P. 1
Jurnal

Jurnal

|Views: 160|Likes:
Published by Mia Lune Nauvelle

More info:

Published by: Mia Lune Nauvelle on May 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/10/2013

pdf

text

original

JURNAL PRAKTIKUM VII

I.

Judul

: Penentuan Tetapan Kesetimbangan Asam Lemah (CH3COOH) :

Secara

Konduktometri II. Tujuan

1. Menentukan pengaruh konsentrasi larutan terhadap daya hantar listrik. 2. Menentukan konstanta kesetimbangan dari asam asetat (CH3COOH) dengan cara mengukur hantaran. 3. Menentukan konstanta (sebenarnya) termodinamik dari asam asetat (CH3COOH). III. Identitas Hari/Tanggal Jurusan/Fakultas Nama Kelompok : Sabtu/28 April 2012 : Pendidikan Kimia/MIPA : 1. Putu Kartika Supartiani 2. I Komang Trisna 3. Ni Kadek Dwi Ratna Sari IV. Landasan Teori : Gerakan ion dalam larutan ndapat dipelajari dengan mengukur konduktivitas listrik dari larutan elektrolit. Migrasi kation mrnuju elektroda bermuatan nnegatif dan anion menuju elektroda bermuatan positif, membawa muatn melalui larutan. Pengukuran dasar yang digunakan untuk mempelajari gerakan ion adalah pengukuran tahanan listrik listrik larutan. Tahanan merupakan kebalikan dari hantaran. Pada suhu tetap, hantaran suatu larutan bergantung pada konsentrasi ion- ion dan mobilitas ion- ion tersebut dalam larutan. Sifat hantaran listrik dari suatu elektrolit biasanya mengikuti hukum ohm yang dituliskan dengan rumus V= I x R, dimana V adalah tegangan (Volt). I adalah arus listrik (ampere), dan R adalah tahanan (ohm). Hantaran suatu larutan (L) didefinisikan sebagai kebalikan dari tahanan. L = I/R............................(01) Hantaran jenis (χ) adalah hantaran suatu larutan terletak di dalam suatu kubus dengan rusuk 1,0 cm antara dua permukaan sejajar. Bila untuk dua permukaan yang sejajar dengan luas Am2 dan berjalan lm satu dengan yang lain, maka berlaku hubungan:
L

(0913031002) (0913031006) (0913031010)

xA

..............................(2)

Dalam pengukuran hataran diperlukan pula suatu tetapan sel (k) yang merupakan suatu bilangan, bila dikalikan dengan hantaran suatu larutan dalam sel bersangkutan akan memberikan hantaran jenis dari larutan tersebut sehingga: χ = k xL = k/L................(03) Dari persamaan (02) dan (03) didapatkan hubungan bahwa k  bagi suatu sel. Hantaran molar (Λ) didefinisikan sebagai hantaran larutan yang mengandung 1 mol elektrolit dan ditampatkan diantara dua elektroda sejajar yang terpisah sejauh 1 meter. Rumusnya: Λ= χ/C...........................................(04) Dimana C adalah konsentrasi elektrolit yang dinyatakan sebagai mol/m3. dan χ adalah hantaran jenis yang dinyatakan sebagai mho/m. Pada pengenceran tak hingga pada hantaran molar berlaku pula keaditifan hantran ion- ionnya sesuai dengan hukum kaulraust. Suatu larutan elektrolit lemah tidak terionisasi secara sempurna didalam air sehingga memiliki derajat disosiasi. Hubungungan antara derajat disosiasi dengan hantaran molar dinyatakan sebagai berkut:
 yang merupakan tetapan a



c ...........................................(05) 0

Dimana Λ adalah hantaran molar pada konsentrasi C sedangkan Λ0 adalah hantaran molar pada konsentrasi tak hingga. Untuk elektrolit lemah harga tetapan kesetimbanganya dinyatakan dengan rumus:
Ka 

2 x C .................................(06) 1

Dari persamaan persamaan 06 harga derajat disosiasi suatu larutan elektrolit dapat diketahui, sehingga harga tetapan kesetimbangan (Ka) dapat dihitung. Harga tetapan kesetimbangan yang diperoleh akan berbeda untuk berbagai konsentrasi. Harga tetapan kesetimbangan termodinamika (K) merupakan fungsi dari Ka dan koefisien keaktifan dari ion- ionnya. Untuk larutan pada pengenceran tak hingga, koefisien keaktifan adalah 1. sehingga harga tetapan kesetimbangan sebenarnya dapat dinyatakan dengan rumus:
log Ka  log K  2 C .....................(07)

Dimana Ka = tetapan kesetimbangan K = tetapan kesetimbangan termodinamika Λ = hantaran molar

α = derajat disosiasi C = konsentrasi larutan Persamaan yang mengungkapkan bahwa alur log Ka terhadap

 C merupakan garis lurus,

sehingga hasil ekstraporasi harga C sama dengan nol akan diperoleh harga log K.

V. Alat dan Bahan: Alat Tabel 1. Alat yang Digunakan dalam Praktikum Nama Alat Gelas kimia 100 mL Gelas kimia 500 mL Batang pengaduk Pipet Volume 10 mL Gelas ukur 5 mL Labu Erlenmeyer 250 mL Labu ukur 100 mL Spatula Cawan petri Kaca Arloji Pemanas listrik Alat Konduktometer Jumlah 9 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 8 buah 2 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 set

2.1 Bahan Tabel 2 . Bahan yang Digunakan dalam Praktikum Nama Bahan Kristal KCl Kristal CH3COONa Kristal NaCl Larutan HCl 11,93 M Larutan CH3COOH 16,94 M Aquades Keterangan 0,746 gram 0,826 gram 0,588 gram 0,84 mL 0,6 mL 500 mL

VI. Prosedur dan Hasil Pengamatan: Tabel 3. Prosedur Kerja dan Hasil Pengamatan Penentuan Tetapan Kesetimbangan Asam Lemah Secara Konduktometri

No 1.

Prosedur Kerja Sel dicuci dengan air lalu ditentukan hantarannya, Kemudian dicuci dan

Hasil Pengamatan

ditentukan kembali hantarannya sampai menunjukkan hasil yang tetap

2.

Sel dibilas dengan larutan 0,1 N KCl dan ditentukan hantarannya dalam larutan KCl tersebut.

3.

Larutan asam lemah yaitu CH3COOH . dibuat masing-masing dengan konsentrasi 0,1 N; 0,05 N; 0,025 N; 0,0125 N; 0,00625 N; 0,00312 N; dan 0,00156 N.

4.

Larutan asam Kuat yaitu HCl dibuat masing-masing dengan konsentrasi 0,1 N; 0,05 N; 0,025 N; 0,0125 N; 0,00625 N; 0,00312 N; dan 0,00156 N.

5.

Larutan

Garam

yaitu

NaCl

dibuat

masing-masing dengan konsentrasi 0,1 N; 0,05 N; 0,025 N; 0,0125 N; 0,00625 N; 0,00312 N; dan 0,00156 N.

6.

Larutan garam basa yaitu CH3COONa dibuat masing-masing dengan konsentrasi 0,1 N; 0,05 N; 0,025 N; 0,0125 N; 0,00625 N; 0,00312 N; dan 0,00156 N.

7.

Hantaran dari masing – masing larutan tersebut ditentukan dengan teliti

Tabel 4. Data Nilai Hantaran Larutan HCl, NaCl, CH3COONa, dan CH3COOH pada Konsentrasi 0,1N, 0,05N, 0,025N, 0,0125N, 0,00625N, 0,00312N, dan 0,00156N. Zat Air KCl 0,1 N Zat HCl 0,1 N HCl 0,05N HCl 0,025 HCl 0,0125 HCl 0,00625 HCl 0,00312 HCl 0,00156 Zat NaCl 0,1 N NaCl 0,05N NaCl 0,025 NaCl 0,0125 NaCl 0,00625 NaCl 0,00312 NaCl 0,00156 Zat CH3COOH 0,1 N CH3COOH 0,05N CH3COOH 0,025 CH3COOH 0,0125 CH3COOH 0,00625 CH3COOH 0,00312 Hantaran (L) Suhu Hantaran (L) Suhu Hantaran (L) Suhu Hantaran (L) Suhu (0C)

CH3COOH 0,00156 Zat CH3COONa 0,1 N CH3COONa 0,05N CH3COONa 0,025 CH3COONa 0,0125 CH3COONa 0,00625 CH3COONa 0,00312 CH3COONa 0,00156 Hantaran (L) Suhu

Singaraja, 19 April 2012 Dosen Pengampu

(

)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->