PANDUAN PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS

)

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Jakarta, 2006

BAB I PENDAHULUAN A. Pentingnya Rencana Pengembangan Sekolah (RPS)

Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) merupakan salah satu wujud dari salah satu fungsi manajemen sekolah yang amat penting yang harus dimiliki sekolah. RPS berfungsi untuk memberi arah dan bimbingan bagi para pelaku sekolah dalam rangka menuju tujuan sekolah yang lebih baik (peningkatan, pengembangan) dengan resiko yang kecil dan untuk mengurangi ketidakpastian masa depan. Berdasarkan pada ketentuan peraturan perundangan yang berlaku, khususnya pada Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), mulai sekarang setiap sekolah pada semua satuan, jenis dan jenjang pendidikan termasuk SMP harus memenuhi SNP tersebut. Salah satu upaya untuk mencapai SNP, setiap sekolah wajib membuat RPS. RPS wajib dibuat oleh semua SMP, baik yang termasuk kelompok rintisan, potensial, nasional maupun internasional. RPS harus dimiliki oleh setiap sekolah sebagai panduan dalam penyelenggaraan pendidikan, baik untuk jangka panjang (20 tahun), menengah (5 tahun) maupun pendek (satu tahun). Diharapkan, semua jenis kelompok sekolah menggunakan format RPS yang sama. Perbedaannya terletak pada isi, kedalaman, dan luasan atau cakupan program sesuai dengan kondisi sekolah dan tuntutan masyarakat sekitarnya. Perbedaan lainnya adalah lama waktu pencapaian SNP. Bagi sekolah yang memiliki potensi lebih tinggi dari pada sekolah lain akan dapat mencapai SNP relatip lebih cepat. Demikian sebaliknya, bagi sekolah yang miskin potensi akan lebih lamban dalam mencapai SNP. Namun demikian harapannya adalah semua sekolah tersebut dalam kurun waktu tertentu mencapai SNP yang ditentukan oleh pemerintah. Standar Nasional Pendidikan yang harus dicapai oleh tiap sekolah tersebut meliputi standar kelulusan, kurikulum, proses, pendidikan dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pembiayaan, pengelolaan, dan penilaian pendidikan. Sangat dimungkinkan suatu sekolah telah memenuhi standar kelulusan tetapi fasilitasnya belum standar atau sebaliknya. Suatu sekolah sekarang kondisinya kurang dalam standar fasilitas seperti ruang kelas, laboratorium, buku, dan sebagainya dan secara bertahap akan dipenuhi selama kurun waktu tertentu. Sementara itu kondisi gurunya telah memenuhi SNP. Begitu seterusnya pada aspekaspek lainnya. Suatu sekolah dimungkinkan dalam waktu lima tahun mampu mencapai SNP, sementara itu terdapat sekolah untuk mencapai SNP memerlukan waktu 15 tahun. Semua itu sangat tergantung kepada unsur-unsur yang ada di sekolah itu sendiri. Dan apabila suatu sekolah telah memenuhi SNP, maka diharapkan akan mampu menyelenggarakan pendidikan secara efektif, efisien, berkualitas, relevan, dan mampu mendukung tercapainya pemerataan pendidikan bagi masyarakat luas. Oleh karena itu dipandang sangat penting adanya suatu pedoman pencapaian SNP yang mampu memberikan arah dan pegangan bagi tiap sekolah dalam rangka pencapaian SNP tersebut. Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) diharapkan menjadi salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut, baik bagi sekolah rintisan, potensial maupun nasional. RPS sangat penting manfaatnya bagi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk penyusunan rencana pendidikan di daerahnya. Semua RPS di Kabupaten/Kota dapat dijadikan dasar bagi penyusunan Rencana Pengembangan Pendidikan Kabupaten/Kota (RPPK). Dengan cara ini, RPPK akan lebih relevan dengan kebutuhan setiap sekolah di daerahnya. Demikian 1

manfaat bagi Dinas Pendidikan Tingkat Propinsi. Dalam membuat Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi (RPPP) harus didasarkan atas semua RPPK yang ada di daerahnya. Demikian juga pada tingkat nasional, RPPP dapat digunakan sebagai informasi bagi penyusunan Rencana Pengembangan Pendidikan Nasional (RPPN). Secara visual, keterkaitan antara RPS, RPPK, RPPP, dan RPPN dapat dilihat pada Gambar 1.

Rencana Pengembangan Pendidikan Nasional

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Gambar 1. Keterkaitan Antara Jenjang Perencanaan Pendidikan B. Tujuan

Adapun tujuan adanya pedoman penyusuan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) ini antara lain adalah: 1. Untuk memberikan pedoman bagi semua jenis kelompok sekolah, yaitu sekolah rintisan, potensial, dan nasional dalam membuat Rencana Pengembangan Sekolah (RPS). 2. Untuk memberikan pedoman bagi semua Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dalam membuat Rencana Pengembangan Pendidikan Kabupaten/Kota (RPPK). 3. Untuk memberikan pedoman bagi semua Dinas Pendidikan Propinsi dalam membuat Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi (RPPP). 2

5. 6. RPS digunakan sebagai dasar atau acuan bagi pihak-pihak terkait dalam melakukan monitoring. 3 . pembinaan dan pembimbingan kepada sekolah. 7.4. Untuk memberikan pedoman bagi semua sekolah dalam mencapai SNP. Untuk memberikan pedoman bagi Departemen Pendidikan Nasional dalam membuat Rencana Pengembangan Pendidikan Nasional (RPPN). evaluasi. sesuai dengan kondisi sekolah dan daerahnya. Untuk memberikan pedoman bagi semua stakeholder di daerah/pusat dalam partisipasinya kepada sekolah untuk mencapai SNP.

Analisis SWOT: Analisis SWOT adalah suatu teknik analisis untuk menentukan tingkat kesiapan setiap fungsi dan faktor-faktor sekolah.BAB II RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS) A. Weakness. dan fungsi pengembangan fasilitas. Fungsifungsi yang dimaksud. Pengertian Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) Perencanaan sekolah adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan sekolah yang tepat. Istilah-istilah Dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) 1. 7. peluang dan ancaman tiap fungsi dan faktor sekolah. fungsi keuangan. misalnya. 2. 4. Opportunity. Identifikasi fungsi: adalah mengidentifikasi fungsi-fungsi yang perlu dilibatkan untuk mencapai sasaran dan yang masih perlu diteliti tingkat kesiapannya. Untuk mengetahui tingkat kesiapan setiap fungsi dan faktorfaktornya dicapai melalui membandingkan faktor dalam kondisi nyata dengan faktor dalam kriteria kesiapan. Analisis SWOT dilakukan dengan maksud untuk mengenali tingkat kesiapan setiap fungsi dari keseluruhan fungsi sekolah yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. dengan memperhitungkan tantangan nyata yang dihadapi (sasaran merupakan jabaran tujuan). fungsi pengembangan iklim akademik sekolah. melalui urutan pilihan. fungsi pelayanan kesiswaan. Identifikasi tantangan nyata: adalah mengidentifikasi kondisi nyata sekolah saat ini dan yang akan datang. Melalui analisis SWOT ( Strength. yaitu satu tahun. B. Tujuan (baku) adalah rumusan mengenai apa yang diinginkan pada kurun waktu tertentu (jangka panjang dan menengah). 3. Tantangan nyata merupakan selisih (ketidaksesuaian) antara output (hasil pendidikan yang berupa keluaran) sekolah saat ini dan output sekolah yang diharapkan di masa yang akan datang (tujuan sekolah). 6. Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan. and Threat ) akan diketahui sejauhmana kekuatan. dengan memperhitungkan sumberdaya yang tersedia. Besar kecilnya ketidaksesuaian antara output sekolah saat ini (kenyataan) dengan output sekolah yang diharapkan (idealnya) di masa yang akan datang memberitahukan besar kecilnya tantangan. Sasaran/tujuan situasional (tujuan jangka pendek) adalah rumusan spesifik mengenai apa yang diinginkan pada kurun waktu tertentu. Yang dimaksud dengan kriteria kesiapan faktor adalah faktor yang memenuhi kriteria/standar untuk mencapai sasaran/tujuan 4 . fungsi perencanaan dan evaluasi. Misi adalah rumusan umum mengenai tindakan (upaya-upaya) yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. kelemahan. fungsi proses belajar mengajar beserta fungsifungsi pendukungnya yaitu fungsi pengembangan kurikulum. RPS adalah dokumen tentang gambaran kegiatan sekolah di masa depan dalam rangka untuk mencapai perubahan/tujuan sekolah yang telah ditetapkan. fungsi hubungan sekolahmasyarakat. 5. fungsi ketenagaan.

situasional. agar sasaran tercapai. yakni dengan memanfaatkan adanya satu/lebih faktor yang bermakna kekuatan dan/atau peluang. Langkah-langkah pemecahan persoalan: adalah memilih langkah-langkah pemecahan persoalan (peniadaan). Tindakan yang dimaksud lazimnya disebut langkah-langkah pemecahan persoalan. 10. 9. yakni tindakan yang diperlukan untuk mengubah fungsi yang tidak siap menjadi fungsi yang siap. Kegiatan adalah rincian langkah-langkah operasional yang berupa aktivitas/kerja untuk mewujudkan program sekolah C. 11. 5 . 12. agar menjadi kekuatan dan/atau peluang. maka sasaran yang telah ditetapkan tidak akan tercapai. Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Faktor yang memenuhi kriteria/standar ini ditemukan melalui perhitungan-perhitungan atau pertimbangan-pertimbangan yang bersumber pada pencapaian sasaran. 8. Strategi adalah langkah-langkah berisikan program-program inovatif untuk mewujudkan visi dan misi. Kebijakan adalah arah/tindakan yang diambil oleh Pemerintah Pusat/Daerah untuk mencapai tujuan. dan Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional 20052009. perlu dilakukan tindakan-tindakan yang mengubah ketidaksiapan menjadi kesiapan fungsi. Oleh karena itu. Selama masih ada persoalan. Landasan Hukum Rencana Pengembangan Sekolah Rencana Pengembangan Sekolah dibuat berdasarkan peraturan-perundangan yang berlaku yaitu: Undang-Undang Nomor 25 tahun 2005 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. yang sama artinya dengan ada ketidaksiapan fungsi. Program adalah instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah untuk mencapai tujuan. yang hakekatnya merupakan tindakan mengatasi makna kelemahan dan/atau ancaman.

Sistem Perencanaan Sekolah dan Rentang Waktu RPS Sistem Perencanaan Sekolah adalah satu kesatuan tata cara perencanaan sekolah untuk menghasilkan rencana-rencana sekolah (RPS) dalam jangka panjang. Menjamin terciptanya integrasi. menjamin terciptanya integrasi. mengoptimalkan partisipasi warga sekolah dan masyarakat. 2. Perbedaan antara satu dengan lainnya adalah: 1. penganggaran. berkeadilan dan berkelanjutan. Mengoptimalkan partisipasi masyarakat. dinas pendidikan propinsi. b. g. dan pusat c. pelaksanaan. efektif. dan sinergi baik antar pelaku sekolah. dan sinergi baik antara sekolah dengan dinas pendidikan. antarsekolah dan dinas pendidikan kabupaten/kota. Tujuan Perencanaan Pendidikan a. RPS Jangka Menengah (Rencana Strategis) adalah dokumen perencanaan sekolah untuk periode 5 (lima) tahun. menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan. dan antarwaktu. berkeadilan. menjamin tercapainya penggunaan sumber-daya secara efisien. Tujuan Perencanaan Pendidikan dan Perencanaan Sekolah 1. c. 3. dan menjamin tercapainya penggunaan sumber-daya secara efisien.BAB III PROSES PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS) A. 2. menjamin agar perubahan/tujuan sekolah yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan tingkat kepastian yang tinggi dan resiko yang kecil. sinkronisasi. Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan. efektif. dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara sekolah dan masyarakat (diwakili oleh komite sekolah). pelaksanaan. mendukung koordinasi antar pelaku sekolah. dan pengawasan. d. Mendukung koordinasi antarpelaku pendidikan. e. dan pengawasan. sebagai dasar ketika melaksanakan monitoring dan evaluasi pada akhir program B. RPS Jangka Panjang adalah dokumen perencanaan sekolah untuk periode 20 (dua puluh) tahun. d. jangka menengah. RPS Tahunan adalah dokumen perencanaan sekolah untuk periode 1 (satu) tahun. penganggaran. Tujuan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) disusun dengan tujuan untuk: a. sinkronisasi. dan f. dan berkelanjutan. 6 . b.

Pengembangan kapasitas. pembelajaran kooperatif. dan kebutuhan pembangunan yang meliputi berbagai sektor dan sub-sektor. Aspek-aspek yang Dikembangkan dalam Perencanaan Sekolah Sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). pengembangan bahan ajar. dari delapan SNP tersebut dapat dijabarkan menjadi lebih rinci dalam RPS. konselor. Kualitas pendidikan sekolah meliputi input. pembelajaran kontekstual. dsb. Laboratorium IPS. dan pengembangan kapasitas. karakter. Peningkatan kualitas siswa (UN. efisiensi. ditinjau dari sisi pemerataan. dsb. 2. kualitas. pendidikan kecakapan hidup khususnya untuk mencari nafkah. laboran. dsb. dan lab lainnya. pengelolaan. Laboratorium Bahasa. kurikulum muatan lokal. kepala sekolah. Peningkatan efisiensi. isi (kurikulum). sosial. misalnya: 1. Efisiensi merujuk pada hasil yang maksimal dengan biaya yang wajar. Pengembangan kapasitas sekolah adalah upaya-upaya yang dilakukan secara sistematik untuk menyiapkan kapasitas sumberdaya sekolah (sumberdaya manusia dan sumberdaya selebihnya). karya ilmiah. keterampilan kejuruan. setiap sekolah harus memenuhi SNP. rasio (siswa/guru.) 3. Peningkatan relevansi. kebutuhan keluarga. pengembangan input siswa. 4. pembiayaan. pengembangan media pembelajaran. Efisiensi eksternal merujuk kepada hubungan antara biaya yang digunakan untuk menghasilkan tamatan dan keuntungan kumulatif (individual. Relevansi merujuk kepada kesesuaian hasil pendidikan dengan kebutuhan (needs). Efisiensi internal merujuk kepada hubungan antara output sekolah (pencapaian prestasi belajar) dan input (sumberdaya) yang digunakan untuk memroses/ menghasilkan output sekolah. Namun demikian. akses. pengembangan ruang/kantor. proses. ke-disiplinan. dan penilaian. dan peningkatan angka kehadiran serta peningkatan pembiayaan pendidikan peserta didik. pengembangan lingkungan pembelajaran yang kondusif. keagamaan. pengurangan angka putus sekolah. olahraga. baik kebutuhan peserta didik. UAS. pengembangan model pembelajaran (pembelajaran tuntas. prasarana dan sarana.C. dan output. angka putus sekolah. angka kenaikan kelas/transisi. Oleh karena itu. Contoh-contoh perencanaan peningkatan efisiensi misalnya: peningkatan angka kelulusan. dan keadilan atau kewajaran. aspek-aspek yang harus disusun dalam perencanaan pengembangan sekolah juga harus sesuai dengan tuntutan SNP tersebut yaitu 8 (delapan) standar nasional pendidikan: kompetensi lulusan. Laboratorium Komputer. dsb. pembelajaran dengan melakukan. program keterampilan kejuruan/ kewirausahaan/usaha kecil bagi siswa-siswa yang tidak melanjutkan. ekonomik dan non-ekonomik) yang didapat setelah kurun waktu yang panjang diluar sekolah. Contohcontoh perencanaan relevansi misalnya. dan proses sangat dipengaruhi oleh tingkat kesiapan input. seperti : pengembangan Laboratorium IPA. Peningkatan kualitas. pengembangan komite sekolah. siswa/kelas. pengembangan kelembagaan 7 . dsb.). dengan catatan bahwa output sangat ditentukan oleh proses. Efisiensi dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu efisiensi internal dan efisiensi eksternal. pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan (guru. budi-pekerti. pengembangan sarana dan fasilitas sekolah. proses. penurunan angka mengulang. rasio keluaran/masukan. Pemerataan keslimaan: persamaan keslimaan. pustakawan. 5. peningkatan angka melanjutkan. Contoh-contoh perencanaan pemerataan keslimaan misalnya: bea siswa untuk siswa miskin. relevansi. siswa/ sekolah). pendidik dan tenaga kependidikan. kesenian.). dsb. Contoh-contoh perencanaan kualitas misalnya.

Kurikulum SMP terdiri dari: kelompok mata pelajaran keimanan. sikap. dan kalender pendidikan/akademik. a.kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Pelaksanaan semua kelompok mata pelajaran disesuaikan dengan tingkat perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. dan kurikulum tingkat satuan pendidikan. Pengembangan Standar Isi (Kurikulum) Menurut PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP. ketakwaan.kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. antara lain adalah sebagai berikut: 1. demokrasi. dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat. 8 . beban belajar. hak. serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. berkualitas. Kelompok Mata Pelajaran dan Kedalaman Isi Standar isi pendidikan mengatur kerangka dasar kurikulum. ketakwaan. dan akhlak mulia pada SMP dimaksudkan untuk peningkatan potensi spiritual. kemajemukan bangsa. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SMP dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status. Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan. jiwa dan patriotisme bela negara. dan kesehatan pada SMP dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sportifitas dan kesadaran hidup sehat. Standar isi mencakup lingkup dan kedalaman materi pembelajaran untuk memenuhi standar kompetensi lulusan. yang dimaksudkan dengan standar isi pendidikan adalah mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.sekolah. tanggung jawab sosial. kesetaraan gender. dan kelompok mata pelajaran jasmani. penghargaan terhadap hak asasi manusia. kolusi. olah raga. ketaatan pada hukum. beban belajar. pelestarian lingkungan hidup. Setiap kelompok mata pelajaran dilaksanakan secara holistik sehingga pembelajaran masing-masing kelompok mata pelajaran ikut mewarnai pemahaman dan/atau penghayatan peserta didik. Standar isi memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum. ketaatan membayar pajak. dan sikap serta perilaku anti korupsi. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMP dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi dasar ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis. Kelompok mata pelajaran jasmani. kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. kreatif dan mandiri. Kelompok mata pelajaran estetika pada SMP dimaksudkan untuk meningkatkan sensitifitas.kelompok mata pelajaran estetika. dan akhlak mulia. dan pengembangan sistem sekolah agar mampu dan sanggup menjalankan tugas pokok dan fungsinya dalam kerangka untuk meng-hasilkan output yang diharapkan serta menghasilkan pola pengelolaan sekolah yang ”good governance” dan akuntabel. kurikulum tingkat satuan pendidikan. Secara lebih rinci aspek-aspek yang dapat dikembangkan berdasarkan SNP sehingga dalam penyelenggaraannya efisien dan relevan. Semua kelompok mata pelajaran sama pentingnya dalam menentukan kelulusan peserta didik. dan bernegara. kalender akademik. dan kesehatan. Kelompok mata pelajaran keimanan. dan memenuhi pemerataan pendidikan. Budaya hidup sehat termasuk kesadaran. olah raga. berbangsa. dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual maupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan seperti keterbebasan dari perilaku seksual bebas. dan nepotisme. pengembangan manajemen sekolah.

pendidikan akhlak mulia dan kepribadian. dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah. pendidikan kesehatan. Ketentuan mengenai kedalaman muatan kurikulum dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. sejarah. d. ilmu pengetahuan alam (sekurang-kurangnya terdiri dari fisika. Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok keimanan dan ketakwaan. seni dan budaya. pendidikan estetika. pendidikan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kelompok mata pelajaran jasmani. dan kesehatan pada SMP dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. ilmu pengetahuan sosial (sekurang-kurangnya terdiri dari ketatanegaraan. atau pendidikan jasmani. Kelompok mata pelajaran estetika pada SMP dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. keterampilan. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. kecakapan akademik. ekonomika. sosiologi. 9 . serta dikembangkan menjadi bagian dari budaya sekolah. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMP dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. b. kimia. dan muatan lokal yang relevan. dan biologi). pendidikan akhlak mulia dan kepribadian. dan kesehatan. bahasa. antropologi. olah raga. Kurikulum Kecakapan Hidup Kurikulum untuk SMP dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup. seni dan budaya. pendidikan ilmu pengetahuan dan teknologi. HIV/AIDS. kecakapan sosial. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SMP dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. dengan contoh pengamalan diberikan oleh setiap pendidik dalam interaksi sosialnya di dalam dan di luar sekolah. dan/atau teknologi informasi dan komunikasi. demam berdarah. Kurikulum Muatan Lokal Kurikulum untuk SMP dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal. pendidikan estetika. dan kecakapan vokasional. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi pada setiap tingkat dan/atau semester sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. kewarganegaraan. Beban Belajar Beban belajar untuk SMP diperhitungkan dengan menggunakan jam pembelajaran per minggu per semester dengan sistem tatap muka. Kelompok mata pelajaran keimanan. dan akhlak mulia serta Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SMP diamalkan sehari-hari oleh peserta didik di dalam dan di luar sekolah. olah raga. c. dan muatan lokal yang relevan. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur sesuai dengan kebutuhan dan ciri masing-masing. dan geografi). Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok keimanan dan ketakwaan. muntaber. matematika. Pendidikan kecakapan hidup mencakup kecakapan pribadi. olahraga. keterampilan/kejuruan. atau pendidikan jasmani. Kompetensi terdiri dari standar kompetensi dan kompetensi dasar. serta muatan lokal yang relevan. dan pendidikan jasmani. akhlak mulia. penugasan terstruktur. olah raga. ketakwaan. ilmu pengetahuan alam.kecanduan narkoba. dan kesehatan.

baik untuk semua mata pelajaran maupun semua jenjang kelas 3) Terdokumentasikan kurikulum satuan pendidikan di sekolah yang bersangkutan 4) Dan terdapat peningkatan lain yang terkait dengan standar isi pendidikan 2. buku teks pelajaran. menantang. mendorong peserta didik untuk berpartisipasi aktif. VIII maupun kelas IX. dan alat/media pembelajaran. silabus untuk setiap mata pelajaran. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. potensial dan SSN Bidang Standar Isi (Kurikulum) Program-program yang dapat dikembangkan dalam standar isi (kurikulum) ini antara lain: 1) Pengembangan kurikulum satuan pendidikan (dengan berbagai jenis muatan kurikulum sesuai dengan ketentuan SNP) 2) Penyusunan kalender pendidikan 3) Pengembangan pemetaan KBK untuk semua mata pelajaran 4) Pengembangan silabus untuk semua mata pelajaran 5) Pengembangan sistem penilaian untuk semua mata pelajaran 6) Pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran untuk semua mata pelajaran 7) Penyusunan beban belajar Pengembangan isi tersebut dilakukan baik untuk kelas VII. Perencanaan harus didukung oleh sekurang-kurangnya dokumen kurikulum. rencana pelaksanaan pembelajaran). Dalam proses pembelajaran pendidik memberikan keteladanan. Untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan. dan pengawasan yang baik. pedoman penilaian. dan rasio maksimal jumlah peserta didik per pendidik. menyenangkan. kreativitas. minat. Penilaian proses pembelajaran pada SMP untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan 10 .e. Pelaksanaan harus memperhatikan jumlah maksimal peserta didik per kelas dan beban mengajar maksimal per pendidik. f. penilaian proses pembelajaran. rencana pelaksanaan pembelajaran. minggu efektif belajar. Dalam proses pembelajaran diselenggarakan secara interaktif. Aspek-aspek yang Dikembangkan dalam Program-program Sekolah rintisan. Kalender pendidikan Waktu pembelajaran yang dituangkan dalam kalender pendidikan atau kalender akademik mencakup permulaan tahun ajaran. dan perkembangan fisik serta psikologisnya. rasio maksimal buku teks pelajaran per peserta didik. dan kemandirian peserta didik sesuai dengan bakat. memotivasi. waktu pembelajaran efektif. Pengembangan Standar Proses Pendidikan a. Standar Proses Pendidikan Dalam SNP Dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang SNP bahwa yang dimaksud dengan standar proses pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. dan hari libur. Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: 1) Terdokumentasikan kurikulum satuan pendidikan yang dijalankan sekolah (KBK) 2) Tersedianya perangkat pembelajaran secara lengkap (pemetaan. pelaksanaan. inspiratif. silabus.

utamanya CTL 2) Terdapat peningkatan inovasi bahan pembelajaran. ahklak mulia. dan pengambilan langkah tindak lanjut yang diperlukan. baik secara kualitas maupun kuantitas 3) Terdapat peningkatan inovasi sumber pembelajaran. dan SSN Dalam upaya-upaya menuju kepada standar proses pendidikan sebagaimana halnya ditentukan oleh SNP. Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Kompetensi lulusan mencakup pengetahuan. baik secara kualitas maupun kuantitas 4) Terdapat peningkatan inovasi pengelolaan kelas/pengelolaan pembelajaran dan sebagainya 3. khususnya penerapan metode atau strategi pembelajaran kontekstual atau CTL (Contextual Teaching and Learning) 2) Pengembangan dan inovasi-inovasi bahan pembelajaran 3) Pengembangan dan inovasi-inovasi sumber pembelajaran 4) Pengembangan dan inovasi-inovasi model-model pengelolaan atau manajemen kelas 5) Dan sebagainya Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: 1) Semua mata pelajaran pada semua jenjang kelas telah dilaksanakan dengan menggunakan berbagai strategi pembelajaran. dan sikap sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. supervisi. Pengawasan mencakup pemantauan. kepribadian. Standar kompetensi lulusan pada jenjang SMP diarahkan untuk meletakkan dasar kecerdasan. keterampilan. Pengembangan Standar Kompetensi Lulusan Sebagaimana dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP. pelaporan. Penilaian proses pembelajaran harus mencakup aspek kognitif. bahwa yang dimaksud dengan standar kompetensi lulusan pendidikan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. Standar kompetensi lulusan SMP dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. diantaranya adalah: 1) Pengembangan dan inovasi-inovasi metode pengajaran pada semua mata pelajaran.teknologi harus menggunakan berbagai teknik penilaian. serta observasi dan evaluasi akhir secara individual yang dilaksanakan sekurang-kurangnya satu kali dalam satu semester. pengetahuan. maka bagi setiap sekolah diharapkan mengembangkan berbagai program dan kegiatan. dan afektif. Standar kompetensi lulusan meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. b. sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai dalam satu tahun. pengetahuan dan keterampilan. Program Pengembangan Standar Proses Pendidikan pada Sekolah Rintisan. 11 . Penilaian proses pembelajaran untuk kelompok mata pelajaran selain ilmu pengetahuan dan teknologi harus mencakup observasi dan evaluasi harian secara individual terhadap peserta didik. termasuk ulangan. psikomotorik. termasuk kompetensi membaca dan menulis. Potensial. evaluasi.

Dan sebagainya Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. dewasa. Kompetensi profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan. arif. yang diperoleh melalui pendidikan profesi guru sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pengembangan kejuaraan lomba-lomba bidang akademik d. menjadi teladan bagi peserta didik. kompetensi profesional. dan masyarakat sekitar. orangtua/wali peserta didik. Kompetensi kepribadian mencerminkan kepribadian yang mantap. Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik. dan berakhlak mulia. evaluasi hasil belajar. Kualifikasi 12 . Terdapat peningkatan gain score achievement (GSA) pada setiap semester atau tahun. Kualifikasi akademik adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundangan yang berlaku.Adapun beberapa program dan kegiatan yang dapat dikembangkan yang berkaitan dengan standar kompetensi lulusan pendidikan ini antara lain: a. kompetensi kepribadian. sesama pendidik. Terdapat peningkatan prestasi non akademik tiap tahunnya d. dan kompetensi sosial sesuai Standar Nasional Pendidikan. Seseorang yang tidak memiliki ijazah dan/atau sertifikat keahlian tetapi memiliki keahlian khusus yang diakui dan diperlukan dapat diangkat menjadi pendidik setelah melewati uji kelayakan dan kesetaraan. Kompetensi adalah tingkat kemampuan minimal yang harus dipenuhi seorang pendidik untuk dapat berperan sebagai agen pembelajaran. Pengembangan standar pencapaian ketuntasan kompetensi pada tiap tahun atau semester c. Terdapat peningkatan rata-rata pencapaian gain score achievement (GSA) pada tahun terhadap mata pelajaran yang di-UN-kan berdasarkan kepada standar kelulusan yang ditetapkan c. sehat jasmani dan rohani. perancangan dan pelaksanaan pembelajaran. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kompetensi sosial merupakan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. Pengembangan Standar Pendidik dan Tenaga kependidikan Pengertian Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan menurut PP 19 Tahun 2005 Tentang SNP adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental serta pendidikan dalam jabatan. terhadap pencapaian keutntasan kompetensi untuk semua mata pelajaran b. Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran. Dan sebagainya 4. dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. tenaga kependidikan. Pengembangan standar kelulusan atau GSA pada setiap tahunnya b. Pengembangan kejuaraan lomba-lomba bidang non akademik e. yang dibuktikan dengan sertifikat profesi pendidik. stabil. dan berwibawa. Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang SMP meliputi kompetensi pedagogik.

tlima berolahraga. Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek sosial d. tenaga perpustakaan. perpustakaan. ruang kantin. dan sumber belajar lain. Terdapat peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sesuai SNP c. Persyaratan untuk menjadi kepala SMP meliputi: berstatus guru SMP. Terselenggaranya ME tiap tahun khususnya tentang kinerja sekolah d. ruang pimpinan satuan pendidikan. ruang laboratorium. ruang unit produksi. Pengembangan atau peningkatan kompetensi tenaga TU dan lainnya f. Terselenggaranya ME tiap tahun khususnya tentang kinerja pendidik e. laboratorium. instalasi daya dan jasa. tlima berolahraga. Terselenggaranya ME tiap tahun khususnya tentang kinerja kepala sekolah f. ruang tata usaha. Memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran sesuai ketentuan perundangan yang berlaku. yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. buku. kompetensi dan sertifikasi sesuai dengan bidang tugasnya. bengkel kerja. tlima beribadah. dan 5. Standar prasarana pendidikan mencakup persyaratan minimal dan wajib dimiliki oleh setiap satuan pendidikan lahan. Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek kepribadian e. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun di SMP. dan tenaga kebersihan sekolah. tlima berkreasi. ruang pendidik. termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.akademik pendidikan minimum untuk pendidik pada tingkat SMP adalah: diploma lima (D-IV) atau sarjana (S1). Pengembangan Standar Prasarana dan Sarana Pendidikan Pengertian standar Prasarana dan sarana pendidikan menurut PP Nomor 19 tahun 2005 Tentang SNP adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan persyaratan minimal tentang lahan. pendidikan vokasi. perabot. Terselenggaranya supervisi klinis tiap tahun khususnya kepada pendidik. ruang kelas. tenaga administrasi. Tenaga kependidikan pada SMP sekurang-kurangnya terdiri atas kepala sekolah. peralatan pendidikan. dan ruang/tlima lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. tlima beribadah. dan h. Adapun program-program dan kegiatan-kegiatan yang dapat dikembangkan mengenai standar pendidik dan tenaga kependidikan ini antara lain: a. alat dan media pendidikan. ruang perpustakaan. media 13 . Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek profesionalisme b. Terdapat peningkatan jumlah tenaga pendidikan dan kependidikan sesuai kebutuhan sekolah b. dan Memiliki kemampuan kepemimpinan dan kewirausahaan di bidang pendidikan. tlima bermain. tentang. Tenaga Kependidikan pada pendidikan akademik. tlima berkreasi. ruang bengkel kerja. Peningkatan kuantitas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. tenaga laboratorium. Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek pedagogik c. Standar sarana pendidikan mencakup persyaratan minimal tentang perabot. tlima bermain. Pengembangan atau peningkatan kompetensi kepala sekolah g. ruang kelas. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi oleh kepala sekolah terhadap kinerja pendidik dan tenaga TU atau lainnya. dan pendidikan profesi harus memiliki kualifikasi.

lahan praktek. serta letak lahan satuan pendidikan di dalam klaster satuan pendidikan yang menjadi pengumpan masukan peserta didik. dan lahan pertamanan untuk menjadikan satuan pendidikan suatu lingkungan yang secara ekologis nyaman dan sehat. pendidik.pendidikan. dan kesehatan lingkungan. laboratorium. laboratorium komputer. Lahan satuan pendidikan meliputi sekurang-kurangnya lahan untuk bangunan satuan pendidikan. Standar letak lahan satuan pendidikan mempertimbangkan letak lahan satuan pendidikan di dalam klaster satuan pendidikan sejenis dan sejenjang. dan/atau tenaga kependidikan yang memerlukan layanan khusus wajib menyediakan akses ke sarana dan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Pengembangan prasarana (ruang. Pengembangan atau peningkatan peralatan/bahan perawatan sarana dan prasarana pendidikan. dan peralatan pembelajaran lain pada satuan pendidikan dinyatakan dalam daftar yang berisi jenis minimal peralatan yang harus tersedia. dan rasio luas lahan per peserta didik dirumuskan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. IPA. kenyamanan. Standar sumber belajar lainnya untuk setiap satuan pendidikan dinyatakan dalam rasio jumlah sumber belajar terhadap peserta didik sesuai dengan jenis sumber belajar dan karakteristik satuan pendidikan. Adapun program-program dan kegiatan yang dapat dikembangkan mengenai standar prasarana dan sarana baik secara kuantitas maupun kualitas antara lain: a. Peningkatan dan pengembangan serta inovasi-inovasi media pembelajaran untuk semua mata pelajaran b. pendidik maupun tenaga kependidikan g. Pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan menjadi tanggung jawab satuan pendidikan yang bersangkutan. Peningkatan dan pengembangan serta inovasi-inovasi peralatan pembelajaran untuk semua mata pelajaran c. Standar keragaman jenis peralatan laboratorium ilmu pengetahuan alam (IPA). Standar kualitas bangunan minimal pada SMP adalah kelas B. rasio luas bangunan per peserta didik. Penciptaan atau pengembangan lingkungan belajar yang kondusif e. Pengembangan peralatan dan inovasi-inovasi pusat-pusat sumber belajar. Satuan pendidikan yang memiliki peserta didik. baik bagi peserta didik. Peningkatan dan pengembangan peralatan laboratorium komputer. Standar letak lahan satuan pendidikan mempertimbangkan keamanan. Standar letak lahan satuan pendidikan mempertimbangkan jarak tempuh maksimal yang harus dilalui oleh peserta didik untuk menjangkau satuan pendidikan tersebut. lahan untuk prasarana penunjang. Standar rasio luas ruang kelas per peserta didik. Standar keragaman buku perpustakaan dinyatakan dalam jumlah minimal judul buku di perpustakaan satuan pendidikan. dan h. Standar jumlah buku teks pelajaran di perpustakaan dinyatakan dalam rasio minimal jumlah buku teks pelajaran untuk masing-masing mata pelajaran di perpustakaan satuan pendidikan per peserta didik. bahan habis pakai. Pengembangan jaringan internet. Standar jumlah peralatan dinyatakan dalam rasio minimal jumlah peralatan per peserta didik. buku dan sumber belajar lainnya. Bahasa. laboratorium bahasa. Standar lahan satuan pendidikan dinyatakan dalam rasio luas lahan per peserta didik. Pemeliharaan dilakukan secara berkala dan berkesinambungan dengan memperhatikan masa pakai. serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. dll) pendidikan dan atau pembelajaran d. dan laboratorium lainnya f. 14 .

pusat media pembelajaran audio visual). Terpasangnya jaringan internet.Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. Kalender kegiatan pendidikan. Terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas peralatan pembelajaran tiap mata pelajaran untuk semua jenjang kelas. Terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas prasarana pendidikan dan atau pembelajaran d. Terlaksananya perawatan prasarana. Keputusan akademik pada satuan pendidikan ditetapkan oleh rapat dewan pendidik. pelaksanaan. yang menunjukkan seluruh kategori aktifitas satuan pendidikan selama satu tahun dan dirinci secara semesteran. dan pendidik. pengambilan keputusan ditetapkan atas dasar suara terbanyak. Pengelolaan SMP menerapkan manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian. Setiap satuan pendidikan harus memiliki pedoman atau aturan yang sekurang-kurangnya mengatur tentang: Kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabus. kepedulian dan komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan. baik dalam lab komputer peserta didik. atau nasional agar tercapai efesiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. kabupaten/kota. kemitraan. guru maupun kepala sekolah f. Terdapat prasarana sumber-sumber belajar yang memadai (perpustakaan. pengelolaan sarana dan prasana pendidikan. provinsi. Pembagian tugas di antara tenaga 15 . dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. selaras dengan strategi pembelajaran yang diterapkan (khususnya CTL) b. yang memiliki wawasan. Pengembangan Standar Pengelolaan Pendidikan Seperti dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP bahwa yang dimaksudkan dengan standar pengelolaan pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan. praktisi pendidikan. kegiatan pembelajaran. dan media pembelajaran atau sekolah secara berkala. Pengelolaan satuan pendidikan menjadi tanggung jawab kepala satuan pendidikan. penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan. partisipasi. selaras dengan strategi pembelajaran yang diterapkan (khususnya CTL) c. Pada satuan pendidikan SMP kepala satuan pendidikan dalam melaksanakan tugasnya dibantu minimal oleh satu orang wakil kepala satuan pendidikan. dan g. Rapat dewan pendidik dilaksanakan atas dasar prinsip musyawarah mufakat yang berorientasi pada mutu. pendayagunaan tenaga kependidikan. dan akuntabilitas dalam perencanaan program. selaras dengan strategi pembelajaran yang diterapkan (khususnya CTL) e. dan mingguan. dan apabila keputusan dengan prinsip musyawarah mufakat tidak tercapai. 6. penilaian kemajuan hasil belajar. dan pengawasan. Pada jenjang pendidikan SMP melibatkan Komite Sekolah. peralatan. Komite Sekolah sekurang-kurangnya terdiri dari anggota masyarakat yang mewakili orang tua/wali peserta didik. Struktur organisasi satuan pendidikan. Pembagian tugas di antara pendidik. Terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas media dan peralatan pembelajaran praktik tiap mata pelajaran untuk semua jenjang kelas. bulanan. Terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas media pembelajaran tiap mata pelajaran untuk semua jenjang kelas. tokoh masyarakat. keterbukaan.

Peraturan akademik. evaluasi. dan tindak lanjut hasil pengawasan. tenaga kependidikan dan peserta didik. durasi. yang minimal meliputi tata tertib pendidik. peserta. dan rapat satuan pendidikan dengan komite sekolah. Untuk pendidikan SMP. dan akuntabilitas satuan pendidikan. dan persediaan minimal bahan habis pakai. Pada jenjang pendidikan SMP laporan oleh pendidik ditujukan kepada pemimpin satuan pendidikan dan orang tua/wali peserta didik. Pemantauan dilakukan untuk menilai efisiensi. penggunaan. Pengawasan satuan pendidikan meliputi pemantauan. pemeriksaan. laporan oleh pemimpin satuan pendidikan ditujukan kepada komite 16 . berisi pelaksanaan teknis dari tugas masing-masing dan dilakukan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. Rencana kerja meliputi sekurang-kurangnya: kalender pendidikan atau akademik yang meliputi sekurang-kurangnya jadwal pembelajaran. kegiatan ekstrakurikuler. jadwal penyusunan laporan akuntabilitas dan kinerja satuan pendidikan untuk satu tahun terakhir. serta penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana. jadwal rapat Dewan Pendidik. Laporan oleh tenaga kependidikan ditujukan kepada pemimpin satuan pendidikan. Pelaksanaan kegiatan tersebut harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari rapat dewan pendidik dan komite sekolah dan kemudian dipertanggungjawabkan kepada rapat dewan pendidik dan komite sekolah. program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan yang meliputi sekurangkurangnya jenis. dan akuntabel. Rencana kerja tahunan merupakan penjabaran rinci dari rencana kerja jangka menengah satuan pendidikan yang meliputi masa 5 (lima) tahun. pelaporan. Supervisi mengacu pada Standar Nasional Pendidikan dan Pedoman Program Penjaminan Mutu yang diterbitkan oleh Departemen. buku teks pelajaran yang dipakai pada masingmasing mata pelajaran. rapat konsultasi satuan pendidikan dengan orang tua/wali peserta didik. mata pelajaran yang ditawarkan pada semester gasal. Supervisi dilakukan secara teratur dan berkesinambungan oleh pengawas atau penilik satuan pendidikan dan kepala satuan pendidikan. Setiap satuan pendidikan dikelola atas dasar rencana kerja tahunan. penugasan pendidik pada mata pelajaran dan kegiatan lainnya. Supervisi meliputi supervisi manajerial dan akademik. efisien. Untuk jenjang SMP. tenaga kependidikan. Pelaporan dilakukan oleh pendidik. Pelaksanaan pengelolaan satuan pendidikan berpedoman kepada rencana kerja tahunan. berisi hasil evaluasi dan penilaian dan dilakukan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. semester genap. pemimpin satuan pendidikan. dan pengawas atau penilik satuan pendidikan. ujian. Pelaksanaan kegiatan yang perlu atau mendesak tetapi tidak diprogramkan di dalam rencana kerja tahunan dilaksanakan secara ad-hoc dan bertanggung jawab. ulangan. supervisi. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pembelajaran. dan hari libur. Tata tertib satuan pendidikan. jadwal penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk tahun ajaran berikutnya. pelaksanaan pengelolaan satuan pendidikan yang tidak sesuai dengan rencana kerja tahunan harus mendapat persetujuan dari rapat dewan pendidik dan komite sekolah. dan penyelenggara program. dan semester pendek bila ada. Pemantauan dilakukan secara teratur dan berkesinambungan oleh pemimpin satuan pendidikan dan komite sekolah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan. Kode etik hubungan antara sesama warga di dalam lingkungan satuan pendidikan dan hubungan antara warga satuan pendidikan dengan masyarakat. pengadaan. efektif. efektivitas. Rencana kerja harus disetujui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Sekolah.kependidikan. Pelaksanaan pengelolaan satuan pendidikan dilaksanakan secara mandiri. rencana anggaran pendapatan dan belanja satuan pendidikan untuk masa kerja satu tahun.

dan o. Terdapat dokumen pengembangan pendayagunaan SDM sekolah dengan cara membuat dan pembagian tugas-tugas secara jelas beserta pelaksanaannya c. Pengembangan dan melengkapi administrasi sekolah g. Adapun beberapa program dan kegiatan yang dapat dikembangkan atau ditingkatkan pada standar pengelolaan pendidikan antara lain: a. hasil-hasil program serta lainnya oleh pihak manajemen sekolah (lihat pedoman pelaksanaan MBS pada Buku MBS yang diterbitkan oleh Dit. Membuat jaringan informasi akademik di internal maupun eksternal sekolah (SIM) l. Mengembangkan Income Generating Activities atau unit-unit produksi/usaha di sekolah maupun kerjasama dengan pihak lain untuk menggalang partisipasi masyarakat. dan kontinyuitas baik mengenai program. Terlaksananya pembelajaran secara efektif dan efisien dengan dibuktikan oleh prestasi yang dicapai dan pemanfaatan input pendidikan yang ada e. Pelaksanaan supervisi klinis oleh kepala sekolah j. berisi hasil evaluasi dan dilakukan sekurangkurangnya setiap akhir semester. Penggalangan partisipasi masyarakat (pemberdayaan komite sekolah) k. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi oleh sekolah tentang kinerja sekolah i. dan model lain yang pada dasarnya mengembangkan aspek-aspek manajemen untuk pengembangan standarstandar pendidikan n. Pengembangan struktur dan keorganisasian sekolah sesuai dengan kebutuhan sekolah d. baik untuk jangka pendek. PDCA.sekolah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan. Implementasi MBS mengenai kemandirian/otonomi sekolah. non akademik atau manajemen sekolah lainnya. Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. Tersedianya kelengkapan administrasi sekolah sesuai dengan kebutuhan dan memenuhi standar e-goverment yang efisien dan efektif 17 . Terdapat dokumen rencana pengembangan sekolah (RPS) tiap tahun. Implementasi model-model manajemen: POAC. menengah maupun panjang b. baik untuk jangka pendek. Terdapat struktur dan keorganisasian sekolah sesuai dengan kebutuhan sekolah beserta tupoksi dan pedoman-pedoman kerjanya d. baik menyangkut bidang akademik. Melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efisien e. dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Melaksanakan dan membuat pelaporan-pelaporan kepada berbagai pihak yang relevan. termasuk memberikan sanksi atas pelanggaran yang ditemukannya. menengah maupun panjang b. fleksibilitas. Pengembangan atau pembuatan rencana pengembangan sekolah (RPS) tiap tahun. keuangan. Mendukung pengembangan perangkat penilaian f.Pembinaan SMP) h. Membuat atau menciptakan jaringan kerja yang efektif dan efisien baik secara vertikal dan horisontal m. akuntabilitas. Pengembangan pendayagunaan SDM sekolah dengan cara membuat dan pembagian tugas-tugas secara jelas c. Setiap pihak yang menerima laporan wajib menindak lanjuti laporan tersebut untuk meningkatkan mutu dan kesehatan satuan pendidikan. partisipasi/kerjasama. transparansi.

dan biaya personal. Biaya personal meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan. dan modal kerja tetap. Biaya investasi termasuk untuk biaya penyediaan sarpras. biaya operasi. khususnya untuk penggalangan dana pendidikan 18 . pajak. seperti misalnya: a. melakukan partisipasi/kerjasama dengan masyarakat dan lainnya. Pengembangan jalinan kerja dengan penyandang dana. maka sekolah dapat mengembangkan program atau kegiatan yang didasarkan atas musyawarah dan mufakat serta persetujuan dari stakeholder (termasuk Komite Sekolah) serta sesuai dengan koridor peraturan perundangan yang berlaku. Mengimplementasikan MBS dengan indikator pencapaian sekolah/manajemen mampu: mandiri/otonom. Dalam upaya membantu memenuhi dan mencapai standar biaya pendidikan yang memadai. non akademik atau manajemen sekolah lainnya. transparan. Terselenggaranya penggalangan partisipasi masyarakat (pemberdayaan komite sekolah) secara optimal dalam berbagai bentuk/bidang i. jasa telekomunikasi. Terciptanya jaringan kerja yang efektif dan efisien baik secara vertikal dan horisontal k. Penciptaan usaha-usaha di sekolah atau di luar sekolah sebagai Income Generating Activities d. asuransi. transportasi. dan biaya operasi pendidikan tak langsung seperti daya. baik menyangkut bidang akademik. dan lain sebagainya. bahan atau peralatan pendidikan habis pakai. air. 7. konsumsi. hasil-hasil program serta lainnya oleh pihak manajemen sekolah g. Biaya operasi satuan pendidikan meliputi: gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji. program-program dan pengelolaan yang fleksibilitas. Pembiayaan pendidikan terdiri dari biaya investasi. pengembangan SDM. Terdapat jaringan informasi akademik di internal maupun eksternal sekolah (SIM) j. Pengembangan Standar Pembiayaan Pendidikan Seperti dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP bahwa standar pembiayaan mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan. baik donatur tetap maupun tidak tetap b. uang lembur. Terdapat dokumen laporan kepada berbagai pihak yang relevan.f. Pendayagunaan potensi sekolah dan lingkungan yang menghasilkan keuntungan ekonomik e. Sedangkan yang dimaksudkan dengan biaya operasi satuan pendidikan adalah bagian dari dana pendidikan yang diperlukan untuk membiayai kegiatan operasi satuan pendidikan agar dapat berlangsungnya kegiatan pendidikan yang sesuai standar nasional pendidikan secara teratur dan berkelanjutan. akuntabel. Kepemimpinan kepala sekolah mampu melaksanakan ciri-ciri sebagai leader yang tangguh h. Terdapat sistem pengelolaan dalam Income Generating Activities atau unit-unit produksi/usaha di sekolah maupun kerjasama dengan pihak lain untuk menggalang partisipasi masyarakat secara profesional. Menjalin kerjasama dengan alumni. Penggalangan dana dari berbagai sumber termasuk dari sponsor c. pemeliharaan sarana dan prasarana. dan m. Terdapat berbagai model pengembangan pengelolaan sekolah l. keuangan. dan terdapat kontinyuitas baik mengenai program.

serta kelompok mata pelajaran jasmani. dan kesehatan dilakukan melalui: pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta didik. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. toko. Ujian nasional merupakan penilaian bersifat nasional atas pencapaian standar kompetensi lulusan oleh peserta didik hasilnya dapat dibandingkan baik antar satuan pendidikan. olah raga. dan kesehatan . dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. ulangan. dan kemajuan hasil belajar. ulangan. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi diukur melalui ujian. prosedur. dan akhlak mulia dan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui: pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. memperbaiki proses pembelajaran. dan kesehatan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kelulusan peserta didik dari penilaian akhir satuan pendidikan. dan akhlak mulia. dll) c. Penilaian hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik secara berkesinambungan untuk memantau proses. Pengembangan Standar Penilaian Pendidikan Dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP bahwa standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. kelompok mata pelajaran estetika. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. dan instrumen penilaian prestasi belajar peserta didik. pada kelompok mata pelajaran keimanan. serta ujian. penugasan. Tertdapat usaha nyata sekolah dalam hal IGA atau unit produksi sekolah (koperasi. dan ujian. Dan sebagainya Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi yang dinilai. Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dilakukan penilaian akhir pada setiap satuan pendidikan untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran keimanan. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Untuk mengikuti ujian akhir satuan pendidikan. dan menentukan kelulusan peserta didik. 19 . baik tetap maupun ridak tetap dan terdapat pemasukan dana b. ketakwaan. ulangan. kantin. kemampuan. dan akhlak mulia.f. olah raga. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran keimanan. Penilaian akhir mempertimbangkan hasil penilaian peserta didik sejak awal hingga akhir masa studi. Terjalin kerjasama dengan penyandang dana. peserta didik harus mendapatkan nilai yang sama atau lebih besar dari nilai batas ambang kompetensi yang dirumuskan oleh BSNP. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani. ketakwaan. ketakwaan. Ujian akhir dilakukan untuk semua mata pelajaran kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menentukan kelulusan peserta didik. dan kelompok mata pelajaran jasmani. kelompok mata pelajaran estetika. Penilaian digunakan untuk: menilai pencapaian kompetensi peserta didik. bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. Terdapat jalinan kerjasama dengan alumni dalam penggalangan dana 8. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik. olah raga.

Pengembangan perangkat model-model penilaian pembelajaran b. Standar kompetensi pada mata pelajaran yang diujikan dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. Penilaian kompetensi peserta didik pada Ujian Nasional dilakukan secara obyektif. dan akuntabel. lulus ujian akhir kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan. Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditetapkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan sesuai dengan kriteria yang dikembangkan dan ditetapkan oleh BSNP. ulangan tengah semester. berkeadilan. dan kelompok mata pelajaran jasmani. Pada jenjang SMP. memperoleh nilai minimal baik pada evaluasi akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran keimanan. Hasil Ujian Nasional digunakan sebagai : salah satu instrumen dalam pemetaan mutu satuan pendidikan dan/atau program pendidikan. maupun antar waktu. dan digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan oleh peserta didik. Peserta didik dinyatakan lulus setelah: menyelesaikan seluruh program pembelajaran. Bahasa Inggris. Pengembangan pedoman-pedoman evaluasi sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau BSNP e. Rata-rata tahunan hasil Ujian Nasional yang diperoleh program pendidikan dan/atau satuan pendidikan dipertimbangkan dalam akreditasi satuan pendidikan dan/atau program pendidikan. dan lulus Ujian Nasional. BSNP menyelenggarakan Ujian Nasional yang diikuti peserta didik untuk mengukur kompetensi peserta didik dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Matematika. Oleh karena itu perlu mengembangkan. Setiap peserta didik berhak mengikuti Ujian Nasional dan berhak mengulanginya sepanjang belum dinyatakan lulus dari satuan pendidikan. dan sejenisnya dalam upaya peningkatan standar nilai atau ketuntasan kompetensi 20 . dan satuan pendidikan. dan akhlak mulia. Pemerintah Kabupaten/Kota. Peserta ujian nasional memperoleh Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional yang selanjutnya disebut SKHUN yang diterbitkan oleh satuan pendidikan penyelenggara Ujian Nasional. Ujian Nasional diadakan sekurang-kurangnya satu kali dan sebanyak-banyaknya dua kali dalam satu tahun pelajaran. Implementasi model evaluasi pembelajaran: ulangan harian. meningkatkan dan melaksanakan beberapa program dan kegiatan penilaian seperti misalnya: a. dan/atau program pendidikan. Soal pada Ujian Nasional mewakili seluruh cakupan materi yang ada pada standar kompetensi lulusan dari mata pelajaran yang diujikan. Peserta didik pendidikan informal dapat mengikuti ujian nasional setelah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh BSNP. bahan pertimbangan dalam menentukan kelulusan peserta didik dari program pendidikan dan/atau satuan pendidikan. ulangan akhir semester.antara daerah. olah raga. dll c. dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Setiap peserta didik wajib mengikuti satu kali Ujian Nasional tanpa dipungut biaya. uji coba. Pemerintah Provinsi. Kriteria kelulusan ujian nasional dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. BSNP bekerja sama dengan LPMP. ulangan kenaikan kelas. dan kesehatan . Dalam teknis pelaksanaan Ujian Nasional di tingkat provinsi. kelompok mata pelajaran estetika. satuan pendidikan. Pengembangan lomba-lomba. salah satu dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya. ketakwaan. Jadual pelaksanaan Ujian Nasional ditetapkan oleh Menteri. Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia. Pengembangan instrumen atau perangkat soal-soal untuk berbagai model evaluasi d.

f. Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk melaksanakan penilaian dalam rangka pengembangan perangkat penilaian sampai dengan analisa dan pelaporan hasil belajar peserta didik, dan g. Melaksanakan kerjasama dengan pihak lain untuk melaksanakan tes atau uji coba prestasi peserta didik secara periodik Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. Terdapat perangkat penilaian berbagai ragam untuk semua mapel semua jenjang kelas/tingka b. Terselenggara berbagai model evaluasi: ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, dll c. Terdapat dokumen pengembangan bank soal, dan d. Terdapat berbagai macam lomba, uji coba, dan jenis lainnya untuk peningkatan prestasi peserta didik. Dari berbagai program pengembangan tersebut selanjutnya dapat dibuat kerangka kerja/program dan target yang diinginkan dengan berbagai strategi pelaksanaannya sebagai berikut: Program Dan Hasil Yang Diharapkan
Isi (Kurikulum) Proses Kelulusan Pengelolaan Pembiayaan Pendidik & Tnaga Kependidikan Prasarana dan Sarana Penilaian Lainnya

N o

1 2 3 5

5

Mengimplementa sikan MBS Mengembangkan Inovasi Pembelajaran Menciptakan Komunitas Belajar Mengembangkan Profesionalitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan Menggalang Partisipasi Masyarakat

Strategi

• •

• • •

• • •

• • •

• •

• •

21

KETERANGAN:  Dengan strategi implementasi MBS di sekolah dapat dilaksanakan program-program yang relevan dengan pengembangan kurikulum atau kurikulum satuan pendidikan yang akan dilaksanakan, inovasi proses pembelajaran, pencapaian kompetensi lulusan yang makin meningkat, pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan, pengembangan prasarana dan sarana, pengembangan pengelolaan pendidikan di sekolah, pencapaian pembiayaan pendidikan di sekolah yang proporsional, pengembangan sistem penilaian, dan program lain yang sesuai dengan kebutuhan serta kondisi lingkungan sekolah/masyarakat. Dengan strategi pengembangan inovasi pembelajaran di sekolah dapat dilaksanakan program-program yang relevan dengan pengembangan dan penerapan berbagai model proses pembelajaran terutama penerapan CTL di sekolah, pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan yang mampu menerapkan CTL, pengembangan prasarana dan sarana pendukung pelaksanaan CTL, pengembangan pengelolaan pendidikan di sekolah yang mengakomodasi pelaksanaan pembelajaran CTL, pengembangan sistem penilaian yang didasarkan atas penerapan pembelajaran CTL, dan program lain yang sesuai dengan kebutuhan serta kondisi lingkungan sekolah. Dengan strategi penciptaan komunitas belajar yang kondusif di sekolah dapat dilaksanakan program-program yang mengarah kepada budaya pengembangan kurikulum yang kontekstual oleh pendidik, budaya inovatif pendidik dalam pengembangan pendekatan proses pembelajaran yang kontekstual, pengembangan dan pengkondisian peserta didik yang mengarah kepada kompetisi untuk mencapai kompetensi yang tinggi, penciptaan budaya dan pengembangan kompetensi (profesionalitas, pedagogik, kepribadian, sosiologis) pendidik dan tenaga kependidikan, penciptaan peluang atau keslimaan dan pendayagunaan secara optimal prasarana dan sarana serta potensi sumber daya sekolah lainnya, penciptaan dan pengembangan pengelolaan sekolah yang kontekstual dengan kebutuhan sekolah serta penciptaan budaya entrepreneurship di lingkungan sekolah. Dengan strategi pengembangan perofesionalitas pendidik dan tenaga kependidikan , dapat dilaksanakan program-program yang relevan seperti: peningkatan kemampuan pendidik dan tenaga kependidikan agar mampu mengembangkan kurikulum atau kurikulum satuan pendidikan, melakukan inovasi proses pembelajaran, mengembangkan prasarana dan sarana pendidikan, mengembangkan model/sistem pengelolaan pendidikan di sekolah, mengembangkan usaha dan income generating di sekolah, dan mengembangkan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan KBK. Dengan strategi penggalangan partisipasi masyarakat, dapat dilaksanakan programprogram yang relevan seperti: peningkatan kerjasama, kemitraan, dan pengoptimasian potensi sumber daya masyarakat (stakeholder) dan atau komite sekolah untuk membantu mengembangkan kurikulum, proses pembelajaran, tenaga pendidik dan kependidikan, sarpras, pengelolaan sekolah, pembiayaan pendidikan, dan bahkan dalam pelaksanaan pengembangan penilaian peserta didik. 22

D. Proses Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) Dalam penyusunan RPS harus menerapkan prinsip-prinsip: memperbaiki prestasi belajar siswa, membawa perubahan yang lebih baik (peningkatan/ pengembangan), sistematis, terarah, terpadu (saling terkait & sepadan), menyeluruh, tanggap terhadap perubahan, demand driven (berdasarkan kebutuhan), partisipasi, keterwakilan, transparansi, data driven, realistik sesuai dengan hasil analisis SWOT, dan mendasarkan pada hasil review dan evaluasi. 1. Penyusunan dan Pelaksanaan RPS Faktor penting yang harus diperhatikan oleh setiap sekolah adalah konsistensi anatara perencanaan dengan pelaksanaan pengembangan sekolah. Perencanaan sekolah yang baik akan memberikan kontribusi keberhasilan yang besar dalam implementasinya.
Desai Desai n n Implementa Implementa si si Evalua Evalua si si

RPS RPS

RPS RPS

RPS RPS

Cakupan Isi RPS Kualitas RPS

Kepatuhan Implementasi dengan Desain RPS

Kesesuaian Hasil dengan Desain RPS

Sedangkan perencanaan yang kurang baik akan memberikan dampak yang kurang baik pula terhadap impelemntasinya. Oleh karena itu dalam setiap membuat RPS, sekolah harus mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi seperti kondisi lingkungan strategis, kondisi sekolah saat ini, dan harapan masa datang. Alur berfikir dan keterkaitan antara perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sekolah dapat dilihat pada gambar 2.
Gambar 2. Penyusunan dan Pelaksanaan Perencanaan Sekolah Analisis Lingkungan Analisis Lingkungan Strategis Strategis

SituasiPendidikan Pendidikan Situasi saatini ini saat

Kesenjanga n

SituasiPendidikan Pendidikan Situasi yangdiharapkan diharapkan yang

RencanaStrategis Strategis Rencana (5tahun) tahun) (5

Rencana Rencana Operasional Operasional (1 tahun) (1 tahun)
Pelaksanaan Pelaksanaan Program Program Monitoring & Monitoring & Evaluasi Evaluasi

23

tenaga perpustakaan. Dalam hal program. kondisi perpolitikan. pembiayaan dan sumber dana sekolah. Hasil kajian ini dapat dirumuskan dalam ”education profile” pada suatu daerah yang dapat dipergunakan untuk menentukan ”status” atau potret pendidikan di SMP saat ini . media pengajaran. Programprogram dalam Renop lebih detail yang akan dilaksankan dan dicapai dalam satu tahun. sehingga dapat diketahui sejauhmana kesenjangan yang terjadi. laboran. perkembangan globaliasasi. Langkah-langkah penyusunan Renstra dalam RPS: 1) Melakukan analisis lingkungan strategis sekolah Dalam analisis ini pihak sekolah melakukan kajian tentang faktor-faktor eksternal sekolah. baik Renstra maupun Renop harus memperhatikan kebutuhan sekolah. yaitu Rencana Strategis (Renstra) Sekolah dalam jangka menengah (lima tahunan) dan Rencana Operasional (Renop) Sekolah dalam jangka pendek (satu tahunan). peran komite sekolah. manajemen sekolah. Sedangkan Renop merupakan bagian tak terpisahkan dari Renstra. dan sebaginya. dan lebih merupakan penjabaran operasional dari Renstra. Hasil ini selanjutnya akan dibvandingkan dengan kondisi ideal yang diharapkan di masa lima tahun mendatang. kepala sekolah. regulasi/kebijakan pemerintah pusat dan daerah. fasilitas atau sarpras. yang semuanya mengacu kepada SNP. yang dapat mempengaruhi penyelenggaraan pendidikan. 24 . Renstra menggambarkan suatu perencanaan pengembangan sekolah yang menggambarkan tentang program-program sekolah yang akan dilaksanakan dan dicapai selama kurun waktu lima tahun. peserta didik. Analisis ini lebih menitikberatkan kepada analisis situasi pendidikan jenjang SMP pada umumnya di sekitar sekolah yang bersangkutan. Secara lebih rinci dalam pentahapan proses penyusunan RPS adalah sebagai berikut: a. kurikulum. Aspek atau unsur-unsur sekolah yang secara internal dapat dikaji antara lain mengenai kondisi saat ini tentang: PBM. masyarakat serta sesuai dengan RPPP dan RPPN. buku. kelulusan. sedangkan Renop dibuat pada tahun pertama dari lima tahun yang akan dilaksanakan. guru. kondisi ekonomi masyarakat dan nasional. Dengan demikian Renstra dibuat pada awal tahun untuk lima tahun mendatang. dan sebaginya. kondisi geografis lingkungan sekolah. kondisi demografis masyarakat sekitar. Langkah-langkah Penyusunan RPS: Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Operasional (Renop) Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa RPS berisi dua rencana pengembangan pendidikan ditinjau dari jangka waktunya. Baik dalam Renstra maupun Renop semua sumber dana dan alokasi biaya sudah dapat diprediksi sebelumnya.2. 2) Melakukan analisis situasi pendidikan sekolah saat ini Adalah suatu analisis atau kajian yang dilakukan oleh sekolah untuk mengetahui semua unsur sekolah yang akan dan telah mempengaruhi penyelenggaraan pendidikan dan hasil-hasilnya. Berbagai faktor tersebut diantaranya adalah kondisi sosial masyarakat. perkembangan IPTEK. baik menyangkut fisik maupun non fisik. sistem penilaian/evaluasi. tenaga TU. Hasil kajian ini dapat dipergunakan untuk menentukan visi sekolah. Program-program tersebut lebih bersifat garis besar. kondisi keamanan lingkungan.

maka selanjutnya sekolah dapat menentukan kesenjangan yang terjadi antara keduanya. sebaliknya banyak tenaga kerja Indonesia di luar negeri (3) era informasi yang menyebabkan siswa dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber sehingga guru dan sekolah bukan lagi satu-satunya sumber informasi. yaitu mampu mencapai SNP. standar pembiayaan. sehingga apa yang diharapkan sekolah secara ideal dapat dicapai. standar PBM. dan sebagainya. 4) Menentukan kesenjangan antara situasi pendidikan sekolah saat ini dan yang diharapkan 5 tahun kedepan Berdasarkan pada hasil analisis sekolah saat ini dan analisis kondisi sekolah yang idieal lima tahun mendatang (langkah 2 dan 3). Hasil analisis ini selanjutnya akan dipergunakan untuk membandingkan dengan kondisi sekolah saat ini (poin 2). kesenjangan tersebut merupakan selisih antara kondisi nyata sekarang dengan kondisi idealnya. Hal itu penting difahami untuk menghindari terjadinya kekeliruan bahwa sekolah “bebas” menentukan 25 . khususnya mereka yang memiliki cara pandang yang visioner. (7) di era AFTA juga sangat mungkin terjadi pembukaan “cabang” sekolah luar negeri di kota besar di Indonesia.3) Melakukan analisis situasi pendidikan sekolah yang diharapkan 5 tahun kedepan Sekolah melakukan suatu kajian atau penelaahan tentang cita-cita potret pendidikan di SMP yang ideal di masa datang (khususnya dalam lima tahun mendatang). (6) di era AFTA yang sebentar lagi dimulai bahasa Inggris akan sangat penting untuk sarana komunikasi di dunia kerja. Dalam menentukan visi tersebut. sekolah harus memperhatikan perkembangan dan tantangan masa depan. (5) kesadaran orangtua akan pentingnya pendidikan yang baik bagi anaknya ternyata paralel dengan persaingan antar sekolah untuk menggaet anak yang pandai dengan orangtua yang penuh perhatian. Kesenjangan itulah merupakan sasaran yang harus dicapai atau diatasi. Imajinasi ke depan seperti itu akan selalu diwarnai oleh peluang dan tantangan yang diyakini akan terjadi di masa datang. feasible. sehingga prinsip multiple intelegence menjadi salah satu harapan. sehingga akan banyak tenaga kerja asing di Indonesia. Dengan kata lain. Dalam analisis ini melibatkan semua stakeholder sekolah. sehingga sekolah yang mutunya jelek akan ditinggalkan mereka. sehingga dapat menentukan kondisi sekolah yang benarbenar ideal tetapi terukur. standar pengelolaan. (2) era global akan menyebabkan lalu lintas tenaga kerja sangat mudah. sehingga sekolah diharapkan berperan menanamkan akhlaq kepada siswa. (5) era global tampaknya juga berpengaruh terhadap perilaku dan moral manusia. standar fasilitas. standar pendidik dan tenaga kependidikan. dan standar penilaian. yaitu tercapainya standar kurikulum sekolah. antara lain: (1) perkembangan iptek begitu cepat akan berpengaruh pada semua aspek kehidupan termasuk teknologi pendidikan. dan rasional. Namun demikian visi sekolah harus tetap berada dalam koridor kebijakan pendidikan nasional. Berikut itu beberapa contoh perkembangan ke depan yang perlu diperhatikan. Diharapkan apa yang menjadi idealisme dalam lima tahun mendatang merupakan ”education profile yang ideal”. standar kelulusan. serta (8) masyarakat semakin faham bahwa pendidikan bukan hanya untuk hal-hal yang bersifat kognitif. Artinya visi suatu sekolah harus mengacu kepada kebijakan umum pendidian yang tekah ditetapkan secara nasional. 5) Merumuskan visi Visi adalah imajinasi moral yang menggambarkan profil sekolah yang diinginkan di masa datang.

misi dan tujuan baku terkait dengan jangka panjang. pembiayaan. visi yang dirumuskan dengan kalimat filosofis perlu diberikan indikatornya. misi adalah bentuk layanan untuk memenuhi tuntutan yang dituangkan dalam visi dengan berbagai indikatornya. Isi tujuan jangka menengah ini masih bersifat global dan komprehensif. baik isi yang mengarah pada pencapaian standar isi. misi dan tujuan baku SMP yang telah ditetapkan. Rumusan visi yang baik seharusnya memberikan isyarat: a. Indikator sebaiknya mencakup segala aspek pokok yang diimajinasikan. Visi pada umumnya dirumuskan dengan kalimat yang filosofis. e. kelulusan. dan rancangan tindakan yang dijadikan arahan untuk mewujudkan visi. Juga harus dipertimbangkan apa potensi yang dimiliki sekolah untuk mewujudkan harapan tersebut. mudah diingat dan terkait dengan istilah tertentu. f. bahkan seringkali mirip sebuah slogan. 7) Merumuskan tujuan sekolah selama lima (5) tahun ke depan Bertolak dari visi dan misi yang telah dikembangkan oleh sekolah. Sering pula dirumuskan dalam bentuk kalimat yang khas. Mampu menjadi dasar dan mendorong terjadinya perubahan dan pengembangan sekolah ke arah yang lebih baik. pendidik. yang sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing. b. Oleh karena itu sekolah lain dianjurkan merumuskan visinya sendiri. Sebagaimana disebut terdahulu. Artinya jenis dan mutu layanan pendidikan seperti apa yang diharapkan oleh orangtua dan masyarakat sekitar sekolah. Mencerminkan standar keunggulan dan cita-cita yang ingin dicapai. semangat dan komitmen warga. d. Di samping itu visi sekolah juga harus mempertimbangkan potensi yang dimiliki sekolah dan harapan masyarakat di sekitar sekolah. Jika visi. selanjutnya sekolah merumuskan tujuan jangka menengah (5 tahun). apa indikator sekolah yang “unggul dalam prestasi berdasarkan iman dan taqwa” tersebut. Misalnya. dan berdasarkan tujuan baku SMP yang tertera dalam Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional maupun Peraturan Pemerintah sebagai pedoman pelaksanaannya. Dengan demikian tujuan jangka menengah (5 tahun) pada dasarnya merupakan tahapan atau langkah untuk mewujudkan visi. maka tujuan 5 tahun dikaitkan dengan jangka menengah. Berorientasi ke masa depan. Visi dan disertai indikator tersebut hanyalah bahan banding dan hanya cocok dengan sekolah yang bersangkutan. Rumusan misi selalu dalam bentuk kalimat yang menunjukkan “tindakan” dan bukan kalimat yang menunjukkan “keadaan” sebagaimana pada rumusan visi. kewajiban. Mencerminkan dorongan yang kuat akan tumbuhnya inspirasi. Dengan kata lain. Menunjukkan keyakinan masa depan yang jauh lebih baik. Jadi misi merupakan penjabaran visi dalam bentuk rumusan tugas. Dalam hal ini. maupun penilaian karena untuk kepentingan jangka 26 . satu indikator misi dapat dirumuskan lebih dari satu rumusan misi. sarana. proses. pengelolaan. 6) Merumuskan misi sekolah Misi adalah tindakan atau upaya untuk mewujudkan visi. Menjadi dasar perumusan misi dan tujuan sekolah. sesuai dengan norma dan harapan masyarakat. Antara indikator visi dengan sumusan misi harus ada keterkaitan atau terdapat benang merahnya secara jelas. untuk jangka waktu yang lama. c.visinya dan tidak terkait dengan kebijakan pihak lain.

8) Merumuskan program-program strategis untuk mencapai tujuan jangka menengah (5 tahun) Rumusan yang dibuat oleh sekolah tentang program-program 5 tahunan ini bersifat strategis. Untuk selanjutnya program ini akan dijabarkan lebih kongkret dan terukur secara operasional nanti ke program dalam Rencana Operasional (Renop). 11) Menentukan rencana biaya (alokasi dana) Selanjutnya sekolah merencanakan alokasi anggaran biaya untuk kepentingan lima tahun. belum spesifik/operasional. Program di sini belum operasional. dan tepat. maka seandainya terjadi perubahan besarnya biaya dan asal sumber dana juga tidak 27 . urgen. misalnya dana dari rutin atau daerah. 10) Menentukan milestone (output apa dan kapan dicapainya) Berdasarkan pada tujuan.menengah (5 tahun). maka selanjutnya dapat dirumuskan tentang apa-apa saja yang akan dihasilkan (sebagai output). Karakteristik strategi adalah yang sesuai dengan tuntutan program. bentuk hasil yang akan dicapai sarana pendidikan apa saja dalam jangka lima tahun bisa terwujud. Dalam membuat rencana anggaran ini dari setiap besarnya alokasi dana harus dimasukkan asal semua sumber dana. baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif dan dalam waktu kapan akan dicapai (satu tahun. Dan dalam batas waktu atau tahun tertentu baru menyusut besarnya biaya. atau sebaliknya. Program strategis ini harus sesuai dengan rumusan tujuan 5 tahunan yang telah ditetapkan. Artinya. Oleh karena itu dalam perumusan strategi ini harus mempertimbangkan keterlibatan pihak lain terkait dan kemampuan sekolah itu sendiri. selanjutnya adalah menetukan strategi apa yang harus dijalankan untuk melaksanakan program tersebut secara efisien. demikian pula sebaliknya. hanya garis besarnya saja. Rencana biaya tersebut dapat dirumuskan per tahunnya. Misalnya untuk pencapaian program pengembangan standar kurikulum dimungkinkan berbeda strateginya dengan strategi untuk mencapai standar prasarana atau fasilitas pendidikan. suatu program makin lama makin banyak biayanya. program yang dirumuskan merupakan penjabaran isi dari tujuan yang akan dicapai selama kurun waktu lima tahun. RPPP. jitu. Dengan kata lain. Untuk membantu keakuratan dalam rancangan biaya pertahunnya. Masing-masing aspek yang dikembangkan dalam tujuan jangka menengah (5 tahun) masih dirumuskan secara umum. Misalnya dari program pencapaian SNP tentang standar sarana dan prasarana pendidikan. program dan strategi pencapaiannya di atas. Strategi yang salah akan menyebabkan tidak tercapainya program. efektif. Semua ini sangat tergantung dari kemampuan sekolah dan daerah masing-masing. dari pusat. sehingga dalam waktu lima tahun akan diketahui jumlah biaya yang diperlukan dan dari sumber biaya mana saja. ketiga. atau dari seumber dana lainnya. Ada kemungkinan suatu program biayanya makin lama makin berkurang karena telah terpenuhi sebelumnya. dst). Demikian pula untuk hasil-hasil yang akan dicapai dari SNP lainnya. sehingga perkiraan sumber dana dapat diprediksi dengan tepat. Karena Renstra sifatnya global. dari komite sekolah. Tidak menutup kemungkinan dari sumber dana lain yang saat menyusun belum tahu asal muasalnya. maka rencana biaya untuk tahun pertama dapat dipergunakan sebagai dasar dalam menentukan biaya di tahun kedua. dua tahun atau 10 tahun. masih bersifat yang utama. dan RPPN. pokok. Oleh karena itu penting bagi setiap sekolah untuk mengetahui RPPK. dan kelima. 9) Menentukan strategi pelaksanaan Setelah program dirumuskan. dan komprehensif.

untuk selanjutnya berdasarkan Renstra tersebut kemudian disusun Rencana Operasional Tahunan. Yang paling utama justru sekolah juga harus melakukan pemantauan dan supervisi sendiri untuk mengetahui posisi sekolahnya. dan harus dirumuskan evaluasi kinerja sekolah oleh tim. Tanpa adanya langkah ini sekolah akan cenderung berjalan tanpa ada kejelasan dan kepastian.masalah. ketiga. Demikian langkah-langkah dalam proses penyusunan Renstra. yang baru adalah Renopnya. Sebab Renstra hanya dibuat sekali saat awal tahun pertama saja atau dengan kata lain Renstra tidak boleh tiap tahun berubah. Pada akhirnya sekolah akan mengetahui kapan suatu target SNP akan dicapai dengan pasti. Contoh format Renstra dapat dilihat pada lampiran. Dengan penyusunan rencana anggaran yang baik dalam Renstra ini. Oleh siapa dan kapan dilaksanakan harus dirumuskan secara jelas selama kurun waktu lima tahun. dirumuskan monitoring tiap kegiatan sekolah oleh tim. penyusunan Renstra dapat dilihat pada gambar 3. Pemantauan pihak luar dilakukan kepada sekolah bukan ditentukan oleh sekolah. akan sangat membantu sekolah dalam merumuskan strategi ke depan khususnya dalam pencapaian anggaran pendidikan (RAPBS). monitoring internal. sekolah dapat memperbaiki kelemahan proses dan dapat mengetahui keberhasilan atau kegagalan tujuan. Perubahan tersebut akan nampak ketika sekolah menyusun Renop pada tahun kedua. dan evaluasi internal sekolahnya oleh kepala sekolah dan tim yang dibentuk sekolah. Secara skematis. dan kelima. Dengan demikian. Harus dirumuskan rencana supervisi yang akan dilakukan sekolah ke semua unsur sekolah. 12) Membuat rencana pemantauan dan evaluasi Sekolah merumuskan tentang rencana supervisi. Lingkunga n Strategis Kondisi saat ini Kesenjang an kondisi Misi 1 Tujuan 1 Program 1 Strategi Pelaksanaan Misi 2 Tujuan 2 Program 2 Harapan 5 th yad Lingkunga n Strategis VISI Misi n Tujuan n Program n Rencana Biaya Tonggak-tonggak Kunci Keberhasilan (milestone) Monitoring & Evaluasi Gambar 3 Langkah-langkah Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Lima (5) Tahun 28 .

dan pembimbingan oleh berbagai pihak yang berkepentingan dengan sekolah. Sehingga antara Renstra dan Renop harus terkait dan ada benang merahnya.Dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) b. sumber dana) 12) Menyusun rencana pelaksanaan program 13) Menyusun rencana pemantauan dan evaluasi 14) Membuat jadwal pelaksanaan program 15) Menentukan penanggungjawab program/kegiatan Adapun yang menjadi ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan ketika menyusun Renop sekolah adalah: 1) Menggunakan strategi analisis swot 2) Analisis swot dilakukan setiap tahun 3) Renop merupakan pemjabaran dari renstra 4) Program yang direncanakan lebih operasional 5) Ada benang merah antara tujuan lima tahunan dan sasaran (tujuan) satu tahunan 6) Rencana dan program sekolah harus memperhatikan hasil analisis SWOT 7) Penulisan Renop juga mengacu pada buku MBS-2 Secara skematis dalam menyusun Renop sekolah dapat dilihat pada gambar 5. Adapun langkah-langkah penyusunan Renop adalah sebagai berikut: 1) Melakukan analisis lingkungan operasional sekolah 2) Melakukan analisis pendidikan sekolah saat ini 3) Melakukan analisis pendidikan sekolah 1 tahun kedepan (yang diharapkan) 4) Merumuskan kesenjangan antara pendidikan sekolah saat ini dan satu (1) tahun kedepan 5) Merumuskan tujuan tahunan/tujuan jangka pendek (sasaran) 6) Mengidentifikasi urusan-urusan sekolah yang perlu dilibatkan untuk mencapai setiap sasaran dan yang masih perlu diteliti tingkat kesiapannya 7) Melakukan analisis SWOT (mengenali tingkat kesiapan masing-masing urusan sekolah melalui analisis SWOT) 8) Menyusun langkah-langkah pemecahan persoalan. Langkah-langkah Penyusunan Renop dalam RPS: Renop disusun berdasarkan Renstra. 9) Menyusun rencana program sekolah 10) Menentukan milestone (output apa & kapan dicapai) 11) Menyusun rencana biaya (besar dana. Renstra dan Renop inilah yang selanjutnya akan dipergunakan sebagai dasar untuk melakukan monitoring dan evaluasi. 29 . pembinaan. dan tidak boleh menyimpang dari Renstra. alokasi. yaitu mengubah ketidaksiapan menjadi kesiapan urusan sekolah.

potensi ekonomi masyarakat sekitar sekolah. potensi daerah. potensi masyarakat sekitar. Hasil kajian ini (baik yang bersifat kuantitas maupun kualitas) dapat dipergunakan untuk membantu melakukan analisis pendidikan yang ada di sekolah saat sekarang ini. Perbedaannya adalah untuk analisis ini lebih menitikberatkan kepada lingkungan sekolah saja yang cakupannya lebih sempit dan berpengaruh langsung kepada operasional sekolah. 30 . Yaitu menganalisis terhadap kebutuhan masyarakat/daerah setlima. Identifikasi fungsifungsi untuk mencapai sasaran Kondisi yang ideal diharapkan satu thn ke depan Kesenjangan atau gap antara kondisi sekolah sekarang dengan idealnya satu thn kedepan Analisis SWOT setiap fungsi dan faktor-faktornya Alternatif langkah-langkah pemecahan persoalan Kondisi sekolah saat ini (saat sekarang) Rencana.. dan potensi lainnya.. Termasuk di dalamnya juga tentang regulasi atau kebijakan daerah dan peta perpolitikan daerah setlima. potensi sekolah. program dan anggaran untuk masing-masing sasaran situasi operasional lingkungan sekolah Merencanakan supervisi dan monev Menentukan jadwal kegiatan Menentukan penanggungjawab Gambar 5 Langkah-langkah Penyusunan Rencana Operasional (Renop) Sekolah Satu Tahunan Dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) Secara lebih rinci penyusunan Renop tersebut adalah sebagai berikut: 1) Melakukan analisis lingkungan operasional sekolah Langkah ini pada prinsipnya adalah sama dengan analisis lingkungan strategis di atas. ……….situasi operasional lingkungan sekolah Sasaran 1 Sasaran 2 Sasaran 3 ………. potensi geografis sekitar sekolah.

kelulusan. Rumusan tujuan satu tahunan ini merupakan penjabaran lebih rinci. standar kelulusan. Dalam analisis ini melibatkan semua stakeholder sekolah. sehingga apa yang diharapkan sekolah secara ideal dapat dicapai.2) Melakukan analisis pendidikan sekolah saat ini Adalah suatu analisis atau kajian yang dilakukan oleh sekolah untuk mengetahui semua unsur internal sekolah yang akan dan telah mempengaruhi penyelenggaraan pendidikan dan hasil-hasilnya. standar fasilitas. Dengan kata lain. Hasil kajian ini dapat dirumuskan dalam ”school profile” sekolahnya yang dapat dipergunakan untuk menentukan ”status” atau potret sekolah saat ini . dan sebaginya. yaitu tercapainya standar kurikulum sekolah. media pengajaran. standar pendidik dan tenaga kependidikan. proses. Hasil ini selanjutnya akan dibandingkan dengan kondisi ideal yang diharapkan di masa satu tahun mendatang. dan degree). Kesenjangan itulah merupakan sasaran yang harus dicapai atau diatasi dalam waktu satu tahun. 4) Menentukan kesenjangan antara situasi sekolah saat ini dan yang diharapkan satu (1) tahun kedepan Dalam menentukan kesenjangan ini pada dasarnya sama ketika menyusun renstra. standar pendidik dan tenaga kependidikan. tenaga perpustakaan. standar fasilitas. sarana. dan rasional. buku. Berdasarkan pada hasil analisis sekolah saat ini dan analisis kondisi sekolah yang idieal satu tahun mendatang (langkah 2 dan 3). dan standar penilaian. condition. Aspek atau unsur-unsur sekolah yang secara internal dapat dikaji antara lain mengenai kondisi saat ini tentang: PBM. peserta didik. tujuan disini tidak boleh berbeda atau menyimpang dari tujuan lima tahunan. standar pembiayaan. peran komite sekolah. yaitu pada pencapaian standar isi. tenaga TU. standar pengelolaan. Hasil analisis ini selanjutnya akan dipergunakan untuk membandingkan dengan kondisi sekolah saat ini (poin 2). kesenjangan tersebut merupakan selisih antara kondisi nyata sekarang dengan kondisi idealnya satu tahun ke depan. Khususnya kesenjangan tentang aspek-aspek dalam SNP. Diharapkan apa yang menjadi idealisme dalam satu tahun mendatang merupakan ”school profile yang ideal”. standar kelulusan. laboran. sistem penilaian/evaluasi. sehingga dapat menentukan kondisi sekolah yang benar-benar ideal tetapi terukur. standar PBM. yaitu mampu mencapai SNP. Sekolah melakukan suatu kajian atau penelaahan tentang cita-cita potret sekolah yang ideal di masa datang (khususnya dalam satu tahun mendatang). 3) Melakukan analisis pendidikan sekolah satu (1) tahun kedepan (yang diharapkan) Pada dasarnya analisis ini sama dengan yang dilakukan untuk analisis sebelumnya di renstra. operasional. guru. Secara substansi tujuan tersebut lebih mentitikberakan kepada tujuan pencapaian SNP. standar PBM. dan terukur dari tujuan lima tahunan dalam renstra. yaitu standar kurikulum sekolah. standar pengelolaan. sehingga dapat diketahui sejauhmana kesenjangan yang terjadi. bedanya disini untuk jangka waktu satu tahun. manajemen sekolah. khususnya mereka yang memiliki cara pandang yang visioner. fasilitas atau sarpras. dan standar penilaian. 5) Merumuskan tujuan sekolah selaman satu (1) tahun ke depan (disebut juga dengan sasaran atau tujuan situasional satu tahun) Sekolah menentukan atau merumuskan sasaran atau tujuan jangka pendek satu tahunan. maka selanjutnya sekolah dapat menentukan kesenjangan yang terjadi antara keduanya. kelulusan atau 31 . kurikulum. standar pembiayaan. Dalam perumusannya harus mengandung aspek ABCD (audience. Analisis ini lebih menitikberatkan kepada analisis situasi pendidikan di sekolah yang bersangkutan. Oleh karena itu. pembiayaan dan sumber dana sekolah. feasible. kepala sekolah. behaviour.

yang berbentuk input misalnya ketenagaan. dan tujuan sekolah sebelum merumuskan sasarannya. pendidik. Langkah ini harus dilakukan sebagai persiapan dalam melakukan analisis SWOT. selanjutnya dilakukan identifikasi fungsi-fungsi atau urusan-urusan sekolah yang diperlukan untuk mencapai sasaran tersebut. misi. maka langkah berikutnya adalah menentukan tingkat kesiapan masing-masing fungsi beserta faktor-faktornya melalui analisis SWOT ( Strength. dan penilaian. Opportunity. Tujuan satu tahun merupakan penjabaran dari tujuan sekolah yang telah dirumuskan berdasarkan pada kesenjangan/selisih/gap yang terjadi antara kondisi sekolah saat ini dengan tujuan sekolah untuk satu tahun ke depan. Untuk itu setiap sekolah harus memiliki visi. Untuk itu. Sasaran harus menggambarkan mutu dan kuantitas yang ingin dicapai dan terukur agar mudah melakukan evaluasi keberhasilannya. Agar lebih mudah. pengelolaan. pembiayaan. perencanaan instruksional. dalam identifikasi fungsi dibedakan fungsi-fungsi pokok yang berbentuk proses. misalnya untuk meningkatkan pencapaian ketuntasan kompetensi lulusan adalah fungsi proses belajar mengajar (PBM) dan pendukung PBM. maka analisis SWOT 32 . Meskipun sasaran dirumuskan berdasarkan tantangan nyata yang dihadapi oleh sekolah. Selain itu terdapat pula fungsi-fungsi yang tidak terkait langsung dengan proses belajar mengajar. diantaranya pengelolaan keuangan dan pengembangan iklim akademik sekolah. maka dapat dipastikan hasil analisis akan menyimpang dan tidak berguna untuk memecahkan persoalan. and Threat ). kesiswaan.prestasi sekolah (akademik dan non akademik). baik faktor yang tergolong internal maupun eksternal agar setiap fungsi memiliki batasan yang jelas dan memudahkan saat melakukan analisis. dan sebagainya serta fungsi-fungsi yang berbentuk pendukung. Setelah fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran telah diidentifikasi. Oleh karena tingkat kesiapan fungsi ditentukan oleh tingkat kesiapan masing-masing faktor yang terlibat pada setiap fungsi. sarana dan prasarana. Weakness. pertandingan. 6) Mengidentifikasi Fungsi-fungsi atau urusan-urusan sekolah untuk dikaji tingkat kesiapannya Setelah sasaran atau tujuan tahunan ditentukan. selanjutnya dirumuskan sasaran mutu yang akan dicapai oleh sekolah. misalnya KBM. Masing-masing aspek yang dikembangkan dalam tiap tujuan dirumuskan harus operasional. latihan. Apabila sekolah keliru dalam menetapkan fungsi-fungsi tersebut atau fungsi tidak sesuai dengan sasarannya. kurikulum. diperlukan kecermatan dan kehati-hatian dalam menentukan fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang ditentukan. Berdasarkan pada tantangan nyata tersebut. Fungsi-fungsi yang dimaksud. misi. 7) Melakukan Analisis SWOT Analisis SWOT dilakukan dengan maksud untuk mengenali tingkat kesiapan setiap fungsi dari keseluruhan fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Pada setiap fungsi ditentukan pula faktor-faktornya. sarana-prasarana. dan tujuan sekolah. anggaran. dan sebagainya. serta hubungan sekolah dan masyarakat. seperti: ketenagaan. namun perumusan sasaran tersebut harus tetap mengacu pada visi.

sangat dimungkinkan suatu sekolah mempunyai langkah pemecahan yang berbeda dengan sekolah lain untuk mengatasi persoalan yang sama. Dengan kata lain. terutama pada pagi dan siang hari menjelang pulang. tidak memenuhi kriteria kesiapan minimal. suasana lingkungan sekolah yang kurang kondusif dan ramai karena berdekatan dengan pusat keramaian kota. disesuaikan dengan kesiapan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya di sekolah tersebut. dinyatakan sebagai kelemahan bagi faktor internal atau ancaman bagi faktor eksternal. kehati-hatian. Untuk menentukan kriteria kesiapan . langkah selanjutnya adalah memilih alternatif langkah-langkah pemecahan persoalan. Dalam melakukan analisis terhadap fungsi dan faktor-faktornya. Format analisis SWOT dapat dilihat pada Tabel 1. agar sasaran dapat tercapai. maka berlaku ketentuan berikut: Untuk tingkat kesiapan yang memadai. diperlukan kecermatan. Setelah diketahui tingkat kesiapan faktor melalui analisis SWOT. artinya. Oleh karena kondisi dan potensi sekolah berbeda-beda antara satu dengan lainnya. yakni tindakan yang diperlukan untuk mengubah fungsi yang tidak siap menjadi fungsi yang siap dan mengoptimalkan fungsi yang dinyatakan siap. perlu dilakukan tindakan-tindakan untuk mengubah fungsi tidak siap menjadi siap. maka sasaran yang telah ditetapkan diduga tidak akan dapat tercapai. yang pada hakekatnya merupakan tindakan mengatasi kelemahan atau ancaman agar menjadi kekuatan atau peluang. Pada fungsi PBM yang menjadi kelemahan adalah siswa kurang disiplin. baik faktor internal maupun eksternal. Oleh karena itu dalam analisis SWOT harus dilakukan pada SETIAP SASARAN. Kelemahan atau ancaman yang dinyatakan pada faktor internal dan faktor eksternal yang memiliki tingkat kesiapan kurang memadai. Disamping itu. Tindakan yang dimaksud disebut langkah-langkah pemecahan persoalan . pengetehuan. dan pengalaman yang cukup agar dapat diperoleh ukuran kesiapan yang tepat. maka alternatif langkah-langkah pemecahan persoalannya pun dapat berbeda. Sedangkan tingkat kesiapan yang kurang memadai. maka dapat diidentifikasi kelemahan dan ancaman yang dihadapi oleh sekolah pada hampir semua fungsi yang diberikan. minimal memenuhi kriteria kesiapan yang diperlukan untuk mencapai sasaran. artinya. Sedangkan yang menjadi ancaman adalah kurang siapnya siswa dalam menerima pelajaran. disebut persoalan . Selama masih adanya fungsi yang tidak siap atau masih ada persoalan. guru kurang mampu memberdayakan siswa dan umumnya tidak banyak variasi dalam memberikan bahan pelajaran di kelas serta waktu yang digunakan kurang efektif. 8) Merumuskan dan Mengidentifikasi Alternatif Langkah-langkah Pemecahan Persoalan Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan untuk sasaran pertama. dinyatakan sebagai kekuatan bagi faktor internal atau peluang bagi faktor eksternal. Oleh karena itu.dilakukan terhadap keseluruhan faktor dalam setiap fungsi tersebut. 33 .

alternative pemecahan masalah pada dasarnya merupakan cara mengatasi fungsi yang belum memenuhi kesiapan. Dengan kata lain. 34 . sekolah mencari alternatif alternatif langkah-langkah memecahkan persoalan.Selanjutnya untuk mengatasi kelemahan atau ancaman tersebut.

c. …………. …………. b. Kepala sekolah sekolah bersama-sama dengan unsur Komite Sekolah. c. Contoh Format Analisis SWOT ANALISIS ‘ SWOT ’ Urusan & A. …………. a. ………. …………. a. siapa yang harus melaksanakan. …………. a. Faktor Eksternal a. ………. ………. Hal itu juga diperlukan untuk memudahkan sekolah dalam menjelaskan dan memperoleh dukungan dari pemerintah maupun orangtua peserta didik. ………. ………. baik secara moral maupun finansial. …………. …………. b. b. ………. a. …………. b. Berdasarkan pada beberapa alternatif pemecahan persoalan yang dihasilkan dari analisis SWOT tersebut. c. …………. 35 . 2. Faktor Internal a. …………. c. c. …………. a. …………. b. menyusun dan merealisasikan rencana dan program-programnya untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. sekolah ‘X’ selanjutnya menyusun program sesuai dengan kemampuan sekolah. masing-masing sekolah dapat menentukan alternatif pemecahan persoalan yang berbeda-beda sesuai potensi yang dimiliki sekolah dan memilih alternatif yang paling menguntungkan serta efisien bagi sekolah. ………. c. ………. Faktor Internal a. …………. …………. c. a. …………. Sekolah yang sukses adalah sekolah yang mampu melaksanakan alternative pemecahan masalah dengan inovatif maksimal dan biaya minimal. b. c. Ketenagaan 1. …………. kapan dan dimana dilaksanakan. b. …………. b. Faktor Eksternal a. c.Tabel 1. …………. b. kegiatan yang harus dilakukan. dan berapa biaya yang diperlukan. B. …………. …………. b. a. b. Kurikulum Faktornya 1. Dan seterusnya Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Tingkat Kesiapan Faktor Tidak Siap Siap Kekuatan (Strength) Peluang (Opportuni ty) Kelemaha n (Weakness ) Ancaman (Threat) a. 2. ………. …………. …………. ………. …………. b. ………. …………. Kekuatan (Strength) Peluang (Opportuni ty) Kelemaha n (Weakness ) Ancaman (Threat) 9) Menyusun Rencana Program Pada bagian sebelumnya telah disebutkan bahwa untuk memecahkan persoalan yang sama. c. Rencana yang dibuat harus menjelaskan secara detail dan lugas tentang aspek-aspek yang ingin dicapai. c. ………. C. Dari alternatif langkah-langkah pemecahan persoalan yang ada. c.

baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif dan dalam waktu kapan akan dicapai dalam waktu satu tahun. Misalnya untuk pembangunan ruang kelas baru. kunjungan. misalnya dana dari rutin atau daerah. bimbingan teknis rutin. dirumuskan monitoring tiap kegiatan sekolah oleh tim. in house training. Sekolah merumuskan tentang rencana supervisi. maka setiap program atau kegiatan harus nampak jelas. dan evaluasi internal sekolahnya oleh kepala sekolah dan tim yang dibentuk sekolah. laboratorium baru. cara. Program-program yang memerlukan bantuan dari pusat harus dialokasikan sumber dana dari pusat dengan sharing dari sekolah dan komite sekolah atau bahkan daerah. Untuk memastikan bahwa dana yang diperlukan benar-benar keluar (terpenuhi). maka sekolah dan daerah memiliki kewajiban yang lebih besar dalam hal pemenuhan unit cost pendidikan anak/siswa. fasilitas. Sangat dimungkinkan suatu program dibiayai dengan subsidi silang dari berbagai pos atau sumber dana. Misalnya dalam lima tahun akan mencapai standar sarana pendidikan 100%. Cara di sini harus disesuaikan dengan tujuan yang akan dicapai pada program tersebut. seminar. pendampingan.10) Menentukan tonggak-tonggak kunci keberhasilan (milestone) Berdasarkan pada tujuan atau sasaran satu tahunan dan program di atas. 13) Menyusun rencana pemantauan dan evaluasi Perumusan di sini pada dasarnya sama dan mengacu kepada renstra khususnya tentang rencana supervisi klinis. Demikian pula untuk hasil-hasil yang akan dicapai dari program-program lainnya. Sedangkan yang berupa program rehab besar dana lebih diprioritaskan dari propinsi. efektif. dan harus dirumuskan evaluasi kinerja sekolah oleh tim. sehingga perkiraan sumber dana dapat diprediksi dengan tepat. pengayaan. alokasi. matrikulasi. Dalam perencanaan pelaksanaan harus mempertimbangkan alokasi waktu. atau dari seumber dana lainnya. monitoring internal. Oleh siapa dan kapan dilaksanakan harus dirumuskan secara jelas selama kurun waktu satu tahun. remedial. maka pada tahun pertama ini akan dicapai 25%-nya. Dalam penyusunan anggaran di RAPBS. lokakarya. Dalam membuat rencana anggaran ini dari setiap besarnya alokasi dana harus dimasukkan asal semua sumber dana. dan rinci untuk memudahkan dalam menentukan besarnya dana yang diperlukan. maka selanjutnya dapat dirumuskan tentang apa-apa saja yang akan dihasilkan (sebagai output). dan evaluasi di sekolah. Dalam penyusunannya harus memperhatikan ketentuan-ketentuan dari masing-masing penyandang dana. sekolah dapat memperbaiki kelemahan proses dan dapat mengetahui 36 . Misalnya dari program pencapaian SNP tentang standar sarana dan prasarana pendidikan. Penyusunan rencana anggaran ini dituangkan ke dalam Rencana Anggaran dan Belanja Sekolah (RAPBS). dari pusat. dan atau strategi yang jitu. efisien. maka setiap sekolah perlu memahami dan mengetahui tentang RPPK. ketersediaan dana. 12) Menyusun rencana pelaksanaan program Perumusan atau penyusunan rencana pelaksanaan program ini lebih mengarah kepada kiat. dan sebagainya. dari komite sekolah. Dengan demikian. terukur. sumber dana) Selanjutnya sekolah merencanakan alokasi anggaran biaya untuk kepentingan satu tahun. 11) Menyusun rencana biaya (besar dana. Beberapa cara yang bisa ditempuh misalnya dengan pelatihan atau workshop. teknik. Sedangkan untuk program yang lebih operasional bisa dari dana blockgrant atau lainnya yang bersifat lebih luwes. dan sebagainya. Pada era otonomi daerah ini. SDM. monitoring. dan RPPN. dan feasibel untuk dilaksanakan. dan sebagainya. bentuk hasil yang akan dicapai sarana pendidikan apa saja dalam jangka satu tahun bisa terwujud. gedung perpustakaan. RPPP. temu alumni. Harus dirumuskan rencana supervisi yang akan dilakukan sekolah ke semua unsur sekolah.

Pemantauan pihak luar dilakukan kepada sekolah bukan ditentukan oleh sekolah. Fungsi utama dengan adanya penjadwalan ini adalah untuk pegangan bagi para pelaksana program dan sekaligus mengontrol pelaksanaan tersebut. Dengan SK Kepala Sekolah. dan sebagainya dapat dilibatkan sesuai dengan kepentingannya. Azas proporsionalitas bisa dipertimbangkan kemudian. kesesuaian. Tanpa adanya langkah ini sekolah akan cenderung berjalan tanpa ada kejelasan dan kepastian. Lebih daripada itu.keberhasilan atau kegagalan tujuan dalam kurun waktu satu tahun tersebut. tokoh masyarakat. 37 . Pertimbangan utamanya adalah profesionalitas. selanjutnya sekolah merencanakan alokasi waktu per mingguan atau bulanan atau triwulanan dan seterusnya sesuai dengan karakteristik program yang bersangkutan. maka bagi tiap orang atau kelompok orang dapat menjadi penanggung jawab atau anggota pelaksana program/kegiatan. dan keslimaan yang ada. Dinas Pendidikan Daerah). Yang paling utama justru sekolah juga harus melakukan pemantauan dan supervisi sendiri untuk mengetahui posisi sekolahnya. kelompok program dan atau keseluruhan program. seperti komite sekolah. 14) Membuat jadwal pelaksanaan program Apabila program-program telah disusun dengan baik dan pasti. Pada prinsipnya Renop ini harus diketahui. disetujui. dan disyahkan oleh berbagai pihak terkait (Sekolah. Komite Sekolah. kewenangan. Pada akhirnya sekolah akan mengetahui program apa yang dapat dicapai dan kapan suatu target SNP akan dicapai dengan pasti. Keterlibatan pihak luar. kesediaan. 15) Menentukan penanggungjawab program/kegiatan Sekolah akhirnya harus menentukan siapa penanggungjawab suatu kegiatan/program. sekolah akan memiliki daya tawar dengan pihak lain ketika berkepentingan untuk meningkatkan kemajuan sekolah. kemampuan.

baik sekolah dalam kelompok rintisan. relevan. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Propinsi dalam upaya pencapaian pendidikan yang efisien. Isi utama yang harus dikembangkan dalam RPS tiap sekolah adalah semua aspek yang mengarah kepada Standar Nasional Pendidikan (SNP) sebagaimana diamanatkan dalam UUSPN maupun PP Nomor 19 Tahun 2005. efektif. Bahkan diharapkan semua sekolah menjadi sekolah yang memenuhi SNP. Pedoman ini juga dapat dipergunakan oleh sekolah. Untuk itu diharapkan adanya masukan yang konstruktif terhadap pedoman ini demi perbaikan dan penyempurnaan sehingga dapat dipakai oleh semua pihak yang terkait seperti Komite Sekolah. 38 . Diharapkan ke depan semua sekolah tidak ada lagi yang masuk kelompok rintisan dan potensial. Pedoman penyusunan ini dipergunakan oleh semua sekolah (SMP) dalam rangka menyelenggarakan pendidikan.BAB IV PENUTUP Pedoman penyusunan RPS ini dikembangkan sebagai model minimal untuk bisa dikembangkan lebih jauh tanpa mengurangi aspek-aspek yang ada. dan merata. potensial maupun nasional. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Propinsi. tetapi menjadi sekolah berstandar nasional.

IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA (KESENJANGAN KONDISI) ANTARA 20 TAHUN ATAU 5 TAHUN KE DEPAN DENGAN KONDISI NYATA PENDIDIKAN SAAT INI: Analisis pengidentifikasian tantangan nyata yang dihadapi dunia pendidikan saat sekarang terhadap kondisi ideal 20 tahun atau 5 tahun ke depan.LAMPIRAN : CONTOH PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS) I. E. efisiensi. politik. maka akan terlihat adanya kesenjangan-kesenjangan dalam berbagai aspek tersebut. ekonomi. dan sebagainya. tidak berubah. budaya. baik internal maupun eksternal sekolah. akses. efisiensi. ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS : Melaksanakan analisis makro 20 tahun atau 5 tahun ke depan tentang kondisi sosial. D. kualitas pendidikan.20 TAHUN 2003 A. standar nasional pendidikan. dan manajemennya. kemajuan IPETK. dan tujuan pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 (yang diamandemen) dan dalam UUSPN NO. relevansi. keamanan. dsb. B. sehingga menuntut adanya suatu strategi untuk merubah atau mencapai kondisi yang ideal tadi. IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA (KESENJANGAN KONDISI): Berdasarkan pada analisis situasi. dan yang seharusnya terjadi misalnya pada kurun waktu 20 tahun atau 5 tahun yang akan datang atau lebih. arah. dan analisis kondisi sekolah sekarang dan yang diharapkan masa datang (lima tahun ke depan). relevansi. ekonomi. politik. ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN SAAT INI: Melaksanakan analisis kondisi pendidikan saat ini secara umum. dsb yang secara langsung atau tidak langsung berpengaruh terhadap dunia pendidikan. baik dalam aspek pemerataan. dan sesuai dengan filosofi. C. baik ditinjau dari sisi mutu. 39 . ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN MASA DATANG (MISALNYA 20 TAHUN ATAU 5 TAHUN KE DEPAN): melaksanakan analisis tentang sistem pendidikan (penyelenggaraan dan hasil-hasilnya) yang ideal. sempurna. yang dipengaruhi oleh kondisi sosial. keamanan. budaya. maka dapat diketahui kesenjangan yang terjadi. kemajuan IPETK. RENCANA STRATEGIS JANGKA PANJANG SEKOLAH: MISALNYA DALAM JANGKA PANJANG DENGAN KURUN WAKTU 20 TAHUN KE DEPAN ATAU JANGKA MENENGAH 5 TAHUN KE DEPAN Reancana strategis untuk jangka panjang ini bersifat baku.

sarana. bahan ajar. Kurikulum 100% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran sudah disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) b. media pembelajaran. Terdapat 20% siswa b. Standar pembiayaan masih rendah (di bawah 70. Prasarana. 1 Besarnya Tantangan Nyata Pemerataan kesempatan: Pemerataan kesempatan: Pemerataan keswempatan: a. Terdapat 5% angka putus a.00) d. Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 100% sudah memenuhi standar nasional pendidikan e. No. Prestasi akademik lulusan sudah memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM 100% dan NUAN 8) d. bahan ajar. Kurikulum 70% belum memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran belum disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) b. yaitu baru 50% guru melaksanakan CTL c. relevansi. Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah 100% memenuhi standar nasional pendidikan g. efisiensi. Proses pembelajaran sudah memenuhi standar nasional pendidikan. Standar pembiayaan memenuhi standar nasional (di atas 150. dan kapsitas sekolah. Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 90% memenuhi standar nasional pendidikan e. Proses pembelajaran belum memenuhi standar nasional pendidikan. sumber belajar terdapat ratarata 80% memenuhi standar nasional pendidikan f. Terdapat 0% angka putus 5% sekolah sekolah b. Dan sebagainya c.000 rupiah per bulan per anak) Kualitas pendidikan: a. sarana. sumber belajar 100% memenuhi standar nasional pendidikan f. yaitu 100% guru melaksanakan CTL c. kualitas.Contoh 1: Analisis identifikasi tantangan nyata dengan dasar pada aspek pemerataan. Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah 50% memenuhi standar nasional pendidikan g. media pembelajaran.000 rupiah per bulan per anak) 30% 2 50% SKBM: 50% GSA NUAN: 3 10% 20% 50% Lebih dari 50% 40 . Terdapat 0% siswa miskin 20% miskin belum mendapatkan belum mendapatkan bangtuan bangtuan pendidikan pendidikan c. Prestasi akademik lulusan belum memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM di bawah 50% dan NUAN di bawah 5. Dan sebagainya Kondisi saat ini Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Kualitas pendidikan: a. Prasarana.

Pengembangan kurikulum terhadap tuntutan daerah/masyarakat/peserta didik 90% terpenuhi d. Kesesuaian Program muatan lokal dengan kondisi daerah/masyarakat 75% c. angka kenaikan tingkat rendah (70%) b. Pengembangan kurikulum 10% terhadap tuntutan daerah/masyarakat/peserta didik 100% terpenuhi c. Dan sebagainya c. Kemampuan manajerial 25% rata-rata 75% rata-rata tinggi (100%) b.No. Alumni yang melanjutkan sekolah (0%) f. Angka tinggal kelas tinggi 35% 0% d. angka kenaikan tingkat 100% 30% b. Angka putus sekolah 0% 10% 3 Efisiensi: a. Pelayanan bakat minat siswa 50% 100% terpenuhi b. Dan sebagainya 41 . Kesesuaian Program muatan 25% lokal dengan kondisi daerah/masyarakat 100% c. Angka tinggal kelas tinggi (35%) d. Dan sebagainya Besarnya Tantangan Nyata h. Guru dan sekolah 100% 30% melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum atau standar nasional pendidikan i. Alumni yang tidak melanjutkan sekolah tinggi (60%) f. Dan sebagainya tidak 40% rendah 5 Relevansi: Relevansi: a. Pelayanan bakat minat siswa belum terpenuhi (baru 50%) b. Kondisi saat ini h. Berfungsinya fungsi-fungsi 20% manajemen belum berjalan manajemen 100% secara baik c. Dan sebagainya Relevansi: a. Dan sebagainya Pengembangan kapasitas: c. Kelulusan tinggi (100%) 5% e. Kemampuan manajerial a. Guru dan sekolah 70% melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum atau standar nasional pendidikan i. 80% fungsi-fungsi b. Angka pusut sekolah tinggi (10%) c. Dan sebagainya Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Efisiensi: Efisiensi: a. Dan sebagainya Pengembangan kapasitas: 5 Pengembangan kapasitas: a. Ratio kelulusan dengan masukan siswa rendah (ratarata kelulusan 95%) e.

00 Prestasi non akademik sekolah 2 tingkat tinggi (rata-rata minimal mencapai kejuaraan tingkat nasional) Dan sebagainya Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan: Pendidik dan tenaga kependidikan 10% terdapat 100% sudah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Pengembangan Prasarana dan sarana: e. media pembelajaran. 5. sumber 42 2. 1 Kondisi saat ini Standar Isi: Kurikulum Kurikulum 75% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran belum disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) Dan sebagainya Pengembangan Proses Pembelajaran: Proses pembelajaran belum memenuhi standar nasional pendidikan. Prasarana. Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Standar Isi: Kurikulum 100% memenuhi 25% standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran sudah disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) Dan sebagainya Pengembangan Proses Pembelajaran: Proses pembelajaran sudah 50% memenuhi standar nasional pendidikan. 3. yaitu 100% guru melaksanakan CTL Dan sebagainya Standar Kelulusan: Prestasi akademik lulusan sudah memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM 100% dan NUAN 8. . yaitu baru 50% guru melaksanakan CTL Dan sebagainya Standar Kelulusan: Prestasi akademik lulusan belum memenuhi standar nasional pendidikan (rata-rata SKBM 50% dan rata-rata NUAN 5. media 25% pembelajaran. 5. sarana. bahan ajar. sarana. bahan ajar.Contoh 2: Analisis identifikasi tantangan nyata dengan dasar pada aspek-aspek Pengembangan Standar Nasional Pendidikan (SNP) No.00) SKBM: 50% GSA NUAN: 3.00) Prestasi non akademik sekolah masih rendah (rata-rata mencapai kejuaraan tingkat kabupaten/kota) Dan sebagainya Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan: Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 90% memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Pengembangan Prasarana dan Sarana: Prasarana.

Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) sumber belajar terdapat rata. Pengembangan Penilaian: Pengembangan Penilaian: Guru dan sekolah 80% Guru dan sekolah 100% 20% melaksanakan sistem penilaian melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan sesuai dengan tuntutan kurikulum kurikulum atau standar atau standar nasional pendidikan nasional pendidikan (rata-rata masih di bawah standar nasional.000 rupiah per bulan per anak) Dan sebagainya 6.No. 7.000 rupiah per bulan per anak atau sekitar 40-%) Dan sebagainya Pengembangan Pengelolaan: 100% Fungsi-fungsi pengelolaan 25% sekolah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Pengembangan Pembiayaan: Pembiayaan memenuhi standar 60% nasional (di atas 150. 43 . 8. sekolah dapat mengembangkan lagi sesuai dengan kondisi dan tuntutan sekolah masing-masing. baik tingkat kesulitasn maupun modelmodel yang digunakan) Dan sebagainya Dan sebagainya Catatan: Yang dikembangkan dalam contoh ini HANYA terbatas pada program sekolah aspekaspek tertentu saja.belajar 100% memenuhi standar rata 75% memenuhi standar nasional pendidikan nasional pendidikan Dan sebagainya Dan sebagainya Kondisi saat ini Pengembangan Pengelolaan: 70% Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Pengembangan Pembiayaan: Pembiayaan masih rendah (di bawah 70.

berbudaya. dan sebagainya Contoh visi sekolah. misalnya: a. Berprestasi Disertai Iman dan Taqwa serta Unggul g. unsur yang ada. b. Indikator: ciri. Terwujudnya media pembelajaran yang interaktif f. Beriman dan Taqwa serta Unggul i. memiliki indikator pengembangan prestasi akademik dan non akademik c. dan Unggul) h.F. d. konotasi sempurna. terampil. terampil. Terwujudnya proses pembelajaran yang efektif dan efisien c. Terwujudnya pengembangan kurikulum yang adaptif and proaktif b. Mengukir Prestasi Tinggi. 3. canggih. Terwujudnya prasarana dan sarana pendidikan yang relevan dan mutakhir e. menggambarkan harapan masa datang j. iman. Indikator-indikator VISI sekolah. belum operasional i. misalnya: Cerdas. Terampil. sesuai konteks daerah. 44 . berkepribadian. Terwujudnya kelembagaan sekolah yang selalu belajar (learning school) h. nasionalisme. Misalnya dengan awalan kata : “Terwujudnya” Contoh indikator visi: a. c. Rambu-rambu: kata yang mengandung apa yang diharapkan. Terwujudnya penggalangan biaya pendidikan yang memadai j. Rambu-rambu merumuskan visi sekolah: a. Mengacu kepada landasan filosofis bangsa. perkembangan era global e. komplit. bermutu tinggi. VISI SEKOLAH 1. perkembangan IPTEK f. Terwujudnya SDM pendidikan yang memiliki kemampuan dan kesanggupan kerja yang tinggi g. tanda. iman dan taqwa serta kompetitif 2025 Cerdas. visi yayasan h. Berwawasan IPTEK yang bersumber IMTAQ dan Unggul. Terwujudnya manajemen manajemen sekolah yang tangguh i. Terwujudnya lulusan yang cerdas dan kompetitif d. UUD. dll yang bersifat baku dan telah menjadi pegangan hidup bangsa Indonesia b. Dsb. “TAQSIMANTRA” (Bertaqwa Berprestasi Beriman. a. spesifikasi. sekolah. budaya-nasional/Indonesia d. dsb. ada proses kenaikan. dan unggul Berprestasi. Piawai Mengasah Budi Pekerti. Berkualitas tinggi. taqwa. 2. e. adanya perbandingan (unggul/kompetitif). c. ………berdasarkan iman dan takwa “PANCA DARMA WIYATA” “TAMAN BUDAYA” (Berprestasi Beriman Berbudi Berbudaya dan Dapat Dipercaya) f. dsb b. dilandasi oleh keimanan dan ketaqwaan g.

dan berwawasan kedepan c. maka contoh tujuannya antara lain: a. keluarga. beriman. Mewujudkan manajemen berbasis sekolah yang tangguh g. Mewujudkan kemampuan seni yang tangguh dan kompetitif k. dan berbagai sektor pembangunan dan sub-sub sektornya. Mewujudkan sistem penilaian yang otentik d.Mewujudkan pendidik dan tenaga kependidikan yang mampu dan tangguh f. dan memiliki keunggulan kompetitif” b. mutakhir. kata kerja. akses.Tujuan mengandung ABCD (Audience-Behaviour-Conditions-Degree) Dalam kurun waktu lima tahun kedepan (misalnya dihitung dari tahun 2006). Menghasilkan perangkat kurikulum yang lengkap. Mewujudkan organisasi sekolah yang terus belajar (learning organization) c. “Mewujudkan pendidikan yang menghasilkan lulusan cerdas. Mewujudkan pembiayaan pendidikan yang memadai. yaitu kebutuhan peserta didik. Mengacu indikator butir (a) tentang: “Terwujudnya pengembangan kurikulum yang adaptif and proaktif” antara lain misinya: a. mutakhir. Mewujudkan nilai-nilai agama bagi kenikmatan hidup peserta didik n. Mewujudkan perangkat kurikulum yang lengkap.G. dan berwawasan kedepan d. Mewujudkan nilai-nilai solidaritas bagi kehidupan sekolah H. dan berwawasan kedepan c.Mewujudkan fasilitas sekolah yang relevan. dll. mutakhir. dan menyenangkan e. MISI SEKOLAH Misi mengacu kepada indikator. “Memenuhi akan mutu. Contoh lain: a. khusus tujuan yang akan dicapai oleh sekolah antara lain: untuk indikator visi no 1 dan dicapai dengan misi misi no a: “Terwujudnya pengembangan kurikulum yang adaptif and proaktif”. Mewujudkan sekolah wiyata mandala yang menikmatkan belajar siswannya i. redaksinya operasional. Mewujudkan sekolah sehat j. Mewujudkan kemampuan olah raga yang tangguh dan kompetitif h. ada benang merahnya dengan misi.Mewujudkan kepramukaan yang menjadi suri tauladan l. relevansi. bertaqwa. Mewujudkan kemampuan KIR yang cerdas dan kompetentitif m. terampil. terukur. wajar dan adil e. Mewujudkan penyelenggaraan pembelajaran aktif. kreatif. Mewujudkan sekolah inovatif b. Menghasilkan sistem penilaian yang otentik 45 . satu (1) indikator bisa lebih dari satu misi. dan tata kelola pendididikan yang baik” b.Tujuan dibuat untuk jangka waktu 5 tahun b. Tiap misi bisa dibuat lebih dari satu tujuan c. efektif. TUJUAN SEKOLAH DALAM 5 TAHUN a. Mewujudkan diversifikasi kurikulum SMP agar relevan dengan kebutuhan. Mewujudkan keterampilan kejuruan yang marketable dan kompetif o.

Pengembangan proses pembelajaran b. Pengembangan pemetaan e. pendekatan pembelajaran individual. Pencapaian standar proses pembelajaran meliputi: tercapai/telah dibuat/ditetapkan melaksanakan pembelajaran dengan strategi/metode: CTL. Pencapaian standar pencapaian ketuntasan kompetensi/prestasi/kelulusan. dll e. telah mengikuti PTBK. dll  ini bisa dijabarkan lebih rinci) d. dan efisien sesuai dengan SNP” b. dan aspek untuk kelas 7-9 semua matapelajaran pada tahun 2006 b. efektif. dan media pendidikan d. b. fasilitas. dan menyenangkan e. model/sistem penilaian lengkap. semua mengajar sesuai bidangnya. pendekatan belajar tuntas. silabus lengkap. Menghasilkan RPP untuk kelas 7-9 semua mata pelajaran pada tahun 2007 c. yaitu kebutuhan peserta didik. kurikulum. dll f. I. Pencapaian standar sarpras/fasilitas sekolah meliputi: semua srapras. kreatif. Pengembangan bahan dan sumber belajar 46 . Pencapaian standar pendidik dan tenaga kependidikan meliputi: semua guru berkualifikasi minimal S1. Program harus mengacu pada tujuan. Pencapaian standar isi (kurikulum satuan pendidikan/KBK.Pengembangan RPP d. RPP lengkap. Menghasilkan diversifikasi kurikulum SMP agar relevan dengan kebutuhan. keluarga. Contoh lain program strategis: a. merata. maka contoh programnya sbb: a. meliputi: tercapai/ telah dibuat kurikulum satuan. indikator. kesiswaan. Pengembangan kurikulum muatan lokal. dan perawatan memenuhi SPM g. dan berbagai sektor pembangunan dan sub-sub sektornyambanhgkan silabus internasional Contoh lain tentang tujuan: a. Pengembangan kurikulum satuan pendidikan. misalnya ”Menghasilkan KBK yang mutakhir dan berwawasan kedepan”.Dibuat program-program pokok atau dominan atau yang diprioritaskan dan yang realistis untuk mencapai tujuan. h.d. peralatan. PROGRAM STRATEGIS a. SDM.”Pengembangan sistem pendidikan yang bermutu.Pengembangan sistem penilaian f. misi. dll. dan g. Pengembangan silabus c.Pengembangan sarana. sarpras. kompetensi dasar. Menghasilkan penyelenggaraan pembelajaran aktif. Pengembangan dan peningkatan SDM pendidik dan tenaga kependidikan c. Menghasilkan pemetaan standar kompetensi. Pencapaian standar pengelolaan sekolah meliputi: pencapaian standar pengelolaan : pembelajaran. prasarana. dan visi Contoh Program Strategis: Berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan. relevan. administrasi.

Dalam program Pengembangan srapras. In House Training. seminar. dan berwawasan kedepan c. melengkapi. Atau dalam program Pengembangan kurikulum: menjalin kerjasama dan mengoptimasikan warga sekolah dalam membuat pemetaan SK. dll untuk menghasilkan domkumen kurikulum sekolah. relevan. mutakhir.Pengembangan manajemen sekolah f. dan media pembelajaran: menjalin kerjasama dengan pihak lain dan mengoptimasikan SDM sekolah untuk mengembangkan. Terealisasinya penyelenggaraan pembelajaran aktif. c. teknik. Dsb Perlu ditambahkan bahwa hasil yang diharapkan agar memuat apa yang dihasilkan. dan tahapan pencapaian. dan berbagai sektor pembangunan dan sub-sub sektornyambanhgkan silabus internasional f. membuat silabus. kapan dicapai. Terealisasinya diversifikasi kurikulum SMP agar relevan dengan kebutuhan. dan g.Dalam program Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan: strateginya adalah menjalin kerjasama dengan Komite Sekolah dan stakeholder lain dalam melaksanakan kunjungan. metode dll dalam pelaksanakan program-program strategis Contoh Strategi Pelaksanaan/Pencapaian: a. menambah. ”Terealisasinya sistem pendidikan yang bermutu. sumber belajar. seni. efektif. baik kuantitas maupun kualitas yaitu dari program-program strategis yang direncanakan sesuai dengan standar nasional pendidikan. STRATEGI PELAKSANAAN/PENCAPAIAN Merupakan cara. dll untuk menghasilkan Kurikulum Satuan Pendidikan b. Monev 47 . J. Peningkatan prestasi kelulusan. HASIL YANG DIHARAPKAN Merupakan hasil-hasil pencapaian pelaksanaan program. Hasilhasil yang diharapkan adalah tingkat pencapaian tujuan yang telah dirumuskan pada butir G. Dan sebagainya K. membuat model-model penilaian.dll. lokakarya. Ingat bahwa: monitoring dan evaluasi ini merupakan salah satu rencana program strategis selama lima tahun untuk melaksanakan MONEV di sekolahnya. Contoh: Hasil yang diharapkan tercapai atau terpenuhi dari program-program di atas antara lain: a. d. Terealisasinya perangkat kurikulum yang lengkap. dan efisien sesuai dengan SNP” b. yaitu kebutuhan peserta didik. kreatif. bahan ajar. dll melalui workshop. workshop. membuat RPP. IHT.KD. dan menyenangkan e. Terealisasinya Sistem penilaian yang otentik d. dsb dalam rangka memenuhi standar sarpras dan media pembelajaran sekolah. MONITORING DAN EVALUASI (MONEV) 1.e. Pengembangan kegiatan lomba-lomba akademik dan non akademik. keluarga. L. merata.

2. tinggal memasukkan program – program strategis yang telah dibuat sebelumnya 3. Contoh program Supervisi dan Monev selama lima tahun: 1. 3. dan tenaga kependidikan lainnya. PEMBIAYAAN 1. TU.l. 6. menganalisis. Mewujudkan evaluasi kinerja sekolah (internal)- akhir tahun (memnetukan tim. 4. Ingat bahwa semua perolehan dana dari semua sumber dimasukkan dalam RPS. membuat laporan. guru. efisiensi. membuat laporan. baik program dalam rangka peningkatan mutu. dan sumber daya sekolah lainnya. membuat instrumen. pengadaan sarana kantor/pendidikan. serta untuk mengetahui kecukupan unsur-unsur sekolah lainnya sesuai dengan SNP. Bisa dibuat tabulasi atau bentuk lain 4. tindak lanjutnya) 3. Termasuk komponen yang dimasukkan ke dalam kolom program adalah seperti: gaji dan tunjangan pendidik dan tenaga kependidikan. pemerataan. Pada kolom program. termasuk kesiswaan Dilakukan oleh kepala sekolah atau tim yang dibentuk sekolah Bisa membuat atau mengadopsi instrumen monev dari berbagai instrumen yang ada seperti instrumen akreditasi atau lainnya yang relevan. 2. melaksanakan. 5. Sangat dimungkinkan satu program strategis dapat dibiayai dari lebih satu sumber dana (pembiayaan saling melengkapi atau subsidi silang) dengan tetap mengacuk kepada peraturan masing-masing yang berlaku. kinerja sekolah. memvalidasi. 5. relevansi. Semua program strategis dimasukkan. dan lainnya 4. keperluan sehari-hari. terutama ditujukan untuk mengetahui kinerja sekolah.: kinerja guru. tiap tahunnya dapat dibuat rinci dari berbagai sumber atau langsung perkiraan totalnya dari berbagai sumber. Mewujudkan supervisi klinis CTL. maupun pengembangan kapasitas sekolah/pendidikan. melaksanakan. “Mewujudkan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan hasilhasilnya” 2. tindak lanjutnya) M. Mewujudkan supervisi klinis KBK (membuat instrumen. Substansi yang dimonev a. 48 . Bisa melakukan kerjasama dengan pihak lain (eksternal) Termasuk di dalamnya adalah program supervisi klinis oleh sekolah. 6. menganalisis. Pembiayaan untuk 5 tahun. langganan jasa dan daya. memvalidasi. pemeliharaan gedung dan ruang serta inventaris.

........ ............. ... ...... .. .... (Rp) ..... ............................... ... .... ....... .............. ... .. ... Rutin LainnyaSumber Dana BOS Komite Sekolah LainnyaSumber Dana A 1… … 2… … 3… … … Dst B Peningkatan Pemerataan Peningkatan Pemerataan .. ............. ... Peningkatan Kualitas Peningkatan Kualitas . .................. ...... .. . ... ......... lah ... .......... ....... ............... .. ... .. ..... Dst Sampai Dengan Th IV ..... .. Jumlah (Rupiah) 49 Tahun II SSN ............ .......... ............... 1… … 2… … 3… … … Dst Jum .Program-Program Strategis Tahun Dan Sumber Dana Tahun I BOS SSN Rutin Komite Sekolah ... . .. ........

Dan sebagainya Kualitas pendidikan: a. baik internal maupun eksternal sekolah. Dan merupakan rencana yang akan dilaksanakan pada tahun yang akan berjalan 3. ANALISIS PENDIDIKAN SEKOLAH 1 TAHUN KEDEPAN (YANG DIHARAPKAN) : sekolah melaksanakan analisis ini dan hasilnya ditulis disini D.II. IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA SATU (1) TAHUN Berdasarkan pada analisis situasi. dan analisis kondisi sekolah sekarang dan yang diharapkan masa datang (SATU tahun ke depan). Prestasi akademik lulusan sudah memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM 75% dan NUAN = 6. Prestasi akademik lulusan belum memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM di bawah 50% dan NUAN Kondisi yang diharapkan (satu tahun ke depan) Pemerataan kesempatan: a. Dan sebagainya Kualitas pendidikan: a. Terdapat 15% siswa miskin belum mendapatkan bangtuan pendidikan c. ANALISIS PENDIDIKAN SEKOLAH SAAT INI: : sekolah melaksanakan analisis ini dan hasilnya ditulis disini C. No. Renop dibuat TIAP TAHUN.Terdapat 5% angka putus sekolah b. ANALISIS LINGKUNGAN OPERASIONAL SEKOLAH: sekolah melaksanakan analisis ini dan hasilnya ditulis disini B. maka dapat diketahui kesenjangan yang terjadi. Khusus bagi sekolah SSN direkomendasikan menggunakan anasis SWOT A. yaitu 80% guru melaksanakan CTL c.00 50 . BUKAN LIMA TAHUN SEKALIGUS 2. Proses pembelajaran belum memenuhi standar nasional pendidikan. Renop mengambil satu tahun dari renstra atau merupakan bagian yang tak terpisahkan dari renstra. 1 Kondisi saat ini Pemerataan kesempatan: a. Proses pembelajaran sudah memenuhi standar nasional pendidikan. Terdapat 3% angka putus sekolah b. yaitu baru 50% guru melaksanakan CTL c.Terdapat 20% siswa miskin belum mendapatkan bangtuan pendidikan c. RENCANA OPERASIONAL (RENOP) SEKOLAH: SATU (1) TAHUN Catatan penting dalam penyusunan Renop: 1.00) Besarnya tantangan nyata 2% 5% 2 50% 30% SKBM: 25% NUAN: 1. Kurikulum 50% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran sudah disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) b. Kurikulum belum memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran belum disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) b.

pembelajaran. Dan sebagainya Efisiensi: Efisiensi: a. akunabel sebesar 80% g. sarana. Prasarana. UTS. Kualifikasi pendidik dan d. media pembelajaran.No. 75% guru telah melaksanakan melaksanakan sistem sistem penilaian sesuai penilaian sesuai dengan dengan tuntutan kurikulum tuntutan kurikulum atau atau standar nasional standar nasional pendidikan pendidikan. UAS. Rata-rata biaya operasional g. Rata-rata biaya operasional pendidikan bagi tiap siswa pendidikan bagi tiap siswa 50. yaitu: dengan (rata-rata masih di bawah ulangan harian. Kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan tenaga kependidikan terdapat terdapat 100% belum 20% sudah memenuhi standar memenuhi standar nasional nasional pendidikan. ujian tingkat kesulitasn maupun sekolah. kesenian. partisipasi. pendidikan. Prestasi non akademik sekolah sekolah masih rendah (ratauntuk cabang-cabang olah rata mencapai kejuaraan raga. keterampian tingkat kabupaten/kota) (rata-rata minimal mencapai juara II tingkat propinsi) j.00) d.000 rupiah per bulan per anak anak h. Angka putus sekolah 0% (10%) c. sarana. 50% guru belum h. Prasarana. Ratio kelulusan dengan masukan siswa rendah masukan siswa tinggi (100%) Besarnya tantangan nyata 20% 15% 5% 25 ribu rupiah 25% 2 tingkat kejuaraan 20% 10% 10% 51 . standar nasional. Kondisi saat ini Kondisi yang diharapkan (satu tahun ke depan) 3 di bawah 5. bahan ajar. Ratio kelulusan dengan d. angka kenaikan tingkat 90% rendah (70%) b. Angka putus sekolah tinggi b. Dan sebagainya j. Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah 75% memenuhi sekolah telah sebagian standar nasional pendidikan memenuhi standar nasional pendidikan: kemandirian. (Belum ada (bersertifikat kompetensi) yang bersertifikat kompetensi) e. Fungsi-fungsi pengelolaan f. keterbukaan. media e. baik ulangan kenaikan kelas. sumber belajar terdapat ratasumber belajar 75% rata 60% memenuhi standar memenuhi standar nasional nasional pendidikan pendidikan f. Prestasi non akademik i. bahan ajar. angka kenaikan tingkat a. dll dengan beberapa model-model yang teknik penilaian tes dan non digunakan) tes i.000 rupiah per bulan per 70.

Sekolah mengembangkan silbus untuk kelas 8 semua mata pelajaran (ini bisa lebih rinci lagi untuk jumlah mapelnya) c. Dan sebagainya 25% 15% E. e. dana. guru. Dan sebagainya Relevansi: a . buku. Sasaran diambil atau merupakan bagian dari RENSTRA 2. KD. aspek untuk kelas 8 semua mapel c. Dan sebagainya Kondisi yang diharapkan (satu tahun ke depan) e. Pelaksanaan budaya tata krama in action di sekolah 75% c.No. KD. Pelayanan bakat minat siswa belum terpenuhi (baru 50%) b. Indikator. TUJUAN SITUASIONAL/SASARAN Harus diperhatikan: 1. aspek untuk kelas 7 semua mapel b. Sekolah mengembangkan pemetaan SK. Sekolah mengembangkan pemetaan SK. dll adalah dari 52 . media. Alumni yang melanjutkan sekolah 40% Besarnya tantangan nyata tidak 20% 5 f. Sasaran dibuat lebih rinci dari tujuan renstra Misalnya dari salah satu tujuan renstra: ”Sekolah mengembangkan silabus untuk kelas 7-9 semua mata pelajaran” Maka sasarannya 1 tahun 2006/2007: a. aspek untuk kelas 9 semua mapel F. Dan sebagainya Relevansi: a. Pelayanan bakat minat siswa 75% terpenuhi b. Kondisi saat ini (90%) Alumni yang tidak melanjutkan sekolah tinggi (60%) f. Pelaksanaan budaya tata krama in action di sekolah 90% c. Sekolah mengembangkan silbus untuk kelas 7 semua mata pelajaran (ini bisa lebih rinci lagi untuk jumlah mapelnya) b. seperti: PBM. Indikator. manajemen. Sekolah mengembangkan silbus untuk kelas 9 semua mata pelajaran (ini bisa lebih rinci lagi untuk jumlah mapelnya) Contoh lain: a. IDENTIFIKASI FUNGSI-FUNGSI/ KOMPONEN/URUSAN SEKOLAH UNTUK MENCAPAI SETIAP SASARAN Rambu-rambu untuk langkah ini antara lain: • Identifikasi fungsi hanya untuk tiap sasaran • Selalu memperhatikan unsur-unsur yang lazim di dalam sistem pembelajaran. Indikator. KD. kesiswaan. Ada skala prioritas sasaran dari tujuan lima tahun 3. Sekolah mengembangkan pemetaan SK.

Orang tua j. Internal: a. dsb Misalnya: Sasaran ke-1: ”Sekolah mengembangkan silabus untuk kelas 7 semua mapel” Komponen yang diperlukan untuk melaksanakan sasaran tersebut: 1. Dan sebagainya 53 . Dana h. pendidik.PBM/latihan b. Kurikulum g. Dana h. sedangkan fungsi dari eksternal antara lain: dana.Dana b.internal sekolah. Eksternal: a. Eksternal: a. Sarana olah raga renang e.Dinas pendidikan d. Internal: a. Dan sebagainya 2. Dana b. Uji coba k. Komite sekolah c.Kepala sekolah f. Dan sebagainya Sasaran ke-2: ”Sekolah juara 1 bidang olah raga renang pada tingkat kabupaten tahun 2006” Komponen yang diperlukan untuk melaksanakan sasaran tersebut: 1. Komite sekolah i. Pakaian olah raga renang g. Tlima e. fasilitas.Siswa f. Dan sebagainya 2. Nara sumber c. Dinas pendidikan d. Tenaga administrasi j. ATK i.Kolam d.Guru b. Air e.Fasilitas komputer d. Komite sekolah c. Guru/pelatih c.

Kriteria ideal dan kondisi nyata harus terukur. Dalam menentukan kriteria ideal menggunakan dasar dari aturan pemerintah. f. Analisis dilakukan pada setiap komponen/urusan sekolah dan faktor-faktornya (subsub komponennya) c.3 kali Pengalaman mengajar min.G. 10 orang sesuai BS Dan seterusnya Komputer Pentium 5 Jumlah komputer 10 buah Jumlah printer 3 bh Jumlah CD 10 bh Dan seterusnya (3) Kualifikasi 100% S1 Sesuai bidang studi 100% Pengalaman pelatihan KBK min. naskah akademik atau konsep dan pedoman lainnya yang relevan d. INTERNAL Guru (2) Kualifikasi 100% S1 Sesuai bidang studi 100% Pengalaman pelatihan KBK min. Analisis dilakukan tiap sasaran b. ANALISIS SWOT Hal-hal yang harus diperhatikan dalam analisis ini: a. 1kali Jumlah guru min. EKSTERNAL 54 Tidak Siap √ Siap . 5 thn Pengalaman pelatihan CTL min. Dapat dilakukan justifikasi sendiri pada kriteria ideal yang bersifat umum e. demikian pula sebaliknya.1 kali Pengalaman mengajar min. 5 thn Pengalaman pelatihan CTL min. Bila hasil analisis ternyata tingkat kesiapan siap semua berarti sasaran dapat ditingkatkan. 7 orang sesuai BS Dan seterusnya Komputer Pentium 5 Jumlah komputer 5 buah Jumlah printer 2 bh Jumlah CD 10 bh Dan seterusnya (5) √ √ (5) √ √ √ √ √ √ √ 2 3 Nara Sumber Fasilitas Komputer B. Misalnya analisis SWOT pada Sasaran ke-1: ”Sekolah mengembangkan silabus untuk kelas 7 semua mape”l Komponen/Fungsi dan Faktornya (Kondisi Ideal)Kriteria Kesiapan Tingkat Kesiapan Faktor Kondisi Nyata 1 (1) A. 3 kali Jumlah guru min.

Fasilitas Komputer Jumlah komputer kurang 5 buah Jumlah printer kurang 1 buah.Matematika) 2.Komponen/Fungsi dan Faktornya (Kondisi Ideal)Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Tingkat Kesiapan Faktor Tidak Siap (5) Siap (5) 1 (1) ……………… (2) (3) H. 55 . Guru Persoalan pada komponen/faktor pengalaman pelatihan KBK kurang (baru 1 kali) • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Altaernatif Pemecanahn Persoalan mengadakan ws KBK mengirimkan ws KBK magnag di sekolah lain IHT di sekolahnya sendiri PTK mengikutkan guru pada MGMP Dsb mengadakan ws CTL mengirimkan ws CTL magnag di sekolah lain IHT di sekolahnya sendiri PTK Mengikutkan guru ke MGMP Dsb mengusulkan ditambah PNS 3 guru dg 3 BS mengangkat GTT 3 gr 3 BS minta guru bantu kpd pemda memberdayakan guru yang ada Dsb Mengadakan dengan cara membeli baru Pinjam/kerjasama dengan pihak lain Menyewa Mengajukan bantuan kepada pemda/komite sekolah Dsb Mengadakan dengan cara membeli baru Pengalaman pelatihan CTL kurang (baru 1 kali) jumlah guru kurang 3 (B.Indo. B. tepat. Setiap komponen atau faktor yang tidak siap dicarikan alternatif-alternatif pemecahannya.Ingg . Misalnya dari hasil analisis di atas dapat ditabulasikan komponen yang TIDAK SIAP sebagai berikut: Sasaran ke-1: ”Sekolah mengembangkan silabus untuk kelas 7 semua mape”l Komponen/ Faktor yang TIDAK SIAP 1. dan dipilih yang paling ringan. dan efisien/efektif. Berdasarkan hasil analisis SWOT. b. maka diidentifikasi komponen dan faktor yang “TIDAK SIAP” terlebih dahulu untuk diatasi lebih dulu. ALTERNATIF LANGKAH-LANGKAH PEMECAHAN PERSOALAN Hal-hal yang harus diperhatikan: a.

time) e.Mensupervisi/membimbing . 1. Program kerja dapat lebih dari satu kegiatan b. Program lebih diutamakan mengatasi persoalan dulu dengan memilih salah satu alternatip pemecahan persoalan yang dipandang mampu dan efisien bagi sekolah. Program 2: Melaksnakan workshop pembuatan sialbus dan sisnil Kegiatan: . Program juga dapat secara paralel berjalan beriringan antara program mengatasi persoalan dengan program pencapaian sasaran (mengingat waktu terbatas) d.Menyusun kalender pendidikan 56 . measurable. Persoalan lain dapat dikembangkan sendiri program dan kegiatannya). Program dan kegiatan dibuat rinci/operasional. jumlah orang.Komponen/ Faktor yang TIDAK SIAP Persoalan pada komponen/faktor • • • • • Altaernatif Pemecanahn Persoalan Pinjam/kerjasama dengan pihak lain Menyewa Mengajukan bantuan kepada pemda/komite sekolah Dsb Dan seterusnya I. relevan. Program bersfifat SMART (spesific. (Dalam contoh di bawah ini sebatas baru mengatasi sebagian persoalan dan sekaligus juga melaksanakan program pencapaian sasaran. Program 1: Meningkatkan kemampuan guru terhadap kompetensi KBK Kegiatan: . c. Pada kegiatan belum dirinci ke dalam satuan volume. dll. Misalnya program dan kegiatan untuk mencapai sasaran ke-1: ”Sekolah mengembangkan Silabus untuk kelas 7 semua mapel”. Harap dikembangkan sendiri sesuai kebutuhan sekolah). RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN Perlu diperhatikan bahwa: a.Sosialisasi KBK kepada guru .Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan KBK di sekolah 2. achievable.Melaksanakan ws KBK .Mengirimkan guru ke MGMP . sehingga memudahkan dalam pengalokasian anggaran. jumlah waktu.

....... Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain: 1............ Monev dilakukan pada akhir program mengetahui ketercapaian tujuan/sasaran. 5........... KBM.............. Persiapan b....... ................ Supervisi dilakukan untuk mengetahui dan mengatasi masalah2 proses pelaksanaan semua program dan kegiatan sekolah............ .................. RPPdll) ... Program 5: Dan setersunya sesuai kebutuhan sekolah.3........Menyusun pemetaan ............... Program 5: Melakukan tindak lanjut dari pembuatan silabus Kegiatan: ...... ...Sinkronisasii/sosialisasi kepada guru tentang silabus dan sisnil .Penggandaan .. Rincian kegiatan MONEV antara lain: a..............Perabikan silabus dan sisnil ............. Kegiatan supervisi dan monev dilakukan oleh intern sekolah. ........... pemecahan masalah) d..... Supervisi juga termasuk masalah gurunya... untuk perbaikan/masukan sasaran tahun berikutnya 4....... 6........ Pelaksanaan (pengambilan data dan analisis data.................. Pelaporan K..Membuat laporan Program 3: Melaksanakan Uji coba dan validasi Silabus Kegiatan: ....... Pengembangan perangkat instrumen c...... administrasi..........Pelaksanaan uji coba silabus dan sisnil .... 4..................... 6........... 2..........MenDokumentasikan silabus Program 5: Melakukan evaluasi pembuatan silabus Kegiatan: ............................. ................... J.. Instrumen... monitoring dan evaluasi program-program dan hasilnya di sekolah selama satu tahun ajaran.........Supervisi ...... Lebih baik tiap sasaran ada evaluasi 5...... RENCANA MONITORING DAN EVALUASI (MONEV) Kegiatan di sini meliputi perencanaan dan pelaksanaan supervisi............. sarana..Penggandaan hasil .... RENCANA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA SEKOLAH (RAPBS) Ketentuan : 57 ............................ pedoman penilaian monev bisa dikembangkan sendiri atau mengacu pada instrumen lain yang relevan. 7.. kisi.Menmbuat peranngkat pembelajaran (sialbus dan sisnil seluruh mapel................. dll 3.....................................

RAPBS ini merupakan bagian dari rencana anggaran dalam renstra 5. maupun pengembangan kapasitas sekolah. Bisa menggunakan prinsip efisiensi dan subsidi silang sesuai dengan peruntukan dan pedoman penggunaan dana dari tiap sumber dana untuk suatu program atau kegiatan kerja. Semua sumber dana dicantumkan. baik program dari peningkatan mutu. Format RAPBS menggunakan contoh model sebagai berikut: 58 . peningkatan pemerataan. 4. 3. peningkatan relevansi. peningkatan efieinsi. demikian pula besarnya dana dari masing-masing sumber dana.1. Semua program dimasukkan. 2.

...............Dst 1.................... 2) ... Dll ...................... Vol........ Program 1: ...... Kegiatan 1: 1) .......... PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN A.. Program 1: . PENINGKATAN PEMERATAAN A............. Kegiatan 1: 1) .. Kegiatan 1: 1) ...............RENCANA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA SEKOLAH (RAPBS) SMP TAHUN AJARAN ..............................................................Jmlh.......... Kegiatan 1: 1) ......... 2) ..... a..................... 2) .................................. Unit...... Or/Bln.................... 3) Dst B.................................................................. 3) Dst B. 1.......... Sumber Dana Dan Alokasi Anggaran Sumber Dana Lainnya Jumlah (Rupiah) Rutin I....... Mengetahui/Menyetujui Kepala Dinas Pendidikan Kab/kota Komite Sekolah Kepala Sekolah . a................. Satuan.. Program 1: ................................................. 2) .. 1..........Dst 1.... RAPBS TAHUN KE Spesifikasi.. a................................................................ Sasaran ke-2:.................... Sasaran ke-2:...... Sasaran ke-1: ........ 20....................... 3) Dst II................... Sasaran ke-1: ................. BOS SSN Program Dan Kegiatan SekolahKomite 59 ............................... Program 1: ... a............................................................... 3) Dst JUMLAH (RUPIAH) ..........

. Demi efisiensi biaya dan tenaga bisa satu sasaran satu penanggung jawab c...... dibuat per minggu per bulan dalam satu tahun b..... Bisa tiap program ada penanggungjawabnya b..... SK dan susunan kepenguruan komite sekolah 8.. PENANGGUNG JAWAB Ketentuan: a.) (. LAMPIRAN Beberapa dokumen yang harus dilampirkan dalam RPS ini antara lain: 1... 60 .. 10. Foto-foto profil sekolah yang dipandang perlu 9. 15... Penanggung jawab harus kualified dan kompeten e..... 14. sekretaris. pengadaan..... anggota.(............... JADWAL KEGIATAN Ketentuan: a. penggunaan.... Profil sekolah lengkap 2.. Jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana... Buku teks pelajaran yang dipakai. Mata pelajaran yang ditawarkan pada semester gasal dan genap.. Ingat kalender pendidikan d..... 16. Copyan sertifikat tanah 4... dimasukkan semua program yang telah ditulis sebelumnya c......) L. Dan lainnya yang dianggap relevan.) (... Dan jadwal penyusunan laporan akuntabilitas dan kinerja satuan pendidikan untuk satu tahun terakhir..... 11. Sangat tergantung kemampuan sekolah masing-masing d. dll) dan ada TUPOKSI NYA dengan SK kepala sekolah N... Jadwal rapat.. Dll M.... Master plan sekolah 7. 13. 17. 12.......... Gambar rencana pembangunan ruang/kantor/lab/bangunan lain jika memerlukan bantuan dan Rencana Anggaran Bangunan 6. Sebaiknya sekolah membentuk TIM SSN (Koordinator/ketua. Gambar layout sekolah 5. Kalender pendidikan/akademik. Jadwal penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk tahun ajaran berikutnya.. dan persediaan minimal bahan habis pakai.... Penugasan pendidik pada mata pelajaran dan kegiatan lainnya... Nomor rekening sekolah 3.

61 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful