TA-TIB GEBYAR MUDIK

aman & nyaman Qta semua
Setiap menjelang Lebaran/Natal dan Tahun Baru, tentunya banyak warga yang akan “pulang mudik” ke kampung halamannya masing-masing guna merayakannya bersama “sanak-saudara serta leluhur”-nya, namun demikian agar diwaspadai situasi dan kondisi “keamanan” rumah yang ditinggalkan disini “tanpa” ada yang menungguinya. Untuk itu kami sarankan agar kepada “mereka” yang akan pulang mudik agar “melapor”-kannya kepada Ketua RT-nya masing-masing akan waktu keberangkatan dan rencana kedatangannya masing-masing untuk kemudian meneruskannya kepada Koordinator Keamanan disetiap RT, sehingga dengan demikian para Petugas Security akan lebih “meningkatkan frekwensi” patroli-nya diarea yang ditinggalkan penghuninya tersebut, dan sebagai kelengkapan lainnya, disarankan untuk meninggalkan / memberikan Alamat dan Nomor Telepon yang mudah dihubungi, bila suatu saat pihak Keamanan memerlukannya, juga para “pemudik” sebaiknya memiliki Nomor Telepon para Petugas Security maupun Pengurus RT disini, siapa tahu anda memerlukan informasinya. Demikian pula saat kembali, agar segera melaporkan kedatangannya berikut SIKON rumahnya masing-masing selama ditinggalkan kepada pihak Security, hal ini dikarenakan pihak Security selama itu terbatas hanya bisa / mampu mengawasinya di/dari bagian depannya saja dan tidak bisa melakukan control pada bagian belakangnya (karena dikunci pemilik) sehingga laporan kondisi rumah secara keseluruhan selama ditinggalkan agar disampaikan pada pihak Security.

1

g. yang memutuskan dan mengatur mengenai Tata Cara Pembentukan Rukun Tetangga dan Rukun Warga yang adalah merupakan Organisasi Masyarakat yang diakui dan dibina Pemerintah untuk memelihara dan melestarikan nilai-nilai kehidupan masyarakat Indonesia.sedangkan untuk tingkat Desa terdiri dari minimal 3 (tiga) RT dan maksimal 15 (lima belas) RT. serta untuk membantu meningkatkan kelancaran pelaksanaan tugas Pemerintahan. Adapun per-BEDA-an RT bukan berarti upaya untuk MEMISAH-kan KEKOMPAKAN / KERUKUNAN antar Warga. Menjembatani hubungan sesama anggota masyarakat dan anggota masyarakat dengan Pemerintah. Menggerakan gotong-royong swadaya dan partisipasi masyarakat. c. pembangunan dan kemasyarakatan di Desa dan Kelurahan. Membantu terciptanya ketentraman dan ketertiban dalam rangka menunjang stabilitas Nasional. Membantu terwujudnya kehidupan masyarakat berdasarkan Pancasila. Berperan aktif dalam membantu tugas pembinaan wilayah dan tugas pengelolaan dalam rangka menciptakan kelestarian lingkungan hidup.TUGAS. Bab V Pasal 5 : Rukun Tetangga untuk tingkat Kelurahan terdiri dari minimal 10 (sepuluh) KK dan maksimal 50 (lima puluh) KK. e. namun semata-mata demi untuk KENYAMANAN WARGA itu sendiri (kalau sedikit gampang ngurusnya) mengingat para Ketua RT-nya 2 . f. KEWAJIBAN & TANGGUNG JAWAB PARA “ PEJABAT / PENGURUS “ Kiranya perlu diketahui bahwasanya mengacu kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 tahun 1999 dan juga Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. d. UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. b. Membantu menyebar luaskan dan mengamankan setiap program Pemerintah. dengan maksud dan tujuan pembentukannya adalah untuk mengemban beberapa tugas pokok diantaranya : a. sedangkan untuk tingkat Desa terdiri dari minimal 10 (sepuluh) KK dan maksimal 30 (tiga puluh) KK. Membantu penyelenggaraan tugas pelayanan kepada masyarakat yang menjadi tanggung jawab Pemerintah. Bab VI Pasal 17 : Rukun Warga untuk tingkat Kelurahan terdiri dari minimal 5 (lima) RT dan maksimal 15 (lima belas) RT.

Undang-undang Dasar 1945 dan Wawasan Nusantara. URAIAN TUGAS JABATAN (Job Descriptions) MENGINGAT 1. Menghimpun seluruh kesejahteraan rakyat. Menggerakan gotong-royong swadaya dan partisipasi masyarakat. dalam pembangunan usaha dan potensi masyarakat meningkatkan TUGAS POKOK Rukun Tetangga dan Rukun Warga mempunyai tugas pokok sebagai berikut : a. d. Keputusan Presiden Nomor 28 tahun 1980 tentang Penyempurnaan Peningkatan Lembaga Sosial Desa menjadi Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa . Undang-undang Nomor 25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah . 3. b. Menjembatani hubungan sesama anggota masyarakat dan anggota masyarakat dengan Pemerintah. pelaksanaan swadaya tugas Pemerintahan. c.KARYAWAN / Pegawai semua. Meningkatkan kelancaran kemasyarakatan. Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah . yang beda HANYA masalah Identitas Alamat dan ADMINISTRASI-nya saja. 3 . c. 2. Membantu terwujudnya kehidupan masyarakat berdasarkan Pancasila. e. Membantu terciptanya ketentraman dan ketertiban dalam rangka menunjang stabilitas Nasional. b. Memelihara dan melestarikan nilai-nilai kehidupan masyarakat Indonesia yang didasarkan atas kegotong royongan dan kekeluargaan. 4. Keputusan Presiden Nomor 52 tahun 1977 tentang Pendaftaran Penduduk . MAKSUD DAN TUJUAN Rukun Tetangga dan Rukun Warga dibentuk dengan maksud dan tujuan untuk : a. Membantu menyebarluaskan dan mengamankan setiap program Pemerintah.

5. sehingga maksud dan tujuan Rukun Tetangga bisa tercapai dengan baik. Dalam hal Ketua Rukun Tetangga berhalangan untuk menjalankan tugasnya. hasil musyawarah tersebut dimuat 4 . kepada Lurah/Kepala Desa melalui Ketua Rukun Warga dan Kepala Dusun. Pada setiap ahir bulan Ketua Rukun Tetangga berkewajiban menyampaikan laporan mutasi penduduk kepada Lurah / Kepala Desa melalui Ketua Rukun Warga dan Kepala Dusun. Berperan aktif dalam membantu tugas pembinaan wilayah dan tugas pengelolaan dalam rangka menciptakan kelestarian lingkungan hidup. Pengurus Rukun Tetangga terdiri dari seorang Ketua. Selambat-lambatnya pada setiap tiga bulan sekali. anggota melalui musyawarah Rukun Tetangga. maka ia diwakili oleh Sekretaris atau anggota pengurus lainnya. seorang Sekretaris dan seorang Bendahara. Membantu penyelenggaraan tugas pelayanan kepada masyarakat yang menjadi tanggung jawab Pemerintah. Pengurus Rukun Tetangga dilengkapi dengan pembantu-pembantunya yang ditunjuk oleh Ketua melalui musyawarah dan mufakat dengan pengurus lainnya. 3. 2. Besarnya iuran dan sumbangan insidentil serta iuran lain yang syah berikut penggunaannya ditentukan oleh musyawarah Rukun Tetangga yang bersangkutan. SUSUNAN PENGURUS RUKUN TETANGGA 1. 2. Keuangan Rukun Tetangga dapat diperoleh dari sumbangan yang tidak mengikat dan usaha-usaha lain yang syah. g. SUMBER PEMBIAYAAN RUKUN TETANGGA 1. WEWENANG dan KEWAJIBAN PENGURUS RUKUN TETANGGA 1. Ketua Rukun Tetangga berkewajiban mendaftarkan penduduk. Pengurus Rukun Tetangga memimpin dan mengawasi segala pekerjaan mengenai kerukun tetanggaan. Sedangkan kepada warganya dilakukan sekurangkurangnya 6 (enam) bulan sekali. 2. Pengurus Rukun Tetangga didalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada 4.f. Ketua Rukun Tetangga berkewajiban untuk menyampaikan laporan penerimaan dan pengeluaran uang yang didapat dari masyarakat sebagaimana diatur dalam keputusan ini. 6.

5 . sekurang-kurangnya 1/3 dari jumlah anggota. 3. Musyawarah Rukun Tetangga diadakan : a. c.Kepala Dusun dan Lurah / Kepala Desa atau pejabat yang ditunjuk olehnya. Apabila ketentuan sebagaimana tersebut dalam point ( 2 ) tidak terpenuhi. Musyawarah Rukun Tetangga dipimpin oleh Ketua. 4. 3. Sekretaris atau anggota pengurus 5. Terpilihnya menjadi Pengurus RW 2. Ketua sudah tidak lagi memenuhi persyaratan dikarenakan sesuatu hal. Atas undangan pengurus Rukun Tetangga. b. sehingga tidak dapat lagi melaksanakan tugas kewajibannya. lainnya. e. musyawarah mana dapat mengambil keputusan tanpa memperhatikan jumlah anggota yang hadir. Meninggal dunia. dapat hadir dan dapat memberikan pertimbangan serta nasihatnya. b. maka keputusan diambil menurut suara terbanyak. c. Pengurus Rukun Tetangga berhenti karena : a. Pengurus Rukun Warga. Sekurang-kurangnya 3 ( tiga ) bulan sekali.dalam Berita Acara Musyawarah dan disampaikan kepada Lurah / Kepala Desa untuk pengesahannya. maka musyawarah diundur sekurang-kurangnya 1 x 24 jam dan paling lama 7 x 24 jam. Dalam Musyawarah Rukun Tetangga. KETENTUAN TENTANG MUSYAWARAH RUKUN TETANGGA 1. d. Atas permintaan secara tertulis. Dari hasil iuran tetap diperuntukan bagi pembiayaan Rukun Tetangga sebesar 60% dan Rukun Warga yang bersangkutan sebesar 40% serta diberitahukan kepada Lurah / Kepala Desa melalui Kepala Dusun. Berakhir masa bhaktinya. 7. Atas permintaan sendiri. dari anggota 2. Apabila ketentuan dalam point ( 5 ) tersebut tidak terpenuhi. Kepindahan yang bersangkutan. 6. Menurut keputusan musyawarah Rukun Tetangga. Segala keputusan musyawarah diambil atas dasar mufakat. BERAKHIRNYA MASA BHAKTI PENGURUS RUKUN TETANGGA 1. Musyawarah dianggap syah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya ½ Rukun Tetangga.

SEKRETARIS RT / RW a. Kini akan kami coba menyajikan Uraian Tugas & Jabatan Pejabat FUNGSIONAL yang terdiri dari Sekretaris. e. BENDAHARA RT / RW a. Memberikan saran dan pendapat kepada Ketua RT / RW. Bendahara. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan Ketua RT / RW. b. KETUA BIDANG 6 . Membina Administrasi Bidang-bidang / Seksi-seksi di RW. baik ditingkat Rukun Warga maupun Rukun Tetangga SECARA UMUM dan GARIS BESAR-nya saja sebagai kelanjutan dari sajian kami pada edisi sebelumnya.3. Untuk sementara demikianlah pendadaran PENGERTIAN UMUM mengenai RUKUN TETANGGA secara GARIS BESAR-nya dan INSYA ALLAH pada Edisi mendatang kami akan menyampaikan pendadaran mengenai RUKUN WARGA secara GARIS BESAR sambil menunggu JUKLAK dan JUKNIS yang mengacu kepada PERDA Kabupaten BOGOR. c. URAIAN TUGAS JABATAN (Job Descriptions) 1. Mengadakan pencatatan pembangunan uang hasil swadaya gotong royong masyarakat dan 3. Menyelenggarakan pembukuan dan penyusunan laporan keuangan. c. kegiatan 2. Didalam hal Ketua Rukun Tetangga berhenti sebelum masa bhaktinya berakhir. 4. menyimpan dan mengeluarkan uang atas perintah Ketua RT / RW. Memberikan pelayanan Administrasi kepada Ketua RW / RT. Membina pembukuan dan penyusunan laporan keuangan Bidang / Seksi. Kepala Bidang dan Kepala Seksi / Kelompok. maka jabatan Ketua dipegang oleh Sekretaris sampai diadakan pemilihan Ketua yang baru. maklumlah kami bukan berasal dari kalangan “birokrat“. Menerima. tak lupa kami MOHON MAAF bila ada “kekeliruan“ dalam Cara Penyampaian-nya. 5. d. d. Pengurus Rukun Tetangga 3 ( tiga ) bulan sebelum berahir masa bhaktinya. b. berkewajiban untuk memberitahukan kepada Kepala Dusun melalui pengurus Rukun Warga. maka pengurus lama menyelenggarakan pemilihan Ketua baru dalam tempo paling lama 1 (satu) bulan. Mengadministrasikan laporan Data yang disampaikan Ketua Bidang / Seksi kepada Ketua RT / RW. Apabila karena sesuatu hal Ketua berhenti.

RT bersama bidang-bidang di RW dan seksi / kelompok kegiatan. c. Sebagai penggerak / motivator kegiatan seksi / kelompok. dengan mendapat bantuan teknis dari Bidang-bidang di RW. mengadakan pendataan sesuai dengan kegiatannya masing-masing Bidang / Seksi / Kelompok.a. a. 6. KETUA SEKSI / KELOMPOK a. memilih pengurus. Musyawarah RT dan RW merupakan permusyaqwaratan dan pemufakatan anggota dalam Lingkungan RT dan RW. 7. b. mengembangkan serta menumbuhkan keahliannya dalam bidang yang bersangkutan. d. Musyawarah sebagaimana dimaksud diatas berfungsi untuk : b. Melaksanakan kegiatan seksi / kelompok yang ada di RW ataupun RT b. membimbing dan menggerakan warganya untuk berperan aktif dalam melaksanakan kegiatan sesuai dengan keahliannya dalam Seksi / Kelompok. menentukan dan merumuskan program kerja. Pembangunan dan Kemasyarakatan yang telah diberikan oleh Kepala Kelurahan / Desa di RT masing-masing. Melaporkan perkembangan dan hasil kegiatan setiap Kelompok kepada Ketua Seksi yang bersangkutan. d. 7 . Memimpin. Membantu Ketua Seksi sesuai dengan bidang kegiatannya. c. b. Sebagai unsur pembantu bidang-bidang yang ada di RW dalam melaksanakan program diwilayahnya (RW) c. MEKANISME KERJA RT DENGAN RW a. 5. RT melaksanakan tugas-tugas yang diberikan Ketua RW dalam rangka membantu pelaksanaan tugas Pemerintah. MEKANISME KERJA RT DENGAN SEKSI / KELOMPOK BIDANG – BIDANG dan a. RT mengusulkan rencana pembangunan kepada Ketua RW apabila dalam pelaksanaannya diluar kemampuan atau akan menyangkut warga RT lain dalam RW yang bersangkutan. 2. RT membina. saran dan pendapat kepada Ketua RW. membina. RT memberikan usul. RT memberikan laporan hasil kegiatan diwilayahnya secara rutin kepada RW. Ketua Seksi / Kelompok kegiatan memberikan saran dan pendapat Ketua RW yang berkaitan dengan keahliannya 4. MUSYAWARAH ANGGOTA 1. b.

tugasnya. menerima dan mensyahkan pertanggung jawaban pengurus. Pengurus Rukun Warga terdiri dari seorang Ketua. Pengurus Rukun Warga bertanggung jawab kepada masyarakat Rukun Warga atas pelaksanaan 4. Ketua Rukun Warga berkewajiban mendaftarkan penduduk. 5. Pengurus lainnya. Didalam hal Ketua berhalangan untuk menjalankan tugasnya. 3. 3. Pengurus Rukun Warga dilengkapi dengan Bidang dan / atau seksi sesuai dengan aspirasi dan keinginan Warga Masyarakat serta kebutuhan Operasional berikut tenaga Staff-nya. Pada setiap akhir bulan. sekurang-kurangnya dua kali dalam satu tahun. seorang Sekretaris dan seorang Bendahara. Ketua Rukun Warga menyampaikan laporan mutasi penduduk kepada Lurah / Kepala Desa melalui Kepala Dusun 8 .c. 2. RUKUN WARGA Rukun Warga ditingkat Kelurahan terdiri dari palin sedikit 5 (lima) RT dan paling banyak 15 (lima belas) RT . sehingga maksud dan tujuan Rukun Warga bisa tercapai. sedangkan untuk ditingkat Desa terdiri dari paling sedikit 3 (tiga) RT dan paling banyak 15 (lima belas) RT. Pengurus Rukun Warga berkewajiban membina dan mengkoordinir serta mengawasi segala pekerjaan mengenai ke-Rukun Warga-an. 2. SUSUNAN PENGURUS RUKUN WARGA 1. Musyawarah RT dan RW untuk merumuskan program. maka diwakili oleh Sekretaris dan 3. WEWENANG dan KEWAJIBAN PENGURUS RUKUN WARGA 1. Seksi-seksi beserta Staff-nya ditunjuk oleh Ketua Bidang melalui musyawarah dan mufakat dengan pengurus lainnya.

sekurang-kurangnya setengah dari jumlah Ketua Rukun Tetangga. Apabila ketentuan dalam point ( 5 ) tersebut tidak terpenuhi. KEWAJIBAN & TANGGUNG JAWAB para Pengurus RUKUN WARGA dan RUKUN TETANGGA baik pada jabatan STRUKTURAL maupun jabatan FUNGSIONAL seperti halnya para KEPALA BIDANG / SEKSI / KELOMPOK berikut MEKANISME KERJA-nya secara GARIS BESAR sambil menunggu JUKLAK dan JUKNIS yang mengacu kepada PERDA Kabupaten BOGOR. Apabila ketentuan sebagaimana ketentuan pada point ( 2 ) tidak terpenuhi. b. namun pernah menjabat sebagai Pengurus RT dan Ketua Rukun Warga. Untuk sementara demikianlah yang kuketahui Uraian Singkat serta PENGERTIAN UMUM mengenai TUGAS. 5. maka keputusan diambil menurut suara terbanyak. b. Sekretaris atau anggota pengurus lainnya. Meninggal dunia. berkewajiban untuk memberitahukan kepada Kepala Dusun melalui pengurus Rukun Warga. dapat hadir dan dapat memberikan pertimbangan-pertimbangan serta nasihatnya. maka jabatan Ketua dipegang oleh Sekretaris sampai diadakan pemilihan Ketua yang baru. maka musyawarah diundur sekurang -kurangnya 1 x 24 jam dan paling lama 7 x 24 jam. Segala keputusan musyawarah diambil atas dasar mufakat. 6. Atas permintaan sendiri. 3. Ketua sudah tidak lagi memenuhi persyaratan dikarenakan sesuatu hal. d. 2. musyawarah mana dapat mengambil keputusan tanpa memperhatikan jumlah Pengurus Rukun Tetangga yang hadir. Didalam hal Ketua Rukun Warga berhenti sebelum masa bhaktinya berakhir. Atas undangan pengurus Rukun Warga. Pengurus Rukun Tetangga 3 ( tiga ) bulan sebelum berahir masa bhaktinya. Kepala Dusun dan Lurah / Kepala Desa dan Camat atau pejabat yang ditunjuknya. Musyawarah Rukun Warga dianggap syah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya ½ dari anggota Rukun Tetangga. Musyawarah Rukun Warga dipimpin oleh Ketua. 3. Atas permintaan secara tertulis. tak lupa kami MOHON MAAF akan KETIDAK LENGKAPAN dalam penyampaiannya dan MOHON DIKOREKSI apabila ADA KESALAHAN / KEKELIRUAN dan juga dalam hal penyajiannya. Menurut keputusan musyawarah Rukun Warga. Musyawarah Rukun Warga diadakan : a. maklumlah saya BUKAN/TIDAK berasal dari LINGKUNGAN / GOLONGAN kaum BIROKRAT. maka pengurus lama menyelenggarakan pemilihan Ketua baru dalam tempo paling lama 1 ( satu ) bulan. Kepindahan yang bersangkutan. BERAKHIRNYA MASA BHAKTI PENGURUS RUKUN WARGA 1. Dalam Musyawarah Rukun Warga. Sekurang-kurangnya 6 ( enam ) bulan sekali.KETENTUAN TENTANG MUSYAWARAH RUKUN WARGA 1. sehingga tidak dapat lagi melaksanakan tugas kewajibannya. c. 2. 7. 4. 9 . 5. Berakhir masa bhaktinya. 4. Apabila karena sesuatu hal Ketua berhenti. Pengurus RukunWarga berhenti karena : a. c.

kesemua AKTIVITAS tersebut serta TIDAK MENGHARAPKAN PUJIAN apalagi IMBALAN.Akhirul kalam. MAKLUMI dan SADARI bersama bahwa para KETUA serta PENGURUS Rukun Tetangga maupun Rukun Warga adalah merupakan sosok WAKIL RAKYAT yang SEUTUHNYA / SESUNGGUHNYA. dan dapat kiranya dijadikan ACUAN... Semoga Sekilas Penjelasan ini bermanfaatlah hendaknya. sehingga diantara Qta “masyaraka/wargat“ Bojong Kulur terdapat KESAMAAN VISI dan MISI Semoga informasi ini bermanfa’atlah hendaknya. karena “MEREKA“ bekerja dan membela KEPENTINGAN WARGA-nya TANPA MEMUNGUT BIAYA / DIGAJI estu RIDLA LILLAHI TA’ALA malahan SERINGKALI NOMBOKIN bila ada JUKLAK / PENGUMUMAN dari KANTOR DESA yang harus di-SOSIALISASIKAN kepada WARGA.. kiranya PERLU Qta KETAHUI. Wr. @99a$ PILATILKAKATILDUWATIL 10 . Wabilllahi Taufiq wal Hidayah. Wassalaamu’alaikum. Wb.