Model-model Pembelajaran

1. Lesson Study 2. Examples Non Examples 3. Picture and Picture 4. Numbered Heads Together 5. Cooperative Script 6. Pembelajaran Berdasarkan Masalah 7. Explicit Instruction (Pengajaran Langsung) 8. Inside – Outside – Circle (Lingkaran kecil – Lingkaran besar) 9. Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) 10. Student Facilitator and Explaining 11. Course Review Horay 12. Talking Stick 13. Bertukar Pasangan 14. Snowball Throwing 15. Artikulasi 16. Mind Mapping 17. Student Teams – Achievement Divisions (STAD) 18. Kepala Bernomor Struktur (Modifikasi dari Number Heads) 19. Scramble 20. Word Square 21. Kartu Arisan 22. Concept Sentence 23. Make – A Match (Mencari Pasangan) 24. Take and Give 25. Tebak Kata 26. Metode Diskusi 27. Metode Jigsaw 28. Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation) 29. Metode Inquiry 30. Metode Debat 31. Metode Role Playing 32. Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving) 33. Metode Team Games Tournament (TGT) 1. Lesson Study Lesson Study adalah suatu metode yang dikembankan di Jepang yang dalam bahasa Jepangnya disebut Jugyokenkyuu. Istilah „lesson study‟ sendiri diciptakan oleh Makoto Yoshida. Lesson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan profesionalitas guru-guru di Jepang dengan jalan menyelidiki/ menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: 1. Sejumlah guru bekerjasama dalam suatu kelompok. Kerjasama ini meliputi: a. Perencanaan. b. Praktek mengajar.

Kesimpulan. Memakan waktu yang lama. 2. hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas. Kebaikan: 1. 5. bahasa. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. 3. 2. 5. Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar. 4. Hasil pada (5) selanjutnya diimplementasikan pada kelas/ pembelajaran berikutnya dan seterusnya kembali ke (2). 3. . Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar. 3. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya. 3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar. sampai matematika dan olahraga dan pada setiap tingkatan kelas. Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa. 2. 2. Guru-guru lain dalam kelompok tersebut mengamati proses pembelajaran sambil mencocokkan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Dapat diterapkan di setiap bidang mulai seni. Semua guru dalam kelompok termasuk guru yang telah mengajar kemudian bersama-sama mendiskusikan pengamatan mereka terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Adapun kelebihan metode „lesson study‟ sebagai berikut: 1. Picture and Picture Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis. Langkah-langkah: 1.c. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. 6. guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai. 2. 7. 6. 2. Langkah-langkah: 1. Berarti tahap observasi terlalui. Dapat dilaksanakan antar/ lintas sekolah. Dalam tahap ini juga didiskusikan langkah-langkah perbaikan untuk pembelajaran berikutnya. Salah satu guru dalam kelompok tersebut melakukan tahap perencanaan yaitu membuat rencana pembelajaran yang matang dilengkapi dengan dasar-dasar teori yang menunjang. Berarti tahap praktek mengajar terlaksana. Kekurangan: 1. Examples Non Examples Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP. d. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran. Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar. Tahap ini merupakan tahap refleksi. 4. Observasi. Guru yang telah membuat rencana pembelajaran pada (2) kemudian mengajar di kelas sesungguhnya. Contohcontoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD. Refleksi/ kritikan terhadap pembelajaran. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa.

4. Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh. Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi. 2. 5. 6.2. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin. 3. dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. 3. Tanggapan dari teman yang lain. 6. dipanggil lagi oleh guru. Cooperative Script Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa. Banyak siswa yang pasif. Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang / mengurutkan gambargambar menjadi urutan yang logis. Kelemahan: 1. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. 5. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka. Setiap siswa menjadi siap semua. Melatih berpikir logis dan sistematis. 2. 5. Kekurangan: 1. Kesimpulan. Kebaikan: 1. 3. Sementara pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ideide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan . Langkah-langkah: 1. Kemungkinan nomor yang dipanggil. Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan. Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya. Guru menanyakan alas an / dasar pemikiran urutan gambar tersebut. Menyajikan materi sebagai pengantar. 2. 2. Numbered Heads Together Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa. Langkah-langkah: 1. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar. Kesimpulan / rangkuman. 7. Guru membagi siswa untuk berpasangan. 2. 4. 2. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya. 4. Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai. 3. Memakan banyak waktu. Kelebihan: 1. kemudian guru menunjuk nomor yang lain. 4. Siswa dibagi dalam kelompok.

2. 7. serta lakukan seperti di atas. Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. 3. Membutuhkan banyak waktu dan dana. Kekurangan: 1. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut). Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain. . 2. Melatih pendengaran. tugas. 5. Penutup. 2. Kelebihan: 1. Kekurangan: 1. pengumpulan data. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. Pembelajaran Berdasarkan Masalah Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik. 2. ketelitian / kecermatan. hipotesis. Kesimpulan guru. 3. 3. Setiap siswa mendapat peran. 4. mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog. jadwal.) 3. Bertukar peran. Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini. Langkah-langkah: 1. Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu. Kelebihan: 1. 7. 2. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik. melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. Dapat memperoleh dari berbagai sumber. peran guru menyajikan masalah.menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya. 6. 5. semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Untuk siswa yang malas tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai. Explicit Instruction (Pengajaran Langsung) Pembelajaran langsung khusus dirancang untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang dapat diajarkan dengan pola selangkah demi selangkah. dll. pemecahan masalah. 6. Langkah-langkah: 1.

2. Separuh kelas lainnya membentuk lingkaran di luar lingkaran pertama. Kelebihan: Mendapatkan informasi yang berbeda pada saat bersamaan. 2. 2. Siswa benar-benar dapat menguasai pengetahuannya. 4.2. Memerlukan waktu lama sehingga siswa yang tampil tidak begitu lama. Terlalu lama sehingga tidak konsentrasi dan disalahgunakan untuk bergurau. Pertukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan. 3. Guru memberikan wacana / kliping sesuai dengan topik pembelajaran. Langkah-langkah: 1. Guru membuat kesimpulan bersama. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen. Separuh kelas berdiri membentuk lingkaran kecil dan menghadap keluar. 4. Kelebihan: 1. 5. Kemudian siswa berada di lingkaran kecil diam di tempat. Mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan. Membutuhkan ruang kelas yang besar. 3. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik. 5. 3. Siswa dapat memberikan tanggapannya secara bebas. 2. 4. Kekurangan: 1. Siswa bekerjasama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana / kliping dan ditulis pada lembar kertas. Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) Pada metode ini siswa dibentuk kelompok untuk memberikan tanggapan terhadap wacana/ kliping. Semua siswa aktif / terlibat dalam pembelajaran. Rumit untuk dilakukan. Penutup. Dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan besar berbagi informasi. Sekarang giliran siswa berada di lingkaran besar yang membagi informasi. dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur. Memberikan kesempatan untuk latihan lanjutan. Untuk mata pelajaran tertentu. 6. Kekurangan: 1. 2. 2. Demikian seterusnya. Langkah-langkah: 1. 5. Dilatih untuk dapat bekerjasama dan menghargai pendapat orang lain. Mempresentasikan / membacakan hasil kelompok. sementara siswa yang berada di lingkaran besar bergeser satu atau dua langkah searah jarum jam sehingga masing-masing siswa mendapat pasangan baru. Inside – Outside – Circle (Lingkaran kecil – Lingkaran besar) Siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan. 8. Membimbing pelatihan. Kelebihan: 1. 9. menghadap keluar. . 3.

Kekurangan: 1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. 2. 5. Guru mendemonstrasikan / menyajikan materi sesuai tpk. 8. Kekurangan: 1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. 11. Penutup. 4. Student Facilitator and Explaining Siswa / peserta mempresentasikan ide / pendapat pada rekan peserta lainnya. 6. Siswa aktif dan pasif nilainya disamakan. 2. Penutup.Kekurangan: Pada saat presentasi hanya siswa yang aktif yang tampil. Kelebihan: 1. Guru mendemonstrasikan / menyajikan materi. Guru membaca soal secara acak dan siswa menulis jawaban di dalam kotak yang nomornya disebutkan guru dan langsung didiskusikan. kalau benar diisi tanda benar (v) dan salah diisi tanda silang (x) 6. 7. 4. 2. Memberikan kesempatan siswa / peserta untuk menjelaskan kepada peserta lainnya baik melalui bagan / peta konsep maupun yang lainnya. Adanya pendapat yang sama sehingga hanya sebagian saja yang tampil. 2. Adanya peluang untuk curang. 5. Langkah-langkah: 1. siswa disuruh membuat kotak 9 / 16 / 25 sesuai dengan kebutuhan dan tiap kotak diisi angka sesuai dengan selera masing-masing. Talking Stick Metode pembelajaran dengan bantuan tongkat. Memberikan siswa tanya jawab. Guru menyimpulkan ide / pendapat dari siswa. Nilai siswa dihitung dari jawaban benar dan jumlah horay yang diperoleh. 2. Course Review Horay Suatu metode pembelajaran dengan pengujian pemahaman menggunakan kotak yang diisi dengan nomor untuk menuliskan jawabannya. yang paling dulu mendapatkan tanda benar langsung berteriak horay. atau diagonal harus segera berteriak horay atau yel-yel lainnya. Kelebihan: Siswa diajak untuk dapat menerangkan kepada siswa lain. Langkah-langkah: 1. 3. Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu. Melatih kerjasama. dapat mengeluarkan ide-ide yang ada di pikirannya sehingga lebih dapat memahami materi tersebut. Siswa yang sudah mendapat tanda v vertikal atau horisontal. 3. Pembelajarannya menarik mendorong untuk dapat terjun ke dalamnya. Untuk menguji pemahaman. 12. 10. siapa yang memegang tongkat wajib menjawab . Banyak siswa yang kurang aktif.

2. 7. masing-masing pasangan yang baru ini saling menanyakan dan mengukuhkan jawaban mereka. Kelebihan: 1. . Kekurangan: Membuat siswa senam jantung. 13. Guru memberikan tugas dan siswa mengerjakan tugas dengan pasangannya. 6. 5. Kelebihan: 1. Setiap siswa mendapat satu pasangan (guru biasa menunjukkan pasangannya atau siswa menunjukkan pasangannya). Snowball Throwing Dibentuk kelompok yang diwakili ketua kelompok untuk mendapat tugas dari guru kemudian masing-masing siswa membuat pertanyaan yang dibentuk seperti bola (kertas pertanyaan) lalu dilempar ke siswa lain yang masing-masing siswa menjawab pertanyaan dari bola yang diperoleh. Evaluasi. Agar lebih giat belajar (belajar dahulu). 3. mempertahankan pendapat. Semua siswa terlibat. Guru menyampaikan materi yang akan disajikan. demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru. Melatih membaca dan memahami dengan cepat. Guru tidak dapat mengetahui kemampuan siswa masing-masing. Setelah selesai setiap siswa yang berpasangan bergabung dengan satu pasangan lain. Menguji kesiapan siswa. 2. Guru memberikan kesimpulan. Bertukar Pasangan Siswa berpasangan kemudian bergabung dengan pasangan lain dan bertukar pasangan untuk saling menanyakan dan mengukuhkan jawaban masing-masing. Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari. Siswa dilatih untuk dapat bekerjasama. Langkah-langkah: 1. Setelah selesai membaca buku dan mempelajarinya guru mempersilahkan siswa untuk menutup bukunya. 4.pertanyaan dari guru setelah siswa mempelajari materi pokoknya. Langkah-langkah: 1. 2. 3. 14. 4. 2. kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan mempelajari materi pada pegangannya/ paketnya. setelah itu guru memberi pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya. Penutup. Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa. Langkah-langkah: 1. 2. 3. Temuan baru yang didapat dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan semula. Guru menyiapkan sebuah tongkat. Memerlukan waktu yang lama. 5. Kedua pasangan tersebut bertukar pasangan. Kekurangan: 1.

2. kemudian seorang menceritakan materi yang disampaikan oleh guru dan yang lain sebagai pendengar setelah itu berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya. 5. Materi yang didapat sedikit. 3. Guru memberikan kesimpulan. 2. bentuklah kelompok berpasangan dua orang. Penutup. Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing. Setelah siswa mendapat satu bola / satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian. 3. Mind Mapping Suatu metode pembelajaran yang sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban. 4. 15. Kelebihan: 1. 2. Langkah-langkah: 1. Untuk mata pelajaran tertentu. 7. 3. 2. Kekurangan: 1. 2. Guru menyajikan materi sebagaimana biasa. Untuk mengetahui daya serap siswa. 7. Semua siswa terlibat (mendapat peran). 8. 6. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Waktu yang dibutuhkan banyak. Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama kurang lebih 5 menit. kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya. Kekurangan: 1. 3. 5. 6. Guru mengulangi / menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa. 16. Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kerja untuk menuliskan pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok. Pengetahuan tidak luas hanya berkutat pada pengetahuan sekitar siswa. Melatih kesiapan siswa. Suruh siswa secara bergiliran/ diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Melatih daya serap pemahaman dari orang lain. Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi. 2. Saling memberikan pengetahuan. Suruhlah seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan kecil. 9. Kesimpulan/ penutup. Artikulasi Siswa membentuk kelompok berpasangan. Tidak efektif. kemudian berganti peran. Melatih kesiapan siswa. Kelebihan: 1. . Evaluasi. 4. sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya.

Guru mengemukakan konsep/ permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa . Dapat bekerjasama dengan teman lainnya. Hanya siswa yang aktif yang terlibat. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi. Kelebihan: 1. Memberi evaluasi. Membedakan siswa. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa. Penutup. 2. Anggota kelompok semua mengalami kesulitan. 17. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. Langkah-langkah: 1. Kekurangan: 1. 2. dll. 6. 2. Membentuk kelompok yang anggotanya 2-5 orang. Tiap kelompok menginventarisasi/ mencatat alternatif jawaban hasil diskusi. guru bisa menyuruh kerjasama antarkelompok. Student Teams – Achievement Divisions (STAD) Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti. Dapat mengemukakan pendapat secara bebas. Kepala Bernomor Struktur (Modifikasi dari Number Heads) Siswa dikelompokkan dengan diberi nomor dan setiap nomor mendapat tugas berbeda dan nantinya dapat bergabung dengan kelompok lain yang bernomor sama untuk bekerjasama. 2. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu. 4. jenis kelamin. Seluruh siswa menjadi lebih siap. Siswa dibagi dalam kelompok. 3.Langkah-langkah: 1. Melatih kerjasama dengan baik. 3. siswa disuruh keluar dari . Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. Kekurangan: 1. 2.). Jika perlu. Guru menyajikan pelajaran. 2. Langkah-langkah: 1. 2. Tiap kelompok membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru. sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban. Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru. 6. 18. 3. 5. Tidak sepenuhnya murid yang belajar. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomornya terhadap tugas yang berangkai. 4. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. 5. Kelebihan: 1. suku.

Kekurangan: 1. 2. Guru tidak mengetahui kemampuan masing-masing siswa. Kertas jawaban bagikan pada siswa masing-masing 1 lembar / kartu soal digulung dan . Memudahkan mencari jawab. Waktu yang dibutuhkan banyak. 2. 2. Word Square Siswa diberikan lembar kegiatan kemudian menjawab soal dan mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban. Laporan hasil kelompok dan tanggapan dari kelompok yang lain. 19. 3. Bentuk kelompok orang secara heterogen. 2. 20. Kekurangan: 1. 3. Langkah-langkah: 1. Kegiatan tersebut mendorong pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Mematikan kreatifitas siswa. Melatih untuk berdisiplin. Siswa tinggal menerima bahan mentah. Dapat bertukar pikiran dengan siswa yang lain. Bisa saja mencontek jawaban teman lain. 5. 2. Guru menyajikan materi sesuai topik. 4. siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerjasama mereka. Siswa kurang berpikir kritis. 21. Mendorong siswa untuk belajar mengerjakan soal tersebut. 2. Membagikan lembar kerja dengan jawaban yang diacak susunannya. Kartu Arisan Siswa dibentuk kelompok dan setiap jawaban digulung dan dimasukkan ke dalam gelas kemudian siswa yang memegang kartu jawaban menjawab setelah dikocok terlebih dahulu. 2. Guru menyampaikan materi sesuai kompetensi. Scramble Metode pembelajaran dengan membagikan lembar kerja yang diisi siswa. Berikan poin setiap jawaban dalam kotak. Dalam kesempatan ini. 4. Kelebihan: 1. Kekurangan: 1. Guru membagikan lembar kegiatan sesuai contoh. Setiap siswa menjadi siap semua. Langkah-langkah: 1. Siswa disuruh menjawab soal kemudian mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban. 2. Kelebihan: 1. Kesimpulan. Kelebihan: 1. Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh.kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. 2. Langkah-langkah: 1.

5. Tiap siswa memikirkan jawaban / soal dari kartu yang dipegang. sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban. Kekurangan: 1. . 2. 4. Setiap jawaban yang benar diberi poin 1 sebagai nilai kelompok sehingga nilai total kelompok merupakan penjumlahan poin dari para anggotanya. 7. Nilai tergantung pada individu yang mempengaruhi nilai teman lain. Apabila jawaban benar maka siswa dipersilakan tepuk tangan atau yel-yel lainnya. Demikian seterusnya. Guru menyampaikan tujuan. Langkah-langkah: 1. 2. Penutup. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban). 7. Kesimpulan. Menyajikan beberapa kata kunci sesuai materi/ tpk yang disajikan. 6. kemudian salah satu yang jatuh diberikan agar dijawab oleh siswa yang memegang kartu jawaban. 4. Tiap kelompok disuruh membuat beberapa kalimat dengan menggunakan minimal 4 kata kunci setiap kalimat. 23. 3. 8. Siswa yang lebih pandai mengajari siswa yang kurang pandai. 2. 6. Hanya untuk mata pelajaran tertentu. Langkah-langkah: 1. 3. Setiap siswa mendapat satu buah kartu. yang dapat mencocokkan kartunya diberi poin. Concept Sentence Siswa dibentuk kelompok heterogen dan membuat kalimat dengan minimal 4 kata kunci sesuai materi yang disajikan. Kekurangan: 1.dimasukkan ke dalam gelas. 2. Kesimpulan. 2. 5. Gelas yang telah berisi gulungan soal dikocok. Kelebihan: 1. Kelebihan: Pembelajaran yang menarik dihubungkan dengan kehidupan nyata. Hasil diskusi kelompok didiskusikan lagi secara pleno yang dipandu guru. 4. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya. 22. Tidak semua terlibat dalam kegiatan pembelajaran. 5. Lebih memahami kata kunci dari materi pokok pelajaran. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin. Untuk yang pasif mengambil jawaban dari temannya. 3. Make – A Match (Mencari Pasangan) Siswa disuruh untuk mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban / soal sebelum batas waktunya. Guru menyajikan materi secukupnya. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review. Guru membentuk kelompok yang anggotanya kurang lebih 4 orang secara heterogen.

Take and Give Siswa diberi kartu untuk dihapal sebentar kemudian mencari pasangan untuk saling menginformasikan. Strategi ini dapat dimodifikasikan sesuai keadaan. 5. 4. Langkah-langkah: 1. Kesimpulan. Jelaskan materi menit. 7. 2. Kekurangan: Waktu yang cepat. Tiap siswa harus mencatat nama pasangannya pada kartu control. Untuk mengevaluasi keberhasilan. kecermatan dan ketepatan serta kecepatan. Semua siswa disuruh berdiri dan mencari pasangan untuk saling menginformasikan materi sesuai kartu masing-masing. Bila belum tepat pada waktu yang telah ditetapkan boleh mengarahkan dengan kata-kata lain asal jangan langsung memberi jawabannya. 8. Apabila jawabannya tepat (sesuai yang tertulis pada kartu) maka pasangan itu boleh duduk. Seorang siswa diberi kartu yang berukuran 10 x 10 cm yang nanti dibacakan pada pasangannya. berikan siswa pertanyaan yang sesuai dengan kartunya (kartu orang lain). Kelebihan: Sangat menarik sehingga setiap siswa ingin mencobanya. Kelebihan: Dilatih memahami materi dengan waktu yang cepat. Suruh siswa berdiri di depan kelas dan berpasangan.Kelebihan: Melatih untuk ketelitian. 25. 4. Jawab yang tepat bila sesuai dengan isi kartu yang ditempel di dahi. Kekurangan: . tiap siswa diberi masing-masing satu kartu untuk dipelajari (dihapal) kurang lebih 5 menit. kurang konsentrasi. Untuk memantapkan penguasaan peserta. 3. yang kedua kartu ukuran 5 x 2 cm untuk menulis kata / istilah yang mau ditebak. Kekurangan: Tidak efektif dan terlalu bertele-tele. Jelaskan materi sesuai topik menit. Tebak Kata Metode ini menggunakan kartu yaitu kartu ukuran 10 x 10 cm dan diidi ciri-ciri kata lainnya yang mengarah pada jawaban. 24. 6. Sementara siswa membawa kartu 10 x 10 cm membacakan kata-kata yang tertulis di dalamnya sementara pasangannya menebak apa yang dimaksud pada kartu 10 x 10cm. 2. Demikian seterusnya sampai tiap peserta dapat saling memberi dan menerima materi masingmasing. 5. Seorang siswa lainnya diberi kartu berukuran 5 x 2 cm yang isinya tidak boleh dibaca (dilipat) kemudian ditempelkan di dahi atau diselipkan di telinga. 3. Langkah-langkah: 1. Siapkan kelas sebagaimana mestinya. selanjutnya siswa diberi pertanyaan sesuai dengan kartunya.

Menelaah topik/pokok masalah yang diajukan oleh guru atau mengusahakan suatu problem dan topik kepada kelas. i. mengembangkan motivasi untuk belajar lebih lanjut. Guru mengatur giliran pembicara agar tidak semua siswa serentak berbicara mengeluarkan pendapat. membantu siswa belajar menilai kemampuan dan peranan diri sendiri maupun teman-teman f. Menghormati pendapat teman-teman atau kelompok lainnya walau berbeda pendapat. Ikut aktif memikirkan sendiri atau mencatat data dari buku-buku sumber atau sumber pengetahuan lainnya. d. Bukan lagi menjadi pembicara utama melainkan menjadi pengatur pembicaraan. Kegiatan siswa dalam pelaksanaan metode diskusi sebagai berikut: a. b. f. Guru menjelaskan tujuan diskusi. d. memberi kesempatan pada siswa untuk mengeluarkan kemampuannya c. Diskusi sebagai metode pembelajaran lebih cocok dan diperlukan apabila guru hendak: a. b. Menjaga suasana kelas dan mengatur setiap pembicara agar seluruh kelas dapat mendengarkan apa yang sedang dikemukakan. c. Selalu berusaha agar diskusi berlangsung antara siswa dengan siswa. 26.Bila siswa tidak menjawab dengan benar maka tidak semua siswa dapat maju karena waktu terbatas. agar dapat mengemukakan jawaban pemecahan problem yang diajukan. mendapatkan balikan dari siswa apakah tujuan telah tercapai d. j. Mengemukakan pendapat baik pemikiran sendiri maupun yang diperoleh setelah membicarakan bersama-sama teman sebangku atau sekelompok. membantu siswa menyadari dan mampu merumuskan berbagai masalah sendiri maupun dari pelajaran sekolah g. Mencatat hal-hal yang menurut pendapat guru harus segera dikoreksi yang memungkinkan siswa tidak menyadari pendapat yang salah. c. g. memanfaatkan berbagai kemampuan yang ada pada siswa b. Mengatur giliran berbicara agar jangan siswa yang berani dan berambisi menonjolkan diri saja yang menggunakan kesempatan untuk mengeluarkan pendapatnya. e. Guru memberikan ceramah dengan diselingi tanya jawab mengenai materi pelajaran yang didiskusikan. f. Mencatat sendiri pokok-pokok pendapat penting yang saling dikemukakan teman baik setuju . membantu siswa belajar berpikir secara kritis e. Guru menetapkan suatu pokok atau problem yang akan didiskusikan atau guru meminta kepada siswa untuk mengemukakan suatu pokok atau problem yang akan didiskusikan. Metode Diskusi Metode diskusi adalah suatu cara mengajar yang dicirikan oleh suatu keterikatan pada suatu topik atau pokok pernyataan atau problem dimana para peserta diskusi dengan jujur berusaha untuk mencapai atau memperoleh suatu keputusan atau pendapat yang disepakati bersama. Mengatur agar sifat dan isi pembicaraan tidak menyimpang dari pokok/problem. Mendengarkan dengan teliti dan mencoba memahami pendapat yang dikemukakan oleh siswa atau kelompok lain. Adapun kegiatan guru dalam pelaksanaan metode diskusi sebagai berikut: a. g. h. Mendengar tanggapan reaksi atau tanggapan kelompok lainnya terhadap pendapat yang baru dikemukakan. e.

f. Membina suatu perasaan tanggung jawab mengenai suatu pendapat. b) merencanakan bagaimana mengajarkan subtopik bagiannya kepada anggota kelompoknya semula. i. i. Memungkinkan timbulnya rasa permusuhan antarkelompok atau menganggap kelompoknya sendiri lebih pandai dan serba tahu daripada kelompok lain atau menganggap kelompok lain sebagai saingan. e. Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggungjawab terhadap subtopik yang sama membentuk kelompok lagi yang terdiri dari yang terdiri dari dua atau tiga orang. atau keputusan yang akan atau telah diambil. h. Sulit untuk menentukan batas luas atau kedalaman suatu uraian diskusi. Memberi kesempatan kepada siswa untuk menghayati pembaharuan suatu problem bersamasama. Metode Jigsaw Pada dasarnya. Memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh penjelasan-penjelasan dari berbagai sumber data. b. Kelemahan metode diskusi sebagai berikut: a. c. Setelah itu siswa tersebut kembali lagi ke . Mendidik siswa untuk belajar mengemukakan pikiran atau pendapat. c. Berdiskusi bukan hanya menuntut pengetahuan. d. lebih rendah. menyetujui atau menentang pendapat teman-temannya. Melatih siswa untuk berdiskusi di bawah asuhan guru. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. Membina siswa untuk berpikir matang-matang sebelum berbicara. Menyusun kesimpulan-kesimpulan diskusi dalam bahasa yang baik dan tepat. g. 27. Dengan mendengarkan semua keterangan yang dikemukakan oleh pembicara. f. Merangsang siswa untuk ikut mengemukakan pendapat sendiri. Ikut menjaga dan memelihara ketertiban diskusi.maupun bertentangan. Diskusi yang mendalam memerlukan banyak waktu. remeh atau lebih bodoh. Tidak bertujuan untuk mencari kemenangan dalam diskusi melainkan berusaha mencari pendapat yang benar yang telah dianalisa dari segala sudut pandang. kesimpulan. d. Pembicaraan dalam diskusi mungkin didominasi oleh siswa yang berani dan telah biasa berbicara. Adapun kelebihan metode diskusi sebagai berikut: a. Siswa-siswa ini bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kooperatifnya dalam: a) belajar dan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya. j. h. Biasanya tidak semua siswa berani menyatakan pendapat sehingga waktu akan terbuang karena menunggu siswa mengemukakan pendapat. siap dan kefasihan berbicara saja tetapi juga menuntut kemampuan berbicara secara sistematis dan logis. e. Siswa pemalu dan pendiam tidak akan menggunakan kesempatan untuk berbicara. j. b. pengetahuan dan pandangan siswa mengenai suatu problem akan bertambah luas. dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponenkomponen lebih kecil. Tidak semua topik dapat dijadikan metode diskusi hanya hal-hal yang bersifat problematis saja yang dapat didiskusikan. Mengembangkan rasa solidaritas/toleransi terhadap pendapat yang bervariasi atau mungkin bertentangan sama sekali.

Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru. Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation) Metode investigasi kelompok sering dipandang sebagai metode yang paling kompleks dan paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif. Dengan demikian. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompokkelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Para guru yang menggunakan metode investigasi kelompok umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. b. Adapun deskripsi mengenai langkah-langkah metode investigasi kelompok dapat dikemukakan sebagai berikut: a. f. Merencanakan kerjasama Para siswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok. Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari. etnik maupun kemampuan akademik. Ahli dalam subtopik lainnya juga bertindak serupa. setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruhan. e. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin. Analisis dan sintesis Para siswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas. d. baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Metode ini melibatkan siswa sejak perencanaan. atau keduanya. Seleksi topik Para siswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan ketrampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. 28. Implementasi Para siswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih.kelompok masing-masing sebagai “ahli” dalam subtopiknya dan mengajarkan informasi penting dalam subtopik tersebut kepada temannya. c. Penyajian hasil akhir Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) di atas. Evaluasi Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. . Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan. Sehingga seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru.

Ketrampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok. menumbuhkan sikap objektif. Metode Inquiry Metode ini menekankan pada penemuan dan pemecahan masalah secara berkelanjutan. 3. kreatif. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. jujur dan terbuka. Di dalam kelompoknya. misalnya. Metode Debat Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. 30. 31. Metode Role Playing Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan. memerlukan perencanaan yang teratur dan matang. Kelemahannya memerlukan waktu yang cukup lama. intuitif dan bekerja atas dasar inisiatif sendiri. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. . 5. 32. siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. pembuat kesimpulan (summarizer). Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda. Kelebihan metode ini mendorong siswa berpikir secara ilmiah. Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving) Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. Pada dasarnya.29. tidak semua materi pelajaran mengandung masalah. atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar. Laporan masingmasing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru. Kelebihan metode Role Playing: 1. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh. Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama. 4. pengatur materi (material manager). 2. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang. peran pencatat (recorder). Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas. dan tidak efektif jika terdapat beberapa siswa yang pasif.

Penyajian kelas Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru. b. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan. g. 2. f. 4. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan. Berpikir dan bertindak kreatif. e. persaingan sehat dan keterlibatan belajar.Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah. Metode Team Games Tournament (TGT) Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan. Kelemahan metode problem solving sebagai berikut: a. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan. Kebanyakan game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. 3. melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan. Kelompok (team) Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik. biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain. Ada 5 komponen utama dalam komponen utama dalam TGT yaitu: 1. 33. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab. karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok. c. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. khususnya dunia kerja. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis d. jenis kelamin dan ras atau etnik. b. Turnamen Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan . Game Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. diskusi yang dipimpin guru. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut. Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut: a. kerjasama. melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status.

5. . tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya. Team mendapat julukan “Super Team” jika rata-rata skor 45 atau lebih. Tiga siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I. “Great Team” apabila rata-rata mencapai 40-45 dan “Good Team” apabila rata-ratanya 30-40. masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan.presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. Team recognize (penghargaan kelompok) Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen.