PANDUAN PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS

)

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Jakarta, 2006

BAB I PENDAHULUAN A. Pentingnya Rencana Pengembangan Sekolah (RPS)

Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) merupakan salah satu wujud dari salah satu fungsi manajemen sekolah yang amat penting yang harus dimiliki sekolah. RPS berfungsi untuk memberi arah dan bimbingan bagi para pelaku sekolah dalam rangka menuju tujuan sekolah yang lebih baik (peningkatan, pengembangan) dengan resiko yang kecil dan untuk mengurangi ketidakpastian masa depan. Berdasarkan pada ketentuan peraturan perundangan yang berlaku, khususnya pada Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), mulai sekarang setiap sekolah pada semua satuan, jenis dan jenjang pendidikan termasuk SMP harus memenuhi SNP tersebut. Salah satu upaya untuk mencapai SNP, setiap sekolah wajib membuat RPS. RPS wajib dibuat oleh semua SMP, baik yang termasuk kelompok rintisan, potensial, nasional maupun internasional. RPS harus dimiliki oleh setiap sekolah sebagai panduan dalam penyelenggaraan pendidikan, baik untuk jangka panjang (20 tahun), menengah (5 tahun) maupun pendek (satu tahun). Diharapkan, semua jenis kelompok sekolah menggunakan format RPS yang sama. Perbedaannya terletak pada isi, kedalaman, dan luasan atau cakupan program sesuai dengan kondisi sekolah dan tuntutan masyarakat sekitarnya. Perbedaan lainnya adalah lama waktu pencapaian SNP. Bagi sekolah yang memiliki potensi lebih tinggi dari pada sekolah lain akan dapat mencapai SNP relatip lebih cepat. Demikian sebaliknya, bagi sekolah yang miskin potensi akan lebih lamban dalam mencapai SNP. Namun demikian harapannya adalah semua sekolah tersebut dalam kurun waktu tertentu mencapai SNP yang ditentukan oleh pemerintah. Standar Nasional Pendidikan yang harus dicapai oleh tiap sekolah tersebut meliputi standar kelulusan, kurikulum, proses, pendidikan dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pembiayaan, pengelolaan, dan penilaian pendidikan. Sangat dimungkinkan suatu sekolah telah memenuhi standar kelulusan tetapi fasilitasnya belum standar atau sebaliknya. Suatu sekolah sekarang kondisinya kurang dalam standar fasilitas seperti ruang kelas, laboratorium, buku, dan sebagainya dan secara bertahap akan dipenuhi selama kurun waktu tertentu. Sementara itu kondisi gurunya telah memenuhi SNP. Begitu seterusnya pada aspekaspek lainnya. Suatu sekolah dimungkinkan dalam waktu lima tahun mampu mencapai SNP, sementara itu terdapat sekolah untuk mencapai SNP memerlukan waktu 15 tahun. Semua itu sangat tergantung kepada unsur-unsur yang ada di sekolah itu sendiri. Dan apabila suatu sekolah telah memenuhi SNP, maka diharapkan akan mampu menyelenggarakan pendidikan secara efektif, efisien, berkualitas, relevan, dan mampu mendukung tercapainya pemerataan pendidikan bagi masyarakat luas. Oleh karena itu dipandang sangat penting adanya suatu pedoman pencapaian SNP yang mampu memberikan arah dan pegangan bagi tiap sekolah dalam rangka pencapaian SNP tersebut. Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) diharapkan menjadi salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut, baik bagi sekolah rintisan, potensial maupun nasional. RPS sangat penting manfaatnya bagi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk penyusunan rencana pendidikan di daerahnya. Semua RPS di Kabupaten/Kota dapat dijadikan dasar bagi penyusunan Rencana Pengembangan Pendidikan Kabupaten/Kota (RPPK). Dengan cara ini, RPPK akan lebih relevan dengan kebutuhan setiap sekolah di daerahnya. Demikian 1

manfaat bagi Dinas Pendidikan Tingkat Propinsi. Dalam membuat Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi (RPPP) harus didasarkan atas semua RPPK yang ada di daerahnya. Demikian juga pada tingkat nasional, RPPP dapat digunakan sebagai informasi bagi penyusunan Rencana Pengembangan Pendidikan Nasional (RPPN). Secara visual, keterkaitan antara RPS, RPPK, RPPP, dan RPPN dapat dilihat pada Gambar 1.

Rencana Pengembangan Pendidikan Nasional

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Gambar 1. Keterkaitan Antara Jenjang Perencanaan Pendidikan B. Tujuan

Adapun tujuan adanya pedoman penyusuan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) ini antara lain adalah: 1. Untuk memberikan pedoman bagi semua jenis kelompok sekolah, yaitu sekolah rintisan, potensial, dan nasional dalam membuat Rencana Pengembangan Sekolah (RPS). 2. Untuk memberikan pedoman bagi semua Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dalam membuat Rencana Pengembangan Pendidikan Kabupaten/Kota (RPPK). 3. Untuk memberikan pedoman bagi semua Dinas Pendidikan Propinsi dalam membuat Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi (RPPP). 2

sesuai dengan kondisi sekolah dan daerahnya.4. pembinaan dan pembimbingan kepada sekolah. evaluasi. 3 . 7. Untuk memberikan pedoman bagi semua sekolah dalam mencapai SNP. 5. Untuk memberikan pedoman bagi semua stakeholder di daerah/pusat dalam partisipasinya kepada sekolah untuk mencapai SNP. RPS digunakan sebagai dasar atau acuan bagi pihak-pihak terkait dalam melakukan monitoring. 6. Untuk memberikan pedoman bagi Departemen Pendidikan Nasional dalam membuat Rencana Pengembangan Pendidikan Nasional (RPPN).

Untuk mengetahui tingkat kesiapan setiap fungsi dan faktorfaktornya dicapai melalui membandingkan faktor dalam kondisi nyata dengan faktor dalam kriteria kesiapan. Pengertian Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) Perencanaan sekolah adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan sekolah yang tepat. peluang dan ancaman tiap fungsi dan faktor sekolah. fungsi perencanaan dan evaluasi. Besar kecilnya ketidaksesuaian antara output sekolah saat ini (kenyataan) dengan output sekolah yang diharapkan (idealnya) di masa yang akan datang memberitahukan besar kecilnya tantangan. yaitu satu tahun. misalnya. dengan memperhitungkan tantangan nyata yang dihadapi (sasaran merupakan jabaran tujuan). fungsi proses belajar mengajar beserta fungsifungsi pendukungnya yaitu fungsi pengembangan kurikulum. dan fungsi pengembangan fasilitas. Istilah-istilah Dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) 1. Identifikasi fungsi: adalah mengidentifikasi fungsi-fungsi yang perlu dilibatkan untuk mencapai sasaran dan yang masih perlu diteliti tingkat kesiapannya. 7. Weakness. 5. and Threat ) akan diketahui sejauhmana kekuatan. Tantangan nyata merupakan selisih (ketidaksesuaian) antara output (hasil pendidikan yang berupa keluaran) sekolah saat ini dan output sekolah yang diharapkan di masa yang akan datang (tujuan sekolah).BAB II RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS) A. Opportunity. fungsi keuangan. 3. fungsi pelayanan kesiswaan. Yang dimaksud dengan kriteria kesiapan faktor adalah faktor yang memenuhi kriteria/standar untuk mencapai sasaran/tujuan 4 . Misi adalah rumusan umum mengenai tindakan (upaya-upaya) yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. Melalui analisis SWOT ( Strength. Fungsifungsi yang dimaksud. 6. B. Sasaran/tujuan situasional (tujuan jangka pendek) adalah rumusan spesifik mengenai apa yang diinginkan pada kurun waktu tertentu. 4. kelemahan. 2. fungsi pengembangan iklim akademik sekolah. Analisis SWOT: Analisis SWOT adalah suatu teknik analisis untuk menentukan tingkat kesiapan setiap fungsi dan faktor-faktor sekolah. fungsi ketenagaan. dengan memperhitungkan sumberdaya yang tersedia. Identifikasi tantangan nyata: adalah mengidentifikasi kondisi nyata sekolah saat ini dan yang akan datang. Tujuan (baku) adalah rumusan mengenai apa yang diinginkan pada kurun waktu tertentu (jangka panjang dan menengah). Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan. Analisis SWOT dilakukan dengan maksud untuk mengenali tingkat kesiapan setiap fungsi dari keseluruhan fungsi sekolah yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. melalui urutan pilihan. fungsi hubungan sekolahmasyarakat. RPS adalah dokumen tentang gambaran kegiatan sekolah di masa depan dalam rangka untuk mencapai perubahan/tujuan sekolah yang telah ditetapkan.

agar menjadi kekuatan dan/atau peluang. yakni dengan memanfaatkan adanya satu/lebih faktor yang bermakna kekuatan dan/atau peluang. yakni tindakan yang diperlukan untuk mengubah fungsi yang tidak siap menjadi fungsi yang siap. perlu dilakukan tindakan-tindakan yang mengubah ketidaksiapan menjadi kesiapan fungsi. Faktor yang memenuhi kriteria/standar ini ditemukan melalui perhitungan-perhitungan atau pertimbangan-pertimbangan yang bersumber pada pencapaian sasaran. Langkah-langkah pemecahan persoalan: adalah memilih langkah-langkah pemecahan persoalan (peniadaan). 11. 5 . Selama masih ada persoalan. Oleh karena itu. 8. yang sama artinya dengan ada ketidaksiapan fungsi. maka sasaran yang telah ditetapkan tidak akan tercapai. Landasan Hukum Rencana Pengembangan Sekolah Rencana Pengembangan Sekolah dibuat berdasarkan peraturan-perundangan yang berlaku yaitu: Undang-Undang Nomor 25 tahun 2005 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. agar sasaran tercapai. Kegiatan adalah rincian langkah-langkah operasional yang berupa aktivitas/kerja untuk mewujudkan program sekolah C. Tindakan yang dimaksud lazimnya disebut langkah-langkah pemecahan persoalan. Program adalah instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah untuk mencapai tujuan. 10. Kebijakan adalah arah/tindakan yang diambil oleh Pemerintah Pusat/Daerah untuk mencapai tujuan. 9. Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.situasional. Strategi adalah langkah-langkah berisikan program-program inovatif untuk mewujudkan visi dan misi. yang hakekatnya merupakan tindakan mengatasi makna kelemahan dan/atau ancaman. dan Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional 20052009. 12.

penganggaran. penganggaran. RPS Jangka Panjang adalah dokumen perencanaan sekolah untuk periode 20 (dua puluh) tahun. Tujuan Perencanaan Pendidikan dan Perencanaan Sekolah 1. dan pengawasan. berkeadilan. dan pusat c. antarsekolah dan dinas pendidikan kabupaten/kota. menjamin tercapainya penggunaan sumber-daya secara efisien. dinas pendidikan propinsi. d. Perbedaan antara satu dengan lainnya adalah: 1. mendukung koordinasi antar pelaku sekolah. mengoptimalkan partisipasi warga sekolah dan masyarakat. d. RPS Jangka Menengah (Rencana Strategis) adalah dokumen perencanaan sekolah untuk periode 5 (lima) tahun. Mendukung koordinasi antarpelaku pendidikan. sebagai dasar ketika melaksanakan monitoring dan evaluasi pada akhir program B. menjamin agar perubahan/tujuan sekolah yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan tingkat kepastian yang tinggi dan resiko yang kecil. 2. b. dan f. RPS Tahunan adalah dokumen perencanaan sekolah untuk periode 1 (satu) tahun. Tujuan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) disusun dengan tujuan untuk: a. dan sinergi baik antar pelaku sekolah. dan berkelanjutan. dan menjamin tercapainya penggunaan sumber-daya secara efisien. e.BAB III PROSES PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS) A. Mengoptimalkan partisipasi masyarakat. c. Tujuan Perencanaan Pendidikan a. sinkronisasi. menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan. dan antarwaktu. berkeadilan dan berkelanjutan. jangka menengah. dan pengawasan. b. Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan. Sistem Perencanaan Sekolah dan Rentang Waktu RPS Sistem Perencanaan Sekolah adalah satu kesatuan tata cara perencanaan sekolah untuk menghasilkan rencana-rencana sekolah (RPS) dalam jangka panjang. efektif. 6 . dan sinergi baik antara sekolah dengan dinas pendidikan. pelaksanaan. dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara sekolah dan masyarakat (diwakili oleh komite sekolah). 3. 2. Menjamin terciptanya integrasi. g. efektif. pelaksanaan. sinkronisasi. menjamin terciptanya integrasi.

laboran. 4. angka putus sekolah. Relevansi merujuk kepada kesesuaian hasil pendidikan dengan kebutuhan (needs). Laboratorium Komputer. misalnya: 1. Peningkatan relevansi. budi-pekerti. dengan catatan bahwa output sangat ditentukan oleh proses. prasarana dan sarana. dsb. sosial. pengembangan input siswa.). Namun demikian. pengembangan lingkungan pembelajaran yang kondusif. Contoh-contoh perencanaan pemerataan keslimaan misalnya: bea siswa untuk siswa miskin. Laboratorium IPS. pengembangan komite sekolah. keagamaan. kebutuhan keluarga. dan keadilan atau kewajaran. ke-disiplinan. relevansi. dan kebutuhan pembangunan yang meliputi berbagai sektor dan sub-sektor. dsb. 5. Efisiensi merujuk pada hasil yang maksimal dengan biaya yang wajar. kesenian. Peningkatan kualitas siswa (UN. kurikulum muatan lokal. pembelajaran kontekstual. rasio (siswa/guru. dsb. program keterampilan kejuruan/ kewirausahaan/usaha kecil bagi siswa-siswa yang tidak melanjutkan. pengembangan model pembelajaran (pembelajaran tuntas. karya ilmiah. pengembangan bahan ajar. akses.) 3. dan output. penurunan angka mengulang. kualitas. setiap sekolah harus memenuhi SNP. Contoh-contoh perencanaan kualitas misalnya. dan proses sangat dipengaruhi oleh tingkat kesiapan input.C. pengembangan ruang/kantor. olahraga. pengurangan angka putus sekolah. 2. Peningkatan kualitas. ekonomik dan non-ekonomik) yang didapat setelah kurun waktu yang panjang diluar sekolah. pembelajaran kooperatif. dsb. rasio keluaran/masukan. pembelajaran dengan melakukan. dsb. pendidik dan tenaga kependidikan. Pengembangan kapasitas. pendidikan kecakapan hidup khususnya untuk mencari nafkah. angka kenaikan kelas/transisi. Aspek-aspek yang Dikembangkan dalam Perencanaan Sekolah Sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). proses. dan peningkatan angka kehadiran serta peningkatan pembiayaan pendidikan peserta didik. Efisiensi eksternal merujuk kepada hubungan antara biaya yang digunakan untuk menghasilkan tamatan dan keuntungan kumulatif (individual. konselor. Oleh karena itu. Efisiensi internal merujuk kepada hubungan antara output sekolah (pencapaian prestasi belajar) dan input (sumberdaya) yang digunakan untuk memroses/ menghasilkan output sekolah. karakter. Laboratorium Bahasa. Contoh-contoh perencanaan peningkatan efisiensi misalnya: peningkatan angka kelulusan. dan pengembangan kapasitas. Pemerataan keslimaan: persamaan keslimaan. siswa/ sekolah). efisiensi. pustakawan. pengelolaan. dan penilaian. baik kebutuhan peserta didik. keterampilan kejuruan. Peningkatan efisiensi.). Kualitas pendidikan sekolah meliputi input. dan lab lainnya. seperti : pengembangan Laboratorium IPA. kepala sekolah. dari delapan SNP tersebut dapat dijabarkan menjadi lebih rinci dalam RPS. proses. ditinjau dari sisi pemerataan. pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan (guru. Contohcontoh perencanaan relevansi misalnya. pengembangan sarana dan fasilitas sekolah. pembiayaan. UAS. isi (kurikulum). dsb. Pengembangan kapasitas sekolah adalah upaya-upaya yang dilakukan secara sistematik untuk menyiapkan kapasitas sumberdaya sekolah (sumberdaya manusia dan sumberdaya selebihnya). aspek-aspek yang harus disusun dalam perencanaan pengembangan sekolah juga harus sesuai dengan tuntutan SNP tersebut yaitu 8 (delapan) standar nasional pendidikan: kompetensi lulusan. siswa/kelas. pengembangan kelembagaan 7 . peningkatan angka melanjutkan. Efisiensi dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu efisiensi internal dan efisiensi eksternal. pengembangan media pembelajaran.

kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. dan nepotisme. Kurikulum SMP terdiri dari: kelompok mata pelajaran keimanan. kemajemukan bangsa. Budaya hidup sehat termasuk kesadaran.kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. dan akhlak mulia pada SMP dimaksudkan untuk peningkatan potensi spiritual. kalender akademik. beban belajar. sikap. pengembangan manajemen sekolah. kolusi.kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. dan pengembangan sistem sekolah agar mampu dan sanggup menjalankan tugas pokok dan fungsinya dalam kerangka untuk meng-hasilkan output yang diharapkan serta menghasilkan pola pengelolaan sekolah yang ”good governance” dan akuntabel. pelestarian lingkungan hidup. dan kalender pendidikan/akademik. hak. Kelompok Mata Pelajaran dan Kedalaman Isi Standar isi pendidikan mengatur kerangka dasar kurikulum. serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. Pelaksanaan semua kelompok mata pelajaran disesuaikan dengan tingkat perkembangan fisik dan psikologis peserta didik. ketaatan membayar pajak. Pengembangan Standar Isi (Kurikulum) Menurut PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP. olah raga. tanggung jawab sosial. dan kesehatan. dan kesehatan pada SMP dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sportifitas dan kesadaran hidup sehat. Kelompok mata pelajaran jasmani. berkualitas. yang dimaksudkan dengan standar isi pendidikan adalah mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. demokrasi.sekolah. kesetaraan gender. dan akhlak mulia. dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat. dan bernegara. Semua kelompok mata pelajaran sama pentingnya dalam menentukan kelulusan peserta didik. ketaatan pada hukum. antara lain adalah sebagai berikut: 1. kreatif dan mandiri. Kelompok mata pelajaran estetika pada SMP dimaksudkan untuk meningkatkan sensitifitas. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SMP dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status. dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual maupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan seperti keterbebasan dari perilaku seksual bebas. Secara lebih rinci aspek-aspek yang dapat dikembangkan berdasarkan SNP sehingga dalam penyelenggaraannya efisien dan relevan. olah raga. 8 .kelompok mata pelajaran estetika. dan kelompok mata pelajaran jasmani. penghargaan terhadap hak asasi manusia. beban belajar. ketakwaan. dan memenuhi pemerataan pendidikan. dan kurikulum tingkat satuan pendidikan. a. ketakwaan. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMP dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi dasar ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis. Standar isi memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum. Standar isi mencakup lingkup dan kedalaman materi pembelajaran untuk memenuhi standar kompetensi lulusan. kurikulum tingkat satuan pendidikan. berbangsa. Kelompok mata pelajaran keimanan. Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan. dan sikap serta perilaku anti korupsi. Setiap kelompok mata pelajaran dilaksanakan secara holistik sehingga pembelajaran masing-masing kelompok mata pelajaran ikut mewarnai pemahaman dan/atau penghayatan peserta didik. jiwa dan patriotisme bela negara.

ekonomika. Beban Belajar Beban belajar untuk SMP diperhitungkan dengan menggunakan jam pembelajaran per minggu per semester dengan sistem tatap muka. b. olahraga.kecanduan narkoba. olah raga. HIV/AIDS. 9 . Kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi pada setiap tingkat dan/atau semester sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. kimia. dan geografi). dan/atau teknologi informasi dan komunikasi. dengan contoh pengamalan diberikan oleh setiap pendidik dalam interaksi sosialnya di dalam dan di luar sekolah. ketakwaan. olah raga. pendidikan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok keimanan dan ketakwaan. sejarah. akhlak mulia. dan kecakapan vokasional. penugasan terstruktur. Pendidikan kecakapan hidup mencakup kecakapan pribadi. keterampilan. dan muatan lokal yang relevan. muntaber. c. pendidikan akhlak mulia dan kepribadian. ilmu pengetahuan alam (sekurang-kurangnya terdiri dari fisika. dan kesehatan. Kurikulum Kecakapan Hidup Kurikulum untuk SMP dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup. dan kesehatan pada SMP dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. kecakapan akademik. seni dan budaya. Kurikulum Muatan Lokal Kurikulum untuk SMP dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal. ilmu pengetahuan sosial (sekurang-kurangnya terdiri dari ketatanegaraan. Kompetensi terdiri dari standar kompetensi dan kompetensi dasar. dan kesehatan. olah raga. serta muatan lokal yang relevan. Kelompok mata pelajaran estetika pada SMP dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. antropologi. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur sesuai dengan kebutuhan dan ciri masing-masing. dan biologi). Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SMP dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. kewarganegaraan. dan pendidikan jasmani. d. serta dikembangkan menjadi bagian dari budaya sekolah. sosiologi. pendidikan estetika. Kelompok mata pelajaran jasmani. ilmu pengetahuan alam. kecakapan sosial. atau pendidikan jasmani. dan muatan lokal yang relevan. matematika. demam berdarah. bahasa. pendidikan estetika. keterampilan/kejuruan. Ketentuan mengenai kedalaman muatan kurikulum dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. pendidikan ilmu pengetahuan dan teknologi. pendidikan akhlak mulia dan kepribadian. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMP dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. atau pendidikan jasmani. Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok keimanan dan ketakwaan. dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah. pendidikan kesehatan. seni dan budaya. Kelompok mata pelajaran keimanan. dan akhlak mulia serta Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SMP diamalkan sehari-hari oleh peserta didik di dalam dan di luar sekolah.

memotivasi. dan pengawasan yang baik. Aspek-aspek yang Dikembangkan dalam Program-program Sekolah rintisan. Dalam proses pembelajaran diselenggarakan secara interaktif. minggu efektif belajar. Perencanaan harus didukung oleh sekurang-kurangnya dokumen kurikulum. potensial dan SSN Bidang Standar Isi (Kurikulum) Program-program yang dapat dikembangkan dalam standar isi (kurikulum) ini antara lain: 1) Pengembangan kurikulum satuan pendidikan (dengan berbagai jenis muatan kurikulum sesuai dengan ketentuan SNP) 2) Penyusunan kalender pendidikan 3) Pengembangan pemetaan KBK untuk semua mata pelajaran 4) Pengembangan silabus untuk semua mata pelajaran 5) Pengembangan sistem penilaian untuk semua mata pelajaran 6) Pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran untuk semua mata pelajaran 7) Penyusunan beban belajar Pengembangan isi tersebut dilakukan baik untuk kelas VII. waktu pembelajaran efektif. Standar Proses Pendidikan Dalam SNP Dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang SNP bahwa yang dimaksud dengan standar proses pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. Penilaian proses pembelajaran pada SMP untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan 10 . Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: 1) Terdokumentasikan kurikulum satuan pendidikan yang dijalankan sekolah (KBK) 2) Tersedianya perangkat pembelajaran secara lengkap (pemetaan. dan perkembangan fisik serta psikologisnya. silabus untuk setiap mata pelajaran. Kalender pendidikan Waktu pembelajaran yang dituangkan dalam kalender pendidikan atau kalender akademik mencakup permulaan tahun ajaran. menyenangkan. rencana pelaksanaan pembelajaran). Dalam proses pembelajaran pendidik memberikan keteladanan. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa.e. dan alat/media pembelajaran. rasio maksimal buku teks pelajaran per peserta didik. buku teks pelajaran. VIII maupun kelas IX. menantang. dan rasio maksimal jumlah peserta didik per pendidik. Untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan. silabus. Pelaksanaan harus memperhatikan jumlah maksimal peserta didik per kelas dan beban mengajar maksimal per pendidik. Pengembangan Standar Proses Pendidikan a. penilaian proses pembelajaran. kreativitas. mendorong peserta didik untuk berpartisipasi aktif. dan kemandirian peserta didik sesuai dengan bakat. minat. baik untuk semua mata pelajaran maupun semua jenjang kelas 3) Terdokumentasikan kurikulum satuan pendidikan di sekolah yang bersangkutan 4) Dan terdapat peningkatan lain yang terkait dengan standar isi pendidikan 2. pelaksanaan. f. pedoman penilaian. rencana pelaksanaan pembelajaran. dan hari libur. inspiratif.

sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai dalam satu tahun. dan sikap sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. termasuk kompetensi membaca dan menulis. Standar kompetensi lulusan meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. diantaranya adalah: 1) Pengembangan dan inovasi-inovasi metode pengajaran pada semua mata pelajaran. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Pengawasan mencakup pemantauan.teknologi harus menggunakan berbagai teknik penilaian. pengetahuan dan keterampilan. Kompetensi lulusan mencakup pengetahuan. Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. keterampilan. baik secara kualitas maupun kuantitas 4) Terdapat peningkatan inovasi pengelolaan kelas/pengelolaan pembelajaran dan sebagainya 3. utamanya CTL 2) Terdapat peningkatan inovasi bahan pembelajaran. serta observasi dan evaluasi akhir secara individual yang dilaksanakan sekurang-kurangnya satu kali dalam satu semester. Penilaian proses pembelajaran harus mencakup aspek kognitif. 11 . Program Pengembangan Standar Proses Pendidikan pada Sekolah Rintisan. khususnya penerapan metode atau strategi pembelajaran kontekstual atau CTL (Contextual Teaching and Learning) 2) Pengembangan dan inovasi-inovasi bahan pembelajaran 3) Pengembangan dan inovasi-inovasi sumber pembelajaran 4) Pengembangan dan inovasi-inovasi model-model pengelolaan atau manajemen kelas 5) Dan sebagainya Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: 1) Semua mata pelajaran pada semua jenjang kelas telah dilaksanakan dengan menggunakan berbagai strategi pembelajaran. kepribadian. evaluasi. Potensial. psikomotorik. ahklak mulia. dan afektif. Standar kompetensi lulusan SMP dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. termasuk ulangan. bahwa yang dimaksud dengan standar kompetensi lulusan pendidikan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. baik secara kualitas maupun kuantitas 3) Terdapat peningkatan inovasi sumber pembelajaran. pengetahuan. dan pengambilan langkah tindak lanjut yang diperlukan. b. Penilaian proses pembelajaran untuk kelompok mata pelajaran selain ilmu pengetahuan dan teknologi harus mencakup observasi dan evaluasi harian secara individual terhadap peserta didik. Pengembangan Standar Kompetensi Lulusan Sebagaimana dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP. Standar kompetensi lulusan pada jenjang SMP diarahkan untuk meletakkan dasar kecerdasan. supervisi. maka bagi setiap sekolah diharapkan mengembangkan berbagai program dan kegiatan. pelaporan. dan SSN Dalam upaya-upaya menuju kepada standar proses pendidikan sebagaimana halnya ditentukan oleh SNP.

sesama pendidik. dan berakhlak mulia. Kompetensi profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan. orangtua/wali peserta didik. Kompetensi adalah tingkat kemampuan minimal yang harus dipenuhi seorang pendidik untuk dapat berperan sebagai agen pembelajaran. sehat jasmani dan rohani. stabil. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Pengembangan kejuaraan lomba-lomba bidang non akademik e. Pengembangan standar kelulusan atau GSA pada setiap tahunnya b. Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran. kompetensi profesional. yang dibuktikan dengan sertifikat profesi pendidik. yang diperoleh melalui pendidikan profesi guru sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pengembangan standar pencapaian ketuntasan kompetensi pada tiap tahun atau semester c. arif. dewasa. Pengembangan Standar Pendidik dan Tenaga kependidikan Pengertian Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan menurut PP 19 Tahun 2005 Tentang SNP adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental serta pendidikan dalam jabatan. Pengembangan kejuaraan lomba-lomba bidang akademik d. Kompetensi sosial merupakan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. dan berwibawa. evaluasi hasil belajar. Terdapat peningkatan rata-rata pencapaian gain score achievement (GSA) pada tahun terhadap mata pelajaran yang di-UN-kan berdasarkan kepada standar kelulusan yang ditetapkan c. Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik. menjadi teladan bagi peserta didik. tenaga kependidikan. dan masyarakat sekitar. perancangan dan pelaksanaan pembelajaran. Kualifikasi 12 . Dan sebagainya 4. Terdapat peningkatan prestasi non akademik tiap tahunnya d. terhadap pencapaian keutntasan kompetensi untuk semua mata pelajaran b. kompetensi kepribadian. Kualifikasi akademik adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundangan yang berlaku. Terdapat peningkatan gain score achievement (GSA) pada setiap semester atau tahun. Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang SMP meliputi kompetensi pedagogik. dan kompetensi sosial sesuai Standar Nasional Pendidikan. Dan sebagainya Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Kompetensi kepribadian mencerminkan kepribadian yang mantap. Seseorang yang tidak memiliki ijazah dan/atau sertifikat keahlian tetapi memiliki keahlian khusus yang diakui dan diperlukan dapat diangkat menjadi pendidik setelah melewati uji kelayakan dan kesetaraan.Adapun beberapa program dan kegiatan yang dapat dikembangkan yang berkaitan dengan standar kompetensi lulusan pendidikan ini antara lain: a.

yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. ruang bengkel kerja. tlima beribadah. Terselenggaranya ME tiap tahun khususnya tentang kinerja kepala sekolah f. Tenaga kependidikan pada SMP sekurang-kurangnya terdiri atas kepala sekolah. Terdapat peningkatan jumlah tenaga pendidikan dan kependidikan sesuai kebutuhan sekolah b. ruang pimpinan satuan pendidikan. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi oleh kepala sekolah terhadap kinerja pendidik dan tenaga TU atau lainnya. dan 5. Adapun program-program dan kegiatan-kegiatan yang dapat dikembangkan mengenai standar pendidik dan tenaga kependidikan ini antara lain: a. ruang perpustakaan. Tenaga Kependidikan pada pendidikan akademik. pendidikan vokasi. tlima berolahraga. Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek kepribadian e. Pengembangan atau peningkatan kompetensi kepala sekolah g. tentang. buku. dan Memiliki kemampuan kepemimpinan dan kewirausahaan di bidang pendidikan. tlima berkreasi. peralatan pendidikan. Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek profesionalisme b. ruang kelas. Peningkatan kuantitas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek pedagogik c. tlima bermain. Terselenggaranya supervisi klinis tiap tahun khususnya kepada pendidik. ruang tata usaha. dan pendidikan profesi harus memiliki kualifikasi. kompetensi dan sertifikasi sesuai dengan bidang tugasnya. dan ruang/tlima lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek sosial d. perpustakaan. tlima berkreasi. tenaga administrasi. ruang unit produksi. tenaga perpustakaan. tlima bermain. bengkel kerja. termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. dan sumber belajar lain. media 13 . Standar sarana pendidikan mencakup persyaratan minimal tentang perabot. Terselenggaranya ME tiap tahun khususnya tentang kinerja pendidik e. dan h.akademik pendidikan minimum untuk pendidik pada tingkat SMP adalah: diploma lima (D-IV) atau sarjana (S1). Persyaratan untuk menjadi kepala SMP meliputi: berstatus guru SMP. tlima berolahraga. tenaga laboratorium. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun di SMP. alat dan media pendidikan. instalasi daya dan jasa. dan tenaga kebersihan sekolah. Pengembangan Standar Prasarana dan Sarana Pendidikan Pengertian standar Prasarana dan sarana pendidikan menurut PP Nomor 19 tahun 2005 Tentang SNP adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan persyaratan minimal tentang lahan. ruang kelas. Memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran sesuai ketentuan perundangan yang berlaku. perabot. Pengembangan atau peningkatan kompetensi tenaga TU dan lainnya f. ruang kantin. Terdapat peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sesuai SNP c. Terselenggaranya ME tiap tahun khususnya tentang kinerja sekolah d. ruang pendidik. ruang laboratorium. laboratorium. Standar prasarana pendidikan mencakup persyaratan minimal dan wajib dimiliki oleh setiap satuan pendidikan lahan. tlima beribadah.

rasio luas bangunan per peserta didik. Peningkatan dan pengembangan serta inovasi-inovasi media pembelajaran untuk semua mata pelajaran b. pendidik. Standar sumber belajar lainnya untuk setiap satuan pendidikan dinyatakan dalam rasio jumlah sumber belajar terhadap peserta didik sesuai dengan jenis sumber belajar dan karakteristik satuan pendidikan. Satuan pendidikan yang memiliki peserta didik. kenyamanan. Standar keragaman jenis peralatan laboratorium ilmu pengetahuan alam (IPA). Standar jumlah buku teks pelajaran di perpustakaan dinyatakan dalam rasio minimal jumlah buku teks pelajaran untuk masing-masing mata pelajaran di perpustakaan satuan pendidikan per peserta didik. dan/atau tenaga kependidikan yang memerlukan layanan khusus wajib menyediakan akses ke sarana dan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Standar letak lahan satuan pendidikan mempertimbangkan keamanan. Standar keragaman buku perpustakaan dinyatakan dalam jumlah minimal judul buku di perpustakaan satuan pendidikan. dan rasio luas lahan per peserta didik dirumuskan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. dll) pendidikan dan atau pembelajaran d. bahan habis pakai. laboratorium komputer. Pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan menjadi tanggung jawab satuan pendidikan yang bersangkutan. Standar rasio luas ruang kelas per peserta didik. Bahasa. laboratorium. dan lahan pertamanan untuk menjadikan satuan pendidikan suatu lingkungan yang secara ekologis nyaman dan sehat. buku dan sumber belajar lainnya. lahan untuk prasarana penunjang. Standar letak lahan satuan pendidikan mempertimbangkan jarak tempuh maksimal yang harus dilalui oleh peserta didik untuk menjangkau satuan pendidikan tersebut. dan kesehatan lingkungan. Pengembangan jaringan internet. dan h. Standar jumlah peralatan dinyatakan dalam rasio minimal jumlah peralatan per peserta didik. serta letak lahan satuan pendidikan di dalam klaster satuan pendidikan yang menjadi pengumpan masukan peserta didik. Pengembangan prasarana (ruang. Penciptaan atau pengembangan lingkungan belajar yang kondusif e. Pemeliharaan dilakukan secara berkala dan berkesinambungan dengan memperhatikan masa pakai.pendidikan. IPA. lahan praktek. Pengembangan peralatan dan inovasi-inovasi pusat-pusat sumber belajar. baik bagi peserta didik. laboratorium bahasa. Standar letak lahan satuan pendidikan mempertimbangkan letak lahan satuan pendidikan di dalam klaster satuan pendidikan sejenis dan sejenjang. dan laboratorium lainnya f. Pengembangan atau peningkatan peralatan/bahan perawatan sarana dan prasarana pendidikan. Lahan satuan pendidikan meliputi sekurang-kurangnya lahan untuk bangunan satuan pendidikan. 14 . pendidik maupun tenaga kependidikan g. Peningkatan dan pengembangan serta inovasi-inovasi peralatan pembelajaran untuk semua mata pelajaran c. Peningkatan dan pengembangan peralatan laboratorium komputer. dan peralatan pembelajaran lain pada satuan pendidikan dinyatakan dalam daftar yang berisi jenis minimal peralatan yang harus tersedia. Standar lahan satuan pendidikan dinyatakan dalam rasio luas lahan per peserta didik. Standar kualitas bangunan minimal pada SMP adalah kelas B. serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Adapun program-program dan kegiatan yang dapat dikembangkan mengenai standar prasarana dan sarana baik secara kuantitas maupun kualitas antara lain: a.

baik dalam lab komputer peserta didik. Pengelolaan satuan pendidikan menjadi tanggung jawab kepala satuan pendidikan. Terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas media dan peralatan pembelajaran praktik tiap mata pelajaran untuk semua jenjang kelas. Pengembangan Standar Pengelolaan Pendidikan Seperti dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP bahwa yang dimaksudkan dengan standar pengelolaan pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan.Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. dan g. yang memiliki wawasan. guru maupun kepala sekolah f. tokoh masyarakat. selaras dengan strategi pembelajaran yang diterapkan (khususnya CTL) e. Rapat dewan pendidik dilaksanakan atas dasar prinsip musyawarah mufakat yang berorientasi pada mutu. selaras dengan strategi pembelajaran yang diterapkan (khususnya CTL) b. peralatan. Keputusan akademik pada satuan pendidikan ditetapkan oleh rapat dewan pendidik. dan akuntabilitas dalam perencanaan program. yang menunjukkan seluruh kategori aktifitas satuan pendidikan selama satu tahun dan dirinci secara semesteran. selaras dengan strategi pembelajaran yang diterapkan (khususnya CTL) c. dan mingguan. partisipasi. bulanan. dan pendidik. pendayagunaan tenaga kependidikan. Pengelolaan SMP menerapkan manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian. Kalender kegiatan pendidikan. atau nasional agar tercapai efesiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. Terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas prasarana pendidikan dan atau pembelajaran d. dan apabila keputusan dengan prinsip musyawarah mufakat tidak tercapai. dan pengawasan. dan media pembelajaran atau sekolah secara berkala. 6. Komite Sekolah sekurang-kurangnya terdiri dari anggota masyarakat yang mewakili orang tua/wali peserta didik. Terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas media pembelajaran tiap mata pelajaran untuk semua jenjang kelas. pelaksanaan. Struktur organisasi satuan pendidikan. Pembagian tugas di antara pendidik. kemitraan. penilaian kemajuan hasil belajar. praktisi pendidikan. provinsi. Pembagian tugas di antara tenaga 15 . kepedulian dan komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan. kabupaten/kota. Setiap satuan pendidikan harus memiliki pedoman atau aturan yang sekurang-kurangnya mengatur tentang: Kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabus. Terlaksananya perawatan prasarana. keterbukaan. Pada jenjang pendidikan SMP melibatkan Komite Sekolah. dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. Pada satuan pendidikan SMP kepala satuan pendidikan dalam melaksanakan tugasnya dibantu minimal oleh satu orang wakil kepala satuan pendidikan. pengambilan keputusan ditetapkan atas dasar suara terbanyak. Terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas peralatan pembelajaran tiap mata pelajaran untuk semua jenjang kelas. penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan. pusat media pembelajaran audio visual). Terpasangnya jaringan internet. Terdapat prasarana sumber-sumber belajar yang memadai (perpustakaan. kegiatan pembelajaran. pengelolaan sarana dan prasana pendidikan.

program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan yang meliputi sekurangkurangnya jenis. peserta. Pelaporan dilakukan oleh pendidik. mata pelajaran yang ditawarkan pada semester gasal. Untuk jenjang SMP. Pemantauan dilakukan untuk menilai efisiensi. dan rapat satuan pendidikan dengan komite sekolah. Peraturan akademik. tenaga kependidikan dan peserta didik. durasi. Pelaksanaan pengelolaan satuan pendidikan berpedoman kepada rencana kerja tahunan. dan pengawas atau penilik satuan pendidikan. Supervisi mengacu pada Standar Nasional Pendidikan dan Pedoman Program Penjaminan Mutu yang diterbitkan oleh Departemen. kegiatan ekstrakurikuler. Tata tertib satuan pendidikan. pemeriksaan. berisi hasil evaluasi dan penilaian dan dilakukan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. Rencana kerja tahunan merupakan penjabaran rinci dari rencana kerja jangka menengah satuan pendidikan yang meliputi masa 5 (lima) tahun. dan hari libur. Pelaksanaan kegiatan tersebut harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari rapat dewan pendidik dan komite sekolah dan kemudian dipertanggungjawabkan kepada rapat dewan pendidik dan komite sekolah. serta penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana. pengadaan. jadwal rapat Dewan Pendidik. Rencana kerja meliputi sekurang-kurangnya: kalender pendidikan atau akademik yang meliputi sekurang-kurangnya jadwal pembelajaran. Kode etik hubungan antara sesama warga di dalam lingkungan satuan pendidikan dan hubungan antara warga satuan pendidikan dengan masyarakat. berisi pelaksanaan teknis dari tugas masing-masing dan dilakukan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. ujian. efisien. dan akuntabilitas satuan pendidikan. buku teks pelajaran yang dipakai pada masingmasing mata pelajaran. rapat konsultasi satuan pendidikan dengan orang tua/wali peserta didik. Pemantauan dilakukan secara teratur dan berkesinambungan oleh pemimpin satuan pendidikan dan komite sekolah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan. tenaga kependidikan. efektif. evaluasi. dan semester pendek bila ada. jadwal penyusunan laporan akuntabilitas dan kinerja satuan pendidikan untuk satu tahun terakhir. Pelaksanaan kegiatan yang perlu atau mendesak tetapi tidak diprogramkan di dalam rencana kerja tahunan dilaksanakan secara ad-hoc dan bertanggung jawab. pelaksanaan pengelolaan satuan pendidikan yang tidak sesuai dengan rencana kerja tahunan harus mendapat persetujuan dari rapat dewan pendidik dan komite sekolah. pemimpin satuan pendidikan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pembelajaran. dan akuntabel. supervisi. Supervisi meliputi supervisi manajerial dan akademik. Setiap satuan pendidikan dikelola atas dasar rencana kerja tahunan. Pada jenjang pendidikan SMP laporan oleh pendidik ditujukan kepada pemimpin satuan pendidikan dan orang tua/wali peserta didik. Pelaksanaan pengelolaan satuan pendidikan dilaksanakan secara mandiri. pelaporan. semester genap. efektivitas. Rencana kerja harus disetujui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Sekolah. laporan oleh pemimpin satuan pendidikan ditujukan kepada komite 16 . Untuk pendidikan SMP. dan tindak lanjut hasil pengawasan. Pengawasan satuan pendidikan meliputi pemantauan. jadwal penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk tahun ajaran berikutnya. ulangan.kependidikan. penggunaan. yang minimal meliputi tata tertib pendidik. Supervisi dilakukan secara teratur dan berkesinambungan oleh pengawas atau penilik satuan pendidikan dan kepala satuan pendidikan. Laporan oleh tenaga kependidikan ditujukan kepada pemimpin satuan pendidikan. dan persediaan minimal bahan habis pakai. penugasan pendidik pada mata pelajaran dan kegiatan lainnya. dan penyelenggara program. rencana anggaran pendapatan dan belanja satuan pendidikan untuk masa kerja satu tahun.

Penggalangan partisipasi masyarakat (pemberdayaan komite sekolah) k. baik untuk jangka pendek. partisipasi/kerjasama. Setiap pihak yang menerima laporan wajib menindak lanjuti laporan tersebut untuk meningkatkan mutu dan kesehatan satuan pendidikan. Terdapat struktur dan keorganisasian sekolah sesuai dengan kebutuhan sekolah beserta tupoksi dan pedoman-pedoman kerjanya d. Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. Pelaksanaan supervisi klinis oleh kepala sekolah j. Terdapat dokumen rencana pengembangan sekolah (RPS) tiap tahun. Tersedianya kelengkapan administrasi sekolah sesuai dengan kebutuhan dan memenuhi standar e-goverment yang efisien dan efektif 17 . keuangan. Pengembangan dan melengkapi administrasi sekolah g. menengah maupun panjang b. dan kontinyuitas baik mengenai program. menengah maupun panjang b. transparansi. Mendukung pengembangan perangkat penilaian f. dan model lain yang pada dasarnya mengembangkan aspek-aspek manajemen untuk pengembangan standarstandar pendidikan n. Melaksanakan dan membuat pelaporan-pelaporan kepada berbagai pihak yang relevan. berisi hasil evaluasi dan dilakukan sekurangkurangnya setiap akhir semester. termasuk memberikan sanksi atas pelanggaran yang ditemukannya. akuntabilitas. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi oleh sekolah tentang kinerja sekolah i. Terdapat dokumen pengembangan pendayagunaan SDM sekolah dengan cara membuat dan pembagian tugas-tugas secara jelas beserta pelaksanaannya c. Adapun beberapa program dan kegiatan yang dapat dikembangkan atau ditingkatkan pada standar pengelolaan pendidikan antara lain: a. Implementasi MBS mengenai kemandirian/otonomi sekolah. hasil-hasil program serta lainnya oleh pihak manajemen sekolah (lihat pedoman pelaksanaan MBS pada Buku MBS yang diterbitkan oleh Dit. Pengembangan pendayagunaan SDM sekolah dengan cara membuat dan pembagian tugas-tugas secara jelas c. Membuat atau menciptakan jaringan kerja yang efektif dan efisien baik secara vertikal dan horisontal m. Membuat jaringan informasi akademik di internal maupun eksternal sekolah (SIM) l. Pengembangan atau pembuatan rencana pengembangan sekolah (RPS) tiap tahun. Terlaksananya pembelajaran secara efektif dan efisien dengan dibuktikan oleh prestasi yang dicapai dan pemanfaatan input pendidikan yang ada e. baik menyangkut bidang akademik. PDCA. dan o. Pengembangan struktur dan keorganisasian sekolah sesuai dengan kebutuhan sekolah d. Implementasi model-model manajemen: POAC. dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Mengembangkan Income Generating Activities atau unit-unit produksi/usaha di sekolah maupun kerjasama dengan pihak lain untuk menggalang partisipasi masyarakat. Melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efisien e.Pembinaan SMP) h. fleksibilitas.sekolah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan. baik untuk jangka pendek. non akademik atau manajemen sekolah lainnya.

dan biaya personal.f. biaya operasi. baik menyangkut bidang akademik. Kepemimpinan kepala sekolah mampu melaksanakan ciri-ciri sebagai leader yang tangguh h. transportasi. dan m. baik donatur tetap maupun tidak tetap b. pemeliharaan sarana dan prasarana. program-program dan pengelolaan yang fleksibilitas. pengembangan SDM. Penciptaan usaha-usaha di sekolah atau di luar sekolah sebagai Income Generating Activities d. Menjalin kerjasama dengan alumni. Terciptanya jaringan kerja yang efektif dan efisien baik secara vertikal dan horisontal k. 7. Terdapat jaringan informasi akademik di internal maupun eksternal sekolah (SIM) j. Terselenggaranya penggalangan partisipasi masyarakat (pemberdayaan komite sekolah) secara optimal dalam berbagai bentuk/bidang i. bahan atau peralatan pendidikan habis pakai. Sedangkan yang dimaksudkan dengan biaya operasi satuan pendidikan adalah bagian dari dana pendidikan yang diperlukan untuk membiayai kegiatan operasi satuan pendidikan agar dapat berlangsungnya kegiatan pendidikan yang sesuai standar nasional pendidikan secara teratur dan berkelanjutan. khususnya untuk penggalangan dana pendidikan 18 . dan modal kerja tetap. Penggalangan dana dari berbagai sumber termasuk dari sponsor c. akuntabel. transparan. Mengimplementasikan MBS dengan indikator pencapaian sekolah/manajemen mampu: mandiri/otonom. uang lembur. Biaya investasi termasuk untuk biaya penyediaan sarpras. non akademik atau manajemen sekolah lainnya. Pendayagunaan potensi sekolah dan lingkungan yang menghasilkan keuntungan ekonomik e. Pengembangan jalinan kerja dengan penyandang dana. dan lain sebagainya. konsumsi. Terdapat dokumen laporan kepada berbagai pihak yang relevan. maka sekolah dapat mengembangkan program atau kegiatan yang didasarkan atas musyawarah dan mufakat serta persetujuan dari stakeholder (termasuk Komite Sekolah) serta sesuai dengan koridor peraturan perundangan yang berlaku. Biaya operasi satuan pendidikan meliputi: gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji. Biaya personal meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan. keuangan. dan biaya operasi pendidikan tak langsung seperti daya. seperti misalnya: a. asuransi. air. melakukan partisipasi/kerjasama dengan masyarakat dan lainnya. hasil-hasil program serta lainnya oleh pihak manajemen sekolah g. Dalam upaya membantu memenuhi dan mencapai standar biaya pendidikan yang memadai. Pembiayaan pendidikan terdiri dari biaya investasi. Pengembangan Standar Pembiayaan Pendidikan Seperti dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP bahwa standar pembiayaan mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan. Terdapat sistem pengelolaan dalam Income Generating Activities atau unit-unit produksi/usaha di sekolah maupun kerjasama dengan pihak lain untuk menggalang partisipasi masyarakat secara profesional. jasa telekomunikasi. dan terdapat kontinyuitas baik mengenai program. Terdapat berbagai model pengembangan pengelolaan sekolah l. pajak.

memperbaiki proses pembelajaran. toko. Ujian nasional merupakan penilaian bersifat nasional atas pencapaian standar kompetensi lulusan oleh peserta didik hasilnya dapat dibandingkan baik antar satuan pendidikan. dan kesehatan dilakukan melalui: pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta didik. Pengembangan Standar Penilaian Pendidikan Dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP bahwa standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. Penilaian hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik secara berkesinambungan untuk memantau proses. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik. Dan sebagainya Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi diukur melalui ujian. peserta didik harus mendapatkan nilai yang sama atau lebih besar dari nilai batas ambang kompetensi yang dirumuskan oleh BSNP. Tertdapat usaha nyata sekolah dalam hal IGA atau unit produksi sekolah (koperasi. serta kelompok mata pelajaran jasmani. ulangan. dan ujian. baik tetap maupun ridak tetap dan terdapat pemasukan dana b. kelompok mata pelajaran estetika. Penilaian akhir mempertimbangkan hasil penilaian peserta didik sejak awal hingga akhir masa studi. ketakwaan. penugasan. 19 . ketakwaan. olah raga. dan akhlak mulia. dan kesehatan . dan instrumen penilaian prestasi belajar peserta didik. kemampuan. Terjalin kerjasama dengan penyandang dana. ketakwaan. dan akhlak mulia. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. dan menentukan kelulusan peserta didik. dan akhlak mulia dan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui: pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi yang dinilai. dll) c. prosedur. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani. dan kemajuan hasil belajar. kantin. olah raga.f. Penilaian digunakan untuk: menilai pencapaian kompetensi peserta didik. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. ulangan. ulangan. olah raga. Terdapat jalinan kerjasama dengan alumni dalam penggalangan dana 8. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran keimanan. pada kelompok mata pelajaran keimanan. Untuk mengikuti ujian akhir satuan pendidikan. Ujian akhir dilakukan untuk semua mata pelajaran kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menentukan kelulusan peserta didik. dan kesehatan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kelulusan peserta didik dari penilaian akhir satuan pendidikan. dan kelompok mata pelajaran jasmani. serta ujian. kelompok mata pelajaran estetika. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dilakukan penilaian akhir pada setiap satuan pendidikan untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran keimanan.

bahan pertimbangan dalam menentukan kelulusan peserta didik dari program pendidikan dan/atau satuan pendidikan. Pengembangan instrumen atau perangkat soal-soal untuk berbagai model evaluasi d. BSNP bekerja sama dengan LPMP. Setiap peserta didik berhak mengikuti Ujian Nasional dan berhak mengulanginya sepanjang belum dinyatakan lulus dari satuan pendidikan. memperoleh nilai minimal baik pada evaluasi akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran keimanan. salah satu dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya. ketakwaan. Bahasa Inggris. Peserta didik dinyatakan lulus setelah: menyelesaikan seluruh program pembelajaran. dan/atau program pendidikan. kelompok mata pelajaran estetika. Hasil Ujian Nasional digunakan sebagai : salah satu instrumen dalam pemetaan mutu satuan pendidikan dan/atau program pendidikan. dan satuan pendidikan. Oleh karena itu perlu mengembangkan. maupun antar waktu. meningkatkan dan melaksanakan beberapa program dan kegiatan penilaian seperti misalnya: a. Pemerintah Kabupaten/Kota. Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia. ulangan akhir semester. Dalam teknis pelaksanaan Ujian Nasional di tingkat provinsi. ulangan tengah semester. Pengembangan perangkat model-model penilaian pembelajaran b. dll c. Pengembangan lomba-lomba. dan lulus Ujian Nasional. berkeadilan. Pada jenjang SMP. dan digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Peserta didik pendidikan informal dapat mengikuti ujian nasional setelah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh BSNP. Ujian Nasional diadakan sekurang-kurangnya satu kali dan sebanyak-banyaknya dua kali dalam satu tahun pelajaran. Kriteria kelulusan ujian nasional dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. Soal pada Ujian Nasional mewakili seluruh cakupan materi yang ada pada standar kompetensi lulusan dari mata pelajaran yang diujikan. dan akuntabel. Jadual pelaksanaan Ujian Nasional ditetapkan oleh Menteri. Rata-rata tahunan hasil Ujian Nasional yang diperoleh program pendidikan dan/atau satuan pendidikan dipertimbangkan dalam akreditasi satuan pendidikan dan/atau program pendidikan. uji coba. Matematika. dan kelompok mata pelajaran jasmani. dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan oleh peserta didik. dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Peserta ujian nasional memperoleh Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional yang selanjutnya disebut SKHUN yang diterbitkan oleh satuan pendidikan penyelenggara Ujian Nasional. Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditetapkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan sesuai dengan kriteria yang dikembangkan dan ditetapkan oleh BSNP. Implementasi model evaluasi pembelajaran: ulangan harian. dan akhlak mulia. ulangan kenaikan kelas. Pengembangan pedoman-pedoman evaluasi sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau BSNP e. Standar kompetensi pada mata pelajaran yang diujikan dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. satuan pendidikan. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. olah raga. Penilaian kompetensi peserta didik pada Ujian Nasional dilakukan secara obyektif. lulus ujian akhir kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan. Setiap peserta didik wajib mengikuti satu kali Ujian Nasional tanpa dipungut biaya. BSNP menyelenggarakan Ujian Nasional yang diikuti peserta didik untuk mengukur kompetensi peserta didik dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.antara daerah. Pemerintah Provinsi. dan sejenisnya dalam upaya peningkatan standar nilai atau ketuntasan kompetensi 20 . dan kesehatan .

f. Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk melaksanakan penilaian dalam rangka pengembangan perangkat penilaian sampai dengan analisa dan pelaporan hasil belajar peserta didik, dan g. Melaksanakan kerjasama dengan pihak lain untuk melaksanakan tes atau uji coba prestasi peserta didik secara periodik Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. Terdapat perangkat penilaian berbagai ragam untuk semua mapel semua jenjang kelas/tingka b. Terselenggara berbagai model evaluasi: ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, dll c. Terdapat dokumen pengembangan bank soal, dan d. Terdapat berbagai macam lomba, uji coba, dan jenis lainnya untuk peningkatan prestasi peserta didik. Dari berbagai program pengembangan tersebut selanjutnya dapat dibuat kerangka kerja/program dan target yang diinginkan dengan berbagai strategi pelaksanaannya sebagai berikut: Program Dan Hasil Yang Diharapkan
Isi (Kurikulum) Proses Kelulusan Pengelolaan Pembiayaan Pendidik & Tnaga Kependidikan Prasarana dan Sarana Penilaian Lainnya

N o

1 2 3 5

5

Mengimplementa sikan MBS Mengembangkan Inovasi Pembelajaran Menciptakan Komunitas Belajar Mengembangkan Profesionalitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan Menggalang Partisipasi Masyarakat

Strategi

• •

• • •

• • •

• • •

• •

• •

21

KETERANGAN:  Dengan strategi implementasi MBS di sekolah dapat dilaksanakan program-program yang relevan dengan pengembangan kurikulum atau kurikulum satuan pendidikan yang akan dilaksanakan, inovasi proses pembelajaran, pencapaian kompetensi lulusan yang makin meningkat, pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan, pengembangan prasarana dan sarana, pengembangan pengelolaan pendidikan di sekolah, pencapaian pembiayaan pendidikan di sekolah yang proporsional, pengembangan sistem penilaian, dan program lain yang sesuai dengan kebutuhan serta kondisi lingkungan sekolah/masyarakat. Dengan strategi pengembangan inovasi pembelajaran di sekolah dapat dilaksanakan program-program yang relevan dengan pengembangan dan penerapan berbagai model proses pembelajaran terutama penerapan CTL di sekolah, pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan yang mampu menerapkan CTL, pengembangan prasarana dan sarana pendukung pelaksanaan CTL, pengembangan pengelolaan pendidikan di sekolah yang mengakomodasi pelaksanaan pembelajaran CTL, pengembangan sistem penilaian yang didasarkan atas penerapan pembelajaran CTL, dan program lain yang sesuai dengan kebutuhan serta kondisi lingkungan sekolah. Dengan strategi penciptaan komunitas belajar yang kondusif di sekolah dapat dilaksanakan program-program yang mengarah kepada budaya pengembangan kurikulum yang kontekstual oleh pendidik, budaya inovatif pendidik dalam pengembangan pendekatan proses pembelajaran yang kontekstual, pengembangan dan pengkondisian peserta didik yang mengarah kepada kompetisi untuk mencapai kompetensi yang tinggi, penciptaan budaya dan pengembangan kompetensi (profesionalitas, pedagogik, kepribadian, sosiologis) pendidik dan tenaga kependidikan, penciptaan peluang atau keslimaan dan pendayagunaan secara optimal prasarana dan sarana serta potensi sumber daya sekolah lainnya, penciptaan dan pengembangan pengelolaan sekolah yang kontekstual dengan kebutuhan sekolah serta penciptaan budaya entrepreneurship di lingkungan sekolah. Dengan strategi pengembangan perofesionalitas pendidik dan tenaga kependidikan , dapat dilaksanakan program-program yang relevan seperti: peningkatan kemampuan pendidik dan tenaga kependidikan agar mampu mengembangkan kurikulum atau kurikulum satuan pendidikan, melakukan inovasi proses pembelajaran, mengembangkan prasarana dan sarana pendidikan, mengembangkan model/sistem pengelolaan pendidikan di sekolah, mengembangkan usaha dan income generating di sekolah, dan mengembangkan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan KBK. Dengan strategi penggalangan partisipasi masyarakat, dapat dilaksanakan programprogram yang relevan seperti: peningkatan kerjasama, kemitraan, dan pengoptimasian potensi sumber daya masyarakat (stakeholder) dan atau komite sekolah untuk membantu mengembangkan kurikulum, proses pembelajaran, tenaga pendidik dan kependidikan, sarpras, pengelolaan sekolah, pembiayaan pendidikan, dan bahkan dalam pelaksanaan pengembangan penilaian peserta didik. 22

D. Proses Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) Dalam penyusunan RPS harus menerapkan prinsip-prinsip: memperbaiki prestasi belajar siswa, membawa perubahan yang lebih baik (peningkatan/ pengembangan), sistematis, terarah, terpadu (saling terkait & sepadan), menyeluruh, tanggap terhadap perubahan, demand driven (berdasarkan kebutuhan), partisipasi, keterwakilan, transparansi, data driven, realistik sesuai dengan hasil analisis SWOT, dan mendasarkan pada hasil review dan evaluasi. 1. Penyusunan dan Pelaksanaan RPS Faktor penting yang harus diperhatikan oleh setiap sekolah adalah konsistensi anatara perencanaan dengan pelaksanaan pengembangan sekolah. Perencanaan sekolah yang baik akan memberikan kontribusi keberhasilan yang besar dalam implementasinya.
Desai Desai n n Implementa Implementa si si Evalua Evalua si si

RPS RPS

RPS RPS

RPS RPS

Cakupan Isi RPS Kualitas RPS

Kepatuhan Implementasi dengan Desain RPS

Kesesuaian Hasil dengan Desain RPS

Sedangkan perencanaan yang kurang baik akan memberikan dampak yang kurang baik pula terhadap impelemntasinya. Oleh karena itu dalam setiap membuat RPS, sekolah harus mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi seperti kondisi lingkungan strategis, kondisi sekolah saat ini, dan harapan masa datang. Alur berfikir dan keterkaitan antara perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sekolah dapat dilihat pada gambar 2.
Gambar 2. Penyusunan dan Pelaksanaan Perencanaan Sekolah Analisis Lingkungan Analisis Lingkungan Strategis Strategis

SituasiPendidikan Pendidikan Situasi saatini ini saat

Kesenjanga n

SituasiPendidikan Pendidikan Situasi yangdiharapkan diharapkan yang

RencanaStrategis Strategis Rencana (5tahun) tahun) (5

Rencana Rencana Operasional Operasional (1 tahun) (1 tahun)
Pelaksanaan Pelaksanaan Program Program Monitoring & Monitoring & Evaluasi Evaluasi

23

kondisi perpolitikan. kepala sekolah. 2) Melakukan analisis situasi pendidikan sekolah saat ini Adalah suatu analisis atau kajian yang dilakukan oleh sekolah untuk mengetahui semua unsur sekolah yang akan dan telah mempengaruhi penyelenggaraan pendidikan dan hasil-hasilnya. Berbagai faktor tersebut diantaranya adalah kondisi sosial masyarakat. perkembangan IPTEK. fasilitas atau sarpras. Programprogram dalam Renop lebih detail yang akan dilaksankan dan dicapai dalam satu tahun. Program-program tersebut lebih bersifat garis besar. dan sebaginya. tenaga perpustakaan. kelulusan. buku. Aspek atau unsur-unsur sekolah yang secara internal dapat dikaji antara lain mengenai kondisi saat ini tentang: PBM. peserta didik. tenaga TU. kondisi keamanan lingkungan. perkembangan globaliasasi. sehingga dapat diketahui sejauhmana kesenjangan yang terjadi. yang semuanya mengacu kepada SNP. Hasil kajian ini dapat dipergunakan untuk menentukan visi sekolah. media pengajaran. baik menyangkut fisik maupun non fisik. yaitu Rencana Strategis (Renstra) Sekolah dalam jangka menengah (lima tahunan) dan Rencana Operasional (Renop) Sekolah dalam jangka pendek (satu tahunan). kondisi ekonomi masyarakat dan nasional. Langkah-langkah penyusunan Renstra dalam RPS: 1) Melakukan analisis lingkungan strategis sekolah Dalam analisis ini pihak sekolah melakukan kajian tentang faktor-faktor eksternal sekolah. Hasil ini selanjutnya akan dibvandingkan dengan kondisi ideal yang diharapkan di masa lima tahun mendatang. Sedangkan Renop merupakan bagian tak terpisahkan dari Renstra. dan sebaginya. yang dapat mempengaruhi penyelenggaraan pendidikan. sedangkan Renop dibuat pada tahun pertama dari lima tahun yang akan dilaksanakan. dan lebih merupakan penjabaran operasional dari Renstra. laboran. Baik dalam Renstra maupun Renop semua sumber dana dan alokasi biaya sudah dapat diprediksi sebelumnya. Langkah-langkah Penyusunan RPS: Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Operasional (Renop) Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa RPS berisi dua rencana pengembangan pendidikan ditinjau dari jangka waktunya.2. guru. Analisis ini lebih menitikberatkan kepada analisis situasi pendidikan jenjang SMP pada umumnya di sekitar sekolah yang bersangkutan. regulasi/kebijakan pemerintah pusat dan daerah. Dengan demikian Renstra dibuat pada awal tahun untuk lima tahun mendatang. kondisi geografis lingkungan sekolah. Secara lebih rinci dalam pentahapan proses penyusunan RPS adalah sebagai berikut: a. baik Renstra maupun Renop harus memperhatikan kebutuhan sekolah. 24 . manajemen sekolah. peran komite sekolah. Dalam hal program. kurikulum. Hasil kajian ini dapat dirumuskan dalam ”education profile” pada suatu daerah yang dapat dipergunakan untuk menentukan ”status” atau potret pendidikan di SMP saat ini . Renstra menggambarkan suatu perencanaan pengembangan sekolah yang menggambarkan tentang program-program sekolah yang akan dilaksanakan dan dicapai selama kurun waktu lima tahun. masyarakat serta sesuai dengan RPPP dan RPPN. sistem penilaian/evaluasi. kondisi demografis masyarakat sekitar. pembiayaan dan sumber dana sekolah.

antara lain: (1) perkembangan iptek begitu cepat akan berpengaruh pada semua aspek kehidupan termasuk teknologi pendidikan. sehingga sekolah yang mutunya jelek akan ditinggalkan mereka. serta (8) masyarakat semakin faham bahwa pendidikan bukan hanya untuk hal-hal yang bersifat kognitif. Berikut itu beberapa contoh perkembangan ke depan yang perlu diperhatikan. Hasil analisis ini selanjutnya akan dipergunakan untuk membandingkan dengan kondisi sekolah saat ini (poin 2). kesenjangan tersebut merupakan selisih antara kondisi nyata sekarang dengan kondisi idealnya. sehingga akan banyak tenaga kerja asing di Indonesia. maka selanjutnya sekolah dapat menentukan kesenjangan yang terjadi antara keduanya. standar kelulusan. feasible. standar pembiayaan. Artinya visi suatu sekolah harus mengacu kepada kebijakan umum pendidian yang tekah ditetapkan secara nasional. Kesenjangan itulah merupakan sasaran yang harus dicapai atau diatasi. Imajinasi ke depan seperti itu akan selalu diwarnai oleh peluang dan tantangan yang diyakini akan terjadi di masa datang.3) Melakukan analisis situasi pendidikan sekolah yang diharapkan 5 tahun kedepan Sekolah melakukan suatu kajian atau penelaahan tentang cita-cita potret pendidikan di SMP yang ideal di masa datang (khususnya dalam lima tahun mendatang). (7) di era AFTA juga sangat mungkin terjadi pembukaan “cabang” sekolah luar negeri di kota besar di Indonesia. dan sebagainya. (6) di era AFTA yang sebentar lagi dimulai bahasa Inggris akan sangat penting untuk sarana komunikasi di dunia kerja. dan standar penilaian. standar fasilitas. Dalam menentukan visi tersebut. Hal itu penting difahami untuk menghindari terjadinya kekeliruan bahwa sekolah “bebas” menentukan 25 . standar PBM. (5) era global tampaknya juga berpengaruh terhadap perilaku dan moral manusia. Diharapkan apa yang menjadi idealisme dalam lima tahun mendatang merupakan ”education profile yang ideal”. Dalam analisis ini melibatkan semua stakeholder sekolah. (5) kesadaran orangtua akan pentingnya pendidikan yang baik bagi anaknya ternyata paralel dengan persaingan antar sekolah untuk menggaet anak yang pandai dengan orangtua yang penuh perhatian. Dengan kata lain. sehingga apa yang diharapkan sekolah secara ideal dapat dicapai. sehingga dapat menentukan kondisi sekolah yang benarbenar ideal tetapi terukur. 4) Menentukan kesenjangan antara situasi pendidikan sekolah saat ini dan yang diharapkan 5 tahun kedepan Berdasarkan pada hasil analisis sekolah saat ini dan analisis kondisi sekolah yang idieal lima tahun mendatang (langkah 2 dan 3). 5) Merumuskan visi Visi adalah imajinasi moral yang menggambarkan profil sekolah yang diinginkan di masa datang. yaitu mampu mencapai SNP. yaitu tercapainya standar kurikulum sekolah. standar pengelolaan. Namun demikian visi sekolah harus tetap berada dalam koridor kebijakan pendidikan nasional. sebaliknya banyak tenaga kerja Indonesia di luar negeri (3) era informasi yang menyebabkan siswa dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber sehingga guru dan sekolah bukan lagi satu-satunya sumber informasi. (2) era global akan menyebabkan lalu lintas tenaga kerja sangat mudah. sehingga sekolah diharapkan berperan menanamkan akhlaq kepada siswa. sekolah harus memperhatikan perkembangan dan tantangan masa depan. dan rasional. standar pendidik dan tenaga kependidikan. sehingga prinsip multiple intelegence menjadi salah satu harapan. khususnya mereka yang memiliki cara pandang yang visioner.

Misalnya. misi adalah bentuk layanan untuk memenuhi tuntutan yang dituangkan dalam visi dengan berbagai indikatornya. d. misi dan tujuan baku SMP yang telah ditetapkan. f. Menunjukkan keyakinan masa depan yang jauh lebih baik. Menjadi dasar perumusan misi dan tujuan sekolah. selanjutnya sekolah merumuskan tujuan jangka menengah (5 tahun). Dengan kata lain. proses. Isi tujuan jangka menengah ini masih bersifat global dan komprehensif. Sering pula dirumuskan dalam bentuk kalimat yang khas.visinya dan tidak terkait dengan kebijakan pihak lain. b. baik isi yang mengarah pada pencapaian standar isi. c. Antara indikator visi dengan sumusan misi harus ada keterkaitan atau terdapat benang merahnya secara jelas. Mampu menjadi dasar dan mendorong terjadinya perubahan dan pengembangan sekolah ke arah yang lebih baik. yang sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing. Juga harus dipertimbangkan apa potensi yang dimiliki sekolah untuk mewujudkan harapan tersebut. Mencerminkan dorongan yang kuat akan tumbuhnya inspirasi. Oleh karena itu sekolah lain dianjurkan merumuskan visinya sendiri. Dengan demikian tujuan jangka menengah (5 tahun) pada dasarnya merupakan tahapan atau langkah untuk mewujudkan visi. Sebagaimana disebut terdahulu. Jika visi. dan berdasarkan tujuan baku SMP yang tertera dalam Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional maupun Peraturan Pemerintah sebagai pedoman pelaksanaannya. sarana. apa indikator sekolah yang “unggul dalam prestasi berdasarkan iman dan taqwa” tersebut. maupun penilaian karena untuk kepentingan jangka 26 . Jadi misi merupakan penjabaran visi dalam bentuk rumusan tugas. satu indikator misi dapat dirumuskan lebih dari satu rumusan misi. 6) Merumuskan misi sekolah Misi adalah tindakan atau upaya untuk mewujudkan visi. Indikator sebaiknya mencakup segala aspek pokok yang diimajinasikan. dan rancangan tindakan yang dijadikan arahan untuk mewujudkan visi. Dalam hal ini. misi dan tujuan baku terkait dengan jangka panjang. kewajiban. mudah diingat dan terkait dengan istilah tertentu. visi yang dirumuskan dengan kalimat filosofis perlu diberikan indikatornya. Rumusan misi selalu dalam bentuk kalimat yang menunjukkan “tindakan” dan bukan kalimat yang menunjukkan “keadaan” sebagaimana pada rumusan visi. Mencerminkan standar keunggulan dan cita-cita yang ingin dicapai. pendidik. Visi dan disertai indikator tersebut hanyalah bahan banding dan hanya cocok dengan sekolah yang bersangkutan. pembiayaan. maka tujuan 5 tahun dikaitkan dengan jangka menengah. Di samping itu visi sekolah juga harus mempertimbangkan potensi yang dimiliki sekolah dan harapan masyarakat di sekitar sekolah. semangat dan komitmen warga. untuk jangka waktu yang lama. 7) Merumuskan tujuan sekolah selama lima (5) tahun ke depan Bertolak dari visi dan misi yang telah dikembangkan oleh sekolah. e. Rumusan visi yang baik seharusnya memberikan isyarat: a. sesuai dengan norma dan harapan masyarakat. Visi pada umumnya dirumuskan dengan kalimat yang filosofis. Berorientasi ke masa depan. bahkan seringkali mirip sebuah slogan. pengelolaan. kelulusan. Artinya jenis dan mutu layanan pendidikan seperti apa yang diharapkan oleh orangtua dan masyarakat sekitar sekolah.

sehingga perkiraan sumber dana dapat diprediksi dengan tepat. misalnya dana dari rutin atau daerah. belum spesifik/operasional. 11) Menentukan rencana biaya (alokasi dana) Selanjutnya sekolah merencanakan alokasi anggaran biaya untuk kepentingan lima tahun. Tidak menutup kemungkinan dari sumber dana lain yang saat menyusun belum tahu asal muasalnya. Dalam membuat rencana anggaran ini dari setiap besarnya alokasi dana harus dimasukkan asal semua sumber dana. dari pusat. efektif. demikian pula sebaliknya. Oleh karena itu dalam perumusan strategi ini harus mempertimbangkan keterlibatan pihak lain terkait dan kemampuan sekolah itu sendiri. Dan dalam batas waktu atau tahun tertentu baru menyusut besarnya biaya. Strategi yang salah akan menyebabkan tidak tercapainya program. dan tepat. baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif dan dalam waktu kapan akan dicapai (satu tahun. Karakteristik strategi adalah yang sesuai dengan tuntutan program.menengah (5 tahun). Artinya. Untuk selanjutnya program ini akan dijabarkan lebih kongkret dan terukur secara operasional nanti ke program dalam Rencana Operasional (Renop). maka rencana biaya untuk tahun pertama dapat dipergunakan sebagai dasar dalam menentukan biaya di tahun kedua. hanya garis besarnya saja. suatu program makin lama makin banyak biayanya. pokok. masih bersifat yang utama. Rencana biaya tersebut dapat dirumuskan per tahunnya. Karena Renstra sifatnya global. Demikian pula untuk hasil-hasil yang akan dicapai dari SNP lainnya. Semua ini sangat tergantung dari kemampuan sekolah dan daerah masing-masing. Untuk membantu keakuratan dalam rancangan biaya pertahunnya. dst). jitu. Oleh karena itu penting bagi setiap sekolah untuk mengetahui RPPK. sehingga dalam waktu lima tahun akan diketahui jumlah biaya yang diperlukan dan dari sumber biaya mana saja. dua tahun atau 10 tahun. dan kelima. dari komite sekolah. maka seandainya terjadi perubahan besarnya biaya dan asal sumber dana juga tidak 27 . dan komprehensif. urgen. ketiga. bentuk hasil yang akan dicapai sarana pendidikan apa saja dalam jangka lima tahun bisa terwujud. 8) Merumuskan program-program strategis untuk mencapai tujuan jangka menengah (5 tahun) Rumusan yang dibuat oleh sekolah tentang program-program 5 tahunan ini bersifat strategis. dan RPPN. selanjutnya adalah menetukan strategi apa yang harus dijalankan untuk melaksanakan program tersebut secara efisien. Program di sini belum operasional. program yang dirumuskan merupakan penjabaran isi dari tujuan yang akan dicapai selama kurun waktu lima tahun. Masing-masing aspek yang dikembangkan dalam tujuan jangka menengah (5 tahun) masih dirumuskan secara umum. maka selanjutnya dapat dirumuskan tentang apa-apa saja yang akan dihasilkan (sebagai output). program dan strategi pencapaiannya di atas. Dengan kata lain. 9) Menentukan strategi pelaksanaan Setelah program dirumuskan. Misalnya dari program pencapaian SNP tentang standar sarana dan prasarana pendidikan. Program strategis ini harus sesuai dengan rumusan tujuan 5 tahunan yang telah ditetapkan. Misalnya untuk pencapaian program pengembangan standar kurikulum dimungkinkan berbeda strateginya dengan strategi untuk mencapai standar prasarana atau fasilitas pendidikan. atau sebaliknya. atau dari seumber dana lainnya. 10) Menentukan milestone (output apa dan kapan dicapainya) Berdasarkan pada tujuan. RPPP. Ada kemungkinan suatu program biayanya makin lama makin berkurang karena telah terpenuhi sebelumnya.

12) Membuat rencana pemantauan dan evaluasi Sekolah merumuskan tentang rencana supervisi. monitoring internal. Pada akhirnya sekolah akan mengetahui kapan suatu target SNP akan dicapai dengan pasti. Tanpa adanya langkah ini sekolah akan cenderung berjalan tanpa ada kejelasan dan kepastian. Oleh siapa dan kapan dilaksanakan harus dirumuskan secara jelas selama kurun waktu lima tahun. dirumuskan monitoring tiap kegiatan sekolah oleh tim. penyusunan Renstra dapat dilihat pada gambar 3. dan evaluasi internal sekolahnya oleh kepala sekolah dan tim yang dibentuk sekolah. dan kelima. Secara skematis. Demikian langkah-langkah dalam proses penyusunan Renstra. Pemantauan pihak luar dilakukan kepada sekolah bukan ditentukan oleh sekolah. yang baru adalah Renopnya. Yang paling utama justru sekolah juga harus melakukan pemantauan dan supervisi sendiri untuk mengetahui posisi sekolahnya.masalah. untuk selanjutnya berdasarkan Renstra tersebut kemudian disusun Rencana Operasional Tahunan. dan harus dirumuskan evaluasi kinerja sekolah oleh tim. Perubahan tersebut akan nampak ketika sekolah menyusun Renop pada tahun kedua. Dengan penyusunan rencana anggaran yang baik dalam Renstra ini. Harus dirumuskan rencana supervisi yang akan dilakukan sekolah ke semua unsur sekolah. akan sangat membantu sekolah dalam merumuskan strategi ke depan khususnya dalam pencapaian anggaran pendidikan (RAPBS). Lingkunga n Strategis Kondisi saat ini Kesenjang an kondisi Misi 1 Tujuan 1 Program 1 Strategi Pelaksanaan Misi 2 Tujuan 2 Program 2 Harapan 5 th yad Lingkunga n Strategis VISI Misi n Tujuan n Program n Rencana Biaya Tonggak-tonggak Kunci Keberhasilan (milestone) Monitoring & Evaluasi Gambar 3 Langkah-langkah Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Lima (5) Tahun 28 . ketiga. sekolah dapat memperbaiki kelemahan proses dan dapat mengetahui keberhasilan atau kegagalan tujuan. Contoh format Renstra dapat dilihat pada lampiran. Sebab Renstra hanya dibuat sekali saat awal tahun pertama saja atau dengan kata lain Renstra tidak boleh tiap tahun berubah. Dengan demikian.

9) Menyusun rencana program sekolah 10) Menentukan milestone (output apa & kapan dicapai) 11) Menyusun rencana biaya (besar dana. Sehingga antara Renstra dan Renop harus terkait dan ada benang merahnya. pembinaan. dan tidak boleh menyimpang dari Renstra. dan pembimbingan oleh berbagai pihak yang berkepentingan dengan sekolah. Renstra dan Renop inilah yang selanjutnya akan dipergunakan sebagai dasar untuk melakukan monitoring dan evaluasi. 29 .Dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) b. sumber dana) 12) Menyusun rencana pelaksanaan program 13) Menyusun rencana pemantauan dan evaluasi 14) Membuat jadwal pelaksanaan program 15) Menentukan penanggungjawab program/kegiatan Adapun yang menjadi ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan ketika menyusun Renop sekolah adalah: 1) Menggunakan strategi analisis swot 2) Analisis swot dilakukan setiap tahun 3) Renop merupakan pemjabaran dari renstra 4) Program yang direncanakan lebih operasional 5) Ada benang merah antara tujuan lima tahunan dan sasaran (tujuan) satu tahunan 6) Rencana dan program sekolah harus memperhatikan hasil analisis SWOT 7) Penulisan Renop juga mengacu pada buku MBS-2 Secara skematis dalam menyusun Renop sekolah dapat dilihat pada gambar 5. yaitu mengubah ketidaksiapan menjadi kesiapan urusan sekolah. Langkah-langkah Penyusunan Renop dalam RPS: Renop disusun berdasarkan Renstra. alokasi. Adapun langkah-langkah penyusunan Renop adalah sebagai berikut: 1) Melakukan analisis lingkungan operasional sekolah 2) Melakukan analisis pendidikan sekolah saat ini 3) Melakukan analisis pendidikan sekolah 1 tahun kedepan (yang diharapkan) 4) Merumuskan kesenjangan antara pendidikan sekolah saat ini dan satu (1) tahun kedepan 5) Merumuskan tujuan tahunan/tujuan jangka pendek (sasaran) 6) Mengidentifikasi urusan-urusan sekolah yang perlu dilibatkan untuk mencapai setiap sasaran dan yang masih perlu diteliti tingkat kesiapannya 7) Melakukan analisis SWOT (mengenali tingkat kesiapan masing-masing urusan sekolah melalui analisis SWOT) 8) Menyusun langkah-langkah pemecahan persoalan.

………. program dan anggaran untuk masing-masing sasaran situasi operasional lingkungan sekolah Merencanakan supervisi dan monev Menentukan jadwal kegiatan Menentukan penanggungjawab Gambar 5 Langkah-langkah Penyusunan Rencana Operasional (Renop) Sekolah Satu Tahunan Dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) Secara lebih rinci penyusunan Renop tersebut adalah sebagai berikut: 1) Melakukan analisis lingkungan operasional sekolah Langkah ini pada prinsipnya adalah sama dengan analisis lingkungan strategis di atas. potensi masyarakat sekitar. potensi geografis sekitar sekolah. dan potensi lainnya. Hasil kajian ini (baik yang bersifat kuantitas maupun kualitas) dapat dipergunakan untuk membantu melakukan analisis pendidikan yang ada di sekolah saat sekarang ini. potensi sekolah. potensi ekonomi masyarakat sekitar sekolah. Yaitu menganalisis terhadap kebutuhan masyarakat/daerah setlima.. Perbedaannya adalah untuk analisis ini lebih menitikberatkan kepada lingkungan sekolah saja yang cakupannya lebih sempit dan berpengaruh langsung kepada operasional sekolah. 30 .situasi operasional lingkungan sekolah Sasaran 1 Sasaran 2 Sasaran 3 ………. Identifikasi fungsifungsi untuk mencapai sasaran Kondisi yang ideal diharapkan satu thn ke depan Kesenjangan atau gap antara kondisi sekolah sekarang dengan idealnya satu thn kedepan Analisis SWOT setiap fungsi dan faktor-faktornya Alternatif langkah-langkah pemecahan persoalan Kondisi sekolah saat ini (saat sekarang) Rencana. potensi daerah.. Termasuk di dalamnya juga tentang regulasi atau kebijakan daerah dan peta perpolitikan daerah setlima.

standar pembiayaan. Diharapkan apa yang menjadi idealisme dalam satu tahun mendatang merupakan ”school profile yang ideal”. dan sebaginya. manajemen sekolah. Secara substansi tujuan tersebut lebih mentitikberakan kepada tujuan pencapaian SNP. yaitu mampu mencapai SNP.2) Melakukan analisis pendidikan sekolah saat ini Adalah suatu analisis atau kajian yang dilakukan oleh sekolah untuk mengetahui semua unsur internal sekolah yang akan dan telah mempengaruhi penyelenggaraan pendidikan dan hasil-hasilnya. sehingga apa yang diharapkan sekolah secara ideal dapat dicapai. condition. pembiayaan dan sumber dana sekolah. standar pendidik dan tenaga kependidikan. standar kelulusan. Dalam perumusannya harus mengandung aspek ABCD (audience. Hasil ini selanjutnya akan dibandingkan dengan kondisi ideal yang diharapkan di masa satu tahun mendatang. sehingga dapat diketahui sejauhmana kesenjangan yang terjadi. kelulusan atau 31 . standar kelulusan. standar pengelolaan. Oleh karena itu. standar PBM. Sekolah melakukan suatu kajian atau penelaahan tentang cita-cita potret sekolah yang ideal di masa datang (khususnya dalam satu tahun mendatang). dan degree). Khususnya kesenjangan tentang aspek-aspek dalam SNP. 5) Merumuskan tujuan sekolah selaman satu (1) tahun ke depan (disebut juga dengan sasaran atau tujuan situasional satu tahun) Sekolah menentukan atau merumuskan sasaran atau tujuan jangka pendek satu tahunan. operasional. Hasil kajian ini dapat dirumuskan dalam ”school profile” sekolahnya yang dapat dipergunakan untuk menentukan ”status” atau potret sekolah saat ini . sistem penilaian/evaluasi. media pengajaran. yaitu standar kurikulum sekolah. Hasil analisis ini selanjutnya akan dipergunakan untuk membandingkan dengan kondisi sekolah saat ini (poin 2). behaviour. fasilitas atau sarpras. kelulusan. standar fasilitas. tenaga perpustakaan. sehingga dapat menentukan kondisi sekolah yang benar-benar ideal tetapi terukur. kurikulum. dan standar penilaian. bedanya disini untuk jangka waktu satu tahun. kesenjangan tersebut merupakan selisih antara kondisi nyata sekarang dengan kondisi idealnya satu tahun ke depan. tenaga TU. standar PBM. Dengan kata lain. standar pembiayaan. sarana. dan terukur dari tujuan lima tahunan dalam renstra. Aspek atau unsur-unsur sekolah yang secara internal dapat dikaji antara lain mengenai kondisi saat ini tentang: PBM. yaitu tercapainya standar kurikulum sekolah. Dalam analisis ini melibatkan semua stakeholder sekolah. dan rasional. proses. dan standar penilaian. kepala sekolah. feasible. peserta didik. Rumusan tujuan satu tahunan ini merupakan penjabaran lebih rinci. 4) Menentukan kesenjangan antara situasi sekolah saat ini dan yang diharapkan satu (1) tahun kedepan Dalam menentukan kesenjangan ini pada dasarnya sama ketika menyusun renstra. Berdasarkan pada hasil analisis sekolah saat ini dan analisis kondisi sekolah yang idieal satu tahun mendatang (langkah 2 dan 3). standar fasilitas. buku. maka selanjutnya sekolah dapat menentukan kesenjangan yang terjadi antara keduanya. peran komite sekolah. tujuan disini tidak boleh berbeda atau menyimpang dari tujuan lima tahunan. khususnya mereka yang memiliki cara pandang yang visioner. guru. Analisis ini lebih menitikberatkan kepada analisis situasi pendidikan di sekolah yang bersangkutan. standar pengelolaan. laboran. yaitu pada pencapaian standar isi. standar pendidik dan tenaga kependidikan. 3) Melakukan analisis pendidikan sekolah satu (1) tahun kedepan (yang diharapkan) Pada dasarnya analisis ini sama dengan yang dilakukan untuk analisis sebelumnya di renstra. Kesenjangan itulah merupakan sasaran yang harus dicapai atau diatasi dalam waktu satu tahun.

Tujuan satu tahun merupakan penjabaran dari tujuan sekolah yang telah dirumuskan berdasarkan pada kesenjangan/selisih/gap yang terjadi antara kondisi sekolah saat ini dengan tujuan sekolah untuk satu tahun ke depan. Meskipun sasaran dirumuskan berdasarkan tantangan nyata yang dihadapi oleh sekolah. perencanaan instruksional. Pada setiap fungsi ditentukan pula faktor-faktornya. Oleh karena tingkat kesiapan fungsi ditentukan oleh tingkat kesiapan masing-masing faktor yang terlibat pada setiap fungsi. kurikulum. pertandingan. dan penilaian. 7) Melakukan Analisis SWOT Analisis SWOT dilakukan dengan maksud untuk mengenali tingkat kesiapan setiap fungsi dari keseluruhan fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. selanjutnya dirumuskan sasaran mutu yang akan dicapai oleh sekolah. maka dapat dipastikan hasil analisis akan menyimpang dan tidak berguna untuk memecahkan persoalan. serta hubungan sekolah dan masyarakat. pengelolaan. misalnya untuk meningkatkan pencapaian ketuntasan kompetensi lulusan adalah fungsi proses belajar mengajar (PBM) dan pendukung PBM. dan sebagainya serta fungsi-fungsi yang berbentuk pendukung. kesiswaan. Masing-masing aspek yang dikembangkan dalam tiap tujuan dirumuskan harus operasional. diperlukan kecermatan dan kehati-hatian dalam menentukan fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang ditentukan. pembiayaan. Agar lebih mudah.prestasi sekolah (akademik dan non akademik). Sasaran harus menggambarkan mutu dan kuantitas yang ingin dicapai dan terukur agar mudah melakukan evaluasi keberhasilannya. dan sebagainya. misi. Selain itu terdapat pula fungsi-fungsi yang tidak terkait langsung dengan proses belajar mengajar. seperti: ketenagaan. dan tujuan sekolah sebelum merumuskan sasarannya. diantaranya pengelolaan keuangan dan pengembangan iklim akademik sekolah. baik faktor yang tergolong internal maupun eksternal agar setiap fungsi memiliki batasan yang jelas dan memudahkan saat melakukan analisis. Berdasarkan pada tantangan nyata tersebut. maka langkah berikutnya adalah menentukan tingkat kesiapan masing-masing fungsi beserta faktor-faktornya melalui analisis SWOT ( Strength. anggaran. Fungsi-fungsi yang dimaksud. dalam identifikasi fungsi dibedakan fungsi-fungsi pokok yang berbentuk proses. misalnya KBM. maka analisis SWOT 32 . Opportunity. Langkah ini harus dilakukan sebagai persiapan dalam melakukan analisis SWOT. pendidik. misi. selanjutnya dilakukan identifikasi fungsi-fungsi atau urusan-urusan sekolah yang diperlukan untuk mencapai sasaran tersebut. Weakness. sarana-prasarana. namun perumusan sasaran tersebut harus tetap mengacu pada visi. yang berbentuk input misalnya ketenagaan. dan tujuan sekolah. sarana dan prasarana. latihan. and Threat ). Untuk itu setiap sekolah harus memiliki visi. Setelah fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran telah diidentifikasi. 6) Mengidentifikasi Fungsi-fungsi atau urusan-urusan sekolah untuk dikaji tingkat kesiapannya Setelah sasaran atau tujuan tahunan ditentukan. Untuk itu. Apabila sekolah keliru dalam menetapkan fungsi-fungsi tersebut atau fungsi tidak sesuai dengan sasarannya.

Disamping itu.dilakukan terhadap keseluruhan faktor dalam setiap fungsi tersebut. diperlukan kecermatan. Kelemahan atau ancaman yang dinyatakan pada faktor internal dan faktor eksternal yang memiliki tingkat kesiapan kurang memadai. Format analisis SWOT dapat dilihat pada Tabel 1. sangat dimungkinkan suatu sekolah mempunyai langkah pemecahan yang berbeda dengan sekolah lain untuk mengatasi persoalan yang sama. kehati-hatian. maka berlaku ketentuan berikut: Untuk tingkat kesiapan yang memadai. maka alternatif langkah-langkah pemecahan persoalannya pun dapat berbeda. agar sasaran dapat tercapai. Oleh karena kondisi dan potensi sekolah berbeda-beda antara satu dengan lainnya. disebut persoalan . 33 . langkah selanjutnya adalah memilih alternatif langkah-langkah pemecahan persoalan. dinyatakan sebagai kelemahan bagi faktor internal atau ancaman bagi faktor eksternal. Oleh karena itu. maka dapat diidentifikasi kelemahan dan ancaman yang dihadapi oleh sekolah pada hampir semua fungsi yang diberikan. dan pengalaman yang cukup agar dapat diperoleh ukuran kesiapan yang tepat. Pada fungsi PBM yang menjadi kelemahan adalah siswa kurang disiplin. terutama pada pagi dan siang hari menjelang pulang. artinya. pengetehuan. artinya. Dengan kata lain. 8) Merumuskan dan Mengidentifikasi Alternatif Langkah-langkah Pemecahan Persoalan Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan untuk sasaran pertama. Sedangkan tingkat kesiapan yang kurang memadai. maka sasaran yang telah ditetapkan diduga tidak akan dapat tercapai. Sedangkan yang menjadi ancaman adalah kurang siapnya siswa dalam menerima pelajaran. guru kurang mampu memberdayakan siswa dan umumnya tidak banyak variasi dalam memberikan bahan pelajaran di kelas serta waktu yang digunakan kurang efektif. Tindakan yang dimaksud disebut langkah-langkah pemecahan persoalan . Dalam melakukan analisis terhadap fungsi dan faktor-faktornya. minimal memenuhi kriteria kesiapan yang diperlukan untuk mencapai sasaran. Setelah diketahui tingkat kesiapan faktor melalui analisis SWOT. tidak memenuhi kriteria kesiapan minimal. Oleh karena itu dalam analisis SWOT harus dilakukan pada SETIAP SASARAN. dinyatakan sebagai kekuatan bagi faktor internal atau peluang bagi faktor eksternal. baik faktor internal maupun eksternal. perlu dilakukan tindakan-tindakan untuk mengubah fungsi tidak siap menjadi siap. Selama masih adanya fungsi yang tidak siap atau masih ada persoalan. suasana lingkungan sekolah yang kurang kondusif dan ramai karena berdekatan dengan pusat keramaian kota. Untuk menentukan kriteria kesiapan . yakni tindakan yang diperlukan untuk mengubah fungsi yang tidak siap menjadi fungsi yang siap dan mengoptimalkan fungsi yang dinyatakan siap. disesuaikan dengan kesiapan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya di sekolah tersebut. yang pada hakekatnya merupakan tindakan mengatasi kelemahan atau ancaman agar menjadi kekuatan atau peluang.

Dengan kata lain. alternative pemecahan masalah pada dasarnya merupakan cara mengatasi fungsi yang belum memenuhi kesiapan. 34 . sekolah mencari alternatif alternatif langkah-langkah memecahkan persoalan.Selanjutnya untuk mengatasi kelemahan atau ancaman tersebut.

………. ………. Kekuatan (Strength) Peluang (Opportuni ty) Kelemaha n (Weakness ) Ancaman (Threat) 9) Menyusun Rencana Program Pada bagian sebelumnya telah disebutkan bahwa untuk memecahkan persoalan yang sama. …………. C. Kepala sekolah sekolah bersama-sama dengan unsur Komite Sekolah. Contoh Format Analisis SWOT ANALISIS ‘ SWOT ’ Urusan & A. …………. ………. …………. a. c. …………. …………. ………. b. …………. Faktor Eksternal a. 2. …………. b. b. …………. …………. a. c. Ketenagaan 1. Dari alternatif langkah-langkah pemecahan persoalan yang ada. …………. ………. …………. dan berapa biaya yang diperlukan. b. c. c. Kurikulum Faktornya 1. …………. Rencana yang dibuat harus menjelaskan secara detail dan lugas tentang aspek-aspek yang ingin dicapai. …………. ………. Hal itu juga diperlukan untuk memudahkan sekolah dalam menjelaskan dan memperoleh dukungan dari pemerintah maupun orangtua peserta didik. menyusun dan merealisasikan rencana dan program-programnya untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. 2. a. …………. B. c. c.Tabel 1. …………. ………. …………. b. …………. ………. a. Faktor Internal a. c. siapa yang harus melaksanakan. …………. b. c. b. …………. Dan seterusnya Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Tingkat Kesiapan Faktor Tidak Siap Siap Kekuatan (Strength) Peluang (Opportuni ty) Kelemaha n (Weakness ) Ancaman (Threat) a. a. kapan dan dimana dilaksanakan. …………. kegiatan yang harus dilakukan. Faktor Eksternal a. a. ………. Sekolah yang sukses adalah sekolah yang mampu melaksanakan alternative pemecahan masalah dengan inovatif maksimal dan biaya minimal. b. b. …………. baik secara moral maupun finansial. c. ………. Faktor Internal a. c. ………. …………. 35 . Berdasarkan pada beberapa alternatif pemecahan persoalan yang dihasilkan dari analisis SWOT tersebut. b. …………. …………. masing-masing sekolah dapat menentukan alternatif pemecahan persoalan yang berbeda-beda sesuai potensi yang dimiliki sekolah dan memilih alternatif yang paling menguntungkan serta efisien bagi sekolah. a. c. b. ………. b. sekolah ‘X’ selanjutnya menyusun program sesuai dengan kemampuan sekolah. c.

12) Menyusun rencana pelaksanaan program Perumusan atau penyusunan rencana pelaksanaan program ini lebih mengarah kepada kiat. sekolah dapat memperbaiki kelemahan proses dan dapat mengetahui 36 . Misalnya dari program pencapaian SNP tentang standar sarana dan prasarana pendidikan. Sekolah merumuskan tentang rencana supervisi. Pada era otonomi daerah ini. Dalam perencanaan pelaksanaan harus mempertimbangkan alokasi waktu. sehingga perkiraan sumber dana dapat diprediksi dengan tepat. lokakarya. Misalnya untuk pembangunan ruang kelas baru. teknik. dan rinci untuk memudahkan dalam menentukan besarnya dana yang diperlukan. baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif dan dalam waktu kapan akan dicapai dalam waktu satu tahun. Oleh siapa dan kapan dilaksanakan harus dirumuskan secara jelas selama kurun waktu satu tahun. dan sebagainya. terukur. Dalam membuat rencana anggaran ini dari setiap besarnya alokasi dana harus dimasukkan asal semua sumber dana. cara. monitoring. pengayaan. 13) Menyusun rencana pemantauan dan evaluasi Perumusan di sini pada dasarnya sama dan mengacu kepada renstra khususnya tentang rencana supervisi klinis. dan evaluasi di sekolah. fasilitas. Harus dirumuskan rencana supervisi yang akan dilakukan sekolah ke semua unsur sekolah. dan sebagainya. dan RPPN. alokasi. efektif. dan atau strategi yang jitu. Beberapa cara yang bisa ditempuh misalnya dengan pelatihan atau workshop. dirumuskan monitoring tiap kegiatan sekolah oleh tim. SDM. maka pada tahun pertama ini akan dicapai 25%-nya. efisien. dari komite sekolah. in house training. sumber dana) Selanjutnya sekolah merencanakan alokasi anggaran biaya untuk kepentingan satu tahun. temu alumni. dari pusat. ketersediaan dana. Sedangkan yang berupa program rehab besar dana lebih diprioritaskan dari propinsi. dan sebagainya. Demikian pula untuk hasil-hasil yang akan dicapai dari program-program lainnya. 11) Menyusun rencana biaya (besar dana. maka setiap program atau kegiatan harus nampak jelas. Misalnya dalam lima tahun akan mencapai standar sarana pendidikan 100%. Dalam penyusunannya harus memperhatikan ketentuan-ketentuan dari masing-masing penyandang dana. Dalam penyusunan anggaran di RAPBS. seminar. matrikulasi. dan evaluasi internal sekolahnya oleh kepala sekolah dan tim yang dibentuk sekolah. Untuk memastikan bahwa dana yang diperlukan benar-benar keluar (terpenuhi). bentuk hasil yang akan dicapai sarana pendidikan apa saja dalam jangka satu tahun bisa terwujud. bimbingan teknis rutin. atau dari seumber dana lainnya. monitoring internal. remedial. RPPP.10) Menentukan tonggak-tonggak kunci keberhasilan (milestone) Berdasarkan pada tujuan atau sasaran satu tahunan dan program di atas. misalnya dana dari rutin atau daerah. gedung perpustakaan. maka selanjutnya dapat dirumuskan tentang apa-apa saja yang akan dihasilkan (sebagai output). Sangat dimungkinkan suatu program dibiayai dengan subsidi silang dari berbagai pos atau sumber dana. maka setiap sekolah perlu memahami dan mengetahui tentang RPPK. laboratorium baru. Program-program yang memerlukan bantuan dari pusat harus dialokasikan sumber dana dari pusat dengan sharing dari sekolah dan komite sekolah atau bahkan daerah. dan harus dirumuskan evaluasi kinerja sekolah oleh tim. Penyusunan rencana anggaran ini dituangkan ke dalam Rencana Anggaran dan Belanja Sekolah (RAPBS). maka sekolah dan daerah memiliki kewajiban yang lebih besar dalam hal pemenuhan unit cost pendidikan anak/siswa. dan feasibel untuk dilaksanakan. Dengan demikian. pendampingan. kunjungan. Sedangkan untuk program yang lebih operasional bisa dari dana blockgrant atau lainnya yang bersifat lebih luwes. Cara di sini harus disesuaikan dengan tujuan yang akan dicapai pada program tersebut.

Tanpa adanya langkah ini sekolah akan cenderung berjalan tanpa ada kejelasan dan kepastian. Dengan SK Kepala Sekolah. Yang paling utama justru sekolah juga harus melakukan pemantauan dan supervisi sendiri untuk mengetahui posisi sekolahnya. 37 . Keterlibatan pihak luar. seperti komite sekolah. 15) Menentukan penanggungjawab program/kegiatan Sekolah akhirnya harus menentukan siapa penanggungjawab suatu kegiatan/program. Pada prinsipnya Renop ini harus diketahui. maka bagi tiap orang atau kelompok orang dapat menjadi penanggung jawab atau anggota pelaksana program/kegiatan. Pemantauan pihak luar dilakukan kepada sekolah bukan ditentukan oleh sekolah. Lebih daripada itu.keberhasilan atau kegagalan tujuan dalam kurun waktu satu tahun tersebut. Azas proporsionalitas bisa dipertimbangkan kemudian. kesesuaian. kesediaan. Komite Sekolah. Pada akhirnya sekolah akan mengetahui program apa yang dapat dicapai dan kapan suatu target SNP akan dicapai dengan pasti. selanjutnya sekolah merencanakan alokasi waktu per mingguan atau bulanan atau triwulanan dan seterusnya sesuai dengan karakteristik program yang bersangkutan. disetujui. dan disyahkan oleh berbagai pihak terkait (Sekolah. dan keslimaan yang ada. Pertimbangan utamanya adalah profesionalitas. Dinas Pendidikan Daerah). 14) Membuat jadwal pelaksanaan program Apabila program-program telah disusun dengan baik dan pasti. Fungsi utama dengan adanya penjadwalan ini adalah untuk pegangan bagi para pelaksana program dan sekaligus mengontrol pelaksanaan tersebut. kewenangan. kelompok program dan atau keseluruhan program. tokoh masyarakat. dan sebagainya dapat dilibatkan sesuai dengan kepentingannya. kemampuan. sekolah akan memiliki daya tawar dengan pihak lain ketika berkepentingan untuk meningkatkan kemajuan sekolah.

dan merata. baik sekolah dalam kelompok rintisan. Bahkan diharapkan semua sekolah menjadi sekolah yang memenuhi SNP. potensial maupun nasional. Isi utama yang harus dikembangkan dalam RPS tiap sekolah adalah semua aspek yang mengarah kepada Standar Nasional Pendidikan (SNP) sebagaimana diamanatkan dalam UUSPN maupun PP Nomor 19 Tahun 2005. relevan. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Propinsi. tetapi menjadi sekolah berstandar nasional. Diharapkan ke depan semua sekolah tidak ada lagi yang masuk kelompok rintisan dan potensial. 38 . Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Propinsi dalam upaya pencapaian pendidikan yang efisien. efektif. Untuk itu diharapkan adanya masukan yang konstruktif terhadap pedoman ini demi perbaikan dan penyempurnaan sehingga dapat dipakai oleh semua pihak yang terkait seperti Komite Sekolah.BAB IV PENUTUP Pedoman penyusunan RPS ini dikembangkan sebagai model minimal untuk bisa dikembangkan lebih jauh tanpa mengurangi aspek-aspek yang ada. Pedoman ini juga dapat dipergunakan oleh sekolah. Pedoman penyusunan ini dipergunakan oleh semua sekolah (SMP) dalam rangka menyelenggarakan pendidikan.

kemajuan IPETK. budaya. maka akan terlihat adanya kesenjangan-kesenjangan dalam berbagai aspek tersebut. ekonomi. B. dan tujuan pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 (yang diamandemen) dan dalam UUSPN NO. relevansi.LAMPIRAN : CONTOH PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS) I. dan sesuai dengan filosofi. keamanan. dan sebagainya. standar nasional pendidikan. dan analisis kondisi sekolah sekarang dan yang diharapkan masa datang (lima tahun ke depan).20 TAHUN 2003 A. kemajuan IPETK. politik. kualitas pendidikan. IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA (KESENJANGAN KONDISI): Berdasarkan pada analisis situasi. dsb yang secara langsung atau tidak langsung berpengaruh terhadap dunia pendidikan. D. dan manajemennya. efisiensi. ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN MASA DATANG (MISALNYA 20 TAHUN ATAU 5 TAHUN KE DEPAN): melaksanakan analisis tentang sistem pendidikan (penyelenggaraan dan hasil-hasilnya) yang ideal. maka dapat diketahui kesenjangan yang terjadi. 39 . arah. RENCANA STRATEGIS JANGKA PANJANG SEKOLAH: MISALNYA DALAM JANGKA PANJANG DENGAN KURUN WAKTU 20 TAHUN KE DEPAN ATAU JANGKA MENENGAH 5 TAHUN KE DEPAN Reancana strategis untuk jangka panjang ini bersifat baku. yang dipengaruhi oleh kondisi sosial. sempurna. ekonomi. C. dsb. tidak berubah. ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN SAAT INI: Melaksanakan analisis kondisi pendidikan saat ini secara umum. keamanan. baik internal maupun eksternal sekolah. politik. relevansi. budaya. dan yang seharusnya terjadi misalnya pada kurun waktu 20 tahun atau 5 tahun yang akan datang atau lebih. IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA (KESENJANGAN KONDISI) ANTARA 20 TAHUN ATAU 5 TAHUN KE DEPAN DENGAN KONDISI NYATA PENDIDIKAN SAAT INI: Analisis pengidentifikasian tantangan nyata yang dihadapi dunia pendidikan saat sekarang terhadap kondisi ideal 20 tahun atau 5 tahun ke depan. sehingga menuntut adanya suatu strategi untuk merubah atau mencapai kondisi yang ideal tadi. akses. E. baik dalam aspek pemerataan. baik ditinjau dari sisi mutu. ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS : Melaksanakan analisis makro 20 tahun atau 5 tahun ke depan tentang kondisi sosial. efisiensi.

yaitu baru 50% guru melaksanakan CTL c. media pembelajaran. bahan ajar.000 rupiah per bulan per anak) Kualitas pendidikan: a. Standar pembiayaan masih rendah (di bawah 70. Kurikulum 70% belum memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran belum disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) b. Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah 50% memenuhi standar nasional pendidikan g. kualitas. Prasarana. sarana. Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah 100% memenuhi standar nasional pendidikan g. Terdapat 20% siswa b. dan kapsitas sekolah. Terdapat 5% angka putus a. Proses pembelajaran sudah memenuhi standar nasional pendidikan. Dan sebagainya c. Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 90% memenuhi standar nasional pendidikan e. Kurikulum 100% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran sudah disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) b.00) d. yaitu 100% guru melaksanakan CTL c. Prasarana. Standar pembiayaan memenuhi standar nasional (di atas 150.000 rupiah per bulan per anak) 30% 2 50% SKBM: 50% GSA NUAN: 3 10% 20% 50% Lebih dari 50% 40 . sumber belajar 100% memenuhi standar nasional pendidikan f. Prestasi akademik lulusan belum memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM di bawah 50% dan NUAN di bawah 5. 1 Besarnya Tantangan Nyata Pemerataan kesempatan: Pemerataan kesempatan: Pemerataan keswempatan: a. Dan sebagainya Kondisi saat ini Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Kualitas pendidikan: a. bahan ajar.Contoh 1: Analisis identifikasi tantangan nyata dengan dasar pada aspek pemerataan. Terdapat 0% angka putus 5% sekolah sekolah b. sumber belajar terdapat ratarata 80% memenuhi standar nasional pendidikan f. relevansi. Terdapat 0% siswa miskin 20% miskin belum mendapatkan belum mendapatkan bangtuan bangtuan pendidikan pendidikan c. Prestasi akademik lulusan sudah memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM 100% dan NUAN 8) d. Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 100% sudah memenuhi standar nasional pendidikan e. media pembelajaran. Proses pembelajaran belum memenuhi standar nasional pendidikan. efisiensi. No. sarana.

Dan sebagainya Relevansi: a. Dan sebagainya Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Efisiensi: Efisiensi: a. Pengembangan kurikulum 10% terhadap tuntutan daerah/masyarakat/peserta didik 100% terpenuhi c. Dan sebagainya Pengembangan kapasitas: c. angka kenaikan tingkat 100% 30% b. Dan sebagainya c. Kesesuaian Program muatan lokal dengan kondisi daerah/masyarakat 75% c. Angka tinggal kelas tinggi (35%) d. Angka tinggal kelas tinggi 35% 0% d. Angka putus sekolah 0% 10% 3 Efisiensi: a. Dan sebagainya Besarnya Tantangan Nyata h. angka kenaikan tingkat rendah (70%) b. Kemampuan manajerial 25% rata-rata 75% rata-rata tinggi (100%) b. Alumni yang tidak melanjutkan sekolah tinggi (60%) f. Pelayanan bakat minat siswa belum terpenuhi (baru 50%) b.No. Pelayanan bakat minat siswa 50% 100% terpenuhi b. Kelulusan tinggi (100%) 5% e. Angka pusut sekolah tinggi (10%) c. Kesesuaian Program muatan 25% lokal dengan kondisi daerah/masyarakat 100% c. Alumni yang melanjutkan sekolah (0%) f. Guru dan sekolah 100% 30% melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum atau standar nasional pendidikan i. Guru dan sekolah 70% melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum atau standar nasional pendidikan i. Pengembangan kurikulum terhadap tuntutan daerah/masyarakat/peserta didik 90% terpenuhi d. 80% fungsi-fungsi b. Dan sebagainya Pengembangan kapasitas: 5 Pengembangan kapasitas: a. Kemampuan manajerial a. Dan sebagainya 41 . Berfungsinya fungsi-fungsi 20% manajemen belum berjalan manajemen 100% secara baik c. Kondisi saat ini h. Dan sebagainya tidak 40% rendah 5 Relevansi: Relevansi: a. Ratio kelulusan dengan masukan siswa rendah (ratarata kelulusan 95%) e.

bahan ajar. Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Standar Isi: Kurikulum 100% memenuhi 25% standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran sudah disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) Dan sebagainya Pengembangan Proses Pembelajaran: Proses pembelajaran sudah 50% memenuhi standar nasional pendidikan. media pembelajaran. 3.00) SKBM: 50% GSA NUAN: 3. . media 25% pembelajaran. sarana.00 Prestasi non akademik sekolah 2 tingkat tinggi (rata-rata minimal mencapai kejuaraan tingkat nasional) Dan sebagainya Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan: Pendidik dan tenaga kependidikan 10% terdapat 100% sudah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Pengembangan Prasarana dan sarana: e. yaitu 100% guru melaksanakan CTL Dan sebagainya Standar Kelulusan: Prestasi akademik lulusan sudah memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM 100% dan NUAN 8.00) Prestasi non akademik sekolah masih rendah (rata-rata mencapai kejuaraan tingkat kabupaten/kota) Dan sebagainya Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan: Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 90% memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Pengembangan Prasarana dan Sarana: Prasarana. bahan ajar. 5. 5. sarana. 1 Kondisi saat ini Standar Isi: Kurikulum Kurikulum 75% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran belum disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) Dan sebagainya Pengembangan Proses Pembelajaran: Proses pembelajaran belum memenuhi standar nasional pendidikan. sumber 42 2.Contoh 2: Analisis identifikasi tantangan nyata dengan dasar pada aspek-aspek Pengembangan Standar Nasional Pendidikan (SNP) No. Prasarana. yaitu baru 50% guru melaksanakan CTL Dan sebagainya Standar Kelulusan: Prestasi akademik lulusan belum memenuhi standar nasional pendidikan (rata-rata SKBM 50% dan rata-rata NUAN 5.

No. Pengembangan Penilaian: Pengembangan Penilaian: Guru dan sekolah 80% Guru dan sekolah 100% 20% melaksanakan sistem penilaian melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan sesuai dengan tuntutan kurikulum kurikulum atau standar atau standar nasional pendidikan nasional pendidikan (rata-rata masih di bawah standar nasional. 8.000 rupiah per bulan per anak atau sekitar 40-%) Dan sebagainya Pengembangan Pengelolaan: 100% Fungsi-fungsi pengelolaan 25% sekolah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Pengembangan Pembiayaan: Pembiayaan memenuhi standar 60% nasional (di atas 150.belajar 100% memenuhi standar rata 75% memenuhi standar nasional pendidikan nasional pendidikan Dan sebagainya Dan sebagainya Kondisi saat ini Pengembangan Pengelolaan: 70% Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Pengembangan Pembiayaan: Pembiayaan masih rendah (di bawah 70. 7.000 rupiah per bulan per anak) Dan sebagainya 6. 43 . baik tingkat kesulitasn maupun modelmodel yang digunakan) Dan sebagainya Dan sebagainya Catatan: Yang dikembangkan dalam contoh ini HANYA terbatas pada program sekolah aspekaspek tertentu saja. sekolah dapat mengembangkan lagi sesuai dengan kondisi dan tuntutan sekolah masing-masing. Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) sumber belajar terdapat rata.

Berkualitas tinggi. Beriman dan Taqwa serta Unggul i. Terwujudnya prasarana dan sarana pendidikan yang relevan dan mutakhir e. terampil. dan Unggul) h. iman dan taqwa serta kompetitif 2025 Cerdas. spesifikasi. Rambu-rambu: kata yang mengandung apa yang diharapkan. dsb b. Terwujudnya manajemen manajemen sekolah yang tangguh i. Terwujudnya media pembelajaran yang interaktif f. terampil. dilandasi oleh keimanan dan ketaqwaan g.F. Terwujudnya SDM pendidikan yang memiliki kemampuan dan kesanggupan kerja yang tinggi g. adanya perbandingan (unggul/kompetitif). 3. iman. sesuai konteks daerah. memiliki indikator pengembangan prestasi akademik dan non akademik c. berkepribadian. c. d. 44 . UUD. Rambu-rambu merumuskan visi sekolah: a. perkembangan era global e. berbudaya. Berwawasan IPTEK yang bersumber IMTAQ dan Unggul. budaya-nasional/Indonesia d. misalnya: a. a. e. bermutu tinggi. Terwujudnya penggalangan biaya pendidikan yang memadai j. Terwujudnya kelembagaan sekolah yang selalu belajar (learning school) h. nasionalisme. “TAQSIMANTRA” (Bertaqwa Berprestasi Beriman. unsur yang ada. Misalnya dengan awalan kata : “Terwujudnya” Contoh indikator visi: a. visi yayasan h. Indikator: ciri. VISI SEKOLAH 1. Dsb. canggih. Mengukir Prestasi Tinggi. Indikator-indikator VISI sekolah. dan unggul Berprestasi. komplit. sekolah. Piawai Mengasah Budi Pekerti. belum operasional i. dan sebagainya Contoh visi sekolah. Mengacu kepada landasan filosofis bangsa. Terwujudnya proses pembelajaran yang efektif dan efisien c. Terwujudnya lulusan yang cerdas dan kompetitif d. misalnya: Cerdas. dsb. 2. c. ………berdasarkan iman dan takwa “PANCA DARMA WIYATA” “TAMAN BUDAYA” (Berprestasi Beriman Berbudi Berbudaya dan Dapat Dipercaya) f. taqwa. Terampil. dll yang bersifat baku dan telah menjadi pegangan hidup bangsa Indonesia b. b. tanda. Berprestasi Disertai Iman dan Taqwa serta Unggul g. konotasi sempurna. perkembangan IPTEK f. menggambarkan harapan masa datang j. Terwujudnya pengembangan kurikulum yang adaptif and proaktif b. ada proses kenaikan.

Tiap misi bisa dibuat lebih dari satu tujuan c. mutakhir. Mewujudkan sistem penilaian yang otentik d. mutakhir. Menghasilkan sistem penilaian yang otentik 45 . maka contoh tujuannya antara lain: a. Mewujudkan manajemen berbasis sekolah yang tangguh g. wajar dan adil e. Mewujudkan nilai-nilai solidaritas bagi kehidupan sekolah H. MISI SEKOLAH Misi mengacu kepada indikator. efektif. mutakhir. dll. Mewujudkan sekolah inovatif b. beriman. Mewujudkan diversifikasi kurikulum SMP agar relevan dengan kebutuhan. relevansi.Tujuan dibuat untuk jangka waktu 5 tahun b. Mewujudkan kemampuan KIR yang cerdas dan kompetentitif m. dan memiliki keunggulan kompetitif” b. khusus tujuan yang akan dicapai oleh sekolah antara lain: untuk indikator visi no 1 dan dicapai dengan misi misi no a: “Terwujudnya pengembangan kurikulum yang adaptif and proaktif”. Mewujudkan keterampilan kejuruan yang marketable dan kompetif o. dan tata kelola pendididikan yang baik” b.Mewujudkan fasilitas sekolah yang relevan. kreatif. yaitu kebutuhan peserta didik. keluarga. dan berwawasan kedepan c.G.Tujuan mengandung ABCD (Audience-Behaviour-Conditions-Degree) Dalam kurun waktu lima tahun kedepan (misalnya dihitung dari tahun 2006). dan berbagai sektor pembangunan dan sub-sub sektornya. Mewujudkan penyelenggaraan pembelajaran aktif. ada benang merahnya dengan misi. Mewujudkan perangkat kurikulum yang lengkap. bertaqwa. redaksinya operasional. Contoh lain: a. “Mewujudkan pendidikan yang menghasilkan lulusan cerdas. Mewujudkan kemampuan seni yang tangguh dan kompetitif k. Mewujudkan sekolah sehat j. akses. Mewujudkan nilai-nilai agama bagi kenikmatan hidup peserta didik n. terampil.Mewujudkan kepramukaan yang menjadi suri tauladan l. Mewujudkan kemampuan olah raga yang tangguh dan kompetitif h. Mewujudkan sekolah wiyata mandala yang menikmatkan belajar siswannya i. kata kerja. dan berwawasan kedepan d. dan menyenangkan e. “Memenuhi akan mutu. Mengacu indikator butir (a) tentang: “Terwujudnya pengembangan kurikulum yang adaptif and proaktif” antara lain misinya: a. Menghasilkan perangkat kurikulum yang lengkap. terukur. TUJUAN SEKOLAH DALAM 5 TAHUN a.Mewujudkan pendidik dan tenaga kependidikan yang mampu dan tangguh f. Mewujudkan organisasi sekolah yang terus belajar (learning organization) c. satu (1) indikator bisa lebih dari satu misi. dan berwawasan kedepan c. Mewujudkan pembiayaan pendidikan yang memadai.

maka contoh programnya sbb: a.Pengembangan RPP d. dll  ini bisa dijabarkan lebih rinci) d. model/sistem penilaian lengkap. telah mengikuti PTBK. Menghasilkan pemetaan standar kompetensi. PROGRAM STRATEGIS a. dan aspek untuk kelas 7-9 semua matapelajaran pada tahun 2006 b. dan perawatan memenuhi SPM g. prasarana. dan visi Contoh Program Strategis: Berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan. Pengembangan kurikulum satuan pendidikan. keluarga. Pencapaian standar sarpras/fasilitas sekolah meliputi: semua srapras. kompetensi dasar. dan efisien sesuai dengan SNP” b.Pengembangan sarana.d. administrasi. efektif. Pencapaian standar pencapaian ketuntasan kompetensi/prestasi/kelulusan. sarpras. Pengembangan dan peningkatan SDM pendidik dan tenaga kependidikan c.Pengembangan sistem penilaian f. b. dan berbagai sektor pembangunan dan sub-sub sektornyambanhgkan silabus internasional Contoh lain tentang tujuan: a. misalnya ”Menghasilkan KBK yang mutakhir dan berwawasan kedepan”. dll e. peralatan. dan g. Contoh lain program strategis: a. dan media pendidikan d. kurikulum. dan menyenangkan e. fasilitas. RPP lengkap. merata.”Pengembangan sistem pendidikan yang bermutu. dll f. Pencapaian standar proses pembelajaran meliputi: tercapai/telah dibuat/ditetapkan melaksanakan pembelajaran dengan strategi/metode: CTL.Dibuat program-program pokok atau dominan atau yang diprioritaskan dan yang realistis untuk mencapai tujuan. SDM. Pengembangan kurikulum muatan lokal. yaitu kebutuhan peserta didik. semua mengajar sesuai bidangnya. Pengembangan bahan dan sumber belajar 46 . misi. silabus lengkap. kesiswaan. indikator. kreatif. I. Pengembangan silabus c. Menghasilkan RPP untuk kelas 7-9 semua mata pelajaran pada tahun 2007 c. Menghasilkan penyelenggaraan pembelajaran aktif. pendekatan pembelajaran individual. Pencapaian standar pendidik dan tenaga kependidikan meliputi: semua guru berkualifikasi minimal S1. pendekatan belajar tuntas. relevan. Program harus mengacu pada tujuan.Pengembangan proses pembelajaran b. Menghasilkan diversifikasi kurikulum SMP agar relevan dengan kebutuhan. meliputi: tercapai/ telah dibuat kurikulum satuan. Pengembangan pemetaan e. h. dll. Pencapaian standar isi (kurikulum satuan pendidikan/KBK. Pencapaian standar pengelolaan sekolah meliputi: pencapaian standar pengelolaan : pembelajaran.

Dsb Perlu ditambahkan bahwa hasil yang diharapkan agar memuat apa yang dihasilkan. Contoh: Hasil yang diharapkan tercapai atau terpenuhi dari program-program di atas antara lain: a. HASIL YANG DIHARAPKAN Merupakan hasil-hasil pencapaian pelaksanaan program. melengkapi. merata. relevan. bahan ajar. Terealisasinya penyelenggaraan pembelajaran aktif. Monev 47 . IHT. dsb dalam rangka memenuhi standar sarpras dan media pembelajaran sekolah.e. dan berwawasan kedepan c. dan media pembelajaran: menjalin kerjasama dengan pihak lain dan mengoptimasikan SDM sekolah untuk mengembangkan. dll untuk menghasilkan Kurikulum Satuan Pendidikan b.Dalam program Pengembangan srapras. Ingat bahwa: monitoring dan evaluasi ini merupakan salah satu rencana program strategis selama lima tahun untuk melaksanakan MONEV di sekolahnya. teknik. Terealisasinya Sistem penilaian yang otentik d. STRATEGI PELAKSANAAN/PENCAPAIAN Merupakan cara. d. In House Training. dan tahapan pencapaian. dan berbagai sektor pembangunan dan sub-sub sektornyambanhgkan silabus internasional f. ”Terealisasinya sistem pendidikan yang bermutu. dll untuk menghasilkan domkumen kurikulum sekolah. membuat silabus. dan efisien sesuai dengan SNP” b. membuat RPP. kapan dicapai. Dan sebagainya K. menambah. MONITORING DAN EVALUASI (MONEV) 1. kreatif. membuat model-model penilaian. J. keluarga. dll melalui workshop. yaitu kebutuhan peserta didik. dan menyenangkan e.Pengembangan manajemen sekolah f. lokakarya. mutakhir. dan g. Terealisasinya perangkat kurikulum yang lengkap. Peningkatan prestasi kelulusan. sumber belajar. L. metode dll dalam pelaksanakan program-program strategis Contoh Strategi Pelaksanaan/Pencapaian: a. Pengembangan kegiatan lomba-lomba akademik dan non akademik. Terealisasinya diversifikasi kurikulum SMP agar relevan dengan kebutuhan. Atau dalam program Pengembangan kurikulum: menjalin kerjasama dan mengoptimasikan warga sekolah dalam membuat pemetaan SK. seminar. workshop. c.Dalam program Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan: strateginya adalah menjalin kerjasama dengan Komite Sekolah dan stakeholder lain dalam melaksanakan kunjungan. Hasilhasil yang diharapkan adalah tingkat pencapaian tujuan yang telah dirumuskan pada butir G.dll. seni.KD. efektif. baik kuantitas maupun kualitas yaitu dari program-program strategis yang direncanakan sesuai dengan standar nasional pendidikan.

5. pemeliharaan gedung dan ruang serta inventaris. tiap tahunnya dapat dibuat rinci dari berbagai sumber atau langsung perkiraan totalnya dari berbagai sumber. Contoh program Supervisi dan Monev selama lima tahun: 1. Mewujudkan evaluasi kinerja sekolah (internal)- akhir tahun (memnetukan tim. terutama ditujukan untuk mengetahui kinerja sekolah. serta untuk mengetahui kecukupan unsur-unsur sekolah lainnya sesuai dengan SNP. tinggal memasukkan program – program strategis yang telah dibuat sebelumnya 3. memvalidasi. 48 . keperluan sehari-hari. 4. TU. baik program dalam rangka peningkatan mutu. relevansi. maupun pengembangan kapasitas sekolah/pendidikan. termasuk kesiswaan Dilakukan oleh kepala sekolah atau tim yang dibentuk sekolah Bisa membuat atau mengadopsi instrumen monev dari berbagai instrumen yang ada seperti instrumen akreditasi atau lainnya yang relevan. pemerataan. Pada kolom program. Bisa melakukan kerjasama dengan pihak lain (eksternal) Termasuk di dalamnya adalah program supervisi klinis oleh sekolah. Substansi yang dimonev a. membuat instrumen. menganalisis. dan tenaga kependidikan lainnya. membuat laporan. guru. 6. melaksanakan. 5. Sangat dimungkinkan satu program strategis dapat dibiayai dari lebih satu sumber dana (pembiayaan saling melengkapi atau subsidi silang) dengan tetap mengacuk kepada peraturan masing-masing yang berlaku. “Mewujudkan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan hasilhasilnya” 2. 6. dan lainnya 4. melaksanakan. menganalisis.2. Mewujudkan supervisi klinis CTL. dan sumber daya sekolah lainnya. Bisa dibuat tabulasi atau bentuk lain 4. kinerja sekolah. langganan jasa dan daya. PEMBIAYAAN 1. membuat laporan.: kinerja guru.l. Pembiayaan untuk 5 tahun. Semua program strategis dimasukkan. tindak lanjutnya) M. Termasuk komponen yang dimasukkan ke dalam kolom program adalah seperti: gaji dan tunjangan pendidik dan tenaga kependidikan. efisiensi. Ingat bahwa semua perolehan dana dari semua sumber dimasukkan dalam RPS. memvalidasi. 3. 2. tindak lanjutnya) 3. pengadaan sarana kantor/pendidikan. Mewujudkan supervisi klinis KBK (membuat instrumen.

....... ...... ............ . ..... .. ....... .................. 1… … 2… … 3… … … Dst Jum .... ....... . ............. ... ..... ........................... ... .. ....... Peningkatan Kualitas Peningkatan Kualitas ... ....... . ........................... ...Program-Program Strategis Tahun Dan Sumber Dana Tahun I BOS SSN Rutin Komite Sekolah .... Dst Sampai Dengan Th IV ................. Rutin LainnyaSumber Dana BOS Komite Sekolah LainnyaSumber Dana A 1… … 2… … 3… … … Dst B Peningkatan Pemerataan Peningkatan Pemerataan ..... .. ..... (Rp) ....... .... .. ... .............. ....... . . ...... lah ... .. . Jumlah (Rupiah) 49 Tahun II SSN .... ......... ....

dan analisis kondisi sekolah sekarang dan yang diharapkan masa datang (SATU tahun ke depan). Proses pembelajaran sudah memenuhi standar nasional pendidikan. Dan merupakan rencana yang akan dilaksanakan pada tahun yang akan berjalan 3. Terdapat 3% angka putus sekolah b. RENCANA OPERASIONAL (RENOP) SEKOLAH: SATU (1) TAHUN Catatan penting dalam penyusunan Renop: 1. BUKAN LIMA TAHUN SEKALIGUS 2. ANALISIS LINGKUNGAN OPERASIONAL SEKOLAH: sekolah melaksanakan analisis ini dan hasilnya ditulis disini B. Dan sebagainya Kualitas pendidikan: a. Proses pembelajaran belum memenuhi standar nasional pendidikan. ANALISIS PENDIDIKAN SEKOLAH SAAT INI: : sekolah melaksanakan analisis ini dan hasilnya ditulis disini C. ANALISIS PENDIDIKAN SEKOLAH 1 TAHUN KEDEPAN (YANG DIHARAPKAN) : sekolah melaksanakan analisis ini dan hasilnya ditulis disini D. baik internal maupun eksternal sekolah. Renop mengambil satu tahun dari renstra atau merupakan bagian yang tak terpisahkan dari renstra. Khusus bagi sekolah SSN direkomendasikan menggunakan anasis SWOT A. No. maka dapat diketahui kesenjangan yang terjadi. yaitu 80% guru melaksanakan CTL c. IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA SATU (1) TAHUN Berdasarkan pada analisis situasi. Prestasi akademik lulusan belum memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM di bawah 50% dan NUAN Kondisi yang diharapkan (satu tahun ke depan) Pemerataan kesempatan: a.00) Besarnya tantangan nyata 2% 5% 2 50% 30% SKBM: 25% NUAN: 1.II. Terdapat 15% siswa miskin belum mendapatkan bangtuan pendidikan c. Renop dibuat TIAP TAHUN. Prestasi akademik lulusan sudah memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM 75% dan NUAN = 6. 1 Kondisi saat ini Pemerataan kesempatan: a.Terdapat 5% angka putus sekolah b. yaitu baru 50% guru melaksanakan CTL c. Kurikulum belum memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran belum disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) b.Terdapat 20% siswa miskin belum mendapatkan bangtuan pendidikan c. Kurikulum 50% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran sudah disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) b. Dan sebagainya Kualitas pendidikan: a.00 50 .

UTS. baik ulangan kenaikan kelas. Kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan tenaga kependidikan terdapat terdapat 100% belum 20% sudah memenuhi standar memenuhi standar nasional nasional pendidikan. Ratio kelulusan dengan d. Rata-rata biaya operasional pendidikan bagi tiap siswa pendidikan bagi tiap siswa 50. ujian tingkat kesulitasn maupun sekolah. Fungsi-fungsi pengelolaan f. Rata-rata biaya operasional g.000 rupiah per bulan per 70.00) d. keterampian tingkat kabupaten/kota) (rata-rata minimal mencapai juara II tingkat propinsi) j. Prasarana. angka kenaikan tingkat a. bahan ajar. (Belum ada (bersertifikat kompetensi) yang bersertifikat kompetensi) e. angka kenaikan tingkat 90% rendah (70%) b. Dan sebagainya Efisiensi: Efisiensi: a. Prestasi non akademik i. 50% guru belum h. Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah 75% memenuhi sekolah telah sebagian standar nasional pendidikan memenuhi standar nasional pendidikan: kemandirian. standar nasional. media pembelajaran. kesenian. Angka putus sekolah tinggi b. yaitu: dengan (rata-rata masih di bawah ulangan harian. Kondisi saat ini Kondisi yang diharapkan (satu tahun ke depan) 3 di bawah 5. Prestasi non akademik sekolah sekolah masih rendah (ratauntuk cabang-cabang olah rata mencapai kejuaraan raga. media e. Dan sebagainya j. partisipasi. sumber belajar terdapat ratasumber belajar 75% rata 60% memenuhi standar memenuhi standar nasional nasional pendidikan pendidikan f. Kualifikasi pendidik dan d. keterbukaan. pembelajaran. Prasarana. sarana. akunabel sebesar 80% g. UAS.No. Ratio kelulusan dengan masukan siswa rendah masukan siswa tinggi (100%) Besarnya tantangan nyata 20% 15% 5% 25 ribu rupiah 25% 2 tingkat kejuaraan 20% 10% 10% 51 . dll dengan beberapa model-model yang teknik penilaian tes dan non digunakan) tes i.000 rupiah per bulan per anak anak h. sarana. bahan ajar. 75% guru telah melaksanakan melaksanakan sistem sistem penilaian sesuai penilaian sesuai dengan dengan tuntutan kurikulum tuntutan kurikulum atau atau standar nasional standar nasional pendidikan pendidikan. Angka putus sekolah 0% (10%) c. pendidikan.

Sekolah mengembangkan pemetaan SK. Pelaksanaan budaya tata krama in action di sekolah 75% c. KD. guru. KD. TUJUAN SITUASIONAL/SASARAN Harus diperhatikan: 1. aspek untuk kelas 7 semua mapel b. aspek untuk kelas 9 semua mapel F. dll adalah dari 52 . Indikator. Sekolah mengembangkan pemetaan SK. manajemen. KD. seperti: PBM. Sasaran diambil atau merupakan bagian dari RENSTRA 2. IDENTIFIKASI FUNGSI-FUNGSI/ KOMPONEN/URUSAN SEKOLAH UNTUK MENCAPAI SETIAP SASARAN Rambu-rambu untuk langkah ini antara lain: • Identifikasi fungsi hanya untuk tiap sasaran • Selalu memperhatikan unsur-unsur yang lazim di dalam sistem pembelajaran. Dan sebagainya Relevansi: a . Pelayanan bakat minat siswa belum terpenuhi (baru 50%) b. aspek untuk kelas 8 semua mapel c. Indikator. Alumni yang melanjutkan sekolah 40% Besarnya tantangan nyata tidak 20% 5 f. Sekolah mengembangkan silbus untuk kelas 8 semua mata pelajaran (ini bisa lebih rinci lagi untuk jumlah mapelnya) c. buku. Dan sebagainya 25% 15% E. Ada skala prioritas sasaran dari tujuan lima tahun 3. kesiswaan. Sekolah mengembangkan pemetaan SK. Pelaksanaan budaya tata krama in action di sekolah 90% c. Dan sebagainya Relevansi: a. Dan sebagainya Kondisi yang diharapkan (satu tahun ke depan) e. Indikator.No. Sekolah mengembangkan silbus untuk kelas 7 semua mata pelajaran (ini bisa lebih rinci lagi untuk jumlah mapelnya) b. e. media. Sasaran dibuat lebih rinci dari tujuan renstra Misalnya dari salah satu tujuan renstra: ”Sekolah mengembangkan silabus untuk kelas 7-9 semua mata pelajaran” Maka sasarannya 1 tahun 2006/2007: a. Kondisi saat ini (90%) Alumni yang tidak melanjutkan sekolah tinggi (60%) f. Pelayanan bakat minat siswa 75% terpenuhi b. Sekolah mengembangkan silbus untuk kelas 9 semua mata pelajaran (ini bisa lebih rinci lagi untuk jumlah mapelnya) Contoh lain: a. dana.

Komite sekolah c.Dana b. Nara sumber c. Air e. Dana h. Orang tua j. Eksternal: a. sedangkan fungsi dari eksternal antara lain: dana. Dinas pendidikan d. Eksternal: a.Guru b.internal sekolah. Internal: a. Dan sebagainya 2. fasilitas.Kepala sekolah f.Siswa f. Dan sebagainya 2. Tenaga administrasi j. Kurikulum g. dsb Misalnya: Sasaran ke-1: ”Sekolah mengembangkan silabus untuk kelas 7 semua mapel” Komponen yang diperlukan untuk melaksanakan sasaran tersebut: 1. Dana b. Komite sekolah i. Komite sekolah c. pendidik. Tlima e.Dinas pendidikan d. ATK i. Dan sebagainya Sasaran ke-2: ”Sekolah juara 1 bidang olah raga renang pada tingkat kabupaten tahun 2006” Komponen yang diperlukan untuk melaksanakan sasaran tersebut: 1. Guru/pelatih c. Pakaian olah raga renang g. Sarana olah raga renang e.Kolam d. Dana h. Dan sebagainya 53 .Fasilitas komputer d.PBM/latihan b. Uji coba k. Internal: a.

Kriteria ideal dan kondisi nyata harus terukur. 5 thn Pengalaman pelatihan CTL min. f. Bila hasil analisis ternyata tingkat kesiapan siap semua berarti sasaran dapat ditingkatkan. Misalnya analisis SWOT pada Sasaran ke-1: ”Sekolah mengembangkan silabus untuk kelas 7 semua mape”l Komponen/Fungsi dan Faktornya (Kondisi Ideal)Kriteria Kesiapan Tingkat Kesiapan Faktor Kondisi Nyata 1 (1) A. INTERNAL Guru (2) Kualifikasi 100% S1 Sesuai bidang studi 100% Pengalaman pelatihan KBK min. ANALISIS SWOT Hal-hal yang harus diperhatikan dalam analisis ini: a. naskah akademik atau konsep dan pedoman lainnya yang relevan d. Dapat dilakukan justifikasi sendiri pada kriteria ideal yang bersifat umum e. 5 thn Pengalaman pelatihan CTL min. demikian pula sebaliknya.G.1 kali Pengalaman mengajar min.3 kali Pengalaman mengajar min. 10 orang sesuai BS Dan seterusnya Komputer Pentium 5 Jumlah komputer 10 buah Jumlah printer 3 bh Jumlah CD 10 bh Dan seterusnya (3) Kualifikasi 100% S1 Sesuai bidang studi 100% Pengalaman pelatihan KBK min. Analisis dilakukan tiap sasaran b. 1kali Jumlah guru min. 7 orang sesuai BS Dan seterusnya Komputer Pentium 5 Jumlah komputer 5 buah Jumlah printer 2 bh Jumlah CD 10 bh Dan seterusnya (5) √ √ (5) √ √ √ √ √ √ √ 2 3 Nara Sumber Fasilitas Komputer B. 3 kali Jumlah guru min. Dalam menentukan kriteria ideal menggunakan dasar dari aturan pemerintah. EKSTERNAL 54 Tidak Siap √ Siap . Analisis dilakukan pada setiap komponen/urusan sekolah dan faktor-faktornya (subsub komponennya) c.

dan efisien/efektif. B.Matematika) 2. Setiap komponen atau faktor yang tidak siap dicarikan alternatif-alternatif pemecahannya.Ingg . tepat. Guru Persoalan pada komponen/faktor pengalaman pelatihan KBK kurang (baru 1 kali) • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Altaernatif Pemecanahn Persoalan mengadakan ws KBK mengirimkan ws KBK magnag di sekolah lain IHT di sekolahnya sendiri PTK mengikutkan guru pada MGMP Dsb mengadakan ws CTL mengirimkan ws CTL magnag di sekolah lain IHT di sekolahnya sendiri PTK Mengikutkan guru ke MGMP Dsb mengusulkan ditambah PNS 3 guru dg 3 BS mengangkat GTT 3 gr 3 BS minta guru bantu kpd pemda memberdayakan guru yang ada Dsb Mengadakan dengan cara membeli baru Pinjam/kerjasama dengan pihak lain Menyewa Mengajukan bantuan kepada pemda/komite sekolah Dsb Mengadakan dengan cara membeli baru Pengalaman pelatihan CTL kurang (baru 1 kali) jumlah guru kurang 3 (B.Indo. maka diidentifikasi komponen dan faktor yang “TIDAK SIAP” terlebih dahulu untuk diatasi lebih dulu. Fasilitas Komputer Jumlah komputer kurang 5 buah Jumlah printer kurang 1 buah. Berdasarkan hasil analisis SWOT.Komponen/Fungsi dan Faktornya (Kondisi Ideal)Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Tingkat Kesiapan Faktor Tidak Siap (5) Siap (5) 1 (1) ……………… (2) (3) H. Misalnya dari hasil analisis di atas dapat ditabulasikan komponen yang TIDAK SIAP sebagai berikut: Sasaran ke-1: ”Sekolah mengembangkan silabus untuk kelas 7 semua mape”l Komponen/ Faktor yang TIDAK SIAP 1. b. ALTERNATIF LANGKAH-LANGKAH PEMECAHAN PERSOALAN Hal-hal yang harus diperhatikan: a. dan dipilih yang paling ringan. 55 .

relevan.Sosialisasi KBK kepada guru . Program bersfifat SMART (spesific. sehingga memudahkan dalam pengalokasian anggaran. measurable.Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan KBK di sekolah 2. Program 2: Melaksnakan workshop pembuatan sialbus dan sisnil Kegiatan: . Persoalan lain dapat dikembangkan sendiri program dan kegiatannya). Program lebih diutamakan mengatasi persoalan dulu dengan memilih salah satu alternatip pemecahan persoalan yang dipandang mampu dan efisien bagi sekolah. Pada kegiatan belum dirinci ke dalam satuan volume. jumlah orang.Mensupervisi/membimbing .Menyusun kalender pendidikan 56 .Melaksanakan ws KBK . c. dll. 1. (Dalam contoh di bawah ini sebatas baru mengatasi sebagian persoalan dan sekaligus juga melaksanakan program pencapaian sasaran. jumlah waktu. Program 1: Meningkatkan kemampuan guru terhadap kompetensi KBK Kegiatan: . Harap dikembangkan sendiri sesuai kebutuhan sekolah). Misalnya program dan kegiatan untuk mencapai sasaran ke-1: ”Sekolah mengembangkan Silabus untuk kelas 7 semua mapel”. Program kerja dapat lebih dari satu kegiatan b.Komponen/ Faktor yang TIDAK SIAP Persoalan pada komponen/faktor • • • • • Altaernatif Pemecanahn Persoalan Pinjam/kerjasama dengan pihak lain Menyewa Mengajukan bantuan kepada pemda/komite sekolah Dsb Dan seterusnya I.Mengirimkan guru ke MGMP . RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN Perlu diperhatikan bahwa: a. Program juga dapat secara paralel berjalan beriringan antara program mengatasi persoalan dengan program pencapaian sasaran (mengingat waktu terbatas) d. achievable. time) e. Program dan kegiatan dibuat rinci/operasional.

.........3................................Menmbuat peranngkat pembelajaran (sialbus dan sisnil seluruh mapel.. RPPdll) .. 5.Pelaksanaan uji coba silabus dan sisnil .. Pelaksanaan (pengambilan data dan analisis data..Penggandaan ..............Penggandaan hasil .... pemecahan masalah) d. Pelaporan K............. Supervisi dilakukan untuk mengetahui dan mengatasi masalah2 proses pelaksanaan semua program dan kegiatan sekolah.... Program 5: Melakukan tindak lanjut dari pembuatan silabus Kegiatan: ........... Pengembangan perangkat instrumen c................... pedoman penilaian monev bisa dikembangkan sendiri atau mengacu pada instrumen lain yang relevan... Instrumen............. ....................Perabikan silabus dan sisnil .........Sinkronisasii/sosialisasi kepada guru tentang silabus dan sisnil ................ J. Monev dilakukan pada akhir program mengetahui ketercapaian tujuan/sasaran....MenDokumentasikan silabus Program 5: Melakukan evaluasi pembuatan silabus Kegiatan: . monitoring dan evaluasi program-program dan hasilnya di sekolah selama satu tahun ajaran............. 6. Program 5: Dan setersunya sesuai kebutuhan sekolah......... Persiapan b......... RENCANA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA SEKOLAH (RAPBS) Ketentuan : 57 ............... .................................. Lebih baik tiap sasaran ada evaluasi 5....... .............. 7............................................. 4... Supervisi juga termasuk masalah gurunya... .....Supervisi ............ untuk perbaikan/masukan sasaran tahun berikutnya 4......... Kegiatan supervisi dan monev dilakukan oleh intern sekolah..... dll 3...... administrasi... Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain: 1........................... RENCANA MONITORING DAN EVALUASI (MONEV) Kegiatan di sini meliputi perencanaan dan pelaksanaan supervisi.....Membuat laporan Program 3: Melaksanakan Uji coba dan validasi Silabus Kegiatan: .... sarana.... kisi...Menyusun pemetaan ......... 2........ ..... 6. Rincian kegiatan MONEV antara lain: a....................... KBM..

peningkatan relevansi. peningkatan pemerataan. Bisa menggunakan prinsip efisiensi dan subsidi silang sesuai dengan peruntukan dan pedoman penggunaan dana dari tiap sumber dana untuk suatu program atau kegiatan kerja. 2. Semua sumber dana dicantumkan. 4. baik program dari peningkatan mutu.1. peningkatan efieinsi. RAPBS ini merupakan bagian dari rencana anggaran dalam renstra 5. Format RAPBS menggunakan contoh model sebagai berikut: 58 . Semua program dimasukkan. demikian pula besarnya dana dari masing-masing sumber dana. maupun pengembangan kapasitas sekolah. 3.

............ Vol.. PENINGKATAN PEMERATAAN A.................. 20............... PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN A... Sasaran ke-1: ..RENCANA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA SEKOLAH (RAPBS) SMP TAHUN AJARAN .............................................................. Kegiatan 1: 1) ................. BOS SSN Program Dan Kegiatan SekolahKomite 59 ........ Sasaran ke-2:. Kegiatan 1: 1) ........... Mengetahui/Menyetujui Kepala Dinas Pendidikan Kab/kota Komite Sekolah Kepala Sekolah .............. 2) ..........Jmlh..................................... 3) Dst B..................... 2) .. Unit...... 3) Dst II......... Program 1: ......... 2) ............ Program 1: ................. a... a................. RAPBS TAHUN KE Spesifikasi.................... Program 1: ..........Dst 1. Satuan......................................... 2) ........... 3) Dst B...................... Sasaran ke-2:............................................................ Or/Bln..... 3) Dst JUMLAH (RUPIAH) ............. 1... Kegiatan 1: 1) .............................................Dst 1....... Dll ........................................... Program 1: ... Sumber Dana Dan Alokasi Anggaran Sumber Dana Lainnya Jumlah (Rupiah) Rutin I...................... Sasaran ke-1: ................................. Kegiatan 1: 1) ................................ a.................. 1.................... a..

. JADWAL KEGIATAN Ketentuan: a. PENANGGUNG JAWAB Ketentuan: a.. 12. Profil sekolah lengkap 2.. Sebaiknya sekolah membentuk TIM SSN (Koordinator/ketua. 11. anggota..) (........ SK dan susunan kepenguruan komite sekolah 8.. Kalender pendidikan/akademik. Sangat tergantung kemampuan sekolah masing-masing d..... Dan jadwal penyusunan laporan akuntabilitas dan kinerja satuan pendidikan untuk satu tahun terakhir...... Gambar layout sekolah 5. dan persediaan minimal bahan habis pakai. 10.. Jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana......... 15.......... Demi efisiensi biaya dan tenaga bisa satu sasaran satu penanggung jawab c... Nomor rekening sekolah 3....... Gambar rencana pembangunan ruang/kantor/lab/bangunan lain jika memerlukan bantuan dan Rencana Anggaran Bangunan 6....... Dan lainnya yang dianggap relevan.... 17... Master plan sekolah 7... Penanggung jawab harus kualified dan kompeten e.. sekretaris.. penggunaan.. Penugasan pendidik pada mata pelajaran dan kegiatan lainnya.... Jadwal penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk tahun ajaran berikutnya.. Copyan sertifikat tanah 4... LAMPIRAN Beberapa dokumen yang harus dilampirkan dalam RPS ini antara lain: 1. Bisa tiap program ada penanggungjawabnya b... Jadwal rapat. pengadaan.(. 16. Mata pelajaran yang ditawarkan pada semester gasal dan genap. dimasukkan semua program yang telah ditulis sebelumnya c.) L.) (... Buku teks pelajaran yang dipakai. dll) dan ada TUPOKSI NYA dengan SK kepala sekolah N.. 60 .. Ingat kalender pendidikan d. 13........... dibuat per minggu per bulan dalam satu tahun b. 14. Foto-foto profil sekolah yang dipandang perlu 9... Dll M.

61 .