P. 1
makalah jadi MPBA

makalah jadi MPBA

|Views: 404|Likes:
Published by Kaffa Kaifa Kefi

More info:

Published by: Kaffa Kaifa Kefi on May 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/03/2015

pdf

text

original

Makalah Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab

MAKALAH METODE PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab Semester: IV/B Dosen: Dedih Wahyudi, M.Ag

Disusun Oleh : Kelompok V Sansan Ramdani Siti Nurhasanah Sri Bintang Abadi Zam-zam Badru Zaman 1211203065 1211203069 1211203072 1211203083

PRODI PENDIDIKAN BAHASA ARAB FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

1

Makalah Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab

2013

2

Makalah Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab

KATA PENGANTAR Bimillahirrahmanirrahim… Segala puji milik Allah Rabb sekalian alam, atas segala nikmat, rahmat dan karuniaNya yang tak terhingga untuk segenap hambanya, maka tiada untaian kata yang lebih indah melainkan puji dan kata syukur kepada-Nya. Atas berkat rahmat dan inayah Allah SWT, Alhamdulillah kami bisa menyelesaikan makalah ini sesuai waktu yang telah ditentukan. Shalawat serta salam-Nya semoga selamanya tercurahkan atas junjunan alam, Rasulullah Muhammad SAW. Kami juga sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini. Dan di dalam penulisan makalah ini, kami menyadari pasti banyak kekurangan dan kesalahannya, Oleh sebab itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan laporan ini. Akhir kata, semoga laporan ini bisa memberikan manfaat bagi penulis dan pembaca..

Bandung, April 2013

Penulis

3

Makalah Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab

i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................................................... i DAFTAR ISI .................................................................................................................................. ii BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................................ 1 BAB II PEMBAHASAN ................................................................................................................ 2 A. Metode Phonetik ............................................................................................................ 2 1. Latar belakang Metode Phonetik ............................................................................ 2 2. Langkah-langkah penggunaan Metode Phonetik .................................................. 3 3. Karakteristik Metode Phonetik................................................................................ 4 4. Kelebihan dan Kekurangan Metode Phonetik ........................................................ 5 B. Metode Psikologi ............................................................................................................ 5 1. Latar belakang Metode Psikologi ............................................................................ 5 2. Langkah-langkah penggunaan metode psikologi .................................................. 6 3. Karakteristik metode psikologi ................................................................................ 7 4. Kelebihan dan Kekurangan metode psikologi ........................................................ 8 C. Metode Alami ................................................................................................................. 8 1. Latar belakang metode alami .................................................................................. 8 2. Langkah-langkah metode alami............................................................................... 9 3. Karakteristik metode alami ...................................................................................... 9 4. Kelebihan dan kekurangan metode alami .............................................................. 10 D. Metode Elektik ................................................................................................................ 10 1. Latar belakang metode elektik ................................................................................ 10 2. Langkah-langkah metode elektik ............................................................................ 11 3. Kelebihan dan kelemahan metode elektik.............................................................. 12

4

Makalah Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab

BAB III PENUTUP ........................................................................................................................ 13 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................................... 14

BAB I PENDAHULUAN
Dalam proses belajar, khususnya dalam pembelajaran bahasa Arab, metode merupakan satu hal paling penting untuk mewujudkan kesuksesan. Dan metode yang dipilih pun tidak boleh sembarangan, agar tidak terjadi kemubadziran yang akhirnya tidak menimbulkan manfaat. Baik untuk pendidik, maupun untuk peserta didik. Karena kurang efektif dan membuang-buang waktu. Seorang pendidik harus pandai-pandai memilih dan memilah, kira-kira jenis metode permainan apa yang paling efektif digunakan. Penggunaan metode variatif sangat dibutuhkan dalam meningkatkan minat dan bakat anak didik akan ilmu yang terkait dengannya. Semakin banyak variasi yang dimiliki seorang guru dalam metode pembelajaran yang diterapkan pada anak didiknya, maka akan berpengaruh besar pada peningkatan kemampuan siswanya. Namun demikian ada banyak hal yang harus diperhatikan dalam menerapkan variasi metode yang ada, termasuk penerapan metode dalam pembelajaran. Dari penjelasan di atas, maka perlu kita kaji lebih dalam lagi tentang beberapa metode yang dapat digunakan dalam proses belajar-mengajar. Khususnya dalam pembelajaran bahasa Arab. Di antara metode yang akan kita bahas dalam makalah ini yakni mengenai “Metode Phonetik, Metode Psikologis, Metode Alami dan Metode Elektik”.

5

Makalah Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab

BAB II PEMBAHASAN

A. Metode Phonetik 1. Latar Belakang Metode Phonetik Metode ini dikenal juga dengan metode ucapan (oral method). Karena dianggap sebagai usaha penyempurnaan daari metode langsung, ia biasa disebut juga reform method. Jadi, metode ini berhubungan erat dengan metode langsung. Metode ini disebut dengan metode phonetik karena dengan metode ini materi pelajaran ditulis dalam notasi ponetik, bukan ejaan seperti aslinya (Mulyanto Sumardi, 1974 : 34). Metode ini lebih mengutamakan ear training dan speak training yaitu cara menyajikan pelajaran bahasa asing melalui latihan-latihan mendengarkan kemudian diikuti dengan latihan-latihan mengucapkan kata-kata dan kalimat-kalimat pendek, selanjutnya kalimat tersebut kemudian menjadi ucapan dalam percakapan bahasa asing yang sedang dipelajari. Penguatan bunyi kata bahasa asing secara langsung dipandang sebagai media penting untuk dapat mengucapkan kata dengan benar. Sejak berkembangnya kajian bahasa tentang bunyi (phonetik) pada paruh kedua abad ke-20 M, para pengajar dianggap telah mampu menggunakan hasil kajian ini untuk melahirkan dan mengembangkan system bunyi pada huruf-huruf abjad. Lahirnya metode ponetik semakin mengembangkan Metode Langsung. Dalam aplikasinya, Metode Ponetik dapat dikatakan gabungan dari dua metode, yaitu Natural dan Reading juga mirip dengan Metode Psikologis, yaitu berpusat pada latihan berbicara. Namun sebelum berbicara, metode ini terlebih dahulu memulai pembelajaran dengan mempelajari perangkat bunyi (alat-alat yang memproduksi suara) dan cara mengeluarkan bunyi huruf. Sebelum pembelajaran bahasa dimulai, siswa terlebih dahulu belajar dengan benar membunyikan huruf satu per satu hingga tuntas, sebagaimana mereka juga belajar membaca dan menulis bunyi huruf abjad/Arab.

6

Makalah Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab

Pada awal kegiatan pembelajaran, metode ini menggunakan bentuk lisan dan diakhiri dengan bentuk tulisan. Yang mana siswa akan mengetahui tulisan dari bunyi huruf yang ia pelajari. Metode ini mengembangkan proses berbicara dengan baik, sehingga mendorong siswa untuk mempelajari bahasa ke tehap selanjutnya. Lebih dari itu metode ini dapat menginspirasi metode langsung dalam mengawali kegiatan pembelajaran bahasa yang mana metode langsung memulainya dengan mengajarkan system bunyi yang baru selama beberapa bulan sehingga siswa mampu mengucapkan bahasa yang benar tanpa terpengaruh oleh bahasa lokal. 2. Langkah-langkah penggunaan Metode Phonetik Berikut merupakan langkah-langkah yang dilakukan dalam penggunaan Metode Photetik : - Guru membacakan bacaan-bacaan bahasa asing di depan kelas, atau

membuka/menghidupkan acara bacaan berupa radio kaset/video, siswa mendengarkan dan memperhatikan baik-baik acara bacaan itu dengan cermat, serius, siswa harus memperhatikan betul lagam dan intonasi, serta gerak-gerik bentuk mimic tertentu dalam bacaan. - Seri-seri dalam bacaan itu hendaknya disusun sedemikian rupa hingga menjadi bahan bacaan yang sempurna/berkelanjutan. - Guru dapat menghentikan seri-seri pelajaran tertentu jika seri pelajaran tersebut sudah di anggap selesai dan diskusi anak didik, kemudian dilanjutkan pada session / seri berikutnya. Sebaik-baik pengajar adalah penutur asli. - Dan setelah pelajaran membaca selesai, latihan percakapan dapat dilakukan. Misalnya, percakapan-percakapan yang sifatnya mula-mula sederhana, setelah itu menuju pada percakapan yang kompleks/lebih sulit. Wajib dalam belajar bahasa bahasa asing dengan berurutan yang berarti: mendengar, berbicara, mendengar, membaca, dan menulis. - Untuk memperjelas ucapan dan percakapan, metode ini dianjurkan menggunakan alat peraga/media pengajaran. - Pada setiap akhir materi pelajaran, guru hendaknnya memberikan latihan-latihan praktis membaca dan percakapan pada masing-masing anak didik, dan jangan lupa, guru dapat memberikan berbagai catatan-catatan khusus, kesimpulan-kesimpulan dan juga nasihat-

7

Makalah Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab

nasihat berupa dorongan (motivasi) supaya belajar sungguh-sungguh, rajin dan rutin tiap hari (PR). 3. Karakteristik Metode Phonetik Adapun karakteristik metode ini sebagai berikut: a. Tujuan - Menguasai empat keterampilan menyimak, berbicara (menyebutkan dan membedakan bunyi huruf dan kata). Sementara keterampilan membaca dan menulis mendapat porsi perhatian dan latihan yang sedikit. - Menguasai struktur/pola-pola kalimat sederhana melalui seringnya mendengar. b. Materi Pelajaran Materi pelajaran disampaikan secara lisan dan dapat berbentuk: - Huruf Hijaiyyah, kosakata dan kalimat sederhana - Latihan pola-pola kalimat c. Teknik Pengajaran - Digunakan Bahasa Ibu pada saat-saat 'terpaksa' - Latihan intensif tentang pola-pola kalimat sederhana melalui peniruan dan pengulangan. - Digunakan media: audio, audio visual terutama dalam latihan menyimak dan mengucapkan bunyi huruf dan kata. d. Evaluasi Metode - Siswa mengusai langgam dan intonasi bahasa asing dengan baik - Siswa menguasai struktur/pola kalimat sederhana dengan baik - Latihan yang kurang tepat dapat mengakibatkan membe sikap dan generalisasi yang salah - Memerlukan guru yang kreatif, inovatif, mampu menyimak, berbicara dan menuliskan bahasa Arab.

8

Makalah Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab

4. Kelebihan dan Kekurangan Metode Phonetik  Kelebihan a. Metode ini mengajarkan kemampuan membaca anak didik dengan lancar dan fasih sekaligus kemampuan percakapan, banyak latihan-latihan dialog dan menulis (dikte). b. Metode pengajarannya berurutan sehingga mudah bagi siswa untuk menguasai satu persatu. c. Siswa menyimak kesalahan bacaan dan percakapan dari guru atau teman sekelasnya, untuk kemudian diubah dan diperbaiki letak-letak kesalahan itu.  Kekurangan a. Metode ini memerlukan kesungguhan dan keahlian dari pihak guru (pengajar). Disamping perencanaan dan waktu harus matang. b. Pada tingkat-tingkat pemula (pertama). Metode ini masih sulit diterapkan, terutama bagi anak-anak yang belum memiliki bekal (basic)bahasa asing yang cukup memadai, sebab itu perlu memotivasi siswa dan pengajar secara komunikatif. c. Dalam hal qawa’id metode ini tergolong lemah Karena diajarkan secara induktif. d. Jika seri-seri pelajaran tidak disusun dan direncanakan sedemikian rupa, pelajaran dan penguasaan materi bagi siswa menjadi mengambang, misalnya seperti pelajaran membaca diberikan sedikit, juga percakapanpun serba tanggung. Oleh sebab itu, pengaturan waktu dan materi hendaknya diatur sedemikian rupa, sehingga keduannya dikuasai. B. Metode Psikologis 1. Latar Belakang Metode Psikologis Metode ini difokuskan untuk mengajarkan kosakata dan kalimat seputar aktivitas sehari-hari. Penerapan atau pemakaian metode pengajaran bahasa ini dalam pengajaran bahasa, bagi siswa adalah sangat memperhatikan keadaan jiwa dan asosiasi pikiran mereka, kesukaan hati mereka, yakni apa yang mereka paling senang. Penyampaian bahan-bahan materi pelajaran. Prinsip utama dalam mempraktekkan metode ini ialah pelajaran bahasa itu

9

Makalah Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab

hendaknya disesuaikan dengan kondisi jiwa siswa dan disenangi oleh mereka. Dengan demikian mereka merasa mudah untuk menguasai pengetahuan ilmu jiwa yang baik, berpengalaman dan mendalam ilmunya. Metode ini sebagai upaya merubah situasi pembelajaran menjadi situasi peragaan, hingga pada penggunaan berbagai benda, miniatur, gambar dan lainnya yang dapat dilihat secara langsung oleh siswa. Dengan begitu, siswa akan dengan cepat belajar kosakata bahasa asing. Metode ini, secara umum, akan mengabaikan nilai-nilai sastrawi dan budaya bahasa asing tersebut. Selain itu, dalam kegiatan pembelajaran, metode ini pun akan mengakhirkan kegiatan membaca kisah pendek, riwayat dan bentuk sastra lainnya hingga sampai pada tingkatan yang cukup untuk mempelajarinya. Metode ini pun senada dengan Metode Langsung yang menghindari penggunaan Bahasa Ibu dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Asumsinya, bahwa anak sejak dini harus sudah diajarkan berfikir dengan bahasa asing, yaitu dengan cara menghubungkan antara objek, benda, keadaan, dan pemikiran dengan padanan kata atau kalimatnya secara langsung. Karena itu, penggunaan media ajar menjadi wajib dalam metode ini untuk membantu siswa memahami perkataan guru. Metode ini juga tidak membatasi pada keterampilan berbicara saja, sebab guru juga dianjurkan untuk mengembangkan kemampuan siswa untuk memahami teks, membaca dan menulis. Tujuan akhir dari metode ini adalah mengembangkan kemampuan berfikir siswa tentang bahasa yang dipelajari, baik dalam berbicara, membaca maupun menulis. Metode ini disebut juga Metode Asosiasi. Maksudnya, dalam mengajarkan bahasa asing seorang guru mulai dengan memilih kelompok benda yang secara fungsi berdekatan dan menjadi paket yang utuh. inti dari Metode Psikologis, selalu mendasarkan pembelajaran pada kebiasaan akal manusia ketika mengingat sesuatu benda, yaitu dengan mengingat benda lainnya yang paling dekat secara fungsinya. 2. Langkah-langkah penggunaan Metode Psikologis - Guru membaca cerminan visualisasi kondisi mental anak-anak didiknya yang hendak diberi pelajaran bahasa asing dan membayangkan asosiasi pikiran mereka. - Agar proses pembelajaran lebih menarik minat para siswa, perlu dilengkapi dengan alatalat peraga/media pengajaran atau berbagai macam audio visual. Sebagian besar bisa

10

Makalah Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab

dibuat sendiri oleh guru bersama-sama dengan muridnya, seperti papan flannel, lembaran balik, bak karpet/bak pasir dan banyak lagi. - Setelah itu siswa dituntut untuk bisa mengungkapkan secara lisan apa yang telah dipelajari dengan latihan-latihan percakapan, disamping latihan menulis, membaca bukubuku, dan dilanjutkan dengan praktek mengarang. 3. Karakteristik Metode Psikologis Dalam karakteristik Metode Psikologis memiliki kekhasan tersendiri dari metode lainnya. Adapun karakteristik metode ini adalah sebagai berikut: a. Tujuan - Menguasai keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Tetapi prioritas pada keterampilan menyimak dan berbicara. - Menguasai struktur/pola-pola kalimat melalui seringnya mendengar. b. Materi Pelajaran - Materi Pelajaran disampaikan secara lisan dan dapat berbentuk Hiwâr/dialog antara dua orang dan antara lebih dari dua orang dengan tampilan pola-pola kalimat, teks/wacana dengan topik-topik yang sesuai, dan latihan pola-pola kalimat. c. Teknik Pengajaran - Digunakan Bahasa Ibu pada saat-saat 'terpaksa' - Latihan intensif tentang pola-pola kalimat melalui peniruan dan pengulangan - Digunakan media: audio, audio visual terutama dalam latihan menyimak, gambar dan lain sebagainya. d. Evaluasi Metode - Siswa mampu mengusai kosa kata secara asosiatif - Siswa menguasai struktur/pola kalimat dengan baik - Siswa mampu mengaplikasikannya dalam bentuk tulisan

11

Makalah Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab

4. Kelebihan dan Kekurangan Metode Psikologis  Kelebihan Pada metode ini lebih memprioritaskan keadaan jiwa siswa dan apa yang disenangi mereka atau sesuai suasana hati para siswa pada umumnya. Penyampaian bahan-bahan materi pelajaran sangat memperhatikan

kadar/perkembangan kemampuan para siswa, yang disesuaikan dengan daya tangkap pemikiran mereka. Sehingga proses akan lebih mudah.  Siswa akan dengan cepat belajar kosakata bahasa asing. Kekurangan Memerlukan guru yang kreatif, inovatif dan memiliki pengetahuan jiwa yang baik, berpengalaman dalam ilmunya. Metode ini, secara umum, akan mengabaikan nilai-nilai sastrawi dan budaya bahasa asing tersebut. C. Metode Alami 1. Latar Belakang Metode Alami Metode alami (Natural Method) disebut demikian karena dalam proses belajar, siswa dibawa kea lam seperti halnya pelajaran bahasa ibu sendiri. Metode ini merupakan lanjutan dari pembelajaran bahasa dengan Metode Psikologis. Dalam kegiatan pembelajaran di kelas, metode ini menghindari penggunaan Bahasa Ibu. Metode ini bersandar pada peragaan gerak, pengulangan, tanya jawab secara silih berganti sebagai media untuk memahami bahasa. Dengan metode ini, kosakata yang dipelajari berkaitan dengan aktivitas sehari-hari. Dalam pelaksanaannya, metode ini tidak jauh berbeda dengan metode langsung (direct) dimana guru menyajikan materi pelajaran langsung dalam bahasa asing tanpa diterjemahkan sedikitpun, kecuali dalam hal-hal tertentu dimana kamus dan bahasa anak didik digunakan. Disini guru akan terasa lebih lelah karena harus terus berbicara dan menyusun dialog setiap hari, tetapi hasilnya cukup berhasil terutama untuk anak kecil yang belajar bahasa asing.

12

Makalah Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab

2. Langkah-langkah penggunaan Metode Alami Adapun langkah-langkah penggunaan dalam metode alami yaitu sebagai berikut : Guru mula-mula memberikan materi melalui menyimak/mendengarkan kemudian percakapan, membaca menulis dan terakhir gramatika. Kemudian pelajaran disajikan mula-mula memperkenalkan kata-kata yang sederhana yang telah diketahui anak didik, dimulai dari benda-benda yang ada di dalam kelas, dirumah dan di luar kelas, bahkan mengenal luar negeri atau negara-negara asing. Untuk menjelaskan dan mengartikan kata-kata sulit dalam bahasa asing, dapat digunakan alat peraga dan kamus yang dapat digunakan sewaktu-waktu sangat diperlukan. Kemudian siswa dapat menguasai pola-pola serta mengaplikasikannya dengan membaca dan bercakap-cakap dengan teman-temannya ataupun dengan gurunya sendiri yang berhubungan dengan aktivitas sehari-hari. 3. Karakteristik Metode Alami Adapun karakteristik metode ini adalah sebagai berikut: a. Tujuan - Menguasai keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Tetapi prioritas pada keterampilan menyimak dan berbicara. - Menguasai struktur/pola-pola kalimat melalui seringnya mendengar. b. Materi Pelajaran Materi pelajaran disampaikan secara lisan dan dapat berbentuk hiwar/dialog antara dua orang dan antara lebih dari dua orang dengan tampilan pola-pola kalimat, teks/wacana dengan topik-topik yang sesuai, serta latihan pola-pola kalimat yang benar secara kaidah, sehingga materi kaidah tidak perlu diajarkan secara khusus dan mendalam. c. Teknik Pengajaran - Tidak diperkenankan menggunakan Bahasa Ibu. - Latihan tentang pola-pola kalimat melalui peniruan dan pengulangan. - Digunakan media: audio, audio visual terutama dalam latihan menyimak, gambar dan lain sebagainya.

13

Makalah Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab

d. Evaluasi Metode - Siswa mampu mengusai kosa kata dan ungkapan yang berhubungan dengan aktivitas seharihari. Siswa menguasai struktur/pola kalimat dengan baik.  -

4. Kelebihan dan Kekurangan Metode Alami Kelebihan Setiap individu siswa dibawa ke dalam suasana lingkungan sesungguhnya untuk aktif mendengarkan dan menggunakan percakapan dalam bahasa asing. Pengajaran membaca dan bercakap-cakap dalam bahasa asing sangat diutamakan, sedangkan pelajaran gramatikal diajarkan sewaktu-waktu saja. Pengajaran menjadi bermakna dan mudah diserap siswa, karena setiap kata dan kalimat yang diajarkan memiliki konteks (hubungan) dengan dunia (kehidupan sehari-hari) siswa/anak didik.  Kekurangan Siswa merasa kesulitan belajar apabila belum memiliki bekal dasar bahasa asing terutama pada tingkat-tingkat pemula. Anak didik dan guru bersikap tradisional mengutamakan gramatika lebih dahulu daripada membaca dan percakapan, sesuatu hal yang salah secara ilmiah yang amat perlu diubah. Kurangnya macam-macam media /alat peraga yang diperlukan dalam pengajaran bahasa asing di sekolah-sekolah. Guru yang kurang memiliki kemampuan dan pengalaman praktis dalam berbahasa asing merupakan faktor sulitnya diterapkan dan berhasil secara baik metode tersebut. Guru harus seorang yang aktif berbicara di dalam bahasa asing tersebut. D. Metode Elektik 1. Latar Belakang Metode Elektik Eclectic dapat diartikan campuran, kombinasi atau gado-gado. Melalui metode pengajaran bahasa ini jika menyajikan bahan pelajaran bahasa asing di depan kelas dapat melalui berbagai macam kombinasi dari beberapa metode, misalnya metode langsung,

14

Makalah Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab

metode grammar, metode translation bahkan metode reading sekaligus dalam menerapkan materi pelajaran. Metode eklektik, mengandung arti pemilihan dan penggabungan. Di dalam bahasa Arab, metode ini disebut dengan beberapa nama, antara lain : Thariqah al-Intiqo’iyyah ( ‫) الطريقت الإلنتقائيت‬ Thariqah Mukhtarah ( ‫) الطريقت المختارة‬ Thariqah Taufiqiyyah ( ‫) الطريقت التوفيقيت‬ Thariqah Mazdujah( ‫)الطريقت المزدوجت‬ Perlu ditegaskan bahwa penggabungan metode-metode ini hanya bisa dilakukan antar metode yang sehaluan. Dua metode yang asumsinya atau tujuannya bertolak belakang tentu tidak tepat untuk digabungkan. Metode eklektik berkaitan erat dengan subjektifitas pengajar. Metode ini lahir berawal dari ketidakpuasan terhadap metode lain atau metode sebelumnya, tapi pada waktu yang sama metode itu terjebak dalam kelemahan yang dahulu menjadi penyebab lahirnya metode yang dikritiknya. Metode-metode dating silih berganti dengan kekuatan dan kelemahan yang silih berganti pula. Munculnya metode elektik ini merupakan kreativitas para pengajar bahasa asing untuk mengefektifkan proses belajar mengajar bahasa asing. Metode ini pula memberikan kebebasan kepada mereka untuk menciptakan metode yang bervariasi. 2. Langkah-langkah penggunaan Metode Elektik Berikut merupakan langkah-langkah yang digunakan dalam metode elektik: Pendahuluan, sebagaimana metode-metode lain Memberikan materi berupa dialog-dialog pendek yang rilek, dengan tema kegiatan sehari-hari secara berulang-ulang. Materi ini mula disajikan dengan gerakan-gerakan, isyarat-isyarat, dramatisasi atau gambar. Siswa diarahkan untuk disiplin menyimak dialog-dialog itu dengan teman-temannya secara bergiliran. Setelah lancer menerapkan dialog-dialog yang telah dipelajari, maka diberi teks bacaan yang temanya berkaitan dengan dialog tadi. Selanjutnya guru member contoh cara membaca yang baik dan benar, diikuti oleh para siswa secara berulang-ulang.

15

Makalah Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab

-

Jika terdapat kosa kata yang sulit, guru memakainya mula-mula dengan isyarat, atau gerakan, gambar, dan sebagainnya. Jika tidak mungkin dengan ini , guru menerjemahkan kedalam bahasa popular.

-

Guru mengenalkan beberapa struktur yang penting dalam teks bacaan, lalu membahasnya

-

Guru menyuruh para pelajar menelaah bacaan. Lalu mendiskusikan isinya. Sebagai penutup, jika diperlukan evaluasi akhir berupa pertanyaan-pertanyaan tentang isi bacaan yang telah dibahas. 3. Kelebihan dan Kekurangan Metode Elektik  Kelebihan Mudah dilaksanakan dan diserap, karena materi pelajaran yang disajikan didasarkan atas urutan-urutan penguasaan kosakata dan struktur kalimat dari yang sederhana menuju yang kompleks (sulit) Penguasaan sejumlah kosakata dan struktur kalimat dapat memungkinkan seorang anak aktif dalam berbahasa asing kedalam bahasa sehari-hari. Anak dituntut aktif dan berdisiplin diri untuk menghapal dan menguasai kosakata dalam bahasa asing tersebut. Metode ini sangat mementingkan kemampuan daya hapal masing-masing siswa, proses pengajaran dapat menjadi dinamis dan komparatif  Metode ini tidak sulit untuk diterapkan. Kekurangan metode ini hanya ideal pada pengajaran tingkat pemula (basic) Artikulasi bahasa siswa sering menjadi tidak utuh bahkan mungkin terjadi kerancuan dalam penulisan dan penuturan bahasa. Pengajaran dapat bersifat verbalisme Sulit diharapkan kemampuan berbahasa aktif melalui metode ini

16

Makalah Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab

BAB III KESIMPULAN
Berdasarkan metode-metode yang telah di paparkan diatas lebih mengacu kepada pengembangan dari metode ‫طريقت مبشارة‬. Pada dasarnya tujuan akhir dari metode ini adalah mengembangkan kemampuan berfikir siswa tentang bahasa yang dipelajari, baik dalam berbicara, membaca maupun menulis asal tidak menerjemahkannya ke dalam Bahasa Ibu. Tujuannya agar sejak dini, anak sudah terbiasa mendengar kalimat-kalimat bahasa asing secara sempurna, mendengar dialog dalam bentuk tanya jawab, serta berusaha memahaminya tanpa menggunakan bahasa asing . Lebih dari itu metode-metode ini dapat menginspirasi metode langsung dalam mengawali kegiatan pembelajaran sehingga siswa mampu mengucapkan bahasa yang benar tanpa terpengaruh oleh bahasa local (bahasa ibu). Bahwa semua metode tidak ada yang sempurna kecuali berdasarka situasi dan kondisi kapan suatu metode harus digunakan. Bahwa metode mampunyai keunggulan dan kelemahannya masing-masing.Metode-metode ini tidak mengutamakan Qowaid seprti hal nya metode langsung, juga Guru dituntut untuk lebih kreati dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa.

17

Makalah Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab

DAFTAR PUSTAKA
Hermawan, acep. 2011. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. Bandung: PT REMAJA ROSDIKARYA. Izzan, Ahmad. 2009. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. Bandung:

HUMANIORA Ibrahim, Alim.A. (t.thn). al-muajjih al-fanni. Kairo: darrul ma’arif.

18

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->