P. 1
Rancangan Teknis Pengupasan Lapisan Tanah Penutup h Pt. Inco Sorowako Tbk.

Rancangan Teknis Pengupasan Lapisan Tanah Penutup h Pt. Inco Sorowako Tbk.

|Views: 485|Likes:
Published by Argha Agga
Proposal
Proposal

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Argha Agga on May 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $0.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

10/29/2014

$0.99

USD

pdf

text

original

PROPOSAL TUGAS AKHIR

RANCANGAN TEKNIS PENGUPASAN LAPISAN TANAH PENUTUP PADA PT. INCO SOROWAKO TBK.

PROPOSAL TUGAS AKHIR

Oleh VEBRINA A TAMBUNAN NIM. D621 07 016

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2011

Menentukan pengaturan penggunaan alat muat dan alat angkut yang akan digunakan dalam penanganan lapisan tanah penutup. TUJUAN PENELITIAN Adapun tujuan dari studi teknis pengupasan lapisan tanah penutup adalah : 1. makin cepat kegiatan pengupasan lapisan tanah penutup maka kegiatan selanjutnya juga akan semakin cepat. 2. Memperbaiki metode kerja Bulldozer dalam melakukan kegiatan pengupasan lapisan tanah penutup yaitu dari metode kerja Bulldozer secara terpisah atau metode kerja Bulldozer secara berdampingan. INCO SOROWAKO TBK. oleh karena itu geometri dari endapan mineral sangat mempengaruhi terhadap rencana pengupasan lapisan tanah penutup. terlebih dahulu direncanakan bagaimana pengupasan lapisan tanah penutup tersebut dilakukan. Sesuai dengan rencana perusahaan untuk meningkatkan produksi pada setiap tahunnya. rencana pengupasan tersebut dilakukan apabila sudah diketahui bentuk topografinya. yaitu melalui peta topografi. Sebelum pengupasan lapisan tanah penutup dilakukan. Perencanaan tersebut dilakukan untuk dapat untuk dapat menghasilkan produksi yang tinggi. C. Mulai dari manakah pengupasan tersebut dilakukan. Memperhitungkan produksi dari alat mekanis yang dipakai.” B. 3.PROPOSAL TUGAS AKHIR A. Sehingga jika sudah didapatkan rancangan yang sesuai. maka pengupasan lapisan tanah penutup juga selalu dilakukan sesuai dengan kemampuan produksi dari alat mekanis yang dipakai dan metode-metode yang dilakukan dalam pengupasan lapisan tanah penutup. . LATAR BELAKANG Pengupasan lapisan tanah penutup merupakan salah satu kegiatan yang sangat mempengaruhi dalam kegiatan penambangan. JUDUL “RANCANGAN TEKNIS PENGUPASAN LAPISAN TANAH PENUTUP PADA PT. maka kegiatan selanjutnya dapat dilakukan.

Back filling digging method Pada cara ini tanah penutup di buang ke tempat yang batugampingnya sudah digali. Pamapersada Nusantara akan membutuhkan suatu perencanaan dan rancangan yang tepat dan sesuai serta memberikan hasil yang optimal bagi perusahaan dengan menyesuaikan pada kondisi setempat. Untuk mewujudkan kondisi kegiatan pengupasan lapisan tanah penutup yang baik diperlukan alat yang mendukung dan sistimatika pengupasan yang baik. E. Untuk mewujudkan kondisi tersebut diperlukan metode dan alat yang mendukung pengupasan lapisan tanah penutup. Peralatan yang banyak digunakan adalah Power Shovel atau Dragline. Power Shovel atau Dragline saja disebut Single Stripping Shovel / Dragline dan bila menggunakan lebih dari satu buah Power Shovel atau Dragline disebut Tandem Stripping Shovel / Dragline. Bila yang digunakan hanya satu buah peralatan mekanis.PROPOSAL TUGAS AKHIR D. Cara Back Filling Digging Method cocok untuk tanah penutup yang bersifat : tidak diselangi oleh berlapis-lapis endapan bijih ( hanya ada satu lapis) . Pekerjaan pengupasan lapisan tanah penutup merupakan kegiatan yang mutlak harus dikerjakan pada pertambangan terutama pada kegiatan penambangan yang menggunakan sistim tambang terbuka. PERUMUSAN MASALAH Adanya rencana pengupasan lapisan tanah penutup pada blok penambangan batubara yang dikerjakan oleh PT. DASAR TEORI Pengertian kegiatan pengupasan lapisan tanah penutup yaitu pemindahan suatu lapisan tanah atau batuan yang berada diatas cadangan bahan galian. semakin serasi kerja alat dalam pengupasan tanah penutup maka semakin baik. Kegiatan pengupasan lapisan tanah penutup ditentukan oleh rencana target produksi. terutama yang berhubungan dengan lapisan batubara yang akan ditambang. Adapun pola teknis dari pengupasan lapisan tanah penutup yaitu : 1. agar bahan galian tersebut menjadi tersingkap.

sedangkan bila materialnya keras mungkin menggunakan Ripper atau pemboran dan peledakan untuk pembongkaran tanah penutup. a. Multi Bucket Exavator System Pada pengupasan cara ini tanah penutup dibuang ke tempat yang sudah digali batugampingnya atau ke tempat pembuangan khusus . 4. Wheel Loader dan Dump Truck. 3. Bila material tanah penutup lunak bisa langsung dengan 2. alat muat. kemudian baru bahan galiannnya ditambang. Benching System menggunakan alat gali muat.tanah penutup yang tebal . FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEGIATAN PENGUPASAN LAPISAN TANAH PENUTUP. Pada dasarnya pemindahan tanah . Sistem ini cocok untuk : . 1. dan alat angkut ) seperti kombinasi antara Bulldozer. Cara Konvensional Cara ini menggunakan kombinasi alat-alat pemindahan tanah mekanis ( alat gali. Material Setiap macam tanah atau batuan pada dasarnya memiliki sifat-sifat fisik dan kimia yang berbeda-beda.bahan galian atau lapisan batugamping yang juga tebal. sistem ini cocok untuk tanah penutup yang materialnya lunak dan tidak lengket. cara ini ialah dengan menggunakan Bucket Wheel Exavator ( BWE). Sistem ini cocok untuk tanah penutup yang materialnya lunak dan lepas ( loose ).PROPOSAL TUGAS AKHIR material atau batuannya lunak letaknya mendatar ( horizontal ) Cara pengupasan lapisan tanah penutup dengan sistem jenjang (Benching) ini pada waktu pengupasan lapisan tanah penutup sekaligus sambil membuat jenjang. tetapi bisa juga tanah penutupnya dihabiskan terlabih dahulu. baru kemudian dimuat dengan alat muat ke alat angkut. dan selanjutnya diangkut ke tempat pembuangan dengan lat angkut. Drag Scraper System Cara ini biasanya langsung diikuti dengan pengambilan bahan galian setelah tanah penutup dibuang. 5.

jenis tanah yang dapat langsung digusur dalam kondisi aslinya. TEKNIS PELAKSANAAN PEMBERSIHAN LAHAN Pembabatan atau penebasan (clearing). karena alat mekanis merupakan tepat alat dan yang cepat.PROPOSAL TUGAS AKHIR itu merupakan suatu pekerjaan untuk meratakan tanah atau penggalian suatu lahan. Beberapa jenis tanah dianggap mudah untuk dimuat. b. yaitu sesuai dengan satuan untuk kecepatan gelombang seismik pada batuan. kemudian membuang bagian tanah atau batuan yang dapat menghalangi pekerjaan selanjutnya. 2. sering mengalami kesulitan. yaitu semua kegiatan pembersihan tempat kerja dari semak-semak. Dari kondisi dan keadaan di lapangan dapat diketahui penilaian mengenai effesiensi kerja. atau dikerjakan bersama-sama. sehingga akan mempengaruhi kondisi effesiensi kerja. Pemilihan dan penggunaan alat mekanis sangat penting. pohon–pohon besar kecil. Effesiensi kerja Hal ini sangat penting dalam hubungannya dengan produksi alat mekanis. pengupasan sehingga perlu alat untuk mekanis menentukan cepat lambatnya kegiatan pengupasan lapisan tanah penutup terselesaikan. Hal ini tentu akan menurunkan produksi alat mekanis yang digunakan. sehingga dikemudian hari dapat untuk menutupi tempat penimbunan ( reklamasi ). Nilai kekerasan tanah atau batuan biasanya diukur dengan alat “Ripper Mater“ atau “ Seismic Test“ dan satuannya adalah meter per detik. c. Tanah yang banyak mengandung humus harus dipisahkan. digunakan pemilihan Pemilihan dalam alat pengupasan kegiatan dapat konvensional. sisa pohon yang sudah ditebang. . Seluruh pekerjaan tersebut dapat dikerjakan sebelum pemindahan itu sendiri dilakukan. Alat mekanis yang digunakan. Karena dalam keadaan normal akan didapatkan effesiensi kerja yang maksimum. Karena sekali ada perubahan maka kondisi dan keadaan akan berubah. Tanah atau batuan yang keras akan lebih sukar dikoyak (ripped ) digali (dug) atau dikupas ( stripped ).

2. Jika pohon-pohonnya berdiameter besar. baru pohon tersebut didorong sampai roboh. b). maka kalau batu itu sangat besar tidak boleh didorong sekaligus. Kalau batang itu tidak roboh. Di dalam pelaksanaan pembersihan lahan dibedakan menjadi 7 metoda yang didasarkan pada start. dapat dipakai sebuah rantai yang panjang untuk menarik pohon itu dengan sebuah Bulldozer. Metoda Siput luar Bulldozer bergerak mulai dari tengah ke arah luar menyusuri garis siput. 2. Bila di daerah itu hanya ditumbuhi oleh semak-semak dan pohonpohon yang diameternya < 10 cm. maka ada dua cara : a). lalu didorong sekaligus secara mendadak dengan sedikit mengangkat bilah sampai pohon itu roboh. Bila selain semak-semak terdapat bongkah-bongkah batu besar (boulders) yang akan menghalangi pekerjaan. misalnya: 1. Bulldozer dengan arah masing-masing menyerong agar lebih aman. Tanah yang berhumus dikumpulkan lagi untuk dipakai lagi pada waktu reklamasi. dan akhir dari pekerjaan Bulldozer. maka caranya adalah sebagai berikut : a). 3. karena akan melampaui batas kemampuan dorong Bulldozer. Menggali tanah disekelilingnya dulu agar akar-akarnya putus dan kekuatan pohon berkurang . yaitu : 1. Bila pohon-pohonya berdiameter agak (10 <  < 25 cm ) dan akarnya kokoh. misalnya  > 25 cm. rute. cukup langsung didorong. tetapi apabila ada dua. Cara Pembersihan Lahan Cara-cara pembabatan atau penebasan dan pembersihan lahan itu tergantung dari keadaan lapangan. Metoda Siput dalam . 4. Didorong beberapa kali pelan-pelan untuk menjatuhkan dahandahan atau cabang-cabang yang sudah kering. b) Dengan dua Bulldozer yang menarik rantai baja.PROPOSAL TUGAS AKHIR a.

Metode Pembakaran Tumbuhan/tanaman dibakar dari arah lawan angin baris per baris. N1 + M2. Metode zigzag Bulldozer bergerak dari kiri ke arah kanan dan sebaliknya menurut garis lurus.047 km2) B = Waktu untuk menjelajah lapangan seluas 1 acre tanpa merobohkan pepohonan. 5.PROPOSAL TUGAS AKHIR Bulldozer bergerak mulai dari luar ke arah tengah menyusuri garis siput. Metoda Pegas ulir Bulldozer bergerak sesuai dengan garis yang serupa dengan pegas ulir. F Dimana : T = Waktu yang diperlukan untuk merobohkan pepohonan untuk lapangan kerja seluas 1 acre (1 acre = 0. baik untuk tanah datar. berdasarkan survey di lapangan .N2 + D . 7. Perkiraan Waktu Untuk Menumbangkan Pohon Alat yang digunakan untuk kegiatan pembabatan ( clearing) adalah Bulldozer. 4. dan untuk memperkirakan waktu yang diperlukan oleh Bulldozer untuk merobohkan pepohonan dipergunakan persamaan sebagai berikut: T = B + M1. b. Metode Contur Bulldozer bekerja pada contu-contur dengan ketinggian tempat yang sama ( untuk tanah miring ). 3. Metode Penumpukan Tumbuhan/tanaman digusur dan ditumpuk segaris dengan arah angin untuk kemudian dibakar. menit M = Waktu untuk merobohkan pepohonan yang memiliki diameter tertentu N = Jumlah pohon tiap acre untuk tertentu. 6.

dimana hal ini berkaitan dengan waktu edar. Blok III. Blok V. dimana material hasil kupasannya di dorong ke arah barat c. dimana material hasil kupasannya di dorong ke arah barat d.Diusahakan agar kerja Bulldozer pada saat mengupas dan mendorong material penutup dengan arah menuruni lereng. yaitu dimulai dari : a. Blok IV. b. dimana material hasil kupasannya di dorong ke arah barat.Jarak dorongnya diusahakan tidak terlalu jauh. METODE KERJA ALAT MEKANIS PADA PENGUPASAN LAPISAN TANAH PENUTUP ( CARA KONVENSIONAL ) a. Metode kerja Bulldozer Cara kerja Bulldozer yang baik dan effisien dimana alat-alat lain tidak dapat melakukannya yaitu : . hal ini dimaksudkan untuk memenfaatkan gaya gravitasi sehingga diharapkan tenaga dorongnya akan bertambah. Jarak dorong rata-rata oleh Bulldozer dalam pengupasan lapisan tanah penutup bisanya berkisar 50 meter. apabila jarak dorong terlalu jauh maka akan dapat mengurangi kemempuan produksinya. Urutan pengupasan lapisan tanah penutup dapat dipisahkan dengan cara membagi atas beberapa blokblok dari muka kerja. Blok I. . yaitu : . Blok VI. Agar pengupasan lapisan tanah penutup dapat dilakukan dengan baik maka perlu ditentukan daerah awal pengupasan.PROPOSAL TUGAS AKHIR D = Jumlah pohon yang mempunyai diameter yang lebih dari dari 6 ft ( 180 cm ) F = Waktu yang diperlukan untuk merobohkan pohon dengan diameter lebih dari 6 ft ( 180 cm ) 3. dimana material hasil kupasannya di dorong ke arah barat e. TEKNIS PELAKSANAAN PENGUPASAN LAPISAN TANAH PENUTUP Hal yang perlu diperhatikan dalam teknis pelaksanaan pengoperasian Bulldozer untuk pekerjaan pengupasan lapisan penutup. dimana material hasil kupasannya di dorong ke arah barat. Blok II. 4. dimana material hasil kupasannya di dorong ke arah barat dan utara f.

Menggali beberapa kali. Dengan dasar gerakan penting dari Wheel Loader. 2. Metode kerja Wheel Loader Wheel Loader mempunyai gerakan yang penting yaitu : menurunkan mangkuk di atas permukaan tanah. mengangkat magkuk. Apabila penyesuaian pemilihan kapasitas alat angkut . membawa dan membuang muatan. Cara ini lebih baik dibandingkan cara atau metode lain karena akan mengurangi atau menghindari kehilangan material. mendorong ke depan ( memuat / menggusur ). Metode kerja Dump Truck Bila alat gali yang dipakai berupa Wheel Loader maka sangat perlu untuk memilih alat angkut dengan kapasitas yang seimbang dengan Out put dari Wheel Loader itu. Cara penggusuran ini disebut “ Side by Side Dozing “. dikumpulkan menjadi satu lalu didorong ke lereng yang curam. Cara ini disebut “ Down Hill Dozing “.PROPOSAL TUGAS AKHIR 1. c. dan alat angkut juga ikut aktif. Bulldozer harus direm agar tidak ikut terjungkir ke lereng. b. Menggali dan mendorong material dengan dua bilah Bulldozer yang bergerak berdampingan . 3. dan alat angkut tidak ikut aktif. 4. jadi megambil keuntungan dari gaya gravitasi untuk menambah tenaga atau kecepatan. sebelum tanaga habis terdorong ke lereng. Cara ini dikenal sebagai “ Trench or Slot Dozing “.Pola kerja “ V – Shape Loading “ adalah pola kerja pemuatan dengan lintasan seperti bentuk huruf “ V “ atau membentuk sudut 45. . Cara kerja ini dinamakan “ High Wall Or Sloat Dozing “. Menggali melalui jalan yang sama akan menyebabkan terbentuknya semacam dinding sebelah kiri dan kanan bilah yang disebut “ Spillages “ sehingga pada pendorongan tanah berikutnya tidak ada tanah yang keluar atau tercecer ke samping bilah. Selalu mendorong ke bawah.Pola kerja “ Cross Loading “ adalah pola kerja pemuatan dengan lintasan saling berpotongan tegak lurus. metode kerja untuk memuat material hasil pengupasan lapisan tanah penutup ke Dump Truck yaitu : .

hanya perbedaannya terletak pada faktor koreksi penggunaan Blade ( bilah ). adapun faktor-faktor tersebut adalah :  Operator  Jenis material  Faktor Dozing secara berdampingan  Efisiensi kerja  Swell faktor Di dalam perhitungan secara teoritis yang diperhitungkan dalam perkiraan produksi Bulldozer secara berdampingan adalah sama seperti pada perhitungan produksi bulldozer secara terpisah. Adapun fungsi utama dari Dump Truck pada kegiatan pengupasan lapisan tanah penutup yaitu sebagai pengangkut material yang telah digali dan dimuat oleh Wheel Loader tadi ke tempat penimbunan material yang telah direncanakan sebelumnya. mengosongkan muatan ke belakang . di tentukan dengan dengan faktorfaktor yang ada . yaitu : . faktor koreksi ( FK ) =  operator ( op ) . mengosongkan muatan ke arah bawah. detik Banyaknya trip = 60 menit  waktu edar = ( x ) trip produksi teoritis ( PT ) = kapasitas blade( q )X banyaknya trip (x).PROPOSAL TUGAS AKHIR dengan out put Wheel Loader tidak seimbang maka tidak akan mencapai kondisi keserasian alat berat yang dipakai. Ada tiga macam cara Dump Truck mengosongkan muatannya. Produksi Bulldozer Untuk menghitung produksi Bulldozer. PRODUKSI ALAT MEKANIS PADA PENGUPASAN LAPISAN TANAH PENUTUP a .End dump or rear dump.Bottom dump. mengosongkan muatan ke samping . ini akan mempengaruihi dalam penanganan material dari pengupasan lapisan tanah penutup itu. Perhitungan produksi Bulldozer secara terpisah : Kapasitas Blade ( q ) ……BCM Waktu edar ( cycle time ) …. 5.Side dump.

Cycle time ( Ct )……………. detik . Ton / jam. Ton / jam.PROPOSAL TUGAS AKHIR     material ( m ) dozing secara terpisah ( dst ) efisiensi kerja ( ek ) grade faktor ( gf ) Sehingga didapatkan produksi secara nyata ( PN ) adalah : PN = PT x FK = PT x ( Op X m X dst X ek X gf )………BCM /jam = ( BCM / jam ) X ( Ton / BCM ) = ………….Kapasitas bucket ( q ) ………. Perhitungan produksi Bulldozer secara berdampingan Kapasitas Blade ( q ) ……BCM Waktu edar ( cycle time ) …. detik Banyaknya trip = 60 menit  waktu edar = ( x ) trip produksi teoritis ( PT ) = kapasitas blade( q )Xbanyaknya trip(x) faktor koreksi ( FK ) =      operator ( op ) material ( m ) dozing secara berdampingan ( dst ) efisiensi kerja ( ek ) grade faktor ( gf ) Sehingga didapatkan produksi secara nyata ( PN ) adalah : PN = PT x FK = PT x ( Op X m X dst X ek X gf )………BCM /jam = ( BCM / jam ) X ( Ton / BCM ) = ………….. Perhitungan produksi alat muat : .M3 .

60 menit Cycle time .BCM / jam ( BCM / jam ) X ( Ton / jam ) ……… Ton / jam.Jumlah trip tiap jam = 60 menit Cycle time .. F.Produksi secara teoritis(PT) = kapasitas bak X jumlah trip per jam . Data-data yang akan diambil antara lain : .Kapasitas bak ( q ) ………. Pengumpulan Data Merupakan proses pengambilan data dari berbagai sumber yang akan digunakan dalam penyusunan Tugas Akhir ini.Produksi nyata ( PN ) = = = Perhitungan produksi alat angkut : . METODOLOGI PENELITIAN 1.Produksi secara teoritis (PT)= kapasitas bucket X jumlah trip per jam .Faktor koreksi ( FK ) =    .Produksi nyata ( PN ) = = = faktor pengisian bucket effesiensi kerja tatalaksana dan kondisi pekerjaan PT X FK ……….Cycle time ( Ct )…………….Jumlah trip tiap jam = faktor pengisian bucket effesiensi kerja tata laksana dan kondisi pekerjaan PT X FK ……….M3 .PROPOSAL TUGAS AKHIR . detik .Faktor koreksi ( FK ) =    .BCM / jam ( BCM / jam ) X ( Ton / jam ) ……… Ton / jam.

Data litologi dan data topografi d. Data yang terkumpul kemudian diklasifikasikan sesuai dengan kegunaannya. Pengumpulan Data Pelaksanaan untuk memperoleh data yang diperlukan dari berbagai sumber dalam penyusunan Tugas Akhir. e. Tahap ini dilakukan studi mengenai buku-buku teks. d.PROPOSAL TUGAS AKHIR a. Penyusunan laporan . jurnal dan   b. Kegiatan ini akan berlangsung selama kegiatan penelitian dilakukan. 2. Studi Literatur dan diskusi laporan-laporan terdahulu yang berkaitan dengan objek studi dan diskusi dengan beberapa pihak terkait. Penentuan pembimbing dan Pengadaan alat pelindung diri. c. Pengenalan perusahaan dan Safety talk. Pengolahan Data Pengolahan data merupakan usaha untuk menyusun dan mengolah data. Peta lokasi penambangan Peta topografi Peta pengupasan lapisan tanah penutup b. Jumlah lapisan tanah penutup yang akan dipindahkan e. Persiapan Kegiatan ini akan berlangsung selama 1 minggu yang merupakan tahapan awal sebelum kegiatan lapangan meliputi :   Persiapan administrasi ke External Relations Departement General Induction pada Human Resources and Organization Departement. Kondisi jalan angkut dan kondisi front kerja. Data geologi regional c. Analisa Hasil Pengolahan Data f. Kegiatan penambangan f. Urutan Penelitian a.

G. Seminar dan penyerahan laporan Hasil akhir dari penelitian ini akan dipresentasikan dalam seminar Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Hasanuddin. g.PROPOSAL TUGAS AKHIR Pada tahap ini keseluruhan hasil dari tahapan kegiatan yang dilakukan sebelumnya disusun dalam draft laporan sesuai dengan format dan kaedah penulisan Tugas Akhir yang telah ditetapkan Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Hasanuddin. kesempatan yang diberikan oleh pihak perusahaan tentunya akan dimanfaatkan semaksimal mungkin. Besar harapan saya agar kiranya proposal ini disambut dengan senang hati. JADWAL RENCANA PENELITIAN Bulan Kegiatan Juni 3 4 1 Juli 2 3 4 1 Agustus 2 3 4 1 September 2 3 4 Persiapan Studi Literatur . PENUTUP Demikian proposal permohonan Penelitian Tugas Akhir ini sebagai salah satu pertimbangan bagi pihak Human Resources Development (HRD) PT.INCO Sorowako Tbk. Laporan akhir dalam bentuk final kemudian diserahkan ke ketua Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Hasanuddin. H. Kegiatan ini akan berlangsung selam 3 (tiga) minggu. setelah melalui penyempurnaan berdasarkan masukan–masukan yang diperoleh dari seminar. Kegiatan ini direncanakan akan berlangsung 1 (satu) minggu.

PROPOSAL TUGAS AKHIR Pengumpulan Data Pengolahan data Penyusunan laporan Seminar I. . (1987). Sidney. Ltd. Peurifoy. Construction Planning. 3.. Equipment and Methods. John Willey and Sons. Tokyo.(1987). RL.G. New York. (1987). Engineering Queues in Construction and Mining. Howard L. RENCANA DAFTAR PUSTAKA 1. 2. Introductory Mining Engineering. Hartman. Mc Graw Hill. Department of Civil Engineering University of Western Australia. Singapura. Secound Edition. D. Kogasukha. Carmichael.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->