P. 1
Contoh Laporan Magang Mandiri

Contoh Laporan Magang Mandiri

|Views: 320|Likes:
Published by Ayu Nur Hazizah

More info:

Published by: Ayu Nur Hazizah on May 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/12/2015

pdf

text

original

Contoh Laporan Magang Mandiri / Liburan

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Magang Peranan perbankan dalam perekonomian rakyat saat ini sangat penting untuk memudahkan dan melancarkan berbagai sektor ekonomi di Indonesia. Selain turut serta dalam usaha menstabilkan keadaan perekonomian di Indonesia, perbankan di tiap daerah juga turut mendukung dan menciptakan iklim yang kondusif bagi usahausaha yang ada di wilayah tersebut. Dengan menyediakan berbagai layanan jasa perbankan, bank turut aktif memperlancar berbagai kegiatan usaha yang dilakukan oleh berbagai perusahaan dan instansi, bahkan usaha-usaha kecil menengah yang secara tidak langsung dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dengan berbagai funngsi bank seperti mengelola peredaran uang di masyarakat, menyediakan kredit, jasa transfer, dan lain-lain, maka masyarakat sangat terbantu dalam bidang financial sehingga masyarakat dapat memanfaatkan dana yang dimiliki dan dengan mudah dapat mencari dana dengan memanfaatkan kredit yang ditawarkan oleh bank untuk memperluas dan memajukan usahhanya. Strategi bank dalam menghimpun dana adalah dengan memberikan penarik bagi nasabahnya berupa balas jasa yang menarik dan menguntungkan. Balas jasa tersebut dapat berupa bunga bagi bank yang berdasarkan prinsip konvensional dan bagi hasil untuk bank yang berdasarkan prinsip syariah. Kemudian penarikan lainnya dapat berupa cendra mata, hadiah, undian, atau balas jasa lainnya, semakin beragam dan menguntungkan balas jasa yang diberikan, maka akan menambah minat masyarakat untuk menyimpan uangnya. Berdasarkan pasal 1 Undang – Undang No. 10 Tahun 1998 tentang perubahan Undang – Undang No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, Bank didefinisikan sebagai berikut: Bank adalah badan usaha yang menghimpun dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak Tujuan dan manfaat magang 1.2.1 Tujuan Magang Secara umum manfaat kegiatan magang mandiri liburan ini adalah untuk menghasilkan praktisi yang kompeten, berpengetahuan luas, serta berpengalaman dalam bidang perbankan sehingga dapat menguasai berbagai ilmu yang telah didapat dari proses magang mandiri tersebut.

1.2

Sedangkan secara umum magang mandiri liburan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan pengalaman bagi mahasiswa (subjek magang) untuk memahami berbagai penerapan berbagai aplikasi perbankan, jasa-jasa dan produk yang ditawarkan, pengaruh perbankan terhadap masyarakat sekitar, dan penerapan teoriteori yang telah dimiliki oleh mahasiswa di dunia perbankan yang sesungghunya.

1.2.2 Manfaat Magang A. Bagi Mahasiswa 1. Meningkatkan kreativitas serta keterampilan mahasiswa. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, mahasiswa mempunyai bekal kreativitas serta keterampilan untuk menghadapi persaingan dalam dunia kerja nantinya. 2. Melatih kemampuan mahasiswa dalam menghadapi situasi dan kondisi yang berbeda antara teori dan praktek. 3. Mendapatkan pengalaman baru dalam mengenal dunia kerja. Magang memberikan pengalaman serta pelajaran baru bagi mahasiswa untuk mengenal dunia kerja serta nantinya dari pelaksanaan magang tersebut mahasiswa bisa mengaplikasikannya ke dalam dunia kerja. 4. Menjadi tolak ukur kemampuan diri serta ilmu pengetahuan yang telah dimiliki. Dengan melaksanakan magang maka kita bisa mengukur kemampuan diri serta ilmu pengetahuan yang telah diperoleh. 5. Menciptakan suasana semangat kerja sejak dini. Hal ini akan membentuk etos kerja dalam kepribadian mahasiswa B. Bagi Universitas Jember 1. Dapat mencetak generasi yang kreatif dan trampil yang bisa menambah kualitas mahasiswa Universitas Jember. 2. Dapat menambah relasi antara Universitas Jember dengan pihak instansi atau perusahaan terkait. Hal ini akan membawa dampak positif bagi Universitas Jember dalam meningkatkan citranya. 3. Menambah wawasan dan pengalaman mahasiswa yang nantinya bisa diterapakan dalam dunia kampus, yang akan membawa dampak positif bagi Universitas Jember agar menjadi sumber daya manusia yang ulet dan kreatif. 4. Sebagai tolak ukur bagi Universitas Jember dalam menghadapi persaingan dengan universitas lain sehingga dapat meningkatkan performa Universitas Jember di masa yang akan datang. 5. Magang dengan baik dapat memberikan kepercayaan bagi instansi atau perusahaan lain untuk mahasiswa Universitas Jember mendapatkan peluang kerja di instansi atau perusahaan lain tersebut. C. Bagi Instansi dan Perusahaan 1. Merupakan sarana untuk menjembatani antara Bank Jatim Daerah Kabupaten Jember dengan lembaga pendidikan Universitas Jember untuk kerjasama tingkat lanjut baik bersifat akademik maupun nonakademik. 2. Instansi atau perusahaan dapat membentuk semangat kerja yang tangguh serta ulet pada diri mahasiswa secara dini yaitu sebelum memasuki dunia kerja sehingga dapat membantu menciptakan sumber daya manusia yang berpotensi.

Pelaksanaan dan Waktu Pelaksanaan 1.3.1 Pelaksanaan Pelaksanaan magang ini dilaksanakan di Bank Jatim Jember oleh mahasiswa Universitas Jember, yaitu : Nama : Remirda Eva Rosandi Nim : 090810301255 Fakultas : Ekonomi Program Studi : S1 Akuntansi Alamat : Perumahan Pemali Blok AA 2 1.3.2 Waktu Pelaksanaan Kegiatan magang mandiri mahasiswa ini dilaksanakan kurang lebih 1 bulan terhitung tanggal 20 Juni 2011 s.d. 20 Juli 2011. Pelaksanaan magang mandiri dilaksanakan setiap hari Senin s.d. Jumat dan jam kerja dari pukul 07.30 s.d. 16.30, sedangkan waktu istirahat setiap pukul 12.00 s.d. 12.30.

1.3

BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI 2.1 Sejarah Bank Jatim Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur, yang dikenal dengan sebutan Bank JATIM, didirikan pada tanggal 17 Agustus 1961 di Surabaya. Landasan hukum pendirian adalah Akte Notaris Anwar Mahajudin Nomor 91 tanggal 17 Agustus 1961 dan dilengkapi dengan landasan operasional Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor BUM.9-4-5 tanggal 15 Agustus 1961. Selanjutnya berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1962 tentang Ketentuan Pokok Bank Pembangunan Daerah dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1967 tentang Pokok-Pokok Perbankan, pada tahun 1967 dilakukan penyempurnaan melalui Peraturan Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur Nomor 2 Tahun 1976 yang menyangkut Status Bank Pembangunan Daerah dari bentuk Perseroan Terbatas(PT) menjadi Badan Usaha Milik Daerah(BUMD). Secara operasional dan seiring dengan perkembangannya, maka pada tahun 1990 Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur meningkatkan statusnya dari Bank Umum menjadi Bank Umum Devisa, hal ini ditetapkan dengan Surat Keputusan Bank Indonesia Nomor 23/28/KEP/DIR tanggal 2 Agustus 1990. Untuk memperkuat permodalan, maka pada tahun 1994 dilakukan perubahan terhadap Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 1992 tanggal 28 Desember 1992 menjadi Peraturan Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur Nomor 26 Tahun 1994 tanggal 29 Desember 1994 yaitu merubah Struktur Permodalan/Kepemilikan dengan diijinkannya Modal Saham dari Pihak Ketiga sebagai salah satu unsur kepemilikan dengan komposisi maksimal 30%. Dalam rangka mempertahankan eksistensi dan mengimbangi tuntutan perbankan saat itu, maka sesuai dengan Rapat Umum Pemegang Saham Tahun Buku 1997 telah disetujui perubahan bentuk Badan Hukum Bank Pembangunan Daerah menjadi Perseroan Terbatas. Berdasarkan Pasal 2 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 1998 tentang Bentuk Badan Hukum Bank Pembangunan Daerah, maka pada tanggal 20 Maret 1999 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur telah mensahkan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 1999 tentang Perubahan Bentuk Hukum Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur dari Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perseroan Terbatas (PT) Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur. Sesuai dengan Akte Notaris R. Sonny Hidayat Yulistyo, S.H. Nomor 1 tanggal 1 Mei 1999 yang telah ditetapkan dengan Surat Keputusan Menteri Kehakiman Nomor C2-8227.HT.01.01.Th tanggal 5 Mei 1999 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 25 Mei 1999 Nomor 42 Tambahan Berita Negara Republik Indonesia Nomor 3008, selanjutnya secara resmi menjadi PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur.

Berdasarkan hal tersebut diatas, maka pada tahun 1974 didirikan PT. Bank Jatim Cabang Jember. Dikelola oleh Pemerintah Daerah Tingkat II, maka sementara bergabung dengan kantor Pemerintah Daerah Tingkat II sampai tahun 1990. Pada tahun 1991 menempati kantor sendiri di Jalan P.B. Sudirman No. 41 – 43 Jember, yang kemudian berpindah lokasi di Jalan A.Yani 3A hingga saat ini. Dengan pemindahan lokasi ini, telah memberikan nilai tambah tersendiri bagi PT. Bank Pembangunan Daerah Jatim Cabang Jember didalam menghadapi persaingan perbankan. PT. Bank Pembangunan Daerah Jatim Cabang Jember dibantu oleh Kantor Cabang Pembantu dibawah koordinasi Cabang Pembantu Tanggul. Unit yang terletak dibawahnya dikoordinasi oleh beberapa kantor kas yaitu, Kantor Kas Pembantu Kabupaten Jember, Kantor Kas Universitas Jember, Kantor Kas RSUD Dr. Subandi, Kantor Kas Kecamatan Ambulu, Kantor Kas Kecamatan Balung, Kantor Kas Kecamatan Kalisat, Kantor Kas Kecamatan Rambipuji, dan Kantor Kas Kecamatan Kencong. 2.2 Struktur Organisasi (SDM) Keterangan :
1. Pemimpin Cabang Tugas pokoknya adalah membawahi Pemimpin bidang Operasional, Pemimpin Cabang Pembantu, Pemimpin Kantor Kas, Kontrol Intern, Penyelia Umum/SDM, Penyelia Pemasaran dan kredit, dan para karyawan yang ada di Bank Jatim Cabang Jember. 2. Pemimpin Bidang Operasional Tugasnya adalah membawahi Penyelia Pelayanan Nasabah & Teller, Penyelia Akuntansi, dan Penyelia Luar Negeri.

3. Kontrol Intern Bagian ini mempunyai tugas pokok: a. Melakukan pengawasan dan penelitian atas semua kegiatan dimasing-masing unit kerja (penyelia) agar sesuai dengan ketentuan b. Melakukan pencegahan timbulnya kesalahan dalam pelaksanaan tugas dimasing-masing unit kerja serta membuat laporan atas hasil pengamatan yang dilakukan bila dipandang perlu c. Melayani petugas pemeriksa/pengawas baik dari intern maupun ekstern untuk kepentingan pemeriksaan d. Melaksanakan tugas dan pekerjaan lain yang masih berkaitan dengan fungsi dasar uraian jabatannya 4. Penyelia Pemasaran dan Kredit Bagian ini mempunyai tugas pokok sebagai berikut: a. Menghimpun dana dan mengelola dana dalam bentuk perkreditan dalam batas wewenang cabang b. Melakukan koordinasi dengan kantor pusat berkaitan dengan penyaluran kredit dengan jumlah plafon tertentu yang pemrosesan permohonan kreditnya dilaksanakan oleh kantor pusat c. Melakukan penelitian, penilaian, dan analisa terhadap permohonan kredit menengah, kecil, mikro, dan program serta melaksanakan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) d. Mengelola dana yang berasal dari KLBI dalam bentuk kredit program, melakukan pengajuan penjaminan definitif serta melakukan pengajuan klaim e. Melaksanakan administrasi Kredit Menengah, Kecil, Mikro dan Program, membuat laporan, melakukan peninjauan lapangan, pengawasan dan pembinaan terhadap debitur kredit serta memantau perkembangan daftar hitam dan kredit macet yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia f. Mengadakan supervisi dan penagihan atas Kredit Menengah, Kecil, Mikro dan Program, yang tergolong lancar dan dalam perhatian khusus yang telat terealisasi g. Menyelenggarakan administrasi debitur yang kreditnya tergolong kurang lancar, diragukan, macet, dan dihapus bukukan tetapi masih tercantum dalam rekening administratif h. Melaksanakan koordinasi dengan Tenaga Teknis Administratif (TTA) i. Menangani penyelesaian kredit yang tergolong kurang lanca, diragukan, macet, dan debitur yang telah dihapus bukukan serta mengupayakan langkah-langkah penyelamatan j. Memantau aktivitas pemberian kredit dan penagihan kredit yang bermasalah k. Melakukan koordinasi dengan unit kerja terkait dalam pelaksanaan penghitungan dan pelaporan penyisihan penghapusan aktiva produktif sesuai wewenang l. Melaksanakan pengawasan dan penelitian atas semua kegiatan di unit kerjanya agar sesuai dengan ketentuan, melakukan pencegahan timbulnya kesalahan dalam pelaksanaan tugas di unit kerjanya serta membuat laporan atas hasil pengamatan yang dilakukan jika perlu m. Bertanggung jawab untuk mengawasi dan mengendalikan biaya yang terjadi di bawah wewenangnya n. Melaksanakan tugas dan pekerjaan lain yang berkaitan dengan fungsi dasar uraian jabatannya yang belum dijabarkan dalam tuga-tugas pokok diatas 5. Penyelia Luar Negeri

a. b. c. d. e. f. g.

h.

a. b. c. d.

Bagian ini mempunyai tugas pokok sebagai berikut: Mengadakan pelayanan, penyelesaian pembiayaan transaksi-transaksi ekspor impor dan usaha valuta asing Mengadakan kerjasama dengan bank-bank koresponden Melaksanakan semua kegiatan bidang luar negeri dan valuta asing Mengadakan pengamatan posisi valuta asing bank dan mutasi rekening valuta asing Membuat laporan-laporan ke Bank Indonesia Bertanggung jawab untuk mengawasi dan mengendalikan biaya yang terjadi dibawah lingkungan wewenangnya Melakukan pengawasan dan penelitian atas kegiatan di unit kerjanya agar sesuai dengan ketentuan, melakukan pencegahan timbulnya kesalahan dalam pelaksanaan tugas unit kerjanya serta membuat laporan atas hasil pengamatan bila perlu Melaksanakan tugas dan pekerjaan lain yang masih berkaitan dengan fungsi dasar uraian jabatannya yang belum dijabarkan di atas. 6. Penyelia Pelayanan Nasabah & Teller Bagian ini mempunyai tugas pokok sebagai berikut: Menyelesaikan permohonan nasabah dan calon nasabah dalam hubungannya dengan penjualan produk dan jasa Mengusahakan secara aktif bertambahnya nasabah-nasabah baru Melaksanakan pelayanan kepada nasabah dominan/prima agar hubungan yang terjalin dapat berkesinambungan dan saling menguntungkan melalui program layanan prima Memberikan pelayanan permohonan referensi bank

e. Melaksanakan agenda administrasi operasi di bidang giro, deposito, tabungan, kas daerah, transfer, inkaso, kliring, tagihan lainnya dan jasa perbankan lainnya serta memelihara daftar hitam nasabah f. Melaksanakan pelayanan penerimaan setoran deposito dari sertifikat deposito untuk selanjutnya dilakukan penyetoran kepada petugas teller g. Berkoordinasi dengan pengelola bisnis kartu kantor pusat dalam melayani permohonan ATM dari nasabah h. Memantau persediaan uang ATM dan mengisi uang di ATM jika persediaan telah mencapai batas minimum i. Membuat laporan ke Bank Indonesia dan lainnya j. Mengelola dan memantau perkembangan daftar hitam yang dikeluarkan oleh BI dan menyelesaikan perjanjian permohonan rehabilitasinya k. Melayani pembayaran dan setoran uang nasabah/bukan nasabah sesuai wewenang yang diberikan l. Menyediakan uang kas untuk kepentingan operasional sesuai ketentuan m. Mengambil dan menyetorkan uang kas ke BI atau bank lainnya untuk keperluan penyediaan uang kas dan kerjasama dengan cabang pembantu n. Membuat laporan keadaan uang kas o. Menyelenggarakan kegiatan kantor kas, kas keliling atau kas mobil dan penyimpanan uang kas

p. Melakukan pengawasan dan penelitian atas semua kegiatan di unit kerjanya agar sesuai dengan ketentuan, melakukan pencegahan timbulnya kesalahan dalam pelaksanaan tugas unit kerjanya serta membuat laporan atas hasil pengamatan bila dipandang perlu q. Bertanggung jawab untuk mengawasi dan mengendalikan biaya yang terjadi dibawah lingkungan wewenangnya r. Melaksanakan tugas dan pekerjaan lain yang masih berkaitan dengan fungsi dasar uraian jabatannya yang belum dijabarkan dalam tugas-tugas pokok di atas s. Dalam melaksanakan tugasnya Penyelia PN & Teller membawahi beberapa petugas pelayanan nasabah, Service Assistance, dan teller. 7. Penyelia Akuntansi Bagian ini mempunyai tugas pokok sebagai berikut: a. Menyelenggarakan pembukuan atas transaksi dan aktivitas yang terjadi b. Membuat bukti-bukti pembukuan c. Membuat neraca Laba/Rugi dan laporan ke BI d. Melakukan analisa dan laporan keuangan cabang e. Menjaga agar instalasi komputer beserta alat pendukungnya siap dioperasikan f. Mengatur dan mengawasi penggunaan instalasi komputer di lingkungan cabang g. Memberikan bantuan teknis operasional komputer kepada para penyelia di kantor cabang h. Melakukan pengawasan dan penelitian atas semua kegiatan di unit kerjanya agar sesuai dengan ketentuan, melakukan pencegahan timbulnya kesalahan dalam pelaksanaan tugas unit kerjanya serta membuat laporan atas hasil pengamatan jika dipandang perlu i. Bertanggung jawab untuk mengawasi dan mengendalikan biaya yang terjadi di bawah lingkungan wewenangnya j. Melaksanakan tugas dan pekerjaan lain yang masih berkaitan dengan fungsi dasar uraian jabatannya yang belum dijabarkan di atas. 8. Penyelia Umum/SDM Bagian ini mempunyai tugas pokok sebagai berikut: a. Menyelanggarakan usaha-usaha kesekretariatan, personalia, umum dan usaha-usaha lain yang sejenis sepanjang usaha-usaha tersebut menjadi wewenang kantor cabang b. Menyelenggarakan kegiatan penghitungan/pembayaran gaji karyawan, pajak, dan asuransi pegawai serta hak-hak pegawai lainnya c. Mengadakan pencatatan dan pendistribusian barang-barang persediaan kepada seluruh penyelia yang membutuhkan serta membuat pertanggung jawaban tiap akhir bulan d. Mengelola barang-barang persediaan dan inventaris kantor beserta asset bank sekaligus pengamanannya termasuk asuransi e. Menyusun laporan berkala atas kegiatannya f. Melakukan pengawasan dan penelitian atas semua kegiatan di unit kerjanya agar sesuai dengan ketentuan, melakukan pencegahan timbulnya kesalahan dalam pelaksanaan tugas unit kerjanya serta membuat laporan atas hasil pengamatan jika dipandang perlu g. Bertanggung jawab untuk mengawasi dan mengendalikan biaya yang terjadi di bawah lingkungan wewenangnya h. Melaksanakan tugas dan pekerjaan lain yang masih berkaitan dengan fungsi dasar uraian jabatannya yang belum dijabarkan di atas.

1. 2. 3. 4. 5.

2.3 Bidang Kegiatan Adapun bidang kegiatan Bank Jatim Cabang Jember adalah sebagai berikut: Mengelola penggunaan dana dalam bentuk kredit Mengupayakan langkah penyerahan Melaksanakan usaha jasa Mengelola dan mengadministrasikan dana pemerintah kabupaten Jember Menyelenggarakan pengawasan atas terselenggaranya kegiatan-kegiatan operasional.

BAB III HASIL KEGIATAN Pelaksanaan di Bagian Front liner / Teller Sesuai dengan kamus Bank Sentral Republik Indonesia, teller merupakan petugas bank yang bertanggung jawab untuk menerima simpanan, mencairkan cek, dan memberikan jasa pelayanan perbankan lain kepada masyarakat. Tanda tangan kasir diperlukan sebagai tanda sah suatu dokumen transaksi. Pada lembaga keuangan, pada umumnya kasir bekerja di belakang geral (counter), pada bank besar telah ditetapkan tugas dan fungsi kasir berdasarkan uraian tugas, misalnya seorang kasir memproses penerima simpanan yang diterima lewat surat, menyimpan, dan mencatat seluruh bukti penyimpanan dan pembayaran dari setiap nasabah. Subjek magang (mahasiswa) kali ini berperan sebagai pembantu teller di Kantor Kas Kencong Bank Jatim. Layanan yang dilakukan mahasiswa diharap dapat meringankan tugas teller dengan menjelaskan berbagai hal kepada nasabah yang memerlukan bantuan dan meanangani beberapa transaksi-transaksi ringan seperti pembukaan rekening baru. Dalam pelaksanaannya, terdapat berbagai aplikasi yang dipelajari dan telah dimengerti serta memiliki tujuan penggunaan yang berbeda-beda. Jenis form / aplikasi tersebut antara lain adalah: 1. Aplikasi Pembukaan Rekening merupakan aplikasi yang berisi data nasabah yang akan membuka rekening. data-data tersebut antara lain terdiri dari data pribadi, data orang yang diberi kuasa (bila ada), dan pernyataan persetujuan serta data-data yang diisi oleh petugas bank (teller) yaitu nomor rekening, nomor buku, dan nomor nasabah. Bank Jatim memiliki berbagai produk tabungan dengan kelebihan yang berbeda-beda, sehingga nasabah harus memilih terlebih dahulu produk mana yang akan digunakan, oleh karena itu mahasiswa harus memahami produk-produk yang tersedia agar dapat membantu menjelaskan kepada calon nasabah tersebut. Produk-produk tersebut yaitu tabungan Simpeda, Tabunganku, Siklus, Giro, Deposito, dan tabungan ONH. 2. Aplikasi Pendaftaran ATM merupakan aplikasi yang harus diisi untuk melengkapi data-data yang diperlukan untuk mendapatkan kartu ATM. Data-data tambahan tersebut yaitu nomor ATM dan nama yang diinginkan tercnatum di kartu ATM. 3. Aplikasi Penutupan Rekening merupakan aplikasi yang diisi apabila nasabah menginginkan untuk menutup rekeningnya. Data-dat yang perlu diisi yaitu nomor rekening yang akan ditutup dan data nasabah (pemilik rekening tersebut). 4. Aplikasi Setoran merupakan aplikasi yang digunakan oleh nasabah untuk melakukan setoran tunai ke nomor rekening bank Jatim (milik sendiri ataupun milik orang lain) untuk menambahkan saldo rekening tersebut. Data yang harus diisi dalam aplikasi ini yaitu tanggal, jenis tabungan, nomor rekening yang dituju, nama pemilik rekening, jumlah yang akan disetor, dan tanda tangan serta nama penyetor.

5. Aplikasi Penarikan Tunai merupakan aplikasi yang digunakan oleh nasabah untuk melakukan penarikan tunai atas rekening yang dimiliki. Data yang harus diisi antara lain yaitu tanggal, jenis tabungan, nomor rekening yang dimiliki, nama pemilik rekening, jumlah yang akan diambil, dan tanda tangan pemilik rekening. Apabila pengambilan tersebut diwakilkan kepada pihak lain, maka pemilik rekening harus menyertakan surat kuasa. begitupula untuk rekening milik kelompok, organisasi, ataupun sekolah. Penarikan tersebut harus disertai oleh surat rekomendasi dari kepala sekolah atau ketua yang mencantumkan berapa jumlah yang akan diambil, dan pengambil merupakan ketua serta bendahara, atau orang lain yang telah ditentukan sebelumnya. 6. Aplikasi Transfer merupakan aplikasi yang diisi untuk melakukan transfer ke bank lain. Jasa kliring ini dikenakan biaya yaitu Rp 15.000,- untuk yang mentransfer ke bank lain namun tidak memiliki rekening bank Jatim, dan Rp 10.000,- untuk yang memiliki rekening bank Jatim. Data yang perlu diisi yaitu data pengirim (nama, alamat, nomor telepon yang bisa dihubungi), data-data yang akan menerima transfer (rekening yang dituju, nama pemilik rekening, alamat, dan bank yang dituju), jumlah yang akan ditransfer, dan beban yang dikenakan. 7. Aplikasi Pembukaan Deposito merupakan aplikasi yang diisi apabila nasabah ingin menginvestasikan dananya dalam bentuk deposito. Data yang diisi dalam aplikasi ini antara lain yaitu data pribadi, jangka waktu deposito yang diinginkan, dan jumlah dana yang akan didepositokan. Jangka waktu deposito yang tersedia yaitu satu bulan, tiga bulan, enam bulan, dan dua belas bulan. Apabila pencairan deposito tidak diambil saat jatuh tempo, maka nasabah dikenakan biaya sebesar Rp 50.000,-. Tingkat suku bunga deposito yaitu sebesar 6% namun apabila dan yang didepositokan besar (diatas seratus juta) maka bunga yang didapat bisa dinegosiasikan. 8. Buku Register merupakan buku yang dimiliki oleh teller yang diisi secara manual (tulisan tangan) yang digunakan sebagai data cadangan mengenai nasabah. Buku register dibuat untuk tiap produk yang dimiliki dan data lain yang diperlukan, seperti buku register nasabah tabungan Simpeda, buku register nasabah tabungan ONH, buku register nasabah Siklus, buku register pembuatan ATM, rekening koran, dan buku tabungan baru, dan buku register penutupan rekening. Buku register dibuat untuk memenuhi syarat pengendalian dari pengawas Bank Indonesia. Selain itu, mahasiswa juga mempelajari bahwa secara garis besar, tugas bagian teller di Kantor Kas Cabang yang tersebar di berbagai daerah di Jember yaitu adalah sebagai berikut:

Kantor Pusat Jember

Kas Bon

Transaksi

Membuat Laporan  Teller menentukan berapa uang yang akan dibawa sebagai persediaan di Kantor Kas yang nantinya akan digunakan untuk transaksi-transaksi yang terjadi. Biasanya teller menyesuaikan besarnya kas yang akan dibawa dengan memperkirakan volume transaksi yang akan terjadi. Oleh karena itu apabila ada nasabah yang akan mengambil/tarik tunai dengan nilai transaksi lebih dari Rp 100.000.000,- maka teller akan menghimbau agar nasabah mmenghubungi atau memesan terlebih dulu agar kas yang tersedia mencukupi transaksi tersebut, termasuk cadangan kas untuk transaksitransaksi lainnya. Teller melayani nasabah dengan berbagai transaksi yang dapat dilakukan di Kantor Kas seperti pembukaan dan penutupan rekening, tarik tunai, setor tunai, cek saldo dan print buku, pembuatan ATM, pencairan deposito, pembayaran telisa dan pembayaran instansi/perusahaan lainnya yang menjalin kerjasama (misalnya pembayaran SPP Universitas Jember), dan penukaran uang. Apabila ada transaksi yang melebihi kewenangan teller (lebih dari seratus juta rupiah), maka teller harus meminta otorisasi dan override ke Kantor Pusat Jember. Teller akan menyimpan tembusan dari berbagai bukti transaksi tersebut untuk arsip di Kantor Kas dan Kantor Pusat Jember. Setelah itu teller akan membuat laporan harian berupa neraca keluar masuk kas dan laporan lainnya yang akan disetorkan ke bagian Akuntansi di Kantor Pusat Jember. Apabila ada ketidaksesuaian, maka teller harus memeriksa kembali transaksi-transaksi tersebut dan melakukan pembatalan atas kesalahan pencatatan transaksi. Apabila kas yang keluar jauh lebih besar dari kas yang masuk selama beberapa hari dan terjadi pada sebagian besar nasabah, maka bagian teller akan dimintai penjelasan. Hal tersebut karena teller juga berkewajiban untuk menjaga keberlangsungan atau kesinambungan hubungan dengan nasabah bahkan berperan aktif agar nasabah terus bertambah.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil dari Magang Mandiri Liburan ini antara lain:     Bagian teller merupakan bagian yang cukup penting karena berinteraksi langsung dengan nasabah sehingga berperan dalam meningkatkan hubungan dengan nasabah. Bagian teller haruslah memahami semua produk dan layanan yang ditawarkan oleh Bank Jatim. Teller juga harus cakap dalam melayani nasabah. Bagian teller harus teliti dalam setiap transaksi dan pencatatannya ke sistem online. Begian teller juga harus teliti dalam menerima uang, menyimpan bukti transaksi, dan arsip-arsip lainnya. Bagian teller harus menguasai cara membuat laporan harian agar tidak terjadi selisih antara transaksi yang terjadi dengan kas yang ada sehingga teller tidak perlu melakukan pembatalan atau penyesuaian lainnya. 4.2 Saran Bagian teller sebaiknya tetap mempertahankan senyum, salam, dan sapa agar nasabah lebih nyaman. Bagian teller juga sebaiknya semaksimal mungkin dapat melayani permintaan nasabah seperti pemesanan uang yang akan diambil dalam jumlah besar, penukaran uang, dan lainnya. Posted 26th November 2011 by Remirda Eva Rosandi
0

Add a comment

Remirda's Blog

blog ini merupakan brankas yang saya gunakan untuk menyimpan file-file (tugas,

dll) dan semoga dapat bermanfaat bagi yang lainnya :-)

Classic

Flipcard

Magazine

Mosaic

Sidebar

Snapshot

Timeslide
tugas Pengantar Hukum Bisnis (Kontrak Bisnis) 1 Makalah Manajemen Pemasaran (membangun hubungan dengan pelanggan lewat kepuasan, nilai, dan mutu) Contoh Laporan Magang Mandiri / Liburan makalah akuntabilitas dan pengendalian yayasan (tugas ASP) Contoh laporan keuangan pemerintah (Aceh th 2009) makalah akuntansi pemerintahan INVESTASI My Blog

tugas Pengantar Hukum Bisnis (Kontrak Bisnis)

KONTRAK BISNIS

Pengertian
Kontrak (perjanjian) adalah suatu “peristiwa dimana seorang berjanji kepada orang lain atau dimana dua orang itu saling berjanji untuk melaksanakan suatu hal”. (Subekti, 1983:1). Melalui kontrak terciptalah perikatan atau hubungan hukum yang menimbulkan hak dan kewajiban pada masing-masing pihak yang membuat kontrak. Dengan kata lain para pihak terikat untuk mematuhi kontrak yang telah mereka buat tersebut. Dalam hal ini fungsi kontrak sama dengan perundang-undangan, tetapi hanya berlaku khusus terhadap para pembuatnya saja. Secara hukum, kontrak dapat dipaksakan berlaku melalui pengadilan. Hukum memberikan sanksi terhadap pelaku pelanggaran kontrak atau ingkar janji (wanprestasi). Dalam bisnis, kontrak ini penting sebagai pegangan, pedoman, dan alat bukti bagi para pihak itu sendiri. Kontrak yang baik akan memberikan jaminan dan kepastian yang besar kepada pihak-pihak sehingga membantu pelaksanaan transaksi bisnis.

Pengaturan
Pengaturan tentang kontrak diatur terutama di dalam KUH Perdata (BW), tepatnya dalam buku III, disamping mengatur mengenai perikatan yang timbul dari perjanjian, juga mengatur perikatan yang timbul dari undang-undang misalnya tentang perbuatan melawan hukum. Dalam KUH Perdata terdapat aturan umum yang berlaku untuk semua perjanjian dan aturan khusus yang berlaku hanya untuk perjanjian tertentu saja (perjanjian khusus) yang namanya sudah diberikan undangundang. Contoh perjanjian khusus: jual beli, sewa menyewa, tukar-menukar, pinjam-meminjam, pemborongan, pemberian kuasa dan perburuhan. Selain KUH Perdata, masih ada sumber hukum kontrak lainnya di dalam berbagai produk hukum. Misalnya: Undang-undang Perbankan dan Keputusan Presiden tentang Lembaga Pembiayaan. Disamping itu, juga dalam jurisprudensi (misalnya tentang sewa beli), dan sumber hukum lainnya.

Asas Kebebsan Berkontrak
Suatu asas hukum penting berkaitan dengan berlakunya kontrak adalah asas kebebasan berkontrak. Artinya pihak-pihak bebas untuk membuat kontrak apa saja. Baik yang sudah ada pengaturannya maupun yang belum ada pengaturannya dan bebas menentukan sendiri isi kontrak. Namun, kebebasan tersebut tidak mutlak karena terdapat pembatasannya, yaitu tidak boleh bertentangan dengan undang-undang, ketertiban umum, dan kesusilaan.Aspek-aspek kebebasan berkontrak dalam Pasal 1338 KUH Perdata (BW), yang menyiratkan adanya 3 (tiga asas) yang seyogyanya dalam perjanjian: 1. Mengenai terjadinya perjanjian, asas yang disebut konsensualisme, artinya menurut BW perjanjian hanya terjadi apabila telah adanya persetujuan kehendak antara para pihak (consensus, consensualisme) 2. Tentang akibat perjanjian, bahwa perjanjian mempunyai kekuatan yang mengikat antara pihak-pihak itu sendiri. Asas ini ditegaskan dalam Pasal 1338 ayat (1) BW yang menegaskan bahwa perjanjian dibuat secara sah diantara para pihak, berlaku sebagai Undang-Undang bagi pihak yang melakukan perjanjian tersebut.

3. Tentang isi perjanjian, sepenuhnya diserahkan kepada para pihak (contractsvrijheid atau partijautonomie) yang bersangkutan. Dengan kata lain selama perjanjian itu tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku, kesusilaan, mengikat kepentingan umum dan ketertiban, maka perjanjian itu diperbolehkan. Berlakunya asas kebebasan berkontrak dijamin oleh Pasal 1338 ayat (1) KUH Perdata, yang menentukan bahwa: “setiap perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya”. Jadi semua perjanjian atau seluruh isi perjanjian asalkan pembuatannya memenuhi syarat, berlaku bagi para pembuatnya, sama seperti perundang-undangan. Pihak-pihak bebas untuk membuat perjanjian apa saja dan menuangkan apa saja di dalam isi sebuah kontrak.

Syarat Sahnya Kontrak
Dari bunyi Pasal 1338 ayat (1) jelas bahwa perjanjian yang mengikat hanyalah perjanjian yang sah. Supaya sah pembuatan perjanjian harus mempedomani Pasal 1320 KUH Perdata. Pasal 1320 KUH Perdata menentukan empat syarat sahnya perjanjian yaitu harus ada kesepakatan, kecakapan, hal tertentu, dan sebab yang diperbolehkan. 1. Kesepakatan Yang dimaksud dengan kesepakatan disini adalah adanya rasa iklas atau saling memberi dan menerima atau sukarela diantara pihak-pihak yang membuat perjanjian tersebut. Kesepakatan tidak ada apabila kontrak dibuat atas dasar paksaan, penipuan atau kekhilafan. 2. Kecakapan Kecakapan disini artinya para pihak yang membuat kontrak haruslah orang-orang yang oleh hukum dinyatakan sebagai subyek hukum. Pada dasarnya semua orang menurut hukum cakap untuk membuat kontrak. Yang tidak cakap adalah orang-orang yang ditentukan hukum, yaitu anak-anak, orang dewasa yang ditempatkan dibawah pengawasan (curatele), dan orang sakit jiwa. 3. Hal tertentu Hal tertentu maksudnya obyek yang diatur kontrak tersebut harus jelas, setidak-tidaknya dapat ditentukan. Jadi tidak boleh samar-samar. Hal ini penting untuk memberikan jaminan atau kepastian kepada pihak-pihak dan mencegah timbulnya kontrak fiktif. Misalnya jual beli sebuah mobil, harus jelas merk apa, buatan tahun berapa, warna apa, nomor mesinnya berapa, dan sebagainya. Semakin jelas semakin baik. Tidak boleh misalnya jual beli sebuah mobil saja, tanpa penjelasan lebih lanjut. 4. Sebab yang dibolehkan Maksudnya isi kontrak tidak boleh bertentangan dengan perundang-undangan yang sifatnya memaksa, ketertiban umum, dan kesusilaan. Misalnya jual beli bayi adalah tidak sah karena bertentangan dengan normanorma tersebut.

Kontrak Tertulis dan Tidak Tertulis (Bentuk Kontrak)
KUH Perdata memberikan kebebasan pihak-pihak membuat kontrak secara tertulis maupun secara lisan. Baik tertulis maupun lisan mengikat, asalkan memenuhi syarat-syarat yang diatur dalam Pasal 1320 KUH Perdata. Jadi, kontrak tidak harus dibuat secara tertulis.

Namun terdapat beberapa jenis kontrak yang wajib dibuat tertulis yang telah ditentukan oleh perundang-undangan. Misalnya transaksi atas tanah (jual beli, hibah, tukar menukar, dan sebagainya) harus dibuat secara tertulis di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) sesuai ketentuan hukum agraria yang berlaku. Di dalam bisnis tertentu terdapat kecenderungan untuk menggunakan kontrak baku, yaitu kontrak yang sebelumnya isinya telah ditetapkan oleh salah satu pihak, sedang sisanya dapat dinegosiasi. Misalnya perusahaan perbankan untuk perjanjian kredit.

Wanprestasi (Ingkar Janji)
Wanprestasi (ingkar janji) berarti tidak melaksanakan isi kontrak. Padahal pihak-pihak sebelumnya telah sepakat melaksanakannya. Sanksi demikian merupakan sanksi perdata karena masalah kontrak menyangkut kepentingan pribadi, yang berbeda dengan sanksi pidana berupa hukum fisik (penjara). Subekti (1983:45) membagi wanprestasi ke dalam empat bentuk yaitu: 1. Tidak melakukan apa yang disanggupi akan dilakukannya; 2. melaksanakan apa yang dijanjikannya, tetapi tidak sebagaimana dijanjikan; 3. melakukan apa yang dijanjikannya tetapi terlambat; dan 4. melakukan sesuatu yang menurut perjanjian tidak boleh dilakukannya. Ganti rugi yang dapat digugat terhadap wanprestasi adalah penggantian kerugian materiel yang nyata akibat wanprestasi tersebut.

Penyusunan Kontrak
Untuk menyusun suatu kontrak bisnis yang baik diperlukan adanya persiapan atau perencanaan terlebih dahulu. Idealnya sejak negosiasi bisnis persiapan tersebut sudah dimulai. Penyusunan suatu kontrak bisnis meliputi beberapa tahapan sejak persiapan atau perencanaan sampai dengan pelaksanaan isi kontrak. Tahapantahapan tersebut adalah sebagai berikut: 1. Prakontrak a. Negosiasi; b. Memorandum of Understanding (MoU); c. Studi Kelayakan; d. Negosiasi (lanjutan). 2. Kontrak a. Penulisan Naskah Awal; b. Perbaikan Naskah; c. Penulisan Naskah Akhir; d. Penandatanganan. 3. Pascakontrak a. Pelaksanaan Sedangkan secara teknis di bagian awal perlu diuraikan secara jelas informasi mengenai pihak-pihak yang terlibat dalam kontrak. Misalnya, Nama ... ; Pekerjaan ... ; Bertempat tinggal di ... ; dalam hal ini bertindak untuk diri sendiri/untuk dan atas nama ... berkedudukan di ... selanjutnya disebut penjual. Nama ...

; Pekerjaan ... ; Bertempat tinggal di ... ; dalam hal ini bertindak untuk diri sendiri/untuk dan atas nama ... berkedudukan di ... selanjutnya disebut pembeli. Pada bagian berikutnya diuraikan secara ringkas latar belakang terjadinya kesepakatan (recital). Kemudian pada bagian inti sebuah kontrak dijelaskan panjang lebar isi kontrak tersebut yang dapat dibuat dalam bentuk pasal-pasal, ayat-ayat, huruf-huruf, angka-angka tertentu. Setelah itu baru dirumuskan penutupan dengan menuliskan kata-kata penutup. Misalnya,demikian perjanjian ini dibuat untuk dipergunakan seperlunya. Di bagian bawah kontrak dibubuhkan tanda tangan kedua belah pihak dan para saksi (kalau ada). Dan akhirnya diberikan materai Rp 2.000. bagi perusahaan/badan hukum digunakan cap lembaga masingmasing. Posted 26th November 2011 by Remirda Eva Rosandi

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->