P. 1
Makalah Leptospirosis

Makalah Leptospirosis

|Views: 441|Likes:

More info:

Published by: Namira Caroline Ercho on May 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/08/2015

pdf

text

original

Makalah Leptospirosis

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Leptospirosis adalah penyakit infeksi akut yang dapat menyerang manusia maupun hewan yang disebabkan kuman leptospira pathogen dan digolongkan sebagi zoonosis yaitu penyakit hewan yang bisa menjangkiti manusia. Gejala klinis leptopirosis mirip dengan penyakit infeksi lainnya seperti influenza, meningitis, hepatitis, demam dengue demam berdarah dan demam virus lainnya. Sehingga seringkali tidak terdiagnosis . Leptospira berbentuk spiral yang menyerang hewan dan manusia dan dapat hidup di air tawar selama lebih kurang 1 bulan. Tetapi dalam air laut, selokan dan air kemih yang tidak diencerkan akan cepat mati. Leptospira bisa terdapat pada hewan piaraan maupun hewan liar. Leptospirosis dapat berjangkit pada laki-laki maupun wanita semua umur tetapi kebanyakan mengenai laki-laki dewasa muda (50% kasus umumnya berusia antara 10-39 tahun diantaranya 80% laki-laki). Angka kematian akibat penyakit yang disebabkan bakteri lepstopira tergolong cukup tinggi bahkan untuk penderita yang berusia lebih dari 50 tahun malah kematiannya bisa mencapai 56% (Masniari poengan, peneliti dari Balai Besar Penelitian Veteriner, Bogor 2007) Di Amerika Serikat tercatat sebanyak 50-150 kasus leptospirosis setiap tahun sebagian besar atau sekitar 50% terjadi di Hawai Salah satu daerah di Indonesia merupakan daerah endemik Leptospirosis yaitu di Guilan Provinsi di utara di Iran. Karena diagnosa Leptospirosis berdasarkan gejala klinis sangat sulit karena kurangnya karakteristik pathogonomic, dukungan laboratorium diperlukan. Angka kejadian penyakit leptospirosis di Provinsi Guilan Iran Utara cukup tinggi terutama pada daerah Rasht. Pada daerah tersebut terdapat 233 kasus Leptospirosis dari keseluruhan kasus yang berjumlah 769.

1.2

Rumusan Masalah

Beberapa hal yang menjadi pokok permasalahan dalam pembahasan makalah ini adalah: 1 2. Bagaimana Sejarah Leptopirosis itu? Apa Definisi leptospirosis?

Sejarah Leptopirosis Definisi leptospirosis Etiologi lephospirosis Cara penularan leptospiros Manisfestasi klinik Masa Inkubasi lepthopirosis Komplikasi lepthopirosis Pencegahan leptopirosis Pengobatan leptopirosis Penanggulangan KLB 1. Para pembaca dapat mengetahui lebih dalam tentang penyakit leptospirosis 1. 5.5 Sistematika Penulisan Untuk mempermudah penyusunan laporan hasil penelitian. 5. 3. 6. 8.4 Manfaat Dalam penyusunan makalah ini. 7. 4. 6. 8. Adapun manfaat penyusunan itu diantaranya : 1.3 Bagaimana Etiologi lephospirosis? Bagaimana Cara penularan leptospiros? Bagaimana Manisfestasi klinik leptopirosis? Bagaimana Masa Inkubasi lepthopirosis? Apa Komplikasi lepthopirosis? Bagaimana Pencegahan leptopirosis? Bagaimana Pengobatan leptopirosis? Bagaimana Penanggulangan KLB leptopirosis. diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak. 10. 4. 1.3. 9. 7. Maksud dan Tujuan Sesuai dengan masalah yang dirumuskan diatas maksud dan tujuan inipun dirumuskan guna memperoleh suatu deskripsi tentang: 1 2. 9. Berfungsi sebagai literatur-literatur bagi pelajar yang ingin memperdalam wawasan tentang masalah kesehatan Khususnya tentang penyakit leptospirosis 2. 10. maka penulis akan membuat susunan Karya tulis sebagaimana sistematika di bawah ini: .

1 2.2 Saran DAFTAR PUSTAKA BAB II ISI Sejarah Leptospirosis Dikenal pertama kali sebagai penyakit occupational (penyakit yang diperoleh akibat pekerjaan) pada beberapa pekerja pada tahun 1883.9.6.5.3 1.2 1.KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.3. Pada tahun 1886 Weil mengungkapkan . 2. 2. 2.1 1.7. 2.8.10.4 1. Penanggulangan KLB BAB III PENUTUP 3.2. Sejarah Leptopirosis Definisi leptospirosis Etiologi lephospirosis Cara penularan leptospiros Manisfestasi klinik Masa Inkubasi lepthopirosis Komplikasi lepthopirosis Pencegahan leptopirosis Pengobatan leptopirosis 2. 2.4.5 Latar Belakang Rumusan Masalah Maksud dan Tujuan Manfaat Sistematika Penulisan BAB II ISI 2.1 Kesimpulan 3. 2. 2.

tukang susu. J Exp Med 1916. dan tukang jahit. Sebagian besar atau sekitar 50% terjadi di Hawai. self limited. rumah jagal. Pada penderita yang sudah mengalami kerusakan hati yang ditandai selaput mata berwarna kuning. Di negara tropis sebagian besar kasus terjadi saat musim hujan. orang lanjut usia dan penderita “immunocompromised” mempunyai resiko tinggi terjadinya kematian. penjual hewan. militer. et al: Etiology. mode of infection and specific therapy of Weil's disease. Sebagian besar kasus terjadi pada laki-laki usia pertengahan. (Inada R. buruh tambang batubara. Tukang susu . bidang agrikultur. salah diagnosis dan nonfatal. seperti berenang atau rafting. risiko kematiannya lebih tinggi lagi Paparan terhadap pekerja diperkirakan terjadi pada 30-50% kasus. 23: 377-402. disertai demam. tukang ledeng. Bakteri leptospira juga banyak berkembang biak di daerah pesisir pasang surut seperti Riau. di negara barat terjadi saat akhir musim panas atau awal gugur karena tanah lembab dan bersifat alkalis. Kelompok yang berisiko utama adalah para pekerja pertanian. peternakan. Angka kematian akibat leptospirosis tergolong tinggi. Ido Y. risiko kematian lebih besar. tetapi sebagian besar berusia antara 10-39 tahun. Beberapa tahun terakhir di derah banjir seperti Jakarta dan Tangerang juga dilaporkan terjadinya penyakit ini. unrreported dan underreported sejak beberapa laporan menunjukkan gejala asimtomatis dan gejala ringan. Di Indonesia penyakit demam banjir sudah sering dilaporkan di daerah Jawa Tengah seperti Klaten. bisa mencapai 56 persen. Angka kejadian penyakit Leptospira sebenarnya sulit diketahui. Infeksi ringan jarang terjadi fatal dan diperkirakan 90% termasuk dalam kategori ini. Penderita berusia di atas 50 tahun. Risiko ini berlaku juga bagi yang mempunyai hobi melakukan aktivitas di danau atau sungai. Angka kejadian penyakit tergantung musim.manifestasi klinis yang terjadi pada 4 penderita yang mengalami penyakit kuning yang berat. mungkin usia ini adalah faktor resiko tinggi tertular penyakit occupational ini. Jambi dan Kalimantan. Penemuan kasus leptospirosis pada umumnya adalah underdiagnosed.) Penyakit ini dapat menyerang semua usia. Anak balita. Penelitian menunjukkan pada penjahit prevalensi antibodi leptospira lebih tinggi dibandingkan kontrol. Di Amerika Serikat (AS) sendiri tercatat sebanyak 50 sampai 150 kasus leptospirosis setiap tahun. Sedangkan Inada mengidentifikasikan penyakit ini di jepang pada tahun 1916. Diduga kelompok ini terkontaminasi terhadap hewan tikus. mencapai 5-40%. perdarahan dan gangguan ginjal. Demak atau Boyolali.

Hewan peliharaan yang paling berisiko mengidap bakteri ini adalah kambing dan sapi. Hewan yang paling banyak mengandung bakteri ini (resevoir) adalah hewan pengerat dan tikus. 2005) 2. Berdasarkan temuan DNA pada beberapa penelitian terakhir. Leptospira dapat menginfeksi sekurangnya 160 spesies mamalia diantaranya adalah tikus. Sistem klasifikasi tradisional didasarkan atas patogenitas yang membedakan antara spesies patogen yaitu Leptospira interrogans dan spesies nonpatogen yang hidup bebas. Hewan tersebut paling sering ditemukan di seluruh belahan dunia. Definisi Leptospirosis merupakan penyakit hewan yang disebabkan oleh beberapa bakteri dari golongan leptospira yang berbentuk spiral kecil disebut spirochaeta. dan berkembang pelan secara anaerob. anjing. kambing. dan mamalia lainnya. Etiologi Leptospirosis disebabkan bakteri pathogen (dapat menyebabkan penyakit) berbentuk spiral termasuk genus Leptospira. Beberapa serovar dikaitkan dengan beberapa hewan. Leptospira berbentuk ulir yang rapat. yaitu Leptospira biflexa. Setiap hewan berisiko terjangkit bakteri leptospira yang berbeda-beda. famili leptospiraceae dan ordo spirochaetales. Penelitian seroprevalensi pada pekerja menunjukan antibodi positif pada rentang 8-29%. L grippotyphosa pada lembu.2. Bakteri ini dengan flagellanya dapat menembus kulit atau mukosa manusia normal. Spiroseta berbentuk bergulung-gulung tipis.dapat terkena karena terkena pada wajah saat memerah susu. L ballum dan L icterohaemorrhagiae sering dikaitkan dengan tikus dan L canicola dikaitkan .3. khususnya pada pH basa. tipis dengan panjang 5-15 mm. Genus Leptospira terdiri dari 2 spesies yaitu L interrogans yang merupakan bakteri patogen dan L biflexa adalah saprofitik. domba. Leptospira dapat hidup berminggu-minggu di dalam air. ternak. tikus. 2. dan tikus. hewan buas dan kucing. motil. rakun. kucing. (Brooks. obligat. Leptospira ini dapat hidup di air tawar selama lebih kurang 1 bulan. misalnya L pomona dan L interrogans terdapat pada lembu dan babi. babi. 7 spesies patogen yang tampak pada lebih 250 varian serologi (serovars) telah berhasil diidentifikasi. Di Amerika yang paling utama adalah anjing. lembu.

Dalam periode peralihan dari 2 fase tersebut selama 1-3 hari kondisi penderita menunjukkan beberapa perbaikkan. Manifestasi Klinik Infeksi leptospirosis mempunyai manifestasi yang sangat bervariasi dan kadang asimtomatis (tanpa gejala). Cara penularan Leptospira bisa keluar lewat urine/air seni hewan yang jatuh ke tanah.4. hebdomidis. Selama fase awal yang terjadi sekitar 4-7 hari. Pada urine yang mempunyai pH netral atau basa. sehingga sering terjadi misdiagnosis. Masa inkubasi biasanya terjadi sekitar 7-12 hari dengan rentang 2-20 hari. . Air yang menggenang atau mengalir lambat akan memudahkan infeksi. tanah dan lumpur yang terkena urine binatang tersebut. Manifestasi klinis terdiri dari 2 fase yaitu fase awal dan fase ke-2. Sekitar 90% penderita dengan manifestasi ikterus (penyakit kuning) ringan sekitar 5-10% dengan ikterus berat yang sering dikenal dengan penyakit Weil. Perjalanan penyakit leptospira terdiri dari 2 fase yang berbeda. dan australis. tidak terkontaminasi dengan deterjen dan suhu di atas 22 derajat C. Bakteri masuk kedalam tubuh manusia melalui selaput lendir(mukosa) mata. Hampir 15-40% penderita yang terpapar infeksi tidak mengalami gejala tetapi menunjukkan serologi positif. Leptospira akan masuk ke kulit atau selaput lendir lewat luka atau lecet pada kulit. leptospira dapat hidup sampai berminggu-minggu. 2. cairan serebrospinal dan sebagian besar jaringan tubuh. Fase awal tahap ini dikenal sebagai fase septicemic atau fase leptospiremic karena organisme bakteri dapat diisolasi dari kultur darah. yaitu fase septisemia dan fase imun. Beberapa serotipe yang penting lainnya adalah autumnalis. kulit yang lecet atau makanan yang terkontaminasi olehurin hewan terinfeksi leptospirosa. Ini bisa berpotensi menginfeksi selama 6 – 48 jam. Masa inkubasi dari bakteri ini adalah selama 4 – 19 hari. Kita dapat terinfeksi bila terjadi kontak dengan air. hidung. 2. penderita mengalami gejala nonspesifik seperti flu dengan beberapa variasinya.dengan anjing.5.

Perdarahan subkonjuntiva adalah komplikasi pada mata yang sering terjadi pada 92% penderita leptospirosis. tapi biasanya terjadi pada minggu pertama dan kedua.Beberapa penderita sekitar 77% mengalami nyeri kepala terus menerus yang tidak respon dengan pemberian analgesik. Gangguan dapat timbul tergantung manifestasi pada organ tubuh yang timbul seperti gangguan pada selaput otak. Kuman leptospira juga dapat timbul di ginjal. psikosis dan dementia. Fase ke-2 sering disebut fase imun atau leptospirurik karena sirkulasi antibodi dapat di deteksi dengan isolasi kuman dari urin dan mungkin tidak dapat didapatkan lagi pada darah atau cairan serebrospinalis. lemah dan nyeri terutama tulang rusuk. ruam. Fase ini terjadi karena akibat respon pertahanan tubuh terhadap infeksi dan terjadi pada 0-30 hari atau lebih. . Kematian jarang terjadi pada kasus anikterik. dan perubahan kesadaran jarang didapatkan. pyuria. fotofobia. Pada fase yang lebih berat didapatkan gangguan mental berkepanjangan termasuk depresi. Manifestasi paru terjadi pada 20-70% penderita. Gejala lain adalah sakit tenggorokan.Karakteristik manifestasi klinis yang terjadi adalah demam. dan gejala lain dari meningitis. Delirium (tidak waras. Gejala renal seperti azotemia. bahkan dilaporkan dapat terjadi sangat lambat sekitar 1 tahun setelah gejala awal penyakit timbul. mual. punggung dan perut. Gejala non spesifik seperti demam dan nyeri otot mungkin sedikit lebih ringan dibandingkan fase awal dan 3 hari sampai beberapa minggu terakhir. gangguan mental. hematuria. Gejala meningeal terjadi pada 50% penderita. Gejala ini sering dikaitkan dengan gejala awal meningitis. sakit kepala regio frontal. Gangguan ikterik : leptospirosis dapat diisolasi dari darah selama 24-48 jam setelah timbul ikterik. Palsi saraf kranial. rash. hepatosplenomegali. kecemasan. Iridosiklitis and korioretinitis adalah komplikasi lambat yang akanan menetap selama setahun. Gangguan anikterik dapat dijumpai meningitis aseptik adalah sindrom manifestasi klinis yang paling penting didapatkan pada fase anikterik imun. kegilaan) juga didapatkan pada tanda awal meningitis. menggigil kedinginan. Gejala pertama akan timbul saat 3 minggu hingga 1 bulan setelah paparan. Meningitis bisa terjadi apada beberapa hari awal. batuk. mata atau ginjal. nyeri dada. Uveitis terjadi pada 2-10% kasus dapat terjadi pada awal atau akhir penyakit. Nyeri perut dengan diare dan konstipasi terjadi sekitar 30%. proteinuria dan oliguria sering tampak pada 50% penderita. Adenopati. muntah dan anoreksia. and nyeri otot juga dapat timbul. hati. ensefalitis. muntah darah.

disfungsi ginjal. Kriteria keadaan masuk dalam penyakit Weil tidak dapat didefinisikan dengan baik. Rash eritematous pretibial sering didaptkan pada infeksi L autumnalis. nyeri perut mirip apendisitis akut. Leptospirosis dapat dicurigai bila didapatkan penderita dengan flulike disease dengan aseptic meningitis atau disproporsi mialgia berat. nyeri dada. sputum darah. injeksi faring. perdarahan dan kolap kardiovaskular. Sindrom Weil adalah bentuk leptospirosis berat dengan ditandai ikterus. Oliguri atau anuri pada nekrosis tubular akut sering terjadi pada minggu ke dua sehingga terjadi hipovolemi dan menurunya perfusi ginjal. hemolisis. Penderita dengan ikterus berat lebih mudah terjadi gagal ginjal. Hepatomegali didapatkan pada kuadran kanan atas. dan diatesis perdarahan. miocarditis. limfadenopati dan manifestasi kulit . ikterus ringan. Sebagian besar kasus berat sindrom dengan gangguan hepatorenal dan ikterus mengakibatkan mortalitas 20-40%. Vaskular dan disfungsi ginjal dikaitkan dengan timbulnya ikterus setelah 4-9 hari setelah gejala awal penyakit. rhabdomyolysis. Kondisi ini terjadi pada akhir fase awal dan meningkat pada fase ke dua. Pada fase awal pemeriksaan fisik yang sering didapatkan adalah demam seringkali tinggi sekitar 40o C disertai takikardi. hepatomegali. sindrom gagal napas. pembesaran kelenjar limfoid mirip infeksi mononucleosis. Juga dapat menimbulkan manifestasi aseptic meningitis. gagal jantung kongestif. dan pericarditis. splenomegali. Sindrom Weil mengakibatkan 5-10%. Leptospirosis dapat terjadi makular atau rash makulopapular. Subkonjuntival suffusion. batuk darah. Angka mortalitas juga akan meningkat pada usia lanjut usia.Sindroma klinis tidak khas pada berbagai serotipe. tetapi beberapa manifestasi sering tampak pada serotipe tertentu. dan gagal napas. Manifestasi paru meliputi batuk. tetapi keadaan bisa memburuk setiap waktu. Sering juga didapatkan gagal multi-organ. Tampilan klinis secara umum dengan gejala pada beberapa spektrum mulai dari yang ringan hingga pada keadaan toksis. Misalnya ikterus didapatkan pada 83% penderita dengan infeksi L icterohaemorrhagiae and 30% pada L pomona. splenomegali. mild jaundice. encephalitis. Aseptic meningitis seringkali terjadi pada infeksi L pomona atau L canicola. atau “fever of unknown origin”. Pemeriksaan fisik yang didapatkan pada penderita berbeda tergantung berat ringannya penyakit dan waktu dari onset timbulnya gejala. Gangguan gastrointestinal pada infeksi dengan L grippotyphosa. disfungsi paru. kelemahan otot. dispnu. nekrosis hati.

batuk darah. prematur. Gangguan hematologi yang ditemukan adalah perdarahan. tanda iridosiklitis atau korioretinitis. dan mata ( konjungtiva ) Pada kehamilan : Keguguran. Gejala umum yang didaptkan adalah adenopathy. petekie. hepatomegali. kecemasan. Komplikasi leptospirosis Pada hati : kekuningan yang terjadi pada hari ke 4 dan ke 6 Pada Ginjal : Gagal ginjal yang dapat menyebabkan kematian. atau bahkan lebih lama lagi. Jika tidak diobati. bayi lahir cacat dan lahir mati . psikosis. rash. Manifestasi neurologi didapatkan palsi saraf kranial. penurunan kesadaran. Pada fase kedua manifestasi klinis yang ditemukan sesuai organ yang terganggu. tanda hipovolemia atau syok kardiogenik. uveitis. saluran pencernaan.7. sesak napas Perdarahan karena adanya kerusakan pembuluh darah dari saluran pernapasan. makulopapular. iritabel. Gangguan paru didapatkan batuk. Penyakit ini bisa berlangsung selama 3 hari sampai 3 minggu.6. rata-rata masa inkubasi adalah 10 hari setelah terinfeksi. dan distres pernapasan. tanda koagulopati. 2. atau “rash” perdarahan juga didapatkan pada fase awal penyakit. Pada pemeriksaan fungsi hati didapatkan ikterus. Pada Jantung : Berdebar tidak teratur.berbentuk makular. 2. delirium atau gangguan mental berkepanjangan seperti depresi. purpura. saluran genitalia. maka penyembuhan penyakit ini akan memakan waktu berbulan-bulan. ekimosis dan splenomegali. eritematus. bahkan bisa saja berakibat fatal (kematian pada yang mengalami kerusakan ginjal). perdarahan. nyeri dada. ginjal. Namun. Pemeriksaan mata terdapat perdarahan subconjuntiva. Kelainan jantung dijumpai tanda dari kongestif gagal jantung atau perikarditis. dan demensia. dispneu. Masa Inkubasi Masa inkubasi (dari terinfeksi sampai munculnya penyakit) leptospirosis biasanya berlangsung antara 2 hari sampai sekitar 4 minggu. urticari. demam. jantung membengkak dan gagal jantung yang dapat menyebabkan kematian mendadak Pada paru paru : Batuk darah.

mempersingkat lamanya demam 3.9.  Tujuan pengobatan dengan antibiotik adalah: 1. 2. mempercepat pulih ke keadaan normal 2. Menghindari adanya tikus didalam rumah atau gedung. mempersingkat lamanya perawatan 4.2. Menghindari pencemaran oleh tikus. petani. kaki serta bagian tubuh lainnya dengan sabun setelah bekerja di sawah/ kebun/ sampah/ tanah/ selokan dan tempat tempat yang tercemar lainnya  Melindungi pekerja yang beresiko tinggi terhadap Leptospirosis ( petugas kebersihan. Pencegahan     Membiasakan diri dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) Menyimpan makanan dan minuman dengan baik agar terhindar dari tikus Mencuci tangan. dengan sabun sebelum makan Mencuci tangan. Pengobatan Pengobatan kasus leptospirosis masih diperdebatkan. mencegah komplikasi seperti gagal ginjal (leptospiruria) 5.        Menjaga kebersihan lingkungan Menyediakan dan menutup rapat tempat sampah Membersihkan tempat tempat air dan kolam kolam renang. menurunkan angka kematian . petugas pemotong hewan dan lain lain ) dengan menggunakan sepatu bot dan sarung tangan. Melakukan desinfeksi terhadap tempat tempat tertentu yang tercemar oleh tikus. Meningkatkan penangkapan tikus . Sebagian ahli mengatakan bahwa pengobatan leptospirosis hanya berguna pada kasus kasus dini (early stage)atau fase awal sedangkan pada fase ke dua atau fase imunitas (late phase) yang paling penting adalah perawatan.8.

berupa demam.Ceftriaxone dosis 1 g. Atau Erythromicyn dengan dosis 250 mg/ 6jam selama 5 hari.Streptomicyn.1. malaise dan nyeri kepala. pada kasus berat dapat timbul gangguan pernafasan. Kesimpulan  Leptospirosis adalah penyakit infeksi akut yang dapat menyerang manusia maupun hewan yang disebabkan kuman leptospira pathogen dan digolongkan sebagi zoonosis yaitu penyakit hewan yang bisa menjangkiti manusia. Ampicillin atau moxicillin.5 g. Penanggulangan KLB Penanggulangan KLB dilakukan pada daerah yang menderita leptospirosis cenderung meningkat (perjam/hari/minggu/bulan) dengan pengambilan darah bagi penderita dengan gejala demam. Atau Procain Penicillin 4-5 MU/hari kemudian dosis diturunkan menjadi setengahnya setelah demam hilang. tiap 6 jam selama 5 hari. selama 7 hari hasilnya tidak jauh berbeda dengan pengobatan menggunakan penicillin.Pengobatan dengan Penicillin dilaporkan bisa menyebabkan komplikasi berupa reaksi JarischHerxheimer. dilanjutkan dengan 0. Pengobatan dengan Benzyl Penicillin 6-8 MU iv dosis terbagi selama 5-7 hari. kemudian 250-500mg /6jam peroral selama 6 hari.Tetracycline dan Erythromycin kurang efektif dibandingkan dengan Penicillin. peroral. 2. Selain itu dapat digunakan Tetracycline.10. sekitar 20 rumah dari kasus indeks. kemudian 250 mg IV/IM perjam selama 24 jam. tetapi cara ini menurut beberapa penelitian tidak dapat mencegah terjadinya komplikasi hati dan ginjal. Oxytetracycline digunakan dengan dosis 1.  Hewan yang paling banyak mengandung bakteri leptospira ini (resevoir) adalah hewan pengerat dan tikus . iv. Jika pasien alergi penicillin digunakan Tetracycline dengan dosis awal 500 mg.6 g. Komplikasi ini biasanya timbul dalam beberapa waktu sampai dengan 3 jam setelah pemberian penicillin intravena. Erythromycin.Obat pilihan adalah Benzyl Penicillin. BAB III PENUTUP 3. biasanya lama pengobatan 5-6 hari. Doxycycline.

perawatan pasien tidak kalah pentingnya untuk menurunkan angka kematian.  Pengobatan dengan antibiotik merupakan pilihan terbaik pada fase awal ataupun fase lanjut (fase imunitas). sedangkan penularan dari manusia ke manusia sangat jarang. gagal ginjal akut. atau pada saat banjir mungkin ada baiknya diberi doxycycline untuk pencegahan. 3.  Penerangan tentang penyakit leptospirosis sehingga masyarakat dapat segera menghubungi sarana kesehatan .  Para klinisi diharapkan memberikan perhatian pada leptospirosis ini terutama di daerah-daerah yang sering mengalami banjir. Saran  Pada orang berisiko tinggi terutama yang bepergian ke daerah berawa-rawa dianjurkan untuk menggunakan profilaksis dengan doxycycline. Penularan dari hewan ke manusia dapat terjadi secara langsung ataupun tidak langsung.  Angka kematian pada pasien leptospirosis menjadi tinggi terutama pada usia lanjut.  Selain pengobatan antibiotik. gagal pernafasan akut. pasien dengan ikterus yang parah.2.  Penyakit leptospirosis mungkin banyak terdapat di Indonesia terutama di musim penghujan.  Masyarakat terutama di daerah persawahan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->