TEKNOLOGI BUDIDAYA TANAMAN TEBU, TEMBAKAU DAN SERAT PROSPEK DAN BUDIDAYA TANAMAN KAPUK

Disusun Oleh : 1. Rembulan Marchelita 2. Reza Grahito Nugroho 3. Ria Amelia H0710089 / AGT.B H0710091 / AGT.B H0710092 / AGT.B

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2013

Berasal dari bagian utara dari Amerika Selatan. dan (untuk varitas C. kapuk randu juga dengan mudah dapat ditemukan di wilayah Asia. guineensis) berasal dari sebelah barat Afrika. Kapuk (Ceiba pertandra) atau randu (Sunda/Jawa) dan kapo (Madura) umumnya tumbuh di kawasan pinggir pantai serta lahan-lahan dengan ketinggian 700 meter di atas permukaan laut (dpl). seperti Indonesia. Malaysia dan Filipina. Kapuk randu kurang menghendaki tanah yang berpasir. Jenis pohon ini mulai berbunga dan berbuah pada usia 5-6 tahun dengan masa panen dilakukan setelah biji-biji kapuk berwarna kuning kelabu. pentandra var. Syarat tumbuh tanaman kapuk adalah membutuhkan musim kering yang panjang namun tidak terlalu kering. Amerika Tengah dan Karibia. Tanaman perkebunan ini berbeda dengan kapas yang . Gaertn Meskipun berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. menunjukkan bahwa curah hujan pada periode kering menentukan saat berbunga dan pembentukan buah. Hubungan antara curah hujan di beberapa daerah penghasil kapuk di pulau Jawa. juga Karibia dan Afrika. PENDAHULUAN A. Latar belakang Kapuk randu atau kapuk (Ceiba pentandra) adalah pohon tropis yang tergolong ordo Malvales dan famili Malvaceae.I. Klasifikasi kapuk randu atau kapuk (Ceiba pentandra) adalah : Kingdom Subkingdom Super Divisi Divisi Kelas Sub Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae (Tumbuhan) : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) : Spermatophyta (Menghasilkan biji) : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) : Dilleniidae : Malvales : Bombacaceae : Ceiba : Ceiba pentandra L.

dihasilkan dari tanaman kapas yang digunakan untuk bahan baku tekstil atau pakaian lainnya. Secara tradisional. Seiring dengan minimnya peningkatan nilai tambah kapuk menyebabkan budidaya terus menurun. Tanaman kapuk di beberapa tempat di Indonesia telah diusahakan secara intensif.4 juta kg/tahun. Tanaman kapuk di Indonesia dikembangkan oleh rakyat. perkebunan swasta dan perkebunan pemerintah (BUMN). dibagian selatan dan timur Gunung Lompobattang sekitar Jeneponto dan Bantaeng. kapuk digunakan sebagai bahan pembuat atau pengisi kasur dan saat ini dikembangkan aneka jenis keperluan lainnya. kemudian disekitar Tanette dan pulau Muna. data yang ada menyebutkan luas areal tanaman kapuk sekitar 600 ribu ha. di daerah Pandaan antara Gunung Arjuno dan Penanggungan dan antara Pare dan Ngantang yaitu jalan dari Kediri menuju ke Malang. Tidak ada dukungan sarana dan teknologi memadai serta minimnya permodalan semakin memerosotkan kapuk. jumlah ini pun terus menurun. Di Sulawesi kapuk didapati dibagian selatan Danau Tempe dekat Sengkang. Misalnya di Pulau Jawa dilereng Gunung Muria (Pati) disekitar Weleri. Akibatnya kualitas dan produksi kapuk semakin menurun. Pada awal 1990-an. antara Semarang dan Pekalongan. . Sejumlah data menyebutkan tahun 1936-1937 ekspor kapuk Indonesia mencapai 28.

dan daun merupakan komoditas serat alam yang sangat prospektif di masa mendatang karena komoditas tersebut memiliki keunggulan untuk bahan baku berbagai industri dan kontribusinya dalam penyelamatan lingkungan. e. serak dan lain sebagainya. Daun dari tanaman kapuk randu dapat digunakan sebagai makanan ternak dan dapat memperbaiki tanah. 2007). Bagian kayu dari tanaman kapuk randu dapat digunakan untuk pembuatan kertas. Serat buah. Bagian kulit ini kaya akan potassium dan abu sehingga dapat digunakan sebagai pupuk.H. pakaian pelindung. hiasan dinding. penahan panas dan suara. Bunganya merupakan sumber madu yang bagus dan bunga kapuk randu ini dapat digunakan sebagai obat tradisional di Asia Tenggara untuk penyakit demam. Buah Ceiba petandra merupakan sumber serat kapuk. Sebagai informasi salah satu kegunaan komoditas serat buah kapuk adalah untuk tekstil (Sudjindro.dan Ray.II. Setiap gelondong buah kapuk mengandung 26% biji. c. batang dan daun merupakan komoditas serat alam yang sebelumnya kurang memperoleh perhatian. Disamping itu kapuk merupakan salah satu tanaman yang berpotensi menghasilkan minyak. pintu. . petani. Kulit kering digunakan sebagai bahan bakar (Rama.P. dapat digunakan sebagai bahan dasar matras. biji hingga kulit buah. batuk. baik oleh pemerintah. Kulit buah digunakan sebagai pengganti bahan kertas untuk pembuatan kertas di Jawa Timur. buah. b. bunga. Prospek Tanaman Kapuk Serat buah. Tanaman yang menghasilkan serat buah adalah kapuk. a. membuat baking soda dan sabun. bantal. furniture. Namun pada saat ini dan dimasa yang akan datang. mulai dari kayu. PEMBAHASAN A. maupun pengusaha. d. kotak dan mainan. 2004). batang. daun. komoditas serat alam merupakan komoditas yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku berbagai industri. Tiap bagian dari tanaman kapuk randu memiliki manfaat dan potensi yang sangat besar.

Kosmetik b. Campuran minyak goreng d. negara Indonesia merupakan pengekspor kapuk terbesar di dunia dengan jumlah mencapai 28. Potensi ini seharusnya membuat prospek dan budidaya kapuk semain meningkat.daging dll. jerami dan serat kelapa. Margarine vegetable e. Perkebunan merupakan sub sektor yang mampu bertahan dari goncangan krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada tahun 1997 . Kapuk randu merupakan salah satu komoditas perkebunan yang sudah sejak lama diperdagangkan sebagai salah satu sumber serat alami.sehingga setiap 100 kg gelondong kapuk akan menghasilkan 26 kg limbah biji.496 ton serat. . eceng gondok. 2006). Penurunan ekspor kapuk antara lain disebabkan : a. Menurut hasil pengamatan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Indonesia. Bio-diesel h. jute. Namun pada tahun 2003 ekspor serat kapuk menurun menjadi 1. meningkatnya penggunaan serat kapuk dalam negeri d. Pengawetan ikan tuna. Serat alam tersebut mempunyai berbagai kelebihan dan kekurangan masing-masing sehingga aplikasi hasil dari proses manufaktur tersebut akan berbeda-beda (Adji. Bio-fuel g.1998. Minyak goreng c. abaca. serat nanas. Serat alami yang sering digunakan diantaranya adalah serat rami.400 ton serat atau 85% kebutuhan serat kapuk dunia. selain itu penurunan ekspor kapuk Indonesia disebabkan kalah bersaing dalam harga dengan Thailand yang lebih murah. kapas. Aplikasi kapuk seed oil diantaranya adalah : a. Oil additive lubricant f. banyaknya kapuk tua yang tidak produktif b. penebangan kapuk tanpa diimbangi peremajaan c. kenaf. persaingan dengan bahan sintetis seperti karet busa e.

Untuk meningkatkan ekspor serat kapuk antara lain dengan meningkatkan produktivitas dan tetap mempertahankan kualitas serat kapuk yang baik Varietas unggul yang telah dilepas Balittas untuk mendukung pengembangan kapuk adalah Muktiharjo 1 (MH 1). Budidaya Tanaman Kapuk Untuk mengjasilkan kapuk dengan produksi yang tinggi dan kualitas yang baik. dan Togo B dari tipe Karibea yang dilepas pada tahun 2006 dan sesuai untuk usaha tani monokultur. B. Dengan mengenal karakteristik dan syarat hidup kapuk maka kita dapat menentukan cara budidaya yang tepat. Daunnya tersusun dari 5-9 helai . kita harus terlebih dahulu mengenal tanaman kapuk. Tanaman kapuk diklasifikasikan sebagai berikut: Kingdom Subkingdom Super Divisi Divisi Kelas Sub Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae (Tumbuhan) : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) : Spermatophyta (Menghasilkan biji) : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) : Dilleniidae : Malvales : Bombacaceae : Ceiba : Ceiba pentandra L. Sebelum melakukan budidaya tanaman kapuk. Menilik berbagai manfaat dan kemampuan yang dihasilkan oleh kapuk dan utamanya sebagai tanaman penghasil serat maka dapat dikatakan bahwa tanaman kapuk memiliki prospek yang bagus untuk dikembangkan. Gaertn Tanaman kapuk memiliki perakaran tunggang. maka duperlukan proses budidaya yang tepat. batangnya berbentuk silinder. Muktiharjo 2 (MH 2). atau biasa disebut kapuk randu. serta Muktiharjo 3 (MH 3) dan Muktiharjo 4 (MH 4) dari tipe yang sama yang sesuai untuk program penghijauan dan konservasi lahan yang dilepas pada tahun 2007. halus dan berwarna abu-abu serta terdapat duri-duri yang melekat pada batang serta mempunyai banyak cabang.

Togo. Tanaman kapuk dari klon caribean dicirikan oleh pohon yang besar dan tinggi. daya tumbuhnya agak lemah.mengobati panas dalam dan menyuburkan Rambut. Klon indica ini banyak dibudayakan di daerah Asia. Buah yang masak berwarna coklat keruh dan akan pecah dan terbuka dipohon setelah daunnya berguguran. Di Indonesia. Buahnya berkayu. dan lain-lain . Secara umum. Tanaman kapuk digolongkan menjadi dua klon. benuk pohonnya kecil dan rendah. serat kapuk berwarna kuning keputih-putihan dan buahnya tidak pecah walaupun telah masak. daunnya jarang. terdiri dari kapuk Suriname dan kapuk Congo. tahan terhadap benalu dan produksi buahnya dapat mencapai 2000 gelondong/pohon/tahun. batangnya tidak berduri. klon indica mempunyai ciri-ciri kanopi sempit. halus dan mempunyai warna hijau muda. warna batang hijau tua. Didalam buah tersebut terdapat bijinya berbentuk bulat seperti kacang polong berwarna coklat dan terdapat kapas yang seperti serat disekelilingnya. Beberapa jenis persilangan kapuk diantaranya: Kapuk varietas Mukti Harjo. Tanaman kapuk klon karibean ini pertumbuhannya lebih kuat dan tahan terhadap serangan hama penyakit dibanding klon indica. Tanaman kapuk klon caribean berdaun lebat. berbuah teratur sepanjang tahun dan produksi buahnya mencapai 6000 gelondong/ tahun. dan (2) klon Indica (kapuk jawa). Di dalam buah kapuk terdapat seratbut kapuk. Buah dari kapuk klon indica berukuran sedang. dameter batang mencapai 30 cm dan tinggi mencapai 50m. dengan panjang 14-18 cm. Tanaman kapuk klon indica banyak terdapat di Indonesia. biji dan hati kapuk. Persilangan ini dilakuakn untuk mendapatkan tanaman dengan sifat unggul dari kedua klon dan dapat memberikan keuntungan besar bagi usaha tani. yaitu: (1) klon Caribean (caribaca). klon caribean ini tidak banyak ditanam. Saat ini sudah banyak dikembangkan berbagai jenis kapuk hasil persilangan dari klon indica dan caibean.35 cm serta berkhasiat menghilangkan bekas luka. terdiri dari kapuk randu biasa dan kapuk randu alas. Di Indonesia.daun mempunyai panjang 7-8 cm dan lebarnya 1. klon ini lebih dekenal dengan sebutan kapuk “Jawa”. gebangan.

Tanaman dari bibit hasil okulasi hasilnya dapat diandalkan karena sama dengan induknya yang diambil dari tanaman unggul. Pembibitan Pembibitan adalah kegiatan menyemaikan biji atau bagian lain(bagian vegetative) hingga menjadi bibit siap tanam di kebun. dianjurkan menggunakan bibit yang berasal dari hasil okulasi. Untuk memilih kondisi lahan yang tepat untuk budidaya tanaman kapuk.yang msing-masing mempunyai keunggulan masing-masing. Bibit yang berasal dari hasil okulasi berbuah lebih cepat daripada bibit generatif. Bibit hasil okulasi berbuah pada umur 3-4 tahun. sedangkan bibit generatif berbuah pada umur 6-8 tahun. Dalam periode tersebut jumlah curah hujan tiap bulan yang kurang dari 100 mm sebaiknya tidak lebih dari empat bulan. kita harus mengetahui syarat tumbuh dari tanaman kapuk itu sendiri. Curah hujan pada periode kering menentukan saat berbunga dan pembentukan buah. Ketiga hal tersebut saling berkaitan dan saling menunjang. ketiganya harus dilakukan dengan baik dan terpadu. Oleh karena itu. Pemilihan jenis tanaman kapuk yang akan ditanam tentu disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan perhitungan ekonomi. ukuran tanamna tidak seragam dan produksinya rendah. Pohon kapuk dapat tumbuh di dataran rendah sampai dengan 900 m dpl. . Penanganan yang baik akan menghasilkan tanaman yang baik dan mempermudah penanaman di kebun juga mempermudah pemeliharaan tanaman di lapang. Buah dari bibit generatif tidak menentu. 1. penanaman di kebun dan pemeliharaan tanaman. Budidaya tanaman kapuk harus memperhaikan kondisi lahan yang akan ditanami. Budidaya kapuk meliputi tiga hal pokok yaitu: pembibitan. sedangkan jumlah hujan seluruhnya sedikitnya 150 mm dan setinggi-tingginya 350 mm. Penangkaran dengan biji didahului dengan persemaian. dengan jumlah hari sedikitnya 10 hari dan setinggi-tingginya 25 hari. Untuk mendapatkan bibit kapuk yang baik. Pada pembuatan pesemaian kapuk yang penting adalah pengerjaan tanah. Pada musim kering yang panjang tetapi jangan terlalu kering.

Penyiangan persemaian dialkukan seperlunya jika ada gulma yang tumbuh. Pupuk SP36 dan KCl diberikan dengan pupuk dasar dengan dosis 1 gram SP36 dan 2 gram KCl setiap pohon. Benih yang telah tumbuh menjadi bibit harus dijaga pertumbuhannya hingga dipindah tanamkan ke kebun. penyakit busuk kaki hitam yang disebabkan oleh cendwan Phytoptora parasitica. penyakit bususk akar yang disebabkan oleh cendawan Pyhium pernisiosium. karena air yang menggenang berakibat fatal bagi tanaman yang masih muda. Untuk mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh cendawan dapat digunakan . dan diberikan 40 HST dengan dosis 3 gram per pohon. tetapi apabila ada gangguan hama kumbang Nisotra. Jarak tanam di bedengan 20 cm x 20 cm dengan memakai 3 biji per lubang. Penyiraman bedengan dapat dilakukan tiap pagi dan sore secara teratur dengan gembor berlubang halus. Teknik pemeliharaan bibit meliputi penyiraman. Cara lainnya dengan disebar dalam bak-bak yang kemudian dipindahkan ke bedengan. Sebagai contoh. kemudian setelah sebulan disisakan satu tanaman yang terbaik. Pemupukan diberikan pupuk kimia NPK untuk meningkatkan pertumbuhan bibit. pengaturan naungan. Naungan dapat diberikan dengan pemberian atap yang dapat menutup tanaman. pemupukan. begitu juga pendangiran dilakukan apabila tanah tempat persemaian telah memadat. Naungan tersebut harus dibuka pada pagi dan sore yang cerah agar bibit mendapat sinar matahari yang cukup. penyiangan dan pendangiran juga pengendalian hama penyakit. sehingga diperoleh tanaman yang rata dan tumbuh baik. Penyakit yang sering menyerang tanaman kapuk di persemaian adalah golonggan cendawan. Bibit tanaman kapuk sangat rentan terhadap serangan hama dan penyakit.Permukaan bedengan dibuat merata dan pembuangan air mudah dilakukan. Sedangkan pupuk urea diberikan sebagai pupuk susulan 15 hari setelah tanam benih dengan dosis 2gram setiap pohon. pada tanaman kapuk muda daunnya habis termakan.

Penanaman bibit di kebun maupun herbisida juga kadang dibutuhkan untuk mengetasi serangan hama dan gulma. Sedangkan pemupukan dengan pupuk anorgaik diberikan secara susulan yang dosisnya disesuaikan dengan umur tanaman. baik saat masih bibit. Pemeliharaan tanaman Selama tanaman berada di kebun. Bibit yang seperti itu tentu perlu diganti. Waktu penyulaman yang baik sama dengan waktu penanaman yaitu sebelum pukul 09. Penggunaan insektisida 2.Desember/ Januari.00 atau pagi hari sebelum pukul 09. penyiangan. rusak. 3. Waktu tanam tersebut dianjurkan untuk lahan tanpa irigasi teknis. maupun mati. Tanaman kapuk pada umumnya dapat dipindahkan ke lapangan setelah umur satu tahun di persemaian.fungisida.00 pagi atau setelah pukul 15. masa vegetative maupun selama masa produktif. Kesalahan teknis pada saat penanaman bibit dapt membuat bibit tumbuh kerdil. Pemupukan tanaman kapuk dilakukan dengan memberikan baik pupuk organic maupun anorganik. Pemindah tanaman dari persemaian ke lahan sebaiknya dilakukan pada sore hari setelah pukul 15.00 Penanaman bibit di lahan tidak selelu berjalan dengan lancar. Perawatan kapuk meliputi empat hal pokok yaitu: pemupukan. pengairan.kira satu meter. kita menyebutnya penyulaman.00. Saat tanam bibit di kebun sebaiknya dilakukan pada awal sampa pertengahan musim penghujan atau pada bulan Oktober/November. Pupuk organic berupa pupuk kandang diberikan bersamaan dengan pengolahan tanah. Pemeliharaan tanaman kapuk sendiri sebenarnya tidak terlalu rumit dikarenakan tanaman kapuk meru pakan tanaman tahunan. Waktu dan dosis pemupukan pada tanaman kapuk dapat dilihat pada table dibawah ini : . setinggi kira. tanaman kapuk perlu dirawat dengan baik agar dapat terus beproduksi dan menghasilkan produksi kapuk berkualitas. dan pengendalian hama penyakit.

Penanaman LTC dilakukan di bibir teras. penempelan mata entres. lahan tanaman kapuk juga dapat ditanami jenis tanaman leguminosa yang dapat megikat unsur N udara. Namun jika curah hujan kurang maka perlu dilakukan pengairan. gamal(untuk jenis Legum Tree Crops/LTC) dan colopogonium(untuk jenis Legum Cover Crop/LCC). Pada pemupukan dasar. Pengairan untuk tanaman kapuk yang sudah dewasa tidak banyak dibutuhkan. pupuk kandang diberikan dengan cara dicampurkan dengan tanah lapisan atas. sedangkan penanaman LCC dilakukan di bidang olah. Penanaman tanaman jenis LCC ataupun LTC harus sudah dilakukan satu tahun sebelum penanaman kapuk. Curah hujan yang cukup sepanjang tahun sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan air tanaman kapuk. setelah itu parit ditimbun tanah kembali. Penyiagan dilakukan apabila pertumbuhan gulma di kebun sudah dirasa mengganggu. Penyiangan pada kebun kapuk dilakukan sesuai kebutuhan. Penanaman eguminosa disamping dapat menjadi pupuk hijau juga dapat mengurangi erosi. Upaya perlindungan tanaman kapuk dari serangan hama penyakit wajib dilakukan karena serangan hama dan penyakit dapat merusak tanaman dan .Umur Tanaman 0 HST 2-3 Bulan Tahun I Tahun II Tahun III Tahun IV Tahun V dst Urea (g/tnm) 15 45 150 300 600 1100 SP36 (g/tnm) 15 60 150 450 900 KCl (g/tnm) 5 10 10 15 15 20 Pupuk Kandang (kg/tnm) 5 10 10 15 15 20 Pemupukan dilakukan dengan cara diletakkan pada parit yang dibuat melinkar di sekelilig tanaman dengan jarak selebar tajuk dari batang tanaman. sampai bibit dapat dipindahtanamkan ke kebun. Jenis tanaman leguminosa yang dapat ditanam di lahan kapuk adalah lamtoro. Kedalaman parit untuk menempatkan pupuk sekitar 30-40 cm. Pengairan pada budidaya kapuk lebih banyak dibutuhkan pada saat pembibitan yaitu mulai menyemai benih. Selain pemberian pupuk organic dan anorganik.

pengairan dengan air yang sehat. karena adanya cairan yang lekat. Pengendalian secara preventif dapat dilakukan dengan pengolahan tanah secara intensif. Parasit ini disebarkan oleh beberapa jenis burung tertentu. seperti pestisida maupun atraktan. Pestisida dapat digunakan dalam pengendalian hama. Pengendalian hama dan penyakit secara terpadu dapat dilakukan dengan cara biologis. dan pembersihan lingkungan dari tanaman pengganggu. Pengendalian secara kuratif adalah tindakan yang diakuakan untuk mengobati tanaman yang telah terinfeksi oleh hama penyakit dan mengendalikan hama penyakit yang menyerang pertanaman. Pengendalian secara mekanis dilakukan dengan membunuh hama secara langsung maupun menebas bagian tanaman yang sakit dan membakarnya. Pengendalian secara kimiawi dilaukan dengan menggunakan bahan-bahan kimia. namunperlu diingat dalam penggunaanya harus sesuai dengan aturan sehingga tidak mencemari lingkungan. Perlindungan tanaman dari hama dan penyakit dilakukan secara terpadu dan berkala. Tanaman kapuk tidak banyak mendapat gangguan hama atau penyakit kecuali gangguan parasit dari keluarga Loranthaceae. sebaliknya tipe karibea mempunyai daya resistensi yang lebih besar. tanam tepat waktu. tergantung pada tanaman inang. Cara mengatasinya adalah membersihkan kemudian menjaga agar pohon-pohon tetap bersih dari benalu. mekanis dan kimiawi. Melakukan pengendalian secara preventif dapat menekan biaya produksi dan menghindari kerugian. Ada dua cara perlindungan tanaman dari hama dan penyakit yang dilakukan. yaitu cara preventif dan cara kuratif. Perlindungan secara preventif adalah tindakan pencegaha yang dilakukan sebelum tanaman terseranga hama dan penyakit. Tanaman kapuk Jawa (Indika) sangat peka terhadap benalu. yang memakan buah-buah benalu dan meninggalkannya berupa biji pada tangkai kapuk. Apakah biji tersebut akan berkecambah. . Pengendalian biologis dilakukan dengan penggunaan musuh alami hama.menurunkan kualitas dan kuantitas produksi.

Pemisahan gelondong Pemanenan buah kapuk secara tidak sengaja sering pula terpetik buah kapuk yang kulitnya masih hijau dan belum cukup masak atau buah kapuk yang kulitnya masih hijau tetapi sudah cukup masak.4. buah apuk klon indica dipetik pada bulan Oktober-November dan buah kapuk klon caribea dipetik pada bulan Juli-Agustus. Panen Panen dilakukan dengan memetik buah kapuk yang telah matang. Kematangan buah kapuk biasanya ditandai dengan perubahan warna buah yang menjadi kecoklat-coklatan. Selanjutnya. Pasca Panen Kapuk Buah-buahan kapuk yang telah dipanen masih harus diproses lebih lanjut unutk dapat digunakan oleh konsumen. Pemisahan gelondong buah kapuk dibagi menjadi empat kelompok sebagai berikut : . Dengan demikian. dan ujung buah sudah pecah. Kapuk klon indica berbunga pada bulan Juni-Juli sedangkan klon caribea berbunga pada bulan maret-April. Kegiatan penanganan pasca panen kapuk yang harus dilakukan adalah : 1. ciri-ciri kematangan buah pada masing-masing klon kapuk dapat berbeda. Pada saat terjadi pembungaan tanaman kapuk akan menggugurkan daun secara keseluruhan. buah akan matang 4-5 bulan setelah pembuahan. Pemetikan dilakukan dengan menggunaka galah yang bagian ujungnya diberi arit untuk memudahkan memangkas tanaman. Namun. Oleh sebab itu. Gelondong yang jatuh ke tanh harus segera diambil agar tidak terserang rayap dan menjadi lembab. gelondong buah-buah kapuk yang dipetik harus dipisah-pisahkan agar memudahkan pengklasifikasian kelas mutu serat kapuk. buah sudah Nampak kering. Pengguguran daun berlangsung selama 4-6 minggu begitu juga dengan proses pembungaan berlangsung 4-6 minggu. Disamping itu mungkin juga terdapat buah-buah kapuk yang terserang oleh hama. C. Panen dilakukan setahun sekali dengan pemetikan yang berkala karena buah kapuk tidak dapat matang semua secara bersamaan.

Gelondong buah kapuk yang dijemur harus dihindarkan dari hujan. Penjemuran gelondong ini bertujuan untuk mengeringkan kulit buah kapuk agar mudah dikelupas sehingga kulit kapuk dan isinya (serat kapuk dan bijinya) mudah untuk dipisahkan. 3. . d.a. Penjemuran gelondong Buah-buah kapuk yang telah dikelompokan dalam kelas mutu dijemur di bawah sinar matahari. Selama gelondong buah kapuk tersebut dijemur harus dilakukan pembalikan seperlunya agar kulitnya kering secara merata. Cara melakukan pemecahan gelondong atau buah kapuk sangat sederhana. Pemecahan gelondong Buah-buah kapuk yang telah kering harus segera dikelupas kulitnya dan dipisahkan dari serat kapuk serta hatinya. Kelompok II : gelondong buah kapuk yang sudah tua tetapi tidak utuh karena cacat oleh hama seperti berlubang dan kering. utuh dan tidak terserang hama/penyakit dan kering. Penjemuran gelondong buah kapuk dilakukan dengan cara di lantai bersemen. Penjemuran harus dilakukan di tempat terbuka sepanjang hari selama 3 hari pada keadaan cuaca yang cerah. Para petani umumnya memecah gelondong buah kapuk secara manual. b. Kelompok I : gelondong buah kapuk yang sudah tua. belum masak dan buah masih muda. Pemecahan gelondong harus dilakukan di dalam ruangan agar kapuk odolan yang telah diperoleh tidak beterbangan diterpa angin. c. buah kapuk yang telah kering dipecah dari bagian ujungnya lalu direntangkan hingga buah menjadi pecah. 2. Penjemuran gelondong buah kapuk tidak boleh dihamparkan di atas tanah karena dapat menurunkan kualitas kapuk. Kemudian serat kapuk dipisahkan dari hati kapuk sehingga diperoleh kapuk odolan. Kelompok IV : gelondong buah kapuk yang masih hijau. Kelompok III : gelondong buah kapuk yang kulitnya masih hijau tetapi buah sudah cukup masak. Caranya. Kapuk odolan ini masih terdapat biji kapuk. utuh dan tidak cacat. Buah kapuk kelompok IV ini sebaiknya dibuang.

Kapuk odolan dijemur di lantai bersemen dengan ketebalan sekitar 10 cm. Di pabrik. c. Setelah dijemur selama 1 jam. b.4. Pemisahan serat kapuk dari bijinya Pemisahan serat kapuk dari bijinya dilakukan dengan cara sebagai berikut : a. Serat kapuk yang telah bersih dan kering tersebut siap untuk dikemas berdasarkan klasifikasinya. Kapuk odolan yang sudah mengembang tersebut disabetsabet dengan tongkat yang bercabang hingga biji kapuk terpisah dari serat kapuk. . Serat kapuk yang telah dipisah dari biji-bijinya dikumpulkan dan dijemur lagi selama 1 hari hingga sungguh-sungguh kering. pemisahan serat kapuk dari bijinya biasanya dilakukan dengan menggunakan mesin. Di atas lantai semen dipasang dipasang kelambu atau jaring yang diikatkan pada kerangka bambu dengan ketinggian 60-75 cm sehingga terdapat ruangan di bawahnya untuk mencegah kapuk beterbangan. kapuk odolan bagian atas akan mengembang.

5 Mutu III Cukup putih Kurang utuh 2 Mutu IV Cukup putih Kurang utuh 3 Mutu V Kurang putih Kurang utuh 5 Sedikit berbau apek Kurang rapi 12. 7.5 Mutu VI Putih kekuningkuningan Kurang utuh 6 Sedikit berbau apek Kurang rapi 12. Klasifikasi serat kapuk Menurut Lembaga Penelitian Tanaman Industri (LPTI) Bogor dan Lembaga Kapuk yang dikutip oleh Setiadi. Wadah yang biasa digunakan untuk mengemas/mengepak serat kapuk adalah karung plastik. Lapisan 6. Pengepakan Fungsi pengepakan adalah untuk mengemas serat kapukke dalam suatu wadah sedemikian rupa sehingga dapat menudahkan pengangkutan. Kadar kotoran % (bobot/ bobot) maksimal 4.5 Tidak bau Rapi 12. Kadar air % (bobot/ bobot) maksimal 1 Tidak bau Rapi 12. Kegiatan pemasaran dimulai dari titik produsen ke konsumen.5 Tidak bau Rapi 12. Warna 2. Kemasan juga dapat dilakukan dalam ukuran kecil tergantung pada keperluan pemasaran. Pemasaran Pemasaran hasil merupakan tahap akhir dalam usaha tani yang bertujuan untuk mendapatkan uang. 15 kg dan lain-lain. Selanjutnya serat kapuk dibungkus atau dikemas atau dibal dalam suatu wadah seberat 40-60 kg.5 Mutu VII Kekuningkuningan Kurang utuh 7 Sedikit berbau apek Kurang rapi 12.5. Aroma 5. klasifikasi kapuk dibagi menjadi 7 kelas mutu kapuk seperti pada tabel berikut : Syarat Karakteristik Mutu I Putih bersih Utuh Mutu II Putih Cukup utuh 1.5 Tidak bau Rapi 12. 10 kg.5 6. Keutuhan serat 3. Kemasan dapt berukuran 5 kg. Serat kapuk yang telah bersih dari biji-biji kapuk dipres. Pemasaran suatu produk dapat dilakukan melalui .5 1.

lembaga pemasaran yang terlibat memasarkan kapuk adalah tengkulak. Dengan demikian pemasaran yang hanya sedikit melibatkan lembaga pemasaran dapat menguntungkan kedua belah pihak (petani dan konsumen). Bagi petani. Dengan melibatkan sedikit lembaga pemasaran dalam memasarkan barang. otomotif dan elektronika). Pemasaran akan efisien apabila didalam memasarkan suatu barang hingga sampai ke konsumen hanya sedikit melibatkan lembaga pemasaran. pendapatan usaha tani yang diperoleh tinggi dan bagi konsumen harga yang harus dibayar tidak mahal. . Dalam perdagangan kapuk. Berikut digambarkan skema pemasaran kapuk yang dapat dijadikan pedoman untuk menyusun program pemasaran yang efisien menurut kondisi setiap petani produsen. pedagang besar. pedagang pengecer (pasar dan toko) dan industri (industri mobil. Lembaga-lembaga pemasaran tersebut sangat berpengaruh terhadap arus distribusi barang dan tingkat harga yang diterima oleh petani ataupun tingkat harga yang harus dibayar oleh konsumen.beberapa lembaga pemasaran yang berperan menjualkan barang kepada konsumen. pedagang pengumpul. maka harga penawaran yang bisa diperoleh petani akan lebih tinggi dan harga penawaran yang ditawarkan ke konsumen bisa lebih rendah atau pada tingkat harga yang layak.

Skema Pemasaran Petani Pedagang Pengumpul Pengrajin/ Pengodol Industri (Mebel. petani dapat memperoleh harga yang tinggi apabila dapat memperpendek jalur pemsaaran. Faktor lain yang harus diperhatikan dalam memasarkan suatu produk adalah penentuan harga. Misalnya petani langsung menjual barangnya ke eksportir. Pada saat tertentu. . industri. harga kapuk dapat melonjak tinggi atau bahkan merosot sangat rendah. atau pedagang pengecer seperti pasar-pasar atau toko-toko. Pada usaha di bidang pertanian. petani umumnya sangat lemah dalam menentukan harga jual karena haega komoditas pertanian (termasuk kapuk) di pasaran berubahubah. Automotif dan elektronik) Pedagang Besar Eksportir Pedagang Pengecer (Pasar. Toko) Konsumen Dari skema tersebut di atas.

Tahun XXIV. Kanisius. 1983. Penebar Swadaya. . dalam : Trubus. 1993. Bertanam Kapuk Randu. Setiadi. Juanda. Yogyakarta. Okulasi Tingkatkan Produksi Kapuk. Dede dan Cahyono Bambang. Kapuk Budidaya dan Usaha Tani.DAFTAR PUSTAKA Fendy R. Jakarta. Paimin. Jakarta. 1999. No. 285.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful