BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Tumbuhan merupakan salah satu organisme yang hidup dan berkembangbiak di alam ini selain hewan dan manusia. Tumbuhan ini ada yang tergolong tumbuhan yang dapat membuat makanan sendiri dan ada pula yang tidak dapat membuat makanan sendiri. Sekarang ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan telah memulai pengembangan teknik-teknik dalam mengolah hasil alam yaitu tumbuhan yang diyakini berkhasiat sebagai obat. Sehingga mengurangi pemakaian bahan-bahan kimia yang dapat berdampak negatif bagi tubuh manusia. Hal ini juga dapat mensejahterakan masyarakat karena dapat memperoleh obat yang harganya lebih terjangkau, bermutu, mudah didapat, dan kurang atau tidak ada efek sampingnya. Adapun ilmu yang mempelajari tentang anatomi,fisiologi dan morfologi tumbuhan yang dimanfaatkan untuk menjadi obat adalah “Botani Farmasi”. Dalam rangka menunjang pembelajaran Botani Farmasi maka pada tanggal 6-9 0ktober 2011 diadakan Praktik Kerja Lapangan bagi mahasiswa farmasi Universitas Negeri Gorontalo yang memprogramkan mata kuliah ini. Adapun PKL ini bertempat di desa Bilungala Kecamatan Bone Pantai Kabupaten Bone Bolango.. Pada PKL ini mahasiswa mengambil sampel di daerah gunung desa Bilungala. Pengambilan sampel dilakukan pada pukul 08.00-10.00 setelah itu seluruh praktikan kembali di desa untuk mengolah sampel menjadi herbarium dan simplisia guna dilakukan penelitian pada praktikum nantinya. Untuk lebih jelasnya proses pengambilan sampel serta sampel yang dijadikan herbarium dan juga sampel yang dijadikan simplisia serta cara pembuatannya akan diuraikan pada bab-bab selanjutnya dalam laporan ini

1

1.2.Tujuan Adapun tujuan yang akan dicapai dalam praktikum kerja lapangan ini adalah :  Mahasiswa dapat mengetahui berbagai macam bahan alam (tanaman yang berkhasiat obat)  Mahasiswa dapat mengetahui berbagai manfaat bahan alam (tanaman yang berkhasiat obat )  Mahasiswa dapat mengetahui teori serta cara membuat simplisia dan herbarium 1.3.Manfaat  Manfaat Praktek Kerja Lapangan Adapun manfaat dari kegiatan praktek kerja lapangan yang telah penulis laksanakan adalah sebagai berikut : 1. Keahlian professional yang diperoleh dari praktek kerja lapangan, dapat meningkatkan rasa percaya diri, yang selanjutnya akan mendorong untuk meningkatkan keahlian professional pada tingkat yang lebih tinggi. 2. Waktu tempuh untuk mencapai keahlian professional menjadi lebih singkat. Setelah lulus sekolah dengan praktek kerja lapangan, tidak memerlukan lagi waktu latihan lanjutan untuk mencapai tingkat keahlian siap pakai. 3. Melatih disiplin, tanggung jawab, inisiatif, kreatifitas, motivasi kerja, kerjasama, tingkah laku, emosi dan etika.  Manfaat herbarium Adapun manfaat dari herbarium yang dibuat yaitu : 1. 2. 3. 4. Sebagai alat peraga dalam kegiatan pembelajaran Sebagai media penelitian Sebagai alat bantu identifikasi. Dapat digunakan untuk pertukaran herbarium antar daerah dan negara. 5. 6. Sebagai bukti adanya keanekaragaman. Sebagai specimen acuan untuk mempublikasikan specimen baru

2

 Manfaat simplisia Adapun manfaat dari simplisia yang dibuat yaitu : 1. 2. Sebagai simpanan untuk dijadikan bahan obat Dengan adanya ketrampilan mempermudah kita dalam pembuatan simplisia,

sebagai seorang calon farmasis dalam

penyediaan bahan obat yang berasal dari alam 3. Mendapatkan wawasan dan tentang bagaimana dalam

pengolahan simplisia untuk dijadikan sebagai bahan obat.

3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Botani Farmasi Botani farmasi adalah ilmu yang mempelajari tentang anatomi,fisiologi dan morfologi tumbuhan untuk dimanfaatkan sebagai bahan obat. Botani Farmasi mempelajari morfologi tumbuhan, struktur anatomi dan proses fisiologi yang terjadi di dalam sel tumbuhan. Pada mata kuliah ini juga dibahas klasifikasi tumbuhan tingkat tinggi, karakter dan karakteristik tumbuhan bentuk morfologi organ, perkembangan tumbuhan dari embrio tanaman, struktur sel tumbuhan, klasifikasi jaringan tumbuhan, metabolisme tumbuhan, fotosíntesis, fiksasi CO2,respirasi dan glikolisis. Dalam Botani Farmasi juga mempelajari tentang : macam dan fungsi jaringan tumbuhan, jaringan dermal (kulit), fundamental (dasar,parenkim dan sklerenkim) dan vaskular (pembuluh : xilem dan floem). Fungsi dan struktur stomata, trikom, parenkim, kollenkim dan skerenkim, struktur dan fungsi xilem., seleksi, pengumpulan, produksi, pengawetan, dan penyimpanan. Di dalam Botani Farmasi, tanaman obat diklasifikasikan berdasarkan :  Morfologi.  Taksonomi dari pada tanaman dan hewan dari mana bahan obat tersebut diperoleh.  Karakter dan karakteristik tanaman 2.2. Herbarium a. Pengertian Herbarium adalah spesimen yang digunakan untuk studi taksonomi, berupa tumbuhan segar yang masih hidup tapi biasanya berupa bahan tumbuhan yang telah dimatikan dan diawetkan dengan metode tertentu (Taksonomi Umum ; 152-153). b. Penggolongan Berdasarkan cara pengawetannya, herbarium digolongkan atas :

4

a. Herbarium kering Yaitu herbarium yang cara pengawetannya dengan cara dikeringkan.lalu diangin-anginkan. pengeringan tidak dapat berlangsung cepat sehingga bahan yang dikeringkan kadang-kadang terganggu oleh jamur . 5 .  Sterilisasi tanaman yaitu dengan mengoleskan alkohol 70% pada seluruh bagian tanaman. Pada musim penghujan. Herbarium basah Yang dimaksud dengan herbarium basah adalah spesimen tumbuhan yang telah diawetkan dan disimpan dalam suatu larutan yang dibuat dari berbagai macam zat dengan komposisi yang berbeda.  Mencuci tanaman dengan menggunakan air yang mengalir. Pembuatan Herbarium dapat dibuat dengan tahap-tahap berikut : 1. kecuali bila ada pertimbangan-pertimbangan lain misalnya keadaan cuaca. yang berukuran kira-kira 28 ½ x 41 cm (11 ½ x 16 ½ inci). Sebagian besar spesimen herbarium yang disimpan sebagai awetan dalam herbarium-herbarium di dunia ini diproses melalui pengeringan. Disamping itu dapat pula ditempatkan zat-zat lain untuk tujuan-tujuan tertentu. Pembuatan herbarium kering  Mengambil salah satu tanaman atau bagian tanaman. 2. Diatur sedemikian rupa pada lembaran kertas yang dapat menghisap air seperti kertas koran. Adapun bahan pengawet yang digunakan adalah formalin. Pengeringan biasanya dilakukan dengan sinar matahari.1. tanaman harus lengkap. Syarat-syarat dalam pengambilan tanaman yaitu.  Cara 1: memasukkan tanaman pada sasak bambu yang telah dibuat. Bahan-bahan tadi dipress diantara lapisan-lapisan tersebut dan mengeringkannya dengan penjemuran. untuk sejauh mungkin mempertahankan warna asli bahan tumbuhan yang diawetkan.

 Menempelkan etiket.  Menempelkan tanaman yang telah dikeringan pada karton dengan menggunakan jahitan tali atau selotip.  Sediakan formalin yang telah diencerkan sesuai dengan keinginan.  Tanaman yang akan dibuat herbarium sebaiknya memiliki bagianbagian yang lengkap. Jika bunganya mudah gugur maka masukkan bunganya dalam amplop dan selipkan pada herbarium. Pengertian Simplisia adalah bahan alamiah yang dipergunakan sebagai obat yang belum mengalami proses pengolahan apapun juga dan kecuali dinyatakan lain. 6 . tangkup dengan tripleks pada kedua sisinya lalu ikat dengan kencang sehingga tanaman terpress dengan kuat. 2.  Tanaman dikatakan kering jika sudah cukup kaku dan tidak terasa dingin.  Melengkapi keterangan yang terdapat pada collector book. Cara 2 : mengatur posisi tanaman pada lembaran kertas koran hingga rata. 2. Usahakan penampakan atas dan bawah dapat diperlihatkan.  Masukkan spesimen pada larutan formalin yang telah ada dalam botol jam dan telah diencerkan. Ganti koran dengan yang kering setiap kali koran pembungkus tanaman basah.  Tutup rapat botol dan kemudian beri label yang berisi nama spesimen tersebut dan familinya. Dilapisi lagi dengan beberapa lembar koran. Daun atau bagian tanaman yang terlalu panjang. Lakukan berulang-ulang hingga tanaman betul-betul kering. Pembuatan herbarium basah  Siapkan spesimen yang akan diawetkan.Simplisia a.3. berupa bahan yang telah dikeringkan (FI III : XXX). bisa dilipat.

b. c. Panen buah bisa dilakukan saat menjelang masak. Buah Pengambilan buah tergantung tujuan dan pemanfaatan kandungan aktifnya. 3. Biji Pengambilan biji dapat dilakukan pada saat mulai mengeringnya buah atau sebelum semuanya pecah. setelah benar-benar masak (misalnya adas). bagian hewan atau zat-zat berguna yang dihasilkan oleh hewan dan belum berupa zat kimia murni. Simplisia pelican (mineral) Simplisia yang berupa bahan pelican (mineral) yang belum diolah dengan cara sederhana dan belum berupa zat kimia murni. Bunga Panen dapat dilakukan saat menjelang penyerbukan. asam. Simplisia hewani Simplisa yang berupa hewan utuh. atau dengan cara melihat perubahan warna/bentuk dari buah yang bersangkutan (misalnya. Tahap-Tahap Pembuatan Simplisia 1. Simplisia nabati Simplisia yang berupa tanaman utuh. atau saat bunga sudah mulai mekar (misalnya Rosa sinensis. Eksudat tanaman ialah isi sel yang secara spontan keluar dari tanaman atau isi sel yang dengan cara tertentu dikeluarkan dari selnya.mawar) 7 .melati). c. Pengambilan Sampel Ketentuan saat pemanenan atau pengambilan tumbuhan atau bagian tumbuhan adalah sebagai berikut : a. bagian tanaman atau eksudat tanaman. 2.saat bunga masih kuncup(seperti pada Jasminum sambac.b. jeruk. atau zat-zat nabati lainnya yang dengan cara tertentu dipisahkan dari tanamannya dan belum berupa zat kimia murni. Penggolongan Simplisia terbagi atas tiga yaitu : 1. dan pepaya).

h. Pencucian Pencucian bertujuan menghilangkan kotoran-kotoran dan mengurangi mikroba-mikroba yang melekat pada bahan. karena cemarannya berat. f. Sebaiknya digunakan air dari 8 . dianjurkan dipungut pada saat warna pucuk daun berubah menjadi daun tua. 3. g. Untuk pengambilan pucuk daun. yaitu pada waktu bagian atas tanaman sudah mulai mengering. Rimpang Panen rimpang dilakukan pada saat awal musim kemarau. Pencucian harus dilakukan dalam waktu sesingkat mungkin untuk menghindari larut dan terbuangnya zat yang terkandung dalam bahan. Akar Panen akar dilakukan pada saat proses pertumbuhan berhenti atau tanaman sudah cukup umur 2. e. Daun Panen daun dilakukan pada saat proses fotosintesis berlangsung maksimal.d. Kulit batang Pemanenan kulit batang hanya dilakukan pada tanaman yang sudah cukup umur. Pencucian sebaiknya jangan menggunakan air sungai. Umbi lapis Panen umbi dilakukan pada waktu umbi mencapai besar optimum. Penyortiran (segar)/sortasi basah Tahap ini dilakukan dengan tujuan untuk memisahkan kotorankotoran atau bahan-bahan asing. bahan yang tua dengan yang muda atau bahan yang ukurannya lebih besar atau lebih kecil. Saat panen yang paling baik adalah awal musim kemarau sehingga kulit kayu mudah dikelupas. yaitu ditandai dengan saat-saat tanaman mulai berbunga atau buah mulai masak. Pencucian harus segera dilakukan setelah pengambilan sampel karena dapat mempengaruhi mutu bahan.

Proses perendaman dilakukan beberapa kali pada wadah dan air yang berbeda. rimpang. Perajangan Perajangan pada bahan dilakukan untuk mempermudah proses selanjutnya seperti pengeringan. Perajangan biasanya hanya dilakukan pada bahan yang ukurannya agak besar dan tidak lunak seperti akar. Metode ini akan menghemat penggunaan air. penyulingan minyak atsiri dan penyimpanan. b. Pembilasan dilakukan pada bahan yang sudah disikat. bunga dan buah. Perendaman bertingkat Perendaman biasanya dilakukan pada bahan yang tidak banyak mengandung kotoran seperti daun. sehingga merangsang tumbuhnya bakteri atau mikroorganisme. Pencucian bahan dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain : a. sumur. namun meningkatkan resiko kerusakan bahan. namun sangat mudah melarutkan zat-zat yang terkandung dalam bahan. Metode pencucian ini dapat menghasilkan bahan yang lebih bersih dibadingkan dengan metode pencucian lainnya. akar. 4. Penyikatan dilakukan terhadap bahan secara perlahan dan teratur agar tidak merusak bahannya.mata air. batang buah dan lain-lain. Proses penyemprotan dilakukan dengan menggunakan air yang bertekanan tinggi. pengemasan. Perajangan teralu tipis dapat 9 . atau air ledeng (PAM). umbi dan lainlain. Penyemprotan Penyemprotan biasanya dilakukan pada bahan yang kotorannya banyak melekat pada bahan seperti rimpang. Penyikatan (manual maupun otomatis) Pencucian dengan menyikat dapat dilakukan terhadap jenis bahan yang keras/tidak lunak dan kotorannya melekat sangat kuat. Penirisan Setelah pencucian bahan langsung ditiriskan untuk menghilangkan kadar air yang ada selama proses pencucian berlangsung. 5. c.

Waktu pengeringan bergantung pada jenis bahan yang dikeringkan seperti rimpang. Pengeringan sebaiknya jangan dibawah sinar matahari langsung. kayu. kayu. dan ranting. ataupun bunga. Menurut persyaratan obat tradisional. yaitu biji di pisahkan dari bongkolnya. daun dan herba 2) Pengupasan untuk buah. Sedangkan jika terlalu tebal. Proses pengubahan bahan bentuk ini meliputi beberapa perlakuan: 1) Perajangan untuk rimpang. kulit kayu. Agar proses pengeringan berlangsung lebih singkat bahan harus dibuat rata dan tidak bertumpuk. Semakin luas permukaan maka bahan baku akan cepat kering. Bila terpaksa dilakukan pengeringan di bawah sinar matahari maka perlu ditutup dengan kain hitam untuk menghindari terurainya kandungan kimia dan debu. batang. 5) Penyerutan untuk kayu. Pengeringan yang cukup akan mencegah pertumbuhan mikroorganisme dan kapang (jamur). Pengeringan Pengeringan adalah suatu cara pengawetan atau pengolahan pada bahan dengan cara mengurangi kadar air. Pengeringan akan menghindari terurainya kandungan kimia karena pengaruh enzim. 4) Pemotongan untuk akar. maka pengurangan kadar air dalam bahan agak sulit dan memerlukan waktu yang lama dalam penjemuran dan kemungkinan besar bahan mudah ditumbuhi jamur. dan biji-bijian yang ukurannya besar. Pada dasarnya tujuan pengubahan bentuk simplisia adalah untuk memperluas permukaan bahan baku. 3) Pemiprilan khusus untuk jagung. sehingga proses pembusukan dapat terhambat.mengurangi zat aktif yang terkandung dalam bahan. kulit kayu. 6. melainkan dengan almari pengering yang dilengkapi dengan kipas penyedot udara sehingga terjadi sirkulasi yang baik. daun kayu. pengeringan dilakukan sampai kadar air tidak lebih dari 10%. 10 .

Sifat-sifat yang dijadikan dasar dalam mengadakan klasifikasi berbeda-beda tergantung orang yang mengadakan klasifikasi dan tujuan yang ingin dicapai dengan pengklasifikasian itu. bahan organik asing. Klasifikasi tumbuhan pada dasarnya merupakan pembentukan kelompokkelompok dari seluruh tumbuhan yang ada di bumi ini hingga dapat disusun ke dalam takson-takson secara teratur mengikuti suatu hierarki. Determinasi Determinasi merupakan upaya membandingkan suatu tumbuhan dengan satu tumbuhan lain yang sudah dikenal sebelumnya (dicocokkan atau dipersamakan). Perbedaan antara istilah takson dengan kategori yaitu istilah takson yang ditekankan adalah 11 . mudah dipakai. Dapat melindungi isi pada waktu pengangkutan. Pengemasan Pengemasan dapat dilakukan terhadap simplisia yang sudah dikeringkan. udaranya cukup kering dan berventilasi. 2. tidak beracun dan tidak bereaksi dengan isi dan kalau boleh mempunyai bentuk dan rupa yang menarik. Persyaratan jenis kemasan yaitu dapat menjamin mutu produk yang dikemas. 8. tidak mempersulit penanganan. Penyortiran (kering) Simplisia yang telah kering tersebut masih sekali lagi dilakukan sortasi untuk memisahkan kotoran. Ruang tempat pemnyimpanan harus bersih.7. dan simplisia yang rusak sebagai akibat proses sebelumnya. Takson yang terdapat pada tingkat takson (kategori) yang lebih rendah mempunyai kesamaan sifat lebih banyak daripada takson yang terdapat pada tingkat takson (kategori) di atasnya. maka istilah determinasi dianggap lebih tepat daripada istilah identifikasi. Penyimpanan Penyimpanan simplisia dapat dilakukan di ruang biasa (suhu kamar) ataupun di ruang ber AC. Karena di dunia ini tidak ada dua benda yang identik atau persis sama.4. 9.

2007) Biasanya. Kunci determinasi merupakan suatu alat yang diciptakan khusus untuk memperlancar pelaksanaan pendeterminasian tumbuh-tumbuhan. Ciri-ciri morfologis yang digunakan dalam klasifikasi ialah bagian vegetatif atau bagian yang ada kaitannya dengan reproduksi. proses determinasi akan lebih mudah jika menggunakan kunci determinasi. sedangkan istilah kategori yang ditekankan adalah tingkat atau kedudukan golongan dalam suatu hierarki tertentu. sampai bangsa saja.(Anonimous. Pada umumnya. Setelah dilakukan pengamatan terhadap cirri-ciri morfologi. Untuk mendeterminasi tumbuhan pertama sekali yang perlu dilakukan adalah adalah mempelajari sifat morfologi tumbuhan tersebut. 1984). marga atau jenis dan seterusnya. Contoh bagian vegetatif antara lain yaitu ada tidaknya jaringan pembuluh. Banyak studi tentang morfologi tumbuhan memperlihatkan bahwa struktur yang berhubungan dengan alat reproduktif ternyata hanya sedikit yang mengalami perubahan selama evolusi dibandingkan dengan struktutr vegetatif(Tjitrosomo. struktur reproduktif lebih luas penggunaannya dibandingkan dengan struktur vegetatif. dn cirri-ciri organ lainnya. bantuan ahli. 2007) 12 .pengertian unit atau kelompok yang mana pun. langkah selanjutnya adalah membandingkan atau mempersamakan ciri-ciri tumbuhan tadi dengan tumbuhan lainnya yang sudah dikenal identitasnya. dengan menggunakan salah satu cara berikut diantaranya yaitu ingatan. suku. Ciri-ciri tumbuhan disusun sedemikian rupa sehingga selangkah demi selangkah si pemakai kunci dipaksa memilih satu di antara dua atau beberapa sifat yang bertentangan. macam serta kedudukan daun. Kunci determinasi dibuat secara bertahap.begitu seterusnya hingga akhirnya diperoleh suatu jawaban berupa identitas tumbuhan yang diinginkan(Anonimous. specimen acuan pustaka komputer.

terdiri atas jaringan-jaringan yang masih dapat mengadakan pertumbuhan. Akar mempunyai sifat-sifat berikut : a) Merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah dengan arah tumbuh ke pusat bumi (geotrof) atau menuju ke air (hidrotof). tetapi umumnya pertumbuhannya masih kalah jika dibanding dengan batang e) Bentuknya sering kali meruncing.5. meninggalkan udara dan cahaya b) Tidak berbuku-buku. Akar (radix) Akar adalah bagian pokok yang nomer 3 (disamping batang dan daun) bagi tumbuhan yang tubuhnya telah merupakan kormus. biasanya keputih-putihan atau kekuning-kuningan d) Tumbuh terus pada ujungnya. hingga lebih mudah untuk menembus tanah Akar bagi tumbuhan mempunyai tugas : a) Memperkuat berdirinya tumbuhan b) Untuk menyerap air dan zat-zat makanan yang terlarut di dalam air tadi dari dalam tanah c) Mengangkut air dan zat-zat makanan tadi ke tempat-tempat pada tubuh tumbuhan yang memerlukan d) Kadang-kadang sebagai tempat untuk penimbunan makanan Pada akar umumnya dapat dibeda-bedakan bagian-bagian berikut : a) Leher akar atau pangkal akar (colum) yaitu bagian akar yang bersambungan dengan pangkal batang b) Ujung akar (apex radicis). c) Batang akar (corpus radicis). bagian akar yang paling mudah. bagian akar yang terdapat antara leher akar dan ujungnya 13 . Uraian tanaman 2. jadi juga tidak beruas dan tidak mendukung daundaun atau sisik-sisik maupun bagian-bagian lainnya c) Warna tidak hijau.2.1.5.

b) Sistem akar serabut Yaitu jika akar lembaga dalam perkembangan selanjutnya mati atau kemudian disusul oleh sejumlah akar yang kurang lebih sama besar dan semuanya keluar dari pangkal akar.d) Cabang-cabang akar (radix lateralis). oleh karena itu dinamakan akar serabut (radix adventicia) Melihat percabangan dan bentuknya. Susunan akar yang demikian ini biasa terdapat pada tumbuhan biji belah (dicotyledoneae) dan tumbuhan biji telanjang (gymnospermae). Akar tunggang yang bersifat demikian seringkali berhubungan dengan fungsinya sebagai tempat penimbunan zat makanan cadangan lalu mempunyai bentuk yang istimewa. dan jika ada cabang-cabangnya biasanya cabang-cabang ini terdiri atas akar-akar yang halus berbentuk serabut. terdiri atas jaringan yang berguna untuk melindungi ujung akar yang masih muda dan lemah. yaitu bagian akar yang sesungguhnya hanyalah merupakan penonjolan sel-sel kulit luar akar yang panjang g) Tudung akar (caliptra). yaitu bagian akar yang letaknya paling ujung. yaitu bagian-bagian akar yang tak langsung bersambungan dengan pangkal batang. tetapi keluar dari akar pokok dan masing-masing dapat mengadakan percabangan lagi. Misalnya: 14 . e) Serabut akar (fibrilla radicalis). Akar-akar ini karena bukan berasal dari calon akar yang asli dinamakan akar liar. cabang-cabang akar yang halus-halus dan berbentuk serabut f) Rambut-rambut akar atau bulu-bulu akar (pilus radicalis). akar tunggang dapat dibedakan dalam : a) Akar tunggang yang tidak bercabang atau sedikit bercabang. Bentuknya seperti serabut. Sistem perakaran dibedakan atas 2 macam : a) Sistem akar tunggang Yaitu jika akar lembaga tumbuh terus menjadi akar pokok yang bercabang-cabang menjadi akar-akar yang lebih kecil. Akar pokok yang berasal dari akar lembaga disebut akar tunggang (radix primaria).

jika akar tunggang kecil panjang seperti akar serabut dan juga sedikit sekali bercabang misalnya pada kratok (Phaseolus lunatus) b) Akar tunggang yang bercabang (ramosus). akarakar serabut sebagai cabang hanya pada ujung yang sempit meruncing. f) Akar tunjang. yaitu akar-akar yang tumbuh dari bagian bawah batang ke segala arah dan seakan-akan menunjang batang ini jangan sampai rebah 15 . Contoh : biet (Beta vulgaris) 3. akar-akar yang keluar dari buku-buku batang tumbuhan memanjat dan berguna untuk menempel pada penunjangnya. Contoh : wortel (Daucus carota) 2. Berbentuk sebagai tombak (fusiformis). Menggantung di udara dan tumbuh ke arah tanah. yaitu akar-akar yang terdapat pada tumbuhan yang hidup sebagai parasit dan berguna untuk menyerap air maupun zat makanan dari inangnya. b) Akar penggerek atau akar penghisap (haustorium). yaitu cabang-cabang akar yang tegak lurus ke atas hingga muncul dari permukaan tanah atau air tempat tumbuhnya tumbuhan. misalnya : a) Akar udara atau akar gantung (radix aereus). tetapi dengan memeluk penunjangnya. biasanya menjadi tempat penimbunan makanan. c) Akar pelekat (radix adligans). d) Akar pembelit (cirrhus radicalis).1. Berbentuk benang (filiformis). akar tunggang berbentuk kerucut panjang tumbuh lurus ke bawah. Akar ini keluar dari bagian-bagian di atas tanah. dan cabang-cabangnya bercabang lagi sehingga dapat memberi kekuatan yang lebih besar kepada batang Akar mempunyai sifat dan tugas khusus. bercabang-cabang banyak. e) Akar nafas (pneumatophora). juga untuk memanjat. pangkalnya besar meruncing ke ujung dengan serabut-serabut akar sebagai percabangan. pangkal akar besar membulat. Berbentuk gasing (napiformis).

dalam hal ini ada kemungkinan : bangun segitiga (tringularis). Batang (caulis) Batang merupakan bagian tubuh tumbuhan yang amat penting dan mengingat tempat serta kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan. segi empat (quadrangularis) c) Pipih biasanya melebar menyerupai daun dan mengambil alih tugas daun. antara lain : a) Bulat (teres). a) Akar banir. yaitu akar yang berbentuk seperti papan-papan yang diletakkan miring untuk memperkokoh berdirinya batang pohon yang tinggi besar 2. batang mempunyai tugas untuk : a) Mendukung bagian-bagian tumbuhan yang ada di atas tanah b) Dengan percabangannya memperluas bidang asimilasi c) Jalan pengangkutan air dan zat-zat makanan dari bawah ke atas dan jalan pengangkutan hasil-hasil asimilasi dari atas ke bawah d) Menjadi tempat penimbunan zat-zat makanan. Dari sudut bentuk penampang melintangnya batang dapat dibedakan menjadi bermacam-macam bentuk. Batang yang bersifat demikian dinamakan : filokladia (phyllocladium) yaitu jika amat pipih dan mempunyai pertumbuhan yang terbatas serta kladodia (cladodium) jika masih tumbuh terus dan mengadakan percabangan 16 . Sebagai bagian tubuh tumbuhan.karena batang tumbuhan yang mempunyai akar demikian ini terdapat di atas tanah atau air g) Akar lutut. yaitu akar tumbuhan atau lebih tepat jika dikatakan bagian akar yang tumbuh ke atas kemudian membengkok lagi masuk ke dalam tanah. misalnya bambu (Bambuusa sp) b) Bersergi (angularis).2.5.

yaitu jika batang pokok selalu tampak jelas. batang berbaris tetapi dari buku-bukunya keluar akar-akar. Percabangan simpodial. jika batang terletak pada permukaan tanah. karena dalam perkembangan selanjutnya mungkin lalu menghentikan pertumbuhannya atau kalah besar dan kalah cepat pertumbuhannya dibandingkan dengan cabangnya. yang batang setiap kali menjadi dua cabang yang sama besar. Cara percabangan monopodial. Percabangan menggarpu atau dikotom yaitu cara percabangan. batang pokok sukar ditentukan. ini hanya mungkin untuk tumbuhan yang tumbuhnya di lereng atau tepi jurang c) Berbaring (humifusus). e) Serong ke atas atau condong (ascendens). Karena lebih besar dan lebih panjang dari cabang-cabangnya 2. pangkal batang seperti hendak berbaring tetapi bagian lainnya lalu membelok ke atas f) Mengangguk (nutans). yaitu jika batang tumbuh ke atas dengan menggunakan penunjang h) Membelit (volubilis) jika batang naik ke atas dengan menggunakan penunjang seperti batang yang memanjat akan tetapi tidak dipergunakan alat-alat yang khusus. yaitu jika arahnya lurus ke atas b) Menggantung (dependens). melainkan batangnya sendiri naik dengan melilit penunjangnya Cara percabangan batang terbagi menjadi 3. dan bertalian dengan sifat antara lain : a) Tegak lurus (erectus).Arah tumbuh batang Arah tumbuh batang dapat memperlihatkan variasi. batang tumbuh tegak lurus ke atas g) Memanjat (scandes). 3. 17 . hanya ujungnya saja yang sedikit membengkok ke atas d) Menjalar atau merayap (repens). yaitu : 1.

Daun memiliki fungsi sebagai berikut : a) pengambilan zat-zat makanan (reabsorpsi). c) Sirung panjang (virga) yaitu cabang-cabang yang biasanya merupakan pendukung daun. Alat ini hanya terdapat pada batang saja dan tidak pernah pada bagian lain pada tubuh tumbuhan.Cabang-cabang pada suatu tumbuhan dapat bermacam-macam dibedakan : a) Geragih (flagellum) yaitu cabang-cabang kecil panjang yang tumbuh merayap.bagian batang tempat duduknya atau melekatnya daun dinamakan buku-buku (nodus) batang.5.terutama berupah zat gas (CO2) b) pengolahan zat-zat makanan (asimilasi) c) penguapan air(transpirasi) d) pernafasan(respirasi) Daun yang lengkap mempunyai bagian-bagian berikut: a) upih daun atau pelepah daun (vagina) b) tangkai daun (petiolus) c) helaian daun (lamina) 18 .oleh karena itu daun biasanya berwarna hijau.3. dan tempat di atas daun yang merupakan sudut antara batang dan daun di namakan ketiak daun (axilla). 2. Daun (folium) Daun merupakan suatu bagian tumbuhan yang penting dan pada umumnya tiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Daun biasanya tipis melebar.kaya akan suatu zat warna hijau yang di namakan klorofil. dan mempunyai ruas yang cukup panjang d) Sirung pendek (virgula) yaitu cabang-cabang kecil dengan ruas-ruas yang pendek. b) Wiwilan atau tunas air (virga singularis) yaitu cabang yang biasanya tumbuh cepat dengan ruas-ruas yang panjang dan seringkali berasal dari kuncup yang tidur atau kuncup-kuncup liar.

5-3 : 1. c) jorong(ovalis) yaitu jika perbandingan panjang : lebar = 1.daun yang biasanya bangun bulat mempunyai tangkai daun yang tidak tertanam pada pangkal daun. Jika panjang : lebar = 1:1 b) bangun perisai(peltatus).dan dalam hal ini tangkai tadi biasanya lalu menjadi pipih sehingga menyerupai helaian daun. Daun yang hanya terdiri atas helaian daun saja dapat mempunyai pangkal yang demikian lebarnya. yaitu jika panjang : lebar = 3-5 : 1 f) bangun bulat telur (ovatus) g) bangun segitiga (triangularis).Mengenai susunan daun yang tidak lengkap ada beberapa kemungkinan : a) Hanya terdiri atas tangkai dan helaian saja: lazimnya lalu di sebut daun bertangkai b) daun terdiri atas upih dan helaian daun yang demikian ini di sebut daun berupih atau daun berpelepah c) daun hanya terdiri atas helaian saja. Daun memiliki bentuk yang bermacam-macam antara lain : a) bulat atau bundar(orbicularis). yaitu bangun seperti segitiga sama kaki h) bangun delta (deltoideus).daun yang demikian susunannya di namakan daun duduk (sessilis).hingga pangkal daun tadi seakan-akan melingkari batang atau memeluk batang. yaitu jika panjang : lebar = 2. yaitu bangun segitiga yang sama ke 3 sisinya i) bangun belah ketupat (rhomboideus) yaitu bangun segi empat yang sisinya tidak sama panjang 19 .jadi merupakan suatu helaian daun semu atau palsu.tanpa upih dari tangkai.oleh sebab itu juga di namakan daun memeluk batang.melainkan pada bagian tengah helaian daun.sehingga helaian langsung melekat atau duduk ppada batang. d) daun yang hanya terdiri atas tangkai saja. e) bangun lanset(lanceolatus).5-2 : 1 d) memanjang(oblongus).

seperti bangun bulat telur terbalik tetapi bagian bawahnya memanjang s) bangun garis (linearis). pada penampang melintangnya pipih dan daun amat panjang t) bangun pita (ligulatus) serupa daun bangun garis tetapi lebih panjang. serupa bangun paku. u) bangun pedang (ensiformis) seperti bangun garis.j) bangun jantung (cordatus). yaitu bangun seperti bulat telur tetapi pangkal daun memperlihatkan suatu lekukkan k) bangun ginjal (reniformis). daun tak seberapa lebar ujung tajam. bentuk daun hampir seperti silinder.pangkal dengan lekukan yang tancip pula m) bangun tombak (hastatus).lebih kecil dan meruncing panjang 2.ujung w) bangun jarum (acerosus).tetapi daun tebal di bagian tengah dan tipis kedua tepinya v) bangun paku (sugulatus).5.4.tetapi pangkal daun di kanan kiri tangkai membulat o) bangun bulat telur sungsang (obovatus). yaitu seperti bulat telur tetapi bagian yang lebar terdapat dekat ujung daun p) bangun jantung sungsang (opcordatus) q) bangun segitiga terbalik atau bangun pasak (cuneatus) r) bangun sudip (spathulatus). yaitu daun yang pendek lebar dengan ujung yang tumpul atau membulat dan pangkal yang berlekuk dangkal l) bangun anak panah (sagittatus).warna dan susunannya di sesuaikan dengan kepentingan 20 . seperti bangun anak panah.tetapi bagian pangkal daun di kanan kiri tangkai mendatar. seperti bangun tombak. n) bertelinga (auriculatus). Bunga (flos) Bunga adalah penjelmaan suatu tunas (batang dan daun-daun) yang bentuk.

bahkan biasanya lalu tampak duduk dalam satu lingkaran.tumbuhan.berturut-turut dari luar ke dalam : kelopak. yaitu bagian bunga yang masih jelas bersifat batang.hingga semua bagian bunga duduk sama tinggi di atas dasar bunga.sehingga pada bunga ini dapat berlangsung penyerbukan dan pembuahan. Bunga pada umunya mempunyai bagian-bagian berikut : a) tangkai bunga (pedicellus).dan akhirnya dapat di hasilkan alat-alat perkembangbiakan.tajuk bunga.dalam keadaan yang demikian bakal buah di katakan duduknya menumpang(superus) b) menyerupai kerucut.sehingga daun-daun yang telah mengalami metamorfosis menjadi bagian-bagian bunga yang duduk amat rapat satu sama lain.yaitu bagian bungayang merupakan penjelmaan daun yang masih tampak berbentuk lembaran dengan tulangtulang atau urat-urat yang masih jelas.padanya seringkali terdapat daun-daun peralihan. Macam-macam bentuk dasar bunga Dasar bunga biasanya menebal atau melebar dan memperlihatkan bermacammacam bentuk.daun-daun kelopak dan tajuk bunga duduknya seakan-akan pada tepi bangunan seprti cawan tadi.dengan ruas-ruas yang amat pendek.juga di sini duduknya bakal buah di katakan menumpang(superus) c) seperti cawan.misalnya a) rata.hingga putik yang berada di tengah-tengah duduknya paling tinggi.sedang putik di tengah pada bagian 21 .benang sari.yaitu bagianbagian yang menyerupai daun.dan putik. c) hiasan bunga(perianthium).berwarna hijau yang seakan-akan merupakan peralihan dari daun biasa kehiasan bunga b) dasar bunga (receptaculum). yaitu ujung tangkai yang sering kali melebar.

misalnya pada jagung.jadi penting. juga pada semua macam jambu.5.juga dalam hal ini kelopak dan tajuk bunga lebih tinggi letaknya dari pada putik.sedang umumnya segera setelah terjadi penyerbukandan pembuahan bagian-bagian bunga selain bakal buah segera menjadi layu dan gugur.dan bakal biji yang terdapat di dalam bakal buah akan tumbuh menjadi biji. Pada pembentukan buah terkadang bagian bunga selain bakal buah ikut tumbuh dan merupakan suatu bagian buah.dasar bunga yang lebih rendah letaknya dari pada tempat duduknya kelopak dan tajuk bunga. juga bagian ini sering tinggal pada buah. biasanya tidak mengubah bentuk dan sifat buah itu sendiri.5. Bagian-bagian bunga yang kadang-kadang tidak gugur.melainkan ikut tumbuh dan tinggal pada buah. yang kita kenal sebagai rambut jagung.bakal buah di namakan setengah tenggelam (semi inferus). d) kepala putik. Buah yang masih mendukung kepala putik ialah buah manggis. masih dapat kita lihat kelopak yang ikut merupakan bagian buah.contoh pada terong dan pada jambu. yang sekaligus dapat pula menunjukan jumlah daun buah dan jumlah ruangan dalam buah manggis tadi.maka bakal buah akan tumbuh menjadi buah. d) bentuk mangkuk. dan kita kenal kemudian sebagai pembungkus tongkol jagung (klobot). Buah (fructus) Jika penyerbukan pada bunga telah terjadi dan kemudian diikuti pula oleh pembuahan. b) daun-daun kelopak. masih dapat kita lihat tangkai kepala putik di bagian ujung buah. c) tangkai kepla putik. tidak merupakan satu bagian buah yang 22 .bakal buahnya terletak di bagian dasar bunga dan sebagian bakal buah berlekatan dengan pinggir dasar bunga. 2.misalnya: a) daun-daun pelindung contoh pada jagung daun-daun pelindung bunga betina tidak gugur.

misalnya pada arbe (Fragraria vesca L) d) Kelopak bunga misalnya pada ciplukan (Physalis minima L) e) Tenda bunga dan ibu tangkai pada bunga majemuk. misalnya pada bunga lo (Ficus glomerata Roxb) dan sebangsanya. Walaupun demikian mungkin pula buah terbentuk tanpa ada penyerbukan dan pembuahan.pada buah semu buah yang sesungguhnya sering kali tidak kelihatan (tertutup).Buah yang banyak terdapat sisa-sisa bagian bunga yang lazimnya telah gugur. merupakan buah yang telanjang (fructus nudus). Buah ini juga dinamakan buah sejati atau buah sungguh. umumnya merupakan buah yang tidak terbungkus. misalnya pada pohon nangka (Artocarpus integra Merr) Pada umumnya buah hanya akan terbentuk sesudah terjadi penyerbukan dan pembuahan pada bunga.contoh pada jambu monyet atau jambu mente (Anacardium occidental L) b) Dasar bunga bersama pada suatu bunga majemuk. karena itu sering kali buah semu di namakan pula buah tertutup (fructus clauses). Peristiwa terbentuknya buah yang demikian itu dinamakan: Partenokarpi (parthenocarpy). misalnya: a) Tangkai bunga. Sehingga buah yang demikian dinamakan buah palsu atau buah semu (fructus spurious). c) Dasar bunga pada bunga tunggal. bahkan sering kali merupakan bagian buah yang paling menarik perhatian. 23 . Adapun bagian-bagian bunga yang sering kali ikut tumbuh dan menyebabkan terjadinya buah semu. bahwa ada bagian bunga ikut mengambil bagian dalam pembentukan buah. kecuali bakal buahnya sendiri sering kali terjadi.

Misalnya pada buah arbe (Fragraria vesca L) c.Ikhtisar Tentang Buah Buah pada tumbuhan umumnya dapat dibedakan dalam dua golongan.yang malahan menjadi bagian utama buah ini. yang meluluh terjadi dari bakal buah. Buah semu tunggal.Tangkai bunga pada jambu monyet (Anacardium occidental L) . Buah sejati majemuk. Buah semu majemuk. Buah sungguh atau buah telanjang.misalnya: .yaitu jika buah itu terbentuk dari bakal buah beserta bagian-bagian lain pada bunga itu.yaitu buah yang berasal dari suatu bunga majemuk yang masing-masing bunganya mendukung satu bakal buah. Buah sejati ganda yang terjadi dari satu bunga dengan beberapa bakal buah yang bebas satu sama lain misalnya : pada cempaka (Michelia champaca Bail) 3. Buah semu ganda ialah jika pada satu bunga terdapat lebih daripada satu bakal buah yang bebas satu sama lain. Penggolongan Buah Semu Buah semu dapat di bedakan dalam: a. b. ialah buah semu yang terjadi dari bunga majemuk.misalnya : buah mangga (Mangifera indica L).kelopak bunga pada buah ciplukan (Physalis minima L) b.misalnya pandan (Pandanus tectorius Sol ) 24 . ialah buah sejati yang terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah saja. yaitu buah semu yang terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah. Buah sejati tunggal.tetapi seluruhnya dari luar tampak seperti satu buah.yaitu: 1. yaitu: a. misalnya buah nangka (Artocarpus interga Merr) dan keluih (Artocarpus communis Forst). Penggolongan buah sungguh (buah sejati) Buah sungguh dapat di bedakan dalam 3 golongan. Buah semu atau buah tertutup.papaya (Carica papaya L) 2.

Buah sejati tunggal kering yang hanya mengandung satu biji. biasanya buah ini kalau masak tidak pecah (indehiscen). buah berbelah dapat dibedakan dalam: 1. Contoh-contoh: a. Buah kendaga (rhegma). Buah berkendaga dua (dicoccus) 2. Buah berbelah tiga (miringtriachenium) 3. Buah keras bersayap (samara) B. Buah berkendaga lima (pentacoccus) 4. Buah sejati tunggal kering yang mengandung banyak ( lebih dari satu ) biji. Buah berbelah dua (miridiachenium) 2. Buah berkendaga banyak (polycoccus) 25 .Buah sejati tunggal Buah sejati tunggal dibedakan dalam dua golongan : a. Buah sejati tunggal yang berdaging (carnosus) ialah jika dinding buahnya menjadi tebal berdaging. Buah sejati tunggal yang kering(siccus) b. Buah keras (nux) d. buah ini dapat dibedakan lagi dalam : 1. dan jika masak dapat pecah menjadi beberapa bagian buah (mericartia) a. Buah padi (caryopsis) b. Buah kurung (aschenium) c. Dinding buah (pericarpium) dibedakan dalam 3 lapisan Kulit luar (eksocarpium atau epicarpium) Kulit tengah (mesocarpium) Kulit dalam (endocarpium) Ikhtisar buah sejati tunggal yang kering Buah sejati tunggal yang kering dibedakan dalam : A. Buah berbelah banyak (polyachenium) b. Buah berbelah empat (tetrachenium) 4. Buah berkedaga tiga (tricoccus) 3. Buah berbelah dua (diachenium).

kulit buah mempunyai tiga lapisan. buah delima. berasal dari bunga dengan beberapa bakal buah. Buah buni ganda. licin. Buah lobak atau polong semu (siliqua) 4. . Buah kotak. Buah bumbung ganda. keras.kulit luar (exocarpium atau epicarpium) . yaitu : d. . Buah batu (drupa). d. f.kulit dalam (endocarpium) . Buah buni(bacca) ialah buah yang dinding mempunyai dua lapisan Buah mentimun (pepo) buah ini ditinjau dari sudut susunannya tidak jauh berbeda dengan buah buni c. b. misalnya pada mawar (Rosa hybrida Hort) b. Buah polong (legumen) 3. dan berkayu. Buah kotak sejati (capsula) Ikhtisar buah sejati tunggal yang berdaging Perbedaan buah sejati yang berdaging adalah sebagai berikut : a. Buah ini dapat pula dianggap sebagai suatu variasi buah buni.c. buah apel (pomum) Buah sejati ganda Buah sejati ganda dapat dibedakan menjadi : a. kulit buah yang merupakan lapisan luar kaku seperti kulit atau hampir mengayuh lapisan dalamnya tipis. e. biasanya licin mengkilat. Buah jeruk (hesperidium). Buah kurung ganda.kulit tengah (mesocarpium). yang cukup tebal . Buah bumbung (miringfoliculus) 2. yang tipis menjagat . misalnya srikaya (Annona squamusa L) 26 . Buah batu ganda c. Buah ini mempunyai kulit buah yang terdiri atas tiga lapisan kulit yaitu : . kalau berdaging seringkali dapat dimakan. buah kotak dapat dibedakan dalam: 1.yang tebal berdaging atau berserabut.

c. Kulit dalam (endotesta) 27 . biji merupakan alat perkembangbiakan yang utama. Inti biji atau isi biji (nucleus seminis) Tumbuhan biji (Spermathophyta). dapat dibedakan menjadi : a.Buah sejati majemuk Buah sejati majemuk berasal dari suatu bunga majemuk sama halnya dengan buah sejati ganda. Tali pusar (funiculus) c.5. Lapisan kulit dalam (tegmen) Ketiga lapisan kulit biji masing-masing dinamakan : a. Dengan dihasilkan biji. b.6. Kulit biji (Spermodermis) Kulit biji berasal dari selaput bakal biji(integumentum) oleh sebab itu biasanya kulit biji (dari tumbuhan biji tertutup (Angiospermae) terdiri atas 2 lapisan yaitu : a. Biji (semen) Pada biji umumnya dibedakan bagian-bagian yakni : a. dan dapat pula terpencar ke lain tempat. Kulit luar (sarcotesta) b. Lapisan kulit luar (testa). Kulit tengah (sclerotesta) c. b. karena biji mengandung calon tumbuhan baru (lembaga). Buah buni majemuk Buah batu majemuk Buah kurung majemuk 2. tumbuhan dapat mempertahankan jenisnya. Kulit biji (spermodermis) b.

misalnya: 1. Inti biji (nucleus seminis) Inti biji ialah semua bagian biji yang terdapat didalam kulitnya. Salut biji (arillus) 4. Tulang biji (raphe) Tali pusar (Funiculus) Tali pusar merupakan bagian yang menghubungkan biji dengan tembuni.yang nantinya akan tumbuh menjadi tumbuhan baru.setelah biji memperoleh syarat-syarat yang di perlukan.yaitu: a. Bulu (coma) 3. inti biji terdiri atas : a.lembaga di dalam biji telah memperlihatkan ketiga bagian utama tubuh tumbuhan. Pusar biji (hilus) 6. Daun lembaga (cotyledo). Sayap (ala) 2. mempunyai fungsi yang berbeda-beda: Sebagai tempat penimbunan makanan Sebagai alat untuk melakukan asimilasi 28 . Lembaga (embryo) b. Bekas-berkas pembuluh pengangkutan (chalaza) 8. Liang biji (micropyle) 7.Maka pada kulit luar biji masih dapat di temukan bagian-bagian lain. Putih lembaga (albumen) Lembaga (embryo) Lembaga adalah calon tumbuhan baru. Akar lembaga atau calon akar (radicula) b. Salut biji semu (arillodium) 5. jadi merupakan tangkainya biji.

Putih lembaga dalam (endospermium) b. Perkecambahan di bawah tanah (hypogaeis) 2. Perkecambahan di atas tanah (epigaeis) b. Rimpang (rhizoma) Rimpang adalah batang beserta daunnya yang terdapat di dalam tanah.5.dan dari ujungnya dapat tumbuh tunas yang muncul di atas tanah dan dapat merupakan suatu tumbuhan baru. c. yang terdiri atas suatu jaringan yang menjadi tempat cadangan makanan bagi lembaga.bercabang-cabang dan tumbuh mendatar.- Sebagai alat penghisap makanan untuk lembaga dari putih lembaga. Melihat asalnya jaringan yang menjadi tempat penimbunan zat makanan cadangan dapat membedakan putih lembaga dalam : a. Rimpang di samping merupakan alat perkembangbiakan juga merupakan tempat penimbunann zat-zat makanan cadangan misalnya pada tanaman tasbih (canna edulis Ker) dan kerut (marantah arundinaceae L) 29 .dapat di bedakan dalam 2 bagian yaitu: Ruas batang di atas daun lembaga (internodium epicotylum) Ruas batang di bawah daun lembaga (internodium hypocotylum) Putih lembaga (albumen) Putih lembaga adalah bagian biji. Putih lembaga luar (perispermium)i Kecambah (plantula) Perkecambahan biji dapat dibedakan dalam 2 macam: a.7. Batang lembaga (cauliculus).

malahan kadang-kadang lalu ke atas.muncul di atas tanah.Bahwasanya alat ini adalah penjelmaan batang dan bukan akar.dapat di lihat dari tanda-tanda berikut: beruas-ruas. 30 .berbuku-buku. tetapi daunnya telah menjelma menjadi sisik-sisik mempunyai kuncup-kuncup tumbuhnya tidak kepusat bumi atau air.akar tidak pernah bersifat demikian berdaun.

Alat dan Bahan 3.Alat :  Alat tulis  Cutter  Gunting  Kapas  Kertas koran  Kertas label  Sasak dari bambu  Selotip  Tali rafia 2.2. Waktu Pelaksanaan PKL Praktek Kerja Lapangan ini dilaksanakan pada tanggal 6 – 9 Oktober 2011 3.1. Kecamatan Bone Pantai Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo 3. Bahan  Air  Alkohol 70%  Sampel tanaman 31 .1. Herbarium 1.BAB III METODE KERJA 3.1.Lokasi dan Waktu PKL 3. Lokasi PKL Praktek Kerja Lapangan ini dilaksanakan di Desa Bilungala.2.1.2.1.

Bahan   Air Sampel tanaman Alat tulis Ayakan Blender Kertas koran Kertas label Pisau Botol selai 32 .2.2. Simplisia 1.3.Alat :        2.

3.Herbarium tanaman Pandan(Pandanus amaryllifolius Roxb) Pengambilan Pandan Pengolahan Pandan Tanaman pandan dicuci dengan menggunakan air mengalir Tanaman diangin-anginkan Tanaman dibersihkan dengan menggunakan alkohol 70% Tanaman dimasukkan kedalam lipatan koran.3. Cara Kerja 3. tetapi jangan sampai mengenai bagian tanaman Lipatan koran ditumpuk menjadi satu dalam sasak Tanaman dipress dengan menggunakan sasak dan diikat dengan tali rafia Herbarium pandan 33 .1.3. agar tanaman tidak bergeser diberi selotip. Herbarium 1.

Herbarium tanaman sosor bebek(Kalanchoe pinnata Pers) Pengambilan tanaman sosor bebek Pengolahan tanaman sosor bebek Tanaman sosor bebek dicuci dengan menggunakan air mengalir Tanaman diangin-anginkan Tanaman dibersihkan dengan menggunakan alkohol 70% Tanaman dimasukkan kedalam lipatan koran. tetapi jangan sampai mengenai bagian tanaman Lipatan koran ditumpuk menjadi satu dalam sasak Tanaman dipress dengan menggunakan sasak dan diikat dengan tali rafia Herbarium sosor bebek 34 .2. agar tanaman tidak bergeser diberi selotip.

Herbarium tanaman Rumput Teki(Cyperus rotundus) Pengambilan tanaman sosor bebek Pengolahan tanaman sosor bebek Tanaman sosor bebek dicuci dengan menggunakan air mengalir Tanaman diangin-anginkan Tanaman dibersihkan dengan menggunakan alkohol 70% Tanaman dimasukkan kedalam lipatan koran. tetapi jangan sampai mengenai bagian tanaman Lipatan koran ditumpuk menjadi satu dalam sasak Tanaman dipress dengan menggunakan sasak dan diikat dengan tali rafia Herbarium sosor bebek 35 . agar tanaman tidak bergeser diberi selotip.3.

4. Herbarium tanaman paku sarang burung(Asplenium nidus) Pengambilan tanaman paku sarang burung Pengolahan tanaman paku sarang burung Tanaman bakung putih dicuci dengan menggunakan air mengalir Tanaman diangin-anginkan Tanaman dibersihkan dengan menggunakan alkohol 70% Tanaman dimasukkan kedalam lipatan koran. agar tanaman tidak bergeser diberi selotip. tetapi jangan sampai mengenai bagian tanaman Lipatan koran ditumpuk menjadi satu dalam sasak Tanaman dipress dengan menggunakan sasak dan diikat dengan tali rafia Herbarium tanaman paku sarang burung 36 .

tetapi jangan sampai mengenai bagian tanaman Lipatan koran ditumpuk menjadi satu dalam sasak Tanaman dipress dengan menggunakan sasak dan diikat dengan tali rafia Herbarium tanaman X 37 . agar tanaman tidak bergeser diberi selotip.5. Herbarium tanaman X Pengambilan tanaman X Pengolahan tanaman X Tanaman X dicuci dengan menggunakan air mengalir Tanaman diangin-anginkan Tanaman dibersihkan dengan menggunakan alkohol 70% Tanaman dimasukkan kedalam lipatan koran.

Simplisia tanaman sosor bebek(Kalanchoe pinnata) Pengambilan herba sosor bebek Diambil saat proses fotosintesis berlangsung maksimal. dipilih yang baik Dicuci sosor bebek dengan menggunakan air yang mengalir untuk membersihkan kotoran yang menempel Sosor bebek dirajang dengan ukuran yang sesuai Sosor bebek dikeringkan tidak langsung di bawah sinar matahari Sosor bebek yang sudah kering dibagi menjadi dua bagian Sosor bebek kering Sosor bebek kering 1 Hasil sambiloto kering Disimpan dalam botol jam Diberi etiket Haksel herba sosor bebek sosor bebek kering 2 Diblender sampai halus Diayak Disimpan dalam wadah Diberi etike Serbuk herba sosor bebek 38 .2.3.3. Pengolahan herba sosor bebek Sosor bebek disortasi. Simplisia 1.

Hasil Kerja 4.1.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Herbarium 4.1.1.2 Simplisia 39 .

40 .

Setelah pengambilan sampel. dan lembaga atau laboratorium tempat ahli-ahli taksonomi melakukan study taksonomi tumbuhan yang sekaligus juga merupakan tempat untuk menyimpan koleksi bahan study yang telah diawetkan dengan cara atau bentuk manapun. Tujuan dari pembuatan herbarium ini yaitu untuk mengawetkan tanaman agar nanti jika tanaman itu punah dapat dilihat morfologi dari tanaman itu. Pada praktikum kerja botani farmasi ini kami melakukan pembuatan herbarium dengan cara kering karena alat dan bahan yang digunakan lebih sedikit serta prosesnya lebih mudah dibandingkan proses awetan basah.2.1 Herbarium Herbarium merupakan tanaman yang telah dikeringkan.4. kemudian dilakukan sortasi basah yaitu dengan memisahkan tanaman dari bahan-bahan organik seperti kerikil dan tanah. Pertama-tama dilakukan pengambilan sampel berupa tanaman utuh yang dapat dijadikan tanaman obat contohnya tumbuhan paku. Herbarium adalah koleksi tumbuhan atau bagian tumbuhan yang diawetkan. Cara kerja dari dari herbarium ada 2 cara.2 Pembahasan 4. spesimen ini digunakan sebagai bahan rujukan untuk menafsirkan takson tumbuhan. yaitu cara basah dan cara kering. lalu dikeringkan dengan cara diangin-anginkan tidak langsung dibawah panas matahari agar tidak merusak enzim yang terkandung dalam tumbuhan untuk menghilangkan kadar air akibat proses pencucian sebelumnya. Kemudian tanaman dibersihkan dengan cara diolesi dengan alkohol 70% 41 . Dalam ilmu taksonomi tumbuhan istilah herbarium digunakan untuk dua pengertian yaitu untuk objek study yang berupa bahan tumbuhan yang diawetkan. Kemudian dilakukan pencucian pada air yang mengalir untuk mengeluarkan kotoran yang menempel pada tanaman. Tujuan dari sortasi basah untuk memisahkan bahanbahan asing atau kotoran serta memisahkan bagian tumbuhan yang tidak bagus dari yang bagus.

bagian tanaman. Selotip tidak boleh menyentuh permukaan dari tanaman agar saat penggunaan tanaman nanti tidak rusak. Waktu yang dibutuhkan untuk mengawetkan tanaman utuh selama kurang lebih 2 bulan. Pengambilan buah tergantung tujuan dan pemanfaatan kandungan aktifnya.2. oleh karena itu selotip ditempeli kertas hvs terlebih dahulu. membunuh bakteri dan membantu dalam proses pengawetan. bunga. Panen daun atau herba dilakukan pada saat proses fotosintesis berlangsung maksimal. Proses selanjutnya tanaman ditempelkan pada kertas koran (karena kertas koran dapat menyerap air) dengan menggunakan selotip. biji. tanaman dibungkus lagi dengan kertas koran dan dimasukkan dalam sasak bambu yang telah dibuat. Digunakan sasak bambu karena mudah didapat serta harganya terjangkau. Panen dapat dilakukan pada saat menjelang penyerbukan.2 Simplisia Simplisia merupakan tanaman utuh. 4. Panen buah biasa dilakukan menjelang masak. batang. atau saat bunga sudah mulai mekar.menggunakan kapas untuk mempercepat dalam proses pengeringan. atau dengan cara melihat perubahan warna/bentuk dari buah yang bersangkutan. setelah benar-benar masak. Pemanenan bunga bergantung dari tujuan pemanfaatan kandungan aktifnya. 42 . daun. Sasak diikat dengan tali rafia untuk mempererat pengepresan lalu disimpan ditempat yang tidak lembab. Tanaman dikatakan kering jika sudah cukup kaku dan tidak terasa dingin. Usahakan tampak depan dan tampak belakang daun terlihat. saat bunga masih kuncup. buah. Setelah semuanya telah dilekatkan. Pada pembuatan simplisia ini diawali dengan pengambilan sampel yang berfungsi sebagai obat baik itu akar. eksudat tanaman yang berkhasiat sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun kecuali dinyatakan lain berupa bahan alam yang telah dikeringkan. umbi dan rimpang. yaitu ditandai dengan saat-saat tanaman mulai berbunga atau buah mulai masak. Pengambilan biji dapat dilakukan pada saat mulai mengeringnya buah atau sebelum semuanya pecah.

Lalu dilakukan pencucian dengan menggunakan air yang mengalir contohnya air PAM atau air sumur hingga sampel benarbenar bersih. sedangkan serbuk merupakan haksel yang dihaluskan dengan cara diblender untuk memperoleh partikelpartikel serbuk. Setelah kering sempurna sampel disortasi kering.Untuk pengambilan daun. dianjurkan diambil pada saat proses fotosintesis berlangsung. 43 . Setelah sampel diambil lalu disortasi basah yang dimaksudkan untuk memisahkan sampel dari kotoran-kotoran yang ikut serta pada saat pengambilan sampel. Kemudian sampel dibuat menjadi 2 bentuk yaitu haksel dan serbuk. Proses selanjutnya sampel dikeringkan dibawah sinar matahari dengan menggunakan kain hitam sebagai penutup. Panen akar dilakukan pada saat pertumbuhan berhenti atau tanaman sudah cukup umur. Panen umbi dilakukan pada saat akhir pertumbuhan. Sampel tidak boleh berkontak langsung dengan sinar matahari karena akan merusak aktivitas enzim. Haksel merupakan hasil dari tanaman setelah perajangan dan pengeringan dan disimpan dalam botol kaca. Panen rimpang dilakukan pada saat awal musim kemarau. Pemanenan kulit batang hanya dilakukan pada tanaman yang sudah cukup umur. Panen dilakukan terhadap akar umumnya akan mematikan tanaman yang bersangkutan karena akar berfungsi untuk menguatkan tanaman serta sebagai jalan pengangkutan air dan mineral dari tanah ke seluruh bagian tumbuhan. Saat panen yang paling baik adalah awal musim kemarau. lalu sampel dilakukan pengubahan bentuk dengan tujuan untuk memperkecil luas permukaan sehingga proses pengeringan berlangsung lebih cepat. Setelah jadi serbuk kemudian diayak dan disimpan dalam wadah. dipisahkan sampel yang gosong atau rusak akibat proses sebelumnya.

umbi dan rimpang. Simplisia merupakan tanaman utuh. daun.1. 4. 44 . Kesimpulan 1. buah. Tujuan dari pembuatan herbarium ini yaitu untuk mengawetkan tanaman agar nanti jika tanaman itu punah dapat dilihat morfologi dari tanaman itu. bunga. eksudat tanaman yang berkhasiat sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun kecuali dinyatakan lain berupa bahan alam yang telah dikeringkan.BAB V PENUTUP 5. Khasiat dari tanaman obat yang dijadikan sampel  Daun sosor bebek Berkhasiat sebagai  Batang sosor bebek Berkhasiat sebagai  Daun pandan wangi Berkhasiat sebagai 3.Pada pembuatan simplisia ini diawali dengan pengambilan sampel yang berfungsi sebagai obat baik itu akar. batang. Sampel yang digunakan pada praktikum ini adalah  Untuk herbarium          Pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) Rumput teki (Cyperus rotundus) Sosor bebek (Kalanchoe pinnata) Tumbuhan paku (Asplenium nidus) Tanaman X Untuk simplisia Daun sosor bebek (Kalanchoe folium) Batang sosor bebek (Kalanchoe caulis) Daun pandan wangi (Pandanus folium) 2. biji. Herbarium merupakan tanaman yang telah dikeringkan. bagian tanaman.

2.  Asisten Agar hendaknya lebih memberikan bimbingan serta motivasi kepada praktikan.  Masyarakat Berdasarkan perkembangan zaman telah banyak obat-obatan sintetik yang telah beredar di pasaran. Mahasiswa PKL harus dapat bekerja sama dengan mahasiswa PKL lainnya. karena akan menjadikan pembelajaran dalam team work pada diri mahasiswa PKL tersebut  Dosen Agar hendaknya lebih meningkatkan kualitas pengajaran khususnya kepada para mahasiswa sehingga nantinya ilmu yang didapatkan dapat diaplikasikan oleh para mahasiswa di masyarakat. Saran  Mahasiswa 1. Walaupun pengobatan tradisional memerlukan efek terapi yang cukup lama namun efek samping yang ditimbulkan terhadap tubuh lebih kecil dibandingkan dengan efek samping yang ditimbulkan oleh obat-obatan sintetik.5. Tidak hanya asal diselesaikan 3. Maka penulis menyarankan kepada masyarakat untuk kembali menggunakan obat tradisional.2. Obat-obat sintetik itu dapat menyembuhkan dengan cepat namun memiliki efek samping yang dapat mempengaruhi tubuh. 45 . Mahasiswa PKL harus teliti dan bertanggung jawab pada tugas yang di berikan. Mahasiswa PKL harus disiplin untuk keaktifan kehadiran selama PKL.

LAMPIRAN KEGIATAN PEMBUATAN HERBARIUM Sampel yang akan dibuat herbarium Proses Sortasi basah Pencucian sampel Sampel yang telah dicuci Proses pengeringan Proses Sortasi kering 46 .

Pembasuhan dengan alkohol 70% Proses Persiapan sasak ( sasak ditempeli koran) Herbarium 47 .

KEGIATAN PEMBUATAN SIMPLISIA 48 .

49 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful