Makalah Bahasa

BAHASA

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Psikologi Dosen Pengampu: Dudung Hamdun

Disusun Oleh: 1. Fatimah Wahyuniarti 2. Mochmmad Redza Dzulfikar 3. Ahmad Fadil 4. Mahrus Ali Wardana 12420094 12420098 12420103 12420113

PENDIDIKAN BAHASA ARAB FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2013

sebagai alat untuk berkomunikasi. maka kami menyusun makalah tentang “Bahasa”. Latar Belakang Masalah Dalam berkomunikasi sehari-hari kita sering menggunakan bahasa. Karena bahasa itu sangat penting bagi kehidupan manusia. laki-laki maupun perempuan dalam kehidupan sehari-harinya. sehingga dirasa kita perlu untuk mendalami dan mempelajari bahasa secara lebih jauh. Pada dasarnya. remaja. konsep atau perasaan. Bahasa sering digunakan oleh semua orang. gagasan. dan sebagai alat untuk melakukan kontrol sosial. Begitu dekatnya kita kepada bahasa. dan lain-lain. sebagai alat untuk mengadakan integrasi dan beradaptasi sosial dalam lingkungan atau situasi tertentu. B. dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran. Bahasa adalah alat untuk berinteraksi atau alat untuk berkomunikasi antar sesama.BAB I PENDAHULUAN A. Apa aspek bahasa ? . Bagaimana karakteristik bahasa ? 3. Rumusan Masalah 1. dan dewasa. baik bahasa lisan maupun bahasa tulis. bahasa memiliki fungsi-fungsi tertentu yang digunakan berdasarkan kebutuhan seseorang. Apa pengertian bahasa ? 2. baik itu anak kecil. Apa fungsi bahasa ? 4. yakni sebagai alat untuk mengekspresikan diri.

BAB II PEMBAHASAN A. Karakteristik Bahasa Karakteristik bahasa menurut sosiolinguistik diantaranya adalah abritrer. Karena setiap lambang bunyi itu memiliki atau menyatakan suatu konsep atau makna. dinamis. B. Pengertian Bahasa Secara sederhana. setiap lambang bahasa melambangkan sesuatu yang disebut makna atau konsep. konsep atau perasaan. maksudnya bahasa dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap dan dapat dikaidahkan. Sistem bahasa berupa lambang-lambang bunyi. alasan “kuda” melambangkan “sejenis binatang berkaki empat yang bisa dikendarai‟ adalah tidak bisa dijelaskan. . beragam. lebih jauh bahasa adalah alat untuk berinteraksi atau alat untuk berkomunikasi. bisa berubah dan tidak dapat dijelaskan mengapa lambang tersebut mengonsepi makna tertentu. Secara kongkret. dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran. maka dapat disimpulkan bahwa setiap suatu ujaran bahasa memiliki makna. Namun. 1. Bahasa Bersifat Abritrer Bahasa bersifat abritrer artinya hubungan antara lambang dengan yang dilambangkan tidak bersifat wajib. gagasan. Bahasa adalah sebuah sistem. produktif. Contoh lambang bahasa yang berbunyi “nasi” melambangkan konsep atau makna „sesuatu yang biasa dimakan orang sebagai makanan pokok‟. bahasa dapat diartikan sebagai alat untuk menyampaikan sesuatu yang terlintas di dalam hati. dan manusiawi.

Dia akan mematuhi. 3. sintaksis. Artinya setiap penutur suatu bahasa akan mematuhi hubungan antara lambang dengan yang dilambangkannya. maka bahasa itu menjadi beragam. Misalnya. misalnya.000 kosa kata. tidak digunakan lagi. lambang „buku‟ hanya digunakan untuk menyatakan „tumpukan kertas bercetak yang dijilid‟. Purwadarminta bahasa Indonesia hanya mempunyai kurang lebih 23. Pada setiap waktu mungkin saja terdapat kosakata baru yang muncul. tetapi dengan 23. 2. namun karena bahasa itu digunakan oleh penutur yang heterogen yang mempunyai latar belakang sosial dan kebiasaan yang berbeda. Bahasa Bersifat Beragam Meskipun bahasa mempunyai kaidah atau pola tertentu yang sama. Bahasa Bersifat Dinamis Bahasa bersifat dinamis berarti bahwa bahasa itu tidak lepas dari berbagai kemungkinan perubahan sewaktu-waktu dapat terjadi. namun dapat dibuat satuan-satuan ujaran yang hampir tidak terbatas. semantik dan leksikon. dan tidak untuk melambangkan konsep yang lain. 4. menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia susunan WJS. baik dalam tataran fonologis. . morfologis. Perubahan itu dapat terjadi pada tataran apa saja: fonologis. Bahasa Bersifat Produktif Bahasa bersifat produktif artinya. morfologis.Meskipun bersifat abritrer. sebab jika dilakukannya berarti dia telah melanggar konvensi itu. Bahasa Jawa yang digunakan di Surabaya berbeda dengan yang digunakan di Yogyakarta.000 buah kata tersebut dapat dibuat jutaan kalimat yang tidak terbatas. tetapi juga konvensional. sintaksis maupun pada tataran leksikon. tetapi juga ada kosakata lama yang tenggelam. dengan sejumlah besar unsur yang terbatas.

hanya dimiliki manusia. kode dan amanat pembicaraan. Maksudnya. tetapi dengan cara belajar. bahasa berfungsi personal. 1. Bahasa adalah alat untuk berinteraksi atau alat untuk berkomunikasi. oleh karena itu dikatakan bahwa bahasa itu bersifat manusiawi. Hewan tidak mempunyai bahasa. when and to what end”. Fungsi Personal atau Pribadi Dilihat dari sudut penutur. Bahasa Bersifat Manusiawi Bahasa sebagai alat komunikasi verbal. tetapi juga memperlihatkan emosi itu sewaktu menyampaikan tuturannya. tidak bersifat produktif dan dinamis. yang berupa bunyi atau gerak isyarat. si penutur menyatakan sikap terhadap apa yang dituturkannya. Dalam hal ini pihak pendengar juga dapat menduga apakah si penutur sedang sedih. Manusia dalam menguasai bahasa bukanlah secara instingtif atau naluriah. Fungsi-Fungsi Bahasa Konsep bahasa adalah alat untuk menyampaikan pikiran. . topik. pendengar.Begitu juga bahasa Arab yang digunakan di Mesir berbeda dengan yang digunakan di Arab Saudi. C. gagasan. sebab yang menjadi persoalan adalah “who speak what language to whom. konsep atau perasaan. marah atau gembira. Hewan tidak mampu untuk mempelajari bahasa manusia. 5. dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran. Si penutur bukan hanya mengungkapkan emosi lewat bahasa. Bagi sosiolinguistik konsep ini dianggap terlalu sempit. Oleh karena itu fungsi-fungsi bahasa dapat dilihat dari sudut penutur. Yang dimiliki hewan sebagai alat komunikasi.

yaitu mengatur tingkah laku pendengar. bahasa berfungsi direktif. Oleh karena itu. 3. Fungsi Metalingual atau Metalinguistik . gerak gerik tangan. untuk menyatakan bagaimana si penutur tentang dunia di sekelilingnya. yaitu berfungsi untuk membicarakan objek atau peristiwa yang ada disekeliling penutur atau yang ada dalam budaya pada umumnya. air muka atau kedipan mata. Di sini bahasa itu tidak hanya membuat si pendengar melakukan sesuatu. memelihara. seperti senyuman. Fungsi Direktif Dilihat dari sudut pendengar atau lawan bicara. memperlihatkan perasaan bersahabat atau solidaritas sosial. tetapi melakukan kegiatan yang sesuai dengan yang dikehendaki pembicara. 4. maka bahasa bersifat fatik. Ungkapan-ungkapan tersebut jika tidak disertai unsur paralinguistik tidak mempunyai makna. Ungkapan-ungkapan yang digunakan biasanya sudah berpola tetap. seperti pada waktu pamit. Ungkapan-ungkapan fatik ini biasanya juga disertai dengan unsur paralinguistik. Fungsi Referensial Dilihat dari topik ujaran bahasa berfungsi referensial. gelengan kepala. Fungsi Fatik Bila dilihat segi kontak antara penutur dan pendengar. Artinya bahasa berfungsi menjalin hubungan. Fungsi referensial ini yang melahirkan paham tradisional bahwa bahasa itu adalah alat untuk menyatakan pikiran. ungkapan-ungkapan ini tidak dapat diterjemahkan secara harfiah. berjumpa atau menanyakan keadaan.2. 5.

bahasa menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam dada kita. pengetahuan dan lain-lain. Fungsi Imajinatif Jika dilihat dari segi amanat (message) yang disampaikan maka bahasa itu berfungsi imajinatif. Bahasa itu dapat digunakan untuk menyampaikan pikiran. Dasar dan motif pertumbuhan bahasa itu dalam garis besarnya dapat berupa: 1. cerita. dongeng dan sebagainya) yang digunakan untuk kesenangan penutur maupun para pendengarnya. . baik yang sebenarnya maupun yang hanya imajinasi (khayalan) saja. Unsur-unsur yang mendorong ekspresi diri antara lain : a. sekurang-kurangnya untuk memaklumkan keberadaan kita. Artinya bahasa itu digunakan untuk membicarakan bahasa itu sendiri. Tetapi dalam fungsinya di sini bahasa itu digunakan untuk membicarakan atau menjelaskan bahasa. Fungsi imajinasi ini biasanya berupa karya seni (puisi.Dilihat dari segi kode yang digunakan. Agar menarik perhatian orang lain terhadap kita b. Keinginan untuk membebaskan diri kita dari semua tekanan emosi. bahasa berfungsi metalingual atau metalinguistik. Untuk menyatakan ekspresi diri Sebagai alat untuk menyatakan ekspresi diri. maka fungsi bahasa dapat diturunkan dari dasar dan motif pertumbuhan bahasa itu sendiri. gagasan dan perasaan. Biasanya bahasa digunakan untuk membicarakan masalah lain seperti ekonomi. Dan bila kita meninjau kembali sejarah pertumbuhan bahasa sejak awal hingga sekarang. 6. Hal ini dapat dilihat dalam proses pembelajaran bahasa di mana kaidah-kaidah bahasa dijelaskan dengan bahasa.

melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerja sama dengan sesama warga. Bila . dan kita ketahui kepada orang-orang lain. Ia juga memungkinkan manusia menganalisa masa lampaunya untuk memetik hasil-hasil yang berguna bagi masa kini dan masa yang akan datang. bahasa perseorangan mengalami perkembangan. pikirkan. bahasa pada anak-anak berkembang sebagai alat untuk menyatakan dirinya sendiri. sejalan dengan bertambahnya kenyataan-kenyataan atau pengalaman-pengalaman seseorang. aduh. atau katakanlah sejak kecil hingga seorang meningkat dewasa.Sebenarnya semua fungsi bahasa sebagai yang dikemukakan di atas tidak terpisah satu sama lain dalam kenyataan sehari-hari. Dalam buaian seorang bayi sudah dapat menyatakan dirinya sendiri. dan sebagainya. wahai. semuanya coba diungkapkan dengan bahasa agar tekanan-tekanan jiwanya dapat tersalur. Komunikasi tidak akan sempurna bila ekspresi diri kita tidak diterima atau dipahami oleh orang lain. Ketika mulai belajar berbahasa. ia memerlukan katakata untuk menyatakan lapar. merencanakan dan mengarahkan masa depan kita. Alat komunikasi Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri. suka-dukanya. serta apa yang dicapai oleh orang-orang yang sejaman dengan kita. bahasa merupakan saluran perumusan maksud kita. keadaan hatinya. Sehingga untuk menetapkan dimana yang satu mulai dan di mana yang lain berakhir sangatlah sulit. ia menangis bila lapar atau haus. Dengan komunikasi kita dapat menyampaikan semua yang kita rasakan. Hal itu berlangsung terus hingga seorang menjadi dewasa. haus dan sebagainya. Dalam pengalaman sehari-hari. Dengan komunikasi pula kita mempelajari dan mewarisi semua yang pernah dicapai oleh nenek-moyang kita. Menceritakan pada kita kenyataan ini. Sebagai alat komunikasi. Kata-kata seperti. Ia mengatur berbagai macam aktivitas kemasyarakatan. 2. Pada taraf permulaan. hai.

Bila kita menyetujui pendapat yang mengatakan bahwa kebutuhan manusia primitif masih sangat sederhana dan terbatas. maka dapat ditegaskan pula bahwa wujud dan fungsi bahasa pada manusia-manusia primitif masih terbatas pula sesuai dengan keterbatasan kebutuhan dan kemampuan intelektualnya. serta di pihak lain kita mengakui bahwa bahasa adalah alat untuk mengungkapkan atau mengkonsumsikan semua kebutuhan seperti yang telah diuraikan di atas. mempelajari dan mengambil bagian dalam pengalaman-pengalaman itu. 3.kita membandingkan bahasa sebagai suatu sistem keseluruhan dengan wujud dan fungsi bahasa yang bertahap-tahap dalam kehidupan individual. maka dapatlah dibayangkan betapa wujud dan fungsi bahasa itu sejak awal mula sejarah umat manusia hingga kini. Alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial Bahasa. serta kemampuan intelektual mereka masih sangat rendah bila dibandingkan dengan keadaan dewasa ini. memungkinkan pula manusia memanfaatkan pengalaman-pengalaman mereka. Anggota-anggota masyarakat hanya dapat dipersatukan secara efisien melalui bahasa. lebih jauh memungkinkan tiap orang untuk merasa dirinya terikat dengan kelompok sosial yang . Bahasa itu mengalami perkembangan dari jaman ke jaman sesuai dengan perkembangan intelektual manusia dan kekayaan cipta karya manusia sebagai hasil dari kemajuan intelektual itu sendiri. serta belajar berkenalan dengan orang-orang lain. maka bahasa itu turut pula berkembang untuk dapat menampung semua apa yang telah dicapai oleh umat manusia sehingga komunikasi tidak mengalami kemacetan. di samping sebagai salah satu unsur kebudayaan. yaitu wujud dan fungsi yang terbatas pada masa kanak-kanak. serta wujud dan fungsi bahasa yang jauh lebih luas pada waktu seorang telah dewasa. Tetapi seketika teknik manusia bertambah serta kebudayaan dan kebutuhan manusia meningkat. Bahasa sebagai alat komunikasi.

Dua orang yang mempergunakan bahasa yang sama. serta dapat melakukan semua kegiatan kemasyarakatan dengan menghindari sejauh mungkin bentrokan-bentrokan untuk memperoleh efisiensi yang setinggi-tingginya. akan mempergunakan pula kata-kata yang sama untuk melukiskan suatu situasi yang identik. untuk itu ia memerlukan bahasa. D.dimasukinya. Melalui bahasa seorang anggota masyarakat perlahan-lahan belajar mengenal segala adat istiadat. Aspek Bahasa Ada tiga aspek bahasa. Ia mencoba menyesuaikan dirinya (adaptasi) dengan semuanya melalui bahasa. Bahasa-bahasa menunjukkan perbedaan antara satu dengan yang lainnya. Ia memungkinkan tiap individu untuk menyesuaikan dirinya dengan adat istiadat dan kebiasaan masyarakat bahasa itu. kemauan dan tingkah laku seseorang. Bila ia dapat menyesuaikan dirinya maka ia pun dengan mudah membaurkan dirinya (integrasi) dengan segala macam tata karma masyarakat tersebut. Kata sebagai sebuah simbol bukan saja melambangkan pikiran atau gagasan tertentu. Ia memungkinkan untuk memperoleh (pembauran) yang sempurna bagi tiap individu dengan masyarakatnya. tetapi masing-masing tetap mengikat kelompoknya penuturnya dalam satu kesatuan. Seorang pendatang bau dalam sebuah masyarakat pun harus melakukan hal yang sama. reading dan language production. dan tata karma masyarakatnya. . yaitu language comprehension. tingkah laku. Bila ingin hidup dengan tentram dan harmonis dengan masyarakat itu ia harus menyesuaikan dirinya dengan masyarakat itu. yaitu bahasa masyarakat tersebut. tetapi ia juga melambangkan perasaan.

Dua kalimat yang berbeda struktur permukaannya kemungkinan memiliki struktur dalam (makna) yang sama. .Language Comprehension (Pemahaman Bahasa) Proses memahami bahasa. yaitu mengandung kata tidak 2. mencakup a) leksikal yaitu jika satu kata memiliki makna beragam. b) struktur permukaan kalimat dimana kata-kata dapat dikelompokkan dengan cara lebih dari satu. dan c) struktur dalam. aturan bahasa dan dunia sekitarnya. kata-kata. constituent structure: pemahaman terhadap rangkaian kata-kata (kalimat) secara keseluruhan dengan menghilangkan sebagian kata-kata yang tidak perlu tanpa mengubah maknanya. berbentuk pasif 3. yaitu relasi logis antar phrase dapat diinterpretasikan dua makna. kalimat negatif. Individu dalam mendengar satu set suara dan mengolah untuk dibuat menjadi bermakna menggunakan pengetahuannya yang luas tentang suara. Sebaliknya. Speech Perception (persepsi kata) mengacu pada proses dimana sistem auditori pendengar mengubah getaran suara menjadi rangkaian suara yang kemudian dipersepsikan sebagai kata-kata. 2. sering disebut sebagai language comprehension. 3. dua kalimat yang sama struktur permukaannya boleh jadi memiliki makna yang berbeda. transformational grammar: Chomsky berpendapat bahwa orang dalam memahami kalimat melakukan transformasi struktur permukaan kalimat ke dalam bentuk struktur dasar yang lebih dalam. ambigu. Proses yang terjadi dalam language comprehension 1. yaitu makna abstrak dari suatu kalimat. Kalimat akan lebih sulit dipahami jika: 1. Konteks dalam proses ini sangat membantu dalam memaknai rangkaian kata (kalimat) tersebut. melibatkan penggunaan pengetahuan yang disimpan untuk menginterpretasi input baru.

berhenti sebentar. mencakup pula bayi yang tuli. kemampuan berbahasa dapat diperoleh karena proses imitasi dan modeling. 3. Basic adult sentence structure: anak usia 3-4 tahun sudah mampu berkomunikasi dalam bentuk kalimat yang lengkap Bagaimana manusia memperoleh kemampuan berbahasa? Pertanyaan ini dapat dijawab dengan berbagai perspektif. Cooing (menggumam): ini terjadi pada masa bayi. Suara-suara tersebut sama pada bayi dan bahasa yang berbeda. Pembaca yang baik dapat melakukan saccadic eye movement dengan rentang yang lebar.tahap yang dilalui adalah 1. yaitu bayi mengeluarkan suarasuara yang mencakup semua fonem yang mungkin ada. Hal ini harus dilakukan agar retina terfokus pada posisi kata yang dibaca sehingga diperoleh penglihatan yang jelas. Suara-suara tersebut sama pada bayi dan bahasa yang berbeda. 2. Hasil penelitian menunjukkan rentang huruf yang bisa terbaca secara jelas adalah empat di kiri dan delapan di kanan mata. yaitu bayi mengeluarkan suarasuara yang mencakup semua fonem yang mungkin ada. yaitu dari kemampuan umum menuju pada kemampuan yang lebih spesifik. Cooing (menggumam): ini terjadi pada masa bayi. dan jarang kembali ke titik awal Language production Perkembangan Bahasa Penelitian dalam perkembangan bahasa akhir-akhir ini menemukan pola perkembangan yang sama. Menurut Chomsky seorang tokoh ahli bahasa menyatakan bahwa pada diri manusia sudah ada kemampuan bawaan untuk berbahasa yang disebut LAD (Language Acquisition Device) Dalam perspektif yang menekankan pengaruh lingkungan. Tahap. . mencakup pula bayi yang tuli.Reading Selama membaca ada proses saccadic eye movement yaitu gerakan mata dari satu titik ke titik lain.

Fungsi fatik 4. Sistem bahasa berupa lambang-lambang bunyi. maksudnya bahasa dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap dan dapat dikaidahkan.BAB III PENUTUP Kesimpulan Bahasa adalah sebuah sistem. Fungsi personal atau pribadi 2. dan manusiawi. Fungsi direktif 3. beragam. reading dan language production. topik. Fungsi imajinatif Ada tiga aspek bahasa. Karakteristik bahasa menurut sosiolinguistik diantaranya adalah abritrer. Fungsi-fungsi bahasa dapat dilihat dari sudut penutur. Fungsi referensial 5. Fungsi metalingual atau metalinguistik 6. yaitu language comprehension. produktif. Karena setiap lambang bunyi itu memiliki atau menyatakan suatu konsep atau makna. kode dan amanat pembicaraan : 1. pendengar. maka dapat disimpulkan bahwa setiap suatu ujaran bahasa memiliki makna. dinamis. . setiap lambang bahasa melambangkan sesuatu yang disebut makna atau konsep.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful