Pengertian Pengendalian Intern Menurut Michael P. Cangemi dan Tommie Singleton (2002, p.

66), pengendalian internal adalah aturan, praktek, prosedur, dan peralatan yang dirancang untuk : a. Keamanan asset yang berhubungan dengan badan hukum b. Meyakinkan akurasi dan kepercayaan perolehan data dan informasi produk c. Mendapatkan efisiensi d. Mengukur pemenuhan dengan aturan yang berhubungan dengan badan hukum e. Mengukur pemenuhan dengan regulasi-regulasi f. Mengatur kejadian-kejadian negatif dan pengaruh dari penyuapan, kejahatan dan aktivitas pengrusakan. Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa sistem pengendalian internal meliputi metode dan kebijakan yang terkoordinasi di dalam perusahaan untuk mengamankan kekayaan perusahaan, menguji ketepatan, ketelitian dan keandalan catatan / data akuntansi serta untuk mendorong ditaatinya kebijakan manajemen. Tujuan Pengendalian Intern Menurut Anomymous 1 (2007, http://id.wikipedia.org/wiki/ Pengendalian_intern), tujuan pengendalian intern adalah menjamin manajemen perusahaan agar : 1. Tujuan perusahaan yang ditetapkan akan dapat dicapai 2. Laporan keuangan yang dihasilkan perusahaan dapat dipercaya 3. Kegiatan perusahaan sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku Pengendalian intern dapat mencegah kerugian atau pemborosan pengolahan sumber daya perusahaan. Pengendalian intern dapat menyediakan informasi tentang bagaimana menilai kinerja perusahaan dan manajemen perusahaan serta menyediakan informasi yang akan digunakan sebagai pedoman dalam perencanaan. Komponen Pengendalian Intern Menurut Weber (1999, p.49), pengendalian internal terdiri dari lima unsur / komponen yang saling berintegrasi, antara lain: a) Lingkungan Pengendalian (Control Environment) Komponen ini diwujudkan dengan cara pengoperasian, cara pembagian wewenang dan

Fungsi akuntansi harus terpisah dari fungsi kas.222) menulis. Transaksi penjualan kredit harus dilaksanakan oleh fungsi penjualan. fungsi penagihan. dan fungsi akuntansi. Pengendalian Intern Sistem Penjualan Kredit Mulyadi (2001. mendapatkan. 3. Organisasi. sistem otorisasi dan prosedur pencatatan. 1. dan menukarkan data yang dibutuhkan untuk mengendalikan dan mengatur operasi perusahaan. 4. unsur pokok pengendalian intern yang terdiri dari organisasi. a. fungsi pengiriman. Unsur-unsur sistem pengendalian intern sangat penting karena sistem mempunyai beberapa unsur dan sifat-sifat tertentu yang dapat meningkatkan kemungkinan dapat dipercayainya data-data akuntansi serta tindakan pengamanan terhadap aktiva dan catatan perusahaan. adanya pembagian tugas. . cara komite audit berfungsi. Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan. Fungsi penjualan harus terpisah dari fungsi kredit. pengecekan kinerja dan penilaian dari jumlah record yang terjadi d) Informasi dan Komunikasi (Information and Communication) Komponen dimana informasi digunakan untuk mengidentifikasi. 1. p.tanggung jawab yang harus dilakukan. praktik yang sehat dirinci lebih lanjut. b) Penilaian Resiko (Risk Assessment) Komponen untuk mengidentifikasi dan menganalisa resiko yang dihadapi oleh perusahaan dan cara-cara untuk menghadapi resiko tersebut. dan metode-metode yang digunakan untuk merencanakan dan memonitor kinerja. pemeliharaan terhadap dokumen dan record. Penerimaan order dari pembeli diotorisasi oleh fungsi penjualan dengan menggunakan formulir surat order pengiriman. Fungsi akuntansi harus terpisah dari fungsi penjualan dan fungsi kredit. perlindungan asset dan record. e) Pemantauan (Monitoring) Komponen yang memastikan pengendalian internal beroperasi secara dinamis. 2. b. “Untuk merancang unsur-unsur pengendalian intern yang diterapkan dalam sistem penjualan kredit. c) Aktivitas Pengendalian (Control Activities) Komponen yang dioperasikan untuk memastikan transaksi telah terotorisasi. fungsi kredit. Tidak ada transaksi penjualan kredit yang dilaksanakan secara lengkap hanya oleh satu fungsi tersebut.

p. Secara periodik fungsi akuntansi mengirim pernyataan (account receivable statement) kepada setiap debitur untuk menguji ketelitian catatan piutang yang diselenggarakan oleh fungsi tersebut. 4. Pencatatan terjadinya piutang didasarkan pada faktur penjualan yang didukung dengan surat order pengiriman dan surat muat. 6. 5. Secara periodik diadakan rekonsiliasi kartu piutang dengan rekening kontrol piutang dalam buku besar. Surat order pengiriman bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dipertanggungjawabkan oleh fungsi penjualan. Terjadinya piutang diotorisasi oleh fungsi penagihan dengan membubuhkan tanda tangan pada faktur penjualan. bukti kas masuk. ruang lingkup kontrol dibedakan atas dua jenis. 2. jurnal penerimaan kas. Faktur penjualan bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dipertanggungjawabkan oleh fungsi penagihan. dan jurnal umum diotorisasi oleh fungsi akuntansi dengan cara memberikan tanda tangan pada dokumen sumber (faktur penjualan. 1. Pengendalian Umum Pengendalian umum artinya ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam pengendalian tersebut. Penetapan harga jual. 3. Apabila tidak dilakukan pengendalian ini ataupun pengendaliannya lemah maka dapat berakibat negatif terhadap aplikasi. Pencatatan ke dalam kartu piutang dan ke dalam jurnal penjualan. 7. Jenis-jenis Pengendalian Intern Pendapat Weber (1999.67). yaitu pengendalian umum dan pengendalian khusus. 4. Praktik yang sehat. 3. dan potongan penjualan berada di tangan Direktur Pemasaran dengan penerbitan surat keputusan mengenai hal tersebut. . syarat pengangkutan barang. dan memo kredit). Pengiriman barang kepada pelanggan diotorisasi oleh fungsi pengiriman dengan cara menandatangani dan membubuhkan cap “sudah dikirim” pada copy surat order pengiriman. c. berlaku untuk seluruh kegiatan komputerisasi di perusahaan tersebut.2. Persetujuan pemberian kredit diberikan oleh fungsi kredit dengan membubuhkan tanda tangan pada credit copy (yang merupakan tembusan surat order pengiriman). syarat penjualan.

2. 4. 6. Memiliki alarm kebakaran otomatis yang diletakkan pada tempat dimana asset-asset sistem informasi berada. dan pemeliharaan terhadap pengontrolan yang dapat mengurangi kemungkinan kehilangan dari ancaman ini sampai pada tingkat yang dapat diterima. pelaksanaan. 3. pelaksanaan. pemeliharaan dari sistem informasi sesuai dengan standar kualitas. Control Programming Management Mengontrol tahapan utama dari siklus program dan pelaksanaan dari tiap tahap. 5. Secara garis besar pengendalian terhadap manajemen keamanan bertanggung jawab dalam menjamin asset sistem informasi tetap aman. Gedung tempat penyimpanan asset sistem informasi dibangun dari bahan tahan api. 2. Prosedur pemeliharaan gedung yang baik menjamin tingkat polusi rendah disekitar aset sistem informasi yang bernilai tinggi. Ancaman utama terhadap keamanan asset sistem informasi : a) Ancaman kebakaran Beberapa pelaksanaan pengamanan untuk ancaman kebakaran : 1. 6. Memiliki pintu atau tangga darurat yang diberi tanda dengan jelas sehingga karyawan dapat dengan mudah menggunakannya. Security Management Control Mengontrol fungsi utama dari security administrator dalam mengidentifikasi ancaman utama terhadap fungsi sistem informasi dan perancangan. 5. pengoperasian. 3. pengoperasian. 4. Memiliki tabung kebakaran yang diletakkan pada lokasi yang mudah diambil. Operation Management Control Mengontrol fungsi utama yang harus dilakukan oleh quality assurance management untuk meyakinkan bahwa pengembangan. Data Resource Management Control Mengontrol peranan dan fungsi dari data administrator atau database administrator. Contoh: ruang komputer dibersihkan secara teratur dan . System Development Management Control Mengontrol alternatif dari model proses pengembangan sistem informasi sehingga dapat digunakan sebagai dasar perkumpulan dan pengevaluasian bukti. sinyal langsung dikirimkan ke stasiun pengendalian yang selalu dijaga oleh staff. Top Management Control Mengontrol peranan manajemen dalam perencanaan kepemimpinan dan pengawasan fungsi .Pengendalian umum berupa: 1. Ketika alarm berbunyi.

Untuk mengantisipasi ancaman kebakaran diperlukan pengawasan rutin dan pengujian terhadap sistem perlindungan kebakaran untuk dapat memastikan bahwa segala sesuatunya telah dirawat dengan baik. angin. misalnya menggunakan stabilizer ataupun uninteruptable power supply (UPS) memadai yang mampu mengcover tegangan listrik jika tiba-tiba turun. dan salju. misalnya situasi kantor yang bebas debu dan tidak memperbolehkan membawa binatang peliharaan. 3. Detective.kertas untuk printer diletakkan diruang terpisah. h) Hacking Beberapa pelaksanaan pengamanan untuk mengantisipasi hacking: . b) Ancaman banjir Beberapa pelaksanaan pengamanan untuk ancaman banjir: 1. g) Virus Pelaksanaan pengamanan untuk mengantisipasi virus meliputi tindakan: 1. e) Polusi Beberapa pelaksanaan pengamanan untuk mengatasi polusi. c) Perubahan tegangan sumber energi Pelaksanaan pengamanan untuk mengantisipasi perubahan tegangan sumber energi listrik. Menutup peralatan hardware dengan bahan yang tahan air sewaktu tidak digunakan. Atau dengan melarang karyawan membawa atau meletakkan minuman di dekat peralatan komputer. d) Kerusakan struktural Pelaksanaan struktural terhadap aset sistem informasi dapat terjadi karena adanya gempa. pemakaian antivirus terhadap file yang terinfeksi. 4. Beberapa pelaksanaan pengamanan untuk mengantisipasi kerusakan struktural misalnya adalah memilih lokasi perusahaan yang jarang terjadi gempa dan angin ribut. Corrective. Usahakan bahan untuk atap. f) Penyusup Pelaksanaan pengamanan untuk mengantisipasi penyusup dapat dilakukan dengan penempatan staf penjaga dan penggunaan alarm. dinding. 2. dan lantai yang tahan air. seperti menginstall anti virus dan mengupdate secara rutin. Semua material aset sistem informasi diletakkan ditempat yang tinggi. seperti memastikan backup data bebas virus. melakukan scan file yang akan digunakan 2. Menyediakan alarm pada titik strategis dimana material aset sistem informasi diletakkan. Preventive. sepeti melakukan scan secara rutin. 3.

1. tindakan apa yang segera harus dilakukan. dokumen dan kertas yang berharga yang ada di instalasi. 2. baik jenis mesinnya maupun kapasitasnya. 2. Rencana Pengujian (Test Plan) Seluruh program kerja yang direncanakan perlu diuji-coba lebih dahulu untuk test atau uji kesahihannya. Rencana Darurat (Emergancy Plan) Yaitu jika terjadi sesuatu. Apabila ancaman keamanan benar-benar telah terjadi. fasilitas. Jika perlu dalam suatu proyek komputerisasi yang besar perlu dibuat asuransi mengenai kemungkinan biaya tambahan proyek bila terjadi overrun cost and schedule. siapa melakukan apa. Asuransi Perlu dipertimbangkan cost atau benefit-nya untuk memiliki asuransi untuk peralatan. Rencana Pemulihan (Recovery Plan) Prosedur apa yang harus dilakukan untuk dapat kembali beroperasi dengan starting point pada saat kerusakan terjadi (tidak mengulang lagi proses yang sudah dikerjakan dari start-up sampai mesin down atau listrik mati) atau tidak “melompat” ke proses berikutnya dengan mengabaikan data yang tersisa belum selesai diolah dalam proses terhenti. Sudah barang tertentu perjanjian tersebut dilakukan dengan instalasi yang setara. 3. dan bagaimana melakukannya. 4. pengendalian akhir yang dapat dilaksanakan antara lain adalah : a) Rencana Pemulihan Bencana Rencana pemulihan menjadi keadaan normal setelah terjadinya bencana dilakukan kegiatankegiatan yang pada hakekatnya terdiri dari empat bagian yaitu: 1. 5. Penggunaan kontrol logika seperti penggunaan password yang sulit untuk ditebak. . yaitu bila terjadi masalah dapat menggunakan komputer di tempat tersebut. media penyimpanan. gangguan bisnis. Petugas keamanan secara teratur memonitor sistem yang digunakan. Rencana Backup (Backup Plan) Back-up plan dilakukan misalnya membuat persetujuan dengan unit computer atau instalasi lain.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful