LAPORAN PRAKTIKUM IRIGASI DAN DRAINASE “AUDIT SISTEM IRIGASI”

OLEH : ABDURRACHMAN ARIEF NINUK CAHYANI DIDIN WAHYUDI ANAM PRASETYO 11504020111136 11504020111152 11504020111195 11504020111224

RIZKYANA NOERISHYNTA 11504020111245

KELAS A AGROEKOTEKNOLOGI

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2013

Keandalan prasarana irigasi yang diwujudkan melalui kegiatan peningkatan. dan rehabilitasi jaringan irigasi di daerah irigasi. bendungan. ruang. Oleh karena itu perlu dikembangkan system pengairan yang baik. dan pengelolaan jaringan irigasi yang meliputi operasi. dimana pemakaian air tergantung pada jumlah dan kejadian hujan. dan mutu yang tepat. pemeliharaan. Pencapaian tujuan tersebut dapat dicapai melalui berbagai teknik pemberian air irigasi.1 Latar Belakang Indonesia merupakan daerah yang beriklim basah. 3. jumlah. bendung. mengendalikan mutu air. salah satunya yaitu irigasi. 1. dan sumber daya manusia. waduk lapangan. agar ketersediaan air dapat mencukupi selama periode umbuh. air irigasi. institusi pengelola irigasi. 2.BAB I PENDAHULUAN 1. Keandalan air irigasi yang diwujudkan melalui kegiatan membangun waduk. Sistem irigasi meliputi prasarana irigasi.3 Manfaat Manfaat dari praktikum audit sistem irigasi kali ini kita bisa mengetahui cara audit sistem irigasi dengan cara Uji Keseragaman Irigasi dengan 2 metode yaitu menghitung Koefisien Distribusi Keseragaman dan menghitung dengan metode Koefisien Keseragaman Christianmen dan juga mengetahui indeks irigasi dari alat yang digunakan terhadap suatu lahan. manajemen irigasi. Rancangan pemakaian berbagai tersebut disesuaikan dengan karakterisas itanaman dan kondisi setempat. 1. .2 Tujuan Tujuan dari praktikum audit sistem irigasi ini adalah untuk mengetahui cara audit sistem irigasi dengan cara Uji Keseragaman Irigasi dengan 2 metode yaitu menghitung Koefisien Distribusi Keseragaman dan menghitung dengan metode Koefisien Keseragaman Christianmen serta untuk mengetahui indeks irigasi yang diperoleh dari metode irigasi curah yang dilakukan. pompa. dan jaringan drainase yang memadai. Meningkatnya pendapatan masyarakat petani dari usaha tani yang diwujudkan melalui kegiatan pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi yang mendorong keterpaduan dengan kegiatan diversifikasi dan modernisasi usaha tani. Irigasi dimaksudkan untuk memberikan suplai air kepada tanaman dalam waktu. Keberlanjutan sistem irigasi ditentukan oleh: 1. serta memanfaatkan kembali air drainase. Curah hujan pada umumnya cukup tapi jarang sekali secara tepat sesuai dengan kebutuhan untuk pertumbuhan tanaman.

spasing sprinkler dan laju infiltrasi tanah yang sesuai. Pemberian air irigasi yang efisien selain dipengaruhi oleh tatacara aplikasi. membuang. Disamping untuk memenuhi kebutuhan air tanaman. kelebihan air irigasi. Sistem ini dapat pula digunakan untuk mencegah pembekuan. Pada irigasi curah air dialirkan dari sumber melalui jaringan pipa yang disebut mainline dan sub-mainlen dan ke beberapa lateral yang masing-masing mempunyai beberapa mata pencurah. maupun air buangan rumah tangga. Dengan demikian tujuan irigasi adalah mengalirkan air secara teratur sesuai kebutuhan tanaman pada saat persediaan lengas tanah tidak mencukupi untuk mendukung pertumbuhan tanaman. sehingga tanaman mendapat air dari atas. Definisi Irigasi dan Drainase Irigasi berarti mengalirkan air secara buatan dari sumber air yang tersedia kepada sebidang lahan untuk memenuhi kebutuhan tanaman. sehingga tanaman bisa tumbuh secara normal. dimana laju infiltrasi kurang dari 4 mm per jam dan atau kecepatan angin lebih besar dari 13 km/jam. 1999) Drainase adalah istilah untuk tindakan teknis penanganan air kelebihan yang disebabkan olehhujan. serta usaha-usaha lainnya.1. (Persada. memberikan pupuk dan lain-lain. pada hampir semua jenis tanah. (Harsoyo. Untuk mendapatkan penyebaran air yang seragam diperlukan pemilihan ukuran nozzle. mengurangi erosi angin.1977) 2. menguras.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. daun akan basah lebih dahulu.2006) . kemudian menetes ke akar.Akan tetapi tidak cocok untuk tanah berstruktur liat halus. Tekanan biasanya didapatkan dengan pemompaan. (Bustami. dengan cara mengalirkan. Air yang disemprot akan seperti kabut. juga ditentukan oleh kebutuhan air guna mencapai kondisi air tersedia yang dibutuhkan tanaman. rembesan. Penyemprotan dibuat dengan mengalirkan air bertekanan melalui orifice kecil atau nozzle.2 Metode Irigasi Curah (Sprinkler) Sistem Irigasi curah atau sprinkler merupakan salah satu alternative metode pemberian air dengan efisiensi pemberian air lebih tinggi dibandingkan dengan irigasi permukaan (surface irrigation). meresapkan. tekanan operasional. Irigasi curah dapat digunakan untuk hampir semua tanaman. dengan tujuan akhir untuk mengembalikan ataupun meningkatkan fungsi kawasan.

teknis. Cocok untuk tanah berpasir di mana laju infiltrasi biasanya cukup tinggi. Dengan tidak diperlukannya saluran terbuka. Aliran permukaan dapat dihindari sehingga memperkecil kemungkinan terjadinya erosi. Tanpa diperlukan perataan lahan (land grading). Rencana managemen air di lahan : • Akurasi rancangan lahan irigasi termasuk system irigasinya • Karakteristik.1. sebagai bahan evaluasi manajemen asset irigasi. 5. 3. 4. air irigasi harus cukup bersih bebas dari pasir dan kotoran lainnya. Biaya tenaga kerja untuk operasi biasanya lebih kecil daripada irigasi permukaan. 8. 7. investasi awal cukup tinggi. Keunggulan Beberapa keuntungan irigasi curah antara lain adalah : 1.5 .3. jumlah. keseragaman penggunaan air. dan diperlukan tenaga penggerak di mana tekanan air berkisar antara 0.3. Efisiensi pemakaian air cukup tinggi. Dapat digunakan untuk lahan dengan topografi bergelombang dan kedalaman tanah (solum) yang dangkal. 6.2006) 2. dan tidak mengganggu operasi alat dan mesin pertanian. Pemupukan terlarut. 2. laju aliran dan kualitas pasokan air • Penilaian system pertanian yang diterapkan – perkiraan kebutuhan air • Factor pembatas ketersediaan air – dan implikasinya pada lahan • Strategi untuk mengatasi kekeringan • Jenis dan sifat tanah serta kedalaman zona akar • Jadwal irigasi • Target kinerja system • Isu kualitas air • Biaya air . ( Persada.1 Kekurangan Adapun kelemahan dari sistem irigasi curah atau sprinkler adalah kecepatan dan arah angin berpengaruh terhadap pola penyebaran air.3 Keunggulan dan Kekurangan Metode Irigasi Curah (Sprinkler) 2.10 kg/cm2. herbisida dan fungisida dapat dilakukan bersama-samadengan air irigasi. 2. maka tidak banyak lahan yang tidak dapat ditanami. dan keuangan.2.4 Audit Sistem Irigasi Audit pengelolaan irigasi adalah kegiatan pemeriksaan kinerja pengelolaan irigasi yang meliputi aspek organisasi.

1977) .• • • • • • Dampak terhadap lingkungan sebagai akibat praktek irigasi Ketrampilan dan pelatihan staf Strategi untuk mengadopsi teknologi teknologi baru Evaluasi system manajemen dan efisiensi irigasi secara berkala Prosedur perawatan Dokumentasi perbaikan system irigasi (Harsoyo.

Jawa Timur.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktikum Waktu Hari : Sabtu Tanggal : 11 Mei 2013 Pukul : 07:30 s/d Selesai Tempat Lapangan Sepakbola Desa Landungsari. Ukur panjang lapangan Luas area yang di irigasi 340m2. luas tiap kotak kecil 1m2. toples.BAB III METODOLOGI 3. tali rafia. Kota Malang. 3. Masing-masing kelas pengamatan 40 toples/titik Letakkan toples sesuai titik yang telah ditentukan Meletakkan soft hose traveller dengan jarak ±5meter dari jarak toples paling depan Letakkan soft hose traveller ditengahtengah Running alat soft hose traveller Selama 20 menit Hitung curahan air yang tertampung dalam toples Catat hasilnya .2 Langkah Kerja Praktikum Siapkan alat dan bahan Soft hose traveller Gelas ukur.

758 80.704 72.785 64.5 1.9 0.2 0.740 64.5 0. Data Hasil Pengamatan waktu no kelas (menit) 1 AGB R 60 menit 2 AGB R 60 menit 3 AGB R 60 menit 4 AGB R 60 menit 5 AGB R 60 menit 6 AGB R 60 menit 7 AGB R 60 menit 8 AGB R 60 menit 9 AGB R 60 menit 10 AGB R 60 menit 11 AGB R 60 menit 12 AGB R 60 menit 13 AGB R 60 menit 14 AGB R 60 menit 15 AGB R 60 menit 16 AGB R 60 menit 17 AGB R 60 menit 18 AGB R 60 menit 19 AGB R 60 menit 20 AGB R 60 menit 21 AGB R 60 menit 22 AGB R 60 menit 23 AGB R 60 menit 24 AGB R 60 menit 25 AGB R 60 menit 26 AGB R 60 menit 27 AGB R 60 menit 28 AGB R 60 menit 29 AGB R 60 menit 30 AGB R 60 menit 31 AGB R 60 menit 32 AGB R 60 menit 33 AGB R 60 menit 34 AGB R 60 menit 35 AGB R 60 menit ketinggian air (cm) 0.5 0.5 1.704 56.6 0.5 1.9 0.9 0.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.2 1.6 1.722 56.15 0.776 64.758 80.2 1.722 56.722 48.722 72.9 0.3 0.6 0.8 1.758 72.2 1.9 1.9 0.740 72.776 92.1.3 0.776 88.722 .704 72.740 64.6 0.2 0.3 1.704 56.722 72.6 0.6 0.758 88.5 1.740 80.9 1.758 80.758 80.685 56.15 1.758 56.740 80.6 0.2 0.740 72.2 1.704 64.704 64.2 volume (ml) 92.722 72.785 88.722 64.740 80.740 64.9 1.

2 0.740 80.3 1.5 0.776 88.3 0.740 80.722 64.722 64.3 0.2 1.758 88.2 0.722 56.776 88.722 48.9 1.2 0.9 0.722 64.9 1.722 64.8 1.704 72.776 88.776 64.3 0.704 88.3 0.9 1.3 0.2 1.722 56.5 0.3 0.6 0.3 0.3 0.6 0.740 88.776 88.740 .740 64.3 0.776 88.2 1.776 64.2 1.9 72.9 0.2 1.758 80.9 0.776 64.722 72.776 88.6 0.36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 AGB R AGB R AGB R AGB R AGB R AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 0.722 64.722 72.6 0.776 88.2 1.776 88.5 1.3 1.6 0.758 80.776 88.2 1.776 88.722 72.776 88.758 72.740 64.740 64.3 0.2 0.704 56.722 72.3 1.3 0.758 80.2 1.685 64.

2. Jika rata-rata curahan dari suatu system irigasi menunjukkan nilai yang sama atau hampir sama (mendekati) dengan nilai/jumlah air yang diterima/ditampung ditiap titik pengamatan. maka dapat dikatakan system irigasi tersbut memilii keseragaman yang bagus dan kinerjanya juga bagus.727 4.89 72.040 JUMLAH RATA-RATA Rumus perhitungan Volume = 96.78 79 80 AET A AET A AET A 60 menit 60 menit 60 menit 0. . Hasil rata-rata tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk menghitung MD tiap titik.740 56. Tingkat Rata – Rata Curahan Air dari Sistem Irigasi Xrata-rata = ∑volume = 5843. KKC.230 73.040 ml n 80 Dari data/table hasil praktikum di atas.040 ml.230 = 73.794 – (x) 26. dan KDS.9 1. dapat diketahui rata-rata volume dari system irigasi sprinkle yang digunakan adalah 73.704 5843.10 0.5 1.5 71. Ratarata volume tersebut diperoleh dari perhitungan rata-rata data volume pada tiap titik pengamatan.704 56.

040 x 60 ) / ( 60/7260) = ( 4382. Uji Keseragaman Irigasi 4.Perhitungan Rata-Rata Curahan Air Sistem Irigasi Diketahui : Vag = 73.14 x 7 (7 + 2(13) ) = 22 x 33 = 726 cm2 = 7260 mm2 PR = ( 73.040 ml T = 60 menit D = 14 cm.4 ) / (0.69 mm 4. r = 7 cm t = 13 cm Ditanya : PR ? Jawab : PR = (Vavg x 60) / ( T/Ac) Ac = π x r (r + 2t) = 3.3.1 Koefisien Distribusi Keseragaman .00826) = 53055.3.

3 0.NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 M2 5 M DATA 25 % TERENDAH 0.3 0.70 % .3 0.9 KDS = 300 / 8.3 0.3 0.3 cm = 3 mm M = 0.9 = 33.3 0.3 0.15 0.15 0.89 Perhitungan Koefisien Distribusi Keragaman Diketahui : M25 = 0.9 mm Ditanya : KDS ? Jawab : KDS = (M25 x 100) / M KDS = ( 3 X 100 ) / 8.3 0.3 0.6 0.3 0.3 0.3 0.3 0.89 cm = 8.3 0.3 0.3 0.3 0.3 0.

6 30 AGB R 60 menit 0.61 0.31 0.6 18 AGB R 60 menit 1.29 -0.2 38 AGB R 60 menit 0.01 0.01 -0.6 16 AGB R 60 menit 0.2 5 AGB R 60 menit 0.5 26 AGB R 60 menit 1.2 28 AGB R 60 menit 0.15 4 AGB R 60 menit 1.31 0.61 0.59 -0.15 2 AGB R 60 menit 0.29 -0.31 0.8 25 AGB R 60 menit 1.74 0.29 -0.61 0.31 0.9 7 AGB R 60 menit 0.9 23 AGB R 60 menit 1.3 10 AGB R 60 menit 1.3 9 AGB R 60 menit 0.9 35 AGB R 60 menit 1.4.6 17 AGB R 60 menit 0.2 21 AGB R 60 menit 1.9 6 AGB R 60 menit 0.29 0.29 -0.31 0.2 27 AGB R 60 menit 1.2 34 AGB R 60 menit 0.01 0.9 14 AGB R 60 menit 0.01 0.01 -0.29 -0.9 37 AGB R 60 menit 1.5 22 AGB R 60 menit 0.01 0.2 24 AGB R 60 menit 1.3 3 AGB R 60 menit 0.5 19 AGB R 60 menit 1.59 -0.2 Koefisien Keseragaman Christiansen waktu ketinggian no kelas (menit) air (cm) 1 AGB R 60 menit 0.6 31 AGB R 60 menit 0.61 0.61 0.3.9 29 AGB R 60 menit 0.6 8 AGB R 60 menit 0.61 0.5 20 AGB R 60 menit 1.31 0.31 0.5 13 AGB R 60 menit 0.31 .01 0.29 0.9 39 AGB R 60 menit 1.01 -0.59 0.2 Md -0.01 0.91 0.31 0.2 11 AGB R 60 menit 1.9 33 AGB R 60 menit 1.9 15 AGB R 60 menit 0.01 0.6 32 AGB R 60 menit 0.31 0.5 12 AGB R 60 menit 1.2 36 AGB R 60 menit 0.74 -0.

29 -0.29 -0.31 0.40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 AGB R AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A AET A JUMLAH 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 1.31 0.2 1.31 0.3 0.59 0.3 0.31 0.29 0.3 0.6 0.59 -0.31 0.2 1.61 0.5 0.5 1.3 0.61 -0.2 1.59 -0.5 0.3 1.2 1.01 -0.9 0.9 0.59 -0.10 0.9 1.1 .3 0.31 0.31 0.2 0.8 1.29 -0.59 -0.61 0.61 -0.31 0.6 0.59 -0.59 -0.01 -0.6 0.5 1.59 -0.3 1.01 0.6 0.2 0.01 0.31 0.9 1.2 1.3 1.2 1.2 1.61 0.3 0.59 0.5 71.59 0.6 0.2 0.3 0.3 0.59 -0.59 -0.3 0.3 0.01 -0.29 -0.9 0.01 0.9 0.59 -0.31 0.3 0.91 0.59 -0.

663. dengan nilai KDS 33.89 0.3 dan nilai SC dalam kegiatan praktkum ini memenuhi syarat tersebut.70 % maka perhitungannya yaitu 1. Nilai Indeks irigasi dapat dikaetahui dengan nilai kedalaman air aplikasi dibagi kedalam air yang dibutuhkan yaitu 8.0012 5 Perhitungan Keseragaman Christiansen Diketahui : Σ Md = -0. 4. Diasumsikan kebutuhan air irigasi 53 mm karena kedalaman tanaman rumput 50 mm.1cm = -1 mm M = 0. Pembahasan Data hasil pengamatan audit irigasi berasaldari hasil praktikum di lapangan sepang bola Desa Lamdungsari memiliki hasil yang berbeda-beda.5 mm/dec atau 53 mm/hari.9.4x80)))X100% = 100 % 4.RATA-RATA 0.KDS. Indeks Irigasi Kebutuhan air irigasi yang dihitung berdasarkan CROPWAT tanaman rumput memiliki kebutuhan irigasi total 530.5.9 mm n = 80 Ditanya : KKC ? Jawab : KKC = ((1-(∑MD)/(MxN)))x100% = ((1-((-1)/(8. Perhitungan SC yaitu : SC 25% = 1. Hasil tersebut menunjukan bahwa memenuhi syarat yaitu nilain Ii tidak boleh lebih besar dari 1.89 cm atau 8. Koefisien Penjadwalan dan Indeks Irigasi Koefisien Penjadwalan Dalam kegiatan budidaya penjadwalan irigasi atau kebutuhan air untuk tanaman harus selalu terpenuhi untuk mengetahui hal tersebut dapat diketahui dengan menggunakan rumus perhitungan penjadwalan koefisien (SC).4.9 mm. Sedangkan ketinggian/kedalaman air irigasi rata-rata 0. toples yang dekat .89 cm = 8. Nilai SC haruslah kurang dari 1.0. Peredaan terjadi di karenkan jarak toples dan pusat irigasi.9 : 53 = 0.16.0.337 yang dimana hasilnya 0.

15 cm.pusat irigasi cenderung kebih banyak dibandingkan dengan toples yang jauh dari pusat irigasi cenderung ketebalan airnya sedikit. Md merupakan hasil pengurangan ketinggian yang dikurangi nilai rata-rata keseluruhan data. Syarat pada koefisien distribusi keseragaman yaitu >75% dan koefisien keseragaman Christiansen yaitu> 84 %.00125. Berdasarkan hasil pengamatan yang diperoleh kita bisa mencari tingga rata-rata curahan air dari sistem irigasi yang diperoleh dimana dapat mencari tahu nilai Md.10 cm dengan rata-rata ketebalan air 0. Nilai koefisien distribusi keseragaman diperlukan untuk mengetahui apakah pembagian air di lahan tersebut dapat merata atau tidak. Kegiatan pratikum diperoleh jumlah nilai ketebalan air 71. sehingga terdapat kemungkinan pembagian air di lahan tersebut tidak dapat merata dengan baik.70 % yang kurang memenuhi syarat hingga > 75%. Langkah berikutnya yaitu mencari tahu nilai keseragam irigasi yang diperoleh dari 25% data ketinggian atau ketebalan yang terendah sehingga semua data Md perlu diurutkan terlebih dahulu dari nilai yang terendah ke nilai terbesar dalam hal ini menggunakan bantuan program sort pada excel. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai 33. Nilai koefiesien distribusi keseragaman juga dapat dilihat dari nilai koefisien kesseragaman Christiansen. Berdasarkan hasil perbandingan rumus tersebut baik dari KDS maupun KKC diperoleh hasil yang tidak memenuhi syarat standard kerataan dalam % tersebut karena berada dibawah standard tersebut dilihat dari nilai KDS sedangkan Nilai pada KKC menyatakan bahwa sebuah aplikasi yang digunakan sempurna karena nilainya adalah 100 %. dan untuk nilai jumlah Md adalah -0. Hasil nilaikoefisien keseragaman Christiansen dalam kegiatan praktikum yaitu 100 %. Perbedaan 2 rumus uji keseragaman yaitu terletak pada syarat standard kerataan dalam %.8 cm sedangkan ketebalan terendah dalam praktikum kali ini adalah 0. Namun dengan hasil tersebut membuktikan bahwa pada lahan tersebut distribusi keseragamnnya tidak baik dan tidakmerata.89. . setalah itu diambil nilai 25% yang terdapat dalam tabel diatas. Hasil pengamatan yang dimana terdapat 80 data.1 dengan nilai rata-rata Md yaitu -0.16.663 dengan nilai indeks irigasi adalah 0. ketebalan tertinggi yaitu 1. Dalam kegiatan praktikum yang dilakukan diperoleh koefiesn penjadwalan irigasi adalah 0.

Dan Pada perhitungan Koefisien Distribusi Keseragaman nilainya rendah yaitu 33. hasilnya 100%. Selain itu hal ini juga dipengaruhi oleh semburan yang tumpang tindih yang menyebabkan terdekat dengan sprinkler ikut terbasahi (terisi air). Karena nilai atau ketebelan air terkecil kebanyakan diperoleh dari wadah yang jaraknya jauh dari sprinkler dan yang berada di daerah pinggir.1 Kesimpulan Dari hasil pengamatan yang dilakukan di lapangan bola desa landungsari dimana dari hasil tersebut memiliki nilai KDK dan KKC yang jauh berbeda. Faktor lain adalah debit atau semburan air yang diberikan oleh alat yang digunakan dalam praktikum.2 Saran .70 %. 5. Sehingga dalam praktikum yang dilakukan faktor yang mempengaruhi nilai ketebalan dan nilai keseluruhan adalah jarak antara pusat irigasi dengan jarak toples atau pengamatan.BAB V KESIMPULAN 5. Pada hasil perhitungan koefisien keseragaman cristiansen.

Program Studi teknik Sipil. Harsoyo. 1977. Tugas Kuliah Sistem Irigasi. Bangun. 1999. .. kegiatan praktikum irigasi dan draenase sudah cukup baik akan tetapi harus lebih di persiapkan kembali sehingga tidak membuang-buang waktu dalam kegiatan praktikum dan juga penjelasan mengenai rumus perhitungan diusahakan lebih jelas sehingga praktikum tidak terbuang sia-sia ilmunya. 2006. Yogyakarta. UGM. Fuad. Pengelolaan Air Irigasi. Sistem Irigasi: Suatu Pengantar Pemahaman. DAFTAR PUSTAKA Persada. Perencanaan Sistem Drainase Jalan.Dalam kegiatan yang dilakukan dalam praktium rekomendasi yang diberikan dalam keberlangsungan alat dalam memberikan irigasi adalah dengan mengatur antara jarak dengan tanaman nantinya dan juga jumlah debit air yang di keluarkan agar pemerataan air dapat berlangsung baik. Departemen Pekerjaan Umum. Dinas Pertanian Jawa Timur. Arya. Bustami.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful