PENGERTIAN DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS

)

Daerah aliran sungai merupakan suatu megasistem kompleks yang dibangun atas sistem fisik (physical systems), sistem biologis (biological systems) dan sistem manusia (human systems). Setiap sistem dan sub-sub sistem di dalamnya saling berinteraksi. Dalam proses ini peranan tiap-tiap komponen dan hubungan antar komponen sangat menentukan kualitas ekosistem DAS. Tiap-tiap komponen tersebut memiliki sifat yang khas dan keberadaannya tidak berdiri sendiri, melainkan berhubungan dengan komponen lainnya membentuk kesatuan sistem ekologis (ekosistem). Gangguan terhadap salah satu komponen ekosistem akan dirasakan oleh komponen lainnya dengan sifat dampak yang berantai. Keseimbangan ekosistem akan terjamin apabila kondisi hubungan timbal balik antar komponen berjalan dengan baik dan optimal. (Kartodihardjo, 2008).

Disadari atau tidak, semua manusia tinggal dan hidup di sebuah tempat yang disebut Daerah Aliran Sungai (DAS). Mereka bekerja dan menggantungkan hidupnya pada sumber daya alam serta ketersediaan air yang terdapat di DAS. DAS sering didefinisikan sebagai suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung, menyimpan dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami, yang batas di darat merupakan pemisah topografis dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan (UU. No. 7, Tahun 2004, tentang Sumber Daya Air).Ini menunjukkan bahwa cakupan DAS tidak hanya sekedar sungai dengan bantarannya, namun lebih dari itu. Daratan yang ada di bumi dapat dikatakan sebagai DAS. DAS dan wilayah administrasi dapat dibedakan :  DAS dalam satu kab/kota (lokal)  DAS lintas kab/kota (regional)  DAS lintas propinsi (nasional)  DAS lintas negara (international) DAS sebagai suatu sumberdaya darat dan sistem

Yang diartikan dengan sumberdaya (resource) ialah suatu persediaan barang yang diperlukan, berupa suatu cadangan yang dapat diperoleh (Menard,1974:

minyak bumi. perkebunan. yaitu udara. Mutu air jauh lebih goyah daripada jumlahnya. Apa yang sudah termasuk cadangan bagi . Jadi perbedaan antara kedua macam sumberdaya itu pada asasnya terletak pada jangka waktu pembaharuan yang diperlukan. hidrologi wilayah. Dengan kata lain.  Tak-terbarukan (non-renewable). Dengan demikian pengertian “cadangan” lebih lagi bersifat nisbi. Akan tetapi hal ini tidak gayut dengan pengelolaan sumberdaya. mereka itu tidak akan habis selam faktor-faktor pembentuknya masih tetap bergawai (functioning). Bahkan yang habis di uatu tempat akan dapat timbul kembali jika diberi kesempatan cukup. hutan dan ikan dapat menyusut atau habis. Di sini juga berlaku keanekaan harkat. Suatu sumberdaya tertentu dapat mempunyai nilai kemantapan beraneka. Sumberdaya dapat dipilahkan atas dasar kehadirannya (existence):  Sumberdaya alam. corak timbulan makro. Memang ditinjau secara setempat. seperti minyak bumi. Sumberdaya dapat pula dipilahkan menurut kemantapannya terhadap pengaruh atau tindakan manusia:  Sangat mantap. tanah. Jadi pengertian sumberdaya selalu menyangkut manusia dan kebutuhannya serta usaha atau biaya untuk memperolehnya. yang secara nisbi cepat terpengaruh oleh tindakan manusia. atau teknologi yang diperlukan belum tercipta. air. namun udara dan air yang rusak karena pencemaran tidak dapat dihilangkan oleh manusia. tanah sebagai tubuh mempunyai nilai kemantapan daripada kesuburannya. tanah. Oleh karena berkaitan dengan kebutuhan manusia maka sumberdaya mempunyai arti nisbi (relative). yaitu tanah. tergantung pada gatra (aspect) yang diperhatikan. Ada yang membedakan pengertian “sumberdaya” dari “cadangan”. yang secara berangsur dalam jangka waktu panjang dapat terpengaruh oleh tindakan manusia. hutan budidaya. air. seperti udara. Maka dalam hal mutu. yang dapat dikatakan tidak terkenakan atau tidak mudah terkena pengaruh atau akibat tindakan manusia. Misalnya. akan tetapi belum dapat diperoleh karena belum terijinkan oleh keadaan ekonomi saat ini. cadangan ialah bagian sumberdaya yang dapat segera termanfaatkan. yang hadir karena perbuatan alam. tergantung dari gatranya yang diperhatikan. Manusia terang tidak dapat mengubah isipadu (volume) udara dalam troposfir. jika dipandang dari segi bahan. danau. panas bumi dan cebakan (ore) mineral. Dalam hubungan dengan ini maka pengertian sumberdaya dibatasi pada bagian barang yang ada atau bolehjadi ada. Meskipun udara dan air termasuk sumberdaya terbarukan. laut dsb. tanah. tanah sawah. Akan tetapi secara keseluruhan. yang hadir karena perbuatan manusia. marga satwa dan lain-lain masyarakat hayati. Sumberdaya sering dipilahkan berdasar kemampuannya memugar diri (self restoring):  Terbarukan (renewable). Sudah barang tentu mereka pun dapat terbentuk kembali kalau diberi kesempatan berskala kurun geologi.hutan dan ikan. hutan rimba dsb. yaitu iklim.  Cukup mantap.  Sumberdaya budaya (artifactial).yaitu vegetasi. lereng dsb. yang dipertimbangkan dari segi skala waktu kehidupan generasi manusia. sumber panas bumi. akan tetapi dia secara nisbi mudah mencemarkannya. pembaharuan udara dan air perlu ditolong oleh manusia. Cadangan (reserve) ialah bagian dari sumberdaya yang dapat diperoleh atau digali dengan teknologi masakini dan terijinkan oleh keadaan ekonomi saat ini. polder.Obtainable reserve supply of some desirable thing). manusia sendiri dengan ilmu dan keterampilannya dsb. yaitu waduk.  Kurang atau tidak mantap.air.

atau sebagai bahan baku energi (fosil. atau lebih tepat disebut iklim hayati (bioclimate). Manusia dapat ditilik dari segi pengadaan tenaga kerja.1979).1978). Dalam pengantar telah disebutkan. platina. Kalau kita menerima DAS sebagai suatu sistem maka ini berarti. yang menentukan kesuburan potensial tanah untuk pertanian. tetumbuhan (flora). perak. sehingga berkelakuan sebagai suatu keseluruhan dalam menghadapi dan menanggapi rangsangan pada bagian mana pun (Dent dkk. bahwa DAS merupakan suatu sistem sumberdaya darat yang bergatra ganda dan dapat dimanfaatkan ke berbagai jurusan. air dapat ditinjau dari segi pertanian. kewiraswastaan dan sumber peradapan (agama.suatu negara maju. yang menentukan kesuburan tanah aktual. jumlah lenga s me mpen (effective moisture) dan lama waktu penerimaan sinar matahari. juvenil. bahwa DAS mempunyai batas alamiah yang jelas. pengembangan ilmu pengetahuan. Air terpilahkan menjadi air permukaan (sungai. Spedding. Iklim ikut mengendalikan keadaan vegetasi dan sumberdaya budaya. Sebagai watak dan kelakuan suatu anasir DAS terbawa dari asal usulnya dan sebagian yang lain diperolehnya dari proses saling tindak (interaction) dengan anasir yang lain dari DAS yang bersangkutan. atau anasirnya (component). ladang. sumber bahan bakar. DAS merupakan suatu gabungan sejumlah sumberdaya darat. nuklir). Dalam penggunannya. Batas ini memisahkan sistem dari lingkungannya. 1979. kebun. bahwa keadaan suatu anasir ditentukan oleh dan menentukan keadaan anasir-anasir yang lain. “Lingkungan” ialah keseluruhan keadaan dan pengaruh luaran (external). Tiap-tiap sumberdaya yang menjadi anasir DAS memerlukan penanganan yang berbeda-beda. Timbulan dapat berdaya atas iklim hayati setempat. jumlah cadangan hara tumbuhan dalam tanah. bahan bangunan atau bahan industriatau bahan kerajinan. sumber energi kinetik yang dapat dialihrupakan menjadi energi mekanik atau listrik. yaitu batas sistem. mineral adi (emas. Iklim ikut mengendalikan keadaan vegetasi dan sumberdaya budaya. manusia. sangat bolehjadi masih belum demikian untuk suatu negara yang sedang berkembang. Yang dinamakan “sistem” ialah suatu perangkat rumit yang terdiri atas anasir-anasir yang saling berhubungan di dalam suatu kerangka otonom. industri. meso dan mikro atau iklim tanah. yang saling berkaitan dalam suatu hubungan saling tindak (interaction) atau sa ling tukar (interchange). hukum. rumah tangga. atau memisahkan sistem yang satu dari yang lain. bahan baku obat. Sebaliknya. pandangan hidup). Kehadiran tanah dan wataknya ditimbulkan oleh faktor-faktor iklim. agihan tempat(spatial distribution) curah hujan. lengas tanah (biasanya tercakup dalam pembicaraan mengenai sumberdaya tanah) dan air tanah. Lengkaplah sudah ciri-ciri penting bagi penunjukan DAS sebagai suatu sistem. Sumberdaya hayati dapat dimanfaatkan untuk sumber nutfah dalam usaha menciptakan bibit tanaman atau ternak unggul. timbulan tanah dan iklim.hutan budaya dsb. Misal yang .obatan. genting) atau kerajinan (barang-barang tembikar). air (air permukaan dan air tanah). dan berbagi sumberdaya budaya. Dari uraian diatas jelaslah. keadaan vegetasi dan keadaan sumberdaya budaya. berasal dari bahan induk tanah (anasir geologi). danau). perkembangan dan ketahanan hidup (survival) suatu sistem (De Santo. iklim dan geologi menentukan corak timbulan destruksional. bahwa sifat dan kelakuan DAS ditentukan bersama oleh sifat dan kelakuan semua anasirnya secara terpadu. Misalnya. cagar alam. batu permata). berupa penggantian (change) agihan cacak (vertical distribution) suhu udara. Tanah dan timbulan menguasai keadaan hidrologi permukaan. Di samping memiliki ciri penting berupa organisasi dakhil (internal organization). yang berdaya (affect) atas hidup. Arti “terpadu” di sini ialah. Timbulan terbagi pula menjadi makro dan mikro.sistemnya (subsystem). sedang hara tumbuhan tersediakan (available). dan prasarana perhubungan serta pengangkutan. timbulan dan geologi (untuk sementara waktu tidak diperhatikan dalam pembicaraan tentang DAS. atau disebut pula struktur gawai (functional structure). geologi. DAS dapat disebut suatu sistem dan tiap-tiap sumberdaya penyusunnya menjadi anak. karena kedudukannya yang universal). adat istiadat. Tanah dapat ditinjau dari pertanian.. timbulan. keterampilan. atau sumberdaya mineral. ditimbulkan oleh proses saling tindak antara tanah dan air. tergantung pada watak. teknik. suatu sistem mempunyai suatu sistem yang lain. Iklim dapat dibagi lebih jauh menjadi iklim mikro. bahan baku bangunan (bata. tetumbuhan. Sumberdaya mineral dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri. Sumberdaya darat yang menjadi anasir DAS ialah iklim. tanah. kelakuan dan kegunaan masing-masing. seperti sawah. bahan baku bangunan. satwa (fauna). atau sebagai pengasri atau pelindung lingkungan hidup. kerajinan dan kesenian.

lintas wilayah administrasi. terjadi interaksi hulu hilir. Pendekatan menyeluruh pengelolaan DAS secara terpadu menuntut suatu manajemen terbuka yang menjamin keberlangsungan proses koordinasi antara lembaga terkait. lokasi dan pendanaan serta mekanismenya. Macam dan jumlah kebutuhan serta keinginan merupakan fungsi waktu dan tempat.bpdaspemalijratun. atau antara pemanfaatan untuk pertanian dan untuk sumber bahan baku dalam pembuatan barang-barang tembikar. yang lebih mementingkan pengoptimuman kombinasi keluaran (optimization of the combined output) daripada pemaksimuman salah satu keluaran saja. multi-disiplin ilmu. banjir dan kekeringan.  Keterpaduan program-program kegiatan pemerintah pusat dan daerah yang berkaitan dengan daerah aliran sungai. penggunaan DAS dapat menjurus ke arah persaingan antar berbagai kepentingan. dengan tujuan membina kelestarian dan keserasian ekosistem serta meningkatkan kemanfaatan sumber daya alam bagi manusia secara berkelanjutan. Dapat juga terjadi persaingan antara pemanfaatan tanah untuk mendirikan bangunan dan untuk bercocok tanam. Kegandaan gatra dan/atau keanekaan jurusan pemanfaatan DAS menimbulkan berbagai pertimbangan kegunaan dan penggunaan alternatif menurut kepentingan yang berubah sejalan dengan perkembangan kebutuhan dan keinginan. sehingga harus terpadu. Gatra-gatra ruang. Tanpa perencanaan tataguna yang memadai. nilai praktikal kesudahan (result) usaha dan kedudukan nisbi DAS selaku sumberdaya dibandingkan dengan DAS yang lain. perumusan kebijakan. bahwa suatu tindakan yang baik untuk suatu anasir DAS tertentu justru merupakan tindakan yang merugikan apabila diterapkan pada anasir DAS yang lain. bata atau genting. Misalnya.lain ialah. penanaman jalur hijau untuk melindungi tebing aliran terhadap pengikisan atau longsoran. (Kepmenhut 52/Kpts-II/2001). Semua hal tadi menunjukkan. DAS juga mempunyai gatra ruang (space) atau luas (size). bentuk (form).php?option=com_content&view=article&id=47:pengelolaandas&catid=12:pengelolaan-das&Itemid=76 PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) Upaya manusia dalam mengendalikan hubungan timbal balik antara sumber daya alam dengan manusia di dalam DAS dan segala aktifitasnya. Maka dari itu pengertian tentang makna waktu dan tempat sangat menentukan ketepatan perencanaan tataguna DAS. yang akhirnya hanya akan saling merugikan. keterampilan dan pengetahuan anasir manusia dapat menyuburkan tanah yang semula gersang.  Keterpaduan dalam pengendalian dan penanggulangan erosi. Pendekatan terpadu juga memandang pentingnya peranan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan DAS. menentukan kedudukan DAS dalam urutan prioritas pengembangan. Karena berlainan kepentingan maka dapat terjadi.  Keterpaduan dalam pengendalian pelaksanaan program kegiatan yang meliputi proses evaluasi dan monitoring. karena menentukan tingkat peluang berusaha dalam DAS.net/index. yang mencakup keterpaduan dalam penyusunan dan penetapan rencana kegiatan di daerah aliran sungai. Gatra-gatra ini menyangkut keekonomian penggunaan DAS. sejalan dengan adanya perundangan otonomi daerah. bentuk. Pengelolaan DAS terpadu meliputi :  Keterpaduan dalam proses perencanaan. http://www. bahwa perencanaan pemanfaatan DAS harus bersifat komprehensif. ketercapaian dan keterlintasan medan bersamasama dengan harkat anasir-anasir DAS yang telah disebutkan di atas. yang meliputi keterpaduan penyusunan programprogram kegiatan di daerah aliran sungai. Pengelolaan DAS melibatkan multi-sektor. pelaksanaan dan pemungutan manfaat. . dapat mendatangkan kerugian atas pengawetan sumberdaya air karena meningkatkan transpirasi yang membuang sebagian air yang dialirkan. dan pada gilirannya akan menimbukan degradasi sumberdaya DAS yang tidak terkendalikan. ketercapaian (accessibility) dan keterlintasan medan (terrain trafficability). mulai dari perencanaan.  Keterpaduan dalam program pelaksanaan. termasuk memadukan waktu pelaksanaan.

Salah satu persoalan pengelolaan DAS dalam konteks wilayah adalah letak hulu sungai yang biasanya berada pada suatu kabupaten tertentu dan melewati beberapa kabupaten serta daerah hilirnya berada di kabupaten lainnya. Bersama dengan atmosfir dan laut (atau danau). Mengingat DAS bagian hulu mempunyai keterbatasan kemampuan. Dengan perkataan lain ekosistem DAS. karena itu setiap terjadinya kegiatan di daerah hulu akan menimbulkan dampak di daerah hilir dalam bentuk perubahan fluktuasi debit dan transport sedimen serta material terlarut dalam sistem aliran airnya. DAS menjadi loka (site) kelangsungan daur hidrologi. Perlindungan ini antara lain dari segi fungsi tata air. dapat diklasifikasikan menjadi daerah hulu. pariwisata. bagian hulu dan hilir mempunyai keterkaitan biofisik melalui daur hidrologi. maka setiap kesalahan pemanfaatan akan berdampak negatif pada bagian hilirnya. apakah itu banjir maupun kekeringan. DAS menampung air. mengagihkan (distributes) air tampungan liwat suatu sistem saluran dari hulu ke hilir. sehingga tindakan pengelolaan dan pengendalian yang dilakukan tidak hanya bersifat parsial dan sektoral. Terjadi pula hubungan hidrologi langsung antara DAS dan atmosfir. terutama untuk kegiatan pertanian. pertambangan. serta permukiman. Dalam ekosistem DAS. tetapi sudah terarah pada penyebab utama kerusakan dan akibat yang ditimbulkan. Dengan demikian bila ada bencana.Pengelolaan DAS merupakan suatu bentuk pengembangan wilayah yang menempatkan DAS sebagai suatu unit pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang secara umum untuk mencapai tujuan peningkatan produksi pertanian dan kehutanan yang optimum dan berkelanjutan (lestari) dengan upaya menekan kerusakan seminimum mungkin agar distribusi aliran air sungai yang berasal dari DAS dapat merata sepanjang tahun. Oleh karena itu. dan berakhir di suatu tubuh air berupa danau atau laut. atau liwat peranan DAS. Hubungan hidrologi antara atmosfir dan tubuh air bumi dapat berjalan secara langsung. serta menjadi tanggung jawab bersama. dan oleh karenanya pengelolaan DAS hulu seringkali menjadi fokus perhatian mengingat dalam suatu DAS. daerah daerah yang dilalui harus memandang DAS sebagai suatu sistem terintegrasi. Pada prinsipnya. Permasalahan pengelolaan DAS dapat dilakukan melalui suatu pengkajian komponen komponen DAS dan penelusuran hubungan antar komponen yang saling berkaitan. Selaku suatu wilayah kegiatan pendauran air maka DAS merupakan suatu satuan fisik yang cocok bagi penelaahan proses-proses yang menentukan pembentukan bentangdarat (landscape) khas di berbagai wilayah bumi. tengah dan hilir. DAS bagian hulu mempunyai arti penting terutama dari segi perlindungan fungsi tata air. Bagian hulu DAS seringkali mengalami konflik kepentingan dalam penggunaan lahan. Proses-proses yang berlangsung di dalam DAS dapat dikaji berdasar . serta dilakukan secara terpadu. DAS bagian hulu dicirikan sebagai daerah konservasi. DAS bagian hulu dapat dilakukan usaha konservasi dengan mencakup aspek aspek yang berhubungan dengan suplai air. hal tersebut berkaitan dengan ekosistem tangkapan air (catchment ecosystem) yang merupakan rangkaian proses alami daur hidrologi. Hakekat DAS sebagai landasan pengelolaannya Pada dasarnya DAS merupakan suatu satuan hidrologi. Secara ekologis. DAS bagian hilir merupakan daerah pemanfaatan. penanggulangannya dapat dilakukan secara menyeluruh yang meliputi DAS mulai dari daerah hulu sampai hilir. bagian hulu mempunyai fungsi perlindungan terhadap keseluruhan DAS.

Adapun anasir yang lain. 1964). Dalam ungkapan “sesuai dengan kemampuannya” tersirat pengertian sepadan dan lestari. tanah. Hal itu harus dipertimbangkan dalam pengelolaan. (2) pemanfaatan DAS harus dapat menimbulkan kemerataan manfaat antara daerah hulu dan hilir. yang membatasi gerak variabel-variabel pemutus dalam membuat alternatif-alternatif menuju ke pencapaian maksud atau tujuan. sedang daerah bawahan . bahwa (1) hasil keluaran DAS tidak boleh hanya bermacam tunggal. Satuan pengelolaan hulu mencakup seluruh daerah tadahan atau daerah kepala sungai. Keadaan ini merupakan dasar ketiga untuk pengelolaan DAS. yaitu sumberdaya tanah dan air. Dari dasar pengelolaan pertama dan kedua tersirat suatu pengertian penting. ruang/luas. semua anasir DAS yang dikenai atau terlibat dalam pengelolaan. timbulan. yang menjadi sumber pembuatan alternatif. diperlukan tiga unsur pemandu. Kalau ada sumberdaya mineral yang penting. bahwa DAS merupakan suatu sistem yang terbuka. Proses yang satu ialah degradasi di daerah hulu dan proses yang lain ialah agradasi di daerah hilir.. Setiap DAS cenderung memperluas diri. kehadiran DAS didukung oleh kegiatan pertukaran bahan dan energi. untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang beraneka ragam dan yang berganti menurut waktu. seperti iklim. Hal ini merupakan dasar keempat untuk pengeloaan DAS. DAS dibagi menjadi dua satuan pengelolaan. maupun dengan jalan pengendapan di daerah hilir. Asas-Asas Pengelolaan DAS Pengelolaan DAS biasanya ditujukan kepada pengeolaan dua anasirnya yang dianggap terpenting. beberapa gatra tertentu manusia. ketiga dan keempat menunjuk kepada suatu pengertian penting berikutnya. Yang kedua diperlukan ialah maksud dan tujuan (objective). Maksud pengelolaa DAS ialah mendapatkan manfaat lengkap yang sebaik-baiknya dari DAS sesuai dengan kemampuannya. vegetasi. baik dengan jalan erosi mundur dan/atau menyamping di daerah hulu. Dasar pengelolaan kedua. air. ini dapat sebuah atau lebih. termasuk pembentukan jalur kelokan (meander) di dataran pantai dan pembentukan delta di depan kuala. dan (3) pengembangan DAS harus dapat memberikan sumbangan bagi kepentingan regional dan atau nasional. Oleh Roy & Arora (1973) istilah “watershed” digunakan secara terbatas untuk menamai daerah tadahan. Pendek kata. Satuan pengelolaan hilir mencakup seluruh daerah penyaluran air atau daerah bawahan. Dilihat dari segi ini maka DAS merupakan suatu satuan geomorfologi yang bersifat dinamik sekali. bentuk. Untuk mengarahkan pengelolaan. Maksud atau tujuan pengelolaan DAS telah disebutkan di atas. yang dapat dipakai sebagai variabel-variabel pemutus ialah (1) keempat dasar untuk pengelolaan DAS yang disebut terdahulu (DAS selaku penghubung dua waduk air alam utama. DAS berkembang melalui proses alihrupa dakhil dan DAS bergatra ganda yang dapat dimanfaatkan ke berbagai jurusan). Salah satu kesudahan (result) morfogenesa penting semacam ini adalah pembentukaan bentang tanah `(soliscape) atau pola agihan tanah yang khas di tiap-tiap DAS. akan tetapi harus terdiri atas berbagai hasil keluaran yang berkombinasi secara optimum. dan (2) rencana pengelolaan harus bersifat lentur yang berisi sejumlah alternatif. sumberdaya mineral. Hal ini dapat dipandang sebagai suatu ungkapan adanya kepegawaian salingtindak luaran (functioning of external interactions). Yang pertama diperlukan ialah variabel-variabel pemutus (decision variables). dibentuk oleh proses-proses fluviatil dan memperoleh corak dan cirinya dari paduan dua golongan proses yang saling berlawanan. Yang ketiga ialah kendala (constraint). timbulan dan manusia. Di depan telah diuraikan tentang kegandaan gatra dan keanekaan jurusan pemanfaatan DAS. Dalam rencan pengelolaannya. diperlakukan sebagai faktor-faktor dalam pengelolaan. yang menurut De Santo (1978) merupakan kategori pertama yang membentuk hakekat kahadiran suatu sistem.pertukaran bahan dan energi (Leopold dkk. Hal ini menjadi dasar kedua untuk pengelolaan DAS. Hal ini dapat dipandang sebagai suatu ungkapan adanya kegawaian salingtindak dakhil (functioning of internal interactions). bahwa DAS merupakan suatu sistem pengalih rupa energi (energy transformer). yang menurut De Santo (1978) merupakan kategori kedua yang membentuk hakekat kehadiran suatu sistem. Ungkapan “manfaat lengkap” dan “kebutuhan masyarakat yang beraneka ragam dan yang berganti menurut waktu “ mengisaratkan. Khusus mengenai pengelolaan DAS. Yang dapat ditunjuk sebagai kendala terhadap pengembangan DAS ialah iklim. vegetasi. Dengan demikian ada proses pengalihan dari hulu ke hilir. ketercapaian dan keterlindasan medan.

Pemairan dan pemetaan kemampuan lahan. Penggunaan lahan kini. aliran permukaan yang dikumpulkan dan disimpan termasuk pula yang berasal dari pencarian salju (Cooley dkk. “Panen air” adalah proses pengumpulan dan penyimpanan air hujan dari suatu daerah tadahan yang telah diperlakukan khusus untuk meningkatkan aliran permukaan (runoff). Mencatat watak curah hujan (intensitas.. Meningkatkan infiltrasi air dimadsudkan untuk memperbesar “hasil air”. Kalau dipandang perlu. Mengusahakan semua sumberdaya tanah dan air untuk memaksimumkan produksi.Meinzer. Bentuk dan luas daerah tadahan.. 1973. termasuk hidrologi tanah dan neraca lengas tanah.1970). 1970). Jadi memperbanyak aliran permukaan tercantum sebagai tujuan ketiga pengelolaan daerah tadahan tersebut di atas. 2. Intensitas. jangka waktu dan agihan dan penaksiran pola penyaluran air hujan pada permukaan lahan. Membuat potret udara untuk menyusun peta-peta kontur atau bentuk muka lahan. Pola penyaluran permukaan digunakan untuk memperkirakan jumlah panen air potensial. Keadaan tanah. Mengendalikan aliran permukaan turah (excess) yang merusak. Watak curah hujan diperlukan untuk membuat peta erosivitas hujan. 2. 7. termasuk vegetasi penutup asli.variabel lain yang mempengaruhi laju aliran permukaan ialah bentuk dan luas daerah tadahan. Fisiografi. Pemetaan sumber-sumber air yang dapatdimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air rumah tangga. 1973. Variabel. 1973): 1. jangka waktu dan agihan curah hujan. atau keduanya merupakan faktor-faktor utama yang bertanggung. Yang dinamakan “commanded area’’ ialah daerah-daerah yang secara potensial berpengairan. Pekerjaan-pekerjaan persiapan yang diperlukan sebelum memulai kegiatan pengelolaan DAS hulu ialah : 1. 4. Faktor-faktor pokok yang berdaya (affect) atas acara (program) pengelolaan daerah tadahan atau DAS hulu ialah (Roy & Arora. sebagai usaha mengendalikan banjir. Yang dina makan “hasil air” ialah jumlah air yang dapat diperoleh dari suatu sumber air. Dengan demikian hasil air berhubungan dengan simpanan air (Dawes. 1973): 1. Di daerah iklim sedang dan dingin. Cooley dkk. Jumlah ini terukur langsung dari debit sumber air bersangkutan. 1970. penggunaan lahan kini dan keadaan vegetasi penutup. tanpa menimbulkan erosi yang berbahaya (Roy & Arora.jawab atas timbulnya aliran permukaan maksimum atau puncak yang menyolok. Dari potret udara juga dapat ditafsirkan ketercapaian danketerlintasan medan. Memperlancar infiltrasi air ke dalam tanah. termasuk erodibilitas tanah. 6. 5.Nelson & Nelson.Pengelolaan daerah tadahan ditujukan untuk mencapai hal-hal berikut ini (Roy & Arora. 4. termasuk fisiografi dan hidrologi tanah. Pemairan (survey) bahaya banjir pada musim hujan dan bahaya kekeringan pada musim kemarau. juga dilakukan pemairan dan pemetaan geologi untuk menyidik (identify) sumberdaya mineral yang termanfaatkan dan menyifatkan keadaan lingkungan geologi dalam hubungannya dengan pembangunan teknik dan pemukiman.mereka namakan “commanded area”. . 4. untuk memperoleh gambaran tentang mutu tanah dan ketersediaan air untuk pertanian. Pemairan dan pemetaan penggunaan lahan kini. 2. Ada dua hal yang memerlukan penjelasan lebih lanjut. Di DAS yang dapat dibangun suatu bendungan atau waduk maka seluruh daerah yang terkuasai oleh bangunan tersebut (daerah yang terletak di bawah garis tinggi pintu bendungan atau waduk) merupakan “commanded area”. pola hidrologi permukaan dan geomorfologi. ciri-ciri hidrologi tanah. 3. Mengusahakan pemanfaatan aliran permukaan untuk maksud-maksud yang berguna. 8. iklim. Penggunaan lahan kini dan keadaan vegetasi penutup bersifat tidak mantap karena mudah diubah oleh tindakan manusia. lereng. Rupa dan mutu vegetasi penutun 5. 3. 3. Pemairan dan pemetaan tanah. 1942).

kualitas dan Ruang Lingkup Untuk mencapai tujuan pengelolaan DAS. Tujuan Adapun tujuan Pengelolaan DAS adalah :  Mewujudkan kondisi tata air DAS yang optimal meliputi distribusi menurut ruang dan waktu  Mewujudkan kondisi lahan yang produktif secara berkelanjutan  Mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan kuantitas.php?option=com_content&view=article&id=48:pengelolaandas&catid=12:pengelolaan-das&Itemid=76 DASAR HUKUM PENGELOLAAN DAS Pengelolaan DAS adalah pengelolaan sumberdaya alam yang dapat diperbaharui. agar dapat memberikan manfaat yang maksimal dan berkesinambungan. terbentuknya kelembagaan masyarakat yang tangguh dan muncul dari bawah sesuai dengan kondisi sosial budaya setempat. Beberapa prinsip dasar dalam pengelolaan DAS adalah :  DAS sebagai suatu kesatuan ekosistem dari hulu sampai hilir. satu Perencanaan dan satu pengelolaan  Multipihak.http://www.bpdaspemalijratun. koordinatif. Pengelolaan DAS merupakan upaya manusia dalam mengendalikan hubungan timbal balik antara sumberdaya alam dengan manusia dan segala aktifitasnya didalam DAS.  Penatagunaan Lahan  Pengelolaan Sumber Daya Air  Pengelolaan lahan dan vegetasi  Pengelolaan dan Pengembangan Sumber Daya Buatan  Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Kelembagaan Prinsip Dengan pengelolaan DAS yang benar diharapkan tercapainya kondisi hidrologis yang optimal.net/index. tanah dan air. menyeluruh dan berkelanjutan  Adaptif dan sesuai dengan karakteristik DAS  Pembagian beban biaya dan manfaat antar multipihak secara adil . berwawasan lingkungan dan berkeadilan. maka ruang lingkup pengelolaan DAS harus meliputi. meningkatnya produktifitas lahan yang diikuti oleh perbaikan kesejahteraan masyarakat. yaitu tumbuhan. serta terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan.

keprimitifan. Manusia itu juga menjadi sumber kendala yang acapkali menjadi penghambat yang lebih berat daripada kendala fisik. Maka dari itu pengelolaan DAS selalu akan melibatkan manusia dengan manusia dengan kecakapannya mengalihkan teknologi menjadi teknologi tepatguna dan ketrampilannya menjabarkan teknologi menjadi sejumlah peranti teknik (technical devides) yang mempan. Kendala yang bersumber pada manusia a. Dalam hal para penggarap lahan.php?option=com_content&view=article&id=49:prinsiptujuan-ruang-lingkup-dan-dasar-hukum-pengelolaan-das&catid=12:pengelolaan-das&Itemid=76 PERMASALAHAN PENGELOLAAN DAS Pengelolaan DAS tidak lain daripada kegiatan penatagunaan lahan dalam ruang lingkup DAS. Akuntabel Landasan Hukum Pengelolaan Das  UUD 1945 pasal 33 ayat 3  UU No 41 tahun 1999 ttg Kehutanan  UU No 5 tahun 1990 ttg Konsevasi Alam Hayati dan Ekosistemnya  UU No 23 tahun 1997 ttg Pengelolaan Lingkungan Hidup  UU No 26 tahun 2007 ttg Penataan Ruang  UU No 7 tahun 2004 ttg Sumberdaya Air  UU No 32 tahun 2004 ttg Pemerintahan Daerah  PP No 38 tahun 2007 ttg Pembagian Urusan Pemerintah Antara Pemerintah. dan ini merupakan akibat dari taraf pendidikan yang rendah atau nihil sama sekali. dan kemiskinan. Istilah “sempit” bermakna nisbi. kekakuan atau keangkuhan birokrasi.bpdas-pemalijratun. serta Pemanfaatan Hutan  PP No 3 tahun 2008 ttg Perubahan atas PP No 6 tahun 2007  PP No 76 Tahun 2008 ttg Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan  Kep. luas tepian (marginal size) makin besar. kepicikan motivasi. otoritarianisma.l. Pemerintahan Daerah Provinsdi. Makin rendah produktivitas lahannya. yaitu mempunyai daya dukung (carrying capacity) sebagai habitat yang berharkat bawah-tepian (submarginal). . kemiskinan dan kelemahan membentuk modal usaha bersumber pada luas lahan garapan yang terlalu sempit.net/index. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota  PP No 6 Tahun 2007 ttg Tata Hutan Dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan. Keprimitifan bersambungan dengan kebodohan atau ketidaktahuan. inersia kejiwaan.Menhut o 52 tahun 2001 ttg Pedoman Penyelenggaraan Pengelolaan DAS http://www.

Dengan demikian bila ada bencana. kalau diberi masukan cukup berupa biaya. Oleh karena itu. sehingga bergaya sangat konservatif. Kepicikan motivasi dapat pula berada pada para pengusaha tanah besar atau penduduk yang bertahana (status) sosial tinggi. keterampilan dan kewiraswastaan. Inersia kejiwaan ada pada semua orang. yang gayut dengan pengelolaan atau pengembangan DAS. ambisi lemah dan/atau kelangkaan semangat wiraswasta. kekeringan. dan ada yang sangat menonjol. antar instansi lemah . Pendidikan yang diperlukan untuk memperluas cakrawala pandangan hidup tidak terlaksanakan karena kemiskinan. Permasalahan pengelolaan DAS dapat dilakukan melalui suatu pengkajian komponenkomponen DAS dan penelusuran hubungan antar komponen yang saling berkaitan. apakah itu banjir maupun kekeringan. daerah daerah yang dilalui harus memandang DAS seb agai suatu sistem terintegrasi. Jelmaan kendala-kendala sosial-ekonomi tersebut di atas. Daya dukung lahan usaha masih dapat ditingkatkan sekalipun luasnya tetap sempit. cepat berpuas diri. Salah satu persoalan pengelolaan DAS dalam konteks wilayah adalah letak hulu sungai yang biasanya berada pada suatu kabupaten tertentu dan melewati beberapa kabupaten serta daerah hilirnya berada di kabupaten lainnya. Hal ini barangkali berkaitan dengan kemalasan. sedang peningkatan daya dukung lahan usaha merupakan prasyarat bagi perbaikan pendidikan dan pengembangan modal. Lingkaran setan ini menjadi sebab timbulnya kendala lain. sehingga tindakan pengelolaan dan pengendalian yang dilakukan tidak hanya bersifat p arsial dan sektoral. teknologi. kemiskinan dan jangkauan pemikiran haridepan yang sangat pendek terdapat lingkaran setan yang sulit sekali diputuskan. adat istiadat dan struktur sosial. sehingga keikut-sertaan mereka dalam acara pengelolaan DAS menjadi sangat lemah. erosi dan sedimentasi di sungai/saluran/ waduk/danau  Pencemaran air dan tanah  Keterpaduan dan koordinasi antar sektor. Birokrasi dan otoritarianisma terdapat pada penguasa. Akan tetapi semuanya ini tidak dapat terlaksana tanpa pendidikan dan pemupukan modal. penanggulangannya dapat dilakukan secara menyeluruh yang meliputi DAS mulai dari daerah hulu sampai hilir. serta dilakukan secara terp adu. ialah:  Degradasi hutan dan lahan  Banjir.  Tanah longsor. hukum. hanya saja ada yang tidak kentara sehingga lebih progresif.Antara luas lahan garapan yang bawah-tepian. yaitu kepicikan motivasi pada para penggarap lahan. serta menjadi tanggung jawab bersama. tetapi sudah terarah pada penyebab utama kerusakan dan akibat yang ditimbulkan.

Antar disiplin ilmu/profesi 5. maka DAS sangat tepat sebagai unit pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pengendalian rehabilitasi hutan dan lahan (RHL)  Karena DAS sebagai unit hidrologi. Perambahan hutan. Eksploitasi hutan dan lahan berlebihan ( HPH.net/index. permukiman. Antar aktivitas di hulu dan hilir DAS http://www. maka Pengelolaan DAS dapat memadukan kepentingan: 1.kebun. pertanian dll.php?option=com_content&view=article&id=51:manfaatpengelolaan-das&catid=12:pengelolaan-das&Itemid=76 . dan topografi) yang rentan terjadi erosi. Kebakaran hutan. Penggunaan / pemanfaatan lahan tidak menerapkan kaidah konservasi tanah dan air) http://www.bpdas-pemalijratun.net/index.php?option=com_content&view=article&id=50:permasalahan-pengelolaandas&catid=12:pengelolaan-das&Itemid=76 MANFAAT PENGELOLAAN DAS Manfaat Pengelolaan DAS  Ekonomi meningkat  Lingkungan baik  Sosial mantap Peranan Pengelolaan Das  DAS sebagai ekosistem alam . Antar instansi/lembaga terkait 4. banjir.). industri. tambang. tanah. jalan. 2. tanah longsor dan kekeringan (kemampuan lahan/daya dukung wilayah) o Iklim/curah hujan tinggi yang potensial menimbulkan daya merusak lahan/ tanah (erosivitas tinggi) o Aktivitas manusia ( Penebangan hutan ilegal/pencurian kayu hutan. Air merupakan indikator terbaik untuk pengelolaan DAS  Karena peran dan fungsi air tersebut. Air berperan sebagai integrator 2. merupakan unit hidrologi (tata air) : 1.   Konflik antar kepentingan antar daerah hulu hilir DAS Tingkat pendapatan dan partisipasi penduduk rendah Dana pemerintah terbatas Penyebab Degradasi Kondisi Das o Keadaan alam geomorfologi (geologi. Antar wilayah administrasi 3.bpdaspemalijratun. Antar kelompok masyarakat di daerah hulu dan hilir DAS.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful