P. 1
Definisi Dan Pengertian Dari

Definisi Dan Pengertian Dari

|Views: 17|Likes:
Published by Rina Silva

More info:

Published by: Rina Silva on May 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/03/2014

pdf

text

original

Definisi dan Pengertian dari muara adalah :SSS mu·a·ra n tempat berakhirnya aliran sungai di laut, danau, atau

sungai lain; sungai yg dekat dng laut; hidup dua — , pb hidup dng dua mata pencaharian; ber·mu·a·ra v berakhir (tt aliran sungai): Kali Cimanuk – di Laut Jawa
muara, 10.0 out of 10 based on 1 rating

Kata lain yang mungkin berkaitan

    

mua — mua n belut, termasuk suku Angnilidae, bangsa Apodes, hidup di laut dan air... tageh — ta·geh /tagéh/ n ikan yg dapat dimakan sbg ikan segar atau ikan asin,... sungai — su·ngai n aliran air yg besar (biasanya buatan alam); kali: — itu dapat... pasang (2) — 2pa·sang v 1 naik (tt air laut atau sungai); 2 ki sedang baik... siput — si·put n binatang moluska, kulitnya berbentuk spiral, banyak macamnya, hidup di darat, di... tempur (2) — 2tem·pur n, tem·pur·an n tempat bertemu dua aliran sungai: hingga kini banyak di.

ERP (Enterprise Resource Planning)

ERP yang merupakan kependekan dari Enterprise Resource Planning adalah integrasi dari praktek management bisnis dengan teknologi modern. IT terintegrasi dengan 'core' proses bisnis dari unit bisnis untuk merangkumkan dan menyelesaikan tujuan bisnis secara spesifik. Pada prinsipnya, ERP adalah sebuath gabungan dari 3 buah komponen penting, yaitu: Praktek Management bisnis, IT dan Tujuan dari bisnis yang spesifik. Sederhananya, ERP adalah sebuah arsitektur software yang membantu streaming dan pendistribusian informasi terhadap seluruh bisnis unit. ERP memberikan para eksekutif sebuah overview yang komprehensif yang akan mempengaruhi keputusan bisnis secara produktif. Pada core ERP terdapat sebuah data respository terpusat dan ter'managed' yang merequest dan mensupply informasi atau data untuk suatu aplikasi operasional dalam platform universal komputer yang terintegrasi satu sama lainnya.

Pada awalnya ERP hanya diimplementasikan pada organisasi yang besar dengan organisasi yang mengunakan resources yang sangat luas, namun sekaranga penggunaan ERP sudah mengalami perubahan beberapa tahun terakhir ini, dan ERP sekarang dapat diimplementasikan pada skala perusahaan menengah dan berbagai macam industri. Arsitektur software ERP sekarang ini dapat merangkum fungsi-fungsi yang ada dalam suatu bisnis dan mengintegrasikannya dalam satu tempat dari gabungan database. Misalkan, fungsi dari HRD, Supply Chain Management, Customer Relationship Management, Keuangan, produksi, management gudang dan logistik, yang mana dulunya menggunakan aplikasi/software dan database masing-masing & terpisah, maka sekarang ini masing-masing unit aplikasi itu disatukan dengan satu payung, yaitu arsitektur ERP.

SingCat Network selaku penyedia ERP, telah banyak pengalaman dalam menerapkan ERP pada beberapa perusahaan baik swasta murni maupun BUMN. Silahkan hubungi kami di sini untuk konsultasi perihal ERP untuk bisnis anda Anda bisa lihat beberapa client kami di bawah ini

Aspek perencanaan yang terintegrasi di suatu organisasi/perusahaan, bersifat lintas fungsional yang terdiri atas berbagai fitur; tujuan ; agar dapat merencanakan dan mengelola sumber daya organisasi dengan lebih efisien dan dapat merespon kebutuhan pelanggan dengan lebih baik. Konsep ERP dapat dijalankan dengan baik, jika didukung dengan seperangkat aplikasi dan infrastruktur komputer baik software dan hardware sehingga pengelolaan data dan informasi dapat dilakukan dengan mudah dan terintegras

ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP) Sumber :

-masih-validkahditerapkan-di-perusahaan/ www.mikroskil.ac.id/~erwin/erp/00.ppt

Menyelaraskan Teknologi Informasi dengan Strategi Bisnis, Informatika, BandungPENGERTIAN • ERP adalah sebuah sistem informasi perusahaan yang dirancang untuk

mengkoordinasikan semua sumber daya, informasi dan aktifitas yang diperlukan untuk proses bisnis lengkap. • Sistem ERP didasarkan pada database pada umumnya dan rancangan perangkat lunak modularPENGERTIAN(2) • ERP merupakan software yang mengintegrasikan semua departemen dan fungsi suatu perusahaan ke dalam satu sistem komputer yang dapat melayani semua kebutuhan perusahaan, baik dari departemen penjualan, HRD, produksi atau keuangan.PENGERTIAN (3) • Syarat terpenting dari sistem ERP adalah Integrasi • Integrasi yang dimaksud adalah menggabungkan berbagai kebutuhan pada satu software dalam satu logical database, sehingga memudahkan semua departemen berbagi informasi dan berkomunikasi. PENGERTIAN (4) • Database yang ada dapat mengijinkan setiap departemen dalam perusahaan untuk menyimpan dan mengambil informasi

secara real-time. • Informasi tersebut harus dapat dipercaya, dapat diakses dan mudah disebarluaskan.PENGERTIAN (5) • Rancangan perangkat lunak modular harus berarti bahwa sebuah bisnis dapat memilih modul-modul yang diperlukan, dikombinasikan dan disesuaikan dari vendor yang berbeda, dan dapat menambahkan modul baru untuk meningkatkan unjuk kerja bisnisTUJUAN DAN PERANANNYA DALAM ORGANISASI • Tujuan sistem ERP adalah untuk mengkoordinasikan bisnis organisasi secara keseluruhan • ERP merupakan software yang ada dalam organisasi/perusahaan untuk: – Otomatisasi dan integrasi banyak proses bisnis – Membagi database yang umum dan praktek bisnis melalui enterprise – Menghasilkan informasi yang real-time – Memungkinkan perpaduan proses transaksi dan kegiatan perencanaanKONSEP DASAR ERPEVOLUSI SISTEM ERPTAHAPAN EVOLUSI ERP • Tahap I : Material Requirement Planning (MRP) Merupakan cikal bakal dari ERP, dengan konsep perencanaan kebutuhan material • Tahap II: Close-Loop MRP

Merupakan sederetan fungsi dan tidak hanya terbatas pada MRP, terdiri atas alat bantu penyelesaian masalah prioritas dan adanya rencana yang dapat diubah atau diganti jika diperlukan • Tahap III: Manufakturing Resource Planning (MRP II) Merupakan pengembangan dari close-loop MRP yang ditambahkan 3 elemen yaitu: perencanaan penjualan dan operasi, antarmuka keuangan dan simulasi analisis dari kebutuhan yang diperlukan • Tahap IV: Enterprise Resource Planning Merupakan perluasan dari MRP II yaitu perluasan pada beberapa proses bisnis diantaranya integrasi keuangan, rantai pasok dan meliputi lintas batas fungsi organisasi dan juga perusahaan dengan dilakukan secara mudah • Tahap V: Extended ERP (ERP II) Merupakan perkembangan dari ERP yang diluncurkan tahun 2000, serta lebih konflek dari ERP sebelumnya.INTEGRASI ERP DALAM ORGANISASIMODUL ERP • Manufacturing • Supply Chain Management • Financials • Projects • Human Resources • Customer Relationship Management • Data warehouse • Access Control • CustomizationIMPLEMENTASI ERP • Implementasi sistem ERP tergantung pada ukuran

bisnis, ruang lingkup dari perubahan dan peran serta pelanggan. • Perusahaan membutuhkan jasa konsultasi, kustomisasi dan jasa pendukung • Migrasi data adalah salah satu aktifitas terpenting dalam menentukan kesuksesan dari implementasi ERP • Sayangnya, Migrasi data merupakan aktifitas terakhir sebelum fase produksi IMPLEMENTASI ERP(2) Langkah strategi migrasi data yang dapat menentukan kesuksesan implementasi ERP: • Mengidentifikasi data yang akan di migrasi • Menentukan waktu dari migrasi data • Membuat template data • Menentukan alat untuk migrasi data • Memutuskan persiapan yang berkaitan dengan migrasi • Menentukan pengarsipan dataKELEBIHAN ERP • Integrasi antara area fungsional yang berbeda untuk meyakinkan komunikasi, produktifitas dan efisiensi yang tepat. • Rancangan Perekayasaan • Pelacakan pemesanan dari penerimaan sampai fulfillment • Mengatur saling ketergantungan dari proses

penagihan material yang kompleksKELEBIHAN ERP (2) • Pelacakan 3 cara yang bersesuaian antara pemesanan pembelian, penerimaan inventori, dan pembiayaan • Akuntasi untuk keseluruhan tugas: melacak pemasukan, biaya dan keuntungan pada level intiKELEMAHAN ERP (1) • Terbatasnya kustomisasi dari perangkat lunak ERP • Sistem ERP sangat mahal • Perekayasaan kembali proses bisnis untuk menyesuaikan dengan standar industri yang telah dideskripsikan oleh sistem ERP dapat menyebabkan hilangnya keuntungan kompetitif • ERP sering terlihat terlalu sulit untuk beradaptasi dengan alur kerja dan proses bisnis tertentu dalam beberapa organisasi• Sistem dapat terlalu kompleks jika dibandingkan dengan kebutuhan dari pelanggan • Data dalam sistem ERP berada dalam satu tempat, contohnya : pelanggan, data keuangan. Hal ini dapat meningkatkan resiko kehilangan informasi sensitif, jika terdapat pembobolan sistem keamanan KELEMAHAN ERP (1)

Manajemen rantai suplai
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa

Manajemen Rantai Suplai (Supply chain management) adalah sebuah ‘proses payung’ di mana produk diciptakan dan disampaikan kepada konsumen dari sudut struktural. Sebuah supply chain (rantai suplai) merujuk kepada jaringan yang rumit dari hubungan yang mempertahankan organisasi dengan rekan bisnisnya untuk mendapatkan sumber produksi dalam menyampaikan kepada konsumen. (Kalakota, 2000, h197) Tujuan yang hendak dicapai dari setiap rantai suplai adalah untuk memaksimalkan nilai yang dihasilkan secara keseluruhan (Chopra, 2001, h5). Rantai suplai yang terintegrasi akan meningkatkan keseluruhan nilai yang dihasilkan oleh rantai suplai tersebut.

Daftar isi
[sembunyikan]

  

1 Pengertian 2 Permasalahan Manajemen Suplai Rantai 3 Aktivitas/Fungsi

o o o o  

3.1 Strategis 3.2 Taktis 3.3 Operasional 3.4 Strukturisasi dan Tiering

4 Arus Material dan Informasi 5 Referensi

[sunting]Pengertian

Manajemen Rantai Suplai adalah koordinasi dari bahan, informasi dan arus keuangan antara perusahaan yang berpartisipasi. Manajemen rantai suplai bisa juga berarti seluruh jenis kegiatan komoditas dasar hingga penjualan produk akhir ke konsumen untuk mendaur ulang produk yang sudah dipakai.

Arus material melibatkan arus produk fisik dari pemasok sampai konsumen melalui rantai, sama baiknya dengan arus balik dari retur produk, layanan, daur ulang dan pembuangan.

Arus informasi meliputi ramalan permintaan, transmisi pesanan dan laporan status pesanan, arus ini berjalan dua arah antara konsumen akhir dan penyedia material mentah.

Arus keuangan meliputi informasi kartu kredit, syarat-syarat kredit, jadwal pembayaran dalam penetapan kepemilikandan pengiriman. (Kalakota, 2000, h198)

Menurut Turban, Rainer, Porter (2004, h321), terdapat 3 macam komponen rantai suplai, yaitu:

Rantai Suplai Hulu/Upstream supply chain

Bagian upstream (hulu) supply chain meliputi aktivitas dari suatu perusahaan manufaktur dengan para penyalurannya (yang mana dapat manufaktur, assembler, atau kedua-duanya) dan koneksi mereka kepada pada penyalur mereka (para penyalur second-trier). Hubungan para penyalur dapat diperluas kepada beberapa strata, semua jalan dari asal material (contohnya bijih tambang, pertumbuhan tanaman). Di dalam upstream supply chain, aktivitas yang utama adalah pengadaan.

Manajemen Internal Suplai Rantai/Internal supply chain management

Bagian dari internal supply chain meliputi semua proses pemasukan barang ke gudang yang digunakan dalam mentransformasikan masukan dari para penyalur ke dalam keluaran organisasi itu. Hal ini meluas dari waktu masukan masuk ke dalam organisasi. Di dalam rantai suplai internal, perhatian yang utama adalah manajemen produksi, pabrikasi, dan pengendalian persediaan.

Segmen Rantai Suplai Hilir/Downstream supply chain segment

Downstream (arah muara) supply chain meliputi semua aktivitas yang melibatkan pengiriman produk kepada pelanggan akhir. Di dalam downstream supply chain, perhatian diarahkan pada distribusi, pergudangan, transportasi, dan after-sales-service.
[sunting]Permasalahan

Manajemen Suplai Rantai

Manajemen suplai rantai harus memasukan problem dibawah:

Costumer Relation Management adalah salah satu aplikasi dari ilmu MIS. Dalam sebuah industri yang perkembangannya pesat. Costumer adalah mata rantai yang tak terpisahkan dari struktur industri. Mengapa? Karena kostumer lah yang menjadi pembeli dari produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kita. Sebuah perusahaan tak akan pernah bisa berjalan dengan baik apabila tak ada yang membeli produk atau jasanya. Dunia bisnis sekarang ini telah menjadi semakin sulit dan semakin crowded. Banyak sekali competitor yang selalu bermunculan dengan ide-ide baru dan inovasi tercanggih setiap saatnya. Akibatnya kostumer tentu akan memiliki banyak sekali pilihan, jika ia tak puas dengan layanan sebuah perusahaan ia akan dengan mudah berpindah ke produsen yang lain. Bagaimana caranya agar kostumer tersebut tidak melakukan hal itu dan selalu loyal terhadap produk perusahaan kita? CRM lah salah satu jawabannya.

Apa Itu CRM? CRM adalah sebuah strategi bisnis yang berbasis kostumer, seperti strategi bisnis lainnya tujuan akhir dari CRM adalah untuk memaksimalkan keuntungan dan pendapatan. Sedangkan tujuan utama dari CRM adalah meningkatkan kepuasan pelanggan. Beberapa teknologi yang melatarbelakangi CRM diantaranya adalah mendapatkan, menyimpan, analisis terhadap kostumer, vendor, partner, dan proses informasi internal. Sedangkan fungsi-fungsi lain yang mendukung CRM adalah sales, marketing, training, pengembangan professional, manajemen performa, human resource development, dan kompensasi. Keseluruhan teknologi dan fungsi-fungsi yang melingkupi CRM haruslah terintegrasi sebagai bagian tak terpisahkan strategi bisnis yang fokus pada kostumer. Karena banyak dari perusahaan yang mengimplementasikan CRM namun sayangnya hanya terbatas pada instalasi software CRM saja, tanpa adanya will untuk meletakkan kostumer diatas segalanya.

Teknologi pendukung CRM Costumer Database Sebuah sistem tak akan pernah berjalan dengan baik tanpa adanya database. Begitu pula dengan CRM ini. Yang menjadi tulang punggung dari sistem ini tak lain dan tak bukan adalah database dari kostumer. Informasi yang diperoleh dari konsumen baik berupa interaksi dengan perusahaan dan prospek kedepannya akan sangat berharga, termasuk juga informasi yang diperoleh dari order kostumer, informasi tentang support yang diberikan, request kostumer, complain, interview dan survey yang telah diberikan. Bagi sistem CRM kesemua hal itu adalah input yang sangat berharga bagi perusahaan.

Costumer Intelligence

Costumer intelligence adalah sebuah upaya untuk mengkotak-kotakkan kostumer sesuai dengan needs dan kebutuhannya masing-masing. Tentu saja hal ini bisa dilakukan dengan bantuan software atau manual manusia. Setelah ia dikotak-kotakkan kita akan dengan mudah memasukkan kostumer itu kedalam permainan strategi bisnis perusahaan. Contohnya adalah pembagian kostumer potensial, kostumer biasa, dan kostumer tak potensial. Ini akan memudahkan kita untuk mengetahui apakah kostumer itu cukup puas atau tidak.

Costumer Capacity and Competency Development Tujuan utama dari teknologi pendukung ini adalah continous improvement yang memungkinkan perusahaan berada sedikit lebih dekat dengan apa yang dimaui oleh kostumer. Sistem yang kompleks memang dibutuhkan untuk mencapai hal ini, tapi bukan hanya itu saja, praktek langsung jauh lebih powerful untuk mencapai level kepuasan pelanggan yang diinginkan, kombinasi sempurna dari manusia dan teknologi akan menghasilkansalah satu core competencies yang memungkinkan perusahaan terus berada di depan dalam kompetisi CRM. Kesuksesan dalam memilih tools, teknologi, dan praktek langsung akan kemudian ditiru oleh perusahaan yang lain ketika kombinasi itu terbukti sukses. Hal ini akan menyebabkan perusahaan kita menjadi market leader dalam CRM. Tentu saja market leader tak kan dapat dipertahankan lama bila tak ada perubahan dinamis didalam perusahaan yang disesuaikan dengan pergerakan keinginan kostumer.

Operasional CRM Karena kekuatan utama dari CRM adalah database dari kostumer, maka yang paling bertanggung jawab dalam penyediaan data ini tak lain adalah front office, yaitu tak lain adalah sales, marketing, dan juga tak ketinggalan service. Setiap interkasi dengan kostumer akan dicatat dan masuk dalam sistem kontak history kostumer. Jika memang dibutuhkan data ini akan bisa diolah kembali untuk kepentingan perusahaan. Salah satu kelebihan yang diperoleh dari kontak history kostumer adalah kostumer dapat berinteraksi dengan berbagai macam contact channel di dalam perusahaan dari waktu ke waktu tanpa harus menjelaskan pada para officer komplain apa saja yang telah mereka hadapi terdahulu.

Kegunaan CRM Database kostumer didalam CRM dapat digunakan untuk berbagai macam kegunaan, diantaranya adalah : · Mendesain dan melaksanakan marketing campaign untuk mengoptimalkan eketifitas marketing

· · · ·

Mendesain dan melaksanakan costumer campaign yang spesifik seperti cross selling, up-selling, dan retensi. Menilai respon kostumer terhadap produk dan level service, misalnya seperti kenaikan harga, new product development, dan lainnya Mengambil keputusan manajemen seperti forecasting financial dan costumer profitability analysis Prediksi terhadap level defect yang tak diinginkan kostumer (churn analysis)

Yang perlu diperhatikan dalam CRM CRM adalah sebuah sistem yang berbasis akan database kostumer, informasi dari kostumer akan dengan segera diekstrak demi kepentingan perusahaan. Dalam proses pengumpulan data sebagai bagian dari solusi CRM, sebuah perusahaan harus mengingat bahwa privasi costumer dan kemanan data harus menjadi prioritas utama. Beberapa penerap CRM yang baik malah tidak memperbolehkan data kostumernya di-share atau diakses oleh pihak ketiga. Dalam hal ini mereka telah melakukan hal yang benar. Yaitu perlindungan terhadap data dan privasi kostumer. Kesimpulan Banyak dari penerap CRM yang gagal dalam implementasi CRM, diantara mereka yang gagal kebanyakan disebabkan oleh kualitas data yang buruk dan ketidaksiapan mental dalam menjalankan CRM. Ketika perusahaan hendak menimplementasikan CRM, perlu diperhatikan bahwa integrasi data kostumer harus sudah bisa berjalan. Data harus dapat diekstrak oleh siapapun dan departemen yang membutuhkan (misalnya divisi R n D membutuhkan data dari kostumer, maka data tersebut harus tersedia dan terupdata di sistem). Jika hal ini dapat terjadi, maka ia akan menciptakan demand jauh melebihi ekspektasi kostumer, dan hal ini akan memberikan perusahaan sebuah keuntungan yang tak dimiliki oleh competitor. Ia akan menciptakan hubungan business-to-business yang lebih akrab. Ketika hal ini terjadi maka CRM pastinya bernilai lebih dari sekadar sales atau hubungan interaksi kostumer saja. -Alkindi- dari berbagai sumber

Pengertian E-Business Pengertian e-Business atau definisi e-business adalah kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dilakukan dengan menggunakan teknologi elektronik. Ebusiness memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal secara lebih efisien dan fleksibel. E-business juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.

Penggunaan sehari-hari, e-business tidak hanya menyangkut perdagangan elektronik atau ecommerce saja. Dalam hal ini, e-commerce lebih merupakan sub bagian dari e-business, sementara e-business meliputi segala macam fungsi dan kegiatan bisnis menggunakan data elektronik, termasuk pemasaran Internet. Sebagai bagian dari e-business, e-commerce lebih berfokus pada kegiatan transaksi bisnis lewat www atau Internet. Dengan menggunakan sistem manajemen pengetahuan, e-commerce mempunyai goal untuk menambah revenu dari perusahaan. E-business berkaitan secara menyeluruh dengan proses bisnis termasuk value chain: pembelian secara elektronik (electronic purchasing), manajemen rantai suplai (supply chain management), pemrosesan order elektronik, penanganan dan pelayanan kepada pelanggan, dan kerja sama dengan mitra bisnis. E-business memberi kemungkinan untuk pertukaran data di antara satu perusahaan dengan perusahaan lain, baik lewat web, Internet, intranet, extranet atau kombinasi di antaranya.

.1 Pengertian data warehouse Gudang data (Bahasa Inggris: data warehouse) Suatu sistem kompute runtuk mengarsipkan dan menganalisis data historis suatu organisasi seperti data penjualan, gaji, dan informasi lain dari operasiharian. Pada umumnya suatu organisasi menyalin informasi dari sistem operasionalnya (seperti penjualandan SDM) kegudang data menurut jadwal teratur, misalnyase tiap malama tau setiap akhi rminggu. Setelah itu, manajemen dapatmelakukankuerikompleksdananalisis(contohnyapenambangan data, data mining)terhadapinformasitersebuttanpamembebanisistem yang operasional. Data yang terdapat dalam data warehouse dapat dibagi perbagian sesuai dengan kebutuhan dalam informasi. Inilah yang disebut dengan data mart. Data mart memiliki karakteristik yang sama dengan data warehouse, perbedaannya hanya terdapat pada jumlah data yang dimiliki. Dalam data mart, data yang adahanya berasal dari satu bagian atau satu departemen saja, sedangkan pada data warehouse, data yang ada berasal dari seluruh bagian dalam perusahaan tersebut 2.2 Pendekatan Data warehouse a. Pendekatan Top Down (Top Down Approach) Pendekatan ini dilakukan dengan membuat perancangan data warehouse terlebih dahulu secara keseluruhan. Dalam pembuatannya, ditentukan apa yang menjadi sumber data dan bagaimana cara untuk memasukkannya kedalam data warehouse yang telah dirancang terlebih dahulu. Pendekatan ini menyatakan bahwa pembangunan desain arsitektur data warehouse adalah hal pertama yang dilakukan dalam membangun suatu data warehouse.

b. Pendekatan Bottom Up (Bottom Up Approach) Berbeda dengan pendekatan Top Down, pendekatan ini menyatakan bahwa data warehouse berawal dari kumpulan data mart yang telah dibangun terlebih dahulu untuk masing-masing departemen. Data mart yang telah dibangun kemudian digabungkan untuk membangun suatu data warehouse yang utuh.

2.3 Data Mining Data mining memerlukan data yang banyak untuk dianalisa dan mendapatkan pattern tertentu, datanya dari data warehouse yang menyimpan banyak data. DataWare Housepake OLAP ini biar lebih cepet pemrosesannya CMIIW. 2.4 Perbedaan datawarehousing dan data mining Data warehouse dan data mining adalah dua hal yang berbeda. Data warehouse adalah database biasa yang berisi summary atau rekapuntuk subject tertentu yang sudah diketahui. Misalnya manajemen ingin mengetahui informasi tentang penjualan produk, maka dalam data warehouse dimasukkan rekap data penjualan dari database transaksi penjualan. bentuknya pun tabel biasa saja. Tabel rekap ini hanya boleh diretrieve (diambildatanya) dan ditambah, tidak boleh diubah, atau di hapus. Rekap ini biasanya akan ditampilkan dalam bentuk tabel, grafik, chart didashboard (aplikasi Business Intelligence). Data mining adalah proses pengolahan data untuk mendapatkan informasi yang belum diketahui informasi apa saja yang terdapat di kumpulan data tersebut. data mining dapatdilakukan terhadap berbagai jenis sumber data, misalnya data warehouse, artikel web, multimedia (gambar, suara, video), atau dokumen (files). Datamining dilakukan dengan mengimplementasikan algoritma-algoritma data mining (akan dibahas di artikel lain) untuk mendapatkan informasi yang tidak terlihat dengan pengamatan langsung (perlupengolahanlebihlanjut) 2.5 Tujuan Data Warehouse Tujuaninimembuat data warehouse harusmemilikibeberapasifat ( referensi:Inmon, Turban) yaitu :  Non volatile  Berisi data bersih  Terintegrasi  standardized format  enterprise-wide  time variant  subject oriented Data warehouse menggunakan 3 macam pemodelan, yaitu :  Star schema : adalah desain/skema dar isatu fact table yang dikelilingi beberapa dimension tables  Now flake schema: adalah desain lanjutan dari star schema, digunakan jika ada dimension table yang memiliki struktur bertingkat-tingkat (leveling) misalnya [propinsi, kabupaten, kecamatan, kelurahan], [tanggal, bulan, kuarter, semester ,tahun], atau [negara, pulau, kota] fact constellation: inijika dalam satus kemater dapat beberapa fact table yang saling berbagi dimension table, ini mirip sekali dengan desain relational database, namun fact table hanya menyimpan data yang akan diolah lebih lanjut di data mining dan OLAPP ada data warehouse tidak digunak anistilan entity, istilah yang digunakan adalah fact table dan dimension table.  Fact table adalah tabel yang berisi semua data yang ingin dan dapat diolah, misalnya jumlah penjualan,gaji pegawai, nilai pengadaan dan seterusnya. Dimension table adalah pengelompok kanuntuk data yang ada di fact table, misalnya lokasi toko ,usia pembeli, nama departemen, jenis pengadaan dan seterusnya

2.6 KeuntungandanKerugian DataWarehouse Keuntungan Data Warehouse Data warehouse menyediakan model data yang bervariasi,dan tidak bergantung pada satu sumber data saja. Hal ini memudahkan pimpinan perusahaan/manager membuat laporan dan menganalisa. Saat me-load data kedalam data warehouse, data yang tidak konsistenakan diketahui dan secepatnya dirubah. Mendukung proses pembuatan laporan, agar keputusan yang diambil adalah keputusan yang benar sesuai data. Keamanan informasi didalam data warehouse terjamin, karena data warehouse selalu digunakan dan dimonitor oleh pengguna data warehouse tersebut. Dalam membuat laporan tidak membuat proses transaksi yang ada menjadi lambat, karena data warehouse terpisah dengan database operasional. Data warehouse menyediakan berbagaimacam bentuk laporan yang terbaru. b. Kerugian Data warehouse Data warehouse tidak cocok untuk data yang tidak struktur. Data perludi extract, diubah, dan di load ke data warehouse, sehingga membutuhkan waktu (delay) kerja untuk data warehouse yang belum terbentuk. Semakin lama masa hidup bisnis yang menggunakan data warehouse, maka semakin banyak biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memodifikasi teknologi data warehouse atau perawatan berjalan data warehouse. Jika data yang diambil lambat, maka data yang dimiliki di data warehouse tidak berkulitas/ sehingga laporan tidak optimal Data Mining Data mining adalah salah satu solusi untuk menjelaskan proses pengalian informasi dalam suatu basis data yang berskala besar. Saat suatu oraganisasi baik itu perusahaan atau suatu institusi yang mempunyai banyak sekali data-data, tidak menutup kemungkinan banyak sekali informasi yang dapat diperoleh, serta bagaimana solusi data mining bisa diterapkan dengan berbagai teknik data mining diantaranya yaitu classification, Association dan Clustering. Dengan data mining dimana serangkain prosesnya akan menghasilkan suatu nilai tambah berupa pengetahuan baru yang selama ini tidak diketahui secara manual dari sekumpulan data. Data mining seharusnya dipahami sebagai suatu proses, yang memiliki tahapan-tahapan tertentu dan juga ada umpan balik dari setiap tahapan ke tahapan sebelumnya. Pada umumnya proses data mining berjalan interaktif karena tidak jarang hasil data mining pada awalnya tidak sesuai dengan harapan analisnya sehingga perlu dilakukan desain ulang prosesnya (Fayyad,1996). a.

Pengertian Database 1 . D a t a b a s e a d a l a h k u m p u l a n informasiyang disimpan di dalamkomputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu programkomputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.2 . D a t a b a s e a d a l a h r e p r e s e n t a s i k u m p u l a n faktayang saling berhubu ngand i s i m p a n s e c a r a b e r s a m a s e d e m i k i a n r u p a d a n t a n p a pengulangan (r edudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagaikebutuhan.3 . D a t a b a s e m e r u p a k a n s e k u m p u l a n i n f o r m a s i ya n g s a l i n g b e r k a i t a n p a d a suatu subjek tertentu pada tujuan tertentu

pula.4 . D a t a b a s e a d a l a h s u s u n a n r e c o r d d a t a o p e r a s i o n a l l e n g k a p d a r i suatuorganisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secaraterintegrasi dengan menggunakan metode tertentu dalam ko m p u t e r sehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan oleh para pengguna. Asal Mula Istilah Database I s t i l a h “ d a t a b a s e ” b e r a w a l d a r i i l m u k o m p u t e r . M e s k i p u n k e m u d i a n artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel inimengenai database komputer. Catatan yang mirip dengan database sebenarnyasudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dankumpulan data yang berhubungan dengan bisnis. Konsep Dasar Database Konsep dasar dari database adalah kumpulan dari catatan -catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah database memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skemamenggambarkan obyek yang diwakili suatu database, dan hubungan di antaraobyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkans t r u k t u r d a t a b a s e : i n i d i k e n a l s e b a g a i d a t a b a s e m o d e l a t a u m o d e l d a t a . M o d e l yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilahy a i t u m e w a k i l i s e m u a i n f o r m a s i d a l a m b e n t u k t a b e l t a b e l y a n g s a l i n g berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris d an kolom (definisi yan

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->