AGAMA DAN AGAMA ISLAM

1. Pengertian Agama dan Agama Islam Pengertian Agama Secara etimologi, kata agama berasal dari bahasa Sangsekerta, yang berasal dari akar kata gam artinya pergi. Kemudian akar kata gam tersebut mendapat awalan a dan akhiran a, maka terbentuklah kata agama artinya jalan. Maksudnya, jalan untuk mencapai kebahagiaan. Di samping itu, ada pendapat yang menyatakan bahwa kata agama berasal dari bahasa Sangsekerta yang akar katanya adalah a dan gama. A artinya tidak dan gama artinya kacau. Jadi, agama artinya tidak kacau atau teratur. Maksudnya, agama adalah peraturan yang dapat membebaskan manusia dari kekacauan yang dihadapi dalam hidupnya, bahkan menjelang matinya. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, kata „agama‟ berarti suatu sistem, prinsip kepercayaan terhadap Tuhan (Dewa dsb) dengan ajaran kebaktian dan kewajibankewajiban yang bertalian dengan kepercayaan itu. Didunia barat terdapat suatu istilah umum untuk pengertian agama ini, yaitu : religi, religie, religion, yang berarti melakukan suatu perbuatan dengan penuh penderitaan atau mati-matian, perbuatan ini berupa usaha atau sejenis peribadatan yang dilakukan berulang-ulang. Istilah lain bagi agama ini yang berasal dari bahasa arab, yaitu addiin yang berarti : hukum, perhitungan, kerajaan, kekuasaan, tuntutan, keputusan, dan pembalasan. Kesemuanya itu memberikan gambaran bahwa “addiin” merupakan pengabdian dan penyerahan, mutlak dari seorang hamba kepada Tuhan penciptanya dengan upacara dan tingkah laku tertentu, sebagai manifestasi ketaatan tersebut (Moh. Syafaat, 1965). Dari sudut sosiologi, agama adalah tindakan-tindakan pada suatu sistem sosial dalam diri orang-orang yang percaya pada suatu kekuatan tertentu (yang supra natural) dan berfungsi agar dirinya dan masyarakat keselamatan. Agama merupakan suatu sistem sosial yang dipraktekkan masyarakat; sistem sosial yang dibuat manusia [pendiri atau pengajar utama agama] untuk berbhakti dan menyembah Ilahi. Sistem sosial tersebut
1

dipercayai merupakan perintah, hukum, kata-kata yang langsung datang dari Ilahi agar manusia mentaatinya. Perintah dan kata-kata tersebut mempunyai kekuatan Ilahi sehingga dapat difungsikan untuk mencapai atau memperoleh keselamatan (dalam arti seluas-luasnya)secara pribadi dan masyarakat. Dari sudut kebudayaan, agama adalah salah satu hasil budaya. Artinya, manusia membentuk atau menciptakan agama karena kemajuan dan perkembangan budaya serta peradabannya. Dengan itu, semua bentuk-bentuk penyembahan kepada Ilahi [misalnya nyanyian, pujian, tarian, mantra, dan lain-lain] merupakan unsur-unsur kebudayaan. Dengan demikian, jika manusia mengalami kemajuan, perubahan, pertumbuhan, dan perkembangan kebudayaan, maka agama pun mengalami hal yang sama. Sehingga halhal yang berhubungan dengan ritus, nyanyian, cara penyembahan [bahkan ajaran-ajaran] dalam agama-agama perlu diadaptasi sesuai dengan sikon dan perubahan sosio-kultural masyarakat. Sedangkan kaum agamawan berpendapat bahwa agama diturunkan TUHAN Allah kepada manusia. Artinya, agama berasal dari Allah; Ia menurunkan agama agar manusia menyembah-Nya dengan baik dan benar; ada juga yang berpendapat bahwa agama adalah tindakan manusia untuk menyembah TUHAN Allah yang telah mengasihinya. Dan masih banyak lagi pandangan tentang agama, misalnya, 1. Agama ialah [sikon manusia yang] percaya adanya TUHAN, dewa, Ilahi; dan manusia yang percaya tersebut, menyembah serta berbhakti kepada-Nya, serta melaksanakan berbagai macam atau bentuk kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut 2. Agama adalah cara-cara penyembahan yang dilakukan manusia terhadap sesuatu Yang Dipercayai berkuasa terhadap hidup dan kehidupan serta alam semesta; cara-cara tersebut bervariasi sesuai dengan sikon hidup dan kehidupan masyarakat yang menganutnya atau penganutnya 3. Agama ialah percaya adanya TUHAN Yang Maha Esa dan hukum-hukum-Nya. Hukum-hukum TUHAN tersebut diwahyukan kepada manusia melalui utusanutusan-Nya; utusan-utusan itu adalah orang-orang yang dipilih secara khusus oleh TUHAN sebagai pembawa agama. Agama dan semua peraturan serta hukum-

2

o Percaya dengan hubungan ini dapat mempengaruhi hidupnya sehari-hari o Percaya bahwa dengan matinya seseorang. dan kebiasaan. Dari kata salima selanjutnya diubah menjadi bentuk aslama yang berarti berserah diri masuk dalam kedamaian. dan patuh kepada Allah Swt. patuh. Dari segi kebahasaan Islam berasal dari bahasa Arab. menundukkan. tunduk. Dari pengertian kebahasaan ini. terambil dari kata salima yang berarti selamat sentosa. o Percaya kepada keridhoan Tuhan sebagai tujuan hidup di dunia ini. Pengertian Islam 3 . sentosa. dan taat disebut sebagai orang Muslim. o Percaya kepada wahyu Tuhan yang disampaikan kepada rosulnya. Natsir agama merupakan suatu kepercayaan dan cara hidup yang mengandung faktor-faktor antara lain : o Percaya kepada Tuhan sebagai sumber dari segala hukum dan nilai-nilai hidup. menyerahkan diri. Kata aslama itulah yang menjadi kata Islam yang mengandung arti segala arti yang terkandung dalam arti pokoknya. dan taat.hukum keagamaan diturunkan TUHAN [kepada manusia] untuk kebahagiaan hidup manusia di dunia dan akhirat Sedangkan menurut M.  Pengertian agama islam Ada dua sisi yang dapat kita gunakan untuk memahami pengertian agama Islam. Orang tersebut selanjutnya akan dijamin keselamatannya di dunia dan akhirat. yaitu dari kata salima yang mengandung arti selamat. patuh. Dari asal kata itu dibentuk kata aslama yang artinya memelihara dalam keadaan selamat sentosa dan berarti pula menyerahkan diri. sumber lain mengatakan bahwa Islam berasal dari bahasa Arab. yaitu sisi kebahasaan dan sisi peristilahan. patuh. balasan. dan damai. orang yang berserah diri. hidup rohnya tidak berakhir. Senada dengan pendapat di atas. o Percaya dengan ibadat sebagai cara mengadakan hubungan dengan Tuhan. Oleh sebab itu. kata Islam dekat dengan arti kata agama yang berarti menguasai. Kedua sisi pengertian tentang ini dapat dijelaskan sebagai berikut. o Percaya dengan adanya hubungan antara Tuhan dengan manusia. hutang. Orang yang demikian berarti telah menyatakan dirinya taat.

adalah agama yang ajaran-ajarannya diwahyukan Tuhan kepada masyarakat manusia melalui Nabi Muhammad Saw. dan dua ajaran pokoknya. Berdasarkan pada keterangan tersebut. bukan berasal dari manusia. bahwa agama Islam selaras benar dengan namanya. dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. yang kita saksikan pada alam semesta. menurut Maulana Muhammad Ali dapat dihami dari firman Allah yang terdapat pada ayat 202 surat AI-Baqarah yang artinya. Demikianlah pengertian Islam dari segi kebahasaan sepanjang yang dapat kita pahami dari berbagai sumber yang dikemukakan para ahli. tetapi mengenai berbagai segi dari kehidupan manusia. Sementara itu Maulana Muhammad Ali mengatakan bahwa Islam ada¬lah agama perdamaian. Hai orang-orang yang beriman. Islam pada hakikatnya membawa ajaran-ajaran yang bukan hanya mengenal satu segi. Dengan demikian. taat. Keadaan ini membawa pada timbulnya pemahaman terhadap orang yang tidak patuh dan tunduk sebagai wujud dari penolakan terhadap fitrah dirinya sendiri. melainkan pula pada segala sesuatu yang secara tak sadar tunduk sepenuhnya kepada undang-undang Allah. dan berserah diri kepada Tuhan dalam upaya mencari keselamatan dan kebahagiaan hidup. melainkan sebagai panggilan dari fitrah dirinya sebagai makhluk yang sejak dalam kandungan sudah menyatakan patuh dan tunduk kepada Tuhan. perkataan Islam sudah menggambarkan kodrat manusia sebagai makhluk yang tunduk dan patuh kepada "I'uhan”. sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.demikian itu. yaitu keesaan Allah dan kesatuan atau persaudaraan umat manusia menjadi bukti nyata. Islam bukan saja dikatakan sebagai agama seluruh nabi Allah. maka kata Islam menurut istilah adalah mengacu kepada agama yang bersumber pada wahyu yang datang dari Allah Swt. Harun Nasution misalnya mengatakan bahwa Islam menurut istilah (Islam sebagai agama). sebagaimana tersebut pada beberapa ayat kitab suci Al-quran. Dari uraian di atas. Adapun pengertian Islam dari segi istilah akan kita dapati rumusan yang berbeda-beda. sebagai Rasul. Posisi nabi dalam 4 . masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya. bukan paksaan atau berpura-pura. tunduk. baik di dunia maupun di akhirat. kita sampai pada suatu kesimpulan bahwa kata Islam dari segi kebahasaan mengandung arti patuh. dan bukan pula berasal dari Nabi Muhammad Saw. Hal demikian dilakukan atas kcsadaran dan kemauan diri sendiri.

pada bangsa-bangsa dan kelompok-kelompok manusia. yang artinya: “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu. Kata Islam adalah nama yang diberikan oleh Tuhan sendiri. uraian. dan contoh praktiknya. Dalam proses penyebaran agama Islam. Selanjutnya. Agama Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad n. Nabi Daud. Allah berfirman. Dengan demikian. nabi terlibat dalam memberi keterangan. Oleh karena itu tidak ada lain yang patut diterima. dan Nabi Isa as. Islam adalah agama sepan¬jang sejarah manusia. tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi…” (Al Ahzab 19) “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu. Dengan Islam Allah mengakhiri serta menyempurnakan agama-agama lain untuk para hamba-Nya. dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku. Nabi Sulaiman.” (Al Imran 19) 5 .agama Islam diakui sebagai yang ditugasi oleh Allah untuk menyebarkan ajaran Islam tersebut kepada umat manusia. dilihat dari segi misi ajarannya. dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu…” (Al Maidah 3) “Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Nama Islam demikian itu memiliki perbedaan yang luar biasa dengan nama agama lainnya. Agama dari seluruh Nabi dan Rasul yang pernah diutus oleh Allah Swt. Kata Islam tidak mempunyai hubungan dengan orang tertentu atau dari golongan manusia atau dari suatu negeri. selain Islam. Nabi Ibrahim. Dengan Islam pula. Allah menyempurnakan kenikmatan-Nya dan meridhai Islam sebagai dienNya. Nabi Musa. Sebagaimana firman Allah . Nabi Ya'kub. Artinya : “Sesungguhnya agama yang di ridhoi Allah di sisinya adalah agama islam” (QS. Namun keterlibatan ini masih dalam batas-batas yang dibolehkan Tuhan. Ali Imron : 19) Demikian dapat dipahami dari petunjuk ayat-ayat Alquran yang diturunkan oleh Allah Swt. secara istilah Islam adalah nama bagi suatu agama yang berasal dari Allah Swt. Hal demikian dapat dipahami dari ayat-ayat yang terdapat di dalam Alquran yang menegaskan bahwa para nabi tersebut termasuk orang yang berserah diri kepada Allah. penjelasan. Islam itulah agama bagi Adam as.

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam. Allah berfirman kepada Rasul-Nya: “Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur‟an dengan membawa kebenaran.” (HR. dan umat. yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab 6 yang lain itu…” (Al Maidah 48) . Islam mempunyai keistimewaan. Oleh karena itulah Abu Thalib (paman Nabi) dikatakan bukan orang yang mengimani Nabi. tempat. membenarkan apa yang sebelumnya. Agama Islam mencakup seluruh kemaslahatan yang dikandung oleh agama-agama terdahulu. membenarkan dengan penuh penerimaan dan kepatuhan terhadap segala yang dibawanya. sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua. Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia. tidak seorang pun dari umat ini. kemudian mati tidak mengimani sesuatu yang aku diutus karenanya kecuali dia termasuk penghuni Neraka. Yang menghidupkan dan mematikan. supaya kamu mendapat petunjuk. Hal ini sebagaimana telah difirmankan-Nya kepada Rasul-Nya: “Katakanlah: Hai manusia. yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi. “Demi Tuhan yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya. maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya. dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. walaupun ia membenarkan apa yang dibawa oleh keponakannya itu dan dia juga mengakui bahwa Islam adalah agama terbaik. yaitu relevan untuk setiap masa.” (Al A‟raf 158) Dari Abu Hurairah dikatakan bahwa Rasulullah bersabda: .” (Al Imran 85) Allah telah mewajibkan seluruh umat manusia agar memeluk agama Islam karena Allah. Yahudi maupun Nasrani. yang mendengar tentang aku. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya. bukan hanya membenarkan semata. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Muslim) Mengimani Nabi SAW artinya.

” (At Taubah 33) “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amalan-amalan yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi.” (An Nuur 55) Agama Islam merupakan aqidah dan syariat. Hal ini dikatakan-Nya dalam firman-Nya. Memerintahkan bertauhid dan melarang syirik. karena: 1. Catatan: Adil artinya menyamakan yang sama dan membedakan yang berbeda. Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji itu). Mereka tetap menyembahKu dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. maksudnya adalah bahwa berpegang teguh pada Islam tidak akan menghilangkan kemaslahatan umat di setiap waktu dan tempat. tempat dan umat. Memerintahkan berbuat adil dan melarang perbuatan lalim. Tetapi bukan berarti Islam tunduk pada waktu. Memerintahkan bersikap jujur dan melarang berbuat bohong/dusta. seperti yang dikehendaki sebagian orang. Agama Islam adalah agama yang benar. 7 . walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai. tempat dan umat. 3. bukan persamaan secara mutlak seperti yang dikatakan sebagian orang yang mengatakan bahwa Islam adalah agama persamaan yang mutlak.Islam dikatakan relevan untuk setiap masa. Dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Islam adalah agama yang sempurna dalam aqidah dan syariat. 2. Allah menjamin kemenangan kepada orang yang memegangnya dengan baik. dan pelakunya pun tidak terpuji. sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa. Menyamakan hal-hal yang berbeda merupakan kelaliman yang tidak dianjurkan oleh Islam. yang artinya: “Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur‟an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama. Bahkan dengan Islam. umat akan menjadi baik. maka mereka itulah orang-orang yang fasik.

sehingga manusia merasa kesepian dikala dunia telah kosong. Memerintahkan bersilaturahmi/menyambung hubungan dengan kerabat dekat.4.” (An Nahl 90) 2. 8. Gejala-gejala kejiwaan yang bersifat keagamaan memiliki berbagai kepribadian dan karekteristik yang tidak selaras dengan semua gejala umum kejiawaan manusia.keikhlasan. Memerintahkan berbuat baik dengan tetangga melarang berbuat jahat kepada mereka. Berbagai pendapat mengenai kefitrian agama ini dapat dikaji pada beberapa pemikiran. Memerintahkan untuk menepati janji dan melarang ingkar janji. dan kerinduan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. kerabatnya serta para pemimpin besar. 8 . 7. Jadi harapan akan adanya sesuatu yang dapat memberi petunjuk dan pengarahan. dan melarang perbuatan yang buruk.Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan. dan Allah melarang dari perbuatan keji. 6. kecintaan dan pengorbanan. Manusia menyaksikan maut merenggut ayahnya. ibunya. Memerintahkan untuk bersikap amanat dan melarang khianat. 5. serta melarang memutuskannya. kemungkaran dan permusuhan. Misalnya Einstein menyatakan bahwa sifat sosial manusialah yang pada gilirannya merupakan salah satu faktor pendorong terwujudnya agama. Islam juga memerintahkan setiap perbuatan baik. keinginan bersandar pada orang lain dan terlepas dari perasaan putus asa . Pada setiap keadaan dan perbuatan keagamaan. harapan menjadi pencinta dan dicintai. keramahan. kita selalu dapat melihat berbagai bentuk sifat seperti ketulusan. AGAMA DAN MANUSIA Agama merupakan kebutuhan (fitrah) manusia. Memerintahkan berbakti kepada ibu-bapak serta melarang menyakitinya. memberi kepada kaum kerabat. Direnggutnya mereka satu persatu. semua itu membentuk dalam diri sendiri dasar kejiwaan untuk menerima keimanan kepada Tuhan. Secara umum Islam memerintahkan agar bermoral baik dan melarang bermoral buruk.

tetapi kenyataan yang ditampilkan sekarang ini menampakkan dengan jelas bahwa semakin tinggi ilmu pengetahuan dan teknologi yang dicapai manusia.seperti difirmankan Allah dalam surat Al Fajr (89) ayat 27-30. Manusia tidak mungkin dapat melepaskan keterbatasan dan ikatan tersebut kecuali berhubungan dengan sumber wujud. Semula orang mempercayai dengan ilmu pengetahuan dan teknologi kebutuhan akan agama akan mengecil bahkan hilang sama sekali. seperti diungkapkan dalam firman Allah surat Ar Ra‟du (13)ayat 28. hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenang. kebutuhan akan agama semakin mendesak berkenaan dengan kebahagiaan sebagai suatu yang abstrak yang ingin digapai manusia. Ingatlah. Maka masuklah ke dalam jama’ah hambahambaKu.’’ Agama sebagai fitrah manusia melahirkan keyakinan bahwa agama adalah satu-satunya cara pemenuhan semua kebutuhan. Ilmu dan teknologi serta kemajuan peradapan manusia melahirkan jiwa yang kering dan haus akan sesuatu yang bersifat rohaniah. Artinya :’’ Wahai jiwa yang tenang.Dari beberapa pendapat itu dapat dipahami bahwa manusia terutama orang dewasa memiliki perasaan dan keinginan untuk melepaskan diri dari wujud terbatas mereka dan mencapai inti wujud. Melepaskan diri untuk mencapai sumber wujud ini adalah ketenangan dan ketentraman. Posisi ini semakin tampak dan tidak mungkin digantikan dengan yang lain. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Artinya :’’ Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Satu-satunya cara untuk memenuhi perasaan-perasaan dan keinginan-keinginan itu dalam bentuknya yang sempurna dan memuaskan adalah perasaan dan keyakinan agama. 9 .’’ Bahkan bentuk kebahagiaan abadi yang merupakan arah yang hendak dicapai manusia dalam kehidupannya adalah perwujudan ketentraman dalam dirinya.dan masuklah ke dalam surgaKu. Kekecewaan dan kegelisahan bathin senantiasa menyertai perkembangan kesejahteraan manusia .

karena datang dari Tuhan sendiri.seperti difirmankan-Nya dalam surat Asy Syura (42) ayat 51. sehingga dengan demikian Tuhan senantiasa digambarkan sesuai dengan pikiran yang ada dalam diri manusia yang memikirkannya. Pencarian informasi tentang Tuhan melalui pikiran manusia. Artinya :’’ Dan tidak ada bagi seorang manusia pun bahwa Allah barkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir atau dengan mengutus 10 . informasi tentang Tuhan diberitahukan sendiri bukan dipikirkan oleh manusia. Artinya informasi tentang Tuhan dinyatakan oleh Tuhan sendiri. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada kaum yang yakin. Artinya :’’ Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkataa : Mengapa Allah tidak langsung berbicara kepada kami atau datang tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kami ?. walaupun manusia menghendakinya alngsung dari Allah. hati mereka serupa. atau dengan kata lain. sebab pikiran-pikran itu tidak pernah terlepas dari subyektifitas pengalaman-pengalaman pribadi manusia yang mempengaruhi pikiran-pikran itu. Akibatnya. yang dikenal dengan kepercayaan animisme dan dinamisme. Hal ini dilukiskan dalam firman Allah surat al Baqarah (2) ayat 118. timbullah beragam informasi dan gambaran tentang Tuhan yang justru menambah kegelisahan manusia.Perasaan ketuhanan pada dasarnya telah dimulai sejak manusia berada dalam peradaban kuno. karena logika akan terus mencari jawaban Tuhan yang sebenarnya ?. ternyata tidak ditemukan jawaban yang dapat melahirkan keyakinan terhadap Tuhan yang dianggap sebagai keyakinan yang benar. Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah mengatakan seperti ucapan mereka itu. sehingga dengan demikian informasi itu akan dapat diyakinkan kebenarannya.’’Informasi itu hanya diberikan kepada orang yang dipilih Tuhan sendiri. Akan tetapi cara mengetahuinmya tidak dapat diberikan Tuhan kepada setiap orang. kecuali diperoleh dari Tuhan sendiri. Informasi tentang Tuhan yang datang dari Tuhan sendiri adalah suatu kebenaran mutlak. Mencari kebenaran tentang Tuhan ternyata tidak dapat diperoleh manusia melalui pikiran semata-mata.yaitu kepercayaan akan roh-roh halus melalui perantaraan benda-benda yang mempunyai kekuatan magis.

wanita dan semisalnya. sehingga dengan memiliki hal-hal tersebut. Perasaan inilah yang mendorongnya untuk mengetahui realitas yang ada di sekitarnya dan melakukan banyak eksperlmen demi menyingkap tabir misteri yang menyelimuti alam secara umum. hartapun ia miliki. la merasa bahwa itu merupakan haknya yang tidak akan pernah ia berikan kepada siapapun dengan harga berapapun juga. kesenangan jasmani dan semisalnya. layaknya hewan-hewan lain. Sisi kedua manusia ini disebut sebagai sisi rohani. manusia diyakini sebagai makhluk yang selain memiliki sisi hewani yang sarat dengan kebutuhan-kebutuhan hewani seperti makan. minum. Dari sini kita katakan bahwa dalam kehidupannya manusia memiliki sederet kebutuhan yang harus dipenuhinya. Dari sisi rohani ini. minum. secara naluriah manusia selalu mencari apa yang diperlukannya.seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. ia juga memiliki sisi agung yang dapat menghantarkannya menjadi khalifah Allah di muka bumi. harta. berarti ia telah hidup dengan sempurna. 11 . Saat mendengar suara ketukan pintu rumahnya atau saat mendengar suara teriakan orang yang meminta pertolongan ia merasa berhak untuk mengetahui siapa yang berada di balik pintu dan apa yang terjadi pada orang yang berteriak tadi. atau tidak? Seseorang yang perutnya kenyang. Inilah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. kebutuhan manusia adalah ilmu pengetahuan. seperti makan. Manusia merasa berhak untuk mengetahui apa-apa yang ada disekitarnya. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana. Hal ini terjadi karena manusia didaptakan Tuhan dengan dibekali rasa ingin tahu. manusia juga mencari sesuatu yang dapat mengusir rasa laparnya. Namun apakah kebutuhan manusia hanya terbatas pada sisi lahiriyahnya saja.’’ Seperti makhluk-makhluk yang lain. kebutuhan biologisnya terpenuhi. tetapi ia bodoh sama sekali. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang berhasil dicapai oleh umat manusia adalah berkat rasa keingintahuannya ini. Jika seekor singa mencari mangsanya di saat lapar. apakah ia telah mendapatkan ke-sempurnaan dalam hidup? Dalam terminologi Islam.

Karenanya. Karena itu. Jika seseorang berhasil mendapatkan jawaban yang memuaskan. banyak pertanyaan tentang dirinya sendiri yang selalu menghantui pikiran dan perasaannya. manusia yang demikian ini apakah merasa cukup dengan mengetahui alam sekitarnya untuk kemudian lalai pada hakikat dirinya sendiri. seperti yang ditegaskan oleh para ahli. Pertanyaan itu sama dengan pertanyaan pertama yang dilontarkan seseorang kala mendapatkan dirinya di sebuah ruangan yang berwarna serba putih. ada pada semua manusia. Tetapi. ia akan bertanya. padahal ia termasuk bagian dari alam dan bahkan bagian yang paling dekat dengan "diri"nya? Di satu sisi. di mana kekuasaan. dan tidak akan pernah hilang. perlu dicatat bahwa kadang-kala kesenangan duniawi. kesombongan dan apa- 12 . ke manakah aku akan pergi?" Pertanyaan-pertanyaan ini ada di lubuk setiap insan. Namun dari sekian banyaknya pertanyaan itu. sehingga ia tidak terpanggil untuk menjawab pertanyaan-perta-nyaan seperti di atas. maka tak ubahnya ia seperti orang yang telah kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam hidup. sudah sewajarnya jika rasa ingin tahu manusia terhadap dirinya lebih besar dari rasa ingin tahunya pada alam sekitar. ada beberapa pertanyaan yang paling penting yang menuntut untuk segera dijawab. ciri-ciri sesuatu yang bersifat fitri adalah tidak dipelajari. Salah satu contohnya adalah Fir'aun. "Di manakah ia berada". Para ahli teologi Islam mengatakan bahwa fitrah adalah satu hal yang dibekalkan Allah kepada setiap manusia. "Dari manakah aku berasa!?" "Untuk apakah aku berada di dunia?" dan "Setelah alam ini. harta. manusia adalah makhluk yang sarat dengan misteri. maka ia akan merasa tenang karena telah menemukan jatidirinya. setelah sebelumnya pingsan karena sebuah kecelakaan. Dalam diri setiap insan.Namun. Manusia yang telah mengetahui ia berada di alam ini bertanya. "Untuk apa ia di sini" dan pertanyaan semisalnya. dan jika tidak. kesombongan. Setelah membuka matanya untuk pertama kali. dan semisalnya bisa menutupi fitrah manusia. yakni dirinya sendiri. kekuasaan. karena ia muncui dari fitrah manusia. tidak terkurung oleh batas-batas teritorial dan masa.

rujuk tafsir AI-Mizan dan tafsir lainnya. Dialah Tuhan pencipta segala sesuatu. yang mengandung banyak perintah dan larangan demi kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.S. pertanyaan pertama jika dijawab dengan benar akan menghasilkan jawaban bahwa manusia berasal dari ketiadaan dan ada setelah diciptakan oleh Allah SWT. Sedangkan pertanyaan tentang ke mana kita akan pergi setelah meninggalkan dunia ini berhubungan dengan masalah alam akhirat dan apa yang akan kita alami di sa-na.apa yang ia miliki telah menutupi fitrahnya. Singkatnya pertanyaan pertama berkenaan dengan konsep ketuhanan. Namun. "Aku beriman bahwa tidak Tuhan selain Tuhan Bani Israil. Banyaknya bukti yang menunjukkan kepenciptaan Allah SWT membuat klaim mereka yang mengingkarinya bagai sebuah lelucon atau cerita penghantar tidur. saat itulah segala tabir yang menutui fitrahnya sirna dan dengan suara yang menge-naskan ia berseru. orang melangkah untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan "Untuk apa aku berada di dunia?" Dari pertanyaan ini timbul pula pertanyaan "Apa yang harus aku perbuat di dunia ini?" 3awaban dari "Untuk apa berada di dunia" ada pada tujuan mengapa Tuhan yang Mahabijaksana mendptakan manusia. Yunus : 90) Kembali kepada pertanyaan-pertanyaan di atas. di saat balatentara yang setia kepadanya dan kekuasaan yang ia banggakan tidak dapat menyelamatkan dirinya dari siksa Allah. Singkatnya pertanyaan ini berkenaan dengan konsep kenabian. berarti seseorang telah mengetahui bahwa ia diciptakan oleh Allah SWT demi sebuah tujuan agung yang menyangkut kebahagiaan 13 . dan aku termasuk orang yang berserah diri". (Q. (Hal ini telah dibahas dengan panjang lebar oleh para ahli tafsir saat mereka menafsirkan ayat 56 surah AI-Dzariyat. Dengan mendapatkan pertanyaan pertama.) Sedangkan pertanyaan "Apa yang harus aku perbuat di dunia?" adalah apa-apa yang diperintahkan oleh Allah melalui para duta-Nya yaitu para nabi dalam bentuk sebuah agama samawi (langit). Pertanyaan ini berhubungan pula dengan pertanyaan: apakah yang kita lakukan di dunia bisa memberi kita kebahagiaan atau malah kesengsaraan abadi? Dengan menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tadi.

Jadi. Rasa takut akan ketidaktahuan". tapi dari manusia itu sendiri yang salah dalam menerapkan sifat ketuhanan pada selain Tuhan yang sebenarnya. Sama seperti rasa sakit perut yang dirasakan oleh seseorang. Hanya saja. mungkin ia akan mencari sesuatu benda materi dan menyebutnya sebagai tuhan atau perwujudan dari Tuhan yang ia rasakan dalam hatinya. seperti di atas.atau kesengsaraannya di dunia dan alam akhirat. "Saya berpendapat bahwa agama berdiri di atas pondasi rasa takut. Sebab. Dari sinilah muncul berbagai agama sesat. Kelemahan pertama klaim Russel di atas adalah bahwa pendapat ini tidak memiliki argumen sama sekali. api. apakah itu berarti bahwa agama yang didasari oleh takut tidak nyata dan hanya dongeng dan khayalan belaka? Apakah semua yang didasari oleh rasa takut tidak berharga dan tidak nyata? Bukankah ilmu kedokteran yang berhasil digali oleh manusia didasari oleh rasa takut mereka akan penyakit dan kematian? Apakah dengan demikian berarti ilmu kedokteran tidak nyata dan hanya khayalan? Siapkah Russel menerima kesimpulan ini? 14 . Hanya saja. Kebahagiaannya itu bisa ia dapatkan dengan melakukan apa yang Dia perintahkan dan me-ninggaikan apa yang Dia larang. Rasa sakit itu bisa jadi ia anggap maag. dikaitkan oleh sebagian orang dengan rasa takut mereka. petuhanan matahari. Sebagian ahli teologi mengatakan bahwa ketertarikan manusia kepada agama dan masalah ketuhanan adalah bersumber dari fitrahnya sendiri. kesalahan tadi tidak bersumber dari fitrah. dan hal ini tidak berarti bahwa masalah ketuhanan bukan sebuah masalah fitri. Bertrand Russel mengatakan. padahal mungkin sesungguhnya usus buntu atau penyakit perut lainnya. Herannya. kepercayaan umat manusia akan agama secara umum dan Tuhan secara khusus. di saat ia akrab dengan alam materi. Rasa sakit tersebut adalah benar karena ia merasakannya sendiri. dan semisalnya. angin. ia bisa salah dalam mendiagnosa rasa sakitnya. seperti penyembahan berhala. Jika kita terima pen-dapat ini dan kita katakan bahwa Russel memiliki bukti akurat yang menguatkan klaimnya. setiap manusia dengan merujuk pada dirinya dan mendengarkan suara dari lubuk hatinya yang paling dalam akan menemukan Tuhan.

Bukankah untuk masuk ke dalam sebuah lingkungan yang tidak beragama atau salah dalam beragama. tidak kita pungkiri bahwa agama Kristen di abad pertengahan telah dijadikan oleh para penguasa (baca: gereja) sebagai alat penindasan. mencari sesuatu yang dapat memberinya ketenangan. manusia di zaman purbakala hidup dengan dikelilingi oleh beribu-ribu macam bahaya yang siap mengancam jiwanya. goncangan gempa. Binatang buas yang ada disekitar mereka. hukum rimba yang berlaku di antara sesama. yang oleh Russel disebut dengan agama. diperlukan keberanian yang luar biasa? Bukankah ketegaran mereka dalam beragama hingga berani mempertaruhkan jiwanya menunjukkan keberanian mereka yang hebat? Pertanyaan kita yang terakhir. berarti orang yang paling beragama dan paling berinnan adalah orang yang paling penakut. tiupan angin topan. adalah bahaya-bahaya yang mengancam keselamatan umat manusia di zaman itu. Selain itu. dan tentunya kesimpulan seperti ini ditolak oleh semua orang yang masih memiliki sedikit kemampuan untuk berpikir. dan sederet bencana alam lainnya. fakta menunjukkan bahwa para pendakwah agama umumnya adalah orangorang yang pemberani. logiskah kiranya dengan hanya melihat fenomena yang demikian ini lalu kita memberlakukannya pada semua aspek kehidupan umat manusia dari awal hingga akhir generasi anak Adam ini. Namun. Dan sangatlah wajar jika mereka yang merasa takut karena merasa keselamatannya terancam.Memang.didasari oleh rasa takut mereka akan bencana alam? Jika pendapat Russel benar. bukankah banyak pemikir yang beragama dan bahkan taat beragama? Apakah kepercayaan mereka akan agama --setelah melakukan banyak penelitian ilmiah-. Dalam sejarah Islam juga kita saksikan bahwa para penguasa Bani 15 . Memang. Siapkah kita menerima kesimpulan ini? Sebagian lagi berpendapat bahwa agama adalah alat yang dipergunakan oleh para penguasa untuk memperbudak rakyatnya dan mengajarkan mereka untuk me-nerima kesengsaraan dengan senang hati. tanpa melihat sisi lain kehidupan mereka? Jika pendapat Russel ini diterima. berarti akal dan logika para pemikir tersebut tidak bernilai sama sekali.

sangatlah logis jika agama selalu mewarnai sejarah manusia dari dahulukala hingga kini. Agama adalah sebuah wadah tempat manusia menjadikan kehidupannya penuh arti. untuk apa dia berada di dunia. adalah orang-orang yang selalu berjuang melawan kezaliman? Bukankah mereka adalah orang-orang yang meyayangi rakyat kecil dan berada di pihak mereka? Logiskah kiranya jika kita katakan bahwa agama yang mereka bawa adalah alat untuk memperbudak orang-orang kecil dan untuk menzalimi mereka padahal para pendakwah agama itu selalu menyayangi rakyat kecil dan selalu berjuang melawan kezaliman? Dari uraian di atas. PENTINGNYA AGAMA BAGI MANUSIA Ada beberapa alasan tentang mengapa agama itu sangat penting dalam kehidupan manusia. Bukankah dalam ajaran agama Islam. bukankah para pendakwah agama yang sejati dengan para nabi sebagai contoh teladan. Sebab. termasuk dirinya sendiri. Al-Ra'd: 11) Di lain pihak. manusia memiliki fitrah yang selalu mengajak ia untuk beriman kepada Tuhan Yang Mahaagung. la merasa berhak untuk mengetahui dari mana ia berasal. manusia juga selalu butuh untuk mengetahui apa-apa yang ada di sekitarnya. Singkatnya harus dibedakan antara agama dan penyalahgunaan agama.Umayyah dan Bani Abbasiyyah juga melakukan hai yang sama. kita juga dipe-rintahkan untuk melakukan perombakan demi perbalkan keadaan kita? "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan mereka sendiri" (Q. bahkan sampai akhir nanti 3. selain diperintahkan untuk menerima kenyataan yang ada. antara lain adalah : 16 . Selain itu. Namun. itu tidak berarti bahwa agama memang diadakan untuk itu. yang merupakan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas dan itu adalah agama. Agamalah yang mendorong manusia membangun kepribadiannya. Karenanya. kita simpulkan bahwa agama merupakan fenomena yang tidak mungkin terpisahkan dari manusia.S. apa yang mesti ia lakukan demi kebahagiannya di dunia dan alam akhirat nanti.

al-Nahl (16) : 78 Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak tahu apa-apa. S. serta tidak mengetahui apa-apa sebagaimana firman Allah dalam Q. agama itu berfungsi untuk menjaga kebahagiaan hidup. yang menurut istilah Al-Gazali dalam bukunya ihya ulumuddin disebut dengan malak Al-hidayah yaitu kekuatan-kekuatan yang berusaha menarik manusia kepada hidayah ataukebaikan. yaitu membimbing manusia kejalan yang baik dan menghindarkan manusia dari kejahatan atau kemungkaran. 17 .  Godaan dan rayuan yang berusaha memperdayakan manusia kepada kejahatan. baik dari dalam. Dia menjadikan untukmu pendengaran. Karena agama memberikan bimbingan rohani bagi manusia baik di kala suka. maupun di kala duka. manusia senantiasa dipengaruhi oleh berbagai macam godaan dan rayuan. tetapi sedikit di antara mereka yang mensyukurinya. Fungsi Agama Kepada Manusia Dari segi pragmatisme. yaitu  Godaan dan rayuan yang berysaha menarik manusia ke dalam lingkungan kebaikan. Manusia sejak dilahirkan ke dunia ini dalam keadaan lemah dan tidak berdaya. Godaan dan rayuan daridalam diri manusia dibagi menjadi dua bagian. Dalam keadaan yang demikian itu.yang menurut istilah Al-Gazali dinamakan malak al-ghiwayah. maupun dari luar dirinya.    Karena agama merupakan sumber moral Karena agama merupakan petunjuk kebenaran Karena agama merupakan sumber informasi tentang masalah metafisika. yakni kekuatan-kekuatan yang berusaha menarik manusia kepada kejahatan Disinilah letak fungsi agama dalam kehidupan manusia. Bagi kebanyakan orang. seseorang itu menganut sesuatu agama adalah disebabkan oleh fungsinya. penglihatan dan hati.

agama Islam menerangkan kepada umatnya bahawa dunia adalah ciptaan Allah SWTdan setiap manusia harus menaati Allah SWT  Menjawab pelbagai soalan yang tidak mampu dijawab oleh manusia. Sesetangah soalan yang sentiasa ditanya oleh manusia merupakan soalan yang tidak terjawab oleh akal manusia sendiri. Agama dikatankan memberi pandangan dunia kepada manusia kerana ia sentiasanya memberi penerangan mengenai dunia(sebagai satu keseluruhan). matlamat menarik dan untuk menjawabnya adalah perlu. . dan juga kedudukan manusia di dalam dunia. Contohnya soalan kehidupan selepas mati. Kebanyakan agama di dunia adalah menyaran kepada kebaikan. Agama merupakan satu faktor dalam pembentukkan kelompok manusia. Contohnya. malah tingkah laku. Ini adalah kerana sistem agama menimbulkan keseragaman bukan sahaja kepercayaan yang sama.  Memainkan fungsi kawanan sosial. fungsi agama mempunyai dimensi yang lain seperti apa yang dihuraikan di bawah:  Memberi pandangan dunia kepada satu-satu budaya manusia. Maka. manusia harus mempunyai sikap positif dan tepat. Maka ini dikatakan agama memainkan fungsi kawanan social  Mendidik manusia supaya mempunyai pendirian yang tentu dan terang . melainkan sedikit penerangan daripada falsafah.Memberi rasa kekitaan kepada sesuatu kelompok manusia. 18 . Dalam ajaran agama sendiri sebenarnya telah menggariskan kod etika yang wajib dilakukan oleh penganutnya. agama itulah berfungsi untuk menjawab soalan-soalan ini.Tetapi dari segi sains sosial. pandangan dunia dan nilai yang sama. Penerangan bagi pekara ini sebenarnya sukar dicapai melalui inderia manusia.

Itulah agama islam  Agama Sumber Informasi Metafisika 19 .  Agama Petunjuk Kebenaran Sekarang bagaimana manusia mesti mencapai kebenaran? Sebagai jawaban atas pertanyaan ini Allah SWT telah mengutus para Nabi dan Rasul di berbagai masa dan tempat. karena agama mengajarkan iman kepada Tuhan dan kehidupan akhirat. kita mengerti kalau kebenaran sudah tegak. dan ini pula sesungguhnya kebenaran yang dicari-cari oleh manusia sejak dulu kala. padahal moral bersumber dari agama. Dapat disimpulkan. sejak Nabi pertama yaitu Adam sampai dengan Nabi terakhir yaitu Nabi Muhammad SAW. Para nabi dan Rasul ini diberi wahyu atau agama untuk disampaikan kepada manusia. seperti rendah hati.  Agama adalah suatu alat yang membebaskan manusia dari perbudakan materi Agama mendidik manusia supaya berani menegakan kebenaran dan takut untuk melakuakn kesalahan.Agama mendidik manusia supaya tahu mencari . lebih-lebih ketika mereka ditimpa kesusahan dan kesulitan. Bahkan agama itulah kebenaran. Agama adalah petunjuk kebenaran. congkak. memiliki ketentraman jiwa. merasa tinggi dan sebagainya  Agama Sumber moral Dapat disimpulkan. yaitu kebenaran yang mutlak dan universal. bahwa agama sangat penting dalam kehidupan karena kebenaran yang gagal dicari-carioleh manusia sejak dulu kala dengan ilmu dan filsafatnya. hormat menghormati dsb. Agama menjadi sumber moral. ternyata apa yang dicarinya itu terdapat dalam agama. sopan santun. Agama melarang melarang orang bersipat sombong. disanalah manusia akan mendapatkan kebahagiaan duni dan akhirat  Agama banyak memberikan sugesti kepada manusia agar dalam jiwa mereka tumbuh sipat-sipat utama. orang yang beragama dapat merasakan bagaimana besarnya pertolongan agama bagi mereka . serta karena adanya perintah dan larangan dalam agama. Wahyu atau agama inilah agama Islam. yaitu kebenaran yang mutlak dan universal. bahwa pentingnya agama dalam kehidupan disebabkan oleh sangat diperlukannya moral oleh manusia.

Bahkan ada pula keuntungan lain sebagai akibat dari kepatuhan menjalankan agama. Dengan begitu hidup orang beriman selalu stabil. Brill.  Agama pembimbing rohani bagi manusia Dengan sabdanya ini Nabi mengajarkan.A. dan sebagainya. inilah hal yang menakjubkan dari orang beriman seperti yang dikatakan oleh Nabi. Dapat disimpulkan bahwa agama sangat penting bagi manusia (dan karena itu sangat dibutuhkan). orang beriman tabah atau sabar di kala duka. kalau di kala suka orang beriman itu bersyukur. dan hanya Allah saja yang mengetahuinya. Bersyukur di kala sukadan sabar di kala duka inilah sikap mental yang hendaknya selalu dimiliki oleh orang beriman.Sesungguhnya persoalan metafisika sudah masuk wilayah agama tau iman. Bagaiman tidak serba baik. Tuhan dan sifat-sifatNya. Dengan demikian agama adalah sumber infromasi tentang metafisika. bahkan tenteram dan bahagia. alam akhirat.R Bukhari). Dr. padahal dengan tabah di kala duka ia memperoleh berbagai keutamaan. seperti yang dikatakan oleh seorang psikiater. tidak ada goncangan-goncangan. Dan Allah Yang Maha Mengetahui perkara yang gaib ini dalam batas-batas yang dianggap perlu telah menerangkan perkara yang gaib tersebut melalui wahyu atau agama-Nya. karena manusia dengan akal.R Bukhari dan Muslim). Dengan agamalah dapat diketahui hal-hal yang berkaitan dengan alam barzah. surga dan neraka. dan hal-hal gaib lainnya. hendaknya orang beriman bersyukur kepada Allah pada waktu memperoleh sesuatu yang menggembirakan dan tabah atau sabar pada waktu ditimpa sesuatu yang menyedihkan. Keadaan hidup seluruhnya serba baik. Sebaliknya. dengan ilmu atau filsafatnya tidak sanggup menyingkap rahasia metafisika. seperti pengampunan dari dosadosanya(H. atau bahkan mendapat surga (H. dan karena itu pula hanya dengan agama manusia dapat mengetahui persoalan metafisika. sebab agama adalah sumber informasi tentang metafisika. Yaitu penyakit karena gelisah risau yang terus-menerus. tidak bisa terkena penyakit syaraf. “Setiap orang yang betul-betul menjalankan agama. padahal “ Jika engkau bersyukur akan Aku tambahi” . Hal itu hanya dapat diketahui dengan agama. kata Allah sendiri berjanji (Ibrahim ayat 7). 20 . A.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful