1

BAGIAN 1 PENDAHULUAN A. PENDAHULUAN Sistem pengapian merupakan salah satu bagian sistem dari sebuah engine, akan tetapi yang menentukan saat pengapian yaitu terjadinya pembakaran bahan bakar ialah sistem pengapian, hal ini disebabkan karena dalam sebuah pembakaran sempurna memerlukan timing atau waktu yang tepat dalam pemberian pengapian dalan ruang bakar . Sebelum mengetahui kapan waktu pemberian pengapian pada ruang bakar, perlu di pelajari cara kerja sistem pengapian, untuk mengetahui cara kerja sistem pengapian maka dibutuhkan pengenalan dan pengetahuan secara praktis tentang kontruksi dari sistem pengapian atas dasar kegunaan dan fungsinya. B. KONSEP UMUM Dalam modul yang penulis buat ini terdapat 2 (dua) sub bab yang akan disajikan dalam materi sistem pengapian diantaranya: 1. Komponen serta fungsi dari setiap sitem pengapian 2. Job Sheet

2

BAGIAN II CARA KERJA DAN KOMPONENNYA A. CARA KERJA

Gambar 1. Rangkaian pengapian

Saat kontak on ke IG maka arus listrik yang dari baterai sebesar 12V mengalir menuju ke koil primere selanjutnya menuju ke platina, saat platina menutup maka terjadilah medan magnet pada coil primer, selanjutnya platina membuka maka terjadi loncatan listrik/ induksi (20.000 V – 25.000 V ) menuju ke kabel koil mengarah ke distributor selanjutnya diteruskan oleh rotor yang berputar, sehingga aliran listrik dibagi untuk mengalir ke kabel busi 1,2, 3, 4, dan kabel busi mengalirkan ke busi dan terjadilah loncatan bunga api pada Groond electroda dan center elektroda, saat inilah terjadinya pembakaran. B. KOMPONEN SISTEM PENGAPIAN Komponen sistem pengapian diantaranya ialah :

fungsi baterai adalah sebagai penyuplai tenaga kelistrikan bagi aksesoris. Busi Baterai Baterai adalah sebuah sebuah sumber listrik dalam suatu rangkaian kelistrikan. Pada saat mesin mati. Platina f. Kabel tegangan tinggi h. . baterai mempunyai fungsi sesuai waktunya. lampu. fungsinya hanya menghidupkan mesin. fungsinya sebagai peyuplai listrik dan stabilizer karena baterai mendapatkan arus dari alternator yang tidak selalu tetap. Battery b. lampu radio. radio akan mati. Condensator e. Koil d.3 a. Pada mobil. Pada saat starter. dan lain sebagainya b. karena semua listrik digunakan untuk menghidupkan mesin Komponen ACCU/ Baterai a) Grid Peran dari grid adalah untuk menjaga bahan-bahan aktif dan konduksi/penghantaran energi listrik. semua aksesoris. Distributor g. yaitu : a. Pada saat mesin hidup. Gambar 2 Baterai Gambar 3 Grid. c. Kunci kontak c.

Elektroda positif dan elektroda negatif diisi oleh campuran serbuk timah yang dipadatkan. Elektroda positif menggunakan timah dioksida sementara elektroda negatif menggunakan timah spon sebagai bahan aktifnya. Satu Sel (satuan accu) terdiri dari satu susunan lempengan. tanpa memperhatikan jumlah lempengan dan ukuran sakelar voltase yang terbuka menghasilkan 2. Lalu menjalani proses pengawetan. Gambar 3 Lempengan Elektroda Positif dan negatif c) Penyekat ( Separator) Penyekat digunakan sebagai pemisah antara elektroda positif dan negatif guna mencegah hubungan arus pendek di antara kedua lempengan tersebut. dsb. yang direkatkan. asam belerang yang dicampur air.1V setiap sel. Gambar 4 Penyekat elektroda Susunan lempengan (kelompok sel) Susunan lempengan adalah satu barisan dari lempengan elektroda positif/negatif dan pemisah. yang dilas ke pengikat yang terletak pada kutub elektroda. Gambar 5 Susunan Lempengan sel . pengeringan. perubahan wujud. accu 12V terdiri dari 6 yang dihubungkan dalam rangkaian seri. oksidasi timah.4 b) Lempengan (elektroda) Seperti yang ditampilkan dalam gambar.

e) Tutup atas dan Sumbat Tutup atas adalah selembar plastik yang digunakan menjaga kekedapan udara di dalam kemasan accu. Baru-baru ini. Penghubung besar dirancang dengan tujuan untuk mencegah turunnya voltase ketika arus tegangan tinggi sedang mengalir pada tahap pertama. larutan asam belerang atau untuk mengukur berat jenis elektrolit dan temperatur di dalam kemasan accu. accu 12V berisi 6 sel didalamnya. penyekat Gambar 6 Kemasan Accu jenis kantong digunakan sebagai metode pencegahan hubungan arus pendek. Gambar 7 Tutup atas dan Sumbat Gambar 8 Tutup atas dan Sumbat . Peran dari dudukan ini adalah untuk menyangga susunan lempengan dan untuk mencegah hubungan arus pendek yang disebabkan oleh kumpulan endapan bahan-bahan aktif yang keluar dari elektroda. Pada tutup atas juga terdapat lubang bersumbat yang dipergunakan untuk menambahkan air. Terminal di accu mobil terbuat dari lempengan timah yang dipakai untuk menghubungkan sakelar eksternal. di dasar setiap sel terdapat dudukan lempengan positif dan negatif yang diletakkan terpisah pada masing-masing dudukan.5 d) Kemasan Accu Kemasan accu terbuat dari plastik. f) Terminal sel/terminal Setiap sel terhubung satu baris oleh lempengan timah. Pada accu konvensional. Lembaran ini direkatkan dengan kuat pada bagian atas kemasan dengan menggunakan bahan perekat khusus atau dipanaskan.

misal: lampu-lampu. Gambar 9 Posisi Saklar AM adalah terminal arus listrik yang selali berhubungan dengan baterai. Jenis kunci kontak ini menggunakan kunci kontak jenis mobil Toyota Kijang 4K. ACC tterminal yang digunakan untuk bagian perlengkapan tambahan seperti: radio.6 g) Elektrolit (Larutan Asam Belerang-Sulfuric Acid) Elektrolit adalah larutan asam belerang yang tidak berbau dan tidak berwarna yang dihasilkan dari campuran larutan asam belerang yang sangat murni dengan air. Kapasitas Baterai: merupakan kemampuan menyimpan jumlah energi listrik didalam baterai atau aki dan ditunjukkan dalam satuan Ampere atau Watt jam. gravitasi dari elektrolit adalah sebesar 1.010. ACC. berarti baterai tersebut dapat bekerja selama 120/10 = 12 Jam. ST (starter) adalah terminal yang berhubungan dengan sistem starter Gambar 10 Hubungan Antar Terminal Saklar . Misalnya pada aki tertulis 12V. Biasanya. ketika aki telah terisi penuh. (ON/IG) dan Start.10Amp-120 Ampere jam. Gambar dibawah merupakan contoh salah satu kunci kontak yang memiliki empat terminal AM. berat jenis (BJ). Elektrolit bereaksi dengan timah oksidan pada elktroda positif dan timah sepon (sponge lead) pada elektroda negatif sehingga menghailkan arus listrik. ON/IG (ignition): adalah terminal yang berhubungan dengan sistem pengapian mesin. Selain itu elektrolit juga mengalirkan arus listrik di dalam sel. pada suhu 20 oC. Besar kapasitas baterai ini bergantung pada lama pemakain.280+0. tipe player. 1. dan suhu elektrolit. montor stater dan lain lain. Konci kontak Berfungsi sebagai penghubung arus listrik dengan beban yang digunakan.

a. b. Pada saat kunci kontak dapur posisi START maka terminal AM-IG-ST akan berhubungan dengan perlengkapan tersebut diatas (kecuali radio/tipe player) serta hubungan ke montor starter akan menghidupkan mesin. Koil Koil berfungsi merubah tegangan listrik 12 V yang diterima dari baterai menjadi tegangan tinggi (20KV . Pada posisi kontak di putar ke ACC maka terminal AM dengan terminal ACC akan berhubungan sehingga perlengkapan radio/tipe player dapat dihidupkan. 2. Gambar 11 Koil Gambar 11 bagian dari coil .25KV). Pada saat kunci kontak diputar pada posisi ON/IG maka terminal-terminal AM-ACC-IG akan berhubungan sehingga radio/tipe player dan sistem pengapian berhubungan dengan sumber arus listrik. Kumparan primer yang digulung 150 sampai 300 kali lilitan mengelilingi kumparan skunder. Salah satu ujung dari kumparan primere dihubungkan dengan terminal negatif primer sedangkan ujung yang lain dihubungkan dengan terminal positif primer.7 Gambar 9 adalah posisi kerja dari kunci kontak. gerak kunci kontak dari posisi LOCK ke posisi ACC adalah 55 derajat dan posisi ACC ke posisi ON adalah 35 derajat dan dari posisi ON ke posisi ST 35 derajat.000 kali lilitan pada besi. Gambar 10 adalah hubungan antara terminal pada kunci kontak dimana Lock terminal tersebut tidak ada hubungannya dengan terminal-terminal lainnya. Kumparan skunder dihubungkan dengan cara serupa. dimana salahsatu ujungnya dihubungkan dengan kumparan lewat terminal positif primer sedangkan ujung lain dihubungkan dengan terminal tegangan tinggi melaliu sebuah pegas. Kumparan sekunder yang digulung 15.000 sampai 30.

22uf-0. Dengan adanya penyerapan arus listrik dari platina ke condenser maka sisa sisa arus akan terserap seketika sehingga pemutusan arus pada platina terjadi secara mendadak. Kemampuan dari suatu kondensor dapat di tunjukkan dengan berapa besar kapasitasnya. Kondensator Fungsinya adalah untuk menghilangkan /mencegah terjadinya loncatan api atau bunga api listrik pada breaker point. Kapasitas kondenser di ukur dalam (uf ) mikro farad. pada kendaraan Toyota. Kalau di platina muncul percikan bunga api besar. Biasanya kemampuan menyimpan listrik dipengaruhi oleh jenis dielektriknya dan jarak antar lempeng atau pelat konduktor dan teras pelat konduktor.22 uf c.8 3. b. semakin luas pelat konduktornya. yaitu dalam bentuk loncatan bunga api.15-0. Menyebapkan pemutusan tegangan sekunder tidak terjadi secara mendadak akibatnya tegangan aekunder lemah. Condenser yang di pergunakan ada 3 macam: a.15 uf b. semakin tinggi nilai konstanta dielektriknya.50 mikrofarad. Munculnya percikan bunga api dapat dikurangi karena pada saat platina mulai membuka maka sisa arus yang mengalir melalui platina akan diserap oleh condenser sehingga munculnya bunga api pada platina dapat dikurangi. Untuk mempercepat pemutusan arus pada platina.25 uf Condensator ada 2 fungsi: a. semakin kecil kapasitasnya. Cara kerja: pada saat platina mulai membuka maka sisa sisa aliran dari kumparan primer yang melewati platina masih cenderung terjadi. gantilah condensernya (0. Kapasitas kondensator mobil berkisar antara 0.27uf). Untuk menampung muatan listrik. b. Condenser kabel warna hijau kapasitasnya 0. semakin besar kapasitasnya. Condenser kabel warna biru kapasitasnya 0. Dengan pemasangan condenser maka beberapa kerugian diatas dapat dikurangi. Condenser kabel warna kuning kapasitasnya 0. semakin besar pula Gambar 12 kondensor . terjadinya loncatan bunga api pada platina menimbulakan beberapa kerugian. Menyebapkan platina terbakar dan cepat aus. Semakin tebal dielektriknya. antara lain: a. Kapasitas kondensator adalah kemampuan untuk menyimpan tenaga listrik.

9 kapasitasnya. Distributor a. Platina Untuk memutuskan dan menghubungkan arus yang mengalir ke kumparan pimer. Bagian ini terdiri dari tutup distributor dan rotor. Misal pada kondensator tertulis 12V/0. agar terjadi tegangan induksi pada kumparan sekunder. Induksi terjadi pada saat breaker point I putus atau terbuka. c.3 mikrofarad. Terdiri dari 2 bagaian yaitu: 1. Breaker point (contact point / point ) Fungsinya adalah untuk memutuskan arus listrik dan menghubungkannya dari kumparan primer coil ke massa agar terjadi induksi pada kumparan sekunder coil. Bagian Governor Advancer Gambar 15 Bagian distributor . 2. Camlobe ( nok ) Fungsinya Adalah untuk mengungkit breaker point agar dapat memutus dan menghubungkan arus listrik pada kumparan primer coil Gambar 14 Comlobe (Nok) Gambar 13 Contac point b. kondensor ini boleh diberi tegangan maksimumnya sebesar 12Volt. 4. Bagian Distributor Bagian ini berfungsi membagi-bagikan (mendistribusikan) arus tegangan tinggi yang di hasilkan / di bangkitkan oleh kumparan sekunder pada ignition coil ke busi pada tiap – tiap silinder sesuai dengan urutan pengapian.

yang akan bekerja atas dasar kevakuman yang terjadi dialam intake manifold. Bagian Vacum Advancer Bagian ini berfungsi untuk memundurkan atau memajukan saat pengapian pada saat beban mesin bertanmbah atau berkurang. dalam sistem pengapian rotor berada didalam distributor dan rotor berfungsi untuk membagi arus sebelum masuk ke kabel tekanan tinggi busi. Bagian ini terdiri dari Governor weight dan governor spring (pegas governor ).10 Bagian ini berfungsi untuk memajukan saat pengapian sesuai dengan pertambahan mesin. Bagian ini terdiri dari breaker plate vakum advancer. Sentrifugal Advancer tidak bekerja Sentrifugal Advancer bekerja Vakum Advancer tidak bekerja Vakum Advancer bekerja Plat kurva Kelonggaran Kelonggaran Pegas Belum Bekerja Gambar 16 Vakum dan Sentrifugal Advancer e. Rotor Adalah bagian yang berputar. . d.

Tekanan di dalam silinder juga berubah – ubah antara 1 atmosfer (pada langkah isap) dan 45 atmosfer (pada langkah kerja).11 5. walaupun kontruksinya tampak sederhana. arus tegangan tinggi tersebut melalui distributor. Kabel Tegangan Tinggi Kebel kabel tegangan tinggi ( high-tension cord ) harus mampu mengalirkan arus listrik tegangan tinggi yang menghasilkan di dalam ignition coil ke busi busi melalui distributor tanpa adanya kebocoran. Kabel resistive terbuat dari fiberglass yang di padu /di campur dengan carbon dan karet sintetis yang di gunakan sebagai core untuk memberikan peregangan yang cukup kuat untuk meredam bunyi pengapian ( ignition noise ). Busi juga bisa di artikan sebagai peranti untuk memberikan percikan bunga api guna membakar campuran bahan bakar dan udara yang telah dikompresekan di dalam ruang bakar.000 volt – 20. Insulator karet ( rubber insulator ) kemudian di lapisi oleh pembungkus ( seath ). Pada saat bekerja.000 volt. Busi Fungsi busi adalah menghantarkan arus pengapian ke ruang bakar. 6. busi akan mengalami perubahan tekanan Gambar 17 Kontruksi Busi dan temperatur tinggi. busi harus bisa bertahan dalam kondisi . Pada mesin bersilinder banyak. Oleh karena itu. Temperaktur eletroda bisi bisa mencapai 1.800 C. Tegangan listrik yang harus ditaha oleh insulator busi berkisar antara 15. dimana bagian yang diberi jarak/gap atau celah yang dihasilkan bunga api. Temperatur ini akan turun drastis pada langkah isap karena didinginkan oleh campuran bahan bakar dan udara. Arus listrik tegangan tinggi tersebut berasal dari koil pengapian. Oleh sebab itu penghantar ( core ) di bungkus dengan insulator karet yang tebal seperti tampak pada gambar untuk mencegah terjadinya kebocoran arus listrik tegangan tinggi.

misalnya alur U (busi U) atau alur V (busi V). Rumah Ujung rumah busi berbentuk segi enam dan unung lainnya berulir untuk melekatkan busi pada ruang bakar. inti tembaga untuk merambatkan panas dari elektroda dan ujung isolasi agar cepat dingin. ujung lainnya terletak didalam berdekatan dengan elektroda massa. insulator. Permukaan isolasi porselin dibuat bergeombang agak jarak antara terminal dan rumah terminal menjadi lebih panjang. Elektroda yang dibuat dengan bentuk khusus ini. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kebocoran arus dan loncatan bunga api tegangan tinggi. perubahan tekanan dan daya tahan listrik yang baik. c. Elektroda tengah Salah satu ujung elektroda tengah berulir dan terletak di bagian luar dengan fungsisebagai erminal. yaitu harus mempunyai daya tahan panas tinggi. seal kaca untuk memberikan kerapatan dan menghindari kebocoran udara antara sumbu pusat dan elektroda tengah. Pada perletakan rumah busi dengan ruang bakar. dan rumah (casing) a. Insulator Komponen busi ini biasanya dibuat dari bahan porselin yang memegang elektroda tengah serta berguna untuk isolasi elektroda tengah dengan rumah atau elektroda massa. Elektroda tengah ini terdiri atas sumbu pusat oleh elektroda . Elektroda massa Elektroda ini disatukan dengan rumah yang dibuat sama dengan elektroda tengah. Kontruksi Busi : Busi terdiri atas elektroda tengah. diberi tambahan cincin gasket untuk mencegah kebocoran gas.12 kerja yang sangat berat. adalah untuk memberikan kemampuan pengapian yang lebih baik dan memudahkan loncatan bunga api. resistor untuk meredam atau mengurangi gangguan frekuensi radio dan elektroda tengah untuk memberikan loncatan bunga api ke elektroda tengah b. d. Rumah busi juga berfungsi untuk menyangga insulator porselin. elektroda massa. .

13 BAGIAN III JOB SHEET A. GAMBAR PENGAPIAN .

batere ) kemungkinan longgar.........................................tulis : 3 4 5 6 Kesimpulan : ............. ...... ..... ..mmHg 3 ........................................... hasilnya.... 2...... .............. 3........................... ........ kelebihan Nomor cell Hasil pengukuran 1 2 Periksa ketinggian air baterai....... Hasil pemeriksaan Nepel :............................ ............................ .... ................. ..................... ... Nomor cell Hasil 1 ...... .................................... Periksa secara visual kleman (nepel + dan . ............ ...... ............................. JOB SHEET PEMERIKSAAN BATERAI 1........................ ................................................... ............ ..................... ................ ........ .. .25-1...... penuh kotoran asam dll........... Kesimpulan : ....mmHg 5 ..... .... .............mmHg 4 ........ ......27 mmHg Kesimpulan : ............................... ............14 B....................................................................................... . .... .....mmHg 6 ........ cukup..... kurang................ .............................mmHg pengukuran Menurut pedoman reparasi mesin Toyota seri K:hal 10-9 Berat jenis elektrolit baterai pada 20ᵒ C (68ᵒ F) adalah : 1. .. ..... .................... ..............................mmHg Lakukan pemeriksaan cairan elektrolit batere menggunakan hydrometer hasilnya: 2 .............

........15 4...Cell 6:...kilo ohm (KΩ) .............kilo ohm (KΩ) .................kilo ohm (KΩ) b...................................................... kemudian lakukan pemeriksaan kabel busi............ ................kilo ohm (KΩ) .... Kesimpulan:.............................. Hasil pemeriksaan kabel-kabel busi dengan kondisi terlepas dari tutup distributor Kabel Tegangan Tinggi Kabel Busi 1 Kabel Busi 2 Kabel Busi 3 Kabel Busi 4 Kabel dari coil Hasil Pengukuran Tahanan ............... Cell 4:..............................kilo ohm (KΩ) . ................... ...................... Periksa seluruh lubang pada tutup pengisian baterai Hasil pemeriksaan tutup baterai : cell1:.......... Periksa tegangan baterai : Hasil.............................. ........................................................ .................................................Cell 3.........................kilo ohm (KΩ) Kesimpulan :...... .............Volt Kesimpulan : .... 5..............kilo ohm (KΩ) .................... Menurut pedoman reparasi toyota seri K: hal 2-8 tahanan kabel < 25 KΩ per Kabel a....................................... Cell 5:.... PEMERIKSAAN KABEL BUSI 1....... ......................kilo ohm (KΩ) .........kilo ohm (KΩ) ....................................................... ........................ Hasil pemeriksaan kabel-kabel busi dengan kondisi terpasang pada tutup distributor Kabel Tegangan Tinggi Kabel Busi 1 Kabel Busi 2 Kabel Busi 3 Kabel Busi 4 Kabel dari coil Hasil Pengukuran Tahanan ............ Lepas semua kabel busi petunjuk pada vedio..................................................................................Cell2:............................... ................. .............. ................kilo ohm (KΩ) ..

.......16 2.. .................... Kesimpulan:......................................... Periksa kondisi isolator kabel pengapian ........... ............................................. bagian tersebut harus diganti Hasil pemeriksaan :....... Periksa tutup distributor kondisi arangnya harus bisa berpegas Hasil pemeriksaan :....................... Menurut pedoman reparasi toyota seri K: hal 2-8 tahanan kabel < 25 KΩ per Kabel Kabel Tegangan Tinggi Kabel busi 1 Kabel busi 2 Kabel busi 3 Kabel busi 4 Kabel dari coil Hasil Pemeriksaan Kesimpulan:.. ............... kabel yang retak atau terbakar harus diganti........... Periksa kondisi isolator pasa koil....................... Kesimpulan:.................................................... rotor................................. ..................................... tutup distributor dan terdapat tempat yang terbakar.................................................................... b................................................................. a........ ....................

17 .

........................................................18 PEMERIKSAAN BUSI 1................................................................... ...... Periksa seluruh kondisi fisik busi kemungkinan seperti berikut : Nomor busi di silinder Busi 1 Busi 2 Busi 3 Busi 4 Hasil pemeriksaan Kesimpulan:................................ Ukuran celah eletroda busi....................8 mm Nomor busi di silinder Busi 1 Busi 2 Busi 3 Busi 4 Hasil pemeriksaan Kesimpulan:.............................................. Celah elektroda busi menurut pedoman reoarasi toyota seri K: halaman 10-10 adalah 0............................ .................... 2...................................... ...............

........................... . Lakukan pemeriksaan Vacum Advancer Pemeriksaan sederhana :Lepas tutup distributor..ᵒ poros engkol Hasil pemeriksaan 1500 rpm tanpa selang vakum saat pengapian :............................... Sesuai dengan arah putarannya............................. kontrol/ stel saat pengapian tambah putaran montor sampai tepat 1500rpm. ... Isap slang dengan mulut dan perhatikan plat dudukan kontak pemutusharus bergerak Hasil pemeriksaan :......................................................................................ᵒ poros engkol Kesimpulan:. Lakukan pemeriksaan sederhana Lepas tutup distributor Putar rotor dengan tangan............... . rotor harus dapat berputar 10-15 derajat terhadap pegas governor dan dapat kembali sendiri ke posisi semula... Jika tidak......... . Harus ada perbedaan saat pengapian dengan/ tanpa selang vakum.......................... PEMERIKSAAN SENTRIFUGAL ADVANCER 1..... Kesimpulan:.... kemudian lihat kembali saat pengapian dengan tepat 1500 rpm.... Lepas slang vakum yang menuju ke distributor padakarburator............ 2.............................. Hasil pemeriksaan 1500 rpm dengan selang vakum saat pengapian :........ kemudian lihat saat pengapian lepas selang vakum pada distributor ........... governor harus diperbaiki atau diganti baru................ Lakukan pemeriksaan dengan alat pengetes pasang lampu timing dan tachometer hidupkan montor.19 PEMERIKSAAN VAKUM ADVANCER 1....

saat pengapian tidak boleh berubah. ᵒ poros engkol Hasil pemeriksaan 900-1500 rpm Saat pengapian....... ........ Kesimpulan:........................ . Untuk itu dapat dilihat pada tanda pengapian yang mulai bergeser ke saat pengapian yang lebih awal......... kemudian tambah putaran montor perlahan –lahan............lihat tanda pengapian saat putaran idle.................. Antara 900-1500rpm....................................................... ᵒ poros engkol Hasil pemeriksaan 4500 Saat pengapian................. Hasil pemeriksaan saat putaran idle Saat pengapian.........20 Hasil pemeriksaan :.. Dibawah 900 rpm governor belum boleh bekerja. governor harus mulai bekerja.. 2.... ᵒ poros engkol ............................................. .... Lakukan pemeriksaan governor advans Lakukan Pemeriksaan Advans Sentrifugal Pemeriksaan dengan lampu timingLepas slang vakum dari advans vakumPasang lampu timing dan takhometer .. .....

........... ᵒ poros engkol Kesimpulan:.. Hasil pemeriksaan saat putaran idle....................................................................21 PENYETELAN SAAT PENGAPIAN Periksa saat pengapian menggunakan lamputiming.................... untuk mobil 4 silinder 750-850 rpm....................... Apabila saat pengapian tidak tepat............ Besar sudut dwel untuk 4 silnder. ᵒ Kesimpulan:........... Putar distributor sampai didapatkan saat pengapian yang tepat.... ......................... ....................................................... ............................................................. ......... .. standarnya 50-54ᵒ....... kendorkansekrup pengikat distributor sampai distributor dapat digerakkan.... PEMERIKSAAN DAN PENYETELAN SUDUT DWELL Lakukan pemeriksaan dan penyetelan celah kontak pemutus dengan penngetes dwell...... kemudian keraskan sekrupkembali.....Dan tachometer untuk melihat putaran idle... Hasil pemeriksaan sudut dwell :......................

....... Penyetelan dilakukan dengan obeng pada takik penyetel......... Stel besar celah dengan menggerakkan kontak tetap...4 -0..... ᵒ Kesimpulan:.................. ..... Perhatikan dudukan tumit ebonit di puncak tonjolan cam Celah platina 0........... Jika celah tidak baik.............. stel seperti berikut: kendorkan sedikit sekrup –sekrup pada kontak tetap......... Periksa celah kontak dengan fuler yang bersih. ...22 PEMERIKSAAN CELAH PLATINA Pilih fuler yang sesui dengan besar celah kontak........................................5 Hasil pemeriksaan sudut dwell :................ ....

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful