SISTEM PENGINDERAAN A. SISTEM PENGLIHATAN 1. Anatomi dan Fisiologi Mata adalah organ penglihatan.

Suatu struktur yang sangat khusus dan kompleks, menerima dan mengirimkan data ke korteks serebral. Seluruh lobus otak, lobus oksipital, ditujukan khusus untuk menerjemahkan citra visual. Lebih lanjut lagi, ada tujuh saraf otak (SO) memiliki hubungan dengan mata: untuk penglihatan (SO II); gerakan mata (SO III, IV, dan VI): reaksi pupil (SO III); pengangkatan kelopak mata (SO III); dan penutupan kelopak mata (SO VII). Hubungan batang otak memungkinkan koordinasi gerakan mata. Bola mata dan struktur yang berhubungan dilindungi dan dilingkupi dalam tulang berongga bulat dinamakan orbita. Bola mata yang menempati bagian kecil dari orbita, dilindungi dan dialasi oleh lemak yang terletak dibelakang bola mata. Saraf dan pembuluh darah yang mensuplai nutrisi dan mentransmisi impuls ke otak juga berada dalam orbita. Melekat di bagian luar bola mata adalah otot yang terorganisasi baik, dipersarafi oleh SO III. IV, dan VI. Otot ekstraokuler tersebut bekerja bersama untuk mengkoordinasikan gerakan mata. Orbita merupakan rongga berpotensi untuk terkumpulnya cairan, darah, dan udara karena letak anatomisnya yang dekat dengan sinus dan pembuluh darah. Pendesakan komponen lain ke lengkungan orbita dapat menyebabkan pergeseran, penekanan, atau protrusi bola mata dan struktur sekitarnya. Meskipun ada perbedaan individual pada mata tiap orang, biasanya ukuran dan posisinya mendekati simetris.

a. Struktur Mata Eksternal Struktur mata eksternal adalah kelopak mata dan bulu mata. Didepan mata ada kelopak mata, dua buah lipatan muskulofibrosa yang dapat digerakkan dapat dibuka dan ditutup untuk melindungi dan meratakan air mata kepermukaan bola mata dan mengontrol banyaknya sinar yang masuk. Kelopak mata tersusun oleh kulit tanpa lemak subkutis. Pada orang yang sangat putih, mikrovaskularitas ektensif dapat terlihat sebagai warna kebiruan. Kelopak mata sangat

elastis dan mudah diregangkan, seperti terlihat pada trauma tumpul dan edema orbita. Batas kelopak mata berakhir pada plat tarsal, terletak pada batas kelopak. Batas ini mengandung banyak kelenjar kecil, duktus, batang rambut, dan bulu mata. Hubungan antara kelopak mata atas dan bawah dinamakan kantus. Pada bagian luar, kantus lateral terletak di aspek temporal lateral mata. Bagian dalam, kantus medial mengandung puncta, suatu muara yang memungkinkan air mata mengalir ke bagian atas sistem lakrimal. Rongga elips antara kelopak mata terbuka dinamakan fisura palpebra. Sisi bawah kelopak mata dilapisi oleh konjungtiva palpebra, suatu membrana mukosa transparan, vaskuler, tipis yang melanjutkan diri dengan sklera anterior sampai ke batas luar kornea. Posisi kelopak mata sebagian dikontrol oleh dua saraf otak: SO III yang bertanggung jawab pada pembukaan kelopak mata: SO VII, untuk menutup kelopak mata. Ketika ditutup, kedua kelopak harus bertemu secara penuh. Ketika terbuka, kelopak mata atas harus terletak secara alami pada bagian atas iris, tepat diatas pupil, tidak boleh ada bentuk bulan sabit putih sklera yang tampak diatas atau dibawah rim korneoskleral (limbus, atau batas). Pengedipan kelopak mata akan menyebarkan selapis air mata pelumas dan pelembab ke seluruh permukaan bola mata. Refleks berkedip akan melindungi mata dari debris atau partikel asing. Bulu mata membantu fungsi kelopak dengan mendorong keluar debu dan debris, untuk melindungi mata eksternal dari cedera. Aksi mekanis berkedip menghasilkan gaya isap dalam sistem nasolakrimal atas, memudahkan pengaliran air mata. b. Sistem Lakrimal Sistem lakrimal menjaga lingkungan lembab untuk mata bagian eksternal anterior. Produksi airmata memberikan pelumas alami dan mengencerkan serta membasuh partikel asing. Ada dua macam air mata yang biasanya diproduksi : air mata pelumas, mengandung lemak, air, dan mukosa, dan air mata aqueus dihasilkan sebagai respons emosi dan iritasi dan hanya mengandung air. Airmata berair berlebihan tidak akan melekat pada mata tapi akan tertumpah ke pipi. Airmata mengandung berbagai komponen yang dihasilkan oleh sejumlah kelenjar. Kelenjar lakrimal, yang memproduksi airmata berair, terletak di bagian anterior lateral atap orbita bagian atas. Lokasi ini memungkinkan airmata membasahi mata secara diagonal ke arah kantus medial. Kelenjar lakrimal asesorius menjaga mata bagian anterior tetap lembab. Terdiri dari kelenjar dari Zeis (sebaseus) dan Moll (siliaris) yang terletak dalam batas kelopak mata. Kelenjar meibom tambahan (sebaseus) terletak pada satu barisan sepanjang tarsus kelopak mata (kerangka lebar kelopak mata) dan berperan dalam komponen minyak dalam air mata. Lapisan minyak ini melindungi lapisan airmata agar tidak menguap atau membanjir. Juga menjamin penutupan kelopak mata yang kedap udara, menjaga lapisan air mata, dan menjaga permukaan optikal yang lembut dan regular. Sel Goblet dalam konjungtiva menambahkan musin ke dalam lapisan airmata, yang melekat pada epitel korneal. Kondisi yang melibatkan setiap bagian dari “pabrik airmata” ini dapat mengubah fungsi penting tersebut. pembentukan

produksi airmata berlebihan akan melebihi kapasitas “kandung” lakrimalis dan airmata tumpah ke pipi. dua lubang kecil pada aspek atas dan bawah kantus medialis. Airmata yang meninggalkan mata melalui sistem pengaliran lakrimal ke dalam sinus nasalis. peradangan dan pembengkakan. Kedua otot ini harus bekerja sama untuk gerakan mata dari satu sisi ke sisi lain. Otot rektus lateralis melakukan abduksi dan otot rektus medial melakukan adduksi mata. penimbunan sekresi. Faktor yang mempengaruhi pengaliran airmata yang baik meliputi trauma pada setiap bagian sistem lakrimal. dan VI. dan otot oblik inferior mengarahkan ke superior dan ke lateral. yang kemudian bergabung menjadi sakus dan duktus lakrimalis. dan ke sinus nasalis.airmata yang kurang atau penutupan kelopak mata yang salah dapat mengakibatkan kekeringan dan kerusakan mata bagian eksternal. . c. Otot Mata Gerakan mata dikontrol oleh enam otot ekstraokuler yang masuk ke sklera dan dipersarafi oleh SO III. dan kelebihan produksi airmata. Otot rektus superior mengangkat dan melakukan adduksi dan otot rektus inferior melakukan depresi dan adduksi. ke luar melalui puncta. Selama menangis. Otot oblik superior mengarahkan mata ke lateral dan inferior. Dari situ airmata mengalir melalui kanalikuli atas dan bawah.

Kornea menerima nutrisinya dari oksigen yang larut dalam airmata. vena terlihat lebih besar dan lebih gelap daripada bagian-bagian arteri. Sirkulasi vena perlu untuk mengikuti pola arteri. selalu bersifat patologis dan dapat dilihat dengan mata telanjang. keduanya harus tetap utuh untuk mempertahankan fungsi retina. Di bagian anterior berlanjut menjadi kornea. Lensa juga avaskuler dengan alasan yang sama dengan kornea. dari humor aqueus (cairan yang berada di kamera anterior). sehingga cahaya dapat lewat tanpa terhambat dan berfokus dengan tajam pada retina. e. suatu membran mukosa tipis yang mengandung berbagai kelenjar yang bertanggung jawab untuk lapisan air . Arteri retina sentralis dan koriokapilaris lapisan koroid memberikan darah ke retina. Bagian-bagian dari mata yang seharusnya avaskuler (kurang darah) ialah lensa dan kornea. Ketiga lapisan tersebut berperan dalam bentuk mata yang bulat ketika terisi humor vitreus (subtansi seperti gelatin antara lensa dan retina). Bila sklera mengalami penipisan warnanya akan menjadi kebiruan. Sklera Lapisan paling luar dan kuat dinamakan sklera-bagian “putih” mata. Permukaan anterior sklera diselubungi secara longgar dengan konjungtiva. Bila kornea mengalami cedera. sklera mempunyai lubang yang dilalui saraf optikus dan pembuluh darah retina sentralis. Suplai Darah Suplai darah mata berasal dari cabang arteri karotis interna. Bola Mata Bola mata dilapisi oleh tiga lapisan primer : sklera. cabang arteri oftalmik. dan retina. dapat terjadi pertumbuhan pembuluh darah kecil ke tempat itu. uvea (yang mengandung koroid). dan bagian kecil dari pembuluh darah kecil sekitar limbus korneosklera. sehingga menjadi tidak transparan. Struktur-struktur ini harus bebas dari pembuluh darah. Di bagian posterior. kecuali pada tempat yang paling tepi. Pada inspeksi dengan menggunakan oftalmoskop. Pembuluh darah yang tumbuh ke kornea. Tiap lapisan mempunyai struktur dan fungsinya sendiri.d.

Koroid merupakan lapisan vaskuler yang memberikan darah ke lapisan epitel berpigmen retina dan retina sensoris perifer. Perubahan tersebut dapat mengontrol jumlah sinar yang masuk ke dalam mata. Iris merupakan struktur muskuler berpigmen yang memberikan warna khas mata. iris. cairan transparan berkadar air tinggi yang mengisi kamera anterior dan posterior dan kemudian disalurkan melalui kanalis Schlemm. jaringan delapan lapis. normalnya terukur dalam kisaran 12 mm Hg. . Lapisan luar.mata. Bagian terdalam dalam retina mengandung sel ganglionik dan fotosensitif retina sensoris. semitransparan. Iris adalah bagian anterior traktus uvea dan membagi ruangan antara kornea dan lensa menjadi kamera anterior dan posterior. Konjungtiva palpebra melapisi sisi bawah kelopak mata dan merupakan kelanjutan dari konjungtiva bulbaris yang menyelubungi sklera anterior. Uvea Lapisan tengah yang mengandung pigmen adalah traktus uvea. sehingga akan memfasilitasi penglihatan dalam berbagai derajat intensitas cahaya. sebenarnya pendaran jingga. bagian satu lapis retina adalah epitelium berpigmen. Terentang mulai dari saraf optikus. pupil. Konjungtiva berakhir pada limbus korneosklera. Merupakan diafragma muskuler sirkuler tipis yang ditengahnya terdapat lubang bulat. di bagian anterior dan saraf optikus di bagian posterior. Batang terletak terutama di aspek perifer retina. Batang bertanggung jawab untuk penglihatan perifer. dan badan silier. Retina Lapisan dalam bola mata adalah retina. Badan silier berperan (penting dalam menjaga tekanan intraokuler (TIO) dengan sekresi humor aqueus. Melingkar di bagian belakang iris terdapat badan silier. yang tersusun atas koroid. dan membedakan bentuk dan batas benda. ketajaman pandangan pencahayaan rendah. Produksi dan pengaliran terus menerus cairan ini sangat penting untuk menjaga TIO tetap konstan. Retina mengandung dua jenis sel fotosensitif dikenal sebagai batang dan kerucut. tipis yang melapisi bagian dalam bola mata. di bagian posterior sampai bagian batas anterior berigi (ora serrata) dekat badan silier. Bila dilihat melalui oftalmoskop. Badan silier mengandung serbut otot yang dapat membuat kontraksi dan relaksasi zonula lensa (struktur yang menggantung lensa). Biasanya mengandung jaringan pembuluh darah yang rapat. (Hal ini sangat menguntungkan sehingga lensa kontak tidak mungkin “terselip” ke dalam mata). retina memperlihatkan “refleks merah” khas. Pupil akan berubah ukurannya ketika iris secara spontan beradaptasi terhadap cahaya dengan berdilatasi atau berkontraksi. Batang dan kerucut. Retina mengandung arteri dan vena yang memberi asupan darah. Koroid melapisi kamera posterior mata dan membentang dari badan silier.

Terletak agak ke nasal. Saraf optikus kemudian mentransmisi impuls melalui kiasma optik berbentu-X ke korteks visual otak di lobus oksipital. Segala sesuatu. konversi atau transmisi impuls cahaya-dari kornea ke korteks visual – dapat mengganggu penglihatan dan menurunkan atau menghilangkan sama sekali penglihatan. seperti terlihat pada edema papil (pembengkakan diskus optikus) dan peningkatan tekanan intrakranial. Derajat ketajaman fokus bergantung pada bentuk bola mata dan kejernihan refraksi (alur) cahaya. Terletak lebih ke sentral dengan konsentrasi tertinggi pada makula lutea. Diskus Optikus. sehingga mengakibatkan kerusakan saraf optikus dan kehilangan penglihatan. dimana inpuls diterjemahkan. Orang dengan hiperopia. Arteri dan vena retina sentralis bercabang dari pusat head-optik. mempunyai bentuk bola mata yang memanjang yang akan memfokuskan cahaya di depan retina. memfokuskan cahaya di belakang retina. Retina distikulasi oleh cahaya yang masuk melalui kornea. obat. dan intervensi bedah yang bersedia untuk mempertahankan dan kemungkinan mengembalikan penglihatan. Pada keadaan dimana terjadi peningkatan TIO. diskus menjadi lebih cekung. makula nampak lebih gelap dibanding bagian lain retina. Ketika impuls cahaya mencapai retina. maka merupakan titik buta dalam medan penglihatan. retina sensoris dapat tertarik dari epitel berpigmen. diskus optikus mempunyai kesan cekungan dangkal. Terbentuknya lubang kecil atau robekan pada retina akan memutuskan pula persatuan tersebut. di retina adalah diskus optikus. yang mengganggu jalannya cahaya. tetapi masih di sentral. yang mentransfer ke saraf optikus (SO II). seperti penyakit atau trauma. atau peradangan jauh. yang hanya mengandung kerucut. Makula sentral mempunyai cekungan dangkal yang dinamakan fovea sentralis. Mata biasanya berusaha memfokuskan cahaya ke daerah ini. Karena diskus optikus tidak memiliki sel fotosensitif. Orang dengan miopia. Asupan darah ke makula secara ekslusif melalui koroid. yang harus ada tidak lebih dari sepertiga diskus dan harus mempunyai batas yang tegas. yang mempengaruhi pemfokusan cahaya pada retina. membuat benda berjarak jauh menjadi kabur. alur visual. Untungnya. Batas diskus juga tampak kabur tanpa tepi yang tegas. Dilihat dengan oftalmoskop. seperti pada lansia. Retina melekat secara longgar pada epitel berpigmen dan disokong oleh humor vitreus seperti jel yang mengisi bola mata. . Bila dilihat melalui oftalmoskop. sehingga cairan dapat bocor ke belakang retina dan melepaskannya. dan humor vitreus. Tempat inilah dimana retina sensoris berkonvergensi membentuk saraf optikus. atau mangkuk fisiologis. banyak farmakologik. atau pandangan dekat. Bila humor vitreus mengkerut atau bertraksi. terjadi urutan reaksi kimia dan hubungan neurologis yang mengirmkan impuls ke epitel berpigmen. lensa.Kerucut bertanggung jawab terhadap pembedaan warna dan penglihatan tajam.

menjaga kornea relatif kering dan jernih. Kornea yang buram dan berkabut terjadi pada peningkatan TIO akut karena tekanan yang berlebihan akan merusak fungsi endotel. . Karena kornea merupakan struktur refraktif utama. jernih pada seperenam anterior mata. Begitu air bocor ke dalam kornea. Kornea tersusun atas lima lapis: epitel. Epitel merupakan lapisan terluar. avaskularitas. Agar dapat berfungsi sebagai lensa optis.f. khususnya bila dibutuhkan penyembuhan luka yang cepat. sehingga bentuknya konveks. atau ulserasi. Kesehatan endotel sangat penting karena tidak dapat beregenerasi. kornea harus tetap basah agar permukaan epitelnya tetap sehat. cedera. Kornea Kornea merupakan struktur konveks. TIO normal berkisar antara 12 sampai 21 mmHg. kornea menjadi buram dan berkabut. stroma. membrana Descement. dan dehidrasi relatif akibat lapisan endotel dan barisan epitel yang mencegah masuknya cairan eksternal ke kornea. Epitel. Struktur Ruang Anterior Bagian anterior mata dibatasi oleh permukaan depan iris dan lensa di bagian posterior dan oleh kornea di bagian anterior. Stroma. Transparansi kornea terjadi akibat keseragaman struktur. Sel-selnya memiliki mekanisme seperti pompa untuk mencegah humor aqueus memasuki kornea. Penurunan oksigenasi terhadap lapisan epitel dapat mengakibatkan edema kornea. Bagian ini merupakan langkah pertama alur cahaya penglihatan. Epitel merupakan barier terhadap air dari luar yang memasuki kornea. Endotelium. Untuk menjaga agar tekanan dalam bola mata tetap konstan. maka sangat penting untuk ketajaman penglihatan. membrana Bowman. untuk menjaga kelembaban dan kenyamanan. dan dehidrasi relatif akibat lapisan endotel dan kularitas. Ruang anterior berisi cairan dan sedikit mengembung. misalnya setelah pembedahan. Angka kecepatan tinggi pergantian sel ini amat penting. Tekanan intraokuler (TIO) terjaga oleh humor aqueus yang mengisi kamera. yang akan mempengaruhi penglihatan. Refraksi yang optimal memerlukan integritas. Posisinya sentral di depan iris. Endotelium hanya setebal satu lapis dan berhubungan langsung dengan humor aqueus pada kamera anterior. Epitel merupakan satu-satunya lapisan yang mampu beregenerasi dan mengalami pergantian lengkap dalam 7 hari. Cedera pada setinggi membrana atau lebih dalam dapat menyebabkan pembentukan parut. dan endotel. disebarkan secara merata dengan gerakan mengedipkan kelopak mata. pengaliran humor aqueus melalui jaring-jaring trabekula dan kanalis Schlemm harus sesuai dengan produksinya oleh badan silier. memiliki empat sampai enam lapisan sel dilengkapi dengan akhiran saraf sensibel dan mikrovili. regenerasi primer epitel terjadi setelah 24 jam. Lapisan airmata. Stroma merupakan bagian kornea yang paling tebal dan terletak antara lapisan membrana Bowman di anterior dan membran Descement di posterior. permukaannya harus tetap halus.

Ancaman terhadap mata menyulut refleks kornea. Kornea merupakan pelindung paling hebat dari benda asing. Pupil Pupil adalah rongga yang terjadi di tengah cincin internal iris. Iris merupakan uvea. iris agak mudah berdarah ketika mengalami cedera. Setiap perubahan kecil pada kornea yang disebabkan kerusakan atau penyakit dapat menyebabkan perubahan besar tajam penglihatan. transparansi. Sensasi ini dapat terus berlangsung meskipun benda asing telah diambil selama kornea masih teriritasi. Kornea dipersarafi sangat tinggi oleh cabang sensoris saraf trigeminal (SO V) dan segera menerima masukan sensoris sebagai rasa nyeri. Warna mata bergantung pada jumlah melanin yang ada pada iris. Tak ada dua iris yang benar-benar sama. Bila ditusuk. Hanya ketika salah satu sistem mendominasi terhadap lainnya atau ketika impuls saraf dihambat akan terjadi dilatasi atau konstriksi murni. semakin cerah warnanya. Otot dilator pupilae sirkuler pada bagian dalam pupil dan menariknya menutup seperti tali pengikat. Nyeri yang intensif biasanya mengacu pada adanya sesuatu di bawah kelopak mata atas. atau traktus berpigmen dan berhubungan dengan lapisan koroid pada tepinya dan badan silier pada sisi bawahnya. Karena vaskuler. Hal ini bisa terjadi terutama bila kornea terpajan di udara. terjadi fotofobia.kehalusan. dan timbul keinginan untuk menggosok mata yang hampir tidak bisa tertahankan. termasuk mata kanan dan kiri orang yang sama. Ketika kornea teriritasi. Maka dari itu. airmata akan terus-menerus membanjiri untuk mengeluarkan bahan iritan. agar cahaya yang masuk ke mata memadai. Orang yang mempunyai warna mata yang sangat cerah mengalami fotofobia (peka terhadap cahaya). Iris Iris merupakan struktur yang sangat vaskuler dengan pigmen yang berbeda-beda (ditentukan secara genetik). Pupil merupakan lubang bulat di tengah iris. Dilatasi pembuluh darah dapat terlihat pada permukaan iris (rubeosis) pada keadaan tertentu. sehingga gambaran pupil dan iris menjadi khas seperti titik air mata. Sistem saraf autonom simpatis yang mempersarafi sampai ke iris (melarikan diri atau bertempur. iris akan berkontraksi ke arah tempat cedera. flight or fight) berakibat dilatasi pupil. dan konveksitas permukaan kornea. semakin banyak jumlah cahaya yang dapat memasuki mata. Orang yang refleks korneanya terganggu atau yang mengalami gangguan sensoris dapat kehilangan perlindungan kornea ini. kedua sistem memberikan asupan kepada iris. Kebalikannya adalah orang dengan mata yang sangat hitam. Respons terhadap obat dan stres dapat menyebabkan fenomena tersebut. bahkan benda yang paling kecil sekalipun tidak dapat ditoleransi di kornea. reguler. Seperti penutup pada kamera. Iris kadang dapat menonjol ke kamera anterior dan keluar dari kornea. iris selalu menyesuaikan diri terhadap berbagai keadaan. Pupil berbentuk bulat. dan terjadi hifema. Kebanyakan waktu. Fungsi lain kornea adalah untuk perlindungan. dan mempunyai ukuran dan respons terhadap cahaya yang sama .

tak berwarna. Konstriksi pupil juga terjadi ketika mata berkonvergensi melihat benda jarak dekat. memberi nutrisi pada kornea dan Badan silier mempunyai ligamentum suspensorium. Badan silier mempunyai dua fungsi : membuat humor aqueus dan menyesuaikan bentuk lensa untuk akomodasi atau pemfokusan. lensa. dan merupakan vaskuler dan muskuler. Pupil terletak agak ke nasal dari pusat kornea. merupakan temuan yang normal pada 20 % populasi. dan jaring-jaring . kaku. yang menyokong lensa dan menggantungkan-nya ke badan silier di belakang iris. Proses ini dikenal sebagai akomodasi. Bentuk lensa ditentukan oleh traksi yang terjadi dari kontraksi dan relaksasi zonula silier. Lensa pada orang muda sangat lentur dan mudah dibentuk untuk akomodasi. Lensa kristalina Lensa kristalina adalah struktur transparan. Akomodasi. Humor aqueus perlu untuk mempertahankan tekanan intraokuler. suatu cincin jaringan yang merupakan kelanjutan dari iris. Bersama bertambahnya usia. sel fotosensitif akan mengirimkan pesan ke otot konstriktor pupil melalui SO III. Kerusakan sel fotosensitif dapat menurunkan fungsi pupil. Otot badan silier akan berkontraksi dan relaksasi untuk membentuk lensa agar refraksi cahaya menjadi tepat. Konstriksi dan dilatasi pupil pada reaksi terhadap cahaya terjadi sebagai akibat berbagai hubungan neuronal. Untuk melihat benda dalam jarak dekat. Lima kali energi lebih besar yang masuk ke dalam mata ketika pupil berdilatasi. yang akan meretraksi iris dan membuka pupil. dengan perjalanan sebesar 360 derajat pada sisi bawahnya. dan kurang bisa berakomodasi. Anisokoria atau pupil yang tidak sama.pada kedua mata. Badan silier merupakan sel berpigmen. Humor aqueus Humor aqueus yang diproduksi di kamera posterior oleh badan silier bersirkulasi sekitar lensa dan iris ke kamera anterior. Hal ini akan mengurangi distorsi dan silau yang terjadi akibat berlebihnya cahaya yang masuk. Tingkat cahaya yang rendah akan mengaktifkan otot dilator pupil. lensa menjadi kuning. membuat zonula berelaksasi. Lensa harus avaskuler agar transmisi cahaya tetap jernih. Lensa yang tergantung di belakang iris bekerja melakukan refraksi dan membelokkan cahaya agar terfokus ke retina. dinamakan zonula. Badan silier Badan silier. Ketika cahaya memasuki mata. badan silier akan berkontraksi. Sedangkan pada populasi lain. Cairan aqueus memberikan nutrisi esensial ke jaringan avaskuler kamera anterior: kornea. dan lensa menjadi lebih cembung dan memungkinkan cahaya terfokus pada retina. avaskuler dan bikoveks yang digantungkan di belakang iris oleh zonula badan silier. Akomodasi lensa selalu menyertai kontraksi pupil. Kapsul anterior dan posterior menyelimuti dan menyokong lensa. pupil yang tak sama menunjukkan adanya penyakit saraf pusat.

dimana humor aqueus digabungkan dalam saluran vena mata. zonula silier. gerakan kelopak mata. maka tekanan intraokuler (TIO) dalam kamera anterior dapat dipertahankan. perubahan posisi tubuh. Struktur ruang posterior Ruang posterior merupakan segmen kecil yang dibatasi di bagian depat oleh sisi posterior lensa dan di bagian posterior oleh humor vitreus. dan pada keadaan dehidrasi berat. badan vitreus tersusun atas jel kolagen dan cairan transparan. Glosarium Istilah Oftalmologik Anatomi Okuler : . yang berhubungan dengan jaring-jaring trabekula. tekanan akan meningkat dan mendorong iris ke depan.trabekula. vitreus berupa 80 % jel. Jaring-jaring trabekula melingkari seluruh lingkaran kamera anterior dan tertanam pada sudut yang terbentuk pada limbus korneosklera. Selama humor aqueus diproduksi dan disalurkan dengan jumlah yang seimbang. TIO terjadi dari keseimbangan antara pembentukan humor aqueus dan tahapan aliran keluar humor aqueus. makanan. Akibatnya. serta dapat mengakibatkan terlepasnya retina. Pada orang muda. dan humor aqueus berada di kamera posterior. menyebabkan gejala yang dikenal sebagai “floaters” (benda mengapung). Dibatasi di bagian anterior oleh lensa dan badan silier dan dibagian posterior oleh retina. Ia mengangkut metabolit dari dan menyediakan bahan kimia yang diperlukan untuk lingkungan dalam mata. Daerah ini hanya bisa dilihat menggunakan instrumen khusus. TIO akan berfluktuasi sepanjang hari dan dapat dipengaruhi oleh musim sepanjang tahun. Badan silier. TIO selalu konstan. dan obat-obatan. humor aqueus akan difiltrasi ke jaring-jaring trabekula menuju kanalis dari Schlemm. yang pada dasarnya membentuk dan mencetak bola mata. Keadaan yang meningkatkan TIO dapat mengakibatkan kerusakan struktur dan fungsi mata yang progresif. Badan vitreus harus avaskuler dan tidak mengandung partikel. yang selanjutnya menghambat aliran. g. Bila lensa dari iris saling melekat (sinekhia). menekan jaring-jaring trabekula. Karena berhubungan dan menempel pada seluruh permukaan retina. Setiap debris yang bergerak dalam badan vitreus akan memberikan bayangan pada permukaan retina. humor vitreus akan mengerut sesuai pertambahan usia. Penyumbatan pupil ini mengakibatkan humor aqueus terperangkap dalam kamera posterior di belakang lensa. Badan vitreus Badan vitreus adalah bagian dari kamera posterior yang paling besar dan paling posterior. Trabekulum dilingkari oleh kanalis Schlemm yang berbentuk oval. humor aqueus tak dapat mengalir dari kamera posterior ke anterior. Begitu berada di kamera anterior. aspek posterior lensa. latihan.

Epikantus lipatan vertikal kulit yang menutupi kantus internus mata. Kanalikuli pipa drainase air mata yang kecil pada bagian dalam kelopak mata atas dan bawah mulai dari puncta ke kanalikuli komunis dan kemudian ke kantung air mata. yang menyilang tepi sirkuler dibelakang iris. Irides) membran kontraktil. dihasilkan oleh badan siliar. sirkuler. Diskus optikus daerah diretina dimana saraf optikus masuk. tersusun hampir seluruhnya oleh kerucut. batang memungkinkan penglihatan perifer pada pencahayaan rendah. dibatasi dibagian depan oleh kornea dan dibagian belakang oleh iris dan bagian anterior lensa kristalina. Fundus okuli kutub dalam posterior mata yang dapat terlihat melalui oftalmoskol Humor aqueos cairan jernih dan berair yang bersirkulasi dalam kamera anterior dan posterior mata. tersusun atas prosesus siliaris dan otot siliaris. Kantung lakrimalis kantung proksimal yang melebar dari sistem sistem lakrimalis menghubungkan kedua duktus nasolakrimalis dan kanalikuli. memanjang sampai ke hidung Fovea sentralis retina cekungan di tengah makula lutea diadaptasikan untuk penglihatan paling tajam. posisi intraokuler saraf optikus yang dibentuk oleh serabut yang berasal dari retina sensoris membawa transmisi ke korteks visual. titik dimana saraf optikus memasuki mata. Kanalis Schlemm saluran drainase aqueus mengelilingi bagian perifer kamera anterior dan berhubungan dengan jaring-jaring trabekula. Batang lihat kerucut dan batang Bintik buta kesenjangan dalam lapang penglihatan yang sesuai dengan daerah retina yang tidak mengandung sel fotosensitif. . Iris (jm. Kamera posterior ruangan yang berisi humor aqueus disebelah anterior lensa dan sebelah posterior iris. Kerucut dan batang dua jenis sel reseptor retina. Kantus sudut pada kedua sisi ruang antara kelopak mata. mengakibatkan bintik buta. Fungsi kerucut adalah ketajaman penglihatan dan pembedaan warna.Badan silier bagian traktus uvea antara dasar iris dan bagian anterior koroid. dan berwarna yang terletak antara kornea dan lensa kristalina dan ditengahnya membentuk pupil Kamera anterior rongga dalam mata berisi humor aqueus.

Uvea lapisan mata bagian tengah. Limbus batas kornea yang berhubungan dengan sklera.Konjungtiva membrana mukosa yang melapisi bagian dalam kelopak mata (palpebra) dan berlanjut ke batas komeosklera permukaan anterior bola mata (bulbar). bertanggung jawab terhadap penglihatan sentral akut. meliputi iris. Pupil lubang kontraktil sirkuler di tengah iris yang mengatur jumlah sinar yang memasuki mata. Fungsinya untuk merefraksi cahaya dan memfokuskannya ke retina. Vitreus masa seperti gelatin. badan silier. mengandung batang dan kerucut yang sensitif terhadap cahaya yang menerima bayangan objek eksternal dan mentransimisikan impuls visual melalui saraf optikus ke otak. yang bersama-sama membentuk lapisan perlindungan eksternal mata. Lensa lihat lensa kristalina. Makula lutea retinae cekungan di pusat retina di sekeliling fovea sebelah lateral dan sedikit di bawah diskus optikus. Rim korneoskleral batas sirkular kornea dan sklera. Kelainan mata : . berpigmen. Lensa kristalina struktur bikonveks transparan yang memisahkan aqueus dari rongga humor vitreus. Palpebral berhubungan dengan kelopak mata. Sklera bagian putih mata. liat berlanjut sebagai kornea. Koroid lapisan tengah mata vaskuler berpigmen antara retina dan sklera. transparan. vaskuler. Retina lapisan terdalam dinding mata tersusun atas jaringan sarafl. fibrous. Puncta muara pengaliran air mata di aspek medial batas masing-masing kelopak mata memungkinkan aliran ke duktus lakrimalis. Saraf optikus saraf kranial kedua yang membawa impuls visual dan retina ke otak. Kornea bagian anterior lapisan fibrus bola mata yang jernih. Zonula serabut-serabut halus jaringan yang meluas dari prosesus siliaris ke lensa kristalina dan mempertahankan lensa tetap dalam posisinya. lapisan opak. dan koroid. transparan yang mengisi dua pertiga bagian belakang mata antara lensa kristalina dan retina. dinamakan limbus. tak berwarna.

Atrofi optik degenerasi saraf optikus. Ektropian lipatan ke luar (eversi) kelopak mata. Hifema darah dalam kamera anterior mata. Hiperopia. Epiforia produksi airmata berlebihan. yang mengakibatkan kerusakan patologis diskus optikus dan defek progresif medan penglihatan. hipermetropis penglihatan jauh. Eksoftalmos penonjolan bola mata tak normal.Ablasio retina pemisahan retina sensoris dari lapisan epitel berpigmen di bawahnya. Bintitan lihat hordeolum eksterna. . kondisi refraktif dimana cahaya sejajar akan difokuskan tepat pada retina tanpa bantuan akomodasi. Fotofobia sensitivitas amborma terhadap cahaya. Glaukoma sekelompok penyakit mata yang ditandai dengan meningkatnya tekanan intraokuler. Eksotropia deviasi bolamata ke luar (mata jereng). Esotropia deviasi satu mata ke dalam (mata juling). Dakriosistitis peradangan sakus lakrimalis. Blefaritis peradangan tepi kelopak mata. Diplopia melihat satu objek terlihat dua (penglihatan ganda). Apakia ketiadaan lensa kristalina dalam mata. namun dapat juga mengenai kamera anterior mata. Emetropis penglihatan normal. Hipertropia deviasi ke salah satu mata. Astigmatisma kelainan refraktif dimana cahaya tak dapat masuk menjadi satu titik fokus retina karena kelengkungan kornea atau lensa yang tidak seimbang. Hemianopsis kebutaan setengah medan penglihatan. Entropion terbaliknya (inversi) kelopak mata. Endoftalmitis peradangan intraokuler dan serius terutama mengenai rongga vitreus.

Nistagmus gerakan cepat involunter berulang-ulang bola mata. Hordeolum eksternus (bintitan) infeksi kelenjar Moll atau Zeis Kelazion kista kelenjar meibom. Xerosis keringnya kornea dan konjungtiva yang abnormal akibat defesiensi mata. Papiledema pembengkakan diskus optikus. Uveitis inflamasi iris. Strabismus ketidaksegarisan mata akibat ketidakseimbangan otot ekstraokuler. Miopia penglihatan dekat. atau koroid. yang dapat mencapai ke kornea. Retinitis pigmentosus degenerasi retina bilateral progresif herediter. Trakoma infeksi konjungtiva dan kornea berat oleh bakteria (Chlamydia trachomatis). Presbiopia berkurangnya kekuatan akomodasi akibat proses penuaan. Keratitis inflamasi kornea.Hipopion pus dalam kamera anterior mata. tebal. Oftalmia simpatis uveitis mata yang tidak mengalami cedera akibat sensitisasi pigmen uvea setelah cedera tembus maa lainnya. kedua mata tidak terfiksasi pada satu objek yang sedang dilihat. Hipotoni tekanan intraokuler rendah yang abnormal. Pterigium pertumbuhan jaringan konjungtiva berbentuk segitiga. Agens Farmakologis Oftalmik : Miotikum agens yang mengakibatkan kontraksi pupil. badan silier. Katarak hilangnya transparansi lensa krsitalina. kornea berbentuk kerucut dengan penipisan . Keratokonus deformitas noninflamasi sentral. Midriatikum agens yang mengakibatkan dilatasi pupil. Trabekulum jaring-jaring di sudut ruang anterior yang dilalui aliran humor aqueus ketika meninggalkan mata.

OS (oculus sinister) atau LE-left eye (mata kiri). PKP penetrating keratoplasty (keratoplastik tembus). satuan ukuran kekuatan atau kekuatan refraksi lensa (lensa 1-D menghasilkan cahaya paralel difokuskan 1 m dari lensa). ICCE intracapsular cataract extraction (ekstraksi katarak intrakapsuler). Singkatan Umum : D dioptri. HT hipertropia. Metoda pengkajian oftalmik yang berguna bagi perawat disajikan di sini. OU (oculi unitas)-kedua mata bersama. Pengkajian oftalmik harus berisi tinjauan ringkas sebagai komponen pemeriksaan fisis umum atau sebagai pemeriksaan teliti. Pengkajian Oftalmik Peran perawat dalam perawatan mata meliputi pengkajian maupun pendidikan pasien dan perawatan tindak lanjut. . pengkajian oftalmik merupakan komponen nurovisual pemeriksaan sensoris. IOP intraoculer pressure (tekanan intraokuler). PHACO ekstraksi katarak pakoemulisifikasi. Pengkajian mata dan struktur pendukungnya harus diperhitungkan sebagai komponen pemeriksaan neurologis karena mata terletak di kepala dan secara langsung berhubungan dan secara struktural merupakan bagian dari sistem saraf. 2. ST esotropia. selektif mata itu sendiri.Sikloplegikum agens untuk melumpuhkan otot silier. Jadi. Dalam menjalankan peran ini perawat berkolaborasi bersama berbagai personel perawatan kesehatan dan spesialis mata. OD (oculus dexter) atau RE-right eye (mata kanan). ECCE extracapsular cataract extraction (ekstraksi katarak ekstra kapsuler). EOM extraoculer muscle (otot ekstraokuler). RK radial keratoplasty (keratoplastik tembus). Diasumsuikan bahwa keterampilan yang lebih detil dan spesifik dari yang akan ditampilkan di sini masih diperlukan pada bagian oftalmologi khusus. IOL intraoculer lens (lensa intraokuler).

Riwayat keadaan oftalmik sangat penting saat mengumpulkan data dasar. kebutaan. seperti terapi laser atau fotokoagulasi. durasi. Informasi yang harus diperoleh meliputi informasi mengenai penurunan tajam penglihatan dan upaya keamanan dan tergantung pada alasan melakukan pemeriksaan oftalmik. keadaan saat nyeri timbul. seperti katarak. diabetes. dan setiap rabas mata harus diperoleh. dimana semuanya dapat saja berperan dalam kondisi oftalmik sekarang. Perubahan dalam gangguan ketajaman penglihatan atau kehilangan medan penglihatan harus diidentifikasi. floater. dan efektivitas refraksi harus dicatat. dan apakah pasien pernah menjalani prosedur oftalmik noninvasif. Penting juga menentukan apakah kondisi tersebut unilateral atau bilateral. Kita harus menyelidiki setiap riwayat kelainan mata. nyeri okuler atau dahi. upaya menguranginya. Pendekatan ditujukan pada faktor risiko yang berhubungan dengan usia. dan diagnostik khusus oftalmik dan prosedur refraktif. pemeriksaan fisik. a. Ada tiga bidang pengkajian oftalmik yang ditujukan pada bab ini: pengambilan riwayat. Juga penting mengidentifikasi tanggal awitan dan penanganan keadaan tersebut. atau penurunan tajam penglihatan. lensa kontak. mata gatal. dan beratnya. awitan. . trauma mata. pelepasan retina. Ringkasan riwayat oftalmik bagi setiap pasien harus meliputi pertanyaan berikut : Apakah Anda mempunyai masalah dengan mata atau penglihatan Anda? Apakah Anda menggunakan obat mata? Apakah anda menggunakan kaca mata. penyakit hipertensi. penyakit hipertensi. Riwayat gejala oftalmik. keluar air mata. atau keduanya. dan terapi pasien. dikaji sehubungan dengan lokasi.Derajat potensial keterlibatan oftalmik menentukan kapan diperlukan evaluasi khusus atau hanya singkat saja. nyeri kepala (termasuk lokasi dan frekuensi). Riwayat oftalmik Sebelum melakukan pengkajian fisik mata. Pasien ditanyai mengenai apakah ia pernah menjalani koreksi refraksi dan pengukuran ketajaman penglihatan. perawat harus mendapatkan riwayat oftalmik. seperti pembedahan atau terapi laser? Apakah Anda pernah mengunjungi spesialis perawatan mata? Riwayat keluarga mengenai kelainan oftalmik juga harus dikaji dan memasukkan pertanyaan mengenai glaukoma. pembedahan mata. pusing. dan kelainan dan penyakit lain yang dapat mengganggu ketajaman penglihatan. Informasi lain yang penting meliputi penggunaan obat oftalmik yang dijual bebas atau dengan resep yang sedang dipakai. Riwayat harus meliputi pertanyaan mengenai glaukoma. glaukoma. bila diketahui. Bila ada keluhan nyeri. atau bentuk lain koreksi penglihatan? Apakah Anda pernah menjalani prosedur oftalmik khusus. seperti fotofobia. Menggunakan lensa koreksi untuk penglihatan dekat atau jauh. penurunan ketajaman penglihatan yang diakibatkannya. medis.

Ketika menanyakan pertanyaan mengenai riwayat pasien. Pendekatan lingkungan harus menyertakan tentang keamanan di lingkungan hidup. dapat menurunkan tekanan intraokuler dengan hilangnya cairan. dan keprihatinan lingkungan rumah. Obat lain. seperti morfin sulfat. Miastenia gravis dapat bermanifestasi sebagai gejala okuler. 1. . karena emboli yang sangat kecil dapat berjalan sampai ke arteri retina sentralis dan mengakibatkan penyumbatan. dapat menyebabkan konstriksi pupil. Neuritis optikus sering terjadi pada pasien dengan sklerosis multipel. Obat lainnya mempengaruhi produksi humor aqueus oleh badan silier. obat simpatomimetik atau vagolitik dapat menghasilkan dilatasi pupil menetap. Misalnya. menyebabkan hilangnya peredaran darah retina dan penglihatan. dan diabetes. Riwayat medis yang berkaitan Banyak kelainan yang menyertai atau bermanifestasi gejala okuler dan perubahan nyata pada struktur dan fungsi penglihatan.katarak. begitu pula respons terhadap terapi penyakit-penyakit tersebut. Pasien ditanyai apakah masalah oftalmik yang dilaporkan telah mempengaruhi fungsi yang biasa dilakukan. Penting menentukan adanya riwayat penyakit emboli. Riwayat psikososial Daerah pengkajian penting lainnya meliputi psikologis. aktivitas hiburan dan olahraga – harus dievaluasi. Sakit kepala migren dapat berhubungan dengan gejala oftalmik. demografis. Obat yang mempengaruhi kesetimbangan cairan. misalnya diuretika. kita harus memperhitungkan efek keadaan oftalmik terhadap aktivitas pasien pada kehidupan sehari-hari dan terhadap pekerjaan. dan keterampilan lain yang digunakan orang dalam kehidupan sehari-hari dapat terpengaruhi oleh kelainan mata. iklim. Diabetes melitus dan hipertensi adalah penyebab tersering gangguan pembuluh darah okuler dan bertanggung jawab pada retinopati (penyakit retina) dan kebutaan pada sebagian bermakna populasi yang terkena. Trauma kepala yang baru atau penyakit neurologis berat lain dapat menghasilkan temuan oftalmik seperti papiledema (pembengkakan diskus optikus). Beberapa obat dapat mempengaruhi otot ekstra okuler sehingga mata menjadi tidak segaris. Bukti pola penyiksaan fisik dapat terlihat dalam bentuk lebam mata. hama dan serangga. Banyak obat mempunyai efek oftalmik dan dapat mempengaruhi ketajaman penglihatan. Mengendarai kendaraan bermotor. paparan terhadap iritan eksternal. kebersihan. mengasuh anak. yang tampak sebagai ptosis (kelopak mata turun) pada awal awitan penyakit ini. Informasi penting lain yang berhubungan meliputi regimen obat yang sedang dipakai pasien. Hal ini terutama penting bagi perawat kesehatan rumah ketika mengevaluasi lingkungan sekeliling pasien yang menderita gangguan penglihatan. 2. kemudian perawat dapat mengkaji bagaimana pasien menghadapi masalah tersebut. dan perubahan pupil. dan faktor lain yang dapat mempengaruhi kesehatan oftalmik. defek lapang pandang. Gaya hidup pasien – jenis pekerjaan. Banyak aspek hidup sehari-hari bergantung pada ketajaman penglihatan : keamanan dan keberhasilan fungsi dapat terancam oleh penurunan ketajaman penglihatan.

Karena merupakan fungsi mata yang terpenting. ketajaman penglihatan harus diuji dengan dan tanpa menggunakan lensa. khususnya bila kehilangan penglihatannya terjadi mendadak. sementara yang lain mungkin menggantungkan diri lebih pada perabaan. pemeriksaan kasar ketajaman penglihatan dapat dilakukan di tempat tidur dengan menggunakan teknik dasar. Pupil adalah jendela ke mikrosirkulasi manusia. b. pemahaman. dan membaca setiap baris pada kartu sampai huruf yang tercetak tak dapat lagi dikenali. Harus dilakukan paling awal sehingga penglihatan sudah dapat dikaji sebelum kita benar-benar menyentuh mata. Suara seseorang bisa sangat berarti bagi seseorang yang mengalami gangguan penglihatan. Tajam penglihatan sangat penting untuk diuji. Mereka yang kehilangan penglihatannya mendadak lebih sulit menyesuaikan diri setelah sekian lama menggantungkan diri pada penglihatan untuk menjelajahi dunia dan mempergunakan masukan sensoris tersebut untuk mengadakan hubungan manusiawi. Uji formal ketajaman penglihatan harus merupakan bagian dari setiap data dasar pasien. yang kemudian menjadi lebih akut. Buta huruf dapat diatasi dengan menggunakan kartu (kartu Snellen) yang menampilkan huruf E dengan empat posisi yang berbeda. Mereka yang penglihatannya terganggu cenderung menggunakan indra lain seperti pendengaran dan perabaan. Penyakit seperti hipertensi dan diabetes menimbulkan perubahan pada vaskulatur retina yang dapat langsung dilihjat. agar kedua mata tetap terbuka. Pasien diminta untuk menutup salah satu mata dengan selembar kertas atau karton. Penting untuk mengetahui masukan sensori mana yang berarti bagi individu tersebut sehingga personel perawatan kesehatan dapat mengadaptasi komunikasi yang dibutuhkan. Kehilangan bentuk masukan sensoris bentuk ini sangat mengganggu pada beberapa orang. gerakan . Retina yang dapat dilihat dengan oftalmoskop adalah satu-satunya tempat pada tubuh manusia dimana dasar pembuluh darahnya dapat diperiksa secara langsung. Mereka yang mengalami kebutaan kongenital cenderung sudah beradaptasi dengan dunianya secara baik. Tajam penglihatan diuji dengan kartu mata (kartu Snellen) yang dapat diletakkan 6 meter (20 kaki) dari pasien atau menggunakan kartu dekat. seperti persepsi terhadap cahaya. Kartu ini juga berguna untuk mengkaji ketajaman penglihatan anak umur 5 tahun. Bila pasien menggunakan lensa koreksi. Seperti orientasi terhadap lingkungan dan asuhan oftalmik. dan arti bagi mereka.Kepuasaan psikologis yang dapat dicapai melalui penglihatan dapat disejajarkan dengan kenikmatan mendengarkan musik. Pengkajian tersebut. Sangat penting untuk menentukan apa yang dapat memfasilitasi komunikasi. Pengkajian fisik penglihatan dan mata Pemeriksaan mata merupakan komponen yang sangat penting pada pemeriksaan fisik. 1. tidak hanya karena kesehatan mata sangat penting bagi kesehatan pasien secara keseluruhan tetapi juga karena keadaan mata dapat mencerminkan keadaan kesehatan secara umum. Pengkajian ketajaman penglihatan Mata memberikan stimuli visual ke korteks oksipital.

fenomena sebaliknya akan terjadi. Integritas kontrol saraf otot mata dapat dikaji dengan mengarahkan pasien. dan pasien diminta memfokuskan mata yang tidak tertutup pada satu benda diam sementara mata yang ditutup karton/tangan tetap terbuka. Tempat pantulan cahaya pada mata harus identik. dan VI). IV. Bila mata. menunjukkan bahwa pasien dapat melihat pada 20 kaki sedangkan mata normal dapat melihatnya pada jarak 200 kaki. Pasien seperti ini hanya dapat membaca dengan akurat huruf besar di baris paling atas kartu Snellen. Aksi sinergis (sesuai) otot ekstraokuler kedua mata menghasilkan gerakan paralel. dan membaca sangat mudah dilakukan dan dapat memberi informasi praktis mengenai penglihatan pasien.tangan. Sebaliknya. kecenderungan mata untuk bergeser ke sisi nasal disebut esoforia. sementara kepala dijaga tetap diam. Mekanisme bagaimana cara kerjanya sangat kompleks. 2. ketika ditutup. dan analisis abnormalitasnya memerlukan konsultasi dengan dokter. batas kebutaan legal. Disamping kesejajaran normal kedua mata ketika keduanya berfungsi bersama. 20/200. Salah satu mata pasien ditutup dengan karton atau tangan pemeriksa. Uji menutup. Pengkajian gerakan mata Otot ekstraokuler adalah enam otot kecil yang melekat pada tiap mata yang menggerakkan bola mata. saat ditutup. akan kembali ke titik semula ketika penutup dibuka. Lirikan Terkoordinasi. Dengan meminta pasien membaca surat kabar dengan jarak satu kaki adala uji skrining umum untuk presbiopia. dan akan nampak gerakan abnormal mata. Kesejajaran paralel mata tersebut dapat dengan mudah dideteksi dengan mengarahkan sinar langsung ke mata sementara pasien memandangi sumber cahaya. Diinervasi oleh tiga saraf otak (SO III. Setelah usia 40 tahun. bila bergeser ke sisi nasal. lensa mata mulai menjadi kaku dan tak mampu mengakomodasikan bentuknya terhadap pandangan jarak dekat (presbiopia). menghitung jari. bergeser ke sisi temporal. ada kecenderungan salah satu mata untuk bergeser ke sisi nasal atau sisi temporal (dan perlunya untuk mengkompensasi secara involunter dengan usaha) dapat dikaji dengan uji menutup. Pasien yang tajam penglihatannya masih kurang dari 20/20 ketika sudah dikoreksi dengan kaca-matanya sendiri harus dirujuk ke ahli oftamologi atau optometris. Kecenderungan mata untuk bergeser. Ketajaman penglihatan 20/50 berarti pasien dapat melihat dari 20 kaki jauhnya sedangkan orang normal mampu melihatnya pada jarak 50 kaki. untuk menggerakkan matanya keenam posisi kardinal lirikan dengan mengikuti sebuah . Pasien yang mengalami kesulitan dengan pemeriksaan ini harus dirujuk ke spesialis untuk evaluasi lebih lanjut. Refleks cahaya yang berbeda antara satu mata dengan lainnya menunjukkan gangguan penglihatan paralel. Ketajaman penglihatan diekspresikan dalam rasio yang membandingkan bagaimana seseorang dengan penglihatan normal melihat dari jarak 20 kaki dengan yang dilihat pasien dari jarak 20 kaki. ke sisi temporal dinamakan eksoforia. Kemudian karton atau tangan tiba-tiba disingkirkan.

Ketika gerakan ekstraokuler sedang dikaji. Tidak adanya nistagmus selama uji kalori merupakan salah satu tanda klinis kematian otak. termasuk bintik buta dimana saraf optik memasuki mata dan dimana tidak terdapat sel retina fotosensitif. dapat menimbulkan nistagmus. Benda digerakkan ke lateral ke kedua sisi sepanjang sumbu horizontal dan kemudian sepanjang sumbu oblik. Strabismus merupakan salah satu penyebab ambliopia. yang sayangnya merupakan temuan yang sudah terlambat. Dilakukan dengan cara memasukkan air hangat maupun dingin ke dalam telinga. selama transisi dari salah satu posisi kardinal lirikan. Nistagmus mempunyai dua komponen. saling berhadapan. Pemeriksa dan pasien duduk dengan jarak 1 sampai 2 kaki. Bila terjadi diplopia atau pandangan ganda. nistagmus pada lirikan lateral eksterm adalah temuan yang normal. dapat dilakukan pemeriksaan kalori. Namun. Meskipun lapang pandang dapat dikaji dengan cepat oleh oftalmologis. Ada banyak keadaan. lapang pandang juga harus dikaji. Ketika tidak bergerak bersama. masing-masing membentuk sudut 60-derajat dengan sumbu horizontal. pemeriksa dapat mengetahui adanya salah satu atau lebih otot ekstraokuler yang gagal untuk berfungsi dengan benar. Pengkajian lapang pandang Bersamaan dengan ketajaman penglihatan. namun ada juga yang mencerminkan proses patologi yang berat. Tiap posisi kardinal lirikan menggambarkan fungsi salah satu dari keenam otot ekstraokuler yang melekat pada tiap mata. seperti pada sklerosis multipel dan tingginya kadar Dilantin (fenitoin). Keadaan ini bisa juga terjadi bila salah satu mata gagal bergerak bersama dengan yang lain. estimasi kasar dapat dibuat di kantor atau di tempat tidur pasien ketika pemeriksa memperhatikan adanya gangguan umum lapang pandang. fenomena ini dinamakan strabismus. mata diobservasi bila ada nistagmus. Pada orang sehat. Metoda yang mudah dan dapat dipercaya untuk menguji penuhnya lapang pandang adalah konfrontasi langsung dan menggunakan uji telunjuk. dan dapat dihindari dengan tidak meletakkan benda terlalu jauh ke lateral. Kebanyakan. Defisit penglihatan akibat glaukoma cenderung mengikuti pola tertentu kehilangan pandangan perifer progresif (tunnel vision = pandangan terowongan).benda. Pasien diminta menutup salah satu mata dengan . Pasien dengan stroke dapat kehilangan seperempat atau setengah lapang pandang pada kedua matanya. manusia mempunyai lapang pandang bulat. Meskipun kebanyakan keadaan tersebut bersifat jinak. Pemeriksaan Kalori. komponen cepat pada salah satu arah atau arah lainnya dan komponen lanjutannya yang lebih lambat yang mengembalikan mata ke posisi yang diharapkan. Saat melakukan uji kalori pada orang sehat dapat membangkitkan muntah dan nyeri hebat. akan menimbulkan nistagmus cepat ke arah atau menjauhi penetesan air. suatu gerakan mata mendadak ireguler seperti gerakan lirikan ke posisi lateral. Ketika mengkaji viabilitas otak. Hal ini akan menimbulkan pandangan ganda atau kabur karena gambar yang diprojeksikan pada masing-masing retina berbeda. misalnya pada pasien dengan cedera serebrovaskuler (stroke) atau glaukoma. Mata harus bergerak bersama secara simetris dan dengan arah yang sama.

dan pupil. pasien memberi informasi kepada pemeriksa saat ketika benda mulai dapat terlihat sementara mempertahankan arah lirikannya ke depan. perawat menggunakan pendekatan sistematis. pemeriksa menutup mata kanannya. biasanya dari luar ke dalam. temporal. Pemeriksaan mata Teknik yang biasanya dipergunakan dalam pemeriksaan oftalmologis adalah inspeksi dan palpasi. Meskipun tak ada satu pun mata yang benar-benar identik. . seperti pada pemeriksaan pengkajian medan lirikan kardinal. pada dasarnya ukuran dan konfigurasinya sama.karton. kamera anterior. Keseluruhan prosedur dilakukan dengan cara sebaliknya untuk mengkaji medan pandangan mata yang satunya. atau bintik buta. Pemeriksaan fisik mata Struktur eksternal mata diperiksa terutama dengan inspeksi. Palpasi bisa dilakukan untuk mengkaji nyeri tekan mata dan deformitas dan untuk mengeluarkan cairan dari puncta. Pasien diminta melirik tetap pada hidung pemeriksa dan menghitung jumlah jari yang ada di medan superior dan inferior lirikan temporal dan nasal. Bila pasien menutup mata kirinya. bulu mata. perawat pertama-tama melakukan observasi keadaan umum mata dari jauh. superior dan inferior dikaji dengan memasukkan benda dalam penglihatan dari berbagai titik perifer. tanpa menekan. Selain uji medan penglihatan di tempat tidur. horizontal dan oblik. pemeriksa menggeser benda dari tangan kanan ke tangan kiri. kornea. Penentuan secara kasar medan penglihatan dapat dideteksi dengan cara ini. Untuk menguji medan pandangan asal lirikan pada mata yang sama. sementara ia harus memandang hidung pemeriksa. Sebaliknya pemeriksa juga menutup salah satu matanya sebagai pembanding. Medan nasal. misalnya. Jari pemeriksa digerakkan dari posisi luar terjauh ke tengah dalam bidang vertikal. kemudian diperiksa struktur internal. aparatus lakrimalis. Inspeksi visual dilakukan dengan instrumen oftalmik khusus dan sumber cahaya. Bila pada uji komfrontasi memperlihatkan penurunan medan penglihatan. kelopak mata. iris. Struktur ini meliputi alis. Palpasi juga dilakukan untuk mendeteksi secara kasar (jelas terlihat) tingkat tekanan intraokuler. konjungtiva. Struktur eksternal mata dan bola mata dievaluasi lebih dahulu. ada cara yang lebih canggih dan dapat dihitung untuk mengukur medan pandangan. Pada setiap manuver. Perimeter Goldman atau alat uji perimetri automatis yang baru menggunakan plotting sistematis persepsi titik-titik cahaya yang diproyeksikan pada mangkuk bulat dengan kepala diletakkan di pusatnya. Seperti pada semua pemeriksaan fisik. mencatat adanya simetri umum dan posisi dan kesejajaran mata. maka pasien harus dirujuk ke ahli oftamologi untuk evaluasi lebih lanjut. Ketika melakukan pemeriksaan dari luar ke dalam.

dan berbagai penyakit autoimun. hematoma yang terjadi menyebabkan gambaran mata hitam yang dikenal sebagai mata raccoon. sementara protrusi bilateral menunjukkan adanya edema umum. atau eksoftalmos. lepuh. pembengkakan. Posisi kelopak dan simetri merupakan bagian sangat penting pada pemeriksaan saraf otak (SO). Eksoftalmos klasik. Setelah mata terbuka. Batas orbita dipalpasi untuk adanya defek. Protrusi unilateral dapat berhubungan dengan masa dalam orbita. Kelopak mata Posisi kelopak mata dikaji dalam hubungannya dengan bola mata. seperti terjadi pada tumor atau pembengkakan dalam rongga orbita. Kelopak tidak boleh menutupi pupil. seperti pada penyakit Grave (hipertirodisme). darah dapat merembes dari robekan dura ke rongga orbita. Retraksi kelopak dapat menyerupai keadaan seperti mata yang mengalami protrusi. Kelopak mata diinspeksi warna. cedera lain dan adanya benda asing. Iris. kelemahan otot. seperti tumor. Terkadang pada patah tulang dasar tengkorak difosa anterior. Terlihatnya bagian mata yang lebih dari biasa mengindikasikan adanya protrusi. yang mungkin diakibatkan oleh hipertirodisme atau masa dalam orbita. keadaan kulit. Untuk mengkaji SO III. Pasien dengan patah tulang dikaji adanya kebocoran cairan serebrospinal dari hidung yang menyertainya (rinotea). Posisi kelopak harus simetris. Alis diobservasi mengenai kuantitas dan penyebaran rambutnya. Tidak boleh terlihat sklera di atas atau di bawah kornea. yang dapat mengganggu penglihatan. perawat meminta pasien untuk menutup mata secara ringan untuk menentukan apakah mata bisa tertutup secara penuh. Pembukaan mata mengkaji SO VII. defek kongenital. Ptosis (turunnya kelopak) dapat disebabkan oleh edema. Warna mata menjadi pucat sesuai pertambahan usia. atau masalah neurologis (SO III) yang disebabkan oleh trauma atau penyakit. kornea atau sklera tidak dapat terlihat secara utuh pada keadaan istirahat saat wawancara. dan kelopak mata atas harus tepat melintasi limbus kornea dan di atas pupil. dapat terjadi terjeratnya otot ekstraokuler atau traktus saraf krania. laserasi. Kelopak melindungi mata dari benda asing dengan refleks mengejapkan mata. Batas kelopak diperiksa adanya lesi seperti bintitan atau tumor.Variasi dari satu sisi dengan sisi lainnya menunjukkan adanya atrofi atau peningkatan dimensi. Pengkajian . dan ada-tidaknya serta arah tumbuhnya bulu mata. Iregularitas tepi tulang orbita bisa terjadi pada patah tulang blow-out orbita atau patah tulang wajah. diperkirakan merupakan proses autoimun yang berakibat inflamasi orbita dan pembengkakan otot dan lemak. Juga dicatat adanya jaringan parut. posisi kelopak diobservasi untuk melihat apakah keduanya simetris dan batas bawahnya berhenti pada bagian iris sama tinggi. meskipun mungkin ada yang warnanya berbeda. Kedua mata harus relatif sama warnanya. Mata dan kelopak mata orang yang kekurangan nutrisi atau dehidrasi nampak seperti tenggelam atau cekung karena lemak dan cairan yang tersimpan di belakang bola mata hilang. Kelopak mempunyai peran penting pada integritas mata. penyakit depigmentasi.

Dengan melakukan uji Schimer merupakan cara yang mudah untuk mendeteksi jumlah produksi airmata. Bulu mata yang panjang dan tak teratur dapat mengakibatkan iritasi kornea. Komponen drainase sistem lakrimal meliputi puncta. menghasilkan posisi dan penutupan kelopak yang abnormal. Merupakan bagian atas sistem drainase air mata untuk kemudian dialirkan ke sakus dan duktus lakrimalis. Dan penentuan tingkat kesadaran. Edema dan eksudat dapat menyumbat bagian atas sistem lakrimalis. Hasil uji dinyatakan normal bila kebasahannya  10 mm. kanalikuli. Eksudat dan cairan lain . Sistem lakrimal tersusun atas bagian sekresi dan drainase. perawat mengobservasi arah kelopak mata. Interval mengejap volunter sangat individual sifatnya dan harus dikaji dengan baik. dan duktus nasolakrimalis. Uji ini dapat dilakukan dengan atau tanpa anestesi lokal. Kelopak harus terletak merata pada permukaan mata. diukur kebasahan kertas. albinisme. Kelopak yang melengkung ke luar dinamakan ektropion. Drainase pertama kalai dikaji dengan mengobservasi punkta. Selembar kertas seperti lakmus dilipat dan diselipkan di kelopak mata bawah dan dibiarkan selama 5 menit. Penyakit kronik kelopak mata dapat merusaknya. Sistem lakrimal Struktur dan fungsi pembentukan dan drainase air mata harus dikaji. oval di kantus medial bagian atas dan bawah yang berfungsi menyalurkan air mata ke kanalikuli. Orang yang menderita depigmentasi abnormal. Lapisan air mata secara umum mengenai kelembaban atau kekeringannya. Kelopak yang melengkung ke dalam dinamakan entropion. Air mata aqueus diproduksi oleh kelenjar airmata yang terletak di bawah orbital lateral atas. Sering terjadi pada anak-anak. Kenyataannya. Setelah 5 menit. kelopak mata seperti ini tak dapat menutup dengan baik dan mata eksternal dapat terpajan dan kering. untuk menyerap airmata yang dihasilkan. kebasahan yang melebihi 25 mm menujukkan kelebihan produksi airmata. Bulu mata pada kelopak yang begini akan menjadi senjata tajam dan terjadi iritasi kornea ketika mengejapkan mata dan kontak dengan kulit dan rambut. Kertas tersebut digunakan seperti sumbu. mengakibatkan sakus menggelembung pada sisi jembatan hidung. Merupakan muara kecil. dan penyakit autoimun bulu matanya akan memutih. Bulu mata Perawat kemudian harus memeriksa bulu mata untuk posisi dan distribusinya. Terkadang puncta mengalami inflamasi dan nampak merah dan “mencucu”. Biasanya selain berfungsi sebagai pelindung mereka juga dapat menjadi iritan bagi mata bila menjadi panjang dan salah arah. atau poliosis. Bila dicurigai pembesaran kelenjar. infeksi kronik. akibatnya airmata akan membanjir ke muka. Akhirnya. banyak pasien dengan infeksi kelopak kronik kemudian mengalami kekeringan mata dan ulkus abrasi kornea akibat iritasi dan kehilangan bulu mata. kelopak mata atas harus dieversi untuk memajankan dan menginspeksi kelenjar mengenai adanya pembengkakan dan inflamasi. Sistem drainase lakrimalis dapat mengalami inflamasi dan penyumbatan.refleks mengejap yang utuh merupakan bagian pemeriksaan saraf pusat. sakus lakrimalis.

Kapiler kecil normalnya terlihat pada konjungtiva. Pengkabutan kornea terlihat pada kasus edema kornea. Biasanya kornea tidak mengandung pembuluh darah. Ketika kelopak mata dibuka dengan lembut. hanya bisa dilihat dengan instrumen dengan cahaya. seperti pada glaukoma akut. atau setiap kejadian yang merusak epitel. lokasi dan perkiraan jumlahnya. dan sklera fibrosa normalnya putih. pembedahan atau infeksi sebelumnya. Mata dibagi dalam dua kamera. simetris dan tunggal. kornea tampak halus dengan pantulan cahaya seperti cermin. Bayangan yang tercetak di iris menunjukkan lesi kornea atau pergeseran ke depan kamera anterior. Bila kornea dan kamera anterior jernih. anterior dan posterior. jangan dikacaukan dengan ikterik. terang. cermin. gambaran detil iris dapat dilihat jelas. Tumbuhnya pembuluh darah ke kornea atau menonjolnya pembuluh darah di sekitar perimeter harus dicatat. Kornea harus transparan sehingga cahaya dapat melaluinya secara bebas. Iregularitas segera dapat mendeteksi adanya defek pada pantulan cahaya pada kornea. bawah. kejernihan kornea diobservasi. perawat dapat melakukan observasi berbagai keadaan menggunakan lampu senter kecil. Pantulan cahaya yang berpendar menunjukkan permukaan yang ireguler atau edema kornea. Parut menunjukkan adanya trauma. sklera kadang tampak kekuningan. Kamera posterior. kekuningan sklera yang ditemukan pada penyakit hati dan empedu. Pemeriksaan kornea Biasanya lampu slit digunakan untuk memeriksa kornea secara cermat. namun. Kornea diobservasi mengenai adanya parut. Demikian juga. Pembuluh darah seperti ini tidak normal dan dapat mengganggu penglihatan. Konjungtiva bulbaris yang tampak dari luar diinspeksi.yang keluar dikaji mengenai warna. yang biasanya tampak putih kelabu. Pemeriksaan mata anterior Sklera dan konjungtiva bulbaris diinspeksi secara bersama. Konjungtiva palpebra kelopak mata bawah dapat langsung diinspeksi dengan menyuruh pasien melihat ke atas sementara kelopak mata baah dieversi dengan tarikan lembut batas kelopak mata baah. Daerah tersebut dikaji mengenai adanya nyeri tekan dan pembesaran. kelopak maa atas juga harus dieversi untuk melihat konjungtiva palpebranya. Kemudian. . pada orang berkulit gelap. Untuk melakukan inspeksi permukaan kornea. pascatrauma dan pembdahan. pasien diminta melihat ke atas. Kelopak dilebarkan dibuka dengan meletakkan telunjuk pada kelopak mata atas pasien dan ibu jari pada bagian bawah agar terhindar dari trauma jaringan lunak. Hal pertama yang harus diobservasi adalah keadaan umum kornea. Normalnya. Sklera tampak kebiruan bila sangat tipis. Lokasi kamera segmen anterior memungkinkan inspeksi kasar tanpa menggunakan instrumen khusus. atau pembesar. pemeriksa menyorotkan senter pada bagian anterior. Obstruksi dan inflamasi duktus lakrimalis sering dapat diidentifikasi dengan meraba sisi hidung dengan kantus medial mata. sebaliknya. Setiap bentuk cairan yang keluar dari puncta harus dicatat dan digambarkan. Tapi. merupakan temuan yang normal. dan kedua sisi.

kornea yang menggelembung runcing disebabkan oleh penipisan lapisan kornea atau pendataran kamera akibat dekompresi. Bila seseorang mengalami ruptur bola mata. atau peningkatan tekanan intraokuler karena iris menonjol ke depan. Limbus harus diperiksa adanya penyebaran pembuluh darah atau adanya warna merah gelap. bilateral dan pengeluaran air mata. atau lubang pada kornea. seperti adanya selembut bulu mata. suatu cincin keabuan jinak di sekeliling batas kornea. hati-hati jangan sampai menyentuh kelopak atau bulu mata. Anestesi dapat bekerja segera. lensa harus dilepas sebelum pemberian pewarna. Perlu diingat. Sensitivitas kornea dikaji dengan menyapukan serabut kapas bersih yang berbeda pada masing-masing kornea. mungkin diperlukan anestesi topikal. karena dapat masuk ke dalam mata dan merusak sel endotel yang tak dapat beregenerasi. perlu melakukan eversi kelopak mata atas sebagai berikut : 1. Trauma kornea dapat mengakibatkan gejala berat dan menyulitkan pemeriksaan. Terangkan apa tujuannya. Pasien usila terkadang mengalami arkus senilis. jadi. refleks kornea dapat dirangsang dengan mengetuk ringan kelopak mata atas yang menutupi kornea.Untuk mengevaluasi bentuk kornea. Temuan dapat meliputi keratokonus. pasien akan mengejapkan mata. namun biasanya digunakan untuk mendiagnosis penyakit konjungtiva. Uji ini akan menimbulkan kejapan mata segera dan sama. misalnya untuk mengambil benda asing atau mengkaji warna atau asupan darah sklera. jangan sekali-kali diberikan tetes mata. dapat diberikan pewarna fluoresin topikal sebelum pemeriksaan. yang dapat diakibatkan oleh ruptur bola mata atau luka operasi terbuka. Pewarna fluoresin akan melekat pada epitel yang terkelupas dan tampak hijau terang ketika disinari dengan lampu slit. Namun. Untuk memeriksa kornea dan struktur mata lainnya. bila terdapat pada pasien muda. Untuk mendeteksi ulkus kornea atau benda asing. dan kedalaman kamera anterior. Ketika hanya teriritasi ringan. suatu inflamasi pada mata anterior akibat kekeringan. Benda asing di kornea akan menimbulkan gejala nyeri. dapat menginduksi refleks kornea. Bila kornea utuh. Pada orang sadar. Kornea melindungi mata karena sifatnya yang sangat sensitif. pewarna topikal dapat menodai lensa kontak. Untuk memeriksa konjungtiva palpebra atas. perawat dapat mengarahkan senter secara oblik dari sisi pasien. dan pengeluaran air mata. Pewarna merah bengal akan mewarnai defek epitel lebih baik daripada fluoresen. menunjukkan adanya peningkatan kadar kolesterol serum. fotofobia. yang terlihat pada inflamasi traktus uvea. lampu khsusus yang digunakan untuk memeriksa mata. Minta pasien memandang ke bawah. dan memudahkan pemeriksaan. . membebaskan pasien dari rasa nyeri. kemudian pegang dengan lembut bulu mata atas di antara ibu jari dan telunjuk dan tarik ke depan. seperti keratokonjungtivitis sika.

pupil yang normal akan segera berkontriksi secara reguler dan konsentris. Tidak ada dua iris yang sama. Konjungtiva harus dapat bergerak bebas pada permukaan sklera. Pembuluh darah dalam struktur kamera anterior dapat mengalami cedera atau rapuh atau ruptur. tapi pada mata yang tidak rusak. baru dapat terlihat pada iris. Reaksi konsensual dievaluasi pada kedua mata. Eksplorasi mengenai fenomena ini memungkinkan kita membedakan antara kebutaan akibat kerusakan saraf optikus atau kebutaan karena penyakit sentral. Gunakan ibu jari untuk mempertahankan bulu mata ke alis. Periksa juga vaskularisasinya. atau perdarahan (biasanya terletak dekat limbus kornea dan menyebar ke luar). Iris diinspeksi kontinuitasnya dan adanya gambaran yang tidak biasa. Pembuluh darah berkelok-kelok yang terdapat pada penderita diabetes dinamakan rubeisis irides. misalnya untuk mengevaluasi gangguan sistem saraf pusat (SSP) atau pada tekanan intrakranial. cahaya langsung akan membangkitkan respons pada mata yang rusak. terdapatnya sel dan pengkabutan (flare) dalam humor aqueus dapat terlihat. eksudat. Pengkabutan ini disebabkan oleh peningkatan bahan seperti protein akibat inflamasi di dalam kamera anterior. Pada mata yang mengalami kerusakan saraf. Kedua keadaan ini dapat dilihat lebih jelas setelah pasien duduk tegak sehingga gravitasi menarik material ke bawah. Reaksinya harus cepat dan simetris. pada lipatan tarsus. Iris dapat berubah ukurannya untuk mengontrol cahaya yang masuk ke dalam mata. menyebabkan tertumpahnya darah ke dalam rongga ini. sementara konstriksi pupil yang sebelahnya dinamakan refleks cahaya indirek atau konsensual. membentuk batas cairan yang dapat terlihat di kamera anterior. Akan terjadi reaksi konstriksi simultan pada pupil mata yang lain. Dengan lembut lipat kelopak mata ke belakang sementaa pasien tetap melihat ke bawah 3. Darah di dalam kamera anterior dinamakan hifema. simetris dan warnanya. Letakkan batang kecil. humor aqueus di kamera anterior dikaji mengenai kejernihannya. Bila pembuluh darah berkembang atau pembuluh darah yang ada mengalami distensi. perhatikan apakah pembuluh darah bergerak sesuai gerakan mata. Pemeriksaan iris dan kamera anterior Sementara memeriksa kornea.2. Pada keadaan tertentu. Ketika kita memeriksa pupil. sehingga setiap orang adalah unik. meninggalkan sel darah putih dan debris infeksius. Konstriksi pupil mata yang dirangsang dinamakan refleks cahaya direk. Reaksi lambat atau tidak adanya reaksi dapat terjadi pada kasus peningkatan tekanan intrakranial. Kemudian lakukan observasi adanya benda asing kemerahan berlebihan. rangsangan cahaya langsung tidak menghasilkan respon pupil. . seperti pada proses inflamasi. Ketika sel fotosensitif retina terkena cahaya terang. Pengumpulan nanah di kamera anterior dinamakan hipopion. seperti spatel lidah atau lidi kapas. Iris diperiksa bentuk. Pemeriksaan pupil Pupil adalah lubang di tengah iris. Proses infeksi berat dapat terjadi di kamera anterior. kita mengkaji reaksi terhadap cahaya dan pandangan dekat dengan konvergensi.

pupil harus diperiksa juga untuk mengetahui bila ada katarak kongenital. Pupil seperti ini dinamakan pupil Argyll Robertson. Bila terjadi pada anak di bawah 6 tahun. iridektomi. Misalnya. round reactive to light and accomodation (pupil simbang. kita hanya dapat melihat pantulan ringan kapsul anterior. Namun akan berkonstriksi ketika mata berkonvergensi (menyilang) pada benda yang sangat dekat. atau anisokoria kongenital. dan bereaksi terhadap cahaya dan akomodasi) dengan mengingat bahwa akomodasi hanya bisa dikaji pada pasien yang sadar dan kooperatif. defek traumatik dan kongenital. Penyakit autonomik. misalnya. Hal ini mengarahkan adanya lesi pada sisi pupil yang terkena dan merupakan tanda awal namun samar peningkatan intrakranial. dapat mengakibatkan pupil tidak dapat merespons terhadap cahaya tapi dapat merespons terhadap akomodasi. biasanya didokumentasikan dan disingkat PERRLA : pupils equal. Pemeriksaan lensa kristalina Tentu saja kita tak dapat melihat lensa. Sebagai respons. Akomodasi lensa tak dapat diobservasi tapi hanya diasumsikan. Meskipun pupil harus kurang lebih sama ukuran dan bentuknya. Orang dengan katarak lanjut (matang lensanya menjadi buram. seperti retinoblastoma. dan pupil nampak berkabut dan berwarna putih keabuan. dapat menyebabkan perbedaan bentuk. dan buka akomodasi melainkan konvergensi dekat lensa yang menyebabkan konstriksi pupil. pupil dapat berbentuk oval tepat sebelum ia mengalami dilatasi penuh dan fiksasi. bulat. meskipun melalui pandangan menyudut ke dalam pupil yang dilatasi.Bila pasien dapat mengikuti perintah. dapat mengakibatkan ambliopia dan penglihatan yang buruk. Bila semua temuan pada pemeriksaan pupil normal. pupil normalnya akan berkontriksi ketika mata berkonvergensi untuk memfokuskan pada jari pemeriksa. Beberapa pasien dengan peningkatan tekanan intraokuler dapat mengalami perubahan pupil yang memerlukan pemeriksaan berseri. Misalnya defek berbentuk lubang kunci atau baji pada iris menunjukkan pernah dilakukan iridektomi. Pupil putih (leukokoria) menunjukkan adanya katarak tepi bisa juga menunjukkan tumor intraokuler. Pupil tak akan bereaksi terhadap akomodasi yang dilakukan oleh lensa (penyesuaian yang terjadi ketika penglihatan digeser dari jauh ke dekat). namun prosedur seperti implantasi lensa. untuk menurunkan tekanan intraokuler. Pada bayi baru lahir. Dapat diobservasi paling jelas dengan meminta pasien memfokuskan pada benda dengan jarak tertentu dan mengikuti jari pemeriksa. perawat dapat menguji reaksi pupil terhadap penglihatan dekat dan konvergensi. Temuan deskriptif lainnya harus didokumentasikan secara detil dengan kata-kata yang jelas. yang digeserkan mendekat 3 sampai 5 inci dari hidung pasien. . Setiap bahan opak yang menghambat pupil dapat menutup jalannya cahaya sehingga menghalangi penglihatan. Pasien yang mengalami cedera otak lateral murni dapat memperlihatkan tanda pupil unilateral yang tegas. akibat sifilis atau diabetes. Beberapa ahli menyebutnya “mata kucing”.

kita dapat melihat ke dalam”. Pada saat pemeriksaan lampu slit. yang dapat melakukan pemeriksaan fisik. Tapi. . retina dan struktur posterior lain perlu menggunakan oftalmoskop. Idealnya pupil pasien harus didilatasi untuk memudahkan pemeriksaan. Pada beberapa keadaan. perawat yang telah terlatih dalam spesialisasi oftalmik.Trauma mata langsung dapat mengenai lensa sehingga lepas ke dalam vitreus atau kamera anterior. evaluasi fundus (bagian dalam mata) bukan merupakan fungsi keperawatan biasa. dan ruangan harus cukup gelap untuk meminimalkan reaksi alamiah terhadap cahaya dan memudahkan pemeriksa membedakan berbagai struktur yang ada. biasanya berhubungan dengan dislokasi lensa. atau bisa juga terperangkap dalam pupil. seperti atrofin. maka tidak dapat dilihat dengan observasi tradisional. .Pada keadaan yang jarang. kadang dapat dilihat zonula dengan bagian lensa yang melekat padanya. Namun obat tersebut juga dapat mengganggu penglihatan selama beberapa jam setelah pemeriksaan sehingga pasien memerlukan kacamata hitam untuk mencegah reaksi fotofobia dan perlu dibimbing orang lain untuk pulang ke rumah. menyumbat drainase humor aqueus. Kita harus ingat akan hal ini bila akan memberikan obat tetes mata untuk mendilatasi pasien yang mempunyai riwayat glaukoma sudut sempit. atau yang menjalankan fungsi praktik keperawatan lanjut dapat menerapkan keterampilan ini. Pemeriksaan segmen posterior Karena struktur posterior terletak di belakang struktur anterior yang dapat terlihat. dapat mengakibatkan hasil yang sama pada pasien ini. Kelainan jaringan ikat. Hukum ibu jari berbunyi “bila pasien dapat melihat ke luar. seperti terlihat pada sindrom Marfan. Obat lain yang menyebabkan dilatasi pupil. yang memungkinkan visualisasi fundus secara penuh. dilatasi penuh pupil dapat mencetuskan serangan glaukoma akut karena pupil menumpuk ke trabekulum yang sempit. diperlukan medium yang jernih. yang memerlukan latihan dan keterampilan yang memadai. Untuk memeriksa segmen posterior dan humor vitreus. Biasanya diberikan obat tetes mata seperti fenileprin atau siklopentat untuk mendilatasi pupil. Pemeriksaan humor vitreus.