P. 1
Bilangan Kompleks

Bilangan Kompleks

|Views: 18|Likes:
penjelasan tentang biilangan kompleks
penjelasan tentang biilangan kompleks

More info:

Published by: Permira Pusat Sciencelogy on May 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPSX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/31/2013

pdf

text

original

BILANGAN KOMPLEKS

Definisi
Dalam buku Erwin Kreyszig kita baca definisi bilangan bilangan kompleks
sebagai berikut
Bilangan kompleks z ialah suatu pasangan terurut (x,y)
dari bilangan nyata x, y, yang kita tuliskan
) , ( y x z =
y z x z = = Im Re
Kita akan mencoba memahami definisi ini secara grafis,
mulai dari pengertian tentang bilangan nyata.
kita tuliskan
bagian nyata (real part)
dari z
bagian khayal (imaginary part)
dari z
Bilangan Nyata
Kita mengenal bilangan nyata bulat seperti 1, 2, 3 dan seterusnya;
bilangan nyata pecahan ¼, ½, ¾ dan seterusnya, serta bilangan nyata
yang hanya dapat di angankan seperti t. Walaupun hanya dapat
diangankan, bilangan ini tetap nyata, nilainya adalah 3,14……., dengan
angka desimal yang tak diketahui ujungnya.
Secara grafis, bilangan nyata dapat digambarkan posisinya di suatu
sumbu yang disebut sumbu nyata,
| | | | | | | |
-2 -1 0 1 2 3 4 5
m
Tinjaulahsuatu fungsi
x y =
0
0.5
1
1.5
2
2.5
3
3.5
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
y
x
tidak ada nilai y yang nyata untuk x negatif
namun untuk x yang negatif dapat didefinisikan suatu
bilangan imajiner (khayal)
j = ÷1
dst. 10 100
9 81
3 9 1 9
2 4 1 4 1 4
j
j
j
j
= ÷
= ÷
= × ÷ = ÷
= × ÷ = × ÷ = ÷
Kita dapat memandang j sebagai sebuah operator; artinya jika j
beroperasi pada bilangan nyata 5 misalnya, kita mendapatkan bilangan
imajiner j5 dan jika beroperasi pada bilangan nyata b kita mendapatkan
bilangan imajiner jb
Sumbu tegak tegak lurus pada sumbu-nyata untuk memosisikan
bilangan imajiner; sumbu ini disebut sumbu imajiner
bidang sekarang dibatasi oleh sumbu nyata (diberi tanda Re) dan
sumbu imajiner (diberi tanda Im); dan disebut bidang kompleks
setiap titik di bidang kompleks menunjukkan posisi bilangan-kompleks
(x,,y)
dengan x adalah komponen nyata dan y adalah komponen imajiner-nya
Pernyataan Bilangan Kompleks
satu bilangan kompleks z merupakan jumlah dari komponen nyata
dan komponen imajiner dan dituliskan
jb a z + =
bagian nyata
bagian imajiner
bilangan kompleks
µ

a
Re
Im


jb

u
cosu µ = a
u µ = sin b
) sin (cos u + u µ = j z
disebut argumen
disebut modulus
|
.
|

\
|
= u =
÷
a
b
z
1
tan arg
2 2
modulus b a z + = µ =
) sin (cos
2 2
u + u + = j b a z
-
jb a z + =
CONTOH
Suatu bilangan kompleks dinyatakan sebagai
4 3
1
j z + =
Sudut dengan sumbu nyata adalah
o 1
1
1 , 53 ) 3 / 4 ( tan ~ = u
÷
Pernyataan z
1
dapat kita tuliskan
( )
( )
o o
o o 2 2
1
1 , 53 sin 1 , 53 cos 5
1 , 53 sin 1 , 53 cos 4 3
j
j z
+ =
+ + =
CONTOH
Suatu bilangan kompleks dinyatakan sebagai
( )
o o
2
20 sin 20 cos 10 j z + =
Pernyataan ini dapat kita tuliskan
( )
) 4 , 3 4 , 9 ) 34 , 0 94 , 0 ( 10
20 sin 20 cos 10
o o
2
j j
j z
+ = + ~
+ =
Kesamaan Bilangan Kompleks
2 2
b a + = µ
merupakan nilai mutlak
Modulus
Dua atau lebih bilangan kompleks bisa saja memiliki nilai µ yang
sama akan tetapi dengan sudut u yang berbeda; atau sebaliknya
mempunyai nilai u sama akan tetapi memiliki µ yang berbeda.
Dua bilangan kompleks dikatakan sama besar jika mereka
mempunyai baik µ maupun u yang sama besar.
Dengan kata lain, mereka memiliki bagian nyata dan bagian
imajiner yang sama besar..
Negatif dari Bilangan Kompleks
Nilai negatif dari suatu bilangan kompleks adalah
nilai negative dari kedua komponennya
jb a z + = jb a z ÷ ÷ = ÷
Jika maka
jb a z + = -
Re
Im


a

jb
jb a z ÷ ÷ = ÷
u
o
180 + u
µ
µ
-
CONTOH
o 1
1
3 , 56 ) 4 / 6 ( tan = = u
÷
o o o
2
3 , 236 180 3 , 56 = + = u
Sudut dengan sumbu nyata
z
1
dapat dinyatakan sebagai
( )
( )
o o
o o 2 2
1
3 , 56 sin 3 , 56 cos 2 , 7
3 , 56 sin 3 , 56 cos 6 4
j
j z
+ =
+ + =
( )
( ) 6 96 , 3 83 , 0 55 , 0 2 , 7
) 180 3 , 56 sin( ) 180 3 , 56 cos( 2 , 7
o o o o
1
j j
j z
÷ ÷ = ÷ ÷ =
+ + + = ÷
6 4
1
j z + = Jika
6 4
1 2
j z z ÷ ÷ = ÷ = maka
Konjugat Bilangan Kompleks
Konjugat dari suatu bilangan kompleks z adalah bilangan kompleks z
*

yang memiliki komponen nyata sama dengan z tetapi komponen
imajinernya adalah negatif dari komponen imajiner z.
jb a z jb a z ÷ = + =
-
maka Jika
jb a z + = -
Re
Im

µ
u
u ÷
jb
jb ÷
a
jb a z ÷ = -
-

CONTOH:
6 5 j z + =
Jika 6 5 j z ÷ =
-
maka
Sudut dengan sumbu nyata
o 1
2 , 50 ) 5 / 6 ( tan = = u
÷
o
2 , 50 ÷ = u
-
z dapat dinyatakan sebagai
( )
( )
o o
o o 2 2
2 , 50 sin 2 , 50 cos 8 , 7
2 , 50 sin 2 , 50 cos 6 5
j
j z
+ =
+ + =
( )
o o
2 , 50 sin 2 , 50 cos 8 , 7 j z ÷ =
-
6 5 * j z ÷ = -
Re
Im

6 5 j z + = -
CONTOH:
6 5 j z ÷ ÷ = Jika 6 5 j z + ÷ =
-
maka
- ÷ ÷ = 6 5 j z
Re
Im

- + ÷ =
-
6 5 j z
6 5 j z ÷ = Jika
6 5 j z + =
-
maka
6 5 j z ÷ = -
Re
Im

6 5 j z + = -
-
Operasi-Operasi Aljabar
Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Kompleks
Hasil penjumlahan dua bilangan kompleks merupakan bilangan
kompleks yang komponen nyatanya merupakan jumlah komponen nyata
dan komponen imajinernya juga merupakan jumlah komponen imajiner.
Hasil selisih dua bilangan kompleks adalah bilangan kompleks yang
komponen nyatanya merupakan selisih komponen nyata dan
komponen imajinernya juga merupakan selisih komponen imajiner.
) ( ) (
) ( ) (
2 1 2 1
2 2 1 1 2 1
b b j a a
jb a jb a z z
+ + + =
+ + + = +
) ( ) (
) ( ) (
2 1 2 1
2 2 1 1 2 1
b b j a a
jb a jb a z z
÷ + ÷ =
+ ÷ + = ÷
CONTOH:
4 3 dan 3 2
2 1
j s j s + = + =
7 5
) 4 3 ( ) 3 2 (
2 1
j
j j s s
+ =
+ + + = +
1 1
) 4 3 ( ) 3 2 (
2 1
j
j j s s
÷ ÷ =
+ ÷ + = ÷
Diketahui
Perkalian Bilangan Kompleks
2 1 2 1 2 1
2 1 2 1 2 1 2 1
2 2 1 1 2 1
2

) )( ( ) )( (
b b a jb a a
b b a jb a jb a a
jb a jb a z z
÷ + =
÷ + + =
+ + =
Perkalian dua bilangan kompleks dilaksanakan seperti halnya kita
melakukan perkalian jumlah dua bilangan, yaitu dengan malakukan
perkalian komponen per komponen
2 2
2 2
1 1


) )( (
b a
b jba jba a
jb a jb a z z
+ =
+ + ÷ =
÷ + = ×
-
-
=
1 2
z z Jika
Perhatikan:
( )
2 2
2
2 2
2 2
1 1 1
b a b a
jb a z z z
+ = + =
+ = = ×
-
CONTOH:
4 3 dan 3 2
2 1
j z j z + = + =
17 6
12 9 8 6
) 4 3 )( 3 2 ( ) )( (
2 1
j
j j
j j z z
+ ÷ =
÷ + + =
+ + =
CONTOH:
3 2 dan 3 2
1 2 1
j z z j z ÷ = = + =
-
13 9 4
9 6 6 4
) 3 2 )( 3 2 ( ) )( (
1 1
= + =
+ + ÷ =
÷ + =
-
j j
j j z z
( ) 13 9 4 3 2
2
2 2
2
1 1 1
= + = + = =
-
z z z
Pembagian Bilangan Kompleks
Hasil bagi suatu pembagian tidak akan berubah jika
pembagian itu dikalikan dengan 1
1
2 2
2 2
=
÷
÷
jb a
jb a
CONTOH:
4 3 dan 3 2
2 1
j z j z + = + =
25
1
25
18
4 3
) 9 8 ( ) 12 6 (
4 3
4 3
4 3
3 2
2 2
2
1
j
j
j
j
j
j
z
z
+ =
+
+ ÷ + +
=
÷
÷
×
+
+
=
2
2
2
2
1 2 2 1 2 1 2 1
2 2
2 2
2 2
1 1
2
1
) ( ) (

b a
a b a b j b b a a
jb a
jb a
jb a
jb a
z
z
+
÷ + +
=
÷
÷
×
+
+
=
Pernyataan Bilangan Kompleks Bentuk Polar
Fungsi Eksponensial Kompleks
Jika x adalah bilangan nyata maka fungsi ekponensial
x
e y =
merupakan fungsi ekponensial nyata;
y memiliki nilai nyata
Jika z adalah bilangan kompleks u + o = j z
fungsi eksponensial kompleks didefinisikan
riil` al eksponensi fungsi adalah dengan
; ) sin (cos
) (
o
o u + o
u + u = =
e
j e e e
j z
Melalui identitas Euler
u + u =
u
sin cos j e
j
fungsi exponensial kompleks dapat kita tuliskan
u o
=
j z
e e e
Bentuk Polar
Representasi bilangan kompleks dalam bentuk polar adalah
u
µ =
j
e z
u = Z = z z arg
Re
Im

-
u
µ
u
µ =
j
e z
CONTOH: Misalkan suatu bilangan kompleks z = 10 e
j0,5

Modulus bilangan kompleks ini adalah |z| = 10 dan
argumennya Zz = 0,5 rad
Bentuk sudut sikunya adalah:
8 , 4 8 , 8 ) 48 , 0 88 , 0 ( 10
) 5 , 0 sin 5 , 0 (cos 10
j j
j z
+ = + =
+ =
Re
Im

5 , 0
5
j
e z = -
rad 5 , 0
10
CONTOH:
Misalkan suatu bilangan kompleks z = 3+ j4
5 4 3 | |
2 2
= + = µ = z Modulus
Argumen
rad 93 , 0
3
4
tan
1
= = u = Z
÷
z
Representasi polar
z = 5e
j0,93

Re
Im

93 , 0
5
j
e z = -
rad 93 , 0
5
CONTOH:
Misalkan
0 2 j z + ÷ =
Modulus
2 0 4 | | = + = µ = z
Argumen ( ) t ± = ÷ = u
÷
2 / 0 tan
1
tidak bernilai tunggal
Di sini kita harus memilih u = t rad
karena komponen imajiner 0
sedangkan komponen nyata ÷2
Re
Im

t
=
j
e z 2
2 ÷
-
CONTOH:
Misalkan 2 0 j z ÷ =
Modulus 2 4 0 | | = + = µ = z
Argumen ( ) 2 / 0 / 2 tan
1
t ÷ = ÷ = u
÷
komponen imajiner 0
komponen nyata ÷2
Representasi polar adalah
2 /
2
t ÷
=
j
e z
.
Re
Im

2 /
2
t ÷
=
j
e z
2 j ÷
-
Manfaat Bentuk Polar
Perkalian dan Pembagian Bilangan Kompleks
Representasi polar dari bilangan kompleks mempermudah
operasi perkalian dan pembagian.
) (
2 1
2 1 2 1
2 1
2 1

) )( (
u + u
u u
µ µ =
µ µ =
j
j j
e
e e z z ) (
2
1
2
1
2
1
2 1
2
1
u ÷ u
u
u
µ
µ
=
µ
µ
=
j
j
j
e
e
e
z
z
CONTOH:
Misalkan z
1
= 10 e
j0,5
dan z
2
= 5 e
j0,4

9 , 0 4 , 0 5 , 0
2 1
50 5 10
j j j
e e e z z = × =
1 , 0
4 , 0
5 , 0
2
1
2
5
10
j
j
j
e
e
e
z
z
= =
Konjugat Kompleks
argumen konjugat berlawanan dengan
argumen bilangan kompleks asalnya
Re
Im
u
µ = -
j
e z
u ÷ -
µ = -
j
e z
u
u ÷
| | ( )( )
*
*
*
*
* atau | | *) )( (
2
1
2
1
2 1 2 1
2
* *
z
z
z
z
z z z z
s s |z| z z z
=
(
¸
(

¸

=
= =
Relasi-relasi antara suatu bilangan kompleks dengan
konjugat bilangan kompleks lainnya adalah sebagai berikut
CONTOH:
4 , 0
2
5 , 0
1
5 dan 10
j j
e z e z = =
25
100 10 10
2 2
5 , 0 5 , 0
1 1
=
= × =
-
÷ -
z z
e e z z
j j
| | | | | |
9 , 0 4 , 0 5 , 0
9 , 0 9 , 0 4 , 0 5 , 0
2 1
50 5 10
0 5 0 5 5 10
j j j
j j j j
e e e
e e e e z z
÷ ÷ ÷
÷
- -
-
= × =
= = × =
| |
1 , 0
4 , 0
5 , 0
1 , 0 1 , 0
4 , 0
5 , 0
2
1
2
5
10

0 5 2
5
10
j
j
j
j j
j
j
e
e
e
e e
e
e
z
z
÷
÷
÷
÷
-
-
-
= =
= =
(
(
¸
(

¸

=
(
¸
(

¸

Misalkan

Course Ware
Bilangan Kompleks

Sudaryatno Sudirham

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->