P. 1
RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT

RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT

|Views: 360|Likes:
Published by artawa_darmayuda
perjalanan penyakit
perjalanan penyakit

More info:

Published by: artawa_darmayuda on May 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2015

pdf

text

original

RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT RIWAYAT ALAMIAH PERJALANAN PENYAKIT Jika ditinjau proses yang terjadi pada orang sehat

, menderita penyakit dan terhentinya penyakit tersebut dikenal dengan nama riwayat alamiah perjalanan penyakit (natural history of disease) terutama untuk penyakit infeksi. Riwayat alamiah suatu penyakit adalah perkembangan penyakit tanpa campur tangan medis atau bentuk intervensi lainnya sehingga suatu penyakit berlangsung secara natural. MANFAAT Manfaat riwayat mempelajari alamiah perjalanan penyakit : Untuk diagnostik : masa inkubasi dapat dipakai pedoman penentuan jenis penyakit, misal dalam KLB (Kejadian Luar Biasa) Untuk Pencegahan : dengan mengetahui rantai perjalanan penyakit dapat dengan mudah dicari titik potong yang penting dalam upaya pencegahan penyakit. Untuk terapi : terapi biasanya diarahkan ke fase paling awal. Pada tahap perjalanan awal penyakit, adalah waktu yang tepat untuk pemberian terapi, lebih awal terapi akan lebih baik hasil yang diharapkan. TAHAPAN Tahapan Riwayat alamiah perjalanan penyakit : a. Tahap Pre-Patogenesa Pada tahap ini telah terjadi interaksi antara pejamu dengan bibit penyakit. Tetapi interaksi ini masih diluar tubuh manusia, dalam arti bibit penyakit berada di luar tubuh manusia dan belum masuk kedalam tubuh pejamu. Pada keadaan ini belum ditemukan adanya tanda – tanda penyakit dan daya tahan tubuh pejamu masih kuat dan dapat menolak penyakit. Keadaan ini disebut sehat. b. Tahap Patogenesa 1) Tahap Inkubasi Tahap inkubasi adalah masuknya bibit penyakit kedalam tubuh pejamu, tetapi gejala- gejala penyakit belum nampak. Tiap-tiap penyakit mempunyai masa inkubasi yang berbeda, ada yang bersifat seperti influenza, penyakit kolera masa inkubasinya hanya 1- 2 hari, penyakit Polio mempunyai masa inkubasi 7 14 hari, tetapi ada juga yang bersifat menahun misalnya kanker paru-paru, AIDS dan sebagainya. Jika daya tahan tubuh tidak kuat, tentu penyakit akan berjalan terus yang mengakibatkan terjadinya gangguan pada bentuk dan fungsi tubuh.

Pada suatu saat penyakit makin bertambah hebat, sehingga timbul gejalanya. Garis yang membatasi antara tampak dan tidak tampaknya gejala penyakit disebut dengan horison klinik. 2) Tahap Penyakit Dini Tahap penyakit dini dihitung mulai dari munculnya gejala-gejala penyakit, pada tahap ini pejamu sudah jatuh sakit tetapi sifatnya masih ringan. Umumnya penderita masih dapat melakukan pekerjaan sehari-hari dan karena itu sering tidak berobat. Selanjutnya, bagi yang datang berobat umumnya tidak memerlukan perawatan, karena penyakit masih dapat diatasi dengan berobat jalan. Tahap penyakit dini ini sering menjadi masalah besar dalam kesehatan masyarakat, terutama jika tingkat pendidikan penduduk rendah, karena tubuh masih kuat mereka tidak datang berobat, yang akan mendatangkan masalah lanjutan, yaitu telah parahnya penyakit yang di derita, sehingga saat datang berobat sering talah terlambat. 3) Tahap Penyakit Lanjut Apabila penyakit makin bertambah hebat, penyakit masuk dalam tahap penyakit lanjut. Pada tahap ini penderita telah tidak dapat lagi melakukan pekerjaan dan jika datang berobat, umumnya telah memerlukan perawatan. 4) Tahap Akhir Penyakit Perjalanan penyakit pada suatu saat akan berakhir. Berakhirnya perjalanan penyakit tersebut dapat berada dalam lima keadaan, yaitu : Sembuh sempurna : penyakit berakhir karena pejamu sembuh secara sempurna, artinya bentuk dan fungsi tubuh kembali kepada keadaan sebelum menderita penyakit. Sembuh tetapi cacat : penyakit yang diderita berakhir dan penderita sembuh. Sayangnya kesembuhan tersebut tidak sempurna, karena ditemukan cacat pada pejamu. Adapun yang dimaksudkan dengan cacat, tidak hanya berupa cacat fisik yang dapat dilihat oleh mata, tetapi juga cacat mikroskopik, cacat fungsional, cacat mental dan cacat sosial. Karier : pada karier, perjalanan penyakit seolah-olah terhenti, karena gejala penyakit memang tidak tampak lagi. Padahal dalam diri pejamu masih ditemukan bibit penyakit yang pada suatu saat, misalnya jika daya tahan tubuh berkurang, penyakit akan timbul kembali. Keadaan karier ini tidak hanya membahayakan diri pejamu sendiri, tetapi juga masyarakat sekitarnya, karena dapat menjadi sumber penularan Kronis : perjalanan penyakit tampak terhenti karena gejala penyakit tidak berubah, dalam arti tidak bertambah berat dan ataupun tidak bertambah ringan. Keadaan yang seperti tentu saja tidak menggembirakan, karena pada dasarnya pejamu tetap berada dalam keadaan sakit. Meninggal dunia : terhentinya perjalanan penyakit disini, bukan karena sembuh, tetapi karena pejamu meninggal dunia. Keadaan seperti ini bukanlah tujuan dari setiap tindakan kedokteran dan keperawatan.

3.

Perubahan yang menyebabkan ketidakseimbangan interaksi host, agent & environment :

Perubahan pada faktor agent : perubahan kualitas dan kuantitas agent dan sifat-sifat agent → meningkatkan kemampuan agent menimbulkan penyakit Perubahan pada faktor pejamu (host) berkurangnya resistensi pejamu terhadap agent Perubahan faktor lingkungan (environment) : perubahan kualitas lingkungan yang memudahkan penyebaran agent Perubahan kualitas lingkungan yang meningkatkan kerentanan host Interaksi Host, Agent, dan Lingkungan

1.

Interaksi antara agen penyakit dan lingkungan

Keadaan dimana agen penyakit langsung dipengaruhi oleh lingkungan dan terjadi pada saat prepatogenesis dari suatu penyakit. Misalnya: Viabilitas bakteri terhadap sinar matahari, stabilitas vitamin sayuran di ruang pendingin, penguapan bahan kimia beracun oleh proses pemanasan. 2. Interaksi antara Host dan Lingkungan Keadaan dimana manusia langsung dipengaruhi oleh lingkungannya pada fase pre-patogenesis. Misalnya: Udara dingin, hujan, dan kebiasaan membuat dan menyediakan makanan.

3. Interaksi antara Host dan Agen penyakit Keadaan dimana agen penyakit menetap, berkembang biak dan dapat merangsang manusia untuk menimbulkan respon berupa gejala penyakit. -- Misalnya: Demam, perubahan fisiologis dari tubuh, pembentukan kekebalan, atau mekanisme pertahanan tubuh lainnya. Interaksi yang terjadi dapat berupa sembuh sempurna, cacat, ketidakmampuan, atau kematian. 4. Interaksi Agen penyakit, Host dan Lingkungan Keadaan dimana agen penyakit, manusia, dan lingkungan bersama-sama saling mempengaruhi dan memperberat satu sama lain, sehingga memudahkan agen penyakit baik secara langsung atau tidak langsungmasuk ke dalam tubuh manusia. Misalnya: Pencemaran air sumur oleh kotoran manusia, dapat menimbulkan Water Borne Disease

PENYAKIT INFEKSI Penyakit infeksi adalah penyakit yang disebabkan karena masuknya bibit penyakit. Penyakit ini menular dari satu orang ke orang lain. Orang yang sehat harus dihindarkan dari orang-orang yang menderita penyakit dari golongan ini. Penyebab utama infeksi diantaranya adalah bakteri dan jasad hidup (organism). Kuman-kuman ini menyebar dengan berbagai cara dan vector. A. 1. · · · · · · Contoh-contoh penyakit infeksi : Penyebab penyakit adalah bakteri (jasad renik dan kuman) TBC : ditularkan memalui udara Tetanus : melalui luka yang kotor Mencret : lalat, air dan jari yang kotor Pneumonia : lewat batuk (udara) Gonorrhea dan sifilis : hubungan kelamin Sakit telinga : dengan selesma (masuk angin dan pilek)

2. · · · 3.

Penyebab penyakit adalah virus (kuman yang lebih kecil daripada bakteri) Selesma, influenza, campak, gondok : ditularkan melalui udara, batuk, ataupun lalat Rabies : melalui gigitan binatang Penyakit kulit : melalui sentuhan Jamur

· Kurap, kutu air, dan gatal pada lipatan paha : ditularkan melalui sentuhan atau dari pakaian yang di pakai secara bergantian 4. · · 5. Parasit internal (hewan yang berbahaya yang hidup di dalam tubuh) Disentri : ditularkan dari kotoran ke mulut Malaria : malalui gigitan nyamuk Parasit eksternal (hean yang berbahaya yang hidup di permukaan tubuh)

· Kutu rambut, kutu hewan, kutu busuk berupa kudis : penularannya dari orang-orang yang telah terinfeksi atau melalui pakaian. B. Pengobatan infeksi dengan antibiotika

Terkadang antibiotika merupakan obat yang mujarab dan pentik untuk mengatasi infeksi. Antibiotika yang sering digunakan dan ditemui di pasaran adalah penicillin, tetracycllin streptomycin, dan chloramphenicol. Masing-masing antibiotika bekerja sama dengan cara berlainan terhadap sesuaru infeksi khusus. Akan tetapi, antibiotika juga memilikmi efek samping dan perlu digunakan secara hati-hati. Dan perlu di gunakan secara terbatas dengan memperhatikan hal-hal berikut : 1. Reaksi dan efek peracunan

Antibiotika tidak hanya membunuh bakteri, tetepi juga berbahaya bagi tubuh. Efek peracunannya maupun karena kemungkinan terjadi alergi sangat besar. Banyak orang meninggal dunia setiap tahunnya karena mereka menggunakan antibiotika yang sebetulnya tidak diperlukan bagi dirinya. 2. Menggangu keseimbangan alami

Tidak semua bakteri didalam tubuh bersifat membahayakan. Sebagian di antaranya diperlukan tubuk agar dapat berfungsi secara wajar. Antibiotic seringkali mematikan baktei yang berguna bagi tubuh bersama-sama membantu mengendalikan pertumbuhan ikut terbunuh oleh antibiotika. 3. Kekebalan terhadap pengobatan

Dalam jangka panjang, alasan yang paling penting mengapa penggunaan antibiotika harus dibatasi ialah khasiatnya berkurang jika antibiotika digunakan terlalu sering. Apabila bakteri diserang berkali-kali dengan antibiotika yang sama, bakteri tersebut menjadi lebih kuat dan menjadi imun. Berikut adalah beberapa tips untuk mencegah Anda terkena penyakit infeksi: Sering mencuci tangan. Mencuci tangan membantu menghilangkan kuman yang Anda dapatkan dari binatang, tempat kotor, atau benda-benda terkontaminasi. Anda terutama sangat disarankan untuk mencuci tangan sebelum, selama dan sesudah menyiapkan makanan, sebelum makan, setelah menggunakan kamar mandi, dan setelah memegang binatang. Rutin membersihkan dan mensterilkan lantai dan permukaan, terutama di dapur dan kamar mandi. Sabun dan air biasanya cukup untuk membersihkan kedua tempat itu, tetapi akan lebih aman bila juga menggunakan desinfektan. Jauhi penderita penyakit yang mudah menular melalui kontak, misalnya flu, cacar air atau belekan. Bila Anda tidak dapat menghindarinya, berhati-hatilah agar tidak menyentuh wajah Anda dengan tangan sebelum Anda mencucinya. Cegah perkembangbiakan nyamuk demam berdarah dan nyamuk lainnya dengan gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, Mengubur dan Menggunakan anti nyamuk). Pastikan tidak ada air yang menggenang di rumah Anda, kuras kamar mandi secara teratur, tutup tempat-tempat yang berpotensi mengumpulkan air dan kubur botol, pot, tempayan dan benda-benda penampung air lainnya.

Masak dan sajikan makanan dengan aman. Ketahuilah makanan mana yang harus selalu disimpan di kulkas. Jangan biarkan makanan yang mudah basi seperti susu segar, bakso, nuget ayam, dan lainnya di tempat terbuka lebih dari dua jam. Tutuplah makanan dengan rapat agar tidak dihampiri lalat. Cucilah buah-buahan dan sayuran mentah dengan bersih. Masaklah daging, ayam dan telur sampai betul-betul matang. Pastikan Anda membelinya dari sumber yang terpercaya. Daging yang bersumber tidak jelas dapat membawa penyakit antrax dan flu burung yang sangat berbahaya. Dapatkan imunisasi. Pastikan bayi Anda mendapatkan semua imunisasi yang dibutuhkan sesuai jadwal. Bila Anda bepergian ke daerah yang rawan, dapatkan imunisasi yang tepat sebelum Anda berangkat ke sana. Jamaah haji wajib mendapatkan imunisasi meningitis sebelum berangkat. Gunakan antibiotik dengan bijak. Flu, demam berdarah, dan infeksi virus lainnya tidak dapat diobati dengan antibiotik. Bakteri dapat menjadi resisten bila Anda mendapatkan antibiotik pada saat Anda tidak memerlukannya. Jagalah kebersihan dan kesehatan hewan piaraan Anda. Berikan imunisasi yang memadai kepada mereka. Pisahkan dengan tegas barang-barang yang dipakai hewan dengan yang dipakai anggota keluarga Anda. Bersihkan kotoran dan kandang mereka dengan teratur menggunakan sabun dan desinfektan. Hindari kontak dengan binatang liar yang mungkin membawa penyakit berbahaya. Tikus dapat membawa penyakit pes dan leptospirosis. Burung dan ayam liar dapat membawa virus flu burung. Kucing dan anjing liar dapat menularkan rabies. Makanlah makanan yang kaya antioksidan dan multivitamin A, C dan E. Tubuh Anda akan memiliki sistem imun yang lebih baik dengan mengkonsumsinya. Bila sistem imun Anda lemah, konsultasikan dengan dokter agar mendapatkan pengobatan yang dapat meningkatkannya. Non Infeksi KELOMPOK TUMOR Yang dimaksud dengan tumor adalah istilah umum untuk benjolan atau pembengkakan. Penyakit tumor yang menyerang manusia pada umumnya disertai dengan tumbuhnya benjolan atau pembengkakan di tempat penyakit KELOMPOK TUMOR Yang dimaksud dengan tumor adalah istilah umum untuk benjolan atau pembengkakan. Penyakit tumor yang menyerang manusia pada umumnya disertai dengan tumbuhnya benjolan atau pembengkakan di tempat penyakit tumor itu berada. Kemudian ada sedikit penyimpangan bila tumor tersebut menyerang darah, yang pada umumnya tidak akan tampak secara fisik bahwa di situ terdapat benjolan atau pembengkakan. Berdasarkan kecepatannya pada pertumbuhan sel-sel tumor, maka tumor tersebut dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu:

* Tumor ganas * Tumor jinak * Anak sebar Tumor ganas adalah tumor atau benjolan yang pertumbuhan sel-sel tumornya teramat cepat. Umur tumor jenis ini dalam beberapa bulan saja sudah membesar, kemudian bisa menimbulkan gangguan terhadap fungsi organ di mana tumor tersebut berada atau tumbuh. Apabila tidak segera mendapat penanganan/tindakan (diobati), maka tumor jenis ganas ini akan mengganggu terhadap kesehatan jasmani pada umumnya bagi seseorang yang mengidapnya. Padahal tumor ganas tersebut tidak hanya mengganggu secara langsung terhadap kesehatan jasmani, tetapi juga mempunyai kemampuan untuk metafase atau menimbulkan anak sebar (penyebaran tumor). Nah, anak sebar ini yang dapat menempel di mana saja di dalam tubuh manusia. Kemudian tumor ganas induk dan tumor anak sebar tersebut akan bersama-sama mengganggu kesehatan orang yang bersangkutan. Untuk itulah jika seseorang sudah terdeteksi tanda-tanda serangan penyakit ini, maka hendaknya segeralah memeriksakan diri kepada dokter; sebelum semuanya menjadi terlambat dan menjadi stadium lebih lanjut. Tumor jinak adalah jenis tumor yang pertumbuhan sel-selnya lambat bahkan bisa dihitung dengan tahun (lamanya). Pembesaran tumornya juga lambat, bahkan dalam beberapa tahun pun besarnya tumor tersebut bisa tetap, atau hanya sedikit aja mengalami pembesaran. Sebagai contoh adanya tumor jinak ini adalah tai lalat. Karena sifatnya yang jinak, maka tumor jinak ini juga tidak mempunyai anak sebar (tidak menyebar), kemudian cara pengobatannya juga lebih mudah berhasil daripada jenis tumor yang ganas. Artinya, tumor jinak ini termasuk kategori kurang berbahaya, serta tidak terlalu mengganggu terhadap kesehatan seseorang. Bahkan pertumbuhan selnya pun sangat lambat. Kemudian yang dimaksud anak sebar adalah tumor baru yang timbul akibat dari adanya tumor ganas yang berkembang dan beranak-pinak. Atau tumor ganas yang berkembang dan beranakpinak. Anak sebar (metafase) ini mempunyai sel-sel yang mirip dengan sel-sel tumor ganas induknya yang ada terlebih dahulu. Anak sebar ini tumbuh karena keganasan pada sel-sel tumor induk tadi. Penyebarannya pun tidak teratur, sehingga bisa dimana saja dan kapan saja akan terjadi penyebaran sel tumornya. KELOMPOK PENYAKIT DEGENERATIF Kemudian yang dimaksudkan dengan penyakit degeneratif adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh adanya perubahan atau berkurangnya fungsi sel-sel di dalam tubuh seseorang. Pada umumnya sel-sel seseorang yang mengalami kemunduran fungsi tersebut sangat erat hubungannya dengan faktor umur/usia. Dengan demikian umur manusia mempunyai pengaruh

yang sangat besar terhadap kondisi serta fungsi sel-sel di dalam tubuh seseorang. Pengaruh umur tersebut terhadap sel-sel di dalam tubuh manusia secaramorphologi/anatomi atau secara fisik dan secara kualitas atau fungsinya. Akibat dari menuanya sel-sel tersebut maka dapat timbul penyakit yang dikelompokkan ke dalam penyakit degeneratif. Contoh kelompok penyakit degeneratif tersebut antara lain adalah: Yang menyerang mata: penyakit katarak, miyopi, hipermetropi Yang menyerang telinga: adanya pendengaran berkurang Yang menyerang gigi: Gigi berlubang, gigi goyang, karang gigi, karies gigi, dsb Gangguan di dalam otak: parkinson, stroke, dan pelupa Gangguan dalam pembuluh darah: Arterisclerose, yang di antaranya adalah gangguan penyumbatan pembuluh darah, gangguan emboli Gangguan di dalam jantung: di antaranya adalah: Jantung membesar, darah tinggi, infark jantung, dan jantung koroner Gangguan metabolisme: misalnya kencing manis (diabetes militus, gangguan kolesterol, dsb) Gangguan atau pembesaran prostate (khusus pada kaum pria/laki-laki) Osteoarthiosis atau osteoporosis (pengeroposan tulang) -- umumnya terjadi pada kaum wanita tumor itu berada. Kemudian ada sedikit penyimpangan bila tumor tersebut menyerang darah, yang pada umumnya tidak akan tampak secara fisik bahwa di situ terdapat benjolan atau pembengkakan. Berdasarkan kecepatannya pada pertumbuhan sel-sel tumor, maka tumor tersebut dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu: * Tumor ganas * Tumor jinak * Anak sebar Tumor ganas adalah tumor atau benjolan yang pertumbuhan sel-sel tumornya teramat cepat. Umur tumor jenis ini dalam beberapa bulan saja sudah membesar, kemudian bisa menimbulkan gangguan terhadap fungsi organ di mana tumor tersebut berada atau tumbuh. Apabila tidak segera mendapat penanganan/tindakan (diobati), maka tumor jenis ganas ini akan mengganggu terhadap kesehatan jasmani pada umumnya bagi seseorang yang mengidapnya. Padahal tumor ganas tersebut tidak hanya mengganggu secara langsung terhadap kesehatan jasmani, tetapi juga mempunyai kemampuan untuk metafase atau menimbulkan anak sebar (penyebaran tumor). Nah, anak sebar ini yang dapat menempel di mana saja di dalam tubuh manusia. Kemudian tumor ganas induk dan tumor anak sebar tersebut akan bersama-sama

mengganggu kesehatan orang yang bersangkutan. Untuk itulah jika seseorang sudah terdeteksi tanda-tanda serangan penyakit ini, maka hendaknya segeralah memeriksakan diri kepada dokter; sebelum semuanya menjadi terlambat dan menjadi stadium lebih lanjut. Tumor jinak adalah jenis tumor yang pertumbuhan sel-selnya lambat bahkan bisa dihitung dengan tahun (lamanya). Pembesaran tumornya juga lambat, bahkan dalam beberapa tahun pun besarnya tumor tersebut bisa tetap, atau hanya sedikit aja mengalami pembesaran. Sebagai contoh adanya tumor jinak ini adalah tai lalat. Karena sifatnya yang jinak, maka tumor jinak ini juga tidak mempunyai anak sebar (tidak menyebar), kemudian cara pengobatannya juga lebih mudah berhasil daripada jenis tumor yang ganas. Artinya, tumor jinak ini termasuk kategori kurang berbahaya, serta tidak terlalu mengganggu terhadap kesehatan seseorang. Bahkan pertumbuhan selnya pun sangat lambat. Kemudian yang dimaksud anak sebar adalah tumor baru yang timbul akibat dari adanya tumor ganas yang berkembang dan beranak-pinak. Atau tumor ganas yang berkembang dan beranakpinak. Anak sebar (metafase) ini mempunyai sel-sel yang mirip dengan sel-sel tumor ganas induknya yang ada terlebih dahulu. Anak sebar ini tumbuh karena keganasan pada sel-sel tumor induk tadi. Penyebarannya pun tidak teratur, sehingga bisa dimana saja dan kapan saja akan terjadi penyebaran sel tumornya. KELOMPOK PENYAKIT DEGENERATIF Kemudian yang dimaksudkan dengan penyakit degeneratif adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh adanya perubahan atau berkurangnya fungsi sel-sel di dalam tubuh seseorang. Pada umumnya sel-sel seseorang yang mengalami kemunduran fungsi tersebut sangat erat hubungannya dengan faktor umur/usia. Dengan demikian umur manusia mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kondisi serta fungsi sel-sel di dalam tubuh seseorang. Pengaruh umur tersebut terhadap sel-sel di dalam tubuh manusia secaramorphologi/anatomi atau secara fisik dan secara kualitas atau fungsinya. Akibat dari menuanya sel-sel tersebut maka dapat timbul penyakit yang dikelompokkan ke dalam penyakit degeneratif. Contoh kelompok penyakit degeneratif tersebut antara lain adalah: Yang menyerang mata: penyakit katarak, miyopi, hipermetropi Yang menyerang telinga: adanya pendengaran berkurang Yang menyerang gigi: Gigi berlubang, gigi goyang, karang gigi, karies gigi, dsb Gangguan di dalam otak: parkinson, stroke, dan pelupa

Gangguan dalam pembuluh darah: Arterisclerose, yang di antaranya adalah gangguan penyumbatan pembuluh darah, gangguan emboli Gangguan di dalam jantung: di antaranya adalah: Jantung membesar, darah tinggi, infark jantung, dan jantung koroner Gangguan metabolisme: misalnya kencing manis (diabetes militus, gangguan kolesterol, dsb) Gangguan atau pembesaran prostate (khusus pada kaum pria/laki-laki) Osteoarthiosis atau osteoporosis (pengeroposan tulang) -- umumnya terjadi pada kaum wanita

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->