITIAN 3....... Rancangan Penelitian ............. 4............. 44 ............................................................................................................................... Hasil Penelitian ............................................................................... 3.................................... Analisis Data ......................64 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2................... Kesimpulan ..................................2......................................... BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Populasi dan Sampel .........................................

1 Penelitian tindakan Model Kemmis dan Mc Taggart ………………. 21 .64 DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1.

.............................. Hasil Analisis Siswa Aktivitas Motivasi Siswa Kelas VII-I SMPN III Bayan Tahun Pelajaran 2007/2008.....64 DAFTAR TABEL Halaman 1.................................. 2. 4......................... Hasil Observasi dan Refleksi selama proses pembelajaran Siswa Kelas VII-I SMPN III Bayan Tahun Pelajaran 2007/2008 ..................................................................................... 3.. Perencanaan Pembelajaran bermain peran pada siswa kelas VII-I SMPN III Bayan Tahun Pelajaran 2007/2008 .................. Hasil Analisis Aktivitas Guru Kelas VII-I SMPN III Bayan Tahun Pelajaran 2007/2008................................................................ 5..................................... 31 32 33 33 34 . Hasil belajar Siswa kelas VII-I SMPN III Bayan Tahun Pelajaran 2007/2008............

............... Soal Evaluasi Siklus II Kelas VII-I SMPN III Bayan Tahun Pelajaran2007/2008................................. 6. 10.. Data Motivasi Belajar Siswa Siklus I Kelas VII-I SMPN III Bayan Tahun Pelajaran 2007/2008... 12.......................................................... Menghitung Prosentase Ketuntasan Belajar SiswaKelas VII-I SMPN III Bayan Tahun Pelajaran 2007/2008 ................ 5............................................ 9............................................64 DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1.......... Lembar Observasi Kegiatan Guru Kelas VII-I SMPN III Bayan Tahun Pelajaran 2007/2008................................................................................................................................ 3........ Data Hasil Observasi Kegiatan Guru Siklus I Kelas VII-I SMPN III Bayan Tahun Pelajaran 2007/2008................. Data Motivasi Belajar Siswa Siklus II Siswa Kelas VII-I SMPN III Bayan Tahun Pelajaran 2007/2008............................ Data Hasil Observasi Kegiatan Guru Siklus II Kelas VII-I SMPN III Bayan Tahun Pelajaran 2007/2008......................... 7................................................... Data Prestasi belajar siswa kelas VII-I SMPN III Bayan Tahun Pelajaran 2007/2008...... Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II kelas VII-I SMPN III Bayan Tahun Pelajaran 2007/2008 ................................................................................ Soal Evaluasi Siklus I Kelas VII-I SMPN III Bayan Tahun Pelajaran2007/2008... 42 45 48 51 54 56 57 59 60 62 63 64 65 ..... 2................................................................. 8............................................................................ Data Hasil Perhitungan Simpangan Baku Prestasi Belajar Siklus I Siswa Siklus I KelasVII-I SMPN III Bayan Tahun pelajaran 2007/2008 .......................... 4................... 11.................................. Lembar Observasi Motivasi Belajar Siswa Kelas VII-I SMPN III Bayan Tahun Pelajaran 2007/2008 ... 13..................................................... Rencana Pelakasanaan Pembelajaran Siklus I Kelas VII-I SMPN III BayanTahun Pelajaran 2007/2008 ...

............. Kunci Jawaban Siklus I Siswa Kelas VII-I SMPN III Bayan Tahun Pelajaran 2007/2008..................................... Data Hasil Perhitungan Simpangan baku Prestasi Belajar Siswa Siklus II Kelas VII-I SMPN III Bayan Tahun Pelajaran 20078/2008 ..........64 Halaman 14... 66 67 68 .................................................... 15............................................................ Kunci Jawaban Siklus II Siswa Kelas VII-I SMPN III Bayan Tahun Pelajaran 2007/2008....... 16...

C 16. D 4. D 5. D 9. C 14. B 3. C 13. D 17. A 20. C 11. C 6. C 7. A 19. B 12. D 15. A 10. A 8.64 Lampiran 15 : Kunci Jawaban Siklus II Siswa Kelas VII-I SMPN III Bayan Tahun Pelajaran 2007/2008 1. B 2. D 18. C .

B 13. D 20. C 15. B 6. D 10. C 9. A 18. B 11. D 3. C . C 14. A 17. A 5. B 12.64 Lampiran 16 : Kunci Jawaban Siklus II Siswa Kelas VII-I SMPN III Bayan Tahun Pelajaran 2007/2008 1. C 8. A 7. D 2. A 4. C 16. D 19.

Jakarta. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. 1990. Bandung . Depdiknas. Sardiman. Damayanti. Bandung : Rajawali Rosdakarya. Syah. Evaluasi Pendidikan. Hadi dan Haryono. 2004. 2004. Arif. Petunjuk Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar. Belajar dan Pembelajaran. 2005. Jakarta : Bumi Aksara. . Bandung : Pustaka Setia. Metodologi Penelitian Ilmiah. Jakarata : Rineka Cifta. Metodologi Penelitian Kualitatif. Djamarah. 2003. Slameto. Metode Statistik. Surabaya : Usaha Naional. M. 2005. Sudjana. 1997. 2003. Moleong. Bandung : PT Rajawali Rosdakaraya. Yogyakarta : Pustaka Belajar.S. Hamalik. Surabaya : Usaha Nasional. 2006. Prestasi Belajar Mengajar dan Kompetensi Guru. Taristo. 2001. Jakarta : Rineka Cifta. Jakarta : Rineka Cifta . Jakarta : PT. Bandung : Sinar Baru. B.64 DAFTAR PUSTAKA Arikunto. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Psikologi Pendidikan. Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya. Lisnawati. Bandung : Bina Alksara. 1994. Proses Belajar Mengajar. Prosedur Penelitian Satuan Pendekatan Praktek. Furchan. Bandung : Pustaka Setia Setia. 2002. 2007. Rajagrafindo. Pengantar Penelitian Dalam Penelitian. Metodologi Penelitian Pendidikan. 2006. W. Penelitian Tindakan Kelas. Suryabrata. Nurkencana. 1990.

64 PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN BERMAIN PERAN DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA BIDANG STUDI BIOLOGI KELAS VII SMPN III BAYAN TAHUN PELAJARAN 2007/2008 SUPRIANI 04 211 304 JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN MATARAM AGUSTUS 2008 .

Komunitas b. dan jagung b. Dibagi c. Penduduk d. Sekelompok kumbang yang hidup dipohon kelapa disebut ………. Berikut yang merupakan komponen biotik adalah ………. a. Ikan kecil c. air dan sinar matahari 4. Populasi b. Individu berasal dari kata dividus. bakteri. Air. Tidak b. Berbagai komunitas membentuk suatu hubungan timbal balik dengan lingkungan yang disebut ………. Produsen dalam ekosistem laut adalah ………. Habitat 6. Populasi b. Pitoplanton 5. a. bakteri dan tomat c. Habitat 2. Tanah. Ekosistem c. Ekosistem . Kelompok 3. Habitat c.. Jamur b. Populasi d. Biosfer d. Zooplanton d. Jamur. a. Ekosistem c. jagung dan tomat d. a.64 Lampiran 4 : Soal Evaluasi Siklus II Siswa Kelas VII-I SMPN 3 Bayan Tahun Pelajaran 2007 / 2008 Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Kelas/Semester Waktu : Ekosistem : Komponen-komponen Ekosistem : VII-I : I Jam Pelajaran Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang paling benar ! 1. a. Padi. Komunitas d. arti kata dividus adalah ………. Kumpulan populasi yang menempati daerah tertentu dapat dianggap sebagai a.

Individu b.. Air adalah …………. Tanah d. Matahari 9. Rumput dan rusa b. Cahaya dan matahari c. Kandungan mineral diataranya adalah …………. a. Komponen abiotik yang diperlukan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis . Seekor ayam dan kucing yang tinggal dikebun b.64 7. Cahaya dan rumput d. Kupu-kupu yang hinggap diatas bunga mawar d. Konsumen d. Cacing tanah 8. Tumbuhan b. Organisme yang mengubah senyawa organik pada sisa organisme menjadi unsur anorganik disebut ………… a.. Ekosistem c. Habitat c. a. Sekumpulan ikan emas dalam kolam c. Air tanah b. a. oksigen dan air c. Populasi d. Produsen c. Kelas yang merupakan contoh sebuah populasi adalah …………. Berikut merupakan faktor abiotik yang mempengaruhi kseuburan tanah. a. Seekor ulat dan kupu-kupu pada tanaman mawar 12. Dekomposer b. Karbondioksida. Karbondioksida dan oksigen c. Cahaya dan rusa tertentu disebut ………… a. air dan oksigen b. Berikut ini yang merupakan komponen biotik bagi harimau dipadang rumput 10. Tanaman d. Struktur tanah 13. kecuali ………. Komponen abiotik yang merupakan sumber energi utama adalah ………… a. Kumpulan individu sejenis yang hidup pada suatu daerah tertentu dalam waktu 11. Karbondioksida dan air d. Sinar matahari.

Ikan emas dan ikan mujair 15. Produsen dan dekomposer b. Individu d. Komunitas b. Produsen dan konsumen d. dan sembilan eceng gondok dalam 17. Tumbuhan air b. Ulat. akan tetapi perkampungan yang ada didekat hutan tersebut jarang diganggu oleh ular-ular tersebut hal itu dikarenakan ………… a.64 14. Disuatu hutan terdapat bayak ular besar. Ular-ular tersebut takut manusia 19. Melepaskan oksigen d. jagung dan rumput d. a. Komponen biotiknya dalam keseimbangan b. Matahari b. Ikan Koki d. Sepuluh ekor burung. Padi. Mencegah erosi b. Membuat tanah keraing c. Konsumen dan algae 16. Populasi c. Batu kali c. Habutat ular tersebut diatas pohon d. Konsumen dan dekomposer istilah ekosistem disebut …………. Didalam suatu akuarium. Biosfer kecuali ………… a. Yang merupakan suatu komunitas adalah ………. Rumput laut. lima belas ekor ikan. organisme yang berperan sebagai produsen adalah a. Produsen d. Anggota komuitas minimal penyusun ekosistem terdiri atas ………… a. Siput 20. Pengurai . Herbipora c. ulat dan burung c. Tumbuhan merupakan komponen biotik yang mempunyai fungsi dibawah ini 18. Menyimpan air hujan c. kucing dan anjing b. Karnipora mendapat energi langsung dari ………… a. Penduduk tidak mengganggu ular-ular tersebut c. a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful