Rangkaian Paralel Pada rangkaian seri, tegangan sangat tergantung pada hambatan, tetapi pada rangkaian bercabang tegangan

tidak dipengaruhi oleh hambatan/ resistor. Semua itu telah dikemukakan oleh hukum Kirchoff yang berbunyi “jumlah kuat arus listrik yang masuk sama dengan jumlah kuat arus listrik yang keluar”. Berdasarkan hukum Ohm dapat disimpulkan cara mengukur tegangan listrik adalah kuat arus dikali hambatan. Hambatan nilainya selalu sama karena tegangan sebanding dengan kuat arus. Tegangan memiliki satuan Volt (V) dan kuat arus adalah Ampere (A) serta hambatan adalah Ohm (Ω). Hukum Kichoff I : “ Secara Aljabar jumlah arus-arus cabang pada suatu titik pertemuan dalam rangkaian listrik selalu sama dengan nol “. Hukum kirchoff I ini disebut sebagai Hukum Kirchoff arus. (Wikipedia).

Itotal = V / Rtotal Rtotal + R1 // R2 // R3 (Rumus Paralel) I Total = I1 + I2 + I3 I Total – (I1 + I2 + I3) = 0 I Total = (V / R1) + (V / R2) + (V / R3) V = VR1 = VR2 = VR3 P=IxR PR1 = I1 x V PR2 = I2 x V PR3 = I3 x V I = Arus Listrik dalam Ampere (A) V = Tegangan Sumber dalam Volt (V) R = Resistansi dalam Ohm (Ω) P = Daya Listrik dalam Watt (W)

dan alat untuk mengukur daya listrik adalah Watt Meter.Tegangan listrik (kadang disebut sebagai Voltase) adalah perbedaan potensial listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik dan dinyatakan dalam satuan Volt. Daya listrik didefinisikan sebagai laju hantaran energi listrik dalam rangkaian listrik. R2. alat untuk mengukur tegangan listrik adalah Volt Meter. Di bawah ini adalah rumusrumus dasar pada rankaian seri. Besaran ini mengukur energi potensial dari sebuah medan listrik yang mengakibatkan adanya aliran listrik dalam sebuah konduktor listrik. Dalam rangkaian seri seperti ini berlakuHukum Ohm. I=Q/t t=Q/I Q=Ixt I = Arus listri dalam Ampere Q = Muatan Listrik dalam Coulomb t = Waktu dalam detik Rumus dasar pada rangkaian seri: Karena R1. . (Wikipedia) Alat untuk mengukur arus listrik adalah Ampere Meter. Satuan SI daya listrik adalah Watt yang menyatakan banyaknya tenaga listrik yang mengalir per satuan waktu (joule/detik). R2. dan R3 dihubungkan secara seri maka arus yang mengalir pada R1.Rangkaian Seri Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang disebabkan dari pergerakan elektron-elektron yang mengalir melalui suatu titik dalam rangkaian listrik setiap satuan waktu. sedangkan beda potensial (tegangan) setiap resistor berbeda sesuai dengan besar resistansi masing-masing. dan R2 adalah sama.

sehingga Arus yang mengalir tidak ada jalan lain kecuali mengalir dari Resistor satu ke resistor kedua dan seterusnya. Namun apapun bentuk rangkaiannya semua mengikuti Hukum Ohm dan Hukum Kirchoff Resistors dapat dikatakan dalam rangkaian seri apabila mereka terangkai dalam satu garis lurus. atau kombinasi keduanya (seri-paralel). yang menghubungkan titik A dan B: Rangkkaian Resistor Seri Sebagai resistor saling dihubungkan secara seri maka arus yang mengalirnya akan sama yang ditentukan oleh resistansi total. maka Rtotal dari rangkaian tersebut adalah: RT = R1 + R2 + R3 = 1kΩ + 2kΩ + 6kΩ = 9kΩ . Contoh: IR1 = IR2 = IR3 = IAB = 1mA Berikut ini contoh Ranggkaian Resistor secara seri.V = I x RTotal RTotal = R1 + R2 + R3 I = V / RTotal V = VR1 + VR2 + VR3 V = (I x R1) + (I x R2) + (I x R3) V = I (R1 + R2 + R3) P=IxV PR1 = I x VR1 PR2 = I x VR2 PR3 = I x VR3 V = Tegangan dalam Volt (V) R = Resistansi dalam Ohm (Ω) I = Arus dalam Ampere (A) P = Daya dalam Watt (W) Resistor dalam rangkaian Seri Resistor dalam rangkaian Seri Resistor dapat dihubungkan bersama dalam rangkaian “seri” maupun parallel. Arus yang mengalir dalam ranggakai seri adalah sama. RT rangkaian adalah merupakan penjumlahan dari setiap Resistor yang dihubungkan secara seri yakni: RT = R1 + R2 + R3 Dan dengan melihat konfigurasi seperti contoh diatas.

Dengan menggunakan hukum Ohm maka tegangan dimasing masing resistor dapat dihitung sebagai berikut: Tegangan di R1 = IR1 = 1mA x 1kΩ = 1V Tegangan di R2 = IR2 = 1mA x 2kΩ = 2V Tegangan di R3 = IR3 = 1mA x 6kΩ = 6V Memberikan Total voltage VAB of ( 1V + 2V + 6V ) = 9V yang mana sama dengan jumlah total voltage. 3. Resistor sering disebut sebagai pembagi tegangan. Vn Oleh sebab itu dalam rangkaian seri. VAB = VR1 + VR2 + VR3 = 9V. Tegangan pada masing-masing beban listrik sama dengan tegangan sumber pada ujungujung hambatan pengganti paralelnya.B adalah merupakan jumlah perbedaan tegangan masing masing resistor yakni tegangan di R1..Dengan demikian maka ketiga Resistor tersebut dapat digantikan dengan sebuah Resistor senilai 9kΩ. Arus listrik yang melalui lampu 1 atau baterai 1 tidak melalui lampu 2 atau baterai 2. Ciri-ciri rangkaian paralel yaitu: 1. Masing-masing cabang dalam rangkaian parallel adalah rangkaian individu. maka R totalnya adalah merupakan penjumlahan masing-masing resistornya. Persamaan Resistor Seri Rtotal = R1 + R2 + R3 + . Berapapun Resistor yang dirangkaikan dalam rangkaian seri. Namun untuk diingat bahwa Total tegangan antara kedua titik A. tahanan total rangkaian mengecil. Rn etc... 2. (Tahanan total dari rangkaian parallel adalah lebih kecil dari tahanan yang terkecil dalam rangkaian. Jika salah satu alat listrik dilepas atau rusak arus listrik akan tetap mengalir melalui cabang yang lain. Satu hal penting yang harus diingat tentang rangkaian resistor secara seri. arus atau resistansi suatu rangkaian seri dapat dengan mudah diketahui/dihitung. R2 dan R3. Adapun sifat susunan paralel yaitu: 1.) ... Arus mengalir melalui satu cabang atau lebih. Sebagaian besar tahanan dirangkai dalam rangkaian parallel... oleh karena itu arus total lebih besar. Jadi rumus untuk menghitung total voltage adalah merupakan jumlah masing masing tegangan yang terjadi pada resistor tersebut Vtotal = V1 + V2 + V3 + . dan dengan menggunakan Hukum Ohm dengan maka tegangan.. Arus masingmasing cabang adalah tergantung besar tahanan cabang. resistansi total (RT) dari dua atau lebih resistor yang dihubungkan bersama-sama secara seri akan selalu LEBIH BESAR daripada nilai resistor terbesar dalam rantai dan dalam contoh di atas RT = 9kΩ adalah nilai yang lebih besar dari nilai resistor terbesar ( 6kΩ) Tegangan masing-masing resistor dihubungkan secara seri berbeda.

Salah satu kelebihannya adalah jika salah satu komponen dicabut atau rusak. Hambatan ini adalah lebih kecil daripada hambatan tiap-tiap resistor dari ketiga resistor yang dihubungkan secara paralel dalam rangkaian tersebut. Pada susunan paralel arus listrik dari baterai dapat melalui setiap lampu. Jika terjadi salah satu cabang tahanan parallel terputus. Selain memiliki kelemahan. di mana semua input komponen berasal dari sumber yang sama. dimana ada beberapa jalan berbeda yang dapat dialiri arus disebut juga sebagai rangkaian paralel. bahwa tiga buah resistor disusun secara paralel dan ujung-ujung ketiga resistor dihubungkan secara bersama-sama ke sumber tegangan. Gabungan antara rangkaian seri dan rangkaian paralel disebut rangkaian seri-paralel. Suatu rangkaian. sehingga arus memiliki tiga jalan yang berbeda untuk melewati tiap-tiap resistor.4. selalu mengurangi besar hambatan pengganti pada rangkaian tersebut. Penempatan dua atau lebih resistor dalam susunan paralel. Hal ini lah yang mengakibatkanrangkaian paralel menghabiskan biaya yang lebih banyak di bandingkan dengan rangkaian seri. Di bawah ini gambar dari susunan paralel : Dari gambar di atas dapat kita lihat. Kuat arus yang melewati hambatan pengganti paralel sama dengan jumlah kuat arus yang melalui tiap komponen. Dalam susunan paralel. susunan paralel juga memiliki kelebihan tertentu dibandingkan susunan seri. resistansi total adalah sama dengan jumlah kebalikan tiap resistansi. . maka komponen yang lain tetap berfungsi sebagaimana mestinya. 5. Rangkaian paralel adalah suaturangkaian listrik yang tersusun secara berderet. Rangkaian cabang yang lain tetap bekerja tanpa terganggu oleh rangkaian cabang yang terputus tersebut. arus akan terputus hanya pada rangkaian tahanan tersebut.

Apabila ada tiga buah komponen yang dirangkai secara seri maka tegangan dari satu komponen memberikan sisa tegangan yang dihasilkan sehingga proses ini dapat mengurangi pemakaian tegangan sehingga 3 komponen hanya terhitung pada 1 komponen saja. Selama ini kita banyak mengenal dua macam susunan dasar dari rangkaian listrik. Jika ada k buah tahanan (resistor) dengan nilai seragam sebesar R. pertama-tama kita harus tahu bahwa arus total adalah jumlah arus yang melalui cabang.Hambatan paralel tersebut menurun karena setiap resistor baru menambah jalur arus baru. Rangkaian Serisering juga di gambarkan dalam posisi diagonal. Kelebihan dari pemakaian susunan seri adalah lebih banyak menghemat daya yang dikeluarkan pada baterai. harus berbagi dengan komponen lain. serta tidak memerlukan banya penghubung pada penyambungan jalur. Sebab. Rumus dari rangkaian di atas adalah : . Contoh dari rangkaian listrik paralel dapat kita lihat pada lampu lalu lintas. Jadi pengertian rangkaian listrik paralel bisa juga dikatakan sebagai rangkain berderet. adapun kelemahan pada rangkaian ini adalah karena menurunkan fungsi dari komponen itu sendiri karena mendapat tegangan yang kurang. gunanya adalah agar dapat memahami dalam pembacaan pada gambar. Rangkaian seri adalah rangkaian yang cara kerjannya membagi arus yang di hasilkan dari komponen lain. dimana antara beban satu (lampu) dengan beban yang lain dipasang secara berjajar. Untuk menghitung hambatan pengganti pada rangkaian paralel. dan meningkatkan arus total karena beda potensial tidak berubah. rangkaian ini juga memiliki kelemahan. yaitu susunan atau rangkaian seri dan rangkaian paralel. dimana prinsip kerja rangkaian listrik paralel pada lampu lalu lintas tersebut menggunakan tiga buah lampu yang terhubung paralel antara satu lampu dengan yang lain. cara penyusuan k buah resistor ini akan mempengaruhi nilai tahanan total yang kita peroleh. Selain memiliki kelebihan. Kelebihan lainnya yang di miliki susunan seri terdapat pada pengerjaan yang singkat.

tetapi dalam aplikasinya sering tidak ditemukan. sehingga Arus yang mengalir tidak ada jalan lain kecuali mengalir dari Resistor satu ke resistor kedua dan seterusnya. Satu hal penting yang harus diingat tentang rangkaian resistor secara seri. Rangkaian Seri resistor dapat di hubungkan bersama dalam rangkaian “seri” maupun parallel. resistansi total (RT) dari dua atau lebih resistor yang dihubungkan bersama-sama secara seri akan selalu lebih besar daripada nilai resistor terbesar dalam rantai dan dalam contoh di atas RT = 9kΩ adalah nilai yang lebih besar dari nilai resistor terbesar ( 6kΩ). maka nilai total di kedua ujun grangkaian akan menjadi . Dalam rangkaian ini aliran . Dengan mendefinisikan karakteristik rangkaian seri bahwa hanya ada satu jalan bagi elektron untuk mengalir. Namun apapun bentuk rangkaiannya semua mengikuti Hukum Ohm dan Hukum Kirchoff. Huruf-huruf tersebut hanya menandai dari resistor yang satu terhadap resistor yang lain. Gambar 1 Rangkaian seri Pada Gambar 1 terdiri dari resistor yang ditandai dengan R1. atau kombinasi keduanya (seri-paralel). Dan biasanya rangkaian yang ada terdiri dari lebih dua komponen yang terhubung secara bersama. R3 dan yang dihubungkan sepanjang jalur dari satu terminal baterai ke terminal yang lain. (seharusnya dicatat bahwa label subskrip-angka kecil dari huruf kapital “R” tidak berhubungan dengan nilai resistor). Ada dua cara dasar yang dapat digunakan untuk menghubungkan lebih dari dua komponen. Sedangkan jika tahanan tersebut disusun secara paralel. yaitu secara seri dan paralel.tiap komponen (resistor).Jumlah hambatan total rangkaian seri sama dengan jumlah hambatan tiap. Rangkaian yang terdiri dari satu sumber tegangan dan satu tahanan sangat mudah dianalisis. Resistors dapat dikatakan dalam seri apabila mereka terangkai dalam satu garis lurus. R2.

Begitu juga 8. 6. 2.elektron dalam arah yang berlawanan dengan jarum jam. dan kedua dari 6 ke 5 ke 3 ke 2 ke 1 dan kembali ke 6 lagi. Yang lain dari 8 ke 7 ke 6 ke 3 ke 2 ke 1 dan kembali ke 8. dan 5. Sekarang. Perhatikan bagaimana . R2. lihat tipe rangkaian yang lain yaitu rangkaian konfigurasi paralel : Gambar 2 Rangkaian paralel Lagi. Defenisi karakteristik rangkaian paralel adalah bahwa seluruh komponen adalah terhubung antara set yang sama dari titik umum listrik. Ada satu jalan dari 8 ke 7 ke 1 dan kembali ke 8. Dan. 7. R3 ) disebut cabang. ada tiga resistor pada Gambar 2. dari titik 4 ke titik 3 ke titik 2 ke titik 1 dan kembali ke 4. tentu kompleksitasnya tidak berhenti pada rangkaian seri dan paralel yang sederhana. 3 dan 4 seluruhnya umum secara listrik. tetapi kali ini resistor-resistor tersebut membentuk lebih dari satu jalan kontinu bagi elektron untuk mengalir. yang dapat dilihat pada rangkaian kombinasi seri dan paralel berikut : Gambar 3 Rangkaian seri-paralel Dalam rangkaian ini terdapat dua loop bagi elektron untuk mengalir melalui pertama dari 6 ke 5 ke 2 ke 1 dan kembali ke 6. Dan jalan yang ketiga dari 8 ke 7 ke 6 ke 5 ke 4 ke 3 ke 2 ke 1 dan kembali ke 8. Catat bahwa seluruh tahanan dan juga baterai terhubung antara dua set titik. Dengan melihat diagram skematik. Masing-masing jalan (melalui R1. maka dapat dilihat bahwa titik 1.

. Ada banyak jalan bagi elektron untuk mengalir. Gambar 4 Hubungan seri Ide dasar hubungan paralel. tetapi hanya satu tegangan yang melewati seluruh komponen. Dalam rangkaian paralel murni. sebaliknya adalah bahwa seluruh komponen dihubungkan melewati ujung tahanan yang lain. Ide dasar hubungan seri adalah komponen-komponen tersebut dihubungkan akhir dari tahanan untuk membentuk jalan tunggal bagi elektron untuk mengalir.kedua jalan arus melalui R1 (dari titik 2 ke titik 1). tidak masalah berapa banyak komponen yang berhubungan. Gambar 5 Hubungan paralel Konfigurasi tahanan seri dan paralel memiliki sifat-sifat listrik yang berbeda. sedangkan R1 seri dengan kombinasi paralel R2 dan R3. tidak pernah ada lebih dari dua set titik umum listrik. Dalam konfigurasi ini dapat dilihat bahwa R2 dan R3adalah saling paralel.

Khirchof mengemukakan berdasarkan dari hasil penelitiannya yaitu Jumlah arus listrik yang msauk pada suatu titik percabangan akan sama dengan jumlah arus yang keluar melalui titik percabangan . Perhatikan gambar di atas.Seperti gambar dibawah ini. Terlihat bahwa ada arus ( I ) yang masuk ke percabangan dan ada arus yang keluar dari percabangan. Besarnya hambatan tergantung dari kode warna atau angka yang tertera pada resistor tersebut. Secara sisitematis persamaannya dapat ditulis : Rangakaian Seri Rangkaian seri merupakan rangkaian yang disusun pada satu jalur rangkaian listrik. Artinya jika besar hambatannya berbeda pada setiap hambatan maka tegangannyapun ikut berbeda. Nah bagaimana dengan resistor yang dirangkai secara seri dan paralel ? Tentunya resistor yang dirangakai dengan rangkaian seri dan paralel meiliki hambatan juga. Sebelum kita pelajari lebih lanjut ada baiknya kita memahami Hukum Khirchof terlebih dahulu. Terlihat bahwa tegangan yang diukur berbeda pada setiap hambatannya. Maka secara sisitematis persamaannya akan menjadi : I1=I2=I3 Rangakaian Paralel Rangkaian Paralel merupakan rangkaian yang disusun secara sejajar dan memiliki percabangan pada rangkaian tersebut. Namun hambatannya berbeda sengan hambatang saat rangkaian dirangkai secara seri dan secara paralel. Hukum I Khirchof Perhatikan gambar di atas. . Rangkaian ini tidak memiliki percabangan. Seperti pada gambar di bawah ini.Resistor merupakan komponen listrik yang sifatnya menghambat arus listrik. Namun Arus pada rangkaian ini sama pada masing-masing setiap hambantan dikarenakan tidak memiliki percabangan aliran listrik.

o Resistor dihubungkan secara Seri Resistor merupakan komponen elektronika yang bersifat menghambat arus listrik. maka tahanan semakin besar. Menjelaskan prinsip dasar rangkaian seri dan paralel resistor. Sehingga persamaannya dapat ditulis sebagai berikut V1=V2=V3 RANGKAIAN SERI PARALEL RESISTOR Posted on 10 Mei 2011 by kibogowonto 4 Votes 1. Namun tegangan pada rangkaian ini sama.Perhatikan gambar di atas. Seperti prinsip yang telah dijelaskan oleh Khirchof yang menyatakan bahwaumlah arus listrik yang msauk pada suatu titik percabangan akan sama dengan jumlah arus yang keluar melalui titik percabangan. Dari peryataan tersebut didapat formula RTS (Resisto Total yang dihubung secara Seri) adalah RTS = R1 + R2 + R3 + ……. sehingga akan mengurangi besarnya arus listrik yang mengalir pada rangkaian . apabila beberapa resistor disusun secara seri atau berderet. Terlihat bahwa arus pada rangkaian paralel berbeda pada tiap hambatan. .Rn.

1 merupakan contoh rangkaian resistor yang dihubungkan secara paralel atau jajar. Dari peryataan tersebut didapat formula RTP (R Total yang dihubung secara Paralel) adalah: o Gambar B.1 Gambar B. Hal ini menyebakan nilai/besarnya arus pada titik manapun besarnya sama.1. R2. Pada rangkain Paralel seperti pada rangkaian B. Pada rangkain seri tidak terdapat titik cabang. Jika pada gambar A.Gambar A. dan R3 adalah 10Ω. maka tahanan total semakin kecil.1 besarnya R1 . 20 Ω. carilah besarnya tahanan total Seri (RTS ) ? Jawab: RTS = R1 + R2 + R3 RTS = 10 + 20 + 30 = 60 Ω Resistor dihubungkan secara Paralel atau jajar Apabila beberapa resistor disusun secara paralel atau berjajar.1 Gambar A. . 20 Ω. Resistor yang disusun secara paralel berfungsi untuk membagi arus listrik yang mengalir . 1 / RTP = 11 / 60 kemudian dengan perkalian silang didapat. Carilah besarnya tahanan total Paralelnya (RTP) Jawab: 1 / RTP = 1 / R1 + 1/ R2 + 1 / R3 1 / RTP = 1 / 10 + 1/ 20 + 1 / 30 kemudian samakan penyebutnya. 1 / RTP = 6 / 60 + 3 / 60 + 2 / 60 sehingga.1 merupakan contoh rangkaian resistor yang dihubungkan secara seri/deret. Jika besarnya R1 .dan R3 adalah 10Ω. 30 Ω. R2. sehingga arus mengalir hanya pada satu jalur saja. 30 Ω.

4 A Pada rangkaian seri berlaku I = I1 = I2 . Hal ini menyebakan nilai/besarnya arus pada titik manapun besarnya sama. sehingga tegangan pada setiap R dapat dicari dengan menggunakan Hukum Kirchoff II tentang tegangan. sehingga arus mengalir hanya pada satu jalur saja. Menjelaskan tentang arus dan tegangan pada rangkaian Seri dan Paralel resistor o Rangkaian seri resistor Gambar C. dan 20 Ω. VR1. arus yang mengalir pada rangkaian dan tegangan pada masing-masing R? Jawab: Diketahui : R1 = 10Ω. carilah besarnya tahanan total Seri (RTS ) . adalah 10Ω. R2 = 20 Ω. dan VR2 Sesuai dengan Hukum Ohm besarnya arus yang mengalir adalah : I = V / R Karena pada rangkaian terdapat dua buah resistornya. kemudian cari nilai arus listrik yang mengalir. maka RTP = = 3. VR1 = I1. I .1 besarnya R1 .11RTP = 60.05 ohm 2.dan R2. Pada rangkain seri tidak terdapat titik cabang. VS = 12 V Dicari : RTS . maka terlebih dahulu kita cara resistor totalnya (RTS) .1 merupakan contoh rangkaian resistor yang dihubungkan secara seri/deret. yaitu RTS = R1 + R2 RTS = 10 + 20 = 30 Ω. dan diberi sumber tegangan sebesar 12 V.4 x 10 =4V .1 Gambar C. I = VS / RTS I = 12 / 30 I = 0. R1 = 0. Jika pada gambar C.

R2 = 20 Ω. VR2 Sesuai dengan Hukum Ohm besarnya arus yang mengalir adalah : I = V / R Jawab : Karena pada rangkaian terdapat dua buah resistornya. maka pada cabang yang mempunya nilai resistornya yang besar.1. dan diberi sumber tegangan sebesar 12 V. 1 / RTP = 2 / 20 + 1 / 20 . I2 dan VR1. Gambar D. Seperti terlihat pada gambar D. VS = 12 V Dicari : RTP .1 merupakan contoh rangkaian resistor yang dihungkan secara Paralel / jajar. sehingga. arus yang mengalir pada tiap cabangnya dan tegangan pada masing-masing R? Jawab: Diketahui : R1 = 10Ω. dan 20 Ω. kemudian samakan penyebutnya. I1. sangat bergantung dari besarnya nilai resistor/tahanannya.dan R2. dengan kondisi seperti ini menyebabkan tegangan pada resistor tersebut(VR1 & VR2) sama dengan tegangan sumbernya. Arus yang mengalir pada tiap cabang. maka terlebih dahulu kita cara resistor totalnya (RTp) . I.1 VS = VR1 = VR2 Jika pada gambar D. yaitu 1 / RTP = 1 / R1 + 1/R2 1 / RTP = 1 / 10 + 1 / 20. adalah 10Ω. resistor (R1 & R2) terhubung secara paralel dengan tegangan sumber (VS). begitu juga sebaliknya. 1 / RTP = 3 / 20. arus listrik yang mengalir akan kecil.1 besarnya R1 . carilah besarnya tahanan total Paralel (RTP ) . kemudian dengan perkalian silang didapat.o Rangkaian paralel resistor Gambar D. . Karena resistor bersifat menghambat arus listrik.

6 A . kemudian cari arus listrik yang mengalir (I) I = VS / RTP I = 12 / 6.67 I = 1.3RTP = 20.8A.2 A I2 = VR2 / R2 I2 = 12 / 20 = 0.67 ohm. kemudian cari arus listrik cabangnya (I1 dan I2) Diketahui VS = VR1 = VR2. maka I1 = VR1 / R1 I1 = 12 / 10 = 1. maka RTP = 6.