P. 1
62216231 Siklus Menstruasi Dan Proses Fertilisasi Finish

62216231 Siklus Menstruasi Dan Proses Fertilisasi Finish

|Views: 25|Likes:
Published by Ir D'logic
Siklus Menstruasi Dan Fertilisasi
Siklus Menstruasi Dan Fertilisasi

More info:

Published by: Ir D'logic on May 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/08/2013

pdf

text

original

SIKLUS MENSTRUASI Menstruasi adalah pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan pendarahan dan terjadi setiap

bulannya kecuali pada saat kehamilan. Menstruasi yang terjadi terus menerus setiap bulannya disebut sebagai siklus menstruasi. menstruasi biasanya terjadi pada usia 11 tahun dan berlangsung hingga anda menopause (biasanya terjadi sekitar usia 45 ± 55 tahun). Normalnya, menstruasi berlangsung selama 3 ± 7 hari. Siklus menstruasi terjadi sebagai akibat pertumbuhan dan pengelupasan lapisan endometrium uterus. Perubahan endometrium dikontrol oleh siklus ovarium. Rata-rata siklus 28 hari dan terdiri atas (1) fase folikular, (2) ovulasi, (3) pascaovulasi atau fase luteal. Siklus haid normal karena (1) adanya hypothalamus-pituitary-ovarian axis, (2) adanya respon folikel dalam ovarium dan, (3) fungsi uterus.

Hormon yang Mempengaruhi Siklus Haid Pematangan folikel dan ovulasi dikontrol oleh hypothalamus-pituitary-ovarian axis. Hipotalamus memacu kelenjar hipofisis anterior dengan menyekresi GnRH, gonadotropin hipofisis memacu sintesis dan pelepasan FSH dan LH. FSH adalah hormon glikoprotein yang memacu pematangan folikel selama fase folikular. FSH juga membantu LH memacu sekresi hormone steroid, terutama esterogen oleh sel granulosa dari folikel matang. LH juga termasuk glikoprotein. LH ikut dalam steroidogenesis dalam folikel dan berperan penting dalam ovulasi yang tergantung pada mid-cycle surge dari LH. LH juga mempengaruhi korpus luteum untuk menghasilkan progersteron. Aktivitas siklik dalam ovarium atau siklus ovarium dipertahankan oleh mekanisme umpan balik yang bekerja antara ovarium, hipotalamus dan hipofisis.

Ovulasi Hari ke-14 Ovulasi adalah pembesaran folikel secara cepat yang diikuti dengan protusi dari permukaan korteks ovarium dan pecahnya folikel dengan ekstrusinya oosit yang ditempeli oleh cumulus ooforus. korpus luteum meningkatkan produksi progesteronestradiol. Karena kadar esterogen meningkat. 2. Hari ke 9-14 Pada saat ini terjadi transformasi folikel primer menjadi graafian folikel dimana oosit menempati posisi eksentrik. kadar FSH dan LH relatif tinggi dan memacu perkembangan 1020 folikel dengan satu folikel dominan. Terjadi perubahan hormon dimana kenaikan produksi esterogen karena pematangan folikel. Fase folikular Hari ke 1-8 Pada awal siklus. 3. Siklus Ovarium 1. Ovulasi terjadi dalam 8 jam dari mid-cycle surge LH. Fase Luteal Hari ke-15-28 Dengan rangsangan LH Sel granulose megalami luteinisasi menjadi korpus luteum. Selama dan segera setelah haid kadar esterogen relatif rendah tapi mulai meningkat karena terjadi perkembangan folikel. Segera sebelum ovulasi terjadi penurunan kadar estradiol yang cepat dan peningkatan produksi progesterone. dikelilingi oleh 2 sampai 3 lapis sel granulosa yang disebut kumulua ooforus. Terjadi perubahan hormon dimana esterogen meningkatkan sekresi LH (melalui hipoltalamus) mengakibatkannya produksi androgen dan esterogen (umpan balik positif). Selama fase luteal kadar gonadotropin mencapai nadir dantetap rendah sampai terjadi regresi korpus luteum . sisa folikel mengalami atresia. pelepasan kedua gonadotropin ditekan9umpan balik negative) yang berguna untuk mencegah hiperstimulasi dari ovarium dan pematngan banyak folikel. Folikel dominan tersebut tampak pada fase midfollicular.A.

5 mm. yaitu : 1.5 mm. Fase ini 4 hari. sel sel kelenjar mengalami mitosis. potongan potongan endometrium dan lendir dari cervik. Fase proliferasi dapat dibagi dalam 3 subfase yaitu : a. 2. pendek dan sempit. Bentuk kelenjar ini merupakan ciri khas fase proliferasi. Siklus Endometrium Siklus endometrium terdiri dari 4 fase. 0. Dengan haid itu keluar darah. terutama dari mulut kelenjar. Fase proliferasi dini Fase proliferasi dini berlangsung antara hari ke 4 sampai hari ke 9. stadium ini berlangsung 4 hari.26 ± 28. B. Fase intermenstruum atau stadium proliferasi Dalam fase ini endometrium tumbuh menjadi setebal 3. Kelenjar kebanyakan lurus. stadium dipengaruhi esterogen dan berlangsung dari hari ke 5 sampai hari ke 14 dari siklus haid. Darah tidak membeku karena adanya fermen yang mencegah pembekuan darah dan mencairkan potongan potongan mukosa. Hanya lapisan tipis yang tinggal yang disebut dengan stratum basale. Jika implantasi tidak terjadi korpus luteum akan mengalami regresi dan terjadilah haid. Fase ini dikenal dari epitel permukaan yang tipis dan adanya regenerasi epitel. Hanya kalau banyak darah keluar maka fermen tersebut tidak mencukupi hingga timbul bekuan bekuan darah dalam darah haid. Fase menstruasi atau deskuamasi Pada masa ini endometrium dilepaskan dari dinding uterus disertai dengan perdarahan. Sebagian sediaan masih menunjukkan suasana fase menstruasi dimana . korpus luteum tidak mengalami regresi karena dipertahankan oleh gonadotrofin yang dihasilkan oleh trofoblas. Fase post menstruasi atau stadium regenerasi Luka endometrium yang terjadi akibat pelepasan endometrium secara berangsur angsur sembuh dan ditutup kembali oleh selaput lendir baru yang tumbuh dari sel sel epitel kelenjar endometrium. Pada waktu ini tebal endometrium sudah mulai waktu stadium menstruasi dan berlangsung 3. Jika terjadi konsepsi dan implantasi.yang terjadi pada hari ke.

berkelok-kelok dan mengeluarkan getah yang makin lama makin nyata. dengan endometrium sangat banyak mengandung pembuluh darah yang berkelok-kelok dan kaya dengan glikogen. Fase sekresi dini Dalam fase ini endometrium lebih tipis dari pada fase sebelumnya karena kehilangan cairan. Sitoplasma sel sel stroma bertambah. Fase pramenstruum atau stadium sekresi Fase ini dipengaruhi oleh progesterone dan fase ini dimulai sesudah ovulasi dan berlangsung dari hari ke 14 sampai ke 28. Fase proliferasi akhir Fase ini berlangsung pada hari ke 11 sampai hari 14. tebalnya b. Sel stroma menjadi sel desidua jika terjadi kehamilan. Stroma padat dan sebagian menunjukkan aktivitas mitosis. Inti epitel kelenjar membentuk pseudostratifikasi. Fase ini sangat ideal untuk nutrisi dan perkembangan ovum. Pada fase ini endometrium kira kira tetap tebalnya. tetapi bentuk kelenjar berubah menjadi panjang.terlihat perubahan perubahan involusi dari epitel kelenjar yang berbentuk kuboid. Dalam fase ini terdapat 4 5 mm. Dalam endometrium telah tertimbun glikogen dan kapur yang kelak diperlukan sebagai makanan untuk telur yang dibuahi. peningkatan dari fase sekresi dini . Memang tujuan perubahan ini adalah untuk mempersiapkan endometrium menerima telur yang dibuahi. Stroma bertumbuh aktif dan padat. 4. Fase sekresi lanjut Endometrium dalam fase ini tebalnya 5 6 mm. b. . Fase ini dapat dikenal dari permukaan kelenjar yang tidak rata dan dengan banyak mitosis. Fase ini dibagi atas : a.

Kapasitasi adalah suatu masa penyesuaian di dalam saluran reproduksi wanita. Reaksi akrosom terjadi setelah penempelan ke zona pellusida dan diinduksi oleh protein-protein zona. spermatozoa belum mampu menbuahi oosit. Pergerakan naik ini disebabkan oleh kontraksi otot-otot uterus dan tuba. dan diduga bahwa sperma-sperma lainnya membantu sperma yang akan membuahi untuk menembus sawar-sawar yang melindungi gamet wanita. Mereka harus mengalami kapasitasi dan reaksi akrosom. hanya 300-500 yang mencapai tempat pembuahan. Spermatozoa bergerak cepat dari vagina ke rahim dan selanjutnya masuk ke dalam saluran telur.PROSES FERTILISASI Fertilisasi (pembuahan) adalah proses penyatuan gamet pria dan wanita.terjadi di ampulla tuba fallopi. yang membungkus daerah akrosom spermatozoa. Bagian ini adalah bagian terluas dari saluran telur dan terletak dekat dengan ovarium. Sperma yang mengalami kapasitasi dengan bebas menembus sel korona. .suatu selubung glikoprotein dari protein-protein plasma semen dibuang dari selaput plasma. Hanya satu diantaranya yang diperlukan untuk pembuahan. Pada fertilisasi mencakup 3 fase : 1. Spermatozoa dapat bertahan hidup di dalam saluran reproduksi wanita selama kira-kira 24 jam. Selama waktu itu. fase 1 : penembusan korona radiata Dari 200-300 juta spermatozoa yang dicurahkan ke dalam saluran kelamin wanita. Perlu diingat bahwa pada saat sampai di saluran kelamin wanita.yang pada manusia berlangsung kira-kira 7 jam. Hanya sperma yang mengalami kapasitasi yang dapat melewati sel korona dan mengalami reaksi akrosom. antara lain akrosin dan zat-zat serupa tripsin. Reaksi ini berpuncak pada pelepasan enzim-enzim yang diperlukan untuk menembus zona pelusida.

penyatuan yang sebenarnya terjadi adalah antara selaput oosit dan selaput yang meliputi bagian belakang kepala sperma. Pada manusia. Pada gilirannya. Hal ini mengakibatkan pembebasan enzim-enzim lisosom dari granulgranul korteks yang melapisi membrane plasma oosit. Pelepasan enzim-enzim akrosom memungkinkan sperma menembus zona pelusida. sel telur menanggapinya dengan 3 cara yang berbeda : 1. Spermatozoa lain ternyata bisa menempel di zona pelusida tetapi hanya satu yang menembus oosit. Oosit menyelesaikan pembelahan meiosis keduanya segera setelah spermatozoa masuk. melanjutkan pembelahan meiosis kedua. Segera setelah spermatozoa memasuki oosit. sehingga akan bertemu dengan membrane plasma oosit. Fase 3 : penyatuan oosit dan membrane sel sperma Segera setelah spermatozoa menyentuh membrane sel oosit. Karena selaput plasma yang menbungkus kepala akrosom telah hilang pada saat reaksi akrosom. reaksi kortikal dan zona : sebagai akibat terlepasnya butir-butir kortikal oosit. Fase 2 : penembusan zona pelusida Zona pelusida adalah sebuah perisai glikoprotein di sekeliling telur yang mempermudah dan mempertahankan pengikatan sperma dan menginduksi reaksi akrosom. sel anak lainnya adalah . baik kepala dan ekor spermatozoa memasuki sitoplasma oosit. selaput oosit tidak dapat ditembus lagi oleh spermatozoa lain b. a. enzimenzim ini menyebabkan perubahan sifat zona pelusida (reaksi zona) untuk menghambat penetrasi sperma dan membuat tak aktif tempat tempat reseptor bagi spermatozoa pada permukaan zona yang spesifik spesies. tetapi selaput plasma tertingal di permukaan oosit. Permeabilitas zona pelusida berubah ketika kepala sperma menyentuh permukaan oosit. Salah satu dari sel anaknya hamper tidak mendapatkan sitoplasma dan dikenal sebagai badan kutub kedua. zona pelusida mengubah struktur dan komposisinya untuk mencegah penambatan dan penetrasi sperma dengan cara ini terjadinya polispermi dapat dicegah. 2. 3. kedua selaput plasma sel tersebut menyatu.2.

baik pronukleus wanita maupun pria (keduanya haploid) harus menggandakan DNA-nya. . 2. Oleh karena itu. Olah karena itu. Kromosomnya (22+X) tersusun di dalam sebuah inti vesikuler yang dikenal sebagai pronukleus wanita. pronukleus wanita dan pria tidak dapat dibedakan dan sesudah itu mereka saling rapat erat dan kehilangan selaput inti mereka. Jika tidak.oosit definitive. sehingga menyiapkan sel zigot yang masing-masing mempunyai jumlah kromosom dan DNA yang normal. penentuan jenis kelamin individu baru. muncullah satu alur yang dalam pada permukaan sel. zigot mengandung kombinasi kromosom baru yang berbeda dari kedua orang tuanya. 3. spermatozoa bergerak maju terus hingga dekat sekali dengan pronukleus wanita. separuh dari ayah dan separuhnya dari ibu. Salama masa pertumbuhan. Penggiatan setelah penyatuan diperkirakan untuk mengulangi kembali peristiwa permulaan seluler dan molekuler yang berhubungan dengan awal embriogenesis. penggiatan metabolik sel telur. Spermatozoa pembawa X akan menghasilkan satu mudigah wanita (XX).masing-masing sel dalam zigot tahap 2 sel tersebut akan mempunyai DNA separuh dari jumlah DNA normal. Intinya membengkak dan membentuk pronukleus pria sedangkan ekornya terlepas dan berdegenerasi. kromosom tersusun dalam gelendong untuk mempersiapkan pembelahan mitosis yang normal. Factor penggiat diperkirakan dibawa oleh spermatozoa. berangsur-angsur membagi sitoplasma menjadi 2 bagian. dan kromatid-kromatid yang berpasangan tersebut saling bergerak kea rah kutub yang berlawanan. dan spermatozoa pembawa Y menghasilkan satu mudigah pria (XY).23 kromosom ibu dan 23 kromosom ayah membelah memanjang pada sentromer. Secara morfologis. pengembalian menjadi jumlah kromosom diploid lagi. Hasil utama pembuahan 1. Sementara itu. Sementara kromatid-kromatid berpasangan bergerak kearah kutub yang berlawanan. Segera sesudah sintesis DNA. jenis kelamin kromosom mudigah tersebut ditentukan pada saat pembuahan.

Selama berhubungan seksual jumlah semen yang diejakulasikan rata-rata adalah 3.Sekitar 20% spermatozoon akan kehilangan kemampuan membuahi ovum ada juga yang mati karena keasaman vagina dan ada juga yang tidak dapat menjangkau leher rahim.Jadi hanya beberapa sperma saja yang memiliki kualitas baik yang mampu menembus ovum. Tanpa pembuahan.oosit biasanya akan berdegenerasi 24 jam setelah ovulasi.sehingga sperma memerlukan waktu yang lama agar dapat menembus masuk ke dalam ovum. dimulainya pembelahan. .Ovum tidak hanya dilapisi oleh membran plasma tetapi oleh lapisan-lapisan lain.3.Jumlah ini diperlukan mengingat tingkat kematian spermatoon sangat tinggi.Hanya sekitar 100 spermatozoon yang mampu bertahan hidup untuk mendekati ovom di tuba fallofi.5 ml dan tiap 1 ml semen mengandung 120 juta spermatozoon.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->