NOVEL SAMAN DAN LARUNG KARYA AYU UTAMI DALAM PERFEKTIF FEMINIS RADIKAL

Oleh: Baban Banita, S.S., M.Hum.

PRODI SASTRA INDONESIA FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG

tenggelamnya Kapal van der wijk karya Hamka semuanya mengisahkan bagaimana wanita Indonesia pada zamannya. bahwa revolusi feminis radikal . Para wanita tersebut tidak berdaya menghadapinya. berkisah tentang penderitaan wanita dari keluarga miskin bernama Mariamin. maka sejak Reformasi hal itu menjadi lain. Jika sebelumnya sastra yang menguak tentang seksual diterbitkan dan dibaca di bawah tembok ketakutan. Lalu bagaimana dengan perempuan dalam sastra indonesia terkini? Sejak terbit Saman karya Ayu Utami yang berbarengan dengan gairah orde Reformasi karya sastra pun mengalami loncatan gairah kebebasan. Bagi mereka patriarki adalah dasar dari ideologi penindasan yang merupakan sistem hirarki seksual dimana laki-laki memiliki kekuasaan superior dan privilege ekonomi (Eisenstein. Perempuan perlahan bangkit dari tempurung kehidupannya untuk membuka matanya menatap keluasan dunia dalam mensejajarkan dirinya dengan laki-laki. Lalu perjalanan zaman membawa sedikit demi sedikit perubahan. Karena itu pula kita bisa melihat bagaimana radikalitas pemikiran menyeruak dan memunculkan wacana-wacana yang segar yangt mengungkap keinginan perempuan terutama dalam kehidupan sosial yang menyangkut kepentingan pribadinya. yakni azab dan sengsara karangan Merari Siregar. 1979 dlm Fakih). Tetapi kendala untuk mensejajarkan diri dengan laki-laki itu selalu mengalami hambatan. Sastra model itu semena-mena masuk ke ruang pembaca tanpa harus dibayangi ketakutan.NOVEL SAMAN DAN LARUNG DALAM PERSFEKTIF FEMINIS RADIKAL Oleh Baban Banita I. Asumsi dasar pemikirannya. II. Hal lain. karena itu untuk urusan jodoh orangtuanyalah yang menentukan. seperti hubungan seksual adalah bentuk dasar penindasan terhadap kaum perempuan (Jaggar dalam Fakih). Konstruk sosial yang mengkerangkeng langkah kakinya terlalu kokoh untuk dihancurkan. Wanita-wanita itu merupakan korban kondisi sosial atau konstruk sosial tempat dirinya mengalami hidup. Pengantar Roman pertama Indonesia. Layar terkembang karya Sutan takdir Alisahbana. Dengan demikian kaum lelaki secara biologis maupun politis adalah bagian dari permasalahan. yang memakai bahasa baku. Atas dasar asumsinya itu Feminisme Radikal mempunyai sumbangan yang besar. mereka menganggap penindasan terhadap perempuan oleh laki-laki berakar pada jenis kelamin laki-laki itu sendiri beserta ideologi patriarkinya. Maka sangat sedikit sampai ujung detik zaman ini perempuan Indonesia yang betul-betul sejajar dengan laki-laki. yaitu memberi peluang politik bagi perempuan. Ketiga tokoh wanita harus rela kawin dengan laki-laki yang tidak dicintainya dan pada akhirnya mereka meninggal karena penderitaan dengan meninggalkan cinta yang kandas. Cerita di atas terjadi jauh sebelum Indonesia menginjak masa kemerdekaan. Beberapa roman penting seperti Siti Nurbaya karya Marah Rusli. Mariamin harus berpisah dengan kekasih tercintanya karena dirinya berasal dari keluarga miskin sedangkan kekasihnya dari keluarga terpandang. Aliran ini menganggap bahwa penguasaan fisik perempuan oleh laki-laki. Feminisme Radikal Salah satu aliran dalam pemikiran feminis adalah feminis radikal.

dan heteroseksualitas yang diwajibkan). karena itu mengubah gaya hidup merupakan ciri aliran ini. perempuan tidak perlu lagi pasif. III. dan temperamen seksual.sebagaimana hal itu dibangun di bawah patriarki. keluarga. mengirimkan tanda kepada laki-laki untuk mendominasi. Labirin (Utami. Tala telah menghilangkan keperawanannya din usia sembilan tahun. dan praktik-praktik seksual (sadomasokis. yang membebaskan dirinya sesuka yang dia mau terutama dalam hubungannya dengan laki-laki. Shakuntala merupakan sosok tempat isu-isu tersebut dieksperimentasi dan secara dekonstruktif dimainkan menjadi metodologi strategis pengimbangan wacana falogosentris. tubuh. Dia telah menemukan. dan rentan. perempuan dan laki-laki harus menghapuskan gender-terutama status. Merebut kendali atas seksualitas perempuan. Libidinal. dalam dampak kolonialisme. dan hubungan dewasa/anak serta butch/femme) yang mengandung objektivikasi seksual. Cara pemikiran feminis radikal dalam menghadapi laki-laki adalah dengan menghancurkan kekuasaan laki-laki yang tidak layak atas perempuan. (Millet dalam Tong. dengan pertamapertama menyadari bahwa perrempuan tidak ditakdirkan untuk menjadi pasif. Laki-laki dan perempuan akan memadukan feminin dan maskulin dalam keadaan yang mereka inginkan. Kita bisa melacak pilihan kebebasan itu di masa kecilnya. Dia tidak terikat oleh perjanjian yang mengikat dengan laki-laki. prostitusi. . dengan menuntut hak untuk mempraktikan apapun yang bdapat memberikan kenikmatan dan kepuasan. (Firestone dalam Tong. peran. Untuk menghilangkan penguasaan oleh lakilaki. yakni dengan sebuah garpu de sebuah malam ketika dirinya hendak menuju kota pengasingan. dan kemudian mengembangkan kombinasi apapun dari sifat-sifat feminin dan maskulin yang paling baik merefleksikan kepribadian unik mereka masiong-masing. reseftif. 2000:115) Shakuntala adalah sosok yang merdeka. memiliki dan memasuki tubuh mereka untuk menjaga agar roda prokreasi manusia terus berputar.adalah perjuangan untuk mengatasi laki-laki. seksualitas. ternyata tidak ada yang istimewa dalam keperawanan. hubungan seksual yang setara adalah yang saling memuaskan dan bernegosiasi untuk saling memuaskan dengan cara apapun. seperti juga laki-laki tidak ditakdirkan untuk menjadi aktif. Dalam pengakuannya. Tokoh Shakuntala dalam Novel Saman dan Larung dalam persfektif feminisme radikal Saman merupakan salah satu novel yang paling berhasil menyuarakan gabungan isu tentang opresi(ideologis) terhadap perempuan. 2004) Ferguson dalam Tong (2004) menyebutkan bahwa feminis radiakal biasanya heteroseksual atau lesbian. hanya sekedar sarang laba-laba merah. 2004) Perempuan harus dibebaskan dari peran gender pada tingkat biologis(reproduksi). cruising. Baginya keperawanan harus dipertanyakan kembali. harus dikritisi mengapa keperawanan sebegitu pentingnya bagi seorang perempuan. Salah satu caranya adalah melalaui Diri dalam tubuh Tala sebagai yang menuruti bukan nafsu melainkan gairah. Kunci pembebasan perempuan adalah dengan menghapuskan semua institusi patriarkal (misalnya industri pornografi. Yang sublim.

Pemikiran ini berlanjut ketika Tala menginjak dewasa. tidak mengisi satu sama lain. Tala tidak acuh. Bahkan lebih jauh lagi. Dia telah memilih untuk memuaskan dirinya dengan tidur dengan banyak lelaki. Pertama. Hanya lelaki yang boleh menghampiri perempuan. Tala telah menentukan sikap. Inilah wewejangnya: Pertama. seperti aku: menari sendiri. Pemilihan untuk melakukan hubungan seksual dengan beberapa lelaki pilihannya merupakan sebuah pemberontakan terhadap kemapanan patriarki. Jika perempuan dalam konstruk sosial selalu dibayangi kekuasaan laki-laki. sementara lelaki sendiri tidak pernah dipersoalkan keperjakaannya. Kami penuh dalam diri masing-masing. . dan lelaki itu akan menghidupinya dengan hartanya. dia menolak perkawinan yang memuliakan laki-laki ini dalam pemikiran feminis radikal menghadapi laki-laki adalah dengan menghancurkan kekuasaan laki-laki yang tidak layak atas perempuan. Atas segala hal. dia memilih menghilangkan keperawanan dan kedua. di kota asing ini. Di sini. Dalam pemikiran feminis radikal. malam hari ayahku mengikatku pada tempat tidur dan memberiku dua pelajaran tentang cinta. Karena itu aku menari(119-120) …Tapi ia bermain sendirisendiri. Mustahil. sang pigur yang mewakili patriarki.Langkah Tala di usia remajanya adalah sebuah perlawanan terhadap konstruk sosial yang memuliakan laki-laki untuk diberi keistimewaan oleh perempuan. yakni dengan menari. selain hal di atas. Tala telah merebut kendali atas seksualitas perempuan. Kedua. Itu dinamakan perkawinan. dirinya diberi wejangan tentang keperawanan dan perkawinan oleh ayahnya. aku menganggap persundalan yang hipokrit (120121). Kelak ketika dewasa. membangun diskursus tertentu dengan menyebutnya sundal dan memosisikan Tala sebagai yang teropresi secara ideologis. dengan pertama-pertama menyadari bahwa perempuan tidak ditakdirkan untuk menjadi pasif. Tala tidak mengindahkan wejangan itu. apalagi melengkapi upacara n penyambutan tamu-tamu sultan atau turis keraton…aku menari sebab aku sedang merayakan tubuhku (125-126) Tala telah melawan kekerasan ayahnya. Tala mengadukannya pada tariannya sendiri. hubungan seksual yang setara adalah yang saling memuaskan dan bernegoisasi untuk saling memuaskan dengan cara apapun. bahkan untuk masalah keperawanan dirinya telah menghilangkannya seperti yang dipaparkan di atas. Tala dengan demikian telah melakukan perlawanan terhadap usaha patriarki ini. Perempuan akan memberiakn tubuhnya pada lelaki yang pantas. seperti juga laki-laki tidak ditakdirkan untuk menjadi aktif. dengan menuntut hak untuk mempraktikan apapun yang dapat memberikan kenikmatan dan kepuasan. Perempuan yang mengejar-ngejar lelaki pastilah sundal. ketika dirinya dilabeli kata sundal oleh ayah dan kakak perempuannya karena sering tidur dengan beberapa lelaki. Tala menikmatinya. dan kemudian mengembangkan kombinasi apapun dari sifat-sifat feminin dan maskulin yang paling baik merefleksikan kepribadian unik mereka masing-masing. Bahkan kakak perempuannya dalam konteks ini digambarkan sebagai representasi sosok betina yang maskulin yang juga berpihak pada patriarki. Tala mempunyai cara lain dalam membebaskan dirinya dari kungkungan itu. Aku menangis karena aku ingin kembali ke kotaku yang teduh tapi mustahil melarikan diri.

Tala juga harus berhadapan dengan kakanya yang perempuan. perempuan harus dibebaskan dari peran gender pada tingkat biologis (reproduksi). hubungan seksual yang setara adalah yang saling memuaskan dan bernegoisasi untuk saling memuaskan dengan cara apapun. Laki-laki dan perempuan akan memadukan feminin dan maskulin dalam keadaan yang mereka inginkan. Ia suka menari. Tala telah terkondisikan untuk menikmati apa yang disukainya. Tala keberatan dengan definisi perkawinan seperti yang diwejangkan ayahnya kepadanya. bahkan sering dirinya mendapkan tubuhnya menjadi laki-laki. kakak perempuannya ternyata tidak sebagai yang seikatan dan sepenanggungan untuk melawan patriarki. memiliki dan memasuki tubuh mereka. Berhubungan seks dengannya pasti tidak imajinatif dan tak ada pembicaraan postorgasme yang menyenangkan. Tala pun ternyata tidak hanya terpaku pada lawan jenis saja. Tala dalam hal ini memasuki lesbianisme yaitu dengan memperlakukan Laila sebagai pasangan seksualnya. Baginya pernikahan itu harus mengandung asas saling menguntungkan. Dalam pemikiran feminis radikal menyebutkan bahwa feminis radikal biasanya heteroseksual atau lesbian. Ia kelak ingin menyukai seseorang. Harus ada keselarasan dan keberduaan yang seimbang. dan ia menikmatinya. (132) Berbicara tentang pernikahan. Tala tampak agak masih separuh hati menerima konsep penyatuan sepasang manusia dalam institusi pernikahan. Tala mempunyai keinginannya sendiri. untuk menjaga agar roda prokreasi manusia terus berputar. . dan ia menikmati sembunyisembunyi mengunjungi sang raksasa. Dalam konteks ini. dan rentan. Misalnya dia bisa bermesraan dengan Laila bahkan mengajarinya cara mencapai orgasme yang sebetulnya. dengan menuntut hak untuk mempraktikan apapun yang dapat memberikan kenikmatan dan kepuasan. reseftif. kurang imajinasi. Kedua. Merebut kendali atas seksualitas perempuan. Memberinya kepuasan dan rasa nyaman. perempuan tidak perlu lagi pasif. untuk memperjuangkan kebebasan.Pertama. Menyukai dan menikmati adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan bagi Tala. Harus ada pilihan atau memilih dan bukan sekedar dipilih oleh laki-laki. Tala selalu melakukan resistensi. dan ingin menikmati berhubungan seks dengan orang itu. Dan keduanya sesungguhnya adalah figurfigur yang harus dihormati karena posisinya dalam keluarga. Perempuan akan memberikan tubuhnya kepada laki-lakim yang memenuhi kriterianya. Jika hanya ada satu saja yang dinikmatinya maka masih ada unsur keterpaksaan dalam proses yang dijalaninya itu. Misalnya dia membayangkan Sihar sebagai berikut. melawan bapaknya yang nyata-nyata laki-laki. Ia menyukai raksasa. Pembicaraan pascaorgasme juga penting karena itu menunjukan rangkaian tahapan senggamanya berarti. lambat mengolah humor sehingga selalau terlambat tertawa-kadang sama sekali tak paham apa yang kami luconkan. Keinginan diri harus menjadi kenyataan yang padanya segala pemaksaan dan sepihak harus dihapuskan. Dengan demikian seperti dalam pemikiran feminis radikal. mengirimkan tanda kepada laki-laki untuk mendominasi. Berhubungan seks yang ada imajinatif itu penting karena itu membebaskan. Tentang kehidupan seksual. Dirinya bisa menjelma menjadi Tala yang heteroseksual. Dia terlalu serius. idealnya sendiri. Kualitas ini semakin menyempurnakan tahapan adaptasi Tala dalam ruang diskursif yang patriarki. Dalam kehidupan seksualnya.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar Putnam Tong. 1998. Bandung: Jalasutra Utami. Feminist Thought(terjemahan oleh Aquarini). DAFTAR PUSTAKA Fakih. beberapa hal tentang Shakuntala yang saya yang saya anggap memnuhi persyaratan sebagai memenuhi pola-pola pemikiran yang ada dalam pemikiran feminis radikal.IV. 2004. Utami. Larung. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. Ayu. . 1998. Diantaranya pemilihan Sakuntala untuk membebaskan diri dari kekangan perilaku seksual yang telah diatur dengan atas nama kepentingan laki-laki. Rosemarie. 2004. Ayu. Saman. Mansoer. Penutup Demikianlah. Dirinya memilih siapapun untuk memuaskan perilaku seksualnya asalkan saling menyukai. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. Analisis Gender dan Transformasi Sosial.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful