BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Batu bara adalah salah satu bahan bakar fosil. Pengertian umumnya adalah batuan sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik, utamanya adalah sisa-sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatubaraan. Unsurunsur utamanya terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen. Batu bara juga adalah batuan organik yang memiliki sifat-sifat fisika dan kimia yang kompleks yang dapat ditemui dalam berbagai bentuk. Analisa unsur memberikan rumus formula empiris seperti C137H97O9NS untuk bituminus dan C240H90O4NS untuk antrasit. 1.2. Maksud dan Tujuan

Adapun maksud utama dari makalah ini adalah untuk mengetahui proses terjadinya pembentukan batu bara. Sedangkan tujuannya adalah untuk menyelesaikan tugas dari mata kuliah Genesa Bahan Galian.

1

BAB II PROSES PEMBENTUKAN BATU BARA

2.1.

Prinsip Sedimentasi Pada dasarnya batubara termasuk ke dalam jenis batuan sedimen. Batuan

sedimen terbentuk dari material atau partikel yang terendapkan di dalam suatu cekungan dalam kondisi tertentu, dan mengalami kompaksi serta transformasi balk secara fisik, kimia maupun biokimia. Pada saat pengendapannya material ini selalu membentuk perlapisan yang horizontal.

2.2.

Skala Waktu Geologi Proses sedimentasi, kompaksi, maupun transportasi yang dialami oleh

material dasar pembentuk sedimen sehingga menjadi batuan sedimen berjalan se lama jutaan tahun. Kedua konsep tersebut merupakan bagian dari proses pembentukan batubara vang mencakup proses : 1. Pembusukan, yakni proses dimana tumbuhan mengalami tahap pembusukan (decay) akibat adanya aktifitas dari bakteri anaerob. Bakteri ini bekerja dalam suasana tanpa oksigen dan

menghancurkan bagian yang lunak dari tumbuhan seperti selulosa, protoplasma, dan pati. 2. Pengendapan, yakni proses dimana material halus hasil

pembusukan terakumulasi dan mengendap membentuk lapisan gambut. Proses ini biasanya terjadi pada lingkungan berair, misalnya rawa-rawa. 3. Dekomposisi, yaitu proses dimana lapisan gambut tersebut di atas akan mengalami perubahan berdasarkan proses biokimia yang

2

Topografi dan 3 . dimana lapisan batubara yang telah mengalami gaya tektonik berupa pengangkatan kemudian di erosi sehingga permukaan batubara yang ada menjadi terkupas pada permukaannnya. 4. yakni bentuk dan kenampakan dari tempat cekungan pengendapan material dasar. 2. yang akan mengubah batubara low grade menjadi high grade. yakni flora atau tumbuhan yang tumbuh beberapa juta tahun yang lalu. yakni posisi di mana material dasar diendapkan. yang kemudian terakumulasi pada suatu lingkungan dan zona fisiografi dengan iklim clan topografi tertentu. Erosi. 5. maka zona batubara yang terbentuk dapat berubah dari lingkungan berair ke lingkungan darat. 2.3. Lingkungan pengendapan ini sendiri dapat ditinjau dari beberapa aspek sebagai berikut :  Struktur cekungan batubara.berakibat keluarnya air (H20) clan sebagian akan menghilang dalam bentuk karbondioksida (C02). clan metana (CH4). dimana lapisan gambut yang ada akan terkompaksi oleh gaya tektonik dan kemudian pada fase selanjutnya akan mengalami perlipatan dan patahan. Dengan adanya tektonik setting tertentu. _Selain itu gaya tektonik aktif dapat menimbulkan adanya intrusi/terobosan magma. Jenis dari flora sendiri amat sangat berpengaruh terhadap tipe dari batubara yang terbentuk. Perlapisan batubara inilah yang dieksploitasi pada saat ini. Geotektonik.  Strukturnya cekungan batubara ini sangat berpengaruh pada kondisi dan posisi geotektonik. Topografi dan morfologi. yakni lingkungan pada saat proses sedimentasi dari material dasar menjadi material sedimen. karbonmonoksida (CO). Faktor-Faktor Dalam Pembentukan Batu Bara Beberapa faktor yang berpengaruh dalam pembentukan batubara adalah : 1. Lingkungan pengendapan. Material dasar.

Topografi dan morfologi dapat dipengaruhi oleh proses geotektonik. 3. lipatan. yakni skala waktu (dalam jutaan tahun) yang menyatakan berapa lama material dasar yang diendapkan mengalami transformasi. Dalam proses ini. yang akan mempengaruhi dan/atau merubah grade dari lapisan batubara yang dihasilkan. yang dapat mempengaruhi proses pembentukan suatu lapisan batubara dari :    Tekanan yang dihasilkan oleh proses geotektonik dan menekan lapisan batubara yang terbentuk. Struktur dari lapisan batubara tersebut. Iklim biasanya dipengaruhi oleh kondisi topografi setempat. Material Dasar Geotektonik Lingkungan Pengendapan: 4 . Posisi geotektonik. yakni bentuk cekungan stabil. yang merupakan faktor yang sangat penting dalam proses pembentukan batubara karena dapat mengontrol pertumbuhan flora atau tumbuhan sebelum proses pengendapan. Intrusi magma. yakni proses transformasi biokimia dari material dasar pembentuk batubara menjadi batubara.  Iklim. sisa tumbuhan yang terendapkan akan mengalami perubahan baik secara fisika maupun kimia. 4. atau patahan. Proses dekomposisi. Keseluruhan faktor tersebut di atas sangat berpengaruh terhadap kualitas dari lapisan batubara. 5. Umur geologi.morfologi cekungan pada saat pengendapan sangat penting karena menentukan penyebaran rawa-rawa di mana batubara terbentuk. Untuk material yang diendapkan dalam skala waktu geologi yang panjang. maka proses dekomposisi yang terjadi adalah fase lanjut clan menghasilkan batubara dengan kandungan karbon yang tinggi.

Na20. bituminus.Intrusi – Cekungan – Topografi – Iklim 2. Material tersebut umumnya terediri dari aenvawa anorganik (Si02. 2. Non Combustible Material. MgO.Struktur Coal .0 + 6C02 + CO 5 . Ti02. Proses transformasi ini dapat digambarkan dengan persamaan reaksi sebagai berikut 5(C6Hlo05) C20H2204 + 3CH4 + 8H. Mn304.Tekanan . Kandungan non combustible material ini umumnya diingini karena akan mengurangi nilai bakarnya. Fe203. Pada proses pembentukan batubara/coalification.. dan beberapa senyawa lainnya dalam jumlah kecil. subbituminus.4. Material tersebut umumnya terdiri dari : • karbon padat (fixed carbon) • senyawa hidrokarbon • senyawa sulfur • senyawa nitrogen. selulosa yang berasal dari tanaman akan mengalami pcruhahan menjadi lignit. yaitu : 1. CaO. yaitu bahan atau material yang dapat dibakar/dioksidasi oleh oksigen. dan senyawa logam lainnya dalam jumlah yang kecil) yang akan membentuk abu/ash dalam batubara. atau antrasit. dengan bantuan faktor ti:ika dan kimia alam. yaitu bahan atau material yang tidak dapat dibakar/dioksidasi oleh oksigen. K20. Pada dasarnya terdapat dua jenis material yang membentuk batubara. Combustible Material. A1203. Komposisi Kimia Batu Bara Batubara merupakan senyawa hidrokarbon padat yang terdapat di alam dengan komposisi yang cukup kompleks.

2. 2. Durit. yaitu lingkungan air dangkal yang dekat dengan daratan. 2. (1983).1. Interpretasi Lingkungan Pengendapan dari Litotipe dan Viikrolitotipe Tosch (1960) dalam Bustin dkk. Durain. yang menunjukkan lingkungan rawa berhutan. Fusain. Lingkungan Pengendapan Batubara 2. 3. 3. Teichmuller and Teichmuller (1968) dalam Murchissen (1968) berpendapat bahwa litotipe dan mikrolitotipe batubara berhubungan erat dengan lingkungan pengendapannya. kaya akan jejak jejak akar dan spora. dahan. hal ini diperkirakan terbentuk pada lingkungan laut dangkal. diendapkan dalam lingkungan yang lebih dalam lagi. diperkirakan lingkungan laut dangkal. akar.Selulosa lignit gas metan 6(C6H1005) C22H2003 + 5CH4 + 1OH20 + 8C02 + CO Cellulose bituminous gas metan Untuk proses coalification fase lanjut dengan waktu yang cukup lama atau dengan bantuan pemanasan. Lingkungan pengendapan dari masing-masing litotipe adalah sebagi berikut : 1. berasal dari kayu-kayuan seperti batang.5. maka unsur senyawa karbon padat yang terbentuk akan bertambah sehingga grade batubara akan menjadi lebih tinggi. 6 . Sedangkan interpretasi lingkungan pengendapan berdasarkan mikrolitotipe adalah sebagai berikut : 1.5. Vitrit. Vitrain dan Clarain. berasal dari tumbuhan yang mengandung serat kayu dan diperkirakan terbentuk pada lingkungan rawa. diendapkan pada lingkungan dengan kecepatan pengendapan rendah. Pada fase ini hidrogen yang terikat pada air yang terbentuk akan menjadi semakin sedikit. Clarit. diendapkan di daerah pasang surut dimana terjadi perubahan muka air laut.

Di dataran pantai. nitrogen yang tinggi.2.4. Ketiganya mempunyai bentuk lapisan tersendiri. Daerah seperti ini dapat dijumpai di dataran pantai. sedangkan yang kaya akan liptinit terbentuk di lingkungan laut dangkal clan yang kaya akan inertinit terbentuk dekat daratan.th.-alplain dan belakang tanggul alam atau natural levee dari sistem sungai yang are-ander. pengendapan batubara terjadi pada rawa-rawa di lelakang pematang pasir pantai yang berasosiasi dengan sistem laguna ke arah darat. Pada lingkungan fluviatil terjadi pada rawa-rawa dataran banjir atau . yakni endapan lmuhara belakang pematang (back barrier).5. endapan Dwubara antar delta dan dataran pantai (Bustin. tidak menerus secara lateral. mengandung kadar sulfur. Cameron. 2. abu dar. Grieve. Umumnya batubara di lingkungan ini berbentuk lensa-lensa karena membaii ke segala arah mengikuti bentuk cekungan limpahnya. dan fluviatil. Endapan Batubara Belakang Pematang (back barrier) Batubara belakang pematang terakumulasi ke arah darat dari pulau-pulau pcmatang (barrier island) yang telah ada sebelumnya dan terbentuk 7 . yang kaya akan vitrinit terbentuk di lingkungan rawa. Endapan Batubara Paralik Lingkungan paralik terbagi ke dalam 3 sub lingkungan. Lingkungan Pengendapan Batubara Pembentukan batubara terjadi pada kondisi reduksi di daerah rawa-rawa lebih dari 90% batubara di dunia terbentuk pada lingkungan paralik. wnumnya tipis-tipis. laguna. Trimaserit. akan tetapi pada . delta. Sedangkan di delta front dan prodelta tidak terbentuk batubara disebabkan oleh adanya pengaruh air laut yang besar clan berada di bawah permulcaan air laut. dan Kalkreuth. 2. endapan batubara delta. 1. batubara terbentuk di backswamp clan delta plain. Pada lingkungan delta. Di daerah ini tidak berhubungan dengan laut terbuka sehingga efek oksidasi au laut tidak ada sehingga menunjang pada pembentukan batubara di daerah rawa-rawa pantai.

Endapan Batubara Delta Berdasarkan bentuk dataran deltanya.sebagai ai. Endapan batubara terbentuk akibat dari meluasnya Nrmukaan rawa dari pulau-pulau gambut (marsh) yang ditumbuhi oleh tumbuhan air tawar. dan dataran aluvium. batubara daerah ini terbentuk pada beberapa sub lingkungan yakni delta yang dipengaruhi sungai. Batubara daerah ini tidak menerus secara lateral akibat dari perubahan fasies yang relatif pendek dan cepat yang disebabkan oleh kemiringan yang tajam sehingga ketebalan dan kualitasnya bervariasi. dataran delta bawah dan atas. 3. Kemudian terjadi proses pendangkalan cekungan antar pulau-pulau bar sehingga material yang diendapkan pada umumnya tergolong ke dalam klastika halus seperti batulempung sisipan batupasir dan batugamping. Selanjutnya terbentuk rawa-rawa air asin dan pada keadaan ini cn. Struktur sedimen yang berkembang ialah lapisan bersusun. Sedangkan endapan sedimen yang berkembang pada umumnya tcrdiri dari perselingan batupasir dan batulempung dengan sisipan batubara dan batugamping. 4.iapan sedimen dipengaruhi oleh pasang surut air laut sehingga moluska dapat berkembang dengan baik sebab terjadi pelemparan oleh ombak dari laut terbuka le laguna yang membawa materi organik sebagai makanan yang baik bagi penghuni laguna. Kecepatan pengendapan sangat berpengaruh pada penyebaran dan ketebalan endapan batubara. Daerah rawa pantai biasanya banyak ditumbuhi oleh 8 . silang siur dan laminasi halus. Pada umumnya batubara tersebut berasal dari alang-alang dan tumbuhan paku.:hat dari pengisian laguna. Endapan Batubara Antar Delta dan Dataran Pantai Batubara daerah ini terbentuk pada daerah rawa yang berkembang di :jerah pantai yang tenang dengan water table tinggi dan pengaruh endapan liaaik sangat kecil. gelombang pasang surut.

Batubara ini pada umumnya tipis-tipis dan secara lateral tidak lebih dari 1 km. 9 . Kandungan sulfur tinggi akibat oleh naiknya ion sulfat dari air laut dan oleh salinitas bakteri anaerobik. nitrogen. dan mengandung fosil laut. sulfur.:umbuhan air tawar dan air payau. Batubara lingkungan ini kaya akan abu. Di daerah tropis biasanya terbentuk dari bakau dan kaya sulfur.

Sedikit endapan batu bara dari perioda ini. Sangat sedikit endapan batu bara dari perioda ini. Materi utama pembentuk batu bara berumur Karbon di Eropa dan Amerika Utara.13 juta tahun yang lalu) di berbagai belahan bumi lain. adalah masa pembentukan batu bara yang paling produktif dimana hampir seluruh deposit batu bara (black coal) yang ekonomis di belahan bumi bagian utara terbentuk. Pada Zaman Permian. 10 . merupakan turunan dari alga. dari Zaman Pre-kambrium hingga Ordovisium dan bersel tunggal. 3. Materi Pembentuk Batu Bara Hampir seluruh pembentuk batu bara berasal dari tumbuhan. kira-kira 270 juta tahun yang lalu. Zaman Karbon. berkembang biak dengan spora dan tumbuh di iklim hangat. Pteridofita.BAB III BATU BARA SECARA UMUM 3.1. seperti Australia. Umur Batu Bara Pembentukan batu bara memerlukan kondisi-kondisi tertentu dan hanya terjadi pada era-era tertentu sepanjang sejarah geologi. umur Devon Atas hingga Karbon Atas. Jenis-jenis tumbuhan pembentuk batu bara dan umurnya menurut Diessel (1981) adalah sebagai berikut: Alga. Tetumbuhan tanpa bunga dan biji. kira-kira 340 juta tahun yang lalu.2. dari Zaman Silur hingga Devon Tengah. juga terbentuk endapan-endapan batu bara yang ekonomis di belahan bumi bagian selatan. dan berlangsung terus hingga ke Zaman Tersier (70 . Silofita.

Jenis tumbuhan modern. India dan Afrika.98% unsur karbon (C) dengan kadar air kurang dari 8%. batu bara umumnya dibagi dalam lima kelas: antrasit. dan oleh karenanya menjadi sumber panas yang kurang efisien dibandingkan dengan bituminus. mengandung kadar getah (resin) tinggi. dengan warna hitam berkilauan (luster) metalik. Lignit atau batu bara coklat adalah batu bara yang sangat lunak yang mengandung air 35-75% dari beratnya. panas dan waktu. Kelas batu bara yang paling banyak ditambang di Australia. Bituminus mengandung 68 . dari Zaman Kapur Atas hingga kini. mengandung antara 86% .86% unsur karbon (C) dan berkadar air 8-10% dari beratnya. sub-bituminus. secara umum. Angiospermae. kurun waktu mulai dari Zaman Permian hingga Kapur Tengah. semisal pinus. lignit dan gambut. Sub-bituminus mengandung sedikit karbon dan banyak air. jantan dan betina dalam satu bunga. Kelas dan Jenis Batu Bara Berdasarkan tingkat proses pembentukannya yang dikontrol oleh tekanan. buah yang menutupi biji. Gambut. bituminus. berpori dan memiliki kadar air di atas 75% serta nilai kalori yang paling rendah. Jenis Pteridospermae seperti gangamopteris dan glossopteris adalah penyusun utama batu bara Permian seperti di Australia.3. Tumbuhan heteroseksual. 11 .Gimnospermae. kurang bergetah dibanding gimnospermae sehingga. Antrasit adalah kelas batu bara tertinggi. 3. biji terbungkus dalam buah. kurang dapat terawetkan.

Proses Pembatubaraan Batubara adalah mineral organik yang dapat terbakar. karakteristik batubara berbeda-beda sesuai dengan lapangan batubara (coal field) dan lapisannya (coal seam). Perubahan kimiawi dan fisika terus berlangsung hingga batu bara menjadi lebih keras dan warnanya lebih hitam sehingga membentuk bituminus (bituminous) atau antrasit (anthracite). Oleh karena itu. Kualitas dari setiap endapan batu bara ditentukan oleh suhu dan tekanan serta lama waktu pembentukan. yang disebut sebagai 'maturitas organik'. peningkatan maturitas organik yang semakin tinggi terus berlangsung hingga membentuk antrasit. endapan tumbuhan berubah menjadi gambut (peat). pengaruh tekanan batuan dan panas bumi serta perubahan geologi yang berlangsung kemudian. maturitas organik sebenarnya menggambarkan perubahan konsentrasi dari setiap unsur utama pembentuk 12 . batubara termasuk dalam kategori bahan bakar fosil.yang berlangsung antara 360 juta sampai 290 juta tahun yang lalu.3. Proses awalnya. Faktor tumbuhan purba yang jenisnya berbeda-beda sesuai dengan jaman geologi dan lokasi tempat tumbuh dan berkembangnya. Dalam kondisi yang tepat. yang selanjutnya berubah menjadi batu bara muda (lignite) atau disebut pula batu bara coklat (brown coal). Oleh karena itu. terbentuk dari sisa tumbuhan purba yang mengendap yang selanjutnya berubah bentuk akibat proses fisika dan kimia yang berlangsung selama jutaan tahun. Batubara muda adalah batu bara dengan jenis maturitas organik rendah. Pembentukan batubara dimulai sejak periode pembentukan Karbon (Carboniferous Period) -. maka batu bara muda akan mengalami perubahan yang secara bertahap menambah maturitas organiknya dan mengubah batu bara muda menjadi batu bara sub-bituminus (subbituminous). akan menyebabkan terbentuknya batubara yang jenisnya bermacam-macam. ditambah dengan lokasi pengendapan (sedimentasi) tumbuhan. Adapun proses yang mengubah tumbuhan menjadi batubara tadi disebut dengan pembatubaraan (coalification).dikenal sebagai zaman batu bara pertama-. Dalam proses pembatubaraan. Setelah mendapat pengaruh suhu dan tekanan yang terus menerus selama jutaan tahun.4.

sehingga kandungan energinya juga semakin besar. Secara ringkas ada 2 tahap proses yang terjadi.batubara. kelembabannya pun akan berkurang sedangkan kadar karbonnya akan meningkat. Batubara yang berkualitas tinggi umumnya akan semakin keras dan kompak. dimulai pada saat material tanaman terdeposisi hingga lignit terbentuk. serta warnanya akan semakin hitam mengkilat.  Tahap Malihan atau Geokimia. 13 . yakni:  Tahap Diagenetik atau Biokimia. Agen utama yang berperan dalam proses perubahan ini adalah kadar air. tingkat oksidasi dan gangguan biologis yang dapat menyebabkan proses pembusukan (dekomposisi) dan kompaksi material organik serta membentuk gambut. Selain itu. meliputi proses perubahan dari lignit menjadi bituminus dan akhirnya antrasit.

bagaimanapun sulfur pada batu bara adalah secara kimia benar-benar terikat dengan molekul karbonnya. Fasilitas pencucian ini dinamakan "coal preparation plants" yang membersihkan batu bara dari pengotor-pengotornya. pada beberapa batu bara yang ditemukan di Ohio. batu bara mengambang ke permukaan ketika kotoran sulfur tenggelam. Montana dan negara-negara bagian sebelah barat lainnya sulfur hanya sekitar 1/100ths (lebih kecil dari 1%) dari berat batu bara. sulfur adalah zat kimia kekuningan yang ada sedikit di batu bara. Contoh sulfur. Secara khusus pada proses satu kali. beberapa batu bara yang ditemukan di Wyoming. sulfur terdiri dari 3 sampai 10 % dari berat batu bara. bongkahan batu bara dimasukkan ke dalam tangki besar yang terisi air ." dan pencucian tak akan menghilangkannya. West Virginia dan eastern states lainnya. Beberapa proses telah dicoba untuk mencampur batu bara dengan bahan kimia yang membebaskan sulfur pergi dari molekul batu bara.BAB IV MEMBUAT BATU BARA BERSIH 4. selain itu dikenal sebagai "fool's gold” dapat dipisahkan dari batu bara. tetapi kebanyakan proses ini sudah terbukti terlalu mahal. Cara Pembersihan Batu Bara Ada beberapa cara. tipe sulfur ini disebut "organic sulfur. Penting bahwa sebagian besar sulfur ini dibuang sbelum mencapai cerobong asap. 14 .1. ilmuan masih bekerja untuk mengurangi biaya dari prose pencucian kimia ini. Pennsylvania. Tidak semua sulfur bisa dibersihkan dengan cara ini. Satu cara untuk membersihkan batu bara adalah dengan cara mudah memecah batu bara ke bongkahan yang lebih kecil dan mencucinya. Beberapa sulfur yang ada sebagai bintik kecil di batu bara disebut sebagai "pyritic sulfur " karena ini dikombinasikan dengan besi menjadi bentuk iron pyrite.

pada kenyataannya 80% dari udara adalah nitrogen. tetapi ketika udara dipanaskan seperti pada nyala api boiler (3000 F=1648 C). Campuran pembakaran kemudian dikirim ke ruang pembakaran yang kedua dimana terdapat proses yang mirip berulang-ulang sampai semua bahan bakar habis terbakar. Di udara. Di bawah kondisi ini kebanyakan oksigen terkombinasikan dengan bahan bakar daripada dengan nitrogen. 4. tipe lain dari pada polusi yang dapat membuat kotornya udara. secara normal atomatom nitrogen mengambang terikat satu sama lainnya seperti pasangan kimia. Salah satu cara terbaik untuk mengurangi NOx adalah menghindari dari bentukan asalnya. 15 ." tetapi banyak orang menyebutnya "scrubbers" karena mereka men-scrub (menggosok) sulfur keluar dari asap yang dikeluarkan oleh tungku pembakar batu bara. dan dapat membantu terbentuknya sesuatu yang disebut “ground level ozone”.Kebanyakan pembangkit tenaga listrik modern dan semua fasilitas yang dibangun setelah 1978 telah diwajibkan untuk mempunyai alat khusus yang dipasang untuk membuang sulfur dari gas hasil pembakaran batu bara sebelum gas ini naik menuju cerobong asap. Konsep ini disebut "staged combustion" karena batu bara dibakar secara bertahap. juga sebagai polusi yang membentuk “acid rain” (hujan asam).2. atom nitrogen ini terpecah dan terikat dengan oksigen. NOx adalah polutan yang dapat menyebabkan kabut coklat yang kabur yang kadang kala terlihat di seputar kota besar. beberapa cara telah ditemukan untuk membakar barubara di pemabakar dimana ada lebih banyak bahan bakar dari pada udara di ruang pembakaran yang terpanas. NOx juga dapat dibentuk dari atom nitrogen yang terjebak didalam batu bara. Alat ini sebenarnya adalah "flue gas desulfurization units. Membuang NOx dari Batu Bara Nitrogen secara umum adalah bagian yang besar dari pada udara yang dihirup. bentuk ini sebagai nitrogen oksida atau kadang kala itu disebut sebagai NOx.

walaupun alat ini lebih mahal dari "low-NOx burners. Ada juga teknologi baru yang bekerja seperti "scubbers" yang membersihkan NOX dari flue gases (asap) dari boiler batu bara. 16 . Beberapa dari alat ini menggunakan bahan kimia khusus yang disebut katalis yang mengurai bagian NOx menjadi gas yang tidak berpolusi." namun dapat menekan lebih dari 90% polusi Nox.Kadang disebut juga sebagai "low-NOx burners" dan telah dikembangkan sehingga dapat mengurangi kangdungan Nox yang terlepas di uadara lebih dari separuh.

endapan batu bara Eosen umumnya lebih tipis. 17 . mirip dengan daerah pembentukan gambut yang terjadi saat ini di daerah timur Sumatera dan sebagian besar Kalimantan. Sebaliknya. Beberapa diantaranya tegolong kubah gambut yang terbentuk di atas muka air tanah rata-rata pada iklim basah sepanjang tahun. kira-kira 20 juta tahun yang lalu menurut Skala waktu geologi. pada umumnya endapan batu bara ekonomis tersebut dapat dikelompokkan sebagai batu bara berumur Eosen atau sekitar Tersier Bawah. Hal ini sangat umum dijumpai pada batu bara Miosen. Batu Bara di Indonesia Di Indonesia. dataran pantai atau delta. kubah gambut ini terbentuk pada kondisi dimana mineral-mineral anorganik yang terbawa air dapat masuk ke dalam sistem dan membentuk lapisan batu bara yang berkadar abu dan sulfur rendah dan menebal secara lokal. 5. yang terletak di bagian barat Paparan Sunda (termasuk Pulau Sumatera dan Kalimantan). Endapan Batu Bara Eosen Endapan ini terbentuk pada tatanan tektonik ekstensional yang dimulai sekitar Tersier Bawah atau Paleogen pada cekungan-cekungan sedimen di Sumatera dan Kalimantan. Dengan kata lain. kira-kira 45 juta tahun yang lalu dan Miosen atau sekitar Tersier Atas.1.1.BAB V BATU BARA DI INDONESIA 5.1. berkadar abu dan sulfur tinggi. endapan batu bara yang bernilai ekonomis terdapat di cekungan Tersier. Batu bara ini terbentuk dari endapan gambut pada iklim purba sekitar khatulistiwa yang mirip dengan kondisi kini. Kedua umur endapan batu bara ini terbentuk pada lingkungan lakustrin.

Ekstensi berumur Eosen ini terjadi sepanjang tepian Paparan Sunda. Di Kalimantan bagian tenggara. yang disebabkan terutama oleh gerak penunjaman Lempeng Indo-Australia. Tambang Kadar Kadar Kadar Zat Belerang Nilai energi Cekungan Perusahaan air abu terbang air (%ad) (kkal/kg)(ad) (%ad) (%ad) total inheren 18 . terutama fluviatil. Lingkungan pengendapan mula-mula pada saat Paleogen itu non-marin. Berbeda dengan yang terjadi di Kalimantan bagian tenggara dimana endapan fluvial kemudian ditutupi oleh lapisan batu bara yang terjadi pada dataran pantai yang kemudian ditutupi di atasnya secara transgresif oleh sedimen marin berumur Eosen Atas. Barito (Kalimantan Selatan). Dibawah ini adalah kualitas rata-rata dari beberapa endapan batu bara Eosen di Indonesia. Kutai Atas (Kalimantan Tengah dan Timur). Endapan batu bara Eosen yang telah umum dikenal terjadi pada cekungan berikut: Pasir dan Asam-asam (Kalimantan Selatan dan Timur). Melawi dan Ketungau (Kalimantan Barat). Pemekaran Tersier Bawah yang terjadi pada Paparan Sunda ini ditafsirkan berada pada tatanan busur dalam. kipas aluvial dan endapan danau yang dangkal. Tarakan (Kalimantan Timur).Atas namun di Sumatera umurnya lebih muda. Ombilin (Sumatera Barat) dan Sumatera Tengah (Riau). Kalimantan bagian timur. endapan fluvial yang terjadi pada fasa awal kemudian ditutupi oleh endapan danau (non-marin). pengendapan batu bara terjadi sekitar Eosen Tengah . dari sebelah barat Sulawesi. Dari batuan sedimen yang pernah ditemukan dapat diketahui bahwa pengendapan berlangsung mulai terjadi pada Eosen Tengah. Di Sumatera bagian tengah. Laut Jawa hingga Sumatera. yakni Eosen Atas hingga Oligosen Bawah.

air dried. pemekaran regional Tersier Bawah .00 6. (ad) .60 - 6900 Parambahan Ombilin PT Allied Indo Coal 4.00 8.50 <8.80 6700 Ombilin Ombilin PT Asam Bukit 12.00 41.00 7.00 37. 1998 5.50 0.00 40.as received.00 4. Pengangkatan dan kompresi adalah kenampakan yang umum pada tektonik Neogen di Kalimantan 19 .80 6800 Senakin Pasir PT Arutmin Indonesia 9.Tengah pada Paparan Sunda telah berakhir.00 39.50 (ar) 6900 (ar) (ar) .00 36.(%ar) (%ad) Satui Asamasam PT Arutmin Indonesia 10.00 15. Endapan Batu Bara Miosen Pada Miosen Awal.50 0.70 6400 Petangis Pasir PT BHP Kendilo Coal 11.00 - 10.00 4.50 0.2.1.50 0. Pada Kala Oligosen hingga Awal Miosen ini terjadi transgresi marin pada kawasan yang luas dimana terendapkan sedimen marin klastik yang tebal dan perselingan sekuen batugamping. Sumber: Indonesian Coal Mining Association.40 12.30 (ar) (ar) 0.50 0.

delta dan dataran pantai yang mirip dengan daerah pembentukan gambut saat ini di Sumatera bagian timur. endapan batu bara di sekitar hilir Sungai Mahakam. Kada Kadar Tamba Cekung Perusaha ng an an r air air total inhere (%ar n ) (%ad) Kada Zat r abu terba (%a ng d) (%ad) Belera ng (%ad) Nilai energi (kkal/kg)(a d) PT Kaltim Prima Kutai Prima Coal 9. Namun batu bara Miosen di beberapa lokasi juga tergolong kelas yang tinggi seperti pada Cebakan Pinang dan Prima (PT KPC). Namun kebanyakan sumberdaya batu bara Miosen ini tergolong subbituminus atau lignit sehingga kurang ekonomis kecuali jika sangat tebal (PT Adaro) atau lokasi geografisnya menguntungkan.00 4. Batu bara ini umumnya terdeposisi pada lingkungan fluvial. Ciri utama lainnya adalah kadar abu dan belerang yang rendah. Cekungan Barito (Kalimantan Selatan) dan Cekungan Sumatera bagian selatan.00 0.maupun Sumatera. Tabel dibawah ini menunjukan kualitas rata-rata dari beberapa endapan batu bara Miosen di Indonesia. Cekungan Sumatera bagian selatan.50 6800 (ar) 20 . Endapan batu bara Miosen yang ekonomis terutama terdapat di Cekungan Kutai bagian bawah (Kalimantan Timur).00 39. Kalimantan Timur dan beberapa lokasi di dekat Tanjungenim. Batu bara Miosen juga secara ekonomis ditambang di Cekungan Bengkulu.

10 5950 (ad) (ar) .50 6100 (ad) Lati Tarakan PT Berau Coal 24. terutama di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera.PT Kaltim Pinang Kutai Prima Coal 13.00 37.50 0.air dried.30 37. (ad) .00 4.00 40.2. sedangkan di daerah lainnya dapat 21 .00 40.00 7.60 0.00 14.00 4.90 5800 (ad) Air Laya Sumater a bagian selatan PT Bukit Asam 24.00 - 5.00 3.10 0.00 0.00 0.49 5300 (ad) Paringin Barito PT Adaro 24.30 34. Sumber Daya Batu Bara Potensi sumberdaya batu bara di Indonesia sangat melimpah. Sumber: Indonesian Coal Mining Association.40 6200 (ar) PT Roto South Pasir Kideco Jaya Agung 24.20 5200 (ar) Binunga n Tarakan PT Berau Coal 18. 1998 5.as received.80 0.00 18.60 16.00 4.20 40.

5.09/kilokalori.74/kilokalori sedangkan batu bara hanya Rp 0.dijumpai batu bara walaupun dalam jumlah kecil dan belum dapat ditentukan keekonomisannya. dari segi ekonomis batu bara jauh lebih hemat dibandingkan solar. Indonesia tidak mungkin membakar habis batu bara dan mengubahnya menjadi energis listrik melalui PLTU. atau bahan petrokimia lain yang bernilai ekonomi tinggi. Jumlah ini sebenarnya cukup untuk memasok kebutuhan energi listrik hingga ratusan tahun ke depan. dan Sulawesi. cara-cara pembakaran langsung seperti: fixed grate. 6. Selain mengotori lingkungan melalui polutan CO2. Dari segi kuantitas batu bara termasuk cadangan energi fosil terpenting bagi Indonesia. chain grate. karbon dioksida (CO2). Gasifikasi Batu Bara Coal gasification adalah sebuah proses untuk merubah batu bara padat menjadi gas batu bara yang mudah terbakar (combustible gases). yang bertujuan untuk mencapai efisiensi pembakaran yang maksimum. Di Indonesia. akan lebih bermakna dan efisien jika dikonversi menjadi migas sintetis. Sayangnya. dan lain-lain. pulverized. setelah proses pemurnian gas-gas ini karbon monoksida (CO). masing-masing mempunyai kelebihan dan kelemahannya.3. NOx dan CxHy cara ini dinilai kurang efisien dan kurang memberi nilai tambah tinggi.200/liter). batu bara merupakan bahan bakar utama selain solar (diesel fuel) yang telah umum digunakan pada banyak industri. dengan perbandingan sebagai berikut: Solar Rp 0. Batu bara sebaiknya tidak langsung dibakar. Dua cara yang dipertimbangkan dalam hal ini adalah likuifikasi (pencairan) dan gasifikasi (penyubliman) batu bara. SO2. mencapai puluhan milyar ton. Jumlahnya sangat berlimpah. Membakar batu bara secara langsung (direct burning) telah dikembangkan teknologinya secara continue. fluidized bed. seperti di Jawa Barat. Jawa Tengah. hidrogen 22 . Papua. (berdasarkan harga solar industri Rp.

23 . bila batu bara ini terbakar kotoran-kotoran ini akan dilepaskan ke udara. termasuk kotoran yang umum tercampur dengan batu bara. dari asap yang keluar dari cerobong beberapa partikel kecil ini adalah sangat kecil setara dengan rambut manusia. Tetapi.(H). metan (CH4). kotoran padat dan limbah terendah. gasifikasi secara nyata mempunyai tingkat emisi udara. disebut sebagai "hujan asam" “acid rain”. Terikat didalamnya adalah sulfur dan nitrogen. batu bara bukanlah bahan bakar yang sempurna. hanya menggunakan udara dan uap air sebagai reacting-gas kemudian menghasilkan water gas atau coal gas. Disini juga ada noda mineral kecil. dan nitrogen (N2) – dapat digunakan sebagai bahan bakar. partikel kecil ini tidak terbakar dan membuat debu yang tertinggal di coal combustor. bila mengapung di udara zat kimia ini dapat menggabung dengan uap air (seperti contoh kabut) dan tetesan yang jatuh ke tanah seburuk bentuk asam sulfurik dan nitrit. beberapa partikel kecil ini juga tertangkap di putaran combustion gases bersama dengan uap air.

Dengan demikian setelah tumbuhan tersebut mati. Dengan demikian setelah tumbuhan tersebut mati. kualitasnya kurang baik karena banyak mengandung material pengotor yang terangkut bersama selama proses pengangkutan dari tempat asal tanaman ke tempat sedimentasi. Teori Insitu Teori ini menyatakan bahwa bahan-bahan pembenrtuk lapisan batubara terbentuknya ditempat dimana tumbuh-tumbuhan asal itu berada. Teori Drift Teori ini menyatakan bahwa bahan-bahan pembenrtuk lapisan batubara terbentuknya ditempat yang berbeda dengan tempat tumbuh-tumbuhan asal itu berada. Jenis batubara yang terbentuk dengan cara ini mempunyai penyebaran luas dan merata. belum mengalami proses transportasi. segera tertimbun oleh lapisan sedimen dan mengalami proses coalification. diangkut oleh media air dan berakumulasi disuatu tempat. Jenis batubara yang terbentuk dengan cara ini mempunyai penyebaran tidak luas tetapi dijumpai dibeberapa tempat. kualitasnya lebih baik karena kadar abunya relatif kecil.1.BAB VI PENUTUP 6. segera tertimbun oleh lapisan sedimen dan mengalami proses coalification. 24 . B. Kesimpulan Ada 2 macam teori yang menyatakan tempat terbentuknya batubara. yaitu : A.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful