Rangkaian Paralel Pada rangkaian seri, tegangan sangat tergantung pada hambatan, tetapi pada rangkaian bercabang tegangan

tidak dipengaruhi oleh hambatan/ resistor. Semua itu telah dikemukakan oleh hukum Kirchoff yang berbunyi “jumlah kuat arus listrik yang masuk sama dengan jumlah kuat arus listrik yang keluar”. Berdasarkan hukum Ohm dapat disimpulkan cara mengukur tegangan listrik adalah kuat arus dikali hambatan. Hambatan nilainya selalu sama karena tegangan sebanding dengan kuat arus. Tegangan memiliki satuan Volt (V) dan kuat arus adalah Ampere (A) serta hambatan adalah Ohm (Ω). Hukum Kichoff I : “ Secara Aljabar jumlah arus-arus cabang pada suatu titik pertemuan dalam rangkaian listrik selalu sama dengan nol “. Hukum kirchoff I ini disebut sebagai Hukum Kirchoff arus. (Wikipedia).

Itotal = V / Rtotal Rtotal + R1 // R2 // R3 (Rumus Paralel) I Total = I1 + I2 + I3 I Total – (I1 + I2 + I3) = 0 I Total = (V / R1) + (V / R2) + (V / R3) V = VR1 = VR2 = VR3 P=IxR PR1 = I1 x V PR2 = I2 x V PR3 = I3 x V I = Arus Listrik dalam Ampere (A) V = Tegangan Sumber dalam Volt (V) R = Resistansi dalam Ohm (Ω) P = Daya Listrik dalam Watt (W)

dan R2 adalah sama.Rangkaian Seri Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang disebabkan dari pergerakan elektron-elektron yang mengalir melalui suatu titik dalam rangkaian listrik setiap satuan waktu. sedangkan beda potensial (tegangan) setiap resistor berbeda sesuai dengan besar resistansi masing-masing. I=Q/t t=Q/I Q=Ixt I = Arus listri dalam Ampere Q = Muatan Listrik dalam Coulomb t = Waktu dalam detik Rumus dasar pada rangkaian seri: Karena R1. Dalam rangkaian seri seperti ini berlakuHukum Ohm. alat untuk mengukur tegangan listrik adalah Volt Meter. dan alat untuk mengukur daya listrik adalah Watt Meter. Besaran ini mengukur energi potensial dari sebuah medan listrik yang mengakibatkan adanya aliran listrik dalam sebuah konduktor listrik. (Wikipedia) Alat untuk mengukur arus listrik adalah Ampere Meter. Satuan SI daya listrik adalah Watt yang menyatakan banyaknya tenaga listrik yang mengalir per satuan waktu (joule/detik). Daya listrik didefinisikan sebagai laju hantaran energi listrik dalam rangkaian listrik.Tegangan listrik (kadang disebut sebagai Voltase) adalah perbedaan potensial listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik dan dinyatakan dalam satuan Volt. R2. Di bawah ini adalah rumusrumus dasar pada rankaian seri. dan R3 dihubungkan secara seri maka arus yang mengalir pada R1. R2. .

atau kombinasi keduanya (seri-paralel). Namun apapun bentuk rangkaiannya semua mengikuti Hukum Ohm dan Hukum Kirchoff Resistors dapat dikatakan dalam rangkaian seri apabila mereka terangkai dalam satu garis lurus. RT rangkaian adalah merupakan penjumlahan dari setiap Resistor yang dihubungkan secara seri yakni: RT = R1 + R2 + R3 Dan dengan melihat konfigurasi seperti contoh diatas. yang menghubungkan titik A dan B: Rangkkaian Resistor Seri Sebagai resistor saling dihubungkan secara seri maka arus yang mengalirnya akan sama yang ditentukan oleh resistansi total. maka Rtotal dari rangkaian tersebut adalah: RT = R1 + R2 + R3 = 1kΩ + 2kΩ + 6kΩ = 9kΩ . sehingga Arus yang mengalir tidak ada jalan lain kecuali mengalir dari Resistor satu ke resistor kedua dan seterusnya. Contoh: IR1 = IR2 = IR3 = IAB = 1mA Berikut ini contoh Ranggkaian Resistor secara seri.V = I x RTotal RTotal = R1 + R2 + R3 I = V / RTotal V = VR1 + VR2 + VR3 V = (I x R1) + (I x R2) + (I x R3) V = I (R1 + R2 + R3) P=IxV PR1 = I x VR1 PR2 = I x VR2 PR3 = I x VR3 V = Tegangan dalam Volt (V) R = Resistansi dalam Ohm (Ω) I = Arus dalam Ampere (A) P = Daya dalam Watt (W) Resistor dalam rangkaian Seri Resistor dalam rangkaian Seri Resistor dapat dihubungkan bersama dalam rangkaian “seri” maupun parallel. Arus yang mengalir dalam ranggakai seri adalah sama.

Masing-masing cabang dalam rangkaian parallel adalah rangkaian individu.Dengan demikian maka ketiga Resistor tersebut dapat digantikan dengan sebuah Resistor senilai 9kΩ.. 2.B adalah merupakan jumlah perbedaan tegangan masing masing resistor yakni tegangan di R1. R2 dan R3. Rn etc. Resistor sering disebut sebagai pembagi tegangan. maka R totalnya adalah merupakan penjumlahan masing-masing resistornya. VAB = VR1 + VR2 + VR3 = 9V.. Jadi rumus untuk menghitung total voltage adalah merupakan jumlah masing masing tegangan yang terjadi pada resistor tersebut Vtotal = V1 + V2 + V3 + .. dan dengan menggunakan Hukum Ohm dengan maka tegangan.) . Berapapun Resistor yang dirangkaikan dalam rangkaian seri. Vn Oleh sebab itu dalam rangkaian seri. 3.. resistansi total (RT) dari dua atau lebih resistor yang dihubungkan bersama-sama secara seri akan selalu LEBIH BESAR daripada nilai resistor terbesar dalam rantai dan dalam contoh di atas RT = 9kΩ adalah nilai yang lebih besar dari nilai resistor terbesar ( 6kΩ) Tegangan masing-masing resistor dihubungkan secara seri berbeda.. tahanan total rangkaian mengecil. Dengan menggunakan hukum Ohm maka tegangan dimasing masing resistor dapat dihitung sebagai berikut: Tegangan di R1 = IR1 = 1mA x 1kΩ = 1V Tegangan di R2 = IR2 = 1mA x 2kΩ = 2V Tegangan di R3 = IR3 = 1mA x 6kΩ = 6V Memberikan Total voltage VAB of ( 1V + 2V + 6V ) = 9V yang mana sama dengan jumlah total voltage.. Namun untuk diingat bahwa Total tegangan antara kedua titik A. Adapun sifat susunan paralel yaitu: 1. Arus listrik yang melalui lampu 1 atau baterai 1 tidak melalui lampu 2 atau baterai 2.. Satu hal penting yang harus diingat tentang rangkaian resistor secara seri. Arus mengalir melalui satu cabang atau lebih. arus atau resistansi suatu rangkaian seri dapat dengan mudah diketahui/dihitung. Jika salah satu alat listrik dilepas atau rusak arus listrik akan tetap mengalir melalui cabang yang lain.. Arus masingmasing cabang adalah tergantung besar tahanan cabang. oleh karena itu arus total lebih besar. Tegangan pada masing-masing beban listrik sama dengan tegangan sumber pada ujungujung hambatan pengganti paralelnya. Sebagaian besar tahanan dirangkai dalam rangkaian parallel. Ciri-ciri rangkaian paralel yaitu: 1. (Tahanan total dari rangkaian parallel adalah lebih kecil dari tahanan yang terkecil dalam rangkaian. Persamaan Resistor Seri Rtotal = R1 + R2 + R3 + .

Salah satu kelebihannya adalah jika salah satu komponen dicabut atau rusak. Hambatan ini adalah lebih kecil daripada hambatan tiap-tiap resistor dari ketiga resistor yang dihubungkan secara paralel dalam rangkaian tersebut. Penempatan dua atau lebih resistor dalam susunan paralel. 5. di mana semua input komponen berasal dari sumber yang sama. selalu mengurangi besar hambatan pengganti pada rangkaian tersebut. resistansi total adalah sama dengan jumlah kebalikan tiap resistansi. arus akan terputus hanya pada rangkaian tahanan tersebut. dimana ada beberapa jalan berbeda yang dapat dialiri arus disebut juga sebagai rangkaian paralel.4. susunan paralel juga memiliki kelebihan tertentu dibandingkan susunan seri. . Rangkaian paralel adalah suaturangkaian listrik yang tersusun secara berderet. Pada susunan paralel arus listrik dari baterai dapat melalui setiap lampu. Dalam susunan paralel. sehingga arus memiliki tiga jalan yang berbeda untuk melewati tiap-tiap resistor. Hal ini lah yang mengakibatkanrangkaian paralel menghabiskan biaya yang lebih banyak di bandingkan dengan rangkaian seri. bahwa tiga buah resistor disusun secara paralel dan ujung-ujung ketiga resistor dihubungkan secara bersama-sama ke sumber tegangan. Kuat arus yang melewati hambatan pengganti paralel sama dengan jumlah kuat arus yang melalui tiap komponen. Gabungan antara rangkaian seri dan rangkaian paralel disebut rangkaian seri-paralel. Suatu rangkaian. Di bawah ini gambar dari susunan paralel : Dari gambar di atas dapat kita lihat. Jika terjadi salah satu cabang tahanan parallel terputus. Selain memiliki kelemahan. Rangkaian cabang yang lain tetap bekerja tanpa terganggu oleh rangkaian cabang yang terputus tersebut. maka komponen yang lain tetap berfungsi sebagaimana mestinya.

Sebab. Rumus dari rangkaian di atas adalah : . Apabila ada tiga buah komponen yang dirangkai secara seri maka tegangan dari satu komponen memberikan sisa tegangan yang dihasilkan sehingga proses ini dapat mengurangi pemakaian tegangan sehingga 3 komponen hanya terhitung pada 1 komponen saja. pertama-tama kita harus tahu bahwa arus total adalah jumlah arus yang melalui cabang. adapun kelemahan pada rangkaian ini adalah karena menurunkan fungsi dari komponen itu sendiri karena mendapat tegangan yang kurang. serta tidak memerlukan banya penghubung pada penyambungan jalur. dimana prinsip kerja rangkaian listrik paralel pada lampu lalu lintas tersebut menggunakan tiga buah lampu yang terhubung paralel antara satu lampu dengan yang lain. harus berbagi dengan komponen lain. rangkaian ini juga memiliki kelemahan. Kelebihan dari pemakaian susunan seri adalah lebih banyak menghemat daya yang dikeluarkan pada baterai. dan meningkatkan arus total karena beda potensial tidak berubah. Selain memiliki kelebihan. Rangkaian seri adalah rangkaian yang cara kerjannya membagi arus yang di hasilkan dari komponen lain. Rangkaian Serisering juga di gambarkan dalam posisi diagonal. gunanya adalah agar dapat memahami dalam pembacaan pada gambar. Contoh dari rangkaian listrik paralel dapat kita lihat pada lampu lalu lintas. Kelebihan lainnya yang di miliki susunan seri terdapat pada pengerjaan yang singkat. Selama ini kita banyak mengenal dua macam susunan dasar dari rangkaian listrik. cara penyusuan k buah resistor ini akan mempengaruhi nilai tahanan total yang kita peroleh. Jadi pengertian rangkaian listrik paralel bisa juga dikatakan sebagai rangkain berderet. dimana antara beban satu (lampu) dengan beban yang lain dipasang secara berjajar.Hambatan paralel tersebut menurun karena setiap resistor baru menambah jalur arus baru. Jika ada k buah tahanan (resistor) dengan nilai seragam sebesar R. yaitu susunan atau rangkaian seri dan rangkaian paralel. Untuk menghitung hambatan pengganti pada rangkaian paralel.

Ada dua cara dasar yang dapat digunakan untuk menghubungkan lebih dari dua komponen. Rangkaian Seri resistor dapat di hubungkan bersama dalam rangkaian “seri” maupun parallel. Dengan mendefinisikan karakteristik rangkaian seri bahwa hanya ada satu jalan bagi elektron untuk mengalir.Jumlah hambatan total rangkaian seri sama dengan jumlah hambatan tiap. (seharusnya dicatat bahwa label subskrip-angka kecil dari huruf kapital “R” tidak berhubungan dengan nilai resistor). Satu hal penting yang harus diingat tentang rangkaian resistor secara seri. Dalam rangkaian ini aliran . Resistors dapat dikatakan dalam seri apabila mereka terangkai dalam satu garis lurus.tiap komponen (resistor). sehingga Arus yang mengalir tidak ada jalan lain kecuali mengalir dari Resistor satu ke resistor kedua dan seterusnya. maka nilai total di kedua ujun grangkaian akan menjadi . Dan biasanya rangkaian yang ada terdiri dari lebih dua komponen yang terhubung secara bersama. Rangkaian yang terdiri dari satu sumber tegangan dan satu tahanan sangat mudah dianalisis. R2. tetapi dalam aplikasinya sering tidak ditemukan. Gambar 1 Rangkaian seri Pada Gambar 1 terdiri dari resistor yang ditandai dengan R1. yaitu secara seri dan paralel. Huruf-huruf tersebut hanya menandai dari resistor yang satu terhadap resistor yang lain. Namun apapun bentuk rangkaiannya semua mengikuti Hukum Ohm dan Hukum Kirchoff. resistansi total (RT) dari dua atau lebih resistor yang dihubungkan bersama-sama secara seri akan selalu lebih besar daripada nilai resistor terbesar dalam rantai dan dalam contoh di atas RT = 9kΩ adalah nilai yang lebih besar dari nilai resistor terbesar ( 6kΩ). R3 dan yang dihubungkan sepanjang jalur dari satu terminal baterai ke terminal yang lain. atau kombinasi keduanya (seri-paralel). Sedangkan jika tahanan tersebut disusun secara paralel.

3 dan 4 seluruhnya umum secara listrik. Ada satu jalan dari 8 ke 7 ke 1 dan kembali ke 8. Yang lain dari 8 ke 7 ke 6 ke 3 ke 2 ke 1 dan kembali ke 8. lihat tipe rangkaian yang lain yaitu rangkaian konfigurasi paralel : Gambar 2 Rangkaian paralel Lagi. yang dapat dilihat pada rangkaian kombinasi seri dan paralel berikut : Gambar 3 Rangkaian seri-paralel Dalam rangkaian ini terdapat dua loop bagi elektron untuk mengalir melalui pertama dari 6 ke 5 ke 2 ke 1 dan kembali ke 6. tentu kompleksitasnya tidak berhenti pada rangkaian seri dan paralel yang sederhana. R2. Sekarang. dan kedua dari 6 ke 5 ke 3 ke 2 ke 1 dan kembali ke 6 lagi. Perhatikan bagaimana . Dan. maka dapat dilihat bahwa titik 1.elektron dalam arah yang berlawanan dengan jarum jam. 6. Dan jalan yang ketiga dari 8 ke 7 ke 6 ke 5 ke 4 ke 3 ke 2 ke 1 dan kembali ke 8. ada tiga resistor pada Gambar 2. dari titik 4 ke titik 3 ke titik 2 ke titik 1 dan kembali ke 4. 7. R3 ) disebut cabang. Catat bahwa seluruh tahanan dan juga baterai terhubung antara dua set titik. Begitu juga 8. Masing-masing jalan (melalui R1. dan 5. tetapi kali ini resistor-resistor tersebut membentuk lebih dari satu jalan kontinu bagi elektron untuk mengalir. Defenisi karakteristik rangkaian paralel adalah bahwa seluruh komponen adalah terhubung antara set yang sama dari titik umum listrik. Dengan melihat diagram skematik. 2.

tetapi hanya satu tegangan yang melewati seluruh komponen. sebaliknya adalah bahwa seluruh komponen dihubungkan melewati ujung tahanan yang lain. Gambar 4 Hubungan seri Ide dasar hubungan paralel. tidak pernah ada lebih dari dua set titik umum listrik. Ada banyak jalan bagi elektron untuk mengalir. Dalam rangkaian paralel murni. Dalam konfigurasi ini dapat dilihat bahwa R2 dan R3adalah saling paralel. Ide dasar hubungan seri adalah komponen-komponen tersebut dihubungkan akhir dari tahanan untuk membentuk jalan tunggal bagi elektron untuk mengalir. . tidak masalah berapa banyak komponen yang berhubungan. sedangkan R1 seri dengan kombinasi paralel R2 dan R3. Gambar 5 Hubungan paralel Konfigurasi tahanan seri dan paralel memiliki sifat-sifat listrik yang berbeda.kedua jalan arus melalui R1 (dari titik 2 ke titik 1).

Perhatikan gambar di atas. . Khirchof mengemukakan berdasarkan dari hasil penelitiannya yaitu Jumlah arus listrik yang msauk pada suatu titik percabangan akan sama dengan jumlah arus yang keluar melalui titik percabangan . Nah bagaimana dengan resistor yang dirangkai secara seri dan paralel ? Tentunya resistor yang dirangakai dengan rangkaian seri dan paralel meiliki hambatan juga. Rangkaian ini tidak memiliki percabangan. Terlihat bahwa tegangan yang diukur berbeda pada setiap hambatannya. Secara sisitematis persamaannya dapat ditulis : Rangakaian Seri Rangkaian seri merupakan rangkaian yang disusun pada satu jalur rangkaian listrik.Resistor merupakan komponen listrik yang sifatnya menghambat arus listrik. Terlihat bahwa ada arus ( I ) yang masuk ke percabangan dan ada arus yang keluar dari percabangan. Hukum I Khirchof Perhatikan gambar di atas. Seperti pada gambar di bawah ini. Artinya jika besar hambatannya berbeda pada setiap hambatan maka tegangannyapun ikut berbeda. Besarnya hambatan tergantung dari kode warna atau angka yang tertera pada resistor tersebut. Maka secara sisitematis persamaannya akan menjadi : I1=I2=I3 Rangakaian Paralel Rangkaian Paralel merupakan rangkaian yang disusun secara sejajar dan memiliki percabangan pada rangkaian tersebut.Seperti gambar dibawah ini. Namun hambatannya berbeda sengan hambatang saat rangkaian dirangkai secara seri dan secara paralel. Namun Arus pada rangkaian ini sama pada masing-masing setiap hambantan dikarenakan tidak memiliki percabangan aliran listrik. Sebelum kita pelajari lebih lanjut ada baiknya kita memahami Hukum Khirchof terlebih dahulu.

sehingga akan mengurangi besarnya arus listrik yang mengalir pada rangkaian . Sehingga persamaannya dapat ditulis sebagai berikut V1=V2=V3 RANGKAIAN SERI PARALEL RESISTOR Posted on 10 Mei 2011 by kibogowonto 4 Votes 1. o Resistor dihubungkan secara Seri Resistor merupakan komponen elektronika yang bersifat menghambat arus listrik.Perhatikan gambar di atas.Rn. Menjelaskan prinsip dasar rangkaian seri dan paralel resistor. apabila beberapa resistor disusun secara seri atau berderet. Namun tegangan pada rangkaian ini sama. Seperti prinsip yang telah dijelaskan oleh Khirchof yang menyatakan bahwaumlah arus listrik yang msauk pada suatu titik percabangan akan sama dengan jumlah arus yang keluar melalui titik percabangan. . Dari peryataan tersebut didapat formula RTS (Resisto Total yang dihubung secara Seri) adalah RTS = R1 + R2 + R3 + ……. Terlihat bahwa arus pada rangkaian paralel berbeda pada tiap hambatan. maka tahanan semakin besar.

maka tahanan total semakin kecil.1 besarnya R1 .1 merupakan contoh rangkaian resistor yang dihubungkan secara paralel atau jajar. sehingga arus mengalir hanya pada satu jalur saja. 20 Ω. 1 / RTP = 6 / 60 + 3 / 60 + 2 / 60 sehingga. R2. Pada rangkain Paralel seperti pada rangkaian B. 1 / RTP = 11 / 60 kemudian dengan perkalian silang didapat. Dari peryataan tersebut didapat formula RTP (R Total yang dihubung secara Paralel) adalah: o Gambar B. 20 Ω. Resistor yang disusun secara paralel berfungsi untuk membagi arus listrik yang mengalir .Gambar A.1. carilah besarnya tahanan total Seri (RTS ) ? Jawab: RTS = R1 + R2 + R3 RTS = 10 + 20 + 30 = 60 Ω Resistor dihubungkan secara Paralel atau jajar Apabila beberapa resistor disusun secara paralel atau berjajar. Pada rangkain seri tidak terdapat titik cabang. . 30 Ω. Carilah besarnya tahanan total Paralelnya (RTP) Jawab: 1 / RTP = 1 / R1 + 1/ R2 + 1 / R3 1 / RTP = 1 / 10 + 1/ 20 + 1 / 30 kemudian samakan penyebutnya. Jika pada gambar A.1 Gambar A.1 Gambar B. 30 Ω.dan R3 adalah 10Ω. Jika besarnya R1 . Hal ini menyebakan nilai/besarnya arus pada titik manapun besarnya sama.1 merupakan contoh rangkaian resistor yang dihubungkan secara seri/deret. dan R3 adalah 10Ω. R2.

05 ohm 2. carilah besarnya tahanan total Seri (RTS ) .11RTP = 60. dan diberi sumber tegangan sebesar 12 V.4 A Pada rangkaian seri berlaku I = I1 = I2 . Hal ini menyebakan nilai/besarnya arus pada titik manapun besarnya sama. Pada rangkain seri tidak terdapat titik cabang. I = VS / RTS I = 12 / 30 I = 0. VR1 = I1. maka terlebih dahulu kita cara resistor totalnya (RTS) .1 merupakan contoh rangkaian resistor yang dihubungkan secara seri/deret. R2 = 20 Ω.4 x 10 =4V . VR1. R1 = 0. arus yang mengalir pada rangkaian dan tegangan pada masing-masing R? Jawab: Diketahui : R1 = 10Ω. I . kemudian cari nilai arus listrik yang mengalir. adalah 10Ω.dan R2. sehingga arus mengalir hanya pada satu jalur saja. Jika pada gambar C. maka RTP = = 3. dan VR2 Sesuai dengan Hukum Ohm besarnya arus yang mengalir adalah : I = V / R Karena pada rangkaian terdapat dua buah resistornya. dan 20 Ω. sehingga tegangan pada setiap R dapat dicari dengan menggunakan Hukum Kirchoff II tentang tegangan. VS = 12 V Dicari : RTS .1 Gambar C. yaitu RTS = R1 + R2 RTS = 10 + 20 = 30 Ω.1 besarnya R1 . Menjelaskan tentang arus dan tegangan pada rangkaian Seri dan Paralel resistor o Rangkaian seri resistor Gambar C.

VS = 12 V Dicari : RTP .1 VS = VR1 = VR2 Jika pada gambar D. I2 dan VR1.o Rangkaian paralel resistor Gambar D. maka terlebih dahulu kita cara resistor totalnya (RTp) . I. sehingga. kemudian samakan penyebutnya. adalah 10Ω. VR2 Sesuai dengan Hukum Ohm besarnya arus yang mengalir adalah : I = V / R Jawab : Karena pada rangkaian terdapat dua buah resistornya. Karena resistor bersifat menghambat arus listrik. I1. resistor (R1 & R2) terhubung secara paralel dengan tegangan sumber (VS). kemudian dengan perkalian silang didapat. yaitu 1 / RTP = 1 / R1 + 1/R2 1 / RTP = 1 / 10 + 1 / 20.1 besarnya R1 . dengan kondisi seperti ini menyebabkan tegangan pada resistor tersebut(VR1 & VR2) sama dengan tegangan sumbernya. Seperti terlihat pada gambar D.dan R2. dan 20 Ω. sangat bergantung dari besarnya nilai resistor/tahanannya. 1 / RTP = 2 / 20 + 1 / 20 . carilah besarnya tahanan total Paralel (RTP ) . maka pada cabang yang mempunya nilai resistornya yang besar.1. 1 / RTP = 3 / 20. Arus yang mengalir pada tiap cabang.1 merupakan contoh rangkaian resistor yang dihungkan secara Paralel / jajar. . arus listrik yang mengalir akan kecil. Gambar D. begitu juga sebaliknya. arus yang mengalir pada tiap cabangnya dan tegangan pada masing-masing R? Jawab: Diketahui : R1 = 10Ω. dan diberi sumber tegangan sebesar 12 V. R2 = 20 Ω.

kemudian cari arus listrik cabangnya (I1 dan I2) Diketahui VS = VR1 = VR2.67 ohm.3RTP = 20.2 A I2 = VR2 / R2 I2 = 12 / 20 = 0. maka I1 = VR1 / R1 I1 = 12 / 10 = 1.67 I = 1. maka RTP = 6.8A.6 A . kemudian cari arus listrik yang mengalir (I) I = VS / RTP I = 12 / 6.