HUBUNGAN CAHAYA TERHADAP PRODUKTIFITAS TERNAK UNGGAS

BAB I PENDAHULUAN
Ada berbagai pola yang dapat dilakukan dalam pemberian cahaya tambahan pada ayam periode produksi. Jika pola pemberian cahaya ini tidak dilakukan dengan benar, maka justru akan merugikan peternak. Oleh karena itu, sebelum peternak melakukan pengaturan pencahayaan dengan berbagai modifikasi, peternak harus mengetahui fungsi cahaya tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan pengaturan berbagai modifikasi yang disesuaikan dengan lingkungan dan kondisi ayam. Untuk memulai usaha kecil-kecilan di bidang peternakan ayam, ada tiga jenis varietas yang bisa dipilih berdasarkan tujuan pemeliharaannya, yaitu: ayam petelur, ayam pedaging atau ayam potong, dan ayam berfungsi ganda. Bila kita tinjau dari iklimnya kepulauan Indonesia yang terbentang disepanjang khatulistiwa (tropis) mempunyai iklim dengan perubahan temperatur udara yang tidak begitu besar sepanjang tahun. Temperatur udara minimum dan maximum diseluruh kepuluan Indonesia walaupun agak berbeda-beda, tetapi sebagian besar masih dapat ditoleransi atau diadaptasi dengan baik oleh ternak ayam ( ± 210C s/d ± 270C ). Bahkan dibeberapa daerah terdapat temperatur udara yang sangat baik (favorable) bagi ternak ayam ( ± 150C s/d 210C ) dan samping itu di temukan pula daerah yang mempunyai temperatur lebih tinggi dari kebutuhan optimal ternak ayam, seperti daerah dataran rendah dan pantai. Keadaan iklim yang sedikit berbeda ini memerlukan perhatian management yang berbeda seperti menyiapkan konstruksi kandang ayam, kwalitas ransum makanan, penyimpanan hasil produksi ddsn sebagainya. Untuk dapat mengetahui pembentukan telur dan daging sebagai hasil produksi dari ayam, yang besar manfaatnya bagi manusia, sangatlah penting mengetahui struktur tubunhya serta alatalat atau uraian tentang suatu daerah tubuh sampai kepada segala seluk beluk anatominya antara lain kedudukan dan letak alat-alat tubuh susunan dan hubungannya satu sama lain serta fungsi masing-masing alat tersebut. Suatu organisme dapat tumbuh dan berkembang hanya dalam batas-batas kisaran toleransi, kondisi faktor-faktor abiotik, dan ketersediaan sumber daya tertentu saja. Batas-batas itu ditentukan oleh kemampuan makhluk hidup untuk menghadapi lingkungannya yaitu adaptasi fisiologis, struktur dan pola perilakunya (Odum, 1971). Hal ini sesuai dengan teori hukum minimum Liebig yang menyatakan bahwa fungsi suatu makhluk dikendalikan atau dibatasi oleh faktor lingkungan yang esensial atau oleh gabungan faktor yang ada di dalam jumlah yang paling tidak layak kecilnya. Faktor pembatas tersebut bukan hanya sesuatu yang tersedia dalam jumlah terlalu sedikit, seperti yang diusulkan oleh Liebig, tapi yang terlalu banyak sekalipun, misalnya intensitas cahaya dan panas dapat pula merupakan faktor pembatas (Soetjipto, 1992). Setiap spesies memiliki suatu kisaran dalam suatu faktor lingkungan. Di dalam kisaran toleransi itulah spesies tersebut dapat berfungsi bila di dekat nilai optimumnya. Nilai yang

hormon “Leutinizing Hormon” ( LH ) dilepas dari kelenjer pituitary dan menyebabkan ovulasi. mudah diperoleh dan terjangkau oleh kemampuan pendapatannya ialah telur dan dagingnya. Pada permulaan dan akhir pembentukan kerabang telur waktu sekresi dari hormon haruslah benar-benar tepat. . BAB II PEMBAHASAN HUBUNGAN CAHAYA TERHADAP PRODUKTIFITAS TERNAK UNGGAS Terdapat beberapa effek endocrine yang terjadi dari aksi sederhana dan langsung dari satu hormon. pH. melaksanakan pameran atau kontes ternak unggas secara nasional dan sebagainya. seperti penyediaan bibit unggul. Pada nilai ekstrim tersebutlah fungsi spesies terhambat. obat-obatan. kelembaban. Aktifitas physiologis dari ayam. Ternak akan selalu beradaptasi dengan lingkungan tempat hidupnya. Adaptasi lingkungan ini tergantung pada ciri fungsional. Folicle Stimulating Hormon (FSH) yang berasal dari lobus anterior kelenjar pituitary menyebabkan pertumbuhan dari fillikel-follikel beserta ova didalamnya. terutama yang betina. Sekresi albumen berada dibawah kontrol satu hormon yang disekresikan oleh tenunan interstitel ovarium.ekstrim dapat berwujud maksimum dan dapat berwujud minimum. Adanya batas. Sebagai contoh ialah pengaturan hormonal dari ovulasi dan pembentukan telur. Disamping itu oviduct juga berada dibawah pengaturan hormon dan dia distimulir pada waktu yang tepat untuk menangkap ovum yang di lepaskan waktu ovulasi. pembesaran vent. sehingga telur-telur yang telah terbentuk dikeluarkan.batas kisaran toleransi terhadap kondisi faktor-faktor biotik dan abiotik menyebabkan suatu makhluk hidup mempunyai relung ekologi (niche) yang berbeda antara hewan yang satu dengan hewan yang lain. intensitas cahaya dan keadaan lain yang spesifik bagi organisme tersebut karena itu relung ekologi makhluk Salah satu sumber bahan protein yang bermutu tinggi bagi rakyat Indonesia. Sekresi hormon dari fillikel bertanggung jawab untuk pembesaran oviduct sampai dapat berfungsi. struktural atau behavioral yang mendukung daya tahan hidup ternak maupun proses reproduksinya pada suatu lingkungan. bergantung pada hubungan yang complex dari efek-efek kelenjer. untuk pemisahan tulang pubic. dan untuk mobilisasi timbunantimbunan lemak untuk pembentukan kerang telur. Dalam rangka usaha menambah penyediaan protein hewani inilah pemerintan menganjurkan untuk meningkatkan lagi perkembangan peternakan ayam ras (unggul). Pada akhirnya hormon yang dijumpai pada kelenjar pituitary bagian posterior tetapi disekresikan oleh sel-sel yang khusus dari hypothalamus akan bekerja pada waktu yang tepat. Relung ekologi ialah ruang fisik yang ditempati organisme serta memiliki kisaran suhu. Pembentukan kerabang telur sebahagian berada dibawah kontrol hormon yang disekresikan oleh kelenjar parathyroid. Bila follicle telah mencapai besar.

Suatu masalah yang praktis ialah bagaimana mengontrolumur dan berat pada sexual matuarity sehingga “egg layingperformance”nya akan menguntungkan secara komersial. pelepasan ovum berikutnya. Waktu oviposition dapat dipengaruhi oleh pengaruh luar seperti menangkap atau memegang seekor petelur beberapa saat sebelum waktu bertelur yang normal terjadi akan dapat menunda oviposition yang cukup lama.mereka akan bertelur setiap waktu dan akan menghasilkan sebahagian dari telurnya pada malam hari. Bila schedul penyinaran dirobah yaitu dari jam 6 sore – 6 pagi dan pada siang hari tidak dapat cahaya sama sekali maka dalam waktu 3 hari. dan secara terus menerus ( konstant ) diberi penerangan selama 24 jam. Sex hormon betina ( Estrogen ) mengontrol sifat-sifat kebetinaan yang sekunder seperti tatawarna bulu yang normal. Kalau petelur-petelur dipelihara pada sangkar individual ( individual cage ) dalam suatu ruangan tanpa cahaya alam. Disamping itu betelur dan ovalusi dapat terpengaruh oleh faktor luar dari cahaya terang atau gelap. waktu bertelurnya berubah dan seluruh telurnya akan dikeluarkan pada malam hari. telur dalam telur dua kuning telur dan sebagainya. maka ayam-ayam akan bertelur pada siang siang hari.Fungsi normal dari seluruh proses produksi telur semuanya tergantung pada penyesuaian serta syncronisasi yang tepat dari seluruh kejadian. Sex hormon jantan ( Androgen ) bertanggung jawab untuk keadaan merah dari pial serta jengger yang berlemak ( berlilin ) pada petelur yang normal. Tetapi jika peneluran terlambat sampai jam 4. Penggunaan Cahaya Buatan.00 sore. tidak akan terjadi kira-kira 10 – 12 jam kemudian. Diketahui bahwa ovulasi terjadi ± 30 menit setelah bertelur. Cara ini dapat diatasi dengan cara mengurangi panjangnya hari dan pemeliharaan ayam tersebut mulai . Gertakan dan pertumbuhan ovarium akan menghasilkan kenaikan produksi hormonhormon ovarium yang cukup mengherankan sebab berlaku untuk kedua sex hormon jantan dan betina. tiadanya taji tingkah laku betina. Bila salah satu kelenjar mulai berfungsi secara tidak secara tidak normal ( menurut kehendaknya ) misal adanya penyerangan tumor dan tidak menunggu tanda yang tepat maka kemungkinan besar terbentuknya telur yang tidak normal. Jika cahaya digunakan sepanjang malam diperkirakan bahwa ayam akan bertelur pada siang dan malam hari tetapi hal ini tidak terjadi karena adanya perbedaan intensitas cahaya yang sangat jelas antara cahaya siang dan cahaya pada malam hari. seperti telur tanpa kuning telur. Cahaya buatan digunakan untuk mengontrol pertumbuhan dan kecepatan kedewasaan kelamin pullet sehingga tubuhnya sudah cukup besar untuk menghasilkan telur yang pertama sesuai yang diharapkan. Petelur-petelur yang mendapat cahaya buatan dari jam 6 pagi – 6 sore ( 12 jam ) dan selama 12 jam lain tidak akan mendapat cahaya sama sekali. kerabang telur yang lembek. kecuali jika schedul cahaya normal untuk petelur telah disiapkan atau petelur tersebut dipelihara pada cahaya yang terus menerus dengan intensitas yang konstant selama 24 jam.

Setelah mencapai umur 4 minggu. Sementara. Sehingga dengan demikian. Anak ayam merlukan cahaya yang lebih banyak dari pada ayam tua. yaitu sebagai berikut: Proses Peerttumbuhan. Proses Produksi Telur. karena memiliki arti penting berkaitan dengan proses pertumbuhan dan produksi ayam. intensitas cahaya yang diterima harus ditingkatkan untuk merangsang alat reproduksi. Panjangnya hari pada pemeliharaan anak-anak ayam secara lambat laun dikurangi hingga hanya kira-kira 6 jam dalam sehari padaa saat mana pullet telah berumur 5. Keberadaan cahaya yang masuk kedalam ruangan memungkinkan ayam untuk mampu melihat lingkungan sekitar. Cahaya buatan tambahan dapat di gunakan pada ayam ( unngas ) sebagai rangsangan disamping cahaya alam. Biasanya penggunaan cahaya tambahan ini dilakukan pada pagi hari. . yang kemudian menimbulkan rangsangan dalam mengahsilkan hormon yang sangat potensial dalam proses pembentukan telur.pemeliharaan sampai saat bertelur.ayam akan lebih baik pertumbuhannya apabila cahaya yang diberikan penuh lagi menjelang masak kelamin ( umur 20 – 22 minggu ). Sejak umur 17 minggu. Hal ini terjadi karena cahaya yang masuk kedalam ruangan diterima saraf pada mata ayam.5 – 6 bulan. Namun. dan proses ovulasi atau peneluran. juga berpengaruh besar terhadap proses produksi. Cahaya sangat diperlukan dalam pemeliharaan ayam. Cahaya buatan dapat pula digunakan pada pullet yang tidak bertelur atau petelur tua untuk berproduksi pada waktu yang dikehendaki atau menunda produksi yang normal. selama akhir periode grower. Cahaya merah lebih efektif dari pada cahaya biru. peningkatan intensitas cahaya dilakukan dengan mempertimbangkan hal-hal berikut: Jika matahari memancarkan cahaya kurang dari 10 jam/hari. Pengaruh cahaya terhadap proses produksi telur adalah merangsang hormon reproduksi gonadotropin. sore hari atau kombinasi keduanya guna melengkapi kebutuhan cahaya 13 – 14 jam dalam sehari. terutama makanan dan air minum yang tersedia. Untuk pelaksanaan ini akan membutuhkan kandang tertutup dimana semua cahay alam tak ada sama sekali. keberadaan cahaya tersebut tentu saja akan meningkatkan jumlah makanan yang dikonsumsi oleh ayam. jumlah makan yang masuk kedalam tubuh (feed intake). Level intensitas cahaya 0. Dalam gertakan cahaya akan mempunyai level intensitas tertentu sebab bertambah terangnya cahaya tidak berpengaruh terhadap kenaikan produksi telur yang lebih besar.5 – 1 foot candle harus diberikan pada periode tergelap elama pemeliharaan ayam. Cahaya yang diterima ayam dapat berupa cahaya buatan atau cahaya alam. Pengaruh akibat penambahan cahaya itu akan diperoleh 7 – 10 hari kemudian. tapi walupun demikian cahaya putih dari bola lampu biasa mengandung cahaya merah yang cukup untuk mengadakan stimulus yamg memuaskan. Pada saat ini cahaya dinaikkan 14 – 16 jam/hari guna menstimulir produksi.

Selanjutnya. Kandang terlalu lebar. ayam mendapat cahaya selama 12-13 jam. hingga akhirnya diperoleh lama pencahayaan 16-17 jam dalam satu harinya. 1979). ayam tersebut memiliki potensi besar dalam memberikan peningkatan produksi. mengingat ayam mempunyai sifat sangat sensitif terhadap waktu penyinaran.. periode bertelur. 3. Cahaya dapat didefinisikan sebagai suatu bagian dari spektrum gelombang elektromagnet yang dipancarkan oleh suatu sumber cahaya. lama pencahayaan dapat ditambah secara bertahap. Kondisi ayam memang masih memungkinkan untuk memberikan peningkatan produksi.. Penerimaan cahaya pada ayam akan mengakibatkan rangsangan terhadap syaraf pada syaraf optik. produksi telur dan tingkah laku sosial perkawinan (Nesheim et al. Penelitian intensif pada ayam modern selama satu dekade terakhir mengindikasikan bahwa gelombang elektromagnet yang merupakan komponen . Oleh karena itu. dewasa kelamin. yang dilanjutkan oleh syaraf reseptor ke hipothalamus untuk memproduksi hormone releasing factor (HRS). 1979). Waktu penyinaran ini mempengaruhi sifat mengeram.2. sehingga sebagian ruangan terutama bagian tengahnya redup (kurang mendapatkan cahaya). Manajemen pengaturan cahaya sangat mempengaruhi proses integral dalam produksi telur. Pada saat ayam berumur 22 minggu. Pengaturan pemberian cahaya dalam manajemen ayam petelur dengan waktu 12 sampai 14 jam dalam satu hari yang terbagi menjadi waktu gelap dan waktu terang. pencahayaan ini ditingkatkan atau ditambah hingga 1 jam dalam satu hari secara bertahap. HRS juga merangsang pituitaria pars posterior untuk menghasilkan oksitosin (Nesheim et al. Sehingga diusahakan dalam satu hari. Hormone releasing factor selanjutnya merangsang pituitaria pars anterior untuk menghasilkan FSH dan LH.

tiroid dan paratiroid untuk menstimulasi disekresikannya hormon. lama (16 jam) dan intensitas pencahayaan (10-20 lux) berada diantara fase starter dan grower.0 Selain lama waktu dan intensitas pencahayaan. program pencahayaan diberikan cahaya dalam waktu paling singkat (12 jam atau hanya dari cahaya matahari) dengan intensitas terendah (5-10 lux). Saat fase grower. penentuan waktu untuk menambah atau mengurangi pencahayaan juga wajib diperhatikan oleh peternak. . Dua hal penting tentang pencahayaan adalah jangan menambah jam terang selama masa pertumbuhan (fase grower) dan sebaliknya jangan mengurangi jam terang selama masa produksi. Jarak pemasangan lampu yang kurang baik. seperti hipofisa. Pada masa starter diberikan pencahayaan dengan intensitas paling tinggi (20-40 lux) dan waktu paling lama (24 jam pada 1 minggu pertama). adanya pencahayaan akan membantu proses pembentukan telur. Setelah melihat fungsi dari adanya pencahayaan tersebut maka sudah selayaknya kita memberikan perhatian yang lebih pada program pencahayaan. pertumbuhan berat badan dan membantu metabolisme Ca dan P yang sangat diperlukan untuk pembentukan kerabang telur dan tulang. Jangan sampai jarak maupun intensitas lampu yang digunakan tidak sama.cahaya dapat mempengaruhi fungsi fisiologis dari beberapa bagian dari otak besar. Jumlah lampu yang diperlukan untuk memperoleh intensitas yang dikehendaki dapat diketahui dengan rumus: Berikut adalah perhitungan jumlah lampu yang dibutuhkan untuk luasan kandang dan jenis lampu tertentu. yaitu jarak antar satu lampu dengan lainnya tidak sama dapat mengakibatkan perbedaan intensitas cahaya. Kelenjar paratiroid juga terstimulasi oleh adanya cahaya untuk mensekresikan hormon paratiroksin yang berperan dalam pengaturan metabolisme kalsium (Ca) dan fosfor (P). lama waktu dan intensitas pencahayaan sangat dipengaruhi oleh fase atau umur produksi. “sinyal” cahaya akan diteruskan ke kelenjar-kelenjar tubuh. baik pencahayaan alami (sinar matahari) maupun cahaya buatan (lampu) akan menstimulasi hipotalamus di otak. Lain halnya saat fase layer.2 5. Kelenjar hipofisa akan mensekresikan “folicle stimulating hormone (FSH)” atau hormon perangsang perkembangan sel ovum pada indung telur (ovarium). Adanya pencahayaan. besarnya intensitas cahaya dan kapan pencahayaan tersebut dilakukan. Selanjutnya. Hormon inilah yang sangat berperan penting untuk pembentukan sebutir telur. Jarak dan distribusi lampu juga harus diperhatikan.0 6.8 4. ∑ lampu = Luas kandang x Intensitas cahaya Watt lampu x K faktor K faktor merupakan konstanta yang nilainya tergantung daya lampu. yaitu : Watt Lampu 15 25 40 60 100 K Faktor 3. Hal ini dimaksudkan untuk mengontrol perkembangan saluran reproduksi dan pencapaian berat badan yang optimal saat mulai berproduksi. Tujuannya ialah mempermudah ayam mengenali tempat ransum dan air minum maupun untuk memacu pertumbuhan. Pada ayam petelur. Beberapa hal yang selayaknya kita ketahui tentang program pencahayaan antara lain lama waktu pencahayaan.2 4. khususnya hypothalamus. Adanya sinyal cahaya juga menstimulasi kelenjar tiroid mensekresikan hormon tiroksin yang berfungsi mengatur kecepatan metabolisme tubuh sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan. Pada fase layer ini.

pemberian cahaya yang kurang sesuai (terlalu lama) akan menyebabkan berat badan ayam lebih besar. yaitu produksi telur (mencapai puncak) dan pertumbuhan (± 300 gram). Padang. Sama halnya jika terlalu gemuk. Lighting Juga Penting” (http://www.uns. Melakukan kontrol berat badan secara ketat. Namun pemberian cahaya secara terusmenerus (tanpa pengaturan) akan mengakibatkan ayam kurang peka rangsangan cahaya saat memasuki masa layer (produksi telur).id/~adimagna/Hormon. keuntungan pun tinggi DAFTAR PUSTAKA “Pengaturan Pencahayaan Tambahan” (http://centralunggas. Dan hal ini akan relatif sulit untuk diperbaiki karena saat mulai bertelur sampai puncak produksi (masa kritis).1989.html) di akses pada 6 Oktober 2010 “Nutrisi Harus Cukup.com/index. Ilmu Ternak Unggas. ayam harus mengalokasi ransum yang dikonsumsi untuk 2 proses penting. Ibnu Katsir Amrullah (2003) menjelaskan bahwa ayam yang diberi pencahayaan selama 8 jam pada masa grower dan 14 jam pada masa layer mampu menghasilkan telur dalam jumlah lebih banyak (berbeda signifikan) meskipun berat telurnya sedikit lebih ringan. Pemberian cahaya yang sama antara masa grower dan layer terbukti mempunyai produksi telur lebih rendah meskipun berat telurnya lebih besar.majalahinfovet.com/show_article. program vaksinasi yang sesuai. pemberian ransum sesuai kebutuhan dan memberikan stimulasi cahaya menjadi langkah penting untuk tercapainya produksi yang optimal. Selain itu.php?main_page=news_article&article_id=49) di akses pada 6 Oktober 2010 Syamsuddin Asgul. Produksi telur tercapai.com/2008/07/nutrisiharus-cukup-lighting-juga. Ibnu Katsir (2003) menyatakan jika penambahan cahaya dilakukan dua hari lebih awal maka ayam akan bertelur lebih cepat 1 hari. penambahan cahaya akan memicu terjadinya prolapse. Penambahan cahaya juga dapat mempercepat dewasa kelamin (umur bertelur).ac.blogspot.Fakultas Peternakan Universitas Andalas. Dari penelitian Ibnu Katsir Amrullah (2003) juga diketahui bahwa ayam grower yang dipelihara dengan lama pencahayaan 14 jam terus-menerus mempunyai berat badan 60 gram lebih berat pada umur 19 minggu. ayam yang terlalu cepat bertelur namun berat tubuhnya belum optimal akan menghasilkan telur dengan ukuran yang lebih kecil.html) di akses pada 6 Oktober 2010 (http://mitraunggas.com/2009/08/menyinarilayer-menangguk-telur.Data penelitian menunjukkan adanya pengaruh pencahayaan terhadap performan produksi telur. Namun perlu diingat.php?rid=8&aid=667) di akses pada 6 Oktober 2010 BAB III KESIMPULAN . (http://pertanian.jpg) di akses pada 6 Oktober 2010 “Lighting Itu Penting!” (http://www.trobos.

Cahaya sangat diperlukan dalam pemeliharaan ayam. terutama makanan dan air minum yang tersedia. Beberapa hal yang selayaknya kita ketahui tentang program pencahayaan antara lain lama waktu pencahayaan. baik pencahayaan alami (sinar matahari) maupun cahaya buatan (lampu) akan menstimulasi hipotalamus di otak. seperti hipofisa.Adanya pencahayaan. karena memiliki arti penting berkaitan dengan proses pertumbuhan dan produksi ayam. Adanya sinyal cahaya juga menstimulasi kelenjar tiroid mensekresikan hormon tiroksin yang berfungsi mengatur kecepatan metabolisme tubuh sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan. Proses Produksi Telur. juga berpengaruh besar terhadap proses produksi. Hal ini terjadi karena cahaya yang masuk kedalam ruangan diterima saraf pada mata ayam. tiroid dan paratiroid untuk menstimulasi disekresikannya hormon. Kelenjar hipofisa akan mensekresikan “folicle stimulating hormone (FSH)” atau hormon perangsang perkembangan sel ovum pada indung telur (ovarium). lama waktu dan intensitas pencahayaan sangat dipengaruhi oleh fase atau umur produksi. Hormon inilah yang sangat berperan penting untuk pembentukan sebutir telur. jumlah makan yang masuk kedalam tubuh (feed intake). yang kemudian menimbulkan rangsangan dalam mengahsilkan hormon yang sangat potensial dalam proses pembentukan telur. Keberadaan cahaya yang masuk kedalam ruangan memungkinkan ayam untuk mampu melihat lingkungan sekitar. Selanjutnya. . keberadaan cahaya tersebut tentu saja akan meningkatkan jumlah makanan yang dikonsumsi oleh ayam. Pengaruh cahaya terhadap proses produksi telur adalah merangsang hormon reproduksi gonadotropin. Pada ayam petelur. Kelenjar paratiroid juga terstimulasi oleh adanya cahaya untuk mensekresikan hormon paratiroksin yang berperan dalam pengaturan metabolisme kalsium (Ca) dan fosfor (P). Setelah melihat fungsi dari adanya pencahayaan tersebut maka sudah selayaknya kita memberikan perhatian yang lebih pada program pencahayaan. yaitu sebagai berikut: Proses Peerttumbuhan. Sementara. besarnya intensitas cahaya dan kapan pencahayaan tersebut dilakukan. “sinyal” cahaya akan diteruskan ke kelenjar-kelenjar tubuh. Sehingga dengan demikian. dan proses ovulasi atau peneluran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful