P. 1
Rangkaian Seri Dan Paralel

Rangkaian Seri Dan Paralel

|Views: 2,282|Likes:
Published by Arlita Kusuma Dewi

More info:

Published by: Arlita Kusuma Dewi on May 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/01/2014

pdf

text

original

Rangkaian Paralel Pada rangkaian seri, tegangan sangat tergantung pada hambatan, tetapi pada rangkaian bercabang tegangan

tidak dipengaruhi oleh hambatan/ resistor. Semua itu telah dikemukakan oleh hukum Kirchoff yang berbunyi “jumlah kuat arus listrik yang masuk sama dengan jumlah kuat arus listrik yang keluar”. Berdasarkan hukum Ohm dapat disimpulkan cara mengukur tegangan listrik adalah kuat arus dikali hambatan. Hambatan nilainya selalu sama karena tegangan sebanding dengan kuat arus. Tegangan memiliki satuan Volt (V) dan kuat arus adalah Ampere (A) serta hambatan adalah Ohm (Ω). Hukum Kichoff I : “ Secara Aljabar jumlah arus-arus cabang pada suatu titik pertemuan dalam rangkaian listrik selalu sama dengan nol “. Hukum kirchoff I ini disebut sebagai Hukum Kirchoff arus. (Wikipedia).

Itotal = V / Rtotal Rtotal + R1 // R2 // R3 (Rumus Paralel) I Total = I1 + I2 + I3 I Total – (I1 + I2 + I3) = 0 I Total = (V / R1) + (V / R2) + (V / R3) V = VR1 = VR2 = VR3 P=IxR PR1 = I1 x V PR2 = I2 x V PR3 = I3 x V I = Arus Listrik dalam Ampere (A) V = Tegangan Sumber dalam Volt (V) R = Resistansi dalam Ohm (Ω) P = Daya Listrik dalam Watt (W)

R2. Dalam rangkaian seri seperti ini berlakuHukum Ohm. Satuan SI daya listrik adalah Watt yang menyatakan banyaknya tenaga listrik yang mengalir per satuan waktu (joule/detik). Di bawah ini adalah rumusrumus dasar pada rankaian seri. (Wikipedia) Alat untuk mengukur arus listrik adalah Ampere Meter. dan R2 adalah sama. Daya listrik didefinisikan sebagai laju hantaran energi listrik dalam rangkaian listrik. dan alat untuk mengukur daya listrik adalah Watt Meter. Besaran ini mengukur energi potensial dari sebuah medan listrik yang mengakibatkan adanya aliran listrik dalam sebuah konduktor listrik.Rangkaian Seri Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang disebabkan dari pergerakan elektron-elektron yang mengalir melalui suatu titik dalam rangkaian listrik setiap satuan waktu. . I=Q/t t=Q/I Q=Ixt I = Arus listri dalam Ampere Q = Muatan Listrik dalam Coulomb t = Waktu dalam detik Rumus dasar pada rangkaian seri: Karena R1. dan R3 dihubungkan secara seri maka arus yang mengalir pada R1. alat untuk mengukur tegangan listrik adalah Volt Meter. R2. sedangkan beda potensial (tegangan) setiap resistor berbeda sesuai dengan besar resistansi masing-masing.Tegangan listrik (kadang disebut sebagai Voltase) adalah perbedaan potensial listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik dan dinyatakan dalam satuan Volt.

RT rangkaian adalah merupakan penjumlahan dari setiap Resistor yang dihubungkan secara seri yakni: RT = R1 + R2 + R3 Dan dengan melihat konfigurasi seperti contoh diatas. Namun apapun bentuk rangkaiannya semua mengikuti Hukum Ohm dan Hukum Kirchoff Resistors dapat dikatakan dalam rangkaian seri apabila mereka terangkai dalam satu garis lurus. Contoh: IR1 = IR2 = IR3 = IAB = 1mA Berikut ini contoh Ranggkaian Resistor secara seri. atau kombinasi keduanya (seri-paralel). maka Rtotal dari rangkaian tersebut adalah: RT = R1 + R2 + R3 = 1kΩ + 2kΩ + 6kΩ = 9kΩ . yang menghubungkan titik A dan B: Rangkkaian Resistor Seri Sebagai resistor saling dihubungkan secara seri maka arus yang mengalirnya akan sama yang ditentukan oleh resistansi total. Arus yang mengalir dalam ranggakai seri adalah sama.V = I x RTotal RTotal = R1 + R2 + R3 I = V / RTotal V = VR1 + VR2 + VR3 V = (I x R1) + (I x R2) + (I x R3) V = I (R1 + R2 + R3) P=IxV PR1 = I x VR1 PR2 = I x VR2 PR3 = I x VR3 V = Tegangan dalam Volt (V) R = Resistansi dalam Ohm (Ω) I = Arus dalam Ampere (A) P = Daya dalam Watt (W) Resistor dalam rangkaian Seri Resistor dalam rangkaian Seri Resistor dapat dihubungkan bersama dalam rangkaian “seri” maupun parallel. sehingga Arus yang mengalir tidak ada jalan lain kecuali mengalir dari Resistor satu ke resistor kedua dan seterusnya.

Sebagaian besar tahanan dirangkai dalam rangkaian parallel. Vn Oleh sebab itu dalam rangkaian seri.. tahanan total rangkaian mengecil. Arus listrik yang melalui lampu 1 atau baterai 1 tidak melalui lampu 2 atau baterai 2. R2 dan R3.Dengan demikian maka ketiga Resistor tersebut dapat digantikan dengan sebuah Resistor senilai 9kΩ. Resistor sering disebut sebagai pembagi tegangan. Dengan menggunakan hukum Ohm maka tegangan dimasing masing resistor dapat dihitung sebagai berikut: Tegangan di R1 = IR1 = 1mA x 1kΩ = 1V Tegangan di R2 = IR2 = 1mA x 2kΩ = 2V Tegangan di R3 = IR3 = 1mA x 6kΩ = 6V Memberikan Total voltage VAB of ( 1V + 2V + 6V ) = 9V yang mana sama dengan jumlah total voltage. Masing-masing cabang dalam rangkaian parallel adalah rangkaian individu. Arus mengalir melalui satu cabang atau lebih. maka R totalnya adalah merupakan penjumlahan masing-masing resistornya. oleh karena itu arus total lebih besar. dan dengan menggunakan Hukum Ohm dengan maka tegangan..) . Arus masingmasing cabang adalah tergantung besar tahanan cabang. Namun untuk diingat bahwa Total tegangan antara kedua titik A. Rn etc. Jika salah satu alat listrik dilepas atau rusak arus listrik akan tetap mengalir melalui cabang yang lain. Ciri-ciri rangkaian paralel yaitu: 1.. arus atau resistansi suatu rangkaian seri dapat dengan mudah diketahui/dihitung. Jadi rumus untuk menghitung total voltage adalah merupakan jumlah masing masing tegangan yang terjadi pada resistor tersebut Vtotal = V1 + V2 + V3 + .. Berapapun Resistor yang dirangkaikan dalam rangkaian seri. (Tahanan total dari rangkaian parallel adalah lebih kecil dari tahanan yang terkecil dalam rangkaian. Tegangan pada masing-masing beban listrik sama dengan tegangan sumber pada ujungujung hambatan pengganti paralelnya.. Persamaan Resistor Seri Rtotal = R1 + R2 + R3 + .. Satu hal penting yang harus diingat tentang rangkaian resistor secara seri. VAB = VR1 + VR2 + VR3 = 9V. Adapun sifat susunan paralel yaitu: 1.. 3..B adalah merupakan jumlah perbedaan tegangan masing masing resistor yakni tegangan di R1. resistansi total (RT) dari dua atau lebih resistor yang dihubungkan bersama-sama secara seri akan selalu LEBIH BESAR daripada nilai resistor terbesar dalam rantai dan dalam contoh di atas RT = 9kΩ adalah nilai yang lebih besar dari nilai resistor terbesar ( 6kΩ) Tegangan masing-masing resistor dihubungkan secara seri berbeda. 2.

maka komponen yang lain tetap berfungsi sebagaimana mestinya. sehingga arus memiliki tiga jalan yang berbeda untuk melewati tiap-tiap resistor. arus akan terputus hanya pada rangkaian tahanan tersebut. Jika terjadi salah satu cabang tahanan parallel terputus. Rangkaian paralel adalah suaturangkaian listrik yang tersusun secara berderet. Rangkaian cabang yang lain tetap bekerja tanpa terganggu oleh rangkaian cabang yang terputus tersebut. Salah satu kelebihannya adalah jika salah satu komponen dicabut atau rusak. susunan paralel juga memiliki kelebihan tertentu dibandingkan susunan seri. Di bawah ini gambar dari susunan paralel : Dari gambar di atas dapat kita lihat. . resistansi total adalah sama dengan jumlah kebalikan tiap resistansi. Dalam susunan paralel. Selain memiliki kelemahan. dimana ada beberapa jalan berbeda yang dapat dialiri arus disebut juga sebagai rangkaian paralel. Pada susunan paralel arus listrik dari baterai dapat melalui setiap lampu. selalu mengurangi besar hambatan pengganti pada rangkaian tersebut. Hal ini lah yang mengakibatkanrangkaian paralel menghabiskan biaya yang lebih banyak di bandingkan dengan rangkaian seri. Suatu rangkaian. 5. Gabungan antara rangkaian seri dan rangkaian paralel disebut rangkaian seri-paralel. di mana semua input komponen berasal dari sumber yang sama. Hambatan ini adalah lebih kecil daripada hambatan tiap-tiap resistor dari ketiga resistor yang dihubungkan secara paralel dalam rangkaian tersebut. Kuat arus yang melewati hambatan pengganti paralel sama dengan jumlah kuat arus yang melalui tiap komponen.4. bahwa tiga buah resistor disusun secara paralel dan ujung-ujung ketiga resistor dihubungkan secara bersama-sama ke sumber tegangan. Penempatan dua atau lebih resistor dalam susunan paralel.

cara penyusuan k buah resistor ini akan mempengaruhi nilai tahanan total yang kita peroleh. dimana prinsip kerja rangkaian listrik paralel pada lampu lalu lintas tersebut menggunakan tiga buah lampu yang terhubung paralel antara satu lampu dengan yang lain. Rangkaian Serisering juga di gambarkan dalam posisi diagonal. yaitu susunan atau rangkaian seri dan rangkaian paralel. Selain memiliki kelebihan. rangkaian ini juga memiliki kelemahan. pertama-tama kita harus tahu bahwa arus total adalah jumlah arus yang melalui cabang. serta tidak memerlukan banya penghubung pada penyambungan jalur. Apabila ada tiga buah komponen yang dirangkai secara seri maka tegangan dari satu komponen memberikan sisa tegangan yang dihasilkan sehingga proses ini dapat mengurangi pemakaian tegangan sehingga 3 komponen hanya terhitung pada 1 komponen saja. Kelebihan dari pemakaian susunan seri adalah lebih banyak menghemat daya yang dikeluarkan pada baterai. Contoh dari rangkaian listrik paralel dapat kita lihat pada lampu lalu lintas. Untuk menghitung hambatan pengganti pada rangkaian paralel. Rumus dari rangkaian di atas adalah : . Sebab. harus berbagi dengan komponen lain. Rangkaian seri adalah rangkaian yang cara kerjannya membagi arus yang di hasilkan dari komponen lain. Selama ini kita banyak mengenal dua macam susunan dasar dari rangkaian listrik. dan meningkatkan arus total karena beda potensial tidak berubah. Kelebihan lainnya yang di miliki susunan seri terdapat pada pengerjaan yang singkat. dimana antara beban satu (lampu) dengan beban yang lain dipasang secara berjajar.Hambatan paralel tersebut menurun karena setiap resistor baru menambah jalur arus baru. Jika ada k buah tahanan (resistor) dengan nilai seragam sebesar R. adapun kelemahan pada rangkaian ini adalah karena menurunkan fungsi dari komponen itu sendiri karena mendapat tegangan yang kurang. Jadi pengertian rangkaian listrik paralel bisa juga dikatakan sebagai rangkain berderet. gunanya adalah agar dapat memahami dalam pembacaan pada gambar.

R3 dan yang dihubungkan sepanjang jalur dari satu terminal baterai ke terminal yang lain. Dalam rangkaian ini aliran . sehingga Arus yang mengalir tidak ada jalan lain kecuali mengalir dari Resistor satu ke resistor kedua dan seterusnya. resistansi total (RT) dari dua atau lebih resistor yang dihubungkan bersama-sama secara seri akan selalu lebih besar daripada nilai resistor terbesar dalam rantai dan dalam contoh di atas RT = 9kΩ adalah nilai yang lebih besar dari nilai resistor terbesar ( 6kΩ). Ada dua cara dasar yang dapat digunakan untuk menghubungkan lebih dari dua komponen. Rangkaian Seri resistor dapat di hubungkan bersama dalam rangkaian “seri” maupun parallel. Rangkaian yang terdiri dari satu sumber tegangan dan satu tahanan sangat mudah dianalisis.tiap komponen (resistor). Dengan mendefinisikan karakteristik rangkaian seri bahwa hanya ada satu jalan bagi elektron untuk mengalir. tetapi dalam aplikasinya sering tidak ditemukan. Resistors dapat dikatakan dalam seri apabila mereka terangkai dalam satu garis lurus. maka nilai total di kedua ujun grangkaian akan menjadi . Gambar 1 Rangkaian seri Pada Gambar 1 terdiri dari resistor yang ditandai dengan R1. (seharusnya dicatat bahwa label subskrip-angka kecil dari huruf kapital “R” tidak berhubungan dengan nilai resistor). Huruf-huruf tersebut hanya menandai dari resistor yang satu terhadap resistor yang lain. atau kombinasi keduanya (seri-paralel). Namun apapun bentuk rangkaiannya semua mengikuti Hukum Ohm dan Hukum Kirchoff. Dan biasanya rangkaian yang ada terdiri dari lebih dua komponen yang terhubung secara bersama. R2.Jumlah hambatan total rangkaian seri sama dengan jumlah hambatan tiap. yaitu secara seri dan paralel. Sedangkan jika tahanan tersebut disusun secara paralel. Satu hal penting yang harus diingat tentang rangkaian resistor secara seri.

Ada satu jalan dari 8 ke 7 ke 1 dan kembali ke 8. 2. Masing-masing jalan (melalui R1. lihat tipe rangkaian yang lain yaitu rangkaian konfigurasi paralel : Gambar 2 Rangkaian paralel Lagi. 3 dan 4 seluruhnya umum secara listrik. yang dapat dilihat pada rangkaian kombinasi seri dan paralel berikut : Gambar 3 Rangkaian seri-paralel Dalam rangkaian ini terdapat dua loop bagi elektron untuk mengalir melalui pertama dari 6 ke 5 ke 2 ke 1 dan kembali ke 6. Perhatikan bagaimana . 7. Dengan melihat diagram skematik. dan kedua dari 6 ke 5 ke 3 ke 2 ke 1 dan kembali ke 6 lagi. Dan. 6. Catat bahwa seluruh tahanan dan juga baterai terhubung antara dua set titik. maka dapat dilihat bahwa titik 1. R2. R3 ) disebut cabang. Sekarang.elektron dalam arah yang berlawanan dengan jarum jam. ada tiga resistor pada Gambar 2. dari titik 4 ke titik 3 ke titik 2 ke titik 1 dan kembali ke 4. Dan jalan yang ketiga dari 8 ke 7 ke 6 ke 5 ke 4 ke 3 ke 2 ke 1 dan kembali ke 8. dan 5. Yang lain dari 8 ke 7 ke 6 ke 3 ke 2 ke 1 dan kembali ke 8. tetapi kali ini resistor-resistor tersebut membentuk lebih dari satu jalan kontinu bagi elektron untuk mengalir. Begitu juga 8. Defenisi karakteristik rangkaian paralel adalah bahwa seluruh komponen adalah terhubung antara set yang sama dari titik umum listrik. tentu kompleksitasnya tidak berhenti pada rangkaian seri dan paralel yang sederhana.

kedua jalan arus melalui R1 (dari titik 2 ke titik 1). sedangkan R1 seri dengan kombinasi paralel R2 dan R3. Ide dasar hubungan seri adalah komponen-komponen tersebut dihubungkan akhir dari tahanan untuk membentuk jalan tunggal bagi elektron untuk mengalir. Gambar 5 Hubungan paralel Konfigurasi tahanan seri dan paralel memiliki sifat-sifat listrik yang berbeda. sebaliknya adalah bahwa seluruh komponen dihubungkan melewati ujung tahanan yang lain. tidak pernah ada lebih dari dua set titik umum listrik. Dalam konfigurasi ini dapat dilihat bahwa R2 dan R3adalah saling paralel. tetapi hanya satu tegangan yang melewati seluruh komponen. Gambar 4 Hubungan seri Ide dasar hubungan paralel. . Dalam rangkaian paralel murni. Ada banyak jalan bagi elektron untuk mengalir. tidak masalah berapa banyak komponen yang berhubungan.

Maka secara sisitematis persamaannya akan menjadi : I1=I2=I3 Rangakaian Paralel Rangkaian Paralel merupakan rangkaian yang disusun secara sejajar dan memiliki percabangan pada rangkaian tersebut. Secara sisitematis persamaannya dapat ditulis : Rangakaian Seri Rangkaian seri merupakan rangkaian yang disusun pada satu jalur rangkaian listrik. Besarnya hambatan tergantung dari kode warna atau angka yang tertera pada resistor tersebut.Resistor merupakan komponen listrik yang sifatnya menghambat arus listrik. Perhatikan gambar di atas. Rangkaian ini tidak memiliki percabangan.Seperti gambar dibawah ini. Namun Arus pada rangkaian ini sama pada masing-masing setiap hambantan dikarenakan tidak memiliki percabangan aliran listrik. Terlihat bahwa tegangan yang diukur berbeda pada setiap hambatannya. Namun hambatannya berbeda sengan hambatang saat rangkaian dirangkai secara seri dan secara paralel. Sebelum kita pelajari lebih lanjut ada baiknya kita memahami Hukum Khirchof terlebih dahulu. Terlihat bahwa ada arus ( I ) yang masuk ke percabangan dan ada arus yang keluar dari percabangan. . Nah bagaimana dengan resistor yang dirangkai secara seri dan paralel ? Tentunya resistor yang dirangakai dengan rangkaian seri dan paralel meiliki hambatan juga. Seperti pada gambar di bawah ini. Hukum I Khirchof Perhatikan gambar di atas. Artinya jika besar hambatannya berbeda pada setiap hambatan maka tegangannyapun ikut berbeda. Khirchof mengemukakan berdasarkan dari hasil penelitiannya yaitu Jumlah arus listrik yang msauk pada suatu titik percabangan akan sama dengan jumlah arus yang keluar melalui titik percabangan .

o Resistor dihubungkan secara Seri Resistor merupakan komponen elektronika yang bersifat menghambat arus listrik.Rn. Sehingga persamaannya dapat ditulis sebagai berikut V1=V2=V3 RANGKAIAN SERI PARALEL RESISTOR Posted on 10 Mei 2011 by kibogowonto 4 Votes 1.Perhatikan gambar di atas. apabila beberapa resistor disusun secara seri atau berderet. Menjelaskan prinsip dasar rangkaian seri dan paralel resistor. Namun tegangan pada rangkaian ini sama. sehingga akan mengurangi besarnya arus listrik yang mengalir pada rangkaian . Dari peryataan tersebut didapat formula RTS (Resisto Total yang dihubung secara Seri) adalah RTS = R1 + R2 + R3 + ……. Terlihat bahwa arus pada rangkaian paralel berbeda pada tiap hambatan. maka tahanan semakin besar. . Seperti prinsip yang telah dijelaskan oleh Khirchof yang menyatakan bahwaumlah arus listrik yang msauk pada suatu titik percabangan akan sama dengan jumlah arus yang keluar melalui titik percabangan.

30 Ω. 20 Ω. carilah besarnya tahanan total Seri (RTS ) ? Jawab: RTS = R1 + R2 + R3 RTS = 10 + 20 + 30 = 60 Ω Resistor dihubungkan secara Paralel atau jajar Apabila beberapa resistor disusun secara paralel atau berjajar. Pada rangkain Paralel seperti pada rangkaian B. R2. 1 / RTP = 6 / 60 + 3 / 60 + 2 / 60 sehingga. R2.1.dan R3 adalah 10Ω. 1 / RTP = 11 / 60 kemudian dengan perkalian silang didapat. Dari peryataan tersebut didapat formula RTP (R Total yang dihubung secara Paralel) adalah: o Gambar B. Jika besarnya R1 . dan R3 adalah 10Ω. 30 Ω. Pada rangkain seri tidak terdapat titik cabang.Gambar A. Carilah besarnya tahanan total Paralelnya (RTP) Jawab: 1 / RTP = 1 / R1 + 1/ R2 + 1 / R3 1 / RTP = 1 / 10 + 1/ 20 + 1 / 30 kemudian samakan penyebutnya. 20 Ω. Hal ini menyebakan nilai/besarnya arus pada titik manapun besarnya sama.1 besarnya R1 . sehingga arus mengalir hanya pada satu jalur saja. maka tahanan total semakin kecil.1 merupakan contoh rangkaian resistor yang dihubungkan secara seri/deret. Jika pada gambar A.1 Gambar A.1 merupakan contoh rangkaian resistor yang dihubungkan secara paralel atau jajar. . Resistor yang disusun secara paralel berfungsi untuk membagi arus listrik yang mengalir .1 Gambar B.

kemudian cari nilai arus listrik yang mengalir. dan VR2 Sesuai dengan Hukum Ohm besarnya arus yang mengalir adalah : I = V / R Karena pada rangkaian terdapat dua buah resistornya. VS = 12 V Dicari : RTS . sehingga tegangan pada setiap R dapat dicari dengan menggunakan Hukum Kirchoff II tentang tegangan.4 A Pada rangkaian seri berlaku I = I1 = I2 . I = VS / RTS I = 12 / 30 I = 0. maka terlebih dahulu kita cara resistor totalnya (RTS) .1 merupakan contoh rangkaian resistor yang dihubungkan secara seri/deret.dan R2. Menjelaskan tentang arus dan tegangan pada rangkaian Seri dan Paralel resistor o Rangkaian seri resistor Gambar C. I . VR1 = I1. maka RTP = = 3. R1 = 0. Hal ini menyebakan nilai/besarnya arus pada titik manapun besarnya sama.4 x 10 =4V . dan diberi sumber tegangan sebesar 12 V. VR1. sehingga arus mengalir hanya pada satu jalur saja. R2 = 20 Ω. Jika pada gambar C. dan 20 Ω.11RTP = 60. yaitu RTS = R1 + R2 RTS = 10 + 20 = 30 Ω.05 ohm 2. adalah 10Ω. Pada rangkain seri tidak terdapat titik cabang. carilah besarnya tahanan total Seri (RTS ) .1 Gambar C. arus yang mengalir pada rangkaian dan tegangan pada masing-masing R? Jawab: Diketahui : R1 = 10Ω.1 besarnya R1 .

o Rangkaian paralel resistor Gambar D. dengan kondisi seperti ini menyebabkan tegangan pada resistor tersebut(VR1 & VR2) sama dengan tegangan sumbernya. begitu juga sebaliknya. arus yang mengalir pada tiap cabangnya dan tegangan pada masing-masing R? Jawab: Diketahui : R1 = 10Ω. 1 / RTP = 2 / 20 + 1 / 20 .1 besarnya R1 . Seperti terlihat pada gambar D. Karena resistor bersifat menghambat arus listrik. VS = 12 V Dicari : RTP .1 VS = VR1 = VR2 Jika pada gambar D. I2 dan VR1. adalah 10Ω. R2 = 20 Ω. carilah besarnya tahanan total Paralel (RTP ) .dan R2. kemudian samakan penyebutnya. sangat bergantung dari besarnya nilai resistor/tahanannya. maka terlebih dahulu kita cara resistor totalnya (RTp) . dan 20 Ω. Gambar D. I. Arus yang mengalir pada tiap cabang.1 merupakan contoh rangkaian resistor yang dihungkan secara Paralel / jajar. arus listrik yang mengalir akan kecil. sehingga. dan diberi sumber tegangan sebesar 12 V. kemudian dengan perkalian silang didapat. VR2 Sesuai dengan Hukum Ohm besarnya arus yang mengalir adalah : I = V / R Jawab : Karena pada rangkaian terdapat dua buah resistornya. yaitu 1 / RTP = 1 / R1 + 1/R2 1 / RTP = 1 / 10 + 1 / 20.1. I1. . maka pada cabang yang mempunya nilai resistornya yang besar. resistor (R1 & R2) terhubung secara paralel dengan tegangan sumber (VS). 1 / RTP = 3 / 20.

maka RTP = 6. maka I1 = VR1 / R1 I1 = 12 / 10 = 1.2 A I2 = VR2 / R2 I2 = 12 / 20 = 0.67 I = 1.6 A . kemudian cari arus listrik yang mengalir (I) I = VS / RTP I = 12 / 6.3RTP = 20.8A.67 ohm. kemudian cari arus listrik cabangnya (I1 dan I2) Diketahui VS = VR1 = VR2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->