P. 1
Pengertian Hukum Internasional

Pengertian Hukum Internasional

|Views: 12|Likes:
Published by fauzanibnup

More info:

Published by: fauzanibnup on May 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/05/2014

pdf

text

original

SISTEM HUKUM INTERNASIONAL DAN PERADILAN INTERNASIONAL

OLEH AHMAD ROFIQ (02)

FAUZAN IBNU PRIHADIYONO (13) HERAWAN PAMBUDIARSO MUHAMMAD AZIZ RYNALDI (14) (26)

SMA 2 WONOSOBO 2012/2013

1

1999. hukum yang mengatur hubungan hukum perdata antara para pelaku hukum yang masing-masing tunduk pada hukum perdata yang berbeda. dan oleh karena itu juga harus ditaati dalam hubungan-hubungan antara mereka satu dengan lainnya. 4) Sejalan dengan definisi yang dikeluarkan Hyde. b. tampak bahwa negara tidak lagi menjadi satu-satunya 2 . termasuk Grotius atau Akehurst. hukum internasional terbagi menjadi dua. serta yang juga mencakup : a. hubungan antara organisasi internasional satu dengan lainnya. karena dalam penerapannya. Sedangkan mengenai subyek hukumnya. (Kusumaatmadja. antara lain yang dikemukakan oleh Grotius dalam bukunya De Jure Belli ac Pacis (Perihal Perang dan Damai). Salah satu definisi yang lebih lengkap yang dikemukakan oleh para sarjana mengenai hukum internasional adalah definisi yang dibuat oleh Charles Cheny Hyde : “ hukum internasional dapat didefinisikan sebagai sekumpulan hukum yang sebagian besar terdiri atas prinsip-prinsip dan peraturan-peraturan yang harus ditaati oleh negara-negara. yang bukan bersifat perdata. antara negara dengan negara dan negara dengan subjek hukum lain bukan negara atau subyek hukum bukan negara satu sama lain’’. hubungan-hubungan hukum antar subyek atau pelaku. serta hal-hal atau obyek yang tercakup dalam pengaturannya. organisasi internasional. yaitu: hukum internasional publik dan hukum perdata internasional. 1999. peraturan-peraturan hukum tertentu yang berkenaan dengan individu-individu dan subyeksubyek hukum bukan negara (non-state entities) sepanjang hak-hak dan kewajiban-kewajiban individu dan subyek hukum bukan negara tersebut bersangkut paut dengan masalah masyarakat internasional” (Phartiana. Sedang menurut Akehurst : “hukum internasional adalah sistem hukum yang di bentuk dari hubungan antara negara-negara” Definisi hukum internasional yang diberikan oleh pakar-pakar hukum terkenal di masa lalu. Ini ditujukan demi kepentingan bersama dari mereka yang menyatakan diri di dalamnya ”. dengan perkataan lain. (Kusumaatmadja. hubungan peraturan-peraturan hukum yang berkenaan dengan fungsi-fungsi lembaga atau antara organisasi internasional dengan negara atau negara-negara . Menurutnya “hukum dan hubungan internasional didasarkan pada kemauan bebas dan persetujuan beberapa atau semua negara. serta prinsip-prinsip dan kaidah atau peraturanperaturan hukumnya. terbatas pada negara sebagai satu-satunya pelaku hukum dan tidak memasukkan subjek-subjek hukum lainnya. dan hubungan antara organisasi internasional dengan individu atau individu-individu . 2) Berdasarkan pada definisi-definisi di atas. Pengertian Hukum Internasional Pada dasarnya yang dimaksud hukum internasional dalam pembahasan ini adalah hukum internasional publik.A. Hukum internasional publik adalah keseluruhan kaidah dan asas hukum yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas negara. 2003. secara sepintas sudah diperoleh gambaran umum tentang ruang lingkup dan substansi dari hukum internasional. beberapa sarjana mengemukakan pendapatnya mengenai definisi dari hukum internasional. Mochtar Kusumaatmadja mengartikan ’’hukum internasional sebagai keseluruhan kaidah-kaidah dan asas-asas hukum yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas-batas negara. 1) Awalnya. yang di dalamnya terkandung unsur subyek atau pelaku. Sedangkan hukum perdata internasional adalah keseluruhan kaidah dan asas hukum yang mengatur hubungan perdata yang melintasi batas negara.

Keputusan pengadilan (judicial decision) dan pendapat para ahli yang telah diakui kepakarannya. metode penciptaan hukum internasional. sumber hukum terbagi menjadi dua. yang merupakan sumber hukum internasional tambahan. b. hanya negaralah yang dipandang sebagai subjek hukum internasional Dewasa ini subjek-subjek hukum internasional yang diakui oleh masyarakat internasional. 14) Menurut Pasal 38 ayat (1) Statuta Mahkamah Internasional. dari kelahiran dan pertumbuhan hukum internasional. 4. baik yang bersifat umum. d. Subyek Hukum Internasional Subyek hukum internasional diartikan sebagai pemilik. Sumber-sumber Hukum Internasional Pada azasnya. Pada awal mula. adalah: 1. adalah: 1.) Negara Menurut Konvensi Montevideo 1949. yaitu: sumber hukum dalam arti materiil dan sumber hukum dalam arti formal. Sumber hukum dalam arti formal adalah sumber hukum yang membahas bentuk atau wujud nyata dari hukum itu sendiri. Dalam bentuk atau wujud inilah dapat ditemukan hukum yang mengatur suatu masalah tertentu. 2. 2. wilayah tertentu. pemegang atau pendukung hak dan pemikul kewajiban berdasarkan hukum internasional. Kebiasaan internasional (international custom). 3.) Organisasi Internasional 3 . (Burhan Tsani. sumber-sumber hukum internasional yang dipakai oleh Mahkamah dalam mengadili perkara. 2003. dasar kekuatan mengikatnya hukum internasional. 197) C. kualifikasi suatu negara untuk disebut sebagai pribadi dalam hukum internasional adalah: a. maupun khusus. mengenai Hak dan Kewajiban Negara. sebagaimana pernah jadi pandangan yang berlaku umum di kalangan para sarjana sebelumnya. B. Sumber hukum internasional dapat diartikan sebagai: 1. c. penduduk yang tetap. Dalam bentuk atau wujud apa sajakah hukum itu tampak dan berlaku. 3. Perjanjian internasional (international conventions). 1990.subyek hukum internasional. kemampuan untuk mengadakan hubungan dengan negara lain 2. Sumber hukum dalam arti materiil adalah sumber hukum yang membahas materi dasar yang menjadi substansi dari pembuatan hukum itu sendiri. Prinsip-prinsip hukum umum (general principles of law) yang diakui oleh negara-negara beradab. (Phartiana. pemerintahan. tempat diketemukannya ketentuan-ketentuan hukum internasional yang dapat diterapkan pada suatu persoalan konkrit.

UNESCO. Palang Merah Nasional dari negar-negara itu kemudian dihimpun menjadi Palang Merah Internasional (International Committee of the Red Cross/ICRC) dan berkedudukan di Jenewa. Kegiatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Palang Merah Internasional mendapatkan simpati dan meluas di banyak negara. (Phartiana. keberadaan Palang Merah Internasional di dalam hubungan dan hukum internasional menjadi sangat unik dan di samping itu juga menjadi sangat strategis. yaitu Swiss. Organisasi internasional yang memiliki keanggotaan global dengan maksud dan tujuan yang bersifat spesifik. tidak seluas tugas dan kewenangan negara. dengan cara menempatkan kedutaan besarnya di Vatikan dan demikian juga sebaliknya Tahta Suci juga menempatkan kedutaan besarnya di berbagai negara. contohnya adalah World Bank. Wolfe : a. Europe Union. Namun karena faktor sejarah. Pada awal mulanya. antara lain: Association of South East Asian Nation (ASEAN). ) Palang Merah Internasional Sebenarnya Palang Merah Internasional. c. International Monetary Fund. Palang Merah Internasional merupakan organisasi dalam ruang lingkup nasional. 2003. hanyalah merupakan salah satu jenis organisasi internasional. didirikan oleh lima orang berkewarganegaraan Swiss. 3. Organisasi internasional dengan keanggotaan regional dengan maksud dan tujuan global.) Individu Pertumbuhan dan perkembangan kaidah-kaidah hukum internasional yang memberikan hak dan membebani kewajiban serta tanggungjawab secara langsung kepada individu semakin bertambah 4 . 125) 5. (Phartiana. yang dipimpin oleh Henry Dunant dan bergerak di bidang kemanusiaan. Oleh karena itu. 123) 4. Organisasi internasional yang memiliki keanggotaan secara global dengan maksud dan tujuan yang bersifat umum. yang kemudian membentuk Palang Merah Nasional di masing-masing wilayahnya. contohnya adalah Perserikatan Bangsa Bangsa . 2003. sudah diakui secara luas di seluruh dunia. International Labor Organization. dan lain-lain. walaupun tugas dan kewenangannya. namun wibawa Paus sebagai pemimpin tertinggi Tahta Suci dan umat Katholik sedunia.Klasifikasi organisasi internasional menurut Theodore A Couloumbis dan James H. antara pemerintah Italia dan Tahta Suci Vatikan mengenai penyerahan sebidang tanah di Roma. banyak negara membuka hubungan diplomatik dengan Tahta Suci. Swiss. sebab hanya terbatas pada bidang kerohanian dan kemanusiaan. sehingga hanya memiliki kekuatan moral saja. b.) Tahta Suci Vatikan Tahta Suci Vatikan di akui sebagai subyek hukum internasional berdasarkan Traktat Lateran tanggal 11 Februari 1929. Perjanjian Lateran tersebut pada sisi lain dapat dipandang sebagai pengakuan Italia atas eksistensi Tahta Suci sebagai pribadi hukum internasional yang berdiri sendiri.

perubahan di dalam menafsirkan hukum 5 . dan hal ini semakin mengukuhkan eksistensi individu sebagai subyek hukum internasional yang mandiri. Hukum disamping mempunyai kepentingan sendiri untuk mewujudkan nilai-nilai tertentu di dalam masyarakat terikat pada bahan-bahan yang disediakan oleh masyarakatnya.pesat. Dengan demikian tinjauan perkembangan hukum difokuskan pada hubungan timbal balik antara diferensiasi hukum dengan diferensiasi sosial yang dimungkinkan untuk menggarap kembali peraturan-peraturan. D. Peradilan Internasional 1) Pengertian Sistem Peradilan Internasional Kata sistem dalam kaitannya dengan peradilan internasional adalah unsur-unsur atau komponen-komponen lembaga peradilan internasional yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu kesatuan dalam rangka mencapai keadilan internasional. Dengan diferensiasi dimungkinkan untuk menimbulkan daya adaptasi masyarakat yang lebih besar terhadap lingkungannya. Menurut Wolfgang Friedmann perubahan hukum dalam masyarakat yang sedang berubah meliputi perubahan hukum tidak tertulis (common law). keadilan dan institusi penegak hukum. penerapan peraturan. pengadilan dan penegakan hukum serta pengaruh diferensiasi lembaga dalam masyarakat terhadap unsur-unsur dasar tersebut. terutama setelah Perang Dunia II. Lahirnya Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights) pada tanggal 10 Desember 1948 diikuti dengan lahirnya beberapa konvensi-konvensi hak asasi manusia di berbagai kawasan. yaitu: pranata peraturan. yaitu: bertambah meningkatnya diferensiasi internal dari keempat unsur dasar system hukum tersebut. menyangkut perangkat peraturan. Diferensiasi itu sendiri merupakan ciri yang melekat pada masyarakat yang tengah mengalami perkembangan. proses penyelenggaraan hukum. hukum tidak terlepas dari perubahanperubahan yang terjadi masyarakat. Komponen-kompenen tersebut terdiri dari mahkamah internasional. mahkamah pidana internasional dan panel khusus dan spesial pidana internasional. Sebagai salah satu sub-sistem dalam masyarakat. prosedur pemberian keputusan oleh pengadilan dan lembaga penegakan hukum. kemampuan membentuk hukum. Melalui diferensiasi ini suatu masyarakat terurai ke dalam bidang spesialisasi yang masing-masing sedikit banyak mendapatkan kedudukan yang otonom. Setiap sistem hukum menunjukkan empat unsur dasar. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hukum sangat dipengaruhi oleh perubahan yang terjadi di sekelilingnya. Dalam hal ini pendekatan pengembangan terhadap sistem hukum menekankan pada beberapa hal. Perkembangan demikian ini menyebabkan susunan masyarakat menjadi semakin komplek.

perubahan fungsi dari perjanjian kontrak. 2) Lembaga Peradilan Internasional 2. 3. peralihan tanggung jawab dari tuntutan ganti rugi ke ansuransi.perundang-undangan. Penafsiran putusan 6. perubahan dalam jangkauan ruang lingkup hukum internasional dan perubahan-perubahan lain. perubahan pembatasan hak milik yang bersifat publik. Statuta adalah hukum-hukum yang terkandung. Beberapa kemungkinan cara penerimaan tersebut: 1.1. Belanda. untuk memilih anggota mahkamah dilakukan pemungutan suara secara independen oleh majelis MU dan Dewan Keamanan (DK). Mahkamah Pidana Internasional MPI adalah Mahkamah Pidana Internasional yang berdiri permanen berdasarkan traktat multilateral. Yurisdiksi adalah kewenangan yang dimiliki oleh MI yang bersumber pada hukum internasional untuk menentukan dan menegakan sebuah aturan hukum. Fungsi utama MI adalah untuk menjelaskan kasus-kasus persengkataan intersional yang subjeknya adalah negara. meliputi: memutuskan perkara-perkara pertikaian dan memberikan opini-opini yang bersifat nasihat.2. yang kedudukan di Den Haag.1. Keputusan MI mengenai Yurisdiksinya 5. Kejahatan genosida 6 .1. Biasanya 5 hakim MI berasal dari anggota tetap DK PBB. Jenis kejahatan berat pada pasal 5-8 statuta yaitu sebagai berikut: 1. Mahkamah Internasional MI adalah organ utama lembaga kehakiman PBB. perubahan konsepsi mengenai hak milik umpamanya dalam masyarakat industri moderen. tugasnya untuk memeriksa dan memutuskan perkara yang disidangkan baik yang bersifat sengketa maupun yang bersikap nasihat. Penundukkan diri dalam perjanjian Internasional. yang mewujudkan supremasi hukum internasional yang memastikan bahwa pelaku kejahatan berat internasional di pidana. Pernyataan penundukan diri negara peserta statuta MI 4. Pasal 9 Statuta MI menjelaskan. Ke-15 calon hakim tersebut direkrut dari warga negara anggota yang dinilai cakap dibidang hukum internasional. komposisi MI terdiri dari 15 hakim. Perbaikan putusan 2. perjanjian khusus 2. Mahakamah ini mulai berfungsi sejak tahun 1946 sebagai pengganti MIP.

diharapkan sejak awal sudah dapat diberikan dan ditegakkan. Padahal arti dari due process of law ini lebih luas dari sekedar penerapan hukum atau perundangundangan secara formil. Namun semua itu hanya terwujud apabila orientasi penegakan hukum dilandaskan pada pendekatan sistem. Kejahatan agresi 3) Proses Hukum yang Adil atau Layak Di dalam pelaksanaan peradilan pidana. Perlindungan hak-hak tersebut. Selain itu diharapkan pula penegakan hukum berdasarkan undang-undang tersebut memberikan kekuasaan kehakiman yang bebas dan bertanggung jawab. Paling tidak hak-hak untuk didengar pandangannya tentang peristiwa yang terjadi. Pemahaman tentang proses hukum yang adil dan layak mengandung pula sikap batin penghormatan terhadap hak-hak yang dipunyai warga masyarakat meskipun ia menjadi pelaku kejahatan.2. Namun kedudukannya sebagai manusia memungkinkan dia untuk mendapatkan hakhaknya tanpa diskriminasi. Secara keliru arti dari proses hukum yang adil dan layak ini seringkali hanya dikaitkan dengan penerapan aturan-aturan hukum acara pidana suatu Negara pada seorang tersangka atau terdakwa. yaitu mempergunakan segenap unsur yang terlibat didalamnya sebagai suatu kesatuan dan saling interrelasi dan saling mempengaruhi satu sama lain. Kejahatan perang 4. kehidupan hukum Indonesia telah meniti suatu era baru. Dengan keberadaan UU No. juga harus didukung oleh sikap batin penegak hukum yang menghormati hak-hak warga masyarakat. yaitu “due process of law” yang dalam bahasa Indonesia dapat diterjemahkan menjadi proses hukum yang adil atau layak. ada satu istilah hukum yang dapat merangkum cita-cita peradilan pidana. Konsekuensi logis dari dianutnya proses hukum yang adil dan layak tersebut ialah sistem peradilan pidana selain harus melaksanakan penerapan hukum acara pidana sesuai dengan asasasasnya. hak memajukan pembelaan dan hak untuk disidang dimuka pengadilan yang bebas dan dengan hakim yang tidak memihak. yaitu kebangkitan hukum nasional yang mengutamakan perlindungan hak asasi manusia dalam sebuah mekanisme sistem peradilan pidana.8 Tahun 1981. Kejahatan terhadap kemanusiaan 3. 7 . hak didampingi penasehat hukum dalam setiap tahap pemeriksaan.

DAFTAR PUSTAKA 8 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->