P. 1
ubi kayu

ubi kayu

|Views: 215|Likes:
Published by Rahmad Chenoa
ubi kayuy merupakan tanaman asli indonesia yang sangat merakyat
ubi kayuy merupakan tanaman asli indonesia yang sangat merakyat

More info:

Published by: Rahmad Chenoa on May 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/09/2015

pdf

text

original

Makalah Tentang Ubi Kayu Dalam Agribisnis

Disusun oleh :

Nama Nim

: Risman : 11082103253

Agroteknik

Universitas Sultan Syarif Kasim Pekanbaru Tp 2012/2013

Peluang inilah yang menjadi dorongan terwujudnya penerpan teknologi budidaya ubikayu dengan system organic.5%) dan propinsi lain di Indonesia (22. Rendahnya produktivitas disebabkan oleh belum diterapkannya teknologi budidaya ubikayu dengan benar baik pemupukan baik pupuk an-organik maupun organik (pupuk kandang). Teknik budidaya organik merupakan teknik budidaya yang aman. Sedangkan untuk konsumsi penduduk dunia. Kebutuhan pasar yang semakin meningkat. Latar belakang inilah yang mendorong dilakukannya pernerapan teknologi budidya ubi kayu dengan system organic.BAB I PENDAHULUAN 1. lestari dan mensejahterahkan petani dan konsumen. Konsumen Indonesia kini mulai menyadari akan pentingnya mengkonsumsi hasil pertnian yang sehat yaitu produk organic. Produksi ubikayu di Indonesia sebagian besar dihasilkan di Jawa (56.6%). tiap tahun diproduksi sekitar 300 juta ton ubi kayu. Bahan sisa hasil panen ataupun limbah organik lainnya harus dimanfaatkan atau dikembalikan lagi ke lahan pertanian agar lahan pertanian kita dapat lestari berproduksi sehingga sistem pertanian berkelanjutan dapat terwujud. yang di pacu dengan trend positif dari produk pertanian organic dimasyarakat yang semakin diminati membuat diperlukannya kajian mendalam tentang system organic pada produk pertanian.9%). Propinsi Lampung (20. ubi kayu (Manihot esculenta) merupakan makanan pokok ke tiga setelah padi dan jagung. . Agar sistem yang dianggap mampu menjaga keberlanjutan pertanian Indonesia ini semakin berkembang dan dampak positifnya agar semakin cepat bisa dirasakan terutama kelak untuk generasi muda kita. khususnya penduduk negara-negara tropis.1 Latar Belakang Di Indonesia. Permasalahan umum pada pertanaman ubikayu adalah produktivitas dan pendapatan yang rendah.

b) Pilih batang bagian bawah sampai tengah. d) Semua ikatan stek yang dibutuhkan kemudian diangkut ke lokasi penanaman. Syarat bibit yang baik untuk bertanam singkong adalah sebagai berikut : a) Bibit berasal dari tanaman induk yang cukup tua (6-12 bulan). Agro Input A. karena membutuhkan proses dan waktu yang lama. c) Batangnya telah berkayu dan berdiameter > 5 cm. . dan lurus. Pemupukan dilakukan dengan sistem pemupukan berimbang antara N. Namun. Adanya luka memungkinkan terjadinya serangan patogen yang menyebabkan penyakit. sehingga memungkinkan satu kali tebasan cukup untuk memotong batang singkong. Alat pemotong yang digunakan untuk memotong-motong batang singkong calon bibit harus tajam. Cara ini hanya digunakan untuk tujuan pemuliaan tanaman. TSP 60100 kg dan KCL 120200 kg. Keuntungan melakukan perbanyakan tanaman dengan menggunakan stek adalah waktunya lebih cepat dan hasilnya pun akan sama dengan tanaman induknya. sehingga merusak calon bibit. Pemupukan Pada Singkong/Ubi Kayu Budidaya singkong atau ubi kayu secara intensif berpotensi besar untuk mendapatkan hasil yang signifikan. Tahapan penyiapan bibit ubi kayu meliputi hal-hal sebagai berikut: a) Bibit berupa stek batang dengan panjang sekitar 20 cm atau memiliki 4 mata. K dengan dosis Urea 133200 kg. bukan untuk budidaya. P.BAB II PEMBAHASAN 2. c) Stek yang terpilih kemudian diikat. Gambar Batang ubi kayu calon Bibit B. Pupuk tersebut diberikan pada saat tanam dengan dosis N : P : K = 1/3 : 1 : 1/3 (pemupukan dasar) dan pada saat tanaman berumur 2-3 bulan yaitu sisanya dengan dosis N : P : K = 2/3 : 0 : 2/3. Hal penting yang harus diperhatikan pada saat penyiapan bibit ini adalah bahwa ukuran panjang bibit harus seragam. agar pertumbuhannya pun seragam. sehat. masing-masing ikatan berjumlah antara 2550 batang stek. Persyaratan dan Penyiapan Bibit Tanaman ubi kayu biasanya diperbanyak dengan menggunakan stek batang. kemudian dilakukan penyiapan bibit. serta seragam. b) Pertumbuhan induk harus normal. Mengapa harus tajam ? karena apabila kurang tajam dikhawatirkan pemotongan yang berulang-ulang pada calon stek batang akan mengakibatkan luka yang berlebihan. Hasil olahan singkong sekarang ini sangat variatif dari mulai pangan sampai dengan bioetanol sebagai pengganti bahan bakar bensin. tanaman ini juga dapat diperbanyak dengan menumbuhkan bijinya. Setelah dipilih batang dari pohon induk yang memenuhi syarat. d) Belum tumbuh tunas-tunas baru.1.

Jarak antar tanaman yang umum digunakan pada pola monokultur yaitu 100 x 100 cm.5 ton/ha. . membersihkan kebun yang akan ditanami dari gulma.10 hari setelah tanam berikan campuran pupuk Urea sebanyak 35 kg. Adapun salah satu cara pemupukan ubi kayu/singkong adalah sebagai berikut : . Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan menggunakan cangkul atau bajak. Agro Teknologi 1. Bila pola tanam dengan sistem tumpang sari.Pemberian Golden Harvest selanjutnya setiap 1 bulan sekali sebanyak 1 liter per ha sampai tanaman umur 4 bulan. yakni penanaman dua atau lebih jenis tanaman dalam satu lahan. Pengapuran diberikan pada waktu pembajakan atau pada saat pembentukan bedengan kasar. 2. Untuk menaikkan pH tanah. perlu dilakukan pengapuran. yaitu penanaman satu jenis tanaman dalam satu lahan. seperti pemupukan dan penyiangan. . selanjutnya dibuat bedengan ukuran yang dikehendaki. jarak tanam yang dapat digunakan adalah 150 x 150 cm atau 200 x 200 cm. sebaiknya digunakan traktor. bersamaan dengan pemberian pupuk kandang. Pola tanam harus memperhatikan musim dan curah hujan. Pembentukan bedengan/larikan ditujukan untuk memudahkan dalam pemeliharaan tanaman. Penentuan Pola Tanam Pola tanam adalah sistem penanaman dalam berusahatani. Pada lahan tegalan/kering. Dosis yang biasa digunakan untuk pengapuran adalah 1-2.Pemberian pupuk anorganik/kimia lanjutan pada umur tanaman 60-90 hari berupa campuran pupuk urea sebanyak 70kg dan KCL sebanyak 70kg. dan sebagai bagian dari kegiatan sanitasi atau kebersihan lingkungan.Sistem Golden Harvest : Sistem pemupukan menggunakan Golden Harvest. Jenis kapur yang digunakan adalah kapur kalsit/kaptan (CaCOS). . C. dan ada yang sistem tumpangsari. terutama pada lahan yang bersifat sangat masam/tanah gambut. Setelah tanah diolah dan dibersihkan. waktu tanam yang paling baik adalah awal musim hujan atau setelah penanaman padi.2. a. Pola tanam ada yang dengan sistem monokultur. mengurangi kebutuhan pupuk anorganik/kimia sampai dengan 50%. . Pengolahan Tanah Pengolahan tanah dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki kondisi tanah yang tadinya padat menjadi lebih gembur. Asumsi bila 1 ha lahan terdapat 5000 pohon berarti 1 pohon diberikan campuran pupuk ± 30gram. TSP 60kg dan KCL 35 kg pada lahan 1 ha. sehingga tempat hidupnya sumber-sumber penyakit dan hama dapat dibersihkan.3 hari sebelum tanam berikan larutan Golden Harvest (1 liter Golden Harvest : air max 350 liter) pada lahan secara merata. Untuk areal yang luas. Asumsi bila 1 ha lahan terdapat 5000 pohon berarti 1 pohon diberikan campuran pupuk 25gram.

Jadi pembumbunan ini memberikan keleluasaan pada akar agar dapat tumbuh dan berkembang membentuk umbi dengan baik. Penyulaman yang dilakukan pada minggu ketiga atau dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi tidak seragam. Penyulaman sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari. Pembumbunan Cara pembumbunan dilakukan dengan menggemburkan tanah di sekitar tanaman dan setelah itu dibuat seperti guludan. Penyiangan harus dilakukan hatihati. kored atau parang. karena minimal setiap pohon hanya mempunyai dua atau tiga cabang. stek ditanam dangkal saja. Setelah itu ditutup dengan tanah dari bekas galian tadi. Stek batang kemudian ditanamkan sedalam 5-10 cm atau kurang lebih sepertiga bagian stek tertimbun tanah. b. Perempelan/Pemangkasan Pada budidaya tanaman ubi kayu perlu dilakukan pemangkasan/pembuangan tunas. Bila tanahnya keras/berat dan berair/lembab. sambil menggemburkan kembali tanah. 4. Alat yang digunakan dalam penyiangan ini dapat berupa cangkul. Penyiangan Penyiangan dilakukan dengan membuang gulma yang tumbuh di areal pertanaman ubi kayu. Selain itu. Lakukan pemberian pupuk pada saat penanaman. Kemudian pupuk ditaburkan ke dalam parit tersebut. Pemupukan Untuk mencapai hasil yang tinggi perlu diberikan pupuk organik ( pupuk kandang. hal ini dapat menghemat biaya. saat cuaca tidak terlalu panas agar tanaman yang disulamkan tidak layu. dengan bibit yang baru/cadangan. bukan daun. Waktu penyulaman adalah minggu pertama dan minggu kedua setelah penanaman. Pupuk organik . Penyulaman Penyulaman dilakukan untuk mengganti bibit yang mati atau tumbuh tidak normal. KCL ). 3. Pemeliharaan Tanaman 1. pembumbunan penting dilakukan terutama agar umbi yang terbentuk dalam tanah menjadi besar-besar. Waktu pembumbunan dapat bersamaan dengan waktu penyiangan. 2. Kecuali dalam pembudidayaan dengan tujuan untuk dipetik tunasnya. TSP. Dalam satu musim penanaman minimal dilakukan 2 (dua) kali penyiangan. Pupuk diberikan di sekeliling tanaman dengan diameter sekitar 100 cm. konsentrasi pertumbuhan tanaman ubi kayu akan lebih mengarah pada pembentukan umbi.1. Cara Penanaman Cara penanaman dilakukan dengan meruncingkan ujung atas stek ubi kayu untuk menghindari tergenangnya air di batang agar tidak terjadi pembusukkan atau menghindari patogen penyakit yang biasanya menyukai tempat-tempat yang lembab. kompos dan pupuk hijau ) dan pupuk anorganik ( Urea. c. Pupuk yang digunakan sebagai pupuk dasar ini biasanya adalah pupuk kandang. Sama halnya dengan penyiangan. 5. jangan sampai alat yang kita gunakan melukai tanaman ubi kayu. Hal ini dilakukan agar batang ubi kayu tersebut bisa digunakan sebagai bibit lagi di musim tanam mendatang. Tanah disekeliling tanaman digali atau dibuat parit kecil.

Pengairan dan Penyiraman Kondisi lahan singkong dari awal tanam sampai umur lebih dari empat atau lima bulan hendaknya selalu dalam keadaan lembab. seperti Darul Hidayah. guna mencegah kemungkinan bila terdapat hama dan penyakit pada tanaman ubi kayu maka di bawah ini terdapat beberapa hama dan penyakit untuk diketahui. dan KCl dengan dosis 120 – 200 kg/ ha Cara pemberian pupuk adalah: a. Pengendalian: bersihkan sisa-sisa bahan organik pada saat tanam dan atau mencampur sevin pada saat pengolahan lahan. Pupuk susulan : 2/3 bagian dari dosis Urea dan KCl diberikan pada saat tanaman berumur 3 – 4 bulan. Gejala : tanaman mati pada usia muda. Tujuan utama pemberian pupuk ini adalah untuk memperbaiki struktur tanah. Gejala : bercak-bercak bersudut pada daun lalu bergerak dan mengakibatkan pada daun kering dan akhirnya mati. Volume pupuk organik yang baik untuk 1 hektar tanaman ubi kayu minimal sebanyak 6 ton. Pengendalian: menanam varietas toleran dan menyemprotkan air yang banyak. Pupuk dasar : 1/3 bagian dosis Urea dan KCl. Hama a) Uret (Xylenthropus) Ciri :berada dalam akar dari tanaman. Pada tanah yang kering perlu dilakukan penyiraman dan pengairan dari sumber air yang terdekat.  . tidak terlalu becek. Pada umumnya dosis pupuk anjuran untuk tanaman ubi kayu adalah: Urea dengan dosis 133 – 200 kg/ ha.sebaiknya diberikan bersamaan dengan pengolahan tanah. karena akar batang dan umbi dirusak. akan tetapi cara ini dapat merusak tanah. Sistem yang paling baik digunakan adalah sistem genangan. serta seluruh dosis SP-36 diberikan pada saat tanam. sehingga air dapat sampai ke daerah perakaran secara resapan. 7. Namun demikian. Pengendalian Hama dan Penyakit Hingga saat ini belum ditemukan penyakit yang berarti bagi tanaman ubi kayu dengan menggunakan varietas unggul.  Penyakit a) Bercak daun bakteri Penyebab : Xanthomonas manihotis atau Cassava Bacterial Blight/CBG. Gejala : daun akan menjadi kering. b. Pupuk anorganik diberikan tergantung tingkat kesuburan tanah. SP-36 dengan dosis 60 – 100 kg/ ha. 6. Pengairan dengan sistem genangan dapat dilakukan dua minggu sekali dan untuk seterusnya diberikan berdasarkan kebutuhan. b) Tungau merah (Tetranychus bimaculatus) Ciri : menyerang pada permukaan bawah daun dengan menghisap cairan daun tersebut. Pengairan dilakukan pada saat musim kering dengan cara menyiram langsung.

PANEN Ubi kayu dapat dipanen pada saat pertumbuhan daun bawah mulai berkurang. Umur panen tanaman ubi kayu adalah 6-8 bulan untuk varietas genjah dan 9-12 bulan untuk varietas dalam. warna daun mulai menguning dan banyak yang rontok. dan umbi langsung membusuk. mengering. Akar. Gejala : adanya bercak kecil dan titik-titik. Smith) Ciri : hidup di daun. memotong atau memusnahkan bagian tanaman yang sakit. Pasca Panen dan Penyimpanan Hasil ubi kayu biasanya dalam bentuk ubi segar.Pengendalian: menanam varietas yang tahan. Adira 2 dan Muara. mengadakan sanitasi kebun dan memangkas bagian tanaman yang sakit. melakukan pencabutan dan pemusnahan tanaman yang sakit berat. batang. terdapat lubang-lubang bulat kecil dan jaringan daun mati. Penanganan pasca panen ubi segar meliputi tahap-tahap sebagai berikut. yaitu tempat yang aman dan mudah di jangkau oleh angkutan. dan batang. dan berdasarkan ukuran ubi. d. Ubi kayu dipanen dengan cara menggunakan pengungkit atau mencabut batangnya secara langsung. terutama pada daun muda. 1. 1. Pengendalian : melakukan pergiliran tanaman. Umbi yang tertinggal diambil dengan cangkul atau garpu tanah. penanaman varietas yang tahan. menanam varietas yang tahan seperti Adira 1. Gejala : daun mendadak jadi layu seperti tersiram air panas. d) Bercak daun konsentris (Phoma phyllostica) Penyebab : cendawan yang hidup pada daun. akar. Pengendalian: melakukan pelebaran jarak tanam. Sortasi Pilih dan pisah-pisahkan ubi yang baik dari ubi yang memar atau rusak. melakukan pergiliran tanaman dan sanitasi kebun. Pengendalian: memperlebar jarak tanam. Penyimpanan 1. Buat lubang dalam tanah untuk penyimpanan ubi segar Ukuran lubang yang disesuaikan dengan jumlah ubi yang akan disimpan. Gambar Tanaman yang terserang Penyakit Layu bakteri c) Bercak daun coklat (Cercospora heningsii) Penyebab : cendawan yang hidup di dalam daun. Gambar Tanaman yang terserang Penyakit Bercak Daun Bakteri b) Layu bakteri (Pseudomonas solanacearum E. 1. Gejala : daun bercak-bercak coklat. . Pengumpulan Hasil Kumpulan hasil panen ubi di tempat (lokasi) yang strategis. 1.F. pemangkasan pada daun yang sakit serta melakukan sanitasi kebun.

panen singkong dilakukan dengan cara dicabut dengan tangan. malah kualitasnya akan berkurang. artinya dapat dipanen kapan saja asal sudah mencapai usia yang cukup. 2. Tiap lapis ubi ditutup dengan daun-daun segar atau jerami. Oleh karena itu. Sebernarnya singkong tidak termasuk tanaman musiman. Singkong hanya memiliki segar sangat singkat yaitu 2 x 24 jam. Pada lahan yang gembur. yaitu ± 9 bulan. apabila pada umur 13 bulan singkong belum dipanen juga. Namun kenyataannya. 4. Di Indonesia. sedangkan kadar protein. Sementara. Syarat penyimpanan Pada masa pertumbuhan. kadar air umbi akan meningkat. Bahkan. tidak secara keseluruhan dipanen sekaligus. panen sering dilakukan pada saat tanaman berumur 7 – 10 bulan. Hal ini membuat industri – industri pengolah terpaksa menyesuaikan pada kondisi tersebut dengan upaya pengawetan sementara terhadap singkong sambil menunggu waktu panen berikutnya. Alasi dasar lubang dengan daun-daun. Masukan ubi kayu secara teratur kemudian tutup dengan selapus daun-daun segar atau jerami. dan umur tanaman sudah cukup ( tergantung varietasnya ). perlu diupayakan tindakan untuk mengamankan singkong agar sampai saatnya digunakan masih tetap dalam kondisi baik/ segar. masa tanam dan panen dilaksanakan dengan mengikuti musim pergantian dengan tanaman lainnya. misalnya daun nangka atau daun ubi kayu. dan HCN menurun. Masukan ubi pada lapisan kedua dan seterusnya hingga lubang tersebut berisi beberapa lapisan ubi. Kayu pengungkit diikatkan pada pangkal batang dan salah satu bagian kayu pengungkit diangkat dengan tangan sampai umbinya terangkat ke permukaan tanah. Tanda – tanda bahwa singkong sudah waktunya dipanen adalah pertumbuhan daun mulai berkurang. singkong dicabut dengan menggunakan kayu atau bambu sebagai pengungkit. Upaya yang digunakan adalah memanen singkong secara bertahap atau mengawetkan singkong segar.1. Apabila sampai berumur 12 bulan belum dipanen. artinya setiap kali panen hanya sebatas kebutuhan saja. Apabila singkong sudah terlanjur dipanen seluruhnya. Dengan demikian. kandungan karbohidrat umbi singkong semakin meningkatdan mencapai titik optimal saat umbi siap dipanen. Memanen singkong secara bertahap. warna daun mulai mongering dan sebagian besar mulai rontok. 3. Singkong yang cacat ( . Untuk mengangkat singkong dari dalam tanah ( panen ) diperlukan cara yang tepat agar tidak banyak singkong yang rusak ( patah atau tertebas cangkul ). pengadaan bahan dapat dilakukan sepanjang tahun. A. tepung. Umbi yang tertinggal dapat diambil dengan menggunakan cethok atau cangkul. perlu segera dilakukan sortasi ( pemisahan ) antara singkong yang mulus ( tidak ada bagian yang terbuka ) dan yang cacat. Timbun lubang berisi ubi dengan tanah sampai permukaan lubang berbentuk cembung. singkong tidak bertambah besar. pada lahan berat ( tanah yang mengandung lempung ).

dan suhu sekitar 26 oC dapat mempertahankan singkong segar selama satu bulan.5 m. Diameter tumpukan jerami 1. 2. Air rendaman harus diganti setiap hari. Bak batu bata berukuran 1. Kondisi penyimpanan terlalu kering akan cepat terjadi kerusakan fisiologis.0 m x 1. pada keadaan yang terlindung dari sinar matahari. atau fungisida lainnya seperti Maneb dan benomyl. Sekeliling timbunan dibuat saluran drainase agar tidak terendam air. tebalnya 15 cm. Kemudian dikemas dalam kantong plastik polietilen. kadar HCN-nya semakin berkurang karena selama perendaman HCN ( sianida ) akan terlepas dan larut dalam air perendaman. Cara ini dapat digunakan untuk mengawetkan singkong selama 3 – 4 minggu. B. Dengan perlakuan semacam ini. Cara penyimpanan singkong segar seperti ini. sedangkan pencelupan dalam fungisida dapat mencegah kerusakan oleh jasad renik. Diangin – anginkan supaya getahnya kering. Sekitar 300 – 500 kg singkong segar ditimbun di atas alas tersebut. Singkong segar dalam keadaan utuh ditumpuk di atas lapisan jerami. Jejeran singkong tersebut ditutup lagi dengan pasir setinggi 5 cm. Singkong disimpan dalam peti ( kapasitas 20 kg ) yang diisi serbuk gergaji. 4. Kadar air serbuk gergaji dipertahankan sebesar 50 %. agar kelembabannya terkendali sehingga singkong awet. Singkong – singkong tersebut lalu diatur berjejer rapat dalam bak batu bata yang ditumpuk tanpa menggunakan semen dan dasarnya sudah ditutup pasir kering setebal 5 cm. sebaliknya bila terlalu basah menyebabkan kebusukan. Seringkali digunakan sekam padi ( pesak ) sebagai peganti serbuk gergaji. kemudian ditutup dengan lapisan jerami dan ditutup lagi dengan tanah hingga ketebalan 15 cm. rumput atau daun – daun kering.0 m. Cara . Tetapi sekam di nilai kurang baik karena daya serap dan distribusi air kurang merata. Cara – cara penyimpanan singkong segar adalah sebagai berikut : 1.0 m x 1. Perlu diperhatikan agar singkong benar – benar segar ( 2 – 3 jam setelah panen ) pada saat di kemas.terbuka pada kulit dan dagingnya ) diproses terlebih dahulu atau diawetkan dengan cara dikupas dan direndam air. namun dengan resiko kehilangan kadar patinya. 3. singkong segar dapat tahan 1 – 2 bulan. Pada penyimpanan seperti ini. Perlu diupayakan agar tidak terlalu basah dimusim hujan. Tanpa perlakuan khusus singkong segar hanya tahan sekitar 48 jam. bak batu bata harus didirikan pada tempat yang aman serta tidak terkena air hujan. Singkong segar yang telah dibersihkan dicelup dalam larutan fungisida thiobendazole. Metode atau Cara Penyimpanan Cara penyimpanan singkong segar telah banyak diteliti dan dipraktekkan. Singkong segar dipotong sepanjang 5 cm pada tangkainya. Keadaan cuaca sangat mempengaruhi daya tahan singkong yang disimpan. begitu seterusnya sampai pasir terakhir berjarak 10 cm dari tepi bahan. Setelah itu di atas pasir ditutup lagi dengan batu bata dan yang terakhir ditutup seng. Daya simpan singkong dengan cara ini dapat mencapai 3 bulan. Pengemasan ini akan membantu mengawetkan singkong dari kerusakan fisiologis.

jamur. atau rente lain.penyimpanan seperti ini banyak digunakan di pasar – pasar swalayan. Teknologi Hasil Pertanian Pemasaran Jalur distribusi ubi kayu akan menjadi lebih efisien. C. Pedagang. dan lain-lainnya. d. Tujuan Penyimpanan Penyimpanan merupakan proses untuk mempertahankan daya simpan dan mutu ubi kayu. c. b. Daya tahan singkong segar sekitar 1 – 3 bulan. Mempertahankan daya simpan ubi kayu. Memudahkan pengolahan lebih lanjut. Umbi ubi kayu terhindar dari kerusakan akibat busuk.agen. . sehingga posisi tawar petani menjadi tinggi. Ini tentu akan memberi kesempatan petani untuk meningkatkan pendapatannya karena tidak akan mendapat tekanan harga dari para pedagang. Tujuannya adalah untuk : a. Menambah nilai ekonomis umbi ubi kayu.Agen. dan pelaku rente lainya sebagai penyebab inefisiensi ratai pemasaran tidak akan menjadi aktor pada model kemitraan ini.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->