ANESTESI

Analgetik Analgetik atau obat-obat penghilang nyeri adalah zat-zat yang mengurangi atau melenyapkan rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran. a. Penyebab sakit/ nyeri. Didalam lokasi jaringan yang mengalami luka atau peradangan beberapa bahan algesiogenic kimia diproduksi dan dilepaskan, didalamnya terkandung dalam prostaglandin dan brodikinin. Brodikinin sendiri adalah perangsang reseptor rasa nyeri. Sedangkan prostaglandin ada 2 yang pertama Hiperalgesia yang dapat menimbulkan nyeri dan PG(E1, E2, F2A) yang dapat menimbulkan efek algesiogenic. b. Mekanisame Kerja Mekanisme kerja obat analgetik merupakan sebuah mekanisme fisiologis tubuh terhadap zat-zat tertentu. Obat analgetik bekerja di dua tempat utama, yaitu di perifer dan sentral. Golongan obat AINS bekerja diperifer dengan cara menghambat pelepasan mediator sehingga aktifitas enzim siklooksigenase terhambat dan sintesa prostaglandin tidak terjadi. Sedangkan analgetik opioid bekerja di sentral dengan cara menempati reseptor di kornu dorsalis medulla spinalis sehingga terjadi penghambatan pelepasan transmitter dan perangsangan ke saraf spinal tidak terjadi. Prostaglandin merupakan hasil bentukan dari asam arakhidonat yang mengalami metabolisme melalui siklooksigenase. Prostaglandin yang lepas ini akan menimbulkan gangguan dan berperan dalam proses inflamasi, edema, rasa nyeri lokal dan kemerahan (eritema lokal). Selain itu juga

Sebaliknya. Enzim siklooksigenase (COX) adalah suatu enzim yang mengkatalisis sintesis prostaglandin dari asam arakhidonat. Aktifitas COX dihubungkan dengan dua isoenzim. dimana hal ini menghasilkan kedua efek yakni baik yang positif (analgesia. Karakteristik 1. 2. penurunan perfusi renal dan perdarahan). nyeri dan kardiogenesis. antiinflamasi) maupun yang negatif (ulkus lambung. 3. Hanya efektif untuk menyembuhkan sakit Tidak narkotika dan tidak menimbulkan rasa senang dan gembira Tidak mempengaruhi pernapasan Gunanya untuk nyeri sedang. 4. Enzim ini penting dalam proses homeostatik seperti agregasi platelet. meningkatkan kepekaan ujung-ujung saraf terhadap suatu rangsangan nyeri (nosiseptif). COX-2 bersifat inducible dan diekspresikan terutama pada tempat trauma (otak dan ginjal) dan menimbulkan inflamasi. yaitu ubiquitously dan constitutive yang diekspresikan sebagai COX-1 dan yang diinduksikan inflamasi COX-2. c. parenkim ginjal dan platelet.prostaglandin . Obat AINS memblok aksi dari enzim COX yang menurunkan produksi mediator prostaglandin. keutuhan mukosa gastrointestinal dan fungsi ginjal. Regulasi COX-2 yang transien di medulla spinalis dalam merespon inflamasi pembedahan mungkin penting dalam sensitisasi sentral. ex: sakit gigi . demam. COX-1 terutama terdapat pada mukosa lambung.

Efek tak diinginkan: .d.Mekanisme kerja: kerja mirip morfin lengkap.Indikasi: Penghilang rasa nyeri minor . bradikardi ringan.Mual dam muntah pada dosis awal • Fentanil .Mekanisme kerja: Lebih poten dari pada morfin.Depresi pernapasan .Mekanisme kerja: sebuah prodrug 10% dosis diubah menjadi morfin. Depresi Pernapasan lebih kecil kemungkinannya. Kerjanya disebabkan oleh morfin.Gangguan SSP . sedatif lebih lemah.Konstipasi . Nyeri hebat pada pasien yang di rumah sakit.Indikasi: Medikasi praoperasi yang digunakan dalan anastesi. Juga merupakan antitusif (menekan batuk) . tak diinginkan: Depresi pernapasan lebih kecil kemungkinannya. Macam-macam obat Analgesik Opioid: • Methadon . .Efek • Kodein . Golongan obat ini digunakan untuk meredakan atau menghilangkan rasa nyeri seperti pada fractura dan kanker.Hipotensi ortostatik .Efek tak diinginkan: Serupa dengan morfin.Indikasi: Detoksifikas ketergantungan morfin. Penggolongan Analgesik Analgesik di bagi menjadi 2 yaitu: 1) Analgesik Opioid/analgesik narkotika Analgesik opioid merupakan kelompok obat yang memilikisifat-sifat seperti opium atau morfin. tetapi kurang hebat pada dosis yang menghilangkan nyeri sedang. . toksisitas seberat morfin. . . Rigiditas otot. . Pada dosis tinggi.

kerusakan hati dan ginjal. Jika dosis terapi tidak memberi manfaat. yang terdiri dari obat-obat yang tidak bersifat narkotik dan tidak bekerja sentral. kerusakan kulit. Ibu hamil dan menyusui tidak di anjurkan meminim obat ini. Sebagai analgesik. • Paracetamol/acetaminophen Merupakan devirat para amino fenol. Dalam sediaannya sering dikombinasikan dengan cofein yang berfungsi meningkatkan efektinitasnya tanpa perlu meningkatkan dosisnya. Obat ini bersifat analgesik dengan daya antiinflamasi yang tidak terlalu kuat. kerusakan darah. Di Indonesia penggunaan parasetamol sebagai analgesik dan antipiretik. Macam-macam obat Analgesik Non-Narkotik: • Ibuprofen Ibuprofen merupakan devirat asam propionat yang diperkenalkan banyak negara. Analgetika perifer (non-narkotik). telah menggantikan penggunaan salisilat. Efek samping obat-obat analgesik perifer: kerusakan lambung. Efek analgesiknya sama dengan aspirin.2) Obat Analgetik Non-narkotik Obat Analgesik Non-Nakotik dalam Ilmu Farmakologi juga sering dikenal dengan istilah Analgetik/Analgetika/Analgesik Perifer. . parasetamol sebaiknya tidak digunakan terlalu lama karena dapat menimbulkan nefropati analgesik. Obat Analgetik NonNarkotik / Obat Analgesik Perifer ini juga tidak mengakibatkan efek ketagihan pada pengguna (berbeda halnya dengan penggunanaan Obat Analgetika jenis Analgetik Narkotik). Penggunaan Obat Analgetik Non-Narkotik atau Obat Analgesik Perifer ini cenderung mampu menghilangkan atau meringankan rasa sakit tanpa berpengaruh pada sistem susunan saraf pusat atau bahkan hingga efek menurunkan tingkat kesadaran. biasanya dosis lebih besar tidak menolong.

Anestesi Umum Anestesi umum adalah tindakan menghilangkan rasa nyeri/sakit secara sentral disertai hilangnya kesadaran dan dapat pulih kembali Komponen anestesi ini dapat dicapai dengan menggunakan obat yang berbeda secara terpisah. namun pada kasus tertentu dapat . intraperitonium. Pengertian Anestesi Anestesi (pembiusan. Asam mefenamat sangat kuat terikat pada protein plasma. Umumnya diberikan thiopental. A. B. Penggolongan anastesi Anestesi dibagi menjadi dua kelompok yaitu anestesi umum.• Asam Mefenamat Asam mefenamat digunakan sebagai analgesik. pembedahan yang berlangsung lama dan operasi dengan posisi tertentu yang memerlukan pengendalian pernapasan. kemampuan untuk merasa"). toraks. berasal dari bahasa Yunani an-"tidak. sehingga interaksi dengan obat antikoagulan harus diperhatikan. sedangkan pada anestesi lokal hilangnya rasa sakit tanpa disertai hilang kesadaran. dan regional anestesi. Cara pemberian anestesi umum: a. tanpa" dan aesthētos. anestesi local. "persepsi. 1. Parenteral (intramuscular/intravena) Digunakan untuk tindakan yang singkat atau induksi anestesi. intrakanial. Teknik ini sesuai untuk pembedahan abdomen yang luas. Efek samping terhadap saluran cerna sering timbul misalnya dispepsia dan gejala iritasi lain terhadap mukosa lambung. Pada anestesi umum hilangnya rasa sakit disertai hilangnya kesadaran. secara umum berarti suatu tindakan menghilangkan rasa sakit ketika melakukan pembedahan dan berbagai prosedur lainnya yang menimbulkan rasa sakit pada tubuh.

dan mudah diuraikan cahaya. Zat anestetik yang digunakan berupa campuran gas (dengan O2) dan konsentrasi zat anestetik tersebut tergantung dari tekanan parsialnya. Contoh anestesi inhalasi :  Dinitrogen Oksida (N2O/ gas gelak) N2O merupakan gas yang tidak berwarna. mudah menguap. tidak iritatif.  Halotan Halotan merupakan cairan tidak berwarna. berbau enek. tidak mengiritasi jalan nafas. Keuntungan penggunaan halotan adalah induksi cepat dan lancar. Kerugiannya adalah sangat poten. lebih berat dari pada udara. b. Penggunaan dalam anestesi umumnya dipakai dalam kombinasi N2O:O2 yaitu 60%:40%. Dosis untuk mendapatkan efek analgesik digunakan dengan perbandingan 20%. tidak iritatif. tidak mudah terbakar/meledak. Untuk tindakan yang lama anestesi parenteral dikombinasikan dengan cara lain. Zat anestetik disebut kuat bila dengan tekanan parsial yang rendah sudah dapat member anestesi yang adekuat. c. tidak mudah terbakar/meledak dan tidak bereaksi dengan soda lime absorber (pengikat CO2). jarang menyebabkan mual/muntah. proteksi terhadap syok. Perektal Dapat dipakai pada anak untuk induksi anestesi atau tindakan singkat. 70%:30%. Tekanan parsial dalam jaringan otak akan menentukan kekuatan daya anestesi. untuk induksi 80%:20%. dan pemeliharaan 70%:30%. tidak berasa. berbau manis. relatif terjadi over dosis. analgesi . tidak bereaksi dengan soda lime. Anestesi inhalasi Anestesi dengan menggunakan gas atau cairan anestesi yang mudah menguap (volatile agent) sebagai zat anestetik melalui udara pernapasan. pemulihan cepat.digunakan ketamin.80%. Halotan merupakan obat anestetik dengan kekuatan 4-5 kali eter atai 2 kali kloroform. bronkodilatasi. dan 50%:50%. diazepam dll.

menimbulkan hipotensi. aritmia. mengiritasi jalan napas. Jumlah eter yang dibutuhkan tergantung dari berat badan dan kondisi pasien. mudah terbakar/meledak. tidak bereaksi dengan soda lime.  Etil Klorida Merupakan cairan tidak berwarna. Kerugiannya adalah mudah terbakar/meledak. dll. dal alat yang digunakan cukup sederhana. Keuntungan penggunaan eter adalah mudah didapat dan murah. Anestesi dengan etil klorida cepat terjadi namun cepat hilang. Eter merupakan obat anestesi yang sangat kuat sehingga pasien dapat memasuki tiap tingkat anestesi. . cukup aman dengan batas keamanan yang lebar. tidak mudah terbakar. Induksi dengan enfluran cepat dan lancar. menimbulkan hipersekresi kelenjar ludah. mengiritasi saluran napas. Sebagai anestesi lokal etil klorida digunakan dengan cara disemprotkan pada kulit sampai beku. Induksi dapat dicapai dalam 0. menyebabkan mual dan muntah serta masa pemulihannya cepat. berbau khas.  Eter (Dietil Eter) Merupakan cairan tidak berwarna. tidak bereaksi dengan soda lime absorber. harus dikombinasika dengan obat analgetik dan relaksan. sangat mudah menguap.dan relaksasi yang kurang.  Enfluran (ethran) Merupakan obat anestetik eter berhalogen berbentuk cairan. tidak perlu digunakan bersama-sama dengan obat-obat lain karena telah memenuhi trias anestesi. dan mudah terbakar. bau tidak enak. Etil klorida sudah tidak dianjurkan digunakn sebagai anestesi umum. dan dapat terurai oleh udara serta cahaya. mudah menguap. harga mahal. Oabt ini jarang menimbulkan mualdan muntah serta masa pemulihannya cepat. kebutuhan dalamnya anestesi dan teknik yang digunakan.5-2 menit dengan waktu pemulihan 2-3 menit sesudah pemberian anestesi dihentikan. mudah menguap.

 Isofluran (forane) Merupakan eter berhalogen. Ekstremitas dieksanguinasi dan isolasi bagian proksimalnya dari sirkulasi sintemik dengan turniket pneumatik. d) Anastesi regional intravena yaitu penyuntikkan larutan analgetik lokal intravena. Anestesi Lokal Anestesi lokal adalah tindakan menghilangkan nyeri atau sakit secara lokal tanpa disertai hilangnya kesadaran. Pada anestesi kaudal. Pemberian anestetik lokal dapat dilakukan dengan teknik: a) Anestetik permukaan yaitu pengolesan atau penyemprotan analgetik lokal diatas selaput mukosa seperti mata. Contohnya : . berbau tajam dan tidak mudah terbakar. zat anelgetik lokal disuntikkan melalui hiatus sakralis. Keuntungan penggunaan isofluran adalah irama jantung stabil dan tidak terangsang oleh adrenalin serta induksi dan masa pulih anestesi cepat. luka atau insisi. analgetik lokal disuntikkan kedalam ruang subaraknoid diantara konus medularis dan bagian akhir ruang subaraknoid. Pada anestesi spinal. anestesi lokal. dan faring. hidung. Hal ini bervariasi dari blokade pada syaraf tunggal misalnya syaraf oksipital dan pleksus brankialis. induksinya enak dan cepat terutama pada anak. anestesi epidural. Cara infiltrasi yang sering digunakan adalah blokade lingkar dan obat disuntikan intradermal atau subkutan.  2. Anestesi epidural diperoleh dengan menyuntikkan zat anestetik lokal kedalam ruang epidural. c) Anestesi blok yaitu penyuntikan analgetik lokal langsung ke syaraf utama atau pleksus syaraf. b) Anestesi infiltrasi yaitu penyuntikan larutan analgetik lokal langsung diarahkan disekitar tempat lesi. dan anestesi kaudal. Sevofluran Obat anestesi ini merupakan turunan eter berhalogen yang paling disukai untuk induksi inhalasi.

riwayat penyakit serebrovaskular. dan lesitin telur. dan gastroskopi. Obat ini digunakan sebagai premedikasi (antiemetik yang baik) dan sedasi pada anestesi regional. pasien resiko tinggi. Propofol menghambat transmisi neuron yang dihantarkan oleh GABA. dan gagal jantung. antara lain: a) Tidak merangsang jaringan.25% gliserol. dan asma. maka beberapa persyaratan harus dipenuhi. tindakan ortopedi. prosedur diagnosis. Kontra indikasinya adalah tekanan sistolik 160 mmHg dan diastolik 100 mmHg. droleptan) Droperidol adalah turunan buturofenon dan merupakan antagonis reseptor dopamin. . esofagoskopi. Droperidol dapat menimbulkan reaksi ekstrapiramidal yang dapat diatasi dengan pemberian diphenhidramin.   Untuk suatu obat dapat digunakan sebagai anestetikum lokal yang baik. Ketamin Ketamin adalah suatu rapid acting nonbarbiturat general anaesthetic. propofol) Propofol adalah campuran 1% obat dalm air dan emulsi berisi 10% minyak kedelai. b) Tidak mengakibatkan kerusakan permanen terhadap susunan saraf. 2. d) Efektif dengan jalan injeksi atau penggunaan setempat pada selaput lendir. Diprivan (diisopropil fenol. Droperidol (dehidrobenzperidol. e) Waktu untuk memulai daya kerjanya sesingkat mungkin dan untuk jangka waktu yang cukup lama. c) Toksisitas sistemik yang rendah. Obat anestetik ini juga dapat digunakan untuk membantu prosedur intubasi. bronkoskopi. tindakan operasi sibuk. dan. Indikasi pemakaian ketamin adalah prosedur dengan pengendalian jalan napas yang sulit.

diperkenalkan oleh Bier Agustus 1898. Operasi seksio sesaria memerlukan anestesi yang efektif yaitu regional (epidural atautulang belakang) atau anestesi umum. khususnya lidokain. Dengan anestesi umum. penurunan katekolamin . Amida: Lidokain. kloroprokain. Dengan epidural anestesi. Spinal anestesi. epidural anestesi dan blok perifer. 3. Anestesi spinal dan epidural tidak menurunkan aliran darah uterus. obat anestesi yang dimasukkan ke dalam ruang di sekitar tulang belakang ibu. bahkan aliran darah uterus selama persalinan membaik pada pasien preeklampsia yang mendapat anestesi epidural. bupivakain. Regional Anestesi Regional anestesi terbagi atas spinal anestesi. adalah teknik regional pertama utama dalam praktek klinis. ropivakain. sedangkan dengan spinal anestesi yaitu obat anestesi disuntikkan sebagai dosis tunggal ke dalam tulang belakang ibu. juga terhadap pemanasan (sterilisasi).f) Dapat larut dalam air serta menghasilkan larutan yang stabil. Spinal & anestesi epidural ini telah secara luas digunakan di ortopedi. tetrakain. Obat anestesi lokal dalam dosis besar. obstetri dan anggota tubuh bagian bawah operasi abdomen bagian bawah. tetapi mati rasa dari pinggang ke bawah. Dengan dua jenis anestesi regional ini ibu terjaga dalam proses persalinan. Obat – obat anestesi regional Ester : Prokain. ibu tidak sadar dalam proses persalinan dan obat anestesi yang digunakan dapat mempengaruhi seluruh tubuhnya serta bayi yang akan dilahirkan. dapat menyebabkan vasokonstriksi arteri uterine.

Atas dasar perbandingan daya larutannya dalam minyak dan dalam air telah dibuat penggolongan dari anestetika. Yang tertua adalah teori lemak dari Meyer-Overton yang membuktikan adanya hubungan erat antara sifat lipofil suatu zat dengan kekuatan anestetiknya. Pada waktu yang bersamaan ambang kepekaan terhadap rangsangan . antara lain sebagai berikut: 1) Anestesi Umum Kebanyakan anestesi umum tidak dimetabolisme oleh tubuh karena tidak bereaksi secara kimiawi dengan zat-zat faal. Walaupun demikian. yang perlu bagi fungsi saraf yang layak. Hidrathidrat gas SSP ini mungkin dapat merintangi transmisi rangsanganrangsangan di sinaps-sinaps dan dengan demikian mengakibatkan anestesi. Maka teori-teori yang dicoba untuk menerangkan khasiatnya selalu berdasarkan sifat-sifat fisiknya. Teori ini ternyata kurang memuaskan dan sebetulnya tidak menjelaskan mekanisme kerjanya obat atas membrane sel atau atas reseptor apapun.dalam sirkulasi menyebabkan berkurangnya vasokonstriksi uterus. terdapat perbedaan dalam mekanisme kerja anestesi lokal dan anestesi umum yang sangat mencolok. Suatu teori baru menyarankan bahwa anestetika umum dapat membentuk hidrat-hidrat dengan air yang stabil di bawah pengaruh protein-protein SSP. maka anestetika lokal memblokir penerusan impuls dengan jalan mencegah kenaikan permeabelitas membrane sel terhadap ion-ion natrium. Seperti juga alkohol dan barbital-barbital. C. Mekanisme Kerja Anestesi Mekanisme pencegahan rasa sakit melalui anestesi bertujuan untuk meminimalisasi adanya efek samping yang membahayakan seperti pada penggunaan narkosa. 2) Anestesi Lokal Pusat mekanisme kerja anestetika lokal adalah di membran sel.

3. yakni molekulmolekul lipofil besar dari anestesi lokal mungkin mendesak sebagian ionion kalsium di dalam membrane sel tanpa mengambil alih fungsinya. Akibat denervasi simpatis ini akan terjadi penurunan tahanan pembuluh tepi. ganglia otonom. sehingga darah tertumpuk di pembuluh darah tepi karena terjadi dilatasi arterial. Dengan demikian anestesi lokal mempunyai efek yang penting terhadap SSP. pemberian anestesi lokal pada batang syaraf menyebabkan paralisis sensorik dan motorik di daerah yang dipersyarafinya. arteriol dan post-arteriol. Pemberian anestetik lokal pada kulit akan menghambat transmisi impuls sensorik. Yang pertama kali diblok pada analgesi subarakhnoid yaitu serabut saraf preganglionik otonom.listrik lambat-laun meningkat yang pada akhirnya memblokir penerusan (konduksi) impuls. . Anestesi Spinal Pemasukan suatu anestetika lokal ke dalam ruang subarkhnoid untuk menghasilkan blok spinal. Pada umumnya serabut preganglionik diblok dua sampai empat segmen dikranial dermatom sensoris yang diblok. Diperkirakan bahwa proses stabilisasi membrane tersebut ion-ion kalsium memegang peranan penting. Regional Anestesi : a. cabang-cabang neuromoskular dan semua jaringan otot. Obat ini bekerja pada setiap bagian syaraf. serta dapat lebih baik melakukan segala sesuatu perubahan dalam permeabelitas. Di samping ini anestesi lokal menggangu fungsi dari semua organ-organ dalam dimana terjadi konduksi/transmisi dari impuls-impuls. Sebaliknya. Obat anestesi lokal adalah obat yang menghambat hantaran syaraf bila dikenakan secara lokal pada jaringan syaraf dengan kadar cukup. yang merupakan serat saraf halus (serat saraf tipe B). Dengan demikian membran sel menjadi lebih padat dan stabil.

vagus. 2. terutama senyawa-senyawa klor. Kekurangan : a) Menekan pernafasan. Bupivakain 0.b. 20-25 cc. paling ringan efek ini pada eter. khususnya metoksifluran. eter dan trikloretilen b) Mengurangi kontraksi jantung. Efek Samping Anestesi Hampir semua anestetika mengakibatkan sejumlah efek samping. n. terutama halotan dan metoksifluran. misalnya pada: 1. d) Merusak ginjal. . penurunan venous return yang berhubungan dengan kejadian hipotensi sebesar 30-50% meski telah diberikan prehidrasi 20 mL/kg. penyuntikan epidural atau subarachnoideal tidak ada sama sekali. misalnya kloroform. Anestesi Umum Kelebihnnya : a) Alat-alat dan obat lebih kompleks dibandingkan dengan alat dan obatobat pada anastesi regional. Pilihan obat: Lidokain 2%. paling sedikit pada N2O. n. blockade. Anestesi Lokal Kelebihannya : a) Kemungkinan pneumothorax. c) Merusak hati. Anestesi Epidural Blok simpatis dan sensorik yang lebih tinggi sampai T2 akan menyebabkan vasodilatasi perifer. pelebaran kapiler. n. laryneus recurrent. b) Fasilitas perawatan pasca bedah dan cara perawatan lebih rumit dibandingkan dengan penderita sadar yang telah mengalami anastesi regional. walaupun tetap ada beberapa kelebihan/keuntungannya. dengan atau tanpa epinefrin dan fentanyl 50 μg. phrenicus.5% 20-25 cc dengan fentanyl 50 μg D.

98 mililiter. perbedaan rata-rata standar (SMD)-0.83 untuk.90.b) Kalau perlu dapat dilakukan blockade kiri-kanan tanpa takut gangguan pernafasan Kekurangan : a) Kadang-kadang penderita dengan kelainan di tangan tidak melakukan abduksi. flexi dan supinasi. b) Volume yang digunakan jauh lebih banyak daripada supraclavicular block.35 -0. c) Sangat susah dilakukan pada penderita gemuk dimana pulsasi arteri susah diraba. Maka teori-teori yang dicoba untuk menerangkan khasiatnya selalu berdasarkan sifatsifat fisiknya. b) Setiap orang yang ada diruang operasi harus selalu ingat bahwa wanita yang berada dibawah analgesia regional tetap sadar. 3.06 untuk -28. c) Tidak ada penelitian melaporkan pada kematian bayi. dilaporkan kehilangan darah ibu dan mencatat bahwa darah secara signifikan lebih sedikit hilang ketika baik menggunakan anestesi epidural (Hong 2002. Lertakyamanee 1999. 95% CI . Kekurangan : a) Berkurangnya venous return (peningkatan kapasitas vena dan pengumpulan volume darah dari kaki) dan penurunan afterload (penurunan resistensi pembuluh darah sistemik) menurunkan maternal mean arterial pressure (MAP). kepala terasa melayang dan dysphoria. menimbulkan nausea.59millilitres.225.harus hati-hati . Lertakyamanee 1999. b) Tidak ada penelitian yang dilaporkan pada luka dan infeksi lainnya. WMD -126. 2003. 95% CI . secara kimiawi dengan zat-zat faal. dan berkurangnya perfusi uteroplacental. 256 wanita) atau anestesi spinal (Dyer. Regional Anestesi Kelebihan : a) Pada Obstetri. 279 perempuan) bila dibandingkan dengan anestesi umum.0.

atau kesejahteraan kurang diperhatikan. .sehingga ibu tersebut tidak menginterpretasikan ucapan ucapan atau tindakan tindakan tersebut sebagai indikaasi bahwa ia dan janinnya dalam bahaya. c) Kebocoran cairan serebrospinal dari tempat pungsi meninges dianggap merupakan faktor utama timbulnya sakit kepala.sekali berbicara dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan perawtan ibu dan janinnya.