P. 1
Pengolahan Hasil Ternak

Pengolahan Hasil Ternak

|Views: 5|Likes:
Published by danimuzani

More info:

Published by: danimuzani on May 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/07/2015

pdf

text

original

BUKU TEKNIS BUDIDAYA PETERNAKAN

PENGOLAHAN HASIL TERNAK

PENGOLAHAN HASIL TERNAK A. SUSU 1. Kandungan Gizi air susu Sapi No. 1. Air 2. 3. 4. 5. 6. Lemak Protein Lactose Abu Calori Gizi Kandungan (%) 87,25 % 3,80 % 3,50 % 4,80 % 0,65 % 640 Cal/kg

2. Susunan air susu : Air : 1. Larutan/Cairan - Air dan lactose - Vitamin yang larut dalam air - Beberapa mineral 2. Emulsi : antara lemak dan air 3. Colloid : antara putih telur/protein dan mineral Lemak : rata-rata 3,8 % Protein : - Casein - Albumin - Globulin Karbohidrat : lactose 4,8 % yang terdiri dari : - Glucose - Galaktose

89

BUKU TEKNIS BUDIDAYA PETERNAKAN

PENGOLAHAN HASIL TERNAK

Vitamin : yang larut dalam lemak Vit A, D, E, K yang larut dalam air Vit C, B komplek, riboflavin 3. Sifat-sifat air susu : a. Warna : Putih kekuning-kuningan. kehijau-hijauan, banyak mengandung Vit. B komplek. kebiru-biruan, tercampur air. kuning, banyak mengandung butir-butir darah merah/Hb. b. Rasa Sedikit manis karena mengandung lactose. c. Bau specific susu serta mudah dipengaruhi bau-bauan disekitarnya serta makanan yang diberikan. d. Temperatur 1.028-1.082. f. Titik Beku : -0,50-0,52 c g. Titik didih : 101 c (standar milk codex, 100,17 c h. Ph : Normal 6,4 4. Pengawetan Air Susu Mendinginkan air susu 1. Dengan Kotak Pendingin. Bahan dari kayu, bagian dalam dilapisi seng/alumunium. Botol susu diletakan didalam timbunan es batu dalam kotak tersebut. Untuk lebih dingin ditambah garam dari serbuk gergaji. Diaduk agar pendinginan merata. 2. Dengan aliran air. Cara ini dilaksanakan di daerah pegunungan. Bak penampung dari tembok/semen. : Pada waktu pemerahan 37-38 c e. Berat Jenis Ditentukan pada 3-4 jam setelah pemerahan B.J antara

90

BUKU TEKNIS BUDIDAYA PETERNAKAN

PENGOLAHAN HASIL TERNAK

Temperature sekitar 10-15 c 3. Surface Cooler. Dibuat dari pipa yang berkelok-kelok yang dialiri air dingin. Air susu dialirkan pada pipa air dingin. 4. Refrigerator. 5. Freezer. 6. Cooling Unit. Pemasangan Air Susu Cara pemanasan : a. Menggunakan panic berdinding 2 lapis atau panic berisi air susu dimasukan dalam panic lain yang berisi air mendidih. b. Dasar panic/bidang dalam panci disemir dengan mentega. c. Pemanasan harus berhati-hati. d. Sebaiknya panic diletakan diatas plat asbes. e. Pemasakan air susu hendaknya mencapai titik didih (100.17 c) Pasteurisasi Air Susu a. Pasteurisasi lama : temperature 62-65 selama 0,5-1 jam. Temperature 72 selama 20 menit. b. Pasteurisasi sekejap : Temperatur 85-95 c selama 1-2 menit Keuntungan Pasteurisasi : a. Air susu dapat disimpan lebih lama pada suhu yang rendah (10 c). b. Air susu tidak lagi mengandung kuman pathogen. c. Baud an nilai gizi sedikit dan menurun (pada Pasteurisasi sekejap). Sterilisasi Air Susu Sterilisasi dilakukan di dalam sterilisator dengan menggunakan tekanan dari uap air panas.

91

BUKU TEKNIS BUDIDAYA PETERNAKAN

PENGOLAHAN HASIL TERNAK

Cara : d. pemanasan pendahuluan pada temperature 35 c selama ½ -1 jam. e. Pasteurisasi sekejap pada temperature 90 c selama 1 menit. f. Air susu homogen (diratakan) pada temperature tinggi (susu Pasteurisasi 90 c). g. Air susu didinginkan sampai temperature mencapai 40 c. h. Air susu dimasukan ke dalam botol-botol/kaleng yang sudah steril, ditutup secara sempurna. Temperature dan lamanya Sterilisasi TEMPERATUR 120 c 127 c 126 c 120 c 11 c-117 c 109 c-113 c 100 c 5. Pengolahan air susu Pembuatan mentega Cara pembuatannya : 1. Pemisahan Cream 2. Netralisasi cream dipakai basa NaOH 3. Pasteurisasi lambat (60 c, 60 menit), juga dilakukan pasteurisasi cepat 74 c, 5 menit. 4. Pemberian starter 5. Pendinginan 6. Penambahan starter 7. Pewarnaan LAMANYA PEMANASAN 1 menit 2 menit 3 menit 10 menit 25 menit 45 menit 5 ½ - 6 jam

92

BUKU TEKNIS BUDIDAYA PETERNAKAN

PENGOLAHAN HASIL TERNAK

8. Pemukulan, untuk mendapatkan butir-butir lemak 9. Bahan mentega dicuci air dingin, agar ampas mentega yang putih terus terbang 10. Pemberian garam sebanyak 1 ½ -3 % sambil terus diaduk 11. Pengulian/pengocokan dengan maksud : i. agar bahan menjadi homogen j. supaya lebih banyak butir-butir lemak yang pecah k. supaya butir-butir air mebjadi lebih kecil dan rata terbagi-bagi dalam mentega. Macam-macam kerusakan mentega • • • 1. Kerusakan oleh kuman : - rasa berubah - warna berubah Kerusakan oleh enzyme : tengik Kerusakan oleh bahan-bahan kimia, missal logam. Keju yang terkenal berasal dari : • • • • 2. Belanda Belgia Australia Amerika

Pembuatan Keju

Macam-macam keju berdasarkan texturnya : Soft Cheese : Tidak difermentasi sampai matang, disebut : cottage cheese/cream cheese/myosost cheese. Yang difermentasi sampai matang : a. Oleh jamur/ragi b. Oleh bakteri Semi solid cheese a. difermentasi oleh fungsi (jamur) disebut : Requefirt cheese/stilton cheese. : Camembert cheese : Limburger cheese

93

BUKU TEKNIS BUDIDAYA PETERNAKAN

PENGOLAHAN HASIL TERNAK

b. difermentasi oleh bakteri disebut Brick cheese Hard Cheese a. Yang mempunyai gelembung gas (open texture) disebut Ementaler cheese-Swiss cheese. b. Yang tidak mempunyai gelembung udara (close texture) disebut Gauda cheese/Edam cheese/Romano cheese. Veri hard cheese - Grating cheese/Romano cheese 3. Klasifikasi berdasarkan Pembuatannya Sour milk cheese keju yang dibuat secara alam, susu diberikan mengendap dibantu bacteri laktat Sweat milk cheese susu yang diendapkan dengan rennet (enzyme rennin dari usus halus anak sapi) 4. Klasifikasi berdasarkan daerahnya 1. Stilton cheese 2. Petit Swisse cheese 3. Appen Zeller 4. Leiden Cheese 5. Romadur Cheese : Inggris : Perancis : Swiss : Belanda : Jerman

6. Danabler cheese/Mysella cheese : Denmark 7. Hal-hal yang penting dalam pembuatan keju : - Bahan - Kadar : susu penuh atau skim milk : air mempengaruhi sifat fisik : 35 % , soft cheese : 50-80 %

hard cheese

94

BUKU TEKNIS BUDIDAYA PETERNAKAN

PENGOLAHAN HASIL TERNAK

5.

Pematangan dipengaruhi oleh bakteri, enzyme, suhu dan kelembaban ruangan, mempunyai pengaruh terhadap aroma, rasa serta struktur phisik.

6.

Tiap keju menggunakan bakteri yang berlainan missal : • • Cheddar cheese : streptococcus lactis lactobacillus Swiss cheese : bacterim shermani

7. -

Cara membuat keju : 6.1 Bahan Na Cl rennet Starter, digunakan streptococcus lactis atau S cremonis Ca Cl2 Zat warna Lilin/paraffin : : Air susu penuh atau skim milk

6.2 Alat-alat Bak keju Pisau pemotong Alat pengaduk Alat penekan

Ruangan kayu dari kayu jati

6.3 Tahap dan pengolahan (cheedar cheese) 1. Susu dipasteurisasi dahulu pada temperature 62-65 oc selama 30 menit atau pada suhu 71,1-71,7oc selama 15-20 detik, lalu didinginkan pada suhu 300c. 2. Masukan ke dalam bak-bak keju dan diantara bak-bak keju dialirkan air panas 45o selama 15 menit. Untuk mempercepat 95

BUKU TEKNIS BUDIDAYA PETERNAKAN

PENGOLAHAN HASIL TERNAK

fermentasi oleh asam laktat diberi starter 0,5-1 %, aduk sampai 10 menit dan dibiarkan sampai derajat asam 0,5 % (biasanya tercapai setelah ½ - 1 jam) 3. Pemberian zat warna dari tumbuh-tumbuhan sebanyak 0,5 – 3 cm larutan zat warna untuk 100 liter susu 4. Penambahan rennet sebanyak 4,2 ml/liter susu, 40 menit kemudian terjadi coagulasi protein (casein) dan terbentuk tahu keju (curd) untuk mempercepat pembentukannya ditambahkan CaCl2 sebanyak 0,02 %. Agar tahu keju tidak tergumpal-bumpal, sebelum rennet ditambahkan harus dilarutkan dahulu ke dalam air dengan perbandingan 40 x pada temperature 85 – 90oF. pada permulaan penambahan rennet, susu diaduk untuk meratakan lemaknya dan rennet ditambahkan sedikit demi sedikit sambil doiaduk pelan-pelan secara konstan dalam beberapa menit setelah itu susu diaduk perlahan-lahan dekat permukaannya untuk mencegah pemecahan cream pengadukan dihentikan segera setelah ada tanda-tanda coagulasi. 5. Pemotongan tahu keju dengan pisau untuk mengeluarkan cairannya yang disebut whey. 6. Pemisahan tahu keju dengan whey, dengan cara: disaring dengan kain blacu, whey akan menetes bak keju diberi kran di bawahnya

7. Penambahan garam 1 ½ - 3 %, sambil tahu keju ditumbuktumbuk sehingga whey yang tersedia dapat keluar. 8. Bahan keju dicetak sambil ditekan ± 3 – 4 9. Proses pengeringan selama ± 3 – 4 hari 10. Seluruh permukaan dilapisi lilin/paraffin 11. Proses pematang, dalam ruangan yang gelap/sejuk pada suhu 13 – 14oc dan R.H 90 %, selama 2 minggu sampai 6

96

BUKU TEKNIS BUDIDAYA PETERNAKAN

PENGOLAHAN HASIL TERNAK

bulan tergantung dari keju yang dibuat. Makin lama makin baik.

Pembuatan Es kriem 1. Komposisi es kriem NO 1. 2. 3. 4. ZAT MAKANAN Lemak B.K Gula Gelatin KANDUNGAN (%) 10 – 19 % 30 – 35 % 15 % 0,5 %

2. Bahan-bahan 2.1 - Calon susu - Susu Penuh 2.2 Gula : sucrose, dextrose, glucose 2.3 Bahan padat - stabilizer : gelatin, Na-Alginot, teber, agar-agar - zat warna coloric agent - Flavoring agent 3. Cara pembuatan • • 3.1 6 telur (± 240 gram) ditambah gula 270 gr dikocok 3.2 Tepung maezena 40 gram ditambah cream susu 500 gram ditambah air 50 gram, ditambah susu penuh 350 gram, dikocok, lalu dipanaskan. • 3.3 Campurkan adonan c1 dan c2, lalu diaduk dan dimasukan ke dalam tabung es kriem. Di dinginkan dalam air di ember, tambahkan flavoring agen aduk, simpan dalam temperature rendah.

97

BUKU TEKNIS BUDIDAYA PETERNAKAN

PENGOLAHAN HASIL TERNAK

Pembuatan susu kental manis Sweetened Condensed Milk 1. Komposisi zat makanan susu kental manis di Indonesia NO 1. 2. 3. 2. ZAT YANG TERKANDUNG Lemak Bahan kering Gula PROSENTASE (%) 9,5 35,5 42,0

Pembuatan (sederhana) 2.1 Alat-alat : panic besar dan kecil alat pemanas (kompor) sendok gelas ukuran, corong, penyaring alat pengukur derajat keasaman (lacto densi meter) botol/kaleng yang tertutup sebagai wadah

2.2 Bahan baku : susu murni susu krim gula pasir air aquadestilata arang (norit untuk menyerap kotoran yang terdapat dalam larutan gula serta untuk pemucat 2.3 Pembuatan : gula dan air dipanaskan, tambahkan arang/norit larutan gula disaring

98

BUKU TEKNIS BUDIDAYA PETERNAKAN

PENGOLAHAN HASIL TERNAK

-

air susu diuapkan/dipanaskan sambil diaduk-aduk, sampai mencapai kekentalan 2 ½ kali susu semula kemudian ke dalam susu kental tadi dimasukan air gula kental sambil diaduk. Lalu dipanaskan lagi sampai volumenya seperti semula (± kekentalan 2 ½ susu murni)

-

susu kental didinginkan dalam air mengalir sambil diaduk-aduk pelan-pelan agar tidak berbusa dan kristal-kristal lactose yang mungkin terjadi kecil-kecil

-

lalu dipak dalam kaleng, botol dll, disimpan pada suhu kamar

Pembuatan susu asam (Joghurt) Susu yang diasamkan melalui proses peragian/fermentasi. Bersifat sangat mudah dicerna dalam usus dan dapat dibuat dari susu kambing, kerbau serta air susu sapi. Pembuatan : 1. Bahan : susu murni atau susu bawah (skim milk) 2. Proses pembuatan : o Pembuatan starter, yakni pupukan murni dari strepto coccus thermophilis dan bacteri lactobacillus bulgaricus dalam susu yang steril. o Air susu dipanaskan dulu pada temperature ± 60 oC dan ditambahkan 3 5 % susu kering tak berlemak agar agak kental dan diaduk-aduk sampai rata. o Pemanas ditingkatkan sampai titik didih selama 15 – 30 menit lalu didinginkan sampai mencapai temperature sekitar 44 – 45 oC. o Starter ditambahkan (dalam temperature 44 – 45 o C) sebanyak 2 -3 % aduk-aduk/kocok dengan baik o Tempatkan pada temperature 44 – 45 o C dalam waktu 3 – 4 jam (sampai mencapai PH 4,4 – 4,5)

99

BUKU TEKNIS BUDIDAYA PETERNAKAN

PENGOLAHAN HASIL TERNAK

o Untuk menghentikan perkembangan bacteri-bacteri yoghurt lebih lanjut segera yoghurt tersebut masukan ke dalam alat pendingin. Dalam tahan selama 2 minggu disimpan dalam keadaan dingin/beku.

3. Komposisi yoghurt import : NO 1. 2. 3. 4. ZAT MAKANAN Lemak Laktose Air Bahan kering PRESENTASE KANDUNGAN (%) 3,7 % 3,5 % 87,3 % 2,7 %

Pembuatan Karamel (gula-gula susu, permen susu) 1. Bahan • • • • air susu gula pasir essence : : 5 kg : 3 kg : vanilie :

(Penambahan rasa) • • • coklat air jeruk kopi, dsb :

2. Alat-alat • • • • panci kompor

papan tipis dengan batas dipinggirnya botol penggiling

100

BUKU TEKNIS BUDIDAYA PETERNAKAN

PENGOLAHAN HASIL TERNAK

3. Pembuatan : - Air susu dan gula dipanaskan pada api yang tidak terlalu besar lalu ditambahkan salah satu essence yang disukai terus diadu-aduk sampai mengental. - Adonan yang sudah mengental dituangkan kedalam papan yang sudah diulur/diolesi minyak/mentega dan permukaannya diratakan dengan botol penggiling. - Adonan setelah dingin dan membeku dipotong-potong menurut ukuran tertentu lalu dibungkus. Pembuatan Tahu keju 1. Bahan • • • : Air susu (susu yang sudah rusak) bahan pengawet, asam benzoate 2 % bumbu : garam, merica (tergantung dari kesukaan)

2. Alat-alat : • • • • kompor alat kukusan saringan kawat cetakan-cetakan kaleng

3. Pembuatan : o Air susu dipanaskan sampai terlihat rumnya. Bagian atas dibuang dan endapannya diambil. o Endapan disaring dengan saringan kawat sambil ditekan-tekan agar air tersaring semua. Airnya ditampung dan diaduk-aduk sampai rata. o Tambahkan garam harus, merica (bumbu-bumbu) dan tambahkan pula pengawet asam benzoate 2 % sambil diaduk-aduk agar temperature rata.

101

BUKU TEKNIS BUDIDAYA PETERNAKAN

PENGOLAHAN HASIL TERNAK

o Adonan dimasukan ke dalam cetakan kaleng lalu dikukus selama ± 2 jam sambil dibolak-balik agar air yang ada di atasnya terbuang. o Tahu keju selanjutnya dapat dipotong-potong untuk dimasak/digoreng dengan mentega sehingga dapat dipakai sebagai lauk atau melapisi roti. B. DAGING 1. Kandungan Zat gizi dalam 100 gram berbagai macam daging ZAT GIZI 1. Kalori (cal) 2. Protein (gram) 4. Kapur (mg) 5. Zat besi (mg) 2. Pengolahan Daging Mutu daging dipengaruhi oleh : • • • cara-cara pemeliharaan ternak perlakuan menjelang hewan dipotong (lelah, lapar, dll) cara-cara pemotongan hewan itu KELINCI 111 16 – 20 2,5 – 6,2 2 SAPI 125 18 – 20 5 – 18,9 7 2,1 12 20 5 10 2 AYAM KERBAU 125 20 5 7 2

3. Lemak (gram) 10

3. Pemotongan Hewan a. Syarat-syarat Pemotongan Hewan yang baik : • • • Darah harus sebanyak mungkin keluar Pisau yang dipakai harus tajam Sesudah dipotong, karkas ternak harus segera digantung, jeroan dikeluarkan dan dikuliti

102

BUKU TEKNIS BUDIDAYA PETERNAKAN

PENGOLAHAN HASIL TERNAK

• • • • • • •

Setelah dikuliti dan dibelah dua disimpan dikamar sejuk agar menjadi layu Alat-alat harus selalu dalam keadaan bersih Hewan dalam keadaan tenang tidak lelah, lapar, dll

b. Proses yang terjadi sesudah hewan dipotong : Metabolisme zat makanan Kontraksi otot (riqormortis) Aktivitas enzyme menyebabkan terjadinya proses pematangan daging Pembusukan

4. Perngawetan Daging a. Pendinginan Penyimpanan daging pada suhu sekitar 0oC dapat berupa : • • • karkas potong-potongan daging daging cincang

b. Peng-es-an Daging • • Daging dialiri udara dingin 40oC ± ½ hari Masukan ke dalam ruangan dengan temperature 5oC pada temperature ini karkas dapat disimpan selama 3 – 4 bulan. Sedang pada 200C dapat tahan lebih dari 1 tahun • • Daging harus dijaga jangan berdempetan satu sama lain Yang baik, sebelum dieskan daging dibasahi dahulu/dibungkus dengan kain basah sehingga daging terbungkus oleh selapis es. c. Pengeringan • Dengan mesin pengering

103

BUKU TEKNIS BUDIDAYA PETERNAKAN

PENGOLAHAN HASIL TERNAK

Dengan sinar matahari

Syarat-syarat daging yang akan dikeringkan : 1. Irisan daging cukup tipis 2. Memakai bumbu pengawet • • Gula untuk menghambat pertumbuhan mikrorganisme 3 – 4 % Garam sebanyak 12 %

3. Lemak 30 % untuk menghindarkan ketengikan d. Pemakaian bahan-bahan kimia Bahan kimia yang sering dipakai : • • • • Garam Asam Gula Sendawa (nitrat/nitrit)

e. Pengasapan Daya awet yang diperoleh ialah karena panas serta bahan-bahan kimia yang terkandung dalam asap kayu. Bahan pengasapan : • • • • • • • Serbuk gergaji Sekam yang agak basah Kayu jati Sabut kelapa

Bahan daging : Daging biasa Daging asin (daging curing) Sosis

5. Hasil-Hasil pengolahan daging

104

BUKU TEKNIS BUDIDAYA PETERNAKAN

PENGOLAHAN HASIL TERNAK

a. Membuat Dendeng Bahan : 1 kg daging sapi 1 sendok the sendawa 2 sendok makan air asam 1 sendok makan parutan lengkuas 5 sendok teh ketumbar cara : • • • Daging diiris tipis-tipisb lebar Semua bumbu diaduk jadi satu, lalu dicampur dengan potongan daging dan diremas sehingga bumbu meresap Daging disimpan satu persatu diatas tampan, kemudian jemur sampai kering b. Membuat Abon Bahan : Daging 1 kg ½ butir kelapa/santan kental 5 butir bawang putih 1 sendok the terasi 1 potong lengkuas 1 ruas jari kencur minyak kelapa, gula dan garam cara : • • • Rebus daging sampai empuk, pukul-pukul dengan ulekan kemudian suwir-suwir Bumbu daging giling halus, campurkan dengan suwiran daging godok santan sampai kering/meresap Tumbuk daging tersebut pada lumping sampai halus goring dengan minyak panas, aduk cepat-cepat sampai kering bila sudah matang diangkat kemudian ditiriskan

105

BUKU TEKNIS BUDIDAYA PETERNAKAN

PENGOLAHAN HASIL TERNAK

c. Membuat Corned Beef Bahan : 1 kg daging sapi cincang 2 sendok the sendawa 5 butir lada halus ¼ butir pala halus 4 sendok mentega dan garam secukupnya cara : • • Remas-remas daging, garam dan sendawa sampai lama kemudian biarkan semalam Cuci daging tersebut sampai bersih dan godok dengan air secukupnya, masukan bumbu yang telah ditumbuk. Godok dengan api besar sesudah mendidih kecilkan, godok terus sampai daging empuk • Bila daging sudah empuk letakan dalam piring oleskan mentega diatasnya kukus 1 jam lamanya bila matang angkat d. Pembuatan Sosis Bahan : Daging sapi 1 kg Garam ½ % Garam nitrat dan nitrit 0,02 % Gula ½ % Merica 0,1 % Lemak 35 % Terigu 2 % Es 10 % Alat-alat : • • • • Penggiling daging Pengisi sosis Thermometer Alat pengisap

106

BUKU TEKNIS BUDIDAYA PETERNAKAN

PENGOLAHAN HASIL TERNAK

Cara : • • • • • • Daging dibersihkan dari tenunan pengikat, cuci, dipotong kecil digiling bersama bumbu Dicampur dengan es, digiling kembali sambil ditambah lemak dibiarkan pada suhu 16oC Dipindahkan kealat pengisi sosis, ditekan dimasukan ke dalam pembungkus Dicuci dengan es bagian luarnya untuk menghilangkan daging yang melekat diputar sumbu horizontal Diasap pada suhu 55 – 60oC selama 1 jam, lalu pada suhu 74 – 75oC selama 1,5 jam Dimasak dalam air (80oC) selama 10 – 15 menit, lalu didinginkan pada lemari es suhu 2 – 7oC Pembungkus sosis : • • • • • • Bahan : Lambung, usus halus, usus besar dll Buang bagian yang berkancing, balikan dan cuci Timbang Rendam dalam air garam 20 % biarkan 1 malam, markosa akan terlepas, bersihkan sampai lemak dan tenunan pengikat terlepas Simpan dalam garam kering (1 minggu) Tiup dan keringkan (jemur)

e. Membuat daging asin/daging kering Bahan : Daging Garam 10 % Nitrat dan nitrit 1,5 gram/liter air Gula 100 gr/l Cara : • Garam dilarutkan dengan air (10 %) ditambahkan nitrat, nitrit dan gula 107

BUKU TEKNIS BUDIDAYA PETERNAKAN

PENGOLAHAN HASIL TERNAK

• • •

Daging rendam dalam larutan pada suhu 5 oC selama 7 – 14 hari Sebelum daging direndam, disuntikan larutan pada pembuluh darah baru direndam Setelah itu diiris-iris dikeringkan

C. TELUR 1. Kandungan zat makanan pada telur No 1. 2. 3. 4. 5. 6. Zat makanan Air (gram) Energi (Calori) Protein (gram) Lemak (gram) Karbohidrat (gram) Abu (gram) Jumlah per 100 gram Telur puyuh Telur ayam Telur itik 94,8 74,0 71,0 149,8 10,3 10,6 3,3 1,0 163,0 12,4 11,7 0,9 1,0 189,0 13,0 14,5 0,5 1,0

2. Pengawetan Telur a. Penggaraman Bahan cara : • • Bahan dicampur untuk melebur telur, leburan ditempelkan pada telur selama 10 hari Telur direndam dalam larutan garam yang mengandung 0,25 kg garam dalam 1 liter air. Waktunya perendaman ± 10 hari b. Ekstrak Kulit Akasia : 1 kg bubuk batu bata 0,5 kg garam ditambah air

108

BUKU TEKNIS BUDIDAYA PETERNAKAN

PENGOLAHAN HASIL TERNAK

Bahan Cara : • •

: Kulit akasia kering ditumbuk sebanyak 240 gram direbus selama 1 jam dalam 30 liter air Telur dimasukan dalam larutan sampai terendam bila larutan telah dingin. Telur dapat tahan lebih dari 2 tahun

c. Minyak goring Bahan Cara : • • Telur dicelupkan sebentar, kemudian simpan diatas rak telur Telur dapat tahan lebih dari 3 minggu : 360 butir telur diperlukan ¼ liter minyak goring

3. Pengolahan telur a. Pindang Telur Bahan : Telur ayam/itik 100 butir Garam; salam; laos Daun jambu biji Kulit bawang merah Cara : • Campurkan semua bumbu ditambah telur, direbus dengan air 5 liter, bila telur sudah matang kulitnya dipecah-pecah supaya bumbunya meresap. • • Bila airnya sudah sedikit diangkat Telur dapat tahan sampai 2 minggu

b. Telur Asin Bahan : Telur Garam

109

BUKU TEKNIS BUDIDAYA PETERNAKAN

PENGOLAHAN HASIL TERNAK

Ampelas Abu gosok Adonan Alat : Cara : • • • • Pengasinan dengan merendam telur dengan larutan air garam Telur dicuci, dibersihkan kemudian diampelas Buat larutan garam jenuh, telur yang sudah dicuci direndam dalam larutan selama 7 – 10 hari Setelah selesai, telur asin disimpan/dimasak untuk dikonsumsikan : tanah liat/sekam : garam Abu gosok : garam : kompor dan dandang

4. Pengasinan dengan membungkus dengan adonan • • • D. KULIT 1. Teknik Pengulitan a. Metoda pengulitan dengan hamer yang ujungnya tumpul Caranya alat ini digerakan antara kulit dari bahan untuk memisahkan kulitnya b. Metoda kepalan tangan Dilakukan pada pengulitan domba dan kambing c. Metoda menggunakan mesin/listrik Sesudah selesai pengulitan, kulit dicuci untuk menghindarkan darah yang membeku dikulit 2. Penanganan kulit sebelum diawetkan Telur dicuci, diampelas Dibungkus dengan adonan, biarkan selama 10 – 14 hari, telur diangkat lalu disimpan Telur dimasak sampai matang untuk dikonsumsikan

110

BUKU TEKNIS BUDIDAYA PETERNAKAN

PENGOLAHAN HASIL TERNAK

a. Diesek (membuang kelebihan daging) Kulit yang baru dilepas dibersihkan kelebihan kulitnya dengan pisau yang tajam dan melengkung daris mata pisaunya b. Pencucian c. Dielus d. Sudah dicuci kulit disampirkan di atas sampiran kulit biarkan air menetes selama 30 menit e. Sebelum diawetkan kulit segar dari pemotongan perlu ditimbang, penting umtuk dikontrol berapa penyusutan berat sesudah dikeringkan untuk control pembasahan kembali 3. Pengawetan Kulit a. Pengawetan secara dikeringkan yang diberi racun (obat pembunuh bakteri) • • • • • Diesek (membuang kelebihan daging) Kotoran yang melekat pada kulit dibersihkan dan dicuci bila perlu disikat Sesudah dicuci kulit disampirkan diatas sampiran kulit dan biarkan airnya menetes selama ½ jam Kulit diracun dengan larutan natrium arsenat 0,5 % selama 5 – 10 menit di dalam bak peracun, kemudian kulit digantung diatas bak Kulit lalu ditarik dengan tali pada pentangan kulit diameter 5 – 10 cm. pentangan harus kuat dan teratur supaya bentuk kulit keringnya baik symetris dan rata • Bila kulit sudah dipentang, siap untuk dijemur penjemuran bagian daging diarahkan kearah datangnya sinar matahari antara jam 8.00 – 11.00 dan jam 15.00 – 17.00 kulit dapat kering dalam waktu 2 -3 hari • Sudah kering kulit dilepas dari pentangan dan dapat dilipat dua membujur dari ekor kearah kepala, disimpan

111

BUKU TEKNIS BUDIDAYA PETERNAKAN

PENGOLAHAN HASIL TERNAK

b. Pengawetan secara digarami dan dikeringkan Kulit yang akan diawetkan, dibersihkan dari kotoran-kotoran, lalu direndam dalam cairan garam (Nacl) ± 20 kg/100 l air Tiap 100 kg kulit basah dibutuhkan 400 l larutan direndam dalam bak kayu/beton Kulit diangkat dari larutan garam, digantung diatas bak selanjutnya bagian daging dari kulit ditaburi garam ± 10 % didiamkan 1 -2 jam lalu dibentangkan dan dikeringkan 5 – 7 hari • • • Sesudah kering kulit dilipat dan disimpan Kwalitas kulit lebih baik karena serat kulit tidak melekat satu sama lain Selama waktu pengeringan kulit tidak lekas busuk Kulit baik untuk dimasak, didalam soakingnya tidak membutuhkan waktu yang lama Kerugian : • Biaya pengawetan lebih mahal dibandingkan dengan pengawetan kering biasa atau diracun ± 45 % dari berat kulit basah c. Pengawetan secara diagram basah • • Kulit sesudah dibersihkan dari kotoran darah dan daging, lalu dimasukan dalam larutan garam kenyang selama 1 hari 1 malam Kulit direntang di lantai yang miring ditaburi garam, kulit yang paling bawah dan bagian daging ditaburi garam ± 30 % dari berat kulit basah • • Kemudian ditaruh kulit lain diatasnya ditaburi garam begitu seterusnya sampai mencapai tinggi 1 meter Diamkan semalam besoknya ditaburi lagi garam ± mengalir keluar 20 % lalu didiamkan sampai beberapa hari 2 – 4 minggu supaya air bias Keuntungan :

112

BUKU TEKNIS BUDIDAYA PETERNAKAN

PENGOLAHAN HASIL TERNAK

Sudah selesai kulit digarami dapat disimpan sebagai kulit garaman. Dapat disimpan digudang kulit yang diangkat, ditumpuk (± 1m)

Keuntungan : • Pengawetan tidak tergantung pada panas matahari sedikit terjadi kerusakan-kerusakan kulit pada proses soaking, waktunya singkat cepat dan tidak membutuhkan ruangan yang luas

Kerugian : • Untuk daerah tropic pengawetan dengan garam basah disangsikan hasilnya, mengingat tempat ruangan cukup baik untuk pertumbuhan bakteri • Biaya pengawetan mahal karena disamping pemakaian garam juga perlu penyimpanan yang suhunya dibuat rendah d. Pengawetan secara di pickle Bahan : 15 % garam dapur (Nacl) Cairan pickle 1,2 % asam sulfat (H2SO4) ph ± 2,5 100 % air • Pengawetan kulit dengan cara ini untuk kulit yang sudah dihilangkan bulu-bulunya (dengan pengapuran) buang kapur dan di blitz (bate) kulit di putar dalam cairan pickle • • Sudah kulit diputar dalam drum atau diremas dengan cairan pickle selama 2 jam lalu diperas Kulit dapat dilipat memanjang punggungnya dimasukan kedalam tong kayu yang diberi dasar lapisan garam dapur dan kulit disusun tiap lembar • Akhirnya bagian yang paling atas ditutup dengan lapisan garam dan tong ditutup rapat

113

BUKU TEKNIS BUDIDAYA PETERNAKAN

PENGOLAHAN HASIL TERNAK

Kandungan air dalam kulit yang diawet ± 40 % ph 2 – 2,5

4. Jenis-jenis Kulit Berrdasarkan tujuan dari pemakaiannya, jenis-jenis kulit hasil penyamakan dalam perdagangan dibagi atas 5 macam kulit : a. Kulit Bawahan Kulit Sol : • • • bahan dari kulit sapid an kerbau, berat diatas 1 kg berat bersih 30 kg Sifat kulit agak kaku, bentuk tebal, kuat dan sukar dibengkokan Untuk pembuatan sepatu-sepatu berat

Kulit Vache • • • Bahan dari kulit sapi betina, anak sapi, berat basah 15 – 35 kg Sifat lebih lemas dari kulit sol Digunakan untuk sol salam, sol luar, hap dan ram dalam pembuatan sepatu Kulit Raam • • Bahan dari kulit sapi, anak sapi, berat basah 15 – 35 kg Untuk bahan penyambung antara kulit atasan dengan kulit bawahan b. Kulit Atasan 1. Kulit Box : bahan dari kulit anak sapi atau kerbau proses penyamakan dengan chrome diwarnai hitam coklat sifat lemas, kuat tidak mudah pecah penggunaan untuk sepatu kerja

114

BUKU TEKNIS BUDIDAYA PETERNAKAN

PENGOLAHAN HASIL TERNAK

2. Kulit Glace : Bahan dari kulit kambing (chevrou) dan kulit kambing (chevrete) Proses penyamakan chrome diberi sedikit garam Digunakan untuk sepatu rumah Kulit nubuk bahan dari anak sapi Penyamakan dengan chrome bagian nerf sedikit digosok Kulit velour dari kulit anak sapi yang kecil, babi Bahan dari kulit anak sapi, berat bersih 15 – 15 kg Proses penyamakan dengan chrome, nabati atau kombinasi, agar tahan air diberi gemuk yang banyak tebal kulit 1,8 – 2,8 mm Untuk pembuatan sepatu lars dan ski Bahan kulit sapi, kulit kerbau, berat basah 12 – 15 kg Proses penyamakan secara nabati sedikit diberi gemuk tidak diwarnai kadang-kadang diberi warna hitam Sifat lemas tahan apin, tahan tarik tebal 2,2 – 2,8 mm Untuk pembuatan sepatu kerja, sepatu militer 5. Kulit Fahl

3. Kulit nubuk dan Kulit velour :

4. Kulit Tahan Air

c. Kulit pakaian 1. Kulit sarung tangan Bahan baku kulit anak kambing, anak domba, kijang, rusa Proses penyamakan chrome, kombinasi chrome, penyamakan minyak Sifat kulit tipis, lemas, ulet berwarna putih Bahan baku dari kulit kambing, domba, kuda Proses penyamakan dengan samak chrome Sifat kulit lemas tapi cukup kuat, berisi, tahan air Penggunaan sebagai kulit jaket dan mantel. 2. Kulit pakaian

115

BUKU TEKNIS BUDIDAYA PETERNAKAN

PENGOLAHAN HASIL TERNAK

3. Kulit pengisap keringat Bahan dari kulit kambing, domba, babi Penyamakan secara nabati Sifat dapat menghisap keringat dan tidak mengandung garam yang merusak kulit Penggunaan sebagai pelapis sebnelah dalam topi

d. Kulit tas/sadel 1. Kulit Blank Bahan dari kulit sapi, anak sapi, sapi jantan,. Penyamakan secara nabati dengan penggemukan sedang Sifat kulit elastis, mudah ditekuk, tebal 2,5 mm Penggunaan sebagai kulit godel, tas, ransel, aktentas dll Hampir sama dengan kulit blank sifatnya elastis dan kuat

2. Kulit Meubel

3. Kulit Vechet Bahan dari kulit sapi jantan Penyamakan secara nabati Sifat kulit lemas, tips dan lemah, tebal 1 – 1,5 mm Digunakan untuk pembuatan bantalan kursi, meubel dan jok mobil Bahan dari kulit kambing, domba dan anak sapi penyamakan dengan nabati chrome Digunakan untuk kulit sampul buku, kulit tas dan fattefale Bahan dari hewan melata (buaya dan ular) Penyamakan secara nabati, chrome atau shintetis, tawar Penggunaan untuk tas wanita, dompet Bahan dari hewan laut (anjing laut dan hiu) 5. Kulit Reptil

4. Kulit halus

6. Kulit Ikan

116

BUKU TEKNIS BUDIDAYA PETERNAKAN

PENGOLAHAN HASIL TERNAK

-

Penyamakan secara nabati, chrome dan sintetis Digunakan untuk peti file yang berharga

e. Kulit Tehnis 1. Kulit ban mesin Bahan dari kulit sapi jantan dan anak sapi Penyamakan secara nabati dan chrome untuk memperoleh kulit ban mesin tahan panas diatas 60oC Sifat kulit lemas, mulurnya sedikit, tahan kelembaban dan panas Bahan kulit sapi berat atau kerbau Macamnya kulit picker, apron Bahan dari kulit sapi ukuran berat, nak sapi, kambing Penyamakan secara nabati atau chrome Penggunaan untuk pompa, pentil, pipa air, press hydraulic, perpacking dsb 4. Kulit pelindung kerja Bahan dari kulit sapid an kulit belahannya Proses penyamakan secara chrome Sifat kulit tidak banyak berisi gemuk Digunakan untuk topi, sarung tangan 2. Kulit alat-alat mesin tenun

3. Kulit manchet

117

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->