PANDUAN PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS

)

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Jakarta, 2006

BAB I PENDAHULUAN A. Pentingnya Rencana Pengembangan Sekolah (RPS)

Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) merupakan salah satu wujud dari salah satu fungsi manajemen sekolah yang amat penting yang harus dimiliki sekolah. RPS berfungsi untuk memberi arah dan bimbingan bagi para pelaku sekolah dalam rangka menuju tujuan sekolah yang lebih baik (peningkatan, pengembangan) dengan resiko yang kecil dan untuk mengurangi ketidakpastian masa depan. Berdasarkan pada ketentuan peraturan perundangan yang berlaku, khususnya pada Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), mulai sekarang setiap sekolah pada semua satuan, jenis dan jenjang pendidikan termasuk SMP harus memenuhi SNP tersebut. Salah satu upaya untuk mencapai SNP, setiap sekolah wajib membuat RPS. RPS wajib dibuat oleh semua SMP, baik yang termasuk kelompok rintisan, potensial, nasional maupun internasional. RPS harus dimiliki oleh setiap sekolah sebagai panduan dalam penyelenggaraan pendidikan, baik untuk jangka panjang (20 tahun), menengah (5 tahun) maupun pendek (satu tahun). Diharapkan, semua jenis kelompok sekolah menggunakan format RPS yang sama. Perbedaannya terletak pada isi, kedalaman, dan luasan atau cakupan program sesuai dengan kondisi sekolah dan tuntutan masyarakat sekitarnya. Perbedaan lainnya adalah lama waktu pencapaian SNP. Bagi sekolah yang memiliki potensi lebih tinggi dari pada sekolah lain akan dapat mencapai SNP relatip lebih cepat. Demikian sebaliknya, bagi sekolah yang miskin potensi akan lebih lamban dalam mencapai SNP. Namun demikian harapannya adalah semua sekolah tersebut dalam kurun waktu tertentu mencapai SNP yang ditentukan oleh pemerintah. Standar Nasional Pendidikan yang harus dicapai oleh tiap sekolah tersebut meliputi standar kelulusan, kurikulum, proses, pendidikan dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pembiayaan, pengelolaan, dan penilaian pendidikan. Sangat dimungkinkan suatu sekolah telah memenuhi standar kelulusan tetapi fasilitasnya belum standar atau sebaliknya. Suatu sekolah sekarang kondisinya kurang dalam standar fasilitas seperti ruang kelas, laboratorium, buku, dan sebagainya dan secara bertahap akan dipenuhi selama kurun waktu tertentu. Sementara itu kondisi gurunya telah memenuhi SNP. Begitu seterusnya pada aspekaspek lainnya. Suatu sekolah dimungkinkan dalam waktu lima tahun mampu mencapai SNP, sementara itu terdapat sekolah untuk mencapai SNP memerlukan waktu 15 tahun. Semua itu sangat tergantung kepada unsur-unsur yang ada di sekolah itu sendiri. Dan apabila suatu sekolah telah memenuhi SNP, maka diharapkan akan mampu menyelenggarakan pendidikan secara efektif, efisien, berkualitas, relevan, dan mampu mendukung tercapainya pemerataan pendidikan bagi masyarakat luas. Oleh karena itu dipandang sangat penting adanya suatu pedoman pencapaian SNP yang mampu memberikan arah dan pegangan bagi tiap sekolah dalam rangka pencapaian SNP tersebut. Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) diharapkan menjadi salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut, baik bagi sekolah rintisan, potensial maupun nasional. RPS sangat penting manfaatnya bagi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk penyusunan rencana pendidikan di daerahnya. Semua RPS di Kabupaten/Kota dapat dijadikan dasar bagi penyusunan Rencana Pengembangan Pendidikan Kabupaten/Kota (RPPK). Dengan cara ini, RPPK akan lebih relevan dengan kebutuhan setiap sekolah di daerahnya. Demikian 1

manfaat bagi Dinas Pendidikan Tingkat Propinsi. Dalam membuat Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi (RPPP) harus didasarkan atas semua RPPK yang ada di daerahnya. Demikian juga pada tingkat nasional, RPPP dapat digunakan sebagai informasi bagi penyusunan Rencana Pengembangan Pendidikan Nasional (RPPN). Secara visual, keterkaitan antara RPS, RPPK, RPPP, dan RPPN dapat dilihat pada Gambar 1.

Rencana Pengembangan Pendidikan Nasional

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Gambar 1. Keterkaitan Antara Jenjang Perencanaan Pendidikan B. Tujuan

Adapun tujuan adanya pedoman penyusuan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) ini antara lain adalah: 1. Untuk memberikan pedoman bagi semua jenis kelompok sekolah, yaitu sekolah rintisan, potensial, dan nasional dalam membuat Rencana Pengembangan Sekolah (RPS). 2. Untuk memberikan pedoman bagi semua Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dalam membuat Rencana Pengembangan Pendidikan Kabupaten/Kota (RPPK). 3. Untuk memberikan pedoman bagi semua Dinas Pendidikan Propinsi dalam membuat Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi (RPPP). 2

5. 6. evaluasi. 7. sesuai dengan kondisi sekolah dan daerahnya. Untuk memberikan pedoman bagi semua stakeholder di daerah/pusat dalam partisipasinya kepada sekolah untuk mencapai SNP.4. Untuk memberikan pedoman bagi Departemen Pendidikan Nasional dalam membuat Rencana Pengembangan Pendidikan Nasional (RPPN). 3 . pembinaan dan pembimbingan kepada sekolah. RPS digunakan sebagai dasar atau acuan bagi pihak-pihak terkait dalam melakukan monitoring. Untuk memberikan pedoman bagi semua sekolah dalam mencapai SNP.

Pengertian Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) Perencanaan sekolah adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan sekolah yang tepat. RPS adalah dokumen tentang gambaran kegiatan sekolah di masa depan dalam rangka untuk mencapai perubahan/tujuan sekolah yang telah ditetapkan. Analisis SWOT: Analisis SWOT adalah suatu teknik analisis untuk menentukan tingkat kesiapan setiap fungsi dan faktor-faktor sekolah. fungsi hubungan sekolahmasyarakat. Fungsifungsi yang dimaksud. Melalui analisis SWOT ( Strength. Opportunity. fungsi pengembangan iklim akademik sekolah. Tantangan nyata merupakan selisih (ketidaksesuaian) antara output (hasil pendidikan yang berupa keluaran) sekolah saat ini dan output sekolah yang diharapkan di masa yang akan datang (tujuan sekolah). and Threat ) akan diketahui sejauhmana kekuatan. misalnya. Besar kecilnya ketidaksesuaian antara output sekolah saat ini (kenyataan) dengan output sekolah yang diharapkan (idealnya) di masa yang akan datang memberitahukan besar kecilnya tantangan. 7. fungsi pelayanan kesiswaan. fungsi keuangan. kelemahan. 2. fungsi perencanaan dan evaluasi. Misi adalah rumusan umum mengenai tindakan (upaya-upaya) yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. fungsi proses belajar mengajar beserta fungsifungsi pendukungnya yaitu fungsi pengembangan kurikulum. Sasaran/tujuan situasional (tujuan jangka pendek) adalah rumusan spesifik mengenai apa yang diinginkan pada kurun waktu tertentu. 4. peluang dan ancaman tiap fungsi dan faktor sekolah. Yang dimaksud dengan kriteria kesiapan faktor adalah faktor yang memenuhi kriteria/standar untuk mencapai sasaran/tujuan 4 . 5. Weakness. Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan. 3. Tujuan (baku) adalah rumusan mengenai apa yang diinginkan pada kurun waktu tertentu (jangka panjang dan menengah). B. yaitu satu tahun.BAB II RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS) A. melalui urutan pilihan. dengan memperhitungkan sumberdaya yang tersedia. Analisis SWOT dilakukan dengan maksud untuk mengenali tingkat kesiapan setiap fungsi dari keseluruhan fungsi sekolah yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. 6. dengan memperhitungkan tantangan nyata yang dihadapi (sasaran merupakan jabaran tujuan). Identifikasi fungsi: adalah mengidentifikasi fungsi-fungsi yang perlu dilibatkan untuk mencapai sasaran dan yang masih perlu diteliti tingkat kesiapannya. fungsi ketenagaan. Untuk mengetahui tingkat kesiapan setiap fungsi dan faktorfaktornya dicapai melalui membandingkan faktor dalam kondisi nyata dengan faktor dalam kriteria kesiapan. Istilah-istilah Dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) 1. dan fungsi pengembangan fasilitas. Identifikasi tantangan nyata: adalah mengidentifikasi kondisi nyata sekolah saat ini dan yang akan datang.

Langkah-langkah pemecahan persoalan: adalah memilih langkah-langkah pemecahan persoalan (peniadaan). yang sama artinya dengan ada ketidaksiapan fungsi. yakni dengan memanfaatkan adanya satu/lebih faktor yang bermakna kekuatan dan/atau peluang. maka sasaran yang telah ditetapkan tidak akan tercapai. 10. Kebijakan adalah arah/tindakan yang diambil oleh Pemerintah Pusat/Daerah untuk mencapai tujuan. perlu dilakukan tindakan-tindakan yang mengubah ketidaksiapan menjadi kesiapan fungsi. 8. Program adalah instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah untuk mencapai tujuan. 11. Tindakan yang dimaksud lazimnya disebut langkah-langkah pemecahan persoalan. Oleh karena itu. Kegiatan adalah rincian langkah-langkah operasional yang berupa aktivitas/kerja untuk mewujudkan program sekolah C. Landasan Hukum Rencana Pengembangan Sekolah Rencana Pengembangan Sekolah dibuat berdasarkan peraturan-perundangan yang berlaku yaitu: Undang-Undang Nomor 25 tahun 2005 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Strategi adalah langkah-langkah berisikan program-program inovatif untuk mewujudkan visi dan misi. yang hakekatnya merupakan tindakan mengatasi makna kelemahan dan/atau ancaman.situasional. Selama masih ada persoalan. yakni tindakan yang diperlukan untuk mengubah fungsi yang tidak siap menjadi fungsi yang siap. 5 . agar sasaran tercapai. Faktor yang memenuhi kriteria/standar ini ditemukan melalui perhitungan-perhitungan atau pertimbangan-pertimbangan yang bersumber pada pencapaian sasaran. dan Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional 20052009. 12. Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 9. agar menjadi kekuatan dan/atau peluang.

RPS Tahunan adalah dokumen perencanaan sekolah untuk periode 1 (satu) tahun. 2. menjamin tercapainya penggunaan sumber-daya secara efisien. dan sinergi baik antara sekolah dengan dinas pendidikan. dan pengawasan. Mengoptimalkan partisipasi masyarakat. RPS Jangka Menengah (Rencana Strategis) adalah dokumen perencanaan sekolah untuk periode 5 (lima) tahun. Tujuan Perencanaan Pendidikan a. Mendukung koordinasi antarpelaku pendidikan. Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan. penganggaran. dan berkelanjutan. mendukung koordinasi antar pelaku sekolah. Menjamin terciptanya integrasi. antarsekolah dan dinas pendidikan kabupaten/kota. b. 3. jangka menengah. c. dan antarwaktu. dan pengawasan. efektif. dan pusat c. penganggaran. berkeadilan. dan sinergi baik antar pelaku sekolah. menjamin terciptanya integrasi. sinkronisasi. b. dan menjamin tercapainya penggunaan sumber-daya secara efisien. menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan. Perbedaan antara satu dengan lainnya adalah: 1. dan f. mengoptimalkan partisipasi warga sekolah dan masyarakat. e. 6 . pelaksanaan. pelaksanaan. sinkronisasi. sebagai dasar ketika melaksanakan monitoring dan evaluasi pada akhir program B. d. menjamin agar perubahan/tujuan sekolah yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan tingkat kepastian yang tinggi dan resiko yang kecil. Tujuan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) disusun dengan tujuan untuk: a. g.BAB III PROSES PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS) A. berkeadilan dan berkelanjutan. Sistem Perencanaan Sekolah dan Rentang Waktu RPS Sistem Perencanaan Sekolah adalah satu kesatuan tata cara perencanaan sekolah untuk menghasilkan rencana-rencana sekolah (RPS) dalam jangka panjang. Tujuan Perencanaan Pendidikan dan Perencanaan Sekolah 1. efektif. RPS Jangka Panjang adalah dokumen perencanaan sekolah untuk periode 20 (dua puluh) tahun. dinas pendidikan propinsi. dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara sekolah dan masyarakat (diwakili oleh komite sekolah). 2. d.

karakter. Peningkatan efisiensi. dan penilaian. isi (kurikulum). Relevansi merujuk kepada kesesuaian hasil pendidikan dengan kebutuhan (needs). pembiayaan. dsb. Pengembangan kapasitas sekolah adalah upaya-upaya yang dilakukan secara sistematik untuk menyiapkan kapasitas sumberdaya sekolah (sumberdaya manusia dan sumberdaya selebihnya). pengembangan kelembagaan 7 . dsb. pembelajaran kontekstual. pengelolaan. pendidik dan tenaga kependidikan. dan kebutuhan pembangunan yang meliputi berbagai sektor dan sub-sektor. setiap sekolah harus memenuhi SNP. Efisiensi dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu efisiensi internal dan efisiensi eksternal. Contoh-contoh perencanaan pemerataan keslimaan misalnya: bea siswa untuk siswa miskin. dsb.C. dari delapan SNP tersebut dapat dijabarkan menjadi lebih rinci dalam RPS. siswa/kelas. Peningkatan kualitas. misalnya: 1. proses. pustakawan. prasarana dan sarana.) 3. akses. pengembangan komite sekolah. pengembangan bahan ajar. dan proses sangat dipengaruhi oleh tingkat kesiapan input. pembelajaran dengan melakukan. dengan catatan bahwa output sangat ditentukan oleh proses. pengembangan ruang/kantor. 5. Aspek-aspek yang Dikembangkan dalam Perencanaan Sekolah Sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). kesenian. olahraga. Oleh karena itu. seperti : pengembangan Laboratorium IPA. laboran. keagamaan. pengurangan angka putus sekolah. penurunan angka mengulang. ekonomik dan non-ekonomik) yang didapat setelah kurun waktu yang panjang diluar sekolah. Efisiensi eksternal merujuk kepada hubungan antara biaya yang digunakan untuk menghasilkan tamatan dan keuntungan kumulatif (individual. karya ilmiah. 2. rasio (siswa/guru. Contoh-contoh perencanaan peningkatan efisiensi misalnya: peningkatan angka kelulusan. Namun demikian. UAS. proses. efisiensi. angka kenaikan kelas/transisi. pendidikan kecakapan hidup khususnya untuk mencari nafkah. 4. konselor. ditinjau dari sisi pemerataan. dsb. Contohcontoh perencanaan relevansi misalnya. pengembangan media pembelajaran.). budi-pekerti. Peningkatan relevansi. dan pengembangan kapasitas. keterampilan kejuruan. Laboratorium Bahasa. Kualitas pendidikan sekolah meliputi input. pengembangan model pembelajaran (pembelajaran tuntas. kebutuhan keluarga. Peningkatan kualitas siswa (UN. angka putus sekolah. peningkatan angka melanjutkan.). pengembangan input siswa. baik kebutuhan peserta didik. pengembangan lingkungan pembelajaran yang kondusif. aspek-aspek yang harus disusun dalam perencanaan pengembangan sekolah juga harus sesuai dengan tuntutan SNP tersebut yaitu 8 (delapan) standar nasional pendidikan: kompetensi lulusan. siswa/ sekolah). dan output. kualitas. Efisiensi merujuk pada hasil yang maksimal dengan biaya yang wajar. dan keadilan atau kewajaran. pengembangan sarana dan fasilitas sekolah. rasio keluaran/masukan. kurikulum muatan lokal. dsb. Efisiensi internal merujuk kepada hubungan antara output sekolah (pencapaian prestasi belajar) dan input (sumberdaya) yang digunakan untuk memroses/ menghasilkan output sekolah. Contoh-contoh perencanaan kualitas misalnya. ke-disiplinan. Laboratorium IPS. relevansi. dan lab lainnya. sosial. pembelajaran kooperatif. pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan (guru. kepala sekolah. Pengembangan kapasitas. Laboratorium Komputer. dsb. dan peningkatan angka kehadiran serta peningkatan pembiayaan pendidikan peserta didik. program keterampilan kejuruan/ kewirausahaan/usaha kecil bagi siswa-siswa yang tidak melanjutkan. Pemerataan keslimaan: persamaan keslimaan.

dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual maupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan seperti keterbebasan dari perilaku seksual bebas. dan kesehatan pada SMP dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sportifitas dan kesadaran hidup sehat. kolusi. kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. sikap. Secara lebih rinci aspek-aspek yang dapat dikembangkan berdasarkan SNP sehingga dalam penyelenggaraannya efisien dan relevan. Budaya hidup sehat termasuk kesadaran. hak. dan bernegara. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMP dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi dasar ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis. Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan. tanggung jawab sosial. demokrasi. beban belajar. Semua kelompok mata pelajaran sama pentingnya dalam menentukan kelulusan peserta didik. antara lain adalah sebagai berikut: 1. ketaatan membayar pajak.sekolah. dan kurikulum tingkat satuan pendidikan. dan sikap serta perilaku anti korupsi. dan nepotisme. serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. ketakwaan. Kelompok mata pelajaran jasmani.kelompok mata pelajaran estetika. kalender akademik. Kelompok mata pelajaran estetika pada SMP dimaksudkan untuk meningkatkan sensitifitas. dan akhlak mulia. kreatif dan mandiri. dan akhlak mulia pada SMP dimaksudkan untuk peningkatan potensi spiritual. yang dimaksudkan dengan standar isi pendidikan adalah mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. jiwa dan patriotisme bela negara. dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat. dan kesehatan. pelestarian lingkungan hidup.kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. dan pengembangan sistem sekolah agar mampu dan sanggup menjalankan tugas pokok dan fungsinya dalam kerangka untuk meng-hasilkan output yang diharapkan serta menghasilkan pola pengelolaan sekolah yang ”good governance” dan akuntabel. penghargaan terhadap hak asasi manusia. berkualitas. ketakwaan. kemajemukan bangsa.kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. dan kelompok mata pelajaran jasmani. Kelompok mata pelajaran keimanan. kesetaraan gender. Standar isi memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum. berbangsa. a. Kurikulum SMP terdiri dari: kelompok mata pelajaran keimanan. pengembangan manajemen sekolah. olah raga. kurikulum tingkat satuan pendidikan. Pengembangan Standar Isi (Kurikulum) Menurut PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP. Setiap kelompok mata pelajaran dilaksanakan secara holistik sehingga pembelajaran masing-masing kelompok mata pelajaran ikut mewarnai pemahaman dan/atau penghayatan peserta didik. dan memenuhi pemerataan pendidikan. Pelaksanaan semua kelompok mata pelajaran disesuaikan dengan tingkat perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. ketaatan pada hukum. Standar isi mencakup lingkup dan kedalaman materi pembelajaran untuk memenuhi standar kompetensi lulusan. Kelompok Mata Pelajaran dan Kedalaman Isi Standar isi pendidikan mengatur kerangka dasar kurikulum. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SMP dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status. olah raga. dan kalender pendidikan/akademik. 8 . beban belajar.

demam berdarah. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi pada setiap tingkat dan/atau semester sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. dan pendidikan jasmani. Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. pendidikan ilmu pengetahuan dan teknologi. pendidikan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan/atau teknologi informasi dan komunikasi. pendidikan kesehatan. ketakwaan. ilmu pengetahuan alam (sekurang-kurangnya terdiri dari fisika. matematika. sosiologi. pendidikan akhlak mulia dan kepribadian. seni dan budaya. dan biologi). olah raga. pendidikan estetika. serta dikembangkan menjadi bagian dari budaya sekolah. Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok keimanan dan ketakwaan. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur sesuai dengan kebutuhan dan ciri masing-masing. ilmu pengetahuan alam. antropologi. serta muatan lokal yang relevan. keterampilan/kejuruan. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SMP dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMP dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. Kurikulum Muatan Lokal Kurikulum untuk SMP dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal. keterampilan. kecakapan akademik. pendidikan akhlak mulia dan kepribadian. muntaber. ilmu pengetahuan sosial (sekurang-kurangnya terdiri dari ketatanegaraan. Kelompok mata pelajaran jasmani. penugasan terstruktur. dengan contoh pengamalan diberikan oleh setiap pendidik dalam interaksi sosialnya di dalam dan di luar sekolah. Ketentuan mengenai kedalaman muatan kurikulum dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. d. bahasa. b. Kurikulum Kecakapan Hidup Kurikulum untuk SMP dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup. dan akhlak mulia serta Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SMP diamalkan sehari-hari oleh peserta didik di dalam dan di luar sekolah. atau pendidikan jasmani. Beban Belajar Beban belajar untuk SMP diperhitungkan dengan menggunakan jam pembelajaran per minggu per semester dengan sistem tatap muka. dan muatan lokal yang relevan.kecanduan narkoba. dan kesehatan. sejarah. dan kesehatan pada SMP dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. pendidikan estetika. dan geografi). olah raga. Pendidikan kecakapan hidup mencakup kecakapan pribadi. olahraga. c. dan kecakapan vokasional. Kompetensi terdiri dari standar kompetensi dan kompetensi dasar. kecakapan sosial. dan kesehatan. dan muatan lokal yang relevan. olah raga. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok keimanan dan ketakwaan. ekonomika. atau pendidikan jasmani. kewarganegaraan. 9 . kimia. Kelompok mata pelajaran estetika pada SMP dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah. akhlak mulia. seni dan budaya. Kelompok mata pelajaran keimanan. HIV/AIDS.

pelaksanaan. baik untuk semua mata pelajaran maupun semua jenjang kelas 3) Terdokumentasikan kurikulum satuan pendidikan di sekolah yang bersangkutan 4) Dan terdapat peningkatan lain yang terkait dengan standar isi pendidikan 2. menyenangkan. dan alat/media pembelajaran. mendorong peserta didik untuk berpartisipasi aktif. dan rasio maksimal jumlah peserta didik per pendidik. Penilaian proses pembelajaran pada SMP untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan 10 . serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. VIII maupun kelas IX. kreativitas. minggu efektif belajar. Perencanaan harus didukung oleh sekurang-kurangnya dokumen kurikulum. buku teks pelajaran. Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: 1) Terdokumentasikan kurikulum satuan pendidikan yang dijalankan sekolah (KBK) 2) Tersedianya perangkat pembelajaran secara lengkap (pemetaan. Untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan. waktu pembelajaran efektif. penilaian proses pembelajaran. rencana pelaksanaan pembelajaran). f. dan kemandirian peserta didik sesuai dengan bakat.e. inspiratif. silabus. Pelaksanaan harus memperhatikan jumlah maksimal peserta didik per kelas dan beban mengajar maksimal per pendidik. dan pengawasan yang baik. memotivasi. pedoman penilaian. menantang. dan perkembangan fisik serta psikologisnya. Dalam proses pembelajaran pendidik memberikan keteladanan. Aspek-aspek yang Dikembangkan dalam Program-program Sekolah rintisan. Dalam proses pembelajaran diselenggarakan secara interaktif. Kalender pendidikan Waktu pembelajaran yang dituangkan dalam kalender pendidikan atau kalender akademik mencakup permulaan tahun ajaran. Pengembangan Standar Proses Pendidikan a. potensial dan SSN Bidang Standar Isi (Kurikulum) Program-program yang dapat dikembangkan dalam standar isi (kurikulum) ini antara lain: 1) Pengembangan kurikulum satuan pendidikan (dengan berbagai jenis muatan kurikulum sesuai dengan ketentuan SNP) 2) Penyusunan kalender pendidikan 3) Pengembangan pemetaan KBK untuk semua mata pelajaran 4) Pengembangan silabus untuk semua mata pelajaran 5) Pengembangan sistem penilaian untuk semua mata pelajaran 6) Pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran untuk semua mata pelajaran 7) Penyusunan beban belajar Pengembangan isi tersebut dilakukan baik untuk kelas VII. dan hari libur. silabus untuk setiap mata pelajaran. Standar Proses Pendidikan Dalam SNP Dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang SNP bahwa yang dimaksud dengan standar proses pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. rencana pelaksanaan pembelajaran. minat. rasio maksimal buku teks pelajaran per peserta didik.

Penilaian proses pembelajaran untuk kelompok mata pelajaran selain ilmu pengetahuan dan teknologi harus mencakup observasi dan evaluasi harian secara individual terhadap peserta didik. Standar kompetensi lulusan meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. keterampilan. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. supervisi. b. Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Pengembangan Standar Kompetensi Lulusan Sebagaimana dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP.teknologi harus menggunakan berbagai teknik penilaian. dan pengambilan langkah tindak lanjut yang diperlukan. Standar kompetensi lulusan SMP dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. baik secara kualitas maupun kuantitas 4) Terdapat peningkatan inovasi pengelolaan kelas/pengelolaan pembelajaran dan sebagainya 3. Program Pengembangan Standar Proses Pendidikan pada Sekolah Rintisan. termasuk kompetensi membaca dan menulis. Penilaian proses pembelajaran harus mencakup aspek kognitif. dan afektif. bahwa yang dimaksud dengan standar kompetensi lulusan pendidikan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. pengetahuan dan keterampilan. Kompetensi lulusan mencakup pengetahuan. maka bagi setiap sekolah diharapkan mengembangkan berbagai program dan kegiatan. Potensial. kepribadian. dan sikap sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. ahklak mulia. baik secara kualitas maupun kuantitas 3) Terdapat peningkatan inovasi sumber pembelajaran. psikomotorik. Standar kompetensi lulusan pada jenjang SMP diarahkan untuk meletakkan dasar kecerdasan. pelaporan. sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai dalam satu tahun. khususnya penerapan metode atau strategi pembelajaran kontekstual atau CTL (Contextual Teaching and Learning) 2) Pengembangan dan inovasi-inovasi bahan pembelajaran 3) Pengembangan dan inovasi-inovasi sumber pembelajaran 4) Pengembangan dan inovasi-inovasi model-model pengelolaan atau manajemen kelas 5) Dan sebagainya Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: 1) Semua mata pelajaran pada semua jenjang kelas telah dilaksanakan dengan menggunakan berbagai strategi pembelajaran. utamanya CTL 2) Terdapat peningkatan inovasi bahan pembelajaran. dan SSN Dalam upaya-upaya menuju kepada standar proses pendidikan sebagaimana halnya ditentukan oleh SNP. evaluasi. diantaranya adalah: 1) Pengembangan dan inovasi-inovasi metode pengajaran pada semua mata pelajaran. serta observasi dan evaluasi akhir secara individual yang dilaksanakan sekurang-kurangnya satu kali dalam satu semester. 11 . Pengawasan mencakup pemantauan. pengetahuan. termasuk ulangan.

terhadap pencapaian keutntasan kompetensi untuk semua mata pelajaran b. Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik. Pengembangan standar pencapaian ketuntasan kompetensi pada tiap tahun atau semester c. Kompetensi sosial merupakan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. kompetensi profesional. sesama pendidik. Pengembangan standar kelulusan atau GSA pada setiap tahunnya b. Kualifikasi akademik adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundangan yang berlaku. stabil. dewasa. Seseorang yang tidak memiliki ijazah dan/atau sertifikat keahlian tetapi memiliki keahlian khusus yang diakui dan diperlukan dapat diangkat menjadi pendidik setelah melewati uji kelayakan dan kesetaraan. Dan sebagainya 4. Terdapat peningkatan gain score achievement (GSA) pada setiap semester atau tahun. arif. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran. yang dibuktikan dengan sertifikat profesi pendidik. evaluasi hasil belajar. menjadi teladan bagi peserta didik. orangtua/wali peserta didik. Terdapat peningkatan prestasi non akademik tiap tahunnya d. Dan sebagainya Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. dan berwibawa. Kualifikasi 12 . Pengembangan kejuaraan lomba-lomba bidang non akademik e. Pengembangan kejuaraan lomba-lomba bidang akademik d.Adapun beberapa program dan kegiatan yang dapat dikembangkan yang berkaitan dengan standar kompetensi lulusan pendidikan ini antara lain: a. Kompetensi profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan. dan masyarakat sekitar. tenaga kependidikan. dan kompetensi sosial sesuai Standar Nasional Pendidikan. Kompetensi kepribadian mencerminkan kepribadian yang mantap. sehat jasmani dan rohani. kompetensi kepribadian. Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang SMP meliputi kompetensi pedagogik. Terdapat peningkatan rata-rata pencapaian gain score achievement (GSA) pada tahun terhadap mata pelajaran yang di-UN-kan berdasarkan kepada standar kelulusan yang ditetapkan c. dan berakhlak mulia. Pengembangan Standar Pendidik dan Tenaga kependidikan Pengertian Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan menurut PP 19 Tahun 2005 Tentang SNP adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental serta pendidikan dalam jabatan. perancangan dan pelaksanaan pembelajaran. yang diperoleh melalui pendidikan profesi guru sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Kompetensi adalah tingkat kemampuan minimal yang harus dipenuhi seorang pendidik untuk dapat berperan sebagai agen pembelajaran.

ruang tata usaha. tlima berkreasi. dan ruang/tlima lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. pendidikan vokasi. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun di SMP. dan 5. perabot. tlima berkreasi. tlima bermain. Terselenggaranya supervisi klinis tiap tahun khususnya kepada pendidik. ruang kantin. Terdapat peningkatan jumlah tenaga pendidikan dan kependidikan sesuai kebutuhan sekolah b. media 13 . ruang perpustakaan. perpustakaan. Peningkatan kuantitas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. Memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran sesuai ketentuan perundangan yang berlaku. tlima berolahraga. Terselenggaranya ME tiap tahun khususnya tentang kinerja kepala sekolah f. bengkel kerja. termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. instalasi daya dan jasa. tentang. tlima berolahraga. Terdapat peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sesuai SNP c. laboratorium. Pengembangan atau peningkatan kompetensi tenaga TU dan lainnya f. Tenaga Kependidikan pada pendidikan akademik. dan sumber belajar lain. Persyaratan untuk menjadi kepala SMP meliputi: berstatus guru SMP. tlima bermain. tlima beribadah. dan h. Pengembangan Standar Prasarana dan Sarana Pendidikan Pengertian standar Prasarana dan sarana pendidikan menurut PP Nomor 19 tahun 2005 Tentang SNP adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan persyaratan minimal tentang lahan. Adapun program-program dan kegiatan-kegiatan yang dapat dikembangkan mengenai standar pendidik dan tenaga kependidikan ini antara lain: a. Pengembangan atau peningkatan kompetensi kepala sekolah g. Terselenggaranya ME tiap tahun khususnya tentang kinerja pendidik e. Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek kepribadian e. tenaga perpustakaan. Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek profesionalisme b. ruang pendidik. ruang kelas. Standar prasarana pendidikan mencakup persyaratan minimal dan wajib dimiliki oleh setiap satuan pendidikan lahan. Standar sarana pendidikan mencakup persyaratan minimal tentang perabot.akademik pendidikan minimum untuk pendidik pada tingkat SMP adalah: diploma lima (D-IV) atau sarjana (S1). Terselenggaranya ME tiap tahun khususnya tentang kinerja sekolah d. Tenaga kependidikan pada SMP sekurang-kurangnya terdiri atas kepala sekolah. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi oleh kepala sekolah terhadap kinerja pendidik dan tenaga TU atau lainnya. yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. alat dan media pendidikan. ruang pimpinan satuan pendidikan. Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek sosial d. buku. ruang laboratorium. tenaga administrasi. ruang bengkel kerja. tlima beribadah. kompetensi dan sertifikasi sesuai dengan bidang tugasnya. dan tenaga kebersihan sekolah. peralatan pendidikan. ruang unit produksi. dan pendidikan profesi harus memiliki kualifikasi. dan Memiliki kemampuan kepemimpinan dan kewirausahaan di bidang pendidikan. Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek pedagogik c. tenaga laboratorium. ruang kelas.

Pengembangan jaringan internet. laboratorium komputer. 14 . Standar jumlah buku teks pelajaran di perpustakaan dinyatakan dalam rasio minimal jumlah buku teks pelajaran untuk masing-masing mata pelajaran di perpustakaan satuan pendidikan per peserta didik. Standar sumber belajar lainnya untuk setiap satuan pendidikan dinyatakan dalam rasio jumlah sumber belajar terhadap peserta didik sesuai dengan jenis sumber belajar dan karakteristik satuan pendidikan. dll) pendidikan dan atau pembelajaran d. Standar keragaman buku perpustakaan dinyatakan dalam jumlah minimal judul buku di perpustakaan satuan pendidikan. Standar letak lahan satuan pendidikan mempertimbangkan keamanan. buku dan sumber belajar lainnya. Standar jumlah peralatan dinyatakan dalam rasio minimal jumlah peralatan per peserta didik. dan kesehatan lingkungan. laboratorium bahasa. Peningkatan dan pengembangan serta inovasi-inovasi media pembelajaran untuk semua mata pelajaran b. Pengembangan peralatan dan inovasi-inovasi pusat-pusat sumber belajar. Lahan satuan pendidikan meliputi sekurang-kurangnya lahan untuk bangunan satuan pendidikan. serta letak lahan satuan pendidikan di dalam klaster satuan pendidikan yang menjadi pengumpan masukan peserta didik. laboratorium. Standar lahan satuan pendidikan dinyatakan dalam rasio luas lahan per peserta didik.pendidikan. lahan praktek. kenyamanan. Pengembangan prasarana (ruang. dan rasio luas lahan per peserta didik dirumuskan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. dan laboratorium lainnya f. dan peralatan pembelajaran lain pada satuan pendidikan dinyatakan dalam daftar yang berisi jenis minimal peralatan yang harus tersedia. dan h. Pengembangan atau peningkatan peralatan/bahan perawatan sarana dan prasarana pendidikan. dan/atau tenaga kependidikan yang memerlukan layanan khusus wajib menyediakan akses ke sarana dan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Peningkatan dan pengembangan peralatan laboratorium komputer. Standar keragaman jenis peralatan laboratorium ilmu pengetahuan alam (IPA). serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Standar kualitas bangunan minimal pada SMP adalah kelas B. Satuan pendidikan yang memiliki peserta didik. Pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan menjadi tanggung jawab satuan pendidikan yang bersangkutan. Bahasa. Standar letak lahan satuan pendidikan mempertimbangkan jarak tempuh maksimal yang harus dilalui oleh peserta didik untuk menjangkau satuan pendidikan tersebut. Standar rasio luas ruang kelas per peserta didik. Penciptaan atau pengembangan lingkungan belajar yang kondusif e. bahan habis pakai. Standar letak lahan satuan pendidikan mempertimbangkan letak lahan satuan pendidikan di dalam klaster satuan pendidikan sejenis dan sejenjang. lahan untuk prasarana penunjang. IPA. rasio luas bangunan per peserta didik. Pemeliharaan dilakukan secara berkala dan berkesinambungan dengan memperhatikan masa pakai. dan lahan pertamanan untuk menjadikan satuan pendidikan suatu lingkungan yang secara ekologis nyaman dan sehat. pendidik. Adapun program-program dan kegiatan yang dapat dikembangkan mengenai standar prasarana dan sarana baik secara kuantitas maupun kualitas antara lain: a. Peningkatan dan pengembangan serta inovasi-inovasi peralatan pembelajaran untuk semua mata pelajaran c. pendidik maupun tenaga kependidikan g. baik bagi peserta didik.

dan pendidik. Terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas prasarana pendidikan dan atau pembelajaran d. praktisi pendidikan.Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. yang memiliki wawasan. Pada satuan pendidikan SMP kepala satuan pendidikan dalam melaksanakan tugasnya dibantu minimal oleh satu orang wakil kepala satuan pendidikan. selaras dengan strategi pembelajaran yang diterapkan (khususnya CTL) e. dan akuntabilitas dalam perencanaan program. dan apabila keputusan dengan prinsip musyawarah mufakat tidak tercapai. partisipasi. pusat media pembelajaran audio visual). dan media pembelajaran atau sekolah secara berkala. kemitraan. Terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas media pembelajaran tiap mata pelajaran untuk semua jenjang kelas. selaras dengan strategi pembelajaran yang diterapkan (khususnya CTL) b. tokoh masyarakat. baik dalam lab komputer peserta didik. peralatan. pengelolaan sarana dan prasana pendidikan. Terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas peralatan pembelajaran tiap mata pelajaran untuk semua jenjang kelas. Struktur organisasi satuan pendidikan. dan g. kepedulian dan komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan. Pengembangan Standar Pengelolaan Pendidikan Seperti dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP bahwa yang dimaksudkan dengan standar pengelolaan pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan. yang menunjukkan seluruh kategori aktifitas satuan pendidikan selama satu tahun dan dirinci secara semesteran. Komite Sekolah sekurang-kurangnya terdiri dari anggota masyarakat yang mewakili orang tua/wali peserta didik. dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. atau nasional agar tercapai efesiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. Terdapat prasarana sumber-sumber belajar yang memadai (perpustakaan. penilaian kemajuan hasil belajar. bulanan. Kalender kegiatan pendidikan. penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan. Pengelolaan satuan pendidikan menjadi tanggung jawab kepala satuan pendidikan. Keputusan akademik pada satuan pendidikan ditetapkan oleh rapat dewan pendidik. Terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas media dan peralatan pembelajaran praktik tiap mata pelajaran untuk semua jenjang kelas. Terlaksananya perawatan prasarana. Rapat dewan pendidik dilaksanakan atas dasar prinsip musyawarah mufakat yang berorientasi pada mutu. Pembagian tugas di antara pendidik. Pembagian tugas di antara tenaga 15 . selaras dengan strategi pembelajaran yang diterapkan (khususnya CTL) c. guru maupun kepala sekolah f. dan mingguan. dan pengawasan. provinsi. Pengelolaan SMP menerapkan manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian. Terpasangnya jaringan internet. kabupaten/kota. keterbukaan. Setiap satuan pendidikan harus memiliki pedoman atau aturan yang sekurang-kurangnya mengatur tentang: Kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabus. pelaksanaan. pendayagunaan tenaga kependidikan. kegiatan pembelajaran. 6. Pada jenjang pendidikan SMP melibatkan Komite Sekolah. pengambilan keputusan ditetapkan atas dasar suara terbanyak.

efisien. mata pelajaran yang ditawarkan pada semester gasal. tenaga kependidikan. Pelaksanaan kegiatan yang perlu atau mendesak tetapi tidak diprogramkan di dalam rencana kerja tahunan dilaksanakan secara ad-hoc dan bertanggung jawab. jadwal penyusunan laporan akuntabilitas dan kinerja satuan pendidikan untuk satu tahun terakhir. ujian. dan akuntabilitas satuan pendidikan. Pelaksanaan kegiatan tersebut harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari rapat dewan pendidik dan komite sekolah dan kemudian dipertanggungjawabkan kepada rapat dewan pendidik dan komite sekolah. evaluasi. Pada jenjang pendidikan SMP laporan oleh pendidik ditujukan kepada pemimpin satuan pendidikan dan orang tua/wali peserta didik. Pemantauan dilakukan secara teratur dan berkesinambungan oleh pemimpin satuan pendidikan dan komite sekolah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan. Laporan oleh tenaga kependidikan ditujukan kepada pemimpin satuan pendidikan. durasi.kependidikan. Rencana kerja harus disetujui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Sekolah. dan semester pendek bila ada. kegiatan ekstrakurikuler. dan hari libur. dan pengawas atau penilik satuan pendidikan. penugasan pendidik pada mata pelajaran dan kegiatan lainnya. Pelaksanaan pengelolaan satuan pendidikan dilaksanakan secara mandiri. Tata tertib satuan pendidikan. Untuk pendidikan SMP. serta penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pembelajaran. Setiap satuan pendidikan dikelola atas dasar rencana kerja tahunan. pemeriksaan. yang minimal meliputi tata tertib pendidik. Pelaksanaan pengelolaan satuan pendidikan berpedoman kepada rencana kerja tahunan. rapat konsultasi satuan pendidikan dengan orang tua/wali peserta didik. Rencana kerja meliputi sekurang-kurangnya: kalender pendidikan atau akademik yang meliputi sekurang-kurangnya jadwal pembelajaran. Supervisi mengacu pada Standar Nasional Pendidikan dan Pedoman Program Penjaminan Mutu yang diterbitkan oleh Departemen. Pemantauan dilakukan untuk menilai efisiensi. semester genap. dan penyelenggara program. efektif. pelaporan. efektivitas. supervisi. penggunaan. berisi pelaksanaan teknis dari tugas masing-masing dan dilakukan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. dan akuntabel. pemimpin satuan pendidikan. ulangan. Rencana kerja tahunan merupakan penjabaran rinci dari rencana kerja jangka menengah satuan pendidikan yang meliputi masa 5 (lima) tahun. Supervisi meliputi supervisi manajerial dan akademik. Pengawasan satuan pendidikan meliputi pemantauan. tenaga kependidikan dan peserta didik. program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan yang meliputi sekurangkurangnya jenis. dan persediaan minimal bahan habis pakai. Pelaporan dilakukan oleh pendidik. peserta. buku teks pelajaran yang dipakai pada masingmasing mata pelajaran. Supervisi dilakukan secara teratur dan berkesinambungan oleh pengawas atau penilik satuan pendidikan dan kepala satuan pendidikan. laporan oleh pemimpin satuan pendidikan ditujukan kepada komite 16 . dan tindak lanjut hasil pengawasan. rencana anggaran pendapatan dan belanja satuan pendidikan untuk masa kerja satu tahun. dan rapat satuan pendidikan dengan komite sekolah. Kode etik hubungan antara sesama warga di dalam lingkungan satuan pendidikan dan hubungan antara warga satuan pendidikan dengan masyarakat. jadwal penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk tahun ajaran berikutnya. berisi hasil evaluasi dan penilaian dan dilakukan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. pelaksanaan pengelolaan satuan pendidikan yang tidak sesuai dengan rencana kerja tahunan harus mendapat persetujuan dari rapat dewan pendidik dan komite sekolah. pengadaan. jadwal rapat Dewan Pendidik. Peraturan akademik. Untuk jenjang SMP.

menengah maupun panjang b. partisipasi/kerjasama.sekolah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan. Membuat jaringan informasi akademik di internal maupun eksternal sekolah (SIM) l. Tersedianya kelengkapan administrasi sekolah sesuai dengan kebutuhan dan memenuhi standar e-goverment yang efisien dan efektif 17 . Mengembangkan Income Generating Activities atau unit-unit produksi/usaha di sekolah maupun kerjasama dengan pihak lain untuk menggalang partisipasi masyarakat. Mendukung pengembangan perangkat penilaian f. baik untuk jangka pendek. Implementasi model-model manajemen: POAC. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi oleh sekolah tentang kinerja sekolah i. Melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efisien e. berisi hasil evaluasi dan dilakukan sekurangkurangnya setiap akhir semester. Pengembangan atau pembuatan rencana pengembangan sekolah (RPS) tiap tahun. dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. transparansi. dan o. Pengembangan struktur dan keorganisasian sekolah sesuai dengan kebutuhan sekolah d. dan kontinyuitas baik mengenai program. termasuk memberikan sanksi atas pelanggaran yang ditemukannya. Pengembangan pendayagunaan SDM sekolah dengan cara membuat dan pembagian tugas-tugas secara jelas c. keuangan. Terdapat dokumen pengembangan pendayagunaan SDM sekolah dengan cara membuat dan pembagian tugas-tugas secara jelas beserta pelaksanaannya c. non akademik atau manajemen sekolah lainnya. fleksibilitas. Membuat atau menciptakan jaringan kerja yang efektif dan efisien baik secara vertikal dan horisontal m. Terdapat struktur dan keorganisasian sekolah sesuai dengan kebutuhan sekolah beserta tupoksi dan pedoman-pedoman kerjanya d. Adapun beberapa program dan kegiatan yang dapat dikembangkan atau ditingkatkan pada standar pengelolaan pendidikan antara lain: a. Pengembangan dan melengkapi administrasi sekolah g. Terdapat dokumen rencana pengembangan sekolah (RPS) tiap tahun. baik untuk jangka pendek. Pelaksanaan supervisi klinis oleh kepala sekolah j. menengah maupun panjang b. baik menyangkut bidang akademik. Terlaksananya pembelajaran secara efektif dan efisien dengan dibuktikan oleh prestasi yang dicapai dan pemanfaatan input pendidikan yang ada e. Setiap pihak yang menerima laporan wajib menindak lanjuti laporan tersebut untuk meningkatkan mutu dan kesehatan satuan pendidikan. PDCA. Melaksanakan dan membuat pelaporan-pelaporan kepada berbagai pihak yang relevan. Penggalangan partisipasi masyarakat (pemberdayaan komite sekolah) k. hasil-hasil program serta lainnya oleh pihak manajemen sekolah (lihat pedoman pelaksanaan MBS pada Buku MBS yang diterbitkan oleh Dit. dan model lain yang pada dasarnya mengembangkan aspek-aspek manajemen untuk pengembangan standarstandar pendidikan n. Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a.Pembinaan SMP) h. Implementasi MBS mengenai kemandirian/otonomi sekolah. akuntabilitas.

konsumsi. non akademik atau manajemen sekolah lainnya. Terdapat dokumen laporan kepada berbagai pihak yang relevan. pajak. 7. Biaya personal meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan. maka sekolah dapat mengembangkan program atau kegiatan yang didasarkan atas musyawarah dan mufakat serta persetujuan dari stakeholder (termasuk Komite Sekolah) serta sesuai dengan koridor peraturan perundangan yang berlaku. air. transparan. khususnya untuk penggalangan dana pendidikan 18 . Terselenggaranya penggalangan partisipasi masyarakat (pemberdayaan komite sekolah) secara optimal dalam berbagai bentuk/bidang i. pengembangan SDM. uang lembur. baik donatur tetap maupun tidak tetap b. keuangan. dan modal kerja tetap. hasil-hasil program serta lainnya oleh pihak manajemen sekolah g. bahan atau peralatan pendidikan habis pakai. akuntabel. Pengembangan Standar Pembiayaan Pendidikan Seperti dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP bahwa standar pembiayaan mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan. Biaya investasi termasuk untuk biaya penyediaan sarpras. Terciptanya jaringan kerja yang efektif dan efisien baik secara vertikal dan horisontal k. Pembiayaan pendidikan terdiri dari biaya investasi. dan lain sebagainya. Terdapat berbagai model pengembangan pengelolaan sekolah l. Dalam upaya membantu memenuhi dan mencapai standar biaya pendidikan yang memadai. Menjalin kerjasama dengan alumni. Kepemimpinan kepala sekolah mampu melaksanakan ciri-ciri sebagai leader yang tangguh h. program-program dan pengelolaan yang fleksibilitas. baik menyangkut bidang akademik. Terdapat jaringan informasi akademik di internal maupun eksternal sekolah (SIM) j. asuransi. dan m. Penggalangan dana dari berbagai sumber termasuk dari sponsor c. dan biaya operasi pendidikan tak langsung seperti daya.f. Pengembangan jalinan kerja dengan penyandang dana. Sedangkan yang dimaksudkan dengan biaya operasi satuan pendidikan adalah bagian dari dana pendidikan yang diperlukan untuk membiayai kegiatan operasi satuan pendidikan agar dapat berlangsungnya kegiatan pendidikan yang sesuai standar nasional pendidikan secara teratur dan berkelanjutan. jasa telekomunikasi. melakukan partisipasi/kerjasama dengan masyarakat dan lainnya. seperti misalnya: a. Biaya operasi satuan pendidikan meliputi: gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji. biaya operasi. dan terdapat kontinyuitas baik mengenai program. pemeliharaan sarana dan prasarana. Terdapat sistem pengelolaan dalam Income Generating Activities atau unit-unit produksi/usaha di sekolah maupun kerjasama dengan pihak lain untuk menggalang partisipasi masyarakat secara profesional. transportasi. dan biaya personal. Penciptaan usaha-usaha di sekolah atau di luar sekolah sebagai Income Generating Activities d. Mengimplementasikan MBS dengan indikator pencapaian sekolah/manajemen mampu: mandiri/otonom. Pendayagunaan potensi sekolah dan lingkungan yang menghasilkan keuntungan ekonomik e.

dan akhlak mulia. memperbaiki proses pembelajaran. ketakwaan. ulangan. olah raga. dan kesehatan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kelulusan peserta didik dari penilaian akhir satuan pendidikan. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. 19 . olah raga. Tertdapat usaha nyata sekolah dalam hal IGA atau unit produksi sekolah (koperasi. kelompok mata pelajaran estetika. toko. serta ujian. serta kelompok mata pelajaran jasmani. dan akhlak mulia. dll) c. Ujian akhir dilakukan untuk semua mata pelajaran kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menentukan kelulusan peserta didik. ulangan. bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. dan kesehatan dilakukan melalui: pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta didik. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian.f. dan ujian. prosedur. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi diukur melalui ujian. ketakwaan. penugasan. Terdapat jalinan kerjasama dengan alumni dalam penggalangan dana 8. Ujian nasional merupakan penilaian bersifat nasional atas pencapaian standar kompetensi lulusan oleh peserta didik hasilnya dapat dibandingkan baik antar satuan pendidikan. Penilaian hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik secara berkesinambungan untuk memantau proses. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik. peserta didik harus mendapatkan nilai yang sama atau lebih besar dari nilai batas ambang kompetensi yang dirumuskan oleh BSNP. dan menentukan kelulusan peserta didik. kelompok mata pelajaran estetika. Penilaian digunakan untuk: menilai pencapaian kompetensi peserta didik. kantin. dan instrumen penilaian prestasi belajar peserta didik. Untuk mengikuti ujian akhir satuan pendidikan. ketakwaan. dan kelompok mata pelajaran jasmani. Terjalin kerjasama dengan penyandang dana. Penilaian akhir mempertimbangkan hasil penilaian peserta didik sejak awal hingga akhir masa studi. Dan sebagainya Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. dan akhlak mulia dan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui: pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. Pengembangan Standar Penilaian Pendidikan Dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP bahwa standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. dan kemajuan hasil belajar. Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dilakukan penilaian akhir pada setiap satuan pendidikan untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran keimanan. kemampuan. ulangan. dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi yang dinilai. olah raga. baik tetap maupun ridak tetap dan terdapat pemasukan dana b. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. dan kesehatan . Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran keimanan. pada kelompok mata pelajaran keimanan.

dan lulus Ujian Nasional. Hasil Ujian Nasional digunakan sebagai : salah satu instrumen dalam pemetaan mutu satuan pendidikan dan/atau program pendidikan. BSNP bekerja sama dengan LPMP. Bahasa Inggris. olah raga. salah satu dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya. dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). ulangan tengah semester. maupun antar waktu. Setiap peserta didik berhak mengikuti Ujian Nasional dan berhak mengulanginya sepanjang belum dinyatakan lulus dari satuan pendidikan. satuan pendidikan. Standar kompetensi pada mata pelajaran yang diujikan dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. Dalam teknis pelaksanaan Ujian Nasional di tingkat provinsi. Oleh karena itu perlu mengembangkan. Rata-rata tahunan hasil Ujian Nasional yang diperoleh program pendidikan dan/atau satuan pendidikan dipertimbangkan dalam akreditasi satuan pendidikan dan/atau program pendidikan. dan/atau program pendidikan. berkeadilan. Implementasi model evaluasi pembelajaran: ulangan harian. Setiap peserta didik wajib mengikuti satu kali Ujian Nasional tanpa dipungut biaya. Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia. Pemerintah Provinsi. dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan oleh peserta didik. Matematika.antara daerah. ulangan kenaikan kelas. Soal pada Ujian Nasional mewakili seluruh cakupan materi yang ada pada standar kompetensi lulusan dari mata pelajaran yang diujikan. dan akhlak mulia. Peserta didik pendidikan informal dapat mengikuti ujian nasional setelah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh BSNP. Pengembangan perangkat model-model penilaian pembelajaran b. Pengembangan pedoman-pedoman evaluasi sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau BSNP e. kelompok mata pelajaran estetika. Pengembangan lomba-lomba. bahan pertimbangan dalam menentukan kelulusan peserta didik dari program pendidikan dan/atau satuan pendidikan. ulangan akhir semester. Pengembangan instrumen atau perangkat soal-soal untuk berbagai model evaluasi d. meningkatkan dan melaksanakan beberapa program dan kegiatan penilaian seperti misalnya: a. dan akuntabel. dan satuan pendidikan. lulus ujian akhir kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan. uji coba. Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditetapkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan sesuai dengan kriteria yang dikembangkan dan ditetapkan oleh BSNP. Jadual pelaksanaan Ujian Nasional ditetapkan oleh Menteri. Pemerintah Kabupaten/Kota. Kriteria kelulusan ujian nasional dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. dan digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. dan kelompok mata pelajaran jasmani. BSNP menyelenggarakan Ujian Nasional yang diikuti peserta didik untuk mengukur kompetensi peserta didik dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. dan sejenisnya dalam upaya peningkatan standar nilai atau ketuntasan kompetensi 20 . Pada jenjang SMP. Ujian Nasional diadakan sekurang-kurangnya satu kali dan sebanyak-banyaknya dua kali dalam satu tahun pelajaran. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. ketakwaan. Peserta didik dinyatakan lulus setelah: menyelesaikan seluruh program pembelajaran. dll c. dan kesehatan . memperoleh nilai minimal baik pada evaluasi akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran keimanan. Penilaian kompetensi peserta didik pada Ujian Nasional dilakukan secara obyektif. Peserta ujian nasional memperoleh Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional yang selanjutnya disebut SKHUN yang diterbitkan oleh satuan pendidikan penyelenggara Ujian Nasional.

f. Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk melaksanakan penilaian dalam rangka pengembangan perangkat penilaian sampai dengan analisa dan pelaporan hasil belajar peserta didik, dan g. Melaksanakan kerjasama dengan pihak lain untuk melaksanakan tes atau uji coba prestasi peserta didik secara periodik Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. Terdapat perangkat penilaian berbagai ragam untuk semua mapel semua jenjang kelas/tingka b. Terselenggara berbagai model evaluasi: ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, dll c. Terdapat dokumen pengembangan bank soal, dan d. Terdapat berbagai macam lomba, uji coba, dan jenis lainnya untuk peningkatan prestasi peserta didik. Dari berbagai program pengembangan tersebut selanjutnya dapat dibuat kerangka kerja/program dan target yang diinginkan dengan berbagai strategi pelaksanaannya sebagai berikut: Program Dan Hasil Yang Diharapkan
Isi (Kurikulum) Proses Kelulusan Pengelolaan Pembiayaan Pendidik & Tnaga Kependidikan Prasarana dan Sarana Penilaian Lainnya

N o

1 2 3 5

5

Mengimplementa sikan MBS Mengembangkan Inovasi Pembelajaran Menciptakan Komunitas Belajar Mengembangkan Profesionalitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan Menggalang Partisipasi Masyarakat

Strategi

• •

• • •

• • •

• • •

• •

• •

21

KETERANGAN:  Dengan strategi implementasi MBS di sekolah dapat dilaksanakan program-program yang relevan dengan pengembangan kurikulum atau kurikulum satuan pendidikan yang akan dilaksanakan, inovasi proses pembelajaran, pencapaian kompetensi lulusan yang makin meningkat, pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan, pengembangan prasarana dan sarana, pengembangan pengelolaan pendidikan di sekolah, pencapaian pembiayaan pendidikan di sekolah yang proporsional, pengembangan sistem penilaian, dan program lain yang sesuai dengan kebutuhan serta kondisi lingkungan sekolah/masyarakat. Dengan strategi pengembangan inovasi pembelajaran di sekolah dapat dilaksanakan program-program yang relevan dengan pengembangan dan penerapan berbagai model proses pembelajaran terutama penerapan CTL di sekolah, pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan yang mampu menerapkan CTL, pengembangan prasarana dan sarana pendukung pelaksanaan CTL, pengembangan pengelolaan pendidikan di sekolah yang mengakomodasi pelaksanaan pembelajaran CTL, pengembangan sistem penilaian yang didasarkan atas penerapan pembelajaran CTL, dan program lain yang sesuai dengan kebutuhan serta kondisi lingkungan sekolah. Dengan strategi penciptaan komunitas belajar yang kondusif di sekolah dapat dilaksanakan program-program yang mengarah kepada budaya pengembangan kurikulum yang kontekstual oleh pendidik, budaya inovatif pendidik dalam pengembangan pendekatan proses pembelajaran yang kontekstual, pengembangan dan pengkondisian peserta didik yang mengarah kepada kompetisi untuk mencapai kompetensi yang tinggi, penciptaan budaya dan pengembangan kompetensi (profesionalitas, pedagogik, kepribadian, sosiologis) pendidik dan tenaga kependidikan, penciptaan peluang atau keslimaan dan pendayagunaan secara optimal prasarana dan sarana serta potensi sumber daya sekolah lainnya, penciptaan dan pengembangan pengelolaan sekolah yang kontekstual dengan kebutuhan sekolah serta penciptaan budaya entrepreneurship di lingkungan sekolah. Dengan strategi pengembangan perofesionalitas pendidik dan tenaga kependidikan , dapat dilaksanakan program-program yang relevan seperti: peningkatan kemampuan pendidik dan tenaga kependidikan agar mampu mengembangkan kurikulum atau kurikulum satuan pendidikan, melakukan inovasi proses pembelajaran, mengembangkan prasarana dan sarana pendidikan, mengembangkan model/sistem pengelolaan pendidikan di sekolah, mengembangkan usaha dan income generating di sekolah, dan mengembangkan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan KBK. Dengan strategi penggalangan partisipasi masyarakat, dapat dilaksanakan programprogram yang relevan seperti: peningkatan kerjasama, kemitraan, dan pengoptimasian potensi sumber daya masyarakat (stakeholder) dan atau komite sekolah untuk membantu mengembangkan kurikulum, proses pembelajaran, tenaga pendidik dan kependidikan, sarpras, pengelolaan sekolah, pembiayaan pendidikan, dan bahkan dalam pelaksanaan pengembangan penilaian peserta didik. 22

D. Proses Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) Dalam penyusunan RPS harus menerapkan prinsip-prinsip: memperbaiki prestasi belajar siswa, membawa perubahan yang lebih baik (peningkatan/ pengembangan), sistematis, terarah, terpadu (saling terkait & sepadan), menyeluruh, tanggap terhadap perubahan, demand driven (berdasarkan kebutuhan), partisipasi, keterwakilan, transparansi, data driven, realistik sesuai dengan hasil analisis SWOT, dan mendasarkan pada hasil review dan evaluasi. 1. Penyusunan dan Pelaksanaan RPS Faktor penting yang harus diperhatikan oleh setiap sekolah adalah konsistensi anatara perencanaan dengan pelaksanaan pengembangan sekolah. Perencanaan sekolah yang baik akan memberikan kontribusi keberhasilan yang besar dalam implementasinya.
Desai Desai n n Implementa Implementa si si Evalua Evalua si si

RPS RPS

RPS RPS

RPS RPS

Cakupan Isi RPS Kualitas RPS

Kepatuhan Implementasi dengan Desain RPS

Kesesuaian Hasil dengan Desain RPS

Sedangkan perencanaan yang kurang baik akan memberikan dampak yang kurang baik pula terhadap impelemntasinya. Oleh karena itu dalam setiap membuat RPS, sekolah harus mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi seperti kondisi lingkungan strategis, kondisi sekolah saat ini, dan harapan masa datang. Alur berfikir dan keterkaitan antara perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sekolah dapat dilihat pada gambar 2.
Gambar 2. Penyusunan dan Pelaksanaan Perencanaan Sekolah Analisis Lingkungan Analisis Lingkungan Strategis Strategis

SituasiPendidikan Pendidikan Situasi saatini ini saat

Kesenjanga n

SituasiPendidikan Pendidikan Situasi yangdiharapkan diharapkan yang

RencanaStrategis Strategis Rencana (5tahun) tahun) (5

Rencana Rencana Operasional Operasional (1 tahun) (1 tahun)
Pelaksanaan Pelaksanaan Program Program Monitoring & Monitoring & Evaluasi Evaluasi

23

dan sebaginya. yaitu Rencana Strategis (Renstra) Sekolah dalam jangka menengah (lima tahunan) dan Rencana Operasional (Renop) Sekolah dalam jangka pendek (satu tahunan). Langkah-langkah Penyusunan RPS: Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Operasional (Renop) Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa RPS berisi dua rencana pengembangan pendidikan ditinjau dari jangka waktunya. pembiayaan dan sumber dana sekolah. kurikulum. Secara lebih rinci dalam pentahapan proses penyusunan RPS adalah sebagai berikut: a. kondisi geografis lingkungan sekolah. Renstra menggambarkan suatu perencanaan pengembangan sekolah yang menggambarkan tentang program-program sekolah yang akan dilaksanakan dan dicapai selama kurun waktu lima tahun. kondisi keamanan lingkungan. masyarakat serta sesuai dengan RPPP dan RPPN. kepala sekolah. 2) Melakukan analisis situasi pendidikan sekolah saat ini Adalah suatu analisis atau kajian yang dilakukan oleh sekolah untuk mengetahui semua unsur sekolah yang akan dan telah mempengaruhi penyelenggaraan pendidikan dan hasil-hasilnya. yang semuanya mengacu kepada SNP. laboran. kelulusan. dan lebih merupakan penjabaran operasional dari Renstra. Aspek atau unsur-unsur sekolah yang secara internal dapat dikaji antara lain mengenai kondisi saat ini tentang: PBM. Baik dalam Renstra maupun Renop semua sumber dana dan alokasi biaya sudah dapat diprediksi sebelumnya. Dengan demikian Renstra dibuat pada awal tahun untuk lima tahun mendatang.2. manajemen sekolah. peserta didik. Hasil ini selanjutnya akan dibvandingkan dengan kondisi ideal yang diharapkan di masa lima tahun mendatang. Sedangkan Renop merupakan bagian tak terpisahkan dari Renstra. perkembangan globaliasasi. buku. 24 . baik menyangkut fisik maupun non fisik. sehingga dapat diketahui sejauhmana kesenjangan yang terjadi. Dalam hal program. Programprogram dalam Renop lebih detail yang akan dilaksankan dan dicapai dalam satu tahun. Hasil kajian ini dapat dipergunakan untuk menentukan visi sekolah. dan sebaginya. Berbagai faktor tersebut diantaranya adalah kondisi sosial masyarakat. fasilitas atau sarpras. sistem penilaian/evaluasi. kondisi ekonomi masyarakat dan nasional. Program-program tersebut lebih bersifat garis besar. regulasi/kebijakan pemerintah pusat dan daerah. baik Renstra maupun Renop harus memperhatikan kebutuhan sekolah. guru. sedangkan Renop dibuat pada tahun pertama dari lima tahun yang akan dilaksanakan. tenaga perpustakaan. peran komite sekolah. yang dapat mempengaruhi penyelenggaraan pendidikan. perkembangan IPTEK. tenaga TU. Hasil kajian ini dapat dirumuskan dalam ”education profile” pada suatu daerah yang dapat dipergunakan untuk menentukan ”status” atau potret pendidikan di SMP saat ini . Analisis ini lebih menitikberatkan kepada analisis situasi pendidikan jenjang SMP pada umumnya di sekitar sekolah yang bersangkutan. kondisi perpolitikan. Langkah-langkah penyusunan Renstra dalam RPS: 1) Melakukan analisis lingkungan strategis sekolah Dalam analisis ini pihak sekolah melakukan kajian tentang faktor-faktor eksternal sekolah. kondisi demografis masyarakat sekitar. media pengajaran.

standar pengelolaan. khususnya mereka yang memiliki cara pandang yang visioner. standar PBM. Dengan kata lain. feasible. standar kelulusan. Hasil analisis ini selanjutnya akan dipergunakan untuk membandingkan dengan kondisi sekolah saat ini (poin 2).3) Melakukan analisis situasi pendidikan sekolah yang diharapkan 5 tahun kedepan Sekolah melakukan suatu kajian atau penelaahan tentang cita-cita potret pendidikan di SMP yang ideal di masa datang (khususnya dalam lima tahun mendatang). (5) kesadaran orangtua akan pentingnya pendidikan yang baik bagi anaknya ternyata paralel dengan persaingan antar sekolah untuk menggaet anak yang pandai dengan orangtua yang penuh perhatian. Berikut itu beberapa contoh perkembangan ke depan yang perlu diperhatikan. dan rasional. Artinya visi suatu sekolah harus mengacu kepada kebijakan umum pendidian yang tekah ditetapkan secara nasional. yaitu mampu mencapai SNP. yaitu tercapainya standar kurikulum sekolah. Kesenjangan itulah merupakan sasaran yang harus dicapai atau diatasi. antara lain: (1) perkembangan iptek begitu cepat akan berpengaruh pada semua aspek kehidupan termasuk teknologi pendidikan. sehingga dapat menentukan kondisi sekolah yang benarbenar ideal tetapi terukur. standar pendidik dan tenaga kependidikan. sebaliknya banyak tenaga kerja Indonesia di luar negeri (3) era informasi yang menyebabkan siswa dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber sehingga guru dan sekolah bukan lagi satu-satunya sumber informasi. sehingga apa yang diharapkan sekolah secara ideal dapat dicapai. Hal itu penting difahami untuk menghindari terjadinya kekeliruan bahwa sekolah “bebas” menentukan 25 . dan sebagainya. 4) Menentukan kesenjangan antara situasi pendidikan sekolah saat ini dan yang diharapkan 5 tahun kedepan Berdasarkan pada hasil analisis sekolah saat ini dan analisis kondisi sekolah yang idieal lima tahun mendatang (langkah 2 dan 3). kesenjangan tersebut merupakan selisih antara kondisi nyata sekarang dengan kondisi idealnya. (5) era global tampaknya juga berpengaruh terhadap perilaku dan moral manusia. maka selanjutnya sekolah dapat menentukan kesenjangan yang terjadi antara keduanya. Dalam menentukan visi tersebut. Dalam analisis ini melibatkan semua stakeholder sekolah. dan standar penilaian. Imajinasi ke depan seperti itu akan selalu diwarnai oleh peluang dan tantangan yang diyakini akan terjadi di masa datang. standar pembiayaan. (2) era global akan menyebabkan lalu lintas tenaga kerja sangat mudah. (6) di era AFTA yang sebentar lagi dimulai bahasa Inggris akan sangat penting untuk sarana komunikasi di dunia kerja. sehingga sekolah yang mutunya jelek akan ditinggalkan mereka. Namun demikian visi sekolah harus tetap berada dalam koridor kebijakan pendidikan nasional. sehingga prinsip multiple intelegence menjadi salah satu harapan. sehingga sekolah diharapkan berperan menanamkan akhlaq kepada siswa. sehingga akan banyak tenaga kerja asing di Indonesia. (7) di era AFTA juga sangat mungkin terjadi pembukaan “cabang” sekolah luar negeri di kota besar di Indonesia. Diharapkan apa yang menjadi idealisme dalam lima tahun mendatang merupakan ”education profile yang ideal”. standar fasilitas. sekolah harus memperhatikan perkembangan dan tantangan masa depan. 5) Merumuskan visi Visi adalah imajinasi moral yang menggambarkan profil sekolah yang diinginkan di masa datang. serta (8) masyarakat semakin faham bahwa pendidikan bukan hanya untuk hal-hal yang bersifat kognitif.

6) Merumuskan misi sekolah Misi adalah tindakan atau upaya untuk mewujudkan visi. c. d. apa indikator sekolah yang “unggul dalam prestasi berdasarkan iman dan taqwa” tersebut. mudah diingat dan terkait dengan istilah tertentu. Mencerminkan dorongan yang kuat akan tumbuhnya inspirasi. maka tujuan 5 tahun dikaitkan dengan jangka menengah. pengelolaan. Berorientasi ke masa depan. maupun penilaian karena untuk kepentingan jangka 26 . baik isi yang mengarah pada pencapaian standar isi. Menunjukkan keyakinan masa depan yang jauh lebih baik. Dengan demikian tujuan jangka menengah (5 tahun) pada dasarnya merupakan tahapan atau langkah untuk mewujudkan visi. Mencerminkan standar keunggulan dan cita-cita yang ingin dicapai.visinya dan tidak terkait dengan kebijakan pihak lain. Menjadi dasar perumusan misi dan tujuan sekolah. Artinya jenis dan mutu layanan pendidikan seperti apa yang diharapkan oleh orangtua dan masyarakat sekitar sekolah. selanjutnya sekolah merumuskan tujuan jangka menengah (5 tahun). visi yang dirumuskan dengan kalimat filosofis perlu diberikan indikatornya. pendidik. Di samping itu visi sekolah juga harus mempertimbangkan potensi yang dimiliki sekolah dan harapan masyarakat di sekitar sekolah. Rumusan visi yang baik seharusnya memberikan isyarat: a. Juga harus dipertimbangkan apa potensi yang dimiliki sekolah untuk mewujudkan harapan tersebut. semangat dan komitmen warga. e. untuk jangka waktu yang lama. sesuai dengan norma dan harapan masyarakat. kelulusan. yang sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing. Mampu menjadi dasar dan mendorong terjadinya perubahan dan pengembangan sekolah ke arah yang lebih baik. Isi tujuan jangka menengah ini masih bersifat global dan komprehensif. Indikator sebaiknya mencakup segala aspek pokok yang diimajinasikan. misi dan tujuan baku SMP yang telah ditetapkan. sarana. Antara indikator visi dengan sumusan misi harus ada keterkaitan atau terdapat benang merahnya secara jelas. proses. Visi dan disertai indikator tersebut hanyalah bahan banding dan hanya cocok dengan sekolah yang bersangkutan. Dalam hal ini. Sering pula dirumuskan dalam bentuk kalimat yang khas. Visi pada umumnya dirumuskan dengan kalimat yang filosofis. pembiayaan. 7) Merumuskan tujuan sekolah selama lima (5) tahun ke depan Bertolak dari visi dan misi yang telah dikembangkan oleh sekolah. kewajiban. b. dan berdasarkan tujuan baku SMP yang tertera dalam Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional maupun Peraturan Pemerintah sebagai pedoman pelaksanaannya. Sebagaimana disebut terdahulu. Jadi misi merupakan penjabaran visi dalam bentuk rumusan tugas. misi adalah bentuk layanan untuk memenuhi tuntutan yang dituangkan dalam visi dengan berbagai indikatornya. misi dan tujuan baku terkait dengan jangka panjang. dan rancangan tindakan yang dijadikan arahan untuk mewujudkan visi. Rumusan misi selalu dalam bentuk kalimat yang menunjukkan “tindakan” dan bukan kalimat yang menunjukkan “keadaan” sebagaimana pada rumusan visi. Misalnya. Oleh karena itu sekolah lain dianjurkan merumuskan visinya sendiri. satu indikator misi dapat dirumuskan lebih dari satu rumusan misi. Jika visi. f. bahkan seringkali mirip sebuah slogan. Dengan kata lain.

program yang dirumuskan merupakan penjabaran isi dari tujuan yang akan dicapai selama kurun waktu lima tahun. Semua ini sangat tergantung dari kemampuan sekolah dan daerah masing-masing. efektif. Rencana biaya tersebut dapat dirumuskan per tahunnya. Program strategis ini harus sesuai dengan rumusan tujuan 5 tahunan yang telah ditetapkan. 10) Menentukan milestone (output apa dan kapan dicapainya) Berdasarkan pada tujuan. dua tahun atau 10 tahun. ketiga. sehingga dalam waktu lima tahun akan diketahui jumlah biaya yang diperlukan dan dari sumber biaya mana saja. Dalam membuat rencana anggaran ini dari setiap besarnya alokasi dana harus dimasukkan asal semua sumber dana. dan kelima. masih bersifat yang utama. Karakteristik strategi adalah yang sesuai dengan tuntutan program. Masing-masing aspek yang dikembangkan dalam tujuan jangka menengah (5 tahun) masih dirumuskan secara umum. atau sebaliknya. 9) Menentukan strategi pelaksanaan Setelah program dirumuskan. dan tepat. demikian pula sebaliknya. Misalnya dari program pencapaian SNP tentang standar sarana dan prasarana pendidikan. selanjutnya adalah menetukan strategi apa yang harus dijalankan untuk melaksanakan program tersebut secara efisien. Tidak menutup kemungkinan dari sumber dana lain yang saat menyusun belum tahu asal muasalnya. Dengan kata lain. 8) Merumuskan program-program strategis untuk mencapai tujuan jangka menengah (5 tahun) Rumusan yang dibuat oleh sekolah tentang program-program 5 tahunan ini bersifat strategis. Strategi yang salah akan menyebabkan tidak tercapainya program. sehingga perkiraan sumber dana dapat diprediksi dengan tepat. Dan dalam batas waktu atau tahun tertentu baru menyusut besarnya biaya. Karena Renstra sifatnya global. 11) Menentukan rencana biaya (alokasi dana) Selanjutnya sekolah merencanakan alokasi anggaran biaya untuk kepentingan lima tahun. dst). dan RPPN. dari komite sekolah. baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif dan dalam waktu kapan akan dicapai (satu tahun. Program di sini belum operasional. maka selanjutnya dapat dirumuskan tentang apa-apa saja yang akan dihasilkan (sebagai output). misalnya dana dari rutin atau daerah. pokok. Untuk membantu keakuratan dalam rancangan biaya pertahunnya. belum spesifik/operasional. hanya garis besarnya saja. RPPP. Oleh karena itu penting bagi setiap sekolah untuk mengetahui RPPK. Untuk selanjutnya program ini akan dijabarkan lebih kongkret dan terukur secara operasional nanti ke program dalam Rencana Operasional (Renop). atau dari seumber dana lainnya. dan komprehensif. urgen. dari pusat. jitu. Artinya. Ada kemungkinan suatu program biayanya makin lama makin berkurang karena telah terpenuhi sebelumnya. maka rencana biaya untuk tahun pertama dapat dipergunakan sebagai dasar dalam menentukan biaya di tahun kedua. program dan strategi pencapaiannya di atas.menengah (5 tahun). bentuk hasil yang akan dicapai sarana pendidikan apa saja dalam jangka lima tahun bisa terwujud. maka seandainya terjadi perubahan besarnya biaya dan asal sumber dana juga tidak 27 . suatu program makin lama makin banyak biayanya. Misalnya untuk pencapaian program pengembangan standar kurikulum dimungkinkan berbeda strateginya dengan strategi untuk mencapai standar prasarana atau fasilitas pendidikan. Oleh karena itu dalam perumusan strategi ini harus mempertimbangkan keterlibatan pihak lain terkait dan kemampuan sekolah itu sendiri. Demikian pula untuk hasil-hasil yang akan dicapai dari SNP lainnya.

dirumuskan monitoring tiap kegiatan sekolah oleh tim. Harus dirumuskan rencana supervisi yang akan dilakukan sekolah ke semua unsur sekolah. untuk selanjutnya berdasarkan Renstra tersebut kemudian disusun Rencana Operasional Tahunan. Yang paling utama justru sekolah juga harus melakukan pemantauan dan supervisi sendiri untuk mengetahui posisi sekolahnya. dan evaluasi internal sekolahnya oleh kepala sekolah dan tim yang dibentuk sekolah. Perubahan tersebut akan nampak ketika sekolah menyusun Renop pada tahun kedua. yang baru adalah Renopnya. Tanpa adanya langkah ini sekolah akan cenderung berjalan tanpa ada kejelasan dan kepastian. Pada akhirnya sekolah akan mengetahui kapan suatu target SNP akan dicapai dengan pasti. Sebab Renstra hanya dibuat sekali saat awal tahun pertama saja atau dengan kata lain Renstra tidak boleh tiap tahun berubah. Oleh siapa dan kapan dilaksanakan harus dirumuskan secara jelas selama kurun waktu lima tahun. Pemantauan pihak luar dilakukan kepada sekolah bukan ditentukan oleh sekolah. Dengan demikian. Secara skematis.masalah. 12) Membuat rencana pemantauan dan evaluasi Sekolah merumuskan tentang rencana supervisi. Lingkunga n Strategis Kondisi saat ini Kesenjang an kondisi Misi 1 Tujuan 1 Program 1 Strategi Pelaksanaan Misi 2 Tujuan 2 Program 2 Harapan 5 th yad Lingkunga n Strategis VISI Misi n Tujuan n Program n Rencana Biaya Tonggak-tonggak Kunci Keberhasilan (milestone) Monitoring & Evaluasi Gambar 3 Langkah-langkah Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Lima (5) Tahun 28 . ketiga. Demikian langkah-langkah dalam proses penyusunan Renstra. akan sangat membantu sekolah dalam merumuskan strategi ke depan khususnya dalam pencapaian anggaran pendidikan (RAPBS). sekolah dapat memperbaiki kelemahan proses dan dapat mengetahui keberhasilan atau kegagalan tujuan. Contoh format Renstra dapat dilihat pada lampiran. dan harus dirumuskan evaluasi kinerja sekolah oleh tim. dan kelima. Dengan penyusunan rencana anggaran yang baik dalam Renstra ini. monitoring internal. penyusunan Renstra dapat dilihat pada gambar 3.

29 . Adapun langkah-langkah penyusunan Renop adalah sebagai berikut: 1) Melakukan analisis lingkungan operasional sekolah 2) Melakukan analisis pendidikan sekolah saat ini 3) Melakukan analisis pendidikan sekolah 1 tahun kedepan (yang diharapkan) 4) Merumuskan kesenjangan antara pendidikan sekolah saat ini dan satu (1) tahun kedepan 5) Merumuskan tujuan tahunan/tujuan jangka pendek (sasaran) 6) Mengidentifikasi urusan-urusan sekolah yang perlu dilibatkan untuk mencapai setiap sasaran dan yang masih perlu diteliti tingkat kesiapannya 7) Melakukan analisis SWOT (mengenali tingkat kesiapan masing-masing urusan sekolah melalui analisis SWOT) 8) Menyusun langkah-langkah pemecahan persoalan. Sehingga antara Renstra dan Renop harus terkait dan ada benang merahnya. sumber dana) 12) Menyusun rencana pelaksanaan program 13) Menyusun rencana pemantauan dan evaluasi 14) Membuat jadwal pelaksanaan program 15) Menentukan penanggungjawab program/kegiatan Adapun yang menjadi ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan ketika menyusun Renop sekolah adalah: 1) Menggunakan strategi analisis swot 2) Analisis swot dilakukan setiap tahun 3) Renop merupakan pemjabaran dari renstra 4) Program yang direncanakan lebih operasional 5) Ada benang merah antara tujuan lima tahunan dan sasaran (tujuan) satu tahunan 6) Rencana dan program sekolah harus memperhatikan hasil analisis SWOT 7) Penulisan Renop juga mengacu pada buku MBS-2 Secara skematis dalam menyusun Renop sekolah dapat dilihat pada gambar 5. Langkah-langkah Penyusunan Renop dalam RPS: Renop disusun berdasarkan Renstra. Renstra dan Renop inilah yang selanjutnya akan dipergunakan sebagai dasar untuk melakukan monitoring dan evaluasi. 9) Menyusun rencana program sekolah 10) Menentukan milestone (output apa & kapan dicapai) 11) Menyusun rencana biaya (besar dana.Dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) b. yaitu mengubah ketidaksiapan menjadi kesiapan urusan sekolah. pembinaan. alokasi. dan pembimbingan oleh berbagai pihak yang berkepentingan dengan sekolah. dan tidak boleh menyimpang dari Renstra.

potensi masyarakat sekitar.. ………. potensi geografis sekitar sekolah. Yaitu menganalisis terhadap kebutuhan masyarakat/daerah setlima. 30 . Termasuk di dalamnya juga tentang regulasi atau kebijakan daerah dan peta perpolitikan daerah setlima. program dan anggaran untuk masing-masing sasaran situasi operasional lingkungan sekolah Merencanakan supervisi dan monev Menentukan jadwal kegiatan Menentukan penanggungjawab Gambar 5 Langkah-langkah Penyusunan Rencana Operasional (Renop) Sekolah Satu Tahunan Dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) Secara lebih rinci penyusunan Renop tersebut adalah sebagai berikut: 1) Melakukan analisis lingkungan operasional sekolah Langkah ini pada prinsipnya adalah sama dengan analisis lingkungan strategis di atas. potensi ekonomi masyarakat sekitar sekolah. Hasil kajian ini (baik yang bersifat kuantitas maupun kualitas) dapat dipergunakan untuk membantu melakukan analisis pendidikan yang ada di sekolah saat sekarang ini. Identifikasi fungsifungsi untuk mencapai sasaran Kondisi yang ideal diharapkan satu thn ke depan Kesenjangan atau gap antara kondisi sekolah sekarang dengan idealnya satu thn kedepan Analisis SWOT setiap fungsi dan faktor-faktornya Alternatif langkah-langkah pemecahan persoalan Kondisi sekolah saat ini (saat sekarang) Rencana. potensi sekolah. dan potensi lainnya. Perbedaannya adalah untuk analisis ini lebih menitikberatkan kepada lingkungan sekolah saja yang cakupannya lebih sempit dan berpengaruh langsung kepada operasional sekolah. potensi daerah..situasi operasional lingkungan sekolah Sasaran 1 Sasaran 2 Sasaran 3 ……….

manajemen sekolah. peserta didik. Dengan kata lain. sarana. standar fasilitas. Oleh karena itu. kepala sekolah. fasilitas atau sarpras. standar pendidik dan tenaga kependidikan. Khususnya kesenjangan tentang aspek-aspek dalam SNP. dan terukur dari tujuan lima tahunan dalam renstra. feasible. dan degree). dan sebaginya. yaitu standar kurikulum sekolah. standar kelulusan. kelulusan atau 31 . Secara substansi tujuan tersebut lebih mentitikberakan kepada tujuan pencapaian SNP. standar pembiayaan. Diharapkan apa yang menjadi idealisme dalam satu tahun mendatang merupakan ”school profile yang ideal”. sehingga apa yang diharapkan sekolah secara ideal dapat dicapai. standar pengelolaan. Sekolah melakukan suatu kajian atau penelaahan tentang cita-cita potret sekolah yang ideal di masa datang (khususnya dalam satu tahun mendatang). standar pendidik dan tenaga kependidikan. behaviour. buku. sehingga dapat diketahui sejauhmana kesenjangan yang terjadi. dan rasional. guru. Dalam analisis ini melibatkan semua stakeholder sekolah. 3) Melakukan analisis pendidikan sekolah satu (1) tahun kedepan (yang diharapkan) Pada dasarnya analisis ini sama dengan yang dilakukan untuk analisis sebelumnya di renstra. yaitu tercapainya standar kurikulum sekolah. media pengajaran. tenaga TU. standar pengelolaan. standar PBM. kurikulum. yaitu pada pencapaian standar isi. standar pembiayaan. Aspek atau unsur-unsur sekolah yang secara internal dapat dikaji antara lain mengenai kondisi saat ini tentang: PBM.2) Melakukan analisis pendidikan sekolah saat ini Adalah suatu analisis atau kajian yang dilakukan oleh sekolah untuk mengetahui semua unsur internal sekolah yang akan dan telah mempengaruhi penyelenggaraan pendidikan dan hasil-hasilnya. condition. peran komite sekolah. Berdasarkan pada hasil analisis sekolah saat ini dan analisis kondisi sekolah yang idieal satu tahun mendatang (langkah 2 dan 3). bedanya disini untuk jangka waktu satu tahun. laboran. dan standar penilaian. tenaga perpustakaan. khususnya mereka yang memiliki cara pandang yang visioner. tujuan disini tidak boleh berbeda atau menyimpang dari tujuan lima tahunan. standar PBM. kesenjangan tersebut merupakan selisih antara kondisi nyata sekarang dengan kondisi idealnya satu tahun ke depan. Hasil analisis ini selanjutnya akan dipergunakan untuk membandingkan dengan kondisi sekolah saat ini (poin 2). Dalam perumusannya harus mengandung aspek ABCD (audience. standar kelulusan. maka selanjutnya sekolah dapat menentukan kesenjangan yang terjadi antara keduanya. operasional. dan standar penilaian. Hasil ini selanjutnya akan dibandingkan dengan kondisi ideal yang diharapkan di masa satu tahun mendatang. sehingga dapat menentukan kondisi sekolah yang benar-benar ideal tetapi terukur. Hasil kajian ini dapat dirumuskan dalam ”school profile” sekolahnya yang dapat dipergunakan untuk menentukan ”status” atau potret sekolah saat ini . sistem penilaian/evaluasi. Analisis ini lebih menitikberatkan kepada analisis situasi pendidikan di sekolah yang bersangkutan. Kesenjangan itulah merupakan sasaran yang harus dicapai atau diatasi dalam waktu satu tahun. proses. standar fasilitas. Rumusan tujuan satu tahunan ini merupakan penjabaran lebih rinci. 4) Menentukan kesenjangan antara situasi sekolah saat ini dan yang diharapkan satu (1) tahun kedepan Dalam menentukan kesenjangan ini pada dasarnya sama ketika menyusun renstra. 5) Merumuskan tujuan sekolah selaman satu (1) tahun ke depan (disebut juga dengan sasaran atau tujuan situasional satu tahun) Sekolah menentukan atau merumuskan sasaran atau tujuan jangka pendek satu tahunan. yaitu mampu mencapai SNP. pembiayaan dan sumber dana sekolah. kelulusan.

Oleh karena tingkat kesiapan fungsi ditentukan oleh tingkat kesiapan masing-masing faktor yang terlibat pada setiap fungsi.prestasi sekolah (akademik dan non akademik). and Threat ). Agar lebih mudah. dan sebagainya. pertandingan. Sasaran harus menggambarkan mutu dan kuantitas yang ingin dicapai dan terukur agar mudah melakukan evaluasi keberhasilannya. maka analisis SWOT 32 . pengelolaan. misalnya KBM. Selain itu terdapat pula fungsi-fungsi yang tidak terkait langsung dengan proses belajar mengajar. Setelah fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran telah diidentifikasi. sarana-prasarana. diperlukan kecermatan dan kehati-hatian dalam menentukan fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang ditentukan. maka langkah berikutnya adalah menentukan tingkat kesiapan masing-masing fungsi beserta faktor-faktornya melalui analisis SWOT ( Strength. Tujuan satu tahun merupakan penjabaran dari tujuan sekolah yang telah dirumuskan berdasarkan pada kesenjangan/selisih/gap yang terjadi antara kondisi sekolah saat ini dengan tujuan sekolah untuk satu tahun ke depan. perencanaan instruksional. Untuk itu. kurikulum. sarana dan prasarana. 6) Mengidentifikasi Fungsi-fungsi atau urusan-urusan sekolah untuk dikaji tingkat kesiapannya Setelah sasaran atau tujuan tahunan ditentukan. misi. dan tujuan sekolah. dan sebagainya serta fungsi-fungsi yang berbentuk pendukung. Meskipun sasaran dirumuskan berdasarkan tantangan nyata yang dihadapi oleh sekolah. misi. pembiayaan. diantaranya pengelolaan keuangan dan pengembangan iklim akademik sekolah. Masing-masing aspek yang dikembangkan dalam tiap tujuan dirumuskan harus operasional. anggaran. kesiswaan. pendidik. seperti: ketenagaan. baik faktor yang tergolong internal maupun eksternal agar setiap fungsi memiliki batasan yang jelas dan memudahkan saat melakukan analisis. Berdasarkan pada tantangan nyata tersebut. Fungsi-fungsi yang dimaksud. misalnya untuk meningkatkan pencapaian ketuntasan kompetensi lulusan adalah fungsi proses belajar mengajar (PBM) dan pendukung PBM. Pada setiap fungsi ditentukan pula faktor-faktornya. dan penilaian. Weakness. namun perumusan sasaran tersebut harus tetap mengacu pada visi. dalam identifikasi fungsi dibedakan fungsi-fungsi pokok yang berbentuk proses. selanjutnya dirumuskan sasaran mutu yang akan dicapai oleh sekolah. Langkah ini harus dilakukan sebagai persiapan dalam melakukan analisis SWOT. selanjutnya dilakukan identifikasi fungsi-fungsi atau urusan-urusan sekolah yang diperlukan untuk mencapai sasaran tersebut. dan tujuan sekolah sebelum merumuskan sasarannya. Opportunity. Untuk itu setiap sekolah harus memiliki visi. latihan. maka dapat dipastikan hasil analisis akan menyimpang dan tidak berguna untuk memecahkan persoalan. serta hubungan sekolah dan masyarakat. yang berbentuk input misalnya ketenagaan. Apabila sekolah keliru dalam menetapkan fungsi-fungsi tersebut atau fungsi tidak sesuai dengan sasarannya. 7) Melakukan Analisis SWOT Analisis SWOT dilakukan dengan maksud untuk mengenali tingkat kesiapan setiap fungsi dari keseluruhan fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan.

diperlukan kecermatan. Untuk menentukan kriteria kesiapan . sangat dimungkinkan suatu sekolah mempunyai langkah pemecahan yang berbeda dengan sekolah lain untuk mengatasi persoalan yang sama. Sedangkan yang menjadi ancaman adalah kurang siapnya siswa dalam menerima pelajaran. 33 . minimal memenuhi kriteria kesiapan yang diperlukan untuk mencapai sasaran. maka alternatif langkah-langkah pemecahan persoalannya pun dapat berbeda. Sedangkan tingkat kesiapan yang kurang memadai. Oleh karena itu dalam analisis SWOT harus dilakukan pada SETIAP SASARAN. guru kurang mampu memberdayakan siswa dan umumnya tidak banyak variasi dalam memberikan bahan pelajaran di kelas serta waktu yang digunakan kurang efektif. Tindakan yang dimaksud disebut langkah-langkah pemecahan persoalan . terutama pada pagi dan siang hari menjelang pulang. disesuaikan dengan kesiapan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya di sekolah tersebut. kehati-hatian. tidak memenuhi kriteria kesiapan minimal. yang pada hakekatnya merupakan tindakan mengatasi kelemahan atau ancaman agar menjadi kekuatan atau peluang. Format analisis SWOT dapat dilihat pada Tabel 1. artinya. Dengan kata lain. agar sasaran dapat tercapai. dinyatakan sebagai kekuatan bagi faktor internal atau peluang bagi faktor eksternal. 8) Merumuskan dan Mengidentifikasi Alternatif Langkah-langkah Pemecahan Persoalan Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan untuk sasaran pertama. maka dapat diidentifikasi kelemahan dan ancaman yang dihadapi oleh sekolah pada hampir semua fungsi yang diberikan. Setelah diketahui tingkat kesiapan faktor melalui analisis SWOT. Oleh karena kondisi dan potensi sekolah berbeda-beda antara satu dengan lainnya. dinyatakan sebagai kelemahan bagi faktor internal atau ancaman bagi faktor eksternal. yakni tindakan yang diperlukan untuk mengubah fungsi yang tidak siap menjadi fungsi yang siap dan mengoptimalkan fungsi yang dinyatakan siap. baik faktor internal maupun eksternal.dilakukan terhadap keseluruhan faktor dalam setiap fungsi tersebut. Dalam melakukan analisis terhadap fungsi dan faktor-faktornya. dan pengalaman yang cukup agar dapat diperoleh ukuran kesiapan yang tepat. Kelemahan atau ancaman yang dinyatakan pada faktor internal dan faktor eksternal yang memiliki tingkat kesiapan kurang memadai. Pada fungsi PBM yang menjadi kelemahan adalah siswa kurang disiplin. suasana lingkungan sekolah yang kurang kondusif dan ramai karena berdekatan dengan pusat keramaian kota. perlu dilakukan tindakan-tindakan untuk mengubah fungsi tidak siap menjadi siap. langkah selanjutnya adalah memilih alternatif langkah-langkah pemecahan persoalan. pengetehuan. Oleh karena itu. Disamping itu. maka sasaran yang telah ditetapkan diduga tidak akan dapat tercapai. Selama masih adanya fungsi yang tidak siap atau masih ada persoalan. maka berlaku ketentuan berikut: Untuk tingkat kesiapan yang memadai. disebut persoalan . artinya.

34 . alternative pemecahan masalah pada dasarnya merupakan cara mengatasi fungsi yang belum memenuhi kesiapan. Dengan kata lain. sekolah mencari alternatif alternatif langkah-langkah memecahkan persoalan.Selanjutnya untuk mengatasi kelemahan atau ancaman tersebut.

…………. c. ………. b. b. a. c. …………. menyusun dan merealisasikan rencana dan program-programnya untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. …………. a. 35 . b. c. 2. c. …………. 2. dan berapa biaya yang diperlukan. …………. …………. ………. kegiatan yang harus dilakukan. a. c. siapa yang harus melaksanakan. Contoh Format Analisis SWOT ANALISIS ‘ SWOT ’ Urusan & A. ………. Rencana yang dibuat harus menjelaskan secara detail dan lugas tentang aspek-aspek yang ingin dicapai. Kekuatan (Strength) Peluang (Opportuni ty) Kelemaha n (Weakness ) Ancaman (Threat) 9) Menyusun Rencana Program Pada bagian sebelumnya telah disebutkan bahwa untuk memecahkan persoalan yang sama. …………. c. a. …………. ………. b. …………. Sekolah yang sukses adalah sekolah yang mampu melaksanakan alternative pemecahan masalah dengan inovatif maksimal dan biaya minimal. ………. …………. Ketenagaan 1. ………. …………. …………. C. …………. …………. c. c. Faktor Eksternal a. ………. Berdasarkan pada beberapa alternatif pemecahan persoalan yang dihasilkan dari analisis SWOT tersebut. …………. …………. Hal itu juga diperlukan untuk memudahkan sekolah dalam menjelaskan dan memperoleh dukungan dari pemerintah maupun orangtua peserta didik. kapan dan dimana dilaksanakan. ………. …………. masing-masing sekolah dapat menentukan alternatif pemecahan persoalan yang berbeda-beda sesuai potensi yang dimiliki sekolah dan memilih alternatif yang paling menguntungkan serta efisien bagi sekolah. b. ………. a. c. …………. …………. Dan seterusnya Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Tingkat Kesiapan Faktor Tidak Siap Siap Kekuatan (Strength) Peluang (Opportuni ty) Kelemaha n (Weakness ) Ancaman (Threat) a. …………. …………. b. ………. b. b. B. …………. ………. b. c. a. Dari alternatif langkah-langkah pemecahan persoalan yang ada. …………. sekolah ‘X’ selanjutnya menyusun program sesuai dengan kemampuan sekolah. Faktor Internal a. a. b. ………. c. b. Faktor Internal a. b. …………. Kurikulum Faktornya 1. baik secara moral maupun finansial. Kepala sekolah sekolah bersama-sama dengan unsur Komite Sekolah. Faktor Eksternal a. c.Tabel 1.

dan sebagainya. sumber dana) Selanjutnya sekolah merencanakan alokasi anggaran biaya untuk kepentingan satu tahun. Harus dirumuskan rencana supervisi yang akan dilakukan sekolah ke semua unsur sekolah. ketersediaan dana. Oleh siapa dan kapan dilaksanakan harus dirumuskan secara jelas selama kurun waktu satu tahun. bentuk hasil yang akan dicapai sarana pendidikan apa saja dalam jangka satu tahun bisa terwujud. dari pusat. dan harus dirumuskan evaluasi kinerja sekolah oleh tim. seminar. sekolah dapat memperbaiki kelemahan proses dan dapat mengetahui 36 . dan sebagainya. misalnya dana dari rutin atau daerah. dan RPPN. Untuk memastikan bahwa dana yang diperlukan benar-benar keluar (terpenuhi). Dengan demikian. Misalnya dalam lima tahun akan mencapai standar sarana pendidikan 100%. dan sebagainya. lokakarya. monitoring internal. monitoring. efisien. teknik. pengayaan. Sedangkan yang berupa program rehab besar dana lebih diprioritaskan dari propinsi. dan atau strategi yang jitu. Penyusunan rencana anggaran ini dituangkan ke dalam Rencana Anggaran dan Belanja Sekolah (RAPBS). maka setiap program atau kegiatan harus nampak jelas. sehingga perkiraan sumber dana dapat diprediksi dengan tepat. cara. 13) Menyusun rencana pemantauan dan evaluasi Perumusan di sini pada dasarnya sama dan mengacu kepada renstra khususnya tentang rencana supervisi klinis. dan feasibel untuk dilaksanakan. Sedangkan untuk program yang lebih operasional bisa dari dana blockgrant atau lainnya yang bersifat lebih luwes. Pada era otonomi daerah ini. efektif. gedung perpustakaan. Misalnya dari program pencapaian SNP tentang standar sarana dan prasarana pendidikan. laboratorium baru. RPPP. matrikulasi. remedial. Demikian pula untuk hasil-hasil yang akan dicapai dari program-program lainnya. SDM. kunjungan. temu alumni. Dalam membuat rencana anggaran ini dari setiap besarnya alokasi dana harus dimasukkan asal semua sumber dana. baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif dan dalam waktu kapan akan dicapai dalam waktu satu tahun. dan evaluasi internal sekolahnya oleh kepala sekolah dan tim yang dibentuk sekolah. dan rinci untuk memudahkan dalam menentukan besarnya dana yang diperlukan. Beberapa cara yang bisa ditempuh misalnya dengan pelatihan atau workshop. maka selanjutnya dapat dirumuskan tentang apa-apa saja yang akan dihasilkan (sebagai output). maka sekolah dan daerah memiliki kewajiban yang lebih besar dalam hal pemenuhan unit cost pendidikan anak/siswa. fasilitas. atau dari seumber dana lainnya.10) Menentukan tonggak-tonggak kunci keberhasilan (milestone) Berdasarkan pada tujuan atau sasaran satu tahunan dan program di atas. Cara di sini harus disesuaikan dengan tujuan yang akan dicapai pada program tersebut. bimbingan teknis rutin. dan evaluasi di sekolah. Misalnya untuk pembangunan ruang kelas baru. alokasi. dari komite sekolah. Sangat dimungkinkan suatu program dibiayai dengan subsidi silang dari berbagai pos atau sumber dana. terukur. maka setiap sekolah perlu memahami dan mengetahui tentang RPPK. maka pada tahun pertama ini akan dicapai 25%-nya. 11) Menyusun rencana biaya (besar dana. Dalam perencanaan pelaksanaan harus mempertimbangkan alokasi waktu. 12) Menyusun rencana pelaksanaan program Perumusan atau penyusunan rencana pelaksanaan program ini lebih mengarah kepada kiat. Program-program yang memerlukan bantuan dari pusat harus dialokasikan sumber dana dari pusat dengan sharing dari sekolah dan komite sekolah atau bahkan daerah. dirumuskan monitoring tiap kegiatan sekolah oleh tim. Dalam penyusunannya harus memperhatikan ketentuan-ketentuan dari masing-masing penyandang dana. in house training. pendampingan. Dalam penyusunan anggaran di RAPBS. Sekolah merumuskan tentang rencana supervisi.

14) Membuat jadwal pelaksanaan program Apabila program-program telah disusun dengan baik dan pasti. Dinas Pendidikan Daerah). tokoh masyarakat. kewenangan. Keterlibatan pihak luar. kelompok program dan atau keseluruhan program. Komite Sekolah. Yang paling utama justru sekolah juga harus melakukan pemantauan dan supervisi sendiri untuk mengetahui posisi sekolahnya. dan disyahkan oleh berbagai pihak terkait (Sekolah. Lebih daripada itu. 37 . dan keslimaan yang ada. kemampuan. 15) Menentukan penanggungjawab program/kegiatan Sekolah akhirnya harus menentukan siapa penanggungjawab suatu kegiatan/program. kesesuaian. maka bagi tiap orang atau kelompok orang dapat menjadi penanggung jawab atau anggota pelaksana program/kegiatan. Pertimbangan utamanya adalah profesionalitas. Dengan SK Kepala Sekolah. Pada akhirnya sekolah akan mengetahui program apa yang dapat dicapai dan kapan suatu target SNP akan dicapai dengan pasti.keberhasilan atau kegagalan tujuan dalam kurun waktu satu tahun tersebut. Fungsi utama dengan adanya penjadwalan ini adalah untuk pegangan bagi para pelaksana program dan sekaligus mengontrol pelaksanaan tersebut. Tanpa adanya langkah ini sekolah akan cenderung berjalan tanpa ada kejelasan dan kepastian. sekolah akan memiliki daya tawar dengan pihak lain ketika berkepentingan untuk meningkatkan kemajuan sekolah. seperti komite sekolah. Azas proporsionalitas bisa dipertimbangkan kemudian. dan sebagainya dapat dilibatkan sesuai dengan kepentingannya. selanjutnya sekolah merencanakan alokasi waktu per mingguan atau bulanan atau triwulanan dan seterusnya sesuai dengan karakteristik program yang bersangkutan. Pemantauan pihak luar dilakukan kepada sekolah bukan ditentukan oleh sekolah. Pada prinsipnya Renop ini harus diketahui. kesediaan. disetujui.

Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Propinsi dalam upaya pencapaian pendidikan yang efisien. 38 . efektif. potensial maupun nasional. Isi utama yang harus dikembangkan dalam RPS tiap sekolah adalah semua aspek yang mengarah kepada Standar Nasional Pendidikan (SNP) sebagaimana diamanatkan dalam UUSPN maupun PP Nomor 19 Tahun 2005. Pedoman ini juga dapat dipergunakan oleh sekolah. Diharapkan ke depan semua sekolah tidak ada lagi yang masuk kelompok rintisan dan potensial. tetapi menjadi sekolah berstandar nasional. baik sekolah dalam kelompok rintisan. relevan. Untuk itu diharapkan adanya masukan yang konstruktif terhadap pedoman ini demi perbaikan dan penyempurnaan sehingga dapat dipakai oleh semua pihak yang terkait seperti Komite Sekolah.BAB IV PENUTUP Pedoman penyusunan RPS ini dikembangkan sebagai model minimal untuk bisa dikembangkan lebih jauh tanpa mengurangi aspek-aspek yang ada. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Propinsi. Bahkan diharapkan semua sekolah menjadi sekolah yang memenuhi SNP. Pedoman penyusunan ini dipergunakan oleh semua sekolah (SMP) dalam rangka menyelenggarakan pendidikan. dan merata.

39 .20 TAHUN 2003 A. baik ditinjau dari sisi mutu. budaya. C. maka dapat diketahui kesenjangan yang terjadi. ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN MASA DATANG (MISALNYA 20 TAHUN ATAU 5 TAHUN KE DEPAN): melaksanakan analisis tentang sistem pendidikan (penyelenggaraan dan hasil-hasilnya) yang ideal. D. kualitas pendidikan. kemajuan IPETK. baik internal maupun eksternal sekolah. budaya. politik. efisiensi. dan manajemennya. IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA (KESENJANGAN KONDISI): Berdasarkan pada analisis situasi. B. relevansi. yang dipengaruhi oleh kondisi sosial. kemajuan IPETK. relevansi.LAMPIRAN : CONTOH PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS) I. dan sesuai dengan filosofi. sehingga menuntut adanya suatu strategi untuk merubah atau mencapai kondisi yang ideal tadi. tidak berubah. dan analisis kondisi sekolah sekarang dan yang diharapkan masa datang (lima tahun ke depan). dan tujuan pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 (yang diamandemen) dan dalam UUSPN NO. RENCANA STRATEGIS JANGKA PANJANG SEKOLAH: MISALNYA DALAM JANGKA PANJANG DENGAN KURUN WAKTU 20 TAHUN KE DEPAN ATAU JANGKA MENENGAH 5 TAHUN KE DEPAN Reancana strategis untuk jangka panjang ini bersifat baku. ekonomi. ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN SAAT INI: Melaksanakan analisis kondisi pendidikan saat ini secara umum. ekonomi. IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA (KESENJANGAN KONDISI) ANTARA 20 TAHUN ATAU 5 TAHUN KE DEPAN DENGAN KONDISI NYATA PENDIDIKAN SAAT INI: Analisis pengidentifikasian tantangan nyata yang dihadapi dunia pendidikan saat sekarang terhadap kondisi ideal 20 tahun atau 5 tahun ke depan. efisiensi. baik dalam aspek pemerataan. E. keamanan. arah. akses. standar nasional pendidikan. politik. maka akan terlihat adanya kesenjangan-kesenjangan dalam berbagai aspek tersebut. dan yang seharusnya terjadi misalnya pada kurun waktu 20 tahun atau 5 tahun yang akan datang atau lebih. ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS : Melaksanakan analisis makro 20 tahun atau 5 tahun ke depan tentang kondisi sosial. dan sebagainya. keamanan. dsb yang secara langsung atau tidak langsung berpengaruh terhadap dunia pendidikan. sempurna. dsb.

Terdapat 20% siswa b. Prestasi akademik lulusan belum memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM di bawah 50% dan NUAN di bawah 5. media pembelajaran. Dan sebagainya c. yaitu baru 50% guru melaksanakan CTL c. kualitas. No. Kurikulum 100% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran sudah disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) b. yaitu 100% guru melaksanakan CTL c. Terdapat 5% angka putus a.000 rupiah per bulan per anak) 30% 2 50% SKBM: 50% GSA NUAN: 3 10% 20% 50% Lebih dari 50% 40 .Contoh 1: Analisis identifikasi tantangan nyata dengan dasar pada aspek pemerataan. Standar pembiayaan masih rendah (di bawah 70. Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah 50% memenuhi standar nasional pendidikan g. Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 100% sudah memenuhi standar nasional pendidikan e. Proses pembelajaran sudah memenuhi standar nasional pendidikan. Prasarana. Prestasi akademik lulusan sudah memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM 100% dan NUAN 8) d. Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 90% memenuhi standar nasional pendidikan e. sarana. Proses pembelajaran belum memenuhi standar nasional pendidikan. 1 Besarnya Tantangan Nyata Pemerataan kesempatan: Pemerataan kesempatan: Pemerataan keswempatan: a. media pembelajaran. Prasarana. Dan sebagainya Kondisi saat ini Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Kualitas pendidikan: a. sumber belajar 100% memenuhi standar nasional pendidikan f. Terdapat 0% angka putus 5% sekolah sekolah b. relevansi. efisiensi.000 rupiah per bulan per anak) Kualitas pendidikan: a. sumber belajar terdapat ratarata 80% memenuhi standar nasional pendidikan f. bahan ajar. Standar pembiayaan memenuhi standar nasional (di atas 150. Terdapat 0% siswa miskin 20% miskin belum mendapatkan belum mendapatkan bangtuan bangtuan pendidikan pendidikan c.00) d. bahan ajar. sarana. Kurikulum 70% belum memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran belum disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) b. dan kapsitas sekolah. Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah 100% memenuhi standar nasional pendidikan g.

Dan sebagainya tidak 40% rendah 5 Relevansi: Relevansi: a. Dan sebagainya Besarnya Tantangan Nyata h. Angka tinggal kelas tinggi 35% 0% d. Kondisi saat ini h. Dan sebagainya Pengembangan kapasitas: c. Dan sebagainya 41 . angka kenaikan tingkat 100% 30% b. Dan sebagainya c. Dan sebagainya Pengembangan kapasitas: 5 Pengembangan kapasitas: a. Pengembangan kurikulum 10% terhadap tuntutan daerah/masyarakat/peserta didik 100% terpenuhi c. angka kenaikan tingkat rendah (70%) b. Dan sebagainya Relevansi: a. Guru dan sekolah 100% 30% melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum atau standar nasional pendidikan i. Angka tinggal kelas tinggi (35%) d. 80% fungsi-fungsi b. Dan sebagainya Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Efisiensi: Efisiensi: a. Angka putus sekolah 0% 10% 3 Efisiensi: a. Pelayanan bakat minat siswa 50% 100% terpenuhi b. Alumni yang tidak melanjutkan sekolah tinggi (60%) f. Angka pusut sekolah tinggi (10%) c. Alumni yang melanjutkan sekolah (0%) f. Kesesuaian Program muatan 25% lokal dengan kondisi daerah/masyarakat 100% c. Pelayanan bakat minat siswa belum terpenuhi (baru 50%) b. Pengembangan kurikulum terhadap tuntutan daerah/masyarakat/peserta didik 90% terpenuhi d. Guru dan sekolah 70% melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum atau standar nasional pendidikan i. Ratio kelulusan dengan masukan siswa rendah (ratarata kelulusan 95%) e. Kemampuan manajerial 25% rata-rata 75% rata-rata tinggi (100%) b. Kelulusan tinggi (100%) 5% e. Kesesuaian Program muatan lokal dengan kondisi daerah/masyarakat 75% c. Berfungsinya fungsi-fungsi 20% manajemen belum berjalan manajemen 100% secara baik c.No. Kemampuan manajerial a.

media pembelajaran. . 3. 1 Kondisi saat ini Standar Isi: Kurikulum Kurikulum 75% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran belum disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) Dan sebagainya Pengembangan Proses Pembelajaran: Proses pembelajaran belum memenuhi standar nasional pendidikan. bahan ajar.00) Prestasi non akademik sekolah masih rendah (rata-rata mencapai kejuaraan tingkat kabupaten/kota) Dan sebagainya Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan: Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 90% memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Pengembangan Prasarana dan Sarana: Prasarana. 5. Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Standar Isi: Kurikulum 100% memenuhi 25% standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran sudah disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) Dan sebagainya Pengembangan Proses Pembelajaran: Proses pembelajaran sudah 50% memenuhi standar nasional pendidikan. media 25% pembelajaran.Contoh 2: Analisis identifikasi tantangan nyata dengan dasar pada aspek-aspek Pengembangan Standar Nasional Pendidikan (SNP) No. sarana. sumber 42 2. yaitu 100% guru melaksanakan CTL Dan sebagainya Standar Kelulusan: Prestasi akademik lulusan sudah memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM 100% dan NUAN 8.00) SKBM: 50% GSA NUAN: 3. 5. sarana.00 Prestasi non akademik sekolah 2 tingkat tinggi (rata-rata minimal mencapai kejuaraan tingkat nasional) Dan sebagainya Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan: Pendidik dan tenaga kependidikan 10% terdapat 100% sudah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Pengembangan Prasarana dan sarana: e. yaitu baru 50% guru melaksanakan CTL Dan sebagainya Standar Kelulusan: Prestasi akademik lulusan belum memenuhi standar nasional pendidikan (rata-rata SKBM 50% dan rata-rata NUAN 5. bahan ajar. Prasarana.

No. 8. baik tingkat kesulitasn maupun modelmodel yang digunakan) Dan sebagainya Dan sebagainya Catatan: Yang dikembangkan dalam contoh ini HANYA terbatas pada program sekolah aspekaspek tertentu saja. Pengembangan Penilaian: Pengembangan Penilaian: Guru dan sekolah 80% Guru dan sekolah 100% 20% melaksanakan sistem penilaian melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan sesuai dengan tuntutan kurikulum kurikulum atau standar atau standar nasional pendidikan nasional pendidikan (rata-rata masih di bawah standar nasional.belajar 100% memenuhi standar rata 75% memenuhi standar nasional pendidikan nasional pendidikan Dan sebagainya Dan sebagainya Kondisi saat ini Pengembangan Pengelolaan: 70% Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Pengembangan Pembiayaan: Pembiayaan masih rendah (di bawah 70. sekolah dapat mengembangkan lagi sesuai dengan kondisi dan tuntutan sekolah masing-masing. 7.000 rupiah per bulan per anak) Dan sebagainya 6. Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) sumber belajar terdapat rata. 43 .000 rupiah per bulan per anak atau sekitar 40-%) Dan sebagainya Pengembangan Pengelolaan: 100% Fungsi-fungsi pengelolaan 25% sekolah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Pengembangan Pembiayaan: Pembiayaan memenuhi standar 60% nasional (di atas 150.

perkembangan IPTEK f. Terampil. Mengacu kepada landasan filosofis bangsa. nasionalisme. dan Unggul) h. Berwawasan IPTEK yang bersumber IMTAQ dan Unggul. sekolah. menggambarkan harapan masa datang j. 44 . 2. Terwujudnya prasarana dan sarana pendidikan yang relevan dan mutakhir e. d. Berkualitas tinggi. ………berdasarkan iman dan takwa “PANCA DARMA WIYATA” “TAMAN BUDAYA” (Berprestasi Beriman Berbudi Berbudaya dan Dapat Dipercaya) f. Mengukir Prestasi Tinggi. Terwujudnya proses pembelajaran yang efektif dan efisien c. budaya-nasional/Indonesia d. Terwujudnya kelembagaan sekolah yang selalu belajar (learning school) h. Terwujudnya pengembangan kurikulum yang adaptif and proaktif b. a. unsur yang ada. Piawai Mengasah Budi Pekerti. iman dan taqwa serta kompetitif 2025 Cerdas. ada proses kenaikan. taqwa. tanda. b. sesuai konteks daerah. berkepribadian. dsb. c. Rambu-rambu: kata yang mengandung apa yang diharapkan. Berprestasi Disertai Iman dan Taqwa serta Unggul g. e. spesifikasi. Rambu-rambu merumuskan visi sekolah: a. c. dilandasi oleh keimanan dan ketaqwaan g. memiliki indikator pengembangan prestasi akademik dan non akademik c. misalnya: Cerdas. berbudaya. dll yang bersifat baku dan telah menjadi pegangan hidup bangsa Indonesia b. Terwujudnya manajemen manajemen sekolah yang tangguh i. “TAQSIMANTRA” (Bertaqwa Berprestasi Beriman. terampil. visi yayasan h. canggih. konotasi sempurna. Terwujudnya penggalangan biaya pendidikan yang memadai j. belum operasional i. UUD. misalnya: a. dan sebagainya Contoh visi sekolah. Dsb. Indikator: ciri. komplit. dan unggul Berprestasi. Indikator-indikator VISI sekolah. VISI SEKOLAH 1. Terwujudnya lulusan yang cerdas dan kompetitif d. Terwujudnya media pembelajaran yang interaktif f. terampil. Misalnya dengan awalan kata : “Terwujudnya” Contoh indikator visi: a. 3. bermutu tinggi. adanya perbandingan (unggul/kompetitif).F. iman. Beriman dan Taqwa serta Unggul i. perkembangan era global e. Terwujudnya SDM pendidikan yang memiliki kemampuan dan kesanggupan kerja yang tinggi g. dsb b.

redaksinya operasional. yaitu kebutuhan peserta didik. Mewujudkan kemampuan seni yang tangguh dan kompetitif k. Mewujudkan organisasi sekolah yang terus belajar (learning organization) c. Mengacu indikator butir (a) tentang: “Terwujudnya pengembangan kurikulum yang adaptif and proaktif” antara lain misinya: a. dan menyenangkan e. dll. Mewujudkan sekolah wiyata mandala yang menikmatkan belajar siswannya i. Menghasilkan perangkat kurikulum yang lengkap. Contoh lain: a.Mewujudkan pendidik dan tenaga kependidikan yang mampu dan tangguh f. “Memenuhi akan mutu. Mewujudkan manajemen berbasis sekolah yang tangguh g.Tujuan mengandung ABCD (Audience-Behaviour-Conditions-Degree) Dalam kurun waktu lima tahun kedepan (misalnya dihitung dari tahun 2006). “Mewujudkan pendidikan yang menghasilkan lulusan cerdas. wajar dan adil e. Mewujudkan pembiayaan pendidikan yang memadai.G. Mewujudkan diversifikasi kurikulum SMP agar relevan dengan kebutuhan. dan berwawasan kedepan c. dan tata kelola pendididikan yang baik” b. mutakhir. Mewujudkan nilai-nilai solidaritas bagi kehidupan sekolah H. Mewujudkan sekolah sehat j. Mewujudkan nilai-nilai agama bagi kenikmatan hidup peserta didik n. MISI SEKOLAH Misi mengacu kepada indikator. terampil. Menghasilkan sistem penilaian yang otentik 45 . mutakhir. TUJUAN SEKOLAH DALAM 5 TAHUN a. keluarga. terukur. ada benang merahnya dengan misi. dan berwawasan kedepan d. satu (1) indikator bisa lebih dari satu misi.Tujuan dibuat untuk jangka waktu 5 tahun b. mutakhir. dan memiliki keunggulan kompetitif” b. dan berwawasan kedepan c. kreatif. kata kerja. relevansi. beriman. Mewujudkan kemampuan KIR yang cerdas dan kompetentitif m. dan berbagai sektor pembangunan dan sub-sub sektornya.Mewujudkan kepramukaan yang menjadi suri tauladan l. Mewujudkan keterampilan kejuruan yang marketable dan kompetif o. maka contoh tujuannya antara lain: a. khusus tujuan yang akan dicapai oleh sekolah antara lain: untuk indikator visi no 1 dan dicapai dengan misi misi no a: “Terwujudnya pengembangan kurikulum yang adaptif and proaktif”. akses.Mewujudkan fasilitas sekolah yang relevan. bertaqwa. Mewujudkan kemampuan olah raga yang tangguh dan kompetitif h. Mewujudkan sekolah inovatif b. efektif. Mewujudkan penyelenggaraan pembelajaran aktif. Mewujudkan perangkat kurikulum yang lengkap. Mewujudkan sistem penilaian yang otentik d. Tiap misi bisa dibuat lebih dari satu tujuan c.

I. semua mengajar sesuai bidangnya. Pencapaian standar pencapaian ketuntasan kompetensi/prestasi/kelulusan. silabus lengkap. Menghasilkan penyelenggaraan pembelajaran aktif. Menghasilkan pemetaan standar kompetensi. b.Pengembangan proses pembelajaran b. dll e.Pengembangan sarana. fasilitas. keluarga. SDM. model/sistem penilaian lengkap. misalnya ”Menghasilkan KBK yang mutakhir dan berwawasan kedepan”. peralatan. Pencapaian standar pengelolaan sekolah meliputi: pencapaian standar pengelolaan : pembelajaran. administrasi. Pengembangan kurikulum satuan pendidikan. Pencapaian standar proses pembelajaran meliputi: tercapai/telah dibuat/ditetapkan melaksanakan pembelajaran dengan strategi/metode: CTL.Dibuat program-program pokok atau dominan atau yang diprioritaskan dan yang realistis untuk mencapai tujuan. dan media pendidikan d.”Pengembangan sistem pendidikan yang bermutu.Pengembangan sistem penilaian f. Pencapaian standar isi (kurikulum satuan pendidikan/KBK. Pengembangan pemetaan e. kompetensi dasar. merata. dan visi Contoh Program Strategis: Berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan. dll. Pengembangan kurikulum muatan lokal. prasarana. dan menyenangkan e. meliputi: tercapai/ telah dibuat kurikulum satuan. kreatif. Program harus mengacu pada tujuan. pendekatan pembelajaran individual. PROGRAM STRATEGIS a. dll  ini bisa dijabarkan lebih rinci) d. misi. Pengembangan dan peningkatan SDM pendidik dan tenaga kependidikan c.Pengembangan RPP d. dan g. Pencapaian standar pendidik dan tenaga kependidikan meliputi: semua guru berkualifikasi minimal S1. Pengembangan bahan dan sumber belajar 46 . dan berbagai sektor pembangunan dan sub-sub sektornyambanhgkan silabus internasional Contoh lain tentang tujuan: a. dll f. dan perawatan memenuhi SPM g. h. pendekatan belajar tuntas. RPP lengkap.d. dan efisien sesuai dengan SNP” b. yaitu kebutuhan peserta didik. Contoh lain program strategis: a. telah mengikuti PTBK. kesiswaan. Pengembangan silabus c. Menghasilkan RPP untuk kelas 7-9 semua mata pelajaran pada tahun 2007 c. maka contoh programnya sbb: a. kurikulum. dan aspek untuk kelas 7-9 semua matapelajaran pada tahun 2006 b. Pencapaian standar sarpras/fasilitas sekolah meliputi: semua srapras. Menghasilkan diversifikasi kurikulum SMP agar relevan dengan kebutuhan. efektif. sarpras. indikator. relevan.

dsb dalam rangka memenuhi standar sarpras dan media pembelajaran sekolah. dan berbagai sektor pembangunan dan sub-sub sektornyambanhgkan silabus internasional f. Atau dalam program Pengembangan kurikulum: menjalin kerjasama dan mengoptimasikan warga sekolah dalam membuat pemetaan SK. dan berwawasan kedepan c. Ingat bahwa: monitoring dan evaluasi ini merupakan salah satu rencana program strategis selama lima tahun untuk melaksanakan MONEV di sekolahnya. membuat silabus. lokakarya. relevan. yaitu kebutuhan peserta didik. bahan ajar. Pengembangan kegiatan lomba-lomba akademik dan non akademik. Terealisasinya Sistem penilaian yang otentik d. MONITORING DAN EVALUASI (MONEV) 1. dll untuk menghasilkan Kurikulum Satuan Pendidikan b. dan g. sumber belajar. mutakhir. kreatif. dan media pembelajaran: menjalin kerjasama dengan pihak lain dan mengoptimasikan SDM sekolah untuk mengembangkan. J. L.Dalam program Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan: strateginya adalah menjalin kerjasama dengan Komite Sekolah dan stakeholder lain dalam melaksanakan kunjungan. workshop. efektif.KD. Dsb Perlu ditambahkan bahwa hasil yang diharapkan agar memuat apa yang dihasilkan.dll. Dan sebagainya K. dll untuk menghasilkan domkumen kurikulum sekolah. HASIL YANG DIHARAPKAN Merupakan hasil-hasil pencapaian pelaksanaan program. d. dan tahapan pencapaian. Peningkatan prestasi kelulusan. Terealisasinya penyelenggaraan pembelajaran aktif. seminar. merata. metode dll dalam pelaksanakan program-program strategis Contoh Strategi Pelaksanaan/Pencapaian: a. dan menyenangkan e. Contoh: Hasil yang diharapkan tercapai atau terpenuhi dari program-program di atas antara lain: a. dll melalui workshop. menambah. Terealisasinya diversifikasi kurikulum SMP agar relevan dengan kebutuhan. c. STRATEGI PELAKSANAAN/PENCAPAIAN Merupakan cara. membuat RPP. membuat model-model penilaian. In House Training. Terealisasinya perangkat kurikulum yang lengkap. Hasilhasil yang diharapkan adalah tingkat pencapaian tujuan yang telah dirumuskan pada butir G. melengkapi. keluarga. Monev 47 . ”Terealisasinya sistem pendidikan yang bermutu. kapan dicapai. dan efisien sesuai dengan SNP” b. seni. IHT. baik kuantitas maupun kualitas yaitu dari program-program strategis yang direncanakan sesuai dengan standar nasional pendidikan. teknik.e.Dalam program Pengembangan srapras.Pengembangan manajemen sekolah f.

tindak lanjutnya) 3. membuat laporan. 5. Mewujudkan evaluasi kinerja sekolah (internal)- akhir tahun (memnetukan tim. Bisa melakukan kerjasama dengan pihak lain (eksternal) Termasuk di dalamnya adalah program supervisi klinis oleh sekolah. memvalidasi. memvalidasi. membuat laporan. Semua program strategis dimasukkan. Ingat bahwa semua perolehan dana dari semua sumber dimasukkan dalam RPS. Pada kolom program. dan sumber daya sekolah lainnya. 4.: kinerja guru. Mewujudkan supervisi klinis KBK (membuat instrumen. pemerataan. relevansi. melaksanakan. tindak lanjutnya) M. Sangat dimungkinkan satu program strategis dapat dibiayai dari lebih satu sumber dana (pembiayaan saling melengkapi atau subsidi silang) dengan tetap mengacuk kepada peraturan masing-masing yang berlaku. maupun pengembangan kapasitas sekolah/pendidikan. keperluan sehari-hari. kinerja sekolah. pemeliharaan gedung dan ruang serta inventaris. menganalisis. serta untuk mengetahui kecukupan unsur-unsur sekolah lainnya sesuai dengan SNP. Termasuk komponen yang dimasukkan ke dalam kolom program adalah seperti: gaji dan tunjangan pendidik dan tenaga kependidikan. PEMBIAYAAN 1. 6. membuat instrumen. dan lainnya 4. Pembiayaan untuk 5 tahun. melaksanakan. efisiensi. “Mewujudkan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan hasilhasilnya” 2. Substansi yang dimonev a.2. 5. tiap tahunnya dapat dibuat rinci dari berbagai sumber atau langsung perkiraan totalnya dari berbagai sumber. baik program dalam rangka peningkatan mutu. terutama ditujukan untuk mengetahui kinerja sekolah. pengadaan sarana kantor/pendidikan. TU. dan tenaga kependidikan lainnya. 3. 2. Contoh program Supervisi dan Monev selama lima tahun: 1. menganalisis.l. termasuk kesiswaan Dilakukan oleh kepala sekolah atau tim yang dibentuk sekolah Bisa membuat atau mengadopsi instrumen monev dari berbagai instrumen yang ada seperti instrumen akreditasi atau lainnya yang relevan. langganan jasa dan daya. 6. 48 . tinggal memasukkan program – program strategis yang telah dibuat sebelumnya 3. Mewujudkan supervisi klinis CTL. Bisa dibuat tabulasi atau bentuk lain 4. guru.

.. ...... ..... ......... ...................Program-Program Strategis Tahun Dan Sumber Dana Tahun I BOS SSN Rutin Komite Sekolah . ..... . ...... Peningkatan Kualitas Peningkatan Kualitas . .. lah ..... ............. ... .......... ......... . .. ...... ... ..... ....... (Rp) .... Rutin LainnyaSumber Dana BOS Komite Sekolah LainnyaSumber Dana A 1… … 2… … 3… … … Dst B Peningkatan Pemerataan Peningkatan Pemerataan .................... . ............ Dst Sampai Dengan Th IV ..... ............. .. ...... ...... ..... .. ...... .......................... .. ....... ....... . Jumlah (Rupiah) 49 Tahun II SSN ...... 1… … 2… … 3… … … Dst Jum .......... .. ........

Terdapat 3% angka putus sekolah b. 1 Kondisi saat ini Pemerataan kesempatan: a.Terdapat 20% siswa miskin belum mendapatkan bangtuan pendidikan c. yaitu 80% guru melaksanakan CTL c. Dan sebagainya Kualitas pendidikan: a. Prestasi akademik lulusan belum memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM di bawah 50% dan NUAN Kondisi yang diharapkan (satu tahun ke depan) Pemerataan kesempatan: a. BUKAN LIMA TAHUN SEKALIGUS 2. No.II. Proses pembelajaran belum memenuhi standar nasional pendidikan. dan analisis kondisi sekolah sekarang dan yang diharapkan masa datang (SATU tahun ke depan). RENCANA OPERASIONAL (RENOP) SEKOLAH: SATU (1) TAHUN Catatan penting dalam penyusunan Renop: 1. Dan sebagainya Kualitas pendidikan: a. Renop mengambil satu tahun dari renstra atau merupakan bagian yang tak terpisahkan dari renstra.00) Besarnya tantangan nyata 2% 5% 2 50% 30% SKBM: 25% NUAN: 1. Proses pembelajaran sudah memenuhi standar nasional pendidikan. Kurikulum 50% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran sudah disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) b. ANALISIS PENDIDIKAN SEKOLAH 1 TAHUN KEDEPAN (YANG DIHARAPKAN) : sekolah melaksanakan analisis ini dan hasilnya ditulis disini D.00 50 . ANALISIS PENDIDIKAN SEKOLAH SAAT INI: : sekolah melaksanakan analisis ini dan hasilnya ditulis disini C. Prestasi akademik lulusan sudah memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM 75% dan NUAN = 6. ANALISIS LINGKUNGAN OPERASIONAL SEKOLAH: sekolah melaksanakan analisis ini dan hasilnya ditulis disini B. Khusus bagi sekolah SSN direkomendasikan menggunakan anasis SWOT A.Terdapat 5% angka putus sekolah b. Renop dibuat TIAP TAHUN. maka dapat diketahui kesenjangan yang terjadi. Kurikulum belum memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran belum disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) b. Terdapat 15% siswa miskin belum mendapatkan bangtuan pendidikan c. IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA SATU (1) TAHUN Berdasarkan pada analisis situasi. yaitu baru 50% guru melaksanakan CTL c. baik internal maupun eksternal sekolah. Dan merupakan rencana yang akan dilaksanakan pada tahun yang akan berjalan 3.

Dan sebagainya j. ujian tingkat kesulitasn maupun sekolah. UTS. Kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan tenaga kependidikan terdapat terdapat 100% belum 20% sudah memenuhi standar memenuhi standar nasional nasional pendidikan.000 rupiah per bulan per anak anak h. media e. baik ulangan kenaikan kelas. pembelajaran. kesenian. Angka putus sekolah 0% (10%) c. keterampian tingkat kabupaten/kota) (rata-rata minimal mencapai juara II tingkat propinsi) j. Rata-rata biaya operasional g. keterbukaan. Rata-rata biaya operasional pendidikan bagi tiap siswa pendidikan bagi tiap siswa 50. Kondisi saat ini Kondisi yang diharapkan (satu tahun ke depan) 3 di bawah 5. partisipasi. bahan ajar. Prasarana. bahan ajar. media pembelajaran. 75% guru telah melaksanakan melaksanakan sistem sistem penilaian sesuai penilaian sesuai dengan dengan tuntutan kurikulum tuntutan kurikulum atau atau standar nasional standar nasional pendidikan pendidikan. pendidikan.No. angka kenaikan tingkat a. Angka putus sekolah tinggi b. Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah 75% memenuhi sekolah telah sebagian standar nasional pendidikan memenuhi standar nasional pendidikan: kemandirian. UAS.000 rupiah per bulan per 70.00) d. dll dengan beberapa model-model yang teknik penilaian tes dan non digunakan) tes i. sumber belajar terdapat ratasumber belajar 75% rata 60% memenuhi standar memenuhi standar nasional nasional pendidikan pendidikan f. Prestasi non akademik sekolah sekolah masih rendah (ratauntuk cabang-cabang olah rata mencapai kejuaraan raga. Dan sebagainya Efisiensi: Efisiensi: a. akunabel sebesar 80% g. yaitu: dengan (rata-rata masih di bawah ulangan harian. Prestasi non akademik i. Fungsi-fungsi pengelolaan f. Ratio kelulusan dengan d. Kualifikasi pendidik dan d. 50% guru belum h. (Belum ada (bersertifikat kompetensi) yang bersertifikat kompetensi) e. sarana. angka kenaikan tingkat 90% rendah (70%) b. Prasarana. sarana. standar nasional. Ratio kelulusan dengan masukan siswa rendah masukan siswa tinggi (100%) Besarnya tantangan nyata 20% 15% 5% 25 ribu rupiah 25% 2 tingkat kejuaraan 20% 10% 10% 51 .

Sekolah mengembangkan silbus untuk kelas 9 semua mata pelajaran (ini bisa lebih rinci lagi untuk jumlah mapelnya) Contoh lain: a. Sekolah mengembangkan silbus untuk kelas 8 semua mata pelajaran (ini bisa lebih rinci lagi untuk jumlah mapelnya) c. KD. aspek untuk kelas 7 semua mapel b. Sekolah mengembangkan pemetaan SK. Sekolah mengembangkan pemetaan SK. dana. Sekolah mengembangkan pemetaan SK. Pelaksanaan budaya tata krama in action di sekolah 90% c. Pelayanan bakat minat siswa 75% terpenuhi b. Ada skala prioritas sasaran dari tujuan lima tahun 3. aspek untuk kelas 8 semua mapel c. aspek untuk kelas 9 semua mapel F. Dan sebagainya 25% 15% E. e. manajemen. Dan sebagainya Relevansi: a. dll adalah dari 52 . Dan sebagainya Relevansi: a . kesiswaan. Pelaksanaan budaya tata krama in action di sekolah 75% c. buku. guru. Indikator. TUJUAN SITUASIONAL/SASARAN Harus diperhatikan: 1. Indikator. media. Alumni yang melanjutkan sekolah 40% Besarnya tantangan nyata tidak 20% 5 f. Dan sebagainya Kondisi yang diharapkan (satu tahun ke depan) e. Pelayanan bakat minat siswa belum terpenuhi (baru 50%) b.No. seperti: PBM. KD. Indikator. Sasaran diambil atau merupakan bagian dari RENSTRA 2. Sasaran dibuat lebih rinci dari tujuan renstra Misalnya dari salah satu tujuan renstra: ”Sekolah mengembangkan silabus untuk kelas 7-9 semua mata pelajaran” Maka sasarannya 1 tahun 2006/2007: a. KD. IDENTIFIKASI FUNGSI-FUNGSI/ KOMPONEN/URUSAN SEKOLAH UNTUK MENCAPAI SETIAP SASARAN Rambu-rambu untuk langkah ini antara lain: • Identifikasi fungsi hanya untuk tiap sasaran • Selalu memperhatikan unsur-unsur yang lazim di dalam sistem pembelajaran. Sekolah mengembangkan silbus untuk kelas 7 semua mata pelajaran (ini bisa lebih rinci lagi untuk jumlah mapelnya) b. Kondisi saat ini (90%) Alumni yang tidak melanjutkan sekolah tinggi (60%) f.

Tenaga administrasi j. fasilitas. Guru/pelatih c. Internal: a. sedangkan fungsi dari eksternal antara lain: dana.PBM/latihan b. Kurikulum g. Dan sebagainya 53 .Kolam d.Guru b. Orang tua j. Nara sumber c. ATK i. Dana h. dsb Misalnya: Sasaran ke-1: ”Sekolah mengembangkan silabus untuk kelas 7 semua mapel” Komponen yang diperlukan untuk melaksanakan sasaran tersebut: 1. Dana b. Pakaian olah raga renang g. Eksternal: a.internal sekolah.Dinas pendidikan d. Uji coba k.Siswa f. Sarana olah raga renang e. Eksternal: a. Internal: a. Dan sebagainya 2. Dan sebagainya 2. Dinas pendidikan d.Fasilitas komputer d. pendidik. Dan sebagainya Sasaran ke-2: ”Sekolah juara 1 bidang olah raga renang pada tingkat kabupaten tahun 2006” Komponen yang diperlukan untuk melaksanakan sasaran tersebut: 1. Komite sekolah i.Kepala sekolah f. Tlima e. Komite sekolah c. Air e. Komite sekolah c. Dana h.Dana b.

Dapat dilakukan justifikasi sendiri pada kriteria ideal yang bersifat umum e. 3 kali Jumlah guru min. EKSTERNAL 54 Tidak Siap √ Siap . Analisis dilakukan tiap sasaran b. Analisis dilakukan pada setiap komponen/urusan sekolah dan faktor-faktornya (subsub komponennya) c. Bila hasil analisis ternyata tingkat kesiapan siap semua berarti sasaran dapat ditingkatkan. 5 thn Pengalaman pelatihan CTL min. 7 orang sesuai BS Dan seterusnya Komputer Pentium 5 Jumlah komputer 5 buah Jumlah printer 2 bh Jumlah CD 10 bh Dan seterusnya (5) √ √ (5) √ √ √ √ √ √ √ 2 3 Nara Sumber Fasilitas Komputer B.G. f. INTERNAL Guru (2) Kualifikasi 100% S1 Sesuai bidang studi 100% Pengalaman pelatihan KBK min. demikian pula sebaliknya. 1kali Jumlah guru min. Misalnya analisis SWOT pada Sasaran ke-1: ”Sekolah mengembangkan silabus untuk kelas 7 semua mape”l Komponen/Fungsi dan Faktornya (Kondisi Ideal)Kriteria Kesiapan Tingkat Kesiapan Faktor Kondisi Nyata 1 (1) A.3 kali Pengalaman mengajar min. naskah akademik atau konsep dan pedoman lainnya yang relevan d.1 kali Pengalaman mengajar min. ANALISIS SWOT Hal-hal yang harus diperhatikan dalam analisis ini: a. Dalam menentukan kriteria ideal menggunakan dasar dari aturan pemerintah. 10 orang sesuai BS Dan seterusnya Komputer Pentium 5 Jumlah komputer 10 buah Jumlah printer 3 bh Jumlah CD 10 bh Dan seterusnya (3) Kualifikasi 100% S1 Sesuai bidang studi 100% Pengalaman pelatihan KBK min. 5 thn Pengalaman pelatihan CTL min. Kriteria ideal dan kondisi nyata harus terukur.

dan efisien/efektif. 55 . Misalnya dari hasil analisis di atas dapat ditabulasikan komponen yang TIDAK SIAP sebagai berikut: Sasaran ke-1: ”Sekolah mengembangkan silabus untuk kelas 7 semua mape”l Komponen/ Faktor yang TIDAK SIAP 1.Komponen/Fungsi dan Faktornya (Kondisi Ideal)Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Tingkat Kesiapan Faktor Tidak Siap (5) Siap (5) 1 (1) ……………… (2) (3) H. Guru Persoalan pada komponen/faktor pengalaman pelatihan KBK kurang (baru 1 kali) • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Altaernatif Pemecanahn Persoalan mengadakan ws KBK mengirimkan ws KBK magnag di sekolah lain IHT di sekolahnya sendiri PTK mengikutkan guru pada MGMP Dsb mengadakan ws CTL mengirimkan ws CTL magnag di sekolah lain IHT di sekolahnya sendiri PTK Mengikutkan guru ke MGMP Dsb mengusulkan ditambah PNS 3 guru dg 3 BS mengangkat GTT 3 gr 3 BS minta guru bantu kpd pemda memberdayakan guru yang ada Dsb Mengadakan dengan cara membeli baru Pinjam/kerjasama dengan pihak lain Menyewa Mengajukan bantuan kepada pemda/komite sekolah Dsb Mengadakan dengan cara membeli baru Pengalaman pelatihan CTL kurang (baru 1 kali) jumlah guru kurang 3 (B. ALTERNATIF LANGKAH-LANGKAH PEMECAHAN PERSOALAN Hal-hal yang harus diperhatikan: a. dan dipilih yang paling ringan. Setiap komponen atau faktor yang tidak siap dicarikan alternatif-alternatif pemecahannya.Indo. Berdasarkan hasil analisis SWOT. tepat.Matematika) 2. b. B. Fasilitas Komputer Jumlah komputer kurang 5 buah Jumlah printer kurang 1 buah.Ingg . maka diidentifikasi komponen dan faktor yang “TIDAK SIAP” terlebih dahulu untuk diatasi lebih dulu.

c.Mengirimkan guru ke MGMP . sehingga memudahkan dalam pengalokasian anggaran. Misalnya program dan kegiatan untuk mencapai sasaran ke-1: ”Sekolah mengembangkan Silabus untuk kelas 7 semua mapel”. Program 1: Meningkatkan kemampuan guru terhadap kompetensi KBK Kegiatan: . achievable. 1. jumlah orang. Program kerja dapat lebih dari satu kegiatan b. Program juga dapat secara paralel berjalan beriringan antara program mengatasi persoalan dengan program pencapaian sasaran (mengingat waktu terbatas) d. (Dalam contoh di bawah ini sebatas baru mengatasi sebagian persoalan dan sekaligus juga melaksanakan program pencapaian sasaran.Mensupervisi/membimbing . Program bersfifat SMART (spesific. measurable. Pada kegiatan belum dirinci ke dalam satuan volume. Program dan kegiatan dibuat rinci/operasional.Komponen/ Faktor yang TIDAK SIAP Persoalan pada komponen/faktor • • • • • Altaernatif Pemecanahn Persoalan Pinjam/kerjasama dengan pihak lain Menyewa Mengajukan bantuan kepada pemda/komite sekolah Dsb Dan seterusnya I. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN Perlu diperhatikan bahwa: a. relevan.Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan KBK di sekolah 2.Sosialisasi KBK kepada guru . jumlah waktu. Persoalan lain dapat dikembangkan sendiri program dan kegiatannya). Program lebih diutamakan mengatasi persoalan dulu dengan memilih salah satu alternatip pemecahan persoalan yang dipandang mampu dan efisien bagi sekolah. Harap dikembangkan sendiri sesuai kebutuhan sekolah). time) e. Program 2: Melaksnakan workshop pembuatan sialbus dan sisnil Kegiatan: . dll.Melaksanakan ws KBK .Menyusun kalender pendidikan 56 .

....... dll 3............Supervisi ....Menyusun pemetaan .............Penggandaan ....Membuat laporan Program 3: Melaksanakan Uji coba dan validasi Silabus Kegiatan: ...Perabikan silabus dan sisnil ......... Monev dilakukan pada akhir program mengetahui ketercapaian tujuan/sasaran........... Pelaporan K..................... RENCANA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA SEKOLAH (RAPBS) Ketentuan : 57 ... Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain: 1........................ RPPdll) ........... 7.....Sinkronisasii/sosialisasi kepada guru tentang silabus dan sisnil .................Pelaksanaan uji coba silabus dan sisnil ..... monitoring dan evaluasi program-program dan hasilnya di sekolah selama satu tahun ajaran....... 2..... Instrumen.............. Pengembangan perangkat instrumen c..Menmbuat peranngkat pembelajaran (sialbus dan sisnil seluruh mapel.. . RENCANA MONITORING DAN EVALUASI (MONEV) Kegiatan di sini meliputi perencanaan dan pelaksanaan supervisi.... Supervisi dilakukan untuk mengetahui dan mengatasi masalah2 proses pelaksanaan semua program dan kegiatan sekolah.... Pelaksanaan (pengambilan data dan analisis data... Supervisi juga termasuk masalah gurunya..................... pemecahan masalah) d.... Program 5: Melakukan tindak lanjut dari pembuatan silabus Kegiatan: ......... .... KBM..... sarana...................... 4. Kegiatan supervisi dan monev dilakukan oleh intern sekolah........ pedoman penilaian monev bisa dikembangkan sendiri atau mengacu pada instrumen lain yang relevan........................... ....... Lebih baik tiap sasaran ada evaluasi 5............ ....Penggandaan hasil .... kisi. Program 5: Dan setersunya sesuai kebutuhan sekolah.................. 6..... administrasi.... Rincian kegiatan MONEV antara lain: a............ Persiapan b.... untuk perbaikan/masukan sasaran tahun berikutnya 4...........3............ 5.............. 6.............MenDokumentasikan silabus Program 5: Melakukan evaluasi pembuatan silabus Kegiatan: ................................... J... ................

baik program dari peningkatan mutu. peningkatan relevansi. maupun pengembangan kapasitas sekolah. Format RAPBS menggunakan contoh model sebagai berikut: 58 . 4. RAPBS ini merupakan bagian dari rencana anggaran dalam renstra 5.1. Bisa menggunakan prinsip efisiensi dan subsidi silang sesuai dengan peruntukan dan pedoman penggunaan dana dari tiap sumber dana untuk suatu program atau kegiatan kerja. peningkatan pemerataan. Semua program dimasukkan. 2. peningkatan efieinsi. demikian pula besarnya dana dari masing-masing sumber dana. Semua sumber dana dicantumkan. 3.

................. Dll . a. Sasaran ke-2:........................ Unit............ Sasaran ke-1: ....... 3) Dst B............. Program 1: .................... PENINGKATAN PEMERATAAN A..................... a................................................................. 2) ................Dst 1............. Or/Bln.................... 1....... 2) ............... 2) ... Vol.................... a................... 3) Dst B.............. Sasaran ke-1: ................................ Kegiatan 1: 1) ... Sumber Dana Dan Alokasi Anggaran Sumber Dana Lainnya Jumlah (Rupiah) Rutin I...RENCANA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA SEKOLAH (RAPBS) SMP TAHUN AJARAN ..... Program 1: ...................................... a..................................... PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN A........ 3) Dst II.. Kegiatan 1: 1) ........... 2) ......................... 3) Dst JUMLAH (RUPIAH) ......... RAPBS TAHUN KE Spesifikasi...Jmlh........ Program 1: ...................... Satuan.... Kegiatan 1: 1) ......... Mengetahui/Menyetujui Kepala Dinas Pendidikan Kab/kota Komite Sekolah Kepala Sekolah .............. Program 1: ..Dst 1.................................................... Sasaran ke-2:................... 1................................... Kegiatan 1: 1) . BOS SSN Program Dan Kegiatan SekolahKomite 59 .............. 20.......................................................

. dimasukkan semua program yang telah ditulis sebelumnya c.... Penugasan pendidik pada mata pelajaran dan kegiatan lainnya...... dibuat per minggu per bulan dalam satu tahun b... penggunaan.. Jadwal rapat.. 13. Dan jadwal penyusunan laporan akuntabilitas dan kinerja satuan pendidikan untuk satu tahun terakhir..... Profil sekolah lengkap 2. Bisa tiap program ada penanggungjawabnya b... SK dan susunan kepenguruan komite sekolah 8... Dll M.) L.) (............... Gambar rencana pembangunan ruang/kantor/lab/bangunan lain jika memerlukan bantuan dan Rencana Anggaran Bangunan 6... Sangat tergantung kemampuan sekolah masing-masing d. Master plan sekolah 7..(.. Nomor rekening sekolah 3... 16.. sekretaris... Foto-foto profil sekolah yang dipandang perlu 9...... dan persediaan minimal bahan habis pakai.. Penanggung jawab harus kualified dan kompeten e. Gambar layout sekolah 5.... 12.... 17. Buku teks pelajaran yang dipakai.. Kalender pendidikan/akademik.. Sebaiknya sekolah membentuk TIM SSN (Koordinator/ketua. Jadwal penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk tahun ajaran berikutnya... anggota..... Ingat kalender pendidikan d.. 60 . Jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana.... JADWAL KEGIATAN Ketentuan: a. PENANGGUNG JAWAB Ketentuan: a. dll) dan ada TUPOKSI NYA dengan SK kepala sekolah N... 10.) (.. 14. 15.. pengadaan...... Demi efisiensi biaya dan tenaga bisa satu sasaran satu penanggung jawab c. 11.. Copyan sertifikat tanah 4. LAMPIRAN Beberapa dokumen yang harus dilampirkan dalam RPS ini antara lain: 1. Mata pelajaran yang ditawarkan pada semester gasal dan genap... Dan lainnya yang dianggap relevan........

61 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful