Rangkaian Paralel Pada rangkaian seri, tegangan sangat tergantung pada hambatan, tetapi pada rangkaian bercabang tegangan

tidak dipengaruhi oleh hambatan/ resistor. Semua itu telah dikemukakan oleh hukum Kirchoff yang berbunyi “jumlah kuat arus listrik yang masuk sama dengan jumlah kuat arus listrik yang keluar”. Berdasarkan hukum Ohm dapat disimpulkan cara mengukur tegangan listrik adalah kuat arus dikali hambatan. Hambatan nilainya selalu sama karena tegangan sebanding dengan kuat arus. Tegangan memiliki satuan Volt (V) dan kuat arus adalah Ampere (A) serta hambatan adalah Ohm (Ω). Hukum Kichoff I : “ Secara Aljabar jumlah arus-arus cabang pada suatu titik pertemuan dalam rangkaian listrik selalu sama dengan nol “. Hukum kirchoff I ini disebut sebagai Hukum Kirchoff arus. (Wikipedia).

Itotal = V / Rtotal Rtotal + R1 // R2 // R3 (Rumus Paralel) I Total = I1 + I2 + I3 I Total – (I1 + I2 + I3) = 0 I Total = (V / R1) + (V / R2) + (V / R3) V = VR1 = VR2 = VR3 P=IxR PR1 = I1 x V PR2 = I2 x V PR3 = I3 x V I = Arus Listrik dalam Ampere (A) V = Tegangan Sumber dalam Volt (V) R = Resistansi dalam Ohm (Ω) P = Daya Listrik dalam Watt (W)

Besaran ini mengukur energi potensial dari sebuah medan listrik yang mengakibatkan adanya aliran listrik dalam sebuah konduktor listrik. Satuan SI daya listrik adalah Watt yang menyatakan banyaknya tenaga listrik yang mengalir per satuan waktu (joule/detik). Di bawah ini adalah rumusrumus dasar pada rankaian seri.Rangkaian Seri Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang disebabkan dari pergerakan elektron-elektron yang mengalir melalui suatu titik dalam rangkaian listrik setiap satuan waktu. dan alat untuk mengukur daya listrik adalah Watt Meter. Daya listrik didefinisikan sebagai laju hantaran energi listrik dalam rangkaian listrik. alat untuk mengukur tegangan listrik adalah Volt Meter. R2. (Wikipedia) Alat untuk mengukur arus listrik adalah Ampere Meter. R2. I=Q/t t=Q/I Q=Ixt I = Arus listri dalam Ampere Q = Muatan Listrik dalam Coulomb t = Waktu dalam detik Rumus dasar pada rangkaian seri: Karena R1.Tegangan listrik (kadang disebut sebagai Voltase) adalah perbedaan potensial listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik dan dinyatakan dalam satuan Volt. sedangkan beda potensial (tegangan) setiap resistor berbeda sesuai dengan besar resistansi masing-masing. dan R3 dihubungkan secara seri maka arus yang mengalir pada R1. dan R2 adalah sama. . Dalam rangkaian seri seperti ini berlakuHukum Ohm.

sehingga Arus yang mengalir tidak ada jalan lain kecuali mengalir dari Resistor satu ke resistor kedua dan seterusnya. yang menghubungkan titik A dan B: Rangkkaian Resistor Seri Sebagai resistor saling dihubungkan secara seri maka arus yang mengalirnya akan sama yang ditentukan oleh resistansi total. atau kombinasi keduanya (seri-paralel). maka Rtotal dari rangkaian tersebut adalah: RT = R1 + R2 + R3 = 1kΩ + 2kΩ + 6kΩ = 9kΩ . Contoh: IR1 = IR2 = IR3 = IAB = 1mA Berikut ini contoh Ranggkaian Resistor secara seri. Namun apapun bentuk rangkaiannya semua mengikuti Hukum Ohm dan Hukum Kirchoff Resistors dapat dikatakan dalam rangkaian seri apabila mereka terangkai dalam satu garis lurus. Arus yang mengalir dalam ranggakai seri adalah sama. RT rangkaian adalah merupakan penjumlahan dari setiap Resistor yang dihubungkan secara seri yakni: RT = R1 + R2 + R3 Dan dengan melihat konfigurasi seperti contoh diatas.V = I x RTotal RTotal = R1 + R2 + R3 I = V / RTotal V = VR1 + VR2 + VR3 V = (I x R1) + (I x R2) + (I x R3) V = I (R1 + R2 + R3) P=IxV PR1 = I x VR1 PR2 = I x VR2 PR3 = I x VR3 V = Tegangan dalam Volt (V) R = Resistansi dalam Ohm (Ω) I = Arus dalam Ampere (A) P = Daya dalam Watt (W) Resistor dalam rangkaian Seri Resistor dalam rangkaian Seri Resistor dapat dihubungkan bersama dalam rangkaian “seri” maupun parallel.

Tegangan pada masing-masing beban listrik sama dengan tegangan sumber pada ujungujung hambatan pengganti paralelnya. Berapapun Resistor yang dirangkaikan dalam rangkaian seri. Masing-masing cabang dalam rangkaian parallel adalah rangkaian individu.. tahanan total rangkaian mengecil. Ciri-ciri rangkaian paralel yaitu: 1. Arus masingmasing cabang adalah tergantung besar tahanan cabang. (Tahanan total dari rangkaian parallel adalah lebih kecil dari tahanan yang terkecil dalam rangkaian... Adapun sifat susunan paralel yaitu: 1.. Sebagaian besar tahanan dirangkai dalam rangkaian parallel. Jika salah satu alat listrik dilepas atau rusak arus listrik akan tetap mengalir melalui cabang yang lain. arus atau resistansi suatu rangkaian seri dapat dengan mudah diketahui/dihitung. VAB = VR1 + VR2 + VR3 = 9V. Dengan menggunakan hukum Ohm maka tegangan dimasing masing resistor dapat dihitung sebagai berikut: Tegangan di R1 = IR1 = 1mA x 1kΩ = 1V Tegangan di R2 = IR2 = 1mA x 2kΩ = 2V Tegangan di R3 = IR3 = 1mA x 6kΩ = 6V Memberikan Total voltage VAB of ( 1V + 2V + 6V ) = 9V yang mana sama dengan jumlah total voltage.) . 3. maka R totalnya adalah merupakan penjumlahan masing-masing resistornya.Dengan demikian maka ketiga Resistor tersebut dapat digantikan dengan sebuah Resistor senilai 9kΩ. Arus mengalir melalui satu cabang atau lebih. Arus listrik yang melalui lampu 1 atau baterai 1 tidak melalui lampu 2 atau baterai 2.. Resistor sering disebut sebagai pembagi tegangan.. resistansi total (RT) dari dua atau lebih resistor yang dihubungkan bersama-sama secara seri akan selalu LEBIH BESAR daripada nilai resistor terbesar dalam rantai dan dalam contoh di atas RT = 9kΩ adalah nilai yang lebih besar dari nilai resistor terbesar ( 6kΩ) Tegangan masing-masing resistor dihubungkan secara seri berbeda. Rn etc. Satu hal penting yang harus diingat tentang rangkaian resistor secara seri. 2... oleh karena itu arus total lebih besar. Vn Oleh sebab itu dalam rangkaian seri. Persamaan Resistor Seri Rtotal = R1 + R2 + R3 + . dan dengan menggunakan Hukum Ohm dengan maka tegangan. Jadi rumus untuk menghitung total voltage adalah merupakan jumlah masing masing tegangan yang terjadi pada resistor tersebut Vtotal = V1 + V2 + V3 + . Namun untuk diingat bahwa Total tegangan antara kedua titik A.B adalah merupakan jumlah perbedaan tegangan masing masing resistor yakni tegangan di R1. R2 dan R3.

Gabungan antara rangkaian seri dan rangkaian paralel disebut rangkaian seri-paralel. Suatu rangkaian. Di bawah ini gambar dari susunan paralel : Dari gambar di atas dapat kita lihat. arus akan terputus hanya pada rangkaian tahanan tersebut. resistansi total adalah sama dengan jumlah kebalikan tiap resistansi. 5. Pada susunan paralel arus listrik dari baterai dapat melalui setiap lampu. dimana ada beberapa jalan berbeda yang dapat dialiri arus disebut juga sebagai rangkaian paralel. Salah satu kelebihannya adalah jika salah satu komponen dicabut atau rusak. Rangkaian paralel adalah suaturangkaian listrik yang tersusun secara berderet. Dalam susunan paralel. Jika terjadi salah satu cabang tahanan parallel terputus. Kuat arus yang melewati hambatan pengganti paralel sama dengan jumlah kuat arus yang melalui tiap komponen. di mana semua input komponen berasal dari sumber yang sama. Hambatan ini adalah lebih kecil daripada hambatan tiap-tiap resistor dari ketiga resistor yang dihubungkan secara paralel dalam rangkaian tersebut. Penempatan dua atau lebih resistor dalam susunan paralel. maka komponen yang lain tetap berfungsi sebagaimana mestinya. bahwa tiga buah resistor disusun secara paralel dan ujung-ujung ketiga resistor dihubungkan secara bersama-sama ke sumber tegangan. Rangkaian cabang yang lain tetap bekerja tanpa terganggu oleh rangkaian cabang yang terputus tersebut. . selalu mengurangi besar hambatan pengganti pada rangkaian tersebut. Selain memiliki kelemahan.4. sehingga arus memiliki tiga jalan yang berbeda untuk melewati tiap-tiap resistor. susunan paralel juga memiliki kelebihan tertentu dibandingkan susunan seri. Hal ini lah yang mengakibatkanrangkaian paralel menghabiskan biaya yang lebih banyak di bandingkan dengan rangkaian seri.

cara penyusuan k buah resistor ini akan mempengaruhi nilai tahanan total yang kita peroleh. Apabila ada tiga buah komponen yang dirangkai secara seri maka tegangan dari satu komponen memberikan sisa tegangan yang dihasilkan sehingga proses ini dapat mengurangi pemakaian tegangan sehingga 3 komponen hanya terhitung pada 1 komponen saja. rangkaian ini juga memiliki kelemahan. pertama-tama kita harus tahu bahwa arus total adalah jumlah arus yang melalui cabang. dimana prinsip kerja rangkaian listrik paralel pada lampu lalu lintas tersebut menggunakan tiga buah lampu yang terhubung paralel antara satu lampu dengan yang lain. dan meningkatkan arus total karena beda potensial tidak berubah. Kelebihan dari pemakaian susunan seri adalah lebih banyak menghemat daya yang dikeluarkan pada baterai. Untuk menghitung hambatan pengganti pada rangkaian paralel. Rangkaian Serisering juga di gambarkan dalam posisi diagonal. Sebab. Selama ini kita banyak mengenal dua macam susunan dasar dari rangkaian listrik. Kelebihan lainnya yang di miliki susunan seri terdapat pada pengerjaan yang singkat. Selain memiliki kelebihan. harus berbagi dengan komponen lain. dimana antara beban satu (lampu) dengan beban yang lain dipasang secara berjajar.Hambatan paralel tersebut menurun karena setiap resistor baru menambah jalur arus baru. adapun kelemahan pada rangkaian ini adalah karena menurunkan fungsi dari komponen itu sendiri karena mendapat tegangan yang kurang. serta tidak memerlukan banya penghubung pada penyambungan jalur. yaitu susunan atau rangkaian seri dan rangkaian paralel. Rangkaian seri adalah rangkaian yang cara kerjannya membagi arus yang di hasilkan dari komponen lain. gunanya adalah agar dapat memahami dalam pembacaan pada gambar. Contoh dari rangkaian listrik paralel dapat kita lihat pada lampu lalu lintas. Rumus dari rangkaian di atas adalah : . Jadi pengertian rangkaian listrik paralel bisa juga dikatakan sebagai rangkain berderet. Jika ada k buah tahanan (resistor) dengan nilai seragam sebesar R.

yaitu secara seri dan paralel. Rangkaian yang terdiri dari satu sumber tegangan dan satu tahanan sangat mudah dianalisis. Satu hal penting yang harus diingat tentang rangkaian resistor secara seri. Namun apapun bentuk rangkaiannya semua mengikuti Hukum Ohm dan Hukum Kirchoff.Jumlah hambatan total rangkaian seri sama dengan jumlah hambatan tiap.tiap komponen (resistor). maka nilai total di kedua ujun grangkaian akan menjadi . Ada dua cara dasar yang dapat digunakan untuk menghubungkan lebih dari dua komponen. Dengan mendefinisikan karakteristik rangkaian seri bahwa hanya ada satu jalan bagi elektron untuk mengalir. Dan biasanya rangkaian yang ada terdiri dari lebih dua komponen yang terhubung secara bersama. Sedangkan jika tahanan tersebut disusun secara paralel. Dalam rangkaian ini aliran . Gambar 1 Rangkaian seri Pada Gambar 1 terdiri dari resistor yang ditandai dengan R1. resistansi total (RT) dari dua atau lebih resistor yang dihubungkan bersama-sama secara seri akan selalu lebih besar daripada nilai resistor terbesar dalam rantai dan dalam contoh di atas RT = 9kΩ adalah nilai yang lebih besar dari nilai resistor terbesar ( 6kΩ). Huruf-huruf tersebut hanya menandai dari resistor yang satu terhadap resistor yang lain. Resistors dapat dikatakan dalam seri apabila mereka terangkai dalam satu garis lurus. (seharusnya dicatat bahwa label subskrip-angka kecil dari huruf kapital “R” tidak berhubungan dengan nilai resistor). tetapi dalam aplikasinya sering tidak ditemukan. sehingga Arus yang mengalir tidak ada jalan lain kecuali mengalir dari Resistor satu ke resistor kedua dan seterusnya. atau kombinasi keduanya (seri-paralel). R2. R3 dan yang dihubungkan sepanjang jalur dari satu terminal baterai ke terminal yang lain. Rangkaian Seri resistor dapat di hubungkan bersama dalam rangkaian “seri” maupun parallel.

Dan jalan yang ketiga dari 8 ke 7 ke 6 ke 5 ke 4 ke 3 ke 2 ke 1 dan kembali ke 8. R3 ) disebut cabang. ada tiga resistor pada Gambar 2. maka dapat dilihat bahwa titik 1. Dengan melihat diagram skematik. dan kedua dari 6 ke 5 ke 3 ke 2 ke 1 dan kembali ke 6 lagi. lihat tipe rangkaian yang lain yaitu rangkaian konfigurasi paralel : Gambar 2 Rangkaian paralel Lagi. dan 5. Sekarang. 2. tetapi kali ini resistor-resistor tersebut membentuk lebih dari satu jalan kontinu bagi elektron untuk mengalir. 3 dan 4 seluruhnya umum secara listrik. Masing-masing jalan (melalui R1. Perhatikan bagaimana . 6. 7. dari titik 4 ke titik 3 ke titik 2 ke titik 1 dan kembali ke 4. yang dapat dilihat pada rangkaian kombinasi seri dan paralel berikut : Gambar 3 Rangkaian seri-paralel Dalam rangkaian ini terdapat dua loop bagi elektron untuk mengalir melalui pertama dari 6 ke 5 ke 2 ke 1 dan kembali ke 6. Yang lain dari 8 ke 7 ke 6 ke 3 ke 2 ke 1 dan kembali ke 8. Ada satu jalan dari 8 ke 7 ke 1 dan kembali ke 8. Defenisi karakteristik rangkaian paralel adalah bahwa seluruh komponen adalah terhubung antara set yang sama dari titik umum listrik. tentu kompleksitasnya tidak berhenti pada rangkaian seri dan paralel yang sederhana.elektron dalam arah yang berlawanan dengan jarum jam. Begitu juga 8. R2. Catat bahwa seluruh tahanan dan juga baterai terhubung antara dua set titik. Dan.

Dalam konfigurasi ini dapat dilihat bahwa R2 dan R3adalah saling paralel. Ide dasar hubungan seri adalah komponen-komponen tersebut dihubungkan akhir dari tahanan untuk membentuk jalan tunggal bagi elektron untuk mengalir. tidak masalah berapa banyak komponen yang berhubungan. Gambar 5 Hubungan paralel Konfigurasi tahanan seri dan paralel memiliki sifat-sifat listrik yang berbeda. Gambar 4 Hubungan seri Ide dasar hubungan paralel. . sebaliknya adalah bahwa seluruh komponen dihubungkan melewati ujung tahanan yang lain. Ada banyak jalan bagi elektron untuk mengalir. tidak pernah ada lebih dari dua set titik umum listrik. sedangkan R1 seri dengan kombinasi paralel R2 dan R3. Dalam rangkaian paralel murni.kedua jalan arus melalui R1 (dari titik 2 ke titik 1). tetapi hanya satu tegangan yang melewati seluruh komponen.

Resistor merupakan komponen listrik yang sifatnya menghambat arus listrik. Artinya jika besar hambatannya berbeda pada setiap hambatan maka tegangannyapun ikut berbeda. Seperti pada gambar di bawah ini. Rangkaian ini tidak memiliki percabangan. Khirchof mengemukakan berdasarkan dari hasil penelitiannya yaitu Jumlah arus listrik yang msauk pada suatu titik percabangan akan sama dengan jumlah arus yang keluar melalui titik percabangan . . Namun Arus pada rangkaian ini sama pada masing-masing setiap hambantan dikarenakan tidak memiliki percabangan aliran listrik. Maka secara sisitematis persamaannya akan menjadi : I1=I2=I3 Rangakaian Paralel Rangkaian Paralel merupakan rangkaian yang disusun secara sejajar dan memiliki percabangan pada rangkaian tersebut. Terlihat bahwa ada arus ( I ) yang masuk ke percabangan dan ada arus yang keluar dari percabangan. Terlihat bahwa tegangan yang diukur berbeda pada setiap hambatannya. Secara sisitematis persamaannya dapat ditulis : Rangakaian Seri Rangkaian seri merupakan rangkaian yang disusun pada satu jalur rangkaian listrik.Seperti gambar dibawah ini. Namun hambatannya berbeda sengan hambatang saat rangkaian dirangkai secara seri dan secara paralel. Sebelum kita pelajari lebih lanjut ada baiknya kita memahami Hukum Khirchof terlebih dahulu. Besarnya hambatan tergantung dari kode warna atau angka yang tertera pada resistor tersebut. Hukum I Khirchof Perhatikan gambar di atas. Perhatikan gambar di atas. Nah bagaimana dengan resistor yang dirangkai secara seri dan paralel ? Tentunya resistor yang dirangakai dengan rangkaian seri dan paralel meiliki hambatan juga.

apabila beberapa resistor disusun secara seri atau berderet. Dari peryataan tersebut didapat formula RTS (Resisto Total yang dihubung secara Seri) adalah RTS = R1 + R2 + R3 + ……. Sehingga persamaannya dapat ditulis sebagai berikut V1=V2=V3 RANGKAIAN SERI PARALEL RESISTOR Posted on 10 Mei 2011 by kibogowonto 4 Votes 1. maka tahanan semakin besar. Namun tegangan pada rangkaian ini sama. Seperti prinsip yang telah dijelaskan oleh Khirchof yang menyatakan bahwaumlah arus listrik yang msauk pada suatu titik percabangan akan sama dengan jumlah arus yang keluar melalui titik percabangan. Terlihat bahwa arus pada rangkaian paralel berbeda pada tiap hambatan. . sehingga akan mengurangi besarnya arus listrik yang mengalir pada rangkaian . o Resistor dihubungkan secara Seri Resistor merupakan komponen elektronika yang bersifat menghambat arus listrik. Menjelaskan prinsip dasar rangkaian seri dan paralel resistor.Perhatikan gambar di atas.Rn.

30 Ω. carilah besarnya tahanan total Seri (RTS ) ? Jawab: RTS = R1 + R2 + R3 RTS = 10 + 20 + 30 = 60 Ω Resistor dihubungkan secara Paralel atau jajar Apabila beberapa resistor disusun secara paralel atau berjajar. .dan R3 adalah 10Ω.1. Pada rangkain Paralel seperti pada rangkaian B. 30 Ω. Jika pada gambar A. Resistor yang disusun secara paralel berfungsi untuk membagi arus listrik yang mengalir .1 Gambar A. maka tahanan total semakin kecil. R2. 1 / RTP = 6 / 60 + 3 / 60 + 2 / 60 sehingga.Gambar A. Hal ini menyebakan nilai/besarnya arus pada titik manapun besarnya sama. 1 / RTP = 11 / 60 kemudian dengan perkalian silang didapat. 20 Ω. Pada rangkain seri tidak terdapat titik cabang. dan R3 adalah 10Ω. sehingga arus mengalir hanya pada satu jalur saja.1 besarnya R1 .1 merupakan contoh rangkaian resistor yang dihubungkan secara paralel atau jajar. Dari peryataan tersebut didapat formula RTP (R Total yang dihubung secara Paralel) adalah: o Gambar B.1 merupakan contoh rangkaian resistor yang dihubungkan secara seri/deret. R2.1 Gambar B. 20 Ω. Jika besarnya R1 . Carilah besarnya tahanan total Paralelnya (RTP) Jawab: 1 / RTP = 1 / R1 + 1/ R2 + 1 / R3 1 / RTP = 1 / 10 + 1/ 20 + 1 / 30 kemudian samakan penyebutnya.

sehingga tegangan pada setiap R dapat dicari dengan menggunakan Hukum Kirchoff II tentang tegangan. maka RTP = = 3. VR1 = I1. yaitu RTS = R1 + R2 RTS = 10 + 20 = 30 Ω. kemudian cari nilai arus listrik yang mengalir. R2 = 20 Ω. Menjelaskan tentang arus dan tegangan pada rangkaian Seri dan Paralel resistor o Rangkaian seri resistor Gambar C.11RTP = 60. dan VR2 Sesuai dengan Hukum Ohm besarnya arus yang mengalir adalah : I = V / R Karena pada rangkaian terdapat dua buah resistornya. I . dan diberi sumber tegangan sebesar 12 V. maka terlebih dahulu kita cara resistor totalnya (RTS) .4 x 10 =4V . VS = 12 V Dicari : RTS .1 merupakan contoh rangkaian resistor yang dihubungkan secara seri/deret. I = VS / RTS I = 12 / 30 I = 0. Jika pada gambar C. Hal ini menyebakan nilai/besarnya arus pada titik manapun besarnya sama.4 A Pada rangkaian seri berlaku I = I1 = I2 . adalah 10Ω.dan R2. carilah besarnya tahanan total Seri (RTS ) .05 ohm 2. VR1. sehingga arus mengalir hanya pada satu jalur saja. R1 = 0. arus yang mengalir pada rangkaian dan tegangan pada masing-masing R? Jawab: Diketahui : R1 = 10Ω.1 Gambar C. dan 20 Ω. Pada rangkain seri tidak terdapat titik cabang.1 besarnya R1 .

R2 = 20 Ω. VR2 Sesuai dengan Hukum Ohm besarnya arus yang mengalir adalah : I = V / R Jawab : Karena pada rangkaian terdapat dua buah resistornya. Karena resistor bersifat menghambat arus listrik.1. VS = 12 V Dicari : RTP . begitu juga sebaliknya. yaitu 1 / RTP = 1 / R1 + 1/R2 1 / RTP = 1 / 10 + 1 / 20. arus yang mengalir pada tiap cabangnya dan tegangan pada masing-masing R? Jawab: Diketahui : R1 = 10Ω. Arus yang mengalir pada tiap cabang. Gambar D. I1. maka terlebih dahulu kita cara resistor totalnya (RTp) . dan 20 Ω. maka pada cabang yang mempunya nilai resistornya yang besar. kemudian samakan penyebutnya.1 besarnya R1 .o Rangkaian paralel resistor Gambar D. carilah besarnya tahanan total Paralel (RTP ) . I. sehingga.1 VS = VR1 = VR2 Jika pada gambar D. 1 / RTP = 2 / 20 + 1 / 20 . . resistor (R1 & R2) terhubung secara paralel dengan tegangan sumber (VS). adalah 10Ω. I2 dan VR1.dan R2. dan diberi sumber tegangan sebesar 12 V.1 merupakan contoh rangkaian resistor yang dihungkan secara Paralel / jajar. arus listrik yang mengalir akan kecil. Seperti terlihat pada gambar D. sangat bergantung dari besarnya nilai resistor/tahanannya. dengan kondisi seperti ini menyebabkan tegangan pada resistor tersebut(VR1 & VR2) sama dengan tegangan sumbernya. kemudian dengan perkalian silang didapat. 1 / RTP = 3 / 20.

kemudian cari arus listrik cabangnya (I1 dan I2) Diketahui VS = VR1 = VR2.6 A .67 I = 1. kemudian cari arus listrik yang mengalir (I) I = VS / RTP I = 12 / 6.3RTP = 20. maka I1 = VR1 / R1 I1 = 12 / 10 = 1.8A.67 ohm. maka RTP = 6.2 A I2 = VR2 / R2 I2 = 12 / 20 = 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful