P. 1
Anastesi

Anastesi

|Views: 54|Likes:
Published by Putra Sulung
Anastesi
Anastesi

More info:

Published by: Putra Sulung on May 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/20/2014

pdf

text

original

ANESTESI

Analgetik Analgetik atau obat-obat penghilang nyeri adalah zat-zat yang mengurangi atau melenyapkan rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran. a. Penyebab sakit/ nyeri. Didalam lokasi jaringan yang mengalami luka atau peradangan beberapa bahan algesiogenic kimia diproduksi dan dilepaskan, didalamnya terkandung dalam prostaglandin dan brodikinin. Brodikinin sendiri adalah perangsang reseptor rasa nyeri. Sedangkan prostaglandin ada 2 yang pertama Hiperalgesia yang dapat menimbulkan nyeri dan PG(E1, E2, F2A) yang dapat menimbulkan efek algesiogenic. b. Mekanisame Kerja Mekanisme kerja obat analgetik merupakan sebuah mekanisme fisiologis tubuh terhadap zat-zat tertentu. Obat analgetik bekerja di dua tempat utama, yaitu di perifer dan sentral. Golongan obat AINS bekerja diperifer dengan cara menghambat pelepasan mediator sehingga aktifitas enzim siklooksigenase terhambat dan sintesa prostaglandin tidak terjadi. Sedangkan analgetik opioid bekerja di sentral dengan cara menempati reseptor di kornu dorsalis medulla spinalis sehingga terjadi penghambatan pelepasan transmitter dan perangsangan ke saraf spinal tidak terjadi. Prostaglandin merupakan hasil bentukan dari asam arakhidonat yang mengalami metabolisme melalui siklooksigenase. Prostaglandin yang lepas ini akan menimbulkan gangguan dan berperan dalam proses inflamasi, edema, rasa nyeri lokal dan kemerahan (eritema lokal). Selain itu juga

Sebaliknya. COX-2 bersifat inducible dan diekspresikan terutama pada tempat trauma (otak dan ginjal) dan menimbulkan inflamasi. 2. Enzim siklooksigenase (COX) adalah suatu enzim yang mengkatalisis sintesis prostaglandin dari asam arakhidonat. demam. penurunan perfusi renal dan perdarahan). 4. dimana hal ini menghasilkan kedua efek yakni baik yang positif (analgesia. Enzim ini penting dalam proses homeostatik seperti agregasi platelet. keutuhan mukosa gastrointestinal dan fungsi ginjal. Regulasi COX-2 yang transien di medulla spinalis dalam merespon inflamasi pembedahan mungkin penting dalam sensitisasi sentral. Hanya efektif untuk menyembuhkan sakit Tidak narkotika dan tidak menimbulkan rasa senang dan gembira Tidak mempengaruhi pernapasan Gunanya untuk nyeri sedang. ex: sakit gigi .prostaglandin . yaitu ubiquitously dan constitutive yang diekspresikan sebagai COX-1 dan yang diinduksikan inflamasi COX-2. nyeri dan kardiogenesis. Obat AINS memblok aksi dari enzim COX yang menurunkan produksi mediator prostaglandin. parenkim ginjal dan platelet. 3. antiinflamasi) maupun yang negatif (ulkus lambung. meningkatkan kepekaan ujung-ujung saraf terhadap suatu rangsangan nyeri (nosiseptif). Karakteristik 1. COX-1 terutama terdapat pada mukosa lambung. Aktifitas COX dihubungkan dengan dua isoenzim. c.

Mekanisme kerja: Lebih poten dari pada morfin. . Rigiditas otot.Indikasi: Medikasi praoperasi yang digunakan dalan anastesi. .Depresi pernapasan . Pada dosis tinggi. Juga merupakan antitusif (menekan batuk) .Indikasi: Detoksifikas ketergantungan morfin. Penggolongan Analgesik Analgesik di bagi menjadi 2 yaitu: 1) Analgesik Opioid/analgesik narkotika Analgesik opioid merupakan kelompok obat yang memilikisifat-sifat seperti opium atau morfin. sedatif lebih lemah.Mekanisme kerja: sebuah prodrug 10% dosis diubah menjadi morfin.Mekanisme kerja: kerja mirip morfin lengkap. Depresi Pernapasan lebih kecil kemungkinannya. .Efek tak diinginkan: Serupa dengan morfin. Macam-macam obat Analgesik Opioid: • Methadon . toksisitas seberat morfin. . Nyeri hebat pada pasien yang di rumah sakit.Efek tak diinginkan: . bradikardi ringan. Golongan obat ini digunakan untuk meredakan atau menghilangkan rasa nyeri seperti pada fractura dan kanker.Konstipasi .Hipotensi ortostatik .d. Kerjanya disebabkan oleh morfin.Mual dam muntah pada dosis awal • Fentanil .Efek • Kodein .Gangguan SSP .Indikasi: Penghilang rasa nyeri minor . . tak diinginkan: Depresi pernapasan lebih kecil kemungkinannya. tetapi kurang hebat pada dosis yang menghilangkan nyeri sedang.

Sebagai analgesik.2) Obat Analgetik Non-narkotik Obat Analgesik Non-Nakotik dalam Ilmu Farmakologi juga sering dikenal dengan istilah Analgetik/Analgetika/Analgesik Perifer. telah menggantikan penggunaan salisilat. Di Indonesia penggunaan parasetamol sebagai analgesik dan antipiretik. Ibu hamil dan menyusui tidak di anjurkan meminim obat ini. kerusakan hati dan ginjal. Obat ini bersifat analgesik dengan daya antiinflamasi yang tidak terlalu kuat. Macam-macam obat Analgesik Non-Narkotik: • Ibuprofen Ibuprofen merupakan devirat asam propionat yang diperkenalkan banyak negara. . kerusakan kulit. Obat Analgetik NonNarkotik / Obat Analgesik Perifer ini juga tidak mengakibatkan efek ketagihan pada pengguna (berbeda halnya dengan penggunanaan Obat Analgetika jenis Analgetik Narkotik). biasanya dosis lebih besar tidak menolong. Dalam sediaannya sering dikombinasikan dengan cofein yang berfungsi meningkatkan efektinitasnya tanpa perlu meningkatkan dosisnya. Jika dosis terapi tidak memberi manfaat. Efek analgesiknya sama dengan aspirin. Efek samping obat-obat analgesik perifer: kerusakan lambung. kerusakan darah. • Paracetamol/acetaminophen Merupakan devirat para amino fenol. Penggunaan Obat Analgetik Non-Narkotik atau Obat Analgesik Perifer ini cenderung mampu menghilangkan atau meringankan rasa sakit tanpa berpengaruh pada sistem susunan saraf pusat atau bahkan hingga efek menurunkan tingkat kesadaran. Analgetika perifer (non-narkotik). parasetamol sebaiknya tidak digunakan terlalu lama karena dapat menimbulkan nefropati analgesik. yang terdiri dari obat-obat yang tidak bersifat narkotik dan tidak bekerja sentral.

anestesi local. sehingga interaksi dengan obat antikoagulan harus diperhatikan. sedangkan pada anestesi lokal hilangnya rasa sakit tanpa disertai hilang kesadaran. tanpa" dan aesthētos. kemampuan untuk merasa"). Parenteral (intramuscular/intravena) Digunakan untuk tindakan yang singkat atau induksi anestesi.• Asam Mefenamat Asam mefenamat digunakan sebagai analgesik. Penggolongan anastesi Anestesi dibagi menjadi dua kelompok yaitu anestesi umum. Cara pemberian anestesi umum: a. "persepsi. namun pada kasus tertentu dapat . intraperitonium. Umumnya diberikan thiopental. toraks. Pada anestesi umum hilangnya rasa sakit disertai hilangnya kesadaran. secara umum berarti suatu tindakan menghilangkan rasa sakit ketika melakukan pembedahan dan berbagai prosedur lainnya yang menimbulkan rasa sakit pada tubuh. intrakanial. pembedahan yang berlangsung lama dan operasi dengan posisi tertentu yang memerlukan pengendalian pernapasan. Anestesi Umum Anestesi umum adalah tindakan menghilangkan rasa nyeri/sakit secara sentral disertai hilangnya kesadaran dan dapat pulih kembali Komponen anestesi ini dapat dicapai dengan menggunakan obat yang berbeda secara terpisah. 1. dan regional anestesi. Asam mefenamat sangat kuat terikat pada protein plasma. Pengertian Anestesi Anestesi (pembiusan. berasal dari bahasa Yunani an-"tidak. B. Teknik ini sesuai untuk pembedahan abdomen yang luas. Efek samping terhadap saluran cerna sering timbul misalnya dispepsia dan gejala iritasi lain terhadap mukosa lambung. A.

berbau enek. dan 50%:50%. pemulihan cepat. tidak mengiritasi jalan nafas. Keuntungan penggunaan halotan adalah induksi cepat dan lancar. tidak mudah terbakar/meledak. Dosis untuk mendapatkan efek analgesik digunakan dengan perbandingan 20%. Zat anestetik yang digunakan berupa campuran gas (dengan O2) dan konsentrasi zat anestetik tersebut tergantung dari tekanan parsialnya. mudah menguap. Penggunaan dalam anestesi umumnya dipakai dalam kombinasi N2O:O2 yaitu 60%:40%. Kerugiannya adalah sangat poten. dan pemeliharaan 70%:30%. diazepam dll. proteksi terhadap syok. tidak berasa. Untuk tindakan yang lama anestesi parenteral dikombinasikan dengan cara lain. jarang menyebabkan mual/muntah. tidak iritatif. relatif terjadi over dosis. Tekanan parsial dalam jaringan otak akan menentukan kekuatan daya anestesi. tidak iritatif. 70%:30%. Perektal Dapat dipakai pada anak untuk induksi anestesi atau tindakan singkat.  Halotan Halotan merupakan cairan tidak berwarna.80%. tidak bereaksi dengan soda lime. analgesi . Halotan merupakan obat anestetik dengan kekuatan 4-5 kali eter atai 2 kali kloroform. c. tidak mudah terbakar/meledak dan tidak bereaksi dengan soda lime absorber (pengikat CO2). berbau manis. Zat anestetik disebut kuat bila dengan tekanan parsial yang rendah sudah dapat member anestesi yang adekuat. Contoh anestesi inhalasi :  Dinitrogen Oksida (N2O/ gas gelak) N2O merupakan gas yang tidak berwarna. dan mudah diuraikan cahaya.digunakan ketamin. bronkodilatasi. lebih berat dari pada udara. untuk induksi 80%:20%. b. Anestesi inhalasi Anestesi dengan menggunakan gas atau cairan anestesi yang mudah menguap (volatile agent) sebagai zat anestetik melalui udara pernapasan.

bau tidak enak. Keuntungan penggunaan eter adalah mudah didapat dan murah. Induksi dengan enfluran cepat dan lancar. tidak perlu digunakan bersama-sama dengan obat-obat lain karena telah memenuhi trias anestesi. . Kerugiannya adalah mudah terbakar/meledak. Oabt ini jarang menimbulkan mualdan muntah serta masa pemulihannya cepat. kebutuhan dalamnya anestesi dan teknik yang digunakan. sangat mudah menguap.  Enfluran (ethran) Merupakan obat anestetik eter berhalogen berbentuk cairan. tidak bereaksi dengan soda lime. Etil klorida sudah tidak dianjurkan digunakn sebagai anestesi umum. aritmia. mudah menguap. Sebagai anestesi lokal etil klorida digunakan dengan cara disemprotkan pada kulit sampai beku.menimbulkan hipotensi. Eter merupakan obat anestesi yang sangat kuat sehingga pasien dapat memasuki tiap tingkat anestesi.  Eter (Dietil Eter) Merupakan cairan tidak berwarna. tidak bereaksi dengan soda lime absorber. tidak mudah terbakar. mudah terbakar/meledak. harus dikombinasika dengan obat analgetik dan relaksan.dan relaksasi yang kurang. dll. cukup aman dengan batas keamanan yang lebar.  Etil Klorida Merupakan cairan tidak berwarna. Jumlah eter yang dibutuhkan tergantung dari berat badan dan kondisi pasien. mengiritasi saluran napas. dal alat yang digunakan cukup sederhana. mengiritasi jalan napas. Induksi dapat dicapai dalam 0. dan dapat terurai oleh udara serta cahaya. menimbulkan hipersekresi kelenjar ludah. mudah menguap. harga mahal. menyebabkan mual dan muntah serta masa pemulihannya cepat.5-2 menit dengan waktu pemulihan 2-3 menit sesudah pemberian anestesi dihentikan. berbau khas. Anestesi dengan etil klorida cepat terjadi namun cepat hilang. dan mudah terbakar.

b) Anestesi infiltrasi yaitu penyuntikan larutan analgetik lokal langsung diarahkan disekitar tempat lesi. berbau tajam dan tidak mudah terbakar. Contohnya : . induksinya enak dan cepat terutama pada anak. dan faring. luka atau insisi. Ekstremitas dieksanguinasi dan isolasi bagian proksimalnya dari sirkulasi sintemik dengan turniket pneumatik. anestesi lokal.  2. anestesi epidural. d) Anastesi regional intravena yaitu penyuntikkan larutan analgetik lokal intravena. zat anelgetik lokal disuntikkan melalui hiatus sakralis. Anestesi Lokal Anestesi lokal adalah tindakan menghilangkan nyeri atau sakit secara lokal tanpa disertai hilangnya kesadaran. Pemberian anestetik lokal dapat dilakukan dengan teknik: a) Anestetik permukaan yaitu pengolesan atau penyemprotan analgetik lokal diatas selaput mukosa seperti mata. Keuntungan penggunaan isofluran adalah irama jantung stabil dan tidak terangsang oleh adrenalin serta induksi dan masa pulih anestesi cepat. Hal ini bervariasi dari blokade pada syaraf tunggal misalnya syaraf oksipital dan pleksus brankialis. Cara infiltrasi yang sering digunakan adalah blokade lingkar dan obat disuntikan intradermal atau subkutan. Sevofluran Obat anestesi ini merupakan turunan eter berhalogen yang paling disukai untuk induksi inhalasi. c) Anestesi blok yaitu penyuntikan analgetik lokal langsung ke syaraf utama atau pleksus syaraf. hidung. analgetik lokal disuntikkan kedalam ruang subaraknoid diantara konus medularis dan bagian akhir ruang subaraknoid. Anestesi epidural diperoleh dengan menyuntikkan zat anestetik lokal kedalam ruang epidural. Isofluran (forane) Merupakan eter berhalogen. Pada anestesi kaudal. Pada anestesi spinal. dan anestesi kaudal.

Droperidol (dehidrobenzperidol. droleptan) Droperidol adalah turunan buturofenon dan merupakan antagonis reseptor dopamin. dan asma.   Untuk suatu obat dapat digunakan sebagai anestetikum lokal yang baik. dan. bronkoskopi. Droperidol dapat menimbulkan reaksi ekstrapiramidal yang dapat diatasi dengan pemberian diphenhidramin. dan gagal jantung. prosedur diagnosis. antara lain: a) Tidak merangsang jaringan. pasien resiko tinggi. Propofol menghambat transmisi neuron yang dihantarkan oleh GABA. tindakan ortopedi. tindakan operasi sibuk. Obat anestetik ini juga dapat digunakan untuk membantu prosedur intubasi. 2. c) Toksisitas sistemik yang rendah. b) Tidak mengakibatkan kerusakan permanen terhadap susunan saraf. Indikasi pemakaian ketamin adalah prosedur dengan pengendalian jalan napas yang sulit.25% gliserol. maka beberapa persyaratan harus dipenuhi. propofol) Propofol adalah campuran 1% obat dalm air dan emulsi berisi 10% minyak kedelai. dan gastroskopi. Ketamin Ketamin adalah suatu rapid acting nonbarbiturat general anaesthetic. dan lesitin telur. e) Waktu untuk memulai daya kerjanya sesingkat mungkin dan untuk jangka waktu yang cukup lama. . Obat ini digunakan sebagai premedikasi (antiemetik yang baik) dan sedasi pada anestesi regional. d) Efektif dengan jalan injeksi atau penggunaan setempat pada selaput lendir. riwayat penyakit serebrovaskular. Kontra indikasinya adalah tekanan sistolik 160 mmHg dan diastolik 100 mmHg. esofagoskopi. Diprivan (diisopropil fenol.

adalah teknik regional pertama utama dalam praktek klinis. ropivakain. Obat anestesi lokal dalam dosis besar. tetapi mati rasa dari pinggang ke bawah. Dengan anestesi umum. dapat menyebabkan vasokonstriksi arteri uterine. obstetri dan anggota tubuh bagian bawah operasi abdomen bagian bawah. penurunan katekolamin . khususnya lidokain. Dengan epidural anestesi. 3. Dengan dua jenis anestesi regional ini ibu terjaga dalam proses persalinan. diperkenalkan oleh Bier Agustus 1898. kloroprokain. Spinal anestesi. epidural anestesi dan blok perifer. obat anestesi yang dimasukkan ke dalam ruang di sekitar tulang belakang ibu. sedangkan dengan spinal anestesi yaitu obat anestesi disuntikkan sebagai dosis tunggal ke dalam tulang belakang ibu.f) Dapat larut dalam air serta menghasilkan larutan yang stabil. tetrakain. juga terhadap pemanasan (sterilisasi). Anestesi spinal dan epidural tidak menurunkan aliran darah uterus. Regional Anestesi Regional anestesi terbagi atas spinal anestesi. bahkan aliran darah uterus selama persalinan membaik pada pasien preeklampsia yang mendapat anestesi epidural. Operasi seksio sesaria memerlukan anestesi yang efektif yaitu regional (epidural atautulang belakang) atau anestesi umum. ibu tidak sadar dalam proses persalinan dan obat anestesi yang digunakan dapat mempengaruhi seluruh tubuhnya serta bayi yang akan dilahirkan. Spinal & anestesi epidural ini telah secara luas digunakan di ortopedi. Amida: Lidokain. Obat – obat anestesi regional Ester : Prokain. bupivakain.

Suatu teori baru menyarankan bahwa anestetika umum dapat membentuk hidrat-hidrat dengan air yang stabil di bawah pengaruh protein-protein SSP. Seperti juga alkohol dan barbital-barbital. terdapat perbedaan dalam mekanisme kerja anestesi lokal dan anestesi umum yang sangat mencolok. Maka teori-teori yang dicoba untuk menerangkan khasiatnya selalu berdasarkan sifat-sifat fisiknya. Pada waktu yang bersamaan ambang kepekaan terhadap rangsangan . 2) Anestesi Lokal Pusat mekanisme kerja anestetika lokal adalah di membran sel. Hidrathidrat gas SSP ini mungkin dapat merintangi transmisi rangsanganrangsangan di sinaps-sinaps dan dengan demikian mengakibatkan anestesi. Yang tertua adalah teori lemak dari Meyer-Overton yang membuktikan adanya hubungan erat antara sifat lipofil suatu zat dengan kekuatan anestetiknya.dalam sirkulasi menyebabkan berkurangnya vasokonstriksi uterus. Teori ini ternyata kurang memuaskan dan sebetulnya tidak menjelaskan mekanisme kerjanya obat atas membrane sel atau atas reseptor apapun. yang perlu bagi fungsi saraf yang layak. Atas dasar perbandingan daya larutannya dalam minyak dan dalam air telah dibuat penggolongan dari anestetika. Walaupun demikian. maka anestetika lokal memblokir penerusan impuls dengan jalan mencegah kenaikan permeabelitas membrane sel terhadap ion-ion natrium. C. antara lain sebagai berikut: 1) Anestesi Umum Kebanyakan anestesi umum tidak dimetabolisme oleh tubuh karena tidak bereaksi secara kimiawi dengan zat-zat faal. Mekanisme Kerja Anestesi Mekanisme pencegahan rasa sakit melalui anestesi bertujuan untuk meminimalisasi adanya efek samping yang membahayakan seperti pada penggunaan narkosa.

3. Pada umumnya serabut preganglionik diblok dua sampai empat segmen dikranial dermatom sensoris yang diblok. Dengan demikian membran sel menjadi lebih padat dan stabil. Regional Anestesi : a. yang merupakan serat saraf halus (serat saraf tipe B). pemberian anestesi lokal pada batang syaraf menyebabkan paralisis sensorik dan motorik di daerah yang dipersyarafinya. cabang-cabang neuromoskular dan semua jaringan otot. yakni molekulmolekul lipofil besar dari anestesi lokal mungkin mendesak sebagian ionion kalsium di dalam membrane sel tanpa mengambil alih fungsinya. Diperkirakan bahwa proses stabilisasi membrane tersebut ion-ion kalsium memegang peranan penting. Obat anestesi lokal adalah obat yang menghambat hantaran syaraf bila dikenakan secara lokal pada jaringan syaraf dengan kadar cukup. .listrik lambat-laun meningkat yang pada akhirnya memblokir penerusan (konduksi) impuls. Pemberian anestetik lokal pada kulit akan menghambat transmisi impuls sensorik. serta dapat lebih baik melakukan segala sesuatu perubahan dalam permeabelitas. Sebaliknya. Obat ini bekerja pada setiap bagian syaraf. ganglia otonom. sehingga darah tertumpuk di pembuluh darah tepi karena terjadi dilatasi arterial. Dengan demikian anestesi lokal mempunyai efek yang penting terhadap SSP. Di samping ini anestesi lokal menggangu fungsi dari semua organ-organ dalam dimana terjadi konduksi/transmisi dari impuls-impuls. Yang pertama kali diblok pada analgesi subarakhnoid yaitu serabut saraf preganglionik otonom. arteriol dan post-arteriol. Akibat denervasi simpatis ini akan terjadi penurunan tahanan pembuluh tepi. Anestesi Spinal Pemasukan suatu anestetika lokal ke dalam ruang subarkhnoid untuk menghasilkan blok spinal.

b) Fasilitas perawatan pasca bedah dan cara perawatan lebih rumit dibandingkan dengan penderita sadar yang telah mengalami anastesi regional. Anestesi Epidural Blok simpatis dan sensorik yang lebih tinggi sampai T2 akan menyebabkan vasodilatasi perifer.b. Efek Samping Anestesi Hampir semua anestetika mengakibatkan sejumlah efek samping. blockade. paling sedikit pada N2O. terutama halotan dan metoksifluran. pelebaran kapiler. eter dan trikloretilen b) Mengurangi kontraksi jantung. Bupivakain 0. phrenicus. . walaupun tetap ada beberapa kelebihan/keuntungannya. misalnya kloroform. penurunan venous return yang berhubungan dengan kejadian hipotensi sebesar 30-50% meski telah diberikan prehidrasi 20 mL/kg. Pilihan obat: Lidokain 2%. dengan atau tanpa epinefrin dan fentanyl 50 μg. n. penyuntikan epidural atau subarachnoideal tidak ada sama sekali. 2. paling ringan efek ini pada eter. vagus. n. d) Merusak ginjal. terutama senyawa-senyawa klor. Anestesi Lokal Kelebihannya : a) Kemungkinan pneumothorax. laryneus recurrent. n. 20-25 cc. misalnya pada: 1. Anestesi Umum Kelebihnnya : a) Alat-alat dan obat lebih kompleks dibandingkan dengan alat dan obatobat pada anastesi regional.5% 20-25 cc dengan fentanyl 50 μg D. Kekurangan : a) Menekan pernafasan. c) Merusak hati. khususnya metoksifluran.

3. dan berkurangnya perfusi uteroplacental. dilaporkan kehilangan darah ibu dan mencatat bahwa darah secara signifikan lebih sedikit hilang ketika baik menggunakan anestesi epidural (Hong 2002. b) Volume yang digunakan jauh lebih banyak daripada supraclavicular block. b) Setiap orang yang ada diruang operasi harus selalu ingat bahwa wanita yang berada dibawah analgesia regional tetap sadar.59millilitres.90. WMD -126. flexi dan supinasi.06 untuk -28. kepala terasa melayang dan dysphoria. b) Tidak ada penelitian yang dilaporkan pada luka dan infeksi lainnya. Lertakyamanee 1999. Kekurangan : a) Berkurangnya venous return (peningkatan kapasitas vena dan pengumpulan volume darah dari kaki) dan penurunan afterload (penurunan resistensi pembuluh darah sistemik) menurunkan maternal mean arterial pressure (MAP). c) Tidak ada penelitian melaporkan pada kematian bayi.225. 95% CI . 279 perempuan) bila dibandingkan dengan anestesi umum.0.83 untuk. Lertakyamanee 1999. perbedaan rata-rata standar (SMD)-0. c) Sangat susah dilakukan pada penderita gemuk dimana pulsasi arteri susah diraba.98 mililiter.b) Kalau perlu dapat dilakukan blockade kiri-kanan tanpa takut gangguan pernafasan Kekurangan : a) Kadang-kadang penderita dengan kelainan di tangan tidak melakukan abduksi. 256 wanita) atau anestesi spinal (Dyer. 2003. 95% CI . Maka teori-teori yang dicoba untuk menerangkan khasiatnya selalu berdasarkan sifatsifat fisiknya.35 -0. menimbulkan nausea. secara kimiawi dengan zat-zat faal. Regional Anestesi Kelebihan : a) Pada Obstetri.harus hati-hati .

. atau kesejahteraan kurang diperhatikan. c) Kebocoran cairan serebrospinal dari tempat pungsi meninges dianggap merupakan faktor utama timbulnya sakit kepala.sehingga ibu tersebut tidak menginterpretasikan ucapan ucapan atau tindakan tindakan tersebut sebagai indikaasi bahwa ia dan janinnya dalam bahaya.sekali berbicara dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan perawtan ibu dan janinnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->