MAKALAH PAJAK & SUBSIDI

MATEMATIKA BISNIS

Disusun oleh :

M.Khafi Beliswardi Ichsan Sani Lindo D L Munifudin A
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MERCU BUANA 2009

Namun demikian. Pengkajian tiap materi bahasa didasarkan pada satu atau lebih indikator hasil belajar dalam satu kelompok. urutan pengkajian materi bahasan lebih dititik beratkan pada keterkaitan antara materi bahasan yang satu dengan materi bahasan berikutnya. karena atas limpahan rahmatnya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “MATEMATIKA BISNIS PAJAK & SUBSIDI” dengan baik. .KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT. Dengan pengkajian Pajak & Subsidi semacam ini. akan memudahkan bagi para dosen dalam menyusun silabus (rencana dan pelaksanaan pembelajaran) yang akan digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.

.aikbatnya harga keseimbangan yang tercipta di pasar lebih tinggi daripada harga keseimbangan sebelum pajak. pengenaan pajak sebesar t atas setip unit barang yang dijual menyebebkan kurva penawaran bergeser ke atas. dengan kurva penawaran lebih tinggi. Biasanya tanggungan pajak sebagian dikenakan kepada konsumen sehingga harga produk akan naik dan jumlah barang yang diminta akan berkurang. mka sesudah pajak ia akan menjadi p=a+bQ+t = (a+t)bQ.dengan penggal yang lebih besar(lebih tinggi) pada sumbu haarga jika sebelum pajak persamaan penawaranyya p=a+bQ .yaitu dengan jalan menawarkan hargs jual yang lebih tinggi .di lain pihak jumlah keseimbangannya menjadi lebih sedikit. PAJAK Pengaruh Pajak Pada Keseimbangan Pasar Pengaruh pajak yang dikenakan atas penjualan suatu barang menyebabakan harga jual barang tersebut naik. maka akan terjadi perubahan keseimbangan pasar atas produk tersebut. Jika produk dikenakan pajak t per unit.Pajak dan Subsidi 1. baik harga maupun jumlah keseimbangan.ebab setelah dikenakan pajakprodisen akan berusaha menglihkan(sebagian)bebean pajak tersebut kepada konsumen.

Fungsi permintaan P = f(Q) Fungsi penawaran sebelum kena pajak : P = F(Q) Fungsi penawaran setelah pajak t per unit : Pt = F(Q) + t Keseimbangan pasar setelah kena pajak diperoleh dengan memecahkan: Permintaan : P = f(Q).sedangkan penawarannya p=3+0.5Q +3 p = 6 + 0.persamaan penawarannya berubah dan kurvanya bergeser ke atas.terhadap barang tersebut dikenakan pajak sebesar 3unit.5Q.5Q penawaran sesudah pajak : p= 3 + 0. Penawaran : Q = G(Pt – t) kasus 1 fungsi permintaan suatu barang ditunjukan oleh persamaan p=15-Q. penawaran sebelum pajak : p= 3 + 0. sesudah pajak harga jula yang ditawarkan oleh produsen menjadi lebih tinggi.dan berapa pula harga keseimbangan dan jumlah keseimbangan sesudah pajak? PENYELESAIAN sebelum pajak Pe = 7 dan Qe = 8.berapa harga keseimbangan pasar dan jumlah keseimbangan sebelum pajak.5Q Q = -12 +2p sedangka persamaan permintaanya tetap : p = 15 – Q Q = 15 – p .

sesudah pajak : Pe' = 9 dan Qe' = 6 kurvanya sebagai berikut : P 15 Q's (sesudah pajak) Qs (sebelum pajak) E 7 6 3 0 6 8 15 Q E' .keseimbangan pasar : Qd =Qs 15 – p =--12 + 2p 15 +12 = 2p + p 27 = 3p p=9 Q = 15 – p = 15 – 9 =6 Jadi.

.pada akhirnya beban pajak tadi ditanggung bersama oleh baik produsen maupun konsumen. tp = t .Beban Pajak Yang Ditanggung Oleh Konsumen karena produsen mengalihkan sebagian beban pajak tadi kepada konsumen.tk Jumlah Pajak Yang Diterima Oleh Pemerintah besarnya jumlah pajak yang diterima oleh pemerintah (T) dapat dihitung dengan mengalikan jumlah barang yang terjual sesudah pengenaan pajak (Q'e) dengan besarnya pajak per unit barang (t) .melalui harga jual yang lebih tinggi .besarnya bagian dari beban pajak yang ditanggung oleh konsumen (tK) adalah selisih antara harga keseimbangan sesudah pajak (P'e) dan harga keseimbangan sebelum pajak (P'e). tK = P'e .Pe Beban Pajak Yang Ditanggung Oleh Produsen besarnya bagian dari beban pajak yang ditanggung oleh produsan (tp) adalah selisih antara besarnya pajak per unit barang (t) dabn bagian pajak yang menjadi tanggungan konsumen (tk) .

.dan jumlah keseimbangan menjadi lebih banyak .oleh karena itu ia sering juga disebut pajak negatif .kerva panawaran bergaser sejajar ke bawah .dengan penggal tang lebih kecil (lebih rendah) pada sumbu harga. maka akan terjadi penurunan harga produk sehingga keseimbangan pasar atas produk tersebut juga akan bergeser.jika sebelum subsidi persamaan penawarannya P =a+bQ .cartecius perebus.akibatnya harga keseimbangan yang tercipta di pasar lebih rendqah dari pada harga keseimbangan sebulum subsidi. dengan subsidi sebesar s . Jika produk dikenakan subsidi s per unit. Subsidi PENGARUH SUBSIDI PADA KESEIMBANGAN PASAR Subsidi merupakan kebalikan dari pajak .pangaruhnya terhadap keseimbangan pasar berkabalikan dengan pengaruh pajak.sehingga kita bisa menganalisisnya seperti menganalisis pengaruh pajak Pengruh subsidai yang diberikan atas produksi/penjualan sesuatu barang menyebebkan harga jual barang tersebut menjadi lebih rendah .2.dengan adanya subsidi produsen merasa ongkos produksiny menjadi lebih kecil sehingga ia bersedia menjual lebih murah.denagn kurva penawaran yang lebih rendah . titik keseimbangan pun akan bergeser menjadi lebih rendah. maka sesudah subsidi akan menjadi P' = a + bQ – s = ( a – s) .

harga jual yang ditawarkan oleh producen menjadi lebih rendah.5 P = 1.persamaan penawarannya berubah dan kurvanya bergeser Turín. pemerintah memberikan subsidi sebesar 1.5 atas setiap unit barang yang diproduksi. penawaran tanpa subsidi : P = 3 + 0.5Q – 1.berapa harga keseimbangan serta jumlah keseimbangan tanpa dan dengan subsidi? PENYELESAIAN Tanpa Subsidi Pe = 7 dan Q = 8 dengan subsidi.5Q Q = -3 + 2p .5Q penawaran dengan subsidi : P = 3 + 0.sedangkan penawarannya P = 3 + 0.5Q.Fungsi permintaan P = f(Q) Fungsi penawaran setelah kena subsidi P = F(Q) – s Keseimbangan pasar setelah subsidi diperoleh dengan memecahkan : P = f(Q) & P = F(Q) – s KASUS 1 fungsi permintaan akan suatu barang ditunjukan oleh persamaan P= 15 – Q.5 + 0.

dengan adanya subsidi : P'e = 6 dan Q'e = 9 15 Qs (tanpa subsidi) E' 7 subsidi) 6 3 1.5 E Q's (dengan Q .maka keseimbangan pasar sesudah subsidi : Qd = Qs 15 – p = -3 + 2p 15 + 3 = 2p + p 18 = 3p p=6 Q = 15 – p Q = 15 .karena prsamaan permintaan tetap P = 15 – Q atau Q = 15 – p.6 Q=9 Jadi.

0 8 9 15 Bagian Subsidi Yang Dinihkmati Oleh Konsumen subsidi produksi yang diberikan oleh pemerintah menyebabkan ongkos produksi yang dikeluarkan oleh produsen menjadi lebih sedikit daripada onngkos sesungguhnya untuk menghasilkan barang tersebut .perbedaan antara ongkos produkasi nyata dan onghkos produksi yang dikeluarkan merupakan bagian subsidi yang dinikmati pleh produsen.ia bersedia menawarkan harga jual lebih murah.secara tidak langsung .karena ongkos produksi yang dikeluarkan produsen lebih kecil .sehingga sebagian dari subsidi tadi dinikmati oleh konsumen.besarnya bagian dari subsidi yabng diterima .oleh konsumen (sk) adalah selisih antara harga keseimbangan tanpa subsidi (Pe) dan hargakeseimbangan dengan subsidi (p'e) sk = Pe – P'e .

Bagian Subsidi Yang Dinikmati Produsen besarnya bagian subsidi yang dinikmati produsen (sp) adalah selisih antara besarnya subsidi per unit barang (s) dan begian subsidai yang dinikmati oleh konsumen (sk ) . sp = s – sk Jumlah Subsidi Yang Dibayarkan Oleh Pemerintah besarnya jumlah subsidi yang dibayarkan oleh pemerintah (S) dapat dihitung dengan mengalikan jumlah berang yang terjual sesudah subsidi (Q') dengan besarnya subsidi oer unit barang (s) . S = Q'e x s .

C = g (Q) = FC + VC = k + vQ FC = biaya tetap VC= biaya variabel VC = vQ C = biaya total k = konstanta V = lereng kurva VC dan kurva C . FC = k . FUNGSI BIAYA : Biaya total (total cost) yang dikeluarkan perusahaan dalam operasi bisnisnya terdiri atas biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variabel cost).VC = f(Q) = vQ .3.

FUNGSI PENERIMAAN Penerimaan total (total revenue) adalah hasil kali jumlah barang yang terjual dengan harga jual per unit barang tersebut. Tunjukkan persamaan dan kurva biaya totalnya ! Berapa biaya total yang dikeluarkan jika perusahaan tersebut memproduksi 500 unit barang ? 4.Biaya tetap yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan sebesar Rp 20.000 sedangkan biaya variabelnya ditunjukkan oleh persamaan VC = 100 Q.00 per unit. Tunjukkan persamaan dan kurva penerimaan total perusahaan ini. R = Q x P = f (Q) Kasus : Harga jual produk yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan Rp 200. Berapa besar penerimaannya bila terjual barang sebanyak 400 unit ? .