PANDUAN PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS

)

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Jakarta, 2006

BAB I PENDAHULUAN A. Pentingnya Rencana Pengembangan Sekolah (RPS)

Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) merupakan salah satu wujud dari salah satu fungsi manajemen sekolah yang amat penting yang harus dimiliki sekolah. RPS berfungsi untuk memberi arah dan bimbingan bagi para pelaku sekolah dalam rangka menuju tujuan sekolah yang lebih baik (peningkatan, pengembangan) dengan resiko yang kecil dan untuk mengurangi ketidakpastian masa depan. Berdasarkan pada ketentuan peraturan perundangan yang berlaku, khususnya pada Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), mulai sekarang setiap sekolah pada semua satuan, jenis dan jenjang pendidikan termasuk SMP harus memenuhi SNP tersebut. Salah satu upaya untuk mencapai SNP, setiap sekolah wajib membuat RPS. RPS wajib dibuat oleh semua SMP, baik yang termasuk kelompok rintisan, potensial, nasional maupun internasional. RPS harus dimiliki oleh setiap sekolah sebagai panduan dalam penyelenggaraan pendidikan, baik untuk jangka panjang (20 tahun), menengah (5 tahun) maupun pendek (satu tahun). Diharapkan, semua jenis kelompok sekolah menggunakan format RPS yang sama. Perbedaannya terletak pada isi, kedalaman, dan luasan atau cakupan program sesuai dengan kondisi sekolah dan tuntutan masyarakat sekitarnya. Perbedaan lainnya adalah lama waktu pencapaian SNP. Bagi sekolah yang memiliki potensi lebih tinggi dari pada sekolah lain akan dapat mencapai SNP relatip lebih cepat. Demikian sebaliknya, bagi sekolah yang miskin potensi akan lebih lamban dalam mencapai SNP. Namun demikian harapannya adalah semua sekolah tersebut dalam kurun waktu tertentu mencapai SNP yang ditentukan oleh pemerintah. Standar Nasional Pendidikan yang harus dicapai oleh tiap sekolah tersebut meliputi standar kelulusan, kurikulum, proses, pendidikan dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pembiayaan, pengelolaan, dan penilaian pendidikan. Sangat dimungkinkan suatu sekolah telah memenuhi standar kelulusan tetapi fasilitasnya belum standar atau sebaliknya. Suatu sekolah sekarang kondisinya kurang dalam standar fasilitas seperti ruang kelas, laboratorium, buku, dan sebagainya dan secara bertahap akan dipenuhi selama kurun waktu tertentu. Sementara itu kondisi gurunya telah memenuhi SNP. Begitu seterusnya pada aspekaspek lainnya. Suatu sekolah dimungkinkan dalam waktu lima tahun mampu mencapai SNP, sementara itu terdapat sekolah untuk mencapai SNP memerlukan waktu 15 tahun. Semua itu sangat tergantung kepada unsur-unsur yang ada di sekolah itu sendiri. Dan apabila suatu sekolah telah memenuhi SNP, maka diharapkan akan mampu menyelenggarakan pendidikan secara efektif, efisien, berkualitas, relevan, dan mampu mendukung tercapainya pemerataan pendidikan bagi masyarakat luas. Oleh karena itu dipandang sangat penting adanya suatu pedoman pencapaian SNP yang mampu memberikan arah dan pegangan bagi tiap sekolah dalam rangka pencapaian SNP tersebut. Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) diharapkan menjadi salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut, baik bagi sekolah rintisan, potensial maupun nasional. RPS sangat penting manfaatnya bagi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk penyusunan rencana pendidikan di daerahnya. Semua RPS di Kabupaten/Kota dapat dijadikan dasar bagi penyusunan Rencana Pengembangan Pendidikan Kabupaten/Kota (RPPK). Dengan cara ini, RPPK akan lebih relevan dengan kebutuhan setiap sekolah di daerahnya. Demikian 1

manfaat bagi Dinas Pendidikan Tingkat Propinsi. Dalam membuat Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi (RPPP) harus didasarkan atas semua RPPK yang ada di daerahnya. Demikian juga pada tingkat nasional, RPPP dapat digunakan sebagai informasi bagi penyusunan Rencana Pengembangan Pendidikan Nasional (RPPN). Secara visual, keterkaitan antara RPS, RPPK, RPPP, dan RPPN dapat dilihat pada Gambar 1.

Rencana Pengembangan Pendidikan Nasional

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Gambar 1. Keterkaitan Antara Jenjang Perencanaan Pendidikan B. Tujuan

Adapun tujuan adanya pedoman penyusuan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) ini antara lain adalah: 1. Untuk memberikan pedoman bagi semua jenis kelompok sekolah, yaitu sekolah rintisan, potensial, dan nasional dalam membuat Rencana Pengembangan Sekolah (RPS). 2. Untuk memberikan pedoman bagi semua Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dalam membuat Rencana Pengembangan Pendidikan Kabupaten/Kota (RPPK). 3. Untuk memberikan pedoman bagi semua Dinas Pendidikan Propinsi dalam membuat Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi (RPPP). 2

Untuk memberikan pedoman bagi semua stakeholder di daerah/pusat dalam partisipasinya kepada sekolah untuk mencapai SNP. Untuk memberikan pedoman bagi semua sekolah dalam mencapai SNP. Untuk memberikan pedoman bagi Departemen Pendidikan Nasional dalam membuat Rencana Pengembangan Pendidikan Nasional (RPPN). pembinaan dan pembimbingan kepada sekolah. 3 . sesuai dengan kondisi sekolah dan daerahnya.4. 7. RPS digunakan sebagai dasar atau acuan bagi pihak-pihak terkait dalam melakukan monitoring. evaluasi. 5. 6.

Sasaran/tujuan situasional (tujuan jangka pendek) adalah rumusan spesifik mengenai apa yang diinginkan pada kurun waktu tertentu. melalui urutan pilihan. fungsi perencanaan dan evaluasi. B. Misi adalah rumusan umum mengenai tindakan (upaya-upaya) yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. fungsi pengembangan iklim akademik sekolah. Identifikasi fungsi: adalah mengidentifikasi fungsi-fungsi yang perlu dilibatkan untuk mencapai sasaran dan yang masih perlu diteliti tingkat kesiapannya. 3. dengan memperhitungkan tantangan nyata yang dihadapi (sasaran merupakan jabaran tujuan). fungsi proses belajar mengajar beserta fungsifungsi pendukungnya yaitu fungsi pengembangan kurikulum. peluang dan ancaman tiap fungsi dan faktor sekolah. misalnya.BAB II RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS) A. and Threat ) akan diketahui sejauhmana kekuatan. 6. 4. Opportunity. fungsi keuangan. Untuk mengetahui tingkat kesiapan setiap fungsi dan faktorfaktornya dicapai melalui membandingkan faktor dalam kondisi nyata dengan faktor dalam kriteria kesiapan. dengan memperhitungkan sumberdaya yang tersedia. Yang dimaksud dengan kriteria kesiapan faktor adalah faktor yang memenuhi kriteria/standar untuk mencapai sasaran/tujuan 4 . dan fungsi pengembangan fasilitas. Analisis SWOT: Analisis SWOT adalah suatu teknik analisis untuk menentukan tingkat kesiapan setiap fungsi dan faktor-faktor sekolah. Besar kecilnya ketidaksesuaian antara output sekolah saat ini (kenyataan) dengan output sekolah yang diharapkan (idealnya) di masa yang akan datang memberitahukan besar kecilnya tantangan. Tujuan (baku) adalah rumusan mengenai apa yang diinginkan pada kurun waktu tertentu (jangka panjang dan menengah). 7. Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan. Melalui analisis SWOT ( Strength. yaitu satu tahun. Tantangan nyata merupakan selisih (ketidaksesuaian) antara output (hasil pendidikan yang berupa keluaran) sekolah saat ini dan output sekolah yang diharapkan di masa yang akan datang (tujuan sekolah). fungsi hubungan sekolahmasyarakat. kelemahan. fungsi ketenagaan. Fungsifungsi yang dimaksud. Istilah-istilah Dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) 1. RPS adalah dokumen tentang gambaran kegiatan sekolah di masa depan dalam rangka untuk mencapai perubahan/tujuan sekolah yang telah ditetapkan. Pengertian Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) Perencanaan sekolah adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan sekolah yang tepat. Weakness. Analisis SWOT dilakukan dengan maksud untuk mengenali tingkat kesiapan setiap fungsi dari keseluruhan fungsi sekolah yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. 5. Identifikasi tantangan nyata: adalah mengidentifikasi kondisi nyata sekolah saat ini dan yang akan datang. 2. fungsi pelayanan kesiswaan.

perlu dilakukan tindakan-tindakan yang mengubah ketidaksiapan menjadi kesiapan fungsi. yang hakekatnya merupakan tindakan mengatasi makna kelemahan dan/atau ancaman. maka sasaran yang telah ditetapkan tidak akan tercapai. Kebijakan adalah arah/tindakan yang diambil oleh Pemerintah Pusat/Daerah untuk mencapai tujuan. agar menjadi kekuatan dan/atau peluang. 12. Program adalah instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah untuk mencapai tujuan. Landasan Hukum Rencana Pengembangan Sekolah Rencana Pengembangan Sekolah dibuat berdasarkan peraturan-perundangan yang berlaku yaitu: Undang-Undang Nomor 25 tahun 2005 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. agar sasaran tercapai. Faktor yang memenuhi kriteria/standar ini ditemukan melalui perhitungan-perhitungan atau pertimbangan-pertimbangan yang bersumber pada pencapaian sasaran. 10. yakni tindakan yang diperlukan untuk mengubah fungsi yang tidak siap menjadi fungsi yang siap. yang sama artinya dengan ada ketidaksiapan fungsi. 11. Strategi adalah langkah-langkah berisikan program-program inovatif untuk mewujudkan visi dan misi. dan Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional 20052009. Oleh karena itu. Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.situasional. Tindakan yang dimaksud lazimnya disebut langkah-langkah pemecahan persoalan. Selama masih ada persoalan. Langkah-langkah pemecahan persoalan: adalah memilih langkah-langkah pemecahan persoalan (peniadaan). yakni dengan memanfaatkan adanya satu/lebih faktor yang bermakna kekuatan dan/atau peluang. 9. Kegiatan adalah rincian langkah-langkah operasional yang berupa aktivitas/kerja untuk mewujudkan program sekolah C. 5 . 8.

Mengoptimalkan partisipasi masyarakat.BAB III PROSES PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS) A. Tujuan Perencanaan Pendidikan dan Perencanaan Sekolah 1. penganggaran. dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara sekolah dan masyarakat (diwakili oleh komite sekolah). Sistem Perencanaan Sekolah dan Rentang Waktu RPS Sistem Perencanaan Sekolah adalah satu kesatuan tata cara perencanaan sekolah untuk menghasilkan rencana-rencana sekolah (RPS) dalam jangka panjang. sebagai dasar ketika melaksanakan monitoring dan evaluasi pada akhir program B. berkeadilan dan berkelanjutan. dan berkelanjutan. pelaksanaan. efektif. d. jangka menengah. dan pengawasan. Tujuan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) disusun dengan tujuan untuk: a. Tujuan Perencanaan Pendidikan a. Mendukung koordinasi antarpelaku pendidikan. c. RPS Jangka Menengah (Rencana Strategis) adalah dokumen perencanaan sekolah untuk periode 5 (lima) tahun. d. pelaksanaan. 6 . menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan. dan pusat c. sinkronisasi. RPS Jangka Panjang adalah dokumen perencanaan sekolah untuk periode 20 (dua puluh) tahun. dan pengawasan. 2. mendukung koordinasi antar pelaku sekolah. Menjamin terciptanya integrasi. Perbedaan antara satu dengan lainnya adalah: 1. b. 3. antarsekolah dan dinas pendidikan kabupaten/kota. dinas pendidikan propinsi. e. penganggaran. 2. b. efektif. dan menjamin tercapainya penggunaan sumber-daya secara efisien. dan f. menjamin tercapainya penggunaan sumber-daya secara efisien. berkeadilan. sinkronisasi. RPS Tahunan adalah dokumen perencanaan sekolah untuk periode 1 (satu) tahun. dan antarwaktu. menjamin agar perubahan/tujuan sekolah yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan tingkat kepastian yang tinggi dan resiko yang kecil. dan sinergi baik antara sekolah dengan dinas pendidikan. dan sinergi baik antar pelaku sekolah. mengoptimalkan partisipasi warga sekolah dan masyarakat. menjamin terciptanya integrasi. Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan. g.

baik kebutuhan peserta didik. Contoh-contoh perencanaan pemerataan keslimaan misalnya: bea siswa untuk siswa miskin. angka kenaikan kelas/transisi. pembelajaran dengan melakukan. kualitas.). dsb. aspek-aspek yang harus disusun dalam perencanaan pengembangan sekolah juga harus sesuai dengan tuntutan SNP tersebut yaitu 8 (delapan) standar nasional pendidikan: kompetensi lulusan. kepala sekolah. akses. pengembangan lingkungan pembelajaran yang kondusif. ke-disiplinan. proses. siswa/ sekolah). ditinjau dari sisi pemerataan. pengembangan ruang/kantor. isi (kurikulum). Kualitas pendidikan sekolah meliputi input. sosial. Peningkatan relevansi. karakter. proses. Pengembangan kapasitas. Oleh karena itu. dsb. karya ilmiah. pembelajaran kontekstual. dengan catatan bahwa output sangat ditentukan oleh proses. keterampilan kejuruan. olahraga. pustakawan. kebutuhan keluarga. pembiayaan. angka putus sekolah. Relevansi merujuk kepada kesesuaian hasil pendidikan dengan kebutuhan (needs).) 3. dan peningkatan angka kehadiran serta peningkatan pembiayaan pendidikan peserta didik. setiap sekolah harus memenuhi SNP. penurunan angka mengulang. budi-pekerti. dan lab lainnya. pendidikan kecakapan hidup khususnya untuk mencari nafkah. dsb. Contoh-contoh perencanaan kualitas misalnya. Efisiensi eksternal merujuk kepada hubungan antara biaya yang digunakan untuk menghasilkan tamatan dan keuntungan kumulatif (individual. pengelolaan. Aspek-aspek yang Dikembangkan dalam Perencanaan Sekolah Sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). kesenian. keagamaan.C. pengembangan kelembagaan 7 . 2. laboran. relevansi. pengembangan media pembelajaran. ekonomik dan non-ekonomik) yang didapat setelah kurun waktu yang panjang diluar sekolah. pembelajaran kooperatif. prasarana dan sarana. misalnya: 1. pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan (guru. 5. dan keadilan atau kewajaran. dsb. Pemerataan keslimaan: persamaan keslimaan. rasio keluaran/masukan. Laboratorium Komputer. siswa/kelas. Namun demikian. dari delapan SNP tersebut dapat dijabarkan menjadi lebih rinci dalam RPS. pengembangan sarana dan fasilitas sekolah. Efisiensi internal merujuk kepada hubungan antara output sekolah (pencapaian prestasi belajar) dan input (sumberdaya) yang digunakan untuk memroses/ menghasilkan output sekolah.). 4. dan penilaian. konselor. Pengembangan kapasitas sekolah adalah upaya-upaya yang dilakukan secara sistematik untuk menyiapkan kapasitas sumberdaya sekolah (sumberdaya manusia dan sumberdaya selebihnya). Contoh-contoh perencanaan peningkatan efisiensi misalnya: peningkatan angka kelulusan. program keterampilan kejuruan/ kewirausahaan/usaha kecil bagi siswa-siswa yang tidak melanjutkan. Contohcontoh perencanaan relevansi misalnya. dsb. dsb. Peningkatan kualitas siswa (UN. efisiensi. Laboratorium IPS. dan pengembangan kapasitas. rasio (siswa/guru. Efisiensi merujuk pada hasil yang maksimal dengan biaya yang wajar. pengembangan bahan ajar. peningkatan angka melanjutkan. pendidik dan tenaga kependidikan. Peningkatan kualitas. dan kebutuhan pembangunan yang meliputi berbagai sektor dan sub-sektor. Efisiensi dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu efisiensi internal dan efisiensi eksternal. dan output. seperti : pengembangan Laboratorium IPA. dan proses sangat dipengaruhi oleh tingkat kesiapan input. pengurangan angka putus sekolah. pengembangan komite sekolah. pengembangan input siswa. Laboratorium Bahasa. kurikulum muatan lokal. UAS. Peningkatan efisiensi. pengembangan model pembelajaran (pembelajaran tuntas.

berbangsa. dan kalender pendidikan/akademik. beban belajar. dan kesehatan pada SMP dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sportifitas dan kesadaran hidup sehat. ketaatan membayar pajak.kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Kelompok mata pelajaran jasmani. olah raga.kelompok mata pelajaran estetika. Kelompok mata pelajaran keimanan. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMP dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi dasar ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis. kurikulum tingkat satuan pendidikan. beban belajar. olah raga. Semua kelompok mata pelajaran sama pentingnya dalam menentukan kelulusan peserta didik. tanggung jawab sosial. dan akhlak mulia. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SMP dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status. berkualitas. kesetaraan gender. Pelaksanaan semua kelompok mata pelajaran disesuaikan dengan tingkat perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. Kurikulum SMP terdiri dari: kelompok mata pelajaran keimanan. demokrasi. Standar isi mencakup lingkup dan kedalaman materi pembelajaran untuk memenuhi standar kompetensi lulusan.kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Kelompok Mata Pelajaran dan Kedalaman Isi Standar isi pendidikan mengatur kerangka dasar kurikulum. Pengembangan Standar Isi (Kurikulum) Menurut PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP. dan kelompok mata pelajaran jasmani. hak. Budaya hidup sehat termasuk kesadaran. pengembangan manajemen sekolah. serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. antara lain adalah sebagai berikut: 1. dan bernegara. dan kurikulum tingkat satuan pendidikan. dan pengembangan sistem sekolah agar mampu dan sanggup menjalankan tugas pokok dan fungsinya dalam kerangka untuk meng-hasilkan output yang diharapkan serta menghasilkan pola pengelolaan sekolah yang ”good governance” dan akuntabel. Setiap kelompok mata pelajaran dilaksanakan secara holistik sehingga pembelajaran masing-masing kelompok mata pelajaran ikut mewarnai pemahaman dan/atau penghayatan peserta didik. Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan. jiwa dan patriotisme bela negara. ketaatan pada hukum. Standar isi memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum. 8 . dan kesehatan. pelestarian lingkungan hidup. dan akhlak mulia pada SMP dimaksudkan untuk peningkatan potensi spiritual. ketakwaan. Kelompok mata pelajaran estetika pada SMP dimaksudkan untuk meningkatkan sensitifitas. kalender akademik. ketakwaan. penghargaan terhadap hak asasi manusia. dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat. a. kolusi. dan sikap serta perilaku anti korupsi.sekolah. dan nepotisme. Secara lebih rinci aspek-aspek yang dapat dikembangkan berdasarkan SNP sehingga dalam penyelenggaraannya efisien dan relevan. kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. kreatif dan mandiri. dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual maupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan seperti keterbebasan dari perilaku seksual bebas. yang dimaksudkan dengan standar isi pendidikan adalah mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. kemajemukan bangsa. sikap. dan memenuhi pemerataan pendidikan.

dan akhlak mulia serta Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SMP diamalkan sehari-hari oleh peserta didik di dalam dan di luar sekolah. sejarah. pendidikan estetika. olahraga. dan geografi). dan pendidikan jasmani. penugasan terstruktur. serta dikembangkan menjadi bagian dari budaya sekolah. Pendidikan kecakapan hidup mencakup kecakapan pribadi. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi pada setiap tingkat dan/atau semester sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. pendidikan ilmu pengetahuan dan teknologi. olah raga. Kompetensi terdiri dari standar kompetensi dan kompetensi dasar. ketakwaan. pendidikan ilmu pengetahuan dan teknologi. bahasa.kecanduan narkoba. ilmu pengetahuan alam (sekurang-kurangnya terdiri dari fisika. dan muatan lokal yang relevan. kewarganegaraan. serta muatan lokal yang relevan. dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah. olah raga. dan kesehatan. Kelompok mata pelajaran jasmani. pendidikan kesehatan. dan muatan lokal yang relevan. dan biologi). keterampilan. Kurikulum Kecakapan Hidup Kurikulum untuk SMP dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup. akhlak mulia. demam berdarah. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur sesuai dengan kebutuhan dan ciri masing-masing. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SMP dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. kecakapan akademik. Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok keimanan dan ketakwaan. seni dan budaya. antropologi. seni dan budaya. matematika. pendidikan akhlak mulia dan kepribadian. dan kesehatan pada SMP dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. d. ekonomika. Kelompok mata pelajaran keimanan. HIV/AIDS. muntaber. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMP dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. Ketentuan mengenai kedalaman muatan kurikulum dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. dan kesehatan. olah raga. pendidikan estetika. atau pendidikan jasmani. kecakapan sosial. kimia. ilmu pengetahuan alam. Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. dan/atau teknologi informasi dan komunikasi. pendidikan akhlak mulia dan kepribadian. 9 . atau pendidikan jasmani. sosiologi. b. keterampilan/kejuruan. dengan contoh pengamalan diberikan oleh setiap pendidik dalam interaksi sosialnya di dalam dan di luar sekolah. Beban Belajar Beban belajar untuk SMP diperhitungkan dengan menggunakan jam pembelajaran per minggu per semester dengan sistem tatap muka. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok keimanan dan ketakwaan. c. Kurikulum Muatan Lokal Kurikulum untuk SMP dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal. ilmu pengetahuan sosial (sekurang-kurangnya terdiri dari ketatanegaraan. Kelompok mata pelajaran estetika pada SMP dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. dan kecakapan vokasional.

memotivasi. waktu pembelajaran efektif. dan perkembangan fisik serta psikologisnya. dan kemandirian peserta didik sesuai dengan bakat. f. menantang. mendorong peserta didik untuk berpartisipasi aktif. Penilaian proses pembelajaran pada SMP untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan 10 . Kalender pendidikan Waktu pembelajaran yang dituangkan dalam kalender pendidikan atau kalender akademik mencakup permulaan tahun ajaran.e. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. dan pengawasan yang baik. Pelaksanaan harus memperhatikan jumlah maksimal peserta didik per kelas dan beban mengajar maksimal per pendidik. pelaksanaan. pedoman penilaian. Pengembangan Standar Proses Pendidikan a. dan alat/media pembelajaran. Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: 1) Terdokumentasikan kurikulum satuan pendidikan yang dijalankan sekolah (KBK) 2) Tersedianya perangkat pembelajaran secara lengkap (pemetaan. Dalam proses pembelajaran diselenggarakan secara interaktif. minat. menyenangkan. Dalam proses pembelajaran pendidik memberikan keteladanan. Perencanaan harus didukung oleh sekurang-kurangnya dokumen kurikulum. baik untuk semua mata pelajaran maupun semua jenjang kelas 3) Terdokumentasikan kurikulum satuan pendidikan di sekolah yang bersangkutan 4) Dan terdapat peningkatan lain yang terkait dengan standar isi pendidikan 2. silabus untuk setiap mata pelajaran. rencana pelaksanaan pembelajaran. rencana pelaksanaan pembelajaran). Standar Proses Pendidikan Dalam SNP Dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang SNP bahwa yang dimaksud dengan standar proses pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. Aspek-aspek yang Dikembangkan dalam Program-program Sekolah rintisan. minggu efektif belajar. penilaian proses pembelajaran. dan hari libur. VIII maupun kelas IX. kreativitas. potensial dan SSN Bidang Standar Isi (Kurikulum) Program-program yang dapat dikembangkan dalam standar isi (kurikulum) ini antara lain: 1) Pengembangan kurikulum satuan pendidikan (dengan berbagai jenis muatan kurikulum sesuai dengan ketentuan SNP) 2) Penyusunan kalender pendidikan 3) Pengembangan pemetaan KBK untuk semua mata pelajaran 4) Pengembangan silabus untuk semua mata pelajaran 5) Pengembangan sistem penilaian untuk semua mata pelajaran 6) Pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran untuk semua mata pelajaran 7) Penyusunan beban belajar Pengembangan isi tersebut dilakukan baik untuk kelas VII. Untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan. silabus. buku teks pelajaran. inspiratif. dan rasio maksimal jumlah peserta didik per pendidik. rasio maksimal buku teks pelajaran per peserta didik.

maka bagi setiap sekolah diharapkan mengembangkan berbagai program dan kegiatan. evaluasi. kepribadian. dan pengambilan langkah tindak lanjut yang diperlukan. psikomotorik. keterampilan. utamanya CTL 2) Terdapat peningkatan inovasi bahan pembelajaran.teknologi harus menggunakan berbagai teknik penilaian. baik secara kualitas maupun kuantitas 3) Terdapat peningkatan inovasi sumber pembelajaran. Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. khususnya penerapan metode atau strategi pembelajaran kontekstual atau CTL (Contextual Teaching and Learning) 2) Pengembangan dan inovasi-inovasi bahan pembelajaran 3) Pengembangan dan inovasi-inovasi sumber pembelajaran 4) Pengembangan dan inovasi-inovasi model-model pengelolaan atau manajemen kelas 5) Dan sebagainya Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: 1) Semua mata pelajaran pada semua jenjang kelas telah dilaksanakan dengan menggunakan berbagai strategi pembelajaran. serta observasi dan evaluasi akhir secara individual yang dilaksanakan sekurang-kurangnya satu kali dalam satu semester. Standar kompetensi lulusan SMP dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. Penilaian proses pembelajaran harus mencakup aspek kognitif. Kompetensi lulusan mencakup pengetahuan. Standar kompetensi lulusan pada jenjang SMP diarahkan untuk meletakkan dasar kecerdasan. ahklak mulia. pengetahuan. sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai dalam satu tahun. dan afektif. bahwa yang dimaksud dengan standar kompetensi lulusan pendidikan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. pengetahuan dan keterampilan. diantaranya adalah: 1) Pengembangan dan inovasi-inovasi metode pengajaran pada semua mata pelajaran. Pengawasan mencakup pemantauan. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Program Pengembangan Standar Proses Pendidikan pada Sekolah Rintisan. termasuk kompetensi membaca dan menulis. supervisi. Penilaian proses pembelajaran untuk kelompok mata pelajaran selain ilmu pengetahuan dan teknologi harus mencakup observasi dan evaluasi harian secara individual terhadap peserta didik. b. termasuk ulangan. dan SSN Dalam upaya-upaya menuju kepada standar proses pendidikan sebagaimana halnya ditentukan oleh SNP. 11 . baik secara kualitas maupun kuantitas 4) Terdapat peningkatan inovasi pengelolaan kelas/pengelolaan pembelajaran dan sebagainya 3. dan sikap sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. pelaporan. Standar kompetensi lulusan meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. Pengembangan Standar Kompetensi Lulusan Sebagaimana dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP. Potensial.

yang diperoleh melalui pendidikan profesi guru sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Seseorang yang tidak memiliki ijazah dan/atau sertifikat keahlian tetapi memiliki keahlian khusus yang diakui dan diperlukan dapat diangkat menjadi pendidik setelah melewati uji kelayakan dan kesetaraan. Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik. Terdapat peningkatan gain score achievement (GSA) pada setiap semester atau tahun. kompetensi profesional. kompetensi kepribadian. stabil. terhadap pencapaian keutntasan kompetensi untuk semua mata pelajaran b. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kompetensi sosial merupakan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik.Adapun beberapa program dan kegiatan yang dapat dikembangkan yang berkaitan dengan standar kompetensi lulusan pendidikan ini antara lain: a. Kualifikasi akademik adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundangan yang berlaku. orangtua/wali peserta didik. dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Kualifikasi 12 . arif. Kompetensi kepribadian mencerminkan kepribadian yang mantap. sesama pendidik. Pengembangan Standar Pendidik dan Tenaga kependidikan Pengertian Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan menurut PP 19 Tahun 2005 Tentang SNP adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental serta pendidikan dalam jabatan. Pengembangan standar kelulusan atau GSA pada setiap tahunnya b. dan berakhlak mulia. Terdapat peningkatan prestasi non akademik tiap tahunnya d. Pengembangan kejuaraan lomba-lomba bidang non akademik e. Dan sebagainya 4. Kompetensi profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan. Terdapat peningkatan rata-rata pencapaian gain score achievement (GSA) pada tahun terhadap mata pelajaran yang di-UN-kan berdasarkan kepada standar kelulusan yang ditetapkan c. Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang SMP meliputi kompetensi pedagogik. dan berwibawa. Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran. dan masyarakat sekitar. dan kompetensi sosial sesuai Standar Nasional Pendidikan. yang dibuktikan dengan sertifikat profesi pendidik. menjadi teladan bagi peserta didik. Dan sebagainya Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. Kompetensi adalah tingkat kemampuan minimal yang harus dipenuhi seorang pendidik untuk dapat berperan sebagai agen pembelajaran. perancangan dan pelaksanaan pembelajaran. dewasa. tenaga kependidikan. evaluasi hasil belajar. sehat jasmani dan rohani. Pengembangan standar pencapaian ketuntasan kompetensi pada tiap tahun atau semester c. Pengembangan kejuaraan lomba-lomba bidang akademik d.

ruang laboratorium. tlima berolahraga. instalasi daya dan jasa. ruang kelas. termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. tlima berolahraga. ruang tata usaha. tenaga administrasi. bengkel kerja. Terselenggaranya ME tiap tahun khususnya tentang kinerja sekolah d. Terselenggaranya ME tiap tahun khususnya tentang kinerja kepala sekolah f. Terselenggaranya ME tiap tahun khususnya tentang kinerja pendidik e. ruang pimpinan satuan pendidikan. Adapun program-program dan kegiatan-kegiatan yang dapat dikembangkan mengenai standar pendidik dan tenaga kependidikan ini antara lain: a. Tenaga Kependidikan pada pendidikan akademik. Terdapat peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sesuai SNP c. Tenaga kependidikan pada SMP sekurang-kurangnya terdiri atas kepala sekolah. ruang unit produksi. Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek kepribadian e.akademik pendidikan minimum untuk pendidik pada tingkat SMP adalah: diploma lima (D-IV) atau sarjana (S1). ruang bengkel kerja. perabot. ruang pendidik. Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek pedagogik c. dan tenaga kebersihan sekolah. Peningkatan kuantitas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. Memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran sesuai ketentuan perundangan yang berlaku. ruang kelas. tenaga laboratorium. Terselenggaranya supervisi klinis tiap tahun khususnya kepada pendidik. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun di SMP. dan sumber belajar lain. pendidikan vokasi. alat dan media pendidikan. Pengembangan Standar Prasarana dan Sarana Pendidikan Pengertian standar Prasarana dan sarana pendidikan menurut PP Nomor 19 tahun 2005 Tentang SNP adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan persyaratan minimal tentang lahan. Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek sosial d. Standar sarana pendidikan mencakup persyaratan minimal tentang perabot. Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek profesionalisme b. ruang perpustakaan. media 13 . buku. tlima berkreasi. dan h. dan ruang/tlima lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. tlima berkreasi. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi oleh kepala sekolah terhadap kinerja pendidik dan tenaga TU atau lainnya. Persyaratan untuk menjadi kepala SMP meliputi: berstatus guru SMP. tentang. Pengembangan atau peningkatan kompetensi tenaga TU dan lainnya f. tlima bermain. laboratorium. Pengembangan atau peningkatan kompetensi kepala sekolah g. tenaga perpustakaan. yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. tlima bermain. Standar prasarana pendidikan mencakup persyaratan minimal dan wajib dimiliki oleh setiap satuan pendidikan lahan. ruang kantin. dan Memiliki kemampuan kepemimpinan dan kewirausahaan di bidang pendidikan. dan 5. peralatan pendidikan. kompetensi dan sertifikasi sesuai dengan bidang tugasnya. Terdapat peningkatan jumlah tenaga pendidikan dan kependidikan sesuai kebutuhan sekolah b. tlima beribadah. dan pendidikan profesi harus memiliki kualifikasi. perpustakaan. tlima beribadah.

serta letak lahan satuan pendidikan di dalam klaster satuan pendidikan yang menjadi pengumpan masukan peserta didik. dan h. dan rasio luas lahan per peserta didik dirumuskan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. Peningkatan dan pengembangan peralatan laboratorium komputer. Penciptaan atau pengembangan lingkungan belajar yang kondusif e. Pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan menjadi tanggung jawab satuan pendidikan yang bersangkutan. Bahasa. pendidik. Standar lahan satuan pendidikan dinyatakan dalam rasio luas lahan per peserta didik. Peningkatan dan pengembangan serta inovasi-inovasi media pembelajaran untuk semua mata pelajaran b. Standar letak lahan satuan pendidikan mempertimbangkan keamanan. baik bagi peserta didik. IPA. Standar letak lahan satuan pendidikan mempertimbangkan letak lahan satuan pendidikan di dalam klaster satuan pendidikan sejenis dan sejenjang. Satuan pendidikan yang memiliki peserta didik.pendidikan. serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. laboratorium komputer. Standar sumber belajar lainnya untuk setiap satuan pendidikan dinyatakan dalam rasio jumlah sumber belajar terhadap peserta didik sesuai dengan jenis sumber belajar dan karakteristik satuan pendidikan. Standar jumlah buku teks pelajaran di perpustakaan dinyatakan dalam rasio minimal jumlah buku teks pelajaran untuk masing-masing mata pelajaran di perpustakaan satuan pendidikan per peserta didik. Standar keragaman buku perpustakaan dinyatakan dalam jumlah minimal judul buku di perpustakaan satuan pendidikan. dan kesehatan lingkungan. dan laboratorium lainnya f. pendidik maupun tenaga kependidikan g. Pemeliharaan dilakukan secara berkala dan berkesinambungan dengan memperhatikan masa pakai. Standar jumlah peralatan dinyatakan dalam rasio minimal jumlah peralatan per peserta didik. Standar letak lahan satuan pendidikan mempertimbangkan jarak tempuh maksimal yang harus dilalui oleh peserta didik untuk menjangkau satuan pendidikan tersebut. 14 . buku dan sumber belajar lainnya. kenyamanan. Pengembangan jaringan internet. laboratorium bahasa. lahan praktek. Pengembangan peralatan dan inovasi-inovasi pusat-pusat sumber belajar. Pengembangan atau peningkatan peralatan/bahan perawatan sarana dan prasarana pendidikan. lahan untuk prasarana penunjang. Adapun program-program dan kegiatan yang dapat dikembangkan mengenai standar prasarana dan sarana baik secara kuantitas maupun kualitas antara lain: a. Pengembangan prasarana (ruang. dan peralatan pembelajaran lain pada satuan pendidikan dinyatakan dalam daftar yang berisi jenis minimal peralatan yang harus tersedia. Standar kualitas bangunan minimal pada SMP adalah kelas B. laboratorium. Peningkatan dan pengembangan serta inovasi-inovasi peralatan pembelajaran untuk semua mata pelajaran c. bahan habis pakai. dan lahan pertamanan untuk menjadikan satuan pendidikan suatu lingkungan yang secara ekologis nyaman dan sehat. Standar rasio luas ruang kelas per peserta didik. dan/atau tenaga kependidikan yang memerlukan layanan khusus wajib menyediakan akses ke sarana dan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Lahan satuan pendidikan meliputi sekurang-kurangnya lahan untuk bangunan satuan pendidikan. rasio luas bangunan per peserta didik. dll) pendidikan dan atau pembelajaran d. Standar keragaman jenis peralatan laboratorium ilmu pengetahuan alam (IPA).

Keputusan akademik pada satuan pendidikan ditetapkan oleh rapat dewan pendidik. kemitraan. Komite Sekolah sekurang-kurangnya terdiri dari anggota masyarakat yang mewakili orang tua/wali peserta didik. Pada jenjang pendidikan SMP melibatkan Komite Sekolah. praktisi pendidikan. guru maupun kepala sekolah f. dan g. Pengelolaan satuan pendidikan menjadi tanggung jawab kepala satuan pendidikan. Rapat dewan pendidik dilaksanakan atas dasar prinsip musyawarah mufakat yang berorientasi pada mutu. Pada satuan pendidikan SMP kepala satuan pendidikan dalam melaksanakan tugasnya dibantu minimal oleh satu orang wakil kepala satuan pendidikan. bulanan. kepedulian dan komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan. Terpasangnya jaringan internet. Pembagian tugas di antara pendidik. penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan.Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. Setiap satuan pendidikan harus memiliki pedoman atau aturan yang sekurang-kurangnya mengatur tentang: Kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabus. kabupaten/kota. dan media pembelajaran atau sekolah secara berkala. kegiatan pembelajaran. selaras dengan strategi pembelajaran yang diterapkan (khususnya CTL) e. Terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas media pembelajaran tiap mata pelajaran untuk semua jenjang kelas. yang menunjukkan seluruh kategori aktifitas satuan pendidikan selama satu tahun dan dirinci secara semesteran. keterbukaan. 6. atau nasional agar tercapai efesiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. Terdapat prasarana sumber-sumber belajar yang memadai (perpustakaan. dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. dan akuntabilitas dalam perencanaan program. pelaksanaan. partisipasi. Pengelolaan SMP menerapkan manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian. pusat media pembelajaran audio visual). Pengembangan Standar Pengelolaan Pendidikan Seperti dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP bahwa yang dimaksudkan dengan standar pengelolaan pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan. Terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas media dan peralatan pembelajaran praktik tiap mata pelajaran untuk semua jenjang kelas. provinsi. Terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas peralatan pembelajaran tiap mata pelajaran untuk semua jenjang kelas. dan mingguan. Struktur organisasi satuan pendidikan. dan pengawasan. dan pendidik. selaras dengan strategi pembelajaran yang diterapkan (khususnya CTL) b. pengambilan keputusan ditetapkan atas dasar suara terbanyak. baik dalam lab komputer peserta didik. penilaian kemajuan hasil belajar. Terlaksananya perawatan prasarana. Kalender kegiatan pendidikan. pengelolaan sarana dan prasana pendidikan. Terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas prasarana pendidikan dan atau pembelajaran d. selaras dengan strategi pembelajaran yang diterapkan (khususnya CTL) c. yang memiliki wawasan. Pembagian tugas di antara tenaga 15 . pendayagunaan tenaga kependidikan. tokoh masyarakat. peralatan. dan apabila keputusan dengan prinsip musyawarah mufakat tidak tercapai.

dan akuntabel. Pelaksanaan pengelolaan satuan pendidikan berpedoman kepada rencana kerja tahunan. tenaga kependidikan. Supervisi mengacu pada Standar Nasional Pendidikan dan Pedoman Program Penjaminan Mutu yang diterbitkan oleh Departemen. Supervisi meliputi supervisi manajerial dan akademik. durasi. dan rapat satuan pendidikan dengan komite sekolah. mata pelajaran yang ditawarkan pada semester gasal. dan penyelenggara program. Tata tertib satuan pendidikan. Pada jenjang pendidikan SMP laporan oleh pendidik ditujukan kepada pemimpin satuan pendidikan dan orang tua/wali peserta didik. tenaga kependidikan dan peserta didik. pemeriksaan. dan pengawas atau penilik satuan pendidikan. peserta. Rencana kerja meliputi sekurang-kurangnya: kalender pendidikan atau akademik yang meliputi sekurang-kurangnya jadwal pembelajaran. pemimpin satuan pendidikan. efektivitas. dan hari libur. pelaksanaan pengelolaan satuan pendidikan yang tidak sesuai dengan rencana kerja tahunan harus mendapat persetujuan dari rapat dewan pendidik dan komite sekolah. program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan yang meliputi sekurangkurangnya jenis. ujian. serta penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana. Untuk jenjang SMP. dan persediaan minimal bahan habis pakai. Laporan oleh tenaga kependidikan ditujukan kepada pemimpin satuan pendidikan. berisi hasil evaluasi dan penilaian dan dilakukan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. evaluasi. Setiap satuan pendidikan dikelola atas dasar rencana kerja tahunan. Pemantauan dilakukan untuk menilai efisiensi. dan semester pendek bila ada. dan akuntabilitas satuan pendidikan. Supervisi dilakukan secara teratur dan berkesinambungan oleh pengawas atau penilik satuan pendidikan dan kepala satuan pendidikan. buku teks pelajaran yang dipakai pada masingmasing mata pelajaran. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pembelajaran. Peraturan akademik. yang minimal meliputi tata tertib pendidik. semester genap. efisien. ulangan. Pelaksanaan kegiatan tersebut harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari rapat dewan pendidik dan komite sekolah dan kemudian dipertanggungjawabkan kepada rapat dewan pendidik dan komite sekolah. Rencana kerja tahunan merupakan penjabaran rinci dari rencana kerja jangka menengah satuan pendidikan yang meliputi masa 5 (lima) tahun. rencana anggaran pendapatan dan belanja satuan pendidikan untuk masa kerja satu tahun. Rencana kerja harus disetujui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Sekolah.kependidikan. laporan oleh pemimpin satuan pendidikan ditujukan kepada komite 16 . Pelaksanaan kegiatan yang perlu atau mendesak tetapi tidak diprogramkan di dalam rencana kerja tahunan dilaksanakan secara ad-hoc dan bertanggung jawab. pengadaan. dan tindak lanjut hasil pengawasan. efektif. jadwal rapat Dewan Pendidik. jadwal penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk tahun ajaran berikutnya. Pelaksanaan pengelolaan satuan pendidikan dilaksanakan secara mandiri. jadwal penyusunan laporan akuntabilitas dan kinerja satuan pendidikan untuk satu tahun terakhir. Kode etik hubungan antara sesama warga di dalam lingkungan satuan pendidikan dan hubungan antara warga satuan pendidikan dengan masyarakat. supervisi. penggunaan. berisi pelaksanaan teknis dari tugas masing-masing dan dilakukan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. Pelaporan dilakukan oleh pendidik. penugasan pendidik pada mata pelajaran dan kegiatan lainnya. rapat konsultasi satuan pendidikan dengan orang tua/wali peserta didik. Pemantauan dilakukan secara teratur dan berkesinambungan oleh pemimpin satuan pendidikan dan komite sekolah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan. Untuk pendidikan SMP. Pengawasan satuan pendidikan meliputi pemantauan. kegiatan ekstrakurikuler. pelaporan.

Adapun beberapa program dan kegiatan yang dapat dikembangkan atau ditingkatkan pada standar pengelolaan pendidikan antara lain: a. Melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efisien e. Terlaksananya pembelajaran secara efektif dan efisien dengan dibuktikan oleh prestasi yang dicapai dan pemanfaatan input pendidikan yang ada e. Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. dan model lain yang pada dasarnya mengembangkan aspek-aspek manajemen untuk pengembangan standarstandar pendidikan n. Pengembangan atau pembuatan rencana pengembangan sekolah (RPS) tiap tahun. Pengembangan dan melengkapi administrasi sekolah g. Membuat jaringan informasi akademik di internal maupun eksternal sekolah (SIM) l. non akademik atau manajemen sekolah lainnya. akuntabilitas. keuangan. Setiap pihak yang menerima laporan wajib menindak lanjuti laporan tersebut untuk meningkatkan mutu dan kesehatan satuan pendidikan. berisi hasil evaluasi dan dilakukan sekurangkurangnya setiap akhir semester. baik menyangkut bidang akademik. transparansi. termasuk memberikan sanksi atas pelanggaran yang ditemukannya. Implementasi MBS mengenai kemandirian/otonomi sekolah. dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Terdapat dokumen pengembangan pendayagunaan SDM sekolah dengan cara membuat dan pembagian tugas-tugas secara jelas beserta pelaksanaannya c. PDCA.sekolah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan. baik untuk jangka pendek. Tersedianya kelengkapan administrasi sekolah sesuai dengan kebutuhan dan memenuhi standar e-goverment yang efisien dan efektif 17 .Pembinaan SMP) h. Pengembangan pendayagunaan SDM sekolah dengan cara membuat dan pembagian tugas-tugas secara jelas c. Penggalangan partisipasi masyarakat (pemberdayaan komite sekolah) k. baik untuk jangka pendek. menengah maupun panjang b. Mendukung pengembangan perangkat penilaian f. hasil-hasil program serta lainnya oleh pihak manajemen sekolah (lihat pedoman pelaksanaan MBS pada Buku MBS yang diterbitkan oleh Dit. Mengembangkan Income Generating Activities atau unit-unit produksi/usaha di sekolah maupun kerjasama dengan pihak lain untuk menggalang partisipasi masyarakat. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi oleh sekolah tentang kinerja sekolah i. Terdapat struktur dan keorganisasian sekolah sesuai dengan kebutuhan sekolah beserta tupoksi dan pedoman-pedoman kerjanya d. Melaksanakan dan membuat pelaporan-pelaporan kepada berbagai pihak yang relevan. Terdapat dokumen rencana pengembangan sekolah (RPS) tiap tahun. Pelaksanaan supervisi klinis oleh kepala sekolah j. Pengembangan struktur dan keorganisasian sekolah sesuai dengan kebutuhan sekolah d. dan kontinyuitas baik mengenai program. dan o. Implementasi model-model manajemen: POAC. fleksibilitas. partisipasi/kerjasama. Membuat atau menciptakan jaringan kerja yang efektif dan efisien baik secara vertikal dan horisontal m. menengah maupun panjang b.

Dalam upaya membantu memenuhi dan mencapai standar biaya pendidikan yang memadai. Terdapat jaringan informasi akademik di internal maupun eksternal sekolah (SIM) j. keuangan. program-program dan pengelolaan yang fleksibilitas. Terciptanya jaringan kerja yang efektif dan efisien baik secara vertikal dan horisontal k. Penggalangan dana dari berbagai sumber termasuk dari sponsor c. Pengembangan Standar Pembiayaan Pendidikan Seperti dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP bahwa standar pembiayaan mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan. Penciptaan usaha-usaha di sekolah atau di luar sekolah sebagai Income Generating Activities d. Sedangkan yang dimaksudkan dengan biaya operasi satuan pendidikan adalah bagian dari dana pendidikan yang diperlukan untuk membiayai kegiatan operasi satuan pendidikan agar dapat berlangsungnya kegiatan pendidikan yang sesuai standar nasional pendidikan secara teratur dan berkelanjutan. dan biaya personal. dan modal kerja tetap. Kepemimpinan kepala sekolah mampu melaksanakan ciri-ciri sebagai leader yang tangguh h. dan lain sebagainya. Pendayagunaan potensi sekolah dan lingkungan yang menghasilkan keuntungan ekonomik e. transparan. seperti misalnya: a. dan m. jasa telekomunikasi. Terdapat dokumen laporan kepada berbagai pihak yang relevan. pajak. Biaya investasi termasuk untuk biaya penyediaan sarpras. biaya operasi. maka sekolah dapat mengembangkan program atau kegiatan yang didasarkan atas musyawarah dan mufakat serta persetujuan dari stakeholder (termasuk Komite Sekolah) serta sesuai dengan koridor peraturan perundangan yang berlaku. transportasi.f. uang lembur. Terselenggaranya penggalangan partisipasi masyarakat (pemberdayaan komite sekolah) secara optimal dalam berbagai bentuk/bidang i. non akademik atau manajemen sekolah lainnya. baik menyangkut bidang akademik. Biaya personal meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan. Biaya operasi satuan pendidikan meliputi: gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji. 7. hasil-hasil program serta lainnya oleh pihak manajemen sekolah g. Menjalin kerjasama dengan alumni. melakukan partisipasi/kerjasama dengan masyarakat dan lainnya. khususnya untuk penggalangan dana pendidikan 18 . Pengembangan jalinan kerja dengan penyandang dana. pengembangan SDM. asuransi. akuntabel. Pembiayaan pendidikan terdiri dari biaya investasi. Mengimplementasikan MBS dengan indikator pencapaian sekolah/manajemen mampu: mandiri/otonom. Terdapat sistem pengelolaan dalam Income Generating Activities atau unit-unit produksi/usaha di sekolah maupun kerjasama dengan pihak lain untuk menggalang partisipasi masyarakat secara profesional. dan biaya operasi pendidikan tak langsung seperti daya. konsumsi. bahan atau peralatan pendidikan habis pakai. pemeliharaan sarana dan prasarana. Terdapat berbagai model pengembangan pengelolaan sekolah l. dan terdapat kontinyuitas baik mengenai program. baik donatur tetap maupun tidak tetap b. air.

Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani. Tertdapat usaha nyata sekolah dalam hal IGA atau unit produksi sekolah (koperasi. dll) c. Penilaian hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik secara berkesinambungan untuk memantau proses. kantin. olah raga. Penilaian digunakan untuk: menilai pencapaian kompetensi peserta didik. Terdapat jalinan kerjasama dengan alumni dalam penggalangan dana 8. dan kemajuan hasil belajar. dan kesehatan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kelulusan peserta didik dari penilaian akhir satuan pendidikan. Penilaian akhir mempertimbangkan hasil penilaian peserta didik sejak awal hingga akhir masa studi. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran keimanan. dan ujian. toko. Terjalin kerjasama dengan penyandang dana. dan akhlak mulia. baik tetap maupun ridak tetap dan terdapat pemasukan dana b. Ujian nasional merupakan penilaian bersifat nasional atas pencapaian standar kompetensi lulusan oleh peserta didik hasilnya dapat dibandingkan baik antar satuan pendidikan. kelompok mata pelajaran estetika. penugasan. memperbaiki proses pembelajaran. dan instrumen penilaian prestasi belajar peserta didik. kemampuan. Pengembangan Standar Penilaian Pendidikan Dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP bahwa standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. ulangan. dan akhlak mulia. ulangan. ulangan. ketakwaan.f. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. serta kelompok mata pelajaran jasmani. 19 . dan kesehatan dilakukan melalui: pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta didik. dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi yang dinilai. pada kelompok mata pelajaran keimanan. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik. kelompok mata pelajaran estetika. dan akhlak mulia dan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui: pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. olah raga. Untuk mengikuti ujian akhir satuan pendidikan. prosedur. Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dilakukan penilaian akhir pada setiap satuan pendidikan untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran keimanan. bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. Ujian akhir dilakukan untuk semua mata pelajaran kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menentukan kelulusan peserta didik. dan kelompok mata pelajaran jasmani. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi diukur melalui ujian. serta ujian. olah raga. ketakwaan. ketakwaan. dan menentukan kelulusan peserta didik. Dan sebagainya Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. peserta didik harus mendapatkan nilai yang sama atau lebih besar dari nilai batas ambang kompetensi yang dirumuskan oleh BSNP. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. dan kesehatan .

Peserta ujian nasional memperoleh Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional yang selanjutnya disebut SKHUN yang diterbitkan oleh satuan pendidikan penyelenggara Ujian Nasional. Jadual pelaksanaan Ujian Nasional ditetapkan oleh Menteri. berkeadilan. Rata-rata tahunan hasil Ujian Nasional yang diperoleh program pendidikan dan/atau satuan pendidikan dipertimbangkan dalam akreditasi satuan pendidikan dan/atau program pendidikan. bahan pertimbangan dalam menentukan kelulusan peserta didik dari program pendidikan dan/atau satuan pendidikan. Setiap peserta didik wajib mengikuti satu kali Ujian Nasional tanpa dipungut biaya. dan kesehatan . BSNP menyelenggarakan Ujian Nasional yang diikuti peserta didik untuk mengukur kompetensi peserta didik dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. ulangan kenaikan kelas. Pada jenjang SMP. ulangan tengah semester. Pengembangan perangkat model-model penilaian pembelajaran b. ketakwaan. dan akuntabel. Pengembangan lomba-lomba. Bahasa Inggris. dan satuan pendidikan. Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia. maupun antar waktu. ulangan akhir semester. Pemerintah Provinsi. kelompok mata pelajaran estetika. Hasil Ujian Nasional digunakan sebagai : salah satu instrumen dalam pemetaan mutu satuan pendidikan dan/atau program pendidikan. BSNP bekerja sama dengan LPMP. satuan pendidikan. Peserta didik pendidikan informal dapat mengikuti ujian nasional setelah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh BSNP. Kriteria kelulusan ujian nasional dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. Setiap peserta didik berhak mengikuti Ujian Nasional dan berhak mengulanginya sepanjang belum dinyatakan lulus dari satuan pendidikan. dan akhlak mulia. Peserta didik dinyatakan lulus setelah: menyelesaikan seluruh program pembelajaran. Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditetapkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan sesuai dengan kriteria yang dikembangkan dan ditetapkan oleh BSNP. Matematika. dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan oleh peserta didik. meningkatkan dan melaksanakan beberapa program dan kegiatan penilaian seperti misalnya: a. dan/atau program pendidikan. Standar kompetensi pada mata pelajaran yang diujikan dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. Implementasi model evaluasi pembelajaran: ulangan harian. Pengembangan instrumen atau perangkat soal-soal untuk berbagai model evaluasi d. uji coba. Pemerintah Kabupaten/Kota. Pengembangan pedoman-pedoman evaluasi sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau BSNP e. dan sejenisnya dalam upaya peningkatan standar nilai atau ketuntasan kompetensi 20 . salah satu dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya. lulus ujian akhir kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan. Oleh karena itu perlu mengembangkan. Penilaian kompetensi peserta didik pada Ujian Nasional dilakukan secara obyektif. Ujian Nasional diadakan sekurang-kurangnya satu kali dan sebanyak-banyaknya dua kali dalam satu tahun pelajaran. Dalam teknis pelaksanaan Ujian Nasional di tingkat provinsi. dan digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). olah raga. dan kelompok mata pelajaran jasmani. memperoleh nilai minimal baik pada evaluasi akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran keimanan.antara daerah. dan lulus Ujian Nasional. Soal pada Ujian Nasional mewakili seluruh cakupan materi yang ada pada standar kompetensi lulusan dari mata pelajaran yang diujikan. dll c.

f. Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk melaksanakan penilaian dalam rangka pengembangan perangkat penilaian sampai dengan analisa dan pelaporan hasil belajar peserta didik, dan g. Melaksanakan kerjasama dengan pihak lain untuk melaksanakan tes atau uji coba prestasi peserta didik secara periodik Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. Terdapat perangkat penilaian berbagai ragam untuk semua mapel semua jenjang kelas/tingka b. Terselenggara berbagai model evaluasi: ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, dll c. Terdapat dokumen pengembangan bank soal, dan d. Terdapat berbagai macam lomba, uji coba, dan jenis lainnya untuk peningkatan prestasi peserta didik. Dari berbagai program pengembangan tersebut selanjutnya dapat dibuat kerangka kerja/program dan target yang diinginkan dengan berbagai strategi pelaksanaannya sebagai berikut: Program Dan Hasil Yang Diharapkan
Isi (Kurikulum) Proses Kelulusan Pengelolaan Pembiayaan Pendidik & Tnaga Kependidikan Prasarana dan Sarana Penilaian Lainnya

N o

1 2 3 5

5

Mengimplementa sikan MBS Mengembangkan Inovasi Pembelajaran Menciptakan Komunitas Belajar Mengembangkan Profesionalitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan Menggalang Partisipasi Masyarakat

Strategi

• •

• • •

• • •

• • •

• •

• •

21

KETERANGAN:  Dengan strategi implementasi MBS di sekolah dapat dilaksanakan program-program yang relevan dengan pengembangan kurikulum atau kurikulum satuan pendidikan yang akan dilaksanakan, inovasi proses pembelajaran, pencapaian kompetensi lulusan yang makin meningkat, pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan, pengembangan prasarana dan sarana, pengembangan pengelolaan pendidikan di sekolah, pencapaian pembiayaan pendidikan di sekolah yang proporsional, pengembangan sistem penilaian, dan program lain yang sesuai dengan kebutuhan serta kondisi lingkungan sekolah/masyarakat. Dengan strategi pengembangan inovasi pembelajaran di sekolah dapat dilaksanakan program-program yang relevan dengan pengembangan dan penerapan berbagai model proses pembelajaran terutama penerapan CTL di sekolah, pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan yang mampu menerapkan CTL, pengembangan prasarana dan sarana pendukung pelaksanaan CTL, pengembangan pengelolaan pendidikan di sekolah yang mengakomodasi pelaksanaan pembelajaran CTL, pengembangan sistem penilaian yang didasarkan atas penerapan pembelajaran CTL, dan program lain yang sesuai dengan kebutuhan serta kondisi lingkungan sekolah. Dengan strategi penciptaan komunitas belajar yang kondusif di sekolah dapat dilaksanakan program-program yang mengarah kepada budaya pengembangan kurikulum yang kontekstual oleh pendidik, budaya inovatif pendidik dalam pengembangan pendekatan proses pembelajaran yang kontekstual, pengembangan dan pengkondisian peserta didik yang mengarah kepada kompetisi untuk mencapai kompetensi yang tinggi, penciptaan budaya dan pengembangan kompetensi (profesionalitas, pedagogik, kepribadian, sosiologis) pendidik dan tenaga kependidikan, penciptaan peluang atau keslimaan dan pendayagunaan secara optimal prasarana dan sarana serta potensi sumber daya sekolah lainnya, penciptaan dan pengembangan pengelolaan sekolah yang kontekstual dengan kebutuhan sekolah serta penciptaan budaya entrepreneurship di lingkungan sekolah. Dengan strategi pengembangan perofesionalitas pendidik dan tenaga kependidikan , dapat dilaksanakan program-program yang relevan seperti: peningkatan kemampuan pendidik dan tenaga kependidikan agar mampu mengembangkan kurikulum atau kurikulum satuan pendidikan, melakukan inovasi proses pembelajaran, mengembangkan prasarana dan sarana pendidikan, mengembangkan model/sistem pengelolaan pendidikan di sekolah, mengembangkan usaha dan income generating di sekolah, dan mengembangkan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan KBK. Dengan strategi penggalangan partisipasi masyarakat, dapat dilaksanakan programprogram yang relevan seperti: peningkatan kerjasama, kemitraan, dan pengoptimasian potensi sumber daya masyarakat (stakeholder) dan atau komite sekolah untuk membantu mengembangkan kurikulum, proses pembelajaran, tenaga pendidik dan kependidikan, sarpras, pengelolaan sekolah, pembiayaan pendidikan, dan bahkan dalam pelaksanaan pengembangan penilaian peserta didik. 22

D. Proses Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) Dalam penyusunan RPS harus menerapkan prinsip-prinsip: memperbaiki prestasi belajar siswa, membawa perubahan yang lebih baik (peningkatan/ pengembangan), sistematis, terarah, terpadu (saling terkait & sepadan), menyeluruh, tanggap terhadap perubahan, demand driven (berdasarkan kebutuhan), partisipasi, keterwakilan, transparansi, data driven, realistik sesuai dengan hasil analisis SWOT, dan mendasarkan pada hasil review dan evaluasi. 1. Penyusunan dan Pelaksanaan RPS Faktor penting yang harus diperhatikan oleh setiap sekolah adalah konsistensi anatara perencanaan dengan pelaksanaan pengembangan sekolah. Perencanaan sekolah yang baik akan memberikan kontribusi keberhasilan yang besar dalam implementasinya.
Desai Desai n n Implementa Implementa si si Evalua Evalua si si

RPS RPS

RPS RPS

RPS RPS

Cakupan Isi RPS Kualitas RPS

Kepatuhan Implementasi dengan Desain RPS

Kesesuaian Hasil dengan Desain RPS

Sedangkan perencanaan yang kurang baik akan memberikan dampak yang kurang baik pula terhadap impelemntasinya. Oleh karena itu dalam setiap membuat RPS, sekolah harus mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi seperti kondisi lingkungan strategis, kondisi sekolah saat ini, dan harapan masa datang. Alur berfikir dan keterkaitan antara perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sekolah dapat dilihat pada gambar 2.
Gambar 2. Penyusunan dan Pelaksanaan Perencanaan Sekolah Analisis Lingkungan Analisis Lingkungan Strategis Strategis

SituasiPendidikan Pendidikan Situasi saatini ini saat

Kesenjanga n

SituasiPendidikan Pendidikan Situasi yangdiharapkan diharapkan yang

RencanaStrategis Strategis Rencana (5tahun) tahun) (5

Rencana Rencana Operasional Operasional (1 tahun) (1 tahun)
Pelaksanaan Pelaksanaan Program Program Monitoring & Monitoring & Evaluasi Evaluasi

23

kondisi ekonomi masyarakat dan nasional. tenaga perpustakaan. kondisi perpolitikan. 24 . kurikulum. kondisi demografis masyarakat sekitar. peran komite sekolah.2. dan sebaginya. baik Renstra maupun Renop harus memperhatikan kebutuhan sekolah. perkembangan IPTEK. Sedangkan Renop merupakan bagian tak terpisahkan dari Renstra. Secara lebih rinci dalam pentahapan proses penyusunan RPS adalah sebagai berikut: a. kelulusan. Aspek atau unsur-unsur sekolah yang secara internal dapat dikaji antara lain mengenai kondisi saat ini tentang: PBM. yang semuanya mengacu kepada SNP. buku. dan lebih merupakan penjabaran operasional dari Renstra. kepala sekolah. yaitu Rencana Strategis (Renstra) Sekolah dalam jangka menengah (lima tahunan) dan Rencana Operasional (Renop) Sekolah dalam jangka pendek (satu tahunan). Hasil kajian ini dapat dirumuskan dalam ”education profile” pada suatu daerah yang dapat dipergunakan untuk menentukan ”status” atau potret pendidikan di SMP saat ini . tenaga TU. baik menyangkut fisik maupun non fisik. dan sebaginya. yang dapat mempengaruhi penyelenggaraan pendidikan. guru. sistem penilaian/evaluasi. 2) Melakukan analisis situasi pendidikan sekolah saat ini Adalah suatu analisis atau kajian yang dilakukan oleh sekolah untuk mengetahui semua unsur sekolah yang akan dan telah mempengaruhi penyelenggaraan pendidikan dan hasil-hasilnya. Berbagai faktor tersebut diantaranya adalah kondisi sosial masyarakat. pembiayaan dan sumber dana sekolah. Dalam hal program. perkembangan globaliasasi. Dengan demikian Renstra dibuat pada awal tahun untuk lima tahun mendatang. Langkah-langkah penyusunan Renstra dalam RPS: 1) Melakukan analisis lingkungan strategis sekolah Dalam analisis ini pihak sekolah melakukan kajian tentang faktor-faktor eksternal sekolah. masyarakat serta sesuai dengan RPPP dan RPPN. laboran. peserta didik. sedangkan Renop dibuat pada tahun pertama dari lima tahun yang akan dilaksanakan. kondisi keamanan lingkungan. Renstra menggambarkan suatu perencanaan pengembangan sekolah yang menggambarkan tentang program-program sekolah yang akan dilaksanakan dan dicapai selama kurun waktu lima tahun. Langkah-langkah Penyusunan RPS: Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Operasional (Renop) Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa RPS berisi dua rencana pengembangan pendidikan ditinjau dari jangka waktunya. media pengajaran. Programprogram dalam Renop lebih detail yang akan dilaksankan dan dicapai dalam satu tahun. fasilitas atau sarpras. Analisis ini lebih menitikberatkan kepada analisis situasi pendidikan jenjang SMP pada umumnya di sekitar sekolah yang bersangkutan. regulasi/kebijakan pemerintah pusat dan daerah. Baik dalam Renstra maupun Renop semua sumber dana dan alokasi biaya sudah dapat diprediksi sebelumnya. sehingga dapat diketahui sejauhmana kesenjangan yang terjadi. manajemen sekolah. kondisi geografis lingkungan sekolah. Hasil ini selanjutnya akan dibvandingkan dengan kondisi ideal yang diharapkan di masa lima tahun mendatang. Hasil kajian ini dapat dipergunakan untuk menentukan visi sekolah. Program-program tersebut lebih bersifat garis besar.

Hasil analisis ini selanjutnya akan dipergunakan untuk membandingkan dengan kondisi sekolah saat ini (poin 2). yaitu mampu mencapai SNP. dan standar penilaian. maka selanjutnya sekolah dapat menentukan kesenjangan yang terjadi antara keduanya. sehingga sekolah diharapkan berperan menanamkan akhlaq kepada siswa. (7) di era AFTA juga sangat mungkin terjadi pembukaan “cabang” sekolah luar negeri di kota besar di Indonesia. standar kelulusan. standar fasilitas. (6) di era AFTA yang sebentar lagi dimulai bahasa Inggris akan sangat penting untuk sarana komunikasi di dunia kerja. (5) era global tampaknya juga berpengaruh terhadap perilaku dan moral manusia. sehingga sekolah yang mutunya jelek akan ditinggalkan mereka. standar pengelolaan. (5) kesadaran orangtua akan pentingnya pendidikan yang baik bagi anaknya ternyata paralel dengan persaingan antar sekolah untuk menggaet anak yang pandai dengan orangtua yang penuh perhatian. standar pembiayaan. khususnya mereka yang memiliki cara pandang yang visioner. sehingga akan banyak tenaga kerja asing di Indonesia. Imajinasi ke depan seperti itu akan selalu diwarnai oleh peluang dan tantangan yang diyakini akan terjadi di masa datang. sehingga prinsip multiple intelegence menjadi salah satu harapan. feasible. Berikut itu beberapa contoh perkembangan ke depan yang perlu diperhatikan. Hal itu penting difahami untuk menghindari terjadinya kekeliruan bahwa sekolah “bebas” menentukan 25 . Dalam menentukan visi tersebut. Dengan kata lain. Diharapkan apa yang menjadi idealisme dalam lima tahun mendatang merupakan ”education profile yang ideal”. 4) Menentukan kesenjangan antara situasi pendidikan sekolah saat ini dan yang diharapkan 5 tahun kedepan Berdasarkan pada hasil analisis sekolah saat ini dan analisis kondisi sekolah yang idieal lima tahun mendatang (langkah 2 dan 3). (2) era global akan menyebabkan lalu lintas tenaga kerja sangat mudah.3) Melakukan analisis situasi pendidikan sekolah yang diharapkan 5 tahun kedepan Sekolah melakukan suatu kajian atau penelaahan tentang cita-cita potret pendidikan di SMP yang ideal di masa datang (khususnya dalam lima tahun mendatang). standar PBM. sebaliknya banyak tenaga kerja Indonesia di luar negeri (3) era informasi yang menyebabkan siswa dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber sehingga guru dan sekolah bukan lagi satu-satunya sumber informasi. Dalam analisis ini melibatkan semua stakeholder sekolah. yaitu tercapainya standar kurikulum sekolah. Artinya visi suatu sekolah harus mengacu kepada kebijakan umum pendidian yang tekah ditetapkan secara nasional. sehingga dapat menentukan kondisi sekolah yang benarbenar ideal tetapi terukur. dan sebagainya. kesenjangan tersebut merupakan selisih antara kondisi nyata sekarang dengan kondisi idealnya. standar pendidik dan tenaga kependidikan. antara lain: (1) perkembangan iptek begitu cepat akan berpengaruh pada semua aspek kehidupan termasuk teknologi pendidikan. 5) Merumuskan visi Visi adalah imajinasi moral yang menggambarkan profil sekolah yang diinginkan di masa datang. sekolah harus memperhatikan perkembangan dan tantangan masa depan. serta (8) masyarakat semakin faham bahwa pendidikan bukan hanya untuk hal-hal yang bersifat kognitif. Kesenjangan itulah merupakan sasaran yang harus dicapai atau diatasi. dan rasional. Namun demikian visi sekolah harus tetap berada dalam koridor kebijakan pendidikan nasional. sehingga apa yang diharapkan sekolah secara ideal dapat dicapai.

Visi dan disertai indikator tersebut hanyalah bahan banding dan hanya cocok dengan sekolah yang bersangkutan. yang sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing. c.visinya dan tidak terkait dengan kebijakan pihak lain. Berorientasi ke masa depan. dan berdasarkan tujuan baku SMP yang tertera dalam Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional maupun Peraturan Pemerintah sebagai pedoman pelaksanaannya. sesuai dengan norma dan harapan masyarakat. f. Juga harus dipertimbangkan apa potensi yang dimiliki sekolah untuk mewujudkan harapan tersebut. mudah diingat dan terkait dengan istilah tertentu. Menunjukkan keyakinan masa depan yang jauh lebih baik. proses. semangat dan komitmen warga. satu indikator misi dapat dirumuskan lebih dari satu rumusan misi. Mencerminkan dorongan yang kuat akan tumbuhnya inspirasi. d. kelulusan. dan rancangan tindakan yang dijadikan arahan untuk mewujudkan visi. Menjadi dasar perumusan misi dan tujuan sekolah. Sebagaimana disebut terdahulu. 6) Merumuskan misi sekolah Misi adalah tindakan atau upaya untuk mewujudkan visi. Dalam hal ini. pengelolaan. Di samping itu visi sekolah juga harus mempertimbangkan potensi yang dimiliki sekolah dan harapan masyarakat di sekitar sekolah. visi yang dirumuskan dengan kalimat filosofis perlu diberikan indikatornya. Indikator sebaiknya mencakup segala aspek pokok yang diimajinasikan. Jika visi. sarana. Mencerminkan standar keunggulan dan cita-cita yang ingin dicapai. 7) Merumuskan tujuan sekolah selama lima (5) tahun ke depan Bertolak dari visi dan misi yang telah dikembangkan oleh sekolah. e. bahkan seringkali mirip sebuah slogan. Jadi misi merupakan penjabaran visi dalam bentuk rumusan tugas. Isi tujuan jangka menengah ini masih bersifat global dan komprehensif. Visi pada umumnya dirumuskan dengan kalimat yang filosofis. baik isi yang mengarah pada pencapaian standar isi. Mampu menjadi dasar dan mendorong terjadinya perubahan dan pengembangan sekolah ke arah yang lebih baik. misi adalah bentuk layanan untuk memenuhi tuntutan yang dituangkan dalam visi dengan berbagai indikatornya. kewajiban. apa indikator sekolah yang “unggul dalam prestasi berdasarkan iman dan taqwa” tersebut. selanjutnya sekolah merumuskan tujuan jangka menengah (5 tahun). maka tujuan 5 tahun dikaitkan dengan jangka menengah. Misalnya. Oleh karena itu sekolah lain dianjurkan merumuskan visinya sendiri. Artinya jenis dan mutu layanan pendidikan seperti apa yang diharapkan oleh orangtua dan masyarakat sekitar sekolah. Rumusan visi yang baik seharusnya memberikan isyarat: a. misi dan tujuan baku terkait dengan jangka panjang. untuk jangka waktu yang lama. b. Sering pula dirumuskan dalam bentuk kalimat yang khas. misi dan tujuan baku SMP yang telah ditetapkan. Dengan kata lain. Rumusan misi selalu dalam bentuk kalimat yang menunjukkan “tindakan” dan bukan kalimat yang menunjukkan “keadaan” sebagaimana pada rumusan visi. pendidik. maupun penilaian karena untuk kepentingan jangka 26 . Dengan demikian tujuan jangka menengah (5 tahun) pada dasarnya merupakan tahapan atau langkah untuk mewujudkan visi. pembiayaan. Antara indikator visi dengan sumusan misi harus ada keterkaitan atau terdapat benang merahnya secara jelas.

Demikian pula untuk hasil-hasil yang akan dicapai dari SNP lainnya. ketiga. 10) Menentukan milestone (output apa dan kapan dicapainya) Berdasarkan pada tujuan. Misalnya dari program pencapaian SNP tentang standar sarana dan prasarana pendidikan. Dalam membuat rencana anggaran ini dari setiap besarnya alokasi dana harus dimasukkan asal semua sumber dana. hanya garis besarnya saja. RPPP. Program di sini belum operasional. Program strategis ini harus sesuai dengan rumusan tujuan 5 tahunan yang telah ditetapkan. sehingga dalam waktu lima tahun akan diketahui jumlah biaya yang diperlukan dan dari sumber biaya mana saja. dan komprehensif. 11) Menentukan rencana biaya (alokasi dana) Selanjutnya sekolah merencanakan alokasi anggaran biaya untuk kepentingan lima tahun. suatu program makin lama makin banyak biayanya. dua tahun atau 10 tahun. Karakteristik strategi adalah yang sesuai dengan tuntutan program. Rencana biaya tersebut dapat dirumuskan per tahunnya. 9) Menentukan strategi pelaksanaan Setelah program dirumuskan. Oleh karena itu penting bagi setiap sekolah untuk mengetahui RPPK.menengah (5 tahun). program yang dirumuskan merupakan penjabaran isi dari tujuan yang akan dicapai selama kurun waktu lima tahun. Untuk selanjutnya program ini akan dijabarkan lebih kongkret dan terukur secara operasional nanti ke program dalam Rencana Operasional (Renop). dan RPPN. maka rencana biaya untuk tahun pertama dapat dipergunakan sebagai dasar dalam menentukan biaya di tahun kedua. pokok. maka selanjutnya dapat dirumuskan tentang apa-apa saja yang akan dihasilkan (sebagai output). atau sebaliknya. efektif. dari pusat. 8) Merumuskan program-program strategis untuk mencapai tujuan jangka menengah (5 tahun) Rumusan yang dibuat oleh sekolah tentang program-program 5 tahunan ini bersifat strategis. dst). dan kelima. dari komite sekolah. urgen. bentuk hasil yang akan dicapai sarana pendidikan apa saja dalam jangka lima tahun bisa terwujud. Semua ini sangat tergantung dari kemampuan sekolah dan daerah masing-masing. program dan strategi pencapaiannya di atas. Strategi yang salah akan menyebabkan tidak tercapainya program. Tidak menutup kemungkinan dari sumber dana lain yang saat menyusun belum tahu asal muasalnya. jitu. masih bersifat yang utama. Dan dalam batas waktu atau tahun tertentu baru menyusut besarnya biaya. Ada kemungkinan suatu program biayanya makin lama makin berkurang karena telah terpenuhi sebelumnya. atau dari seumber dana lainnya. misalnya dana dari rutin atau daerah. selanjutnya adalah menetukan strategi apa yang harus dijalankan untuk melaksanakan program tersebut secara efisien. dan tepat. Masing-masing aspek yang dikembangkan dalam tujuan jangka menengah (5 tahun) masih dirumuskan secara umum. Untuk membantu keakuratan dalam rancangan biaya pertahunnya. maka seandainya terjadi perubahan besarnya biaya dan asal sumber dana juga tidak 27 . Artinya. Karena Renstra sifatnya global. belum spesifik/operasional. baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif dan dalam waktu kapan akan dicapai (satu tahun. Oleh karena itu dalam perumusan strategi ini harus mempertimbangkan keterlibatan pihak lain terkait dan kemampuan sekolah itu sendiri. demikian pula sebaliknya. sehingga perkiraan sumber dana dapat diprediksi dengan tepat. Dengan kata lain. Misalnya untuk pencapaian program pengembangan standar kurikulum dimungkinkan berbeda strateginya dengan strategi untuk mencapai standar prasarana atau fasilitas pendidikan.

Dengan demikian. dan harus dirumuskan evaluasi kinerja sekolah oleh tim. Contoh format Renstra dapat dilihat pada lampiran. monitoring internal. Oleh siapa dan kapan dilaksanakan harus dirumuskan secara jelas selama kurun waktu lima tahun. Yang paling utama justru sekolah juga harus melakukan pemantauan dan supervisi sendiri untuk mengetahui posisi sekolahnya. Lingkunga n Strategis Kondisi saat ini Kesenjang an kondisi Misi 1 Tujuan 1 Program 1 Strategi Pelaksanaan Misi 2 Tujuan 2 Program 2 Harapan 5 th yad Lingkunga n Strategis VISI Misi n Tujuan n Program n Rencana Biaya Tonggak-tonggak Kunci Keberhasilan (milestone) Monitoring & Evaluasi Gambar 3 Langkah-langkah Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Lima (5) Tahun 28 . penyusunan Renstra dapat dilihat pada gambar 3. dan kelima. dan evaluasi internal sekolahnya oleh kepala sekolah dan tim yang dibentuk sekolah. untuk selanjutnya berdasarkan Renstra tersebut kemudian disusun Rencana Operasional Tahunan. 12) Membuat rencana pemantauan dan evaluasi Sekolah merumuskan tentang rencana supervisi. dirumuskan monitoring tiap kegiatan sekolah oleh tim. Demikian langkah-langkah dalam proses penyusunan Renstra. Secara skematis. Pemantauan pihak luar dilakukan kepada sekolah bukan ditentukan oleh sekolah. Tanpa adanya langkah ini sekolah akan cenderung berjalan tanpa ada kejelasan dan kepastian. Perubahan tersebut akan nampak ketika sekolah menyusun Renop pada tahun kedua. sekolah dapat memperbaiki kelemahan proses dan dapat mengetahui keberhasilan atau kegagalan tujuan. yang baru adalah Renopnya. Sebab Renstra hanya dibuat sekali saat awal tahun pertama saja atau dengan kata lain Renstra tidak boleh tiap tahun berubah. Harus dirumuskan rencana supervisi yang akan dilakukan sekolah ke semua unsur sekolah.masalah. akan sangat membantu sekolah dalam merumuskan strategi ke depan khususnya dalam pencapaian anggaran pendidikan (RAPBS). Dengan penyusunan rencana anggaran yang baik dalam Renstra ini. ketiga. Pada akhirnya sekolah akan mengetahui kapan suatu target SNP akan dicapai dengan pasti.

yaitu mengubah ketidaksiapan menjadi kesiapan urusan sekolah. Langkah-langkah Penyusunan Renop dalam RPS: Renop disusun berdasarkan Renstra. 29 . pembinaan. dan tidak boleh menyimpang dari Renstra. 9) Menyusun rencana program sekolah 10) Menentukan milestone (output apa & kapan dicapai) 11) Menyusun rencana biaya (besar dana. alokasi. dan pembimbingan oleh berbagai pihak yang berkepentingan dengan sekolah. Adapun langkah-langkah penyusunan Renop adalah sebagai berikut: 1) Melakukan analisis lingkungan operasional sekolah 2) Melakukan analisis pendidikan sekolah saat ini 3) Melakukan analisis pendidikan sekolah 1 tahun kedepan (yang diharapkan) 4) Merumuskan kesenjangan antara pendidikan sekolah saat ini dan satu (1) tahun kedepan 5) Merumuskan tujuan tahunan/tujuan jangka pendek (sasaran) 6) Mengidentifikasi urusan-urusan sekolah yang perlu dilibatkan untuk mencapai setiap sasaran dan yang masih perlu diteliti tingkat kesiapannya 7) Melakukan analisis SWOT (mengenali tingkat kesiapan masing-masing urusan sekolah melalui analisis SWOT) 8) Menyusun langkah-langkah pemecahan persoalan. sumber dana) 12) Menyusun rencana pelaksanaan program 13) Menyusun rencana pemantauan dan evaluasi 14) Membuat jadwal pelaksanaan program 15) Menentukan penanggungjawab program/kegiatan Adapun yang menjadi ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan ketika menyusun Renop sekolah adalah: 1) Menggunakan strategi analisis swot 2) Analisis swot dilakukan setiap tahun 3) Renop merupakan pemjabaran dari renstra 4) Program yang direncanakan lebih operasional 5) Ada benang merah antara tujuan lima tahunan dan sasaran (tujuan) satu tahunan 6) Rencana dan program sekolah harus memperhatikan hasil analisis SWOT 7) Penulisan Renop juga mengacu pada buku MBS-2 Secara skematis dalam menyusun Renop sekolah dapat dilihat pada gambar 5. Renstra dan Renop inilah yang selanjutnya akan dipergunakan sebagai dasar untuk melakukan monitoring dan evaluasi.Dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) b. Sehingga antara Renstra dan Renop harus terkait dan ada benang merahnya.

program dan anggaran untuk masing-masing sasaran situasi operasional lingkungan sekolah Merencanakan supervisi dan monev Menentukan jadwal kegiatan Menentukan penanggungjawab Gambar 5 Langkah-langkah Penyusunan Rencana Operasional (Renop) Sekolah Satu Tahunan Dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) Secara lebih rinci penyusunan Renop tersebut adalah sebagai berikut: 1) Melakukan analisis lingkungan operasional sekolah Langkah ini pada prinsipnya adalah sama dengan analisis lingkungan strategis di atas. Hasil kajian ini (baik yang bersifat kuantitas maupun kualitas) dapat dipergunakan untuk membantu melakukan analisis pendidikan yang ada di sekolah saat sekarang ini.situasi operasional lingkungan sekolah Sasaran 1 Sasaran 2 Sasaran 3 ………. potensi daerah. Identifikasi fungsifungsi untuk mencapai sasaran Kondisi yang ideal diharapkan satu thn ke depan Kesenjangan atau gap antara kondisi sekolah sekarang dengan idealnya satu thn kedepan Analisis SWOT setiap fungsi dan faktor-faktornya Alternatif langkah-langkah pemecahan persoalan Kondisi sekolah saat ini (saat sekarang) Rencana. potensi ekonomi masyarakat sekitar sekolah. dan potensi lainnya... ………. Perbedaannya adalah untuk analisis ini lebih menitikberatkan kepada lingkungan sekolah saja yang cakupannya lebih sempit dan berpengaruh langsung kepada operasional sekolah. Yaitu menganalisis terhadap kebutuhan masyarakat/daerah setlima. Termasuk di dalamnya juga tentang regulasi atau kebijakan daerah dan peta perpolitikan daerah setlima. potensi masyarakat sekitar. potensi sekolah. 30 . potensi geografis sekitar sekolah.

standar pembiayaan. Dengan kata lain. Dalam analisis ini melibatkan semua stakeholder sekolah. peran komite sekolah. guru. maka selanjutnya sekolah dapat menentukan kesenjangan yang terjadi antara keduanya. media pengajaran. Hasil analisis ini selanjutnya akan dipergunakan untuk membandingkan dengan kondisi sekolah saat ini (poin 2). bedanya disini untuk jangka waktu satu tahun. 5) Merumuskan tujuan sekolah selaman satu (1) tahun ke depan (disebut juga dengan sasaran atau tujuan situasional satu tahun) Sekolah menentukan atau merumuskan sasaran atau tujuan jangka pendek satu tahunan. sehingga apa yang diharapkan sekolah secara ideal dapat dicapai. Oleh karena itu. Aspek atau unsur-unsur sekolah yang secara internal dapat dikaji antara lain mengenai kondisi saat ini tentang: PBM. standar kelulusan. Dalam perumusannya harus mengandung aspek ABCD (audience. standar pembiayaan. operasional. sehingga dapat menentukan kondisi sekolah yang benar-benar ideal tetapi terukur. standar PBM. proses. standar pendidik dan tenaga kependidikan. Diharapkan apa yang menjadi idealisme dalam satu tahun mendatang merupakan ”school profile yang ideal”. Khususnya kesenjangan tentang aspek-aspek dalam SNP. kelulusan. yaitu pada pencapaian standar isi. Hasil ini selanjutnya akan dibandingkan dengan kondisi ideal yang diharapkan di masa satu tahun mendatang. standar PBM. kesenjangan tersebut merupakan selisih antara kondisi nyata sekarang dengan kondisi idealnya satu tahun ke depan. dan standar penilaian. sarana. fasilitas atau sarpras. sehingga dapat diketahui sejauhmana kesenjangan yang terjadi. dan terukur dari tujuan lima tahunan dalam renstra. laboran. Kesenjangan itulah merupakan sasaran yang harus dicapai atau diatasi dalam waktu satu tahun. buku. kepala sekolah. Rumusan tujuan satu tahunan ini merupakan penjabaran lebih rinci. standar fasilitas. standar pengelolaan. dan standar penilaian. standar pengelolaan. standar pendidik dan tenaga kependidikan. Berdasarkan pada hasil analisis sekolah saat ini dan analisis kondisi sekolah yang idieal satu tahun mendatang (langkah 2 dan 3). Sekolah melakukan suatu kajian atau penelaahan tentang cita-cita potret sekolah yang ideal di masa datang (khususnya dalam satu tahun mendatang). kurikulum. sistem penilaian/evaluasi. yaitu standar kurikulum sekolah. feasible. dan degree). 4) Menentukan kesenjangan antara situasi sekolah saat ini dan yang diharapkan satu (1) tahun kedepan Dalam menentukan kesenjangan ini pada dasarnya sama ketika menyusun renstra. peserta didik. kelulusan atau 31 . behaviour. Hasil kajian ini dapat dirumuskan dalam ”school profile” sekolahnya yang dapat dipergunakan untuk menentukan ”status” atau potret sekolah saat ini . standar fasilitas. 3) Melakukan analisis pendidikan sekolah satu (1) tahun kedepan (yang diharapkan) Pada dasarnya analisis ini sama dengan yang dilakukan untuk analisis sebelumnya di renstra. standar kelulusan. manajemen sekolah. dan rasional. pembiayaan dan sumber dana sekolah. yaitu mampu mencapai SNP. khususnya mereka yang memiliki cara pandang yang visioner.2) Melakukan analisis pendidikan sekolah saat ini Adalah suatu analisis atau kajian yang dilakukan oleh sekolah untuk mengetahui semua unsur internal sekolah yang akan dan telah mempengaruhi penyelenggaraan pendidikan dan hasil-hasilnya. condition. dan sebaginya. yaitu tercapainya standar kurikulum sekolah. tenaga perpustakaan. Analisis ini lebih menitikberatkan kepada analisis situasi pendidikan di sekolah yang bersangkutan. tenaga TU. tujuan disini tidak boleh berbeda atau menyimpang dari tujuan lima tahunan. Secara substansi tujuan tersebut lebih mentitikberakan kepada tujuan pencapaian SNP.

misi. Tujuan satu tahun merupakan penjabaran dari tujuan sekolah yang telah dirumuskan berdasarkan pada kesenjangan/selisih/gap yang terjadi antara kondisi sekolah saat ini dengan tujuan sekolah untuk satu tahun ke depan. dan sebagainya serta fungsi-fungsi yang berbentuk pendukung. Untuk itu setiap sekolah harus memiliki visi. baik faktor yang tergolong internal maupun eksternal agar setiap fungsi memiliki batasan yang jelas dan memudahkan saat melakukan analisis. dan tujuan sekolah. Oleh karena tingkat kesiapan fungsi ditentukan oleh tingkat kesiapan masing-masing faktor yang terlibat pada setiap fungsi. Untuk itu. latihan. misalnya KBM. Selain itu terdapat pula fungsi-fungsi yang tidak terkait langsung dengan proses belajar mengajar. misalnya untuk meningkatkan pencapaian ketuntasan kompetensi lulusan adalah fungsi proses belajar mengajar (PBM) dan pendukung PBM. dalam identifikasi fungsi dibedakan fungsi-fungsi pokok yang berbentuk proses. serta hubungan sekolah dan masyarakat. Fungsi-fungsi yang dimaksud. 7) Melakukan Analisis SWOT Analisis SWOT dilakukan dengan maksud untuk mengenali tingkat kesiapan setiap fungsi dari keseluruhan fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Meskipun sasaran dirumuskan berdasarkan tantangan nyata yang dihadapi oleh sekolah. dan tujuan sekolah sebelum merumuskan sasarannya. Sasaran harus menggambarkan mutu dan kuantitas yang ingin dicapai dan terukur agar mudah melakukan evaluasi keberhasilannya. selanjutnya dilakukan identifikasi fungsi-fungsi atau urusan-urusan sekolah yang diperlukan untuk mencapai sasaran tersebut. seperti: ketenagaan. diperlukan kecermatan dan kehati-hatian dalam menentukan fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang ditentukan. pengelolaan. maka dapat dipastikan hasil analisis akan menyimpang dan tidak berguna untuk memecahkan persoalan. pembiayaan. Berdasarkan pada tantangan nyata tersebut. Weakness. Apabila sekolah keliru dalam menetapkan fungsi-fungsi tersebut atau fungsi tidak sesuai dengan sasarannya.prestasi sekolah (akademik dan non akademik). kesiswaan. dan sebagainya. and Threat ). namun perumusan sasaran tersebut harus tetap mengacu pada visi. Opportunity. sarana-prasarana. Agar lebih mudah. misi. selanjutnya dirumuskan sasaran mutu yang akan dicapai oleh sekolah. Pada setiap fungsi ditentukan pula faktor-faktornya. 6) Mengidentifikasi Fungsi-fungsi atau urusan-urusan sekolah untuk dikaji tingkat kesiapannya Setelah sasaran atau tujuan tahunan ditentukan. dan penilaian. Langkah ini harus dilakukan sebagai persiapan dalam melakukan analisis SWOT. Masing-masing aspek yang dikembangkan dalam tiap tujuan dirumuskan harus operasional. Setelah fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran telah diidentifikasi. sarana dan prasarana. diantaranya pengelolaan keuangan dan pengembangan iklim akademik sekolah. pendidik. yang berbentuk input misalnya ketenagaan. anggaran. kurikulum. maka analisis SWOT 32 . maka langkah berikutnya adalah menentukan tingkat kesiapan masing-masing fungsi beserta faktor-faktornya melalui analisis SWOT ( Strength. perencanaan instruksional. pertandingan.

Selama masih adanya fungsi yang tidak siap atau masih ada persoalan. baik faktor internal maupun eksternal. minimal memenuhi kriteria kesiapan yang diperlukan untuk mencapai sasaran. Sedangkan yang menjadi ancaman adalah kurang siapnya siswa dalam menerima pelajaran. dinyatakan sebagai kekuatan bagi faktor internal atau peluang bagi faktor eksternal. Dengan kata lain. maka sasaran yang telah ditetapkan diduga tidak akan dapat tercapai. perlu dilakukan tindakan-tindakan untuk mengubah fungsi tidak siap menjadi siap. pengetehuan. Format analisis SWOT dapat dilihat pada Tabel 1. guru kurang mampu memberdayakan siswa dan umumnya tidak banyak variasi dalam memberikan bahan pelajaran di kelas serta waktu yang digunakan kurang efektif. maka alternatif langkah-langkah pemecahan persoalannya pun dapat berbeda. Kelemahan atau ancaman yang dinyatakan pada faktor internal dan faktor eksternal yang memiliki tingkat kesiapan kurang memadai. Tindakan yang dimaksud disebut langkah-langkah pemecahan persoalan . dan pengalaman yang cukup agar dapat diperoleh ukuran kesiapan yang tepat. maka dapat diidentifikasi kelemahan dan ancaman yang dihadapi oleh sekolah pada hampir semua fungsi yang diberikan. disebut persoalan . dinyatakan sebagai kelemahan bagi faktor internal atau ancaman bagi faktor eksternal. Disamping itu. Dalam melakukan analisis terhadap fungsi dan faktor-faktornya. yakni tindakan yang diperlukan untuk mengubah fungsi yang tidak siap menjadi fungsi yang siap dan mengoptimalkan fungsi yang dinyatakan siap. disesuaikan dengan kesiapan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya di sekolah tersebut. 8) Merumuskan dan Mengidentifikasi Alternatif Langkah-langkah Pemecahan Persoalan Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan untuk sasaran pertama. diperlukan kecermatan. Oleh karena kondisi dan potensi sekolah berbeda-beda antara satu dengan lainnya.dilakukan terhadap keseluruhan faktor dalam setiap fungsi tersebut. artinya. Setelah diketahui tingkat kesiapan faktor melalui analisis SWOT. tidak memenuhi kriteria kesiapan minimal. langkah selanjutnya adalah memilih alternatif langkah-langkah pemecahan persoalan. Oleh karena itu dalam analisis SWOT harus dilakukan pada SETIAP SASARAN. agar sasaran dapat tercapai. kehati-hatian. maka berlaku ketentuan berikut: Untuk tingkat kesiapan yang memadai. 33 . Oleh karena itu. sangat dimungkinkan suatu sekolah mempunyai langkah pemecahan yang berbeda dengan sekolah lain untuk mengatasi persoalan yang sama. Sedangkan tingkat kesiapan yang kurang memadai. Pada fungsi PBM yang menjadi kelemahan adalah siswa kurang disiplin. artinya. yang pada hakekatnya merupakan tindakan mengatasi kelemahan atau ancaman agar menjadi kekuatan atau peluang. suasana lingkungan sekolah yang kurang kondusif dan ramai karena berdekatan dengan pusat keramaian kota. Untuk menentukan kriteria kesiapan . terutama pada pagi dan siang hari menjelang pulang.

34 . Dengan kata lain.Selanjutnya untuk mengatasi kelemahan atau ancaman tersebut. sekolah mencari alternatif alternatif langkah-langkah memecahkan persoalan. alternative pemecahan masalah pada dasarnya merupakan cara mengatasi fungsi yang belum memenuhi kesiapan.

2. a. …………. b. …………. ………. Sekolah yang sukses adalah sekolah yang mampu melaksanakan alternative pemecahan masalah dengan inovatif maksimal dan biaya minimal. Faktor Eksternal a. baik secara moral maupun finansial. ………. …………. …………. …………. ………. ………. b. ………. b. …………. c. …………. b. a. b. Dari alternatif langkah-langkah pemecahan persoalan yang ada. b. ………. sekolah ‘X’ selanjutnya menyusun program sesuai dengan kemampuan sekolah. ………. …………. c. c. siapa yang harus melaksanakan. a. b. …………. …………. c. Dan seterusnya Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Tingkat Kesiapan Faktor Tidak Siap Siap Kekuatan (Strength) Peluang (Opportuni ty) Kelemaha n (Weakness ) Ancaman (Threat) a. b. …………. …………. 35 . kapan dan dimana dilaksanakan. a. c. …………. Kekuatan (Strength) Peluang (Opportuni ty) Kelemaha n (Weakness ) Ancaman (Threat) 9) Menyusun Rencana Program Pada bagian sebelumnya telah disebutkan bahwa untuk memecahkan persoalan yang sama. Faktor Eksternal a. c. …………. masing-masing sekolah dapat menentukan alternatif pemecahan persoalan yang berbeda-beda sesuai potensi yang dimiliki sekolah dan memilih alternatif yang paling menguntungkan serta efisien bagi sekolah. c. …………. Ketenagaan 1. b. ………. a. b. B. …………. dan berapa biaya yang diperlukan. Contoh Format Analisis SWOT ANALISIS ‘ SWOT ’ Urusan & A. ………. …………. Faktor Internal a. …………. Kepala sekolah sekolah bersama-sama dengan unsur Komite Sekolah. a. ………. Hal itu juga diperlukan untuk memudahkan sekolah dalam menjelaskan dan memperoleh dukungan dari pemerintah maupun orangtua peserta didik.Tabel 1. …………. b. C. Rencana yang dibuat harus menjelaskan secara detail dan lugas tentang aspek-aspek yang ingin dicapai. a. 2. c. c. Faktor Internal a. c. Kurikulum Faktornya 1. …………. …………. ………. c. …………. b. ………. menyusun dan merealisasikan rencana dan program-programnya untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Berdasarkan pada beberapa alternatif pemecahan persoalan yang dihasilkan dari analisis SWOT tersebut. …………. …………. kegiatan yang harus dilakukan. c.

monitoring internal. alokasi. dan rinci untuk memudahkan dalam menentukan besarnya dana yang diperlukan. Misalnya untuk pembangunan ruang kelas baru. Oleh siapa dan kapan dilaksanakan harus dirumuskan secara jelas selama kurun waktu satu tahun. maka sekolah dan daerah memiliki kewajiban yang lebih besar dalam hal pemenuhan unit cost pendidikan anak/siswa. Penyusunan rencana anggaran ini dituangkan ke dalam Rencana Anggaran dan Belanja Sekolah (RAPBS). cara. Sedangkan yang berupa program rehab besar dana lebih diprioritaskan dari propinsi. efektif. pendampingan. dan harus dirumuskan evaluasi kinerja sekolah oleh tim. dari komite sekolah. dan RPPN. maka setiap program atau kegiatan harus nampak jelas. Harus dirumuskan rencana supervisi yang akan dilakukan sekolah ke semua unsur sekolah. Dalam penyusunan anggaran di RAPBS. efisien. seminar. Pada era otonomi daerah ini. terukur. Program-program yang memerlukan bantuan dari pusat harus dialokasikan sumber dana dari pusat dengan sharing dari sekolah dan komite sekolah atau bahkan daerah. dirumuskan monitoring tiap kegiatan sekolah oleh tim. Misalnya dalam lima tahun akan mencapai standar sarana pendidikan 100%. sehingga perkiraan sumber dana dapat diprediksi dengan tepat. matrikulasi. 11) Menyusun rencana biaya (besar dana. teknik. laboratorium baru. kunjungan. Dalam penyusunannya harus memperhatikan ketentuan-ketentuan dari masing-masing penyandang dana. remedial. dari pusat. dan sebagainya. Dengan demikian. 13) Menyusun rencana pemantauan dan evaluasi Perumusan di sini pada dasarnya sama dan mengacu kepada renstra khususnya tentang rencana supervisi klinis. Sedangkan untuk program yang lebih operasional bisa dari dana blockgrant atau lainnya yang bersifat lebih luwes. in house training. fasilitas. Sangat dimungkinkan suatu program dibiayai dengan subsidi silang dari berbagai pos atau sumber dana. maka selanjutnya dapat dirumuskan tentang apa-apa saja yang akan dihasilkan (sebagai output). pengayaan. dan sebagainya. dan evaluasi di sekolah. misalnya dana dari rutin atau daerah. dan feasibel untuk dilaksanakan. bentuk hasil yang akan dicapai sarana pendidikan apa saja dalam jangka satu tahun bisa terwujud. baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif dan dalam waktu kapan akan dicapai dalam waktu satu tahun. ketersediaan dana. sumber dana) Selanjutnya sekolah merencanakan alokasi anggaran biaya untuk kepentingan satu tahun. monitoring. Demikian pula untuk hasil-hasil yang akan dicapai dari program-program lainnya.10) Menentukan tonggak-tonggak kunci keberhasilan (milestone) Berdasarkan pada tujuan atau sasaran satu tahunan dan program di atas. 12) Menyusun rencana pelaksanaan program Perumusan atau penyusunan rencana pelaksanaan program ini lebih mengarah kepada kiat. dan atau strategi yang jitu. RPPP. Dalam membuat rencana anggaran ini dari setiap besarnya alokasi dana harus dimasukkan asal semua sumber dana. SDM. temu alumni. dan evaluasi internal sekolahnya oleh kepala sekolah dan tim yang dibentuk sekolah. sekolah dapat memperbaiki kelemahan proses dan dapat mengetahui 36 . lokakarya. bimbingan teknis rutin. maka pada tahun pertama ini akan dicapai 25%-nya. dan sebagainya. Cara di sini harus disesuaikan dengan tujuan yang akan dicapai pada program tersebut. Beberapa cara yang bisa ditempuh misalnya dengan pelatihan atau workshop. Misalnya dari program pencapaian SNP tentang standar sarana dan prasarana pendidikan. atau dari seumber dana lainnya. Dalam perencanaan pelaksanaan harus mempertimbangkan alokasi waktu. gedung perpustakaan. Sekolah merumuskan tentang rencana supervisi. Untuk memastikan bahwa dana yang diperlukan benar-benar keluar (terpenuhi). maka setiap sekolah perlu memahami dan mengetahui tentang RPPK.

Azas proporsionalitas bisa dipertimbangkan kemudian. Pada prinsipnya Renop ini harus diketahui. 15) Menentukan penanggungjawab program/kegiatan Sekolah akhirnya harus menentukan siapa penanggungjawab suatu kegiatan/program. kemampuan. Pertimbangan utamanya adalah profesionalitas. maka bagi tiap orang atau kelompok orang dapat menjadi penanggung jawab atau anggota pelaksana program/kegiatan. 14) Membuat jadwal pelaksanaan program Apabila program-program telah disusun dengan baik dan pasti. Komite Sekolah. Pada akhirnya sekolah akan mengetahui program apa yang dapat dicapai dan kapan suatu target SNP akan dicapai dengan pasti. Dengan SK Kepala Sekolah. dan keslimaan yang ada. kelompok program dan atau keseluruhan program. 37 . Dinas Pendidikan Daerah). dan sebagainya dapat dilibatkan sesuai dengan kepentingannya. seperti komite sekolah.keberhasilan atau kegagalan tujuan dalam kurun waktu satu tahun tersebut. selanjutnya sekolah merencanakan alokasi waktu per mingguan atau bulanan atau triwulanan dan seterusnya sesuai dengan karakteristik program yang bersangkutan. Pemantauan pihak luar dilakukan kepada sekolah bukan ditentukan oleh sekolah. Yang paling utama justru sekolah juga harus melakukan pemantauan dan supervisi sendiri untuk mengetahui posisi sekolahnya. kesediaan. Lebih daripada itu. Tanpa adanya langkah ini sekolah akan cenderung berjalan tanpa ada kejelasan dan kepastian. Keterlibatan pihak luar. tokoh masyarakat. kesesuaian. sekolah akan memiliki daya tawar dengan pihak lain ketika berkepentingan untuk meningkatkan kemajuan sekolah. disetujui. Fungsi utama dengan adanya penjadwalan ini adalah untuk pegangan bagi para pelaksana program dan sekaligus mengontrol pelaksanaan tersebut. kewenangan. dan disyahkan oleh berbagai pihak terkait (Sekolah.

Isi utama yang harus dikembangkan dalam RPS tiap sekolah adalah semua aspek yang mengarah kepada Standar Nasional Pendidikan (SNP) sebagaimana diamanatkan dalam UUSPN maupun PP Nomor 19 Tahun 2005. Diharapkan ke depan semua sekolah tidak ada lagi yang masuk kelompok rintisan dan potensial. dan merata. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Propinsi. efektif. relevan. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Propinsi dalam upaya pencapaian pendidikan yang efisien. baik sekolah dalam kelompok rintisan. tetapi menjadi sekolah berstandar nasional. potensial maupun nasional. 38 . Pedoman ini juga dapat dipergunakan oleh sekolah.BAB IV PENUTUP Pedoman penyusunan RPS ini dikembangkan sebagai model minimal untuk bisa dikembangkan lebih jauh tanpa mengurangi aspek-aspek yang ada. Bahkan diharapkan semua sekolah menjadi sekolah yang memenuhi SNP. Pedoman penyusunan ini dipergunakan oleh semua sekolah (SMP) dalam rangka menyelenggarakan pendidikan. Untuk itu diharapkan adanya masukan yang konstruktif terhadap pedoman ini demi perbaikan dan penyempurnaan sehingga dapat dipakai oleh semua pihak yang terkait seperti Komite Sekolah.

ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN SAAT INI: Melaksanakan analisis kondisi pendidikan saat ini secara umum. kemajuan IPETK. RENCANA STRATEGIS JANGKA PANJANG SEKOLAH: MISALNYA DALAM JANGKA PANJANG DENGAN KURUN WAKTU 20 TAHUN KE DEPAN ATAU JANGKA MENENGAH 5 TAHUN KE DEPAN Reancana strategis untuk jangka panjang ini bersifat baku. dan sebagainya. baik ditinjau dari sisi mutu. ekonomi. efisiensi. dan analisis kondisi sekolah sekarang dan yang diharapkan masa datang (lima tahun ke depan). sempurna. yang dipengaruhi oleh kondisi sosial. dsb. E. ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS : Melaksanakan analisis makro 20 tahun atau 5 tahun ke depan tentang kondisi sosial. maka dapat diketahui kesenjangan yang terjadi. standar nasional pendidikan. D. ekonomi. budaya. tidak berubah. relevansi. dan manajemennya. baik internal maupun eksternal sekolah.20 TAHUN 2003 A. maka akan terlihat adanya kesenjangan-kesenjangan dalam berbagai aspek tersebut. keamanan. dan tujuan pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 (yang diamandemen) dan dalam UUSPN NO. budaya. arah. IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA (KESENJANGAN KONDISI): Berdasarkan pada analisis situasi. efisiensi. B. kemajuan IPETK. IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA (KESENJANGAN KONDISI) ANTARA 20 TAHUN ATAU 5 TAHUN KE DEPAN DENGAN KONDISI NYATA PENDIDIKAN SAAT INI: Analisis pengidentifikasian tantangan nyata yang dihadapi dunia pendidikan saat sekarang terhadap kondisi ideal 20 tahun atau 5 tahun ke depan. dsb yang secara langsung atau tidak langsung berpengaruh terhadap dunia pendidikan. keamanan. kualitas pendidikan. 39 . baik dalam aspek pemerataan. dan sesuai dengan filosofi. sehingga menuntut adanya suatu strategi untuk merubah atau mencapai kondisi yang ideal tadi. akses. politik. politik.LAMPIRAN : CONTOH PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS) I. relevansi. C. ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN MASA DATANG (MISALNYA 20 TAHUN ATAU 5 TAHUN KE DEPAN): melaksanakan analisis tentang sistem pendidikan (penyelenggaraan dan hasil-hasilnya) yang ideal. dan yang seharusnya terjadi misalnya pada kurun waktu 20 tahun atau 5 tahun yang akan datang atau lebih.

Proses pembelajaran sudah memenuhi standar nasional pendidikan.000 rupiah per bulan per anak) 30% 2 50% SKBM: 50% GSA NUAN: 3 10% 20% 50% Lebih dari 50% 40 . Prestasi akademik lulusan sudah memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM 100% dan NUAN 8) d. No. yaitu baru 50% guru melaksanakan CTL c.Contoh 1: Analisis identifikasi tantangan nyata dengan dasar pada aspek pemerataan. Terdapat 0% angka putus 5% sekolah sekolah b. efisiensi. Prasarana. Terdapat 0% siswa miskin 20% miskin belum mendapatkan belum mendapatkan bangtuan bangtuan pendidikan pendidikan c. Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah 100% memenuhi standar nasional pendidikan g. kualitas. sumber belajar terdapat ratarata 80% memenuhi standar nasional pendidikan f. Prestasi akademik lulusan belum memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM di bawah 50% dan NUAN di bawah 5. media pembelajaran. Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah 50% memenuhi standar nasional pendidikan g. sarana. sumber belajar 100% memenuhi standar nasional pendidikan f. relevansi. Dan sebagainya Kondisi saat ini Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Kualitas pendidikan: a. sarana. Kurikulum 100% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran sudah disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) b. Standar pembiayaan memenuhi standar nasional (di atas 150. media pembelajaran. Dan sebagainya c.000 rupiah per bulan per anak) Kualitas pendidikan: a. Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 100% sudah memenuhi standar nasional pendidikan e. Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 90% memenuhi standar nasional pendidikan e. Kurikulum 70% belum memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran belum disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) b. Proses pembelajaran belum memenuhi standar nasional pendidikan. Terdapat 5% angka putus a. 1 Besarnya Tantangan Nyata Pemerataan kesempatan: Pemerataan kesempatan: Pemerataan keswempatan: a. bahan ajar. bahan ajar.00) d. Standar pembiayaan masih rendah (di bawah 70. dan kapsitas sekolah. yaitu 100% guru melaksanakan CTL c. Terdapat 20% siswa b. Prasarana.

Alumni yang melanjutkan sekolah (0%) f. Dan sebagainya tidak 40% rendah 5 Relevansi: Relevansi: a. Dan sebagainya c. Angka pusut sekolah tinggi (10%) c. 80% fungsi-fungsi b. Kesesuaian Program muatan 25% lokal dengan kondisi daerah/masyarakat 100% c. Angka tinggal kelas tinggi (35%) d. Alumni yang tidak melanjutkan sekolah tinggi (60%) f. Dan sebagainya Relevansi: a. Kelulusan tinggi (100%) 5% e. Dan sebagainya Besarnya Tantangan Nyata h. Ratio kelulusan dengan masukan siswa rendah (ratarata kelulusan 95%) e. Pelayanan bakat minat siswa 50% 100% terpenuhi b. angka kenaikan tingkat rendah (70%) b. Angka putus sekolah 0% 10% 3 Efisiensi: a. Pelayanan bakat minat siswa belum terpenuhi (baru 50%) b. Guru dan sekolah 100% 30% melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum atau standar nasional pendidikan i. Guru dan sekolah 70% melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum atau standar nasional pendidikan i. Kondisi saat ini h. Dan sebagainya Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Efisiensi: Efisiensi: a. angka kenaikan tingkat 100% 30% b. Pengembangan kurikulum terhadap tuntutan daerah/masyarakat/peserta didik 90% terpenuhi d. Kemampuan manajerial a. Berfungsinya fungsi-fungsi 20% manajemen belum berjalan manajemen 100% secara baik c. Kesesuaian Program muatan lokal dengan kondisi daerah/masyarakat 75% c. Dan sebagainya 41 . Kemampuan manajerial 25% rata-rata 75% rata-rata tinggi (100%) b.No. Angka tinggal kelas tinggi 35% 0% d. Dan sebagainya Pengembangan kapasitas: 5 Pengembangan kapasitas: a. Pengembangan kurikulum 10% terhadap tuntutan daerah/masyarakat/peserta didik 100% terpenuhi c. Dan sebagainya Pengembangan kapasitas: c.

yaitu baru 50% guru melaksanakan CTL Dan sebagainya Standar Kelulusan: Prestasi akademik lulusan belum memenuhi standar nasional pendidikan (rata-rata SKBM 50% dan rata-rata NUAN 5.00) Prestasi non akademik sekolah masih rendah (rata-rata mencapai kejuaraan tingkat kabupaten/kota) Dan sebagainya Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan: Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 90% memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Pengembangan Prasarana dan Sarana: Prasarana. 5. sumber 42 2. . bahan ajar. media 25% pembelajaran.00 Prestasi non akademik sekolah 2 tingkat tinggi (rata-rata minimal mencapai kejuaraan tingkat nasional) Dan sebagainya Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan: Pendidik dan tenaga kependidikan 10% terdapat 100% sudah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Pengembangan Prasarana dan sarana: e. bahan ajar. Prasarana. sarana. sarana.00) SKBM: 50% GSA NUAN: 3. Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Standar Isi: Kurikulum 100% memenuhi 25% standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran sudah disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) Dan sebagainya Pengembangan Proses Pembelajaran: Proses pembelajaran sudah 50% memenuhi standar nasional pendidikan. 5.Contoh 2: Analisis identifikasi tantangan nyata dengan dasar pada aspek-aspek Pengembangan Standar Nasional Pendidikan (SNP) No. 1 Kondisi saat ini Standar Isi: Kurikulum Kurikulum 75% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran belum disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) Dan sebagainya Pengembangan Proses Pembelajaran: Proses pembelajaran belum memenuhi standar nasional pendidikan. media pembelajaran. 3. yaitu 100% guru melaksanakan CTL Dan sebagainya Standar Kelulusan: Prestasi akademik lulusan sudah memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM 100% dan NUAN 8.

43 .No. Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) sumber belajar terdapat rata.000 rupiah per bulan per anak atau sekitar 40-%) Dan sebagainya Pengembangan Pengelolaan: 100% Fungsi-fungsi pengelolaan 25% sekolah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Pengembangan Pembiayaan: Pembiayaan memenuhi standar 60% nasional (di atas 150. 8. 7. baik tingkat kesulitasn maupun modelmodel yang digunakan) Dan sebagainya Dan sebagainya Catatan: Yang dikembangkan dalam contoh ini HANYA terbatas pada program sekolah aspekaspek tertentu saja. sekolah dapat mengembangkan lagi sesuai dengan kondisi dan tuntutan sekolah masing-masing.belajar 100% memenuhi standar rata 75% memenuhi standar nasional pendidikan nasional pendidikan Dan sebagainya Dan sebagainya Kondisi saat ini Pengembangan Pengelolaan: 70% Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Pengembangan Pembiayaan: Pembiayaan masih rendah (di bawah 70. Pengembangan Penilaian: Pengembangan Penilaian: Guru dan sekolah 80% Guru dan sekolah 100% 20% melaksanakan sistem penilaian melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan sesuai dengan tuntutan kurikulum kurikulum atau standar atau standar nasional pendidikan nasional pendidikan (rata-rata masih di bawah standar nasional.000 rupiah per bulan per anak) Dan sebagainya 6.

bermutu tinggi. dan Unggul) h. “TAQSIMANTRA” (Bertaqwa Berprestasi Beriman. 44 . c. Beriman dan Taqwa serta Unggul i. Mengacu kepada landasan filosofis bangsa. Indikator: ciri. Terwujudnya media pembelajaran yang interaktif f. adanya perbandingan (unggul/kompetitif). tanda. UUD. Terwujudnya proses pembelajaran yang efektif dan efisien c. ada proses kenaikan. Terwujudnya penggalangan biaya pendidikan yang memadai j. Berwawasan IPTEK yang bersumber IMTAQ dan Unggul. Misalnya dengan awalan kata : “Terwujudnya” Contoh indikator visi: a. b. Berkualitas tinggi. komplit. 2. Terwujudnya manajemen manajemen sekolah yang tangguh i. Dsb. taqwa. dan sebagainya Contoh visi sekolah. ………berdasarkan iman dan takwa “PANCA DARMA WIYATA” “TAMAN BUDAYA” (Berprestasi Beriman Berbudi Berbudaya dan Dapat Dipercaya) f. Terampil. 3. Rambu-rambu merumuskan visi sekolah: a. dilandasi oleh keimanan dan ketaqwaan g. perkembangan IPTEK f. terampil. belum operasional i. dsb b. spesifikasi. Rambu-rambu: kata yang mengandung apa yang diharapkan. d. Terwujudnya prasarana dan sarana pendidikan yang relevan dan mutakhir e. Terwujudnya SDM pendidikan yang memiliki kemampuan dan kesanggupan kerja yang tinggi g.F. budaya-nasional/Indonesia d. menggambarkan harapan masa datang j. Indikator-indikator VISI sekolah. iman dan taqwa serta kompetitif 2025 Cerdas. VISI SEKOLAH 1. Mengukir Prestasi Tinggi. visi yayasan h. canggih. sesuai konteks daerah. e. sekolah. c. berkepribadian. memiliki indikator pengembangan prestasi akademik dan non akademik c. dll yang bersifat baku dan telah menjadi pegangan hidup bangsa Indonesia b. nasionalisme. konotasi sempurna. dsb. dan unggul Berprestasi. unsur yang ada. berbudaya. a. perkembangan era global e. misalnya: a. misalnya: Cerdas. iman. Terwujudnya pengembangan kurikulum yang adaptif and proaktif b. Terwujudnya kelembagaan sekolah yang selalu belajar (learning school) h. Terwujudnya lulusan yang cerdas dan kompetitif d. terampil. Piawai Mengasah Budi Pekerti. Berprestasi Disertai Iman dan Taqwa serta Unggul g.

Mewujudkan sekolah inovatif b. “Memenuhi akan mutu. mutakhir. dan memiliki keunggulan kompetitif” b. satu (1) indikator bisa lebih dari satu misi. Mewujudkan kemampuan seni yang tangguh dan kompetitif k. dan berwawasan kedepan d. akses. ada benang merahnya dengan misi. efektif. dan berwawasan kedepan c. kreatif. Mewujudkan manajemen berbasis sekolah yang tangguh g. khusus tujuan yang akan dicapai oleh sekolah antara lain: untuk indikator visi no 1 dan dicapai dengan misi misi no a: “Terwujudnya pengembangan kurikulum yang adaptif and proaktif”. dan menyenangkan e. terampil. MISI SEKOLAH Misi mengacu kepada indikator. Mewujudkan organisasi sekolah yang terus belajar (learning organization) c.Tujuan mengandung ABCD (Audience-Behaviour-Conditions-Degree) Dalam kurun waktu lima tahun kedepan (misalnya dihitung dari tahun 2006). Mewujudkan kemampuan KIR yang cerdas dan kompetentitif m. dll. dan berwawasan kedepan c. Contoh lain: a.Mewujudkan fasilitas sekolah yang relevan. Mewujudkan sekolah wiyata mandala yang menikmatkan belajar siswannya i. relevansi. Tiap misi bisa dibuat lebih dari satu tujuan c. Mewujudkan nilai-nilai agama bagi kenikmatan hidup peserta didik n.G. Menghasilkan perangkat kurikulum yang lengkap. mutakhir. Mengacu indikator butir (a) tentang: “Terwujudnya pengembangan kurikulum yang adaptif and proaktif” antara lain misinya: a. Mewujudkan nilai-nilai solidaritas bagi kehidupan sekolah H. yaitu kebutuhan peserta didik. dan berbagai sektor pembangunan dan sub-sub sektornya. Mewujudkan penyelenggaraan pembelajaran aktif. “Mewujudkan pendidikan yang menghasilkan lulusan cerdas. keluarga. Mewujudkan kemampuan olah raga yang tangguh dan kompetitif h. bertaqwa. beriman. Menghasilkan sistem penilaian yang otentik 45 . redaksinya operasional. Mewujudkan diversifikasi kurikulum SMP agar relevan dengan kebutuhan.Mewujudkan pendidik dan tenaga kependidikan yang mampu dan tangguh f. terukur. maka contoh tujuannya antara lain: a. Mewujudkan sistem penilaian yang otentik d.Mewujudkan kepramukaan yang menjadi suri tauladan l. Mewujudkan pembiayaan pendidikan yang memadai. dan tata kelola pendididikan yang baik” b. wajar dan adil e. Mewujudkan perangkat kurikulum yang lengkap. Mewujudkan keterampilan kejuruan yang marketable dan kompetif o. kata kerja. TUJUAN SEKOLAH DALAM 5 TAHUN a. Mewujudkan sekolah sehat j.Tujuan dibuat untuk jangka waktu 5 tahun b. mutakhir.

Pencapaian standar pengelolaan sekolah meliputi: pencapaian standar pengelolaan : pembelajaran. SDM. efektif. merata. Pengembangan dan peningkatan SDM pendidik dan tenaga kependidikan c. Pengembangan bahan dan sumber belajar 46 . PROGRAM STRATEGIS a. Pencapaian standar pencapaian ketuntasan kompetensi/prestasi/kelulusan. dan perawatan memenuhi SPM g. dll f. keluarga. Menghasilkan penyelenggaraan pembelajaran aktif. Menghasilkan diversifikasi kurikulum SMP agar relevan dengan kebutuhan. Pencapaian standar isi (kurikulum satuan pendidikan/KBK. Pengembangan kurikulum satuan pendidikan.Pengembangan proses pembelajaran b.Pengembangan sarana. Pengembangan silabus c. Pengembangan kurikulum muatan lokal. pendekatan belajar tuntas. peralatan. yaitu kebutuhan peserta didik. RPP lengkap. pendekatan pembelajaran individual. Pencapaian standar sarpras/fasilitas sekolah meliputi: semua srapras. b. Menghasilkan pemetaan standar kompetensi. dll e. telah mengikuti PTBK. dan berbagai sektor pembangunan dan sub-sub sektornyambanhgkan silabus internasional Contoh lain tentang tujuan: a. kompetensi dasar. I. kreatif. dan aspek untuk kelas 7-9 semua matapelajaran pada tahun 2006 b. indikator. misalnya ”Menghasilkan KBK yang mutakhir dan berwawasan kedepan”.”Pengembangan sistem pendidikan yang bermutu. relevan. Pengembangan pemetaan e. dan g. dan media pendidikan d. model/sistem penilaian lengkap.Dibuat program-program pokok atau dominan atau yang diprioritaskan dan yang realistis untuk mencapai tujuan. maka contoh programnya sbb: a. misi. Pencapaian standar pendidik dan tenaga kependidikan meliputi: semua guru berkualifikasi minimal S1. dan menyenangkan e. Contoh lain program strategis: a. meliputi: tercapai/ telah dibuat kurikulum satuan. Program harus mengacu pada tujuan. silabus lengkap. prasarana. kurikulum. semua mengajar sesuai bidangnya. fasilitas.d.Pengembangan sistem penilaian f. Menghasilkan RPP untuk kelas 7-9 semua mata pelajaran pada tahun 2007 c. h. dan efisien sesuai dengan SNP” b. dan visi Contoh Program Strategis: Berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan.Pengembangan RPP d. administrasi. dll. sarpras. Pencapaian standar proses pembelajaran meliputi: tercapai/telah dibuat/ditetapkan melaksanakan pembelajaran dengan strategi/metode: CTL. kesiswaan. dll  ini bisa dijabarkan lebih rinci) d.

J. dll melalui workshop.KD. bahan ajar. Dan sebagainya K. d.Dalam program Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan: strateginya adalah menjalin kerjasama dengan Komite Sekolah dan stakeholder lain dalam melaksanakan kunjungan. Peningkatan prestasi kelulusan. metode dll dalam pelaksanakan program-program strategis Contoh Strategi Pelaksanaan/Pencapaian: a. membuat RPP. Contoh: Hasil yang diharapkan tercapai atau terpenuhi dari program-program di atas antara lain: a. In House Training. mutakhir. dan media pembelajaran: menjalin kerjasama dengan pihak lain dan mengoptimasikan SDM sekolah untuk mengembangkan. dsb dalam rangka memenuhi standar sarpras dan media pembelajaran sekolah. yaitu kebutuhan peserta didik. Dsb Perlu ditambahkan bahwa hasil yang diharapkan agar memuat apa yang dihasilkan. merata. relevan.Dalam program Pengembangan srapras. dll untuk menghasilkan Kurikulum Satuan Pendidikan b. MONITORING DAN EVALUASI (MONEV) 1. Terealisasinya perangkat kurikulum yang lengkap. baik kuantitas maupun kualitas yaitu dari program-program strategis yang direncanakan sesuai dengan standar nasional pendidikan. seminar. Atau dalam program Pengembangan kurikulum: menjalin kerjasama dan mengoptimasikan warga sekolah dalam membuat pemetaan SK. STRATEGI PELAKSANAAN/PENCAPAIAN Merupakan cara. menambah. efektif. HASIL YANG DIHARAPKAN Merupakan hasil-hasil pencapaian pelaksanaan program. lokakarya.Pengembangan manajemen sekolah f. dan berwawasan kedepan c. melengkapi. Pengembangan kegiatan lomba-lomba akademik dan non akademik. dan tahapan pencapaian. seni. dan menyenangkan e. dan efisien sesuai dengan SNP” b. Monev 47 . Hasilhasil yang diharapkan adalah tingkat pencapaian tujuan yang telah dirumuskan pada butir G. c.e. membuat model-model penilaian. Ingat bahwa: monitoring dan evaluasi ini merupakan salah satu rencana program strategis selama lima tahun untuk melaksanakan MONEV di sekolahnya. L. dll untuk menghasilkan domkumen kurikulum sekolah. kapan dicapai. Terealisasinya penyelenggaraan pembelajaran aktif.dll. keluarga. kreatif. workshop. teknik. Terealisasinya Sistem penilaian yang otentik d. membuat silabus. dan g. dan berbagai sektor pembangunan dan sub-sub sektornyambanhgkan silabus internasional f. ”Terealisasinya sistem pendidikan yang bermutu. Terealisasinya diversifikasi kurikulum SMP agar relevan dengan kebutuhan. sumber belajar. IHT.

dan lainnya 4. pemerataan. Sangat dimungkinkan satu program strategis dapat dibiayai dari lebih satu sumber dana (pembiayaan saling melengkapi atau subsidi silang) dengan tetap mengacuk kepada peraturan masing-masing yang berlaku.2. membuat laporan. 3. Pembiayaan untuk 5 tahun. langganan jasa dan daya. membuat laporan. PEMBIAYAAN 1. Bisa dibuat tabulasi atau bentuk lain 4. pemeliharaan gedung dan ruang serta inventaris. memvalidasi. dan tenaga kependidikan lainnya. 4. Ingat bahwa semua perolehan dana dari semua sumber dimasukkan dalam RPS.: kinerja guru. efisiensi. memvalidasi. guru. tindak lanjutnya) M. serta untuk mengetahui kecukupan unsur-unsur sekolah lainnya sesuai dengan SNP. Mewujudkan supervisi klinis CTL. menganalisis. baik program dalam rangka peningkatan mutu. tiap tahunnya dapat dibuat rinci dari berbagai sumber atau langsung perkiraan totalnya dari berbagai sumber. membuat instrumen. kinerja sekolah. termasuk kesiswaan Dilakukan oleh kepala sekolah atau tim yang dibentuk sekolah Bisa membuat atau mengadopsi instrumen monev dari berbagai instrumen yang ada seperti instrumen akreditasi atau lainnya yang relevan. Termasuk komponen yang dimasukkan ke dalam kolom program adalah seperti: gaji dan tunjangan pendidik dan tenaga kependidikan. 2. maupun pengembangan kapasitas sekolah/pendidikan. melaksanakan. 6. Contoh program Supervisi dan Monev selama lima tahun: 1. Mewujudkan supervisi klinis KBK (membuat instrumen. Bisa melakukan kerjasama dengan pihak lain (eksternal) Termasuk di dalamnya adalah program supervisi klinis oleh sekolah. Semua program strategis dimasukkan. “Mewujudkan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan hasilhasilnya” 2. relevansi. 5. dan sumber daya sekolah lainnya. terutama ditujukan untuk mengetahui kinerja sekolah. tindak lanjutnya) 3. menganalisis. TU. pengadaan sarana kantor/pendidikan. melaksanakan. Substansi yang dimonev a. keperluan sehari-hari. 5.l. Pada kolom program. 48 . Mewujudkan evaluasi kinerja sekolah (internal)- akhir tahun (memnetukan tim. tinggal memasukkan program – program strategis yang telah dibuat sebelumnya 3. 6.

. 1… … 2… … 3… … … Dst Jum .................... ... Jumlah (Rupiah) 49 Tahun II SSN .......... ... .. . Dst Sampai Dengan Th IV ..... ............ Peningkatan Kualitas Peningkatan Kualitas ......... .. ....... ..... ..... ........ ......... ..... ......Program-Program Strategis Tahun Dan Sumber Dana Tahun I BOS SSN Rutin Komite Sekolah .. .. lah .. . .................... ..... .. ........ ..... (Rp) ... Rutin LainnyaSumber Dana BOS Komite Sekolah LainnyaSumber Dana A 1… … 2… … 3… … … Dst B Peningkatan Pemerataan Peningkatan Pemerataan ........ ......... ................ ..... ..... ......... ................. ...... ..... ..... .. ...... ... ... ..........

dan analisis kondisi sekolah sekarang dan yang diharapkan masa datang (SATU tahun ke depan). ANALISIS LINGKUNGAN OPERASIONAL SEKOLAH: sekolah melaksanakan analisis ini dan hasilnya ditulis disini B. Kurikulum belum memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran belum disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) b.Terdapat 5% angka putus sekolah b.00) Besarnya tantangan nyata 2% 5% 2 50% 30% SKBM: 25% NUAN: 1.Terdapat 20% siswa miskin belum mendapatkan bangtuan pendidikan c. Proses pembelajaran belum memenuhi standar nasional pendidikan. ANALISIS PENDIDIKAN SEKOLAH SAAT INI: : sekolah melaksanakan analisis ini dan hasilnya ditulis disini C. Dan merupakan rencana yang akan dilaksanakan pada tahun yang akan berjalan 3. Kurikulum 50% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran sudah disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) b. maka dapat diketahui kesenjangan yang terjadi. Khusus bagi sekolah SSN direkomendasikan menggunakan anasis SWOT A. Prestasi akademik lulusan sudah memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM 75% dan NUAN = 6. ANALISIS PENDIDIKAN SEKOLAH 1 TAHUN KEDEPAN (YANG DIHARAPKAN) : sekolah melaksanakan analisis ini dan hasilnya ditulis disini D. BUKAN LIMA TAHUN SEKALIGUS 2.II. Proses pembelajaran sudah memenuhi standar nasional pendidikan. Dan sebagainya Kualitas pendidikan: a. Dan sebagainya Kualitas pendidikan: a. Terdapat 3% angka putus sekolah b.00 50 . No. RENCANA OPERASIONAL (RENOP) SEKOLAH: SATU (1) TAHUN Catatan penting dalam penyusunan Renop: 1. Renop dibuat TIAP TAHUN. baik internal maupun eksternal sekolah. IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA SATU (1) TAHUN Berdasarkan pada analisis situasi. 1 Kondisi saat ini Pemerataan kesempatan: a. Terdapat 15% siswa miskin belum mendapatkan bangtuan pendidikan c. Prestasi akademik lulusan belum memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM di bawah 50% dan NUAN Kondisi yang diharapkan (satu tahun ke depan) Pemerataan kesempatan: a. Renop mengambil satu tahun dari renstra atau merupakan bagian yang tak terpisahkan dari renstra. yaitu 80% guru melaksanakan CTL c. yaitu baru 50% guru melaksanakan CTL c.

bahan ajar. angka kenaikan tingkat a. UTS. Prasarana. Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah 75% memenuhi sekolah telah sebagian standar nasional pendidikan memenuhi standar nasional pendidikan: kemandirian. Dan sebagainya j. Prasarana. Angka putus sekolah 0% (10%) c. Rata-rata biaya operasional g. angka kenaikan tingkat 90% rendah (70%) b. Angka putus sekolah tinggi b.00) d. Kondisi saat ini Kondisi yang diharapkan (satu tahun ke depan) 3 di bawah 5. media e. pembelajaran. pendidikan. partisipasi. Ratio kelulusan dengan masukan siswa rendah masukan siswa tinggi (100%) Besarnya tantangan nyata 20% 15% 5% 25 ribu rupiah 25% 2 tingkat kejuaraan 20% 10% 10% 51 . Kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan tenaga kependidikan terdapat terdapat 100% belum 20% sudah memenuhi standar memenuhi standar nasional nasional pendidikan. Kualifikasi pendidik dan d. ujian tingkat kesulitasn maupun sekolah. kesenian. Prestasi non akademik i. baik ulangan kenaikan kelas. sumber belajar terdapat ratasumber belajar 75% rata 60% memenuhi standar memenuhi standar nasional nasional pendidikan pendidikan f. standar nasional.000 rupiah per bulan per anak anak h. 50% guru belum h. dll dengan beberapa model-model yang teknik penilaian tes dan non digunakan) tes i. 75% guru telah melaksanakan melaksanakan sistem sistem penilaian sesuai penilaian sesuai dengan dengan tuntutan kurikulum tuntutan kurikulum atau atau standar nasional standar nasional pendidikan pendidikan.000 rupiah per bulan per 70. yaitu: dengan (rata-rata masih di bawah ulangan harian.No. Prestasi non akademik sekolah sekolah masih rendah (ratauntuk cabang-cabang olah rata mencapai kejuaraan raga. sarana. Ratio kelulusan dengan d. akunabel sebesar 80% g. Rata-rata biaya operasional pendidikan bagi tiap siswa pendidikan bagi tiap siswa 50. bahan ajar. keterampian tingkat kabupaten/kota) (rata-rata minimal mencapai juara II tingkat propinsi) j. Fungsi-fungsi pengelolaan f. UAS. (Belum ada (bersertifikat kompetensi) yang bersertifikat kompetensi) e. sarana. Dan sebagainya Efisiensi: Efisiensi: a. media pembelajaran. keterbukaan.

aspek untuk kelas 7 semua mapel b. kesiswaan. manajemen. Indikator. Sekolah mengembangkan silbus untuk kelas 8 semua mata pelajaran (ini bisa lebih rinci lagi untuk jumlah mapelnya) c. Dan sebagainya Relevansi: a. Alumni yang melanjutkan sekolah 40% Besarnya tantangan nyata tidak 20% 5 f. dll adalah dari 52 . e. Indikator. Sekolah mengembangkan pemetaan SK. dana. Sekolah mengembangkan pemetaan SK.No. Pelaksanaan budaya tata krama in action di sekolah 90% c. Dan sebagainya 25% 15% E. Kondisi saat ini (90%) Alumni yang tidak melanjutkan sekolah tinggi (60%) f. Indikator. Pelayanan bakat minat siswa belum terpenuhi (baru 50%) b. seperti: PBM. Sekolah mengembangkan pemetaan SK. Sasaran dibuat lebih rinci dari tujuan renstra Misalnya dari salah satu tujuan renstra: ”Sekolah mengembangkan silabus untuk kelas 7-9 semua mata pelajaran” Maka sasarannya 1 tahun 2006/2007: a. Pelaksanaan budaya tata krama in action di sekolah 75% c. Sasaran diambil atau merupakan bagian dari RENSTRA 2. Dan sebagainya Kondisi yang diharapkan (satu tahun ke depan) e. TUJUAN SITUASIONAL/SASARAN Harus diperhatikan: 1. media. aspek untuk kelas 8 semua mapel c. KD. buku. Pelayanan bakat minat siswa 75% terpenuhi b. aspek untuk kelas 9 semua mapel F. Dan sebagainya Relevansi: a . KD. KD. Sekolah mengembangkan silbus untuk kelas 7 semua mata pelajaran (ini bisa lebih rinci lagi untuk jumlah mapelnya) b. guru. IDENTIFIKASI FUNGSI-FUNGSI/ KOMPONEN/URUSAN SEKOLAH UNTUK MENCAPAI SETIAP SASARAN Rambu-rambu untuk langkah ini antara lain: • Identifikasi fungsi hanya untuk tiap sasaran • Selalu memperhatikan unsur-unsur yang lazim di dalam sistem pembelajaran. Ada skala prioritas sasaran dari tujuan lima tahun 3. Sekolah mengembangkan silbus untuk kelas 9 semua mata pelajaran (ini bisa lebih rinci lagi untuk jumlah mapelnya) Contoh lain: a.

PBM/latihan b. Dana h.Guru b. Uji coba k. Guru/pelatih c.Fasilitas komputer d. dsb Misalnya: Sasaran ke-1: ”Sekolah mengembangkan silabus untuk kelas 7 semua mapel” Komponen yang diperlukan untuk melaksanakan sasaran tersebut: 1. Pakaian olah raga renang g. Eksternal: a. Dan sebagainya 2. Komite sekolah i. sedangkan fungsi dari eksternal antara lain: dana. Internal: a. Dinas pendidikan d. Air e. Internal: a. Dan sebagainya 2. fasilitas.internal sekolah. Dan sebagainya 53 . Eksternal: a.Kolam d. Kurikulum g. pendidik.Siswa f.Dana b. ATK i. Tenaga administrasi j. Komite sekolah c. Dana b. Sarana olah raga renang e. Dana h. Nara sumber c. Dan sebagainya Sasaran ke-2: ”Sekolah juara 1 bidang olah raga renang pada tingkat kabupaten tahun 2006” Komponen yang diperlukan untuk melaksanakan sasaran tersebut: 1. Orang tua j. Tlima e.Kepala sekolah f.Dinas pendidikan d. Komite sekolah c.

naskah akademik atau konsep dan pedoman lainnya yang relevan d. EKSTERNAL 54 Tidak Siap √ Siap . Kriteria ideal dan kondisi nyata harus terukur. Analisis dilakukan tiap sasaran b.G. 5 thn Pengalaman pelatihan CTL min.3 kali Pengalaman mengajar min. Misalnya analisis SWOT pada Sasaran ke-1: ”Sekolah mengembangkan silabus untuk kelas 7 semua mape”l Komponen/Fungsi dan Faktornya (Kondisi Ideal)Kriteria Kesiapan Tingkat Kesiapan Faktor Kondisi Nyata 1 (1) A. Dalam menentukan kriteria ideal menggunakan dasar dari aturan pemerintah. 1kali Jumlah guru min. INTERNAL Guru (2) Kualifikasi 100% S1 Sesuai bidang studi 100% Pengalaman pelatihan KBK min. Bila hasil analisis ternyata tingkat kesiapan siap semua berarti sasaran dapat ditingkatkan. ANALISIS SWOT Hal-hal yang harus diperhatikan dalam analisis ini: a. f. Dapat dilakukan justifikasi sendiri pada kriteria ideal yang bersifat umum e. demikian pula sebaliknya. 10 orang sesuai BS Dan seterusnya Komputer Pentium 5 Jumlah komputer 10 buah Jumlah printer 3 bh Jumlah CD 10 bh Dan seterusnya (3) Kualifikasi 100% S1 Sesuai bidang studi 100% Pengalaman pelatihan KBK min. Analisis dilakukan pada setiap komponen/urusan sekolah dan faktor-faktornya (subsub komponennya) c. 7 orang sesuai BS Dan seterusnya Komputer Pentium 5 Jumlah komputer 5 buah Jumlah printer 2 bh Jumlah CD 10 bh Dan seterusnya (5) √ √ (5) √ √ √ √ √ √ √ 2 3 Nara Sumber Fasilitas Komputer B. 3 kali Jumlah guru min. 5 thn Pengalaman pelatihan CTL min.1 kali Pengalaman mengajar min.

b.Matematika) 2. dan efisien/efektif. Fasilitas Komputer Jumlah komputer kurang 5 buah Jumlah printer kurang 1 buah. Misalnya dari hasil analisis di atas dapat ditabulasikan komponen yang TIDAK SIAP sebagai berikut: Sasaran ke-1: ”Sekolah mengembangkan silabus untuk kelas 7 semua mape”l Komponen/ Faktor yang TIDAK SIAP 1. tepat. maka diidentifikasi komponen dan faktor yang “TIDAK SIAP” terlebih dahulu untuk diatasi lebih dulu.Indo. Guru Persoalan pada komponen/faktor pengalaman pelatihan KBK kurang (baru 1 kali) • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Altaernatif Pemecanahn Persoalan mengadakan ws KBK mengirimkan ws KBK magnag di sekolah lain IHT di sekolahnya sendiri PTK mengikutkan guru pada MGMP Dsb mengadakan ws CTL mengirimkan ws CTL magnag di sekolah lain IHT di sekolahnya sendiri PTK Mengikutkan guru ke MGMP Dsb mengusulkan ditambah PNS 3 guru dg 3 BS mengangkat GTT 3 gr 3 BS minta guru bantu kpd pemda memberdayakan guru yang ada Dsb Mengadakan dengan cara membeli baru Pinjam/kerjasama dengan pihak lain Menyewa Mengajukan bantuan kepada pemda/komite sekolah Dsb Mengadakan dengan cara membeli baru Pengalaman pelatihan CTL kurang (baru 1 kali) jumlah guru kurang 3 (B. ALTERNATIF LANGKAH-LANGKAH PEMECAHAN PERSOALAN Hal-hal yang harus diperhatikan: a.Ingg .Komponen/Fungsi dan Faktornya (Kondisi Ideal)Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Tingkat Kesiapan Faktor Tidak Siap (5) Siap (5) 1 (1) ……………… (2) (3) H. Setiap komponen atau faktor yang tidak siap dicarikan alternatif-alternatif pemecahannya. Berdasarkan hasil analisis SWOT. B. 55 . dan dipilih yang paling ringan.

Pada kegiatan belum dirinci ke dalam satuan volume. jumlah waktu. Program dan kegiatan dibuat rinci/operasional. Program kerja dapat lebih dari satu kegiatan b. measurable. Persoalan lain dapat dikembangkan sendiri program dan kegiatannya). Program 2: Melaksnakan workshop pembuatan sialbus dan sisnil Kegiatan: .Menyusun kalender pendidikan 56 . Program bersfifat SMART (spesific.Melaksanakan ws KBK . (Dalam contoh di bawah ini sebatas baru mengatasi sebagian persoalan dan sekaligus juga melaksanakan program pencapaian sasaran.Sosialisasi KBK kepada guru . sehingga memudahkan dalam pengalokasian anggaran. Harap dikembangkan sendiri sesuai kebutuhan sekolah). RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN Perlu diperhatikan bahwa: a. time) e. jumlah orang. relevan. Misalnya program dan kegiatan untuk mencapai sasaran ke-1: ”Sekolah mengembangkan Silabus untuk kelas 7 semua mapel”.Mengirimkan guru ke MGMP . Program juga dapat secara paralel berjalan beriringan antara program mengatasi persoalan dengan program pencapaian sasaran (mengingat waktu terbatas) d. Program lebih diutamakan mengatasi persoalan dulu dengan memilih salah satu alternatip pemecahan persoalan yang dipandang mampu dan efisien bagi sekolah.Mensupervisi/membimbing .Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan KBK di sekolah 2. Program 1: Meningkatkan kemampuan guru terhadap kompetensi KBK Kegiatan: . c. achievable.Komponen/ Faktor yang TIDAK SIAP Persoalan pada komponen/faktor • • • • • Altaernatif Pemecanahn Persoalan Pinjam/kerjasama dengan pihak lain Menyewa Mengajukan bantuan kepada pemda/komite sekolah Dsb Dan seterusnya I. 1. dll.

............ RENCANA MONITORING DAN EVALUASI (MONEV) Kegiatan di sini meliputi perencanaan dan pelaksanaan supervisi.. ....... monitoring dan evaluasi program-program dan hasilnya di sekolah selama satu tahun ajaran.. ...Perabikan silabus dan sisnil ......... Pelaporan K.....................Penggandaan ....... Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain: 1..Penggandaan hasil ......... dll 3..Membuat laporan Program 3: Melaksanakan Uji coba dan validasi Silabus Kegiatan: .... KBM.........Supervisi .......... 5........ ... Persiapan b............ Kegiatan supervisi dan monev dilakukan oleh intern sekolah.................. 4..............Menyusun pemetaan ..... .3.... pedoman penilaian monev bisa dikembangkan sendiri atau mengacu pada instrumen lain yang relevan..... Program 5: Melakukan tindak lanjut dari pembuatan silabus Kegiatan: ......... administrasi........Menmbuat peranngkat pembelajaran (sialbus dan sisnil seluruh mapel...... Supervisi juga termasuk masalah gurunya....Pelaksanaan uji coba silabus dan sisnil ......Sinkronisasii/sosialisasi kepada guru tentang silabus dan sisnil .. Program 5: Dan setersunya sesuai kebutuhan sekolah...... RPPdll) .... Pengembangan perangkat instrumen c................................... 2............................... Rincian kegiatan MONEV antara lain: a..... pemecahan masalah) d. Pelaksanaan (pengambilan data dan analisis data. .....MenDokumentasikan silabus Program 5: Melakukan evaluasi pembuatan silabus Kegiatan: .... Supervisi dilakukan untuk mengetahui dan mengatasi masalah2 proses pelaksanaan semua program dan kegiatan sekolah................... Monev dilakukan pada akhir program mengetahui ketercapaian tujuan/sasaran................... Instrumen...................... sarana..................... J..................... kisi.. untuk perbaikan/masukan sasaran tahun berikutnya 4.......... RENCANA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA SEKOLAH (RAPBS) Ketentuan : 57 ...................... 6........... 6.... Lebih baik tiap sasaran ada evaluasi 5......... 7...........

Bisa menggunakan prinsip efisiensi dan subsidi silang sesuai dengan peruntukan dan pedoman penggunaan dana dari tiap sumber dana untuk suatu program atau kegiatan kerja. peningkatan efieinsi. 4. peningkatan pemerataan. demikian pula besarnya dana dari masing-masing sumber dana. RAPBS ini merupakan bagian dari rencana anggaran dalam renstra 5.1. maupun pengembangan kapasitas sekolah. Semua sumber dana dicantumkan. Format RAPBS menggunakan contoh model sebagai berikut: 58 . Semua program dimasukkan. 2. 3. peningkatan relevansi. baik program dari peningkatan mutu.

............... Dll ................... 20............... Mengetahui/Menyetujui Kepala Dinas Pendidikan Kab/kota Komite Sekolah Kepala Sekolah ................ Sasaran ke-2:.. 2) . Program 1: ........................................................... Sasaran ke-2:..... PENINGKATAN PEMERATAAN A.. a......................................... a...........................Jmlh.......... Sasaran ke-1: .......... a... Kegiatan 1: 1) ......Dst 1.... Kegiatan 1: 1) ....... 3) Dst B................................................... 1......... 2) .... 1................................................. Program 1: ... Sasaran ke-1: ........ Kegiatan 1: 1) ............................. PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN A....................... Or/Bln...... Program 1: ........Dst 1...... 3) Dst II.. 2) ................... a....................................................... Kegiatan 1: 1) .........................................RENCANA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA SEKOLAH (RAPBS) SMP TAHUN AJARAN ................ Sumber Dana Dan Alokasi Anggaran Sumber Dana Lainnya Jumlah (Rupiah) Rutin I........................... Vol............. Unit................................. BOS SSN Program Dan Kegiatan SekolahKomite 59 ..................................... 3) Dst JUMLAH (RUPIAH) ... RAPBS TAHUN KE Spesifikasi... 3) Dst B........... Program 1: .. 2) ........ Satuan...........

.. Penugasan pendidik pada mata pelajaran dan kegiatan lainnya.. Copyan sertifikat tanah 4.. SK dan susunan kepenguruan komite sekolah 8... Demi efisiensi biaya dan tenaga bisa satu sasaran satu penanggung jawab c................. anggota.. penggunaan.. Kalender pendidikan/akademik. Dan lainnya yang dianggap relevan........ 13... Sangat tergantung kemampuan sekolah masing-masing d. Buku teks pelajaran yang dipakai.. 15.. Dll M..... 11.. Gambar layout sekolah 5.. dimasukkan semua program yang telah ditulis sebelumnya c... Master plan sekolah 7.... Sebaiknya sekolah membentuk TIM SSN (Koordinator/ketua. JADWAL KEGIATAN Ketentuan: a.. Gambar rencana pembangunan ruang/kantor/lab/bangunan lain jika memerlukan bantuan dan Rencana Anggaran Bangunan 6.. Nomor rekening sekolah 3...... Jadwal penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk tahun ajaran berikutnya.... dibuat per minggu per bulan dalam satu tahun b. LAMPIRAN Beberapa dokumen yang harus dilampirkan dalam RPS ini antara lain: 1. Profil sekolah lengkap 2. 17. Dan jadwal penyusunan laporan akuntabilitas dan kinerja satuan pendidikan untuk satu tahun terakhir. 60 . Bisa tiap program ada penanggungjawabnya b. Jadwal rapat.... pengadaan.......... 14...) (.. Ingat kalender pendidikan d. sekretaris...... Mata pelajaran yang ditawarkan pada semester gasal dan genap. Penanggung jawab harus kualified dan kompeten e... dan persediaan minimal bahan habis pakai..(... Jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana. 10...) (. dll) dan ada TUPOKSI NYA dengan SK kepala sekolah N.) L... 12.. 16. Foto-foto profil sekolah yang dipandang perlu 9. PENANGGUNG JAWAB Ketentuan: a..

61 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful