P. 1
tugas

tugas

|Views: 76|Likes:
Published by Uzix Moch
han bu asmara
han bu asmara

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Uzix Moch on May 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/25/2013

pdf

text

original

BAB I LATAR BELAKANG HAN merupakan sekumpulan peraturan yang memberi wewenang kepada pemerintah untuk mengatur masyarakat

yang artinya pemerintah mempunyai fungsi untuk mengatur masyarakat dengan mendapatkan wewenang dari HAN sebagai landasan hukum. Dalam menjalankan fungsinya mengatur masyarakat, pemerintah melakukan bermacammacam perbuatan/tindakan untuk menyelenggarakan kepentingan umum. Tindakan pemerintah tersebut yang disebut juga Bestuurs handeling adalah tindakan yang dilakukan oleh alat perlengkapan pemerintah/penguasa dalam tingkat tinggi dan rendahan secara spontan dan mandiri untuk memelihara kepentingan negara dan rakyat. Peran pemerintah dalam tata usaha negara adalah sangat penting, ada beberapa tindakan yang harus dilaksanakan oleh pemerintah dalam hukum administrasi negara. Tindakan Pemerintah itu ada 2 macam, yaitu : 1. Tindakan Hukum Tata Usaha Negara berdasarkan Hukum Perdata atau Hukum Privat. 2. Tindakan Hukum Tata Usaha Negara berdasarkan Hukum Publik yaitu tindakan Hukum Publik yang bersegi satu dan bersegi dua.

PENGERTIAN HUKUM ADMINISTRASI NEGARA

PENGERTIAN HAN E. Utrecht • E. Utrecht mengemukakan “Hukum Administrasi Negara (hukum pemerintahan) menguji hubungan istimewa yang diadakan sehingga memungkinkan para pejabat (ambtsdrager) administrasi negara melakukan tugas mereka yang khusus. • Hukum yang mengatur sebagian lapangan pekerjaan administrasi negara. Bagian lain lapangan pekerjaan administrasi negara diatur dalam HTN, Hukum Privat dsbnya. • Pengertian HAN tidak identik dengan pengertian “hukum yang mengatur pekerjaan administrasi negara” • Dirumuskan pengertian lapangan administrasi negara dengan merujuk teori Trias Politika Montesqieu “Gabungan jabatan-jabatan (complex van ambten)…
1

jika menjalankan kekuasaannya (mengatur negara dalam keadaan bergerak) • Instrumen yuridis bagi penguasa untuk melibatkan dairi dalam masyarakat. Mr.Belinfante • Hukum administrasi berisi peraturan-peraturan yang menyangkut “administrasi”. • Dengan demikian. Pemerintah (bestuur) juga dipandang sebagai fungsi pemerintahan (bestuursfunctie) yang tidak termasuk pembentukan UU dan peradilan • Van Vollenhoven Meliputi fungsi polisi. Administrasi sendiri berarti “bestuur” (pemerintah). hukum administrasi (administratief recht) dapat juga disebut dengan hukum tata pemerintahan (bestuursrecht). Baron de Gerando Obyek HAN adalah peraturan yang mangatur hubungan timbal balik antara pemerintah dengan rakyat • Prof. membuat peraturan termasuk Hukum acara Pidana dan Hukum Acara Perdata • J. Oppenheim Keseluruhan aturan hukum yang harus diperhatikan oleh alat perlengkapan negara dan pemerintah.Dr.M. Prajudi Atmosudirdjo) Dalam arti luas. LAPANGAN HK ADMINISTRASI 2 . Hukum Administrasi Negara. baik intern dan ekstern. yakni Hukum tata pengurusan rumah tangga negara. J. Mr. Hukum Administrasi Negara (Prof. Hukum Administrasi Negara meliputi: – – – – – Hukum Tata Pemerintahan Hukum Tata Usaha Negara Hukum Administrasi Hukum Administrasi Pembangunan Hukum Adminisi Lingkungan Dalam arti sempit.

ADMINISTRASI NEGARA (menurut CTS Kansil) 1.a. Sebagai Aparatur Negara fungsinya adalah • • Aparatur Pemerintah Instansi Politik 3 . 3. Meliputi: 1. Hukum ttg Perlindungan hukum  preventif & represif Dari lapangan hukum administrasi khusus itulah kemudian dicari elemen-elemen umum yaitu elemen yang terdapat dalam tiap lapangan khusus tersebut. Hk Perijinan Bangunan dll. Administrasi Umum  yg tidak terikat pada suatu bid ttt dr kebijaksanaan pem/penguasa. bid politik. penyelenggaraan b. pers dll. Aturan pokok yg memuat garis2 besar sbg intruksi di bid kesejahteraan masy. Bid tata hk yg asumsinya tumbuh dr keg mns seutuhnnya. Bid tata hk yg diasumsikan timbul & tumbuh dr sistem GBHN. c. 3. Hk. Hukum mengenai Penetapan norma Hk Publik. spt Hk Tata Ruang. a. Bid tata hk yg dihubungkan dg Dep yg mengasuhnya. Hukum ttg ketertiban dan sanksi. 4. b. Hukum organisasi administrasi. sdm. 2. Elemen yang demikian itulah kemudian membentuk hukum administrasi umum. 2. 4. bid agama. 5. Administrasi Khusus berhub dg bidang tertentu dari kebijaksnaan penguasa. Hukum Kepegawaian. bid ekonomi. Meliputi: 1. Hk. hukum. budaya.

Selama ini kinerja aparatur pemerintah daerah disinyalir masih relative rendah dan belum sepenuhnya dapat memenuhi harapan dan keinginan public. kewenangan dan tanggung jawabnya. karena penilaian kinerja merupakan suatu kegiatan yang sangat penting yang dapat digunakan sebagai ukuran keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai misinya. Dalam pelaksanaan tugas tersebut. Bukan sebaliknya yang seringkali terjadi masyarakat yang harus melayani administrator negara. pengawasan dari masyarakat terhadap kinerja administrasi negara (social control). dukungan dari masyarakat kepada administrasi negara (social support). Untuk itu agar penyelenggaraan administrasi negara ini dapat berjalan sesuai dengan tujuan dan cita-cita bangsa maka dituntut partisipasi masyarakat (social participation). fungsi. Sebagai Fungsi atau Aktifitas adalah sebagai Kegiatan mengurus kepentingan Negara 3. terutama dalam penyelenggaraan pelayanan masyarakat. Sebagai Proses Teknis adalah sebagai Menyelenggarakan UUSegala tindakat AN dalam menjalankan UU Siapa an? Masih belum Jadi tugas administrasi negara adalah memberikan pelayanan (service) yang baik kepada kepentingan masyarakat. Tindakan pemerintahan ada tiga yaitu 4 . maka upaya untuk memperbaiki kinerja bias dilakukan lebih terarah dan sistematis. informasi mengenai kinerja tentu sangat berguna untuk menilai seberapa jauh pelayanan yang diberikan oleh organisasi itu untuk memenuhi harapan dan memuaskan pengguna jasa. serta mengabdi kepada kepentingan masyarakat. bangsa dan negara.• Menjalankan Administrasi Negara 2. serta harus ada pertanggung jawaban dari kegiatan administrasi negara (social responsibility). ketika melaksanakan tugas pokok. Dengan melakukan penilaian terhadap kinerja. Untuk organisasi pelayanan public. aparatur dituntut untuk mempunyai kinerja yang baik. Kinerja aparat dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya perlu dinilai.

Tindakan nyata 2. yang terpenting untuk dikemukakan adalah tindakan dalam katagori kedua. karena dalam negara negara terdapat prinsip wetmatigheid van bestuur atau asas legalitas. setiap tindakan pemerintahan harus berdasarkan atas hukum. tindakan biasa (feitelijkehandelingen) dan tindakan hukum (rechtshandeli-ngen). Instrumen pemerintah dibagi menjadi dua yaitu : 1. Dalam kajian hukum. Asas ini menentukan bahwa tanpa adanya dasar wewenang yang diberikan oleh suatu peraturan perundang-undangan yang berlaku. Publik domain 2. rechtshandelingen. • Perbuatan yang bersangkutan dilakukan dalam rangka pemeliharaan kepentingan negara dan rakyat. Tindakan membuat peraturan perundang-undangan 3. berarti upaya mewujudkan duet integral 5 . Asas legalitas menurut Sjachran Basah . maka segala macam aparat pemerintah tidak akan memiliki wewenang yang dapat mempengaruhi atau mengubah keadaan atau posisi hukum warga masyarakatnya. Tindakan mengeluarkan keputusan Instrumen Pemerintahan Instrumen pemerintah adalah alat-alat atau sarana-sarana yang digunakan pemerintah dalam menjalankan tugas-tugasnya. • Perbuatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menjalankan fungsi pemerintahan. pemerintah melakukan dua macam tindakan. Tindakan pemerintahan memiliki beberapa unsur yaitu sebagai berikut : • Perbuatan itu dilakukan oleh aparat Pemerintah dalam kedudukannya sebagai Penguasa maupun sebagai alat perlengkapan pemerintahan (bestuurs-organen) dengan prakarsa dan tanggung jawab sendiri. Tindakan hukum pemerintahan adalah tindakan yang dilakukan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara dalam rangka melaksanakan urusan pemerintahan. • Perbuatan tersebut dimaksudkan sebagai sarana untuk menimbulkan akibat hukum di bidang hukum administrasi. Instrumen yuridis Dalam melakukan aktifitasnya. Dalam negara hukum.1.

karena itu fungsi pembentukan peraturan tidak harus terpisah dari fungsi penyelenggaraan pemerintahan. untuk menunjang perubahan masyarakat yang cepat. Ketiga. dalam kondisi tertentu terutama ketika pemerintah harus bertindak cepat untuk menyelesaikan persoalan konkret dalam masyarakat.secara harmonis antara paham kedaulatan hukum dan paham kedaulatan rakyat berdasarkan prinsip monodualistis selaku pilar-pilar. kewenangan pemerintah untuk membentuk peraturan perundangundangan karena beberapa alasan yaitu. Dalam kondisi seperti ini. Merupakan sikap tindak yang aktif dari administrasi negara. Sjachran Basah mengemukakan unsur-unsur freies Ermessen dalam suatu negara hukum yaitu sebagai berikut : 1. freies Ermessen ini tidak dapat digunakan tanpa batas. 6 . Freies Ermessen ini menimbulkan implikasi dalam bidang legislasi bagi pemerintah. dalam negara kesejahteraan pemerintah membutuhkan instrumen hukum untuk menyelenggarakan kesejahteraan umum. tidak selalu setiap tindakan pemerintahan tersedia peraturan peraundangundangan yang mengaturnya. dan droit function atau kewenangan menafsirkan sendiri aturan-aturan yang masih bersifat enunsiatif. Kedua. yang diartikan sebagai salah satu sarana yang memberikan ruang bergerak bagi pejabat atau badan-badan administrasi negara untuk melakukan tindakan tanpa harus terikat sepenuhnya pada undang-undang. kepada pemerintah diberikan kebebasan bertindak (discresionare power) yaitu melalui freies Ermessen. Ditujukan untuk menjalankan tugas-tugas servis publik. peraturan perundang-undangannya belum tersedia. Meskipun demikian. Atas dasar itu. yaitu lahirnya hak inisiatif untuk membuat peraturan perundang-undangan yang sederajat dengan UU tanpa persetujuan DPR. 2. paham pembagian kekuasaan menekankan pada perbedaan fungsi daripada pemisahan organ. Menurut Bagir Manan . mendorong administrasi negara berperan lebih besar dalam pembentukan peraturan perundang-undangan. Dapat terjadi. hak delegasi untuk membuat peraturan yang derajatnya di bawah UU. akan tetapi dalam kerangka negara hukum. Pertama. Freies Ermessen merupakan konsekuensi logis dari konsepsi welfare state. yang sifat hakikatnya konstitutif.

Atributif yakni langsung dari UUD 1945 2.Legalitas .Prosedur. 5. 4. Ø Yang tidak termasuk begrip Organ Administrasi Negara : kekuasaan pembuatan Undangundang. Kehakiman. Sikap tindak itu dimungkinkan oleh hukum. Ø Diarahkan untuk mencapai tujuan negara. . BPK. . 6. Sikap tindak itu dimaksudkan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan penting yang timbul secara tiba-tiba. Ø Organ Admnistrasi Negara adalah Setiap Orang atau Badan yang memiliki kekuasaan Publik tertentu. TINDAKAN PEMERINTAH 7 . Sumber-sumber Kewenangan Tindakan Pemerintahan TINDAKAN PEMERINTAH Tindakan Pemerintah : . Sikap tindak itu dapat dipertanggung jawab baik secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa maupun secara hukum.Utrect) / tindakan pemerintah yang berdasarkan fakta (menurut Kuntjoro Purbopranoto) / tindakan yang bukan tindakan hukum (menurut Djenal Hoesen Koesoemahatmadja) I. Recht Handelingen yakni Tindakan hukum Feitelijke Handelingen yakni Tindakan nyata / perbuatan yang bukan perbuatan hukum (menurut E.Subtansi.wewenang / Sumber wewenang. Mandat dari atasaan kepada bawahan Tindakan Pemerintah yakitu Perbuatan yang dilakukan oleh Organ Administrasi Negara dalam melaksanakan tugas pemerintahan. Delegatif yakni pelimpahan dari sesama pejabat / sesama pemerintah 3.3. Sikap tindak itu diambil atas inisiatif sendiri. Subtansi wewenang terbagi atas 3 yaitu : 1.

De Haan cs (Bestuursrecht in sociale rechtstaat) menyebutkan sebagai perbuatanmateriil atau tindakan nyata.Hukum Administrasi Negara menurut E. Dengan kata lain Hukum Administrasi Negara merupakan sekumpulan peraturan yang memberikan wewenang kepada administrasi negara untuk mengatur masyarakat. Dalam melakukan aktifitasnya. 8 . tindakan biasa (feitelijkehandelingen) dan tindakan hukum (rechtshandelingen). Hal itu dapat diartikan bahwa administrasi negara mempunyai fungsi mengatur warga masyarakat dengan mendapat wewenang dari Hukum Administrasi Negara sebagai landasan hukum. Tindakan hukum pemerintahan adalah tindakan yang dilakukan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara dalam rangka melaksanakan urusan pemerintahan. Perbedaannya adalah terdapat atau tidaknya akibat hukum dan perbuatan pemerintah termaksud. Perbuatan tersebut dimaksudkan sebagai sarana untuk menimbulkan akibat hukum di bidang hukum administrasi. sedangkan perbuatan materiil tidak punya maksud itu. Dalam kajian hukum.rechtshandelingen. Dalam hal ini kita harus membedakan antara perbuatan hukum administrasi negara (recht handelingen) dan perbuatan yang bukan perbuatan hukum (feitelijke handeligen). yang terpenting untuk dikemukakan adalah tindakan dalam katagori kedua. De Haan (1986:113) menyebutkan perbedaan antara keduanya ialah bahwa dalam perbuatan hukum ada maksud untuk melakukan akibat hukum. Perbuatan administrasi negara yang disebut juga bestuur handeling/overheids handelingadalah perbuatan yang dilakukan oleh alat pemerintah/penguasa dalam tingkat tinggi dan rendahan secara spontan dan mandiri (zelfstanding) untuk pemeliharaan kepentingan negara dan rakyat. Tindakan pemerintahan memiliki beberapa unsur yaitu sebagai berikut: Perbuatan itu dilakukan oleh aparat Pemerintah dalam kedudukannya sebagai Penguasa maupun sebagai alat perlengkapan pemerintahan (bestuurs-organen) dengan prakarsa dan tanggung jawab sendiri. Perbuatan yang bersangkutan dilakukan dalam rangka pemeliharaan kepentingan negara dan rakyat. pemerintah melakukan dua macam tindakan. Utrecht diartikan sebagai himpunan peraturanperaturan tertentu yang menjadi sebab negara berfungsi. Perbuatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menjalankan fungsi pemerintahan.

tetapi untuk menyelesaikan suatu soal yang khusus dalam lapangan administrasi negara telah tersedia peraturan-peraturan hukum publik.Menurut van Vollenhoven. peradilan dan lain-lain dengan maksud menimbulkan akibat hukum dalam bidang hukum administrasi. Perbuatan hukum menurut Hukum Publik Perbuatan hukum menurut Hukum Publik itu ada dua yaitu: 1) Perbuatan Hukum Publik yang bersegi satu 9 . Pendapat yang pertama bahwa administrasi negara dalam menjalankan tugas pemerintahan tidak dapat menggunakan hukum privat dengan alasan sifat hukum privat itu mengatur hubungan hukum yang mengatur hubungan kehendak dua belah pihak dan bersifat perorangan. Tindakan hukum publik Bersifat sepihak Konkret Individual Tindakan hukum yang demikian disebut Beschikking (ketetapan atau keputusan). tindakan pemerintah adalah pemeliharaan kepentingan negara dan rakyat secara spontan dan tersendiri oleh penguasa tinggi dan rendahan. Perbuatan hukum pemerintah dapat dibagi menjadi 2. d. Menurut van Poelje. tindakan pemerintah adalah tindakan-tindakan hukum yang dilakukan oleh penguasa dalam menjalankan fungsi pemerintahan. Pendapat yang kedua yaitu administrasi negara dalam menjalankan tugasnya dalam beberapa hal dapat juga menggunakan hukum privat. jual beli dan sebagainya. Sedangkan hukum administrasi negara merupakan bagian dari hukum publik yang merupakan hukum untuk bolehnya tindakan atas kehendak satu pihak. b. Perbuatan hukum menurut Hukum Privat Administrasi negara sering juga mengadakan hubungan-hubungan hukum dengan subyek hukum-subyek hukum lain berdasarkan hukum privat seperti sewa menyewa. b. sedangkan menurut Romeijn adalah tiap-tiap tindakan atau perbuatan dari satu alat administrasi negara yang mencakup juga perbuatan atau hal-hal yang berada di luar lapangan hukum tata pemerintahan. Berkaitan dengan ini ada dua pendapat yang menanggapi tentang diperbolehkannya administrasi negara mengadakan hubungan hukum berdasarkan hukum privat. Yang relevan dalam tindakan hukum TUN adalah unsur-unsur sebagai berikut: a. c. yaitu : a.

II. 2) Perbuatan Hukum Publik yang bersegi dua Van der Pot. Berangkat dari beberapa pendapat tersebut S. karena itu merupakan perbuatan hukum bersegi dua karena dilakukan oleh kehendak kedua belah pihak dengan sukarela. Utrecht disebut sebagai „ketetapan‟. Sybenga hanya mengakui adanya perbuatan Hukum Publik yang bersegi satu. TINDAKAN PEMERINTAH BERSEGI SATU MENURUT HUKUM PUBLIK Perbuatan Hukum Publik bersegi satu ini dikenal dengan nama keputusan (beschikking). karena hubungan hukum yang diatur Hukum Publik hanya berasal dari satu pihak saja yakni pemerintah dengan cara menentukannya dengan kehendaknya sendiri. Marbun menyimpulkan bahwabeschikking ialah suatu perbuatan Hukum Publik bersegi satu. Utrecht.F. misalnya yang diatur oleh hukum publik. Prins. Keputusan tata usaha negara (beschikking) oleh E. Sybenga hanya mengakui adanya perbuatan hukum publik yang bersegi satu. Itulah tidak ada perjanjian hukum publik. tidak ada perjanjian. E. Kranenberg. yang dilakukan oleh alat 10 . karena hubungan hukum yang diatur hukum publik hanya berasal dari satu pihak saja yakni pemerintah dengan cara menentukannya dengan kehendaknya sendiri. tidak ada perjanjian. misalnya yang diatur oleh Hukum Publik. Beberapa sarjana seperti S. karena itu merupakan perbuatan hukum bersegi dua karena dilakukan oleh kehendak kedua belah pihak dengan sukarela. sedangkan Prajudi Atmosudirdjo menyebutnya dengan „penetapan‟. artinya Hukum Publik itu lebih merupakan kehendak satu pihak saja yaitu pemerintah. dan Van der Pot. artinya hukum publik itu lebih merupakan kehendak satu pihak saja yaitu pemerintah.Beberapa sarjana seperti S. mereka memberi contoh dengan adanya perjanjian kerja jangka pendek yang diadakan seorang swasta sebagai pekerja dengan pihak pemerintah sebagai pihak yang pemberi pekerjaan. Menurut mereka tidak ada perbuatan Hukum Publik yang bersegi dua. Itulah tidak ada perjanjian Hukum Publik. Menurut mereka tidak ada perbuatan hukum publik yang bersegi dua. Wiarda dan Donner mengakui adanya Hukum Publik yang bersegi dua atau adanya perjanjian menurut Hukum Publik. Vegting. juga menjelaskan bahwa beschikking merupakan perbuatan Hukum Publik bersegi satu atau merupakan perbuatan sepihak dari pemerintah dan bukan merupakan hasil persetujuan dua belah pihak. Jika ada perjanjian dengan pihak swasta maka perjanjian itu menggunakan hukum privat. Jika ada perjanjian dengan pihak swasta maka perjanjian itu menggunakan Hukum Privat.

Definisi Keputusan dan Ketetapan Tata Usaha Negara Keputusan Tata Usaha Negara merupakan suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh badan atau pejabat Tata Usaha Negara yang berisi tindakan hukum Tata Usaha Negara yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bersifat konkret. individual. yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata. yakni pada rumusan pasal 1 angka 3 mengenai keputusan tata usaha Negara mengandung unsur-unsur atau elemen-elemen utama sebagai berikut[2]: 1. dan final 5. 11 . Berisi tindakan hukum Tata Usaha Negara berdasarkan peraturan perundang-undangan 4. individual. Menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata. 9 Tahun 2004 Undang-Undang No.pemerintah (dalam arti sempit) berdasarkan suatu kekuasaan atau wewenang istimewa dengan maksud terjadinya perubahan hubungan hukum. Bersifat konkrit. individual. UU No. Berisi tindakan hukum dalam bidang Tata Usaha Negara. Serta menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan Hukum Perdata. Dari definisi menurut UU Nomor 5 Tahun 1986 tersebut dapat dirumuskan unsur-unsur keputusan sebagai berikut. yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata (Pasal 1 angka 3 UU No. dan final. bersifat konkret. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara menyebutkan bahwa Keputusan Tata Usaha Negara adalah suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang berisi tindakan hukum Tata Usaha Negara yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan final. Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan dasar pemikiran yang demikian.[1] Dari uraian definisi di atas. maka ketetapan berfungsi menetapkan situasi hukum yang konkrit dan mempunyai akibat hukum bagi yang dikenai ketetapan tersebut. individual dan final. yang bersifat konkret. Dikeluarkan oleh badan atau pejabat tata Usaha Negara 3.5 Tahun 1986). Penetapan Tertulis 2. yaitu: Penetapan tersebut tertulis dan dikeluarkan oleh badan atau Pejabat Tata Usaha Negara. 5 Tahun 1986 jo. A. Beschikking menurut UU No.

SH. Ketetapan yang bersangkutan tidak dapat dibantah lagi secara yuridis. ketetapan ialah tindakan hukum yang sepihak dalam bidang pemerintahan dilakukan oleh alat perlengkapan negara berdasarkan kewenangan khusus. konsesi. Akibat jika Ketetapan Tidak Sah  Kekuatan Hukum Formil Daya berlaku ketetapan yang bersumber dari adanya ketetapan yang bersangkutan. Adapun ketetapan memiliki hukum formil dibagi dalam 2 hal: Pertama. Maksudnya. ketetapan yag telah mendapat persetujuan untuk berlaku dari alat Negara yang lebih tinggi yang berhak memberikan persetujuan tersebut. 12 . Kekuatan hukum materiil (Materiele Rechtskracht) Yakni merupakan ketetapan yang mempunyai pengaruh yang dapat diadakan oleh karena isi ketetapan tersebut.Pengertian ketetapan menurut R. yang memberatkan. Kekuatan hukum formil (Formeel Rechtskracht) Yakni merupakan ketetapan yang mempunyai pengaruh yang dapat diadakan oleh karena adanya ketetapan itu. Kekuatan Hukum Keputusan Tata Usaha Negara Adapun kekuatan hukum dari Keputusan Tata Usaha Negara ini ada 2 macam[11]: 1. lisensi. ketetapan tersebut tidak lagi dapat ditiadakan oleh alat Negara yang membuatnya. E. ketetapn tersebut tidak dapat lagi dibantah oleh suatu alat hukum(Rechtsmiddel). Isi ketetapan : Yang mengutungkan.. suatu ketetapan dimana permohonan untuk banding terhadap ketetapan itu ditolak atau karena tidak menggunakan hak bandingnya dalam jangka waktu yang ditentukan oleh Undang-undang.[12] 2. Kedua.  Kekuatan Hukum Materil Daya berlaku yang bersummber dari isi ketetapan yang bersangkutan. Menurut Van Vollen Hoven dan Van der pot mengatakan bahwa ketetapan adalah suatu perbuatan hukum yangbersifat sebelah pihak dalam lapangan pemerintah dilakukan olh suatu badan pemerintah berdasarkan kekuasaan yang istimewa. Maksudnya. dispensi dan sebagainya yaitu berrdasarkan atas. Soegijatno Tjakranegara. D. yang bersangkutan.

Ø Kekuatan hukum filosof (philosofische gelding) = peraturan hukum yang secara filosofis diterima. penugasan-penugasan. kepangkatan. ada beberapa hal yang menarik perlu dipahami. dari Hans Kelsen. Bisa Anda jelaskan fungsi KTUN itu sendiri? KTUN salah satu instrumen penyelenggaraan pemerintah. artinya kewenangan beralih tapi tanggung jawab tidak beralih. dia harus pahami betul apakah bersumber secara atributif atau bukan. artinya adanya penyerahan kewenangan sekaligus di dalamnya melekat tanggung jawab. Ø Dibiarkan saja tetapi jika diajukan hakim maka dibatalkan. jika seseorang yang bersangkutan dapat membantah dengan jalan: Ø Memohon banding (ada hak banding selama jangka waktu tertentu) Ø Mohon dibatalkan oleh instansi yang berwenang.Jadi ada kewenangan yang bersumber secara atributif. Karena ada juga penyerahan kewenangan. 13 . Oleh karena itu. ini yang berbahaya. Nah. hukum privat. Kanenburg Vegting mengemukakan empat hal. Ø Kekuatan hukum Sosiologi ( Sociologishe gelding ) = peraturan hukum yang benar-benar dianut oleh masyarakat. Sebenarnya masih banyak sarana lain. Karena KTUN adalah salah satu produk yang dibuat pejabat TUN dalam rangka mendinamisasi penyelenggaran pemerintahan. Yang sangat penting dan urgen dipersoalkan adalah KTUN. Ø Ketetapan hukum yuridis ( Juridische gelding )= peraturan hukum yang dibuat oleh instansi yang berwenang dan menurut prosedur hukum. KTUN sebenarnya terkait dengan masalah mutasi. salah satunya peraturan perundangan. terutama kebutuhan-kebutuhan menjalankan fungsi kewenangan masing-masing pejabat. Ø Diajukan kepada hakim biasa/ pengadilan administrasi.Sehubungan dengan kekutan hukum teori berlakunya hukum ( Geldingstheorien ). Kalau ada pejabat KTUN. Karena jangan sampai berimplikasi pada pihak lain. Pertama adalah keputusan ini kan bersumber dari kewenangan.

selain karena salah interpretasi. Banyak pejabat yang mengatakan bahwa saya tidak mengambil satu sen.Jika penerima kewenangan itu lalu menimbulkan kerugian terhadap negara lalu menimbulkan pertanggungjawaban hukum. Pertanggungjawabannya berbeda. Ada kasus di Sulsel. Pemerintah daerah bertanggung jawab dalam mengurus urusan rumah tangganya. * Lantas. tapi tanggung jawab tidak ikut melekat. Karena ada kewenangan yang diserahkan pada orang lain. baik kewenangan atributif. *Mungkin karena salah interpretasi? Ya. Yakni.Apakah pembuatan keputusan tersebut sudah sesuai prosedur dalam ketentuan perundang-undangan atau tidak. kenapa dituduh korupsi. bagaimana mengukur apakah suatu keputusan Tata Usaha Negara itu sudah tepat atau tidak? Hal pertama yang harus kita harus lihat. Jadi ada implikasi jika membuat surat keputusan. misalnya kebijakan otonomi daerah. delegasi maupun bersumber dari penyerahan kewenangan secara mandat. yakni kewenangan diserahkan kepada salah satu organ atau badan tapi sekaligus melekat juga tanggung jawabnya. Sepanjang kewenangan-kewenangan itu yang dilimpahkan. Atau melebihi dari batas-batas lingkup kewenangan yang diserahkan. 14 . maka atasan pun juga dilibatkan sekalipun atasan tidak melakukan sesuatu. Ada juga pelimpahan kewenangan secara delegasi. Suatu keputusan itu sah menurut hukum jika memenuhi dua syarat.syarat pembuatan keputusan itu. pertama adalah syarat formal yang terkait prosedur. Sekarang kan kebijakan-kebijakan yang berimplikasi terhadap korupsi. tapi saya tidak bisa ungkapkan. kadang-kadang yang memperoleh kewenangan itu memperluas kewenangannya sendiri. Ini konsekuensinya.

transparansi. Di dalam surat keputusan itu ada dasar hukum yang dicantumkan yang menyebut aturan-aturan yang memberi kewenangan kepada pejabat tersebut dalam membuat suatu keputusan. * Tapi. Jadi surat keputusan tidak ditetapkan aturan-aturan yang jelas bisa berbahaya. terutama SK-SK bidang kepegawaian. 15 . suatu surat keputusna tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai hukum yang hidup di masyarakat. banyak terkait SK. ada yang mengontrol. Logikanya. Artinya norma atau pasal-pasalnya. Syarat lainnya adalah KTUN dalam rangka memberikan pelayanan publik. cukup banyak keputusan-keputusan tata usaha negara yang menjadi objek sengketa di Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN). izin usaha. Soal alasan mutasi misalnya. Ada yang terkait SK mengenai kebendaan seperti IMB. proporsionalitas. Ini bisa dipindah tangankan ke orang lain. akuntabilitas. sertifikat. Jadi.Kedua. untuk meningkatkan kinerja padahal rasa tidak suka. Misalnya profesionalisme.Tidak boleh ada norma dalam suatu surat keputusan yang mengandung cacat yuridis atau penipuan atau kesesatan saja. tinggal balik nama. Karena bisa menghitam putihkan nasib orang. Indikatorny adalah. Belum dijadikan suatu rujukan standar dalam penerbitan suatu keputusan. Kalau kita melihat jumlah perkara yang masuk di PTUN. Pimpinan bisa mutasi bawahan yang tidak disukainya. Tapi namanya beschikking tidak bisa dipindahkan. saya melihat belum dipahami oleh sebagian aparat penyelenggara pemerintahan secara baik. tertib penyelenggaraan pemerintahan dan kepastian hukum. yakni asas-asas hukum. syarat kewenangan yang terkait apakah yang membuat keputusan itu ada kewenangannya dan bersumber darimana kewenangan itu. atau subtansinya. bagaimana implementasinya di lapangan? Dalam implementasinya. bahwa setiap produk kebijakan yang dituangkan dalam bentuk surat keputusan tidak boleh bertentangan dengan norma-norma yang hidup di masyarakat. Dua SK ini menjadi objek sengketa dan perkara yang banyak masuk di PTUN. Misalnya. Ada juga syarat materil.

yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata. Banyak yang tidak puas. masyarakat beranggapan yang penting atasan senang. Misalnya asas transparansi. jumlah sekian. yang bersifat konkret. diberhentikan. Sehingga. Ada keterbukaan prosedur. Selama ini kan belum diaplikasikan secara baik. Contoh kasus KTUN.    Pasal 1 angka 9 UU No. individual. Misalnya ada jabatan eselon yang lowong. Keputusan Tata Usaha Negara yang masih memerlukan persetujuan. keterbukaan informasi dan register/data. maupun dimutasi. 5 tahun 1986 Pasal 1 angka 9. 51 tahun 2009 Pasal 2 UU No. prinsip atau asas-asas good governance itu harus menjadi rujukan. Ditinjau dari.Baik soal pengangkatan. ke depan dalam pengimplementasian suatu penerbitan keputusan TUN. 4. Itu karena tidak transparannya mengenai asas-asas dalam penerbitan keputusan TUN. Jadi ada keterbukaan. Oleh karena itu. UU No. 51 tahun 2009 Keputusan Tata Usaha Negara adalah suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh badan atau pejabat tata usaha negara yang berisi tindakan hukum tata usaha negara yang berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. Keputusan Tata Usaha Negara yang dikeluarkan berdasarkan ketentuan Kitab Undang-undang Hukum Pidana atau Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana 16 . Pasal 2 UU No. 5 tahun 1986 Tidak termasuk dalam pengertian Keputusan Tata Usaha Negara menurut Undangundang ini : 1. 5 tahun 1986 Pasal 49 UU No. Keputusan Tata Usaha Negara yang merupakan perbuatan hukum perdata. 2. kriterianya begini. dan final. Keputusan Tata Usaha Negara yang merupakan pengaturan yang bersifat Umum 3. itu yang dipromosikan.

atau peraturan perundang-undangan lain yang bersifat hukum pidana. memutus. atau keadaan luar biasa yang membahayakan. dan menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara tertentu dalam hal keputusan yang disengketakan itu dikeluarkan : 1. berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 5 tahun 1986 17 . baik di pusat maupun di daerah.  Jika ditinjau dalam pasal 49 UU No. dalam keadaan mendesak untuk kepentingan umum berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Keputusan Panitia Pemilihan. ditinjau dalam pasal 1 angka 9 UU No. Keputusan Tata Usaha Negara mengenai tata usaha Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. 1. 5 tahun 1986 Pengadilan tidak berwenang memeriksa. yang bersifat kongret. KTUN deklaratif adalah keputusan yang sifatnya menyatakan atau menegaskan adanya hubungan hukum yang secara riil sudah ada. Contoh: Surat Kelahiran (Akte Kelahiran) Analisis: surat kelahiran ( akte lahir) termasuk jenis KTUN Deklaratif dan Konstitutif (Rechtsvastellend en Rechtsscheppend). dalam waktu perang. keadaan bahaya. Pasal 49 UU No. Yang mana menimbulkan akibat hukum bagi seseorang. 1. keadaan bencana alam. mengenai hasil pemilihan umum. 5 tahun 1986 surat kelahiran (akte lahir) adalah termasuk dalam pengertian keputusan tata usaha negara. individual dan final. Keputusan Tata Usaha Negara yang dikeluarkan atas dasar hasil pemeriksaan badan peradilan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.  Jika 2009.  Jika ditinjau dalam pasal 2 UU No. 51 tahun Bahwasanya akte kelahiran adalah penetapan yang tertulis yang dikeluarkan oleh pejabat TUN atau di keluarkan oleh kantor catatan sipil. 1. 1.

HR. Mustafa.com Effendi. memutus. dan R. “ Malang: Bayumedia Publishing. http://anjarnawanyep. 1990.asp?vnomor=10&mnorutisi=1 www. “ Jakarta: Pradnya Paramita. Mr. Ridwan. “ Bandung: PT.id/index.go. “ Hukum Administrasi Negara. Bachsan.dephan. 2006.com/beschikking-keputusan-atau-penetapan/ www. Diana Halim. Djenal Hoesen. “ Jakarta: PT. Koesoemahatmadja. Lutfi. “ Pokok – Pokok Hukum Tata Usaha Negara. 1990. “ Pokok – Pokok Hukum Administrasi. “ Bandung: PT. “ Pengantar Ilmu Hukum Administrasi Negara. Prof. 1983. Citra Aditya Bakti.kompas. RajaGrafindo Persada.com buletinlitbang. “ Hukum Administrasi Negara. 2004.F. 18 . Citra Aditya Bakti.wordpress. 2004.Apabila surat kelahiran mempunyai masalah sengketa Pengadilan tidak berwenang memeriksa. ” Bogor Selatan: Ghalia Indonesia. Prins. W. “ Pokok – Pokok Hukum Administrasi Negara Indonesia. Koentjoro. Dr.beritajatim. Kosim Adisapoerta. dan menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara tersebut apabila dalam keadaan yang luar biasa membahayakan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan tidak dalam keadaan mendesak untuk kepentingan umum berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->