PANDUAN PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS

)

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Jakarta, 2006

BAB I PENDAHULUAN A. Pentingnya Rencana Pengembangan Sekolah (RPS)

Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) merupakan salah satu wujud dari salah satu fungsi manajemen sekolah yang amat penting yang harus dimiliki sekolah. RPS berfungsi untuk memberi arah dan bimbingan bagi para pelaku sekolah dalam rangka menuju tujuan sekolah yang lebih baik (peningkatan, pengembangan) dengan resiko yang kecil dan untuk mengurangi ketidakpastian masa depan. Berdasarkan pada ketentuan peraturan perundangan yang berlaku, khususnya pada Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), mulai sekarang setiap sekolah pada semua satuan, jenis dan jenjang pendidikan termasuk SMP harus memenuhi SNP tersebut. Salah satu upaya untuk mencapai SNP, setiap sekolah wajib membuat RPS. RPS wajib dibuat oleh semua SMP, baik yang termasuk kelompok rintisan, potensial, nasional maupun internasional. RPS harus dimiliki oleh setiap sekolah sebagai panduan dalam penyelenggaraan pendidikan, baik untuk jangka panjang (20 tahun), menengah (5 tahun) maupun pendek (satu tahun). Diharapkan, semua jenis kelompok sekolah menggunakan format RPS yang sama. Perbedaannya terletak pada isi, kedalaman, dan luasan atau cakupan program sesuai dengan kondisi sekolah dan tuntutan masyarakat sekitarnya. Perbedaan lainnya adalah lama waktu pencapaian SNP. Bagi sekolah yang memiliki potensi lebih tinggi dari pada sekolah lain akan dapat mencapai SNP relatip lebih cepat. Demikian sebaliknya, bagi sekolah yang miskin potensi akan lebih lamban dalam mencapai SNP. Namun demikian harapannya adalah semua sekolah tersebut dalam kurun waktu tertentu mencapai SNP yang ditentukan oleh pemerintah. Standar Nasional Pendidikan yang harus dicapai oleh tiap sekolah tersebut meliputi standar kelulusan, kurikulum, proses, pendidikan dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pembiayaan, pengelolaan, dan penilaian pendidikan. Sangat dimungkinkan suatu sekolah telah memenuhi standar kelulusan tetapi fasilitasnya belum standar atau sebaliknya. Suatu sekolah sekarang kondisinya kurang dalam standar fasilitas seperti ruang kelas, laboratorium, buku, dan sebagainya dan secara bertahap akan dipenuhi selama kurun waktu tertentu. Sementara itu kondisi gurunya telah memenuhi SNP. Begitu seterusnya pada aspekaspek lainnya. Suatu sekolah dimungkinkan dalam waktu lima tahun mampu mencapai SNP, sementara itu terdapat sekolah untuk mencapai SNP memerlukan waktu 15 tahun. Semua itu sangat tergantung kepada unsur-unsur yang ada di sekolah itu sendiri. Dan apabila suatu sekolah telah memenuhi SNP, maka diharapkan akan mampu menyelenggarakan pendidikan secara efektif, efisien, berkualitas, relevan, dan mampu mendukung tercapainya pemerataan pendidikan bagi masyarakat luas. Oleh karena itu dipandang sangat penting adanya suatu pedoman pencapaian SNP yang mampu memberikan arah dan pegangan bagi tiap sekolah dalam rangka pencapaian SNP tersebut. Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) diharapkan menjadi salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut, baik bagi sekolah rintisan, potensial maupun nasional. RPS sangat penting manfaatnya bagi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk penyusunan rencana pendidikan di daerahnya. Semua RPS di Kabupaten/Kota dapat dijadikan dasar bagi penyusunan Rencana Pengembangan Pendidikan Kabupaten/Kota (RPPK). Dengan cara ini, RPPK akan lebih relevan dengan kebutuhan setiap sekolah di daerahnya. Demikian 1

manfaat bagi Dinas Pendidikan Tingkat Propinsi. Dalam membuat Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi (RPPP) harus didasarkan atas semua RPPK yang ada di daerahnya. Demikian juga pada tingkat nasional, RPPP dapat digunakan sebagai informasi bagi penyusunan Rencana Pengembangan Pendidikan Nasional (RPPN). Secara visual, keterkaitan antara RPS, RPPK, RPPP, dan RPPN dapat dilihat pada Gambar 1.

Rencana Pengembangan Pendidikan Nasional

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Gambar 1. Keterkaitan Antara Jenjang Perencanaan Pendidikan B. Tujuan

Adapun tujuan adanya pedoman penyusuan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) ini antara lain adalah: 1. Untuk memberikan pedoman bagi semua jenis kelompok sekolah, yaitu sekolah rintisan, potensial, dan nasional dalam membuat Rencana Pengembangan Sekolah (RPS). 2. Untuk memberikan pedoman bagi semua Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dalam membuat Rencana Pengembangan Pendidikan Kabupaten/Kota (RPPK). 3. Untuk memberikan pedoman bagi semua Dinas Pendidikan Propinsi dalam membuat Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi (RPPP). 2

7. sesuai dengan kondisi sekolah dan daerahnya. 5. Untuk memberikan pedoman bagi semua stakeholder di daerah/pusat dalam partisipasinya kepada sekolah untuk mencapai SNP. Untuk memberikan pedoman bagi semua sekolah dalam mencapai SNP. 3 . evaluasi. pembinaan dan pembimbingan kepada sekolah. 6.4. Untuk memberikan pedoman bagi Departemen Pendidikan Nasional dalam membuat Rencana Pengembangan Pendidikan Nasional (RPPN). RPS digunakan sebagai dasar atau acuan bagi pihak-pihak terkait dalam melakukan monitoring.

B. fungsi hubungan sekolahmasyarakat. Misi adalah rumusan umum mengenai tindakan (upaya-upaya) yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. Analisis SWOT: Analisis SWOT adalah suatu teknik analisis untuk menentukan tingkat kesiapan setiap fungsi dan faktor-faktor sekolah. fungsi proses belajar mengajar beserta fungsifungsi pendukungnya yaitu fungsi pengembangan kurikulum. dengan memperhitungkan tantangan nyata yang dihadapi (sasaran merupakan jabaran tujuan). Analisis SWOT dilakukan dengan maksud untuk mengenali tingkat kesiapan setiap fungsi dari keseluruhan fungsi sekolah yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. dengan memperhitungkan sumberdaya yang tersedia. Besar kecilnya ketidaksesuaian antara output sekolah saat ini (kenyataan) dengan output sekolah yang diharapkan (idealnya) di masa yang akan datang memberitahukan besar kecilnya tantangan. 5. peluang dan ancaman tiap fungsi dan faktor sekolah. Fungsifungsi yang dimaksud. 3. Identifikasi fungsi: adalah mengidentifikasi fungsi-fungsi yang perlu dilibatkan untuk mencapai sasaran dan yang masih perlu diteliti tingkat kesiapannya. and Threat ) akan diketahui sejauhmana kekuatan. Tujuan (baku) adalah rumusan mengenai apa yang diinginkan pada kurun waktu tertentu (jangka panjang dan menengah). Weakness. Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan.BAB II RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS) A. fungsi pengembangan iklim akademik sekolah. 6. Identifikasi tantangan nyata: adalah mengidentifikasi kondisi nyata sekolah saat ini dan yang akan datang. kelemahan. 2. Pengertian Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) Perencanaan sekolah adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan sekolah yang tepat. RPS adalah dokumen tentang gambaran kegiatan sekolah di masa depan dalam rangka untuk mencapai perubahan/tujuan sekolah yang telah ditetapkan. 7. fungsi keuangan. melalui urutan pilihan. fungsi pelayanan kesiswaan. dan fungsi pengembangan fasilitas. fungsi perencanaan dan evaluasi. Opportunity. Sasaran/tujuan situasional (tujuan jangka pendek) adalah rumusan spesifik mengenai apa yang diinginkan pada kurun waktu tertentu. 4. fungsi ketenagaan. Untuk mengetahui tingkat kesiapan setiap fungsi dan faktorfaktornya dicapai melalui membandingkan faktor dalam kondisi nyata dengan faktor dalam kriteria kesiapan. misalnya. Tantangan nyata merupakan selisih (ketidaksesuaian) antara output (hasil pendidikan yang berupa keluaran) sekolah saat ini dan output sekolah yang diharapkan di masa yang akan datang (tujuan sekolah). Melalui analisis SWOT ( Strength. yaitu satu tahun. Yang dimaksud dengan kriteria kesiapan faktor adalah faktor yang memenuhi kriteria/standar untuk mencapai sasaran/tujuan 4 . Istilah-istilah Dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) 1.

yakni tindakan yang diperlukan untuk mengubah fungsi yang tidak siap menjadi fungsi yang siap. perlu dilakukan tindakan-tindakan yang mengubah ketidaksiapan menjadi kesiapan fungsi. yakni dengan memanfaatkan adanya satu/lebih faktor yang bermakna kekuatan dan/atau peluang. maka sasaran yang telah ditetapkan tidak akan tercapai. 5 . Langkah-langkah pemecahan persoalan: adalah memilih langkah-langkah pemecahan persoalan (peniadaan). 9. Oleh karena itu. 10. agar sasaran tercapai. dan Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional 20052009.situasional. Faktor yang memenuhi kriteria/standar ini ditemukan melalui perhitungan-perhitungan atau pertimbangan-pertimbangan yang bersumber pada pencapaian sasaran. 8. Tindakan yang dimaksud lazimnya disebut langkah-langkah pemecahan persoalan. Landasan Hukum Rencana Pengembangan Sekolah Rencana Pengembangan Sekolah dibuat berdasarkan peraturan-perundangan yang berlaku yaitu: Undang-Undang Nomor 25 tahun 2005 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Program adalah instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah untuk mencapai tujuan. Kebijakan adalah arah/tindakan yang diambil oleh Pemerintah Pusat/Daerah untuk mencapai tujuan. Selama masih ada persoalan. agar menjadi kekuatan dan/atau peluang. 11. yang hakekatnya merupakan tindakan mengatasi makna kelemahan dan/atau ancaman. Strategi adalah langkah-langkah berisikan program-program inovatif untuk mewujudkan visi dan misi. 12. yang sama artinya dengan ada ketidaksiapan fungsi. Kegiatan adalah rincian langkah-langkah operasional yang berupa aktivitas/kerja untuk mewujudkan program sekolah C. Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

dan f. Perbedaan antara satu dengan lainnya adalah: 1. dan pengawasan. dan berkelanjutan. c. sinkronisasi. d. berkeadilan dan berkelanjutan. berkeadilan. e. Tujuan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) disusun dengan tujuan untuk: a. 6 . sinkronisasi. Tujuan Perencanaan Pendidikan dan Perencanaan Sekolah 1. menjamin agar perubahan/tujuan sekolah yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan tingkat kepastian yang tinggi dan resiko yang kecil. pelaksanaan. dan pusat c. Tujuan Perencanaan Pendidikan a. dan sinergi baik antara sekolah dengan dinas pendidikan. antarsekolah dan dinas pendidikan kabupaten/kota. mendukung koordinasi antar pelaku sekolah. Mengoptimalkan partisipasi masyarakat. menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan. Mendukung koordinasi antarpelaku pendidikan. efektif. dinas pendidikan propinsi. b. 2. g.BAB III PROSES PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS) A. 3. efektif. sebagai dasar ketika melaksanakan monitoring dan evaluasi pada akhir program B. Menjamin terciptanya integrasi. penganggaran. RPS Tahunan adalah dokumen perencanaan sekolah untuk periode 1 (satu) tahun. mengoptimalkan partisipasi warga sekolah dan masyarakat. dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara sekolah dan masyarakat (diwakili oleh komite sekolah). menjamin tercapainya penggunaan sumber-daya secara efisien. dan sinergi baik antar pelaku sekolah. 2. Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan. menjamin terciptanya integrasi. Sistem Perencanaan Sekolah dan Rentang Waktu RPS Sistem Perencanaan Sekolah adalah satu kesatuan tata cara perencanaan sekolah untuk menghasilkan rencana-rencana sekolah (RPS) dalam jangka panjang. d. dan menjamin tercapainya penggunaan sumber-daya secara efisien. jangka menengah. RPS Jangka Panjang adalah dokumen perencanaan sekolah untuk periode 20 (dua puluh) tahun. dan pengawasan. RPS Jangka Menengah (Rencana Strategis) adalah dokumen perencanaan sekolah untuk periode 5 (lima) tahun. penganggaran. b. dan antarwaktu. pelaksanaan.

dan pengembangan kapasitas. Peningkatan kualitas siswa (UN. pengembangan model pembelajaran (pembelajaran tuntas. dan output. rasio (siswa/guru. Laboratorium IPS. angka putus sekolah. proses. pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan (guru. isi (kurikulum). kualitas. siswa/ sekolah).). penurunan angka mengulang. Contoh-contoh perencanaan kualitas misalnya. kurikulum muatan lokal. budi-pekerti. 2. dan lab lainnya. karakter. pengembangan kelembagaan 7 . pembiayaan. pengurangan angka putus sekolah. Laboratorium Komputer. Kualitas pendidikan sekolah meliputi input. dan peningkatan angka kehadiran serta peningkatan pembiayaan pendidikan peserta didik. Oleh karena itu. proses. 5.) 3. pengembangan input siswa. sosial. dsb. pembelajaran dengan melakukan. pendidik dan tenaga kependidikan. Peningkatan kualitas. Efisiensi dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu efisiensi internal dan efisiensi eksternal. Contohcontoh perencanaan relevansi misalnya. kesenian. angka kenaikan kelas/transisi. Aspek-aspek yang Dikembangkan dalam Perencanaan Sekolah Sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). pengembangan ruang/kantor. dsb. Pengembangan kapasitas sekolah adalah upaya-upaya yang dilakukan secara sistematik untuk menyiapkan kapasitas sumberdaya sekolah (sumberdaya manusia dan sumberdaya selebihnya). kepala sekolah. pustakawan. baik kebutuhan peserta didik. Peningkatan efisiensi. efisiensi. 4. keterampilan kejuruan. dsb. dan keadilan atau kewajaran. Efisiensi internal merujuk kepada hubungan antara output sekolah (pencapaian prestasi belajar) dan input (sumberdaya) yang digunakan untuk memroses/ menghasilkan output sekolah. Peningkatan relevansi. dsb. dari delapan SNP tersebut dapat dijabarkan menjadi lebih rinci dalam RPS. ekonomik dan non-ekonomik) yang didapat setelah kurun waktu yang panjang diluar sekolah. pengembangan lingkungan pembelajaran yang kondusif.). pembelajaran kooperatif. relevansi. pengembangan sarana dan fasilitas sekolah. dan penilaian. pengembangan bahan ajar. karya ilmiah. olahraga. dan kebutuhan pembangunan yang meliputi berbagai sektor dan sub-sektor. peningkatan angka melanjutkan. laboran. ke-disiplinan. dan proses sangat dipengaruhi oleh tingkat kesiapan input. akses. dsb. pengembangan media pembelajaran. seperti : pengembangan Laboratorium IPA. pembelajaran kontekstual. prasarana dan sarana.C. misalnya: 1. dengan catatan bahwa output sangat ditentukan oleh proses. program keterampilan kejuruan/ kewirausahaan/usaha kecil bagi siswa-siswa yang tidak melanjutkan. Namun demikian. Efisiensi eksternal merujuk kepada hubungan antara biaya yang digunakan untuk menghasilkan tamatan dan keuntungan kumulatif (individual. Pengembangan kapasitas. konselor. dsb. Laboratorium Bahasa. Relevansi merujuk kepada kesesuaian hasil pendidikan dengan kebutuhan (needs). UAS. Contoh-contoh perencanaan pemerataan keslimaan misalnya: bea siswa untuk siswa miskin. pengembangan komite sekolah. Efisiensi merujuk pada hasil yang maksimal dengan biaya yang wajar. siswa/kelas. aspek-aspek yang harus disusun dalam perencanaan pengembangan sekolah juga harus sesuai dengan tuntutan SNP tersebut yaitu 8 (delapan) standar nasional pendidikan: kompetensi lulusan. pendidikan kecakapan hidup khususnya untuk mencari nafkah. kebutuhan keluarga. setiap sekolah harus memenuhi SNP. keagamaan. ditinjau dari sisi pemerataan. pengelolaan. Pemerataan keslimaan: persamaan keslimaan. Contoh-contoh perencanaan peningkatan efisiensi misalnya: peningkatan angka kelulusan. rasio keluaran/masukan.

kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. kalender akademik. dan pengembangan sistem sekolah agar mampu dan sanggup menjalankan tugas pokok dan fungsinya dalam kerangka untuk meng-hasilkan output yang diharapkan serta menghasilkan pola pengelolaan sekolah yang ”good governance” dan akuntabel. berkualitas. dan kesehatan pada SMP dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sportifitas dan kesadaran hidup sehat. penghargaan terhadap hak asasi manusia. yang dimaksudkan dengan standar isi pendidikan adalah mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. ketaatan membayar pajak. Standar isi mencakup lingkup dan kedalaman materi pembelajaran untuk memenuhi standar kompetensi lulusan. dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat.kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. hak. Pelaksanaan semua kelompok mata pelajaran disesuaikan dengan tingkat perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SMP dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status. dan memenuhi pemerataan pendidikan. dan nepotisme. Kelompok mata pelajaran estetika pada SMP dimaksudkan untuk meningkatkan sensitifitas. demokrasi. ketaatan pada hukum. Setiap kelompok mata pelajaran dilaksanakan secara holistik sehingga pembelajaran masing-masing kelompok mata pelajaran ikut mewarnai pemahaman dan/atau penghayatan peserta didik.kelompok mata pelajaran estetika. dan akhlak mulia. pengembangan manajemen sekolah. kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. Kelompok Mata Pelajaran dan Kedalaman Isi Standar isi pendidikan mengatur kerangka dasar kurikulum. dan kalender pendidikan/akademik. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMP dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi dasar ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis. dan kelompok mata pelajaran jasmani. kolusi. serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. berbangsa. dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual maupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan seperti keterbebasan dari perilaku seksual bebas. Kurikulum SMP terdiri dari: kelompok mata pelajaran keimanan. tanggung jawab sosial. Semua kelompok mata pelajaran sama pentingnya dalam menentukan kelulusan peserta didik. Pengembangan Standar Isi (Kurikulum) Menurut PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP. dan kesehatan. dan sikap serta perilaku anti korupsi. 8 . Kelompok mata pelajaran jasmani. ketakwaan. ketakwaan. sikap. beban belajar. beban belajar. dan bernegara. dan akhlak mulia pada SMP dimaksudkan untuk peningkatan potensi spiritual. olah raga. olah raga. Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan. pelestarian lingkungan hidup. dan kurikulum tingkat satuan pendidikan. kreatif dan mandiri. Standar isi memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum.sekolah. jiwa dan patriotisme bela negara. kesetaraan gender. Budaya hidup sehat termasuk kesadaran. a. Kelompok mata pelajaran keimanan. antara lain adalah sebagai berikut: 1. kemajemukan bangsa. Secara lebih rinci aspek-aspek yang dapat dikembangkan berdasarkan SNP sehingga dalam penyelenggaraannya efisien dan relevan. kurikulum tingkat satuan pendidikan.

dan kegiatan mandiri tidak terstruktur sesuai dengan kebutuhan dan ciri masing-masing. bahasa. keterampilan. c. ekonomika. Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. dan kesehatan. ketakwaan. Kompetensi terdiri dari standar kompetensi dan kompetensi dasar. Ketentuan mengenai kedalaman muatan kurikulum dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. Beban Belajar Beban belajar untuk SMP diperhitungkan dengan menggunakan jam pembelajaran per minggu per semester dengan sistem tatap muka. dan muatan lokal yang relevan. dan muatan lokal yang relevan. dan kecakapan vokasional. dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah. olah raga. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SMP dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. olah raga. atau pendidikan jasmani.kecanduan narkoba. ilmu pengetahuan alam. pendidikan akhlak mulia dan kepribadian. Pendidikan kecakapan hidup mencakup kecakapan pribadi. sejarah. sosiologi. dan kesehatan. Kelompok mata pelajaran keimanan. akhlak mulia. Kelompok mata pelajaran jasmani. seni dan budaya. pendidikan akhlak mulia dan kepribadian. b. kecakapan akademik. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok keimanan dan ketakwaan. d. dan akhlak mulia serta Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SMP diamalkan sehari-hari oleh peserta didik di dalam dan di luar sekolah. dengan contoh pengamalan diberikan oleh setiap pendidik dalam interaksi sosialnya di dalam dan di luar sekolah. kewarganegaraan. Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok keimanan dan ketakwaan. serta dikembangkan menjadi bagian dari budaya sekolah. pendidikan ilmu pengetahuan dan teknologi. antropologi. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMP dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. matematika. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi pada setiap tingkat dan/atau semester sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. dan/atau teknologi informasi dan komunikasi. dan biologi). ilmu pengetahuan alam (sekurang-kurangnya terdiri dari fisika. kecakapan sosial. seni dan budaya. demam berdarah. serta muatan lokal yang relevan. HIV/AIDS. 9 . dan kesehatan pada SMP dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. Kelompok mata pelajaran estetika pada SMP dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. penugasan terstruktur. muntaber. Kurikulum Muatan Lokal Kurikulum untuk SMP dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal. pendidikan ilmu pengetahuan dan teknologi. olahraga. ilmu pengetahuan sosial (sekurang-kurangnya terdiri dari ketatanegaraan. keterampilan/kejuruan. kimia. pendidikan kesehatan. Kurikulum Kecakapan Hidup Kurikulum untuk SMP dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup. olah raga. dan geografi). pendidikan estetika. dan pendidikan jasmani. pendidikan estetika. atau pendidikan jasmani.

baik untuk semua mata pelajaran maupun semua jenjang kelas 3) Terdokumentasikan kurikulum satuan pendidikan di sekolah yang bersangkutan 4) Dan terdapat peningkatan lain yang terkait dengan standar isi pendidikan 2. f. rasio maksimal buku teks pelajaran per peserta didik. Dalam proses pembelajaran diselenggarakan secara interaktif. dan alat/media pembelajaran. VIII maupun kelas IX. memotivasi. penilaian proses pembelajaran. silabus.e. menantang. mendorong peserta didik untuk berpartisipasi aktif. minat. Pengembangan Standar Proses Pendidikan a. dan perkembangan fisik serta psikologisnya. menyenangkan. waktu pembelajaran efektif. Untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan. Penilaian proses pembelajaran pada SMP untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan 10 . kreativitas. dan kemandirian peserta didik sesuai dengan bakat. minggu efektif belajar. pelaksanaan. Standar Proses Pendidikan Dalam SNP Dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang SNP bahwa yang dimaksud dengan standar proses pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. Dalam proses pembelajaran pendidik memberikan keteladanan. Perencanaan harus didukung oleh sekurang-kurangnya dokumen kurikulum. Kalender pendidikan Waktu pembelajaran yang dituangkan dalam kalender pendidikan atau kalender akademik mencakup permulaan tahun ajaran. dan hari libur. silabus untuk setiap mata pelajaran. rencana pelaksanaan pembelajaran. rencana pelaksanaan pembelajaran). Pelaksanaan harus memperhatikan jumlah maksimal peserta didik per kelas dan beban mengajar maksimal per pendidik. inspiratif. dan rasio maksimal jumlah peserta didik per pendidik. Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: 1) Terdokumentasikan kurikulum satuan pendidikan yang dijalankan sekolah (KBK) 2) Tersedianya perangkat pembelajaran secara lengkap (pemetaan. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. buku teks pelajaran. Aspek-aspek yang Dikembangkan dalam Program-program Sekolah rintisan. dan pengawasan yang baik. pedoman penilaian. potensial dan SSN Bidang Standar Isi (Kurikulum) Program-program yang dapat dikembangkan dalam standar isi (kurikulum) ini antara lain: 1) Pengembangan kurikulum satuan pendidikan (dengan berbagai jenis muatan kurikulum sesuai dengan ketentuan SNP) 2) Penyusunan kalender pendidikan 3) Pengembangan pemetaan KBK untuk semua mata pelajaran 4) Pengembangan silabus untuk semua mata pelajaran 5) Pengembangan sistem penilaian untuk semua mata pelajaran 6) Pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran untuk semua mata pelajaran 7) Penyusunan beban belajar Pengembangan isi tersebut dilakukan baik untuk kelas VII.

Program Pengembangan Standar Proses Pendidikan pada Sekolah Rintisan. serta observasi dan evaluasi akhir secara individual yang dilaksanakan sekurang-kurangnya satu kali dalam satu semester.teknologi harus menggunakan berbagai teknik penilaian. Pengawasan mencakup pemantauan. sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai dalam satu tahun. ahklak mulia. evaluasi. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. dan SSN Dalam upaya-upaya menuju kepada standar proses pendidikan sebagaimana halnya ditentukan oleh SNP. utamanya CTL 2) Terdapat peningkatan inovasi bahan pembelajaran. maka bagi setiap sekolah diharapkan mengembangkan berbagai program dan kegiatan. Potensial. pengetahuan dan keterampilan. Standar kompetensi lulusan pada jenjang SMP diarahkan untuk meletakkan dasar kecerdasan. termasuk kompetensi membaca dan menulis. baik secara kualitas maupun kuantitas 4) Terdapat peningkatan inovasi pengelolaan kelas/pengelolaan pembelajaran dan sebagainya 3. psikomotorik. diantaranya adalah: 1) Pengembangan dan inovasi-inovasi metode pengajaran pada semua mata pelajaran. dan pengambilan langkah tindak lanjut yang diperlukan. pengetahuan. dan afektif. baik secara kualitas maupun kuantitas 3) Terdapat peningkatan inovasi sumber pembelajaran. b. supervisi. dan sikap sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. Standar kompetensi lulusan SMP dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. Penilaian proses pembelajaran untuk kelompok mata pelajaran selain ilmu pengetahuan dan teknologi harus mencakup observasi dan evaluasi harian secara individual terhadap peserta didik. Standar kompetensi lulusan meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. kepribadian. Penilaian proses pembelajaran harus mencakup aspek kognitif. Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Kompetensi lulusan mencakup pengetahuan. Pengembangan Standar Kompetensi Lulusan Sebagaimana dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP. pelaporan. keterampilan. khususnya penerapan metode atau strategi pembelajaran kontekstual atau CTL (Contextual Teaching and Learning) 2) Pengembangan dan inovasi-inovasi bahan pembelajaran 3) Pengembangan dan inovasi-inovasi sumber pembelajaran 4) Pengembangan dan inovasi-inovasi model-model pengelolaan atau manajemen kelas 5) Dan sebagainya Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: 1) Semua mata pelajaran pada semua jenjang kelas telah dilaksanakan dengan menggunakan berbagai strategi pembelajaran. bahwa yang dimaksud dengan standar kompetensi lulusan pendidikan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. 11 . termasuk ulangan.

Seseorang yang tidak memiliki ijazah dan/atau sertifikat keahlian tetapi memiliki keahlian khusus yang diakui dan diperlukan dapat diangkat menjadi pendidik setelah melewati uji kelayakan dan kesetaraan. Kompetensi adalah tingkat kemampuan minimal yang harus dipenuhi seorang pendidik untuk dapat berperan sebagai agen pembelajaran. Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik. dan berwibawa. Dan sebagainya 4. Pengembangan kejuaraan lomba-lomba bidang non akademik e. yang dibuktikan dengan sertifikat profesi pendidik. Kualifikasi 12 . stabil. Pengembangan Standar Pendidik dan Tenaga kependidikan Pengertian Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan menurut PP 19 Tahun 2005 Tentang SNP adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental serta pendidikan dalam jabatan. evaluasi hasil belajar. Pengembangan kejuaraan lomba-lomba bidang akademik d. yang diperoleh melalui pendidikan profesi guru sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. perancangan dan pelaksanaan pembelajaran. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran. dan masyarakat sekitar. dan berakhlak mulia. Dan sebagainya Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. Terdapat peningkatan prestasi non akademik tiap tahunnya d. Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang SMP meliputi kompetensi pedagogik. dan kompetensi sosial sesuai Standar Nasional Pendidikan. tenaga kependidikan. dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Terdapat peningkatan gain score achievement (GSA) pada setiap semester atau tahun. Kompetensi sosial merupakan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. arif. sehat jasmani dan rohani. terhadap pencapaian keutntasan kompetensi untuk semua mata pelajaran b. kompetensi kepribadian. Pengembangan standar pencapaian ketuntasan kompetensi pada tiap tahun atau semester c. sesama pendidik. kompetensi profesional.Adapun beberapa program dan kegiatan yang dapat dikembangkan yang berkaitan dengan standar kompetensi lulusan pendidikan ini antara lain: a. Kompetensi profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan. dewasa. Terdapat peningkatan rata-rata pencapaian gain score achievement (GSA) pada tahun terhadap mata pelajaran yang di-UN-kan berdasarkan kepada standar kelulusan yang ditetapkan c. Kualifikasi akademik adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundangan yang berlaku. orangtua/wali peserta didik. Pengembangan standar kelulusan atau GSA pada setiap tahunnya b. menjadi teladan bagi peserta didik. Kompetensi kepribadian mencerminkan kepribadian yang mantap.

Pengembangan atau peningkatan kompetensi tenaga TU dan lainnya f. tentang. dan tenaga kebersihan sekolah. tlima bermain. ruang tata usaha. Terdapat peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sesuai SNP c. peralatan pendidikan. ruang kantin. instalasi daya dan jasa. ruang unit produksi. Peningkatan kuantitas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. tenaga perpustakaan. tlima berolahraga. ruang laboratorium.akademik pendidikan minimum untuk pendidik pada tingkat SMP adalah: diploma lima (D-IV) atau sarjana (S1). media 13 . Terselenggaranya ME tiap tahun khususnya tentang kinerja sekolah d. Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek kepribadian e. Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek profesionalisme b. perabot. buku. Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek pedagogik c. tlima berkreasi. alat dan media pendidikan. Terdapat peningkatan jumlah tenaga pendidikan dan kependidikan sesuai kebutuhan sekolah b. Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek sosial d. tenaga laboratorium. ruang kelas. Pengembangan Standar Prasarana dan Sarana Pendidikan Pengertian standar Prasarana dan sarana pendidikan menurut PP Nomor 19 tahun 2005 Tentang SNP adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan persyaratan minimal tentang lahan. ruang bengkel kerja. pendidikan vokasi. Tenaga kependidikan pada SMP sekurang-kurangnya terdiri atas kepala sekolah. yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. tlima beribadah. Standar sarana pendidikan mencakup persyaratan minimal tentang perabot. termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. dan ruang/tlima lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. laboratorium. tlima bermain. perpustakaan. Terselenggaranya ME tiap tahun khususnya tentang kinerja kepala sekolah f. ruang pimpinan satuan pendidikan. dan pendidikan profesi harus memiliki kualifikasi. ruang perpustakaan. Memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran sesuai ketentuan perundangan yang berlaku. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun di SMP. ruang kelas. Terselenggaranya ME tiap tahun khususnya tentang kinerja pendidik e. dan sumber belajar lain. Pengembangan atau peningkatan kompetensi kepala sekolah g. tlima berolahraga. Terselenggaranya supervisi klinis tiap tahun khususnya kepada pendidik. ruang pendidik. dan Memiliki kemampuan kepemimpinan dan kewirausahaan di bidang pendidikan. dan h. Standar prasarana pendidikan mencakup persyaratan minimal dan wajib dimiliki oleh setiap satuan pendidikan lahan. tlima beribadah. tlima berkreasi. dan 5. Persyaratan untuk menjadi kepala SMP meliputi: berstatus guru SMP. kompetensi dan sertifikasi sesuai dengan bidang tugasnya. tenaga administrasi. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi oleh kepala sekolah terhadap kinerja pendidik dan tenaga TU atau lainnya. Adapun program-program dan kegiatan-kegiatan yang dapat dikembangkan mengenai standar pendidik dan tenaga kependidikan ini antara lain: a. bengkel kerja. Tenaga Kependidikan pada pendidikan akademik.

Standar jumlah peralatan dinyatakan dalam rasio minimal jumlah peralatan per peserta didik. pendidik. serta letak lahan satuan pendidikan di dalam klaster satuan pendidikan yang menjadi pengumpan masukan peserta didik. Standar letak lahan satuan pendidikan mempertimbangkan keamanan. dan/atau tenaga kependidikan yang memerlukan layanan khusus wajib menyediakan akses ke sarana dan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan mereka. dll) pendidikan dan atau pembelajaran d. Standar jumlah buku teks pelajaran di perpustakaan dinyatakan dalam rasio minimal jumlah buku teks pelajaran untuk masing-masing mata pelajaran di perpustakaan satuan pendidikan per peserta didik. Standar lahan satuan pendidikan dinyatakan dalam rasio luas lahan per peserta didik. Standar kualitas bangunan minimal pada SMP adalah kelas B. laboratorium bahasa. Bahasa. Adapun program-program dan kegiatan yang dapat dikembangkan mengenai standar prasarana dan sarana baik secara kuantitas maupun kualitas antara lain: a. IPA. Penciptaan atau pengembangan lingkungan belajar yang kondusif e. Pemeliharaan dilakukan secara berkala dan berkesinambungan dengan memperhatikan masa pakai. Pengembangan jaringan internet. Pengembangan prasarana (ruang. Lahan satuan pendidikan meliputi sekurang-kurangnya lahan untuk bangunan satuan pendidikan. lahan praktek. pendidik maupun tenaga kependidikan g. dan laboratorium lainnya f. bahan habis pakai. Standar rasio luas ruang kelas per peserta didik. dan h. Pengembangan peralatan dan inovasi-inovasi pusat-pusat sumber belajar. Standar letak lahan satuan pendidikan mempertimbangkan letak lahan satuan pendidikan di dalam klaster satuan pendidikan sejenis dan sejenjang. Pengembangan atau peningkatan peralatan/bahan perawatan sarana dan prasarana pendidikan. Peningkatan dan pengembangan serta inovasi-inovasi peralatan pembelajaran untuk semua mata pelajaran c.pendidikan. Standar sumber belajar lainnya untuk setiap satuan pendidikan dinyatakan dalam rasio jumlah sumber belajar terhadap peserta didik sesuai dengan jenis sumber belajar dan karakteristik satuan pendidikan. dan peralatan pembelajaran lain pada satuan pendidikan dinyatakan dalam daftar yang berisi jenis minimal peralatan yang harus tersedia. kenyamanan. Satuan pendidikan yang memiliki peserta didik. Standar keragaman jenis peralatan laboratorium ilmu pengetahuan alam (IPA). lahan untuk prasarana penunjang. Pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan menjadi tanggung jawab satuan pendidikan yang bersangkutan. rasio luas bangunan per peserta didik. Standar keragaman buku perpustakaan dinyatakan dalam jumlah minimal judul buku di perpustakaan satuan pendidikan. Peningkatan dan pengembangan peralatan laboratorium komputer. baik bagi peserta didik. dan kesehatan lingkungan. buku dan sumber belajar lainnya. 14 . laboratorium. Standar letak lahan satuan pendidikan mempertimbangkan jarak tempuh maksimal yang harus dilalui oleh peserta didik untuk menjangkau satuan pendidikan tersebut. serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. dan rasio luas lahan per peserta didik dirumuskan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. laboratorium komputer. dan lahan pertamanan untuk menjadikan satuan pendidikan suatu lingkungan yang secara ekologis nyaman dan sehat. Peningkatan dan pengembangan serta inovasi-inovasi media pembelajaran untuk semua mata pelajaran b.

Struktur organisasi satuan pendidikan. provinsi. penilaian kemajuan hasil belajar. Pembagian tugas di antara pendidik. bulanan. Pengelolaan SMP menerapkan manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian. Terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas media pembelajaran tiap mata pelajaran untuk semua jenjang kelas. dan akuntabilitas dalam perencanaan program. dan media pembelajaran atau sekolah secara berkala. baik dalam lab komputer peserta didik. Keputusan akademik pada satuan pendidikan ditetapkan oleh rapat dewan pendidik. dan g. kegiatan pembelajaran. keterbukaan. dan apabila keputusan dengan prinsip musyawarah mufakat tidak tercapai. yang menunjukkan seluruh kategori aktifitas satuan pendidikan selama satu tahun dan dirinci secara semesteran. dan mingguan. Terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas prasarana pendidikan dan atau pembelajaran d. selaras dengan strategi pembelajaran yang diterapkan (khususnya CTL) b.Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. Setiap satuan pendidikan harus memiliki pedoman atau aturan yang sekurang-kurangnya mengatur tentang: Kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabus. yang memiliki wawasan. pendayagunaan tenaga kependidikan. dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. guru maupun kepala sekolah f. pelaksanaan. Terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas media dan peralatan pembelajaran praktik tiap mata pelajaran untuk semua jenjang kelas. dan pendidik. Pada jenjang pendidikan SMP melibatkan Komite Sekolah. tokoh masyarakat. pengelolaan sarana dan prasana pendidikan. 6. Terlaksananya perawatan prasarana. penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan. atau nasional agar tercapai efesiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. praktisi pendidikan. kepedulian dan komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan. pusat media pembelajaran audio visual). pengambilan keputusan ditetapkan atas dasar suara terbanyak. Kalender kegiatan pendidikan. Pengelolaan satuan pendidikan menjadi tanggung jawab kepala satuan pendidikan. Pada satuan pendidikan SMP kepala satuan pendidikan dalam melaksanakan tugasnya dibantu minimal oleh satu orang wakil kepala satuan pendidikan. Terdapat prasarana sumber-sumber belajar yang memadai (perpustakaan. Komite Sekolah sekurang-kurangnya terdiri dari anggota masyarakat yang mewakili orang tua/wali peserta didik. Terpasangnya jaringan internet. partisipasi. Rapat dewan pendidik dilaksanakan atas dasar prinsip musyawarah mufakat yang berorientasi pada mutu. kabupaten/kota. dan pengawasan. Pembagian tugas di antara tenaga 15 . selaras dengan strategi pembelajaran yang diterapkan (khususnya CTL) e. Terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas peralatan pembelajaran tiap mata pelajaran untuk semua jenjang kelas. kemitraan. selaras dengan strategi pembelajaran yang diterapkan (khususnya CTL) c. Pengembangan Standar Pengelolaan Pendidikan Seperti dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP bahwa yang dimaksudkan dengan standar pengelolaan pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan. peralatan.

jadwal rapat Dewan Pendidik. buku teks pelajaran yang dipakai pada masingmasing mata pelajaran. tenaga kependidikan dan peserta didik. Pelaksanaan pengelolaan satuan pendidikan dilaksanakan secara mandiri. Untuk jenjang SMP. program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan yang meliputi sekurangkurangnya jenis. jadwal penyusunan laporan akuntabilitas dan kinerja satuan pendidikan untuk satu tahun terakhir. evaluasi. pemeriksaan. pengadaan. peserta. dan tindak lanjut hasil pengawasan. penggunaan. kegiatan ekstrakurikuler. Tata tertib satuan pendidikan. efektivitas. Pada jenjang pendidikan SMP laporan oleh pendidik ditujukan kepada pemimpin satuan pendidikan dan orang tua/wali peserta didik. durasi. Pelaksanaan kegiatan tersebut harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari rapat dewan pendidik dan komite sekolah dan kemudian dipertanggungjawabkan kepada rapat dewan pendidik dan komite sekolah. Pengawasan satuan pendidikan meliputi pemantauan. Supervisi mengacu pada Standar Nasional Pendidikan dan Pedoman Program Penjaminan Mutu yang diterbitkan oleh Departemen. Rencana kerja tahunan merupakan penjabaran rinci dari rencana kerja jangka menengah satuan pendidikan yang meliputi masa 5 (lima) tahun. dan hari libur. Supervisi meliputi supervisi manajerial dan akademik. berisi pelaksanaan teknis dari tugas masing-masing dan dilakukan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. semester genap. ulangan. laporan oleh pemimpin satuan pendidikan ditujukan kepada komite 16 . rapat konsultasi satuan pendidikan dengan orang tua/wali peserta didik. pelaksanaan pengelolaan satuan pendidikan yang tidak sesuai dengan rencana kerja tahunan harus mendapat persetujuan dari rapat dewan pendidik dan komite sekolah. Peraturan akademik. efisien. tenaga kependidikan. pemimpin satuan pendidikan. dan semester pendek bila ada. Laporan oleh tenaga kependidikan ditujukan kepada pemimpin satuan pendidikan. Pelaksanaan pengelolaan satuan pendidikan berpedoman kepada rencana kerja tahunan. dan penyelenggara program. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pembelajaran. Untuk pendidikan SMP. dan rapat satuan pendidikan dengan komite sekolah. ujian. mata pelajaran yang ditawarkan pada semester gasal. efektif. dan akuntabel. Pemantauan dilakukan secara teratur dan berkesinambungan oleh pemimpin satuan pendidikan dan komite sekolah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan. Rencana kerja meliputi sekurang-kurangnya: kalender pendidikan atau akademik yang meliputi sekurang-kurangnya jadwal pembelajaran. Pemantauan dilakukan untuk menilai efisiensi.kependidikan. Kode etik hubungan antara sesama warga di dalam lingkungan satuan pendidikan dan hubungan antara warga satuan pendidikan dengan masyarakat. dan pengawas atau penilik satuan pendidikan. penugasan pendidik pada mata pelajaran dan kegiatan lainnya. yang minimal meliputi tata tertib pendidik. jadwal penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk tahun ajaran berikutnya. supervisi. serta penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana. Setiap satuan pendidikan dikelola atas dasar rencana kerja tahunan. dan persediaan minimal bahan habis pakai. pelaporan. rencana anggaran pendapatan dan belanja satuan pendidikan untuk masa kerja satu tahun. Pelaksanaan kegiatan yang perlu atau mendesak tetapi tidak diprogramkan di dalam rencana kerja tahunan dilaksanakan secara ad-hoc dan bertanggung jawab. berisi hasil evaluasi dan penilaian dan dilakukan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. dan akuntabilitas satuan pendidikan. Rencana kerja harus disetujui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Sekolah. Supervisi dilakukan secara teratur dan berkesinambungan oleh pengawas atau penilik satuan pendidikan dan kepala satuan pendidikan. Pelaporan dilakukan oleh pendidik.

Setiap pihak yang menerima laporan wajib menindak lanjuti laporan tersebut untuk meningkatkan mutu dan kesehatan satuan pendidikan. Terdapat struktur dan keorganisasian sekolah sesuai dengan kebutuhan sekolah beserta tupoksi dan pedoman-pedoman kerjanya d. Pengembangan struktur dan keorganisasian sekolah sesuai dengan kebutuhan sekolah d. Mengembangkan Income Generating Activities atau unit-unit produksi/usaha di sekolah maupun kerjasama dengan pihak lain untuk menggalang partisipasi masyarakat. Terdapat dokumen pengembangan pendayagunaan SDM sekolah dengan cara membuat dan pembagian tugas-tugas secara jelas beserta pelaksanaannya c. Terdapat dokumen rencana pengembangan sekolah (RPS) tiap tahun. Pengembangan dan melengkapi administrasi sekolah g. Tersedianya kelengkapan administrasi sekolah sesuai dengan kebutuhan dan memenuhi standar e-goverment yang efisien dan efektif 17 . berisi hasil evaluasi dan dilakukan sekurangkurangnya setiap akhir semester. Terlaksananya pembelajaran secara efektif dan efisien dengan dibuktikan oleh prestasi yang dicapai dan pemanfaatan input pendidikan yang ada e. Mendukung pengembangan perangkat penilaian f. Penggalangan partisipasi masyarakat (pemberdayaan komite sekolah) k. menengah maupun panjang b. baik untuk jangka pendek. keuangan. baik menyangkut bidang akademik. PDCA.Pembinaan SMP) h. Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. transparansi. Melaksanakan dan membuat pelaporan-pelaporan kepada berbagai pihak yang relevan. Adapun beberapa program dan kegiatan yang dapat dikembangkan atau ditingkatkan pada standar pengelolaan pendidikan antara lain: a. baik untuk jangka pendek. hasil-hasil program serta lainnya oleh pihak manajemen sekolah (lihat pedoman pelaksanaan MBS pada Buku MBS yang diterbitkan oleh Dit. Implementasi model-model manajemen: POAC. Pengembangan atau pembuatan rencana pengembangan sekolah (RPS) tiap tahun. dan kontinyuitas baik mengenai program. Pengembangan pendayagunaan SDM sekolah dengan cara membuat dan pembagian tugas-tugas secara jelas c. dan o. dan model lain yang pada dasarnya mengembangkan aspek-aspek manajemen untuk pengembangan standarstandar pendidikan n. fleksibilitas. termasuk memberikan sanksi atas pelanggaran yang ditemukannya. non akademik atau manajemen sekolah lainnya. Melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efisien e. Membuat atau menciptakan jaringan kerja yang efektif dan efisien baik secara vertikal dan horisontal m. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi oleh sekolah tentang kinerja sekolah i. Pelaksanaan supervisi klinis oleh kepala sekolah j.sekolah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan. akuntabilitas. Implementasi MBS mengenai kemandirian/otonomi sekolah. partisipasi/kerjasama. menengah maupun panjang b. dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Membuat jaringan informasi akademik di internal maupun eksternal sekolah (SIM) l.

pemeliharaan sarana dan prasarana. maka sekolah dapat mengembangkan program atau kegiatan yang didasarkan atas musyawarah dan mufakat serta persetujuan dari stakeholder (termasuk Komite Sekolah) serta sesuai dengan koridor peraturan perundangan yang berlaku.f. konsumsi. Terselenggaranya penggalangan partisipasi masyarakat (pemberdayaan komite sekolah) secara optimal dalam berbagai bentuk/bidang i. Biaya personal meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan. Biaya operasi satuan pendidikan meliputi: gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji. Terdapat sistem pengelolaan dalam Income Generating Activities atau unit-unit produksi/usaha di sekolah maupun kerjasama dengan pihak lain untuk menggalang partisipasi masyarakat secara profesional. keuangan. Pengembangan jalinan kerja dengan penyandang dana. Pengembangan Standar Pembiayaan Pendidikan Seperti dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP bahwa standar pembiayaan mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan. 7. asuransi. Terciptanya jaringan kerja yang efektif dan efisien baik secara vertikal dan horisontal k. air. Kepemimpinan kepala sekolah mampu melaksanakan ciri-ciri sebagai leader yang tangguh h. biaya operasi. transparan. Penggalangan dana dari berbagai sumber termasuk dari sponsor c. program-program dan pengelolaan yang fleksibilitas. hasil-hasil program serta lainnya oleh pihak manajemen sekolah g. khususnya untuk penggalangan dana pendidikan 18 . melakukan partisipasi/kerjasama dengan masyarakat dan lainnya. dan modal kerja tetap. bahan atau peralatan pendidikan habis pakai. transportasi. pajak. Penciptaan usaha-usaha di sekolah atau di luar sekolah sebagai Income Generating Activities d. pengembangan SDM. dan biaya operasi pendidikan tak langsung seperti daya. jasa telekomunikasi. Biaya investasi termasuk untuk biaya penyediaan sarpras. baik donatur tetap maupun tidak tetap b. Mengimplementasikan MBS dengan indikator pencapaian sekolah/manajemen mampu: mandiri/otonom. Terdapat dokumen laporan kepada berbagai pihak yang relevan. Terdapat berbagai model pengembangan pengelolaan sekolah l. seperti misalnya: a. Pendayagunaan potensi sekolah dan lingkungan yang menghasilkan keuntungan ekonomik e. dan biaya personal. dan lain sebagainya. dan m. uang lembur. baik menyangkut bidang akademik. Terdapat jaringan informasi akademik di internal maupun eksternal sekolah (SIM) j. Sedangkan yang dimaksudkan dengan biaya operasi satuan pendidikan adalah bagian dari dana pendidikan yang diperlukan untuk membiayai kegiatan operasi satuan pendidikan agar dapat berlangsungnya kegiatan pendidikan yang sesuai standar nasional pendidikan secara teratur dan berkelanjutan. akuntabel. Menjalin kerjasama dengan alumni. non akademik atau manajemen sekolah lainnya. Dalam upaya membantu memenuhi dan mencapai standar biaya pendidikan yang memadai. Pembiayaan pendidikan terdiri dari biaya investasi. dan terdapat kontinyuitas baik mengenai program.

19 . dan akhlak mulia. ketakwaan. baik tetap maupun ridak tetap dan terdapat pemasukan dana b. ketakwaan. dan menentukan kelulusan peserta didik. ulangan. serta kelompok mata pelajaran jasmani. Terdapat jalinan kerjasama dengan alumni dalam penggalangan dana 8. memperbaiki proses pembelajaran. Dan sebagainya Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Penilaian akhir mempertimbangkan hasil penilaian peserta didik sejak awal hingga akhir masa studi. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. serta ujian. Terjalin kerjasama dengan penyandang dana. kemampuan. dan kesehatan dilakukan melalui: pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta didik. bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi diukur melalui ujian. dan kesehatan . ulangan. dan akhlak mulia. dan kelompok mata pelajaran jasmani. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik. Ujian akhir dilakukan untuk semua mata pelajaran kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menentukan kelulusan peserta didik. pada kelompok mata pelajaran keimanan. Penilaian hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik secara berkesinambungan untuk memantau proses.f. Untuk mengikuti ujian akhir satuan pendidikan. Penilaian digunakan untuk: menilai pencapaian kompetensi peserta didik. dan instrumen penilaian prestasi belajar peserta didik. dan kemajuan hasil belajar. olah raga. kantin. dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi yang dinilai. dan kesehatan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kelulusan peserta didik dari penilaian akhir satuan pendidikan. ketakwaan. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran keimanan. olah raga. peserta didik harus mendapatkan nilai yang sama atau lebih besar dari nilai batas ambang kompetensi yang dirumuskan oleh BSNP. Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dilakukan penilaian akhir pada setiap satuan pendidikan untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran keimanan. olah raga. prosedur. kelompok mata pelajaran estetika. dll) c. Ujian nasional merupakan penilaian bersifat nasional atas pencapaian standar kompetensi lulusan oleh peserta didik hasilnya dapat dibandingkan baik antar satuan pendidikan. dan ujian. penugasan. ulangan. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani. Tertdapat usaha nyata sekolah dalam hal IGA atau unit produksi sekolah (koperasi. Pengembangan Standar Penilaian Pendidikan Dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP bahwa standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. toko. kelompok mata pelajaran estetika. dan akhlak mulia dan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui: pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik.

Pada jenjang SMP. Pengembangan pedoman-pedoman evaluasi sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau BSNP e. Implementasi model evaluasi pembelajaran: ulangan harian. Setiap peserta didik wajib mengikuti satu kali Ujian Nasional tanpa dipungut biaya. dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). dan/atau program pendidikan. Peserta didik pendidikan informal dapat mengikuti ujian nasional setelah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh BSNP. dll c. Setiap peserta didik berhak mengikuti Ujian Nasional dan berhak mengulanginya sepanjang belum dinyatakan lulus dari satuan pendidikan. dan kesehatan . Peserta ujian nasional memperoleh Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional yang selanjutnya disebut SKHUN yang diterbitkan oleh satuan pendidikan penyelenggara Ujian Nasional. kelompok mata pelajaran estetika. Hasil Ujian Nasional digunakan sebagai : salah satu instrumen dalam pemetaan mutu satuan pendidikan dan/atau program pendidikan. ketakwaan. dan akhlak mulia. Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditetapkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan sesuai dengan kriteria yang dikembangkan dan ditetapkan oleh BSNP. Penilaian kompetensi peserta didik pada Ujian Nasional dilakukan secara obyektif. maupun antar waktu. Soal pada Ujian Nasional mewakili seluruh cakupan materi yang ada pada standar kompetensi lulusan dari mata pelajaran yang diujikan. dan digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. memperoleh nilai minimal baik pada evaluasi akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran keimanan. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Rata-rata tahunan hasil Ujian Nasional yang diperoleh program pendidikan dan/atau satuan pendidikan dipertimbangkan dalam akreditasi satuan pendidikan dan/atau program pendidikan. Oleh karena itu perlu mengembangkan. bahan pertimbangan dalam menentukan kelulusan peserta didik dari program pendidikan dan/atau satuan pendidikan. ulangan akhir semester. dan kelompok mata pelajaran jasmani. olah raga. Matematika. Pengembangan perangkat model-model penilaian pembelajaran b. ulangan kenaikan kelas. dan akuntabel. salah satu dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya. Standar kompetensi pada mata pelajaran yang diujikan dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. ulangan tengah semester. Ujian Nasional diadakan sekurang-kurangnya satu kali dan sebanyak-banyaknya dua kali dalam satu tahun pelajaran. berkeadilan. uji coba. BSNP bekerja sama dengan LPMP.antara daerah. Kriteria kelulusan ujian nasional dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan oleh peserta didik. Pengembangan lomba-lomba. Peserta didik dinyatakan lulus setelah: menyelesaikan seluruh program pembelajaran. Pengembangan instrumen atau perangkat soal-soal untuk berbagai model evaluasi d. Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia. Dalam teknis pelaksanaan Ujian Nasional di tingkat provinsi. dan sejenisnya dalam upaya peningkatan standar nilai atau ketuntasan kompetensi 20 . Bahasa Inggris. Pemerintah Kabupaten/Kota. lulus ujian akhir kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan. meningkatkan dan melaksanakan beberapa program dan kegiatan penilaian seperti misalnya: a. Pemerintah Provinsi. satuan pendidikan. dan satuan pendidikan. BSNP menyelenggarakan Ujian Nasional yang diikuti peserta didik untuk mengukur kompetensi peserta didik dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Jadual pelaksanaan Ujian Nasional ditetapkan oleh Menteri. dan lulus Ujian Nasional.

f. Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk melaksanakan penilaian dalam rangka pengembangan perangkat penilaian sampai dengan analisa dan pelaporan hasil belajar peserta didik, dan g. Melaksanakan kerjasama dengan pihak lain untuk melaksanakan tes atau uji coba prestasi peserta didik secara periodik Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. Terdapat perangkat penilaian berbagai ragam untuk semua mapel semua jenjang kelas/tingka b. Terselenggara berbagai model evaluasi: ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, dll c. Terdapat dokumen pengembangan bank soal, dan d. Terdapat berbagai macam lomba, uji coba, dan jenis lainnya untuk peningkatan prestasi peserta didik. Dari berbagai program pengembangan tersebut selanjutnya dapat dibuat kerangka kerja/program dan target yang diinginkan dengan berbagai strategi pelaksanaannya sebagai berikut: Program Dan Hasil Yang Diharapkan
Isi (Kurikulum) Proses Kelulusan Pengelolaan Pembiayaan Pendidik & Tnaga Kependidikan Prasarana dan Sarana Penilaian Lainnya

N o

1 2 3 5

5

Mengimplementa sikan MBS Mengembangkan Inovasi Pembelajaran Menciptakan Komunitas Belajar Mengembangkan Profesionalitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan Menggalang Partisipasi Masyarakat

Strategi

• •

• • •

• • •

• • •

• •

• •

21

KETERANGAN:  Dengan strategi implementasi MBS di sekolah dapat dilaksanakan program-program yang relevan dengan pengembangan kurikulum atau kurikulum satuan pendidikan yang akan dilaksanakan, inovasi proses pembelajaran, pencapaian kompetensi lulusan yang makin meningkat, pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan, pengembangan prasarana dan sarana, pengembangan pengelolaan pendidikan di sekolah, pencapaian pembiayaan pendidikan di sekolah yang proporsional, pengembangan sistem penilaian, dan program lain yang sesuai dengan kebutuhan serta kondisi lingkungan sekolah/masyarakat. Dengan strategi pengembangan inovasi pembelajaran di sekolah dapat dilaksanakan program-program yang relevan dengan pengembangan dan penerapan berbagai model proses pembelajaran terutama penerapan CTL di sekolah, pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan yang mampu menerapkan CTL, pengembangan prasarana dan sarana pendukung pelaksanaan CTL, pengembangan pengelolaan pendidikan di sekolah yang mengakomodasi pelaksanaan pembelajaran CTL, pengembangan sistem penilaian yang didasarkan atas penerapan pembelajaran CTL, dan program lain yang sesuai dengan kebutuhan serta kondisi lingkungan sekolah. Dengan strategi penciptaan komunitas belajar yang kondusif di sekolah dapat dilaksanakan program-program yang mengarah kepada budaya pengembangan kurikulum yang kontekstual oleh pendidik, budaya inovatif pendidik dalam pengembangan pendekatan proses pembelajaran yang kontekstual, pengembangan dan pengkondisian peserta didik yang mengarah kepada kompetisi untuk mencapai kompetensi yang tinggi, penciptaan budaya dan pengembangan kompetensi (profesionalitas, pedagogik, kepribadian, sosiologis) pendidik dan tenaga kependidikan, penciptaan peluang atau keslimaan dan pendayagunaan secara optimal prasarana dan sarana serta potensi sumber daya sekolah lainnya, penciptaan dan pengembangan pengelolaan sekolah yang kontekstual dengan kebutuhan sekolah serta penciptaan budaya entrepreneurship di lingkungan sekolah. Dengan strategi pengembangan perofesionalitas pendidik dan tenaga kependidikan , dapat dilaksanakan program-program yang relevan seperti: peningkatan kemampuan pendidik dan tenaga kependidikan agar mampu mengembangkan kurikulum atau kurikulum satuan pendidikan, melakukan inovasi proses pembelajaran, mengembangkan prasarana dan sarana pendidikan, mengembangkan model/sistem pengelolaan pendidikan di sekolah, mengembangkan usaha dan income generating di sekolah, dan mengembangkan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan KBK. Dengan strategi penggalangan partisipasi masyarakat, dapat dilaksanakan programprogram yang relevan seperti: peningkatan kerjasama, kemitraan, dan pengoptimasian potensi sumber daya masyarakat (stakeholder) dan atau komite sekolah untuk membantu mengembangkan kurikulum, proses pembelajaran, tenaga pendidik dan kependidikan, sarpras, pengelolaan sekolah, pembiayaan pendidikan, dan bahkan dalam pelaksanaan pengembangan penilaian peserta didik. 22

D. Proses Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) Dalam penyusunan RPS harus menerapkan prinsip-prinsip: memperbaiki prestasi belajar siswa, membawa perubahan yang lebih baik (peningkatan/ pengembangan), sistematis, terarah, terpadu (saling terkait & sepadan), menyeluruh, tanggap terhadap perubahan, demand driven (berdasarkan kebutuhan), partisipasi, keterwakilan, transparansi, data driven, realistik sesuai dengan hasil analisis SWOT, dan mendasarkan pada hasil review dan evaluasi. 1. Penyusunan dan Pelaksanaan RPS Faktor penting yang harus diperhatikan oleh setiap sekolah adalah konsistensi anatara perencanaan dengan pelaksanaan pengembangan sekolah. Perencanaan sekolah yang baik akan memberikan kontribusi keberhasilan yang besar dalam implementasinya.
Desai Desai n n Implementa Implementa si si Evalua Evalua si si

RPS RPS

RPS RPS

RPS RPS

Cakupan Isi RPS Kualitas RPS

Kepatuhan Implementasi dengan Desain RPS

Kesesuaian Hasil dengan Desain RPS

Sedangkan perencanaan yang kurang baik akan memberikan dampak yang kurang baik pula terhadap impelemntasinya. Oleh karena itu dalam setiap membuat RPS, sekolah harus mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi seperti kondisi lingkungan strategis, kondisi sekolah saat ini, dan harapan masa datang. Alur berfikir dan keterkaitan antara perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sekolah dapat dilihat pada gambar 2.
Gambar 2. Penyusunan dan Pelaksanaan Perencanaan Sekolah Analisis Lingkungan Analisis Lingkungan Strategis Strategis

SituasiPendidikan Pendidikan Situasi saatini ini saat

Kesenjanga n

SituasiPendidikan Pendidikan Situasi yangdiharapkan diharapkan yang

RencanaStrategis Strategis Rencana (5tahun) tahun) (5

Rencana Rencana Operasional Operasional (1 tahun) (1 tahun)
Pelaksanaan Pelaksanaan Program Program Monitoring & Monitoring & Evaluasi Evaluasi

23

Langkah-langkah Penyusunan RPS: Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Operasional (Renop) Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa RPS berisi dua rencana pengembangan pendidikan ditinjau dari jangka waktunya. baik Renstra maupun Renop harus memperhatikan kebutuhan sekolah. dan sebaginya. fasilitas atau sarpras. pembiayaan dan sumber dana sekolah. guru. media pengajaran. peran komite sekolah. kondisi perpolitikan. laboran. kondisi keamanan lingkungan. masyarakat serta sesuai dengan RPPP dan RPPN. kelulusan. Hasil kajian ini dapat dipergunakan untuk menentukan visi sekolah. Hasil kajian ini dapat dirumuskan dalam ”education profile” pada suatu daerah yang dapat dipergunakan untuk menentukan ”status” atau potret pendidikan di SMP saat ini . baik menyangkut fisik maupun non fisik. Analisis ini lebih menitikberatkan kepada analisis situasi pendidikan jenjang SMP pada umumnya di sekitar sekolah yang bersangkutan. Langkah-langkah penyusunan Renstra dalam RPS: 1) Melakukan analisis lingkungan strategis sekolah Dalam analisis ini pihak sekolah melakukan kajian tentang faktor-faktor eksternal sekolah. buku. yaitu Rencana Strategis (Renstra) Sekolah dalam jangka menengah (lima tahunan) dan Rencana Operasional (Renop) Sekolah dalam jangka pendek (satu tahunan). Renstra menggambarkan suatu perencanaan pengembangan sekolah yang menggambarkan tentang program-program sekolah yang akan dilaksanakan dan dicapai selama kurun waktu lima tahun. perkembangan globaliasasi. dan sebaginya. perkembangan IPTEK. kepala sekolah. regulasi/kebijakan pemerintah pusat dan daerah. tenaga TU. Programprogram dalam Renop lebih detail yang akan dilaksankan dan dicapai dalam satu tahun. Dalam hal program. tenaga perpustakaan. peserta didik. 24 . Berbagai faktor tersebut diantaranya adalah kondisi sosial masyarakat. dan lebih merupakan penjabaran operasional dari Renstra. 2) Melakukan analisis situasi pendidikan sekolah saat ini Adalah suatu analisis atau kajian yang dilakukan oleh sekolah untuk mengetahui semua unsur sekolah yang akan dan telah mempengaruhi penyelenggaraan pendidikan dan hasil-hasilnya. yang semuanya mengacu kepada SNP. yang dapat mempengaruhi penyelenggaraan pendidikan. Aspek atau unsur-unsur sekolah yang secara internal dapat dikaji antara lain mengenai kondisi saat ini tentang: PBM.2. sistem penilaian/evaluasi. Hasil ini selanjutnya akan dibvandingkan dengan kondisi ideal yang diharapkan di masa lima tahun mendatang. sedangkan Renop dibuat pada tahun pertama dari lima tahun yang akan dilaksanakan. kondisi geografis lingkungan sekolah. Dengan demikian Renstra dibuat pada awal tahun untuk lima tahun mendatang. kondisi ekonomi masyarakat dan nasional. Sedangkan Renop merupakan bagian tak terpisahkan dari Renstra. manajemen sekolah. Program-program tersebut lebih bersifat garis besar. kurikulum. Secara lebih rinci dalam pentahapan proses penyusunan RPS adalah sebagai berikut: a. Baik dalam Renstra maupun Renop semua sumber dana dan alokasi biaya sudah dapat diprediksi sebelumnya. sehingga dapat diketahui sejauhmana kesenjangan yang terjadi. kondisi demografis masyarakat sekitar.

standar pengelolaan. (5) kesadaran orangtua akan pentingnya pendidikan yang baik bagi anaknya ternyata paralel dengan persaingan antar sekolah untuk menggaet anak yang pandai dengan orangtua yang penuh perhatian.3) Melakukan analisis situasi pendidikan sekolah yang diharapkan 5 tahun kedepan Sekolah melakukan suatu kajian atau penelaahan tentang cita-cita potret pendidikan di SMP yang ideal di masa datang (khususnya dalam lima tahun mendatang). Kesenjangan itulah merupakan sasaran yang harus dicapai atau diatasi. sehingga akan banyak tenaga kerja asing di Indonesia. (6) di era AFTA yang sebentar lagi dimulai bahasa Inggris akan sangat penting untuk sarana komunikasi di dunia kerja. Dalam menentukan visi tersebut. Imajinasi ke depan seperti itu akan selalu diwarnai oleh peluang dan tantangan yang diyakini akan terjadi di masa datang. (7) di era AFTA juga sangat mungkin terjadi pembukaan “cabang” sekolah luar negeri di kota besar di Indonesia. sehingga sekolah diharapkan berperan menanamkan akhlaq kepada siswa. dan rasional. sebaliknya banyak tenaga kerja Indonesia di luar negeri (3) era informasi yang menyebabkan siswa dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber sehingga guru dan sekolah bukan lagi satu-satunya sumber informasi. standar pembiayaan. kesenjangan tersebut merupakan selisih antara kondisi nyata sekarang dengan kondisi idealnya. Hal itu penting difahami untuk menghindari terjadinya kekeliruan bahwa sekolah “bebas” menentukan 25 . Berikut itu beberapa contoh perkembangan ke depan yang perlu diperhatikan. khususnya mereka yang memiliki cara pandang yang visioner. yaitu mampu mencapai SNP. Namun demikian visi sekolah harus tetap berada dalam koridor kebijakan pendidikan nasional. (2) era global akan menyebabkan lalu lintas tenaga kerja sangat mudah. sehingga dapat menentukan kondisi sekolah yang benarbenar ideal tetapi terukur. sehingga prinsip multiple intelegence menjadi salah satu harapan. Dengan kata lain. Artinya visi suatu sekolah harus mengacu kepada kebijakan umum pendidian yang tekah ditetapkan secara nasional. Dalam analisis ini melibatkan semua stakeholder sekolah. 5) Merumuskan visi Visi adalah imajinasi moral yang menggambarkan profil sekolah yang diinginkan di masa datang. sehingga apa yang diharapkan sekolah secara ideal dapat dicapai. standar PBM. dan standar penilaian. standar fasilitas. dan sebagainya. (5) era global tampaknya juga berpengaruh terhadap perilaku dan moral manusia. standar kelulusan. maka selanjutnya sekolah dapat menentukan kesenjangan yang terjadi antara keduanya. sekolah harus memperhatikan perkembangan dan tantangan masa depan. Diharapkan apa yang menjadi idealisme dalam lima tahun mendatang merupakan ”education profile yang ideal”. standar pendidik dan tenaga kependidikan. feasible. yaitu tercapainya standar kurikulum sekolah. sehingga sekolah yang mutunya jelek akan ditinggalkan mereka. antara lain: (1) perkembangan iptek begitu cepat akan berpengaruh pada semua aspek kehidupan termasuk teknologi pendidikan. serta (8) masyarakat semakin faham bahwa pendidikan bukan hanya untuk hal-hal yang bersifat kognitif. Hasil analisis ini selanjutnya akan dipergunakan untuk membandingkan dengan kondisi sekolah saat ini (poin 2). 4) Menentukan kesenjangan antara situasi pendidikan sekolah saat ini dan yang diharapkan 5 tahun kedepan Berdasarkan pada hasil analisis sekolah saat ini dan analisis kondisi sekolah yang idieal lima tahun mendatang (langkah 2 dan 3).

misi adalah bentuk layanan untuk memenuhi tuntutan yang dituangkan dalam visi dengan berbagai indikatornya. Mampu menjadi dasar dan mendorong terjadinya perubahan dan pengembangan sekolah ke arah yang lebih baik. e.visinya dan tidak terkait dengan kebijakan pihak lain. kewajiban. Mencerminkan standar keunggulan dan cita-cita yang ingin dicapai. pendidik. misi dan tujuan baku terkait dengan jangka panjang. proses. Berorientasi ke masa depan. Oleh karena itu sekolah lain dianjurkan merumuskan visinya sendiri. c. Di samping itu visi sekolah juga harus mempertimbangkan potensi yang dimiliki sekolah dan harapan masyarakat di sekitar sekolah. dan rancangan tindakan yang dijadikan arahan untuk mewujudkan visi. Dengan kata lain. Artinya jenis dan mutu layanan pendidikan seperti apa yang diharapkan oleh orangtua dan masyarakat sekitar sekolah. Jadi misi merupakan penjabaran visi dalam bentuk rumusan tugas. misi dan tujuan baku SMP yang telah ditetapkan. Visi dan disertai indikator tersebut hanyalah bahan banding dan hanya cocok dengan sekolah yang bersangkutan. visi yang dirumuskan dengan kalimat filosofis perlu diberikan indikatornya. sarana. f. Indikator sebaiknya mencakup segala aspek pokok yang diimajinasikan. maka tujuan 5 tahun dikaitkan dengan jangka menengah. Dengan demikian tujuan jangka menengah (5 tahun) pada dasarnya merupakan tahapan atau langkah untuk mewujudkan visi. Antara indikator visi dengan sumusan misi harus ada keterkaitan atau terdapat benang merahnya secara jelas. apa indikator sekolah yang “unggul dalam prestasi berdasarkan iman dan taqwa” tersebut. Rumusan misi selalu dalam bentuk kalimat yang menunjukkan “tindakan” dan bukan kalimat yang menunjukkan “keadaan” sebagaimana pada rumusan visi. mudah diingat dan terkait dengan istilah tertentu. maupun penilaian karena untuk kepentingan jangka 26 . sesuai dengan norma dan harapan masyarakat. Sebagaimana disebut terdahulu. yang sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing. 7) Merumuskan tujuan sekolah selama lima (5) tahun ke depan Bertolak dari visi dan misi yang telah dikembangkan oleh sekolah. Menunjukkan keyakinan masa depan yang jauh lebih baik. d. Visi pada umumnya dirumuskan dengan kalimat yang filosofis. Mencerminkan dorongan yang kuat akan tumbuhnya inspirasi. 6) Merumuskan misi sekolah Misi adalah tindakan atau upaya untuk mewujudkan visi. pengelolaan. Rumusan visi yang baik seharusnya memberikan isyarat: a. Dalam hal ini. semangat dan komitmen warga. Jika visi. untuk jangka waktu yang lama. selanjutnya sekolah merumuskan tujuan jangka menengah (5 tahun). b. kelulusan. satu indikator misi dapat dirumuskan lebih dari satu rumusan misi. Menjadi dasar perumusan misi dan tujuan sekolah. baik isi yang mengarah pada pencapaian standar isi. bahkan seringkali mirip sebuah slogan. dan berdasarkan tujuan baku SMP yang tertera dalam Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional maupun Peraturan Pemerintah sebagai pedoman pelaksanaannya. Misalnya. Isi tujuan jangka menengah ini masih bersifat global dan komprehensif. Sering pula dirumuskan dalam bentuk kalimat yang khas. pembiayaan. Juga harus dipertimbangkan apa potensi yang dimiliki sekolah untuk mewujudkan harapan tersebut.

8) Merumuskan program-program strategis untuk mencapai tujuan jangka menengah (5 tahun) Rumusan yang dibuat oleh sekolah tentang program-program 5 tahunan ini bersifat strategis. Dengan kata lain. Masing-masing aspek yang dikembangkan dalam tujuan jangka menengah (5 tahun) masih dirumuskan secara umum. atau dari seumber dana lainnya.menengah (5 tahun). Dalam membuat rencana anggaran ini dari setiap besarnya alokasi dana harus dimasukkan asal semua sumber dana. Karena Renstra sifatnya global. masih bersifat yang utama. Karakteristik strategi adalah yang sesuai dengan tuntutan program. maka seandainya terjadi perubahan besarnya biaya dan asal sumber dana juga tidak 27 . pokok. dan komprehensif. selanjutnya adalah menetukan strategi apa yang harus dijalankan untuk melaksanakan program tersebut secara efisien. ketiga. dan RPPN. suatu program makin lama makin banyak biayanya. atau sebaliknya. Demikian pula untuk hasil-hasil yang akan dicapai dari SNP lainnya. Strategi yang salah akan menyebabkan tidak tercapainya program. dari pusat. hanya garis besarnya saja. Misalnya dari program pencapaian SNP tentang standar sarana dan prasarana pendidikan. dari komite sekolah. Dan dalam batas waktu atau tahun tertentu baru menyusut besarnya biaya. sehingga perkiraan sumber dana dapat diprediksi dengan tepat. program yang dirumuskan merupakan penjabaran isi dari tujuan yang akan dicapai selama kurun waktu lima tahun. 11) Menentukan rencana biaya (alokasi dana) Selanjutnya sekolah merencanakan alokasi anggaran biaya untuk kepentingan lima tahun. Misalnya untuk pencapaian program pengembangan standar kurikulum dimungkinkan berbeda strateginya dengan strategi untuk mencapai standar prasarana atau fasilitas pendidikan. program dan strategi pencapaiannya di atas. dst). efektif. jitu. dan kelima. Tidak menutup kemungkinan dari sumber dana lain yang saat menyusun belum tahu asal muasalnya. Ada kemungkinan suatu program biayanya makin lama makin berkurang karena telah terpenuhi sebelumnya. sehingga dalam waktu lima tahun akan diketahui jumlah biaya yang diperlukan dan dari sumber biaya mana saja. belum spesifik/operasional. 10) Menentukan milestone (output apa dan kapan dicapainya) Berdasarkan pada tujuan. 9) Menentukan strategi pelaksanaan Setelah program dirumuskan. Program strategis ini harus sesuai dengan rumusan tujuan 5 tahunan yang telah ditetapkan. Semua ini sangat tergantung dari kemampuan sekolah dan daerah masing-masing. Oleh karena itu dalam perumusan strategi ini harus mempertimbangkan keterlibatan pihak lain terkait dan kemampuan sekolah itu sendiri. misalnya dana dari rutin atau daerah. baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif dan dalam waktu kapan akan dicapai (satu tahun. Untuk membantu keakuratan dalam rancangan biaya pertahunnya. demikian pula sebaliknya. Oleh karena itu penting bagi setiap sekolah untuk mengetahui RPPK. Program di sini belum operasional. maka selanjutnya dapat dirumuskan tentang apa-apa saja yang akan dihasilkan (sebagai output). Rencana biaya tersebut dapat dirumuskan per tahunnya. urgen. bentuk hasil yang akan dicapai sarana pendidikan apa saja dalam jangka lima tahun bisa terwujud. maka rencana biaya untuk tahun pertama dapat dipergunakan sebagai dasar dalam menentukan biaya di tahun kedua. dan tepat. Untuk selanjutnya program ini akan dijabarkan lebih kongkret dan terukur secara operasional nanti ke program dalam Rencana Operasional (Renop). Artinya. dua tahun atau 10 tahun. RPPP.

Oleh siapa dan kapan dilaksanakan harus dirumuskan secara jelas selama kurun waktu lima tahun. Pemantauan pihak luar dilakukan kepada sekolah bukan ditentukan oleh sekolah. dirumuskan monitoring tiap kegiatan sekolah oleh tim. monitoring internal. Perubahan tersebut akan nampak ketika sekolah menyusun Renop pada tahun kedua. Pada akhirnya sekolah akan mengetahui kapan suatu target SNP akan dicapai dengan pasti. Demikian langkah-langkah dalam proses penyusunan Renstra. Lingkunga n Strategis Kondisi saat ini Kesenjang an kondisi Misi 1 Tujuan 1 Program 1 Strategi Pelaksanaan Misi 2 Tujuan 2 Program 2 Harapan 5 th yad Lingkunga n Strategis VISI Misi n Tujuan n Program n Rencana Biaya Tonggak-tonggak Kunci Keberhasilan (milestone) Monitoring & Evaluasi Gambar 3 Langkah-langkah Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Lima (5) Tahun 28 . Sebab Renstra hanya dibuat sekali saat awal tahun pertama saja atau dengan kata lain Renstra tidak boleh tiap tahun berubah. dan evaluasi internal sekolahnya oleh kepala sekolah dan tim yang dibentuk sekolah. dan kelima. 12) Membuat rencana pemantauan dan evaluasi Sekolah merumuskan tentang rencana supervisi. Yang paling utama justru sekolah juga harus melakukan pemantauan dan supervisi sendiri untuk mengetahui posisi sekolahnya. Dengan demikian. sekolah dapat memperbaiki kelemahan proses dan dapat mengetahui keberhasilan atau kegagalan tujuan. Dengan penyusunan rencana anggaran yang baik dalam Renstra ini. akan sangat membantu sekolah dalam merumuskan strategi ke depan khususnya dalam pencapaian anggaran pendidikan (RAPBS). dan harus dirumuskan evaluasi kinerja sekolah oleh tim. Tanpa adanya langkah ini sekolah akan cenderung berjalan tanpa ada kejelasan dan kepastian. Secara skematis. Harus dirumuskan rencana supervisi yang akan dilakukan sekolah ke semua unsur sekolah. penyusunan Renstra dapat dilihat pada gambar 3. ketiga. Contoh format Renstra dapat dilihat pada lampiran. yang baru adalah Renopnya. untuk selanjutnya berdasarkan Renstra tersebut kemudian disusun Rencana Operasional Tahunan.masalah.

Dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) b. pembinaan. Langkah-langkah Penyusunan Renop dalam RPS: Renop disusun berdasarkan Renstra. dan tidak boleh menyimpang dari Renstra. sumber dana) 12) Menyusun rencana pelaksanaan program 13) Menyusun rencana pemantauan dan evaluasi 14) Membuat jadwal pelaksanaan program 15) Menentukan penanggungjawab program/kegiatan Adapun yang menjadi ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan ketika menyusun Renop sekolah adalah: 1) Menggunakan strategi analisis swot 2) Analisis swot dilakukan setiap tahun 3) Renop merupakan pemjabaran dari renstra 4) Program yang direncanakan lebih operasional 5) Ada benang merah antara tujuan lima tahunan dan sasaran (tujuan) satu tahunan 6) Rencana dan program sekolah harus memperhatikan hasil analisis SWOT 7) Penulisan Renop juga mengacu pada buku MBS-2 Secara skematis dalam menyusun Renop sekolah dapat dilihat pada gambar 5. Renstra dan Renop inilah yang selanjutnya akan dipergunakan sebagai dasar untuk melakukan monitoring dan evaluasi. alokasi. dan pembimbingan oleh berbagai pihak yang berkepentingan dengan sekolah. 29 . 9) Menyusun rencana program sekolah 10) Menentukan milestone (output apa & kapan dicapai) 11) Menyusun rencana biaya (besar dana. Sehingga antara Renstra dan Renop harus terkait dan ada benang merahnya. yaitu mengubah ketidaksiapan menjadi kesiapan urusan sekolah. Adapun langkah-langkah penyusunan Renop adalah sebagai berikut: 1) Melakukan analisis lingkungan operasional sekolah 2) Melakukan analisis pendidikan sekolah saat ini 3) Melakukan analisis pendidikan sekolah 1 tahun kedepan (yang diharapkan) 4) Merumuskan kesenjangan antara pendidikan sekolah saat ini dan satu (1) tahun kedepan 5) Merumuskan tujuan tahunan/tujuan jangka pendek (sasaran) 6) Mengidentifikasi urusan-urusan sekolah yang perlu dilibatkan untuk mencapai setiap sasaran dan yang masih perlu diteliti tingkat kesiapannya 7) Melakukan analisis SWOT (mengenali tingkat kesiapan masing-masing urusan sekolah melalui analisis SWOT) 8) Menyusun langkah-langkah pemecahan persoalan.

Termasuk di dalamnya juga tentang regulasi atau kebijakan daerah dan peta perpolitikan daerah setlima. dan potensi lainnya.situasi operasional lingkungan sekolah Sasaran 1 Sasaran 2 Sasaran 3 ………. Perbedaannya adalah untuk analisis ini lebih menitikberatkan kepada lingkungan sekolah saja yang cakupannya lebih sempit dan berpengaruh langsung kepada operasional sekolah. potensi sekolah. potensi geografis sekitar sekolah. Identifikasi fungsifungsi untuk mencapai sasaran Kondisi yang ideal diharapkan satu thn ke depan Kesenjangan atau gap antara kondisi sekolah sekarang dengan idealnya satu thn kedepan Analisis SWOT setiap fungsi dan faktor-faktornya Alternatif langkah-langkah pemecahan persoalan Kondisi sekolah saat ini (saat sekarang) Rencana. Hasil kajian ini (baik yang bersifat kuantitas maupun kualitas) dapat dipergunakan untuk membantu melakukan analisis pendidikan yang ada di sekolah saat sekarang ini. ………. 30 .. potensi masyarakat sekitar. program dan anggaran untuk masing-masing sasaran situasi operasional lingkungan sekolah Merencanakan supervisi dan monev Menentukan jadwal kegiatan Menentukan penanggungjawab Gambar 5 Langkah-langkah Penyusunan Rencana Operasional (Renop) Sekolah Satu Tahunan Dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) Secara lebih rinci penyusunan Renop tersebut adalah sebagai berikut: 1) Melakukan analisis lingkungan operasional sekolah Langkah ini pada prinsipnya adalah sama dengan analisis lingkungan strategis di atas. potensi ekonomi masyarakat sekitar sekolah.. potensi daerah. Yaitu menganalisis terhadap kebutuhan masyarakat/daerah setlima.

Rumusan tujuan satu tahunan ini merupakan penjabaran lebih rinci. peran komite sekolah. proses. dan terukur dari tujuan lima tahunan dalam renstra. standar kelulusan. khususnya mereka yang memiliki cara pandang yang visioner. manajemen sekolah. Kesenjangan itulah merupakan sasaran yang harus dicapai atau diatasi dalam waktu satu tahun. kurikulum. dan standar penilaian. laboran. guru. dan sebaginya. standar pembiayaan. dan standar penilaian. standar pendidik dan tenaga kependidikan. standar PBM. sehingga dapat menentukan kondisi sekolah yang benar-benar ideal tetapi terukur. peserta didik. condition. standar pendidik dan tenaga kependidikan. Hasil kajian ini dapat dirumuskan dalam ”school profile” sekolahnya yang dapat dipergunakan untuk menentukan ”status” atau potret sekolah saat ini . media pengajaran. standar pengelolaan. maka selanjutnya sekolah dapat menentukan kesenjangan yang terjadi antara keduanya. behaviour. Khususnya kesenjangan tentang aspek-aspek dalam SNP. Secara substansi tujuan tersebut lebih mentitikberakan kepada tujuan pencapaian SNP. tenaga TU. sistem penilaian/evaluasi. 5) Merumuskan tujuan sekolah selaman satu (1) tahun ke depan (disebut juga dengan sasaran atau tujuan situasional satu tahun) Sekolah menentukan atau merumuskan sasaran atau tujuan jangka pendek satu tahunan. yaitu pada pencapaian standar isi. standar fasilitas. 4) Menentukan kesenjangan antara situasi sekolah saat ini dan yang diharapkan satu (1) tahun kedepan Dalam menentukan kesenjangan ini pada dasarnya sama ketika menyusun renstra. feasible. tenaga perpustakaan. operasional. kelulusan atau 31 .2) Melakukan analisis pendidikan sekolah saat ini Adalah suatu analisis atau kajian yang dilakukan oleh sekolah untuk mengetahui semua unsur internal sekolah yang akan dan telah mempengaruhi penyelenggaraan pendidikan dan hasil-hasilnya. dan degree). sehingga apa yang diharapkan sekolah secara ideal dapat dicapai. kesenjangan tersebut merupakan selisih antara kondisi nyata sekarang dengan kondisi idealnya satu tahun ke depan. yaitu tercapainya standar kurikulum sekolah. standar kelulusan. sehingga dapat diketahui sejauhmana kesenjangan yang terjadi. Diharapkan apa yang menjadi idealisme dalam satu tahun mendatang merupakan ”school profile yang ideal”. Hasil analisis ini selanjutnya akan dipergunakan untuk membandingkan dengan kondisi sekolah saat ini (poin 2). bedanya disini untuk jangka waktu satu tahun. Dalam perumusannya harus mengandung aspek ABCD (audience. standar fasilitas. Dengan kata lain. pembiayaan dan sumber dana sekolah. Sekolah melakukan suatu kajian atau penelaahan tentang cita-cita potret sekolah yang ideal di masa datang (khususnya dalam satu tahun mendatang). Dalam analisis ini melibatkan semua stakeholder sekolah. standar pembiayaan. standar PBM. Analisis ini lebih menitikberatkan kepada analisis situasi pendidikan di sekolah yang bersangkutan. 3) Melakukan analisis pendidikan sekolah satu (1) tahun kedepan (yang diharapkan) Pada dasarnya analisis ini sama dengan yang dilakukan untuk analisis sebelumnya di renstra. kepala sekolah. yaitu standar kurikulum sekolah. kelulusan. sarana. dan rasional. standar pengelolaan. buku. Hasil ini selanjutnya akan dibandingkan dengan kondisi ideal yang diharapkan di masa satu tahun mendatang. Berdasarkan pada hasil analisis sekolah saat ini dan analisis kondisi sekolah yang idieal satu tahun mendatang (langkah 2 dan 3). Oleh karena itu. fasilitas atau sarpras. tujuan disini tidak boleh berbeda atau menyimpang dari tujuan lima tahunan. Aspek atau unsur-unsur sekolah yang secara internal dapat dikaji antara lain mengenai kondisi saat ini tentang: PBM. yaitu mampu mencapai SNP.

maka dapat dipastikan hasil analisis akan menyimpang dan tidak berguna untuk memecahkan persoalan. Agar lebih mudah. pengelolaan. misalnya untuk meningkatkan pencapaian ketuntasan kompetensi lulusan adalah fungsi proses belajar mengajar (PBM) dan pendukung PBM. serta hubungan sekolah dan masyarakat. dan sebagainya. baik faktor yang tergolong internal maupun eksternal agar setiap fungsi memiliki batasan yang jelas dan memudahkan saat melakukan analisis. dan penilaian. misi. pendidik. seperti: ketenagaan. Weakness. selanjutnya dilakukan identifikasi fungsi-fungsi atau urusan-urusan sekolah yang diperlukan untuk mencapai sasaran tersebut. Oleh karena tingkat kesiapan fungsi ditentukan oleh tingkat kesiapan masing-masing faktor yang terlibat pada setiap fungsi. dan tujuan sekolah. Untuk itu. Meskipun sasaran dirumuskan berdasarkan tantangan nyata yang dihadapi oleh sekolah. dan tujuan sekolah sebelum merumuskan sasarannya. pembiayaan. selanjutnya dirumuskan sasaran mutu yang akan dicapai oleh sekolah. and Threat ). diantaranya pengelolaan keuangan dan pengembangan iklim akademik sekolah. 6) Mengidentifikasi Fungsi-fungsi atau urusan-urusan sekolah untuk dikaji tingkat kesiapannya Setelah sasaran atau tujuan tahunan ditentukan. misi. Apabila sekolah keliru dalam menetapkan fungsi-fungsi tersebut atau fungsi tidak sesuai dengan sasarannya.prestasi sekolah (akademik dan non akademik). Sasaran harus menggambarkan mutu dan kuantitas yang ingin dicapai dan terukur agar mudah melakukan evaluasi keberhasilannya. misalnya KBM. Setelah fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran telah diidentifikasi. sarana-prasarana. Fungsi-fungsi yang dimaksud. 7) Melakukan Analisis SWOT Analisis SWOT dilakukan dengan maksud untuk mengenali tingkat kesiapan setiap fungsi dari keseluruhan fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Tujuan satu tahun merupakan penjabaran dari tujuan sekolah yang telah dirumuskan berdasarkan pada kesenjangan/selisih/gap yang terjadi antara kondisi sekolah saat ini dengan tujuan sekolah untuk satu tahun ke depan. namun perumusan sasaran tersebut harus tetap mengacu pada visi. anggaran. Opportunity. yang berbentuk input misalnya ketenagaan. dan sebagainya serta fungsi-fungsi yang berbentuk pendukung. maka langkah berikutnya adalah menentukan tingkat kesiapan masing-masing fungsi beserta faktor-faktornya melalui analisis SWOT ( Strength. maka analisis SWOT 32 . perencanaan instruksional. Langkah ini harus dilakukan sebagai persiapan dalam melakukan analisis SWOT. Masing-masing aspek yang dikembangkan dalam tiap tujuan dirumuskan harus operasional. dalam identifikasi fungsi dibedakan fungsi-fungsi pokok yang berbentuk proses. Pada setiap fungsi ditentukan pula faktor-faktornya. kesiswaan. latihan. sarana dan prasarana. Untuk itu setiap sekolah harus memiliki visi. diperlukan kecermatan dan kehati-hatian dalam menentukan fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang ditentukan. pertandingan. Selain itu terdapat pula fungsi-fungsi yang tidak terkait langsung dengan proses belajar mengajar. kurikulum. Berdasarkan pada tantangan nyata tersebut.

Selama masih adanya fungsi yang tidak siap atau masih ada persoalan. Untuk menentukan kriteria kesiapan . maka berlaku ketentuan berikut: Untuk tingkat kesiapan yang memadai. Dalam melakukan analisis terhadap fungsi dan faktor-faktornya. disebut persoalan . artinya. Kelemahan atau ancaman yang dinyatakan pada faktor internal dan faktor eksternal yang memiliki tingkat kesiapan kurang memadai. artinya. Setelah diketahui tingkat kesiapan faktor melalui analisis SWOT. dinyatakan sebagai kekuatan bagi faktor internal atau peluang bagi faktor eksternal. sangat dimungkinkan suatu sekolah mempunyai langkah pemecahan yang berbeda dengan sekolah lain untuk mengatasi persoalan yang sama. baik faktor internal maupun eksternal. guru kurang mampu memberdayakan siswa dan umumnya tidak banyak variasi dalam memberikan bahan pelajaran di kelas serta waktu yang digunakan kurang efektif. yang pada hakekatnya merupakan tindakan mengatasi kelemahan atau ancaman agar menjadi kekuatan atau peluang. diperlukan kecermatan. maka dapat diidentifikasi kelemahan dan ancaman yang dihadapi oleh sekolah pada hampir semua fungsi yang diberikan. agar sasaran dapat tercapai. perlu dilakukan tindakan-tindakan untuk mengubah fungsi tidak siap menjadi siap. Format analisis SWOT dapat dilihat pada Tabel 1. Oleh karena itu. yakni tindakan yang diperlukan untuk mengubah fungsi yang tidak siap menjadi fungsi yang siap dan mengoptimalkan fungsi yang dinyatakan siap. suasana lingkungan sekolah yang kurang kondusif dan ramai karena berdekatan dengan pusat keramaian kota. 33 . kehati-hatian. Oleh karena kondisi dan potensi sekolah berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Sedangkan yang menjadi ancaman adalah kurang siapnya siswa dalam menerima pelajaran. langkah selanjutnya adalah memilih alternatif langkah-langkah pemecahan persoalan. disesuaikan dengan kesiapan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya di sekolah tersebut. tidak memenuhi kriteria kesiapan minimal. Disamping itu. pengetehuan. dinyatakan sebagai kelemahan bagi faktor internal atau ancaman bagi faktor eksternal. maka alternatif langkah-langkah pemecahan persoalannya pun dapat berbeda. minimal memenuhi kriteria kesiapan yang diperlukan untuk mencapai sasaran.dilakukan terhadap keseluruhan faktor dalam setiap fungsi tersebut. dan pengalaman yang cukup agar dapat diperoleh ukuran kesiapan yang tepat. Tindakan yang dimaksud disebut langkah-langkah pemecahan persoalan . 8) Merumuskan dan Mengidentifikasi Alternatif Langkah-langkah Pemecahan Persoalan Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan untuk sasaran pertama. Sedangkan tingkat kesiapan yang kurang memadai. maka sasaran yang telah ditetapkan diduga tidak akan dapat tercapai. terutama pada pagi dan siang hari menjelang pulang. Dengan kata lain. Oleh karena itu dalam analisis SWOT harus dilakukan pada SETIAP SASARAN. Pada fungsi PBM yang menjadi kelemahan adalah siswa kurang disiplin.

sekolah mencari alternatif alternatif langkah-langkah memecahkan persoalan.Selanjutnya untuk mengatasi kelemahan atau ancaman tersebut. Dengan kata lain. 34 . alternative pemecahan masalah pada dasarnya merupakan cara mengatasi fungsi yang belum memenuhi kesiapan.

sekolah ‘X’ selanjutnya menyusun program sesuai dengan kemampuan sekolah. …………. …………. kegiatan yang harus dilakukan. ………. c. …………. …………. b. b. a. a. …………. baik secara moral maupun finansial. …………. ………. Kurikulum Faktornya 1. Dari alternatif langkah-langkah pemecahan persoalan yang ada. ………. a. c. …………. 2. b. …………. a. dan berapa biaya yang diperlukan. b. …………. C. c. a. ………. Faktor Internal a. 2. b. Kekuatan (Strength) Peluang (Opportuni ty) Kelemaha n (Weakness ) Ancaman (Threat) 9) Menyusun Rencana Program Pada bagian sebelumnya telah disebutkan bahwa untuk memecahkan persoalan yang sama. Sekolah yang sukses adalah sekolah yang mampu melaksanakan alternative pemecahan masalah dengan inovatif maksimal dan biaya minimal. Hal itu juga diperlukan untuk memudahkan sekolah dalam menjelaskan dan memperoleh dukungan dari pemerintah maupun orangtua peserta didik. c. …………. b. Kepala sekolah sekolah bersama-sama dengan unsur Komite Sekolah. c. ………. …………. B. …………. c. …………. …………. Faktor Eksternal a. b. …………. …………. Dan seterusnya Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Tingkat Kesiapan Faktor Tidak Siap Siap Kekuatan (Strength) Peluang (Opportuni ty) Kelemaha n (Weakness ) Ancaman (Threat) a. b. Ketenagaan 1. ………. …………. Contoh Format Analisis SWOT ANALISIS ‘ SWOT ’ Urusan & A. c. 35 . c. b. c. siapa yang harus melaksanakan. ………. ………. …………. Faktor Internal a. b. Berdasarkan pada beberapa alternatif pemecahan persoalan yang dihasilkan dari analisis SWOT tersebut. masing-masing sekolah dapat menentukan alternatif pemecahan persoalan yang berbeda-beda sesuai potensi yang dimiliki sekolah dan memilih alternatif yang paling menguntungkan serta efisien bagi sekolah. a. …………. ………. …………. ………….Tabel 1. kapan dan dimana dilaksanakan. c. c. ………. menyusun dan merealisasikan rencana dan program-programnya untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. ………. …………. …………. ………. b. Rencana yang dibuat harus menjelaskan secara detail dan lugas tentang aspek-aspek yang ingin dicapai. a. …………. c. Faktor Eksternal a. b.

monitoring internal. Oleh siapa dan kapan dilaksanakan harus dirumuskan secara jelas selama kurun waktu satu tahun. Penyusunan rencana anggaran ini dituangkan ke dalam Rencana Anggaran dan Belanja Sekolah (RAPBS). atau dari seumber dana lainnya. ketersediaan dana.10) Menentukan tonggak-tonggak kunci keberhasilan (milestone) Berdasarkan pada tujuan atau sasaran satu tahunan dan program di atas. alokasi. Dengan demikian. 13) Menyusun rencana pemantauan dan evaluasi Perumusan di sini pada dasarnya sama dan mengacu kepada renstra khususnya tentang rencana supervisi klinis. maka setiap program atau kegiatan harus nampak jelas. seminar. sumber dana) Selanjutnya sekolah merencanakan alokasi anggaran biaya untuk kepentingan satu tahun. Program-program yang memerlukan bantuan dari pusat harus dialokasikan sumber dana dari pusat dengan sharing dari sekolah dan komite sekolah atau bahkan daerah. dirumuskan monitoring tiap kegiatan sekolah oleh tim. laboratorium baru. kunjungan. dan feasibel untuk dilaksanakan. 11) Menyusun rencana biaya (besar dana. maka selanjutnya dapat dirumuskan tentang apa-apa saja yang akan dihasilkan (sebagai output). terukur. pengayaan. efektif. Dalam perencanaan pelaksanaan harus mempertimbangkan alokasi waktu. dan rinci untuk memudahkan dalam menentukan besarnya dana yang diperlukan. Pada era otonomi daerah ini. dan sebagainya. bimbingan teknis rutin. matrikulasi. Sedangkan yang berupa program rehab besar dana lebih diprioritaskan dari propinsi. in house training. cara. Harus dirumuskan rencana supervisi yang akan dilakukan sekolah ke semua unsur sekolah. Misalnya dari program pencapaian SNP tentang standar sarana dan prasarana pendidikan. Untuk memastikan bahwa dana yang diperlukan benar-benar keluar (terpenuhi). monitoring. Sedangkan untuk program yang lebih operasional bisa dari dana blockgrant atau lainnya yang bersifat lebih luwes. dan atau strategi yang jitu. Sekolah merumuskan tentang rencana supervisi. pendampingan. dari komite sekolah. dari pusat. dan sebagainya. dan sebagainya. Sangat dimungkinkan suatu program dibiayai dengan subsidi silang dari berbagai pos atau sumber dana. gedung perpustakaan. temu alumni. Misalnya dalam lima tahun akan mencapai standar sarana pendidikan 100%. lokakarya. dan evaluasi internal sekolahnya oleh kepala sekolah dan tim yang dibentuk sekolah. Demikian pula untuk hasil-hasil yang akan dicapai dari program-program lainnya. dan RPPN. misalnya dana dari rutin atau daerah. RPPP. sehingga perkiraan sumber dana dapat diprediksi dengan tepat. SDM. remedial. bentuk hasil yang akan dicapai sarana pendidikan apa saja dalam jangka satu tahun bisa terwujud. Dalam penyusunan anggaran di RAPBS. Dalam penyusunannya harus memperhatikan ketentuan-ketentuan dari masing-masing penyandang dana. 12) Menyusun rencana pelaksanaan program Perumusan atau penyusunan rencana pelaksanaan program ini lebih mengarah kepada kiat. Misalnya untuk pembangunan ruang kelas baru. dan harus dirumuskan evaluasi kinerja sekolah oleh tim. maka sekolah dan daerah memiliki kewajiban yang lebih besar dalam hal pemenuhan unit cost pendidikan anak/siswa. Beberapa cara yang bisa ditempuh misalnya dengan pelatihan atau workshop. dan evaluasi di sekolah. efisien. baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif dan dalam waktu kapan akan dicapai dalam waktu satu tahun. maka setiap sekolah perlu memahami dan mengetahui tentang RPPK. teknik. Dalam membuat rencana anggaran ini dari setiap besarnya alokasi dana harus dimasukkan asal semua sumber dana. maka pada tahun pertama ini akan dicapai 25%-nya. fasilitas. Cara di sini harus disesuaikan dengan tujuan yang akan dicapai pada program tersebut. sekolah dapat memperbaiki kelemahan proses dan dapat mengetahui 36 .

dan disyahkan oleh berbagai pihak terkait (Sekolah. dan keslimaan yang ada. Pada prinsipnya Renop ini harus diketahui. Dengan SK Kepala Sekolah.keberhasilan atau kegagalan tujuan dalam kurun waktu satu tahun tersebut. Lebih daripada itu. kewenangan. tokoh masyarakat. Pemantauan pihak luar dilakukan kepada sekolah bukan ditentukan oleh sekolah. disetujui. kelompok program dan atau keseluruhan program. Dinas Pendidikan Daerah). Komite Sekolah. Pertimbangan utamanya adalah profesionalitas. 14) Membuat jadwal pelaksanaan program Apabila program-program telah disusun dengan baik dan pasti. Keterlibatan pihak luar. Tanpa adanya langkah ini sekolah akan cenderung berjalan tanpa ada kejelasan dan kepastian. kesesuaian. Yang paling utama justru sekolah juga harus melakukan pemantauan dan supervisi sendiri untuk mengetahui posisi sekolahnya. kesediaan. seperti komite sekolah. Azas proporsionalitas bisa dipertimbangkan kemudian. 37 . Pada akhirnya sekolah akan mengetahui program apa yang dapat dicapai dan kapan suatu target SNP akan dicapai dengan pasti. 15) Menentukan penanggungjawab program/kegiatan Sekolah akhirnya harus menentukan siapa penanggungjawab suatu kegiatan/program. kemampuan. selanjutnya sekolah merencanakan alokasi waktu per mingguan atau bulanan atau triwulanan dan seterusnya sesuai dengan karakteristik program yang bersangkutan. dan sebagainya dapat dilibatkan sesuai dengan kepentingannya. Fungsi utama dengan adanya penjadwalan ini adalah untuk pegangan bagi para pelaksana program dan sekaligus mengontrol pelaksanaan tersebut. maka bagi tiap orang atau kelompok orang dapat menjadi penanggung jawab atau anggota pelaksana program/kegiatan. sekolah akan memiliki daya tawar dengan pihak lain ketika berkepentingan untuk meningkatkan kemajuan sekolah.

Diharapkan ke depan semua sekolah tidak ada lagi yang masuk kelompok rintisan dan potensial. baik sekolah dalam kelompok rintisan. potensial maupun nasional. dan merata.BAB IV PENUTUP Pedoman penyusunan RPS ini dikembangkan sebagai model minimal untuk bisa dikembangkan lebih jauh tanpa mengurangi aspek-aspek yang ada. tetapi menjadi sekolah berstandar nasional. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Propinsi. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Propinsi dalam upaya pencapaian pendidikan yang efisien. Pedoman ini juga dapat dipergunakan oleh sekolah. relevan. 38 . efektif. Pedoman penyusunan ini dipergunakan oleh semua sekolah (SMP) dalam rangka menyelenggarakan pendidikan. Isi utama yang harus dikembangkan dalam RPS tiap sekolah adalah semua aspek yang mengarah kepada Standar Nasional Pendidikan (SNP) sebagaimana diamanatkan dalam UUSPN maupun PP Nomor 19 Tahun 2005. Untuk itu diharapkan adanya masukan yang konstruktif terhadap pedoman ini demi perbaikan dan penyempurnaan sehingga dapat dipakai oleh semua pihak yang terkait seperti Komite Sekolah. Bahkan diharapkan semua sekolah menjadi sekolah yang memenuhi SNP.

relevansi. sempurna. keamanan. kemajuan IPETK. akses. ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS : Melaksanakan analisis makro 20 tahun atau 5 tahun ke depan tentang kondisi sosial. tidak berubah. budaya. budaya. efisiensi. kualitas pendidikan.20 TAHUN 2003 A. sehingga menuntut adanya suatu strategi untuk merubah atau mencapai kondisi yang ideal tadi. dan analisis kondisi sekolah sekarang dan yang diharapkan masa datang (lima tahun ke depan). standar nasional pendidikan. ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN SAAT INI: Melaksanakan analisis kondisi pendidikan saat ini secara umum. dan yang seharusnya terjadi misalnya pada kurun waktu 20 tahun atau 5 tahun yang akan datang atau lebih. dsb yang secara langsung atau tidak langsung berpengaruh terhadap dunia pendidikan. dsb. ekonomi. dan sebagainya. keamanan. dan manajemennya. arah. B. maka dapat diketahui kesenjangan yang terjadi. efisiensi.LAMPIRAN : CONTOH PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS) I. politik. 39 . RENCANA STRATEGIS JANGKA PANJANG SEKOLAH: MISALNYA DALAM JANGKA PANJANG DENGAN KURUN WAKTU 20 TAHUN KE DEPAN ATAU JANGKA MENENGAH 5 TAHUN KE DEPAN Reancana strategis untuk jangka panjang ini bersifat baku. ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN MASA DATANG (MISALNYA 20 TAHUN ATAU 5 TAHUN KE DEPAN): melaksanakan analisis tentang sistem pendidikan (penyelenggaraan dan hasil-hasilnya) yang ideal. D. relevansi. dan sesuai dengan filosofi. kemajuan IPETK. baik ditinjau dari sisi mutu. maka akan terlihat adanya kesenjangan-kesenjangan dalam berbagai aspek tersebut. C. baik internal maupun eksternal sekolah. dan tujuan pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 (yang diamandemen) dan dalam UUSPN NO. IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA (KESENJANGAN KONDISI) ANTARA 20 TAHUN ATAU 5 TAHUN KE DEPAN DENGAN KONDISI NYATA PENDIDIKAN SAAT INI: Analisis pengidentifikasian tantangan nyata yang dihadapi dunia pendidikan saat sekarang terhadap kondisi ideal 20 tahun atau 5 tahun ke depan. baik dalam aspek pemerataan. politik. yang dipengaruhi oleh kondisi sosial. E. ekonomi. IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA (KESENJANGAN KONDISI): Berdasarkan pada analisis situasi.

No. Prestasi akademik lulusan belum memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM di bawah 50% dan NUAN di bawah 5. Standar pembiayaan masih rendah (di bawah 70. dan kapsitas sekolah. Prasarana. relevansi. media pembelajaran. Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah 100% memenuhi standar nasional pendidikan g. Kurikulum 100% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran sudah disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) b. Proses pembelajaran sudah memenuhi standar nasional pendidikan. Terdapat 0% siswa miskin 20% miskin belum mendapatkan belum mendapatkan bangtuan bangtuan pendidikan pendidikan c. Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 100% sudah memenuhi standar nasional pendidikan e. Terdapat 5% angka putus a. Dan sebagainya Kondisi saat ini Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Kualitas pendidikan: a. Terdapat 0% angka putus 5% sekolah sekolah b. bahan ajar.000 rupiah per bulan per anak) 30% 2 50% SKBM: 50% GSA NUAN: 3 10% 20% 50% Lebih dari 50% 40 . Prestasi akademik lulusan sudah memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM 100% dan NUAN 8) d. 1 Besarnya Tantangan Nyata Pemerataan kesempatan: Pemerataan kesempatan: Pemerataan keswempatan: a. Proses pembelajaran belum memenuhi standar nasional pendidikan. sumber belajar terdapat ratarata 80% memenuhi standar nasional pendidikan f. sarana. yaitu 100% guru melaksanakan CTL c. Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah 50% memenuhi standar nasional pendidikan g. Terdapat 20% siswa b. yaitu baru 50% guru melaksanakan CTL c.000 rupiah per bulan per anak) Kualitas pendidikan: a. Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 90% memenuhi standar nasional pendidikan e.00) d. kualitas. Dan sebagainya c. sumber belajar 100% memenuhi standar nasional pendidikan f. sarana. media pembelajaran. Standar pembiayaan memenuhi standar nasional (di atas 150. Prasarana. efisiensi.Contoh 1: Analisis identifikasi tantangan nyata dengan dasar pada aspek pemerataan. Kurikulum 70% belum memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran belum disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) b. bahan ajar.

Dan sebagainya Relevansi: a. Kesesuaian Program muatan lokal dengan kondisi daerah/masyarakat 75% c. Dan sebagainya Besarnya Tantangan Nyata h. Kelulusan tinggi (100%) 5% e. Dan sebagainya tidak 40% rendah 5 Relevansi: Relevansi: a. Angka pusut sekolah tinggi (10%) c. Kesesuaian Program muatan 25% lokal dengan kondisi daerah/masyarakat 100% c. Pelayanan bakat minat siswa 50% 100% terpenuhi b. Pengembangan kurikulum 10% terhadap tuntutan daerah/masyarakat/peserta didik 100% terpenuhi c. Alumni yang tidak melanjutkan sekolah tinggi (60%) f. Guru dan sekolah 100% 30% melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum atau standar nasional pendidikan i. 80% fungsi-fungsi b.No. Guru dan sekolah 70% melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum atau standar nasional pendidikan i. Dan sebagainya Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Efisiensi: Efisiensi: a. Pelayanan bakat minat siswa belum terpenuhi (baru 50%) b. angka kenaikan tingkat 100% 30% b. Pengembangan kurikulum terhadap tuntutan daerah/masyarakat/peserta didik 90% terpenuhi d. Kondisi saat ini h. Berfungsinya fungsi-fungsi 20% manajemen belum berjalan manajemen 100% secara baik c. Ratio kelulusan dengan masukan siswa rendah (ratarata kelulusan 95%) e. angka kenaikan tingkat rendah (70%) b. Dan sebagainya Pengembangan kapasitas: 5 Pengembangan kapasitas: a. Alumni yang melanjutkan sekolah (0%) f. Dan sebagainya 41 . Kemampuan manajerial a. Angka tinggal kelas tinggi 35% 0% d. Angka tinggal kelas tinggi (35%) d. Angka putus sekolah 0% 10% 3 Efisiensi: a. Kemampuan manajerial 25% rata-rata 75% rata-rata tinggi (100%) b. Dan sebagainya c. Dan sebagainya Pengembangan kapasitas: c.

Contoh 2: Analisis identifikasi tantangan nyata dengan dasar pada aspek-aspek Pengembangan Standar Nasional Pendidikan (SNP) No. sarana.00 Prestasi non akademik sekolah 2 tingkat tinggi (rata-rata minimal mencapai kejuaraan tingkat nasional) Dan sebagainya Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan: Pendidik dan tenaga kependidikan 10% terdapat 100% sudah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Pengembangan Prasarana dan sarana: e. Prasarana. Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Standar Isi: Kurikulum 100% memenuhi 25% standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran sudah disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) Dan sebagainya Pengembangan Proses Pembelajaran: Proses pembelajaran sudah 50% memenuhi standar nasional pendidikan.00) Prestasi non akademik sekolah masih rendah (rata-rata mencapai kejuaraan tingkat kabupaten/kota) Dan sebagainya Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan: Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 90% memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Pengembangan Prasarana dan Sarana: Prasarana. yaitu baru 50% guru melaksanakan CTL Dan sebagainya Standar Kelulusan: Prestasi akademik lulusan belum memenuhi standar nasional pendidikan (rata-rata SKBM 50% dan rata-rata NUAN 5. 5. media 25% pembelajaran. 5. 3. media pembelajaran. bahan ajar. bahan ajar. 1 Kondisi saat ini Standar Isi: Kurikulum Kurikulum 75% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran belum disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) Dan sebagainya Pengembangan Proses Pembelajaran: Proses pembelajaran belum memenuhi standar nasional pendidikan. sarana. sumber 42 2.00) SKBM: 50% GSA NUAN: 3. yaitu 100% guru melaksanakan CTL Dan sebagainya Standar Kelulusan: Prestasi akademik lulusan sudah memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM 100% dan NUAN 8. .

belajar 100% memenuhi standar rata 75% memenuhi standar nasional pendidikan nasional pendidikan Dan sebagainya Dan sebagainya Kondisi saat ini Pengembangan Pengelolaan: 70% Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Pengembangan Pembiayaan: Pembiayaan masih rendah (di bawah 70. Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) sumber belajar terdapat rata. baik tingkat kesulitasn maupun modelmodel yang digunakan) Dan sebagainya Dan sebagainya Catatan: Yang dikembangkan dalam contoh ini HANYA terbatas pada program sekolah aspekaspek tertentu saja. 8. Pengembangan Penilaian: Pengembangan Penilaian: Guru dan sekolah 80% Guru dan sekolah 100% 20% melaksanakan sistem penilaian melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan sesuai dengan tuntutan kurikulum kurikulum atau standar atau standar nasional pendidikan nasional pendidikan (rata-rata masih di bawah standar nasional. 43 . sekolah dapat mengembangkan lagi sesuai dengan kondisi dan tuntutan sekolah masing-masing.000 rupiah per bulan per anak) Dan sebagainya 6.No. 7.000 rupiah per bulan per anak atau sekitar 40-%) Dan sebagainya Pengembangan Pengelolaan: 100% Fungsi-fungsi pengelolaan 25% sekolah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Pengembangan Pembiayaan: Pembiayaan memenuhi standar 60% nasional (di atas 150.

dan sebagainya Contoh visi sekolah. spesifikasi. visi yayasan h. sekolah. dll yang bersifat baku dan telah menjadi pegangan hidup bangsa Indonesia b. komplit. Mengukir Prestasi Tinggi. Indikator-indikator VISI sekolah. belum operasional i. b. a. memiliki indikator pengembangan prestasi akademik dan non akademik c. Terwujudnya manajemen manajemen sekolah yang tangguh i. Terwujudnya SDM pendidikan yang memiliki kemampuan dan kesanggupan kerja yang tinggi g. Rambu-rambu: kata yang mengandung apa yang diharapkan. Terampil. “TAQSIMANTRA” (Bertaqwa Berprestasi Beriman. Indikator: ciri. VISI SEKOLAH 1. dan Unggul) h. dsb. misalnya: Cerdas. iman dan taqwa serta kompetitif 2025 Cerdas. dsb b. ada proses kenaikan. Terwujudnya lulusan yang cerdas dan kompetitif d. Terwujudnya prasarana dan sarana pendidikan yang relevan dan mutakhir e. terampil. Terwujudnya pengembangan kurikulum yang adaptif and proaktif b.F. terampil. berkepribadian. iman. Terwujudnya kelembagaan sekolah yang selalu belajar (learning school) h. Terwujudnya media pembelajaran yang interaktif f. Terwujudnya penggalangan biaya pendidikan yang memadai j. UUD. sesuai konteks daerah. taqwa. Berwawasan IPTEK yang bersumber IMTAQ dan Unggul. bermutu tinggi. c. ………berdasarkan iman dan takwa “PANCA DARMA WIYATA” “TAMAN BUDAYA” (Berprestasi Beriman Berbudi Berbudaya dan Dapat Dipercaya) f. misalnya: a. perkembangan IPTEK f. d. e. Berprestasi Disertai Iman dan Taqwa serta Unggul g. 3. menggambarkan harapan masa datang j. Dsb. 2. budaya-nasional/Indonesia d. Mengacu kepada landasan filosofis bangsa. dilandasi oleh keimanan dan ketaqwaan g. tanda. canggih. perkembangan era global e. adanya perbandingan (unggul/kompetitif). Piawai Mengasah Budi Pekerti. Terwujudnya proses pembelajaran yang efektif dan efisien c. Beriman dan Taqwa serta Unggul i. 44 . nasionalisme. c. Berkualitas tinggi. dan unggul Berprestasi. Misalnya dengan awalan kata : “Terwujudnya” Contoh indikator visi: a. konotasi sempurna. berbudaya. Rambu-rambu merumuskan visi sekolah: a. unsur yang ada.

dan tata kelola pendididikan yang baik” b. dan memiliki keunggulan kompetitif” b. redaksinya operasional. kata kerja. Mewujudkan sekolah sehat j. mutakhir. yaitu kebutuhan peserta didik. terampil. mutakhir.Tujuan mengandung ABCD (Audience-Behaviour-Conditions-Degree) Dalam kurun waktu lima tahun kedepan (misalnya dihitung dari tahun 2006). dan berbagai sektor pembangunan dan sub-sub sektornya. “Memenuhi akan mutu. dan berwawasan kedepan c. Contoh lain: a. TUJUAN SEKOLAH DALAM 5 TAHUN a. kreatif. Mengacu indikator butir (a) tentang: “Terwujudnya pengembangan kurikulum yang adaptif and proaktif” antara lain misinya: a. Mewujudkan sekolah inovatif b. Mewujudkan sistem penilaian yang otentik d. Mewujudkan nilai-nilai solidaritas bagi kehidupan sekolah H. Menghasilkan perangkat kurikulum yang lengkap. dan berwawasan kedepan d. wajar dan adil e. MISI SEKOLAH Misi mengacu kepada indikator.Mewujudkan pendidik dan tenaga kependidikan yang mampu dan tangguh f. ada benang merahnya dengan misi. relevansi.Mewujudkan kepramukaan yang menjadi suri tauladan l. terukur. Mewujudkan kemampuan olah raga yang tangguh dan kompetitif h. Menghasilkan sistem penilaian yang otentik 45 . akses. dll. beriman. Mewujudkan diversifikasi kurikulum SMP agar relevan dengan kebutuhan.G. Mewujudkan nilai-nilai agama bagi kenikmatan hidup peserta didik n. Mewujudkan pembiayaan pendidikan yang memadai. “Mewujudkan pendidikan yang menghasilkan lulusan cerdas. Mewujudkan manajemen berbasis sekolah yang tangguh g. Mewujudkan organisasi sekolah yang terus belajar (learning organization) c. Mewujudkan kemampuan seni yang tangguh dan kompetitif k.Mewujudkan fasilitas sekolah yang relevan. Tiap misi bisa dibuat lebih dari satu tujuan c. dan berwawasan kedepan c. dan menyenangkan e. mutakhir. Mewujudkan perangkat kurikulum yang lengkap. bertaqwa. keluarga. Mewujudkan penyelenggaraan pembelajaran aktif. satu (1) indikator bisa lebih dari satu misi. maka contoh tujuannya antara lain: a. khusus tujuan yang akan dicapai oleh sekolah antara lain: untuk indikator visi no 1 dan dicapai dengan misi misi no a: “Terwujudnya pengembangan kurikulum yang adaptif and proaktif”. efektif. Mewujudkan sekolah wiyata mandala yang menikmatkan belajar siswannya i.Tujuan dibuat untuk jangka waktu 5 tahun b. Mewujudkan keterampilan kejuruan yang marketable dan kompetif o. Mewujudkan kemampuan KIR yang cerdas dan kompetentitif m.

dan perawatan memenuhi SPM g. Program harus mengacu pada tujuan. Pengembangan bahan dan sumber belajar 46 . kompetensi dasar. Menghasilkan pemetaan standar kompetensi. prasarana. dan efisien sesuai dengan SNP” b. Pencapaian standar sarpras/fasilitas sekolah meliputi: semua srapras. SDM. dan media pendidikan d. kreatif. sarpras. Pengembangan kurikulum satuan pendidikan. dan aspek untuk kelas 7-9 semua matapelajaran pada tahun 2006 b. misalnya ”Menghasilkan KBK yang mutakhir dan berwawasan kedepan”. dan menyenangkan e. b. Pengembangan kurikulum muatan lokal.Pengembangan proses pembelajaran b.Pengembangan sistem penilaian f. I. RPP lengkap. Pengembangan dan peningkatan SDM pendidik dan tenaga kependidikan c. misi. Pencapaian standar pengelolaan sekolah meliputi: pencapaian standar pengelolaan : pembelajaran. Menghasilkan RPP untuk kelas 7-9 semua mata pelajaran pada tahun 2007 c. Pencapaian standar pencapaian ketuntasan kompetensi/prestasi/kelulusan.Pengembangan RPP d. yaitu kebutuhan peserta didik. telah mengikuti PTBK. Menghasilkan diversifikasi kurikulum SMP agar relevan dengan kebutuhan. Menghasilkan penyelenggaraan pembelajaran aktif. dll  ini bisa dijabarkan lebih rinci) d. administrasi. indikator. fasilitas. efektif. pendekatan pembelajaran individual. silabus lengkap. dll. dll e. Contoh lain program strategis: a. Pengembangan silabus c. h. PROGRAM STRATEGIS a. model/sistem penilaian lengkap.Dibuat program-program pokok atau dominan atau yang diprioritaskan dan yang realistis untuk mencapai tujuan. relevan. Pencapaian standar isi (kurikulum satuan pendidikan/KBK. dan visi Contoh Program Strategis: Berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan. merata. meliputi: tercapai/ telah dibuat kurikulum satuan. pendekatan belajar tuntas. dan berbagai sektor pembangunan dan sub-sub sektornyambanhgkan silabus internasional Contoh lain tentang tujuan: a. Pencapaian standar pendidik dan tenaga kependidikan meliputi: semua guru berkualifikasi minimal S1. kesiswaan. kurikulum. dan g. Pencapaian standar proses pembelajaran meliputi: tercapai/telah dibuat/ditetapkan melaksanakan pembelajaran dengan strategi/metode: CTL.”Pengembangan sistem pendidikan yang bermutu.d. semua mengajar sesuai bidangnya. dll f. peralatan.Pengembangan sarana. maka contoh programnya sbb: a. keluarga. Pengembangan pemetaan e.

metode dll dalam pelaksanakan program-program strategis Contoh Strategi Pelaksanaan/Pencapaian: a. ”Terealisasinya sistem pendidikan yang bermutu. sumber belajar. menambah. membuat silabus. seminar. baik kuantitas maupun kualitas yaitu dari program-program strategis yang direncanakan sesuai dengan standar nasional pendidikan. dll untuk menghasilkan domkumen kurikulum sekolah. Hasilhasil yang diharapkan adalah tingkat pencapaian tujuan yang telah dirumuskan pada butir G. In House Training. mutakhir. Terealisasinya perangkat kurikulum yang lengkap. Terealisasinya penyelenggaraan pembelajaran aktif. dll untuk menghasilkan Kurikulum Satuan Pendidikan b. MONITORING DAN EVALUASI (MONEV) 1. dsb dalam rangka memenuhi standar sarpras dan media pembelajaran sekolah. membuat model-model penilaian. IHT. Monev 47 .Dalam program Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan: strateginya adalah menjalin kerjasama dengan Komite Sekolah dan stakeholder lain dalam melaksanakan kunjungan. c. Pengembangan kegiatan lomba-lomba akademik dan non akademik. Peningkatan prestasi kelulusan. Dsb Perlu ditambahkan bahwa hasil yang diharapkan agar memuat apa yang dihasilkan. dan berbagai sektor pembangunan dan sub-sub sektornyambanhgkan silabus internasional f. Contoh: Hasil yang diharapkan tercapai atau terpenuhi dari program-program di atas antara lain: a. dan menyenangkan e. Ingat bahwa: monitoring dan evaluasi ini merupakan salah satu rencana program strategis selama lima tahun untuk melaksanakan MONEV di sekolahnya. workshop. bahan ajar. melengkapi.dll. merata.e. lokakarya. d.Pengembangan manajemen sekolah f. dan g. seni. kapan dicapai. Atau dalam program Pengembangan kurikulum: menjalin kerjasama dan mengoptimasikan warga sekolah dalam membuat pemetaan SK. dll melalui workshop. J. kreatif. efektif. Terealisasinya diversifikasi kurikulum SMP agar relevan dengan kebutuhan. L. HASIL YANG DIHARAPKAN Merupakan hasil-hasil pencapaian pelaksanaan program.KD. dan efisien sesuai dengan SNP” b. Terealisasinya Sistem penilaian yang otentik d. Dan sebagainya K. keluarga. relevan. dan berwawasan kedepan c. membuat RPP. STRATEGI PELAKSANAAN/PENCAPAIAN Merupakan cara. dan media pembelajaran: menjalin kerjasama dengan pihak lain dan mengoptimasikan SDM sekolah untuk mengembangkan. dan tahapan pencapaian.Dalam program Pengembangan srapras. teknik. yaitu kebutuhan peserta didik.

melaksanakan. 5. kinerja sekolah. tindak lanjutnya) 3.l. 6. maupun pengembangan kapasitas sekolah/pendidikan. Mewujudkan supervisi klinis CTL. tindak lanjutnya) M. baik program dalam rangka peningkatan mutu. 5. TU. Mewujudkan evaluasi kinerja sekolah (internal)- akhir tahun (memnetukan tim. Semua program strategis dimasukkan. keperluan sehari-hari. menganalisis. Bisa melakukan kerjasama dengan pihak lain (eksternal) Termasuk di dalamnya adalah program supervisi klinis oleh sekolah. Mewujudkan supervisi klinis KBK (membuat instrumen.2. pemerataan. pengadaan sarana kantor/pendidikan. PEMBIAYAAN 1. 3. efisiensi. membuat laporan. tiap tahunnya dapat dibuat rinci dari berbagai sumber atau langsung perkiraan totalnya dari berbagai sumber. melaksanakan. 48 . memvalidasi. terutama ditujukan untuk mengetahui kinerja sekolah. 6.: kinerja guru. dan tenaga kependidikan lainnya. Bisa dibuat tabulasi atau bentuk lain 4. membuat instrumen. termasuk kesiswaan Dilakukan oleh kepala sekolah atau tim yang dibentuk sekolah Bisa membuat atau mengadopsi instrumen monev dari berbagai instrumen yang ada seperti instrumen akreditasi atau lainnya yang relevan. Substansi yang dimonev a. relevansi. Contoh program Supervisi dan Monev selama lima tahun: 1. tinggal memasukkan program – program strategis yang telah dibuat sebelumnya 3. serta untuk mengetahui kecukupan unsur-unsur sekolah lainnya sesuai dengan SNP. “Mewujudkan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan hasilhasilnya” 2. Sangat dimungkinkan satu program strategis dapat dibiayai dari lebih satu sumber dana (pembiayaan saling melengkapi atau subsidi silang) dengan tetap mengacuk kepada peraturan masing-masing yang berlaku. dan sumber daya sekolah lainnya. menganalisis. langganan jasa dan daya. dan lainnya 4. Pembiayaan untuk 5 tahun. guru. membuat laporan. 2. Pada kolom program. Termasuk komponen yang dimasukkan ke dalam kolom program adalah seperti: gaji dan tunjangan pendidik dan tenaga kependidikan. pemeliharaan gedung dan ruang serta inventaris. Ingat bahwa semua perolehan dana dari semua sumber dimasukkan dalam RPS. memvalidasi. 4.

... .. . lah .......... ........... . ... . Peningkatan Kualitas Peningkatan Kualitas ... Dst Sampai Dengan Th IV . 1… … 2… … 3… … … Dst Jum . ...... . .. ..... ... ........ ...... .................... ......... ....... ..... Jumlah (Rupiah) 49 Tahun II SSN .. ....Program-Program Strategis Tahun Dan Sumber Dana Tahun I BOS SSN Rutin Komite Sekolah .... (Rp) .... ... ..... ... ...... ....................... ..... ..... ...................... ... ............. Rutin LainnyaSumber Dana BOS Komite Sekolah LainnyaSumber Dana A 1… … 2… … 3… … … Dst B Peningkatan Pemerataan Peningkatan Pemerataan . ... ......... ............ ................ ................... .

dan analisis kondisi sekolah sekarang dan yang diharapkan masa datang (SATU tahun ke depan). Proses pembelajaran sudah memenuhi standar nasional pendidikan. RENCANA OPERASIONAL (RENOP) SEKOLAH: SATU (1) TAHUN Catatan penting dalam penyusunan Renop: 1. Terdapat 15% siswa miskin belum mendapatkan bangtuan pendidikan c. IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA SATU (1) TAHUN Berdasarkan pada analisis situasi. yaitu baru 50% guru melaksanakan CTL c. Kurikulum 50% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran sudah disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) b. BUKAN LIMA TAHUN SEKALIGUS 2.Terdapat 20% siswa miskin belum mendapatkan bangtuan pendidikan c. Renop mengambil satu tahun dari renstra atau merupakan bagian yang tak terpisahkan dari renstra. Dan sebagainya Kualitas pendidikan: a.II. maka dapat diketahui kesenjangan yang terjadi. ANALISIS PENDIDIKAN SEKOLAH 1 TAHUN KEDEPAN (YANG DIHARAPKAN) : sekolah melaksanakan analisis ini dan hasilnya ditulis disini D. Terdapat 3% angka putus sekolah b. Prestasi akademik lulusan sudah memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM 75% dan NUAN = 6. Renop dibuat TIAP TAHUN.00 50 . ANALISIS LINGKUNGAN OPERASIONAL SEKOLAH: sekolah melaksanakan analisis ini dan hasilnya ditulis disini B. baik internal maupun eksternal sekolah. Dan sebagainya Kualitas pendidikan: a. Kurikulum belum memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran belum disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) b. yaitu 80% guru melaksanakan CTL c. Prestasi akademik lulusan belum memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM di bawah 50% dan NUAN Kondisi yang diharapkan (satu tahun ke depan) Pemerataan kesempatan: a. 1 Kondisi saat ini Pemerataan kesempatan: a. Dan merupakan rencana yang akan dilaksanakan pada tahun yang akan berjalan 3. ANALISIS PENDIDIKAN SEKOLAH SAAT INI: : sekolah melaksanakan analisis ini dan hasilnya ditulis disini C. Khusus bagi sekolah SSN direkomendasikan menggunakan anasis SWOT A.Terdapat 5% angka putus sekolah b. No. Proses pembelajaran belum memenuhi standar nasional pendidikan.00) Besarnya tantangan nyata 2% 5% 2 50% 30% SKBM: 25% NUAN: 1.

angka kenaikan tingkat a. Ratio kelulusan dengan d.No. Kualifikasi pendidik dan d. bahan ajar. Dan sebagainya Efisiensi: Efisiensi: a. akunabel sebesar 80% g. Fungsi-fungsi pengelolaan f. (Belum ada (bersertifikat kompetensi) yang bersertifikat kompetensi) e. sarana. Prasarana.00) d. angka kenaikan tingkat 90% rendah (70%) b. Prestasi non akademik i. yaitu: dengan (rata-rata masih di bawah ulangan harian. Rata-rata biaya operasional pendidikan bagi tiap siswa pendidikan bagi tiap siswa 50. kesenian.000 rupiah per bulan per anak anak h. media pembelajaran. Prestasi non akademik sekolah sekolah masih rendah (ratauntuk cabang-cabang olah rata mencapai kejuaraan raga. Kondisi saat ini Kondisi yang diharapkan (satu tahun ke depan) 3 di bawah 5. keterampian tingkat kabupaten/kota) (rata-rata minimal mencapai juara II tingkat propinsi) j. standar nasional. Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah 75% memenuhi sekolah telah sebagian standar nasional pendidikan memenuhi standar nasional pendidikan: kemandirian. 50% guru belum h. sarana. media e. Prasarana. dll dengan beberapa model-model yang teknik penilaian tes dan non digunakan) tes i. ujian tingkat kesulitasn maupun sekolah. Dan sebagainya j. Angka putus sekolah 0% (10%) c. pembelajaran. partisipasi. Kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan tenaga kependidikan terdapat terdapat 100% belum 20% sudah memenuhi standar memenuhi standar nasional nasional pendidikan. UTS. bahan ajar. 75% guru telah melaksanakan melaksanakan sistem sistem penilaian sesuai penilaian sesuai dengan dengan tuntutan kurikulum tuntutan kurikulum atau atau standar nasional standar nasional pendidikan pendidikan. Ratio kelulusan dengan masukan siswa rendah masukan siswa tinggi (100%) Besarnya tantangan nyata 20% 15% 5% 25 ribu rupiah 25% 2 tingkat kejuaraan 20% 10% 10% 51 . pendidikan. sumber belajar terdapat ratasumber belajar 75% rata 60% memenuhi standar memenuhi standar nasional nasional pendidikan pendidikan f. Angka putus sekolah tinggi b. UAS. baik ulangan kenaikan kelas.000 rupiah per bulan per 70. keterbukaan. Rata-rata biaya operasional g.

aspek untuk kelas 8 semua mapel c. e. Dan sebagainya Kondisi yang diharapkan (satu tahun ke depan) e. media. Sekolah mengembangkan pemetaan SK. IDENTIFIKASI FUNGSI-FUNGSI/ KOMPONEN/URUSAN SEKOLAH UNTUK MENCAPAI SETIAP SASARAN Rambu-rambu untuk langkah ini antara lain: • Identifikasi fungsi hanya untuk tiap sasaran • Selalu memperhatikan unsur-unsur yang lazim di dalam sistem pembelajaran. Sekolah mengembangkan silbus untuk kelas 7 semua mata pelajaran (ini bisa lebih rinci lagi untuk jumlah mapelnya) b. Dan sebagainya Relevansi: a. Indikator. kesiswaan. Dan sebagainya Relevansi: a . KD. KD.No. Sasaran dibuat lebih rinci dari tujuan renstra Misalnya dari salah satu tujuan renstra: ”Sekolah mengembangkan silabus untuk kelas 7-9 semua mata pelajaran” Maka sasarannya 1 tahun 2006/2007: a. Sekolah mengembangkan pemetaan SK. dll adalah dari 52 . Pelaksanaan budaya tata krama in action di sekolah 90% c. TUJUAN SITUASIONAL/SASARAN Harus diperhatikan: 1. Dan sebagainya 25% 15% E. Pelayanan bakat minat siswa belum terpenuhi (baru 50%) b. dana. Pelaksanaan budaya tata krama in action di sekolah 75% c. Indikator. Sekolah mengembangkan pemetaan SK. aspek untuk kelas 7 semua mapel b. aspek untuk kelas 9 semua mapel F. Ada skala prioritas sasaran dari tujuan lima tahun 3. seperti: PBM. manajemen. Sekolah mengembangkan silbus untuk kelas 8 semua mata pelajaran (ini bisa lebih rinci lagi untuk jumlah mapelnya) c. Alumni yang melanjutkan sekolah 40% Besarnya tantangan nyata tidak 20% 5 f. Sekolah mengembangkan silbus untuk kelas 9 semua mata pelajaran (ini bisa lebih rinci lagi untuk jumlah mapelnya) Contoh lain: a. Indikator. Sasaran diambil atau merupakan bagian dari RENSTRA 2. guru. Kondisi saat ini (90%) Alumni yang tidak melanjutkan sekolah tinggi (60%) f. Pelayanan bakat minat siswa 75% terpenuhi b. KD. buku.

sedangkan fungsi dari eksternal antara lain: dana. Komite sekolah c.PBM/latihan b. Komite sekolah i. Orang tua j. Dana b. fasilitas.Kolam d. Dan sebagainya 53 .Siswa f. Dana h.Fasilitas komputer d.Dinas pendidikan d. Eksternal: a. ATK i. Dan sebagainya 2. Guru/pelatih c. Sarana olah raga renang e. Uji coba k. Nara sumber c. Komite sekolah c. Tlima e. Dana h. Dinas pendidikan d. Internal: a. dsb Misalnya: Sasaran ke-1: ”Sekolah mengembangkan silabus untuk kelas 7 semua mapel” Komponen yang diperlukan untuk melaksanakan sasaran tersebut: 1. Pakaian olah raga renang g. Eksternal: a. Dan sebagainya 2. Tenaga administrasi j.internal sekolah. pendidik.Kepala sekolah f. Kurikulum g. Dan sebagainya Sasaran ke-2: ”Sekolah juara 1 bidang olah raga renang pada tingkat kabupaten tahun 2006” Komponen yang diperlukan untuk melaksanakan sasaran tersebut: 1.Dana b. Internal: a. Air e.Guru b.

10 orang sesuai BS Dan seterusnya Komputer Pentium 5 Jumlah komputer 10 buah Jumlah printer 3 bh Jumlah CD 10 bh Dan seterusnya (3) Kualifikasi 100% S1 Sesuai bidang studi 100% Pengalaman pelatihan KBK min. 5 thn Pengalaman pelatihan CTL min. Misalnya analisis SWOT pada Sasaran ke-1: ”Sekolah mengembangkan silabus untuk kelas 7 semua mape”l Komponen/Fungsi dan Faktornya (Kondisi Ideal)Kriteria Kesiapan Tingkat Kesiapan Faktor Kondisi Nyata 1 (1) A.1 kali Pengalaman mengajar min. ANALISIS SWOT Hal-hal yang harus diperhatikan dalam analisis ini: a. Analisis dilakukan pada setiap komponen/urusan sekolah dan faktor-faktornya (subsub komponennya) c. Kriteria ideal dan kondisi nyata harus terukur. EKSTERNAL 54 Tidak Siap √ Siap . 3 kali Jumlah guru min. Bila hasil analisis ternyata tingkat kesiapan siap semua berarti sasaran dapat ditingkatkan. Dalam menentukan kriteria ideal menggunakan dasar dari aturan pemerintah. naskah akademik atau konsep dan pedoman lainnya yang relevan d. Dapat dilakukan justifikasi sendiri pada kriteria ideal yang bersifat umum e. demikian pula sebaliknya.G. INTERNAL Guru (2) Kualifikasi 100% S1 Sesuai bidang studi 100% Pengalaman pelatihan KBK min. 5 thn Pengalaman pelatihan CTL min. Analisis dilakukan tiap sasaran b.3 kali Pengalaman mengajar min. f. 7 orang sesuai BS Dan seterusnya Komputer Pentium 5 Jumlah komputer 5 buah Jumlah printer 2 bh Jumlah CD 10 bh Dan seterusnya (5) √ √ (5) √ √ √ √ √ √ √ 2 3 Nara Sumber Fasilitas Komputer B. 1kali Jumlah guru min.

tepat. B. Berdasarkan hasil analisis SWOT. 55 . Guru Persoalan pada komponen/faktor pengalaman pelatihan KBK kurang (baru 1 kali) • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Altaernatif Pemecanahn Persoalan mengadakan ws KBK mengirimkan ws KBK magnag di sekolah lain IHT di sekolahnya sendiri PTK mengikutkan guru pada MGMP Dsb mengadakan ws CTL mengirimkan ws CTL magnag di sekolah lain IHT di sekolahnya sendiri PTK Mengikutkan guru ke MGMP Dsb mengusulkan ditambah PNS 3 guru dg 3 BS mengangkat GTT 3 gr 3 BS minta guru bantu kpd pemda memberdayakan guru yang ada Dsb Mengadakan dengan cara membeli baru Pinjam/kerjasama dengan pihak lain Menyewa Mengajukan bantuan kepada pemda/komite sekolah Dsb Mengadakan dengan cara membeli baru Pengalaman pelatihan CTL kurang (baru 1 kali) jumlah guru kurang 3 (B.Indo.Ingg . Setiap komponen atau faktor yang tidak siap dicarikan alternatif-alternatif pemecahannya.Komponen/Fungsi dan Faktornya (Kondisi Ideal)Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Tingkat Kesiapan Faktor Tidak Siap (5) Siap (5) 1 (1) ……………… (2) (3) H. ALTERNATIF LANGKAH-LANGKAH PEMECAHAN PERSOALAN Hal-hal yang harus diperhatikan: a.Matematika) 2. dan dipilih yang paling ringan. dan efisien/efektif. maka diidentifikasi komponen dan faktor yang “TIDAK SIAP” terlebih dahulu untuk diatasi lebih dulu. Fasilitas Komputer Jumlah komputer kurang 5 buah Jumlah printer kurang 1 buah. Misalnya dari hasil analisis di atas dapat ditabulasikan komponen yang TIDAK SIAP sebagai berikut: Sasaran ke-1: ”Sekolah mengembangkan silabus untuk kelas 7 semua mape”l Komponen/ Faktor yang TIDAK SIAP 1. b.

Harap dikembangkan sendiri sesuai kebutuhan sekolah). sehingga memudahkan dalam pengalokasian anggaran.Menyusun kalender pendidikan 56 . Program bersfifat SMART (spesific.Melaksanakan ws KBK .Sosialisasi KBK kepada guru . Program dan kegiatan dibuat rinci/operasional. relevan. Program 1: Meningkatkan kemampuan guru terhadap kompetensi KBK Kegiatan: . Misalnya program dan kegiatan untuk mencapai sasaran ke-1: ”Sekolah mengembangkan Silabus untuk kelas 7 semua mapel”. (Dalam contoh di bawah ini sebatas baru mengatasi sebagian persoalan dan sekaligus juga melaksanakan program pencapaian sasaran. c.Mengirimkan guru ke MGMP . achievable.Komponen/ Faktor yang TIDAK SIAP Persoalan pada komponen/faktor • • • • • Altaernatif Pemecanahn Persoalan Pinjam/kerjasama dengan pihak lain Menyewa Mengajukan bantuan kepada pemda/komite sekolah Dsb Dan seterusnya I. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN Perlu diperhatikan bahwa: a. time) e. jumlah waktu. Program 2: Melaksnakan workshop pembuatan sialbus dan sisnil Kegiatan: . measurable. Persoalan lain dapat dikembangkan sendiri program dan kegiatannya). dll. 1. Program lebih diutamakan mengatasi persoalan dulu dengan memilih salah satu alternatip pemecahan persoalan yang dipandang mampu dan efisien bagi sekolah. Pada kegiatan belum dirinci ke dalam satuan volume. Program juga dapat secara paralel berjalan beriringan antara program mengatasi persoalan dengan program pencapaian sasaran (mengingat waktu terbatas) d.Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan KBK di sekolah 2. Program kerja dapat lebih dari satu kegiatan b. jumlah orang.Mensupervisi/membimbing .

.. sarana................ 5... 6.......................... Supervisi dilakukan untuk mengetahui dan mengatasi masalah2 proses pelaksanaan semua program dan kegiatan sekolah............... Monev dilakukan pada akhir program mengetahui ketercapaian tujuan/sasaran. RENCANA MONITORING DAN EVALUASI (MONEV) Kegiatan di sini meliputi perencanaan dan pelaksanaan supervisi...........Supervisi ......... Kegiatan supervisi dan monev dilakukan oleh intern sekolah.............Menyusun pemetaan .................................Perabikan silabus dan sisnil ................. .... Lebih baik tiap sasaran ada evaluasi 5. administrasi...................... .................. ... Program 5: Dan setersunya sesuai kebutuhan sekolah...... RPPdll) .... J............ KBM..... Program 5: Melakukan tindak lanjut dari pembuatan silabus Kegiatan: ........ Persiapan b........ 6........... ................... Pengembangan perangkat instrumen c......................... Rincian kegiatan MONEV antara lain: a....... Instrumen. 7.... Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain: 1......... kisi.. dll 3........ 4.. Pelaporan K.Menmbuat peranngkat pembelajaran (sialbus dan sisnil seluruh mapel......... pemecahan masalah) d...Penggandaan hasil ... untuk perbaikan/masukan sasaran tahun berikutnya 4... 2...Sinkronisasii/sosialisasi kepada guru tentang silabus dan sisnil ..... Pelaksanaan (pengambilan data dan analisis data. monitoring dan evaluasi program-program dan hasilnya di sekolah selama satu tahun ajaran.........Membuat laporan Program 3: Melaksanakan Uji coba dan validasi Silabus Kegiatan: ....3..... ......MenDokumentasikan silabus Program 5: Melakukan evaluasi pembuatan silabus Kegiatan: ...... RENCANA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA SEKOLAH (RAPBS) Ketentuan : 57 .....Pelaksanaan uji coba silabus dan sisnil ....................................... Supervisi juga termasuk masalah gurunya.................................Penggandaan ...... pedoman penilaian monev bisa dikembangkan sendiri atau mengacu pada instrumen lain yang relevan.

Semua sumber dana dicantumkan. RAPBS ini merupakan bagian dari rencana anggaran dalam renstra 5.1. 4. baik program dari peningkatan mutu. maupun pengembangan kapasitas sekolah. peningkatan efieinsi. Semua program dimasukkan. peningkatan relevansi. peningkatan pemerataan. demikian pula besarnya dana dari masing-masing sumber dana. 3. 2. Format RAPBS menggunakan contoh model sebagai berikut: 58 . Bisa menggunakan prinsip efisiensi dan subsidi silang sesuai dengan peruntukan dan pedoman penggunaan dana dari tiap sumber dana untuk suatu program atau kegiatan kerja.

...................... Sumber Dana Dan Alokasi Anggaran Sumber Dana Lainnya Jumlah (Rupiah) Rutin I..................................................................................... Sasaran ke-1: ......................... Or/Bln......................... 2) .................................................... Unit................................... Kegiatan 1: 1) ........ 20..................... 3) Dst B. 1...... Program 1: ......... 3) Dst B.............................. Program 1: ....................... Vol.................. a.............................. Sasaran ke-2:...Jmlh..................Dst 1...... Sasaran ke-2:...... Mengetahui/Menyetujui Kepala Dinas Pendidikan Kab/kota Komite Sekolah Kepala Sekolah ....... PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN A...................... Satuan. 3) Dst JUMLAH (RUPIAH) ............... a....... BOS SSN Program Dan Kegiatan SekolahKomite 59 ............. Program 1: ................ Kegiatan 1: 1) ......Dst 1................ 1.........RENCANA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA SEKOLAH (RAPBS) SMP TAHUN AJARAN .. Program 1: ............. a.... 2) ............. PENINGKATAN PEMERATAAN A.............. Dll . 3) Dst II........... 2) .................................... RAPBS TAHUN KE Spesifikasi.... Kegiatan 1: 1) ............................... a............................ Kegiatan 1: 1) ...... Sasaran ke-1: ........ 2) .............

sekretaris.. anggota... dimasukkan semua program yang telah ditulis sebelumnya c.... 13... SK dan susunan kepenguruan komite sekolah 8... Copyan sertifikat tanah 4. 15. penggunaan........ Penugasan pendidik pada mata pelajaran dan kegiatan lainnya......... Penanggung jawab harus kualified dan kompeten e.. Profil sekolah lengkap 2.. 11... Jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana. Kalender pendidikan/akademik.. Jadwal penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk tahun ajaran berikutnya........ pengadaan.. dll) dan ada TUPOKSI NYA dengan SK kepala sekolah N. JADWAL KEGIATAN Ketentuan: a.) (..... Dan jadwal penyusunan laporan akuntabilitas dan kinerja satuan pendidikan untuk satu tahun terakhir.... Sebaiknya sekolah membentuk TIM SSN (Koordinator/ketua....) (. Gambar layout sekolah 5. Demi efisiensi biaya dan tenaga bisa satu sasaran satu penanggung jawab c.. 14.. Buku teks pelajaran yang dipakai.... Master plan sekolah 7. dibuat per minggu per bulan dalam satu tahun b.... Gambar rencana pembangunan ruang/kantor/lab/bangunan lain jika memerlukan bantuan dan Rencana Anggaran Bangunan 6.. Jadwal rapat. Ingat kalender pendidikan d. dan persediaan minimal bahan habis pakai...(. 10....... 16. PENANGGUNG JAWAB Ketentuan: a.. Mata pelajaran yang ditawarkan pada semester gasal dan genap. 12... Dll M.. Foto-foto profil sekolah yang dipandang perlu 9..) L. Bisa tiap program ada penanggungjawabnya b.... 17.. Dan lainnya yang dianggap relevan.. Nomor rekening sekolah 3.. Sangat tergantung kemampuan sekolah masing-masing d...... LAMPIRAN Beberapa dokumen yang harus dilampirkan dalam RPS ini antara lain: 1.... 60 ....

61 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful