PENDIDIKAN SEBAGAI HUMAN INVESTMENT (PERSPEKTIF MULTIDIMENSIONAL

)

A. Pendahuluan Ciri utama era globalisasi, antara lain ditandai dengan adanya gejolak persaingan yang semakin ketat dalam berbagai tatanan kehidupan. Untuk menghadapi kondisi ini, dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas, dalam hal ini “instrumen yang ampuh untuk mobilisasi peningkatan kualitas sumber daya manusia tersebut dapat ditempuh antara lain melalui pendidikan. Di Indonesia, instrument peningkatan kualitas sumber daya manusia pada saat ini dipertegas dalam pasal 12 ayat 2 UU No.22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah, disebutkan antara lain: “Bidang pemerintahan yang wajib dilaksanakan oleh daerah Kabupaten dan Kota meliputi pekerjaan umum, kesehatan, pendidikan dan kebudayaan, pertanian, perhubungan, industri dan perdagangan, penanaman modal, lingkungan hidup, pertahanan, koperasi dan tenaga kerja”. Pada era Otonomi Daerah saat ini, pendidikan sentralistik yang selama jawab ternyata ini dijalankan asas asas berbagai dan diatur bidang secara pembangunan mengalami berbagai perubahan termasuk bidang akibat dianutnya pelaksana dekonsentrasi bergeser atau Daerah Dalam disentalisasi.

menjadi tanggung Kabupaten sebagai pelaksanaannya,

daerah Kota dan tidak semudah

membalik telapak

tangan termasuk pembangunan bidang pendidikan. Dan salah satu permasalahan pendidikan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan, khususnya pendidikan dasar dan menengah. Berbagai usaha telah dilakukan untuk
1

Malik Fadjar berupaya menempatkan pendidikan dalam kerangka human investment (lnvestasi untuk pembangunan sumber daya manusia). sedangkan Indonesia menanamkan pinjaman tersebut pertahanan dan ekonorni. maka permasalahan pendidikan sebagai Human Investment (pembangunan sumber 2 . berbagai indikator mutu pendidikan belum menunjukkan peningkatan yang berarti. lokal. Namun demikian. B. boleh jadi merupakan akumulasi dari kebijakan yang dijalankan pemerintah selama melihat dan menempatkan pendidikan ini yang tidak upaya sebagai peningkatan kualitas sumber daya manusia secara proposional. sehingga tigapuluh tahun kernudian beberapa negara yang telah menginvestasikan pinjaman IMF untuk dunia pendidikan memetik hasil. Mendiknas. Berbeda dengan negara-negara lain di asia tenggara dimana pada awal pinjaman Beberapa tahun uang negara 1965-an kepada beberapa badan di keuangan Asia Negara mengajukan dunia (IMF). dan sarana peningkatanmutu manajemen sekolah. pengadaan buku dan alat pelajaran. Permasalahan Berdasarkan paparan di atas. Realitas tersebut. berkembang termasuk Indonesia berlomba-Iomba berkembang menginvestasikan untuk niernperkuat pinjaman tersebut untuk pengembangan pendidikan.meningkatkan pengembangan mutu kurikulum pendidikan nasional dan nasional. pengadaan dan perbaikan prasarana pendidikan. tetapi Indonesia menjadi sebaliknya. Ia menyadari bahwa kerangka tersebut tak mudah dijabarkan dan langsung kelihatan hasilnya. melalui peningkatan dan kompetensi guru melalui pelatihan. Menyadari kondisi yang dihadapi bangsa Indonesia.

Dalam pendidikan diharapkan function dan terjadi. Pendekatan ini menganggap bahwa apabila pendidikan dan guru. yang prasarana kenyataan. Penyelenggaraan pendidikan nasional dilakukan secara birokratik. 2. keluwesan.sentralistik sehingga menempatkan sekolah sebagai penyelenggara pendidikan sangat tergantung pada keputusan birokrasi yang mempunyai jalur yang sangat panjang tidak dan kadang-kadang dengan kebijakan yang kondisi sekolah dikeluarkan sesuai setempat. motivasi. Pendekatan tidak ini dilaksanakan melihat bahwa lembaga pendidikan berfungsi sebagai pusat produksi yang apabila diperlukan lembaga input buku dipenuhi semua input (masukan) yang dalam kegiatan ini akan seperti produksi tersebut. proses pendidikan sangat menentukan output pendidikan. Padahal.daya manusia) akan menyoroti beberapa hal sebagai berikut: 1. Mengapa? Karena selama ini dalam menerapkan education pada production proses memusatkan pada input pendidikan memperhatikan pendidikan. Sekolah lebih merupakan subordinasi dari birokrasi diatasnya sehingga mereka kehilangan termasuk kemandirian. output maka yang menghasilkan pelatihan dikehendaki. dan perbaikan sarana serta pendidikan mutu lainnya dipenuhi. pengadaan maka mutu tidak terlalu kurang alat pelajaran. Kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan nasional menggunakan pendekatan education production function atau input-output analysis yang secara konsekuen. kreativitas/inisiatif untuk mengembangkan dan memajukan lembaganya peningkatan mutu pendidikan sebagai salah satu tujuan 3 . pendekatan pendidikan (output) secara otomatis akan terjadi.

khususnya orangtua siswa. Human 4 . moral. Peran Pendidikan Dalam Human Investment Human manusia harfiah investment dan invesment human invesment berasal berarti dari kata human maka berarti secara investasi investasi. Sekolah kurang diperhatikan. Human investment merupakan suatu disiplin ilmu multidisipliner secara konseptual memiliki berbagai dimensi yang beraneka ragam berdasarkan pada sudut pandang disiplin ilmu. sebagai salah satu unsur utama yang berkepentingan dengan (stakeholder). Dikenalkan pembaruan apapun jika guru tidak berubah. salah satu upaya perbaikan adalah manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah. 3. pendidikan melakukan tersebut diatas. sedang dukungan-dukungan dan barang/jasa lain pemikiran. tidak mempunyai beban untuk mempertanggungjawabkan hasil pelaksanaan pendidikan kepada masyarakat. Peranserta warga sekolah khususnya guru dan peranserta masyarakat khususnya orangtua siswa sangat dalam minim.pendidikan nasional. dapat diartikan sebagai manusia atau manusia dianggap sebagai obyek sumber daya. C. Akuntabilitas sekolah terhadap masyarakat lemah. maka tidak akan terjadi perubahan di sekolah tersebut. padahal terjadi atau tidaknya perubahan di sekolah sangat tergantung pada guru. penyelenggaraan pendidikan selama ini Partisipasi guru dalam pengambilan keputusan sering diabaikan. Partisipasi masyarakat selama ini pada umumnya sebatas pada dukungan seperti juga dana. Dalam konteks pengembangan sumber daya manusia. reorientasi Berdasarkan penyelenggaraan permasalahan pendidikan.

Peran pendidikan dalam Human Investment dapat dipandang dari dua sisi. Pertama. peran pendidikan secara eksternal dalam arti organisasi. It is on going”. Steven G. yakni: Zaman Neoklasik: Pada zaman Neoklasik saat sebelum terjadinya revolusi industri di Eropa. filsafat ekonomi belum menganggap bahwa sumber daya manusia merupakan faktor capital dan Zaman Teori Human Capital Modern: Sejak Human capital disusun secara sistematis dalam suatu kerangka ilmu pengetahuan (body of knoledge) pada awal tahun 1960-an. perkembangannya sangat menakjubkan yang memperkaya khasanah ilmu ekonomi sumber daya manusia. Smith (1992) menggambarkan secara alami pentingnya penguasaan pengetahuan bahwa. Perkembangan teori Human investment berkaitan erat dengan konsep Human capital pada disiplin ilmu ekonomi yang dapat dikelompokan ke dalam beberapa fase perkembangan. Berkaitan dengan konteks peran pendidikan dalam Human Investment ini. lembaga atau bahkan negara melihat manusia sebagai sumber daya yang perlu dididik agar memberikan daya dukung dan produktivitas optimal terhadap organisasi.investment dipandang sebagai sesuatu kekuatan produktif baik sebagai subjek maupun sasaran pembangunan nasional. Penjelasannya dapat dilihat pada gambar berikut: 5 . “Knowledge Management (KM) does not have a beginning and an end. Dari sisi kebudayaan Human investment merupakan subjek pembangunan yang memiliki sistem nilai yang berfungsi sebagai sumber penggerak pembangunan. Kedua. lembaga atau pembangunan bangsa. peran pendidikan secara internal dalam arti pendidikan dipandang oleh manusia itu sendiri sebagai kebutuhan.

KM is orderly and goal-directed: Manajemen Pengetahuan diikat oleh sasaran strategis organisasi. gagasan. beberapa disatukan dan dihubungkan. dan bagaimana pengetahuan mereka dapat mendukung sasaran yang akan dicapai seperti: kemampuan manusia. intuisi. diperbaharui. dan kadang-kadang KM is value-added: bahkan Ketika tidak lagi dapat keahlian merupakan suatu proses berkelanjutan. KM is never fixed and unchanging: Tidak ada hukum abadi dalam KM. dan motivasi adalah dasar pengetahuan. KM is visionary: Visi manajemen pengetahuan merupakan hal strategis yang menghasilkan gairah dan memotivasi para manajer ditinjau kembali. Pengetahuan secara konstan diuji. organisasi dapat saling menukar gagasan yang akan menghasilkan ahli yang dapat menasehati atau mendidik para manajer untuk pengembangan dalam kecenderungan terbaru. Ini untuk bekerja sama ke arah tercapainya tujuan umum. dipraktekkan. Untuk Itu penggunaan informasi semestinya praktis dan penuh arti.Gambar1 Knowledge Management (KM) KM is about people: Apa yang diketahui masyarakat. 6 .

dari yang lama menuju yang baru. Manajemen Pendidikan Masa Depan Penguasaan pengetahuan melalui proses pendidikan merupakan salah satu realisasi Knowledge Management (KM). pendidikan menuju pola baru manajemen pendidikan masa depan yang lebih bernuansa otonomi dan yang Tabel 1 berikut menunjukkan dimensi-dimensi Tabel 1 Dimensi-Dimensi Perubahan Pola Manajemen Pendidikan Dadang Suhardan (2006) perubahan pola manajemen.KM is complementary: Manajemen Pengetahuan dapat terintegrasi dengan prakarsa organisatoris lain seperti Total quality Management ( TQM). Adalah penting bagi para manajer pengetahuan untuk meraih sukses. D. Pola Lama Subordinasi Pengambilan keputusan terpusat Ruang gerak kaku Pendekatan birokratik Sentralistik Diatur Overregulasi Menuju Pola Baru > > Otonomi Pengambilan keputusan partisipatif Ruang gerak luwes Pendekatan professional Desentralistik Motivasi diri Deregulasi 7 > > > > > . Buktibukti empirik manajemen pendidikan menunjukkan lemahnya pola lama manajemen pendidikan nasional dan digulirkannya otonomi daerah. telah mendorong dilakukannya penyesuaian diri dari pola lama lebih manajemen demokratis. salah satu faktor penting dalam penggerak pembangunan adalah kualitas sumber daya manusia. Permalasahannya sekarang adalah bagaimana mengembangkan mutu pendidikan di Indonesia jika kita menyadari bahwa.

Mengontrol > Mempengaruhi Mengarahkan Menghindari resiko Gunakan uang semuanya Individual yang cerdas Informasi terpribadi Pendelegasian Organisasi herarkis > > > > > > > Memfasilitasi Mengelola resiko Gunakan uang seefisien mungkin Teamwork yang cerdas Informasi terbagi Pemberdayaan Organisasi datar Berikut dijelaskan secara singkat Tabel 1. sekolah profesionalisme lebih diutamakan dari perubahan sekolah lebih didorong oleh dari pada diatur dari luar dan pada pendekatan motivasi-diri birokrasi. organisasi lebih datar sehingga 8 . penggunaan uang dapat menghindari resiko menjadi mengolah lebih efisien karena sisa anggaran untuk anggaran tahun depan digunakan (efficiency. lebih mengutamakan pemberdayaan. dari regulasi pendidikan mengarahkan ke lebih sederhana. pengambilan keputusan dilakukan secara partisipatif dan luwes partsisipasi dalam masyarakat mengelola makin besar. sekolah memiliki wewenang lebih besar dalam pengelolaan lembaganya. lembaganya. peranan pusat bergeser dari mengontrol menjadi mempengaruhi memfasilitasi. dan struktur lebih efisien. pengelolaan sekolah lebih sekolah. informasi terbagi ke semua warga sekolah. tahun ini dari resiko. lebih mengutamakan teamwork. sekolah lebih pendekatan desentralistik.based budgeting). Pada Pola Lama. tugas dan fungsi program dari pada sekolah lebih pada melaksanakan dan mengambil inisiatif merumuskan melaksanakan program peningkatan mutu yang dibuat sendiri oleh sekolah. Sedang pada Pola Baru.

hingga sampai pada kepemilikan karakter mutu oleh warga sekolah.sekolah yang didasari oleh pemikiran bahwa. memiliki Kebijakan. Sumberdaya dapat dikelompokkan menjadi dua. dan Sasaran Mutu yang Jelas. dan output. dan pada gilirannya sasaran sekolah tidak akan tercapai. sekolah menyatakan dengan jelas tentang keseluruhan kebijakan. Pembahasan Penguasaan pengetahuan atau Knowledge Management (KM) seperti yang dimaksud. tujuan. proses pendidikan di sekolah tidak akan berlangsung secara memadai. Sumberdaya merupakan input penting yang diperlukan untuk berlangsungnya proses pendidikan di sekolah.Input Pendidikan Berkaitan dengan input dari sekolah efektif seyogyanya sekolah yang ideal memperhatikan beberapa aspek berikut: Pertama. kebiasaan. Tujuan. Tanpa sumberdaya yang memadai. Kebijakan. maka seyogyanya karakteristik sekolah efektif dapat dijadikan kerangka acuan. 1. dan sasaran mutu tersebut disosialisasikan kepada semua warga sekolah. Kebijakan. dapat dilakukan melalui lembaga pendidikan atau sekolah. sehingga tertanam pemikiran. tujuan. dan sasaran mutu tersebut dinyatakan oleh kepala sekolah. proses. tindakan. dan sasaran sekolah yang berkaitan dengan mutu.E. 9 . Kedua. Secara formal. yaitu sumberdaya manusia dan sumberdaya selebihnya (uang. sumberdaya tersedia dan siap. Karakteristik yang dimaksud adalah sekolah yang secara inklusif memuat elemen-elemen sekolah efektif. tujuan. jika sekolah ingin sukses.yakni meliputi: input.

Implikasinya jelas. Ini bukan berarti bahwa sumberdaya yang ada harus mahal. Sedang peserta didik juga mempunyai motivasi untuk selalu 10 . Karena itu. perlengkapan. memiliki harapan prestasi yang tinggi. yaitu. yang motivasi kuat untuk optimal. Sekolah yang efektif pada umumnya memiliki staf yang mampu (kompeten) dan berdedikasi tinggi terhadap sekolahnya. dan sebagainya) dengan penegasan bahwa sumberdaya selebihnya tidak mempunyai arti apapun bagi perwujudan sasaran sekolah. Guru memiliki komitmen dan harapan yang tinggi bahwa anak didiknya dapat mencapai tingkat prestasi yang maksimal. tanpa campur tangan sumberdaya manusia. Keempat. Meskipun pada butir (b) telah disinggung tentang ketersediaan dan kesiapan sumberdaya manusia (staf). Sekolah mempunyai sekolah dorongan dan harapan dan yang tinggi untuk Kepala meningkatkan prestasi peserta didik dan memiliki komitmen sekolah meningkatkan mutu secara sekolahnya. walaupun dengan segala keterbatasan sumberdaya pendidikan yang ada di sekolah. Secara umum. Artinya.peralatan. namun pada butir ini perlu ditekankan lagi karena staf merupakan jiwa sekolah. staf yang kompeten dan berdedikasi tinggi. bahan. bagi sekolah yang ingin efektivitasnya tinggi. sekolah harus memiliki tingkat kesiapan sumberdaya yang memadai untuk menjalankan proses pendidikan. maka kepemilikan staf yang kompeten dan berdedikasi tinggi merupakan keharusan. akan tetapi sekolah yang bersangkutan dapat memanfaatkan keberadaan sumberdaya yang ada dilingkungan sekolahnya. Ketiga. segala sumberdaya yang diperlukan untuk menjalankan proses pendidikan harus tersedia dan dalam keadaan siap. diperlukan kepala sekolah yang mampu memobilisasi sumberdaya yang ada disekitarnya.

kemampuannya. program yang mendukung rinci dan bagi pelaksanaan rencana. Konsekuensi logis dari ini semua adalah bahwa penyiapan input dan proses belajar mengajar harus benar. sifat sekolah yang menerapkan pada konsep efektivitas proses belajar mengajar (PBM) yang tinggi. terutama siswa. dan adanya system pengendalian mutu yang efektif dan efisien untuk meyakinkan agar sasaran yang telah disepakati dapat dicapai.meningkatkan diri untuk berprestasi sesuai dengan bakat dan sekolah ini dari keadaan Siswa). input manajemen. Kelima. Artinya. Dan Keenam. harus merupakan fokus dari semua sekolah. Sekolah memiliki input manajemen yang memadai untuk menjalankan roda sekolah. Kelengkapan dan kejelasan input manajemen akan membantu kepala sekolah mengelola sekolahnya dengan efektif. Kepala sekolah dalam mengatur dan mengurus sekolahnya menggunakan sejumlah input manajemen. ketentuan-ketentuan (aturan main) yang jelas sebagai panutan bagi warga sekolahnya untuk bertindak. 2.benar mewujudkan sosok utuh mutu dan kepuasan yang diharapkan dari siswa. rencana yang sistematis. Input manajemen yang dimaksud meliputi: tugas yang jelas. Proses Sekolah Ini ditunjukkan efektif oleh adalah. kegiatan pada pelanggan (Khususnya Pelanggan. semua input dan proses yang dikerahkan di sekolah tertuju utamanya untuk meningkatkan mutu dan kepuasan peserta didik. Harapan tinggi dari ketiga unsur dinamis untuk selalu fokus menjadi lebih baik merupakan salah satu faktor yang menyebabkan sekolah selalu sebelumnya. PBM bukan sekadar memorisasi 11 . PBM yang menekankan pemberdayaan peserta didik.

bukan sekadar penekanan pada penguasaan pengetahuan tentang apa yang diajarkan (logos). Sekolah Kebutuhan. 7) Partisipasi yang Tinggi dari Warga Sekolah dan Masyarakat. 10) Perbaikan Berkelanjutan. Memiliki “Teamwork” yang Kompak. output dapat diklasifikasikan menjadi dua. 13) Sekolah Memiliki Akuntabilitas. Disamping itu. 8) Sekolah Memiliki Keterbukaan (Transparansi) Manajemen. dan belajar menjadi diri sendiri (learning to be). Melakukan 12) Evaluasi dan 9) Sekolah Secara Memiliki Kemauan untuk Berubah (psikologis dan pisik). akan tetapi lebih menekankan pada internalisasi tentang apa yang diajarkan sehingga tertanam dan berfungsi sebagai muatan nurani dan dihayati (ethos) serta dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari oleh peserta didik (pathos). dan Dinamis. Cerdas. 4) Pengelolaan Sekolah Memiliki Budaya yang Aman dan yang 5) Sekolah Tenaga Kependidikan Mutu. PBM yang efektif juga lebih menekankan pada belajar mengetahui (learning to know).dan recall. belajar hidup bersama (learning to live together). Output yang Diharapkan Sekolah Output oleh proses output harus memiliki prestasi output sekolah yang yang diharapkan. 6) Sekolah Memiliki Kewenangan (Kemandirian). 2) Lingkungan Sekolah Tertib. berupa . Pada prestasi akademik (academic achievement) 12 umumnya. karakteristik lainnya yang perlu dimiliki dalam menbangun sekolah efektif meliputi: 1) Kepemimpinan Sekolah yang Kuat. 11) Sekolah Responsif dan Antisipatif terhadap Memiliki Komunikasi yang Baik. Dan 14) Sekolah memiliki Kemampuan Menjaga Sustainabilitas 1.3) Efektif. dihasilkan yaitu sekolah adalah pembelajaran dan manajemen di sekolah. belajar bekerja (learning to do).

kreatif/ divergen. berpikir deduktif. rasional. misalnya keingintahuan yang tinggi. (kritis. Matematika. NEM. Kesimpulan  Human investment dipandang sebagai sesuatu kekuatan produktif baik sebagai pembangunan nasional. kedisiplinan. F. prestasi olahraga. dan ilmiah). pendidikan dasar tanpa kualitas tidak banyak memberikan kegunaan bagi seseorang. dan kepramukaan. kejujuran.  Pemerataan untuk Pendidikan pendidikan dasar yang percepatan pembangunan ekonomi dan akan membekali didik untuk mengembangkan diri dalam pekerjaannya maupun untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. investment merupakan subjek subjek maupun sasaran yang Dari sisi kebudayaan Human pembangunan memiliki system nilai yang berfungsi sebagai sumber penggerak pembangunan. cara-cara induktif. kerjasama yang baik. kesenian. harga diri. Output nalar. Namun. kerajinan. Dan salah satu bagian yang tak terpisahkan dalam teori invertasi sumber daya diperlukan baik sebagai prasyarat sosial. lomba karya ilmiah remaja. toleransi. rasa kasih sayang yang tinggi terhadap sesama. solidaritas yang tinggi. Output prestasi akademik misalnya. lomba (Bahasa Inggris. Fisika). 13 . non-akademik.dan output berupa prestasi non-akademik (non-academic achievement). anak manusia adalah pendidikan.

Smith (1992) The Concept of Human Nature. Selasa.go. Bandung: Dewa Rhuci. Tentang Perubahan Atas PPRI Nomor 28 Tahun 1990 Tentang Pendidikan Dasar. Jakarta: Balai Pustaka.dikdasmen.id/html/plp/01PLP_MPM BS_KONSEP.Daftar Referensi Ace Suryadi (2002) Pendidikan. dan Pembangunan: Isu. 30 Mei 2004 PPRI Nomor 55 Tahun 1998. Investasi SDM. 14 . Republika. Minggu.htm 09/09/2006 Indra Djati Sidik: Memperbaiki Kelemahan Masa Lalu. Pendidikan dalam Program 100 Hari Mendiknas. Kompas.depdiknas. Teori. http://www. Dadang Suhardan (2006) Pengawasan Profesional. 23 November 2004 Steven G. dan Aplikasi. Philadelphia: Temple University Press.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful