ANESTESI

Analgetik Analgetik atau obat-obat penghilang nyeri adalah zat-zat yang mengurangi atau melenyapkan rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran. a. Penyebab sakit/ nyeri. Didalam lokasi jaringan yang mengalami luka atau peradangan beberapa bahan algesiogenic kimia diproduksi dan dilepaskan, didalamnya terkandung dalam prostaglandin dan brodikinin. Brodikinin sendiri adalah perangsang reseptor rasa nyeri. Sedangkan prostaglandin ada 2 yang pertama Hiperalgesia yang dapat menimbulkan nyeri dan PG(E1, E2, F2A) yang dapat menimbulkan efek algesiogenic. b. Mekanisame Kerja Mekanisme kerja obat analgetik merupakan sebuah mekanisme fisiologis tubuh terhadap zat-zat tertentu. Obat analgetik bekerja di dua tempat utama, yaitu di perifer dan sentral. Golongan obat AINS bekerja diperifer dengan cara menghambat pelepasan mediator sehingga aktifitas enzim siklooksigenase terhambat dan sintesa prostaglandin tidak terjadi. Sedangkan analgetik opioid bekerja di sentral dengan cara menempati reseptor di kornu dorsalis medulla spinalis sehingga terjadi penghambatan pelepasan transmitter dan perangsangan ke saraf spinal tidak terjadi. Prostaglandin merupakan hasil bentukan dari asam arakhidonat yang mengalami metabolisme melalui siklooksigenase. Prostaglandin yang lepas ini akan menimbulkan gangguan dan berperan dalam proses inflamasi, edema, rasa nyeri lokal dan kemerahan (eritema lokal). Selain itu juga

ex: sakit gigi . COX-1 terutama terdapat pada mukosa lambung. 2. 4. Sebaliknya. parenkim ginjal dan platelet. dimana hal ini menghasilkan kedua efek yakni baik yang positif (analgesia. yaitu ubiquitously dan constitutive yang diekspresikan sebagai COX-1 dan yang diinduksikan inflamasi COX-2. Karakteristik 1. meningkatkan kepekaan ujung-ujung saraf terhadap suatu rangsangan nyeri (nosiseptif). antiinflamasi) maupun yang negatif (ulkus lambung. penurunan perfusi renal dan perdarahan). Aktifitas COX dihubungkan dengan dua isoenzim. nyeri dan kardiogenesis. Obat AINS memblok aksi dari enzim COX yang menurunkan produksi mediator prostaglandin. COX-2 bersifat inducible dan diekspresikan terutama pada tempat trauma (otak dan ginjal) dan menimbulkan inflamasi. keutuhan mukosa gastrointestinal dan fungsi ginjal. c. Hanya efektif untuk menyembuhkan sakit Tidak narkotika dan tidak menimbulkan rasa senang dan gembira Tidak mempengaruhi pernapasan Gunanya untuk nyeri sedang. 3.prostaglandin . Enzim ini penting dalam proses homeostatik seperti agregasi platelet. Enzim siklooksigenase (COX) adalah suatu enzim yang mengkatalisis sintesis prostaglandin dari asam arakhidonat. demam. Regulasi COX-2 yang transien di medulla spinalis dalam merespon inflamasi pembedahan mungkin penting dalam sensitisasi sentral.

Kerjanya disebabkan oleh morfin. Juga merupakan antitusif (menekan batuk) . . .Mual dam muntah pada dosis awal • Fentanil .Efek tak diinginkan: . . toksisitas seberat morfin. Depresi Pernapasan lebih kecil kemungkinannya. Penggolongan Analgesik Analgesik di bagi menjadi 2 yaitu: 1) Analgesik Opioid/analgesik narkotika Analgesik opioid merupakan kelompok obat yang memilikisifat-sifat seperti opium atau morfin.Efek • Kodein .Indikasi: Penghilang rasa nyeri minor . . . bradikardi ringan. Rigiditas otot.Indikasi: Medikasi praoperasi yang digunakan dalan anastesi. tetapi kurang hebat pada dosis yang menghilangkan nyeri sedang.Efek tak diinginkan: Serupa dengan morfin. Macam-macam obat Analgesik Opioid: • Methadon .Indikasi: Detoksifikas ketergantungan morfin.Mekanisme kerja: kerja mirip morfin lengkap. Pada dosis tinggi.Mekanisme kerja: Lebih poten dari pada morfin.Hipotensi ortostatik .Konstipasi .Mekanisme kerja: sebuah prodrug 10% dosis diubah menjadi morfin. sedatif lebih lemah. Golongan obat ini digunakan untuk meredakan atau menghilangkan rasa nyeri seperti pada fractura dan kanker.Gangguan SSP . tak diinginkan: Depresi pernapasan lebih kecil kemungkinannya. Nyeri hebat pada pasien yang di rumah sakit.d.Depresi pernapasan .

Dalam sediaannya sering dikombinasikan dengan cofein yang berfungsi meningkatkan efektinitasnya tanpa perlu meningkatkan dosisnya. Penggunaan Obat Analgetik Non-Narkotik atau Obat Analgesik Perifer ini cenderung mampu menghilangkan atau meringankan rasa sakit tanpa berpengaruh pada sistem susunan saraf pusat atau bahkan hingga efek menurunkan tingkat kesadaran. Jika dosis terapi tidak memberi manfaat. . yang terdiri dari obat-obat yang tidak bersifat narkotik dan tidak bekerja sentral. Ibu hamil dan menyusui tidak di anjurkan meminim obat ini. Obat ini bersifat analgesik dengan daya antiinflamasi yang tidak terlalu kuat. Obat Analgetik NonNarkotik / Obat Analgesik Perifer ini juga tidak mengakibatkan efek ketagihan pada pengguna (berbeda halnya dengan penggunanaan Obat Analgetika jenis Analgetik Narkotik). parasetamol sebaiknya tidak digunakan terlalu lama karena dapat menimbulkan nefropati analgesik. Di Indonesia penggunaan parasetamol sebagai analgesik dan antipiretik. biasanya dosis lebih besar tidak menolong. Efek analgesiknya sama dengan aspirin. telah menggantikan penggunaan salisilat. Analgetika perifer (non-narkotik). Sebagai analgesik. Efek samping obat-obat analgesik perifer: kerusakan lambung. kerusakan darah. Macam-macam obat Analgesik Non-Narkotik: • Ibuprofen Ibuprofen merupakan devirat asam propionat yang diperkenalkan banyak negara.2) Obat Analgetik Non-narkotik Obat Analgesik Non-Nakotik dalam Ilmu Farmakologi juga sering dikenal dengan istilah Analgetik/Analgetika/Analgesik Perifer. kerusakan kulit. kerusakan hati dan ginjal. • Paracetamol/acetaminophen Merupakan devirat para amino fenol.

B. toraks. anestesi local. intraperitonium. intrakanial. sedangkan pada anestesi lokal hilangnya rasa sakit tanpa disertai hilang kesadaran. kemampuan untuk merasa"). Anestesi Umum Anestesi umum adalah tindakan menghilangkan rasa nyeri/sakit secara sentral disertai hilangnya kesadaran dan dapat pulih kembali Komponen anestesi ini dapat dicapai dengan menggunakan obat yang berbeda secara terpisah. Efek samping terhadap saluran cerna sering timbul misalnya dispepsia dan gejala iritasi lain terhadap mukosa lambung. "persepsi. Asam mefenamat sangat kuat terikat pada protein plasma. 1. sehingga interaksi dengan obat antikoagulan harus diperhatikan. dan regional anestesi. namun pada kasus tertentu dapat .• Asam Mefenamat Asam mefenamat digunakan sebagai analgesik. berasal dari bahasa Yunani an-"tidak. Parenteral (intramuscular/intravena) Digunakan untuk tindakan yang singkat atau induksi anestesi. Cara pemberian anestesi umum: a. Umumnya diberikan thiopental. Penggolongan anastesi Anestesi dibagi menjadi dua kelompok yaitu anestesi umum. tanpa" dan aesthētos. Pengertian Anestesi Anestesi (pembiusan. secara umum berarti suatu tindakan menghilangkan rasa sakit ketika melakukan pembedahan dan berbagai prosedur lainnya yang menimbulkan rasa sakit pada tubuh. Teknik ini sesuai untuk pembedahan abdomen yang luas. Pada anestesi umum hilangnya rasa sakit disertai hilangnya kesadaran. A. pembedahan yang berlangsung lama dan operasi dengan posisi tertentu yang memerlukan pengendalian pernapasan.

proteksi terhadap syok. Tekanan parsial dalam jaringan otak akan menentukan kekuatan daya anestesi. tidak mudah terbakar/meledak. Kerugiannya adalah sangat poten. untuk induksi 80%:20%. pemulihan cepat.  Halotan Halotan merupakan cairan tidak berwarna. dan 50%:50%. b. berbau enek. tidak mudah terbakar/meledak dan tidak bereaksi dengan soda lime absorber (pengikat CO2). Contoh anestesi inhalasi :  Dinitrogen Oksida (N2O/ gas gelak) N2O merupakan gas yang tidak berwarna. tidak iritatif. berbau manis. relatif terjadi over dosis. Dosis untuk mendapatkan efek analgesik digunakan dengan perbandingan 20%. diazepam dll. dan mudah diuraikan cahaya. dan pemeliharaan 70%:30%. tidak berasa. Penggunaan dalam anestesi umumnya dipakai dalam kombinasi N2O:O2 yaitu 60%:40%. tidak iritatif. 70%:30%. Perektal Dapat dipakai pada anak untuk induksi anestesi atau tindakan singkat. analgesi . mudah menguap. bronkodilatasi. Halotan merupakan obat anestetik dengan kekuatan 4-5 kali eter atai 2 kali kloroform.digunakan ketamin. tidak bereaksi dengan soda lime. lebih berat dari pada udara. Zat anestetik disebut kuat bila dengan tekanan parsial yang rendah sudah dapat member anestesi yang adekuat. Anestesi inhalasi Anestesi dengan menggunakan gas atau cairan anestesi yang mudah menguap (volatile agent) sebagai zat anestetik melalui udara pernapasan. c. Untuk tindakan yang lama anestesi parenteral dikombinasikan dengan cara lain. Keuntungan penggunaan halotan adalah induksi cepat dan lancar. tidak mengiritasi jalan nafas. jarang menyebabkan mual/muntah. Zat anestetik yang digunakan berupa campuran gas (dengan O2) dan konsentrasi zat anestetik tersebut tergantung dari tekanan parsialnya.80%.

dal alat yang digunakan cukup sederhana. kebutuhan dalamnya anestesi dan teknik yang digunakan. mudah menguap. Etil klorida sudah tidak dianjurkan digunakn sebagai anestesi umum. Eter merupakan obat anestesi yang sangat kuat sehingga pasien dapat memasuki tiap tingkat anestesi. tidak bereaksi dengan soda lime. berbau khas.  Etil Klorida Merupakan cairan tidak berwarna.dan relaksasi yang kurang. Kerugiannya adalah mudah terbakar/meledak. tidak bereaksi dengan soda lime absorber. dll.5-2 menit dengan waktu pemulihan 2-3 menit sesudah pemberian anestesi dihentikan. menyebabkan mual dan muntah serta masa pemulihannya cepat.  Eter (Dietil Eter) Merupakan cairan tidak berwarna. Sebagai anestesi lokal etil klorida digunakan dengan cara disemprotkan pada kulit sampai beku. Keuntungan penggunaan eter adalah mudah didapat dan murah. menimbulkan hipersekresi kelenjar ludah.  Enfluran (ethran) Merupakan obat anestetik eter berhalogen berbentuk cairan. cukup aman dengan batas keamanan yang lebar. Anestesi dengan etil klorida cepat terjadi namun cepat hilang. Induksi dengan enfluran cepat dan lancar. Jumlah eter yang dibutuhkan tergantung dari berat badan dan kondisi pasien. tidak perlu digunakan bersama-sama dengan obat-obat lain karena telah memenuhi trias anestesi. Oabt ini jarang menimbulkan mualdan muntah serta masa pemulihannya cepat. tidak mudah terbakar. harga mahal. . aritmia. dan mudah terbakar. mudah terbakar/meledak. harus dikombinasika dengan obat analgetik dan relaksan. mengiritasi jalan napas. mudah menguap. mengiritasi saluran napas. bau tidak enak. sangat mudah menguap. dan dapat terurai oleh udara serta cahaya.menimbulkan hipotensi. Induksi dapat dicapai dalam 0.

dan faring. d) Anastesi regional intravena yaitu penyuntikkan larutan analgetik lokal intravena. Ekstremitas dieksanguinasi dan isolasi bagian proksimalnya dari sirkulasi sintemik dengan turniket pneumatik. Pemberian anestetik lokal dapat dilakukan dengan teknik: a) Anestetik permukaan yaitu pengolesan atau penyemprotan analgetik lokal diatas selaput mukosa seperti mata. Contohnya : . zat anelgetik lokal disuntikkan melalui hiatus sakralis. berbau tajam dan tidak mudah terbakar. Cara infiltrasi yang sering digunakan adalah blokade lingkar dan obat disuntikan intradermal atau subkutan. luka atau insisi. Isofluran (forane) Merupakan eter berhalogen. Hal ini bervariasi dari blokade pada syaraf tunggal misalnya syaraf oksipital dan pleksus brankialis. anestesi lokal. Sevofluran Obat anestesi ini merupakan turunan eter berhalogen yang paling disukai untuk induksi inhalasi. Anestesi epidural diperoleh dengan menyuntikkan zat anestetik lokal kedalam ruang epidural. hidung.  2. b) Anestesi infiltrasi yaitu penyuntikan larutan analgetik lokal langsung diarahkan disekitar tempat lesi. Pada anestesi spinal. induksinya enak dan cepat terutama pada anak. analgetik lokal disuntikkan kedalam ruang subaraknoid diantara konus medularis dan bagian akhir ruang subaraknoid. dan anestesi kaudal. anestesi epidural. Keuntungan penggunaan isofluran adalah irama jantung stabil dan tidak terangsang oleh adrenalin serta induksi dan masa pulih anestesi cepat. Anestesi Lokal Anestesi lokal adalah tindakan menghilangkan nyeri atau sakit secara lokal tanpa disertai hilangnya kesadaran. c) Anestesi blok yaitu penyuntikan analgetik lokal langsung ke syaraf utama atau pleksus syaraf. Pada anestesi kaudal.

dan. maka beberapa persyaratan harus dipenuhi. dan gastroskopi. Ketamin Ketamin adalah suatu rapid acting nonbarbiturat general anaesthetic. Droperidol (dehidrobenzperidol. dan asma. . Diprivan (diisopropil fenol. esofagoskopi. Obat ini digunakan sebagai premedikasi (antiemetik yang baik) dan sedasi pada anestesi regional. riwayat penyakit serebrovaskular. Indikasi pemakaian ketamin adalah prosedur dengan pengendalian jalan napas yang sulit. dan gagal jantung. e) Waktu untuk memulai daya kerjanya sesingkat mungkin dan untuk jangka waktu yang cukup lama. pasien resiko tinggi. 2. Propofol menghambat transmisi neuron yang dihantarkan oleh GABA. dan lesitin telur. c) Toksisitas sistemik yang rendah. Droperidol dapat menimbulkan reaksi ekstrapiramidal yang dapat diatasi dengan pemberian diphenhidramin. antara lain: a) Tidak merangsang jaringan. d) Efektif dengan jalan injeksi atau penggunaan setempat pada selaput lendir.   Untuk suatu obat dapat digunakan sebagai anestetikum lokal yang baik. droleptan) Droperidol adalah turunan buturofenon dan merupakan antagonis reseptor dopamin. prosedur diagnosis. tindakan ortopedi.25% gliserol. bronkoskopi. propofol) Propofol adalah campuran 1% obat dalm air dan emulsi berisi 10% minyak kedelai. Kontra indikasinya adalah tekanan sistolik 160 mmHg dan diastolik 100 mmHg. tindakan operasi sibuk. b) Tidak mengakibatkan kerusakan permanen terhadap susunan saraf. Obat anestetik ini juga dapat digunakan untuk membantu prosedur intubasi.

adalah teknik regional pertama utama dalam praktek klinis. tetapi mati rasa dari pinggang ke bawah. diperkenalkan oleh Bier Agustus 1898. Obat anestesi lokal dalam dosis besar. epidural anestesi dan blok perifer. juga terhadap pemanasan (sterilisasi). Spinal anestesi. Dengan epidural anestesi. penurunan katekolamin . Operasi seksio sesaria memerlukan anestesi yang efektif yaitu regional (epidural atautulang belakang) atau anestesi umum. Regional Anestesi Regional anestesi terbagi atas spinal anestesi. Dengan anestesi umum. Dengan dua jenis anestesi regional ini ibu terjaga dalam proses persalinan. kloroprokain. obstetri dan anggota tubuh bagian bawah operasi abdomen bagian bawah. bahkan aliran darah uterus selama persalinan membaik pada pasien preeklampsia yang mendapat anestesi epidural. tetrakain. Anestesi spinal dan epidural tidak menurunkan aliran darah uterus. Obat – obat anestesi regional Ester : Prokain. 3. khususnya lidokain. bupivakain. ropivakain. ibu tidak sadar dalam proses persalinan dan obat anestesi yang digunakan dapat mempengaruhi seluruh tubuhnya serta bayi yang akan dilahirkan. sedangkan dengan spinal anestesi yaitu obat anestesi disuntikkan sebagai dosis tunggal ke dalam tulang belakang ibu. dapat menyebabkan vasokonstriksi arteri uterine. obat anestesi yang dimasukkan ke dalam ruang di sekitar tulang belakang ibu. Spinal & anestesi epidural ini telah secara luas digunakan di ortopedi. Amida: Lidokain.f) Dapat larut dalam air serta menghasilkan larutan yang stabil.

Atas dasar perbandingan daya larutannya dalam minyak dan dalam air telah dibuat penggolongan dari anestetika. 2) Anestesi Lokal Pusat mekanisme kerja anestetika lokal adalah di membran sel. Seperti juga alkohol dan barbital-barbital. antara lain sebagai berikut: 1) Anestesi Umum Kebanyakan anestesi umum tidak dimetabolisme oleh tubuh karena tidak bereaksi secara kimiawi dengan zat-zat faal. Maka teori-teori yang dicoba untuk menerangkan khasiatnya selalu berdasarkan sifat-sifat fisiknya. Hidrathidrat gas SSP ini mungkin dapat merintangi transmisi rangsanganrangsangan di sinaps-sinaps dan dengan demikian mengakibatkan anestesi. Yang tertua adalah teori lemak dari Meyer-Overton yang membuktikan adanya hubungan erat antara sifat lipofil suatu zat dengan kekuatan anestetiknya. C. Suatu teori baru menyarankan bahwa anestetika umum dapat membentuk hidrat-hidrat dengan air yang stabil di bawah pengaruh protein-protein SSP. Mekanisme Kerja Anestesi Mekanisme pencegahan rasa sakit melalui anestesi bertujuan untuk meminimalisasi adanya efek samping yang membahayakan seperti pada penggunaan narkosa. terdapat perbedaan dalam mekanisme kerja anestesi lokal dan anestesi umum yang sangat mencolok. Walaupun demikian. maka anestetika lokal memblokir penerusan impuls dengan jalan mencegah kenaikan permeabelitas membrane sel terhadap ion-ion natrium. Pada waktu yang bersamaan ambang kepekaan terhadap rangsangan .dalam sirkulasi menyebabkan berkurangnya vasokonstriksi uterus. Teori ini ternyata kurang memuaskan dan sebetulnya tidak menjelaskan mekanisme kerjanya obat atas membrane sel atau atas reseptor apapun. yang perlu bagi fungsi saraf yang layak.

Dengan demikian anestesi lokal mempunyai efek yang penting terhadap SSP. Akibat denervasi simpatis ini akan terjadi penurunan tahanan pembuluh tepi. . Anestesi Spinal Pemasukan suatu anestetika lokal ke dalam ruang subarkhnoid untuk menghasilkan blok spinal. yang merupakan serat saraf halus (serat saraf tipe B). 3. arteriol dan post-arteriol.listrik lambat-laun meningkat yang pada akhirnya memblokir penerusan (konduksi) impuls. cabang-cabang neuromoskular dan semua jaringan otot. ganglia otonom. Dengan demikian membran sel menjadi lebih padat dan stabil. Sebaliknya. yakni molekulmolekul lipofil besar dari anestesi lokal mungkin mendesak sebagian ionion kalsium di dalam membrane sel tanpa mengambil alih fungsinya. serta dapat lebih baik melakukan segala sesuatu perubahan dalam permeabelitas. Di samping ini anestesi lokal menggangu fungsi dari semua organ-organ dalam dimana terjadi konduksi/transmisi dari impuls-impuls. Diperkirakan bahwa proses stabilisasi membrane tersebut ion-ion kalsium memegang peranan penting. pemberian anestesi lokal pada batang syaraf menyebabkan paralisis sensorik dan motorik di daerah yang dipersyarafinya. Regional Anestesi : a. Yang pertama kali diblok pada analgesi subarakhnoid yaitu serabut saraf preganglionik otonom. sehingga darah tertumpuk di pembuluh darah tepi karena terjadi dilatasi arterial. Pada umumnya serabut preganglionik diblok dua sampai empat segmen dikranial dermatom sensoris yang diblok. Pemberian anestetik lokal pada kulit akan menghambat transmisi impuls sensorik. Obat ini bekerja pada setiap bagian syaraf. Obat anestesi lokal adalah obat yang menghambat hantaran syaraf bila dikenakan secara lokal pada jaringan syaraf dengan kadar cukup.

n. penyuntikan epidural atau subarachnoideal tidak ada sama sekali. b) Fasilitas perawatan pasca bedah dan cara perawatan lebih rumit dibandingkan dengan penderita sadar yang telah mengalami anastesi regional. . paling sedikit pada N2O. 2. n. c) Merusak hati. Pilihan obat: Lidokain 2%. pelebaran kapiler. misalnya pada: 1. phrenicus. Anestesi Epidural Blok simpatis dan sensorik yang lebih tinggi sampai T2 akan menyebabkan vasodilatasi perifer.5% 20-25 cc dengan fentanyl 50 μg D. Bupivakain 0. terutama senyawa-senyawa klor. Efek Samping Anestesi Hampir semua anestetika mengakibatkan sejumlah efek samping. dengan atau tanpa epinefrin dan fentanyl 50 μg. n. laryneus recurrent. vagus. walaupun tetap ada beberapa kelebihan/keuntungannya. blockade. terutama halotan dan metoksifluran. eter dan trikloretilen b) Mengurangi kontraksi jantung.b. khususnya metoksifluran. Anestesi Umum Kelebihnnya : a) Alat-alat dan obat lebih kompleks dibandingkan dengan alat dan obatobat pada anastesi regional. Kekurangan : a) Menekan pernafasan. paling ringan efek ini pada eter. penurunan venous return yang berhubungan dengan kejadian hipotensi sebesar 30-50% meski telah diberikan prehidrasi 20 mL/kg. misalnya kloroform. Anestesi Lokal Kelebihannya : a) Kemungkinan pneumothorax. 20-25 cc. d) Merusak ginjal.

Lertakyamanee 1999. b) Tidak ada penelitian yang dilaporkan pada luka dan infeksi lainnya.06 untuk -28. c) Tidak ada penelitian melaporkan pada kematian bayi. Kekurangan : a) Berkurangnya venous return (peningkatan kapasitas vena dan pengumpulan volume darah dari kaki) dan penurunan afterload (penurunan resistensi pembuluh darah sistemik) menurunkan maternal mean arterial pressure (MAP). 95% CI . 256 wanita) atau anestesi spinal (Dyer. Lertakyamanee 1999. 2003. 95% CI . flexi dan supinasi.90. menimbulkan nausea. perbedaan rata-rata standar (SMD)-0. 279 perempuan) bila dibandingkan dengan anestesi umum. b) Volume yang digunakan jauh lebih banyak daripada supraclavicular block.35 -0. secara kimiawi dengan zat-zat faal. Maka teori-teori yang dicoba untuk menerangkan khasiatnya selalu berdasarkan sifatsifat fisiknya. kepala terasa melayang dan dysphoria.59millilitres.225.83 untuk. dilaporkan kehilangan darah ibu dan mencatat bahwa darah secara signifikan lebih sedikit hilang ketika baik menggunakan anestesi epidural (Hong 2002. b) Setiap orang yang ada diruang operasi harus selalu ingat bahwa wanita yang berada dibawah analgesia regional tetap sadar.harus hati-hati .98 mililiter.b) Kalau perlu dapat dilakukan blockade kiri-kanan tanpa takut gangguan pernafasan Kekurangan : a) Kadang-kadang penderita dengan kelainan di tangan tidak melakukan abduksi. c) Sangat susah dilakukan pada penderita gemuk dimana pulsasi arteri susah diraba.0. 3. WMD -126. dan berkurangnya perfusi uteroplacental. Regional Anestesi Kelebihan : a) Pada Obstetri.

. c) Kebocoran cairan serebrospinal dari tempat pungsi meninges dianggap merupakan faktor utama timbulnya sakit kepala. atau kesejahteraan kurang diperhatikan.sekali berbicara dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan perawtan ibu dan janinnya.sehingga ibu tersebut tidak menginterpretasikan ucapan ucapan atau tindakan tindakan tersebut sebagai indikaasi bahwa ia dan janinnya dalam bahaya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful