ASN (Aparatur Sipil Negara) Menempatkan PNS Pada Kompetensi dan Profesionalisme Gondanglegi, 28 Januarai 2013, Sebagai Wacana

khususnya bagi Kecamatan Gondanglegi adalah Kebijakan Pengadaan PNS dan Pembinaan PNS dalam rangka menyambut Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN), Badan Kepegawaian Negara (BKN) harus siap menghadapi dan mengimplementasikannya. Untuk itu, sebagai instansi yang melakukan manajemen kepegawaian, BKN akan mengambil langkah-langkah yang perlu dilakukan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Regional II Surabaya (Darmanto, SH. M.Si) sebagai Moderator Rapat Koordinasi Kepegawaian di Hotel Novotel Yogyakarta tanggal 16-07-2012. Deputi Kindang Drs. Sudwidjo Kuspriyo Murdono, M.Si menjelaskan bahwa BKN ke depan akan berperan lebih penting dan menentukan di bidang manajemen kepegawaian. Posisi yang kian strategis ini tentunya menuntut kesiapan segenap pimpinan dan pegawai BKN dalam menghadapi berbagai perubahan yang terjadi. Dengan demikian, antisipasi dan adaptasi terhadap perubahan ini mutlak dibutuhkan. Undang-undang ASN ini mengatur tata penyelenggaraan PNS sebagai profesi yang profesional, bersih dari intervensi politik, bebas dari praktek KKN, efisien dan efektif dalam menyelenggarakan pelayanan publik serta tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan. Undang-undang ini dimaksudkan guna menerapkan asas merit, yaitu perbandingan relatif antara kompetensi yang diperlukan dengan kompetensi yang dimiliki penilaian yang obyektif. Peserta Rakor Kepegawaian Dengan adanya RUU Aparatur Sipil Negara ini, berharap bisa tercipta birokrasi yang profesional, netral dan independen dalam menjalankan tugas kenegaraan tanpa tergantung politik pemerintahan. Salah satu caranya adalah dengan memutus alur hirarki pegawai negeri sipil dengan kepala daerah. “Jadi pembina tertinggi berada di tangan sekretaris daerah yang dipilih berdasarkan komposisi Komisi Aparatur Sipil Negara, di samping itu, sepatutnya diatur pula sistem penggajian yang adil dan layak bagi PNS. PNS berubah jadi Pegawai ASN (Aparatur Sipil Negara) terdiri dari : • PNS (Pengawai Negeri Sipil ). • Pegawai Tidak Tetap Pemerintah.

Terima kasih Terdapat 6 substansi dalam RUU ASN yang alot pembahasannya dan memerlukan waktu untuk menemukan kesepakatan antara Pemerintah dengan Panja RUU ASN Komisi II DPR. Sebelumnya saya ingin menyampaikan rasa bangga atas blog ini (dulu remunerasipns. karena adanya perubahan paradigma yang sangat krusial dibandingkan UU No 43 Tahun 2009 tentang Pokokpokok Kepegawaian. Antar lain : rekruitmen pegawai yang belum sesuai dengan tuntutan persyaratan jabatan. 1. (86. Deputi atau pejabat eselon menggunakan pendekatan profesionalisme dan kompetensi. Sebagai perbandingan UU Keistimewaan Yogyakarta harus melalui 5 kali persidangan sebelum disahkan jadi UU. Bahkan di kalangan pemerintah sendiri perlu waktu lama untuk menyamakan kata sepakat tentang sejumlah materi RUU ASN terutama oleh 3 Kementerian (Kementerian PAN & RB. Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Latar belakang pembentukan KASN adalah agar dalam pemilihan pejabat strategis seperti Dirjen.). Hasil kesepakatan tersebut telah dilaporkan dan dipaparkan di hadapan Wapres Boediono beserta Tim Inti Komite Pengarah Reformasi Birokrasi Nasional tanggal 9 Januari 2013 untuk kemudaian dibawa ke dalam rapat dengan Panja DPR tanggal 17 Januari 2017 yang lalu.Sementara. Deputi Dakatsi Dr. Hal-hal ini harus dapat dituntaskan dalam Undang-undang ASN ini. intervensi untuk kepentingan tertentu. Ada dinamika perbedaan pendapat antara Pemerintah dan DPR ketika membahas pasal pasal dalam RUU ASN. dan pensiunan pegawai yang kurang nyaman dan sejahtera di masa purnabakti. MM menyorot beberapa permasalahan yang kerap terjadi di bidang kepegawaian. Apalagi Penempatan PNS kurang sesuai dengan Pendidikan yang dimiliki.com) yang menjadi salah satu rujukan dalam Naskah Akademik penyusunan RUU ASN. Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan). MENGAPA RUU ASN BELUM DISYAHKAN?? RUU ASN merupakan rancangan undang-undang inisiatif DPR yang sudah dibahas sejak tahun 2011.wordpress. Sampai saat ini pembahasan RUU ASN sudah mengalami penundaan sampai 4 kali masa persidangan di DPR. selama ini pemilihan pejabat tersebut dipilih oleh Menteri sehingga . Seperti diketahui dalam penyusunan sebuah peraturan perundang-undangan naskah akademik sangat diperlukan dan merupakan prasyarat dalam rangka pembentukan rancangan undang-undang. otomatis Out Put Kinerjanya kurang maksimal. Sulardi.

LAN. serta pengaturan dalam perundang-undangan juga sudah menggunkan istilah eselon. 3. alasan pemerintah agar Korps ASN dapat terkendali dan bersifat netral di dalam memberikan pelayanan kepada seluruh anggota. Pemerintah mengusulkan agar KASN dijadikan lembaga non struktural bukan lembaga negara seperti dalam RUU ASN. . Presiden mendelegasikan pembinaan dan manajemen ASN kepada Menteri. DPR mengusulkan pegawai ASN merupakan anggota Korps Pegawai ASN Republik Indonesia yang bersifat non kedinasan untuk menyampaikan aspirasinya. Namun ketentuan mengenai jenis dan besaran tunjangan harus berdasarkan Peraturan Presiden. akademisi 2 orang. Khusus JES (Eselon I dan II) dibebankan pada APBN DPR mengusulkan ketentuan “Tunjangan tidak boleh melebihi gaji” sedangkan pemerintah mengusulkan agar ketentuan ini dihapus. Pejabat yang Berwenang adalah pejabat karier tertinggi pada instansi dan perwakilan. mengingat istilah “eselon” dalam jajaran pemerintah sudah sangat familiar. Pembiayaan Pegawai DPR dalam RUU ASN mengusulkan bahwa gaji dibenakan pada APBN. Organisasi ASN Dalam RUU ASN. Sedangkan pemerintah mengharapkan organisasi ASN menjadi organisasi Kedinasan yang tetap dibiayai oleh APBN. 5. Bagi pemerintah yang terpenting adalah masalah pengaturan dalam jabatan JES tersebut dan secara subtantif tidak akan mengalami perbedaan yang mendasar dari kedua istilah tersebut. Pemerintah mengusulkan tambahan subtansi bahwa untuk melakukan pembinaan profesi dan pegawai ASN. Selain itu pemerintah mengusulkan agar KASN tidak menetapkan regulasi/kebijakan pembinaan profesi ASN melainkan melaksanakan kebijakan. Pejabat Yang Berwenang Sesuai RUU ASN. 4.sedikit banyak diwarnai nuansa politik karena banyak menteri yang berasal dari Parpol. wakil organisasi ASN 2 orang dan dari kalangan profesional 1 orang. Jabatan Eksekutif Junior (JES) Pemerintah mengusulkan terkait kata “eksekutif” diubah menjadi eselon sehingga menjadi Jabatan Eselon Senior. BKN dan KASN. 2.Dengan UU ASN maka pejabat eselon diseleksi KASN. Pemerintah juga meminta komposisi anggota KASN diubah dengan wakil pemerintah 2 orang. sedangkan pemerintah mengusulkan bagi PNS di Pusat gaji dibebankan pada APBN dan PNS di Daerah dibebankan APBD.

Perihal pembayaran pensiun dalam RUU ASN. Kabar terakhir ada titik kompromi mengenai usia pensiun sesuai RUU yaitu 58 tahun.6. meskipun Menteri Keuangan masih memberikan catatan terhadap implikasi ke anggaran. bagi yang menduduki jabatan fungsional disesuaikan dengan peraturan perundangan yang berlaku. karena pelaksanaan pembayaran pensiun atau jaminan pensiun dan akan disesuaikan dengan pelaksanaan Sistem Jaminan Sosial Nasional dan pembentukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Nampaknya DPR juga sepakat dengan penghapusan ini. DPR juga berjanji akan menanyakan ke Presiden soal RUU ASN ini dalam rapat konsultasi Presiden dengan pimpinan DPR yang akan datang. Awalnya pemerintah setuju dengan ketentuan ini namun dalam perkembangannya pemerintah mewacanakan batas usia pensiun PNS tingkat administrasi maksimal 56 tahun. dan khusus pegawai setingkat eselon I juga menduduki jabatan struktural. Dalam pasal 125 Ketentuan mengenai pensiun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 berlaku bagi Pegawai ASN yang diangkat sejak 1 Januari 2013. Namun Pemerintah mengusulkan agar ketentuan ini dihapus. Sebenarnya pemerintah (diwakili Kemen PAN & RB) dengan DPR sudah ada keputusan mengikat untuk menyelesaikan RUU ASN dalam masa sidang ini. Pensiun Pegawai Boleh dikatakan issue soal pensiun ini paling santer dibicarakan oleh kalangan PNS seiring dengan digulirkannya RUU ASN bahkan sampai diwarnai beredarnya SMS-SMS yang sulit dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ketentuan diatas mengadopsi pembayaran pensiun sekaligus dan diberlakukan bagi PNS yang diangkat sejak 1 Januari 2013 ke atas. Menyangkut Batas Usia Pensiun dalam RUU ASN ditegaskan usia pensiun menjadi 58 tahun. Penutup Hasil rapat pemerintah dengan Panja DPR tanggal 17 Januari 2013 dan 14 Februari 2013 menyepakati bahwa RUU ASN akan dipresentasikan terlebih dulu kepada Presiden dalam sidang kabinet. bagi pejabat JES usia pensiun mencapai 60 tahun. sehingga sistem pensiun PNS tetap seperti yang berlaku seperti sekarang ini (dibayarkan perbulan). usia pensiunnya 60 tahun. Kemudian PNS setingkat eselon II memiliki batas pensiun 58 tahun. Persoalan mengenai pensiun menyangkut 2 hal yaitu sistem pembayaran pensiun dan Batas Usia Pensiun (BUP). DPR mengusulkan dalam Pasal 88 yang berbunyi Pensiun PNS dan pensiun janda/duda PNS diberikan sebagai jaminan hari tua dan sebagai penghargaan atas pengabdian PNS. sehingga .

. Kita tunggu saja realisasinya.awal April 2013 dalam sidang paripurna RUU ASN sudah disahkan menjadi undangundang.

sehingga bisa dberlakukan pada tahun 2012. JUDUL RUU tentang Aparatur Sipil Setuju judul RUU tentang Negara Aparatur Sipil Negara. bukan pendekatan administrasi kepegawaian. fungsional dan jabatan eksekutif senior. Istilah PNS diganti dengan Aparatur Sipil Negara (ASN). karena mendorong budaya kerja dan cetak pikir baru bagi ASN (PNS) 2. pemerintah sudah menyepakati beberapa poin penting dalam RUU tersebut.Pegawai Tidak Tetap tambahan rumusan tugas . Ada perubahan paradigma yang prinsipal dalam RUU ASN dibandingkan UU No 43 Tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian. karena mendorong budaya kerja dan cetak pikir baru bagi ASN (PNS) 2. Jenis Pegawai a.Pegawai Negeri Sipil. JUDUL RUU tentang Aparatur Sipil Setuju judul RUU tentang Negara Aparatur Sipil Negara. dengan Aparatur Sipil b. Sependapat. RUU ASN mengedepankan kinerja dan profesionalisme aparatur sipil negara. 3. Sependapat. Dalam rapat dengan Komisi II DPR beberapa waktu lalu. Berikut 14 issu pokok yang merupakan poin penting dalam RUU ASN yang dibahas pemerintah dengan Komisi II DPR: NO ISU-ISU POKOK PENDAPAT DPR PENDAPAT PEMERINTAH RUU ASN 1. NO ISU-ISU POKOK PENDAPAT DPR PENDAPAT PEMERINTAH RUU ASN 1. Diharapkan pembahasan RUU ini akan rampung akhir 2011 ini.Pegawai tambahan rumusan tugas Tidak Tetap Negara: masing-masing Pemerintah. Salah satunya jabatan aparatur sipil negara terdiri dari jabatan administratif. bukan pendekatan administrasi kepegawaian. Konsep Pendekatan RUU ASN Setuju Manajemen adalah pengembangan Strategis SDM potensi human capital.Pegawai Negeri Sipil.14 ISU POKOK DALAM RUU APARATUR SIPIL NEGARA (ASN) dan DPR sudah membawa Rancngan UU Aparatur Sipil Negara untuk dibahas di tingkat Panja DPR. selain itu seleksi ASN berdasarkan kompetensi dan ada sanksi pidana yang melanggarnya. Konsep Pendekatan RUU ASN adalah Setuju Manajemen pengembangan potensi human Strategis SDM capital. dengan Aparatur Sipil b. 3. Jenis Pegawai a.

Sependapat dengan tambahan prosedur yaitu melalui Tim Penilai Akhir (TPA) Pemerintah sependapat dengan tambahan substansi: a.a.b dan II.Jabatan Administrasi (General Service). dengan tambahan substansi: a. b. penetapan.a. A-politisasi a. 8. akuntabel dan berstandar nasional c. Pengisian Jabatan Dilakukan oleh KASN secara Eksekutif Senior terbuka dan bersifat nasional 6.Pada Kabupaten/Kota. pengangkatan. Pejabat yang Pejabat yang berwenang berwenang adalah pejabat karier tertinggi pada instansi masing-masing Sependapat . terbuka. memindahkan dan memberhentikan pegawai ASN adalah Presiden yang dapat mendelegasikan sebagian kepada pejabat karier tertinggi pada instansi pusat dan daerah. Pengadaan Calon Pengadaan pegawai ASN Pegawai ASN untuk mengisi lowongan jabatan berdasarkan perbandingan obyektif kualifikasi dan kompetensi yang dipersyaratkan dengan kompentensi yang dimiliki calon 7. Eselon I. c. b.Pengawasan dilakukan secara obyektif.Jabatan Eksekutif Senior Sipil Negara (Executive Service). c.Jabatan Fungsional (Functional Service) 5. b.Larangan bagi pegawai ASN Pegawai Aparatur menjadi pengurus dan menjadi Sipil Negara anggota parpol.Pada instansi pusat.Biaya/anggaran pengawasan untuk seleksi dibebankan pada APBN Pemerintah sependapat dengan catatan agar substansi mengenai penerapan prinsip merit dalam penerimaan pegawai ASN diatur dalam bab tersendiri. dan promosi pegawai ASN.4. Pemerintah sependapat dengan penambahan substansi bahwa pejabat yang berwenang mengangkat. bebas KKN.a.Pada Provinsi. setingkat Eselon I dan II. Jabatan Aparatur a.Prinsip merit dalam penerimaan. Negara: Pemerintah.dilaksanakan oleh masing-masing instansi b. . Eselon II.

Badan Pertimbangan Aparatur Sipil Negara Bahwa banding administratif diajukan kepada Badan Pertimbangan Aparatur Sipil Negara . Pengisian Dalam a. Komisi Aparatur KASN antara lain berwenang Sipil Negara menetapkan peraturan mengenai kebijakan pembinaan profesi ASN 12. Pemerintah berpendapat sebagai berikut: a. b. Pemerintah sependapat dengan tambahan substansi pengangkatan jabatan secara terbuka melalui penilaian kompetensi teknis. b. b.Banding administratif yang diajukan kepada Badan Pertimbangan Aparatur Sipil Negara dihapus.Penyelesaian sengketa kepegawaian dilakukan melalui lembaga peradilan 10. Pemerintah berpendapat sebagai berikut : a.9. c.Kewenangan Komisi Aparatur Sipil Negara tidak menetapkan kebijakan pembinaan profesi ASN melainkan melaksanakan kebijakan. Fungsi sebagai NKRI PNS Aparatur Eksekutif Senior Perekat adalah unsur pimpinan dalam jajaran aparatur negara di pusat dan daerah Mutasi pegawai ASN antar daerah dan antar sektor sebagai syarat untuk promosi pada jabatan eksekutif senior dan membuka lowongan jabatan yang lebih luas Pemerintah sependapat hal ini merupakan instrumen perekat dalam NKRI Pemerintah sependapat dengan pengaturan sistem mutasi antar daerah dan antar sektor dalam rangka mewujudkan fungsi ASN sebagai perekat NKRI.Penilaian Assessment Center terbuka obyektif yang dengan dimiliki melalui 11.Atas perbandingan antara kompetensi diperlukan pekerjaan kompetensi yang calon. kompetensi perilaku dan kepemimpinan serta catatan kinerja calon (rekam jejak) dapat menciptakan profesionalisme dan kompetisi birokrasi.Kewenangan menetapkan kebijakan ada pada Menteri sesuai dengan UU Kementerian Negara. Namun perlu dibahas sistem mutasi tersebut akan diberlakukan kepada kelompok ASN yang mana.Secara kompetitif jabatan atau semi terbuka.

” ucapnya. Ke depan peran Menneg PAN&RB ini akan diperkuat dengan adanya RUU . Dikatakannya. “Gaji pokok harus lebih besar dari tunjangan kinerja. ASN juga akan mendapatkan tunjangan kinerja.” ujar Vanda Sarundajang. “Menneg PAN&RB harus berani menentukan berapa sebenarnya gaji pegawai. Sanksi Pidana Bagi mereka yang melakukan pelanggaran terhadap seleksi penerimaan pegawai ASN dan menjanjikan sesuatu kepada KASN dikenakan sanksi pidana Tata Usaha Pemerintah sependapat terhadap sanksi pidana dan/atau denda tanpa mengesampingkan sanksi administratif. Karena itu di dalam RUU ASN ditetapkan tunjangan kinerjanya tidak boleh lebih dari 15 persen. Di samping gaji. Pemerintah berpendapat perlu ditambahkan bab tentang aturan peralihan untuk mengatur bagaimana status peraturan perundangan lain yang terkait dengan ditetapkannya RUU ASN. Padahal yang harusnya punya otoriter dalam penentuan gaji adalah Menneg PAN&RB. 13. “Masing-masing ASN gajinya berbeda. perubahan ini karena sistem penggajian di Indonesia tidak benar. Di mana tunjangannya seorang aparatur lebih besar daripada gaji pokok. Ketua Tim Perumus RUU ASN Prof Sofyan Effendi mengkritisi sistem penggajian selama ini yang hanya didasarkan pada sisa anggaran dan diatur oleh pejabat eselon satu di Kementerian Keuangan.(Peradilan Negara). Dalam RUU Apatur Sipil Negara (ASN) disebutkan sistem penggajian pegawai berbasis kinerja. Minggu (5/12). anggota Komisi II DPR RI. Aturan Peralihan RUU Apatur Sipil Negara (ASN) – Tunjangan Kinerja Maksimal 15 Persen Posted by Setagu on December 6. yang dihubungi JPNN di sela-sela pembahasan RUU ASN di Bogor. 14. jangan hanya sebatas mengusulkan dan Kemenkeu yang menentukan dengan melihat posisi anggaran. 2010 Leave a comment (58) Go to comments JAKARTA – Sistem penggajian di Indonesia akan mengalami perubahan total.

ASN. Jadi gaji ditentukan oleh Kementerian PAN&RB dan bukan Kemenkeu.” pungkasnya. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful