BAB I PENDAHULUAN

Kemajuan teknologi di bidang kesehatan yang ada pada saat ini memberi kemudahan bagi para praktisi kesehatan untuk mendiagnosa penyakit serta menentukan jenis pengobatan bagi pasien.1 Banyak teknologi di bidang kesehatan antara lain, X-foto, USG (ultrasonografi), MRI, CT-scan. Pneumoperitoneum merupakan keadaan adanya udara bebas dalam kavum peritoneum. Hal ini bisa disebabkan perforasi organ berongga abdomen akibat trauma tumpul abdomen. Pencitraan radiologi yang digunakan untuk mendeteksi pneumoperitoneum meliputi foto polos abdomen, USG, MRI, CT-scan yang juga dapat dilakukan dengan kontras.2 Dengan melihat hal tersebut, diharapkan dokter dapat berperan dalam deteksi dini, terapi maupun rehabilitasi dari pneumoperitoneum ini. Penulis berusaha untuk menuliskan aspek-aspek yang dirasakan perlu untuk dipahami melalui tinjauan pustaka dalam referat ini dan diharapkan dapat bermanfaat.

1

Anatomi Peritoneum 2 . di dalam peritoneum banyak terdapat lipatan atau kantong. Lipatan besar (omentum mayor) banyak terdapat lemak yang terdapat di sebelah depan lambung.BAB II ANATOMI DAN FISIOLOGI II. Gambar 1. kulvatura minor dan lambung berjalan ke atas dinding abdomen dan membentuk mesenterium usus halus. Lipatan kecil (omentum minor) meliputi hati. ANATOMI DAN FISIOLOGI RONGGA PERITONEUM3 Peritoneum terdiri dari 2 bagian yaitu peritoneum parietal yang melapisi dinding rongga abdomen dan peritoneum viseral yang meliputi semua organ yang berada dalam rongga abdomen. Ruang yang terdapat diantara dua lapisan ini disebut ruang peritonial atau kantong peritoneum. Pada laki-laki berupa kantong tertutup dan pada perempuan merupakan saluran telur yang terbuka masuk ke dalam rongga peritoneum.

5. 2. 3 . Menutupi sebagian dari organ abdomen dan pelvis. 3. 4. Membentuk pembatas yang halus sehingga organ yang ada dalam rongga peritoneum tidak saling bergesekan. limfatik dan saraf ke organ. Tempat kelenjar limfe dan pembuluh darah yang membantu melindungi terhadap infeksi.Fisiologi Peritoneum terdiri dari : 1. Menjaga kedudukan dan mempertahankan hubungan organ terhadap dinding posterior abdomen. Membawa pembuluh darah.

1 Definisi Pneumoperitoneum merupakan keadaan adanya udara bebas dalam kavum peritoneum.2 III. Pada pencitraan MRI. Pemeriksaan CT scan merupakan kriteria standar pencitraan pneumoperitoneum. pneumoperitoneum terlihat sebagai area dengan intensitas rendah pada gambar semua potongan. dimana posisi terbaik adalah posisi lateral dekubitus kiri yang menunjukkan gambaran radiolusen antara batas lateral kanan dari hati dan permukaan peritoneum. Gambaran radiologi foto polos tergantung pada posisi. MRI.BAB III IMAGING PADA PNEUMOPERITONEUM III. Pencitraan radiologi yang digunakan untuk mendeteksi pneumoperitoneum meliputi foto polos abdomen. namun mahal. termasuk pada perforasi viskus abdomen. CT scan yang juga dapat dilakukan dengan kontras. Pada pencitraan USG. Foto polos abdomen menjadi pencitraan utama pada akut abdomen. USG tidak dipertimbangkan sebagai pemeriksaan definitif untuk menyingkirkan pneumoperitoneum. pneumoperitoneum tampak sebagai daerah linier peningkatan ekogenisitas dengan artifak reverberasi atau distal ring down. 2 Etiologi 4 . USG. Hal ini bisa disebabkan perforasi organ berongga abdomen akibat trauma tumpul abdomen. dan memiliki bahaya radiasi.

divertikulum kolon) Kadang-kadang terdapat kesulitan dalam mengidentifikasi udara bebas. Perforasi viskus (ulkus peptikum.Penyebab umum dari pneumoperitoneum yang paling sering adalah: • • Pascalaparotomi atau laparoskopi merupakan kasus yang paling sering.4 • perforated hollow viscus5  peptic ulcer disease  ischaemic bowel  bowel obstruction  necrotising enterocolitis  appendicitis  diverticulitis  malignancy  inflammatory bowel disease  mechanical perforation o trauma o colonoscopy o foreign bodies o iatrogenic • • • abdominal operations peritoneal dialysis vaginal "aspiration" 5 . baik karena distensi viskus atau bayangan gas yang membingungkan dibawah diafragma. Interposisi usus besar diantara diafragma dan hati atau limpa dapat menstimulasi udara bebas (sindrom Chilaiditi).

Sehingga ia mengisi ruang ‐ ruang di antara incisura dan dinding abdomen 6 . Hal ini terjadi setelah perforasi lambung. RLD. dan usus besar. cunnilingus  douching  sudden squatting  postpartum exercises • • • mechanical ventilation pneumomediastinum pneumothorax III. 5 Pemeriksaan a) Foto Polos Abdomen Foto radiologi dengan foto polos. dan semilunar shadow (bayangan bulan sabit) pada ruang antara hepar dan diafragma. jumlah udara yang sangat kecil dilepaskan. tiga posisi. III. Karena pada posisi miring. bagian oral duodenum. dengan bentuk yang oval (bentuk perihepatik). semi errect. supine. udara cenderung bergerak ke atas. Pada kasus perforasi usus kecil. tampak triangular sign. Pada posisi RLD. Udara bebas terjadi di rongga peritoneum 20 menit setelah perforasi. Pada posisi semi‐errect. nampak anterior hepar lusen.6 III. yang dalam keadaan normal tidak mengandung udara. 3 Patofisiologi Udara bebas atau pneumoperitoneum terbentuk jika udara keluar dari sistem gastrointestinal. 4 Gejala Klinis Gejala klinis yang timbul pada pasien berdasarkan etiologi yang menyebabkan adanya pneumoperitoneum atau udara pada rongga peritoneum. proyeksi AP.

berbagai gambaran radiologi dapat terlihat yang meliputi falciform ligament sign dan Rigler`s sign. Pada posisi lateral dekubitus kanan. Udara bebas walaupun dalam jumlah yang sedikit dapat terdeteksi pada foto polos. Proyeksi yang paling baik adalah lateral dekubitus kiri dimana udara bebas dapat terlihat antara batas lateral kanan dari hati dan permukaan peritoneum dan dapat digunakan untuk setiap pasien yang sangat sakit. tampak triangular sign seperti segitiga (triangular) yang kecil-kecil dan berjumlah banyak karena pada posisi miring udara cenderung bergerak ke atas sehingga udara mengisi ruang-ruang di antara incisura dan dinding abdomen lateral. Juga bisa tampak area lusen bentuk oval (perihepatik) di anterior hepar.lateral. Pada foto polos abdomen atau foto dada posisi tegak. yang biasanya menggambarkan pengumpulan udara di dalam kantung dalam jumlah besar sehingga udara tampak membungkus seluruh kavum abdomen. Jadilah Nampak seperti segitiga‐segitiga (triangular) yang kecil‐kecil dan jumlahnya banyak. Paling tidak diambil 2 radiografi. Pasien tetap berada pada posisi tersebut selama 5-10 menit sebelum foto diambil. Pada proyeksi abdomen supine.7 Teknik radiografi yang optimal penting pada kecurigaan preforasi abdomen. terdapat gambaran udara (radiolusen) berupa daerah berbentuk bulan sabit (semilunar shadow) diantara diafragma kanan dan hepar atau diafragma kiri dan lien. Pada posisi lateral dekubitus kiri. Tanda peritoneum pada foto polos diklasifikasikan menjadi pneumoperitoneum kecil dan pneumoperitoneum dalam dengan udara dalam jumlah besar antara lain: • Football sign. didapatkan radiolusen antara batas lateral kanan dari hepar dan permukaan peritoneum. Gambaran pneumoperitoneum 7 . jumlah besar yang berkaitan dengan lebih dari 1000 ml udara bebas. mengelilingi ligamen falsiformis sehingga memberi jejak seperti bola sepak. meliputi radiografi abdomen posisi supine dan foto dada posisi erect atau left lateral dekubitus.

Urachus memiliki opasitas yang sama dengan struktur jaringan lunak intraabdomen lainnya. • Gas-relief sign. 8 . • Urachus merupakan refleksi peritoneal vestigial yang biasanya tidak terlihat pada foto polos abdomen. Foot ball sign. Urachus tampak seperti garis tipis linier di tengah bagian bawah abdomen yang berjalam dari kubah vesika urinaria ke arah kepala. Gambar 3. Rigler sign. udara tampak melapisi urachus.Gambar 2. tapi ketika terjadi pneumoperitoneum. dan double wall sign yang memvisualisasikan dinding terluar lingkaran usus disebabkan udara di luar lingkaran usus dan udara normal intralumen. Dasar urachus tampak sedikit lebih tebal daripada apeks. Rigler’s sign.

terutama jika perforasi dinding posterior abdomen. • Telltale triangle sign menggambarkan daerah segitiga udara diantara 2 lingkaran usus dengan dinding abdomen. Urachus sign • Ligamen umbilical lateral yang mengandung pembuluh darah epigastrik inferior dapat terlihat sebagai huruf V terbalik di daerah pelvis sebagai akibat pneumoperitoneum dalam jumlah banyak. tampak udara bebas atau cairan di dalam rongga peritoneum dan dilatasi usus yang persisten. Udara di dalam sakus lesser dapat terlihat. Tanda obstruksi usus besar parsial dengan perforasi divertikulum sigmoid dapat terjadi yang berkaitan dengan tanda pneumoperitoneum Bila dicurigai adanya udara bebas (pneumoperitoneum). Telltale triangle sign • • • Udara skrotal dapat terlihat akibat ekstensi intraskrotal peritoneal (melalui prosesus vaginalis yang paten).Gambar 4. Gambaran ini merupakan isyarat 9 . Gambar 5.8 Pneumoperitoneum. dianjurkan posisi telentang dengan proyeksi sinar horizontal.

Namun. Namun. yang lebih sensitif dibanding foto polos abdomen. CT tidak selalu dibutuhkan jika dicurigai pneumoperitoneum dan lebih mahal dan memiliki efek radiasi yang besar. sekitar 50 ml kontras terlarut air diberikan secara oral atau lewat NGT pada pasien dengan posisi berbaring miring ke kanan. Udara sesedikit 1 ml dapat dideteksi dengan foto polos. CT kurang terpengaruh oleh posisi pasien dan teknik yang digunakan. b) CT-Scan CT merupakan kriteria standar untuk mendeteksi pneumoperitoneum.2 Gambar 6. pasien dengan akut abdomen dan dicurigai mengalami perforasi tidak menunjukkan udara bebas pada foto polos abdomen. Evaluasi penyakit dilakukan dengan membuat foto serial dengan interval waktu 12-24 jam. terutama ketika temuan foto polos abdomen tidak spesifik. Pneumoperitoneum Tidak jarang. Jika terdapat perbaikan dianjurkan membuat foto setiap 7-10 hari. baik foto torak posisi berdiri atau foto abdomen posisi left lateral decubitus. CT tidak selalu dapat menbedakan antara pneumoperitoneum yang disebabkan 10 . CT berguna untuk mengidentifikasi bahkan sejumlah kecil udara intraluminal. Foto polos abdomen menjadi pencitraan utama pada akut abdomen. Beberapa minggu-bulan sesudah bayi dipulangkan dalam keadaan sembuh dapat terjadi obstruksi karena striktur pada usus yang terkena.8 Udara bebas intraperitoneal tidak terlihat pada sekitar 20-30% yang lebih disebabkan karena standardisasi yang rendah dan teknik yang tidak adekuat. Sebagai tambahan pemeriksaan.untuk melakukan tindakan bedah. termasuk pada perforasi viskus abdomen.

Pada CT dan radiologi konvensional.oleh kondisi benigna atau kondisi lain yang membutuhkan operasi segera. Pemeriksaan kontras dapat mendeteksi adanya kebocoran kontras melalui dinding usus yang mengalami perforasi. Penyebab perforasi kadang dapat didiagnosis. Hal ini dapat disebabkan oleh perforasi usus. Gambar 6. namun. Pneumoperitoneum dapat secara tidak sengaja ditemukan dengan MRI. atau dialisis peritoneal. dengan adanya ulkus duodenum perforasi dengan cepat ditutupi oleh omentum sehingga bisa tidak terjadi ekstravasasi kontras. Pneumoperitoneum dengan udara di anterior kadang sulit dibedakan dengan udara pada usus yang dilatasi. cairan inflamasi yang bocor juga dapat diamati di dalam peritoneum. c) Magnetic Resonance Imaging (MRI) Pneumoperitoneum dapat terlihat sebagai area dengan intensitas rendah pada gambar semua potongan. Adanya peristaltis usus dapat mengaburkan dinding abdomen. udara yang terletak di anterior dapat dibedakan dengan udara di dalam usus. Pneumoperitoneum Pada posisi supine. adanya udara bebas pada peritoneum merupakan temuan nonspesifik. dengan CT sulit untuk melokalisasi perforasi. Jika ada perforasi. karena MRI bukan modalitas pencitraan pertama. kontras oral digunakan untuk mengopasitaskan lumen GIT dan memperlihatkan adanya kebocoran. d) Ultrasonografi (USG) 11 . Sebagai tambahan. paska operasi.

Gambaran yang dapat mengimitasi pneumoperitoneum meliputi bayangan sebuah costa. dan usia reproduktif. Namun. udara bilier. tumor. Pengumpulan udara terlokalisir berkaitan dengan perforasi usus dapat dideteksi. US sangat tergantung pada kepandaian operator. dan udara kolon anterior yang interposisi terhadap liver. Gambar 7. dan bernilai terutama pada pasien dimana radiasi menjadi masalah seperti pada anak-anak. atau udara di dalam vena porta. USG tidak dipertimbangkan pneumoperitoneum. ultrasonografi memiliki keuntungan dalam mendeteksi kelainan lain. dan terbatas penggunaannya pada orang obesitas dan yang memiliki udara intra abdomen dalam jumlah besar. Udara di kuadran kanan atas dapat keliru dengan kolesistitis emfisematosa. Pneumoperitoneum pada USG USG tersedia hampir di semua center. Dibandingkan dengan foto polos abdomen. wanita hamil. kalsifikasi mural. artifak ring-down dari paru yang terisi udara. adenomiosis. ii. kalsifikasi vesika fellea. vesika fellea porselen. lebih tidak mahal dibanding CT. Namun. terutama jika berdekatan dengan abnormalitas lainnya.Persiapan USG abdomen: i. bahkan sejumlah kecil udara bebas dapat dideteksi secara anterior atau anterolateral diantara dinding abdomen dan dekat liver. seperti cairan bebas intraabdomen dan massa inflamasi. Udara intraperitoneal sering sulit dideteksi daripada udara di lokasi abnormal karena udara intralumen di sekitar. udara di dalam abses. seperti penebalan dinding usus. dimana lingkaran usus sebagai pemeriksaan definitif untuk menyingkirkan 12 . Puasa Makan 8-12 jam Tahan miksi Pada pencitraan USG. pneumoperitoneum tampak sebagai daerah linier peningkatan ekogenisitas dengan artifak reverberasi atau distal ring down.

• • • Intraluminal gas Intraparenchymal gas Intratumoral gas Intratumoral gas sangat tipikal muncul pada leiomyoma gaster. dapat terjadi pneumoperitoneum tanpa terjadi peritonitis.biasanya tidak ditemukan. Pada beberapa pasien. Pada beberapa kasus. Pasien dalam keadaan tersebut membutuhkan operasi segera. penyebab yang paling sering terjadi pada perforasi ulkus peptikum. Juga dapat terlihat pada tumor hepar setelah chemoembolization • Intramural gas Intramural gas dapat direlasikan dengan iskemi. 7 Prognosis Dubia ad bonam 13 . Sulit untuk membedakan udara ekstralumen dengan udara intramural atau intraluminal. III. Gas dengan “pelvic abscess” biasanya mengindikasi-kan adanya abses pada GI tract. dan gas dengan abses pada PID atau Pelvic Inflammatory Disease adalah tidak normal. Divertikulitis dapat juga menyebabkan produksi extraluminal gas. udara juga dapat terlihat dari gaster ke dalam tumor. Adanya udara pada rongga peritoneum biasanya mengindikasinya adanya perforasi pada viskus abdominal. menurut lokasi anatomisnya yang sering dijadikan kunci untuk menentukan diagnosis banding dapat diklasifikasikan menjadi: • Extraluminal gas Extraluminal gas dapat ditemukan pada pneumoperritoneum atau pada abses dari traktus. dan leiomyosarcoma. 6 Klasifikasi Udara abnormal di dalam rongga abdomen. III. Chron disease dan infeksi cytomegalovirus (CMV) dapat menyebabkan intramural gas juga tetapi jarang terjadi.

14 .BAB IV PENUTUP Pneumoperitoneum merupakan keadaan adanya udara bebas dalam kavum peritoneum. MRI. Dengan MRI. Hal ini bisa disebabkan perforasi organ berongga abdomen akibat trauma tumpul abdomen. pneumoperitoneum akan tampak sebagai daerah linier dengan peningkatan ekogenisitas dengan artifak reverberasi atau distal ring down. dan ultrasonografi. walaupun pencitraan standar adalah dengan modalitas CT scan. Dengan menggunakan modalitas USG. Pneumoperitoneum dapat dideteksi dengan menggunakan pemeriksaan radiologis foto polos abdomen. termasuk pada perforasi viskus abdomen. CT scan merupakan kriteria standar yang dipilih untuk mendeteksi pneumoperitoneum. Foto polos abdomen merupakan pencitraan utama pada akut abdomen. biaya CT scan juga lebih mahal serta memiliki efek radiasi yang besar. namun tidak selalu dilakukan jika dicurigai adanya pneumoperitoneum. pneumoperitoneum akan terlihat sebagai area dengan intensitas rendah pada gambaran semua potongan. CT scan. Pada foto polos abdomen. pneumoperitoneum dapat terlihat paling baik terlihat dengan posisi lateral dekubitus kiri yang akan menunjukkan gambaran radiolusen antara batas lateral kanan dari hati dengan permukaan peritoneum.

Perforasi Gaster. p . Bagian Radiologi RSUD Setjonegoro Wonosobo. Ahmad. Skill-Lab Radiologi. Makalah MRI (Magnetic Resonance Imaging). Marlina A. 27 Pneumoperitoneum. Jakarta: Badan Penerbit FKUI. 133 5.php? page=Gambaran+Radiologi+Pneumoperitoneum+pada+Trauma+Tumpul+Abdom enhttp://www. Jumat.com/2009/08/27/perforasi-gaster/ 7. Jakarta. Hal: 405.fkumyecase.php? page=Gambaran+Radiologi+Pneumoperitoneum+pada+Trauma+Tumpul+Abdom en 3.org/articles/pneumoperitoneum 6. 19 Maret 2010.blogspot.com/2010/03/asuhan-keperawatan-denganpost_19. Erlangga. Rasad S. 415 15 . Program Profesi Dokter. 25 Juli 2011. Agustus 2009. 15 Desember 2010. Pamujiandri. Diunduh dari: http://ml.wordpress. Wirdasari. 2005. Asuhan Keperawatan dengan Post Laparatomy. http://andimarlinasyam. Diunduh dari: http://amdkep. Edisi 2.fkumyecase.scribd.wordpress. Diunduh dari: http://pamujiandri. Diunduh Diunduh dari: dari: http://radiopaedia. Radiologi Diagnostik.DAFTAR PUSTAKA 1. PR. 2005. http://www.html 4.com/doc/49466773/skill-lab-ketrampilan-radiologi 8. Jones J et al. Weerakkody Y. Pranacipta S. Patel.net/wiki/index.com/2011/07/25/makalah-mri/ 2. Pneumoperitoneum.net/wiki/index. Lecture Notes Radiologi Edisi Kedua.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful