KUMPULAN MATERI BAHASA INDONESIA SNMPTN TULIS (PERKIRAAN

)

SCOUPY XII IPA 4 SMAN 1 PURWOKERTO 2011/2012 DIAMBIL DARI BERBAGAI SUMBER

Paragraf deskripsi adalah paragraf yang bertujuan untuk memberikan kesan/impresi kepada pembaca terhadap objek, gagasan, tempat, peristiwa, dan semacamnya yang ingin disampaikan penulis. Atau secara singkat paragraf deskripsi bisa diartikan sebagai paragraf yang isinya menggambarkan suatu objek sehingga sehingga pembaca bisa seolah-olah melihat dan merasakan apa yang tertulis dalam paragraf tersebut.

Beriktu ini adalah contoh paragraf deskripsi: "Pemandangan Pantai Parangtritis - Yogya sangat mempesona. di sebelah kiri terlihat tebing yang sangat tinggi dan di sebelah kanan kita bisa melihat batu karang besar yang seolah-olah siap menjaga gempuran ombak yang datang setiap saat. Banyaknya wisatawan yang selalu mengunjungi Pantai Parangtritis ini membuat pantai ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Di pantai Parangtritis ini kita bisa bermain pasir dan merasakan hembusan segar angin laut. Kita juga bisa naik kuda ataupun angkutan sejenis andong yang bisa membawa kita ke area karang laut yang sungguh sangat indah. Disore hari, kita bisa melihat matahari terbenam yang merupakan momen sangat istimewa melihat matahari yang seolah-olah amsuk ke dalam hamparan air laut"

Paragraf narasi adalah penceritaan suatu kejadian secara runtut sesuai urutan waktu. Paragraf narasi sendiri dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu narasi eksposisi dan narasi sugestif. Narasi eksposisi merupakan karangan yang bertujuan menggugah pikiran pembaca untuk mengetahui apa yang dikisahkan. Sedangkan narasi sugestif adalah karangan narasi yang berusaha memberikan makna pada peristiwa atau kejadian itu sebagai pengalaman atau lebih menggunakan bahasa konotatif untuk memberikan kesan imajinasi.

Berikut ini adalah contoh paragraf narasi :

Liburan sekolah beberapa tahun yang lalu, saya dan ibu pergi ke Pontianak. Pontianak merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Barat. Di Pontianak, banyak sekali keunikan dan tempat menarik yang merupakan ciri khas KOta Pontianak. Perjalanan kurang lebih 2 jam dengan menggunakan pesawat. Tempat pertama yang saya kunjungi adalah Sintawang. Waktu tempuh menuju Sintawang kurang lebih sembilan jam dari Pontianak jika menggunakan mobil. daerah ini terkenal sebagai penghasil tenun ikat. Motif tenun ikatnya sangat unik dan coraknya sangat khas Kalimantan Barat. Harga tenun ikat ini tergolong mahal, tergantung motif dan bahannya. Harganya bisa mencapai ratusan ribu, bahkan jutaan Rupiah.

Paragraf persuasi adalah bentuk karangan yang bertujuan untuk meyakinkan seseorang, baik pembaca maupun pendengar agar melakukan sesuatu yang dikehendaki penulis. Salah satu bentuk paragraf persuasi yang dikenal secara umum adalah propaganda yang dilakukan berbagai badan, lembaga, atau perorangan.

Berikut ini adalah contoh - contoh paragraf persuasi : # Contoh 1 Banyak orang yang meremehkan sampah. Bahkan, tidak terpikirkan hal yang akan ditimbulkannya. Walaupun tempat sampah banyak disesidakan, tetapi kepedualian seseorang terhadap sampah sangat kurang. Sebagai siswa, kamu sebaiknya menyadari dan memiliki sikap peduli terhadap sampah. Oleh karena itu, buanglah sampah pada tempat sampah.

# Contoh 2 Kebersihan adalah hal terpenting dalam kehidupan. Tanpa kebersihan, mungkin dunia kita akan dipenuhi dengan sampah. Dimana - mana terjangkit beragam jenis penyakit yang akan menghantui manusia. Beragam bencana pun akan timbul. Oleh karena itu, marilah kita ciptakan kebersihan dimanapun kita berada.

# Contoh 3 Tidak dapat disangkal bahwa praktik berpidato menjadi semakin "obat kuat" untuk membangun rasa percaya diri. Jika rasa percaya diri itu sudah besar, kita dapat tampil tenang tanpa digoda rasa malu, takut, dan grogi. Ketenangan inilah yang menjadi modal utama untuk meraih keberhasilan pidato. Oleh karena itu, marilah kita melaksanakan praktik berpidato agar kita segera memperoleh ketrampilan atau bahkan kemahiran berpidato

Paragraf eksposisi adalah paragraf yang bertujuan memaparkan, menjelaskan, menyampaikan informasi, mengajarkan, dan menerangkan sesuatu tanpa disertai ajakan atau desakan agar pembaca menerima atau mengikutinya. Paragraf eksposisi biasa digunakan untuk menyajikan pengetahuan / ilmu, definisi, pengertian, langkah-langkah suatu kegiatan, metode, cara, dan proses terjadinya sesuatu.

Adapun ciri-ciri paragraf eksposisi adalah sebagai berikut:

• • • • •

Berisi tentang pendapat, gagasan, atau keyakinan penulis terhadap suatu masalah bidang tertentu Uraian bersifat objektif, semata-mata hanya untuk menambah pengetahuan pembaca tanpa didasari maksud tertentu Diperjelas dengan fakta yang dilengkapi dengan angka, peta, grafik, statistik, gambar atau bagan sebagai ilustrasi Menggali melalui analisis dan sintesis Paragraf diakhiri dengan penegasan, bukan ajakan atau permintaan dukungan

Berikut

ini

adalah

contoh

sebuah

paragraf

eksposisi:

Ejaan bahasa Indonesia denagn huruf latin sudah beberapa kali mengalami perubahan yang disesuaikan dengan perkembangan bahasa dan masyarakat pemakainya. Mula-mula ejaan Van Ophuisen, yaitu ejaan resmi untuk bahasa Melayu dengan huruf latin, yang disusun oleh Prof. Ch. Van Ophuisen atas perintah Pemerintah Hindia Belanda pada waktu itu. Selanjutnya pada tahun 1947 berlaku ejaan baru utuk bahasa Indonesia . Ejaan itu dikenal dengan nama ejaan Suwandi karena yang menandatangani peresmian penggunaan ejaan itu seorang menteri bernama Mr. Suwandi. Ejaan bahasa Indonesia yang berlaku sekarang adalah Ejaan yang Disempurnakan (EYD) yang berlaku sejak tahun 1972

Ejaan yang Disempurnakan Singkatan Contoh Pemakaian

Singkatan nama orang, gelar, sapaan, S.S. Katmajaya, Muh. Yamin, M.B.A., jabatandiikuti tanda titik (.) M.Sc., S.E. Singkatan nama resmi lembaga ditulis DPR,PGRI,PT, dll denganHuruf Besar tanpa titik Singkatan umum yang terdiri atas tiga Dll., dsb., hlm.,dll. huruf atau lebih diikuti tanda titik (.) Lambang kimia, satuan ukuran, takaran, Cu, Rp (5.000,00), kg, TNT, cm timbangan, mata uang tidak diikuti tanda titik (.)

Penggunaan

Contoh

Menuliskan nama buku, Tulisannya dimuat di dalam majalah Bahasa dan majalah,, dan surat kabar Sastra. yang dikutib dalam sebuah Buku Negarakertagama karangan Prapanca tulisan

”Kapan kita pulang?” ”Besuk pagi. Sekretaris diikuti nama orang. tidak diikuti nama orang 2. Nak!” Nama Tuhan dan Kitab Suci Allah. Sultan Agung. Keturunan. ”dia akan berangkat”. ’pandangan dunia’.”Berhati-hatilah. keinggris-inggrisan kata dasar turunan) Nama Tahun. Apa maksudnya? Petikan Adik bertanya. bahasa Inggris Bahasa (tetapi tidak untuk 2. Dewi Sartika. mesin diesel. Untuk penulisan yang dilakukan dengan tangan atau ketikan . Ahmad. Siapakah gubernur DIY. yang telah disesuaikan Weltanschauung antara lain diterjemahkan dalam ejaannya. bagian kata. Bulan. Tetapi: Negara itu telah mengalami empat kali kudeta. mengindonesiakan kata asing. Yamin. untuk nama org yang dipakai 2. kata. Penggunaan Awal kalimat Huruf Pertama Langsung Contoh Dia Mengantuk. Al Qur’an. Lusa Brigadir Jenderal maka hurufnya kecil Ahmad dilantik menjadi mayor jenderal. Tuhan Yang Maha Kuasa. 1.” kata Ibu. mengkhususkan huruf. ilmiah atau ungkapan asing Politik devide et impera pernah merajalela di negeri ini.Untuk menegaskan atau Huruf pertama kata abad adalah a. hari Rabu. jika Jenderal Departemen Pertanian. Islam Gelar Kehormatan. Keagamaan yang Mahaputra diikuti nama orang dan tidak 2. dan 1. Presiden Soekarno. Bangsa Indonesia. Tahun Hijriah. Tahun ini ia pergi dipakai ketika tidak diikuti naik haji. 10 volt. Haji Agus Salim. Dia bukan menipu tetapi ditipu. 1. huruf/ kata miring diberi satu garis di bawahnya. Proklamasi RI Hari raya. peristiwa sejarah 2. Dia baru saja diangkat menjadi sultan. Menuliskan kata nama Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinta mangostana. suku. Bapak berkata. Gubernur DIY. atau Bab ini tidak membicarakan penulisan huruf kapital kelompok kata Buatlah kalimat dengan berlepas tangan. Weda. nama orang Nama jabatan/pangkat yang 1. Soekarno dan Hatta memproklamirkan kemerdekan (tetapi tidak untuk peristiwa . Nama Orang (tetapi tidak 1. Hari. suku Sunda. Jenderal Ahmad Yani. Nabi Ibrahim. Surono. 5 ampere sebagai ukuran) Nama bangsa.

Dia adalah agen koran Suara Pembaharuan. pisang ambon Nama lembaga. Semua kakak saya sudah berkeluarga.berlayar ke teluk. dan sapaan Saya membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma. S.(tuan)..E. gula jawa. judul karangan termasuk kata ulang sempurna. Banyuwangi. Majelis Permusyawaratan Rakyat. Bacalah majalah Bahasa dan Sastra.. ibu. Sudahkah Anda tahu? Surat Anda telah kami terima. Keputusan nama dokumen resmi kecuali Presiden RI. Kata penunjuk hubungan kekerabatan (bapak. gelar.garam inggris. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.sejarah yang tidak dipakai untuk nama) bangsanya Nama geografi (tetapi tidak 1. Tahun 1977 kata seperti dan (kecuali 2. untuk jika tidak sebagai kata awal Singkatan Pangkat. Republik Indonesia. 1. Besuk Paman datang. Contoh: Ali ’kan kusurati. Tn.. pemerintah. kecuali kata di. dll) yang dipakai dalam penyapaan atau pengacuan (tetapi tidak dipakai ketika bukan pengacuan atau penyapaan) Kata ganti Anda Menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun. 3.Kita harus menghormati bapak dan ibu. ke. negara. (nyonya) 1. Nomor .Asia Tengah. Ia menyelesaikan makalah ”Asas-Asas Hukum Perdata” nma Dr. Mereka mengunjungi rumah Pak Camat. ketatanegaraan. majalah. Teluk untuk yang digunakan bukan Bintuni nama diri dan nama jenis) 2.A. kacang bogor. ”Apa itu. menjadi sebuah republik. yang. menurut undang-undang yang yang bukan sebagai nama) berlaku Kata ulang sempurna pada Perserikatan Bangsa-Bangsa. Para ibu mengunjungi Ibu Hasan 2. dari. nama badan pemerintah dan Rancangan Undang-Undang Kepegawaian ketatanegaraan. (’kan= akan) . dan. ”Kapan Bapak berangkat?” tanya Andi Adik bertanya. serta dokumen resmi Semua huruf pertama pada nama buku. Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial. Ny. Gunung Semeru. Bu?” Surat Saudara sudah saya terima.. Prof. M. menyeberangi selat.

7/PK/1989 nomor pada alamat dan Jalan Kramat III/19 penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun Tahun anggaran 2009/2010 takwim. Pengganti kata atau.” lain. tiap.Januari ’99. atau bab buku yang Suatu Masa. Tanda petik penutup mengikuti Kata Tono. yang berasal dari pembicaraan Pasal 36 UUD dan naskah atau bahan tertulis berbunyi. Harganya Rp230/lembar Pemakaian Contoh dengar Mengapit petikan yang Tanya Basri. Mengapit istilah ilmiah yang Perkejaan itu dilaksanakan dengan cara kurang dikenal atau kata yang ”coba dan ralat” saja. terjemahan.. ”Saya juga ikut. (Januari 1999) Pemakaian Contoh Di dalam nomor surat dan No. Pemakaian Contoh 1945 Mengapit petikan langsung ”Saya belum siap”.. Bacalah ”Bola Lampu” dalam buku Dari karangan. Mengapit judul syair. .”Bahasa. Tanda baca penutup kalimat Karena warna kulitnya. dari Suatu Tempat.”Engkau tersusun di dalam petikan lain. kata Mira. memiliki arti khusus. Feed-back ’balikan’ atau penjelasan kata atau ungkapan asing. dipakai dalam kalimat Sajak ”Berdiri Aku” terdapat pada halaman 5. Budi mendapat atau bagian kalimat julukan ”si Hitam”.. Dikirimkan lewat darat/laut. bunyi ’kring-kring’ tadi?” Mengapit makna.” tanda baca yang mengakhiri petikan langsung. ditempatkan di belakang tanda petik yang mengapit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti khusus pada ujung kalimat .

(b) tenaga kerja. atau Sang Sapurba kelompok kata sebagai koreksi gemerisik. Contoh men[d]engar bunyi Mengapit keterangan dalam Persamaan kedua proses ini (perbedaannya kalimat penjelas yang sudah dibicarakan di dalam Bab II [lihat bertanda kurung. Mengapit kata atau huruf yang Faktor produksi menyangkut masalah (a) memerinci satu urutan alam. Mengapit huruf atau kata yang Pejalan kaki itu berasal dari (kota) kehadirannya di dalam teks Surabaya. Pemakaian Mengapit kata. atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis oleh orang lain. 1962. Pemakaian Contoh Mengapit tambahan Bagian Perencanaan sudah selesai keterangan atau penjelasan menyusun DIK (Daftar Isian Khusus). ketidakpercayaan. Dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yg menggambarkan kesungguhan. halaman 1—2] perlu dibentangkan di sini. dan (c) modal keterangan.atau bagian kalimat. ataupun rasa emosi yang kuat. huruf. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah aslinya. Mengapit keterangan atau Sajak Tranggono yang berjudul ”Ubud” penjelasan yang bukan bagian (nama tempat di Bali) ditulis pada tahun integral pokok pembicaraan. Contoh : Alangkah seramnya peristiwa itu! Bersihkan kamar itu sekaang juga! Merdeka! . dapat dihilangkan.

Pemakaian Dipakai pada kalimat tanya Contoh Kapan ia berangkat? Saudara tahu. 1910—1989 tanggal. Pemakaian Contoh Membatasi penyisipan kata Kemerdekaan bangsa itu—saya yakin akan atau kalimat yang memberi tercapai—diperjuangkan bangsanya penjelasan di luar bangun sendiri.. bergerak...ya. kalimat. dan kini juga pembelahan atom —telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta... Catatan: Dalam tulisan.. Pemakaian Contoh marilah kita Dipakai dalam kalimat yang Kalau begitu. perlu dipakai empat buah titik.. Rangkaian temuan ini—evolusi. atau nama kota Jakarta—Bandung dengan arti ’sampai dengan’ .. terputus-putus.. Tiga buah untuk menandai penghilangan teks dan satu untuk menandai akhir kalimat.. Menunjukkan bahwa dalam Sebab-sebab kemerosotan. teori kenisbian.. dihilangkan mengakhiri sebuah kalimat.... Dipakai di antara dua bilangan. tanda baca harus digunakan Jika bagian kima tyang dengan hati-hati.... bukan? Dipakai di dalam tanda kurung Ia dilahirkan pada tahun 1983(?) untuk menyatakan bagian Uangnya sebanyak 10 juta (?) hilang... kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya... bagian yang dihilangkan..akan suatu kalimat atau naskah ada diteliti lebih lanjut. Menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas..

Sekretaris Negara (ii) ke dengan angka. kata ulang. (SALAH) ujung/pangkal baris. Pemakaian Menyambung suku-suku kata Disamping dasar yang terpisah oleh jupergantian baris. Saya sedang memandangi tidak ditempatkan pada awan.17-8-1974 bagian tanggalnya. Merangkaikan unsur bahasa di-smash. Menyambung huruf kta yang p-a-n-i-t-i-a dieja satu-satu dan bagian. Kukuran baru ini memudahkan kita me. Boleh dipakai untuk memperjelas (i) hubungan bagian-bagian kata atau ungkapan dan (ii) penghilangan bagian kelompok kata. tahun 50-an. dan (v) nama jabatan rangkap. kata berikutnya yang dimulai mem-PHK-kan. hadiah ke-1. (iii) angka dengan an. Senjata ini merupakan alat pertahanan yang canggih. Contoh cara lama ga cara yang baru. Saya sedang memandangi awan. kemerah- Menyambung unsur-unsur Anak-anak. pen-tackle-an . Sinar-X.atau ’sampai ke’. Suku kata berupa satu vokal 1. (iv) singkatan berhuruf kapital dengan imbuhan. dua puluh lima-ribuan (20 x 5000) Bandingkan dengan: Be-revolusi. Ber-evolusi.ngukur kelapa. hari-H. merahan. Angka 2 hanya dipakai untuk tulisan cepat saja. 2. Catatan: Dalam pengetikan. (BENAR) Menyambung awalan dengan bagian kata di belakangnya atau akhiran dengan bagian kata di depannya pada pergantian baris Kini ada cara yang baru untuk mengukur panas. tanda pisah dinyatakan dengan dua tanda hubung tanp spasi sebelum dan sesudahnya. dua-puluh lima ribuan (1 x 25000) Merangkaikan (i) se dengan Se-Indonesia. berulang-ulang. Menteridengan huruf capital.

Sekretaris: Anjar Teks drama sesudah kata yang Ibu : ”Jangan. dan sendok.. (i) di antara jilid atau nomor Tempo. merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan. dalam suatu perincian atau Satu.. rangkaian atau pemerian. dan peniti. pena. untuk memisahkan kalimat ibu bekerja di dapur.. serta (iv) nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan. pernyataan lengkap jika diikuti meja. dan sendok.. Pemakaian Contoh Dapat dipakai pada akhir suatu Kita sekarang memerlukan perabot: kursi. setara yang satu dari kalimat . dua. Hanya ada dua pilihan: hidup atau mati. Pemakaian Contoh Dipakai diantara unsur-unsur Saya membeli kertas. kursi. (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan.!” menunjukkan pelaku dalam Amir : ”Lepaskan”.. Pemakaian Contoh Memisahkan bagian-bagian Malam makin larut.tiga! pembilangan Untuk memisahkan kalimat Saya ingin datang. pekerjaan belum kalimat sejenis dan setara. Pengganti kata penghubung Ayah mengurus tanamannya di kebun itu. I (1971). tetapi hari hujan. Tidak dipakai jika pemerian itu Kita memerlukan meja. Sesudah kata atau ungkapan Ketua : Joya yang memerlukan pemerian. 34:7 dan halaman.Indonesia dengan unsur bahasa asing. adik makan... (ii) di antara bab Surah Yaasin:9 dan ayat dalam kitab suci. yang setara dalam kalimat majemuk. selesai juga. percakapan.

. Di muka angka persepuluhan at 12. Untuk Karang-mengarang (Jogjakarta:UP Indonesia. Di belakang kata atau Oleh karena itu. 1949.setara berikutnya yang Didi bukan anak saya. Bogor.. dari Wah. Sutan Takdir. “karena kamu lulus”..S. yang sifatnya tidak membatasi. O... .. (ii) bagian-bagian alamat. bukan main! kata yang lain yang terdapat dalam kalimat.. kasihan. “Saya gembira sekali”. Menceraikan bagian nama Alisjahbana. Memisahkan petikan langsung Kata Ibu. Ny. (iii) Jawa Barat. Untuk menghindari salah baca Atas bantuan Agus. kata Ibu.. Termasuk di dalamnya oleh karena itu. Mengapit keterangan tambahan Guru saya. Bahasa Indonesia catatan kaki. aduh.A. Memisahkan anak kalimat dari Kalau hari hujan. Pak Ahmad. meskipun begitu. Abdul. Ratulangi. .23 dinyatakan dengan angka.. begitu? wah. antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat. akan tetapi. induk kalimat jika anak kalimat Karena sibuk. Di antara bagian-bagian dalam W.. lagi pula. dsb.4 m diantara rupiah dan sen yang Rp12. Diantara (i) nama dan alamat.E. Daerah kami. dan (iv) nama tempat dan wilyah atau negeri yang ditulis berurutan.. itu mendahului induk kalimat. Jalan Pisang Baru 1. (seperti: tetapi atau melainkan) .4. daftar pustaka..J. M... jadi. Bandingkan: Semua siswa yang lulus ujian mendaftarkan.. ya... Tata yang dibalik susunannya dalam Bahasa Baru Indonesia.. tempat dan tanggal. “Saya gembira sekali”. akademik yang mengikutinya. kita harus berhati-hati. dari bagian lain dalam kalimat.. melainkan anak Pak didahului oleh kata Kamsi. Diantara nama orang dan gelar B. saya tidak akan pergi. Memisahkan kata seperti o. Sdr.. misalnya. soalnya tidak semudah itu. S.. hlm. Poerwadarminta. 1976). ia lupa akan janjinya. pandai sekali. Badingah.. terdapat pada awal kalimat .. ungkapan penghubung Jadi. saya mengucapkan di belakang keterangan yang terima kasih..

13. Merari. Yth. atau daftar.Weltevreden:Balai Poestaka. Departemen Dalam Negeri bagan. menunjukkan jumlah. dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.1 Isi 1. Pemakaian Pada akhir kalimat Tanya atau seru.1 Gambar 1.2 Tata cara 1.12 menit. Hari ini tanggal 4 April 2009. yg Contoh bukan Ayahku tinggal di Solo.980 jiwa.34.2.230 Gempa itu menewaskan 1. 12. memisahkan petikan langsung ”Berdiri lurus-lurus!” perintahnya.Patokan Umum 1.Tdiak dipakai untuk ”Di mana Anda tinggal?” tanya Karim. Tidak dipakai untuk Lihat halaman 11234. judul Siregar. Sdr. Pemgangunan B. Dirjen Agraria b.000. memisahkan bilangan yang tidak Nomor gironya 4335355. Tidak dipakai di belakang (1) Jalan Diponegoro 23 alamat pengirim dan tanggal surat Jakarta atau (2) nama dan alamat penerima surat.344.2. dengan tanda tanya dan tanda seru. Hasan .2 Tabel Untuk memisahkan angka jam. Di akhir angka/huruf dalam suatu a. A. Pukul 13. Diantara nama penulis. 1.1920. tabel. ikhtisar. dan sebagainya. Muh.III. dan detik yang menunjukkkan waktu. Memisahkan bilangan ribuan . dan tempat terbit dalam daftar pustaka. Tidak dipakai pada akhir judul Salah Asuhan yang merupakan kepala karangan Acara Kunjungan Adam Malik atau kepala ilustrasi. Azab dan tulisan yang tidak berakhiran Sengsara. Dirjen.

darinya 2. Kata ganti ku. ke. Bappenas. dll. dan nya (Ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya) Contoh: Kumilik. TNI. dan dari Ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada Contoh: Kain itu terletak di dalam lemari Bermalam saja di sini Kita perlu berpikir sepuluh tahun ke depan Ia datang dari Jogja kemarin Kecuali: Si Amin lebih tua daripada Nia Kami percaya kepadanya Ia masuk lalu keluar lagi .Palembang Akronim: singkatan yang berupa gabungan huruf awal. gabungan suku kata atau huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital Akronim yang bukan pemilu. tilang merupakan nama diri ditulis dengan huruf kecil Kata Ganti. dan Si (Sang) 1. rudal. suku kata yang diperlakukan sebagai kata. Akronim Contoh Pemakaian Gabungan dari huruf awal dari ABRI. Iwapi. deret kata maka seluruhnya ditulis dengan huruf besar Nama diri yang berupa Akabri. mu. dll. Kata Depan di. kata Depan. kau. LAN.

hulubalang-hulubalang. simpang empat. kendaraan. Hendak pulang pun sudah tidak ada ataupun. dan –tah Penggunaan Contoh ditulis serangkai dengan kataApakah yang tersirat dalam buku itu? yang mendahuluinya Siapakah gerangan dia? Apatah gunanya bersedih hati? pun ditulis terpisah dari kata yangApa pun yang dimakannya. rumah sakit. meja tulis. Mereka masuk satu per satu. watt-jam. Kecuali kata yngkurus.centang-parentang. tukar-menukar. mesinmenimbulkan salah pengertian. kereta api cepat luar biasa. anak-istri saya. orang-tua muda. Surat itu dikirimkan kembali kepada si pengirim. dsb.00 per meter Per (mulai. hitung tangan diberi tanda hubung . terusmenerus. Contoh: Harimau itu marah sekali pada sang Kancil. Ditulis terpisah demi. orang tua Gabungan kata yang termasuk Alat pandang-dengar. dan tiap) Penggunaan Contoh Kata gabungan (majemuk) ditulis Duta besar. Kata Ulang Ditulis lengkap dengan menggunakan tanda hubung Anak-anak. buku istilah khusus yang mungkin dapat sejarah-baru. Harga kain Rp2000.Kemarikan buku itu Semua orang terkemuka di desa itu hadir. terpisah persegi panjang. adik pun ingin pergi Pegawai digaji per 1 April. berjalan-jalan. sudah padu: adapun. sayur-mayur. Ayah pergi. Bawa kemari buku itu 3. dibesar-besarkan Partikel –lah. -kah. model linier. Kata si dan sang Ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. ia tetap mendahului. maupun.

Sedangkan yang dimaksud dengan kalimat majemuk yaitu . sisipan. manasuka. ultramodern. Jika kata hubungnya maha diikuti oleh kata esa dan kta yang bukan kata dasar. barangkali.Ditulis serangkai Acapkali. matahari. daripada. hanya dipakai dalam kombinasi. saptamarga. swadaya. akhirulkalam. Jika bertemu dengan kata yang berawalan huruf besar maka diberi tanda hubung (-) 2. puspawarna. bumiputera. Marilah kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih. makaditulis serangkai dasawarsa. adakalanya. dwiwarna. Pembeda antara kalimat tunggal dan kalimat majemuk adalah jumlah klausa yang ada di dalam kalimat. gabungan. Sebuah kalimat dikatakan kalimat tunggal jika dalam kalimat tersebut hanya terdapat sebuah klausa. sukarela. beasiswa. menyebarluaskan. Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa melindungi ia. olahraga. peribahasa. saripati. menengok akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya Jika kata dasarnya adalah kata Bertepuk tangan. narapidana. segitiga. Penggunaan Contoh Imbuhan (awalan. pan-Afrikanisme 1. garis bawahi. aerodinamika. dukacita. alhamdulillah. maka ditulis terpisah 1. paramasastra. Bergeletar. darmawisata. kilometer. pramuniaga. sukacita. saputangan. antarkota. ekstrakurikuler. dekameter. mancanegara. non-Indonesia. semiprofesional. bilamana. 1. penetapan. mengan sungai. kacamata. dasar yang mendapat awalan dan dilipatgandakan. atau sebar luaskan akhiran ditulis serangkaidengan kata langsung mengikuti atau mendahuluinya Ditulis serangkai dengan kata Menggarisbawahi. sebagaimana. awalan. penghancurleburan akhiran sekaligus Jika salah satu unsur gabungan kata Adipati. padahal.

Hubungan pemilihan ini ditandai kata penghubung atau. Hubungan perlawanan ini ditandai kata penghubung tetapi. . ayah berdiri. yang setara. atau yang sederajat. Ada tiga macam hubungan semantis dalam kalimat majemuk setara. 3. Hubungan 'perlawanan' Hubungan yang menyatakan bahwa yang dinyatakan dalam klausa pertama berlawanan dengan yang dinyatakan dalam klausa kedua. 2. Namun demikian tidak menutup kemungkinan konjungsi dalam kalimat jenis ini tidak digunakan. Hubungan 'penjumlahan' Hubungan yang menyatakan penjumlahan atau gabungan kegiatan. A. Kalimat Majemuk Koordinatif (kalimat majemuk setara) Kalimat majemuk koordinatif adalah kalimat majemuk yang klausa-klausanya memiliki status yang sama. Saya duduk. lalu menyuruh kami makan. atau. Contoh: Ia baik hati dan suka menolong teman yang mengalami kesusahan. Dia datang.kalimat yang terdiri atas lebih dari satu klausa. melainkan. kalimat majemuk subordinatif (kalimat majemuk bertingkat). keadaan. Klausa pertama berlawanan atau tidak sama dengan yang dinyatakan dalam klausa kedua. Hubungan 'pemilihan' Hubungan yang menyatakan pilihan di antara dua kemungkinan atau lebih yang dinyatakan oleh klausa-klausa yang dihubungkan. peristiwa. tetapi dia sudah pandai membaca. baik. Sebagai penghubung antar klausa dalam kalimat majemuk koordinatif digunakan konjungsi koordinatif. Saya sudah makan banyak. . tetapi masih saja lapar. maupun. 1. • Adikku belum bersekolah. dan kalimat majemuk kompleks. yaitu dan. • Aku yang datang ke rumahmu atau kamu yang datang ke rumahku? B. Hubungan penjumlahan ini ditandai dengan kata penghubung dan. tetapi. Contoh kalimat tunggal • Ibu memasak nasi • Kami menonton film horor Kalimat mejemuk jika dilihat dari sifat hubungan antar klausa di dalam kalimat dibedakan menjadi beberapa jenis. dan adik berlari-lari. dan lalu. Maksud ketidaksetaraan ini yaitu klausa-kalusa yang ada dalam kalimat ini menduduki posisi yang berbeda yaitu ada yang bertindak sebagai . serta. atau proses. Contoh : Dia datang dan duduk di sebelah saya. yaitu kalimat majemuk koordinatif (kalimat majemuk setara). Kalimat Majemuk Subordinatif (kalimat majemuk bertingkat) Kalimat majemuk subordinatif yaitu kalimat majemuk yang hubungan antara klausaklausanya tidak setara atau tidak sederajat.

dalam jenis ini pun terkadang konjungsi tidak selalu digunakan. andaikata. meskipun. Seperti dalam jenis koordinatif. Contoh : Nenek membaca majalah tadi siang. anak kalimat pengganti objek. seusai. dan karena. ketika. Penghubung atau konjungsi nyang digunakan dalam hubungan kalimat majemuk jenis ini yaitu kalau. ibu juga akan pergi. sebelum. sampai. saya sudah terbiasa hidup sederhana. agar supaya. klausa “ Nenek membaca majalah ” berstatus sebagai klausa atasan. 1. . Hubungan 'syarat' Kata penghubung yang digunakan adalah seandainya. • Jika Anda mau mendengarkannya. kakek tetap merokok. berikut ini beberapa konjungsi dalam kalimat majemuk bertingkat besrta hubungan antarklausa yang diciptakan. semenjak. dan anak kalimat pengganti keterangan. Dari pandangan ini muncullah istilah anak kalimat pengganti subjek. saya akan bercerita. Pandangan kedua. sesudah. sehabis. tatkala.klausa atasan dan ada yang sebagai klausa bawahan. anak kalimat pengganti predikat. Kalimat tunggal tersebut kemudian diubah menjadi kalimat majemuk Nenek membaca majalah ketika kakek pergi ke pasar. sedangkan klausa “ Kakek pergi ke pasar “ berkedudukan sebagai klausa bawahan. Hubungan 'waktu' Kata penghubung yang digunakan adalah sejak. sedari. • Pembangunan balai desa ini akan berjalan lancar andaikata seluruh warga mau berpartisipasi. Dari contoh tersebut terlihat frasa tadi siang yang merupakan bagian dari klausa “Nenek membaca majalah tadi siang” diluaskan (dideskripsikan) menjadi “ ketika kakek pergi ke pasar”. Pembentukan kalimat majemuk subordinatif memiliki dua sudut yang bertentangan. Meskipun ada larangan merokok. sementara. 3. • Sejak anak-anak. di mana klausa yang satu dianggap sebagai klausa atasan atau klausa utama (kadang disebut induk kalimat). dan biar. Contoh : Nenek membaca majalah ketika kakek pergi ke pasar. bilamana. Untuk memperlihatkan hubungan antar klausa yang terdapat dalam kalimat maemuk bertingkat dibutuhkan kata penghubung atau konjungsi. Karena banyak yang tidak berangkat. konstruksi kalimat subordinatif dianggap sebagai hasil proses perluasan terhadap salah satu unsur klausanya. Contoh : Kalau ayah pergi. ketika. 2. sedangkan yang lain disebut klausa bawahan (anak kalimat). sesudah. seraya. Dalam pandangan yang kedua ini dinyatakan bahwa setiap unsur kalimat dapat diperluas untuk dijadikan anak kalimat. serta. supaya. sambil. setelah. jika. hingga. Dari kalimat tersebut. kuliah diliburkan. Hubungan 'tujuan' Kata penghubung yang digunakan adalah agar. selama. Nenek membaca majalah ketika kakek pergi ke pasar. hingga. selagi. Pertama dipandang sebagai hasil proses menggabungkan dua buah klausa atau lebih. • Penghubung kalimat majemuk bertingkat Kalimat majemuk bertingkat memperlihatkan berbagai jenis hubungan semantis antara klausa yang membentuknya.

• Ia tidak tahu bahwa ayahnya seorang karyawan teladan. • Rencana penyelenggaraan pentas seni di sekolah saya ditunda karena para pengisi acara belum siap. Hubungan 'konsesif' Kata penghubung yang digunakan adalah walaupun.• Saya mengerjakan tugas itu sampai malam agar besok pagi dapat mengumpulkannya. sampai. • Anak itu diam saja seolah-olah dia tidak melakukannya. Hubungan 'kenyataan' Kata penghubung yang digunakan adalah padahal. Hubungan 'hasil' Kata penghubung yang digunakan adalah makanya. • Karena ayah sedang kesulitan. Hubungan 'penjelasan' Kata penghubung yang digunakan adalah bahwa. karena. sedangkan. • Wajah Tono cemberut. C. meskipun. Hubungan 'perbandingan' Kata penghubung yang digunakan adalah seperti. kakek mengambil uang di tabungan dan memberikannya kepada ayah. Dengan kata lain kalimat ini merupakan percampuran antara kalimat majemuk koordinatif dengan kalimat majemuk subordinatif atau biasa juga disebut dengan istilah kalimat majemuk campuran. 11. Hubungan 'penyebaban' Kata penghubung yang digunakan adalah sebab. 7. Hubungan 'sangkalan' Kata penghubung yang digunakan adalah seolah-olah. 6. makanya saya takut untuk mendekatinya. maka. 4. bagaikan. di mana ada klausa yang dihubungkan secara koordinatif dan ada pula yang dihubungkan secara subordinatif. ibarat. padahal dia tahu banyak hal. 9. • Walaupun hatinya sedih. • Ia merangkai bunga-bunga itu dengan penuh konsentrasi. 12. laksana. ibu itu tidak mau menangis di hadapan anakanaknya. sungguhpun. • Bu Tati menyayangi kemenakannya seperti beliau menyayangi anakanaknya. • Dia pura-pura tidak tahu. alih-alih. 10. Kalimat Majemuk Kompleks (kalimat majemuk campuran) Kalimat majemuk kompleks adalah kalimat majemuk yang terdiri atas tiga klausa atau lebih. Hubungan 'akibat' Kata penghubung yang digunakan adalah sehingga. Contoh : • Nenek membaca majalah ketika kakek pergi ke pasar dan tidak ada pekerjaan lain yang harus diselesaikan. seakan-akan. 8. 5. Hubungan 'cara' Kata penghubung yang digunakan adalah dengan. . • Pada saat ini harga buku memang sangat mahal sehingga kami tidak sanggup membelinya. kendatipun.

atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu. Tidak menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak. Tidak Menjamakkan Subjek Contoh: Tomi pergi ke kampus. dia tidak ikut belajar bersama di rumahku. Ciri-Ciri Kalimat Efektif 1. (tidak efektif) Dia sudah menunggumu sejak pagi. b. tetapi tidak menyalahi kaidah tata bahasa. Hal ini dikarenakan. (tidak efektif) Karena tidak diajak. penggunaan kata yang berlebih akan mengaburkan maksud kalimat. kemudian ke perpustakaan (efektif) 2. d. Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat. kami teruskan acara ini.Kecermatan Dalam Pemilihan dan Penggunaan Kata Dalam membuat kalimat efektif jangan sampai menjadi kalimat yang ambigu (menimbulkan tafsiran ganda). predikat (P).mengemukakan pemahaman yang sama tepatnya antara pikiran pendengar atau pembaca dengan yang dipikirkan pembaca atau penulisnya.Kehematan Kehematan dalam kalimat efektif maksudnya adalah hemat dalam mempergunakan kata. Mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah (efektif).secara tepat mewakili pikiran pembicara atau penulisnya. Di dalam kalimat efektif harus memiliki keseimbangan dalam pemakaian struktur bahasa. ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan untuk dapat melakukan penghematan. dia tidak ikut belajar bersama di rumahku.Kesatuan atau Kepaduan Kesatuan atau kepaduan di sini maksudnya adalah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu. 2. keterangan (K). kemudian Tomi pergi ke perpustakaan (tidak efektif) Tomi pergi ke kampus. yaitu: a. (efektif) 4.Pengertian Kalimat Efektif Kalimat efektif adalah kalimat yang mengungkapkan pikiran atau gagasan yang disampaikan sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain. Contoh: Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah (ambigu dan tidak efektif).Kesepadanan Suatu kalimat efektif harus memenuhi unsur gramatikal yaitu unsur subjek (S). (tidak efektif) Untuk menghemat waktu. 3. Menghilangkan pengulangan subjek. objek (O). Kalimat efektif syarat-syarat sebagai berikut: 1. kami teruskan acara ini. frasa. Contoh: Untuk mempersingkat waktu. Contoh: Karena ia tidak diajak. Ada beberapa hal yang perlu . Hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal. Untuk itu.Kelogisan Kelogisan ialah bahwa ide kalimat itu dapat dengan mudah dipahami dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku. Contoh: Budi (S) pergi (P) ke kampus (KT). sehingga informasi yang disampaikannya tidak terpecah-pecah. c. Menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata. (efektif) 5. (efektif) Dia sudah menunggumu sejak dari pagi.

Mempergunakan partikel penekanan (penegasan). Jika pertama menggunakan verba. (tidak efektif) Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan. Pada kesempatan lain. (tidak efektif) Harga sembako dibekukan atau dinaikkan secara luwes. Contoh: Anak itu bodoh. (tidak efektif) Kita harus mengembalikan kepribadian orang-orang kota yang sudah meninggalkan rasa kemanusiaan.juga. (efektif) Makalah ini membahas tentang teknologi fiber optik.Ketegasan Ketegasan atau penekanan ialah suatu perlakuan penonjolan terhadap ide pokok dari kalimat. maka kalimat berikutnya harus menggunakan kata kerja berimbuhan me. (tidak efektif) Makalah ini membahas teknologi fiber optik. c. telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar. atau sejuta. Meletakkan kata yang ditonjolkan itu di depan kalimat (di awal kalimat). dan –kah. Contoh: Kita harus dapat mengembalikan kepada kepribadian kita orang-orang kota yang telah terlanjurmeninggalkan rasa kemanusiaan itu. (salah) Bukan seratus. (efektif) 6. (efektif) 7. yaitu: a. tetapi pintar. Contoh: Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain. tetapi berjuta-juta rupiah. (benar) c. -pun. (efektif) Harga sembako dibekukan atau kenaikan secara luwes. ada beberapa cara. telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar. cerita itu sangat mengharukan. seribu. seperti: partikel –lah. Jika kalimat pertama menggunakan kata kerja berimbuhan me-. Contoh: . (ketegasan) b. Kalimat yang padu tidak bertele-tele dan tidak mencerminkan cara berpikir yang tidak simetris. sejuta. Contoh: Cerita itu begitu menarik. Membuat urutan kata yang bertahap. (efektif) Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan. Contoh: Bukan seribu. yaitu: a. e. d. b. kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini. tetapi berjuta-juta rupiah. atau seratus. bentuk kedua juga menggunakan verba. (ketegasan) Presiden mengharapkan agar rakyat membangun bangsa dan negara ini dengan kemampuan yang ada pada dirinya. Kalimat yang padu mempergunakan pola aspek + agen + verbal secara tertib dalam kalimat-kalimat yang berpredikat pasif persona. Melakukan pengulangan kata (repetisi). Untuk membentuk penekanan dalam suatu kalimat. Kalimat yang padu tidak perlu menyisipkan sebuah kata seperti daripada atau tentang antara predikat kata kerja dan objek penderita.Keparalelan atau Kesajajaran Keparalelan atau kesejajaran adalah kesamaan bentuk kata atau imbuhan yang digunakan dalam kalimat itu. Contoh: Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan.diperhatikan untuk menciptakan kepaduan kalimat. Harapan presiden ialah agar rakyat membangun bangsa dan negaranya. Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan.

dan kalimat. Contoh: Ingat kami harus bertobat. Maksudnya kata yang dipentingkan diulang beberapa kali berturut-turut. F. D. yaitu: 1. E. Tarigan bahwa majas adalah cara mengungkapkan pikiran melalui bahasa secara khas yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian penulis. Contoh: Karena buah penanya itu menjadi buah bibir orang. Gaya bahasa dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok. Gaya bahasa perulangan 2. Kiasmus Kiasmus ialah gaya bahasa yang berisikan perulangan dan sekaligus merupakan inversi atau pembalikan susunan antara dua kata dalam satu kalimat. . Epizeukis Epizeukis ialah gaya bahasa perulangan yang bersifat langsung. Contoh: Kau keraskan kalbunya Bagai batu membesi benar Timbul telangkai bertongkat urat Ditunjang pengacara petah pasih B. Tautotes Tautotes ialah gaya bahasa perulangan yang berupa pengulangan sebuah kata berkali-kali dalam sebuah konstruksi. frase.Dapatkah mereka mengerti maksud perkataanku? Dialah yang harus bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas ini. Menurut Prof. Aliterasi Aliterasi ialah sejenis gaya bahasa yang berwujud perulangan konsonan pada suatu kata atau beberapa kata. Contoh: Ia menyalahkan yang benar dan membenarkan yang salah. sopan santun. klausa. Antanaklasis Antanaklasis ialah sejenis gaya bahasa yang mengandung perulangan kata dengan makna berbeda. Gaya Bahasa Perulangan A. pada suatu kata atau beberapa kata. Biasanya dipergunakan dalam puisi untuk mendapatkan efek penekanan. G. bertobat. Gaya bahasa pertentangan 4. biasanya terjadi pada puisi. Gaya bahasa pertautan 1. dan menarik. Gaya bahasa perbandingan 3. H. sebuah majas dikatakan baik bila mengandung tiga dasar. Contoh: Segala ada menekan dada Mati api di dalam hati Harum sekuntum bunga rahasia Dengan hitam kelam C. Majas A. Dr. yaitu: kejujuran. sekali lagi bertobat. Menurut Goris Keraf. Asonansi Asonansi ialah sejenis gaya bahasa refetisi yang berjudul perulangan vokal. Unsur kebahasaan antara lain: pilihan kata. Majas/ Gaya Bahasa Majas adalah cara menampilkan diri dalam bahasa.

Contoh: Seperti air dengan minyak. serupa. K. H. Gaya Bahasa Perbandingan Perumpamaan Perumpamaan ialah padanan kata atau simile yang berarti seperti. Tak pecah. . Contoh: Dalam raga ada darah Dalam darah ada tenaga Dalam tenaga ada daya Dalam daya ada segalanya 2. kau dan aku sama saja. atau kalimat. Ada selusin piring ditumpuk ke atas. 1. laksana. Anafora Anafora ialah gaya bahasa repetisi yang merupakan perulangan kata pertama pada setiap baris atau kalimat. 1.G. Kucari kau karena cemas karena sayang. I. bak. L. sebagai. umpama. Epanalepsis Epanalepsis ialah gaya bahasa repetisi yang berupa perulangan kata pertama pada akhir baris. Contoh: Kucari kau dalam toko-toko. Mesodiplosis Mesodiplosis ialah gaya bahasa repetisi yang berupa pengulangan kata atau frase di tengah-tengah baris atau kalimat secara berturut-turut. kau adalah aku. Simploke Simploke ialah gaya bahasa repetisi yang berupa perulangan awal dan akhir beberapa baris (kalimat secara berturut-turut). ibarat. Contoh: Aku adalah angin yang kembara. Tak pecah. Anadiplosis Anadiplosis ialah gaya bahasa repetisi yang kata atau frase terakhir dari suatu kalimat atau klausa menjadi kata atau frase pertama pada klausa atau kalimat berikutnya. klausa. Contoh: Aku adalah kau. Kucari kau karena kaya mesti diganyang. Secara eksplisit jenis gaya bahasa ini ditandai oleh pemakaian kata: seperti. Contoh: Pendidik harus meningkatkan kecerdasan bangsa. Contoh: Ibumu sedang memasak di dapur ketika kau tidur. Aku mencercah daging ketika kau tidur. Metafora Metafora ialah gaya bahasa yang membandingkan dua hal secara implisit. Epistrofa (efifora) Epistrofa ialah gaya bahasa repetisi yang berupa perulangan kata pada akhir baris atau kalimat berurutan. Contoh: Saya akan berusaha meraih cita-cita saya. Kucari kau karena sayang karena bimbang. Para dokter harus meningkatkan kesehatan masyarakat. Tak pecah. Ada selusin barang lain ditumpuk ke atas. J. Contoh: Ada selusin gelas ditumpuk ke atas.

Contoh: Bunga ros menjaga dirinya dengan duri. Antitesis Antitesis ialah gaya bahasa yang mengandung gagasan-gagasan yang bertentangan. aku jadi tangkainya. Biasanya memanfaatkan kata-kata: kalau. Perifrasis Perifrasis ialah gaya bahasa yang dalam pernyataannya sengaja menggunakan frase yang sebenarnya dapat diganti dengan sebuah kata saja. Namun. 1. misalkan. Personifikasi Personifikasi ialah gaya bahasa yang melekatkan sifat-sifat insani pada barang atau benda yang tidak bernyawa ataupun pada ide yang abstrak. kemudian memeriksa dan memperbaiki yang mana yang salah. 1. Contoh: Capek mulut saya berbicara. 1. Contoh: Kalau engkau jadi bunga. Alegori Alegori ialah gaya bahasa yang menggunakan lambang-lambang yang termasuk dalam alegon antara lain: Fabel. sekiranya. Tautologi adalah gaya bahasa yang menggunakan kata atau frase yang searti dengan kata yang telah disebutkan terdahulu. Contoh: Wita telah menyelesaikan sekolahnya tahun 1988 (lulus). contoh: Cerita Adam dan Hawa 1. 1. Contoh: Silakan Riki maju. seumpama. Contoh: Apa maksud dan tujuannya datang ke mari? 1. seandainya. Contoh: Dia gembira atas kegagalanku dalam ujian. jikalau. Antisipasi (prolepsis) Antisipasi ialah gaya bahasa yang dalam pernyataannya menggunakan frase pendahuluan yang isinya sebenarnya masih akan dikerjakan atau akan terjadi. Pleonasme dan Tautologi Pleonasme adalah penggunaan kata yang mubazir yang sebesarnya tidak perlu. contoh: Kancil dan Buaya Parabel. bila. Contoh: Aku melonjak kegirangan karena aku mendapatkan piala kemenangan. maksud saya Rini! . 1.1. Koreksio (epanortosis) Koreksio ialah gaya bahasa yang dalam pernyataannya mula-mula ingin menegaskan sesuatu. Depersonifikasi Depersonifikasi ialah gaya bahasa yang melekatkan sifat-sifat suatu benda tak bernyawa pada manusia atau insan. bukan.

1. 1. Zeugma dan Silepsis Zeugma ialah gaya bahasa yang menggunakan dua konstruksi rapatan dengan cara menghubungkan sebuah kata dengan dua atau lebih kata lain. Paronomosia Paronomasia ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang berisi penjajaran katakata yang sama bunyinya. tetapi kata tadi diterapkan pada kata lain yang sebenarnya mempunyai makna lain. Oksimoron Oksimoron ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang di dalamnya mengandung pertentangan dengan menggunakan kata-kata yang berlawanan dalam frase atau dalam kalimat yang sama. 1. memperhebat. Dalam zeugma kata yang dipakai untuk membawahkan kedua kata berikutnya sebenarnya hanya cocok untuk salah satu dari padanya. Gaya Bahasa Pertentangan Hiperbola Hiperbola ialah gaya bahasa yang mengandung pernyataan yang berlebih-lebihan baik jumlah. Litotes Litotes ialah majas yang berupa pernyataan yang bersifat mengecilkan kenyataan yang sebenarnya. tetapi berlainan maknanya.3. 1. Contoh: Ia sudah kehilangan topi dan semangatnya. Dalam silepsis kata yang dipergunakannya itu secara gramatikal benar. meningkatkan kesan dan pengaruhnya. 1. 1. Ironi Ironi ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang isinya bertentangan dengan kenyataan yang sebenarnya. . Satire Satire ialah gaya bahasa sejenis argumen atau puisi atau karangan yang berisi kritik sosial baik secara terang-terangan maupun terselubung. ukuran. Contoh: Bisa ular itu bisa masuk ke sel-sel darah. Contoh: Apa yang kami berikan ini memang tak berarti buatmu. Contoh: Bagus benar rapormu Bar. Contoh: Pemikiran-pemikirannya tersebar ke seluruh dunia. Contoh: Olahraga mendaki gunung memang menarik walupun sangat membahayakan. ataupun sifatnya dengan tujuan untuk menekan. banyak merahnya. Contoh: Kami sudah mendengar berita itu dari radio dan surat kabar. 1.

datanglah dan lepaskan kami dari cengkraman durjana. Apostrof Apostrof ialah gaya bahasa yang berupa pengalihan amanat dari yang hadir kepada yang tidak hadir. Klimaks Klimaks ialah gaya bahasa yang berupa susunan ungkapan yang makin lama makin mengandung penekanan atau makin meningkat kepentingannya dari gagasan atau ungkapan sebelumnya. 1. 1.Contoh: Jemu aku dengan bicaramu. Contoh: Teman akrab adakalanya merupakan musuh sejati. Anastrof atau inversi . Contoh: Hidup kita diharapkan berguna bagi saudara. dan SD. siswa SLTA. 1. kebahagiaan Sudah sepuluh tahun engkau bicara Aku masih tak punya celana Budak kurus pengangkut sampah 1. Kemakmuran. Antifrasis Antifrasis ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang menggunakan sebuah kata dengan makna kebalikannya. orang tua. yang berupa rangkaian kata yang mengungkapkan sindiran dengan menyatakan kebalikan dari kenyataan. Contoh: Dia memang baik. cuma agak kurang jujur. nusa bangsa dan negara. Contoh: Bahasa Indonesia diajarkan kepada mahasiswa. Contoh ironi: Kami tahu bahwa kau memang orang yang jujur sehingga tak ada satu orang pun yang percaya padamu. 1. SLTP. Contoh: Wahai dewa yang agung. Paradoks Paradoks ialah gaya bahasa yang mengandung pertentangan yang nyata dengan faktafakta yang ada. Anti klimaks Antiklimaks ialah suatu pernyataan yang berisi gagasan-gagasan yang disusun dengan urutan dari yang penting hingga yang kurang penting. Berbeda dengan ironi. keadilan. 1. 1. Contoh Antifrasis: Lihatlah sang raksasa telah tiba (maksudnya si cebol). sedangkan pada antifrasis hanya sebuah kata saja yang menyatakan kebalikan itu. Inuendo Inuendo ialah gaya bahasa yang berupa sindiran dengan mengecilkan kenyataan yang sebenarnya.

Sarkasme Sarkasme ialah gaya bahasa yang mengandung sindiran atau olok-olok yang pedas atau kasar. Sinisme Sinisme ialah gaya bahasa yang merupakan sindiran yang berbentuk kesangsian yang mengandung ejekan terhadap keikhlasan atau ketulusan hati. 1. atau ciri sebagai pengganti barang itu sendiri. orang. Contoh Sinekdoke totem pro parte: Dalam pertandingan itu Indonesia menang satu lawan Malaysia. Contoh Sinekdoke pars pro toto: Lima ekor kambing telah dipotong pada acara itu. Apofasis Apofasis ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang tampaknya menolak sesuatu. Contoh: Anda benar-benar hebat sehingga pasir di gurun sahara pun dapat Anda hitung. Contoh: Ia duduk pada bangku yang gelisah. Sinekdoke Sinekdoke ialah gaya bahasa yang menyebutkan nama sebagian sebagai nama pengganti barang sendiri. 1. Contoh: Kau memang benar-benar bajingan. Hipalase Hipalase ialah gaya bahasa yang berupa sebuah pernyataan yang menggunakan kata untuk menerangkan suatu kata yang seharusnya lebih tepat dikarenakan kata yang lain. 1. 1. 1. Metonimia Metonimia ialah gaya bahasa yang menggunakan nama barang. hal. Contoh : Jika kau memenangkan pertandingan itu berarti kematian akan kau alami. 4. Histeron Proteran Histeron Proteran ialah gaya bahasa yang isinya merupakan kebalikan dari suatu yang logis atau kebalikan dari sesuatu yang wajar. Contoh: Parker jauh lebih mahal daripada pilot. tetapi sebenarnya justru menegaskannya.Anastrof ialah gaya bahasa retoris yang diperoleh dengan membalikkan susunan kata dalam kalimat atau mengubah urutan unsur-unsur konstruksi sintaksis. Contoh : Sebenarnya saya tidak sampai hati mengatakan bahwa anakmu kurang ajar. Contoh: Diceraikannya istrinya tanpa setahu saudara-saudaranya. . 1. Gaya Bahasa Pertautan 1.

1. tetapi juga harus memberantasnya (Ini contoh yang tidak baik).Bukan saja perbuatan itu harus dikutuk. Epitet Epitet ialah gaya bahasa yang berupa keterangan yang menyatakan sesuatu sifat atau ciri yang khas dari seseorang atau suatu hal. 1. Contoh: Kepala sekolah mengundang para orang tua murid. 1. 1. Elipsis . Eufimisme Eufimisme ialah ungkapan yang lebih halus sebagai pengganti ungkapan yang dirasa lebih kasar yang dianggap merugikan atau yang tidak menyenangkan. Alusio Alusia ialah gaya bahasa yang menunjuk secara tidak langsung ke suatu pristiwa atau tokoh yang telah umum dikenal/ diketahui orang. . tetapi juga harus diberantas. Contoh: + Bukan saja perbuatan itu harus dikutuk. Erotesis Erotesis ialah gaya bahasa yang berupa pertanyaan yang tidak menuntut jawaban sama sekali. Contoh: Dengan latihan yang sungguh saya yakin Anda akan menjadi Mike Tyson. Contoh: Tunasusila sebagai pengganti pelacur. Contoh: Apakah peristiwa Madiun akan terjadi lagi di sini? 1. Contoh: Tegakah membiarkan anak-anak dalam kesengsaraan? 1. Antonomasia Antonomasia ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang menggunakan gelar resmi atau jabatan sebagai pengganti nama diri. Contoh: Putri malam menyambut kedatangan remaja yang sedang mabuk asmara. Paralelisme Paralelisme ialah gaya bahasa yang berusaha menyejajarkan pemakaian kata-kata atau frase-frase yang menduduki fungsi yang sama dan memiliki bentuk gramatikal yang sama. 1.1. Eponim Eponim ialah gaya bahasa yang menyebut nama seseorang yang begitu sering dihubungkan dengan sifat tertentu sehingga nama itu dipakai untuk menyatakan sifat itu.

rohani yang kuat dan tangguh. Polisindeton Polisindenton ialah gaya bahasa yang berupa sebuah kalimat atau sebuah konstruksi yang mengandung kata-kata yang sejajar dan dihubungkan dengan kata-kata penghubung. 1. Contoh: Kita harus membangun. ibu. Saya sekarang sudah mengerti ( Penghilangan obyek). 1. Contoh: Pembangunan memerlukan sarana dan prasarana juga dana serta kemampuan pelaksana. Gradasi Gradasi ialah gaya bahasa yang mengandung beberapa kata (sedikitnya tiga kata) yang diulang dalam konstruksi itu.Elipsis ialah gaya bahasa yang di dalamnya terdapat penanggalan atau penghilangan salah satu atau beberapa unsur penting dari suatu konstruksi sintaksis. tetapi tidak dihubungkan dengan kata-kata penghubung. Makna A. tanpa kaitan dengan kata yang lainnya dalam sebuah struktur (frase klausa atau kalimat). Contoh: Ayah. Contoh: rumah makan makanan : bangunan untuk tempat tinggal manusia : mengunyah dan menelan sesuatu : segala sesuatu yang boleh dimakan . membangun jasmani dan rohani. Mari makan!(penghilangan subyek dan obyek). 1. Asindeton Asindenton ialah gaya bahasa yang berupa sebuah kalimat atau suatu konstruksi yang mengandung kata-kata yang sejajar. Makna Leksikal dan Makna Gramatikal Makna leksikal ialah makna kata secara lepas. anak merupakan inti dari sebuah keluarga. Saya akan berangkat (penghilangan unsur Keterangan). Contoh: Mereka ke Jakarta minggu lalu (perhitungan prediksi). Pulangnya membawa oleh-oleh banyak sekali (Penghilangan subyek). dengan ketangguhan itu kita maju.

kulitnya bersisik. pemajemukan). pekerjaan. Makna konotatif (evaluasi) ialah makna tambahan terhadap makna dasarnya yang berupa nilai rasa atau gambar tertentu. Makna Denotasi dan Konotasi Makna denotatif (referensial) ialah makna yang menunjukkan langsung pada acuan atau makna dasarnya. Contoh: merah ular : warna seperti warna darah. tidak berkaki. dan karyawan.menakutkan/ berbahaya Makna dasar beberapa kata misalnya: buruh. Contoh: berumah rumah-rumah rumah makan rumah ayah : mempunyai rumah : banyak rumah : rumah tempat makan : rumah milik ayah B. pegawai. : binatang ……………………. Contoh: Makna dasar (denotasi) merah ular Makna tambahan (konotasi) berani. Konotasi dapat dibedakan atas dua macam. yaitu orang yang bekerja. pengulangan. Contoh: Konotasi positif suami istri Konotasi negatif laki bini . tetapi nilai rasanya berbeda. dilarang : warna ………………………. Kata buruh dan pekerja bernilai rasa rendah/ kasar.Makna leksikal kata-kata tersebut dimuat dalam kamus. Makna gramatikal (struktur) ialah makna baru yang timbul akibat terjadinya proses gramatikal (pengimbuhan. memang sama. : binatang menjalar.. sedangkan pegawai dan karyawan bernilai rasa tinggi. yaitu konotasi positif dan konotasi negatif.

C. Antonim Antonim ialah kata-kata yang berlawanan maknanya/ oposisi. Contoh: a. Hubungan Makna Sinonim Sinonim ialah dua kata atau lebih yang memiliki makna yang sama atau hampir sama. tetapi maknanya berbeda. 1. Homonim Homonim ialah dua kata atau lebih yang ejaannya sama. lafalnya sama. . yang sama maknanya sudah .sangat yang hampir sama maknanya untuk – bagi – buat – guna cinta – kasih – sayang melihat – mengerling – menatap – menengok 2.karena amat b. sedangkan katakata yang bermakna konotatif wajar digunakan dalam karya sastra.telah sebab . Contoh: besar ibu bertanya >< kecil >< bapak >< menjawab 3.tunanetra pria buta laki-laki Kata-kata yang bermakna denotatif tepat digunakan dalam karya ilmiah. Contoh: bisa I : racun .

Homograf : dapat : minuman : salinan Homograf adalah dua kata atau lebih yang tulisannya sama. dan maknanya berbeda. Contoh: bang dengan bank masa dengan massa 6. e. c. dan maknanya berbeda. Contoh: a.bisa II kopi I kopi II 4. ucapannya sama. 7. Hiponim Hiponim ialah kata-kata yang tingkatnya ada di bawah kata yang menjadi superordinatnya/ hipernim (kelas atas). d. Contoh: tahu tahu teras teras 5. Dia jatuh dalam ujiannya. Harga tembakau jatuh. Setiba di rumah dia jatuh sakit. Didik jatuh dari sepeda. ucapannya berbeda. Polisemi Polisemi ialah suatu kata yang memilki makna banyak. Homofon : makanan : paham : inti kayu : bagian rumah Homofon ialah dua kata atau lebih yang tulisannya berbeda. Peringatan HUT RI ke-55 jatuhhari Minggu. . b.

D. Perubahan Makna Perluasan Makna (generalisasi) Perluasan makna ialah perubahan makna dari yang lebih khusus atau sempit ke yang lebih umum atau luas. sedangkan mawar. flamboyan. misalnya menjadi: selaras tentang insaf dengan berbicara akan Demikian pula contoh (2). anggrek. akan. anggrek. tidak tepat jika diubah atau digantikan.Contoh: Kata bunga merupakan superordinat. Makna Idiomatis Idiom ialah ungkapan bahasa berupa gabungan kata (frase) yang maknanya sudah menyatu dan tidak dapat ditafsirkan dengan unsur makna yang membentuknya. Hubungan mawar. idiom-idiom tersebut tidak dapat diubah misalnya menjadi: membanting kulit bertekuk paha mengadu kambing E. dengan kata-kata yang digabungkannya merupakan ungkapan tetap. . melati. dan flamboyan disebut kohiponim. 1. Contoh: (1) selaras dengan insaf akan berbicara tentang (2) membanting tulang bertekuk lutut mengadu domba Pada contoh (1) terlihat bahwa kata tugas dengan. melati. Contoh: makna lama bapak: orang tua laki-laki makna baru semua orang laki-laki yang lebih tua atau berkedudukan lebih tinggi. dan sebagainya merupakan hiponimnya. tentang. Jadi. Cakupan makna baru tersebut lebih luas daripada makna lama.

Contoh: makna lama: sarjana pendeta madrasah : cendikiawan . Contoh: makna lama: bini: perempuan yang sudah dinikahi bunting: mengandung makna baru: lebih rendah daripada istri/ nyonya lebih rendah dari kata hamil 5. makna baru: lulusan perguruan tinggi guru Kristen sekolah agama Islam : orang yang berilmu : sekolah 3. 2. Penurunan Makna (Peyorasi) Penurunan makna ialah perubahan makna yang mengakibatkan makna baru dirasakan lebih rendah/ kurang baik/ kurang menyenangkan nilainya daripada makna lama. Contoh: makna lama: bung putra makna baru: : panggilan kepada orang laki-laki panggilan kepada pemimpin : anak laki-laki lebih tinggi daripada anak 4. Penyempitan Makna (Spesialisasi) Penyempitan makna ialah perubahan makna dari yang lebih umum/ luas ke yang lebih khusus/ sempit. Peninggian Makna (ameliorasi) Peninggian makna ialah perubahan makna yang mengakibatkan makna yang baru dirasakan lebih tingg/ hormat/ halus/ baik nilainya daripada makna lama. Cakupan baru/ sekarang lebih sempit daripada makna lama (semula).saudara: anak yang sekandung semua orang yang sama umur/ derajat. Persamaan (asosiasi) .

sedangkan kata khusus ialah kata yang sempit/ terbatas ruang lingkupnya. Pertukaran (sinestesia) Sinestesia ialah perubahan makna akibat pertukaran tanggapan dua indera yang berbeda dari indera penglihatan ke indera pendengar. Contoh: suaranya terang sekali rupanya manis namanya harum (pendengaran penglihatan) (penglihat perasa) (pendengar pencium) F. dari indera perasa ke indera pendengar.Asosiasi ialah perubahan makna yang terjadi akibat persamaan sifat antara makna lama dan makna baru. Klausa. : Bel berbunyi panjang tanda pelajaran habis. Contoh: Umum Khusus Umum Khusus : Darta menggendong adiknya sambilmembawa buku dan sepatu. Frase. Contoh: makna lama: amplop : sampul surat bunga : kembang makna baru: uang sogok gadis cantik Mencatut: mencabut dengan catut menarik keuntungan 6. : Darta menggendong adiknya sambilmengapit buku dan sepatu. dan sebagainya. dan Kalimat . Kata Umum dan Kata Khusus Kata umum ialah kata yang luas ruang lingkupnya dan dapat mencakup banyak hal. : Bel berdering panjang tanda pelajaran habis.

anak Pak Saleh. b. sama dengan unsur lainnya. Frase merupakan satuan gramatik yang terdiri dari dua kata atau lebih. sangat pandai Susi. Misalnya: akan datang. P. kemarin pagi. Perhatikan jajaran berikut: Susi. dalam hal ini unsur anak Pak Saleh. yaitu Susi. sangat pandai. Karena itu. anak Pak Saleh secara sematik unsur yang satu. Frase Frase adalah satuan gramatik yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi. Karena. Frase endosentrik dapat dibedakan menjadi tiga golongan yaitu: 1. sedangkan unsur lainnya merupakan atributif. Macam-macam frase: A. Frase endosentrik yang koordinatif. yaitu: unsur yang secara distribusional sama dengan seluruh frase dan secara semantik merupakan unsur terpenting. . Frase endosentrik yang apositif: frase yang atributnya berupa aposisi/ keterangan tambahan. pembinaan dan pengembangan belajar atau bekerja Frase endosentrik yang atributif. yang sedang menulis.. ini dibuktikan oleh kemungkinan unsur-unsur itu dihubungkan dengan kata penghubung. O. Misalnya: perjalanan panjang hari libur Perjalanan. anak Pak Saleh. yaitu frase yang terdiri dari unsur-unsur yang tidak setara. yaitu a. …. unsur anak Pak Saleh dapat menggantikan unsur Susi. Misalnya: Susi. atau K. Frase merupakan satuan yang tidak melebihi batas fungsi unsur klausa. unsur-unsurnya tidak mungkin dihubungkan. 3. Frase endosentrik Frase endosentrik adalah frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya. sangat pandai. Dari batasan di atas dapatlah dikemukakan bahwa frase mempunyai dua sifat. yaitu: frase yang terdiri dari unsur-unsur yang setara. Dalam frase Susi. maksudnya frase itu selalu terdapat dalam satu fungsi unsur klausa yaitu: S.A. Misalnya: kakek-nenek laki bini 2. hari merupakan unsur pusat.

anak Pak Saleh sangat pandai. sepuluh keping 4. Unsur Susi merupakan unsur pusat. dari desa D. Frase Bilangan: frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan kata bilangan. rumah sakit 2. Frase Nominal. B. Misalnya: di halaman sekolah. Makna ganda seperti itu disebut ambigu.. Frase Keterangan: frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan kata keterangan. Frase di dalam kelas tidak mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya. Misalnya: akan berlayar 3. Misalnya: tadi pagi. frase Keterangan. Misalnya: baju baru. Frase Verbal: frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan golongan kata verbal. Frase Depan: frase yang terdiri dari kata depan sebagai penanda. Misalnya: dua butir telur. Frase Nominal: frase yang memiliki distributif yang sama dengan kata nominal. diikuti oleh kata atau frase sebagai aksinnya. frase Verbal. Ketidaksamaan itu dapat dilihat dari jajaran berikut: Siswa kelas 1A sedang bergotong royong di …. 1. Siswa kelas 1A sedang bergotong royong …. kelas C. . frase Bilangan. besok sore 5. Frase Eksosentrik Frase eksosentrik ialah frase yang tidak mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya. Misalnya: Siswa kelas 1A sedang bergotong royong di dalam kelas.…. Frase Ambigu Frase ambigu artinya kegandaan makna yang menimbulkan keraguan atau mengaburkan maksud kalimat. sedangkan unsur anak Pak Saleh merupakan aposisi (Ap).

Berdasarkan unsur intinya 2. B. Penggolongan klausa: 1. Perancang yang menciptakan model busana untuk wanita. tempat mamaku bekerja. serta memilki potensi untuk menjadi kalimat. Pola-pola kalimat Sebuah kalimat luas dapat dipulangkan pada pola-pola dasar yang dianggap menjadi dasar pembentukan kalimat luas itu. Klausa Klausa adalah satuan gramatika yang terdiri dari subjek (S) dan predikat (P) baik disertai objek (O). a. 2. Frase perancang busana wanita dapat menimbulkan pengertian ganda: 1. 1. b.Misalnya: Perusahaan pakaian milik perancang busana wanita terkenal. Perancang busana yang berjenis kelamin wanita. berbaik hati mau melunaskan semua tunggakan sekolahku. Unsur inti klausa ialah subjek (S) dan predikat (P). dan keterangan (K). Berdasarkan kategori kata atau frase yang menduduki fungsi predikat C. Kalimat Pengertian Kalimat adalah satuan bahasa yang terdiri dari dua kata atau lebih yang mengandung pikiran yang lengkap dan punya pola intonasi akhir. Pola kalimat I disebut kalimat ”verbal” 2. Misalnya: banyak orang mengatakan. Pola kalimat II = kata benda-kata sifat . Contoh: Ayah membaca koran di teras belakang. Berdasarkan ada tidaknya kata negatif yang secara gramatik menegatifkan predikat 3. Pola kalimat I = kata benda-kata kerja Contoh: Adik menangis. Anjing dipukul.

Paman Guru Pola pikir kalimat III disebut kalimat nominal atau kalimat ekuasional. menjadi. Kalimat majemuk dapat terjadi dari: a. asalkan unsur-unsur tambahan itu tidak membentuk pola kalimat baru. Pola kalimat II disebut pola kalimat ”atributif” 3. di samping pola yang sudah ada. Sebuah kalimat tunggal yang bagian-bagiannya diperluas sedemikian rupa sehingga perluasan itu membentuk satu atau lebih pola kalimat baru. Kalimat Tunggal Ayah merokok. Ayah dari kantor. Pola kalimat IV (pola tambahan) = kata benda-adverbial Contoh: Ibu ke pasar. Pola kalimat III = kata benda-kata benda Contoh: Bapak pengarang. Jenis Kalimat Kalimat Tunggal Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri atas dua unsur inti pembentukan kalimat (subjek dan predikat) dan boleh diperluas dengan salah satu atau lebih unsurunsur tambahan (objek dan keterangan). Misalnya: Anak itu membaca puisi. 1. S-P Susunan Pola Kalimat S-P-O S-P-O-K 2. Ibu menyimpan uang di dalam laci. seperti: adalah. Adik minum susu. Pola kalimat IV disebut kalimat adverbial D. (kalimat tunggal) . merupakan.Contoh: Anak malas. 4. Kalimat Majemuk Kalimat majemuk adalah kalimat-kalimat yang mengandung dua pola kalimat atau lebih. Kalimat ini mengandung kata kerja bantu. Gunung tinggi.

Misalnya: Sisca anak yang baik lagi pula sangat pandai. melainkan. Kalimat majemuk setara menggabungkan. Ditinjau dari unsur kalimat yang mengalami perluasan dikenal adanya: a. lagipula. Misalnya: Dia sangat rajin. Kalimat majemuk setara perlawanan. c. Misalnya: Susi menulis surat (kalimat tunggal I) Bapak membaca koran (kalimat tunggal II) Susi menulis surat dan Bapak membaca koran. b. baik. kalimat majemuk bertingkat. Misalnya: Bapak minum teh atau Bapak makan nasi. tetapi adiknya sangat pemalas. Penggabungan dari dua atau lebih kalimat tunggal sehingga kalimat yang baru mengandung dua atau lebih pola kalimat. Berdasarkan sifat hubungannya. Biasanya memakai kata tugas: atau. Biasanya menggunakan kata-kata tugas: dan. Kalimat majemuk serta memilih.Anak yang menyapu di perpustakaan itu sedang membaca puisi. 1) Kalimat majemuk setara Kalimat majemuk setara adalah kalimat majemuk yang hubungan antara pola-pola kalimatnya sederajat. Sedangkan kalimat asal (bagian tetap) disebut induk kalimat. maupun. Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat penggati subjek. dan sebagainya. Biasanya memakai kata tugas: tetapi. serta. dan kalimat majemuk campuran. Misalnya: Diakuinya hal itu P S . bagian kalimat yang diperluas sehingga membentuk kalimat baru yang disebut anak kalimat. Kalimat majemuk setara terdiri atas: a. kalimat majemuk dapat dibedakan atas kalimat majemuk setara. 2) Kalimat majemuk bertingkat Kalimat majemuk yang terdiri dari perluasan kalimat tunggal. (subjek pada kalimat pertama diperluas) b.

Misalnya: Ketika ia duduk minum-minum. Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat pengganti predikat. Misalnya: Ayah pulang malam hari S P K Ayah pulang ketika kami makan malam anak kalimat pengganti keterangan 3) Kalimat majemuk campuran Kalimat majemuk campuran adalah kalimat majemuk hasil perluasan atau hasil gabungan beberapa kalimat tunggal yang sekurang-kurangnya terdiri atas tiga pola kalimat. datang seorang pemuda berpakaian bagus. Misalnya: Mereka sudah mengetahui hal itu. anak kalimat pengganti objek d. Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat pengganti keterangan. Ketika ia duduk minum-minum pola atasan datang seorang pemuda berpakaian bagus pola bawahan I datang menggunakan kendaraan roda empat pola bawahan II . anak kalimat pengganti subjek b. S P O Mereka sudah mengetahuibahwa saya yang mengambilnya.Diakuinya bahwa ia yang memukul anak itu. anak kalimat pengganti predikat c. Misalnya: Katanya begitu Katanya bahwa ia tidak sengaja menjatuhkan gelas itu. dan menggunakan kendaraan roda empat. Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat pengganti objek.

Kalimat inti Kalimat inti adalah kalimat mayor yang hanya terdiri atas dua kata dan sekaligus menjadi inti kalimat. kalimat transformasi belum tentu kalimat luas. Dengan perubahan kata urut kata. c. Ciri-ciri kalimat inti: 1) 2) 3) 4) b. Shinta..3. Contoh: Menangis adik. Luas. Contoh: Adik menangis? ii) iii) iv) . sekaligus juga adalah kalimat luas: Adik menangis tersedu-sedu kemarin pagi. dan Transformasi a. sewaktu pelajaran matematika. Kalimat Inti. Contoh: Radha. Contoh: Dengan penambahan jumlah kata tanpa menambah jumlah inti. c. Kalimat Luas. Contoh: Adik menangis. Kalimat transformasi Kalimat transformasi merupakan kalimat inti yang sudah mengalami perubahan atas keempat syarat di atas yang berarti mencakup juga kalimat luas. b. Arief. Artinya: tidak boleh menyebabkan perubahan atau pergeseran makna laksikalnya. dan Transformasi a. Luas. tetapi lebih. Kalimat luas Kalimat luas adalah kalimat inti yang sudah diperluas dengan kata-kata baru sehingga tidak hanya terdiri dari dua kata. Dengan perubahan intonasi. dan Mila sedang belajar dengan serius. Hanya terdiri atas dua kata Kedua kata itu sekaligus menjadi inti kalimat Tata urutannya adalah subjek mendahului predikat Intonasinya adalah intonasi ”berita yang netral”. i) Kalimat Inti. Kalimat transformasi. Contoh kalimat Inti. Namun. Mamas. Dengan penambahan jumlah inti sekaligus juga adalah kalimat luas: Adik menangis dan merengek kepada ayah untuk dibelikan komputer.

Kalimat mayor Kalimat mayor adalah kalimat yang sekurang-kurangnya mengandung dua unsur inti. Kalimat Tidak Efektif . Tepat : sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku. Arif ada di laboratorium. Jelas : berarti mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca. jelas. Contoh: Diam! Sudah siap? Pergi! Yang baru! Kalimat-kalimat di atas mengandung satu unsur inti atau unsur pusat. kalimat tersebut disebut kalimat mayor. Karena terdapat dua inti. Kalimat Minor Kalimat minor adalah kalimat yang hanya mengandung satu unsur inti atau unsur pusat. b. tetapi ayah menunggu kami di rumah Rati karena kami masih berada di sekolah. dan tepat. Contoh: Amir mengambil buku itu. Arif ada. Kalimat Efektif Kalimat efektif adalah kalimat berisikan gagasan pembicara atau penulis secara singka. 5. Singkat : hemat dalam pemakaian atau pemilihan kata-kata. Contoh: Amir mengambil. Kiki pergi ke Bandung. Kalimat Mayor dan Minor a. Ibu segera pergi ke rumah sakit menengok paman.4. Kiki pergi Ibu berangkat-ayah menunggu.

dilebarkan diperlebarkan (salah) memperkuat. Kepada siswa kelas I berkumpul di aula. (KPO) (salah) adanya kata depan yang tidak perlu Perkembangan daripada teknologi informasi sangat pesat. Sekolah mengadakan pentas seni Sekolah mengadakan pentas seni (salah) pleonasme= berlebihan. tumpang tindih contoh : 3. Selain daripada bekerja. . menguatkan memperkuatkan (salah) sangat baik. tidak perlu para) para bapak-bapak (bapak-bapak sudah jamak) banyak siswa-siswa (banyak siswa) saling pukul-memukul (pukul-memukul sudah bermakna ‘saling’) agar supaya (agar bersinonim dengan supaya) disebabkan karena (sebab bersinonim dengan karena) tidak memiliki subjek contoh: 4. para hadirin (hadirin sudah jamak. diperlebar. (KPS) (benar) ?? Di dalam buah mangga mengandung vitamin C. ia juga kuliah. Buah mangga mengandung vitamin C.Kalimat tidak efektif adalah kalimat yang tidak memiliki atau mempunyai sifat-sifat yang terdapat pada kalimat efektif. pukul-memukul saling pukul-memukul (salah) Di sekolah diadakan pentas seni.(SPO) (benar) Di dalam buah mangga terkandung vitamin C. baik sekali sangat baik sekali (salah) saling memukul. Sebab-Sebab Ketidakefektifan Kalimat 1. kontaminasi= merancukan 2 struktur benar 1 struktur salah contoh: 2.

8. 6. seharusnya presensi) Bola gagal masuk gawang. E. (Ia gagal meraih prestasi) (kata gagal lebih untuk subjek bernyawa) kesalahan pembentukan kata mengenyampingkan seharusnya mengesampingkan menyetop seharusnya menstop mensoal seharusnya menyoal ilmiawan seharusnya ilmuwan sejarawan seharusnya ahli sejarah pengaruh bahasa asing Rumah di mana ia tinggal … (the house where he lives …) (seharusnya tempat) Sebab-sebab daripada perselisihan … (cause of the quarrel) (kata daripada dihilangkan) Saya telah katakan … (I have told) (Ingat: pasif persona) (seharusnya telah saya katakan) pengaruh bahasa daerah … sudah pada hadir. salah nalar waktu dan tempat dipersilahkan. (Jawa: wis padha teka) (seharusnya sudah hadir) … oleh saya. (absen: tidak masuk. (Apakah bisa menolak?) Silakan maju ke depan. 7. (toilet tidak selalu berada di belakang) Saya absen dulu anak-anak. (naik selalu ke atas) Pak. (maju selalu ke depan) Adik mengajak temannya naik ke atas. (Siapa yang dipersilahkan) Mobil Pak Dapit mau dijual.5. saya minta izin ke belakang. . (Sunda: ku abdi) (seharusnya diganti dengan kalimat pasif persona) Jangan-jangan … (Jawa: ojo-ojo) (seharusnya mungkin) Konjungsi .

menghubungkan antarkalimat. jika.Konjungsi antarklausa. apabila. Konjungsi antarklausa Yang sederajat: dan. atau. oleh karena itu. tetapi. 3. dan antarparagraf. Konjungsi atau kata sambung adalah kata-kata yang menghubungkan bagian-bagian kalimat. dan antarparagraf. namun. a. 2. Yang tidak sederajat: ketika. jadi. antarklausa. meskipun. kemudian. 1. antarkata. bahwa. karena. b. lalu. adapun. dengan demikian. antarkalimat. Konjungsi antarparagraf: selain itu. Konjungsi antarkalimat: akan tetapi. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful