ANALISIS KATION

BAB I TUJUAN DAN PRINSIP PERCOBAAN 1.1 Judul Percobaan Analisis Kation 1.2 Tujuan Percobaan Mengidentifikasi adanya kation pada suatu sampel dan membuat persamaan reaksi kimia yang berdasarkan kepada percobaan. 1.3 Prinsip Percobaan Berdasarkan reaksi dengan zat pengidentifikasi yang dapat menimbulkan terjadinya perubahan warna, endapan, maupun nyala api yang spesifik.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Ion adalah atom atau sekumpulan atom yang bermuatan listrik. Ion bermuatan negatif, yang menangkap satu atau lebih elektron, disebut anion, karena dia tertarik menuju anoda. Ion bermuatan positif, yang kehilangan satu atau lebih elektron, disebut kation, karena tertarik ke katoda. Proses pembentukan ion disebut ionisasi. Atom atau kelompok atom yang terionisasi ditandai dengan tikatas n+ atau n-, di mana n adalah jumlah elektron yang hilang atau diperoleh. Ion pertama kali disajikan dalam bentuk teori oleh Michael Faraday pada sekitar tahun 1830, untuk menggambarkan mengenai bagian melekul yang bergerak ke arah anoda atau katoda dalam suatu tabung hampa udara (vacuum tube, CRT). Namun, mekanisme peristiwa ini baru dideskripsikan pada 1884 oleh Svante August Arrhenius dalam disertasi doktornya di University of Uppsala. Pada mulanya, teori ini tidak diterima (ia memperoleh gelarnya dengan nilai minimum), tetapi kemudian disertasinya memenangi Hadiah Nobel Kimia pada tahun 1903. REAKSI PERTUKARAN KATION Reaksi pertukaran kation melibatkan H+ sehingga istilah “Pertukaran Kation” lebih tepat daripada “Pertukaran Basa”. Kation yang terserap dapat ditukar oleh kation lainnya, dan proses ini dinamakan sebagai pertukaran kation. Reaksi pertukaran ini berlangsung secara instant. Analisis kation sendiri masuk dalam analisis kimia kualitatif. Metode dalam melakukan analisis kualitatif ini dilakukan secara konvensional, yaitu memakai cara visual yang berdasarkan kelarutan Pengujian kelarutan dilakukan pertama-tama dengan mengelompokkan ion-ion yang mempunyai kemiripan sifat. Pengelompokkan dilakukan dalam bentuk pengendapan dimana penambahan pereaksi tertentu mampu mengendapkan sekelompok ion-ion. Cara ini menghasilkan 6 kelompok yang namanya disesuaikan dengan pereaksi pengendap yang digunakan untuk mengendapkan kelompok ion tersebut. Golongan-golongan kation memiliki ciri-ciri khas, yaitu: - golongan I: membentuk endapan dengan asam klorida encer, ion-ion yang termasuk dalam golongan ini adalah timbal, raksa, dan perak. - golongan II: membentuk endapan dengan hydrogen sulfide dalam suasana asam mineral encer. Ion-ion yang termasuk dalam golongan ini adalah merkurium (II), tembaga, cadmium, bismuth, stibium, timah. - golongan III: membentuk endapan dengan ammonium sulfide dalam suasana netral. Kation golongan ini antara lain nikel, besi, kromium, aluminium, seng, mangan, dan kobalt. - golongan IV: membentuk endapan dengan ammonium karbonat dengan adanya ammonium klorida dalam suasana netral atau sedikit asam. - golongan V: disebut juga golongan sisa karena tidak bereaksi dengan reagensia-reagensia golongan sebelumnya. Ion kation yang termasuk dalam golongan ini antara lain magnesium, natrium, kalium. Ammonium, litium, dan hydrogen (Vogel, 1990). Suatu pereaksi menyebabkan sebagian kation mengendap dan sebagian larut, maka setelah dilakukan penyaringan terhadap endapan tebentuk dua kelompok campuran yang massa masing-masingnya kurang dari campuran sebelumnya. Reaksi yang terjadi saat pengidentfikasian menyebabkan terbentuknya zat-zat baru yang berbeda dari zat semula dan berbeda sifat fisiknya

1.5 ml NaOH 0.Hg+ ) 1.1 M ZnSO4 0.1 M KI 0. Pb2+ dari sample Pb(NO3)2 a.5 ml sample kemudiaan tambahkan 0.5ml HCl 0. Amati perubahan-perubahan yang terjadi pada setiap perlakuan.5 ml HCl encer dan 1 ml air panas selanjutnya tempatkan tabung reaksi dalam wadah berisi es.5 ml sample kemudian tambahkan 0.1 M NH4OH NH4SCN 0. 3.5 ml sample kemudian tambahkan 0. b.1 M K4[Fe(CN)6] 0. Pb2+ .2 Bahan yang Dibutuhkan AgNO3 0.5 KI 0. Kedalam tabung reaksi masukkan 0.5 ml KI dan amati lagi perubahan yang terjadi.5 ml sample kemudian tambahkan 0. b.1 M dan amati perubahan yang terjadi.1 M KCl 0.1 M Na2S 0. Ke dalam tabung reaksi masukkan 0.1 M MgCl2 0.5 ml KI 0.2 Cara Kerja A. Ag dari sample AgNO3 a.1 N hingga terbentuk endapan putih lagi.1 N hingga terbentuk endapan putih.1 M NaCl 0.1 M Formalin HCl 0. Hg+ dari sample Hg2(NO3)2 a.1 M Pb(NO3)2 0.1 M Titan Yellow FeSO4 0.1. Analisis Kation golongan 1 (Ag+ .5 ml NaOH 0.5 ml sample kemudian tambahkan 0.1 M BaCl2 0. Ke dalam tabung reaksi masukkan 0. 2.1 M HCl Pekat Hg2(NO3)2 0.1 Alat yang Dibutuhkan 1 set tabung reaksi dan rak tabung Kaca arloji Kawat nikrom Kaca kobalt 3.1 M HgCl2 0.BAB III PROSEDUR PERCOBAAN 3.1 M dan amati perubahan yang terjadi.1 M ] 3.5 ml amoniak dan beberapa tetes formalin hingga terbentuk endapan cermin perak. Ke dalam tabung reaksi masukkan 0. Ke dalam tabung reaksi masukkan 0. b.5 ml sample kemudian tambahkan 0.1 M CuSO4 0. Selanjutrnya tambahkan beberapa tetes NH4OH hingga endapan larut lalu tambahkan beberapa tetes HNO3 0.5 ml sampel kemudian tambahkan 0. c.1 N FeCl3 0.1 M dan amati .1 M dan amati perubahan yang terjadi selanjutnya tambahkan lagi 0.1 M NaOH 0. Ke dalam tabung reaksi masukkan 0.1 Alat dan Bahan 3.1 M CaCl2 0. Ke dalam tabung reaksi masukkan 0.

E.perubahan yang terjadi. Hg2+ . Ca2+ ) 1. B.5 ml sample kemudian tambahkan 0. jika perlu gunakan kaca kobalt.5 ml KI dan amati perubahan yang terjadi. Fe3+ dari sample FeCl3 a. 2.1 M dan amati lagi perubahan yang terjadi.5 ml sample kemudian tambahkan 0.1 M dan amati perubahan yang terjadi selanjutnya tambahkan lagi 0.1 M dan amati perubahan yang terjadi. Fe2+ dari sample FeSO4 a. 3.5 ml sample kemudian tambahkan 0.5 ml kemudian tambahkan 0.1 M dan amati perubahan yang terjadi selanjutnya tambahakan lagi 0. Ke dalam tabung reaksi masukkan 0. Ba2+ dari sample BaCl2 Celupkan kawat nikrom kedalam larutan HCl pekat lalu masukkan kawat nikrom ke dalam padatan sample pada kaca arloji hingga menempel pada ujung kawat kemudian masukkan kawat nikrom kedalam nyala api dan amati warna yang dipancarkan. b. 3. D. 2. Ke dalam tabung reaksi masukkan 0.5 ml K4[Fe(CN)6] 0. jika perlu gunakan kaca kobalt. Ke dalam tabung reaksi masukkan 0. Mg2+ ) 1.5 ml sample kemudian tambahkan 0. Ke dalam tabung reaksi masukkan 0.5 ml sample kemudian tambahkan 0.5 ml sample kemudian tambahkan 0.5 ml NaOH 0. Na+ dari sample NaCl Celupkan kawat nikrom kedalam larutan HCl pekat lalu masukkan kawat nikrom ke dalam padatan sample pada kaca arloji hingga menempel pada ujung kawat kemudian masukkan kawat nikrom kedalam nyala api dan amati warna yang dipancarkan.5 ml NaOH 0. Ke dalam tabung reaksi masukkan 0. C. b.1 ml NaOH 0.1 M dan amati perubahan yang terjadi selanjutnya tambahkan 0. 2. Fe3+ . Ke dalam tabung reaksi masukkan 0. Analisis Kation Golongan 2 ( Cu2+ .1 M dan amati perubahan yang terjadi. jika perlu gunakan kaca kobalt.5 ml sample kemudian tambahkan 0. Analisis Kation Golongan 3 ( Fe2+ .5 ml HCl 0. Cu2+ dari sample CuSO4 a. b. b. Ke dalam tabung reaksi masukkan 0. Ke dalam tabung reaksi masukkan 0. jika perlu gunakan kaca kobalt. Ke dalam tabung reaksi masukkan 0.1 N dan 0. Bi3+ ) 1. Bi3+ dari sample Bi(NO3)3 a. 2.5 ml KI dan amati perubahan yang terjadi. Zn2+ ) 1. Analisis Kation Golongan 5 ( Na+ .1 M dan amati perubahan yang terjadi.5 ml.1 M dan amati perubahan yang terjadi.5 ml sample kemudian tambahakan 0.1 M dan amati perubahan yang terjadi. Ke dalam tabung reaksi masukkan 0.5 ml Titan Yellow dan 0.5 ml K4[Fe(CN)6] 0.5 ml formalin dan amati perubuhan yang terjadi.5 ml Na S 0.1 M dan amati perubahan yang terjadi.1 M dan amati perubahan yan terjadi.5 ml K4[Fe(CN)6] 0. Mg2+ dari sample MgCl2 Ke dalam tabung reaksi masukkan 0. b.5 ml KI 0.5 ml sample kemudian tambahkan 0. Zn2+ dari sample ZnSO4 a.5 ml sample kemudian tambahkan 0. K+.5 ml KI 0. Analisis Kation Golongan 4 ( Ba2+ . Hg2+ dari sample HgCl2 a.1 M .5 NaOH 0. b. Ke dalam tabung reaksi masukkan0. Ke dalam tabung reaksi masukkan 0. K+ dari sample KCl Celupkan kawat nikrom kedalam larutan HCl pekat lalu masukkan kawat nikrom ke dalam padatan sample pada kaca arloji hingga menempel pada ujung kawat kemudian masukkan kawat nikrom kedalam nyala api dan amati warna yang dipancarkan.5 ml NaOH 0.5 ml NaOH 0. 3.1 M dan amati perubuhan yang terjadi. Ca2+ dari sample CaCl2 Celupkan kawat nikrom kedalam larutan HCl pekat lalu masukkan kawat nikrom ke dalam padatan sample pada kaca arloji hingga menempel pada ujung kawat kemudian masukkan kawat nikrom kedalam nyala api dan amati warna yang dipancarkan. NH4SCN 0.5 ml sample kemudian tambahkan0.5 ml sample kemudian tambahkan 0.

Hg+ dari sampel Hg2(NO2)2 a. Larutan hitam B. Hg+ dari sampel HgCl2 a. ↓ Kuning b. Merah Oranye (Larut) b.3 Reaksi yang Terjadi AgNO3 + HCl → AgCl + HNO3 AgNO3 + NaOH → AgOH+NaNO3 AgCl + NH4OH → NH4Cl + AgOH Pb(NO3)2 + HCl → PbCl2 + 2HNO3 Pb(NO3)2 + KI → PbI2 + 2KNO3 Hg2(NO3)2 + 2KI → 2KNO3 + 2HgI Hg2(NO3)2 + 2NaOH → 2NaNO3 + 2HgOH CuSO4 + 2HCl → H2SO4 + CuCl2 2CuSO4 + K4[Fe(CN)6]→ HgCl2 +2KI → HgI2 + 2KCl HgCl2 + NaOH → 2NaCl + Hg(OH)2 Bi(NO3)3 + 2KI → BiI3 + 3NO3 FeSO4+K4[Fe(CN)6] → 2 K2SO4 + Fe[Fe(CN)6] FeSO4+2NaOH → Na2SO4 + Fe(OH)2 FeCl3+NH4SCN → 3NH4(SCN)3 FeCl3 + NaOH → FeOH + NaCl3 ZnSO4 + NaOH → Na2SO4 + Zn(OH)2 ZnSO4 + K4[Fe(CN)6] → Zn[Fe(CN)6] + 2K2SO4 BAB IV HASIL PERCOBAAN A. ↓ hitam b. KATION GOLONGAN I 1. KATION GOLONGAN III 1. ↓ Hitam C. ↓ putih c. Fe2+ dari sampel FeSO4 a. ↓ putih (larut) berbentuk jarum b. ↓ perak 2. ↓ Cokelat (Larut) b. ↓ putih ↓ biru b. Bi3+ dari sampel Bi(NO3)3 a.dan amati perubahan yang terjadi. ↓ hitam ↓ merah 2. Cu2+ dari sampel CuSO4 a. Cokelat Kekuning-kuningan 3. ↓ merah Kecokelatan 2. KATION GOLONGAN II 1. ↓ Ag+ (Berupa jarum) b. 3. ↓ kuning 3. Tidak ada senyawa NH4SCN . Pb2+ dari sampel Pb(NO3)2 a. Ag + dari sampel AgNO3 a. Fe3+ dari sampel FeCl3 a.

ca/curr_content/chem30/modules/module7/lesson3/cationanalysis.info/analisis-kation/ 3. Inti. http://infolab.blogspot.htm 9. http://www. http://chemistry.htm .com/library/weekly/aa091001a. KATION GOLONGAN V 1.id/widiarto/files/2009/09/bab-2-buku-ajar-analitik. Na+ dari sampel NaCl Nyala api berwarna kuning 2.duniakimiakita. BAB VI DAFTAR PUSTAKA 1.bpreid.uns. http://www. golongan IV menghasilkan endapan sulfida yang larut dalam asam klorida.cc/2010/03/analisis-kation-timbal-pb2.html 7.unila.saskschools.html 5. KATION GOLONGAN IV 1. http://ahyari. Ca2+ dari sampel CaCl2 Nyala api menjadi merah kekuningan E. ↓ putih b. http://www.b. 2007 2.com/cations. Zn2+ dari sampel ZnSO4 a. golongan II menghasilkankan sejumlah endapan garam sulfida.about.com/analisis-kation/ 4. http://wiro-pharmacy.id/?p=875 8. Bandung.com/2009/02/kuliah-analisis-kualitatif-kation-anion.pdf 6.ac. Cokelat Kemerah-merahan 3. http://blog. Rahmania. dan golongan V menghasilkan endapan karbonat. dari setiap unsur kation ketika dilakukan analisis dari suatu sampel yang merupakan senyawanya kebanyakan menghasilkan endapan. Modul Praktikum Kimia Analitik. golongan III menghasilkan endapan hidroksida.ac.php 10. Mg2+ dari sampel MgCl2 ↓ merah BAB V KESIMPULAN Kesimpulan dari percobaan ini adalah. Ba2+ dari sampel BaCl2 Nyala api menjadi merah kekuningan 2. http://blogkita.co. Adapaun pada golongan kation IV dan V saat dilakukan percobaan ini nyala apinya terjadi perubahan yang spesifik. Yang berarti pada golongan I yang dihasilkan adalah endapan klorida. K+ dari sampel KCl Nyala api berwarna sedikit ungu 3. ↓ putih Larut D.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful