P. 1
rencana-pengembangan-sekolah

rencana-pengembangan-sekolah

|Views: 828|Likes:
Published by Abdul Karim Bae

More info:

Published by: Abdul Karim Bae on May 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2014

pdf

text

original

PANDUAN PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS

)

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Jakarta, 2006

BAB I PENDAHULUAN A. Pentingnya Rencana Pengembangan Sekolah (RPS)

Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) merupakan salah satu wujud dari salah satu fungsi manajemen sekolah yang amat penting yang harus dimiliki sekolah. RPS berfungsi untuk memberi arah dan bimbingan bagi para pelaku sekolah dalam rangka menuju tujuan sekolah yang lebih baik (peningkatan, pengembangan) dengan resiko yang kecil dan untuk mengurangi ketidakpastian masa depan. Berdasarkan pada ketentuan peraturan perundangan yang berlaku, khususnya pada Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), mulai sekarang setiap sekolah pada semua satuan, jenis dan jenjang pendidikan termasuk SMP harus memenuhi SNP tersebut. Salah satu upaya untuk mencapai SNP, setiap sekolah wajib membuat RPS. RPS wajib dibuat oleh semua SMP, baik yang termasuk kelompok rintisan, potensial, nasional maupun internasional. RPS harus dimiliki oleh setiap sekolah sebagai panduan dalam penyelenggaraan pendidikan, baik untuk jangka panjang (20 tahun), menengah (5 tahun) maupun pendek (satu tahun). Diharapkan, semua jenis kelompok sekolah menggunakan format RPS yang sama. Perbedaannya terletak pada isi, kedalaman, dan luasan atau cakupan program sesuai dengan kondisi sekolah dan tuntutan masyarakat sekitarnya. Perbedaan lainnya adalah lama waktu pencapaian SNP. Bagi sekolah yang memiliki potensi lebih tinggi dari pada sekolah lain akan dapat mencapai SNP relatip lebih cepat. Demikian sebaliknya, bagi sekolah yang miskin potensi akan lebih lamban dalam mencapai SNP. Namun demikian harapannya adalah semua sekolah tersebut dalam kurun waktu tertentu mencapai SNP yang ditentukan oleh pemerintah. Standar Nasional Pendidikan yang harus dicapai oleh tiap sekolah tersebut meliputi standar kelulusan, kurikulum, proses, pendidikan dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pembiayaan, pengelolaan, dan penilaian pendidikan. Sangat dimungkinkan suatu sekolah telah memenuhi standar kelulusan tetapi fasilitasnya belum standar atau sebaliknya. Suatu sekolah sekarang kondisinya kurang dalam standar fasilitas seperti ruang kelas, laboratorium, buku, dan sebagainya dan secara bertahap akan dipenuhi selama kurun waktu tertentu. Sementara itu kondisi gurunya telah memenuhi SNP. Begitu seterusnya pada aspekaspek lainnya. Suatu sekolah dimungkinkan dalam waktu lima tahun mampu mencapai SNP, sementara itu terdapat sekolah untuk mencapai SNP memerlukan waktu 15 tahun. Semua itu sangat tergantung kepada unsur-unsur yang ada di sekolah itu sendiri. Dan apabila suatu sekolah telah memenuhi SNP, maka diharapkan akan mampu menyelenggarakan pendidikan secara efektif, efisien, berkualitas, relevan, dan mampu mendukung tercapainya pemerataan pendidikan bagi masyarakat luas. Oleh karena itu dipandang sangat penting adanya suatu pedoman pencapaian SNP yang mampu memberikan arah dan pegangan bagi tiap sekolah dalam rangka pencapaian SNP tersebut. Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) diharapkan menjadi salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut, baik bagi sekolah rintisan, potensial maupun nasional. RPS sangat penting manfaatnya bagi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk penyusunan rencana pendidikan di daerahnya. Semua RPS di Kabupaten/Kota dapat dijadikan dasar bagi penyusunan Rencana Pengembangan Pendidikan Kabupaten/Kota (RPPK). Dengan cara ini, RPPK akan lebih relevan dengan kebutuhan setiap sekolah di daerahnya. Demikian 1

manfaat bagi Dinas Pendidikan Tingkat Propinsi. Dalam membuat Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi (RPPP) harus didasarkan atas semua RPPK yang ada di daerahnya. Demikian juga pada tingkat nasional, RPPP dapat digunakan sebagai informasi bagi penyusunan Rencana Pengembangan Pendidikan Nasional (RPPN). Secara visual, keterkaitan antara RPS, RPPK, RPPP, dan RPPN dapat dilihat pada Gambar 1.

Rencana Pengembangan Pendidikan Nasional

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Gambar 1. Keterkaitan Antara Jenjang Perencanaan Pendidikan B. Tujuan

Adapun tujuan adanya pedoman penyusuan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) ini antara lain adalah: 1. Untuk memberikan pedoman bagi semua jenis kelompok sekolah, yaitu sekolah rintisan, potensial, dan nasional dalam membuat Rencana Pengembangan Sekolah (RPS). 2. Untuk memberikan pedoman bagi semua Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dalam membuat Rencana Pengembangan Pendidikan Kabupaten/Kota (RPPK). 3. Untuk memberikan pedoman bagi semua Dinas Pendidikan Propinsi dalam membuat Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi (RPPP). 2

7. Untuk memberikan pedoman bagi semua sekolah dalam mencapai SNP.4. 5. 3 . sesuai dengan kondisi sekolah dan daerahnya. Untuk memberikan pedoman bagi semua stakeholder di daerah/pusat dalam partisipasinya kepada sekolah untuk mencapai SNP. Untuk memberikan pedoman bagi Departemen Pendidikan Nasional dalam membuat Rencana Pengembangan Pendidikan Nasional (RPPN). 6. RPS digunakan sebagai dasar atau acuan bagi pihak-pihak terkait dalam melakukan monitoring. pembinaan dan pembimbingan kepada sekolah. evaluasi.

3. dan fungsi pengembangan fasilitas.BAB II RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS) A. RPS adalah dokumen tentang gambaran kegiatan sekolah di masa depan dalam rangka untuk mencapai perubahan/tujuan sekolah yang telah ditetapkan. fungsi perencanaan dan evaluasi. Tujuan (baku) adalah rumusan mengenai apa yang diinginkan pada kurun waktu tertentu (jangka panjang dan menengah). Misi adalah rumusan umum mengenai tindakan (upaya-upaya) yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan. fungsi pengembangan iklim akademik sekolah. Sasaran/tujuan situasional (tujuan jangka pendek) adalah rumusan spesifik mengenai apa yang diinginkan pada kurun waktu tertentu. yaitu satu tahun. fungsi ketenagaan. Besar kecilnya ketidaksesuaian antara output sekolah saat ini (kenyataan) dengan output sekolah yang diharapkan (idealnya) di masa yang akan datang memberitahukan besar kecilnya tantangan. Identifikasi fungsi: adalah mengidentifikasi fungsi-fungsi yang perlu dilibatkan untuk mencapai sasaran dan yang masih perlu diteliti tingkat kesiapannya. Analisis SWOT: Analisis SWOT adalah suatu teknik analisis untuk menentukan tingkat kesiapan setiap fungsi dan faktor-faktor sekolah. and Threat ) akan diketahui sejauhmana kekuatan. Identifikasi tantangan nyata: adalah mengidentifikasi kondisi nyata sekolah saat ini dan yang akan datang. 2. Opportunity. melalui urutan pilihan. Melalui analisis SWOT ( Strength. B. dengan memperhitungkan tantangan nyata yang dihadapi (sasaran merupakan jabaran tujuan). fungsi pelayanan kesiswaan. fungsi keuangan. Untuk mengetahui tingkat kesiapan setiap fungsi dan faktorfaktornya dicapai melalui membandingkan faktor dalam kondisi nyata dengan faktor dalam kriteria kesiapan. 7. Yang dimaksud dengan kriteria kesiapan faktor adalah faktor yang memenuhi kriteria/standar untuk mencapai sasaran/tujuan 4 . Analisis SWOT dilakukan dengan maksud untuk mengenali tingkat kesiapan setiap fungsi dari keseluruhan fungsi sekolah yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. peluang dan ancaman tiap fungsi dan faktor sekolah. Tantangan nyata merupakan selisih (ketidaksesuaian) antara output (hasil pendidikan yang berupa keluaran) sekolah saat ini dan output sekolah yang diharapkan di masa yang akan datang (tujuan sekolah). kelemahan. Pengertian Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) Perencanaan sekolah adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan sekolah yang tepat. fungsi hubungan sekolahmasyarakat. 5. fungsi proses belajar mengajar beserta fungsifungsi pendukungnya yaitu fungsi pengembangan kurikulum. Fungsifungsi yang dimaksud. 4. Istilah-istilah Dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) 1. Weakness. misalnya. 6. dengan memperhitungkan sumberdaya yang tersedia.

perlu dilakukan tindakan-tindakan yang mengubah ketidaksiapan menjadi kesiapan fungsi. Langkah-langkah pemecahan persoalan: adalah memilih langkah-langkah pemecahan persoalan (peniadaan). 10.situasional. 8. Kegiatan adalah rincian langkah-langkah operasional yang berupa aktivitas/kerja untuk mewujudkan program sekolah C. Oleh karena itu. Strategi adalah langkah-langkah berisikan program-program inovatif untuk mewujudkan visi dan misi. yang sama artinya dengan ada ketidaksiapan fungsi. 5 . Program adalah instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah untuk mencapai tujuan. Landasan Hukum Rencana Pengembangan Sekolah Rencana Pengembangan Sekolah dibuat berdasarkan peraturan-perundangan yang berlaku yaitu: Undang-Undang Nomor 25 tahun 2005 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Selama masih ada persoalan. Tindakan yang dimaksud lazimnya disebut langkah-langkah pemecahan persoalan. yakni dengan memanfaatkan adanya satu/lebih faktor yang bermakna kekuatan dan/atau peluang. agar sasaran tercapai. maka sasaran yang telah ditetapkan tidak akan tercapai. agar menjadi kekuatan dan/atau peluang. yang hakekatnya merupakan tindakan mengatasi makna kelemahan dan/atau ancaman. 11. yakni tindakan yang diperlukan untuk mengubah fungsi yang tidak siap menjadi fungsi yang siap. Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. dan Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional 20052009. 12. 9. Kebijakan adalah arah/tindakan yang diambil oleh Pemerintah Pusat/Daerah untuk mencapai tujuan. Faktor yang memenuhi kriteria/standar ini ditemukan melalui perhitungan-perhitungan atau pertimbangan-pertimbangan yang bersumber pada pencapaian sasaran.

dan sinergi baik antar pelaku sekolah. dinas pendidikan propinsi. Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan. 6 . d. b. Mengoptimalkan partisipasi masyarakat. Mendukung koordinasi antarpelaku pendidikan. penganggaran. dan pengawasan. Tujuan Perencanaan Pendidikan dan Perencanaan Sekolah 1. berkeadilan.BAB III PROSES PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS) A. dan menjamin tercapainya penggunaan sumber-daya secara efisien. b. Sistem Perencanaan Sekolah dan Rentang Waktu RPS Sistem Perencanaan Sekolah adalah satu kesatuan tata cara perencanaan sekolah untuk menghasilkan rencana-rencana sekolah (RPS) dalam jangka panjang. dan sinergi baik antara sekolah dengan dinas pendidikan. sebagai dasar ketika melaksanakan monitoring dan evaluasi pada akhir program B. Tujuan Perencanaan Pendidikan a. e. sinkronisasi. pelaksanaan. dan pengawasan. pelaksanaan. 3. jangka menengah. Menjamin terciptanya integrasi. 2. mengoptimalkan partisipasi warga sekolah dan masyarakat. menjamin tercapainya penggunaan sumber-daya secara efisien. dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara sekolah dan masyarakat (diwakili oleh komite sekolah). berkeadilan dan berkelanjutan. mendukung koordinasi antar pelaku sekolah. menjamin agar perubahan/tujuan sekolah yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan tingkat kepastian yang tinggi dan resiko yang kecil. dan f. efektif. 2. RPS Jangka Menengah (Rencana Strategis) adalah dokumen perencanaan sekolah untuk periode 5 (lima) tahun. penganggaran. efektif. menjamin terciptanya integrasi. RPS Tahunan adalah dokumen perencanaan sekolah untuk periode 1 (satu) tahun. g. Perbedaan antara satu dengan lainnya adalah: 1. dan berkelanjutan. c. dan antarwaktu. menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan. dan pusat c. antarsekolah dan dinas pendidikan kabupaten/kota. d. sinkronisasi. Tujuan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) disusun dengan tujuan untuk: a. RPS Jangka Panjang adalah dokumen perencanaan sekolah untuk periode 20 (dua puluh) tahun.

karya ilmiah. pembelajaran dengan melakukan. dan pengembangan kapasitas. pengurangan angka putus sekolah. pengembangan media pembelajaran. pembiayaan. dsb. dan proses sangat dipengaruhi oleh tingkat kesiapan input. 2. keagamaan. Efisiensi eksternal merujuk kepada hubungan antara biaya yang digunakan untuk menghasilkan tamatan dan keuntungan kumulatif (individual. karakter. pustakawan. siswa/kelas. pengembangan input siswa. dan keadilan atau kewajaran. dan kebutuhan pembangunan yang meliputi berbagai sektor dan sub-sektor. prasarana dan sarana. Contoh-contoh perencanaan peningkatan efisiensi misalnya: peningkatan angka kelulusan. misalnya: 1. Peningkatan relevansi. pengembangan lingkungan pembelajaran yang kondusif. ditinjau dari sisi pemerataan. Aspek-aspek yang Dikembangkan dalam Perencanaan Sekolah Sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Pemerataan keslimaan: persamaan keslimaan. dan output. isi (kurikulum). pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan (guru. kurikulum muatan lokal. rasio (siswa/guru. baik kebutuhan peserta didik. kepala sekolah. relevansi. pembelajaran kontekstual. pendidikan kecakapan hidup khususnya untuk mencari nafkah. kebutuhan keluarga. Laboratorium Komputer.) 3. akses. kesenian. dsb. Contoh-contoh perencanaan kualitas misalnya. olahraga. dan peningkatan angka kehadiran serta peningkatan pembiayaan pendidikan peserta didik. kualitas. pengembangan bahan ajar. pengembangan model pembelajaran (pembelajaran tuntas. 5. penurunan angka mengulang. Peningkatan kualitas siswa (UN. dari delapan SNP tersebut dapat dijabarkan menjadi lebih rinci dalam RPS. dsb. Namun demikian. pengembangan ruang/kantor. aspek-aspek yang harus disusun dalam perencanaan pengembangan sekolah juga harus sesuai dengan tuntutan SNP tersebut yaitu 8 (delapan) standar nasional pendidikan: kompetensi lulusan. peningkatan angka melanjutkan. pengelolaan. Laboratorium IPS. pendidik dan tenaga kependidikan. dsb. dsb.). Efisiensi merujuk pada hasil yang maksimal dengan biaya yang wajar. Oleh karena itu. pengembangan komite sekolah. ekonomik dan non-ekonomik) yang didapat setelah kurun waktu yang panjang diluar sekolah. budi-pekerti. Efisiensi dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu efisiensi internal dan efisiensi eksternal. Peningkatan efisiensi. dan lab lainnya. angka putus sekolah. rasio keluaran/masukan. UAS.). Laboratorium Bahasa. efisiensi. angka kenaikan kelas/transisi. program keterampilan kejuruan/ kewirausahaan/usaha kecil bagi siswa-siswa yang tidak melanjutkan. Contoh-contoh perencanaan pemerataan keslimaan misalnya: bea siswa untuk siswa miskin. pembelajaran kooperatif. proses. siswa/ sekolah). Kualitas pendidikan sekolah meliputi input. ke-disiplinan. Relevansi merujuk kepada kesesuaian hasil pendidikan dengan kebutuhan (needs). keterampilan kejuruan. Pengembangan kapasitas. dsb. Efisiensi internal merujuk kepada hubungan antara output sekolah (pencapaian prestasi belajar) dan input (sumberdaya) yang digunakan untuk memroses/ menghasilkan output sekolah. konselor. seperti : pengembangan Laboratorium IPA. laboran. sosial. pengembangan kelembagaan 7 . setiap sekolah harus memenuhi SNP. dan penilaian. 4. Pengembangan kapasitas sekolah adalah upaya-upaya yang dilakukan secara sistematik untuk menyiapkan kapasitas sumberdaya sekolah (sumberdaya manusia dan sumberdaya selebihnya). dengan catatan bahwa output sangat ditentukan oleh proses. Contohcontoh perencanaan relevansi misalnya.C. proses. pengembangan sarana dan fasilitas sekolah. Peningkatan kualitas.

Kurikulum SMP terdiri dari: kelompok mata pelajaran keimanan. kolusi. 8 . ketakwaan. dan sikap serta perilaku anti korupsi. pelestarian lingkungan hidup. kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. Kelompok mata pelajaran estetika pada SMP dimaksudkan untuk meningkatkan sensitifitas. demokrasi. kemajemukan bangsa. tanggung jawab sosial. olah raga. Semua kelompok mata pelajaran sama pentingnya dalam menentukan kelulusan peserta didik. beban belajar. dan kesehatan pada SMP dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sportifitas dan kesadaran hidup sehat. Kelompok Mata Pelajaran dan Kedalaman Isi Standar isi pendidikan mengatur kerangka dasar kurikulum.kelompok mata pelajaran estetika. dan bernegara. dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual maupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan seperti keterbebasan dari perilaku seksual bebas. Kelompok mata pelajaran keimanan. Setiap kelompok mata pelajaran dilaksanakan secara holistik sehingga pembelajaran masing-masing kelompok mata pelajaran ikut mewarnai pemahaman dan/atau penghayatan peserta didik. kreatif dan mandiri. Secara lebih rinci aspek-aspek yang dapat dikembangkan berdasarkan SNP sehingga dalam penyelenggaraannya efisien dan relevan. berkualitas. dan akhlak mulia. berbangsa. serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. yang dimaksudkan dengan standar isi pendidikan adalah mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Pelaksanaan semua kelompok mata pelajaran disesuaikan dengan tingkat perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. dan nepotisme. antara lain adalah sebagai berikut: 1. pengembangan manajemen sekolah. ketaatan membayar pajak. dan kalender pendidikan/akademik. sikap. Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan. dan kelompok mata pelajaran jasmani. hak. dan pengembangan sistem sekolah agar mampu dan sanggup menjalankan tugas pokok dan fungsinya dalam kerangka untuk meng-hasilkan output yang diharapkan serta menghasilkan pola pengelolaan sekolah yang ”good governance” dan akuntabel. ketakwaan. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMP dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi dasar ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis. Standar isi mencakup lingkup dan kedalaman materi pembelajaran untuk memenuhi standar kompetensi lulusan. dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat.kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. dan memenuhi pemerataan pendidikan. jiwa dan patriotisme bela negara. a. beban belajar. dan kurikulum tingkat satuan pendidikan. dan kesehatan. olah raga. kesetaraan gender. penghargaan terhadap hak asasi manusia. Standar isi memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum. ketaatan pada hukum.sekolah. Budaya hidup sehat termasuk kesadaran. Pengembangan Standar Isi (Kurikulum) Menurut PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP. kurikulum tingkat satuan pendidikan.kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. dan akhlak mulia pada SMP dimaksudkan untuk peningkatan potensi spiritual. Kelompok mata pelajaran jasmani. kalender akademik. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SMP dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status.

kecakapan akademik. pendidikan ilmu pengetahuan dan teknologi. c. Kurikulum Kecakapan Hidup Kurikulum untuk SMP dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup. demam berdarah. Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. Kelompok mata pelajaran keimanan. dan biologi). dan muatan lokal yang relevan. olah raga. Ketentuan mengenai kedalaman muatan kurikulum dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. bahasa. ketakwaan. pendidikan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan muatan lokal yang relevan. dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah. dan kesehatan pada SMP dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. dan kesehatan. dan/atau teknologi informasi dan komunikasi. sejarah. pendidikan akhlak mulia dan kepribadian. seni dan budaya. dan kesehatan. pendidikan estetika. ilmu pengetahuan alam. olah raga. ilmu pengetahuan sosial (sekurang-kurangnya terdiri dari ketatanegaraan. penugasan terstruktur. atau pendidikan jasmani. d. Kelompok mata pelajaran estetika pada SMP dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. kimia. pendidikan akhlak mulia dan kepribadian. muntaber. b. keterampilan. dengan contoh pengamalan diberikan oleh setiap pendidik dalam interaksi sosialnya di dalam dan di luar sekolah. dan kecakapan vokasional. ekonomika. akhlak mulia. kecakapan sosial. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur sesuai dengan kebutuhan dan ciri masing-masing. Kurikulum Muatan Lokal Kurikulum untuk SMP dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi pada setiap tingkat dan/atau semester sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. pendidikan estetika. seni dan budaya. sosiologi. serta muatan lokal yang relevan. Pendidikan kecakapan hidup mencakup kecakapan pribadi. atau pendidikan jasmani. dan geografi). serta dikembangkan menjadi bagian dari budaya sekolah. 9 . Kelompok mata pelajaran jasmani. olah raga.kecanduan narkoba. olahraga. HIV/AIDS. dan pendidikan jasmani. matematika. Beban Belajar Beban belajar untuk SMP diperhitungkan dengan menggunakan jam pembelajaran per minggu per semester dengan sistem tatap muka. antropologi. Kompetensi terdiri dari standar kompetensi dan kompetensi dasar. ilmu pengetahuan alam (sekurang-kurangnya terdiri dari fisika. Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok keimanan dan ketakwaan. pendidikan kesehatan. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SMP dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. kewarganegaraan. dan akhlak mulia serta Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SMP diamalkan sehari-hari oleh peserta didik di dalam dan di luar sekolah. keterampilan/kejuruan. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMP dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok keimanan dan ketakwaan.

dan perkembangan fisik serta psikologisnya. Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: 1) Terdokumentasikan kurikulum satuan pendidikan yang dijalankan sekolah (KBK) 2) Tersedianya perangkat pembelajaran secara lengkap (pemetaan. silabus. Aspek-aspek yang Dikembangkan dalam Program-program Sekolah rintisan. inspiratif. buku teks pelajaran. Dalam proses pembelajaran diselenggarakan secara interaktif. silabus untuk setiap mata pelajaran. Perencanaan harus didukung oleh sekurang-kurangnya dokumen kurikulum. f. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. baik untuk semua mata pelajaran maupun semua jenjang kelas 3) Terdokumentasikan kurikulum satuan pendidikan di sekolah yang bersangkutan 4) Dan terdapat peningkatan lain yang terkait dengan standar isi pendidikan 2. menantang. dan rasio maksimal jumlah peserta didik per pendidik.e. mendorong peserta didik untuk berpartisipasi aktif. waktu pembelajaran efektif. penilaian proses pembelajaran. Pelaksanaan harus memperhatikan jumlah maksimal peserta didik per kelas dan beban mengajar maksimal per pendidik. kreativitas. pelaksanaan. dan kemandirian peserta didik sesuai dengan bakat. Kalender pendidikan Waktu pembelajaran yang dituangkan dalam kalender pendidikan atau kalender akademik mencakup permulaan tahun ajaran. Standar Proses Pendidikan Dalam SNP Dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang SNP bahwa yang dimaksud dengan standar proses pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. rasio maksimal buku teks pelajaran per peserta didik. minat. potensial dan SSN Bidang Standar Isi (Kurikulum) Program-program yang dapat dikembangkan dalam standar isi (kurikulum) ini antara lain: 1) Pengembangan kurikulum satuan pendidikan (dengan berbagai jenis muatan kurikulum sesuai dengan ketentuan SNP) 2) Penyusunan kalender pendidikan 3) Pengembangan pemetaan KBK untuk semua mata pelajaran 4) Pengembangan silabus untuk semua mata pelajaran 5) Pengembangan sistem penilaian untuk semua mata pelajaran 6) Pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran untuk semua mata pelajaran 7) Penyusunan beban belajar Pengembangan isi tersebut dilakukan baik untuk kelas VII. memotivasi. dan hari libur. dan pengawasan yang baik. VIII maupun kelas IX. dan alat/media pembelajaran. minggu efektif belajar. Pengembangan Standar Proses Pendidikan a. rencana pelaksanaan pembelajaran). Penilaian proses pembelajaran pada SMP untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan 10 . Dalam proses pembelajaran pendidik memberikan keteladanan. menyenangkan. Untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan. rencana pelaksanaan pembelajaran. pedoman penilaian.

termasuk kompetensi membaca dan menulis. evaluasi. Pengembangan Standar Kompetensi Lulusan Sebagaimana dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP. dan SSN Dalam upaya-upaya menuju kepada standar proses pendidikan sebagaimana halnya ditentukan oleh SNP. Program Pengembangan Standar Proses Pendidikan pada Sekolah Rintisan. serta observasi dan evaluasi akhir secara individual yang dilaksanakan sekurang-kurangnya satu kali dalam satu semester. Kompetensi lulusan mencakup pengetahuan. sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai dalam satu tahun. diantaranya adalah: 1) Pengembangan dan inovasi-inovasi metode pengajaran pada semua mata pelajaran. supervisi. b. pengetahuan dan keterampilan. dan pengambilan langkah tindak lanjut yang diperlukan. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Pengawasan mencakup pemantauan.teknologi harus menggunakan berbagai teknik penilaian. pengetahuan. Standar kompetensi lulusan pada jenjang SMP diarahkan untuk meletakkan dasar kecerdasan. dan afektif. Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. baik secara kualitas maupun kuantitas 3) Terdapat peningkatan inovasi sumber pembelajaran. keterampilan. utamanya CTL 2) Terdapat peningkatan inovasi bahan pembelajaran. Standar kompetensi lulusan SMP dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. kepribadian. 11 . Potensial. bahwa yang dimaksud dengan standar kompetensi lulusan pendidikan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. dan sikap sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. psikomotorik. ahklak mulia. Standar kompetensi lulusan meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. baik secara kualitas maupun kuantitas 4) Terdapat peningkatan inovasi pengelolaan kelas/pengelolaan pembelajaran dan sebagainya 3. Penilaian proses pembelajaran untuk kelompok mata pelajaran selain ilmu pengetahuan dan teknologi harus mencakup observasi dan evaluasi harian secara individual terhadap peserta didik. maka bagi setiap sekolah diharapkan mengembangkan berbagai program dan kegiatan. khususnya penerapan metode atau strategi pembelajaran kontekstual atau CTL (Contextual Teaching and Learning) 2) Pengembangan dan inovasi-inovasi bahan pembelajaran 3) Pengembangan dan inovasi-inovasi sumber pembelajaran 4) Pengembangan dan inovasi-inovasi model-model pengelolaan atau manajemen kelas 5) Dan sebagainya Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: 1) Semua mata pelajaran pada semua jenjang kelas telah dilaksanakan dengan menggunakan berbagai strategi pembelajaran. Penilaian proses pembelajaran harus mencakup aspek kognitif. pelaporan. termasuk ulangan.

dan masyarakat sekitar. dewasa. yang dibuktikan dengan sertifikat profesi pendidik. Pengembangan standar kelulusan atau GSA pada setiap tahunnya b. Dan sebagainya Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. Terdapat peningkatan gain score achievement (GSA) pada setiap semester atau tahun. kompetensi kepribadian. Pengembangan kejuaraan lomba-lomba bidang non akademik e. Pengembangan kejuaraan lomba-lomba bidang akademik d. Dan sebagainya 4. orangtua/wali peserta didik. Pengembangan Standar Pendidik dan Tenaga kependidikan Pengertian Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan menurut PP 19 Tahun 2005 Tentang SNP adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental serta pendidikan dalam jabatan. Kompetensi kepribadian mencerminkan kepribadian yang mantap. Kompetensi adalah tingkat kemampuan minimal yang harus dipenuhi seorang pendidik untuk dapat berperan sebagai agen pembelajaran. Terdapat peningkatan prestasi non akademik tiap tahunnya d. perancangan dan pelaksanaan pembelajaran. kompetensi profesional. Seseorang yang tidak memiliki ijazah dan/atau sertifikat keahlian tetapi memiliki keahlian khusus yang diakui dan diperlukan dapat diangkat menjadi pendidik setelah melewati uji kelayakan dan kesetaraan. yang diperoleh melalui pendidikan profesi guru sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. sesama pendidik. Kualifikasi 12 . stabil. Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran. Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik. tenaga kependidikan. sehat jasmani dan rohani. Kompetensi sosial merupakan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. menjadi teladan bagi peserta didik. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Pengembangan standar pencapaian ketuntasan kompetensi pada tiap tahun atau semester c. Kompetensi profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan. evaluasi hasil belajar. arif. dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Kualifikasi akademik adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundangan yang berlaku. dan berakhlak mulia. dan berwibawa. Terdapat peningkatan rata-rata pencapaian gain score achievement (GSA) pada tahun terhadap mata pelajaran yang di-UN-kan berdasarkan kepada standar kelulusan yang ditetapkan c. dan kompetensi sosial sesuai Standar Nasional Pendidikan. terhadap pencapaian keutntasan kompetensi untuk semua mata pelajaran b.Adapun beberapa program dan kegiatan yang dapat dikembangkan yang berkaitan dengan standar kompetensi lulusan pendidikan ini antara lain: a. Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang SMP meliputi kompetensi pedagogik.

yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. bengkel kerja. Pengembangan Standar Prasarana dan Sarana Pendidikan Pengertian standar Prasarana dan sarana pendidikan menurut PP Nomor 19 tahun 2005 Tentang SNP adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan persyaratan minimal tentang lahan. tlima beribadah. kompetensi dan sertifikasi sesuai dengan bidang tugasnya. tlima berkreasi. dan pendidikan profesi harus memiliki kualifikasi. dan 5. tenaga administrasi. tentang. tlima bermain. Terdapat peningkatan jumlah tenaga pendidikan dan kependidikan sesuai kebutuhan sekolah b. buku. media 13 . Terselenggaranya supervisi klinis tiap tahun khususnya kepada pendidik. Tenaga kependidikan pada SMP sekurang-kurangnya terdiri atas kepala sekolah. ruang pendidik. Terselenggaranya ME tiap tahun khususnya tentang kinerja kepala sekolah f. Persyaratan untuk menjadi kepala SMP meliputi: berstatus guru SMP. Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek sosial d. dan tenaga kebersihan sekolah. peralatan pendidikan. ruang kantin. tlima bermain. ruang kelas. ruang perpustakaan. tlima berolahraga. tenaga laboratorium. Terselenggaranya ME tiap tahun khususnya tentang kinerja sekolah d. Adapun program-program dan kegiatan-kegiatan yang dapat dikembangkan mengenai standar pendidik dan tenaga kependidikan ini antara lain: a. ruang tata usaha. tlima berolahraga. Standar sarana pendidikan mencakup persyaratan minimal tentang perabot. tenaga perpustakaan. perpustakaan. dan Memiliki kemampuan kepemimpinan dan kewirausahaan di bidang pendidikan. ruang kelas. Tenaga Kependidikan pada pendidikan akademik. Standar prasarana pendidikan mencakup persyaratan minimal dan wajib dimiliki oleh setiap satuan pendidikan lahan. Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek profesionalisme b. dan sumber belajar lain. instalasi daya dan jasa. tlima beribadah. dan ruang/tlima lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi oleh kepala sekolah terhadap kinerja pendidik dan tenaga TU atau lainnya. ruang bengkel kerja. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun di SMP. pendidikan vokasi.akademik pendidikan minimum untuk pendidik pada tingkat SMP adalah: diploma lima (D-IV) atau sarjana (S1). ruang unit produksi. dan h. Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek kepribadian e. ruang laboratorium. perabot. Pengembangan atau peningkatan kompetensi tenaga TU dan lainnya f. tlima berkreasi. alat dan media pendidikan. Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek pedagogik c. laboratorium. ruang pimpinan satuan pendidikan. Peningkatan kuantitas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. Memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran sesuai ketentuan perundangan yang berlaku. Terdapat peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sesuai SNP c. Terselenggaranya ME tiap tahun khususnya tentang kinerja pendidik e. Pengembangan atau peningkatan kompetensi kepala sekolah g.

laboratorium komputer. dan rasio luas lahan per peserta didik dirumuskan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. Standar letak lahan satuan pendidikan mempertimbangkan keamanan. dan kesehatan lingkungan. kenyamanan. Lahan satuan pendidikan meliputi sekurang-kurangnya lahan untuk bangunan satuan pendidikan. Standar rasio luas ruang kelas per peserta didik. Standar keragaman buku perpustakaan dinyatakan dalam jumlah minimal judul buku di perpustakaan satuan pendidikan. pendidik maupun tenaga kependidikan g. dan laboratorium lainnya f. dan h. IPA. Pengembangan atau peningkatan peralatan/bahan perawatan sarana dan prasarana pendidikan. Pemeliharaan dilakukan secara berkala dan berkesinambungan dengan memperhatikan masa pakai. 14 . dll) pendidikan dan atau pembelajaran d. dan/atau tenaga kependidikan yang memerlukan layanan khusus wajib menyediakan akses ke sarana dan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Standar letak lahan satuan pendidikan mempertimbangkan jarak tempuh maksimal yang harus dilalui oleh peserta didik untuk menjangkau satuan pendidikan tersebut. laboratorium bahasa. laboratorium. Peningkatan dan pengembangan serta inovasi-inovasi peralatan pembelajaran untuk semua mata pelajaran c. pendidik. Pengembangan jaringan internet. Pengembangan peralatan dan inovasi-inovasi pusat-pusat sumber belajar. Standar sumber belajar lainnya untuk setiap satuan pendidikan dinyatakan dalam rasio jumlah sumber belajar terhadap peserta didik sesuai dengan jenis sumber belajar dan karakteristik satuan pendidikan. Standar jumlah buku teks pelajaran di perpustakaan dinyatakan dalam rasio minimal jumlah buku teks pelajaran untuk masing-masing mata pelajaran di perpustakaan satuan pendidikan per peserta didik. dan peralatan pembelajaran lain pada satuan pendidikan dinyatakan dalam daftar yang berisi jenis minimal peralatan yang harus tersedia. Standar kualitas bangunan minimal pada SMP adalah kelas B. serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Peningkatan dan pengembangan serta inovasi-inovasi media pembelajaran untuk semua mata pelajaran b. bahan habis pakai. Penciptaan atau pengembangan lingkungan belajar yang kondusif e. Standar jumlah peralatan dinyatakan dalam rasio minimal jumlah peralatan per peserta didik. lahan praktek. Bahasa. Adapun program-program dan kegiatan yang dapat dikembangkan mengenai standar prasarana dan sarana baik secara kuantitas maupun kualitas antara lain: a. Standar letak lahan satuan pendidikan mempertimbangkan letak lahan satuan pendidikan di dalam klaster satuan pendidikan sejenis dan sejenjang.pendidikan. Standar keragaman jenis peralatan laboratorium ilmu pengetahuan alam (IPA). lahan untuk prasarana penunjang. Satuan pendidikan yang memiliki peserta didik. Pengembangan prasarana (ruang. Peningkatan dan pengembangan peralatan laboratorium komputer. Pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan menjadi tanggung jawab satuan pendidikan yang bersangkutan. dan lahan pertamanan untuk menjadikan satuan pendidikan suatu lingkungan yang secara ekologis nyaman dan sehat. Standar lahan satuan pendidikan dinyatakan dalam rasio luas lahan per peserta didik. baik bagi peserta didik. serta letak lahan satuan pendidikan di dalam klaster satuan pendidikan yang menjadi pengumpan masukan peserta didik. rasio luas bangunan per peserta didik. buku dan sumber belajar lainnya.

pengelolaan sarana dan prasana pendidikan. dan pengawasan. praktisi pendidikan. Rapat dewan pendidik dilaksanakan atas dasar prinsip musyawarah mufakat yang berorientasi pada mutu. Terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas media pembelajaran tiap mata pelajaran untuk semua jenjang kelas. pelaksanaan. kemitraan. Terdapat prasarana sumber-sumber belajar yang memadai (perpustakaan. kabupaten/kota. penilaian kemajuan hasil belajar. dan media pembelajaran atau sekolah secara berkala. Pada jenjang pendidikan SMP melibatkan Komite Sekolah. Terpasangnya jaringan internet. dan g. Komite Sekolah sekurang-kurangnya terdiri dari anggota masyarakat yang mewakili orang tua/wali peserta didik. atau nasional agar tercapai efesiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. pendayagunaan tenaga kependidikan. Pembagian tugas di antara pendidik. yang memiliki wawasan. guru maupun kepala sekolah f. Struktur organisasi satuan pendidikan. Pembagian tugas di antara tenaga 15 . Keputusan akademik pada satuan pendidikan ditetapkan oleh rapat dewan pendidik. dan mingguan. selaras dengan strategi pembelajaran yang diterapkan (khususnya CTL) e. kegiatan pembelajaran. dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. dan pendidik. kepedulian dan komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan. yang menunjukkan seluruh kategori aktifitas satuan pendidikan selama satu tahun dan dirinci secara semesteran. provinsi. Pada satuan pendidikan SMP kepala satuan pendidikan dalam melaksanakan tugasnya dibantu minimal oleh satu orang wakil kepala satuan pendidikan. keterbukaan. dan apabila keputusan dengan prinsip musyawarah mufakat tidak tercapai.Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. Terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas media dan peralatan pembelajaran praktik tiap mata pelajaran untuk semua jenjang kelas. selaras dengan strategi pembelajaran yang diterapkan (khususnya CTL) b. Terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas peralatan pembelajaran tiap mata pelajaran untuk semua jenjang kelas. Pengembangan Standar Pengelolaan Pendidikan Seperti dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP bahwa yang dimaksudkan dengan standar pengelolaan pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan. Terlaksananya perawatan prasarana. peralatan. dan akuntabilitas dalam perencanaan program. Setiap satuan pendidikan harus memiliki pedoman atau aturan yang sekurang-kurangnya mengatur tentang: Kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabus. Pengelolaan SMP menerapkan manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian. tokoh masyarakat. bulanan. penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan. pusat media pembelajaran audio visual). 6. pengambilan keputusan ditetapkan atas dasar suara terbanyak. Terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas prasarana pendidikan dan atau pembelajaran d. baik dalam lab komputer peserta didik. selaras dengan strategi pembelajaran yang diterapkan (khususnya CTL) c. Pengelolaan satuan pendidikan menjadi tanggung jawab kepala satuan pendidikan. Kalender kegiatan pendidikan. partisipasi.

Pelaksanaan pengelolaan satuan pendidikan dilaksanakan secara mandiri. pelaporan. Untuk pendidikan SMP. dan penyelenggara program. Supervisi meliputi supervisi manajerial dan akademik. jadwal penyusunan laporan akuntabilitas dan kinerja satuan pendidikan untuk satu tahun terakhir. efisien.kependidikan. jadwal penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk tahun ajaran berikutnya. pengadaan. serta penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana. ujian. peserta. dan hari libur. Tata tertib satuan pendidikan. pemeriksaan. Pengawasan satuan pendidikan meliputi pemantauan. Pemantauan dilakukan untuk menilai efisiensi. dan persediaan minimal bahan habis pakai. Supervisi mengacu pada Standar Nasional Pendidikan dan Pedoman Program Penjaminan Mutu yang diterbitkan oleh Departemen. evaluasi. tenaga kependidikan. rencana anggaran pendapatan dan belanja satuan pendidikan untuk masa kerja satu tahun. penugasan pendidik pada mata pelajaran dan kegiatan lainnya. dan semester pendek bila ada. buku teks pelajaran yang dipakai pada masingmasing mata pelajaran. berisi hasil evaluasi dan penilaian dan dilakukan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. yang minimal meliputi tata tertib pendidik. Untuk jenjang SMP. efektif. dan tindak lanjut hasil pengawasan. efektivitas. Pelaporan dilakukan oleh pendidik. dan rapat satuan pendidikan dengan komite sekolah. rapat konsultasi satuan pendidikan dengan orang tua/wali peserta didik. jadwal rapat Dewan Pendidik. Supervisi dilakukan secara teratur dan berkesinambungan oleh pengawas atau penilik satuan pendidikan dan kepala satuan pendidikan. pelaksanaan pengelolaan satuan pendidikan yang tidak sesuai dengan rencana kerja tahunan harus mendapat persetujuan dari rapat dewan pendidik dan komite sekolah. Setiap satuan pendidikan dikelola atas dasar rencana kerja tahunan. Kode etik hubungan antara sesama warga di dalam lingkungan satuan pendidikan dan hubungan antara warga satuan pendidikan dengan masyarakat. Pelaksanaan kegiatan tersebut harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari rapat dewan pendidik dan komite sekolah dan kemudian dipertanggungjawabkan kepada rapat dewan pendidik dan komite sekolah. dan pengawas atau penilik satuan pendidikan. tenaga kependidikan dan peserta didik. Rencana kerja meliputi sekurang-kurangnya: kalender pendidikan atau akademik yang meliputi sekurang-kurangnya jadwal pembelajaran. mata pelajaran yang ditawarkan pada semester gasal. berisi pelaksanaan teknis dari tugas masing-masing dan dilakukan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. supervisi. Laporan oleh tenaga kependidikan ditujukan kepada pemimpin satuan pendidikan. laporan oleh pemimpin satuan pendidikan ditujukan kepada komite 16 . penggunaan. Pada jenjang pendidikan SMP laporan oleh pendidik ditujukan kepada pemimpin satuan pendidikan dan orang tua/wali peserta didik. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pembelajaran. kegiatan ekstrakurikuler. dan akuntabel. Pelaksanaan pengelolaan satuan pendidikan berpedoman kepada rencana kerja tahunan. ulangan. Pelaksanaan kegiatan yang perlu atau mendesak tetapi tidak diprogramkan di dalam rencana kerja tahunan dilaksanakan secara ad-hoc dan bertanggung jawab. Pemantauan dilakukan secara teratur dan berkesinambungan oleh pemimpin satuan pendidikan dan komite sekolah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan. Rencana kerja tahunan merupakan penjabaran rinci dari rencana kerja jangka menengah satuan pendidikan yang meliputi masa 5 (lima) tahun. semester genap. Peraturan akademik. dan akuntabilitas satuan pendidikan. pemimpin satuan pendidikan. Rencana kerja harus disetujui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Sekolah. durasi. program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan yang meliputi sekurangkurangnya jenis.

Mengembangkan Income Generating Activities atau unit-unit produksi/usaha di sekolah maupun kerjasama dengan pihak lain untuk menggalang partisipasi masyarakat. Melaksanakan dan membuat pelaporan-pelaporan kepada berbagai pihak yang relevan. dan kontinyuitas baik mengenai program. Terdapat dokumen rencana pengembangan sekolah (RPS) tiap tahun. Implementasi MBS mengenai kemandirian/otonomi sekolah. hasil-hasil program serta lainnya oleh pihak manajemen sekolah (lihat pedoman pelaksanaan MBS pada Buku MBS yang diterbitkan oleh Dit. berisi hasil evaluasi dan dilakukan sekurangkurangnya setiap akhir semester. Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. Setiap pihak yang menerima laporan wajib menindak lanjuti laporan tersebut untuk meningkatkan mutu dan kesehatan satuan pendidikan. fleksibilitas. Pengembangan pendayagunaan SDM sekolah dengan cara membuat dan pembagian tugas-tugas secara jelas c. baik untuk jangka pendek. Pengembangan struktur dan keorganisasian sekolah sesuai dengan kebutuhan sekolah d. Pelaksanaan supervisi klinis oleh kepala sekolah j. non akademik atau manajemen sekolah lainnya. Pengembangan atau pembuatan rencana pengembangan sekolah (RPS) tiap tahun. Terdapat dokumen pengembangan pendayagunaan SDM sekolah dengan cara membuat dan pembagian tugas-tugas secara jelas beserta pelaksanaannya c. PDCA. Membuat jaringan informasi akademik di internal maupun eksternal sekolah (SIM) l. Terdapat struktur dan keorganisasian sekolah sesuai dengan kebutuhan sekolah beserta tupoksi dan pedoman-pedoman kerjanya d. Tersedianya kelengkapan administrasi sekolah sesuai dengan kebutuhan dan memenuhi standar e-goverment yang efisien dan efektif 17 . Terlaksananya pembelajaran secara efektif dan efisien dengan dibuktikan oleh prestasi yang dicapai dan pemanfaatan input pendidikan yang ada e. akuntabilitas. Mendukung pengembangan perangkat penilaian f. dan o. Penggalangan partisipasi masyarakat (pemberdayaan komite sekolah) k.Pembinaan SMP) h. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi oleh sekolah tentang kinerja sekolah i. Melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efisien e. Implementasi model-model manajemen: POAC. baik untuk jangka pendek. partisipasi/kerjasama. keuangan. menengah maupun panjang b. termasuk memberikan sanksi atas pelanggaran yang ditemukannya. transparansi. baik menyangkut bidang akademik. Pengembangan dan melengkapi administrasi sekolah g.sekolah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan. dan model lain yang pada dasarnya mengembangkan aspek-aspek manajemen untuk pengembangan standarstandar pendidikan n. Membuat atau menciptakan jaringan kerja yang efektif dan efisien baik secara vertikal dan horisontal m. Adapun beberapa program dan kegiatan yang dapat dikembangkan atau ditingkatkan pada standar pengelolaan pendidikan antara lain: a. menengah maupun panjang b. dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.

pajak. dan lain sebagainya. Terdapat berbagai model pengembangan pengelolaan sekolah l. Biaya investasi termasuk untuk biaya penyediaan sarpras. Dalam upaya membantu memenuhi dan mencapai standar biaya pendidikan yang memadai. Terdapat dokumen laporan kepada berbagai pihak yang relevan. Penggalangan dana dari berbagai sumber termasuk dari sponsor c. Sedangkan yang dimaksudkan dengan biaya operasi satuan pendidikan adalah bagian dari dana pendidikan yang diperlukan untuk membiayai kegiatan operasi satuan pendidikan agar dapat berlangsungnya kegiatan pendidikan yang sesuai standar nasional pendidikan secara teratur dan berkelanjutan. Pengembangan Standar Pembiayaan Pendidikan Seperti dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP bahwa standar pembiayaan mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan. pengembangan SDM. hasil-hasil program serta lainnya oleh pihak manajemen sekolah g. Biaya personal meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan. bahan atau peralatan pendidikan habis pakai. Kepemimpinan kepala sekolah mampu melaksanakan ciri-ciri sebagai leader yang tangguh h. Terciptanya jaringan kerja yang efektif dan efisien baik secara vertikal dan horisontal k. Menjalin kerjasama dengan alumni. asuransi. Pembiayaan pendidikan terdiri dari biaya investasi. Biaya operasi satuan pendidikan meliputi: gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji. keuangan.f. konsumsi. baik donatur tetap maupun tidak tetap b. Terselenggaranya penggalangan partisipasi masyarakat (pemberdayaan komite sekolah) secara optimal dalam berbagai bentuk/bidang i. dan biaya operasi pendidikan tak langsung seperti daya. Mengimplementasikan MBS dengan indikator pencapaian sekolah/manajemen mampu: mandiri/otonom. melakukan partisipasi/kerjasama dengan masyarakat dan lainnya. dan terdapat kontinyuitas baik mengenai program. biaya operasi. transportasi. non akademik atau manajemen sekolah lainnya. dan modal kerja tetap. seperti misalnya: a. Pendayagunaan potensi sekolah dan lingkungan yang menghasilkan keuntungan ekonomik e. program-program dan pengelolaan yang fleksibilitas. Terdapat jaringan informasi akademik di internal maupun eksternal sekolah (SIM) j. 7. air. akuntabel. Pengembangan jalinan kerja dengan penyandang dana. khususnya untuk penggalangan dana pendidikan 18 . jasa telekomunikasi. dan m. dan biaya personal. maka sekolah dapat mengembangkan program atau kegiatan yang didasarkan atas musyawarah dan mufakat serta persetujuan dari stakeholder (termasuk Komite Sekolah) serta sesuai dengan koridor peraturan perundangan yang berlaku. pemeliharaan sarana dan prasarana. transparan. uang lembur. Terdapat sistem pengelolaan dalam Income Generating Activities atau unit-unit produksi/usaha di sekolah maupun kerjasama dengan pihak lain untuk menggalang partisipasi masyarakat secara profesional. Penciptaan usaha-usaha di sekolah atau di luar sekolah sebagai Income Generating Activities d. baik menyangkut bidang akademik.

Ujian akhir dilakukan untuk semua mata pelajaran kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menentukan kelulusan peserta didik. Untuk mengikuti ujian akhir satuan pendidikan. kelompok mata pelajaran estetika. Terdapat jalinan kerjasama dengan alumni dalam penggalangan dana 8. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. dan akhlak mulia. olah raga. ketakwaan. dan kemajuan hasil belajar. kemampuan. peserta didik harus mendapatkan nilai yang sama atau lebih besar dari nilai batas ambang kompetensi yang dirumuskan oleh BSNP. memperbaiki proses pembelajaran. ketakwaan. dan menentukan kelulusan peserta didik. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik. Penilaian hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik secara berkesinambungan untuk memantau proses.f. dan kesehatan dilakukan melalui: pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta didik. penugasan. dan kesehatan . ulangan. ulangan. kantin. dan instrumen penilaian prestasi belajar peserta didik. olah raga. ulangan. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. dan kesehatan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kelulusan peserta didik dari penilaian akhir satuan pendidikan. dll) c. olah raga. dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi yang dinilai. bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. prosedur. Terjalin kerjasama dengan penyandang dana. dan akhlak mulia dan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui: pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi diukur melalui ujian. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran keimanan. toko. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani. Penilaian digunakan untuk: menilai pencapaian kompetensi peserta didik. Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dilakukan penilaian akhir pada setiap satuan pendidikan untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran keimanan. dan akhlak mulia. Dan sebagainya Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Penilaian akhir mempertimbangkan hasil penilaian peserta didik sejak awal hingga akhir masa studi. pada kelompok mata pelajaran keimanan. Pengembangan Standar Penilaian Pendidikan Dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP bahwa standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. kelompok mata pelajaran estetika. dan kelompok mata pelajaran jasmani. baik tetap maupun ridak tetap dan terdapat pemasukan dana b. Ujian nasional merupakan penilaian bersifat nasional atas pencapaian standar kompetensi lulusan oleh peserta didik hasilnya dapat dibandingkan baik antar satuan pendidikan. ketakwaan. dan ujian. serta ujian. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. Tertdapat usaha nyata sekolah dalam hal IGA atau unit produksi sekolah (koperasi. 19 . serta kelompok mata pelajaran jasmani.

Oleh karena itu perlu mengembangkan. Matematika. meningkatkan dan melaksanakan beberapa program dan kegiatan penilaian seperti misalnya: a. dan digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Pengembangan pedoman-pedoman evaluasi sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau BSNP e. dan akuntabel. Pengembangan perangkat model-model penilaian pembelajaran b. dan lulus Ujian Nasional. lulus ujian akhir kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan. Dalam teknis pelaksanaan Ujian Nasional di tingkat provinsi. Setiap peserta didik wajib mengikuti satu kali Ujian Nasional tanpa dipungut biaya. Pemerintah Provinsi. Jadual pelaksanaan Ujian Nasional ditetapkan oleh Menteri. dan kelompok mata pelajaran jasmani. dan kesehatan . Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditetapkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan sesuai dengan kriteria yang dikembangkan dan ditetapkan oleh BSNP. dan akhlak mulia. salah satu dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya. BSNP bekerja sama dengan LPMP. ulangan kenaikan kelas. Penilaian kompetensi peserta didik pada Ujian Nasional dilakukan secara obyektif. uji coba. Pada jenjang SMP. bahan pertimbangan dalam menentukan kelulusan peserta didik dari program pendidikan dan/atau satuan pendidikan. Implementasi model evaluasi pembelajaran: ulangan harian. Kriteria kelulusan ujian nasional dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. Soal pada Ujian Nasional mewakili seluruh cakupan materi yang ada pada standar kompetensi lulusan dari mata pelajaran yang diujikan. Pengembangan instrumen atau perangkat soal-soal untuk berbagai model evaluasi d. Pemerintah Kabupaten/Kota. ulangan akhir semester. dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan oleh peserta didik. maupun antar waktu. Peserta ujian nasional memperoleh Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional yang selanjutnya disebut SKHUN yang diterbitkan oleh satuan pendidikan penyelenggara Ujian Nasional. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Rata-rata tahunan hasil Ujian Nasional yang diperoleh program pendidikan dan/atau satuan pendidikan dipertimbangkan dalam akreditasi satuan pendidikan dan/atau program pendidikan. olah raga. kelompok mata pelajaran estetika. Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia.antara daerah. Peserta didik dinyatakan lulus setelah: menyelesaikan seluruh program pembelajaran. Pengembangan lomba-lomba. dan satuan pendidikan. Bahasa Inggris. memperoleh nilai minimal baik pada evaluasi akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran keimanan. Standar kompetensi pada mata pelajaran yang diujikan dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. ketakwaan. dan sejenisnya dalam upaya peningkatan standar nilai atau ketuntasan kompetensi 20 . ulangan tengah semester. Peserta didik pendidikan informal dapat mengikuti ujian nasional setelah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh BSNP. BSNP menyelenggarakan Ujian Nasional yang diikuti peserta didik untuk mengukur kompetensi peserta didik dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. berkeadilan. satuan pendidikan. dll c. Ujian Nasional diadakan sekurang-kurangnya satu kali dan sebanyak-banyaknya dua kali dalam satu tahun pelajaran. Setiap peserta didik berhak mengikuti Ujian Nasional dan berhak mengulanginya sepanjang belum dinyatakan lulus dari satuan pendidikan. Hasil Ujian Nasional digunakan sebagai : salah satu instrumen dalam pemetaan mutu satuan pendidikan dan/atau program pendidikan. dan/atau program pendidikan.

f. Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk melaksanakan penilaian dalam rangka pengembangan perangkat penilaian sampai dengan analisa dan pelaporan hasil belajar peserta didik, dan g. Melaksanakan kerjasama dengan pihak lain untuk melaksanakan tes atau uji coba prestasi peserta didik secara periodik Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. Terdapat perangkat penilaian berbagai ragam untuk semua mapel semua jenjang kelas/tingka b. Terselenggara berbagai model evaluasi: ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, dll c. Terdapat dokumen pengembangan bank soal, dan d. Terdapat berbagai macam lomba, uji coba, dan jenis lainnya untuk peningkatan prestasi peserta didik. Dari berbagai program pengembangan tersebut selanjutnya dapat dibuat kerangka kerja/program dan target yang diinginkan dengan berbagai strategi pelaksanaannya sebagai berikut: Program Dan Hasil Yang Diharapkan
Isi (Kurikulum) Proses Kelulusan Pengelolaan Pembiayaan Pendidik & Tnaga Kependidikan Prasarana dan Sarana Penilaian Lainnya

N o

1 2 3 5

5

Mengimplementa sikan MBS Mengembangkan Inovasi Pembelajaran Menciptakan Komunitas Belajar Mengembangkan Profesionalitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan Menggalang Partisipasi Masyarakat

Strategi

• •

• • •

• • •

• • •

• •

• •

21

KETERANGAN:  Dengan strategi implementasi MBS di sekolah dapat dilaksanakan program-program yang relevan dengan pengembangan kurikulum atau kurikulum satuan pendidikan yang akan dilaksanakan, inovasi proses pembelajaran, pencapaian kompetensi lulusan yang makin meningkat, pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan, pengembangan prasarana dan sarana, pengembangan pengelolaan pendidikan di sekolah, pencapaian pembiayaan pendidikan di sekolah yang proporsional, pengembangan sistem penilaian, dan program lain yang sesuai dengan kebutuhan serta kondisi lingkungan sekolah/masyarakat. Dengan strategi pengembangan inovasi pembelajaran di sekolah dapat dilaksanakan program-program yang relevan dengan pengembangan dan penerapan berbagai model proses pembelajaran terutama penerapan CTL di sekolah, pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan yang mampu menerapkan CTL, pengembangan prasarana dan sarana pendukung pelaksanaan CTL, pengembangan pengelolaan pendidikan di sekolah yang mengakomodasi pelaksanaan pembelajaran CTL, pengembangan sistem penilaian yang didasarkan atas penerapan pembelajaran CTL, dan program lain yang sesuai dengan kebutuhan serta kondisi lingkungan sekolah. Dengan strategi penciptaan komunitas belajar yang kondusif di sekolah dapat dilaksanakan program-program yang mengarah kepada budaya pengembangan kurikulum yang kontekstual oleh pendidik, budaya inovatif pendidik dalam pengembangan pendekatan proses pembelajaran yang kontekstual, pengembangan dan pengkondisian peserta didik yang mengarah kepada kompetisi untuk mencapai kompetensi yang tinggi, penciptaan budaya dan pengembangan kompetensi (profesionalitas, pedagogik, kepribadian, sosiologis) pendidik dan tenaga kependidikan, penciptaan peluang atau keslimaan dan pendayagunaan secara optimal prasarana dan sarana serta potensi sumber daya sekolah lainnya, penciptaan dan pengembangan pengelolaan sekolah yang kontekstual dengan kebutuhan sekolah serta penciptaan budaya entrepreneurship di lingkungan sekolah. Dengan strategi pengembangan perofesionalitas pendidik dan tenaga kependidikan , dapat dilaksanakan program-program yang relevan seperti: peningkatan kemampuan pendidik dan tenaga kependidikan agar mampu mengembangkan kurikulum atau kurikulum satuan pendidikan, melakukan inovasi proses pembelajaran, mengembangkan prasarana dan sarana pendidikan, mengembangkan model/sistem pengelolaan pendidikan di sekolah, mengembangkan usaha dan income generating di sekolah, dan mengembangkan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan KBK. Dengan strategi penggalangan partisipasi masyarakat, dapat dilaksanakan programprogram yang relevan seperti: peningkatan kerjasama, kemitraan, dan pengoptimasian potensi sumber daya masyarakat (stakeholder) dan atau komite sekolah untuk membantu mengembangkan kurikulum, proses pembelajaran, tenaga pendidik dan kependidikan, sarpras, pengelolaan sekolah, pembiayaan pendidikan, dan bahkan dalam pelaksanaan pengembangan penilaian peserta didik. 22

D. Proses Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) Dalam penyusunan RPS harus menerapkan prinsip-prinsip: memperbaiki prestasi belajar siswa, membawa perubahan yang lebih baik (peningkatan/ pengembangan), sistematis, terarah, terpadu (saling terkait & sepadan), menyeluruh, tanggap terhadap perubahan, demand driven (berdasarkan kebutuhan), partisipasi, keterwakilan, transparansi, data driven, realistik sesuai dengan hasil analisis SWOT, dan mendasarkan pada hasil review dan evaluasi. 1. Penyusunan dan Pelaksanaan RPS Faktor penting yang harus diperhatikan oleh setiap sekolah adalah konsistensi anatara perencanaan dengan pelaksanaan pengembangan sekolah. Perencanaan sekolah yang baik akan memberikan kontribusi keberhasilan yang besar dalam implementasinya.
Desai Desai n n Implementa Implementa si si Evalua Evalua si si

RPS RPS

RPS RPS

RPS RPS

Cakupan Isi RPS Kualitas RPS

Kepatuhan Implementasi dengan Desain RPS

Kesesuaian Hasil dengan Desain RPS

Sedangkan perencanaan yang kurang baik akan memberikan dampak yang kurang baik pula terhadap impelemntasinya. Oleh karena itu dalam setiap membuat RPS, sekolah harus mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi seperti kondisi lingkungan strategis, kondisi sekolah saat ini, dan harapan masa datang. Alur berfikir dan keterkaitan antara perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sekolah dapat dilihat pada gambar 2.
Gambar 2. Penyusunan dan Pelaksanaan Perencanaan Sekolah Analisis Lingkungan Analisis Lingkungan Strategis Strategis

SituasiPendidikan Pendidikan Situasi saatini ini saat

Kesenjanga n

SituasiPendidikan Pendidikan Situasi yangdiharapkan diharapkan yang

RencanaStrategis Strategis Rencana (5tahun) tahun) (5

Rencana Rencana Operasional Operasional (1 tahun) (1 tahun)
Pelaksanaan Pelaksanaan Program Program Monitoring & Monitoring & Evaluasi Evaluasi

23

perkembangan IPTEK. Program-program tersebut lebih bersifat garis besar. Berbagai faktor tersebut diantaranya adalah kondisi sosial masyarakat. laboran. peran komite sekolah. kondisi ekonomi masyarakat dan nasional. yaitu Rencana Strategis (Renstra) Sekolah dalam jangka menengah (lima tahunan) dan Rencana Operasional (Renop) Sekolah dalam jangka pendek (satu tahunan). Langkah-langkah Penyusunan RPS: Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Operasional (Renop) Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa RPS berisi dua rencana pengembangan pendidikan ditinjau dari jangka waktunya. Sedangkan Renop merupakan bagian tak terpisahkan dari Renstra. dan sebaginya. kondisi geografis lingkungan sekolah. regulasi/kebijakan pemerintah pusat dan daerah. kondisi keamanan lingkungan. Langkah-langkah penyusunan Renstra dalam RPS: 1) Melakukan analisis lingkungan strategis sekolah Dalam analisis ini pihak sekolah melakukan kajian tentang faktor-faktor eksternal sekolah. masyarakat serta sesuai dengan RPPP dan RPPN. dan lebih merupakan penjabaran operasional dari Renstra. yang dapat mempengaruhi penyelenggaraan pendidikan. pembiayaan dan sumber dana sekolah. fasilitas atau sarpras. kelulusan. 24 . yang semuanya mengacu kepada SNP. kepala sekolah. Secara lebih rinci dalam pentahapan proses penyusunan RPS adalah sebagai berikut: a. Hasil ini selanjutnya akan dibvandingkan dengan kondisi ideal yang diharapkan di masa lima tahun mendatang. sistem penilaian/evaluasi. kondisi demografis masyarakat sekitar. buku. Aspek atau unsur-unsur sekolah yang secara internal dapat dikaji antara lain mengenai kondisi saat ini tentang: PBM. Hasil kajian ini dapat dirumuskan dalam ”education profile” pada suatu daerah yang dapat dipergunakan untuk menentukan ”status” atau potret pendidikan di SMP saat ini . sehingga dapat diketahui sejauhmana kesenjangan yang terjadi. Dalam hal program. guru. perkembangan globaliasasi. manajemen sekolah. media pengajaran. peserta didik. Analisis ini lebih menitikberatkan kepada analisis situasi pendidikan jenjang SMP pada umumnya di sekitar sekolah yang bersangkutan. baik menyangkut fisik maupun non fisik. kurikulum. kondisi perpolitikan. tenaga TU. dan sebaginya. 2) Melakukan analisis situasi pendidikan sekolah saat ini Adalah suatu analisis atau kajian yang dilakukan oleh sekolah untuk mengetahui semua unsur sekolah yang akan dan telah mempengaruhi penyelenggaraan pendidikan dan hasil-hasilnya. tenaga perpustakaan. Renstra menggambarkan suatu perencanaan pengembangan sekolah yang menggambarkan tentang program-program sekolah yang akan dilaksanakan dan dicapai selama kurun waktu lima tahun. Hasil kajian ini dapat dipergunakan untuk menentukan visi sekolah. Baik dalam Renstra maupun Renop semua sumber dana dan alokasi biaya sudah dapat diprediksi sebelumnya. Programprogram dalam Renop lebih detail yang akan dilaksankan dan dicapai dalam satu tahun. sedangkan Renop dibuat pada tahun pertama dari lima tahun yang akan dilaksanakan. baik Renstra maupun Renop harus memperhatikan kebutuhan sekolah. Dengan demikian Renstra dibuat pada awal tahun untuk lima tahun mendatang.2.

sehingga akan banyak tenaga kerja asing di Indonesia. sehingga dapat menentukan kondisi sekolah yang benarbenar ideal tetapi terukur. sehingga apa yang diharapkan sekolah secara ideal dapat dicapai. antara lain: (1) perkembangan iptek begitu cepat akan berpengaruh pada semua aspek kehidupan termasuk teknologi pendidikan. Dengan kata lain. sehingga prinsip multiple intelegence menjadi salah satu harapan. Berikut itu beberapa contoh perkembangan ke depan yang perlu diperhatikan. dan standar penilaian.3) Melakukan analisis situasi pendidikan sekolah yang diharapkan 5 tahun kedepan Sekolah melakukan suatu kajian atau penelaahan tentang cita-cita potret pendidikan di SMP yang ideal di masa datang (khususnya dalam lima tahun mendatang). 4) Menentukan kesenjangan antara situasi pendidikan sekolah saat ini dan yang diharapkan 5 tahun kedepan Berdasarkan pada hasil analisis sekolah saat ini dan analisis kondisi sekolah yang idieal lima tahun mendatang (langkah 2 dan 3). standar pengelolaan. serta (8) masyarakat semakin faham bahwa pendidikan bukan hanya untuk hal-hal yang bersifat kognitif. Imajinasi ke depan seperti itu akan selalu diwarnai oleh peluang dan tantangan yang diyakini akan terjadi di masa datang. feasible. standar kelulusan. yaitu mampu mencapai SNP. sehingga sekolah yang mutunya jelek akan ditinggalkan mereka. (5) era global tampaknya juga berpengaruh terhadap perilaku dan moral manusia. Diharapkan apa yang menjadi idealisme dalam lima tahun mendatang merupakan ”education profile yang ideal”. Hasil analisis ini selanjutnya akan dipergunakan untuk membandingkan dengan kondisi sekolah saat ini (poin 2). sehingga sekolah diharapkan berperan menanamkan akhlaq kepada siswa. yaitu tercapainya standar kurikulum sekolah. Namun demikian visi sekolah harus tetap berada dalam koridor kebijakan pendidikan nasional. (6) di era AFTA yang sebentar lagi dimulai bahasa Inggris akan sangat penting untuk sarana komunikasi di dunia kerja. sekolah harus memperhatikan perkembangan dan tantangan masa depan. Kesenjangan itulah merupakan sasaran yang harus dicapai atau diatasi. standar PBM. standar pembiayaan. Dalam analisis ini melibatkan semua stakeholder sekolah. Dalam menentukan visi tersebut. (7) di era AFTA juga sangat mungkin terjadi pembukaan “cabang” sekolah luar negeri di kota besar di Indonesia. khususnya mereka yang memiliki cara pandang yang visioner. dan sebagainya. (5) kesadaran orangtua akan pentingnya pendidikan yang baik bagi anaknya ternyata paralel dengan persaingan antar sekolah untuk menggaet anak yang pandai dengan orangtua yang penuh perhatian. dan rasional. 5) Merumuskan visi Visi adalah imajinasi moral yang menggambarkan profil sekolah yang diinginkan di masa datang. kesenjangan tersebut merupakan selisih antara kondisi nyata sekarang dengan kondisi idealnya. (2) era global akan menyebabkan lalu lintas tenaga kerja sangat mudah. sebaliknya banyak tenaga kerja Indonesia di luar negeri (3) era informasi yang menyebabkan siswa dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber sehingga guru dan sekolah bukan lagi satu-satunya sumber informasi. Artinya visi suatu sekolah harus mengacu kepada kebijakan umum pendidian yang tekah ditetapkan secara nasional. Hal itu penting difahami untuk menghindari terjadinya kekeliruan bahwa sekolah “bebas” menentukan 25 . standar fasilitas. maka selanjutnya sekolah dapat menentukan kesenjangan yang terjadi antara keduanya. standar pendidik dan tenaga kependidikan.

misi dan tujuan baku SMP yang telah ditetapkan. Di samping itu visi sekolah juga harus mempertimbangkan potensi yang dimiliki sekolah dan harapan masyarakat di sekitar sekolah. 7) Merumuskan tujuan sekolah selama lima (5) tahun ke depan Bertolak dari visi dan misi yang telah dikembangkan oleh sekolah. b. dan rancangan tindakan yang dijadikan arahan untuk mewujudkan visi.visinya dan tidak terkait dengan kebijakan pihak lain. Artinya jenis dan mutu layanan pendidikan seperti apa yang diharapkan oleh orangtua dan masyarakat sekitar sekolah. c. Rumusan misi selalu dalam bentuk kalimat yang menunjukkan “tindakan” dan bukan kalimat yang menunjukkan “keadaan” sebagaimana pada rumusan visi. Jadi misi merupakan penjabaran visi dalam bentuk rumusan tugas. visi yang dirumuskan dengan kalimat filosofis perlu diberikan indikatornya. bahkan seringkali mirip sebuah slogan. satu indikator misi dapat dirumuskan lebih dari satu rumusan misi. Visi dan disertai indikator tersebut hanyalah bahan banding dan hanya cocok dengan sekolah yang bersangkutan. Juga harus dipertimbangkan apa potensi yang dimiliki sekolah untuk mewujudkan harapan tersebut. 6) Merumuskan misi sekolah Misi adalah tindakan atau upaya untuk mewujudkan visi. proses. dan berdasarkan tujuan baku SMP yang tertera dalam Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional maupun Peraturan Pemerintah sebagai pedoman pelaksanaannya. pembiayaan. kewajiban. Misalnya. sarana. mudah diingat dan terkait dengan istilah tertentu. Antara indikator visi dengan sumusan misi harus ada keterkaitan atau terdapat benang merahnya secara jelas. Jika visi. misi dan tujuan baku terkait dengan jangka panjang. apa indikator sekolah yang “unggul dalam prestasi berdasarkan iman dan taqwa” tersebut. Isi tujuan jangka menengah ini masih bersifat global dan komprehensif. Dengan demikian tujuan jangka menengah (5 tahun) pada dasarnya merupakan tahapan atau langkah untuk mewujudkan visi. untuk jangka waktu yang lama. Visi pada umumnya dirumuskan dengan kalimat yang filosofis. pengelolaan. Mencerminkan standar keunggulan dan cita-cita yang ingin dicapai. Berorientasi ke masa depan. Sebagaimana disebut terdahulu. Sering pula dirumuskan dalam bentuk kalimat yang khas. d. misi adalah bentuk layanan untuk memenuhi tuntutan yang dituangkan dalam visi dengan berbagai indikatornya. baik isi yang mengarah pada pencapaian standar isi. maka tujuan 5 tahun dikaitkan dengan jangka menengah. kelulusan. Rumusan visi yang baik seharusnya memberikan isyarat: a. f. e. Oleh karena itu sekolah lain dianjurkan merumuskan visinya sendiri. sesuai dengan norma dan harapan masyarakat. Indikator sebaiknya mencakup segala aspek pokok yang diimajinasikan. selanjutnya sekolah merumuskan tujuan jangka menengah (5 tahun). Dengan kata lain. Menjadi dasar perumusan misi dan tujuan sekolah. yang sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing. pendidik. Dalam hal ini. Menunjukkan keyakinan masa depan yang jauh lebih baik. Mencerminkan dorongan yang kuat akan tumbuhnya inspirasi. semangat dan komitmen warga. Mampu menjadi dasar dan mendorong terjadinya perubahan dan pengembangan sekolah ke arah yang lebih baik. maupun penilaian karena untuk kepentingan jangka 26 .

program yang dirumuskan merupakan penjabaran isi dari tujuan yang akan dicapai selama kurun waktu lima tahun. maka rencana biaya untuk tahun pertama dapat dipergunakan sebagai dasar dalam menentukan biaya di tahun kedua. Tidak menutup kemungkinan dari sumber dana lain yang saat menyusun belum tahu asal muasalnya. program dan strategi pencapaiannya di atas. Oleh karena itu penting bagi setiap sekolah untuk mengetahui RPPK. suatu program makin lama makin banyak biayanya. dua tahun atau 10 tahun. dari pusat. efektif. dan kelima. Untuk membantu keakuratan dalam rancangan biaya pertahunnya. maka seandainya terjadi perubahan besarnya biaya dan asal sumber dana juga tidak 27 . 11) Menentukan rencana biaya (alokasi dana) Selanjutnya sekolah merencanakan alokasi anggaran biaya untuk kepentingan lima tahun. pokok. atau sebaliknya. Dalam membuat rencana anggaran ini dari setiap besarnya alokasi dana harus dimasukkan asal semua sumber dana. ketiga. Demikian pula untuk hasil-hasil yang akan dicapai dari SNP lainnya. demikian pula sebaliknya. Karena Renstra sifatnya global. Semua ini sangat tergantung dari kemampuan sekolah dan daerah masing-masing. jitu. sehingga perkiraan sumber dana dapat diprediksi dengan tepat. misalnya dana dari rutin atau daerah. 8) Merumuskan program-program strategis untuk mencapai tujuan jangka menengah (5 tahun) Rumusan yang dibuat oleh sekolah tentang program-program 5 tahunan ini bersifat strategis. urgen. Misalnya dari program pencapaian SNP tentang standar sarana dan prasarana pendidikan. Strategi yang salah akan menyebabkan tidak tercapainya program. 10) Menentukan milestone (output apa dan kapan dicapainya) Berdasarkan pada tujuan. dan RPPN. Misalnya untuk pencapaian program pengembangan standar kurikulum dimungkinkan berbeda strateginya dengan strategi untuk mencapai standar prasarana atau fasilitas pendidikan. Karakteristik strategi adalah yang sesuai dengan tuntutan program. Dengan kata lain. masih bersifat yang utama. belum spesifik/operasional. Artinya. Program strategis ini harus sesuai dengan rumusan tujuan 5 tahunan yang telah ditetapkan. dari komite sekolah. RPPP. Program di sini belum operasional. baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif dan dalam waktu kapan akan dicapai (satu tahun.menengah (5 tahun). 9) Menentukan strategi pelaksanaan Setelah program dirumuskan. selanjutnya adalah menetukan strategi apa yang harus dijalankan untuk melaksanakan program tersebut secara efisien. bentuk hasil yang akan dicapai sarana pendidikan apa saja dalam jangka lima tahun bisa terwujud. dan tepat. dan komprehensif. maka selanjutnya dapat dirumuskan tentang apa-apa saja yang akan dihasilkan (sebagai output). Oleh karena itu dalam perumusan strategi ini harus mempertimbangkan keterlibatan pihak lain terkait dan kemampuan sekolah itu sendiri. Untuk selanjutnya program ini akan dijabarkan lebih kongkret dan terukur secara operasional nanti ke program dalam Rencana Operasional (Renop). Rencana biaya tersebut dapat dirumuskan per tahunnya. Dan dalam batas waktu atau tahun tertentu baru menyusut besarnya biaya. Masing-masing aspek yang dikembangkan dalam tujuan jangka menengah (5 tahun) masih dirumuskan secara umum. atau dari seumber dana lainnya. dst). hanya garis besarnya saja. Ada kemungkinan suatu program biayanya makin lama makin berkurang karena telah terpenuhi sebelumnya. sehingga dalam waktu lima tahun akan diketahui jumlah biaya yang diperlukan dan dari sumber biaya mana saja.

dan kelima. dan harus dirumuskan evaluasi kinerja sekolah oleh tim. dan evaluasi internal sekolahnya oleh kepala sekolah dan tim yang dibentuk sekolah. untuk selanjutnya berdasarkan Renstra tersebut kemudian disusun Rencana Operasional Tahunan. sekolah dapat memperbaiki kelemahan proses dan dapat mengetahui keberhasilan atau kegagalan tujuan. yang baru adalah Renopnya. monitoring internal. Pemantauan pihak luar dilakukan kepada sekolah bukan ditentukan oleh sekolah. Contoh format Renstra dapat dilihat pada lampiran. dirumuskan monitoring tiap kegiatan sekolah oleh tim. Pada akhirnya sekolah akan mengetahui kapan suatu target SNP akan dicapai dengan pasti. Dengan demikian. Tanpa adanya langkah ini sekolah akan cenderung berjalan tanpa ada kejelasan dan kepastian. Sebab Renstra hanya dibuat sekali saat awal tahun pertama saja atau dengan kata lain Renstra tidak boleh tiap tahun berubah. Lingkunga n Strategis Kondisi saat ini Kesenjang an kondisi Misi 1 Tujuan 1 Program 1 Strategi Pelaksanaan Misi 2 Tujuan 2 Program 2 Harapan 5 th yad Lingkunga n Strategis VISI Misi n Tujuan n Program n Rencana Biaya Tonggak-tonggak Kunci Keberhasilan (milestone) Monitoring & Evaluasi Gambar 3 Langkah-langkah Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Lima (5) Tahun 28 . Harus dirumuskan rencana supervisi yang akan dilakukan sekolah ke semua unsur sekolah. Dengan penyusunan rencana anggaran yang baik dalam Renstra ini. ketiga. Secara skematis. Oleh siapa dan kapan dilaksanakan harus dirumuskan secara jelas selama kurun waktu lima tahun. penyusunan Renstra dapat dilihat pada gambar 3. 12) Membuat rencana pemantauan dan evaluasi Sekolah merumuskan tentang rencana supervisi. akan sangat membantu sekolah dalam merumuskan strategi ke depan khususnya dalam pencapaian anggaran pendidikan (RAPBS).masalah. Yang paling utama justru sekolah juga harus melakukan pemantauan dan supervisi sendiri untuk mengetahui posisi sekolahnya. Perubahan tersebut akan nampak ketika sekolah menyusun Renop pada tahun kedua. Demikian langkah-langkah dalam proses penyusunan Renstra.

29 . alokasi. Langkah-langkah Penyusunan Renop dalam RPS: Renop disusun berdasarkan Renstra. Adapun langkah-langkah penyusunan Renop adalah sebagai berikut: 1) Melakukan analisis lingkungan operasional sekolah 2) Melakukan analisis pendidikan sekolah saat ini 3) Melakukan analisis pendidikan sekolah 1 tahun kedepan (yang diharapkan) 4) Merumuskan kesenjangan antara pendidikan sekolah saat ini dan satu (1) tahun kedepan 5) Merumuskan tujuan tahunan/tujuan jangka pendek (sasaran) 6) Mengidentifikasi urusan-urusan sekolah yang perlu dilibatkan untuk mencapai setiap sasaran dan yang masih perlu diteliti tingkat kesiapannya 7) Melakukan analisis SWOT (mengenali tingkat kesiapan masing-masing urusan sekolah melalui analisis SWOT) 8) Menyusun langkah-langkah pemecahan persoalan. yaitu mengubah ketidaksiapan menjadi kesiapan urusan sekolah. sumber dana) 12) Menyusun rencana pelaksanaan program 13) Menyusun rencana pemantauan dan evaluasi 14) Membuat jadwal pelaksanaan program 15) Menentukan penanggungjawab program/kegiatan Adapun yang menjadi ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan ketika menyusun Renop sekolah adalah: 1) Menggunakan strategi analisis swot 2) Analisis swot dilakukan setiap tahun 3) Renop merupakan pemjabaran dari renstra 4) Program yang direncanakan lebih operasional 5) Ada benang merah antara tujuan lima tahunan dan sasaran (tujuan) satu tahunan 6) Rencana dan program sekolah harus memperhatikan hasil analisis SWOT 7) Penulisan Renop juga mengacu pada buku MBS-2 Secara skematis dalam menyusun Renop sekolah dapat dilihat pada gambar 5. Sehingga antara Renstra dan Renop harus terkait dan ada benang merahnya. dan pembimbingan oleh berbagai pihak yang berkepentingan dengan sekolah. Renstra dan Renop inilah yang selanjutnya akan dipergunakan sebagai dasar untuk melakukan monitoring dan evaluasi. pembinaan. dan tidak boleh menyimpang dari Renstra.Dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) b. 9) Menyusun rencana program sekolah 10) Menentukan milestone (output apa & kapan dicapai) 11) Menyusun rencana biaya (besar dana.

Perbedaannya adalah untuk analisis ini lebih menitikberatkan kepada lingkungan sekolah saja yang cakupannya lebih sempit dan berpengaruh langsung kepada operasional sekolah.situasi operasional lingkungan sekolah Sasaran 1 Sasaran 2 Sasaran 3 ………. potensi daerah. Hasil kajian ini (baik yang bersifat kuantitas maupun kualitas) dapat dipergunakan untuk membantu melakukan analisis pendidikan yang ada di sekolah saat sekarang ini. dan potensi lainnya. program dan anggaran untuk masing-masing sasaran situasi operasional lingkungan sekolah Merencanakan supervisi dan monev Menentukan jadwal kegiatan Menentukan penanggungjawab Gambar 5 Langkah-langkah Penyusunan Rencana Operasional (Renop) Sekolah Satu Tahunan Dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) Secara lebih rinci penyusunan Renop tersebut adalah sebagai berikut: 1) Melakukan analisis lingkungan operasional sekolah Langkah ini pada prinsipnya adalah sama dengan analisis lingkungan strategis di atas. Yaitu menganalisis terhadap kebutuhan masyarakat/daerah setlima... 30 . potensi masyarakat sekitar. potensi ekonomi masyarakat sekitar sekolah. Termasuk di dalamnya juga tentang regulasi atau kebijakan daerah dan peta perpolitikan daerah setlima. Identifikasi fungsifungsi untuk mencapai sasaran Kondisi yang ideal diharapkan satu thn ke depan Kesenjangan atau gap antara kondisi sekolah sekarang dengan idealnya satu thn kedepan Analisis SWOT setiap fungsi dan faktor-faktornya Alternatif langkah-langkah pemecahan persoalan Kondisi sekolah saat ini (saat sekarang) Rencana. potensi sekolah. ………. potensi geografis sekitar sekolah.

Khususnya kesenjangan tentang aspek-aspek dalam SNP. dan standar penilaian. standar fasilitas. tenaga perpustakaan. feasible. standar PBM. dan sebaginya. standar pembiayaan. yaitu pada pencapaian standar isi. dan terukur dari tujuan lima tahunan dalam renstra. Oleh karena itu. standar PBM. pembiayaan dan sumber dana sekolah. kelulusan atau 31 . kurikulum. manajemen sekolah. Dalam perumusannya harus mengandung aspek ABCD (audience. 3) Melakukan analisis pendidikan sekolah satu (1) tahun kedepan (yang diharapkan) Pada dasarnya analisis ini sama dengan yang dilakukan untuk analisis sebelumnya di renstra. peserta didik. kelulusan. 4) Menentukan kesenjangan antara situasi sekolah saat ini dan yang diharapkan satu (1) tahun kedepan Dalam menentukan kesenjangan ini pada dasarnya sama ketika menyusun renstra. dan degree). Rumusan tujuan satu tahunan ini merupakan penjabaran lebih rinci. yaitu standar kurikulum sekolah. Secara substansi tujuan tersebut lebih mentitikberakan kepada tujuan pencapaian SNP. tujuan disini tidak boleh berbeda atau menyimpang dari tujuan lima tahunan. Kesenjangan itulah merupakan sasaran yang harus dicapai atau diatasi dalam waktu satu tahun. dan standar penilaian. bedanya disini untuk jangka waktu satu tahun. behaviour. fasilitas atau sarpras. peran komite sekolah. standar pendidik dan tenaga kependidikan. Aspek atau unsur-unsur sekolah yang secara internal dapat dikaji antara lain mengenai kondisi saat ini tentang: PBM. maka selanjutnya sekolah dapat menentukan kesenjangan yang terjadi antara keduanya. guru. Analisis ini lebih menitikberatkan kepada analisis situasi pendidikan di sekolah yang bersangkutan. Dalam analisis ini melibatkan semua stakeholder sekolah. sehingga dapat diketahui sejauhmana kesenjangan yang terjadi. standar pengelolaan. sistem penilaian/evaluasi.2) Melakukan analisis pendidikan sekolah saat ini Adalah suatu analisis atau kajian yang dilakukan oleh sekolah untuk mengetahui semua unsur internal sekolah yang akan dan telah mempengaruhi penyelenggaraan pendidikan dan hasil-hasilnya. proses. sarana. 5) Merumuskan tujuan sekolah selaman satu (1) tahun ke depan (disebut juga dengan sasaran atau tujuan situasional satu tahun) Sekolah menentukan atau merumuskan sasaran atau tujuan jangka pendek satu tahunan. kepala sekolah. Berdasarkan pada hasil analisis sekolah saat ini dan analisis kondisi sekolah yang idieal satu tahun mendatang (langkah 2 dan 3). condition. dan rasional. Diharapkan apa yang menjadi idealisme dalam satu tahun mendatang merupakan ”school profile yang ideal”. standar kelulusan. kesenjangan tersebut merupakan selisih antara kondisi nyata sekarang dengan kondisi idealnya satu tahun ke depan. standar pengelolaan. sehingga dapat menentukan kondisi sekolah yang benar-benar ideal tetapi terukur. standar fasilitas. buku. yaitu tercapainya standar kurikulum sekolah. Hasil kajian ini dapat dirumuskan dalam ”school profile” sekolahnya yang dapat dipergunakan untuk menentukan ”status” atau potret sekolah saat ini . standar pendidik dan tenaga kependidikan. standar pembiayaan. sehingga apa yang diharapkan sekolah secara ideal dapat dicapai. operasional. tenaga TU. yaitu mampu mencapai SNP. khususnya mereka yang memiliki cara pandang yang visioner. media pengajaran. Hasil analisis ini selanjutnya akan dipergunakan untuk membandingkan dengan kondisi sekolah saat ini (poin 2). standar kelulusan. Hasil ini selanjutnya akan dibandingkan dengan kondisi ideal yang diharapkan di masa satu tahun mendatang. Dengan kata lain. laboran. Sekolah melakukan suatu kajian atau penelaahan tentang cita-cita potret sekolah yang ideal di masa datang (khususnya dalam satu tahun mendatang).

latihan. dalam identifikasi fungsi dibedakan fungsi-fungsi pokok yang berbentuk proses. Agar lebih mudah. Pada setiap fungsi ditentukan pula faktor-faktornya. kurikulum. sarana dan prasarana. Weakness. Untuk itu. misalnya untuk meningkatkan pencapaian ketuntasan kompetensi lulusan adalah fungsi proses belajar mengajar (PBM) dan pendukung PBM. dan tujuan sekolah. Masing-masing aspek yang dikembangkan dalam tiap tujuan dirumuskan harus operasional. dan tujuan sekolah sebelum merumuskan sasarannya. Meskipun sasaran dirumuskan berdasarkan tantangan nyata yang dihadapi oleh sekolah. maka langkah berikutnya adalah menentukan tingkat kesiapan masing-masing fungsi beserta faktor-faktornya melalui analisis SWOT ( Strength. Selain itu terdapat pula fungsi-fungsi yang tidak terkait langsung dengan proses belajar mengajar. Sasaran harus menggambarkan mutu dan kuantitas yang ingin dicapai dan terukur agar mudah melakukan evaluasi keberhasilannya. pengelolaan. selanjutnya dirumuskan sasaran mutu yang akan dicapai oleh sekolah. Setelah fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran telah diidentifikasi. kesiswaan. diperlukan kecermatan dan kehati-hatian dalam menentukan fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang ditentukan. misalnya KBM. Opportunity. pembiayaan. Langkah ini harus dilakukan sebagai persiapan dalam melakukan analisis SWOT. misi. 7) Melakukan Analisis SWOT Analisis SWOT dilakukan dengan maksud untuk mengenali tingkat kesiapan setiap fungsi dari keseluruhan fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Untuk itu setiap sekolah harus memiliki visi. maka analisis SWOT 32 . baik faktor yang tergolong internal maupun eksternal agar setiap fungsi memiliki batasan yang jelas dan memudahkan saat melakukan analisis. diantaranya pengelolaan keuangan dan pengembangan iklim akademik sekolah.prestasi sekolah (akademik dan non akademik). Berdasarkan pada tantangan nyata tersebut. misi. dan penilaian. Oleh karena tingkat kesiapan fungsi ditentukan oleh tingkat kesiapan masing-masing faktor yang terlibat pada setiap fungsi. namun perumusan sasaran tersebut harus tetap mengacu pada visi. and Threat ). 6) Mengidentifikasi Fungsi-fungsi atau urusan-urusan sekolah untuk dikaji tingkat kesiapannya Setelah sasaran atau tujuan tahunan ditentukan. seperti: ketenagaan. selanjutnya dilakukan identifikasi fungsi-fungsi atau urusan-urusan sekolah yang diperlukan untuk mencapai sasaran tersebut. perencanaan instruksional. anggaran. dan sebagainya serta fungsi-fungsi yang berbentuk pendukung. Apabila sekolah keliru dalam menetapkan fungsi-fungsi tersebut atau fungsi tidak sesuai dengan sasarannya. dan sebagainya. Fungsi-fungsi yang dimaksud. pertandingan. pendidik. serta hubungan sekolah dan masyarakat. maka dapat dipastikan hasil analisis akan menyimpang dan tidak berguna untuk memecahkan persoalan. sarana-prasarana. Tujuan satu tahun merupakan penjabaran dari tujuan sekolah yang telah dirumuskan berdasarkan pada kesenjangan/selisih/gap yang terjadi antara kondisi sekolah saat ini dengan tujuan sekolah untuk satu tahun ke depan. yang berbentuk input misalnya ketenagaan.

maka alternatif langkah-langkah pemecahan persoalannya pun dapat berbeda. minimal memenuhi kriteria kesiapan yang diperlukan untuk mencapai sasaran. agar sasaran dapat tercapai. guru kurang mampu memberdayakan siswa dan umumnya tidak banyak variasi dalam memberikan bahan pelajaran di kelas serta waktu yang digunakan kurang efektif. diperlukan kecermatan. baik faktor internal maupun eksternal. yang pada hakekatnya merupakan tindakan mengatasi kelemahan atau ancaman agar menjadi kekuatan atau peluang. Tindakan yang dimaksud disebut langkah-langkah pemecahan persoalan . sangat dimungkinkan suatu sekolah mempunyai langkah pemecahan yang berbeda dengan sekolah lain untuk mengatasi persoalan yang sama. Format analisis SWOT dapat dilihat pada Tabel 1. dinyatakan sebagai kelemahan bagi faktor internal atau ancaman bagi faktor eksternal. Sedangkan tingkat kesiapan yang kurang memadai. pengetehuan. perlu dilakukan tindakan-tindakan untuk mengubah fungsi tidak siap menjadi siap. maka berlaku ketentuan berikut: Untuk tingkat kesiapan yang memadai. artinya. artinya. maka dapat diidentifikasi kelemahan dan ancaman yang dihadapi oleh sekolah pada hampir semua fungsi yang diberikan. 33 . tidak memenuhi kriteria kesiapan minimal. Selama masih adanya fungsi yang tidak siap atau masih ada persoalan. Oleh karena kondisi dan potensi sekolah berbeda-beda antara satu dengan lainnya. langkah selanjutnya adalah memilih alternatif langkah-langkah pemecahan persoalan. suasana lingkungan sekolah yang kurang kondusif dan ramai karena berdekatan dengan pusat keramaian kota. dan pengalaman yang cukup agar dapat diperoleh ukuran kesiapan yang tepat. disesuaikan dengan kesiapan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya di sekolah tersebut. Disamping itu.dilakukan terhadap keseluruhan faktor dalam setiap fungsi tersebut. Setelah diketahui tingkat kesiapan faktor melalui analisis SWOT. maka sasaran yang telah ditetapkan diduga tidak akan dapat tercapai. kehati-hatian. dinyatakan sebagai kekuatan bagi faktor internal atau peluang bagi faktor eksternal. disebut persoalan . terutama pada pagi dan siang hari menjelang pulang. Dengan kata lain. 8) Merumuskan dan Mengidentifikasi Alternatif Langkah-langkah Pemecahan Persoalan Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan untuk sasaran pertama. yakni tindakan yang diperlukan untuk mengubah fungsi yang tidak siap menjadi fungsi yang siap dan mengoptimalkan fungsi yang dinyatakan siap. Pada fungsi PBM yang menjadi kelemahan adalah siswa kurang disiplin. Oleh karena itu. Sedangkan yang menjadi ancaman adalah kurang siapnya siswa dalam menerima pelajaran. Oleh karena itu dalam analisis SWOT harus dilakukan pada SETIAP SASARAN. Dalam melakukan analisis terhadap fungsi dan faktor-faktornya. Kelemahan atau ancaman yang dinyatakan pada faktor internal dan faktor eksternal yang memiliki tingkat kesiapan kurang memadai. Untuk menentukan kriteria kesiapan .

sekolah mencari alternatif alternatif langkah-langkah memecahkan persoalan. alternative pemecahan masalah pada dasarnya merupakan cara mengatasi fungsi yang belum memenuhi kesiapan. 34 . Dengan kata lain.Selanjutnya untuk mengatasi kelemahan atau ancaman tersebut.

…………. Kekuatan (Strength) Peluang (Opportuni ty) Kelemaha n (Weakness ) Ancaman (Threat) 9) Menyusun Rencana Program Pada bagian sebelumnya telah disebutkan bahwa untuk memecahkan persoalan yang sama. …………. c. …………. c. c. dan berapa biaya yang diperlukan. ………. ………. Faktor Eksternal a. b. 2. 2. …………. …………. ………. …………. …………. 35 . …………. baik secara moral maupun finansial. masing-masing sekolah dapat menentukan alternatif pemecahan persoalan yang berbeda-beda sesuai potensi yang dimiliki sekolah dan memilih alternatif yang paling menguntungkan serta efisien bagi sekolah. ………. Ketenagaan 1. C. ………. c. …………. b. …………. ………. a. Kurikulum Faktornya 1. Hal itu juga diperlukan untuk memudahkan sekolah dalam menjelaskan dan memperoleh dukungan dari pemerintah maupun orangtua peserta didik. a. …………. b. Contoh Format Analisis SWOT ANALISIS ‘ SWOT ’ Urusan & A. c. …………. a. …………. Dari alternatif langkah-langkah pemecahan persoalan yang ada. sekolah ‘X’ selanjutnya menyusun program sesuai dengan kemampuan sekolah. B. ………….Tabel 1. …………. c. c. ………. …………. b. b. b. b. a. a. Kepala sekolah sekolah bersama-sama dengan unsur Komite Sekolah. …………. Sekolah yang sukses adalah sekolah yang mampu melaksanakan alternative pemecahan masalah dengan inovatif maksimal dan biaya minimal. siapa yang harus melaksanakan. ………. …………. ………. …………. b. a. Berdasarkan pada beberapa alternatif pemecahan persoalan yang dihasilkan dari analisis SWOT tersebut. c. b. Faktor Eksternal a. …………. b. b. c. c. …………. a. ………. …………. …………. kegiatan yang harus dilakukan. Rencana yang dibuat harus menjelaskan secara detail dan lugas tentang aspek-aspek yang ingin dicapai. ………. c. …………. kapan dan dimana dilaksanakan. menyusun dan merealisasikan rencana dan program-programnya untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. ………. Dan seterusnya Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Tingkat Kesiapan Faktor Tidak Siap Siap Kekuatan (Strength) Peluang (Opportuni ty) Kelemaha n (Weakness ) Ancaman (Threat) a. Faktor Internal a. b. c. Faktor Internal a.

dan evaluasi di sekolah. Untuk memastikan bahwa dana yang diperlukan benar-benar keluar (terpenuhi). sekolah dapat memperbaiki kelemahan proses dan dapat mengetahui 36 . 13) Menyusun rencana pemantauan dan evaluasi Perumusan di sini pada dasarnya sama dan mengacu kepada renstra khususnya tentang rencana supervisi klinis. monitoring. dari komite sekolah. alokasi.10) Menentukan tonggak-tonggak kunci keberhasilan (milestone) Berdasarkan pada tujuan atau sasaran satu tahunan dan program di atas. in house training. matrikulasi. Dalam penyusunan anggaran di RAPBS. terukur. lokakarya. gedung perpustakaan. monitoring internal. Harus dirumuskan rencana supervisi yang akan dilakukan sekolah ke semua unsur sekolah. Dalam membuat rencana anggaran ini dari setiap besarnya alokasi dana harus dimasukkan asal semua sumber dana. Oleh siapa dan kapan dilaksanakan harus dirumuskan secara jelas selama kurun waktu satu tahun. pendampingan. Dalam perencanaan pelaksanaan harus mempertimbangkan alokasi waktu. kunjungan. dan sebagainya. maka setiap program atau kegiatan harus nampak jelas. atau dari seumber dana lainnya. sehingga perkiraan sumber dana dapat diprediksi dengan tepat. dirumuskan monitoring tiap kegiatan sekolah oleh tim. temu alumni. dan harus dirumuskan evaluasi kinerja sekolah oleh tim. Misalnya dari program pencapaian SNP tentang standar sarana dan prasarana pendidikan. dan feasibel untuk dilaksanakan. Beberapa cara yang bisa ditempuh misalnya dengan pelatihan atau workshop. dan RPPN. Sedangkan yang berupa program rehab besar dana lebih diprioritaskan dari propinsi. Demikian pula untuk hasil-hasil yang akan dicapai dari program-program lainnya. maka selanjutnya dapat dirumuskan tentang apa-apa saja yang akan dihasilkan (sebagai output). Pada era otonomi daerah ini. dan rinci untuk memudahkan dalam menentukan besarnya dana yang diperlukan. Dalam penyusunannya harus memperhatikan ketentuan-ketentuan dari masing-masing penyandang dana. dan sebagainya. dari pusat. efektif. Dengan demikian. Sedangkan untuk program yang lebih operasional bisa dari dana blockgrant atau lainnya yang bersifat lebih luwes. Misalnya untuk pembangunan ruang kelas baru. sumber dana) Selanjutnya sekolah merencanakan alokasi anggaran biaya untuk kepentingan satu tahun. RPPP. remedial. bimbingan teknis rutin. dan sebagainya. Sekolah merumuskan tentang rencana supervisi. laboratorium baru. maka sekolah dan daerah memiliki kewajiban yang lebih besar dalam hal pemenuhan unit cost pendidikan anak/siswa. cara. pengayaan. Program-program yang memerlukan bantuan dari pusat harus dialokasikan sumber dana dari pusat dengan sharing dari sekolah dan komite sekolah atau bahkan daerah. dan atau strategi yang jitu. baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif dan dalam waktu kapan akan dicapai dalam waktu satu tahun. 12) Menyusun rencana pelaksanaan program Perumusan atau penyusunan rencana pelaksanaan program ini lebih mengarah kepada kiat. misalnya dana dari rutin atau daerah. Misalnya dalam lima tahun akan mencapai standar sarana pendidikan 100%. efisien. maka pada tahun pertama ini akan dicapai 25%-nya. bentuk hasil yang akan dicapai sarana pendidikan apa saja dalam jangka satu tahun bisa terwujud. dan evaluasi internal sekolahnya oleh kepala sekolah dan tim yang dibentuk sekolah. ketersediaan dana. fasilitas. Penyusunan rencana anggaran ini dituangkan ke dalam Rencana Anggaran dan Belanja Sekolah (RAPBS). teknik. Cara di sini harus disesuaikan dengan tujuan yang akan dicapai pada program tersebut. 11) Menyusun rencana biaya (besar dana. seminar. maka setiap sekolah perlu memahami dan mengetahui tentang RPPK. SDM. Sangat dimungkinkan suatu program dibiayai dengan subsidi silang dari berbagai pos atau sumber dana.

kelompok program dan atau keseluruhan program. kewenangan. 15) Menentukan penanggungjawab program/kegiatan Sekolah akhirnya harus menentukan siapa penanggungjawab suatu kegiatan/program. seperti komite sekolah. Pada akhirnya sekolah akan mengetahui program apa yang dapat dicapai dan kapan suatu target SNP akan dicapai dengan pasti. tokoh masyarakat. sekolah akan memiliki daya tawar dengan pihak lain ketika berkepentingan untuk meningkatkan kemajuan sekolah. 14) Membuat jadwal pelaksanaan program Apabila program-program telah disusun dengan baik dan pasti. disetujui. kemampuan. Tanpa adanya langkah ini sekolah akan cenderung berjalan tanpa ada kejelasan dan kepastian. kesediaan. Pertimbangan utamanya adalah profesionalitas. Azas proporsionalitas bisa dipertimbangkan kemudian. selanjutnya sekolah merencanakan alokasi waktu per mingguan atau bulanan atau triwulanan dan seterusnya sesuai dengan karakteristik program yang bersangkutan. kesesuaian. 37 . dan disyahkan oleh berbagai pihak terkait (Sekolah. Pemantauan pihak luar dilakukan kepada sekolah bukan ditentukan oleh sekolah. Pada prinsipnya Renop ini harus diketahui. Komite Sekolah. maka bagi tiap orang atau kelompok orang dapat menjadi penanggung jawab atau anggota pelaksana program/kegiatan. Dengan SK Kepala Sekolah. Keterlibatan pihak luar. dan keslimaan yang ada. Lebih daripada itu. Dinas Pendidikan Daerah). Fungsi utama dengan adanya penjadwalan ini adalah untuk pegangan bagi para pelaksana program dan sekaligus mengontrol pelaksanaan tersebut. dan sebagainya dapat dilibatkan sesuai dengan kepentingannya. Yang paling utama justru sekolah juga harus melakukan pemantauan dan supervisi sendiri untuk mengetahui posisi sekolahnya.keberhasilan atau kegagalan tujuan dalam kurun waktu satu tahun tersebut.

Diharapkan ke depan semua sekolah tidak ada lagi yang masuk kelompok rintisan dan potensial. dan merata. Bahkan diharapkan semua sekolah menjadi sekolah yang memenuhi SNP. tetapi menjadi sekolah berstandar nasional. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Propinsi. efektif. Pedoman penyusunan ini dipergunakan oleh semua sekolah (SMP) dalam rangka menyelenggarakan pendidikan. Isi utama yang harus dikembangkan dalam RPS tiap sekolah adalah semua aspek yang mengarah kepada Standar Nasional Pendidikan (SNP) sebagaimana diamanatkan dalam UUSPN maupun PP Nomor 19 Tahun 2005. baik sekolah dalam kelompok rintisan. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Propinsi dalam upaya pencapaian pendidikan yang efisien. Untuk itu diharapkan adanya masukan yang konstruktif terhadap pedoman ini demi perbaikan dan penyempurnaan sehingga dapat dipakai oleh semua pihak yang terkait seperti Komite Sekolah. Pedoman ini juga dapat dipergunakan oleh sekolah. potensial maupun nasional.BAB IV PENUTUP Pedoman penyusunan RPS ini dikembangkan sebagai model minimal untuk bisa dikembangkan lebih jauh tanpa mengurangi aspek-aspek yang ada. relevan. 38 .

relevansi. D. keamanan. dan yang seharusnya terjadi misalnya pada kurun waktu 20 tahun atau 5 tahun yang akan datang atau lebih. maka dapat diketahui kesenjangan yang terjadi. IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA (KESENJANGAN KONDISI) ANTARA 20 TAHUN ATAU 5 TAHUN KE DEPAN DENGAN KONDISI NYATA PENDIDIKAN SAAT INI: Analisis pengidentifikasian tantangan nyata yang dihadapi dunia pendidikan saat sekarang terhadap kondisi ideal 20 tahun atau 5 tahun ke depan. politik. C. arah. tidak berubah. dan tujuan pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 (yang diamandemen) dan dalam UUSPN NO. maka akan terlihat adanya kesenjangan-kesenjangan dalam berbagai aspek tersebut. RENCANA STRATEGIS JANGKA PANJANG SEKOLAH: MISALNYA DALAM JANGKA PANJANG DENGAN KURUN WAKTU 20 TAHUN KE DEPAN ATAU JANGKA MENENGAH 5 TAHUN KE DEPAN Reancana strategis untuk jangka panjang ini bersifat baku. ekonomi. akses. kemajuan IPETK. E. keamanan.20 TAHUN 2003 A. politik. efisiensi. sehingga menuntut adanya suatu strategi untuk merubah atau mencapai kondisi yang ideal tadi. budaya. sempurna. baik internal maupun eksternal sekolah. ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN MASA DATANG (MISALNYA 20 TAHUN ATAU 5 TAHUN KE DEPAN): melaksanakan analisis tentang sistem pendidikan (penyelenggaraan dan hasil-hasilnya) yang ideal. budaya. dsb yang secara langsung atau tidak langsung berpengaruh terhadap dunia pendidikan. ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS : Melaksanakan analisis makro 20 tahun atau 5 tahun ke depan tentang kondisi sosial. standar nasional pendidikan. ekonomi. dsb. B. ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN SAAT INI: Melaksanakan analisis kondisi pendidikan saat ini secara umum. yang dipengaruhi oleh kondisi sosial. dan analisis kondisi sekolah sekarang dan yang diharapkan masa datang (lima tahun ke depan). IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA (KESENJANGAN KONDISI): Berdasarkan pada analisis situasi. dan manajemennya. dan sesuai dengan filosofi. 39 .LAMPIRAN : CONTOH PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS) I. kemajuan IPETK. baik ditinjau dari sisi mutu. kualitas pendidikan. baik dalam aspek pemerataan. efisiensi. dan sebagainya. relevansi.

1 Besarnya Tantangan Nyata Pemerataan kesempatan: Pemerataan kesempatan: Pemerataan keswempatan: a. Terdapat 0% siswa miskin 20% miskin belum mendapatkan belum mendapatkan bangtuan bangtuan pendidikan pendidikan c. Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 100% sudah memenuhi standar nasional pendidikan e. efisiensi. sumber belajar 100% memenuhi standar nasional pendidikan f. Prestasi akademik lulusan belum memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM di bawah 50% dan NUAN di bawah 5. Terdapat 0% angka putus 5% sekolah sekolah b. No.000 rupiah per bulan per anak) 30% 2 50% SKBM: 50% GSA NUAN: 3 10% 20% 50% Lebih dari 50% 40 . Prasarana. Standar pembiayaan masih rendah (di bawah 70. Kurikulum 70% belum memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran belum disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) b. sumber belajar terdapat ratarata 80% memenuhi standar nasional pendidikan f. kualitas. dan kapsitas sekolah. Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah 100% memenuhi standar nasional pendidikan g. Terdapat 5% angka putus a. Standar pembiayaan memenuhi standar nasional (di atas 150.000 rupiah per bulan per anak) Kualitas pendidikan: a. Prestasi akademik lulusan sudah memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM 100% dan NUAN 8) d.Contoh 1: Analisis identifikasi tantangan nyata dengan dasar pada aspek pemerataan. bahan ajar. bahan ajar. yaitu 100% guru melaksanakan CTL c. Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 90% memenuhi standar nasional pendidikan e.00) d. Dan sebagainya Kondisi saat ini Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Kualitas pendidikan: a. relevansi. Kurikulum 100% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran sudah disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) b. Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah 50% memenuhi standar nasional pendidikan g. Proses pembelajaran belum memenuhi standar nasional pendidikan. Terdapat 20% siswa b. media pembelajaran. sarana. Prasarana. yaitu baru 50% guru melaksanakan CTL c. Proses pembelajaran sudah memenuhi standar nasional pendidikan. Dan sebagainya c. sarana. media pembelajaran.

Angka putus sekolah 0% 10% 3 Efisiensi: a. Kemampuan manajerial 25% rata-rata 75% rata-rata tinggi (100%) b. Alumni yang tidak melanjutkan sekolah tinggi (60%) f. Angka tinggal kelas tinggi (35%) d. Dan sebagainya tidak 40% rendah 5 Relevansi: Relevansi: a.No. Dan sebagainya Besarnya Tantangan Nyata h. Pelayanan bakat minat siswa belum terpenuhi (baru 50%) b. Pelayanan bakat minat siswa 50% 100% terpenuhi b. Kesesuaian Program muatan lokal dengan kondisi daerah/masyarakat 75% c. Guru dan sekolah 70% melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum atau standar nasional pendidikan i. Kelulusan tinggi (100%) 5% e. Dan sebagainya 41 . Alumni yang melanjutkan sekolah (0%) f. Kesesuaian Program muatan 25% lokal dengan kondisi daerah/masyarakat 100% c. Kemampuan manajerial a. Guru dan sekolah 100% 30% melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum atau standar nasional pendidikan i. Dan sebagainya Relevansi: a. Berfungsinya fungsi-fungsi 20% manajemen belum berjalan manajemen 100% secara baik c. Kondisi saat ini h. Angka tinggal kelas tinggi 35% 0% d. Dan sebagainya Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Efisiensi: Efisiensi: a. Ratio kelulusan dengan masukan siswa rendah (ratarata kelulusan 95%) e. Angka pusut sekolah tinggi (10%) c. Pengembangan kurikulum terhadap tuntutan daerah/masyarakat/peserta didik 90% terpenuhi d. Dan sebagainya Pengembangan kapasitas: c. Dan sebagainya Pengembangan kapasitas: 5 Pengembangan kapasitas: a. Pengembangan kurikulum 10% terhadap tuntutan daerah/masyarakat/peserta didik 100% terpenuhi c. angka kenaikan tingkat 100% 30% b. 80% fungsi-fungsi b. angka kenaikan tingkat rendah (70%) b. Dan sebagainya c.

1 Kondisi saat ini Standar Isi: Kurikulum Kurikulum 75% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran belum disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) Dan sebagainya Pengembangan Proses Pembelajaran: Proses pembelajaran belum memenuhi standar nasional pendidikan. 5. bahan ajar. sumber 42 2.00 Prestasi non akademik sekolah 2 tingkat tinggi (rata-rata minimal mencapai kejuaraan tingkat nasional) Dan sebagainya Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan: Pendidik dan tenaga kependidikan 10% terdapat 100% sudah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Pengembangan Prasarana dan sarana: e. yaitu baru 50% guru melaksanakan CTL Dan sebagainya Standar Kelulusan: Prestasi akademik lulusan belum memenuhi standar nasional pendidikan (rata-rata SKBM 50% dan rata-rata NUAN 5. Prasarana. . Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Standar Isi: Kurikulum 100% memenuhi 25% standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran sudah disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) Dan sebagainya Pengembangan Proses Pembelajaran: Proses pembelajaran sudah 50% memenuhi standar nasional pendidikan.00) SKBM: 50% GSA NUAN: 3. 5. sarana. media 25% pembelajaran. sarana. yaitu 100% guru melaksanakan CTL Dan sebagainya Standar Kelulusan: Prestasi akademik lulusan sudah memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM 100% dan NUAN 8. bahan ajar. media pembelajaran.Contoh 2: Analisis identifikasi tantangan nyata dengan dasar pada aspek-aspek Pengembangan Standar Nasional Pendidikan (SNP) No.00) Prestasi non akademik sekolah masih rendah (rata-rata mencapai kejuaraan tingkat kabupaten/kota) Dan sebagainya Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan: Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 90% memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Pengembangan Prasarana dan Sarana: Prasarana. 3.

Pengembangan Penilaian: Pengembangan Penilaian: Guru dan sekolah 80% Guru dan sekolah 100% 20% melaksanakan sistem penilaian melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan sesuai dengan tuntutan kurikulum kurikulum atau standar atau standar nasional pendidikan nasional pendidikan (rata-rata masih di bawah standar nasional. Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) sumber belajar terdapat rata.belajar 100% memenuhi standar rata 75% memenuhi standar nasional pendidikan nasional pendidikan Dan sebagainya Dan sebagainya Kondisi saat ini Pengembangan Pengelolaan: 70% Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Pengembangan Pembiayaan: Pembiayaan masih rendah (di bawah 70.000 rupiah per bulan per anak) Dan sebagainya 6. 8. 43 . 7.No. sekolah dapat mengembangkan lagi sesuai dengan kondisi dan tuntutan sekolah masing-masing.000 rupiah per bulan per anak atau sekitar 40-%) Dan sebagainya Pengembangan Pengelolaan: 100% Fungsi-fungsi pengelolaan 25% sekolah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Pengembangan Pembiayaan: Pembiayaan memenuhi standar 60% nasional (di atas 150. baik tingkat kesulitasn maupun modelmodel yang digunakan) Dan sebagainya Dan sebagainya Catatan: Yang dikembangkan dalam contoh ini HANYA terbatas pada program sekolah aspekaspek tertentu saja.

Beriman dan Taqwa serta Unggul i. c. iman. dll yang bersifat baku dan telah menjadi pegangan hidup bangsa Indonesia b. Mengukir Prestasi Tinggi. nasionalisme. d. perkembangan IPTEK f. 44 . komplit. visi yayasan h. Rambu-rambu: kata yang mengandung apa yang diharapkan. Terwujudnya SDM pendidikan yang memiliki kemampuan dan kesanggupan kerja yang tinggi g. ada proses kenaikan. misalnya: Cerdas. taqwa. sekolah. terampil. terampil. Indikator: ciri. canggih. 3. e. Terwujudnya kelembagaan sekolah yang selalu belajar (learning school) h. Dsb. “TAQSIMANTRA” (Bertaqwa Berprestasi Beriman. dan sebagainya Contoh visi sekolah. Berkualitas tinggi. iman dan taqwa serta kompetitif 2025 Cerdas. bermutu tinggi. Terwujudnya proses pembelajaran yang efektif dan efisien c. Terwujudnya penggalangan biaya pendidikan yang memadai j. dsb. UUD. Terwujudnya manajemen manajemen sekolah yang tangguh i. Terwujudnya prasarana dan sarana pendidikan yang relevan dan mutakhir e. perkembangan era global e. 2. Misalnya dengan awalan kata : “Terwujudnya” Contoh indikator visi: a. Berprestasi Disertai Iman dan Taqwa serta Unggul g. menggambarkan harapan masa datang j. Terwujudnya pengembangan kurikulum yang adaptif and proaktif b. Indikator-indikator VISI sekolah. VISI SEKOLAH 1. konotasi sempurna. dan unggul Berprestasi. unsur yang ada.F. Berwawasan IPTEK yang bersumber IMTAQ dan Unggul. Terampil. spesifikasi. memiliki indikator pengembangan prestasi akademik dan non akademik c. berbudaya. tanda. Terwujudnya media pembelajaran yang interaktif f. dan Unggul) h. sesuai konteks daerah. budaya-nasional/Indonesia d. Piawai Mengasah Budi Pekerti. dilandasi oleh keimanan dan ketaqwaan g. belum operasional i. berkepribadian. c. misalnya: a. b. Terwujudnya lulusan yang cerdas dan kompetitif d. a. adanya perbandingan (unggul/kompetitif). Rambu-rambu merumuskan visi sekolah: a. ………berdasarkan iman dan takwa “PANCA DARMA WIYATA” “TAMAN BUDAYA” (Berprestasi Beriman Berbudi Berbudaya dan Dapat Dipercaya) f. dsb b. Mengacu kepada landasan filosofis bangsa.

beriman. dan berwawasan kedepan d. Menghasilkan sistem penilaian yang otentik 45 . bertaqwa. “Memenuhi akan mutu. kata kerja. kreatif. Mewujudkan penyelenggaraan pembelajaran aktif. satu (1) indikator bisa lebih dari satu misi. terampil. Mewujudkan sekolah sehat j. ada benang merahnya dengan misi. relevansi. redaksinya operasional. mutakhir. mutakhir. dan tata kelola pendididikan yang baik” b. keluarga. Mewujudkan nilai-nilai agama bagi kenikmatan hidup peserta didik n. Mewujudkan pembiayaan pendidikan yang memadai. wajar dan adil e. Mewujudkan nilai-nilai solidaritas bagi kehidupan sekolah H.Tujuan mengandung ABCD (Audience-Behaviour-Conditions-Degree) Dalam kurun waktu lima tahun kedepan (misalnya dihitung dari tahun 2006). Mengacu indikator butir (a) tentang: “Terwujudnya pengembangan kurikulum yang adaptif and proaktif” antara lain misinya: a. dan berwawasan kedepan c. dll. yaitu kebutuhan peserta didik.Tujuan dibuat untuk jangka waktu 5 tahun b. TUJUAN SEKOLAH DALAM 5 TAHUN a. “Mewujudkan pendidikan yang menghasilkan lulusan cerdas. efektif. dan berwawasan kedepan c. Contoh lain: a. dan berbagai sektor pembangunan dan sub-sub sektornya. MISI SEKOLAH Misi mengacu kepada indikator. Tiap misi bisa dibuat lebih dari satu tujuan c. Menghasilkan perangkat kurikulum yang lengkap. Mewujudkan perangkat kurikulum yang lengkap. mutakhir. Mewujudkan organisasi sekolah yang terus belajar (learning organization) c. Mewujudkan kemampuan seni yang tangguh dan kompetitif k. Mewujudkan kemampuan KIR yang cerdas dan kompetentitif m.G. maka contoh tujuannya antara lain: a. Mewujudkan sistem penilaian yang otentik d. Mewujudkan diversifikasi kurikulum SMP agar relevan dengan kebutuhan. Mewujudkan sekolah wiyata mandala yang menikmatkan belajar siswannya i. dan menyenangkan e. Mewujudkan kemampuan olah raga yang tangguh dan kompetitif h.Mewujudkan pendidik dan tenaga kependidikan yang mampu dan tangguh f. terukur. Mewujudkan sekolah inovatif b. akses.Mewujudkan kepramukaan yang menjadi suri tauladan l. Mewujudkan keterampilan kejuruan yang marketable dan kompetif o. dan memiliki keunggulan kompetitif” b. Mewujudkan manajemen berbasis sekolah yang tangguh g.Mewujudkan fasilitas sekolah yang relevan. khusus tujuan yang akan dicapai oleh sekolah antara lain: untuk indikator visi no 1 dan dicapai dengan misi misi no a: “Terwujudnya pengembangan kurikulum yang adaptif and proaktif”.

dll  ini bisa dijabarkan lebih rinci) d. Pencapaian standar pencapaian ketuntasan kompetensi/prestasi/kelulusan. Pencapaian standar sarpras/fasilitas sekolah meliputi: semua srapras. I. Menghasilkan pemetaan standar kompetensi.Pengembangan sarana. dan visi Contoh Program Strategis: Berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan.Pengembangan sistem penilaian f. efektif. Pencapaian standar isi (kurikulum satuan pendidikan/KBK. Pengembangan silabus c. telah mengikuti PTBK. meliputi: tercapai/ telah dibuat kurikulum satuan.”Pengembangan sistem pendidikan yang bermutu. Program harus mengacu pada tujuan. kreatif. Pencapaian standar proses pembelajaran meliputi: tercapai/telah dibuat/ditetapkan melaksanakan pembelajaran dengan strategi/metode: CTL. Pengembangan bahan dan sumber belajar 46 . semua mengajar sesuai bidangnya. dll. kurikulum. Menghasilkan penyelenggaraan pembelajaran aktif. dan aspek untuk kelas 7-9 semua matapelajaran pada tahun 2006 b. dan media pendidikan d. peralatan. kompetensi dasar. pendekatan pembelajaran individual. dan g. merata. keluarga. relevan. misi. dll e. dan menyenangkan e.Dibuat program-program pokok atau dominan atau yang diprioritaskan dan yang realistis untuk mencapai tujuan. h. administrasi. Menghasilkan diversifikasi kurikulum SMP agar relevan dengan kebutuhan. pendekatan belajar tuntas.Pengembangan RPP d. maka contoh programnya sbb: a. misalnya ”Menghasilkan KBK yang mutakhir dan berwawasan kedepan”. Menghasilkan RPP untuk kelas 7-9 semua mata pelajaran pada tahun 2007 c. PROGRAM STRATEGIS a. Pengembangan kurikulum muatan lokal. Pengembangan dan peningkatan SDM pendidik dan tenaga kependidikan c. RPP lengkap. indikator. model/sistem penilaian lengkap. Pencapaian standar pendidik dan tenaga kependidikan meliputi: semua guru berkualifikasi minimal S1. prasarana. dan efisien sesuai dengan SNP” b.Pengembangan proses pembelajaran b. Contoh lain program strategis: a. b. dan berbagai sektor pembangunan dan sub-sub sektornyambanhgkan silabus internasional Contoh lain tentang tujuan: a. kesiswaan. fasilitas. SDM. sarpras. Pencapaian standar pengelolaan sekolah meliputi: pencapaian standar pengelolaan : pembelajaran.d. dll f. dan perawatan memenuhi SPM g. Pengembangan kurikulum satuan pendidikan. Pengembangan pemetaan e. yaitu kebutuhan peserta didik. silabus lengkap.

Terealisasinya Sistem penilaian yang otentik d. dan g.dll. d. dan berbagai sektor pembangunan dan sub-sub sektornyambanhgkan silabus internasional f. Contoh: Hasil yang diharapkan tercapai atau terpenuhi dari program-program di atas antara lain: a. Atau dalam program Pengembangan kurikulum: menjalin kerjasama dan mengoptimasikan warga sekolah dalam membuat pemetaan SK. STRATEGI PELAKSANAAN/PENCAPAIAN Merupakan cara. Hasilhasil yang diharapkan adalah tingkat pencapaian tujuan yang telah dirumuskan pada butir G. workshop. L. dsb dalam rangka memenuhi standar sarpras dan media pembelajaran sekolah. kreatif. baik kuantitas maupun kualitas yaitu dari program-program strategis yang direncanakan sesuai dengan standar nasional pendidikan. ”Terealisasinya sistem pendidikan yang bermutu. Terealisasinya diversifikasi kurikulum SMP agar relevan dengan kebutuhan.Dalam program Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan: strateginya adalah menjalin kerjasama dengan Komite Sekolah dan stakeholder lain dalam melaksanakan kunjungan. MONITORING DAN EVALUASI (MONEV) 1. Monev 47 . yaitu kebutuhan peserta didik. membuat RPP. seminar. efektif. Peningkatan prestasi kelulusan. dan berwawasan kedepan c. teknik.KD. bahan ajar. HASIL YANG DIHARAPKAN Merupakan hasil-hasil pencapaian pelaksanaan program. c. metode dll dalam pelaksanakan program-program strategis Contoh Strategi Pelaksanaan/Pencapaian: a. dll untuk menghasilkan domkumen kurikulum sekolah. Dsb Perlu ditambahkan bahwa hasil yang diharapkan agar memuat apa yang dihasilkan. J. dan tahapan pencapaian. Ingat bahwa: monitoring dan evaluasi ini merupakan salah satu rencana program strategis selama lima tahun untuk melaksanakan MONEV di sekolahnya. IHT. melengkapi. seni. membuat silabus. mutakhir. sumber belajar. Terealisasinya penyelenggaraan pembelajaran aktif. relevan.Dalam program Pengembangan srapras. keluarga. dll untuk menghasilkan Kurikulum Satuan Pendidikan b. Dan sebagainya K. kapan dicapai. Terealisasinya perangkat kurikulum yang lengkap. merata. Pengembangan kegiatan lomba-lomba akademik dan non akademik. menambah. membuat model-model penilaian. In House Training. dan media pembelajaran: menjalin kerjasama dengan pihak lain dan mengoptimasikan SDM sekolah untuk mengembangkan. lokakarya. dll melalui workshop. dan menyenangkan e. dan efisien sesuai dengan SNP” b.e.Pengembangan manajemen sekolah f.

terutama ditujukan untuk mengetahui kinerja sekolah. 6. menganalisis. tinggal memasukkan program – program strategis yang telah dibuat sebelumnya 3. Mewujudkan evaluasi kinerja sekolah (internal)- akhir tahun (memnetukan tim. Bisa melakukan kerjasama dengan pihak lain (eksternal) Termasuk di dalamnya adalah program supervisi klinis oleh sekolah. Pembiayaan untuk 5 tahun. memvalidasi. dan tenaga kependidikan lainnya. membuat instrumen. membuat laporan. menganalisis. TU. maupun pengembangan kapasitas sekolah/pendidikan. efisiensi.l. 3. Contoh program Supervisi dan Monev selama lima tahun: 1. guru. membuat laporan. “Mewujudkan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan hasilhasilnya” 2. Mewujudkan supervisi klinis KBK (membuat instrumen. pemeliharaan gedung dan ruang serta inventaris. kinerja sekolah. melaksanakan.2. keperluan sehari-hari. tindak lanjutnya) M. Termasuk komponen yang dimasukkan ke dalam kolom program adalah seperti: gaji dan tunjangan pendidik dan tenaga kependidikan. memvalidasi. Mewujudkan supervisi klinis CTL. tindak lanjutnya) 3. PEMBIAYAAN 1. 5. baik program dalam rangka peningkatan mutu. pengadaan sarana kantor/pendidikan. 48 . pemerataan. melaksanakan. Bisa dibuat tabulasi atau bentuk lain 4. Pada kolom program. dan lainnya 4. 5. termasuk kesiswaan Dilakukan oleh kepala sekolah atau tim yang dibentuk sekolah Bisa membuat atau mengadopsi instrumen monev dari berbagai instrumen yang ada seperti instrumen akreditasi atau lainnya yang relevan. 6. 4. Semua program strategis dimasukkan.: kinerja guru. 2. langganan jasa dan daya. tiap tahunnya dapat dibuat rinci dari berbagai sumber atau langsung perkiraan totalnya dari berbagai sumber. serta untuk mengetahui kecukupan unsur-unsur sekolah lainnya sesuai dengan SNP. Ingat bahwa semua perolehan dana dari semua sumber dimasukkan dalam RPS. dan sumber daya sekolah lainnya. Substansi yang dimonev a. Sangat dimungkinkan satu program strategis dapat dibiayai dari lebih satu sumber dana (pembiayaan saling melengkapi atau subsidi silang) dengan tetap mengacuk kepada peraturan masing-masing yang berlaku. relevansi.

........... ......... . . . ........Program-Program Strategis Tahun Dan Sumber Dana Tahun I BOS SSN Rutin Komite Sekolah ... .... 1… … 2… … 3… … … Dst Jum ...... ..................... . . Jumlah (Rupiah) 49 Tahun II SSN .. . (Rp) ......... ....... .. . ....... ................ ...................... ........... Peningkatan Kualitas Peningkatan Kualitas ... .. ..... Rutin LainnyaSumber Dana BOS Komite Sekolah LainnyaSumber Dana A 1… … 2… … 3… … … Dst B Peningkatan Pemerataan Peningkatan Pemerataan ......... ................. . .............. ..... ........ .... ..... . ...... ............ lah . .......... Dst Sampai Dengan Th IV .. ................... .. .

yaitu 80% guru melaksanakan CTL c. No.II. Dan sebagainya Kualitas pendidikan: a. maka dapat diketahui kesenjangan yang terjadi. Prestasi akademik lulusan sudah memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM 75% dan NUAN = 6. ANALISIS PENDIDIKAN SEKOLAH 1 TAHUN KEDEPAN (YANG DIHARAPKAN) : sekolah melaksanakan analisis ini dan hasilnya ditulis disini D. ANALISIS PENDIDIKAN SEKOLAH SAAT INI: : sekolah melaksanakan analisis ini dan hasilnya ditulis disini C. baik internal maupun eksternal sekolah. RENCANA OPERASIONAL (RENOP) SEKOLAH: SATU (1) TAHUN Catatan penting dalam penyusunan Renop: 1. Kurikulum 50% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran sudah disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) b. Proses pembelajaran belum memenuhi standar nasional pendidikan. Terdapat 3% angka putus sekolah b. BUKAN LIMA TAHUN SEKALIGUS 2.Terdapat 5% angka putus sekolah b. Dan sebagainya Kualitas pendidikan: a. 1 Kondisi saat ini Pemerataan kesempatan: a. Renop mengambil satu tahun dari renstra atau merupakan bagian yang tak terpisahkan dari renstra. IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA SATU (1) TAHUN Berdasarkan pada analisis situasi.00 50 . ANALISIS LINGKUNGAN OPERASIONAL SEKOLAH: sekolah melaksanakan analisis ini dan hasilnya ditulis disini B.00) Besarnya tantangan nyata 2% 5% 2 50% 30% SKBM: 25% NUAN: 1. yaitu baru 50% guru melaksanakan CTL c. Khusus bagi sekolah SSN direkomendasikan menggunakan anasis SWOT A. Prestasi akademik lulusan belum memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM di bawah 50% dan NUAN Kondisi yang diharapkan (satu tahun ke depan) Pemerataan kesempatan: a. Kurikulum belum memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran belum disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) b. dan analisis kondisi sekolah sekarang dan yang diharapkan masa datang (SATU tahun ke depan). Terdapat 15% siswa miskin belum mendapatkan bangtuan pendidikan c.Terdapat 20% siswa miskin belum mendapatkan bangtuan pendidikan c. Proses pembelajaran sudah memenuhi standar nasional pendidikan. Renop dibuat TIAP TAHUN. Dan merupakan rencana yang akan dilaksanakan pada tahun yang akan berjalan 3.

Prestasi non akademik i.00) d. sarana. Prasarana. bahan ajar. yaitu: dengan (rata-rata masih di bawah ulangan harian. media e. Rata-rata biaya operasional g. 50% guru belum h. standar nasional.000 rupiah per bulan per anak anak h. Prasarana. Angka putus sekolah tinggi b. angka kenaikan tingkat a. Dan sebagainya j. Kondisi saat ini Kondisi yang diharapkan (satu tahun ke depan) 3 di bawah 5. kesenian. partisipasi. Ratio kelulusan dengan masukan siswa rendah masukan siswa tinggi (100%) Besarnya tantangan nyata 20% 15% 5% 25 ribu rupiah 25% 2 tingkat kejuaraan 20% 10% 10% 51 . Dan sebagainya Efisiensi: Efisiensi: a. pembelajaran. Kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan tenaga kependidikan terdapat terdapat 100% belum 20% sudah memenuhi standar memenuhi standar nasional nasional pendidikan. Kualifikasi pendidik dan d. sarana. sumber belajar terdapat ratasumber belajar 75% rata 60% memenuhi standar memenuhi standar nasional nasional pendidikan pendidikan f. Rata-rata biaya operasional pendidikan bagi tiap siswa pendidikan bagi tiap siswa 50. media pembelajaran. Prestasi non akademik sekolah sekolah masih rendah (ratauntuk cabang-cabang olah rata mencapai kejuaraan raga. (Belum ada (bersertifikat kompetensi) yang bersertifikat kompetensi) e. Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah 75% memenuhi sekolah telah sebagian standar nasional pendidikan memenuhi standar nasional pendidikan: kemandirian. keterampian tingkat kabupaten/kota) (rata-rata minimal mencapai juara II tingkat propinsi) j. ujian tingkat kesulitasn maupun sekolah. angka kenaikan tingkat 90% rendah (70%) b.No. Fungsi-fungsi pengelolaan f. Ratio kelulusan dengan d. Angka putus sekolah 0% (10%) c. akunabel sebesar 80% g. UAS. dll dengan beberapa model-model yang teknik penilaian tes dan non digunakan) tes i. keterbukaan. baik ulangan kenaikan kelas.000 rupiah per bulan per 70. bahan ajar. 75% guru telah melaksanakan melaksanakan sistem sistem penilaian sesuai penilaian sesuai dengan dengan tuntutan kurikulum tuntutan kurikulum atau atau standar nasional standar nasional pendidikan pendidikan. pendidikan. UTS.

Alumni yang melanjutkan sekolah 40% Besarnya tantangan nyata tidak 20% 5 f. Dan sebagainya Kondisi yang diharapkan (satu tahun ke depan) e. Pelayanan bakat minat siswa belum terpenuhi (baru 50%) b. Indikator.No. e. Dan sebagainya 25% 15% E. buku. Indikator. Dan sebagainya Relevansi: a . aspek untuk kelas 8 semua mapel c. KD. Sekolah mengembangkan pemetaan SK. IDENTIFIKASI FUNGSI-FUNGSI/ KOMPONEN/URUSAN SEKOLAH UNTUK MENCAPAI SETIAP SASARAN Rambu-rambu untuk langkah ini antara lain: • Identifikasi fungsi hanya untuk tiap sasaran • Selalu memperhatikan unsur-unsur yang lazim di dalam sistem pembelajaran. TUJUAN SITUASIONAL/SASARAN Harus diperhatikan: 1. dana. Sasaran diambil atau merupakan bagian dari RENSTRA 2. Dan sebagainya Relevansi: a. Sekolah mengembangkan pemetaan SK. manajemen. Pelaksanaan budaya tata krama in action di sekolah 90% c. Sasaran dibuat lebih rinci dari tujuan renstra Misalnya dari salah satu tujuan renstra: ”Sekolah mengembangkan silabus untuk kelas 7-9 semua mata pelajaran” Maka sasarannya 1 tahun 2006/2007: a. guru. Pelaksanaan budaya tata krama in action di sekolah 75% c. Sekolah mengembangkan silbus untuk kelas 8 semua mata pelajaran (ini bisa lebih rinci lagi untuk jumlah mapelnya) c. Pelayanan bakat minat siswa 75% terpenuhi b. aspek untuk kelas 7 semua mapel b. media. Sekolah mengembangkan silbus untuk kelas 7 semua mata pelajaran (ini bisa lebih rinci lagi untuk jumlah mapelnya) b. seperti: PBM. dll adalah dari 52 . Sekolah mengembangkan pemetaan SK. aspek untuk kelas 9 semua mapel F. Sekolah mengembangkan silbus untuk kelas 9 semua mata pelajaran (ini bisa lebih rinci lagi untuk jumlah mapelnya) Contoh lain: a. Kondisi saat ini (90%) Alumni yang tidak melanjutkan sekolah tinggi (60%) f. KD. Ada skala prioritas sasaran dari tujuan lima tahun 3. kesiswaan. KD. Indikator.

Air e. Uji coba k. Komite sekolah c. Dana b. Dan sebagainya 2. Kurikulum g. Internal: a. ATK i.Kepala sekolah f. Dan sebagainya Sasaran ke-2: ”Sekolah juara 1 bidang olah raga renang pada tingkat kabupaten tahun 2006” Komponen yang diperlukan untuk melaksanakan sasaran tersebut: 1. Eksternal: a. Dan sebagainya 2. Nara sumber c. Dan sebagainya 53 . pendidik. Internal: a. Dinas pendidikan d. fasilitas.Dana b.PBM/latihan b.Siswa f. sedangkan fungsi dari eksternal antara lain: dana. Eksternal: a.internal sekolah. Dana h. dsb Misalnya: Sasaran ke-1: ”Sekolah mengembangkan silabus untuk kelas 7 semua mapel” Komponen yang diperlukan untuk melaksanakan sasaran tersebut: 1.Dinas pendidikan d. Guru/pelatih c. Tenaga administrasi j. Pakaian olah raga renang g. Komite sekolah i. Dana h. Tlima e.Kolam d.Guru b.Fasilitas komputer d. Orang tua j. Komite sekolah c. Sarana olah raga renang e.

3 kali Pengalaman mengajar min. Analisis dilakukan pada setiap komponen/urusan sekolah dan faktor-faktornya (subsub komponennya) c. f. Dalam menentukan kriteria ideal menggunakan dasar dari aturan pemerintah. naskah akademik atau konsep dan pedoman lainnya yang relevan d. 10 orang sesuai BS Dan seterusnya Komputer Pentium 5 Jumlah komputer 10 buah Jumlah printer 3 bh Jumlah CD 10 bh Dan seterusnya (3) Kualifikasi 100% S1 Sesuai bidang studi 100% Pengalaman pelatihan KBK min. EKSTERNAL 54 Tidak Siap √ Siap . INTERNAL Guru (2) Kualifikasi 100% S1 Sesuai bidang studi 100% Pengalaman pelatihan KBK min. Analisis dilakukan tiap sasaran b. 5 thn Pengalaman pelatihan CTL min. Kriteria ideal dan kondisi nyata harus terukur. Dapat dilakukan justifikasi sendiri pada kriteria ideal yang bersifat umum e. 5 thn Pengalaman pelatihan CTL min.G. Misalnya analisis SWOT pada Sasaran ke-1: ”Sekolah mengembangkan silabus untuk kelas 7 semua mape”l Komponen/Fungsi dan Faktornya (Kondisi Ideal)Kriteria Kesiapan Tingkat Kesiapan Faktor Kondisi Nyata 1 (1) A. 1kali Jumlah guru min. Bila hasil analisis ternyata tingkat kesiapan siap semua berarti sasaran dapat ditingkatkan. ANALISIS SWOT Hal-hal yang harus diperhatikan dalam analisis ini: a. 3 kali Jumlah guru min.1 kali Pengalaman mengajar min. demikian pula sebaliknya. 7 orang sesuai BS Dan seterusnya Komputer Pentium 5 Jumlah komputer 5 buah Jumlah printer 2 bh Jumlah CD 10 bh Dan seterusnya (5) √ √ (5) √ √ √ √ √ √ √ 2 3 Nara Sumber Fasilitas Komputer B.

Fasilitas Komputer Jumlah komputer kurang 5 buah Jumlah printer kurang 1 buah.Matematika) 2. maka diidentifikasi komponen dan faktor yang “TIDAK SIAP” terlebih dahulu untuk diatasi lebih dulu. dan efisien/efektif. dan dipilih yang paling ringan.Ingg . B.Indo. Misalnya dari hasil analisis di atas dapat ditabulasikan komponen yang TIDAK SIAP sebagai berikut: Sasaran ke-1: ”Sekolah mengembangkan silabus untuk kelas 7 semua mape”l Komponen/ Faktor yang TIDAK SIAP 1. tepat. Guru Persoalan pada komponen/faktor pengalaman pelatihan KBK kurang (baru 1 kali) • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Altaernatif Pemecanahn Persoalan mengadakan ws KBK mengirimkan ws KBK magnag di sekolah lain IHT di sekolahnya sendiri PTK mengikutkan guru pada MGMP Dsb mengadakan ws CTL mengirimkan ws CTL magnag di sekolah lain IHT di sekolahnya sendiri PTK Mengikutkan guru ke MGMP Dsb mengusulkan ditambah PNS 3 guru dg 3 BS mengangkat GTT 3 gr 3 BS minta guru bantu kpd pemda memberdayakan guru yang ada Dsb Mengadakan dengan cara membeli baru Pinjam/kerjasama dengan pihak lain Menyewa Mengajukan bantuan kepada pemda/komite sekolah Dsb Mengadakan dengan cara membeli baru Pengalaman pelatihan CTL kurang (baru 1 kali) jumlah guru kurang 3 (B. Berdasarkan hasil analisis SWOT. 55 . Setiap komponen atau faktor yang tidak siap dicarikan alternatif-alternatif pemecahannya.Komponen/Fungsi dan Faktornya (Kondisi Ideal)Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Tingkat Kesiapan Faktor Tidak Siap (5) Siap (5) 1 (1) ……………… (2) (3) H. b. ALTERNATIF LANGKAH-LANGKAH PEMECAHAN PERSOALAN Hal-hal yang harus diperhatikan: a.

(Dalam contoh di bawah ini sebatas baru mengatasi sebagian persoalan dan sekaligus juga melaksanakan program pencapaian sasaran. Program dan kegiatan dibuat rinci/operasional. 1. Program juga dapat secara paralel berjalan beriringan antara program mengatasi persoalan dengan program pencapaian sasaran (mengingat waktu terbatas) d. Program 2: Melaksnakan workshop pembuatan sialbus dan sisnil Kegiatan: . jumlah orang. Misalnya program dan kegiatan untuk mencapai sasaran ke-1: ”Sekolah mengembangkan Silabus untuk kelas 7 semua mapel”. achievable. sehingga memudahkan dalam pengalokasian anggaran. Program bersfifat SMART (spesific. Program lebih diutamakan mengatasi persoalan dulu dengan memilih salah satu alternatip pemecahan persoalan yang dipandang mampu dan efisien bagi sekolah.Sosialisasi KBK kepada guru . Program kerja dapat lebih dari satu kegiatan b. Persoalan lain dapat dikembangkan sendiri program dan kegiatannya). Program 1: Meningkatkan kemampuan guru terhadap kompetensi KBK Kegiatan: . relevan.Mensupervisi/membimbing . dll.Melaksanakan ws KBK .Komponen/ Faktor yang TIDAK SIAP Persoalan pada komponen/faktor • • • • • Altaernatif Pemecanahn Persoalan Pinjam/kerjasama dengan pihak lain Menyewa Mengajukan bantuan kepada pemda/komite sekolah Dsb Dan seterusnya I. Pada kegiatan belum dirinci ke dalam satuan volume.Mengirimkan guru ke MGMP . RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN Perlu diperhatikan bahwa: a. time) e. Harap dikembangkan sendiri sesuai kebutuhan sekolah). measurable. c. jumlah waktu.Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan KBK di sekolah 2.Menyusun kalender pendidikan 56 .

...................... 5..... administrasi...... Lebih baik tiap sasaran ada evaluasi 5........ .Sinkronisasii/sosialisasi kepada guru tentang silabus dan sisnil .....MenDokumentasikan silabus Program 5: Melakukan evaluasi pembuatan silabus Kegiatan: ... Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain: 1.. Instrumen..Pelaksanaan uji coba silabus dan sisnil .......... untuk perbaikan/masukan sasaran tahun berikutnya 4........................................... Program 5: Melakukan tindak lanjut dari pembuatan silabus Kegiatan: ... KBM......... Kegiatan supervisi dan monev dilakukan oleh intern sekolah.....Perabikan silabus dan sisnil ............. 6... ....Menmbuat peranngkat pembelajaran (sialbus dan sisnil seluruh mapel...................... ..Penggandaan hasil ........ RENCANA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA SEKOLAH (RAPBS) Ketentuan : 57 .... sarana..............Menyusun pemetaan ... kisi........ Program 5: Dan setersunya sesuai kebutuhan sekolah...... .................... J........................................ dll 3............ Persiapan b... 6...................... monitoring dan evaluasi program-program dan hasilnya di sekolah selama satu tahun ajaran................... Supervisi dilakukan untuk mengetahui dan mengatasi masalah2 proses pelaksanaan semua program dan kegiatan sekolah..................... 4.....Supervisi .... Pelaksanaan (pengambilan data dan analisis data...... pemecahan masalah) d.......... Pelaporan K......................... 2..... Rincian kegiatan MONEV antara lain: a. .3............... pedoman penilaian monev bisa dikembangkan sendiri atau mengacu pada instrumen lain yang relevan.Membuat laporan Program 3: Melaksanakan Uji coba dan validasi Silabus Kegiatan: ... Monev dilakukan pada akhir program mengetahui ketercapaian tujuan/sasaran...... 7...Penggandaan .. Supervisi juga termasuk masalah gurunya................. RPPdll) .... RENCANA MONITORING DAN EVALUASI (MONEV) Kegiatan di sini meliputi perencanaan dan pelaksanaan supervisi.. Pengembangan perangkat instrumen c.........

peningkatan relevansi.1. 4. RAPBS ini merupakan bagian dari rencana anggaran dalam renstra 5. maupun pengembangan kapasitas sekolah. peningkatan efieinsi. baik program dari peningkatan mutu. Bisa menggunakan prinsip efisiensi dan subsidi silang sesuai dengan peruntukan dan pedoman penggunaan dana dari tiap sumber dana untuk suatu program atau kegiatan kerja. Format RAPBS menggunakan contoh model sebagai berikut: 58 . 2. peningkatan pemerataan. demikian pula besarnya dana dari masing-masing sumber dana. Semua program dimasukkan. Semua sumber dana dicantumkan. 3.

........ 20............... a....... Program 1: .............................Dst 1..................................... Sumber Dana Dan Alokasi Anggaran Sumber Dana Lainnya Jumlah (Rupiah) Rutin I.................................................... Mengetahui/Menyetujui Kepala Dinas Pendidikan Kab/kota Komite Sekolah Kepala Sekolah ................... a..................... Or/Bln......... Program 1: . RAPBS TAHUN KE Spesifikasi.......... 3) Dst II.............. Program 1: ...... Unit..........................................Dst 1........... 2) ......................... 1..................... PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN A........... 1.............................. BOS SSN Program Dan Kegiatan SekolahKomite 59 ............................................... Kegiatan 1: 1) .........................Jmlh....... Kegiatan 1: 1) ...... Kegiatan 1: 1) ................ 3) Dst B................................. Vol.. 2) ....... a...... Sasaran ke-1: ............................ 3) Dst JUMLAH (RUPIAH) ... Satuan.. a................................. Program 1: ................... Sasaran ke-1: ..... 2) ........................ 3) Dst B. 2) ..RENCANA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA SEKOLAH (RAPBS) SMP TAHUN AJARAN ............... Sasaran ke-2:.............. PENINGKATAN PEMERATAAN A.. Sasaran ke-2:...................... Kegiatan 1: 1) ..... Dll ...........................

.... Kalender pendidikan/akademik.... Jadwal penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk tahun ajaran berikutnya.. Gambar layout sekolah 5.... 15. JADWAL KEGIATAN Ketentuan: a.... Foto-foto profil sekolah yang dipandang perlu 9.. Demi efisiensi biaya dan tenaga bisa satu sasaran satu penanggung jawab c. Ingat kalender pendidikan d.... Dan jadwal penyusunan laporan akuntabilitas dan kinerja satuan pendidikan untuk satu tahun terakhir..) (..) (.......... Buku teks pelajaran yang dipakai.. Penanggung jawab harus kualified dan kompeten e..... PENANGGUNG JAWAB Ketentuan: a. Bisa tiap program ada penanggungjawabnya b.. Dan lainnya yang dianggap relevan. dibuat per minggu per bulan dalam satu tahun b.. Gambar rencana pembangunan ruang/kantor/lab/bangunan lain jika memerlukan bantuan dan Rencana Anggaran Bangunan 6.... 60 .. anggota..... Profil sekolah lengkap 2.. 12. Jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana.(.... Mata pelajaran yang ditawarkan pada semester gasal dan genap.. 17... dll) dan ada TUPOKSI NYA dengan SK kepala sekolah N... 16. Jadwal rapat..... Copyan sertifikat tanah 4....... penggunaan. 14... Sebaiknya sekolah membentuk TIM SSN (Koordinator/ketua. LAMPIRAN Beberapa dokumen yang harus dilampirkan dalam RPS ini antara lain: 1. Master plan sekolah 7. Sangat tergantung kemampuan sekolah masing-masing d..) L. Dll M... sekretaris..... dimasukkan semua program yang telah ditulis sebelumnya c. pengadaan. SK dan susunan kepenguruan komite sekolah 8.. 13.... Nomor rekening sekolah 3..... Penugasan pendidik pada mata pelajaran dan kegiatan lainnya... 11.. dan persediaan minimal bahan habis pakai.... 10..

61 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->