Makalah Leptospirosis

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Leptospirosis adalah penyakit infeksi akut yang dapat menyerang manusia maupun hewan yang disebabkan kuman leptospira pathogen dan digolongkan sebagi zoonosis yaitu penyakit hewan yang bisa menjangkiti manusia. Gejala klinis leptopirosis mirip dengan penyakit infeksi lainnya seperti influenza, meningitis, hepatitis, demam dengue demam berdarah dan demam virus lainnya. Sehingga seringkali tidak terdiagnosis . Leptospira berbentuk spiral yang menyerang hewan dan manusia dan dapat hidup di air tawar selama lebih kurang 1 bulan. Tetapi dalam air laut, selokan dan air kemih yang tidak diencerkan akan cepat mati. Leptospira bisa terdapat pada hewan piaraan maupun hewan liar. Leptospirosis dapat berjangkit pada laki-laki maupun wanita semua umur tetapi kebanyakan mengenai laki-laki dewasa muda (50% kasus umumnya berusia antara 10-39 tahun diantaranya 80% laki-laki). Angka kematian akibat penyakit yang disebabkan bakteri lepstopira tergolong cukup tinggi bahkan untuk penderita yang berusia lebih dari 50 tahun malah kematiannya bisa mencapai 56% (Masniari poengan, peneliti dari Balai Besar Penelitian Veteriner, Bogor 2007) Di Amerika Serikat tercatat sebanyak 50-150 kasus leptospirosis setiap tahun sebagian besar atau sekitar 50% terjadi di Hawai Salah satu daerah di Indonesia merupakan daerah endemik Leptospirosis yaitu di Guilan Provinsi di utara di Iran. Karena diagnosa Leptospirosis berdasarkan gejala klinis sangat sulit karena kurangnya karakteristik pathogonomic, dukungan laboratorium diperlukan. Angka kejadian penyakit leptospirosis di Provinsi Guilan Iran Utara cukup tinggi terutama pada daerah Rasht. Pada daerah tersebut terdapat 233 kasus Leptospirosis dari keseluruhan kasus yang berjumlah 769.

1.2

Rumusan Masalah

Beberapa hal yang menjadi pokok permasalahan dalam pembahasan makalah ini adalah: 1 2. Bagaimana Sejarah Leptopirosis itu? Apa Definisi leptospirosis?

3. 5. 4. 6. diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak. 10.3 Bagaimana Etiologi lephospirosis? Bagaimana Cara penularan leptospiros? Bagaimana Manisfestasi klinik leptopirosis? Bagaimana Masa Inkubasi lepthopirosis? Apa Komplikasi lepthopirosis? Bagaimana Pencegahan leptopirosis? Bagaimana Pengobatan leptopirosis? Bagaimana Penanggulangan KLB leptopirosis. 7. Sejarah Leptopirosis Definisi leptospirosis Etiologi lephospirosis Cara penularan leptospiros Manisfestasi klinik Masa Inkubasi lepthopirosis Komplikasi lepthopirosis Pencegahan leptopirosis Pengobatan leptopirosis Penanggulangan KLB 1. maka penulis akan membuat susunan Karya tulis sebagaimana sistematika di bawah ini: . Para pembaca dapat mengetahui lebih dalam tentang penyakit leptospirosis 1. Berfungsi sebagai literatur-literatur bagi pelajar yang ingin memperdalam wawasan tentang masalah kesehatan Khususnya tentang penyakit leptospirosis 2. 3. 5. Adapun manfaat penyusunan itu diantaranya : 1. 8. 10. 1. 6. Maksud dan Tujuan Sesuai dengan masalah yang dirumuskan diatas maksud dan tujuan inipun dirumuskan guna memperoleh suatu deskripsi tentang: 1 2. 9. 9. 4.4 Manfaat Dalam penyusunan makalah ini. 8. 7.5 Sistematika Penulisan Untuk mempermudah penyusunan laporan hasil penelitian.

5.10.4.2.3.2 Saran DAFTAR PUSTAKA BAB II ISI Sejarah Leptospirosis Dikenal pertama kali sebagai penyakit occupational (penyakit yang diperoleh akibat pekerjaan) pada beberapa pekerja pada tahun 1883. 2. 2.4 1.1 Kesimpulan 3. 2.3 1. 2.1 1. 2.2 1.1 2. 2.KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.6. Penanggulangan KLB BAB III PENUTUP 3.8. Pada tahun 1886 Weil mengungkapkan .5 Latar Belakang Rumusan Masalah Maksud dan Tujuan Manfaat Sistematika Penulisan BAB II ISI 2. Sejarah Leptopirosis Definisi leptospirosis Etiologi lephospirosis Cara penularan leptospiros Manisfestasi klinik Masa Inkubasi lepthopirosis Komplikasi lepthopirosis Pencegahan leptopirosis Pengobatan leptopirosis 2.7.9. 2.

Di Indonesia penyakit demam banjir sudah sering dilaporkan di daerah Jawa Tengah seperti Klaten. orang lanjut usia dan penderita “immunocompromised” mempunyai resiko tinggi terjadinya kematian. Angka kematian akibat leptospirosis tergolong tinggi.) Penyakit ini dapat menyerang semua usia. Sedangkan Inada mengidentifikasikan penyakit ini di jepang pada tahun 1916. salah diagnosis dan nonfatal. Bakteri leptospira juga banyak berkembang biak di daerah pesisir pasang surut seperti Riau. Penemuan kasus leptospirosis pada umumnya adalah underdiagnosed. disertai demam. peternakan. buruh tambang batubara. bidang agrikultur. Penelitian menunjukkan pada penjahit prevalensi antibodi leptospira lebih tinggi dibandingkan kontrol. (Inada R. dan tukang jahit. mencapai 5-40%. Tukang susu . Ido Y. rumah jagal. Risiko ini berlaku juga bagi yang mempunyai hobi melakukan aktivitas di danau atau sungai. tukang ledeng. bisa mencapai 56 persen. Di Amerika Serikat (AS) sendiri tercatat sebanyak 50 sampai 150 kasus leptospirosis setiap tahun. Diduga kelompok ini terkontaminasi terhadap hewan tikus. tukang susu. di negara barat terjadi saat akhir musim panas atau awal gugur karena tanah lembab dan bersifat alkalis. Sebagian besar atau sekitar 50% terjadi di Hawai. Di negara tropis sebagian besar kasus terjadi saat musim hujan. Jambi dan Kalimantan. mungkin usia ini adalah faktor resiko tinggi tertular penyakit occupational ini.manifestasi klinis yang terjadi pada 4 penderita yang mengalami penyakit kuning yang berat. Sebagian besar kasus terjadi pada laki-laki usia pertengahan. risiko kematian lebih besar. Beberapa tahun terakhir di derah banjir seperti Jakarta dan Tangerang juga dilaporkan terjadinya penyakit ini. perdarahan dan gangguan ginjal. Demak atau Boyolali. Anak balita. seperti berenang atau rafting. 23: 377-402. tetapi sebagian besar berusia antara 10-39 tahun. Infeksi ringan jarang terjadi fatal dan diperkirakan 90% termasuk dalam kategori ini. penjual hewan. Penderita berusia di atas 50 tahun. Pada penderita yang sudah mengalami kerusakan hati yang ditandai selaput mata berwarna kuning. unrreported dan underreported sejak beberapa laporan menunjukkan gejala asimtomatis dan gejala ringan. self limited. militer. J Exp Med 1916. Angka kejadian penyakit tergantung musim. Angka kejadian penyakit Leptospira sebenarnya sulit diketahui. et al: Etiology. Kelompok yang berisiko utama adalah para pekerja pertanian. risiko kematiannya lebih tinggi lagi Paparan terhadap pekerja diperkirakan terjadi pada 30-50% kasus. mode of infection and specific therapy of Weil's disease.

Bakteri ini dengan flagellanya dapat menembus kulit atau mukosa manusia normal. obligat. anjing. Spiroseta berbentuk bergulung-gulung tipis. (Brooks. babi. L ballum dan L icterohaemorrhagiae sering dikaitkan dengan tikus dan L canicola dikaitkan . domba. tikus. ternak. Hewan peliharaan yang paling berisiko mengidap bakteri ini adalah kambing dan sapi. Leptospira dapat hidup berminggu-minggu di dalam air. dan tikus. Setiap hewan berisiko terjangkit bakteri leptospira yang berbeda-beda. Leptospira berbentuk ulir yang rapat. Sistem klasifikasi tradisional didasarkan atas patogenitas yang membedakan antara spesies patogen yaitu Leptospira interrogans dan spesies nonpatogen yang hidup bebas. khususnya pada pH basa. L grippotyphosa pada lembu. Definisi Leptospirosis merupakan penyakit hewan yang disebabkan oleh beberapa bakteri dari golongan leptospira yang berbentuk spiral kecil disebut spirochaeta. Genus Leptospira terdiri dari 2 spesies yaitu L interrogans yang merupakan bakteri patogen dan L biflexa adalah saprofitik. Penelitian seroprevalensi pada pekerja menunjukan antibodi positif pada rentang 8-29%. Leptospira dapat menginfeksi sekurangnya 160 spesies mamalia diantaranya adalah tikus. Hewan tersebut paling sering ditemukan di seluruh belahan dunia.2. famili leptospiraceae dan ordo spirochaetales. Leptospira ini dapat hidup di air tawar selama lebih kurang 1 bulan. kucing. misalnya L pomona dan L interrogans terdapat pada lembu dan babi. dan berkembang pelan secara anaerob. 2. dan mamalia lainnya. Etiologi Leptospirosis disebabkan bakteri pathogen (dapat menyebabkan penyakit) berbentuk spiral termasuk genus Leptospira. Hewan yang paling banyak mengandung bakteri ini (resevoir) adalah hewan pengerat dan tikus. kambing.dapat terkena karena terkena pada wajah saat memerah susu. lembu. yaitu Leptospira biflexa. 2005) 2. Di Amerika yang paling utama adalah anjing. motil. hewan buas dan kucing. tipis dengan panjang 5-15 mm. Berdasarkan temuan DNA pada beberapa penelitian terakhir. rakun.3. Beberapa serovar dikaitkan dengan beberapa hewan. 7 spesies patogen yang tampak pada lebih 250 varian serologi (serovars) telah berhasil diidentifikasi.

Cara penularan Leptospira bisa keluar lewat urine/air seni hewan yang jatuh ke tanah. Bakteri masuk kedalam tubuh manusia melalui selaput lendir(mukosa) mata.5.4. Masa inkubasi biasanya terjadi sekitar 7-12 hari dengan rentang 2-20 hari. Pada urine yang mempunyai pH netral atau basa. yaitu fase septisemia dan fase imun. tidak terkontaminasi dengan deterjen dan suhu di atas 22 derajat C. penderita mengalami gejala nonspesifik seperti flu dengan beberapa variasinya. 2. Dalam periode peralihan dari 2 fase tersebut selama 1-3 hari kondisi penderita menunjukkan beberapa perbaikkan. hidung. 2. tanah dan lumpur yang terkena urine binatang tersebut. Fase awal tahap ini dikenal sebagai fase septicemic atau fase leptospiremic karena organisme bakteri dapat diisolasi dari kultur darah. kulit yang lecet atau makanan yang terkontaminasi olehurin hewan terinfeksi leptospirosa. Hampir 15-40% penderita yang terpapar infeksi tidak mengalami gejala tetapi menunjukkan serologi positif. hebdomidis. Sekitar 90% penderita dengan manifestasi ikterus (penyakit kuning) ringan sekitar 5-10% dengan ikterus berat yang sering dikenal dengan penyakit Weil. Manifestasi klinis terdiri dari 2 fase yaitu fase awal dan fase ke-2. sehingga sering terjadi misdiagnosis. Perjalanan penyakit leptospira terdiri dari 2 fase yang berbeda. Beberapa serotipe yang penting lainnya adalah autumnalis. leptospira dapat hidup sampai berminggu-minggu. . dan australis.dengan anjing. Selama fase awal yang terjadi sekitar 4-7 hari. Masa inkubasi dari bakteri ini adalah selama 4 – 19 hari. cairan serebrospinal dan sebagian besar jaringan tubuh. Kita dapat terinfeksi bila terjadi kontak dengan air. Leptospira akan masuk ke kulit atau selaput lendir lewat luka atau lecet pada kulit. Ini bisa berpotensi menginfeksi selama 6 – 48 jam. Air yang menggenang atau mengalir lambat akan memudahkan infeksi. Manifestasi Klinik Infeksi leptospirosis mempunyai manifestasi yang sangat bervariasi dan kadang asimtomatis (tanpa gejala).

proteinuria dan oliguria sering tampak pada 50% penderita. Manifestasi paru terjadi pada 20-70% penderita. tapi biasanya terjadi pada minggu pertama dan kedua. kegilaan) juga didapatkan pada tanda awal meningitis. ruam. Pada fase yang lebih berat didapatkan gangguan mental berkepanjangan termasuk depresi. kecemasan. ensefalitis. lemah dan nyeri terutama tulang rusuk. Meningitis bisa terjadi apada beberapa hari awal. Gejala lain adalah sakit tenggorokan. Uveitis terjadi pada 2-10% kasus dapat terjadi pada awal atau akhir penyakit. Iridosiklitis and korioretinitis adalah komplikasi lambat yang akanan menetap selama setahun. rash. Nyeri perut dengan diare dan konstipasi terjadi sekitar 30%. Delirium (tidak waras. hati. mata atau ginjal. Gejala pertama akan timbul saat 3 minggu hingga 1 bulan setelah paparan. Fase ke-2 sering disebut fase imun atau leptospirurik karena sirkulasi antibodi dapat di deteksi dengan isolasi kuman dari urin dan mungkin tidak dapat didapatkan lagi pada darah atau cairan serebrospinalis. Palsi saraf kranial. . and nyeri otot juga dapat timbul. Gejala non spesifik seperti demam dan nyeri otot mungkin sedikit lebih ringan dibandingkan fase awal dan 3 hari sampai beberapa minggu terakhir. gangguan mental. Perdarahan subkonjuntiva adalah komplikasi pada mata yang sering terjadi pada 92% penderita leptospirosis. Gangguan anikterik dapat dijumpai meningitis aseptik adalah sindrom manifestasi klinis yang paling penting didapatkan pada fase anikterik imun. Adenopati. batuk. Kuman leptospira juga dapat timbul di ginjal. Kematian jarang terjadi pada kasus anikterik. muntah darah. punggung dan perut. menggigil kedinginan.Karakteristik manifestasi klinis yang terjadi adalah demam. Gangguan ikterik : leptospirosis dapat diisolasi dari darah selama 24-48 jam setelah timbul ikterik. pyuria. sakit kepala regio frontal. Gejala ini sering dikaitkan dengan gejala awal meningitis. psikosis dan dementia. Gangguan dapat timbul tergantung manifestasi pada organ tubuh yang timbul seperti gangguan pada selaput otak. dan gejala lain dari meningitis. Gejala renal seperti azotemia. Fase ini terjadi karena akibat respon pertahanan tubuh terhadap infeksi dan terjadi pada 0-30 hari atau lebih.Beberapa penderita sekitar 77% mengalami nyeri kepala terus menerus yang tidak respon dengan pemberian analgesik. fotofobia. hepatosplenomegali. hematuria. nyeri dada. dan perubahan kesadaran jarang didapatkan. muntah dan anoreksia. mual. bahkan dilaporkan dapat terjadi sangat lambat sekitar 1 tahun setelah gejala awal penyakit timbul. Gejala meningeal terjadi pada 50% penderita.

nyeri perut mirip apendisitis akut. tetapi beberapa manifestasi sering tampak pada serotipe tertentu. perdarahan dan kolap kardiovaskular. Pada fase awal pemeriksaan fisik yang sering didapatkan adalah demam seringkali tinggi sekitar 40o C disertai takikardi. ikterus ringan. dan pericarditis. Sindrom Weil adalah bentuk leptospirosis berat dengan ditandai ikterus. Manifestasi paru meliputi batuk. hemolisis. Sindrom Weil mengakibatkan 5-10%. Oliguri atau anuri pada nekrosis tubular akut sering terjadi pada minggu ke dua sehingga terjadi hipovolemi dan menurunya perfusi ginjal. hepatomegali. Sering juga didapatkan gagal multi-organ. Kondisi ini terjadi pada akhir fase awal dan meningkat pada fase ke dua. Penderita dengan ikterus berat lebih mudah terjadi gagal ginjal. Angka mortalitas juga akan meningkat pada usia lanjut usia. Hepatomegali didapatkan pada kuadran kanan atas. mild jaundice. Aseptic meningitis seringkali terjadi pada infeksi L pomona atau L canicola. sindrom gagal napas. Leptospirosis dapat terjadi makular atau rash makulopapular. sputum darah. Sebagian besar kasus berat sindrom dengan gangguan hepatorenal dan ikterus mengakibatkan mortalitas 20-40%. gagal jantung kongestif. Kriteria keadaan masuk dalam penyakit Weil tidak dapat didefinisikan dengan baik. Pemeriksaan fisik yang didapatkan pada penderita berbeda tergantung berat ringannya penyakit dan waktu dari onset timbulnya gejala. disfungsi ginjal. pembesaran kelenjar limfoid mirip infeksi mononucleosis. dan diatesis perdarahan. atau “fever of unknown origin”. splenomegali. tetapi keadaan bisa memburuk setiap waktu. Gangguan gastrointestinal pada infeksi dengan L grippotyphosa. disfungsi paru. Rash eritematous pretibial sering didaptkan pada infeksi L autumnalis. splenomegali. rhabdomyolysis.Sindroma klinis tidak khas pada berbagai serotipe. Juga dapat menimbulkan manifestasi aseptic meningitis. batuk darah. nekrosis hati. limfadenopati dan manifestasi kulit . dan gagal napas. nyeri dada. Vaskular dan disfungsi ginjal dikaitkan dengan timbulnya ikterus setelah 4-9 hari setelah gejala awal penyakit. Leptospirosis dapat dicurigai bila didapatkan penderita dengan flulike disease dengan aseptic meningitis atau disproporsi mialgia berat. Misalnya ikterus didapatkan pada 83% penderita dengan infeksi L icterohaemorrhagiae and 30% pada L pomona. miocarditis. encephalitis. Tampilan klinis secara umum dengan gejala pada beberapa spektrum mulai dari yang ringan hingga pada keadaan toksis. injeksi faring. kelemahan otot. Subkonjuntival suffusion. dispnu.

Pada pemeriksaan fungsi hati didapatkan ikterus. dan distres pernapasan. hepatomegali. makulopapular. tanda hipovolemia atau syok kardiogenik. dan demensia. Pemeriksaan mata terdapat perdarahan subconjuntiva. Jika tidak diobati. saluran pencernaan. purpura.6. rata-rata masa inkubasi adalah 10 hari setelah terinfeksi. Pada fase kedua manifestasi klinis yang ditemukan sesuai organ yang terganggu. saluran genitalia. demam. Masa Inkubasi Masa inkubasi (dari terinfeksi sampai munculnya penyakit) leptospirosis biasanya berlangsung antara 2 hari sampai sekitar 4 minggu. prematur. perdarahan. Manifestasi neurologi didapatkan palsi saraf kranial. kecemasan. batuk darah. urticari. eritematus. delirium atau gangguan mental berkepanjangan seperti depresi. psikosis.7. sesak napas Perdarahan karena adanya kerusakan pembuluh darah dari saluran pernapasan. jantung membengkak dan gagal jantung yang dapat menyebabkan kematian mendadak Pada paru paru : Batuk darah. rash. Gangguan paru didapatkan batuk. penurunan kesadaran. tanda koagulopati.berbentuk makular. maka penyembuhan penyakit ini akan memakan waktu berbulan-bulan. atau “rash” perdarahan juga didapatkan pada fase awal penyakit. Namun. bahkan bisa saja berakibat fatal (kematian pada yang mengalami kerusakan ginjal). Komplikasi leptospirosis Pada hati : kekuningan yang terjadi pada hari ke 4 dan ke 6 Pada Ginjal : Gagal ginjal yang dapat menyebabkan kematian. nyeri dada. Gangguan hematologi yang ditemukan adalah perdarahan. bayi lahir cacat dan lahir mati . dispneu. Penyakit ini bisa berlangsung selama 3 hari sampai 3 minggu. ginjal. 2. ekimosis dan splenomegali. Kelainan jantung dijumpai tanda dari kongestif gagal jantung atau perikarditis. atau bahkan lebih lama lagi. tanda iridosiklitis atau korioretinitis. iritabel. Pada Jantung : Berdebar tidak teratur. uveitis. Gejala umum yang didaptkan adalah adenopathy. 2. dan mata ( konjungtiva ) Pada kehamilan : Keguguran. petekie.

Pengobatan Pengobatan kasus leptospirosis masih diperdebatkan.8.        Menjaga kebersihan lingkungan Menyediakan dan menutup rapat tempat sampah Membersihkan tempat tempat air dan kolam kolam renang. Pencegahan     Membiasakan diri dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) Menyimpan makanan dan minuman dengan baik agar terhindar dari tikus Mencuci tangan. 2.2. Meningkatkan penangkapan tikus . mempersingkat lamanya demam 3. Sebagian ahli mengatakan bahwa pengobatan leptospirosis hanya berguna pada kasus kasus dini (early stage)atau fase awal sedangkan pada fase ke dua atau fase imunitas (late phase) yang paling penting adalah perawatan. dengan sabun sebelum makan Mencuci tangan. mempercepat pulih ke keadaan normal 2. Melakukan desinfeksi terhadap tempat tempat tertentu yang tercemar oleh tikus. mempersingkat lamanya perawatan 4. Menghindari adanya tikus didalam rumah atau gedung. petugas pemotong hewan dan lain lain ) dengan menggunakan sepatu bot dan sarung tangan. kaki serta bagian tubuh lainnya dengan sabun setelah bekerja di sawah/ kebun/ sampah/ tanah/ selokan dan tempat tempat yang tercemar lainnya  Melindungi pekerja yang beresiko tinggi terhadap Leptospirosis ( petugas kebersihan.  Tujuan pengobatan dengan antibiotik adalah: 1. Menghindari pencemaran oleh tikus. menurunkan angka kematian . petani.9. mencegah komplikasi seperti gagal ginjal (leptospiruria) 5.

kemudian 250-500mg /6jam peroral selama 6 hari. pada kasus berat dapat timbul gangguan pernafasan. Penanggulangan KLB Penanggulangan KLB dilakukan pada daerah yang menderita leptospirosis cenderung meningkat (perjam/hari/minggu/bulan) dengan pengambilan darah bagi penderita dengan gejala demam.6 g.5 g. Selain itu dapat digunakan Tetracycline.Tetracycline dan Erythromycin kurang efektif dibandingkan dengan Penicillin.Pengobatan dengan Penicillin dilaporkan bisa menyebabkan komplikasi berupa reaksi JarischHerxheimer.Obat pilihan adalah Benzyl Penicillin. peroral. tiap 6 jam selama 5 hari. 2.  Hewan yang paling banyak mengandung bakteri leptospira ini (resevoir) adalah hewan pengerat dan tikus . Pengobatan dengan Benzyl Penicillin 6-8 MU iv dosis terbagi selama 5-7 hari.Ceftriaxone dosis 1 g.10. iv. Komplikasi ini biasanya timbul dalam beberapa waktu sampai dengan 3 jam setelah pemberian penicillin intravena. berupa demam. Jika pasien alergi penicillin digunakan Tetracycline dengan dosis awal 500 mg. sekitar 20 rumah dari kasus indeks. Atau Procain Penicillin 4-5 MU/hari kemudian dosis diturunkan menjadi setengahnya setelah demam hilang. Atau Erythromicyn dengan dosis 250 mg/ 6jam selama 5 hari. Erythromycin. biasanya lama pengobatan 5-6 hari. Ampicillin atau moxicillin. kemudian 250 mg IV/IM perjam selama 24 jam.Streptomicyn. malaise dan nyeri kepala.1. selama 7 hari hasilnya tidak jauh berbeda dengan pengobatan menggunakan penicillin. Kesimpulan  Leptospirosis adalah penyakit infeksi akut yang dapat menyerang manusia maupun hewan yang disebabkan kuman leptospira pathogen dan digolongkan sebagi zoonosis yaitu penyakit hewan yang bisa menjangkiti manusia. BAB III PENUTUP 3. tetapi cara ini menurut beberapa penelitian tidak dapat mencegah terjadinya komplikasi hati dan ginjal. Doxycycline. Oxytetracycline digunakan dengan dosis 1. dilanjutkan dengan 0.

  Penyakit leptospirosis mungkin banyak terdapat di Indonesia terutama di musim penghujan.  Para klinisi diharapkan memberikan perhatian pada leptospirosis ini terutama di daerah-daerah yang sering mengalami banjir.  Penerangan tentang penyakit leptospirosis sehingga masyarakat dapat segera menghubungi sarana kesehatan .  Masyarakat terutama di daerah persawahan. gagal ginjal akut. perawatan pasien tidak kalah pentingnya untuk menurunkan angka kematian.2. gagal pernafasan akut.  Angka kematian pada pasien leptospirosis menjadi tinggi terutama pada usia lanjut. sedangkan penularan dari manusia ke manusia sangat jarang. Penularan dari hewan ke manusia dapat terjadi secara langsung ataupun tidak langsung. Saran  Pada orang berisiko tinggi terutama yang bepergian ke daerah berawa-rawa dianjurkan untuk menggunakan profilaksis dengan doxycycline. atau pada saat banjir mungkin ada baiknya diberi doxycycline untuk pencegahan. pasien dengan ikterus yang parah.  Pengobatan dengan antibiotik merupakan pilihan terbaik pada fase awal ataupun fase lanjut (fase imunitas).  Selain pengobatan antibiotik. 3.