P. 1
44064535-TERPENOID

44064535-TERPENOID

|Views: 57|Likes:
Published by Annisa Pratiwi
a
a

More info:

Published by: Annisa Pratiwi on May 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2013

pdf

text

original

TERPENOID

Definisi  biosintesis  Klasifikasi  Sifat  manfaat

definisi
Terpen adalah senyawa hidrokarbon dengan rumus molekul (C5H8)n  Dimana jika teroksigenasi, terhidrogenasi dan derivat terhidrogenasi disebut dengan terpenoid  Disebut juga isoprenoid  Terpenoid tersusun atas minyak atsiri (tidak semua)  Banyak terdapat pada tumbuhan, hewan dan hewan laut (kandungan

Minyak atsiri tersebut banyak terdapat pada berbagai jenis tanaman dan bunga  Minyak atsiri secara luas digunakan sebagai bumbu alami, zat tambahan makanan, pengharum dalam pembuatan parfum dan digunakan juga sebagai aroma terapi

Aturan isoprena : OttoWallach (1847-1931)menyatakan bahwa struktur kerangka dari semua terpenoid alami di bangun dari unit isoprene (C5H8) isopentane isoprene .

Kepala ke kepala Kepala ke ekor Kepala ke tengah .

Setiap unit terpen tunggal terbentuk dari 2 molekul isoprene  Setiap unit kelompok terpenoid kecuali hemiterpenoid. lebih lanjut diklasifikasikan ke dalam subkelas berdasarkan jumlah cincin yang ada : Asiklik : struktur rantai terbuka Monosiklik :berisi1 cincin dalam strukturnya  .

Bisiklik : berisi 2 cincin dalam strukturnya  Trisiklik : berisi 3 cincin dalam struktur nya  Lakton  .

diterpenoid yang lebih sukar menguap hingga senyawa yang tidak menguap . sterol dan pigmen karetonoid . triterpenoid.Biosintesis   Secara biosintesis berasal dari senyawa yang sama yaitu molekul isopren CH2=C(CH3)-CH=CH2 (tetapi bukan prekursor biologis) dan kerangka karbonnya dibangun oleh penyambungan dua atau lebih satuan tersebut Terdiri atas bermacam senyawa mulai dari komponen minyak atsiri yaitu monoterpen dan seskuiterpenoid yang mudah menguap .

yaitu senyawa antara pembentuk monoterpen. kemudian GPP disambung dengan IPP membentuk farnesil pirofosfat (C15). yaitu senyawa antara pembentuk  .Prazat in vivo yaitu isopentenil pirofosfat dan berkesetimbangan dengan isomernya yaitu dimetilalil pirofosfat Pada biosintesis satu molekul IPP disambung dengan satu molekul DMAP membentuk geranil pirofosfat (C10).

C10. C15 selanjutnya dapat terjadi pada sintesis terpenoid tinggi. Berbagai kombinasi satuan C5. misal triterpenoid terbentuk dari dua satuan farnesil dan karotenoid terbentuk dari dua satuan geranilgeranil pirofosfat .

.

klasifikasi kelas hemiterpenoid monoterpenoid Nomor unit isoperena 1 2 Rumus molekul C5H8 C10H16 Contoh Prenol dan asam isovalerik Geraniol. lomonen. dan terpineol Farnesol Cembrena danTaxadiena (prekurso taxol) Minyak ikan hiu Lycopene. gamma karoten sesquiterpenoid diterpenoids 3 4 C15H24 C20H32 triterpenoid Tetraterpenoid (karotenoid) 6 8 C30H48 C40H64 polyterpen N (C5H8)n Karet alam .

Hemiterpenoid  Terdiri satu unit isopren(C5H8) Iso-amilalkohol. dari Mentha arvensis .

Monoterpenoid Berasal dari geranyl pirofosfat  Terdiri dari 2 unit isoprena (masing2 mempunyai ikatan rangkap)  Rumus molekul (C10H16)  Merupakan salah satu komponen minyak atsiri  .

Titik didih 140-180o C Berdasarkan struktur kimia dapat dibagi menjadi beberapa golongan: Asiklik Monosiklik Bisiklik Trisiklik dan lakton .

Lavaceae. dan Pinaceae H  OH  Citral (rumput lemon) α –phelandrene (eucalyptus) Menthol (pepermint) . Umbellifereae. O Burseaceae. Myrtaceae. Labiataceae.Suku yg mengandung monoterpenoid .

Monoterpenoid asiklik  Geraniol. dari Cymbopogon nardus .

Monoterpenoid monosiklik Eugenol. dari Eugenia caryophyllata Kegunaan: Dengan zink oksid sebagai dental semen Derivatnya sebagai analgesik Sebagai sumber sintesis vanilin  .

Monoterpenoid bisiklik  Kamfor (Cinnamomum camphora) .

Monoterpenoid lakton Safrol dan myristisin Dari Myristica fragrans Digunakan dalam kosmetik dan makanan .

Seskuiterpenoid Merupakan komponen minyak atsiri  Titik didih lebih besar dari 200o C  Berasal dari 3 unit isoprena  Rumus molekul C15H24  Disintesis dari farnesyl pirofosfat  Ditemukan secara luas pada tumbuhan dan jamur  .

dari Cymbopogon nardus .Seskuiterpenoid asiklik  Farnesol.

Seskuiterpenoid monosiklik  Bisabolena .

Seskuiterpenoid bisiklik .

Seskuiterpenoid tidak biasa .

Labitaceae dll.Diterpenoid Merupakan senyawa karbon C20 Rumus molekul (C20H32) Berasal dari empat unit isoprena Berbeda dengan mono dan seskuiterpenoid dan bersifat non volatile  Disintesis dari geranyl-geranyl pirofosfat  Suku yang kaya akan diterpenoid : Pinaceae.     . dan banyak juga ditemukan pada hewan laut (colenterata). Leluminoseae. karang lunak dan kipas laut. Burseraceae.

Diterpenoid damar Asam abietat dari Pinus palustris .

hormon pertumbuhan pada tumbuhan .Giberelin.

Diterpenoid racun .

tersebar luas pada tumbuhan dan sedikit pada hewan  Di alam terdapat dalam bentuk bebas.Triterpenoid Merupakan kelompok terpenoid yang paling besar. ester dan glikosida  Senyawa yang kerangka karbonnya berasal dari 6 satuan isopren  rumus molekul C30H48  secara biosintesis diturunkan dari skualen (minyak hati ikan hiu)  .

β-Amyrin.triterpenoid terbentuk dari dua satuan farnesil  Sebagian besar dialam dalam bentuk steroid dan diklasifikasikan sebagai:  pentasiklik triterpenoid  Tetracyclic triterpenoid--→ α-Amyrin. Lupeol  .

saponin dan glikosida jantung Suku yang memiliki banyak mengandung triterpenoid : Cucurbitaceae.Dan dipilah lg menjadi: triterpenoid sebenarnya. Apocynaceae dan Leguminoceae.  . steroid.

Saponin  Berdasarkan aglikonnya terdiri atas: saponin triterpenoid dan saponin steroid .

Saponin triterpenoid .

Saponin steroid Glikosida jantung. terdiri atas kardenolid dan bufadienolid  Mempengaruhi kerja otot jantung  .

.

TETRATERPENOID (KAROTENOID) Senyawa C40  Rumus molekul (C40H64)  Terdiri dari 8 unit isopren  Biosintesis dari geranyl-geraniol  Lebih dikenal dengan nama karotenoid  Terdiri dari urutan panjang ikatan rangkap terkonjugasi  .

buahbuahan (tomat) dan biji (kelapa sawit)  .Karena adanya urutan panjang ikatan rangkap terkonjugasi tersebut. maka karotenoid tersebut memberikan warna seperti : kuning. oranye dan merah  Karotenoid terdapat banyak pada tanaman dan didistribusikan hampir keseluruh bagian tanaman sepert : akar (wortel). daun (bayam).

Contoh struktur karotenoid .

POLYTERPENOID Polyterpenoid disentesis dalam tanaman dari astetat melalui pyrophosphate isopentenil (C5) dan dari konjugasi jumlah unit isoprena  Ditemukan dalam latek dari karet  Senyawa penghasil karet  .

Terpenoid berpolimer isopren tinggi Karet. mengandung 3000 – 6000 satuan isopren .

Indeks bias tinggi d. Kebanyakan optik aktif e. Dalam keadaan segar merupakan cairan tidak berwarna. Larut dalam pelarut organik : eter dan alkohol . Kerapatan (density) umumnya lebih rendah dari air f. tp jika teroksidasi warna nya akan menjadi gelap b.Sifat umum terpenoid Sifat fisika terpenoid: a. Mempunyai bau yang khas c.

Merupan senyawa tidak jenuh (rantai terbuka ataupun siklik) b.Sifat kimia terpenoid : a. Isoprenoid kebanyakan bentuknya khiral dan terjadi dalam dua bentuk enantiomer  .

3. 4. 5. Minyak atsiri banyak digunakan sebagai bahan tambahan dalam makanan. sebagai pengharum dalam pembuatan parfum. Contoh nya : pyetherum. 2. azadiracthin Citral digunakan sebagai bahan pembasmi nyamuk dan zat awal dalam sintesis vitamin A Taxol dan cucurbitasin adalah senyawa antitumor Artenisin memiliki aktivitas kuat sebagai antimalaria Turunan panaxidol dan panaxtriols sebagai .Manfaat terpenoid 1. dan aroma terapy Digunakan dalam insektisida dan penolak serangga. 6.

.. tidak ada sarung tangan...... ...Tidak ada minyak atsiri? Tdk ada bumbu..) 2..(Bauuuuu.apa yg akan anda makan?.... tidak ada balon. Tidak ada karet? Maka tidak ada ban...etc - . Apa yg terjadi jika ngedate..APA JADI NYA DUNIA TANPA TERPENOID? 1.tdk ada alat2 yg menggunakan karet.. tidak ada pewangi.

Terima kasih .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->